Anda di halaman 1dari 11

PRAKTIKUM BIOKIMIA PANGAN

VITAMIN
UJI VITAMIN E
Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan
Praktikum Biokimia Pangan

Oleh :
Nama
NRP
Kel/Meja
Asisten
Tgl. Percobaan

: Anggi Dwi Pratiwi


: 133020238
: I/8
: Ratih Rahmawaty Fadhylah
: 31 Maret 2015

LABORATORIUM BIOKIMIA PANGAN


JURUSAN TEKNOLOGI PANGAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS PASUNDAN
BANDUNG
2015

Laboratorium Biokimia Pangan

Vitamin ( Uji Vitamin E)

I.
PENDAHULUAN
Bab ini akan menguraikan mengenai : (1) Latar Belakang
Percobaan, (2) Tujuan Percobaan, (3) Prinsip Percobaan, dan
(4) Reaksi Percobaan.
1.1

Latar Belakang Percobaan


Istilah vitamine atau vitamin mula-mula diutarakan
oleh seorang ahli kimia Polandia yang bernama Funk, yang
percaya bahwa zat penangkal beri-beri yang larut dalam air itu
suatu amina yang sangat vital, dan dari kata tersebutlah lahir
istilah vitamine dan yang kemudian menjadi vitamin. Kini
vitamin dikenal sebagai suatu kelompok senyawa organik
yang tidak termasuk dalam golongan protein, karbohidrat,
maupun lemak dan terdapat dalam jumlah yang kecil dalam
bahan makanan tetapi sanganat penting peranannya bagi
beberapa fungsi tertentu tubuh untuk menjaga kelangsungan
kehidupan serta pertumbuhan (Winarno,hal 119, 2002).
Vitamin E adalah nama umum untuk semua metiltokol, jadi istilah tokoferol bukan sinonim dari vitamin E,
namun pada praktek sehari-hari,
Vitamin E lebih mudah diserap usus, apabila terdapat lemak
dan dalam kondisi tubuh yang mempermudah penyerapan
lemak. Tokoferol dari makanan diserap oleh usus digabungkan
dengan kilomikron dan ditransportasikan ke hati melalui sistim
limfatik dan saluran darah. Di hati, tokoferol disebarkan ke selsel jaringan tubuh melalui saluran darah. Di dalam plasma
darah, tokoferol bergabung dengan lipoprotein, terutama VLDL
( Very Low Density Lipoprotein)

1.2
1.3

Tujuan Percobaan
Untuk mengetahui adanya vitamin E pada bahan pangan.

Prinsip Percobaan
Prinsip uji vitamin E adalah berdasarkan pada reaksi
vitamin E dengan alkohol absolut dan HNO3 pekat disertai
pemanasan sehingga terbentuk senyawa kompleks berwarna
merah.

Laboratorium Biokimia Pangan

1.4

Vitamin ( Uji Vitamin E)

Reaksi Percobaan

Gambar 1. Reaksi Percobaan Uji Vitamin E

Laboratorium Biokimia Pangan

II.

Vitamin ( Uji Vitamin E)

METODE PERCOBAAN

Bab ini akan menguraikan mengenai : (1) Bahan yang


Digunakan, (2) Pereaksi yang Digunakan, (3) Alat yang
Digunakan, dan (4) Metode Percobaan.
2.1

Bahan yang Digunakan


Bahan yang digunakan dalam percobaan Uji Vitamin E ini
antara lain adalah love juice jeruk,susu dancow, dan nature E.

2.2

Pereaksi yang Digunakan


Pereakasi yang digunakan dalam Uji Vitamin B ini adalah
alkohol absolut dan HNO3 pekat.

2.3

Alat yang Digunakan


Alat yang digunakan pada percobaan ini adalah tabung
reaksi, rak tabung reaksi, gelas kimia, pipet,.

Laboratorium Biokimia Pangan

2.4

Vitamin ( Uji Vitamin E)

Metode Percobaan

1 ml sampel
1 ml NaOH 1:10
1 ml Pb asetat

Panaskan selama 15 20
Menit dengan suhu 75 C

Gambar 2. Metode Percobaan Uji Vitamin E

Laboratorium Biokimia Pangan

III.

