Anda di halaman 1dari 8

Borang Portofolio

Nama Peserta: dr. Bramanda Tobing


Nama Wahana: RSUD Kab. Dompu
Topik: Susp. Hepatitis Viral Infection
Tanggal (kasus): 21 May 2015
Nama Pasien: M. Firdaus

No. RM 000146876065

Tanggal Presentasi: 28 May 2015

Nama Pendamping: dr. Siti Suwarni

Tempat Presentasi: RSUD Dompu


Obyektif Presentasi:
Keilmuan

Keterampilan

Diagnostik

Manajemen

Neonatus

Bayi

Penyegaran

Tinjauan Pustaka

Masalah
Anak

Istimewa
Remaja

Lansia

Bumil

Dewasa
Deskripsi: Laki-laki, 14 tahun, nyeri perut kuadran kanan atas, mencret (+) 1 minggu, demam (+) 1
minggu
Tujuan: Mendiagnosis dan menatalaksana pasien dengan dugaan infeksi hepatitis viral.

Bahan bahasan:
Cara membahas:
Data pasien:
Nama klinik:

Tinjauan
Pustaka

Riset

Presentasi dan
diskusi

Diskusi

Audit

Kasus

Nama: M. Firdaus
Telp:

Email

Pos

Nomor Registrasi: 000146876065


Terdaftar sejak:

Data utama untuk bahan diskusi:


1. Diagnosis/Gambaran Klinis: tetralogi of fallot dengan polisitemia sekunder, HB masuk 21,1 g/dl. Sasak
bila beraktivitas berat, selalu biru pada bibir sejak umur 9 tahun.
2. Riwayat Pengobatan: pernah mengkonsumsi oabt dari Sp.Jp di Mataram, namun psien lupa nama
obatnya
1. Riwayat kesehatan/Penyakit: sejak kecil pasien sering sakit-sakitan, mudah terserang demam dan pilek,

riwayat sesak jika aktivitas berat dan biru pada tubuh sejak usia 9 tahun
4. Riwayat keluarga:tidak ada keluarga psien menderita keluahn yang sama
5. Riwayat pekerjaan: pelajar disalah satu pesantren di BIma
6. Kondisi lingkungan sosial dan fisik (RUMAH, LINGKUNGAN, PEKERJAAN) menurut ibu pasien lingkungan
tempaat tinggal dan sekolah pasien baik.
7. Riwayat imunisasi (disesuaikan dengan pasien dan kasus): menurut ibu pasien, pasien mendapat imunisasi
lengkap

8. Lain-lain: (diberi contoh : PEMERIKSAAN FISIK, PEMERIKSAAN LABORATORIUM dan TAMBAHAN YANG ADA, sesuai
dengan FASILITAS WAHANA)
Hasil lab tgl 12-03-2015: Hb 21,1 g/dl
Ekg tgl 12-03-2015: kesimpulan RAD
Foto Thorax 12-03-2015: boot Shape
Daftar Pustaka: (diberi contoh, MEMAKAI SISTEM HARVARD,VANCOUVER, atau MEDIA ELEKTRONIK)
1. Ruslie RH, Darmadi. Diagnosa dan Tatalaksana Tetralogi of Fallot. CDK-202/vol 40 no 3 tahun 2013

2. Djer M, Mudiono B. Tatalaksana Penyakit Jantung Bawaan. Sari Pediatrik.vol 2 No 3, Desember 2000
3. Kliegman RM, Beherman RE, Jensen BF. 2007. Nelson Textbook of Pediatrics 8 th ed. Saunders-elseviers:

Philadelphia
Hasil Pembelajaran:
1. Pengertian dan pembagian dari penyakit jantung bawaan
2. Tanda dan gejala dari Tetralogy of fallot
3. Diagnosa Tetralogy of fallot
4. Tatalaksana dan edukasi untuk Tetralogy of fallot

Kasus 1
Topik: Tetralogi of fallot
Tanggal (kasus): 12 Maret
Persenter: dr. Rizka Fadhillah Yusra
2015
Tangal presentasi: 26 Maret Pendamping: dr. Siti Suwarni
2015
Tempat presentasi: Aula lantai II RSUD Dompu
Obyektif presentasi:
Keilmuan
Diagnostik
Neonatus

Keterampilan

Penyegaran

Manajemen
Bayi

Anak

Tinjauan Pustaka

Masalah

Istimewa

Remaja

Lansia
Dewasa

Bumil

Deskripsi: Laki-laki, 16 tahun, keluar darah dari mulut, biru pada bibir, jari tabuh pada tangan
dan kaki, sudah didiagnosa TOF tahun 2011
Tujuan: Mencegah dan mengobati komplikasi yang mungkin terjadi pada penyakit jantung
bawaan dan mengenali tanda-tanda penyakit jantung bawaan
Bahan bahasan:
Cara membahas:

Tinjauan
Pustaka
Diskusi

Riset
Presentasi dan
diskusi

Kasus
Email

Audit
Pos

Data pasien:

Nama:

Nama klinik:

Telp:

Nomor Registrasi:
Terdaftar sejak:

Data utama untuk bahan diskusi:


