Anda di halaman 1dari 17

1. Jabarkan tipe-tipe pompa injeksi tipe in-line beserta aplikasinya?

Jenis Pompa In-Line Berdasarkan Ukujrannya


a. Jenis pompa in-line ukuran M, memiliki kapasitas yang paling kecil
yaitu mampu menghasilkan tekanan hingga 400 bar

Gambar 1. Pompa in-line ukuran M


b. Jenis pompa in-line ukuran A, kapasitas penyaluran bahan bakar lebih
besar dari jenis pompa injeksi in-line ukuran M. Tekanan injeksi jenis
pompa ukuran A ini mencapai 600 bar

Gambar 2. Pompa in-line ukuran A


c. Jenis pompa in-line ukuran MW, Jenis pompa injeksi in-line ukuran
MW dirancang untuk mampu memberi tekanan sampai 900 bar. Berlainan
dengan jenis pompa injeksi in-line ukuran A atau M, maka pompa injeksi
ukuran MW ini disebut dengan tipe tertutup karena pada jenis pompa
injeksi ini unit plunyer dan barel serta unit katup deliverinya dipresskan
melalui bagian atas rumah pompa dan diikatkan dengan dua buah baut dan
flens. Pompa injkesi tipe ini dibuat dengan kapasitas sampai 8 barel/untuk
mesin 8 silinder

Gambar 3. Pompa in-line ukuran MW


d. Jenis pompa in-line ukuran P, seperti pada jenis pompa injeksi in-line
lainnya, pada pompa jenis ini memiliki kapasitas yang lebih besar,
sehingga biasanya banyak digunakan untuk kendaraan dengan kapasitas
engine lebih besar.

Gambar 3. Pompa in-line ukuran P

Penggunaan pompa injeksi in-line digunakan pada kendaraan komersial


(bus dan truk) yang memiliki kapasitas silinder lebih besar, sementara
pompa injeksi distributor digunakan pada kendaraan penumpang yang
memiliki kapasitas kecil dan membutuhkan kenyamanan lebih tinggi.
2. Jelaskan langkah-langkah pembongkaran dan pemasangan (overhoul)
pompa in-line ?
Langkah-langkah pembongkaran pompa injeksi tipe inline.
a. Dengan automatic timer telah dilepaskan, pasang injection pump pada
mounting base dan pump setting angle.
b. Gunakan box wrench untuk melepas feed pump.
c. Lepaskan governor.
d. Ukur control rack sliding resistance.

Putar camshaft untuk meyakinkan bahwa resistensi mencapai nilai


yang telah di tetapkan di segala posisi. Apabila melebihi nilai yang
telah ditetapkan mugkin penyebabnya adalah:
1) Control rack atau giginya rusak.
2) Gigi pinion rusak atau pinion yang berhubungan dengan housing
rusak.
3) Momen pengencangan pada delivery valve holder berlebihan.
e. Lepaskan cover plate dan gunakan coupling dengan round nut serta
holding wrench. Putar camshat dengan plunger pada tiap-tiap silinder
berada pada TDC, pasang tappet insert pada lubang tappet satu
persatu.
f. Pasang camshaft clereance gauge pada camshaft untuk mengatur end
play.
g. Lepaskan camshaft, pukul perlahan dengan palu plastic dari sisi
governor. Catatan: pastikan bahwa cam pada camshaft tidak
menyentuh dengan tapet. Dan pasang flyweight round nut pada ujung
camshaft guna melindungi ulir dari kerusakan.
h. Melepas tapet
Masukkan roller clamp untuk mendorong tapet ke atas, dengan tapet
dalam keadaan terdorong lepaskan tapet insert dan masukkan tapet
clamp melalui camshafthole, lalu jepit tapet dan tarik keluar.
i. Masukkan plunger clamp dari bagian bawah pompa dan cocokan
ujung pluger clamp ke lower spring seat. Kemudian tarik plunger
clam ke luar maka plunger akan terlepas.
Catatan: ketika melepas plunger, pastikan bahwa lower spring
menghadap ke atas guna mencegah terjatuhnya plunger.
j. Lepaskan look plate dan lepaskan delivery valve holder dengan box
wrench kemudian lepaskan stopper delivery valve dan spring.
k. Dengan meggunakan delivery extractor lepaskan delivery valve.
l. Lepaskan plunger barel.
Catatan: tempatkan plunger pada plunger barel.
Pemeriksaan terhadap komponen pompa injeksi tipe inline
a. Plunger dan barel
Setelah membersihkan dengan solar periksa apakah plunger bisa trurun
dengan lembut pada barel dengan sendirinya. Dengan cara:
1) Miringkan barel 600.
2) Tarik plunger sekitar 10-15 mm dan lepaskan.

