Anda di halaman 1dari 81

STUDI KELAYAKAN DAN RTT

PELABUHAN PULAU BERHALA


Usulan Teknis

BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Provinsi Kepulauan Riau yang
terbentuk

berdasarkan

Undang-undang

Nomor

tahun

2002

25

merupakan

Provinsi ke-32 di Indonesia


yang mencakup Kota Tanjung Pinang, Kota Batam, Kabupaten Bintan,
Kabupaten Karimun, Kabupaten Natuna, dan Kabupaten Lingga serta
Kabupaten Anambas. Secara keseluruhan Wilayah Kepulauan Riau
terdiri dari 5 (lima) Kabupaten dan 2 (dua) Kota dengan jumlah pulau
sebanyak 2.408 pulau besar dan kecil, dimana 40% belum bernama dan
berpenduduk. Adapun luas wilayahnya sebesar 252.601 km, sekitar 96
% merupakan lautan dan hanya sekitar 4 % berupa daratan. Dengan
kondisi seperti ini, maka transportasi angkutan air memiliki peranan yang
sangat penting di dalam mendukung kegiatan transportasi secara
keseluruhan.
Beberapa daerah merupakan daerah terisolasi, dimana salah satunya
adalah Pulau Berhala yang terletak di Kabupaten Lingga, diharapkan
dapat dikembangkan melalui penyelenggaraan pengembangan moda
transportasi laut. Dengan adanya pembangunan sarana transportasi laut

PT . CONSULTANTS | 1-1

STUDI KELAYAKAN DAN RTT


PELABUHAN PULAU BERHALA
Usulan Teknis

ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan mobilitas antar daerah yang


pada akhirnya dapat membantu tercapainya pengalokasian sumbersumber

ekonomi

secara

merata

sehingga

akan

menunjang

pembangunan dan perkembangan wilayah yang bersangkutan dan juga


wilayah-wilayah

pengaruhnya

(hinterland).

Oleh

karena

itu

pembangunan pelabuhan di Pulau Berhala menjadi sangat mendesak


sesuai dengan perkembangan otonomi daerah yang ditandai dengan
semangat pemekaran wilayah yang disertai pesatnya pembangunan
infrakstruktur wilayah.
Pelabuhan adalah tempat yang terdiri atas daratan dan/atau perairan
dengan batas tertentu sebagai tempat kegiatan pemerintahan dan
kegiatan pengusahaan yang dipergunakan sebagai tempat bersandar,
naik turun penumpang dan/atau bongkar muat barang, berupa terminal
dan tempat berlabuh kapal yang dilengkapi dengan fasilitas keselamatan
dan keamanan pelayaran dan kegiatan penunjang pelabuhan serta
tempat perpindahan intra dan antar moda transportasi.
Pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Riau yang berada diatas
pertumbuhan

ekonomi

nasional

adalah

suatu

prestasi

yang

membanggakan bagi sebuah provinsi yang baru berdiri. Namun hal ini
sekaligus menjadi tantangan bagi pemerintah daerah. Tanpa diiringi
pengembangan sarana dan prasarana daerah yang memadai maka
pertumbuhan ekonomi yang tinggi akan sulit untuk dipertahankan apalagi
untuk ditingkatkan.
Dengan

keberadaan

pelabuhan

yang

memadai

memungkinkan

terjadinya peningkatan iklim investasi. Provinsi Kepulauan Riau saat ini


telah mampu menciptakan iklim investasi yang kondusif melalui proses
birokrasi

yang

memudahkan

investor,

terutama

setelah

adanya

penetapan Provinsi Kepulauan Riau sebagai Kawasan Perdagangan


Bebas dan Pelabuhan Bebas (Free Trade Zone). Namun usaha

PT . CONSULTANTS | 1-2

STUDI KELAYAKAN DAN RTT


PELABUHAN PULAU BERHALA
Usulan Teknis

peningkatan investasi ini akan menjadi kontra produktif jika tidak


didukung oleh aksesibilitas wilayah yang memadai, karena tidak bisa
dipungkiri bahwa kemudahan akses menjadi pertimbangan investor
untuk berinvestasi selain kemudahan proses birokrasi.
Pemerataan pembangunan daerah di wilayah kepulauan merupakan hal
yang serius untuk diperhatikan, selain kebijakan pemerintah daerah,
perlu dioptimalkan kondisi pembangunan yang merata terhadap faktorfaktor

produksi

serta

adanya

pelabuhan

yang

layak.

Dengan

pengembangan pelabuhan yang baik maka pembangunan dapat


tersebar secara lebih merata dan berdampak pula terhadap percepatan
peningkatan kesejahteraan masyarakat terutama di daerah Pulau
Berhala.
Atas dasar pemikiran diatas, maka perlu dilakukan studi kelayakan dan
Rencana Teknis Terinci (RTT) Pelabuhan Pulau Berhala dengan
memperhatikan kajian pengembangan Pelabuhan yang ada serta
potensi pengembangan ekonomi dan finansial Pelabuhan di lokasi studi
berdasarkan regulasi pengembangan yang berlaku serta studi lain yang
berkompeten.

1.2. Tujuan
Maksud dan tujuan dari pelaksanaan kegiatan Studi Kelayakan dan
Rencana Teknis Terinci (RTT) Pelabuhan Pulau Berhala adalah sebagai
berikut:
a) Maksud
Maksud dari pelaksanaan kegiatan Studi Kelayakan dan RTT Pelabuhan
Pulau Berhala ini adalah untuk memberikan arahan/ pedoman
pengembangan/ pembangunan Pelabuhan Pulau Berhala.

PT . CONSULTANTS | 1-3

STUDI KELAYAKAN DAN RTT


PELABUHAN PULAU BERHALA
Usulan Teknis

b) Tujuan
Tujuan dari pelaksanaan kegiatan Studi Kelayakan dan RTT Pelabuhan
Pulau Berhala ini adalah untuk menghasilkan Rencana Detail Pelabuhan
Pulau Berhala yang merupakan :
1.

Kajian menyeluruh terhadap semua aspek pembangunan


Pelabuhan.

2.

Sebagai pedoman dalam pembangunan Pelabuhan secara


terpadu.

3.

Memperoleh dokumen teknis berupa (gambar desain,spek


dan daftar Kuantitas dan volume) bangunan fisik Pelabuhan
Pulau Berhala.

1.3. Target/Sasaran Pekerjaan


Merujuk tujuan kegiatan yang dijelaskan sebelumnya maka sasaran
kegiatan studi, yaitu :
1) Terkumpulnya

data dan informasi kondisi Pelabuhan yang

meliputi kondisi fisik, data teknis, lokasi, status operasional,


fasilitas pokok, fasilitas penunjang, dan fasilitas pendukung
serta informasi pendukung lainnya saat ini.
2) Terpetakannya ketersediaan Pelabuhan dan kebutuhan akan
Pelabuhan.
3) Teridentifikasinya permasalahan dan kendala yang berkaitan
dengan Pelabuhan.
4) Tersusunnya
Pelabuhan

suatu
yang

dokumen
akan

Rencana

digunakan

Teknis

Terinci

sebagai

dasar

pengembangan dan pembangunan Pelabuhan.

PT . CONSULTANTS | 1-4

STUDI KELAYAKAN DAN RTT


PELABUHAN PULAU BERHALA
Usulan Teknis

1.4. Lingkup Kegiatan


1) Lingkup Peraturan
Peraturan dan dasar hukum yang menjadi lingkup dalam studi
ini adalah:
a. Undang-Undang

Nomor

25

Tahun

2002

tentang

Pembentukan Propinsi Kepulauan Riau;


b. Undang-undang

Nomor

26

Tahun

2007

tentang

Nomor

17

Tahun

2008

tentang

Nomor

32

Tahun

2009

tentang

PenataanRuang;
c. Undang-Undang
Pelayaran;
d. Undang-Undang

Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup;


e. Undang-undang

Nomor

23

Tahun

2014

Tentang

Pemerintahan Daerah;
f. Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999 tentang
Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup;
g. Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang
Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional;
h. Peraturan Pemerintah Nomor 61 Tahun 2009 tentang
Kepelabuhanan;
i. Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2010 Tentang
Kenavigasian;

PT . CONSULTANTS | 1-5

STUDI KELAYAKAN DAN RTT


PELABUHAN PULAU BERHALA
Usulan Teknis

j. Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2010 tentang


Angkutan di Perairan Jo Peraturan Pemerintah Nomor 22
Tahun 2011;
k. Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2010 tentang
Perlindungan Lingkungan Maritim;
l. Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2012 tentang Izin
Lingkungan;
m. Peraturan Presiden Nomor 32 Tahun 2011 tentang
Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan
Ekonomi Indonesia (MP3EI) 2011-2025;
n. Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 31 Tahun
2006 tentang Pedoman Perencanaan di Lingkungan
Departemen Perhubungan;
o. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 25Tahun
2011 Tentang Sarana Bantu Navigasi Pelayaran;
p. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 68 Tahun
2011 Tentang Alur Pelayaran di Laut.

2) Ruang Lingkup Studi


a. Inventarisasi Pelabuhan saat ini dan rencana
pengembanganya;
b. Menganalisis dan mengevaluasi potensi, hambatan,
peluang

maupun

ancaman

terkait

pengembangan

Pelabuhan (kajian teknis dan lingkungan);

PT . CONSULTANTS | 1-6

STUDI KELAYAKAN DAN RTT


PELABUHAN PULAU BERHALA
Usulan Teknis

c. Menganalisa tingkat permintaan (demand) dan kinerja


pelayanan (supply) Pelabuhan.
d. Merumuskan pengembangan Pelabuhan.
e. Membuat gambar Maket Pelabuhan.
f. Membuat perhitungan teknis Pelabuhan sebagaimana
yang ditetapkan oleh peraturan yang akan menjadi
dasar dalam pelaksanaan pembangunan Pelabuhan.
g. Membuat gambar design, menghitung volume pekerjaan
(Bill

of

Quantity),

Engineering

Estimate,

jadwal

pelaksanaan pekerjaan, kebutuhan tenaga ahli dan


tenaga

pendukung,

spesifikasi

teknis

dan

metode

pelaksanaan yang menjadi dasar dalam pembangunan


Pelabuhan.
h. Membuat laporan pekerjaan yang meliputi :
1) Laporan Pendahuluan (Inception Report)
a) Jadwal

pelaksanaan

30

(tiga

puluh)

hari

kalender sejak tanggal SPMK pekerjaan;


b) Isi

dari

Laporan

Pendahuluan

meliputi

inventarisasi, verifikasi dan kompilasi data,


analisis kondisi tataruang kawasan Pelabuhan,
kajian terhadap kondisi existing fisik, potensi,
kondisi aktifitas dan pengguna serta kondisi
fasilitas, analisa kecenderungan pertumbuhan
dan

perkembangan

Pelabuhan,

analisis

permasalahan dikawasan Pelabuhan, analisa

PT . CONSULTANTS | 1-7

STUDI KELAYAKAN DAN RTT


PELABUHAN PULAU BERHALA
Usulan Teknis

rencana

pengembangan

dan

kebijakan

strategis daerah di kawasan Pelabuhan.


c) Laporan

yang

telah

dibuat

agar

didiskusikan/dipaparkan untuk dikoreksi oleh


pemilik pekerjaan;
d) Laporan
diperiksa
Kegiatan

yang
oleh

telah

dikoreksi

Pejabat

kemudian

Pelaksana

Teknis

(PPTK) dan kemudian disetujui oleh

Pejabat Pembuat Komitmen;


e) Laporan

yang

telah

disetujui

kemudian

diperbanyak 10 buku dan soft copy dalam


bentuk CD sebanyak 10 keping.
2) Laporan Studi Kelayakan
a) Jadwal pelaksanaan 90 (Sembilan puluh) hari
kalender sejak tanggal SPMK Pekerjaan;
b) Laporan

yang

telah

dibuat

agar

didiskusikan/dipaparkan untuk dikoreksi oleh


Pemilik Pekerjaan;
c) Laporan
diperiksa

yang
oleh

telah
Pejabat

dikoreksi

kemudian

Pelaksana

Teknis

Kegiatan (PPTK) dan kemudiaan disetujui oleh


Pejabat Pembuat Komitmen (PPK);
d) Laporan

yang

telah

disetujui

kemudian

diperbanyak 10 buku dan soft copy dalam


bentuk CD sebanyak 10 keping.

