Anda di halaman 1dari 10

PRAKTIKUM ANTENA DAN PROPAGASI

Pengukuran Antena Pemancar, Antena Penerima,


Diagram Polar Antena, dan Pengukuran Penguatan
Disusun untuk memenuhi tugas
Mata Kuliah Antena dan propagasi
Semester 4
PEMBIMBING :

Mochammad Taufik, ST, MT

PENYUSUN :
Kelompok 5
JTD 2B
Nama

No. Absen

Akbar Nur

02

Hajar Choirun nisac

14

Pradipta Candra F.A

20

Rizki Akbar

24

NIM
13411600
64
13411600
52
13411600
01
13411600
63

JARINGAN TELEKOMUNIKASI DIGITAL


TEKNIK ELEKTRO
POLITEKNIK NEGERI MALANG
2015
BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Antena adalah salah satu komponen yang mempunyai peranan sangat penting dalam
sistem komunikasi. Antena merupakan daerah transisi antara saluran transmisi dan ruang
bebas, sehingga antena berfungsi

sebagai

pemancar

atau penerima gelombang

elektromagnetik. Dalam penjalarannya dari suatu pemancar menuju penerima yang jauh
jaraknya menyebabkan gelombang elektromagnetik mengalami atenuasi, sehingga ketika
diterima oleh penerima, kekuatan sinyal sudah berkurang. Untuk dapat diterima dengan
baik oleh penerima maka diperlukan suatu antena yang mempunyai faktor penguatan
(gain) tinggi dan directivity yang lebar.
Ada banyak sekali faktor-faktor yang dapat diukur yang mempengaruhi kinerja antena
selain gain dan keterarahan. Selain itu diperlukan juga contoh implementasi dari antena agar
dapat memperkuat teori yang telah ada. Makalah ini dibuat dengan maksud untuk memahami
antena, parameter yang mempengaruhi, dan implementasinya.
1.2 Rumusan Masalah
Berikut rumusan masalah yang berkaitan dengan latar belakang di atas :
1. Apa sebenarnya antena itu ?
2. Apa saja parameter yang mendukung kinerja antena ?
3. Apa implementasi dari antena yang sesuai dengan percobaan yang dilakukan ?
1.3 Tujuan
Berikut tujuan dibuatnya makalah ini :
1. Mengetahui apa sebenarnya antena itu.
2. Mengetahui apa saja parameter yang mendukung kinerja antena.
3. Mengetahui apa implementasi dari antena yang sesuai dengan percobaan yang dilakukan

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Teori Dasar
2.1.1 Pengertian Antena

Antena adalah suatu komponen penting pada sistem komunikasi yang dapat
memediasi (sebagai transduser) perubahan gelombang listrik menjadi gelombang
elektromagnetik yang dapat berpropagasi di ruang bebas.
2.1.2 Parameter Antena sesuai dengan Praktikum
Berikut ini parameter antena yang berkaitan dengan praktikum yang telah dilakukan :
1. Polarisasi
Merupakan arah medan listrik E yang dipancarkan oleh antena dan disesuaikan dengan
posisi antena tersebut. Polarisasi terdiri dari 3 jenis yakni : (i) polarisasi linier, (ii)
polarisasi lingkaran, (iii) polarisasi ellips.
2. VSWR
Merupakan ukuran numerik yang menggambarkan seberapa baik antena yang
digunakan. Semakin tinggi nilai VSWR, maka semakin besar pula mismatch.
Sebaliknya, semakin rendah nilai VSWR, maka semakin match. Antena dapat dikatakan
1+| |
baik apabila VSWR <= 2. VSWR dapat dihitung dengan rumus : VSWR= 1| | .
3. Koefisien Pantul ||
Merupakan perbandingan antara tegangan pantul dengan tegangan maju.
4. Dimensi (Panjang antena)
Merupakan panjang fisik antena yang sering disebut (lambda).
5. Intensitas Radiasi
Merupakan daya radiasi per sudut soliditas normalitas daya radiasi terhadap satuan bola
2
(sphere). Dapat dihitung dengan rumus : U=r W rad . r= jarak ,

W rad =kerapatanradiasi .