3) Putar plunger pada barel apakah tidak mengalami sendat atau


macet.
4) Ganti plunger bila tidak bisa turun dengan sendirinya.
b. Delivery valve
Bersihkan delivery valve dan bersihkan dengan solar kemudian periksa
dari kerusakan. Tutup bagian bawah valve seat dengan jari dan tekan
piston dengan jari lain. Bila piston melambung kembali ketika jari-jari
dilepaskan maka valve dalam kondisi baik jika tidak kembalai maka
ganti valve.
c. Tappet
Pasang dial gauge pada tappet roller dan periksa clereance dengan
mengeraakan roller ke atas dan kebawah rod. Bila clerence melebihi
limit ganti tappet dengan yang baru.
d. Lower spring seat
Periksa permukaan lower spring seat yang berhubungan dengan
plunger dari kerusakan telah melebihi limit ganti lower spring seat.
e. Plunger spring dan plunger spring seat
Perhatikan spring dan spring delivery valve bila tidak bagus ganti
dengan yang baru.
f. Mengganti tappet roller bearing
Untuk melepas inner race dari camshaft gunakan gear puller, dan
untuk memasang gunakan pipa atau metal block kemudian tekan
dengan press.

Memasang pompa injeksi tipe inline


a. Pasang control rack dan kencangkan rack guide screw.
Catatan: pastikan bahwa rack dapat bergerak dan lancer dan periksa
juga untuk memastikan rack tidak berputar.
b. Pada saat memasang plunger barel yakinkan bahwa knock pin yang
terpasang pada housing dalam keadaan lurus dengan lokasi notch pada
plunger barel. Pastikan bahwa tonjolan knock pin projection sekitar 0,7
mm dari housing. Apabila tonjolan lebih kecil dari 0,7 mm keluaran
sedikit dari housing.

c. Dengan gasket baru terpasang pada delivery valve masukkan valve


pada tempatnya hingga kuat dan bertemu dengan permukaan plunger
barel. Gunakan delivery valve gasket installer (special tool).
d. Pasang delivery valve spring dan stopper pada tempatnya, kencangkan
sementara delivery valve holder.
e. Dengan control rack tepat di tengah-tengah pasang control pinion dan
control sleeve.
f. Memasang plunger
Pasang plunger clam kedalam lowewr spring seat dan pasangkan
plunger ke dalam lower spring seat. Masukkan plunger ke dalam
punger barel dan hati-hati jangan sampai ujung plunger membentur
dengan pump housing dan plunger spring.
g. Jepit tappet dengan tappet clamp dengan memakai tappet gauge
luruskan housing groove dan masukkan tappet ke dalam housing.
h. Gunakan roller clapm dorong tappet pada TDC. Kemudian masukkan
tapet insert dan lepaskan roller clamp. Pastikan bahwa tanda dengan
port number pada plunger flenge adalah terletak pada sisi cover plate.
Untuk tiap-tiap silinder. Periksa gerakan control rack setiap kali tapet
insert(special tool) dimasukkan.
i. Kencangkan delivery valve holder sesuai dengan ketentuan. Periksa
juga gerakkan control rack setiap kali valve holder dikencangkan.
j. Pasang camshaft dengan tanda garis pada ujung pitch (ulir) mengarah
drive end (camshaft gear).
k. Dengan bearing cover terpasang sementara ukur end play pada
camshaft dengan camshaft clerence gauge. Bila end play melabihi
limit stel dengan shim atau ganti bearing.
Catatan: gunakan ketebalan shim yang mendekati sama pada sisi timer
dan governor.
Ketebalan shim pada sisi timer
0,10;0,15;0,30;0,50
Ketebalan shim pada sisi governor
0,1;0,12;0,14;0,16;0,18;0,50
l. Pasang governor
m. Pasang part berikut setela penyetelan pump.
1) Control rack cover.
2) Feed pump.
3) Cover plate.
4) Automatic timer.

