Anda di halaman 1dari 6

I.

JUDUL
POUR POINT, ASTM D 97

II.

TUJUAN
Metode uji ini digunakan untuk produk minyak bumi (minyak solar,
pelumas, minyak diesel dan minyak bakar). Metode ini sesuai untuk black
specimens, cylinder stock, dan fuel oil yang tidak didistilasi.

III.

IV.

KESELAMATAN KERJA
1. Hati-hati bekerja menggunakan peralatan-peralatan yang mudah pecah.
2. Bila menggunakan peralatan bertenaga listrik, lihat terlebih dahulu
tegangan jaringan listrik yang ada.
TEORI DASAR
Pour Point adalah temperatur terendah dimana sampel produk minyak
bumi masih bisa mengalir dengan sendirinya apabila didinginkan pada
kondisi pemeriksaan. titik tuang produk minyak bumi merupakan petunjuk
tentang kemampuan produk minyak bumi untuk mengalir pada suhu rendah.

V.

BAHAN DAN PERALATAN


a. Bahan
1. HVI 650
b. Peralatan
1. Test jar, bentuk silinder gelas bening, dasar flat, diameter luar
33,2-34,8 mm, tinggi 11,5-12,5 mm, diameter 30,0-32,4 mm,
tebal dinding tidak lebih besar dari 1.6 mm. Tabung dapat

menampung contoh dengan ketinggian 543 mm dari dasar


bagian dalam.
2. Termometer, spesifikasi E1.
Thermometer
High cloud and pour
Low cloud and pour
Melting point

Temperature
Range
-38 to +50 C
-80 to +20 C
+32 to +127 C

Thermometer Number
ASTM
IP
5C
1C
6C
2C
61C
63C

3. Bak Pendingin

VI.

Bath

Bath Temperature Setting,

Sample Temperature Range,

1
2
3
4
5

C
0 1.5
-18 1.5
-33 1.5
-51 1.5
-69 1.5

C
Start to 9
9 to -6
-6 to -24
-24 to -42
-42 to -60

LANGKAH KERJA
Tuangkan sampel sampai tanda batas . Bila sampel
tidak mengalir , maka panaskan terlebih dahulu .
Masukkan thermometer pada tabung .

Lakukan pendinginan dari suhu terhangat . Perhatikan


penurunan suhu .

Setiap penurunan 3oC , lihat apakah sampel masih


bisa mengalir atau telah membeku

Jika sepertinya sampel tidak lagi mengalir , pegang


tabung dalam posisi miring selama 5 detik . Jika
sampel tidak lagi bergerak catatlah suhu yang
didapat .
Tambahkan 3oC pada suhu hasil pengamatan
sebagai pour point .

VII.

KETELITIAN
Lubricating Oil
Middle Distillate and

Repeatability
6C
3C

Reproducibility
9C
9C

Residue
VIII.

HASIL PENGAMATAN
Hasil pengamatan distilasi dengan menggunakan metode ASTM D 97

dengan sampel solar dan pelumas Mesran yang diuji pada tanggal 3 Maret 2015
di dapat data sebagai berikut :

Suhu ( oC )

Keadaan

28

Masih mengalir

25

Masih mengalir

22

Masih mengalir

19

Masih mengalir

16

Masih mengalir

13

Masih mengalir

10

Masih mengalir

Masih mengalir

Masih mengalir

Masih mengalir

-2

Masih mengalir

-5

Masih mengalir

-8

Masih mengalir

- 10

Membeku

Sampel yang diamati : HVI 650


Percobaan
Titik beku HVI 650

= -10 OC

Pour point

= -10 OC + 3 OC
= -7OC

Hasil yang didapat harus ditambah 3 untuk memberi ruang pada mesin yang
suhunya akan lebih hangat .
IX. PEMBAHASAN/ANALISIS
HVI 650 merupakan suatu produk pelumas yang biasa digunakan untuk
mendinginkan mesin atau mengurangi gesekan pada mesin agar tidak terjadi
keausan .Uji pour point yang dilakukan pada tanggal 3 Maret 2015 bertujuan
untuk mengetahui berapa suhu maksimum suatu sampel untuk masih bisa
mengalir atau berapa suhu minimum suatu sampel agar dapat membeku . Dari
data yang telah diuji didapat bahwa pour point dari sampel HVI 650 adalah
sebesar -7oC .Pengujian ini berdasarkan ASTM D 97 . Batas maksimum Pour
Point dari HVI 650 adalah sebesar - 6oC . Hal ini menunjukkan bahwa untuk
dapat bekerja secara maksimal HVI 650 harus dalam keadaan cair pada suhu
diatas -6oC .

Dari data ini , kami menyimpulkan bahwa HVI 650 yang kami uji tidsk
memenuhi spesifikasi yang didasarkan oleh ASTM D 97 . Error yang terjadi dapat
disebabkan karena kontaminasi zat lain atau kurang telitinya saat melakukan
pengujian .
X.
-

KESIMPULAN
HVI 650 yang diamati memilki nilai pour point yang sesuai dengan
spesifikasi, HVI 650 memilki nilai pour point - 7OC. Nilai spesifikasi HVI
65 sesuai dengan spesifikasi jika nilai pour point tersebut -6OC ( menurut

ASTM D 97 ) .
HVI 650 yang diuji belum masuk dalam batas spesifikasi berdasarkan

ASTM D 97 .
Error yang terjadi dapat disebabkan oleh kerusakan mesin , kontaminasi
zat lain atau pun kurangnya ketelitian dalam pengujian .

XI.

SARAN

Saran dari kelompok kami dalam praktikum distilasi yaitu :


1. untuk pengunaan alat-alat penunjang praktikum sebelum di gunakan dan
sesudah digunakan harus dibersihkan agar tidak terjadi kontaminasi pada
sampel yang akan di uji.
2. Hindari hal-hal yang dapat merusak alat-alat penunjang.
3. Lihat dengan teliti apakah sampel uji sudah mengalami pour point.

DAFTAR PUSTAKA
www.google.co.id