PT . CONSULTANTS | 1-8

STUDI KELAYAKAN DAN RTT


PELABUHAN PULAU BERHALA
Usulan Teknis

e) Hasil studi kelayakan berupa :


i. Aspek

Keamanan

dan

Keselamatan

Pelayaran;
ii. Aspek Keselamatan ekonomis dan teknis
operasional;
iii. Aspek kelayakan lingkungan.
3) DraftLaporanAkhir (Draft Dokumen RTT)
a) Jadwal pelaksanaan 150 (seratus lima puluh)
hari kalender sejak tanggal SPMK Pekerjaan;
b) Laporan ini mencakup laporan lengkap tentang
keseluruhan data-data baik primer maupun
sekunder terkait dengan maksud dan tujuan
studi,

hasil

analisis

keseluruhan dari

data

primer, sekunder, rencana umum dan peta


berikut rekomendasi RTT yang direncanakan.
c) Laporan yang telah dibuat agar didiskusikan/
dipaparkan

untuk

dikoreksi

oleh

Pemilik

Pekerjaan;
d) Laporan
diperiksa

yang
oleh

telah
Pejabat

dikoreksi

kemudian

Pelaksana

Teknis

Kegiatan (PPTK) dan kemudiaan disetujui oleh


Pejabat Pembuat Komitmen (PPK);
e) Laporan

yang

telah

disetujui

kemudian

diperbanyak 10 buku dan soft copy dalam


bentuk CD sebanyak 10 keping.

PT . CONSULTANTS | 1-9

STUDI KELAYAKAN DAN RTT


PELABUHAN PULAU BERHALA
Usulan Teknis

4) LaporanAkhir (Dokumen RTT)


a)

Jadwal pelaksanaan 180 (seratusdelapan puluh)


hari kalender sejak tanggal SPMK Pekerjaan;

b)

Laporan Akhir merupakan hasil akhir studi yang


merupakan

penyempurnaan

dari

konsep

laporan akhir setelah dibahas bersama dengan


Tim Pengarah dan Tim Teknis terkait dan
dilengkapi dengan:
i. Rekomendasi

dari

Kepala

Kantor

Unit

Penyelenggara Pelabuhan Dabo Singkep.


ii. Rekomendasi dari Bupati Lingga.
c)

Laporan

yang

telah

dibuat

agar

didiskusikan/dipaparkan untuk dikoreksi oleh


Pemilik Pekerjaan;
d)

Laporan
diperiksa

yang
oleh

telah
Pejabat

dikoreksi

kemudian

Pelaksana

Teknis

Kegiatan (PPTK) dan kemudian disetujui oleh


Pejabat Pembuat Komitmen (PPK);
e)

Laporan

yang

telah

disetujui

kemudian

diperbanyak 10 buku dan soft copy dalam


bentuk CD sebanyak 10 keping.
5) Album Gambar
Album Gambar berisi gambar hasil dari analisis
dan evaluasi berupa Studi Kelayakan dan RTT
Pelabuhan Pulau Berhala.

PT . CONSULTANTS | 1-10

STUDI KELAYAKAN DAN RTT


PELABUHAN PULAU BERHALA
Usulan Teknis

1.5. Lokasi Kegiatan


Lokasi Penyedia Jasa berada di wilayah Provinsi Kepulauan Riau,
khususnya di Kabupaten Lingga serta Pulau Berhala dan Pengguna
Jasa di kantor Dinas Perhubungan Provinsi Kepulauan Riau, apabila
penyedia jasa di tunjuk sebagai pemenang untuk melaksanakan
pekerjaan ini akan membuka kantor dalam waktu tertentu sehubungan
dengan pelaksanaan pekerjaan jasa konsultan.

1.6. Waktu Pelaksanaan Pekerjaan


Pelaksanaan pekerjaan Studi Kelayakan dan RTT Pelabuhan Pulau
Berhala dijadwalkan selama 180 (seratus delapan puluh) hari kalender.

PT . CONSULTANTS | 1-11

2.1. Profil Perusahaan


PT. .. merupakan Konsultan Nasional yang turut
berperan serta dalam berbagai aspek pembangunan, baik di pusat
maupun di daerah melalui pelayanan jasa konsultansi yang bergerak
dalam

bidang

Perencanaan

Management,
dan

Engineering,

Perancangan

Economic

Transportasi,

Consultant,

Pengolahan

Data

Komputer, Pengukuran, Pengembangan Lahan Pertanian, Industri dan


Perdagangan, Analisa Lingkungan dan lain-lain.

PT . CONSULTANTS | 2-1

STUDI KELAYAKAN DAN RTT


PELABUHAN PULAU BERHALA
Usulan Teknis

3.1

Pemahaman Terhadap Substansi Pekerjaan


Keberadaan

pelabuhan-

pelabuhan

di

Provinsi

Kepulauan

Riau

memiliki

peran

sangat

dalam
perekonomian.
merupakan

strategis
mendukung
Pelabuhan

salah

satu

simpul jaringan transportasi yang mengandalkan kemampuan


sarana kapal yang memiliki daya angkut logistik dalam jumlah
besar. Kondisi topologi Kepulauan Riau sendiri yang dikelilingi
oleh lautan menjadikan Kepulauan Riau sangat ketergantungan
pada transportasi laut untuk mengakses intra dan antar wilayah
lainnya serta ke luar negeri.
Sistem angkutan laut sebagai sektor yang menentukan keberhasilan
implementasi kebijakan pengembangan wilayah gugus pulau, perlu
dipersiapkan untuk melayani kebutuhan sarana angkutan laut yang
mampu mengangkut hasil produksi tiap gugus pulau untuk dipasarkan.
Proyeksi pertumbuhan pergerakan barang dan produksi di gugusan
pulau perlu dihitung sampai sepuluh tahun kedepan, dan dengan moda
PT . CONSULTANTS | 3-1

STUDI KELAYAKAN DAN RTT


PELABUHAN PULAU BERHALA
Usulan Teknis
transportasi laut yang akan dikembangkan di wilayah Kepulauan Riau ini
diharapkan dapat mengindikasikan peningkatan pertumbuhan ekonomi
yang signifikan per tahunnya. Disamping itu analisa terhadap kebutuhan
armada laut yang meliputi tipe, ukuran, kapasitas dan kecepatan, serta
spesifikasi sarana pelabuhannya sangat diperlukan dalam kaitannya
dengan peningkatan pendapatan daerah dan masyarakat dari sektor
maritime.
Dalam pengembangan sistem transportasi, prasarana trasportasi yang
dikembangkan untuk mendukung peningkatan pertumbuhan wilayah
Kepulauan Riau secara serasi dengan wilayah-wilayah lainnya adalah
sarana transportasi laut sebagai sarana yang menghubungkan wilayah
dan pusat pusat koleksi distribusi di wilayah Kepulauan Riau. Dengan
perkembangan IPTEK yang demikian pesat dan kondisi perekonomian
wilayah yang membaik serta kondisi persaingan baik regional dan
internasional yang makin ketat, diperkirakan tuntutan akan ketersedian
(supply) moda transportasi laut ini semakin meningkat dan akan
dihadapkan pada permasalahan-permasalahan bagaimana menyediakan
sarana dan prasarana transportasi laut keberbagai wilayah nasional
maupun regional yang memerlukan standar tertentu.
Penentuan moda transportasi laut pada wilayah Kepulauan Riau
merupakan suatu proses yang kompleks, mengingat begitu luas wilayah
dan banyaknya pulau-pulau serta daerah yang bersinggungan dengan
negara lain, sehingga membutuhkan pendekatan dari berbagai segi dan
tingkat kebutuhan, utamanya adalah bahwa pengembangan transportasi
laut ini terkait erat dengan skala pelayanan, apakah pelayanan
transportasi lokal, regional atau internasional.

3.1.1. Aspek Infrastruktur Transportasi

PT . CONSULTANTS | 3-2

STUDI KELAYAKAN DAN RTT


PELABUHAN PULAU BERHALA
Usulan Teknis
Peran dan fungsi infrastruktur transportasi adalah memperlancar
pergerakan arus barang secara efektif dan efisien serta dalam rangka
mewujudkan Indonesia sebagai negara maritim, yang mempunyai
kedaulatan dan ketahanan ekonomi nasional (national economic security
and souverignty), dan sebagai wahana pemersatu bangsa dalam bingkai
Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Ketersediaan jaringan
infrastruktur transportasi yang memadai merupakan faktor penting untuk
mewujudkan konektivitas lokal (local connectivity), konektivitas nasional
(national connectivity), dan konektivitas global (global connectivity).
a) Jaringan Transportasi Lokal
Infrastruktur dan jaringan transportasi lokal merupakan bagian dari
konektivitas

domestik

yang

diharapkan

mampu

menghubungkan

masyarakat pedesaan, perkotaan (kota, kabupaten, dan propinsi), pusatpusat pertumbuhan ekonomi di dalam satu pulau atau di dalam satu
koridor ekonomi. Pada tahun 2025, secara Nasional diharapkan jaringan
infrastruktur transportasi massal baik darat (kereta api) maupun air (short
sea shipping) yang menjadi tulang punggung harus sudah terbangun
sehingga akan mengikat kuat interkoneksi antara kawasan-kawasan
industri, perkotaan, dan pedesaan.
b) Jaringan Transportasi Antar Pulau
Infrastruktur dan jaringan transportasi antar pulau merupakan bagian dari
konektivitas domestik yang diharapkan mampu menghubungkan pusatpusat pertumbuhan ekonomi baik dalam (intra) koridor ekonomi dan
wilayah dalamnya (hinterland), termasuk daerah tertinggal, terpencil dan
terdepan (perbatasan) maupun antar koridor ekonomi, dan antar pulau
(inter island). Pada tahun 2025, secara Nasional diharapkan jaringan
infrastruktur transportasi harus sudah dibangun yang menghubungkan
antara kawasan-kawasan industri, perkotaan, dan antar pulau. Titik
simpul transportasi penting antar pulau adalah pelabuhan laut dan

PT . CONSULTANTS | 3-3

STUDI KELAYAKAN DAN RTT


PELABUHAN PULAU BERHALA
Usulan Teknis
bandar udara yang harus terkoneksi dengan jalur pelayaran dan jalur
penerbangan yang memadai dan efisien.
Transportasi antar pulau (pelayaran dalam negeri) memegang peranan
yang sangat strategis dan menjadi tulang punggung transportasi
nasional karena sangat menentukan kelancaran arus barang dan biaya
logistik. Oleh sebab itu, pelabuhan laut sebagai salah satu komponen
sistem transpotasi laut perlu ditata sesuai dengan Undang-Undang
No.17 tahun 2008 tentang Pelayaran, khususnya yang terkait dengan
penataan Pelabuhan Utama, Pelabuhan Pengumpul, dan Pelabuhan
Pengumpan. Pada setiap Propinsi diharapkan memiliki minimal satu
pelabuhan pengumpul, sedangkan pelabuhan pengumpan berada pada
Kabupaten/Kota untuk menunjang kelancaran arus lalu lintas komoditas
unggulan ekspor, komoditas pokok, dan serta barang strategis.
c) Arah Pengembangan Jaringan Transportasi Laut
Dalam menyusun pengembangan jaringan transportasi, baik untuk
jangka menengah maupun jangka panjang perlu mempertimbangkan
beberapa faktor antara lain:
Jaringan transportasi yang ada saat ini
Tata ruang jangka menengah dan jangka panjang
Hirarki kota
Pola produksi dan konsumsi
Penggunaan prinsip-prinsip dasar (hirarkis, geografis, ekonomis
dan mendukung pengembangan wilayah)
Dalam rangka pengembangan jaringan transportasi wilayah Kabupaten
Lingga perlu disusun pola yang memuat indikasi tatanan jaringan
transportasi di seluruh wilayah kabupaten yang akan diwujudkan dalam
jangka panjang, yang merupakan bagian dari Rencana Tata Ruang
Wilayah Kabupaten Lingga.