3. Jabarkan komponen-komponen pompa in-line beserta fungsinya?


Komponen Pompa Injeksi In-line

Gambar 4. Komponen pompa injeksi in-line


Keterangan:
a. Fuel tank (tangki bahan bakar)

Gambar 5. Tangki bahan bakar


Tangki bahan bakar (fuel tank) berfungsi untuk menyimpan bahan
bakar, terbuat dari plat baja tipis yang bagian dalamnya dilapisi anti
karat. Dalam tangki bahan bakar terdapat fuel sender gauge yang
berfungsi untuk menunjukkan jumlah bahan bakar yang ada dalam
tangki dan juga separator yang berfungsi sebagai damper bila
kendaraan berjalan atau berhenti secara tiba-tiba atau bila berjalan di
jalan yang tidak rata. Fuel inlet ditempatkan 2 3 mm dari bagian
dasar tangki, ini dimaksudkan untuk mencegah ikut terhisapnya
kotoran dan air.
b. Fuel line (pipa bahan bakar)

Bensin dialirkan dari tangki ke karburator melalui saluran bahan bakar


(pipa dan selang). Pipa bahan bakar dibuat dari pelat seng (zinc-plated)
dan

tembaga

(copper

lined

steel).

Untuk bagian tertentu ada juga pipa bahan bakar yang terbuat dari
selang karet.
c. Priming pump (pompa priming)
Pompa priming berfungsi untuk menghisap bahan bakar dari tangki
pada saat mengeluarkan udara palsu dari sistem bahan bakar
(bleeding).
Cara kerjanya sebagai berikut:
- Saat pump handle diteken

Gambar 6. Pump handle ditekan


Diafragma bergerak ke bawah menyebabkan outlet check valve
terbuka dan bahan bakar mengalir ke fuel filter. Pada saat yang sama
inlet check valve tertutupmencegah bahan bakar mengalir kembali.
- Saat pump handle dilepas

Gambar 7. Pump handle dilepas

Tegangan pegas mengembalikan diafragma ke posisi semula dan


menimbulkan kevakuman, inlet valve terbuka dan bahan bakar masuk
ke ruang pompa. Pada saat ini outlet valve tertutup.

d. Feed pump.

Gambar 8. Feed pump pompa in-line


Feed pump berfungi untuk menghisap bahan bakar dari tangki dan
menekannya ke pompa injeksi. Feed pump adalah single acting pump
yang dipasangkan pada sisi pompa injeksi dan digerakkan oleh
camshaft pompa injeksi.
Cara kerjanya sebagai berikut:
- Saat Penghisapan

Gambar 9. Feed pump saat penghisapan

Saat camshaft (1) tidak mendorong tapet roller (2), piston (4)
mendorong pushrod (3) kebawah karena adanya tegangan piston spring
(6). Pada saat itu volume pressure chamber (7) membesar dan
membuka inlet valve (5) untuk menghisap bahan bakar.
- Saat Pengeluaran

Gambar 10. Feed pump saat pengeluaran


Camshaft terus berputar dan mendorong piston melalui tappet roller
dan push rod. Piston menekan bahan bakar di dalam pressure chamber,
membuka outlet valve dan bahan bakar dikeluarkan dengan tekanan.
- Saat Tekanan Tertinggi

Gambar 11. Feed pump saat tekanan tertinggi


Sebagian bahan bakar yang dikeluarkan memasuki pressure chamber
(9) yang terletak di bawah piston. Bila tekanan bahan bakar di bawah
piston naik mencapai 1,8 2,2 kg/cm2 maka tegangan piston spring
tidak cukup kuat untuk menurunkan piston. Akibatnya, piston tidak
dapat lagi bergerak bolak-balik dan pompa berhenti bekerja.

e. Water Sedimenter dan Fuel filter

Gambar 12. Pompa injeksi tipe in-line


Pompa injeksi tipe in-line menggunakan filter dengan elemen terbuat
dari kertas. Pada bagian atas filter bodi terdapat sumbat ventilasi udara
yang digunakan untuk mengeluarkan udara (bleeding). Priming pump
pada pompa injeksi tipe in-line merupakan satu unit bersama feed
pump dan dipasangkan pada bodi pompa injeksi.
f. Injection pump (pompa injeksi)

Gambar 13. Pompa injeksi in-line


Feed pump menghisap bahan bakar dari tangki dan menekan bahan
bakar yang telah disaring oleh filter ke pompa injeksi. Pompa injeksi
tipe in-line mempunyai cam dan plunger yang jumlahnya sama dengan
jumlah silinder pada mesin. Cam menggerakkan plunger sesuai dengan
firing order mesin. Gerak lurus bolak-balik dari plunger ini menekan