6. Keterarahan
Perbandingan intensitas radiasi pada arah tertentu dari antena ke intensitas radiasi ratarata ke segala arah.
7. Return Loss
Merupakan ukuran numerik yang menggambarkan seberapa baik antena yang
digunakan. Antena dapat dikatakan baik apabila Return Loss dibawah -10 dB, yakni
68,38% sinyal dapat diserap dan 31,62% nya terpantulkan kembali.

RL=20 log || .

8. Pola radiasi
Diagram radiasi merupakan besaran penting pada sebuah antena. Diagram radiasi
menunjukan distribusi energi yang dipancarkan oleh sebuah antena. Besaran ini diukur
dalam ruang pada medan jauh dengan jarak yang konstan terhadap antena dengan sudut
yang bervariasi (sudut dan sudut ). Dari pola radiasi yang terbentuk ini bisa
dibedakan jenis antena, seperti omnidirectional, isotrop dan directional.
9. Bandwidth
Merupakan rentang frekuensi di mana antena masih dapat bekerja dengan baik. Suatu
misal sebuah antena bekerja pada frekuensi tengah sebesar fC, namun ia juga masih
dapat bekerja dengan baik pada frekuensi f1 (di bawah fC) sampai dengan f2 ( di atas fC),
maka lebar bandwidth dari antena tersebut adalah (f1 f2). Tetapi apabila dinyatakan
f 2f 1
dalam prosen, maka bandwidth antena tersebut adalah : BW = f c 100 .
10. Impedansi Input
Didefinisikan sebagai impedansi yang ditunjukkan oleh antena pada terminalterminalnya atau perbandingan antara tegangan terhadap arus pada pasangan
terminalnya.

Misal

ada

terminal

dan

b,

maka

Z A =R A + jX A .

Z A =impedansi antenadi terminal ab ( ) , R A=resistansiantena diterminal ab ( ) , jX A =reaktansi a


11. Beamwidth
Merupakan pola pemisahan sudut antara dua titik yang sama pada sisi berlainan dari
pola maksimum. Salah satu beamwidth yang paling banyak digunakan adalah HPBW
(Half-Power Beamwidth) dan FNBW (First-Null Beamwidth)

12. Gain
Merupakan perbandingan intensitas (arah tertentu), pada intensitas radiasi yang
diberikan bila daya yang diterima dengan teradiasi secara isotropik. Dapat dihitung
intensitas radiasi
dengan rumus Gain=4 daya input total( diterima)
13. Beam efficiency

Merupakan perbandingan daya yang dipancarkan dengan sudut kerucut 1 dengan


daya yang dipancarkan oleh antena.
BE=

daya yang dipancarkan dengan sudut kerucut 1


daya yang dipancarkanoleh antena

BAB III
PEMBAHASAN
3.1 Percobaan Antena Pemancar dan Penerima
3.1.1 Antena Pemancar
1.1 Tujuan:
1. Mengoperasikan pemancar UHF dan mengetahui daya yang diradiasikan.
2. Mengerti kondisi match dan miss - match antara beban pada ujung saluran koaksial dan
antenna pemancar.
3. Mengerti dasar- dasar antenna pemancar yang digunakan sebagai beban.
4. Mengenal hubungan asymmetric antenna batang gelombang (rod antenna) dan antenna
dipole asymmetric gelombang, menggunakan rangkaian simetri dengan saluran koaksial.
5. Mengenal kualitas dan efektifitas rangkaian simetri ini,saat antenna matching.
6. Mengukur distribusi arus dan tegangan sepanjang gelombang dipole dan sepanjang rod
antenna.
7. Menentukan dengan pengukuran,polarisasi gelombang yang diradiasikan.
8. Mengerti perubahan pada ciri ciri antenna, menghasilkan perubahan perbandingan yang
baik.
1.2 Alat dan Komponen Yang Digunakan:
N
o
1
2
3
4
5
6
3.1.2

NamaAlat/Komponen
Pemancar UHF
Antena 2- elemen
Antena Folded Dipole 1/2 Gelombang
Kabel Koaksial (50), Panjang 50 cm
Hand Probe indikasi arus
Hand Probe indikasi tegangan

Jumla
h
1
1
1
1
1
1

Antena Penerima

1. Tujuan:
1. Mengerti keperluan matching polarisasi antena pemancar dan penerima.
2. Mengenal kemungkinan isolasi sinyal oleh pengoperasian system yang menggunakan diversi
polarisasi.
3. Mengerti hambatan dalam transmisi anatar pemancar dan penerima,dapat menyebabkan
interferensi sinyal.

