Anda di halaman 1dari 9

3.

2 Penentuan Oil Losses

3.2.1 Tujuan Analisa


Untuk menentukan kadar minyak hilang yang terdapat pada pengolahan
minyak sawit(CPO).

3.2.2 Teori Dasar


Pada saat pengolahan kelapa sawit menjadi CPO, tidak semua kelapa sawit diolah
menjadi CPO melainkan ada sebagian kecil yang terbuang atau yang disebut oil
losses. Sebelum ditentukan kadar minyak terbuang, terlebih dahulu sampel tersebut
dikeringkan. Tujuanya agar tidak mempengaruhi hasil dari ekstraksi.
3.2.3 Alat yang digunakan
a. Seperangkat alat ekstraksi (Buchi Sokletasi 810)
b. Ekstraks Thimbel
c. Kapas
3.2.4 Bahan yang digunakan
a. n-heksana
b. sampel yang digunakan;
- Empthy Bunch
- Fiber setelah Screw Press
- Nut
- Cake Dekanter
- Final Effluent
3.2.5 Cara Kerja
a. Penentuan Kadar Air
 Timbang cawan kosong.
 Masukan sampel 10gr – 15gr.
 Keringkan dalam oven selama 3 jam dengan suhu1050 C.
 Setelah 3 jam dinginkan sampel dalam desikator.
 Lalu timbang berat sampel kering.
 Setelah ditimbang tentukan kadar airnya.
b. Penentuan Kadar Oil Losses
 Setelah kadar air ditentukan masukan sampel kedalam ekstrak
thimbel sampai sampel bersih terpindahkan ke dalam thimbel.
 Setelah itu tutup dengan kapas.
 Masukan thimbel ke dalam soklet
 Masukan kaca pemanas kedalam gelas piala buchi agar membantu
mempercepat reaksi.
 Lalu isi gelas piala buchi dengan n-heksana.
 Lakukan ekstraksi,sampai sampel benar-benar tidak berwarna
kuning atau selama 4 jam proses ekstraksi.
 Setelah sampel tidak berwarna kuning,tarik n-heksana dengan cara
penyulingan.
 Lalu dinginkan dan timbang berat sampel,sampel hasil ekstraksi
inilah kadar minyak terbuang.

3.2.6 Data & Perhitungan


Data yang didapat berdasarkan analisa pada tanggal 18 Agustus 2009.
a. Penentuan Kadar Air (Moisture)

Data pengamatan
NO Nama Sampel Berat Berat Berat Sampel Berat Berat Air
Cawan Cawan+Sa Awal Cawan+Sampe
Awal mpel Awal l Akhir
1 Fiber 93.4348 105.0778 11.6430 100.5752 4.5026
2 Nut 99.7258 110.5509 10.8251 108.8168 1.7341
3 Empthy Bunch 100.8133 110.9348 10.1215 102.4124 8.5224
4 Cake Dekanter 82.1982 98.4809 16.2827 85.3112 13.1697
5 Final Effluent 116.5017 129.5448 13.0431 117.0020 12.5428

Rumus :
% kadar air = Berat Air × 100%
Berat Sampel
Perhitungan:
% kadar air didalam fiber = Berat Air × 100%
Berat Sampel

= 4.5026 × 100%
11.6430

= 38.68%

% kadar air didalam Nut = Berat Air × 100%


Berat Sampel

= 1.7341 × 100%
10.8251

= 16.01%

% kadar air didalam Empthy Bunch = Berat Air × 100%


Berat Sampel

= 8.5224 × 100%
10.1215

= 84.20 %

% kadar air didalam Cake Dekanter = Berat Air × 100%


Berat Sampel

= 13.1697 × 100%
16.2827
= 80.88 %

% kadar air didalam Final Effluent = Berat Air × 100%


Berat Sampel

= 12.5428 × 100%
13.0431

= 96.16 %

b. Penentuan Kadar Oil Losses Terhadap Sampel


Penentuan dilakukan agar dapat mengetahui kadar oil losses terhadap
sampel.Oil Losses terhadap sampel harus dibawah standart yang telah di
tetapkan perusahaan.Ada pun standar yang telah di tetapkan antara lain ,
sebagai berikut ;
Standart Oil Losses Terhadap Sampel
No Nama Sampel Standart Oil Losses terhadap Sampel
1 Fiber < 4.5
2 Nut -
3 Empthy Bunch -
4 Cake Decanter < 2.5
5 Final Effluent < 0.7 %