bahan bakar dan mengalirkannya ke injection nozzle melalui delivery


valve. Delivery valve berfungsi untuk menjaga tekanan pada pipa
injeksi dan menghentikan injeksi dengan cepat. Plunger dilumasi oleh
bahan bakar dan camshaft oleh oli mesin. Gavernor mengatur
banyaknya bahan bakar yang disemprotkan oleh injection nozzle
dengan menggeser control rack. Gavernor terdiri atas dua tipe yaitu:
mechanical gavernor dan combined gavernor (mechanical and
pneumatic gavernor). Timing injeksi bahan bakar diatur oleh
Automatic centrifugal timer. Timer mengatur putaran camshaft
g. Injection pipe (pipa injeksi)
Terbuat dari bahan baja yang berfungsi untuk mengalirkan bahan
bakar bertekanan tinggi dari pompa injeksi ke masing-masing
pengabut
h. .Injection nozzle (injektor)
Injection nozzle terdiri atas nozzle body dan needle. Injection nozzle
berfungsi untuk menyemprotkan dan mengabutkan bahan bakar.
Antara nozzle body dan needle dikerjakan dengan presisi dengan
toleransi 1/1000 mm (1/40 in). Karena itu, kedua komponen itu dalam
proses penggantiannya harus secara bersama-sama.
Cara kerjanya sebagai berikut.
- Sebelum Penginjeksian

Gambar 14. Injection nozzle sebelum penginjeksian

Bahan bakar yang bertekanan tinggi mengalir dari pompa injeksi


melalui saluran minyak (oil passage) pada nozzle holder menuju ke oil
pool pada bagian bawah nozzle body.
- Penginjeksian Bahan Bakar

Gambar 15. Penginjeksian bahan bakar injection nozzle


Bila tekanan bahan bakar pada oil pool naik, ini akan menekan
permukaan ujung needle. Bila tekanan ini melebihi kekuatan pegas,
maka nozzle needle akan terdorong ke atas dan menyebabkan nozzle
menyemprotkan bahan bakar
- Akhir Penginjeksian

Gambar 16. Akhir penginjeksian injection nozzle

Bila pompa injeksi berhenti mengalirkan bahan bakar, tekanan bahan


bakar turun, dan pressure spring mengembalikan nozzle needle ke
posisi semula (menutup saluran bahan bakar). Sebagian bahan bakar
yang tersisa antara nozzle needle dan nozzle body, melumasi semua
komponen dan kembali ke over flow pipe.
i. delivery valve
Fungsi utama dari delivery valve adalah untuk mencegah aliran balik
dan mengatur tekanan sisa bahan bakar. Ketika plunger pada pompa
injeksi telah mencapai posisi titik mati atas, maka proses penginjeksian
bahan bakar telah berakhir. Jika plunger dan pipa nozzle (pipa dengan
tekanan tinggi) dihubungkan secara langsung, maka bahan bakar yang
terdapat di dalam pipa nozzle akan terhisap ke arah pompa injeksi pada
saat plunger bergerak turun. Jika hal ini terjadi maka akan berakibat
terjadinya keterlambatan penginjeksian bahan bakar (akan terdapat
jeda waktu yang cukup lama antara saat dimulainya pengiriman bahan
bakar oleh plunger dengan saat dimulainya penginjeksian bahan bakar
oleh nozzle) pada saat siklus berikutnya. Untuk mencegah hal ini,
maka dipasanglang delivary valve diantara plunger dengan pipa
nozzle. Delivery valve akan memutuskan hubungan antara plunger
dengan pipa nozzle pada saat proses penginjeksian bahan bakar
berakhir, untuk menghentikan seluruhnya aliran balik dari pipa.
Delivery valve juga berfungsi untuk mencegah adanya tekanan sisa
pada pipa saat penginjeksian berakhir. Tekanan sisa yang terdapat pada
pipa nozzle jika dibiarkan akan berakibat bahan bakar yang diijeksikan
oleh nozzle tidak akan berhenti dalam waktu yang tepat (terjadi
keterlambatan waktu berakhirnya penginjeksian oleh nozzle). Kejadian
ini akan menimbulkan tetesan (dribbling) bahan bakar dan terjadinya
penginjeksian kedua (secodary injection). Untuk mencegah hal ini,
delivery valve akan mengatur tekanan sisa pada pipa nozzle pada level
yang tepat dengan cara menarik/menghisap bahan bakar tersebut.
Proses penginjeksian bahan bakar akan berakhir pada saat retraction
piston menutup lubang pada valve seat. Berakhirnya penginjeksian

bahan bakar merupakan awal dari proses penarikan bahan bakar


(retraction). Pada proses retraction inilah terjadinya penurunan tekanan
pada pipa nozzle, sehingga proses penetesan bahan bakar (dribling)
dan penginjeksian kedua (secondary injection) dapat dicegah. Proses
bekerjanya delivery valve dapat dilihat pada gambar berikut ini.