PT . CONSULTANTS | 3-4

STUDI KELAYAKAN DAN RTT


PELABUHAN PULAU BERHALA
Usulan Teknis
Berdasarkan UU No.17 Tahun 2008 tentang Pelayaran dan PP No.61
Tahun 2009 tentang Kepelabuhanan, prasarana angkutan di perairan
yaitu pelabuhan, yang akan melayani jenis angkutan yang terdiri atas:
angkutan laut, angkutan penyeberangan, dan angkutan sungai dan
danau.Dalam rencana pengembangan Pelabuhan Pulau Berhala perlu
ditetapkan hierarki pelabuhan, yang terdiri atas: pelabuhan utama,
pelabuhan pengumpul, dan pelabuhan pengumpan dalam setiap zona
pengembangan transportasi Kepulaua Riau.

3.1.2. Gambaran Umum Wilayah Kabupaten Lingga


1) Letak Wilayah Geografis
Kabupaten Lingga merupakan pemekaran dari Kabupaten Kepulauan
Riau Provinsi Kepulauan Riau. Secara geografis wilayah Kabupaten
Lingga berada pada koordinat 0000-1000 Lintang Selatan 103030105000 Bujur Timur, dengan batas administrasi sebelah utara
berbatasan dengan Kecamatan Galang Kota Batam dan Laut Cina
Selatan, sebelah timur berbatasan Laut Cina Selatan, sebelah selatan
berbatasan dengan Laut Bangka dan Selat Berhala, serta sebelah barat
berbatasan dengan Laut Indragiri.
2) Luas Wilayah
Luas wilayah Kabupaten Lingga 211.772 km2 yang terdiri dari daratan
seluas 2.117,72 km2 dan lautan seluas 209.654,28 km2. Wilayah
Kabupaten Lingga terdiri atas 531 pulau besar dan kecil. diantara pulaupulau tersebut 92 pulau sudah berpenghuni,sedangkan 439 pulau belum
berpenghuni. Kabupaten Lingga terdiri dari 9 Kecamatan, 7 Kelurahan
dan 63 Desa, yaitu : Kecamatan Lingga terdiri dari 1 Kelurahan dan 10
Desa; Kecamatan Singkep terdiri dari 2 Kelurahan dan 3 Desa;
Kecamatan Senayang terdiri dari 1 Kelurahan dan 18 Desa; Kecamatan
PT . CONSULTANTS | 3-5

STUDI KELAYAKAN DAN RTT


PELABUHAN PULAU BERHALA
Usulan Teknis
Singkep Barat terdiri dari 1 Kelurahan dan 14 Desa; Kecamatan Lingga
Utara terdiri dari 1 Kelurahan dan 11 Desa; Kecamatan Lingga Timur
terdiri dari 6 Desa; Kecamatan Selayar terdiri dari 4 Desa; Kecamatan
Singkep Pesisir terdiri dari 6 Desa; Kecamatan Singkep Selatan terdiri
dari 3 Desa.
3) Topografi
Dilihat dari topografinya, sebagian besar daerah Kabupaten Lingga
adalah berbukit-bukit. Berdasarkan data dari Badan Pertanahan
Nasional (BPN) terdapat 73.947 ha berupa daerah berbukit-bukit dan
dataran hanya sekitar 11.015 ha.
Klasifikasi kemiringan lahan di Kabupaten Lingga digolongkan dalam
kelas kemiringan, yaitu : 0 - 2%, 2 - 8%, 8 - 15%, 25 - 40% dan > 40%.
Wilayah Kabupaten Lingga memiliki kemiringan yang cukup tinggi,
dimana sebanyak 76,92% wilayah dataran memiliki kemiringan diatas
15%. Hal ini sesuai dengan keadaan tofografi Kabupaten Lingga yang
didominasi oleh daerah yang berbukit-bukit.
Gambar 3.1 Peta Orientasi Kabupaten Lingga

PT . CONSULTANTS | 3-6

STUDI KELAYAKAN DAN RTT


PELABUHAN PULAU BERHALA
Usulan Teknis

4) Karakteristik Wilayah
Jenis tanah pada umumnya podsolik merah kuning, litosol dan organosol
dengan lapisan tanahnya berstruktur remah sampai gumpal. Sedangkan
jenis bebatuan adalah batuan pluton asam (asid pluton) yang berupa
batuan sejenis granit tersebar pada kawasan Gunung Daik di bagian
barat pulau Lingga dan juga endapan dari zaman prateseiser yang
tersebar di seluruh Pulau Lingga.
Pada umumnya sungai-sungai yang terdapat di Kabupaten Lingga
ditutupi oleh vegetasi hutan dengan kedalaman pada daerah datar
sekitar 2-3 m sedangkan pada tempat yang berbukit antara 3 - 7 m.
Kabupaten Lingga mempunyai iklim tropis dan basah dengan variasi
curah hujan rata-rata :
- Tahun 2009 : 168,7 mm
PT . CONSULTANTS | 3-7

STUDI KELAYAKAN DAN RTT


PELABUHAN PULAU BERHALA
Usulan Teknis
- Tahun 2010 : 197,2 mm
- Tahun 2011 : 232,4.mm
- Tahun 2012 : 192,8 mm
Rata-rata suhu udara tahun 2012 berkisar antara 21,40C 33,30C.
Rata-rata kelembaban bervariasi antara 63 % sampai dengan 97 %.
Musim yang terdapat di Kabupaten Lingga sama dengan musim yang
terjadi di wilayah Indonesia lainnya yaitu musim kemarau dan musim
penghujan. Pada bulan Juni s.d September arus angin berasal dari
Australia

dan

tidak

banyak

mengandung

uap

air

sehingga

mengakibatkan musim kemarau, sedangkan pada bulan Desember s.d


Maret arus angin banyak mengandung uap air yang berasal dari Asia
dan Samudera Pasifik sehingga terjadi musim penghujan. Keadaan
seperti itu terjadi setiap setengah tahun setelah melewati masa peralihan
pada bulan April s.d Mei dan Oktober s.d November.
5) Sosial Budaya
Struktur sosial budaya masyarakat Kabupaten Lingga berasal dari
berbagai suku bangsa, kebudayaan, dan golongan sosial. Umumnya
masyarakat Kabupaten Lingga berasal dari suku Melayu yang masih
kental budayanya dalam menjalani kehidupan sehari-hari, seperti bahasa
melayu, agama Islam dan berbagai adat istiadat berkenaan dengan
lingkungan hidupnya. Karakteristik masyarakat melayu dikenal sebagai
masyarakat yang identik dengan tradisi Islam, ramah, mementingkan
hidup secara kekeluargaan. secara tradisional masyarakat melayu
umumnya bermata pencaharian sebagai nelayan, petani kebun, dan
pedagang serta pegawai negeri sipil.
Selain suku Melayu terdapat suku lain seperti suku Jawa, Bugis,
Minangkabau, dan sebagainya. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa
masyarakat Kabupaten Lingga memiliki heterogenitas suku bangsa yang
PT . CONSULTANTS | 3-8

STUDI KELAYAKAN DAN RTT


PELABUHAN PULAU BERHALA
Usulan Teknis
secara

langsung

akan

merupakan

penggerak

jalannya

proses

pembangunan.
Berdasarkan data penduduk dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil
Kabupaten Lingga pada tahun 2013, penduduk Kabupaten Lingga
berjumlah 100.732 jiwa yang terdiri dari jenis kelamin laki-laki 52.010
jiwa (51,63 %) dan jenis kelamin perempuan 48.722 jiwa (48,37 %)
dengan jumlah penduduk terbesar terdapat di Kecamatan Singkep
(26.894

jiwa)

sedangkan

jumlah

penduduk

terkecil

terdapat

di

Kecamatan Selayar (3.506 jiwa). Untuk lebih jelas jumlah penduduk


Kabupaten Lingga tahun 2013 menurut kecamatan dan jenis kelamin
dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

Tabel 3.1 Penduduk Menurut Kecamatan dan Jenis Kelamin di


Kabupaten Lingga Tahun 2013

Sumber: Dinas Kependudukan dan catatan sipil Kab. Lingga

3.1.3. Pelabuhan di Wilayah Kabupaten Lingga


Berdasarkan data lampiran Keputusan Menteri Perhubungan Nomor : KP
414 Tahun 2013 tentang Penetapan Rencana Induk Pelabuhan Nasional,
pelabuhan yang ada di Kabupaten Lingga Provinsi Kepulauan Riau
adalah sebagai berikut:
PT . CONSULTANTS | 3-9

STUDI KELAYAKAN DAN RTT


PELABUHAN PULAU BERHALA
Usulan Teknis

Gambaran Khusus Wilayah Pulau Berhala


Pulau Berhala adalah sebuah Pulau
kecil

mungil,

fenomena

alamnya

sungguh indah mempesona di sebelah


utara

sebuah

Berhala.

Di

Selat

juga

sekitarnya

bernama
terdapat

beberapa buah pulau-pulau kecil yaitu;


Pulau Manjen, Pulau Telor, Pulau Layak, Pulau Selumar, Pulau Nyirih
dan Pulau Niur, di kelilingi oleh air laut kebiru-biruan dan jernih,
pantainya landai, sebagian merupakan hamparan pasir kuarsa putih dan
sebagian lagi berbatu.
Pulau Berhala ini di kelilingi oleh Laut dalam, namun sumur yang digali
hanya dengan jarak 10-15 meter dari bibir pantainya memunculkan air
tawar bening dan tidak berbau. Pulau ini sangat cocok dijadikan sebagai
PT . CONSULTANTS | 3-10

STUDI KELAYAKAN DAN RTT


PELABUHAN PULAU BERHALA
Usulan Teknis
obyek wisata bahari. Potensi alam yang terdapat dipulau berhala, selain
memiliki pantai putih yang indah dengan bebatuan besar juga terdapat
beberapa pulau diantaranya Pulau Telur dan juga Pulau Lampu.

Gambar 3.2. Pulau Berhala Dikelilingi Oleh Hutan Hijau Yang Masih Alami

Dengan potensi yang dimiliki pulau Berhala tersebut banyak hal dan
investasi yang bisa dikembangkan untuk memajukan Pulau Berhala.
Untuk itu, BPMP berencana membuka peluang investasi bagi para
pengusaha yang ingin mengembangkan wisata Pulau Berhala. Selain itu,
letaknya yang strategis, yakni berbatasan langsung dengan provinsi
Jambi, kedepan Pulau Berhala akan menjadi pintu masuk pariwisata
Lingga dari sebelah selatan, yakni pulau Sumatera.
Selain tawaran wisata alam dan bahari yang dimiliki, pulau Berhala juga
memiliki sejarah kental dengan Kerajaan Lingga. Batas-batas wilayah
kerajaan Lingga saat itu memang mecakup pulau Berhala, sehingga
wajarlah pulau berhala tetap dipertahankan dan masuk dalam wilayah
kabupaten Lingga. Di Berhala, juga terdapat beberapa peninggalan,
seperti meriam yang panjangnya hingga 4 meter. Selain itu, di Pulau
Lampu, yang dipasang mercusuar juga terdapat batu bertulis dengan
huruf China, Sangsekerta dan juga aksara serta tercantum tanggal 23-2PT . CONSULTANTS | 3-11

STUDI KELAYAKAN DAN RTT


PELABUHAN PULAU BERHALA
Usulan Teknis
76. Namun sejarah pasti tulisan tersebut, baik penduduk setempat tidak
mengetahuinya.
Selain memiliki sejarah, juga terdapat pulau Telur yang merupakan
tempat bertelurnya penyu atau sisik. Di pulau Berhala juga telah menjadi
salah satu titik konservasi penyu di kabupaten Lingga. Sehingga potensi
yang ada tersebut, hanya perlu sedikit lagi sentuhan agar kunjungan
wisatawan meningkat.
Pulau Berhala secara administrative merupakan sebuah Desa dari
Kecamataan Singkep, Kabupaten Lingga Provinsi Kepulauan Riau,
posisinya di sebelah Selatan Pulau Singkep, terletak pada titik koordinat
104024"20' BT & 0051"00' LS, dengan luas wilayah 10 Km 2
berpenduduk + 51 KK (termasuk Transmigrasi Lokal 2006). Jarak antara
Desa Pulau Berhala ke Ibukota Kecamatan Singkep (Dabo) yaitu 25
mil atau 2 jam pelayaran menggunakan Kapal Motor Pompong (kapal
kecil/nelayan) atau kurang lebih 35 menit dengan Speed Boat 200 PK.
Mengenai penduduk asli pertama yang ada di Pulau Berhala,
sesungguhnya berasal dari Dabo Singkep, Pulau Lalang dan Tanjung
Batu (Kepulauan Riau) pada awalnya datang ke Pulau itu sebagai
nelayan yang lama kelamaan menetap sebagai penduduk pulau Berhala.