Setelah dilakukan analisa maka didapatkan data sebagai berikut :


Data pengamatan
No Nama Sampel Berat Berat Berat
Cawan/Gelas Cawan+Sampel Minyak
Piala Buchi Setelah
Awal Ekstraksi
1 Fiber 109.0744 109.7298 0.6554
2 Nut 110.5130 110.6106 0.976
3 Empthy Bunch 112.6872 112.8138 0.1266
4 Cake Dekanter 111.2763 111.7651 0.4888
5 Final Effluent 111.4677 111.6411 0.1734

Rumus :
Untuk menentukan Oil Losses terhadap sampel digunakan rumus perhitungan
yakni sebagai berikut ;
% Oil Losses = BeratMinyak × 100%
Berat Sampel

Perhitungan :
1. % Oil Losses Fiber = BeratMinyak × 100%
Berat Sampel

= 0.6554 × 100%
11.6430

= 5.63 %

2. % Oil Losses Nut = BeratMinyak × 100%


Berat Sampel

= 0.976 × 100%
10.8251
= 0.91 %

3. % Oil Losses Empthy Bunch= BeratMinyak × 100%


Berat Sampel

= 0.1266 × 100%
10.1215

= 1.25 %

4. % Oil Losses Cake Decanter = BeratMinyak × 100%


Berat Sampel

= 0.4888 ×100%
16.2827

= 3.01 %

5. % Oil Losses Final Effluent = BeratMinyak × 100%


Berat Sampel

= 0.1734 × 100%
13.0431

= 1.33 %

c. Penentuan Oil losses terhadap TBS


Dalam Penentuan Oil Losses maka dapat ditentukan pula % Oil Losses
terhadap TBS.Adapun standart Oil Losses terhadap TBS adalah ;

Standar Oil Losses Terhadap TBS


NO Nama Sampel Standart ( % )
1 Fiber 0.513
2 Nut 0.540
3 Empthy Bunch 0.096
4 Cake Dekanter 0.050
5 Final Effluent 0.315

Rumus :
% Oil Losses Terhadap TBS = % Oil Losses × Rata-rata Sampel Dalam TBS
100

Perhitungan :

1. % Oil Losses di dalam Fiber = % Oil Losses × 12


100

= 5.63 % × 12
100

= 0.68 %

2. % Oil Losses di dalam Nut = % Oil Losses × 12


100

= 0.91 % × 12
100

= 0.11 %

3. % Oil Losses di dalam Empthy Bunch = % Oil Losses × 20


100

= 1.25 % × 20
100

= 0.25 %

4. % Oil Losses di dalam Cake Decanter = % Oil Losses × 2


100

= 3.01% × 2
100

= 0.06 %

5. % Oil Losses di dalam Final Effluent = % Oil Losses × 43.5


100

= 1.33 % × 43.5
100

= 0.58 %

BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN

4.1 Kesimpulan
Satelah dilakukan analisa maka didapatkan hasil sebagai berikut ;
Tabel Data Hasil Pengamatan
NO Nama Standart Oil % Oil Losses Standart % Oil
Sampel Losses terhadap yang Oil Losses yang
Sampel didapatkan Losses didapatkan
terhadap
TBS
1 Fiber < 4.5 % 5.63 % 0.51 % 0.68 %
2 Nut - 0.91 % 0.54 % 0.11 %

3 Empthy - 1.25 % 0.096 % 0.25 %


Bunch
4 Cake < 2.5 % 3.01 % 0.05 % 0.06 %
Dekanter
5 Final Effluent < 0.7 % 1.33 % 0.32 % 0.58 %

Dalam kenyataannya didapatkan hasil bahwa kadar Oil Losses di PT.Tidar


Kerinci Agung masih ndi atas standar yang telah ditentukan perusahaan. Tingginya
kadar Oil Losses mungkin disebabkan oleh ;
1. Pengaruh buah muda dan mengkal.
2. Pengaruh perebusan, perebusan yang terlalu lama
menyebabkan adanya kemungkinan ikut menguapnya zat
lain selain air yang terkandung di dalam buah.
3. Pengaruh alat yang digunakan umurnya sudah tua, oleh
karena itu dibutuhkannya perawatan alat yang teratur bagi
operator.

4.2 Saran