Gambar 17.

Delivery

Valve

j. Busi pijar atau busi pemanas (glow plug)


Berfungsi untuk memanaskan ruangan pre chamber pada saat mulai
start. Dengan merubah energi listrik dari battery menjadi energi panas.
k. Governor terpasang pada bagian belakang pompa injeksi yang
berfungsi sebagai pengatur jumlah
injeksi bahan bakar sesuai dengan pembebanan motor.
l. Battery (aki) berfungsi sebagai sumber energi listrik yang mensupply
energi yang dibutuhkan oleh busi
pijar untuk memanaskan ruangan pre chamber
m. Kunci kontak (ignition switch) berfungsi sebagai saklar utama pada
ssistim kelistrikan kendaraan
n. Relay yang berfungsi sebagai pengaman dan pengatur saat pemanasan
ruang pre chamber
4. Bagaimana cara kerja pompa in-line?
Cara Kerja Pompa Injeksi in-line

Gambar 18. Cara kerja pompa in-line

a. Pada saat plunyer berada pada titik terbawah, bahan bakar mengalir
melalui lubang masuk (feed hole) pada silinder ke ruang penyalur
(delivery chamber) di atas plunyer.
b. Pada saat poros nok pada pompa injeksi berputar dan menyentuh
tappet roller maka plunyer bergerak ke atas. Apabila permukaan atas
plunyer bertemu dengan bibir atas lubang masuk maka bahan bakar
mulai tertekan dan mengalir keluar pompa melalui pipa tekanan tinggi
ke injector
c. Plunyer tetap bergerak ke atas, tetapi pada saat bibir atas control
groove bertemu dengan bibir bawah lubang masuk, maka penyaluran
bahan bakar terhenti.
d. Gerakan pluyer ke atas selanjutnya menyebabkan bahan bakar yang
tertinggal dalam ruang penyaluran masuk melalui lubang pada
permukaan atas plunyer dan mengalir ke lubang masuk menuju ruang
isap, sehingga tidak ada lagi bahan bakar yang disalurkan.

Gambar 19. Ukuran elemen pompa


Tinggi pengangkatan nok adalah 8 mm, sehingga gerakan plunyer naik
turun juga sebesar 8 mm. Pada saat plunyer pada posisi terbawah,
plunyer menutup lubang masuk kirakira 1,1 mm dari besar diameter
lubang masuk sebesar 3 mm. Dengan demikian plunyer baru akan
menekan setelah bergerak ke atas kira-kira 1,9 mm. Langkah ini
disebut prestroke dan pengaturannya dapat dilakukan dengan
menyetel baut pada tappet roller. Prestroke ini berkaitan dengan saat
injeksi (injection timing) bahan bakar keluar pompa.

Pengontrolan Jumlah Bahan Bakar yang Diinjeksikan

Gambar 20. Injeksi bahan bakar

Jumlah pengiriman bahan bakar dari pompa diatur oleh governor sesuai
dengan kebutuhan mesin. Governor mengatur gerakan control rack yang
berkaitan dengan control pinion yang diikatkan pada control sleeve.
Control sleeve ini berputar bebas terhadap silinder. Bagian bawah plunyer
(flens) berkaitan dengan bagian bawah control sleeve. Jumlah bahan bakar
yang dikirim tergantung pada posisi plunyer dan perubahan besarnya
langkah efektif (Gambar). Langkah efektif adalah langkah plunyer dimulai
dari tertutupnya lubang masuk oleh plunyer sampai control groove
bertemu dengan lubang masuk. Langkah efektif akan berubah sesuai
dengan posisi plunyer dan jumlah bahan bakar yang diinjeksikan sesuai
dengan besarnya langkah efektif.

Gambar 21. Katup Penyalur


Penekanan bahan bakar dari elemen pompa ke injector diatur oleh katup
penyalur (delivery valve). Katup penyalur ini berfungsi ganda, yaitu selain
mencegah bahan bakar dalam pipa tekanan tinggi mengalir kembali ke
plunyer juga berfungsi mengisap bahan bakar dari ruang injector setelah
penyemprotan (Gambar ).
Demikian katup penyalur pada pompa injeksi ini menjamin injektor akan
menutup dengan cepat pada saat akhir injeksi, karena untuk mencegah
bahan bakar menetes yang dapat menyebabkan pembakaran awal (preignition) selama siklus pembakaran berikutnya.