Vitamin ( Uji Vitamin E)

HASIL PENGAMATAN

Bab ini akan menguraikan mengenai : (1) Hasil


Pengamatan, dan (2) Pembahasan.
3.1
Bahan

Hasil Pengamatan
Tabel 1. Hasil Pengamatan Uji Barfoed
Sebelum
Sesudah
Pereaks
suhu
Pemanasa
Pemanasa
i
n

Love
juice
jeruk
Susu
dancow
Nature
E

75C
Alkohol
absolute
dan
HNO3
pekat

orange

putih

Bening
kecoklatan

Endapan
kuning
Endapan
kuning

Hasi
lI

Hasi
l II

Merah

+
+

Sumber : Hasil I: Anggi dan Syifa , Kelompok I, Meja


8, 2015
Hasil II : Laboratorium Biokimia Pangan, 2015.
Keterangan :
(+) mengandung vitamin E
(-) tidak mengandung vitamin E

Laboratorium Biokimia Pangan

Vitamin ( Uji Vitamin E)

Gambar 3. Hasil Pengamatan Uji vitamin E


3.2

Pembahasan
Berdasarkan hasil percobaan uji Vitamin E,
didapatkan bahwa love juice jeruk dan susu dancow tidak
mengandung vitamin E sedangkan nature mengandung
vitamin E.
Alkohol dan HNO3 pekat pada Uji Vitamin E berfungsi
untuk membentuk senyawa -kuinon yang dapat direduksi
menghasilkan kuinol. Dengan adanya pereaksi HNO3 pekat
maka -tokoferol dapat meghasilkan -kuinon.
Vitamin E tahan terhadap suhu tinggi serta asam,
tetapi karena bersifat antioksidan, vitamin E mudah teroksidasi
terutama bila ada lemak tengik, timah, dan garam besi, serta
mudah rusak oleh sinar ultra violet (Winarno, 1992).
Mekanisme pada proses pengujian yaitu, sampel
ditambahkan
alkohol
absolute,
bertujuan
untuk
mengisolasi/memisahkan vitamin E dari sampel kemudian di
tambahkan 5 tetes HNO 3 dan dipanaskan untuk mengubah
alpha-tocopherol menjadi alpha-tocopherol kuinon yang dapat
direduksi menjadi alpha-tocopherol kuinol, hasil positif ditandai
dengan terbentuknya senyawa kompleks berwarna merah.
Dalam percobaan uji vitamin E dilakukan pemanasan.
Senyawa-senyawa antioksidan alami yang paling kuat adalah
alfa-tokoferol dan flavonoid. Alfa-tokoferol salah satu dari 8

Laboratorium Biokimia Pangan

Vitamin ( Uji Vitamin E)

bentuk vitamin E, merupakan antioksidan larut lemak yang


paling banyak dikenal. Semula alfa-tokoferol hanya dikenal
berfungsi sebagai penangkal radikal lipida peroksil, khususnya
oxLDL (oxidized low-density lipoprotein) sehingga ampuh
mencegah aterosklerosis.
Golongan vitamin E sedikitnya terdiri dari jenis
molekul , dan -tokoferol, diantaranya -tokoferol adalah
jenis yang paling penting. Tokoferol ditemukan pada minyak
sayuran dan terutama berlimpah jumlahnya pada kecambah.
Kekurangan vitamin E dapat menyebabkan kulit bersisik,
lemah otot dan kemandulan. Pengaruh vitamin E terhadap
kesuburan manusia masih belum diketahui. Kekurangan
tokoferol menyebabkan tanda-tanda lain, termasuk degenerasi
hati dan perubahan fungsi membran. Tokoferol mengandung
cincin aromatik tersubstitusi, dan rantai panjang isiprenoid
sebagai rantai samping. Aktivitas biokimiawi vitamin E belum
teridentifikasi tetapi vitamin E mungkin ikut serta dalam
mencegah pengaruh merusak oksigen terhadap lemak ada
membran sel (Poedjiadi, 2005).
Sifat vitamin E adalah mudah rusak oleh panas yang
tinggi (proses memasak) dan oksidasi (terpapar oksigen). Itu
sebabnya, sumber vitamin E terbaik adalah makanan segar,
mentah, atau makanan yang belum diproses .
Fungsi vitamin E adalah dapat meningkatkan daya
tahan tubuh, membantu mengatasi stres, meningkatkan
fertilitas, meminimalkan risiko kanker dan penyakit jantung
koroner, vitamin E memiliki peran sangat penting bagi
kesehatan kulit. Vitamin E menjaga, meningkatkan elastisitas
dan kelembapan kulit, mencegah proses penuaan dini,
melindungi kulit dari kerusakan akibat radiasi sinar ultraviolet,
serta mempercepat proses penyembuhan luka
Sumber vitamin E yaitu daging, hati, telur, minyak dari
jagung, kedelai, margarin. Jika makanan digoreng dibekukan,
maka kadar tokoferol akan menurun (Sudarmadji, 2007).
Golongan vitamin E sedikitnya tediri dari jenis molekul
, dan - tokoferol, diantaranya -tokoferol adalah jenis yang
paling penting. Tokoferol ditemukan pada minyak sayuran dan
terutama berlimpah jumlahnya pada kecambah. Kekurangan
vitamin E dapat menyebabkan kulit bersisi, lemah otot dan