3.2

Pemahaman Terhadap Output Pekerjaan


Perencanaan Pelabuhan
Pelabuhan adalah suatu areal perairan yang terlindung dari pengaruh
badai dan ombak sehingga memungkinkan kapal untuk melakukan
bongkar muat barang dan naik turunnya penumpang dengan aman.
Sedangkan dermaga adalah bagian dari pelabuhan sebagai tempat

PT . CONSULTANTS | 3-12

STUDI KELAYAKAN DAN RTT


PELABUHAN PULAU BERHALA
Usulan Teknis
kapal untuk bersandar yang memiliki berbagai fasilitas. Pelabuhan
ditinjau dari segi teknis, terbagi atas :
1) Pelabuhan alam (Natural and Protector Harbour). Daerah yang
menjurus ke dalam (inlet) terlindung oleh suatu pulau, jazirah atau
terletak di suatu teluk sehingga navigasi dan pelabuhan kapal
dapat dilakukan.
2) Pelabuhan buatan (Artificial Harbour). Daerah yang dibuat
sedemikian rupa sehingga terlindung terhadap badai arus dan
ombak sehingga memungkinkan kapal merambat.
3) Pelabuhan semi alam. Merupakan gabungan kedua jenis di atas.
Untuk dapat merealisasikan pembangunan suatu pelabuhan maka
dibutuhkan data yang terbagi atas :
Data yang berhubungan dengan fungsi pelabuhan, antara lain :
1) Asal dan tujuan muatan (Original and Destination) jenis muatan.
2) Rencana

pembiayaan,

ukuran-ukuran

keberhasilan

secara

ekonomis dilihat dari segi investasi.


3) Pendayagunaan modal ditinjau dari segi operasional, terutama
penanganan muatan.
4) Kaitan pelabuhan dan kapal yang akan dilayani serta sarana dan
prasarana angkutan lain yang mendukung kegiatan pelabuhan
dengan pendukung secara keseluruhan (komprehensif).
5) Kaitan pelabuhan dengan pelabuhan lainnya dalam rangka lalu
lintas dan sistem jaringan untuk mendukung perdagangan.
Kelima data yang berhubungan dengan fungsi pelabuhan tersebut harus
diusahakan saling kait mengait agar rencana dasar pelabuhan (port
master plan) tersebut secara keseluruhan layak.
Berdasarkan data-data yang telah diperoleh seperti yang disebutkan di
atas maka perencanaan dermaga dapat dimulai dengan memperhatikan
hal-hal di bawah ini :
PT . CONSULTANTS | 3-13

STUDI KELAYAKAN DAN RTT


PELABUHAN PULAU BERHALA
Usulan Teknis
1) Letak dan kedalaman peralihan dermaga yang direncanakan.
2) Beban yang dapat dipikul oleh dermaga baik beban merata
maupun beban terpusat.
3) Gaya-gaya lateral seperti manuver kapal ataupun gaya gempa.
4) Karakteristik tanah, terutama daya dukung tanah, stabilitas tanah
dan lingkungan, maupun kemungkinan penurunan bangunan
akibat konsolidasi tanah.
5) Sistem angkutan dan penanganan muatan.
6) Manfaat dari bahan-bahan bangunan yang tersedia, melalui
penyelidikan bahan agar dapat dicapai biaya investasi yang cukup
wajar dan dengan kualitas konstruksi yang baik.
7) Tenaga dan peralatan yang tersedia guna pelaksanaan pekerjaan
berjalan lancar dan waktu pelaksanaan yang sesuai dengan
rencana.

PT . CONSULTANTS | 3-14

4.1. Tanggapan Terhadap Kerangka Acuan Kerja


Setelah membaca Kerangka Acuan Kerja (KAK) dan mengikuti
penjelasan kegiatan Studi Kelayakan dan RTT Pelabuhan Pulau
Berhala, pada dasarnya konsultan telah memahami dan mengerti
mengenai tujuan, sasaran serta ruang lingkup kegiatan yang tercantum
dalam KAK tersebut. Berbagai cakupan dan tahap proses penyusunan
materi laporan juga telah dikemukakan dengan jelas dalam KAK. Berikut
ini akan dilakukan berbagai kajian atau tingkat pendalaman sesuai daya
tangkap dari konsultan untuk mengapresiasi kegiatan Studi Kelayakan
dan RTT Pelabuhan Pulau Berhala.
Tanggapan terhadap kerangka acuan kerja ini disusun oleh Team
Tenaga

Ahli

yang

diusulkan

dalam

pekerjaan

ini

berdasarkan

pengalaman menangani pekerjaan sejenis khususnya yang berkaitan


dengan kajian studi kelayakan dan rencana teknis terrinci pada proyekproyek lainnya.
Secara umum uraian dibawah ini disusun setelah team melakukan :
1. Mempelajari Dokumen Tender khususnya Kerangka Acuan Kerja
(KAK).
2. Mengikuti aanwijzing.

PT . CONSULTANTS | 4-15

3. Mempelajari berita acara hasil aanwijzing


4. Review data-data sekunder yang diperoleh dari beberapa instansi
terkait dan penelusuran terkait melalui berbagai media informasi.
Sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja, maka secara umum dapat
dipahami dan dimengerti substansinya dengan cukup jelas. Kerangka
Acuan Kerja telah memuat maksud dan tujuan dari pekerjaan secara
jelas termasuk ruang lingkup pekerjaan dapat dimengerti dengan baik.
Susunan Kerangka Acuan Kerja telah tersusun dengan baik sehingga
latar belakang, tujuan dan sasaran, ruang lingkup, dan kebutuhan tenaga
ahli dapat dipahami secara berurutan beserta keterkaitannya dengan
substansi pekerjaan. Namun demikian secara khusus kami perlu
menanggapi Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini berkaitan dengan
pelaksanaan dan hasil pekerjaan yang akan dicapai. Sedangkan
tanggapan tim konsultan secara khusus mengenai bagian-bagian
tertentu dari Kerangka Acuan Kerja (KAK) yang bertujuan untuk
memberikan masukan untuk penyempurnaan dan kejelasan lebih detail
sehingga pelaksanaan dan hasil pekerjaan diharapkan dapat tercapai
dengan baik.
4.1.1. Tanggapan Terhadap Latar Belakang
Di dalam latar belakang yang diuraikan dalam Kerangka Acuan Kerja
pemberi pekerjaan belum memberikan indikasi yang jelas terhadap
permasalahan dalam sektor transportasi kelautan di Kabupaten Lingga,
khususnya di kawasan Pulau Berhala. Adalah benar bahwa Provinsi
Kepulauan Riau dan khususnya Kabupaten Lingga memepunyai luas
wilayahnya didominasi oleh laut. Dimana wilayah-wilayah yang ada
adalah pulau-pulau yang dipisahkan oleh lautan. Namun demikian
pertimbangan awal untuk menjadi base line bagi konsultan pelaksana
jika pemberi pekerjaan, memberikan indikasi-indikasi yang menunjukan
prioritas penanganan permasalahan di kawasan Pulau Berhala dalam
rencana pengembangan sektor transportasi laut di provinsi Kepulauan
Riau.
PT . CONSULTANTS | 4-16

4.1.2. Tanggapan Terhadap Target/ Sasaran Pekerjaan


Selain teridentifikasinya substansi teknis yang berkaitan dengan kondisi
kepelabuhanan di lokasi pekerjaan, konsultan berpendapat bahwa dalam
studi kelayakan perlu diperhatikan kaitannya dengan kebijakan nasional
dan regional dan internasional. Seperti yang diketahui bahwa Provinsi
Kepulauan

Riau

memiliki

posisi

yang

sangat

strategis

dalam

perdagangan global. Untuk itu didalam melihat kajian kebijakan,


konsultan akan memberikan paparan posisi provinsi kepulauan riau
dalam konteks nasional (tatanan kepelabuhanan nasional, pelayaran)
dan dalam konteks internasional (ASEAN, Dunia).
4.1.3. Tanggapan Terhadap Lingkup Pekerjaan
Setelah membaca lingkup kegiatan pekerjaan ini, konsultan setuju
dengan tahapan yang ada dalam kerangka acuan kerja. Namun delapan
(8) ruang lingkup studi dalam KAK tersebut menurut konsultan belum
melihat adanya sebuah korelasi yang kuat terhadap keluaran pekerjaan
serta maksud dan tujuan pekerjaan. Konsultan memberikan saran
pemberi pekerjaan dapat memberikan indikasi-indikasi serangkai lingkup
kegiatan yang harus dilaksanakan oleh konsultan agar mencapai
maksud dan tujuan pekerjaan.
4.1.4. Tanggapan Terhadap Jangka Waktu Pelaksanaan Pekerjaan
Tanggapan tentang waktu pelaksanaan kegiatan, diharapkan konsultan
dapat melaksanakan sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan dalam
kerangka acuan kerja yaitu selama 180 hari kalender, dengan
memperhatikan waktu-waktu libur nasional, dan libur hari kerja regular,
serta kendala mobilisasi dan transportasi di wilayah studi yang
merupakan wilayah kepulauan tergantung kepada cuaca dan prasarana
transportasi.

PT . CONSULTANTS | 4-17

4.2. Tanggapan Terhadap Pelaksanaan Kegiatan


Jangka waktu pelaksanaan sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja adalah
180 hari kalender terhitung sejak penandatangan kontrak, termasuk
mobilisasi personil dan peralatan sehingga bila dikonversikan dalam
satuan bulan menjadi 6 bulan kalender. Dengan mempertimbangkan
jangka waktu pelaksanaan dan volume pekerjaan, maka jangka waktu ini
sudah cukup. Namun sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja dan
pengalaman dalam penyelesaian pekerjaan yang sejenis serta wilayah
kajian yang berupa kepulauan dengan keterbatasan transportasi di
daerah lokasi dan sekitarnya, maka waktu yang disediakan harus bearbenar dipergunakan dengan optimal sehingga hasil pekerjaan dapat
dicapai sesuai dengan sasaran dan menghasilkan keluaran dengan
sebaik-baiknya.
Tim yang terlibat di dalam pelaksanan kegiatan ini terdiri dari :
1.

Tenaga Ahli
-

Ahli Kepelabuhanan (Team Leader), 1 (satu) orang, dengan


Kualifikasi pendidikan Magister Teknik Sipil dengan pengalaman 5
(lima) tahun atau S1 dengan pengalaman kerja 8 (delapan) tahun
pada bidang yang sejenis. Melakukan koordinasi semua kegiatan
tim agar sasaran dapat tercapai, bertindak sebagai pejabat
penghubung antara tim dan pemberi kerja, bekerjasama dengan
anggota tim lainnya menentukan metoda dan format, jenis data
yang diperlukan untuk analisis, menentukan desain standard,
melakukan koordinasi dengan instansi terkait..

Ahli Ekonomi Pembangunan, 1 (satu) orang, dengan Kualifikasi


pendidikan S1 dengan pengalaman kerja minimal 5 (lima) tahun.
Bertanggung jawab untuk melakukan analisa terkait pertumbuhan
ekonomi wilayah dan pengaruh pembangunan Pelabuhan.

PT . CONSULTANTS | 4-18

Ahli Struktur, 1 (satu) orang, dengan Kualifikasi pendidikan S1


dengan

pengalaman

kerja

minimal

(lima)

tahun.