4.
5.
6.
7.

Menghitung pelemahan ruang bebas (free space) antara pemancar dan penerima.
Menentukan perbedaan level sinyal dan pelemahan dalam decibel (dB).
Mengukur penurunan kuat medan sinyal, dengan bertambahnya jarak antara penerima.
Menentukan beberapa jenis antenna yang menunjukkan perbedaan pengarahan dan dapat
mengetahui perbedaan kuat sinyal pada penerima dari daya pemancar yang sama.

2. Alat dan Komponen Yang Digunakan:


No
1
1
2
3
4
5
6

3.1.3

Nama Alat/Komponen
Pemancar UHF dengan Antena
Penerima UHF dengan Antena
Antena 2- elemen
Antena Folded Dipole 1/2 Gelombang
kabel Koaksial, Panjang 50 cm
Tiang Pemasangan dengan elemen director
hand Probe Indikasi tegangan

Jumlah
1
1
1
1
2
1
1

Diagram Polar Antena

1. Tujuan:
1. Menentukan karakteristik pengarahan,celah antenna atau jarak antara elemen dan lebar
arahan setengah gelombang (Half Wave Beam Width) antena .
2. Menggambarkan diagram polar horizontal dan vertical antenna dari pengukuran yang
dilakukan pada linier atau kordinat polar.
3. Mengartikan gambar diagram polar,sehingga mengerti bentuk Side Lobe, Zero Point
4.
5.
6.
7.

dan Front Back Ratio antenna.


Mengenal hubungan antara maksud pengarahan dan penguatan antenna.
Menentukan penguatan antenna dengan perhitungan atau pengukuran.
Mengenal arti penguatan antenna pemancar dan penerima dengan menghitung level signal.
Mengetes kemungkinan untuk memperbaiki penguatan antenna dan maksud
pengarahan,dengan menambah elemen director dan reflector, menggunakan antenna yagi
sebagai contoh.

2. Alat dan Komponen Yang Digunakan:


N

Nama Alat/Komponen

Jumla

o
1
2
3
4
5
6

Pemancar UHF
Antena 2- elemen
Antena Folded Dipole 1/2 Gelombang
Kabel Koaksial (50), Panjang 50 cm
Hand Probe indikasi arus
Hand Probe indikasi tegangan

h
1
1
1
1
1
1

3.2 Implementasi antena sesuai dengan percobaan yang telah dilakukan


Kami mengambil contoh implementasi antena dari percobaan yang telah dilakukan oleh
Budi Pratama, dkk yakni Perancangan dan Implementasi Antena Yagi 2,4 GHz pada Aplikasi
WiFi (Wireless Fidelity)

BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Dari teori dan implementasi dari antena di atas dapat disimpulkan bahwa :
1. Antena merupakan suatu komponen penting pada sistem komunikasi yang dapat
memediasi (sebagai transduser) perubahan gelombang listrik menjadi gelombang
elektromagnetik yang dapat berpropagasi di ruang bebas.
2. Parameter antena ada 13 yakni : Polarisasi, VSWR, Koefisien Pantul ||, Dimensi
(Panjang antena), Intensitas Radiasi, Keterarahan, Return Loss, Pola radiasi, Bandwidth,
Impedansi Input,Beamwidth, Gain, dan Beam efficiency.
3. Implementasi Antena yang dilakukan oleh Budi Pratama telah mendesain dan merancang
sebuah antena yang baik sehingga dapat digunakan pada aplikasi WiFi.

REFERENSI
Koesmarijanto.__.Parameter Dasar Antena (PPT).Malang:__
Pratama Budi, dkk.2013.Perancangan dan Implementasi Antena Yagi 2,4 GHz pada Aplikasi
WiFi (Wireless Fidelity).__:__