Laboratorium Biokimia Pangan

Vitamin ( Uji Vitamin E)

kemandulan. Pengaruh vitamin E terhadap kesuburan


manusia masih belum diketahui. Kekurangan tokoferol
menyebabkan tanda-tanda lain termasuk degenerasi hati dan
perubahanfungsi membran. Aktivitas biokimiawi vitamin E
belum teridentifikasi, tetapi mungkin ikut serta dalam
mencegah pengaruh merusak oksigen terhadap lemak ada
membrane sel (Poedjiadji, , 1994).
Stabilitas kimia vitamin E mudah berubah akibat
pengaruh berbagai zat alami. Minyak tak jenuh, seperti minyak
hati ikan cod, minyak jagung, minyak kacang kedele, minyak
biji bunga matahari, semuanya mempertinggi kebutuhan
vitamin E. Hal ini terjadi jika minyak-minyak tersebut
mengalami ketengikan oksidatif dalam makanan. Bila minyakminyak tersebut tengik sebelum makanan dimakan, maka
berarti telah terjadi kerusakan vitamin E dalam minyak dan
dalam makanan yang mengandung minyak tersebut. Garamgaram besi, seperti feriklorida, kalium ferrisianida bersifat
mengoksidasi tokoferol. Nitrogen klorida dan klor dioksida
pada konsentrasi yang biasa digunakan untuk memutihkan
tepung akan merusak sebagian besar tokoferol yang terdapat
dalam tepung. Pembuatan tepung menjadi roti akan merusak
47% tokoferol yang terdapat dalam tepung.
Fungsi utama vitamin E di dalam tubuh adalah
sebagai antioksidan alami yang mambuang radikal bebas dan
molekul oksigen. Secara partikular, vitamin E juga penting
dalam mencegah peroksidasi membran asam lemak tak
jenuh. Vitamin E dan C berhubungan dengan efektifitas
antioksidan masing-masing. Alfa-tokoferol yang aktif dapat
diregenerasi dengan adanya interaksi dengan vitamin C yang
menghambat oksidasi radikal bebas peroksi. Alternatif lain,
alfa tokoferol dapat membuang dua radikal bebas peroksi dan
mengkonjugasinya menjadi glukuronat ketika ekskresi di
ginjal.

Laboratorium Biokimia Pangan

IV.

Vitamin ( Uji Vitamin E)

KESIMPULAN DAN SARAN

Bab ini akan menguraikan mengenai : (1) Kesimpulan


dan (2) Saran.
4.1

Kesimpulan
Berdasarkan hasil percobaan uji Vitamin E, didapatkan
bahwa love juice jeruk dan susu dancow tidak mengandung
vitamin E sedangkan nature mengandung vitamin E.

4.2

Saran
Dalam melakukan percobaan uji vitamin ini, praktikan
harus tepat dalam memasukan banyaknya sampel dan juga
pereaksi yang digunakan karena akan sangat berpengaruh
terhadap hasil akhir. Hal itu terlihat pada saat pengujian
beberapa sampel yang tidak sesuai dengan hasil asisten. Dan
juga alat-alat yang digunakan harus dalam keadaan bersih.

Laboratorium Biokimia Pangan

Vitamin ( Uji Vitamin E)

DAFTAR PUSTAKA
Poedjiadi. Anna, 1994, Dasar-Dasar Biokimia, Penerbit
Universitas Indonesia, Jakarta
Sudarmadji, S., (2007), Analisa Bahan Makanan dan
Pertanian, Liberty; Yogyakarta
Winarno, F.G., (1992), Kimia Pangan dan Gizi, Jakarta: PT
Gramedia Pustaka Utama.