Bertanggungjawab dengan analisis dan desain struktur yang


menyokong atau menahan beban.
-

Ahli Arsitek, 1 (satu) orang, Yang memiliki pengalaman


sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun bertanggung jawab dalam
membuat gambar bangunan dan mendesain bangunan yang akan
direncanakan.

2.

Tenaga Pendukung
-

Asisten Geodesi/Surveyor, 1 (satu) orang, Kualifikasi pendidikan


D-3 Teknik/Komputer/Desain Grafis dengan pengalaman kerja
minimal 3 (tiga) tahun. Bertugas pengukuran dan pemetaan
permukaan bumi yang juga mencakup permukaan dasar laut,
serta pengukuran dan pengamatan titik-titik teliti atau luas dari
suatu bagian besar bumi.

Administrasi Proyek, 1 (satu) orang, Kualifikasi minimal D-3


Adminitrasi

bertugas

menyiapkan

kelengkapan

administrasi

selama pelaksanaan kegiatan.


Dalam pelaksanaan tugas nantinya tim tersebut akan didukung oleh satu
orang dua orang operator komputer dan satu orang drafter sebagai staf
pendukung dengan tujuan untuk mempermudah dan memperlancar
proses pelaksanaan kegiatan ini.

PT . CONSULTANTS | 4-19

5.1. Apresiasi Terhadap Wilayah Kajian


5.1.1 Dampak Ekonomi Pelabuhan Pulau Berhala
Pertumbuhan ekonomi menjadi kunci
penting dalam perkembangan sebuah
wilayah.

Propinsi

Kepulauan

Riau,

menjadi salah satu propinsi dengan


peran sebagai pintu gerbang Indonesia
Barat yang berbatasan dengan Negara
tetangga

seperti

Singapura

dan

Malaysia, juga memegang kunci penting laju industri (khususnya


pariwisata) dan perdagangan, maka tak dapat ditolak jika jalur
transportasi menjadi bagian penting laju percepatan roda ekonomi
wilayah.
Sementara di sisi lain, Pulau Berhala yang menjadi bagian dari provinsi
Kepulauan Riau, mengalami kondisi yang agak tertinggal. Diharapkan
dengan

pergerakan

jalur transportasi

yang

meningkat membuat

pembangunan serta penataan wilayah dan tata guna lahan di Pulau


Berhala dan sekitarnya juga akan terbentuk secara proporsional.

. CONSULTANTS | 5-1

Pembangunan di Pulau Berhala tidak hanya sekedar membangun


pelabuhan saja tetapi yang lebih penting adalah meningkatkan
perekonomian di kawasan Pulau Berhala yang tertinggal dibandingkan
dengan daerah lain di Kepulauan Riau. Oleh akrena itu ada dua jenis
manfaat yang dirasakan oleh masyarakat sekitar, yaitu manfaat langsung
dari pembangunan pelabuhan adalah meningkatnya kelancaran arus lalu
lintas atau angkutan barang dan orang. Dengan semakin lancarnya arus
lalu lintas berarti menghemat waktu dan biaya. Manfaat selanjutnya
adalah

merangsang

tumbuhnya

aktivitas

perekonomian.

Manfaat

langsung lainnya yang dapat diperhitungkan adalah nilai penerimaan dari


tarif pelayanan pelabuhan yang diberlakukan. Transportasi barang dan
orang yang semakin meningkat, akan meningkatkan penerimaan dari
tarif pelayanan pelabuhan.
Sedangkan Manfaat tidak langsung atau manfaat sekunder adalah
multiplier effect dari adanya Pelabuhan Pulau Berhala. Ini merupakan
dinamika yang timbul dan merupakan pengaruh sekunder (secondary
effect), antara lain:

Meningkatnya

jumlah

penduduk

akan

merangsang

naiknya

permintaan barang dan jasa. Selanjutnya akan merangsang


meningkatnya kegiatan perekonomian, berkembangnya usaha di
sektor industri pariwisata, perdagangan, jasa dan meningkatnya arus
barang masuk ke Pulau Berhala dan sekitarnya.

Meningkatnya

kebutuhan

untuk

kawasan

pemukiman

dan

infrastruktur.

Meningkatkan PDRB dan kesejahteraan masyarakat.

. CONSULTANTS | 5-2

5.1.2. Dampak Sosial Pelabuhan Pulau Berhala


Ketidakmerataan

dalam

distribusi

pembangunan

akan

membawa

implikasi pada social cost seperti keresahan dan kecemburuan sosial,


misalnya pembagian pendapatan yang sangat senjang tidak hanya
mempunyai konsekuensi ekonomi tapi juga sosial bahkan fisik.
Pembangunan tidak sekedar ditunjukkan oleh prestasi pertumbuhan
ekonomi yang dicapai oleh suatu negara, namun lebih dari itu
pembangunan mempunyai perspektif yang lebih luas. Dalam proses
pembangunan selain mempertimbangkan aspek pertumbuhan dan
pemerataan

juga

mempertimbangkan

terhadap kehidupan sosial masyarakat.

dampak

aktivitas

ekonomi

Kelengkapan fasilitas yang

disediakan oleh suatu daerah dapat menunjukan adanya tingkat


pelayanan bagi masyarakatnya.
Diharapkan dengan dibangunnya Pelabuhan di Pulau Berhala ini akan
merupakan

upaya

pemerataan

yang

akan

diusahakan

sebagai

redistribution with growth atau redistribution before growth. Selain itu


dengan terbangunnya pelabuhan ini diharapkan akan memberikan
motivasi

bagi

seluruh

stakeholcder

Pulau

Berhala

untuk

memperkenalkan, mendayagunakan, melestarikan, dan meningkatkan


mutu objek dan daya tarik wisata Pulau Berhala;

5.2. Inovasi Terhadap Kajian


Payung Konsep yang diajukan untuk Kegiatan Studi Kelayakan dan
RTT Pelabuhan Pulau Berhala Konsep Place Branding. Dimana kita
akan mengembangkan sebuah Identity dari Kawasan yang akan
dikembangkan, sehingga memiliki ke-khas-an atau Positioning tersendiri
yang kuat dan berbeda dengan pelabuhan-pelabuhan lainnya khususnya
di Kepulauan Riau.

. CONSULTANTS | 5-3

Pelabuhan Pulau Berhala berpotensi menjadi Ikon baru bagi Kepulauan


Riau ataupun Kabupaten Lingga khususnya. Berbagai keistimewaan
yang membedakan Pelabuhan

ini dengan pelabuhan-pelabuhan

ataupun objek-objek lainnya bisa dijadikan nilai keunggulan untuk


menjual

kawasan

Pulau

Berhala

dan

sekitarnya

yang

akan

dikembangkan dan dipromosikan sebagai kawasan industri pariwisata


alam, sehingga selain mengembangkan obyek tujuan wisata juga akan
mengundang investor dalam mengembangkan industri pariwisata di
kawasan Pulau Berhala.
Konsep Place Branding adalah proses membangun sebuah identity pada
sebuah tempat atau kawasan tertentu agar bisa memiliki daya tarik atau
kesan tertentu untuk dikunjungi oleh target khalayaknya.
Konsep Place Branding atau Destination Branding memiliki target
khalayak atau target pasar paling tidak 6 (enam) segmen pasar, yaitu :
Tourist
: wisatawan domestik dan asing
Trader
: para pedagang menengah besar
Investor
: para investor industri dan perdagangan
Talent : Sumber Daya Manusia berkualitas, pakar, praktisi industri,
dll.
Developer : para pengembang kota baik di bidang properti
maupun fasilitas industri pariwisata.
Organizer
: para entertainer, penyelenggara pertunjukan, dan
sejenisnya.

Dalam konteks usulan teknis ini, pekerjaan akan difokuskan pada satu
segmen utama yaitu Investor Industri Pariwisata. Pada dasarnya
segmen-segmen lainnya akan mengikuti seiring dengan berkembangnya
kawasan.
Tahapan Pengembangan Brand Kawasan Pelabuhan Pulau Berhala
dapat digambarkan melalui ilustrasi di bawah ini:

. CONSULTANTS | 5-4

Dll.

. CONSULTANTS | 5-5

Konsep Place Branding untuk Pelabuhan Pulau Berhala dapat


diwujudkan salah satunya dengan :

Bangunan arsitektural pelabuhan yang khas

Disain kapal-kapal yang memiliki artistik budaya Melayu Riau


Paket pelayanan tourisme yang dikemas sesuai degan potensi
wisata yang khas menjadi unggulan Pulau Berhala.

Sebagai pintu gerbang perdagangan lintas batas dari dan ke Pulau


Berhala, maka tampilan bangunan harus menunjukkan kesan modern
namun

konteks

perancangan

dengan

terminal

arsitektur

pelabuhan

setempat.
yang

lebih

Perencanaan

dan

representatif

dan

menimbulkan kesan/citra sebagai bangunan transportasi laut. Konsep


arsitektur budaya Melayu Riau dipilih sebagai penekanan desain dengan
pertimbangan konsep arsitekturnya dimana melalui konsep tersebut
dapat tercipta sebuah bangunan yang respons terhadap konteks alam
dan sejarah namun tetap dapat menggunakan teknologi-teknologi baru.

. CONSULTANTS | 5-6

STUDI KELAYAKAN DAN RTT


PELABUHAN PULAU BERHALA
Usulan Teknis

6.1. Kerangka Pemikiran


Pendekatan

dan

Metodologi

pelaksanaan

pekerjaan

merupakan

deskripsi pendekatan dan langkah-langkah yang disusun secara jelas


dan rinci yang dapat digunakan sebagai pedoman dalam penyelesaian
pekerjaan sesuai dengan KAK. Metodologi ini dibuat berdasarkan dasardasar pemikiran dalam penyelesaian pekerjaan yang merupakan
landasan dalam upaya untuk mencapai maksud dan tujuan dengan
menggunakan

ruang

lingkup

pekerjaan

yang

telah

ditentukan.

Selanjutnya akan dipaparkan dasar-dasar pemikiran dalam penyelesaian


pekerjaan dan langkah-langkah pelaksanaan pekerjaan. Dalam bab ini
akan dijelaskan kerangka pikir, pendekatan dan metodologi yang akan
dijalankan oleh Konsultan dalam menangani Pekerjaan.
Perencanaan suatu pelabuhan laut merupakan suatu pekerjaan yang
bersifat kompleks dan terintegrasi dengan berbagai bidang pekerjaan,
disiplin ilmu dan tingkat keahlian yang benar-benar terkualifikasi
dikarenakan keterkaitannya dengan pedoman, standar dan aturan teknis
yang diberlakukan secara internasional dan terkait dengan keterpaduan
intra dan antar moda transportasi dalam cakupan wilayah yang akan
dilayani. Oleh karenanya di dalam perencanaan suatu pelabuhan
diperlukan pendekatan dan metodologi dengan mempertimbangkan
. CONSULTANTS | 6-1

STUDI KELAYAKAN DAN RTT


PELABUHAN PULAU BERHALA
Usulan Teknis

berbagai aspek, meliputi strategi pengembangan wilayah, teknis,


ekonomis, keselamatan operasi pelayaran, lingkungan serta pertahanan
dan keamanan agar investasi yang ditanamkan dapat berdaya guna
(efisien) dan berhasil guna (efektif) mengingat pembangunan dan atau
pengembangan pelabuhan laut merupakan pekerjaan yang padat modal
dan memerlukan teknologi.

6.2. Pendekatan
Didalam

pekerjaan

ini

konsultan

akan

mengunakan

beberapa

pendekatan untuk dapat menjawab tujuan dari pekerjaan ini. Namun


sebelum itu konsultan akan memberikan gambar proses skematik yang
diharapkan dapat menjadi panduan.