1. Diagnosis/ Gambaran Klinis:
tetralogi of fallot dengan polisitemia sekunder, HB masuk 21,1 g/dl. Sasak bila beraktivitas berat,
selalu biru pada bibir sejak umur 9 tahun.
2. Riwayat Pengobatan:
pernah mengkonsumsi oabt dari Sp.Jp di Mataram, namun psien lupa nama obatnya
3. Riwayat kesehatan/ Penyakit:
. sejak kecil pasien sering sakit-sakitan, mudah terserang demam dan pilek, riwayat sesak jika
aktivitas berat dan biru pada tubuh sejak usia 9 tahun
4. Riwayat keluarga:
Tidak ada keluarga pasien menderita keluhan serupa
5. Riwayat pekerjaan:
Pelajar di salah satu pesantren di Bima
Daftar Pustaka:
a. Ruslie RH, Darmadi. Diagnosa dan Tatalaksana Tetralogi of Fallot. CDK-202/vol 40 no 3 tahun 2013
b. Djer M, Mudiono B. Tatalaksana Penyakit Jantung Bawaan. Sari Pediatrik.vol 2 No 3, Desember 2000
c. Kliegman RM, Beherman RE, Jensen BF. 2007. Nelson Textbook of Pediatrics 8 th ed. Saunders-elseviers:
Philadelphia

Hasil pembelajaran:
Pengertian dan pembagian dari penyakit jantung bawaan
Tanda dan gejala dari Tetralogy of fallot
Diagnosa Tetralogy of fallot
Tatalaksana dan edukasi untuk Tetralogy of fallot

1. Subyektif: Pasien mengeluh nyeri perut terutama di kuadran kanan atas,dialami sudah 1 minngu ini.
2. Objektif:
Hasil pemeriksaan jasmani, foto ronsen toraks AP ,pemeriksaan darah tepi,EKG dan echocardigrafi yang
telah dilakukan pasien tahun 2011 sangat mendukung diagnosis Tetralogy of fallot). Pada kasus ini
diagnosis ditegakkan berdasarkan:
Gejala klinis (sianosis sentral, jari tabuh, dan bising sistolik pada ICS 3 LPSS)
Gambaran ronsen yang khas (boot shape)
EKG (didapatkan kesan RAD)
Hasil Lab darah (Hb: 21,1 g/dl)
Hasil echocardiografi tahun 2011 oleh Sp.Jp di Mataram dengan kesimpulan TOF.
3. Assessment( penalaran klinis): keluar darah dari mulut pasien kemungkinan akibat hipoksia dari sel
yang terjadi karena pengentalan darah sebagai kompensasi tubuh terhadap hipoksia kronis ynag
dialami pasien karena penyakit jantung bawaan yang dideritanya. Hipoksia merangsang vasodilatasi
dari pembuluh-penbuluh darah perifer dan pada parenkimparu yang menyebabkan perembesan keluar
darah dari pembuluh darah dan dikeluarkan melalui mulut. Kelainan jantung bawaan yang diderita
pasien adalah tetralogy of fallot, dimana kelainan ini mencakup empat kelainan anatomi dari jantung,
yaitu: stenosis pulmonal, hipertrovi ventrikel kanan, overriding aorta dan vsd. Kelainan ini sudah
diderita pasien sejak masi dalam kandungan, namun baru terdeteksi saat pasien berusia 9 tahun,
kemungkinan karena beban jantung yang makin meningkat dan kompensasi tubuh yang sudah
maksimal menyebabkan timbulnya gejala-gejala yang dialami pasien seperti biru (sianosis), cepat sesak
nafas bila beraktivitas berat dan adanya jari tabuh pada tangan dan kaki. Pengobatan yang digunakan
adalah golongan beta bloker, dalam hal ini menggunakan propanolol, diaman golongan beta bloker ini
akan menghambat reseptor beta yang ada di jantung sehingga menurunkan kontraksi dan
menstabilakan keseimbangan antara preload dan afterload dari jantung. Selain itu pada pasien juga
dilakukan plebotomi mengingat sudah adanya komlikasi polisitemia sekundr yang dialami pasien, hb
21,1%. Plebotomi dilakukan dengan target hematokrit <65%. Untuk penanganan lanjutannya sebaiknya
dilakukan kateterisasi jantung untuk mengetahui besar dari arteri pulmonalnya sehingga dapat

4. Plan:
Diagnosis:keluahn ini disebabkan oleh penyakit jantung bawaan yang diderita pasien,yaitu tetralogi of
fallot.
Pengobatan:
disarankan agar pasien berada dalam knee chest position untuk menurunkan beban
jantung, dan diberikan propanolol 0,02-0,1 mg/ kg 3-4x perhari, dan dilakukan plebotomi untuk polisitemia
sekundernya hingga hematokrit <65%
Pendidikan: diajarkan pada orang tua agar mengetahui tanda2 serangan sianotik (sianotic speel), dan
tindakan apa yang ahrus dilakukan, yaitu memposisikan anak knee chest position dan segera membawa
ke unit gawat darurat.
Konsultasi: dijelaskan secara rasional pengobatan untuk tetralogy of fallot ini hanyalah operasi, terapiterapi yang diberikan hanya bersifat simtomatis dan hanya untuk mencegah timbulnya komplikasi lebih
Kegiatan
Periode
Hasil yang diharapkan
lanjut.
Kepatuhan makan obat dan Tiap bulan
Segera diketahui efek samping obat dan
pemantauan efek samping
atau kesalahan cara minum obat
obat
plebotomi
Jika hematokrit > 65%
Pengendalian
Nasihat

Setiap kali kunjungan

Mengurangi kerja ataupu n kegiatan yang


berat, dan penjelasan mengenai penyakit
serta pengobatannya