Lingkup
Pekerjaan

Tujuan
Pekerjaan

Pendekatan
,
Metodologi
dan
Program

Seperti yang telah dijelaskan dalam kerangka acuan pekerjaan bahwa


permasalahan yang dihadapi oleh Provinsi Kepulauan Riau adalah luas
lautan sebesar 96% sedangkan 4 % sisanya adalah daratan. Oleh
karena

karakteristik

daerah

tersebut

diperlukan

sebuah

kajian

transportasi laut sebagai solusi untuk menghubungkan berbagai pulau


(daratan) sebagai usaha untuk meningkatkan interaksi ekonomi, sosial
dan politik.
. CONSULTANTS | 6-2

STUDI KELAYAKAN DAN RTT


PELABUHAN PULAU BERHALA
Usulan Teknis

6.2.1. Pendekatan Normatif/Kebijakan


Undang-Undang

Nomor

17

Tahun

mengamanatkan

prioritas

dalam

hal

2008

tentang

peningkatan

Pelayaran

efisiensi

dan

kesinambungan pembangunan pelabuhan, keselamatan dan keamanan


pelayaran serta perlindungan lingkungan maritim. Arah kebijakan di
bidang kepelabuhanan menekankan pada penataan penyelenggaraan
pelabuhan,

reformasi

kelembagaan,

peningkatan

persaingan,

penghapusan monopoli dalam penyelenggaraan pelabuhan, pemisahan


antara fungsi regulator dan operator, pembagian peran pemerintah
daerah dan swasta secara proporsional dalam penyelenggaraan dan
perencanaan pengembangan pelabuhan, serta penyiapan sumber daya
manusia yang profesional untuk memenuhi kebutuhan sektor pemerintah
maupun swasta.
Penyusunan rencana kebutuhan pengembangan pelabuhan didasarkan
pada pendekatan penilaian kapasitas pelabuhan dan memperhatikan
skema pembangunan untuk masing-masing pelabuhan. Selain kebijakan
pemerintah, juga telah diperhatikan program pembangunan pelabuhan
strategis di Indonesia.
Sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah No. 61 Tahun
2009 tentang Kepelabuhanan, pelabuhan laut di Indonesia dapat
dikelompokkan berdasarkan hierarki yang terdiri atas:
1) Pelabuhan Utama (yang berfungsi sebagai Pelabuhan Internasional
dan Pelabuhan Hub Internasional);
2) Pelabuhan Pengumpul; dan
3) Pelabuhan Pengumpan, yang terdiri atas:
i.

Pelabuhan Pengumpan Regional;


. CONSULTANTS | 6-3

STUDI KELAYAKAN DAN RTT


PELABUHAN PULAU BERHALA
Usulan Teknis

ii.

Pelabuhan Pengumpan Lokal.

Konsultan menilai bahwa melihat posisi dan kondisi eksisting lokasi Desa
Pulau Berhala, rencana Pelabuhan Pulau Berhala dapat dikategorikan
kepada Pelabuhan Pengumpan Lokal, dengan kriteria sbb:
a. Berpedoman pada tata ruang wilayah kabupaten/kota dan
pemerataan serta peningkatan pembangunan kabupaten/kota;
b. Berada di sekitar pusat pertumbuhan ekonomi kabupaten/kota;
c. Memiliki luas daratan dan perairan tertentu dan terlindung dari
gelombang;
d. Melayani penumpang dan barang antar kabupaten/kota dan/atau
antar kecamatan dalam 1 (satu) kabupaten/kota;
e. Berperan sebagai pengumpan terhadap Pelabuhan Utama,
Pelabuhan Pengumpul, dan/atau Pelabuhan Pengumpan Regional;
f. Berperan sebagai tempat pelayanan penumpang di daerah
terpencil, terisolasi, perbatasan, daerah terbatas yang hanya
didukung oleh moda transportasi laut;
g. Berperan sebagai tempat pelayanan moda transportasi laut untuk
mendukung kehidupan masyarakat dan berfungsi sebagai tempat
multifungsi selain sebagai terminal untuk penumpang juga untuk
melayani bongkar muat kebutuhan hidup masyarakat disekitarnya;
h. Berada pada lokasi yang tidak dilalui jalur transportasi laut reguler
kecuali keperintisan;
i. Kedalaman maksimal pelabuhan 4 m-LWS;

. CONSULTANTS | 6-4

STUDI KELAYAKAN DAN RTT


PELABUHAN PULAU BERHALA
Usulan Teknis

j. Memiliki fasilitas tambat atau dermaga dengan panjang maksimal


70 m;
k. Memiliki jarak dengan Pelabuhan Pengumpan Lokal lainnya 5 20
mil.
Berikut ini beberapa peraturan yang akan ditinjau sebagai bahan
masukan terhadap Studi Kelayakan dan RTT Pelabuhan Pulau Berhala:
1) Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2002 tentang Pembentukan
Propinsi Kepulauan Riau;
2) Undang-Undang penataan ruang No. 26 tahun 2010;
3) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran;
4) Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan
Pengelolaan Lingkungan Hidup;
5) Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan
Daerah;
6) Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999 tentang Analisis
Mengenai Dampak Lingkungan Hidup;
7) Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana
Tata Ruang Wilayah Nasional;
8) Peraturan

Pemerintah

Nomor

61

Tahun

2009

tentang

Kepelabuhanan;
9) Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2010 Tentang Kenavigasian;
10)Peraturan Pemerintah No 61 tahun tentang Kepelabuhanan;

. CONSULTANTS | 6-5

STUDI KELAYAKAN DAN RTT


PELABUHAN PULAU BERHALA
Usulan Teknis

11) Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2010 tentang Angkutan di


Perairan Jo Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2011;
12)Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2010 tentang Perlindungan
Lingkungan Maritim;
13)Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2012 tentang Izin
Lingkungan;
14)Peraturan Presiden Nomor 32 Tahun 2011 tentang Masterplan
Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia
(MP3EI) 2011-2025;
15)Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 31 Tahun 2006
tentang Pedoman Perencanaan di Lingkungan Departemen
Perhubungan;
16)Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 25Tahun 2011 Tentang
Sarana Bantu Navigasi Pelayaran;
17)Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 68 Tahun 2011
Tentang Alur Pelayaran di Laut.
18)Keputusan Menteri Perhubungan No. 414, Tahun 2013 Tentang
Rencana Induk Pelabuhan Nasional.

6.2.2. Pendekatan Teknis


Pendekatan teknis dalam proposal teknis ini disesuaikan dengan lingkup
kegiatan yang akan dicapai sesuai kerangka acuan pekerjaan. Metode
pendekatan teknis Studi Kelayakan dan RTT Pelabuhan Pulau Berhala
ini adalah :

. CONSULTANTS | 6-6

STUDI KELAYAKAN DAN RTT


PELABUHAN PULAU BERHALA
Usulan Teknis

1)

Menguraikan kondisi Provinsi Kepri yang melatar-belakangi

permasalahan kebutuhan moda transportasi angkutan laut meliputi :


a. Kebijaksanaan pembangunan sistem transportasi
b. Keadaan perkembangan ekonomi
c. Kondisi angkutan laut saat ini.
2)

Pengkajian terhadap kondisi kelautan, faktor sosial-ekonomi

penduduk, tingkat aksesibilitas dan kebutuhan (demand) serta faktorfaktor pendukung lainnya. Pengkajian ini dimaksudkan untuk melihat
potensi dan kecenderungan perkembangan kebutuhan (demand)
serta ketersediaan pelayanan (supply) angkutan laut.
3)

Melakukan

identifikasi

faktor-faktor

pendukung,

melihat

kecenderungan perkembangan pelayanan, fasilitas dan tingkat


pelayanan serta faktor-faktor keamanan, kenyamanan dan serta
variasi tujuan perjalanan.
4)

Merumuskan

berbagai

indikator

perkembangan

dan

kecenderungan
perkembangan berdasarkan analisis supply dan demand, tingkat
pelayanan

serta

skala

pelayanan

pelayaran

(lokal,

regional,

internasional). Perumusan tersebut sebagai bahan perumusan


alternatif pengembangan transportasi laut baik aspek fisik, prasarana,
pelayanan, pengelolaan maupun kelembagaan.
5)

Rekomendasi

Pengembangan

dengan

berbagai

alternatif

pengembangan dan pelaksanaan program-program dan kegiatan


pembangunan.

. CONSULTANTS | 6-7

STUDI KELAYAKAN DAN RTT


PELABUHAN PULAU BERHALA
Usulan Teknis

6.2.3. Kriteria Perencanaan Teknis Pelabuhan


1) Kriteria Perencanaan Teknis
Dengan kriteria perencanaan teknis ini perencanaan dimulai dari
pemilihan lokasi penempatan dermaga. Pemilihan lokasi penempatan
dermaga ini berdasarkan keadaan topografi (garis ketinggian tanah
dasar) dan kondisi alam yaitu angin, arus dan pasang surut.
Dalam kriteria perencanaan teknis ini termasuk juga data-data kapal
berupa gross tonnage, panjang kapal, kemudian full load draft dan
kecepatan standar. Pembebanan dalam perencanaan teknis ini terdiri
dari beban mati yaitu: berat sendiri konstruksi dan beban hidup yang
terdiri dari beban merata, beban truk dan beban crane cap.
2) Kriteria Bangunan Atas (Upper Structure)
a) Perencanaan Konstruksi Dermaga
Dalam perencanaan konstruksi dermaga, hal-hal yang menjdi
pokok perhatian adalah perencanaan plat lantai. Dalam
perencanaan plat lantai faktor pembebanan sangat menentukan
yaitu berupa beban mati, beban hidup, beban bergerak terpusat
berupa beban crane dan beban truk.
b) Perencanaan Fender
Untuk menyerap energi yang ditimbulkan oleh benturan kapal
pada dermaga maka digunakan fender. Pada saat ini dikenal
ada tiga jenis fender yaitu :
Fender hidaraulis (Hidraulic Fender)
Fender per baja (Steel Spring)
Fender karet (Rubber Fender)
Dari ketiga jenis fender ini maka fender karetlah yang lebih
banyak

dipakai

karena

relatif

lebih

ringan

dan

mudah

pemasangannya, dibandingkan dengan fender hidraulis yang


tidak elastis. Bentuk fender karet ini bermacam-macam antara
. CONSULTANTS | 6-8

STUDI KELAYAKAN DAN RTT


PELABUHAN PULAU BERHALA
Usulan Teknis

lain berbentuk persegi (rectanguler), silindris, tipe V atau tipe H


dan lainnya.
Dalam penentuan jenis fender rencana kapal yang akan
merapat sangat penting selain data kecepatan berlabuh kapal
juga diperlukan.
c) Perencanaan Bollard/Boulder
Bollard dipakai untuk memikul gaya-gaya horizontal yang timbul
akibat bergesernya kapal yang diakibatkan oleh pengaruh angin
dan arus. Bollard biasanya terbuat dari baja dengan bentuk
berongga maupun dengan bentuk tanpa rongga. Pada saat
akan dipasang di dermaga, bollard dengan berongga diisi
dengan campuran beton.
Pemilihan jenis bollard yang akan dipakai berdasarkan hal-hal
berikut :
gaya akibat angin
gaya akibat arus
tinggi bidang yang terkena angin
luas bidang yang terkena angin
luas bidang yang terkena arus.

d) Perencanaan Poer
Dalam perencanaan poer, hal yang menjadi pertimbangan
utama adalah pembebanan yang terjadi pada poer.
Pembebanan yang terjadi pada poer :
berat sendiri poer
berat balok
berat plat lantai
beban hidup
. CONSULTANTS | 6-9

STUDI KELAYAKAN DAN RTT


PELABUHAN PULAU BERHALA
Usulan Teknis

beban truk dan crane cap.


3) Kriteria Bangunan Bawah (Sub Struktur)
a) Perencanaan Tiang Pancang Dermaga
Dalam perencanaan tiang pancang diperhitungkan gaya-gaya
yang bekerja pada tiang pancang tersebut. Gaya-gaya yan
bekerja adalah :
gaya horizontal akibat gaya tarik fender
gaya horizontal akibat tarikan kapal pada bollard
gaya horizontal akibat torsi (momen torsi pada pusat
dermaga)
gaya horizontal akibat gempa
gaya vertikal akibat beban di atas dermaga.
b) Perencanaan Tiang Trestle
Hal-hal yang diperhitungkan dalam perencanaan tiang pancang
trestle sama dengan perencanaan tiang pancang dermaga.
Masalah khusus yang biasanya terdapat dalam melaksanakan
perencanaan pembangunan pelabuhan adalah :

Pembangunan pelabuhan di daerah baru (virgin) / peningkatan


pelabuhan lama.

Pelaksanaan pengembangan konstruksi pada kondisi tanah

lumpur atau terjal.


Pelaksanaan pembangunan pelabuhan yang mempunyai

kedalaman yang besar (pelaksanaan yang sukar).


Pengerukan alur pelayaran untuk kapal-kapal yang diakibatkan
kemungkinan terjadinya endapan di dalam kolom atau alur

pelayaran.
Pemakaian material konstruksi yang baru.

Data yang berhubungan dengan perencanaan :


. CONSULTANTS | 6-10

STUDI KELAYAKAN DAN RTT


PELABUHAN PULAU BERHALA
Usulan Teknis

Jenis kapal yang mengunjungi pelabuhan/dermaga tersebut.

Kecepatan kapal yang akan dilayani.


Data klimatologi yang meliputi :
Angin dan tekanan angin.
Pasang surut dan elevasi-elevasi.
Gelombang dan gaya gelombang.
Arus dan gaya arus.
Sifat air laut.
Topografi dan struktur tanah.
Gaya-gaya yang bekerja pada lantai struktur.
Gaya-gaya hidrolik pada dasar laut dan proses pengendapan.
Kondisi tanah dasar.
Gempa dan gaya gempa.
Tekanan tanah.
Tekanan air.
Beban mati.
Muatan merata.
Aspek yang diperlukan seperti lingkungan (AMDAL).
Mutu beton yang dipakai untuk pembangunan pelabuhan.
Mutu baja yang dipakai dalam pembangunan pelabuhan.

6.3. Metodologi
6.3.1. Logical Framework Pelaksanaan Pekerjaan
Berdasarkan pendekatan seperti yang telah disebutkan di atas,
konsultan membaginya dalam beberapa langkah teknis kegiatan sebagai
berikut:
KEGIATAN DESK
STUDY:

PERSIAPAN
KEGIATAN SURVEY:

Kajian Literatur dan Kebijakan


Pengkajian data dan informasi dari pemberi pekerjaan dan
instansi terkait
Pengkajian kondisi wilayah studi
Penyiapan peta-peta dasar di kawasan studi
Penyusunan daftar data dan dokumen yang diperlukan
Penyusunan questioner atau disebut daftar pertanyaan
Penyiapan peralatan lain seperti GPS, dll

. CONSULTANTS | 6-11

STUDI KELAYAKAN DAN RTT


PELABUHAN PULAU BERHALA
Usulan Teknis

KEGIATAN SURVEY:

Survey Instansional, mengenai keadaan system


pengangkutan;
Peran dan fungsi angkutan
Peran dan fungsi pelabuhan
Kondisi fasilitas dan tingkat pelayanan transportasi
Survey lapangan, pengujian data instansional;
Lingkup wilayah makro
Lingkup kawasan studi (mikro) meliputi (i) daya
dukung tanah, (ii) hidrologi sumber air, (iii) kondisi
jalan dan sanitasi, (iv) penggunaan pelabuhan, (v)
kondisi pelabuhan, (vi) panjang dan lebar jalan, (vii)
jenis dan kondisi perkerasan, (viii) saluran
pengeringan, (ix) jaringan utilitas air, listrik, limbah,
Objek khusus/tertentu
Observasi dan interview.
Survey teknis pelabuhan;
Data batimetri,
Data pasang surut,
Data angin,
Data gelombang.

KOMPILASI DATA:

Skala makro;
Kebijaksanaan regional;
Aspek kependudukan;
Aspek perekonomian;
Aspek sumber daya alam;
Aspek fasilitas pelayanan dan prasarana;
Skala mikro (kawasan studi terpilih);
. CONSULTANTS | 6-12

STUDI KELAYAKAN DAN RTT


PELABUHAN PULAU BERHALA
Usulan Teknis

Aspek social;

Aspek perekonomian;

Aspek fisik dasar;

KEGIATAN ANALISIS:

Aspek tata guna tanah;

Aspek fasilitas pelayanan;

Aspek administrasi pengelolaan;

Kondisi saat ini, potensi dan masalah yang


dihadapi.

Analisis keadaan dasar;


Analisis kecenderungan perkembangan;
Analisis system kebutuhan ruang, yaitu menilai hubungan
ketergantungan antara sub system atau antar fungsi dan
pengaruhnya;
Analisis kemampuan pengelolaan, pengawasan dan
personalia dan kebutuhan mendatang.
Analisis volume kegiatan pelabuhan (terpilih);
Daya tampung pelabuhan;
Potensi dan kemampuan;
Jumlah penumpang dan perkembangannya;
Jumlah trayek dan perkembangannya
Analisis penentuan elemen kawasan studi serta hubungan
fungsionalnya:
Gambaran kegiatan operasional di kawasan studi;
Penentuan elemen kawasan serta hubungan
fungsionalnya,yakni (i) elemen primer, (ii) elemen
sekunder sedangkan hubungan fungsional, yakni
(i) internal, (ii) eksternal

. CONSULTANTS | 6-13

STUDI KELAYAKAN DAN RTT


PELABUHAN PULAU BERHALA
Usulan Teknis

Analisis kebutuhan ruang, yakni menguraikan


perhitungan kebutuhan dan rekomendasinya
Penilaian penggunaan ruang yang ada, dengan maksud
mendapatkan indikator:
Perlunya pengaturan lahan kembali;
Perluasan kawasan yang sudah ada;
Kedua-duanya;
Analisis fisik kawasan studi dan sekitarnya, dengan
tujuan untuk melihat kemungkinan pengembangan
kawasan, yakni (i) jenis bangunan yang sudah ada, (ii)
kondisi lahan/ kontur, (iii) batas-batas kawasan studi.
Analisis kawasan sentra ekonomi, yakni aktifitas dan
gambaran kawasan sentra ekonomi yang memiliki akses
ke kawasan studi
Analisis batas-batas area pengembangan;
Analisis mikro;
Analisis perekonomian;
Analisis khusus unsur-unsur utama kawasan studi.

Secara kronologis, pekerjaan Studi Kelayakan dan RTT Pelabuhan


Pulau Berhala, akan dibagi ke dalam 7 (tujuh) tahap kegiatan utama
(lihat gambar), yakni:

Tahap-1 Identifikasi dan Konfirmasi Isu Pokok Studi

Tahap-2 Pengumpulan Data dan Survei Lapangan

Tahap-3 Identifikasi Kondisi Fisik dan Sosial Ekonomi Kabupaten


Lingga Saat Ini

Tahap-4 Analisa Pemetaan Permasalahan Sistem Transportasi


Laut Kabupaten Lingga Saat Ini
. CONSULTANTS | 6-14

STUDI KELAYAKAN DAN RTT


PELABUHAN PULAU BERHALA
Usulan Teknis

Tahap-5 Analisa Perspektif Perkembangan Wilayah Kabupaten


Ligga di Masa Mendatang

Tahap-6 Analisa Pengembangan Pelabuhan Pulau Berhala

Tahap-7 Penyusunan Rencana Teknis Terinci Pelabuhan Pulau


Berhala.

Perencanaan

desain

pelabuhan

dipengaruhi

oleh

beberapa faktor, yaitu tinggi gelombang, batimetri, pasang surut,


angin dan kapal yang akan berlabuh di pelabuhan tersebut. Halhal tersebut mempengaruhi dalam pemilihan jalur datang kapal ke
pelabuhan, tinggi elevasi dermaga, kebutuhan breakwater, jenis
struktur dermaga, panjang dermaga, lebar alur pelayaran,
kedalaman alur pelayaran, luas kolam putar, kedalaman kolam
putar dan luas kolam putar
Dari tiap tahapan pekerjaan di atas, secara metodologis akan dijabarkan
ke dalam logical framework yang akan digambarkan dalam skema kerja
yang disusun berdasarkan ruang lingkup pekerjaan disesuaikan dengan
sumberdaya yang disiapkan dan dibatasi dengan waktu pelaksanaan
kerja yang dipersyaratkan dalam kerangka acuan kerja, sehingga tujuan
dan sasaran pekerjaan akan tercapai degan baik.
Berikut di bawah ini akan digambarkan logical framework pelaksanaan
pekerjaan Studi Kelayakan dan RTT Pelabuhan Pulau Berhala.

. CONSULTANTS | 6-15

STUDI KELAYAKAN DAN RTT


PELABUHAN PULAU BERHALA
Usulan Teknis

Gambar 6.1. Logical Framework Pekerjaan Studi Kelayakan dan RTT Pelabuhan Pulau Berhala
Tahap 1
Identifikasi dan
Konfirmasi Isu Pokok

Tahap 2
Pengumpulan Data dan
Survei Lapangan

Studi Literatur

Konfirmasi Isu
Pokok Studi

Penyusunan Rencana
Kerja Terinci

Rencana Kerja
Terinci

Laporan
Pendahuluan

Tahap 3
Identifikasi Kondisi Fisik
dan Sosial Ekonomi

Tahap 5
Analisis Perspektif
Perkembangan
Kabupaten Lingga

Persiapan
Survey

Kajian Kondisi Fisik


dan Lingkungan

Tinjauan Rencana Tata


Ruang Wilayah

Pengumpulan Data dan


Survey Lapangan

Kajian Penggunaan
Lahan dan Struktur
Ruang Wilayah

Tinjauan Rencana
Tatrawil/Tatralok

Data Sekuder
Kebijaka dan Rencana
Sosial Ekonomi
Fisik dan Lingkungan
Prasarana dan Sarana
Transportasi
Studi-studi Terkait

Data Primer
Survey Kondisi
Pelabuhan dan Armada
Kapal Laut
Onboard Survey (OD
Penumpang dan
Barang)
Observasi dan
Pengukuran di
Pelabuhan Pulau
Berhala

Kajian Potensi Sosial


Ekonomi

Tahap 4
Analisa Pemetaan Masalah
Transportasi Laut Kepulauan
Riau/Kab. Lingga

Identifikasi Kondisi
dan Masalah
Transportasi Laut
Analisa Pemetaan
Masalah Transportasi
Laut
Laporan
Antara

Analisis Perkembangan
Sistem Transportasi
Laut
Tahap 6
Analisa Pembangunan
Pelabuhan Laut Pulau
Berhala
Prediksi Permintaan
Perjalanan
Transportasi Laut

Tahap 7
Penyusunan Studi Kelayakan
dan RTT Pelabuhan Pulau
Berhala

Analisis Kelayakan
Pelabuhan Pulau Berhala
Pengembangan dan
kebijakan strategis
daerah di kawasan
Pelabuhan Pulau
Berhala
Aspek Keamanan dan
Keselamatan Pelayaran;
Aspek Ekonomis dan
Teknis Operasional;
Aspek kelayakan
Lingkungan

Rencana Teknis
Terinci Pelabuhan
Pulau Berhala

Analisa
Pengembangan
Pelabuhan Laut
Pulau Berhala
Draft
Laporan
Akhir

Laporan
Akhir

. CONSULTANTS | 6-1

STUDI KELAYAKAN DAN RTT


PELABUHAN PULAU BERHALA
Usulan Teknis

. CONSULTANTS | 6-2

6.3.2. Teknik Penyusunan Rencana


Penyusunan rencana dilakukan dari hasil analisis dan prediksi aspekaspek kepelabuhan yang telah dilakukan. Teknik penyusunan rencana
secara ringkas adalah sebagai berikut :
1) Rencana penetapan fungsi kegiatan pokok dan penunjang
pelabuhan jangka pendek, menengah dan panjang:
Review fungsi eksisting
Penetapan fungsi berdasarkan kebutuhan pengembangan.
2) Rencana pembangunan dan pengembangan fasilitas dan utilitas
pelabuhan:
Review kinerja fasilitas dan utilitas eksisting
Menghitung

kebutuhan

berdasarkan

skenario

pengembangan menggunaan standar kebutuhan fasilitas


dan utilitas pelabuhan.
3) Rencana pengelolaan lingkungan geofisika dan arahan jenis-jenis
penanganan lingkungan: - Review metode pengelolaan eksisting
serta permasalahannya:
Rencana pengelolaan berdasarkan dampak pengembangan
pelabuhan.
4) Rencana

pelaksanaan

tahapan

pembangunan

dan

pengembangan jangka pendek, jangka menengah dan jangka


panjang:

. CONSULTANTS | 6-1

Penyusunan alternatif skenario pengembangan berdasarkan


prediksi pengembnagan berbagai aspek terkait, terutama
potensi hinterland
Analisis SWOT untuk setiap skenario pengembangan
Menyusun

rencana

pengembangan

jangka

pendek,

menengah dan panjang.


5) Rencana

kebutuhan

ruang

daratan

dan

perairan

serta

pemanfaatan ruang daratan (land use) maupun ruang perairan


(water use):
Penyusunan alternatif skenario pengembangan berdasarkan
prediksi pengembnagan berbagai aspek terkait, terutama
potensi hinterland
Review ketersediaan lahan dan perairan
Analisis

kebutuhan

pengembangan

ruang

pelabuhan

berdasarkan

skenario

menggunakan

standar

kebutuhan lahan dan perairan.


Plotting kebutuhan lahan dan perairan pada peta dengan
mempertimbang-kan faktor alam, guna lahan dan perairan
eksisting.

6.3.3. Metode Analisis Kelayakan


Penentuan Model Pengambilan Keputusan Pembangunan Pelabuhan
Pulau Berhala dilakukan untuk menghasilkan spesifikasi dasar dari
usulan jenis pengembangan Pelabuhan Pulau Berhala yang layak
. CONSULTANTS | 6-2

ditindak lanjuti dan untuk mengetahui secara lebih pasti tingkat


kelayakan dari beberapa aspek yang ditinjau, yaitu aspek Teknis,
Ekonomi, Sosial dan Finansial, sehingga dalam pengambilan keputusan
pengembangan Pelabuhan Pulau Berhala akan lebih obyektif.
a) Aspek Teknis

Kondisi Fisik Pelabuhan

Operasional

Kinerja Operasional Pelabuhan

b) Aspek Ekonomi

Analisa Aspek Ekonomi Alternatif Jenis Pengembangan


Pelabuhan
Pendapatan dari Jasa Jasa Fasilitas Pelabuhan
Biaya Operasional Pelabuhan
Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Lingga.

c) Aspek Sosial

Analisa Sosial Opportunity Cost


Analisis Dampak Eksternalitas Lingkungan
Dampak Sosial dan Ekonomi

d) Aspek Finansial

Membuat Perkiraan Investasi Pengembangan Pelabuhan dari


Jenis Pengembangan Pelabuhan.
. CONSULTANTS | 6-3

Melakukan

Penilaian

Kelayakan

Investasi

Pengembangan

Pelabuhan dengan Metode Kriteria Evaluasi :


Pay Back Period
Net Present Value (NPV)
Internal Rate of Return (IRR)
Minimum Attractive Rate of Return (MARR)
Tahapan

analisis

penentuan

keputusan pengembangan

Pelabuhan

model
Pulau

pengambilan
Berhala

dengan

menggunakan Metode MultiCriteria Decision Making yang merupakan


teknik pengambilankeputusan dari beberapa pilihan alternatif yang ada.
Metode

MultiCriteria

Decision

Making pada

umumnya

digunakan

untuk mengevaluasi berdasarkan sistem hirarki dari kriteria yang lebih


dari beberapa

tinjauan

aspek.

Setelah

mengumpulkan

semua

informasiyang berpengaruh terhadap pengembangan Pelabuhan Pulau


Berhala, maka tahap selanjutnya adalah memanfaatkan semua informasi
tersebut

untuk

menganalisa

tingkat

kelayakan

pengembangan

Pelabuhan Pulau Berhala, kemudian dengan menggunakan Model


Sensitivitas Analisis untuk mengetahui hubungan dan pengaruh antara
aspek-aspek yang ditinjau yaitu aspek Teknis, Ekonomi, Sosial dan
Finansial dalam menentukan pilihan alternatif jenis pengembangan
Pelabuhan Pulau Berhala.

. CONSULTANTS | 6-4

Sesuai dengan metodologi penanganan pekerjaan yang telah diurakan dalam


bab sebelumnya, maka rencana kerja untuk pelaksanaan studi ini akan meliputi
tahapan-tahapan kegiatan sebagai berikut :

7.1. Identifikasi dan Konfirmasi Isu Pokok Studi


1) Pengumpulan Informasi dan Studi Literatur.
Sebagai langkah awal dalam pelaksanaan pekerjaan ini, dilakukan studi
literatur, mencakup: referensi dan buku-buku pedoman, laporan hasll
studi terdahulu terkait, serta pengumpulan data sekunder di tingkat
Pusat, antara lain meliputi:
. CONSULTANTS | 7-1

Referensi: Perundangan, Kebijakan, Peraturan, Juklak, Juknis.

Data Sekunder: Buku Statistik, Data Prasarana Perhubungan


Laut, Data Kepelabuhanan, Studi-studi perencanaan pelabuhan
dan pengembangan transportasi laut, yang ada di provinsi
Kepulauan Riau.

2) Konfirmasi Isu Pokok Studi.


Dalam kegiatan ini konsultan akan melakukan konfirmasi kepada pihak
Pemberi Tugas tentang isu-isu pokok pekerjaan ini, menyangkut : materi,
tujuan, sasaran, lingkup kegiatan, serta filosofi dan kerangka kerja
(framework) dari studi ini.
3) Penyusunan Rencana Kerja Terinci.
Berdasarkan hasil studi literatus, dan konfirmasi isu pokok studi,
selanjutnya dalam kegiatan ini akan disusun metode dan rencana kerja
secara lebih rinci yang akan dibahas bersama Pihak Pemberi Tugas,
untuk disepakati bersama, dan untuk selanjutnya metode dan rencana
kerja tersebut akan digunakan sebagai acuan (gudelines) dalam
pelaksanaan seluruh rangkaian kegiatan dalam pekerjaan ini.

7.2. Pengumpulan Data dan Survei Lapangan


1) Persiapan Survei.
Dalam kegiatan ini, metode dan rencana kerja yang telah disepakati
sebelumnya, akan dijabarkan lebih lanjut, sehingga dapat diidentifikasi
kebutuhan secara lengkap tentang seluruh data dan informasi yang
diperlukan dalam pekerjaan ini, mencakup nama, jenis, skala, lingkup,
dan periode data. Dalam kegiatan ini juga dirumuskan tentang metode
pengumpulan data dan sumber-sumber data, teknik survei, jadwal terinci
pelaksanaan survei, serta penyiapan formulirformulir survei.

. CONSULTANTS | 7-2

2) Pengumpulan Data dan Survei Lapangan.


a) Pengumpulan Data Sekunder
Dalam kegiatan ini akan dilakukan pengumpulan data sekunder di
wilayah provinsi Kepulauan Riau dan Kabupaten Lingga, meliputi :

Data Kebijakan dan Rencana Pengembangan Wilayah

Data Kondisi Sosial Ekonomi Wilayah

Data Kondisi Fisik dan Lingkungan

Data Kondisi Sistem Transportasi


Data Permintaan Perjalanan (Asal Tujuan) Penumpang dan
Barang, menurut jenis moda transportasi yang ada.
Data Sistem Prasarana dan Sarana Angkutan Laut.

Studi-studi

perencanaan

pelabuhan

dan

pengembangan

transportasi laut, yang ada di Kabupaten.


b) Pengumpulan Data Primer/ Survei Primer
Survei primer yang dilakukan meliputi:

Survei Kondisi Pelabuhan dan Armada Kapal Laut


Survei ini dilakukan melalui kunjungan lapangan ke 20
pelabuhan laut yang ada di Kabupaten Lingga. Perlu dicatat
bahwa pelabuhan laut di sini tidak termasuk pelabuhan
pelabuhan perikanan dan pelabuhan ferry karena pelabuhan
Ferry (Ro-ro) termasuk lingkup transportasi darat.

Survei Penumpang dan Barang di Atas Kapal (On-Board


Survey)
Survei Asal Tujuan Penumpang,
Survei Perhitungan Jumlah Penumpang,
Survei Asal Tujuan Barang,
Survei Wawancara Nakhoda.

. CONSULTANTS | 7-3

Survei

Pengamatan

dan

Pengukuran

di

Calon

Lokasi

Pelabuhan Pulau Berhala.


Survei ini ditujukan untuk mengetahui kondisi lapangan dari
calon lokasi pelabuhan baru berdasarkan studi perencanaan
terdahulu atau masukan dari pihak Pemberi Tugas. Survei
dilakukan

melalui

metode

pengamatan

visual

serta

pengambilan foto terhadap kondisi jalan akses pelabuhan,


ketersediaan jaringan utilitas (listrik dan telepon), penggunaan
lahan sekitar, gelombang, tinggi gelombang, batimetri, pasang
surut, angin dan jenis kapal yang akan berlabuh di pelabuhan
tersebut.

7.3. Identifikasi Kondisi Fisik dan Sosial Ekonomi


Berdasarkan hasil pengumpulan data sebelumya, pada tahap ini akan
dianalisis tentang kondisi fisik dan sosial ekonomi wilayah studi saat ini,
yang dibagi dalam 3 (tiga) kegiatan sebagai berikut :
1) Identifikasi Kondisi Fisik dan Lingkungan
2) Kajian Penggunaan Lahan dan Struktur Ruang Wilayah
3) Identifikasi Potensi Sosial Ekonomi Wilayah

7.4. Analisa Pemetaan Masalah Transportasi Laut Kepulauan


Riau/Kab. Lingga
1) Identifikasi Kondisi dan Permasalahan Umum Sistem Transportasi di
Provinsi Kepulauan Riau/Kab. Lingga Saat Ini
2) Analisa Pemetaan Permasalahan Sistem Transportasi Laut di
Provinsi Kepulauan Riau/Kab. Lingga Saat Ini

. CONSULTANTS | 7-4

7.5. Analisis Perspektif Perkembangan Kabupaten Lingga


1) Identifikasi Kebijakan dan Rencana Tata Ruang Kabupaten Lingga
Dalam kegiatan ini akan ditinjau berbagai arahan dalam Rencana Tata
Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Lingga, antara lain meliputi :
i.

Arahan struktur ruang, sistem pusat-pusat pelayanan,

ii.

Arahan pola pemanfaatan ruang dan pengembangan kawasan,

iii.

Arahan pengembangan kependudukan, perekonomian wilayah,


dan sektor-sektor unggulan.

Pada dasarnya berbagai arahan di atas akan digunakan sebagai dasar


pertimbangan untuk memperkirakan skenario perkembangan di masa
mendatang,

yang

pada

gilirannya

akan

digunakan

juga

untuk

memperkirakan bangkitan dan distribusi perjalanan (trip generation and


distribution) orang dan barang di provinsi Aceh pada masa mendatang.
2) Identifikasi Kebijakan dan Rencana Sistem Transportasi Kabupaten
Lingga
Dalam kegiatan ini akan ditinjau berbagai rencana dan program
pengembangan system transportasi Kabupaten Lingga dan sekitanya,
berdasarkan : hasil kajian dari studi terdahulu, Rencana Tata Ruang
yang ada, RENSTRA, RPJM, daftar program/ proyek yang sudah
definitif, maupun yang sifatnya masih berupa usulan dari Pemda.
3) Analisa Prediksi Perkembangan Sistem Kegiatan dan Sistem
Transportasi di Masa Mendatang Kabupaten Lingga
Pemilihan skenario akan ditentukan berdasarkan faktor-faktor yang
mempengaruhi pola perkembangan wilayah yang mencakup:
a. Pola pemanfaatan ruang, arah perkembangan, dan ketersediaan
ruang
b. Potensi sosial ekonomi wlayah dan perkembangannya,
c. Kebijakan dan Rencana pengembangan wilayah,

. CONSULTANTS | 7-5

Sebagai bahan pertimbangan, dalam analisis ini juga ditinjau pengaruh


global yang secara umum mempengaruhi perkembangan ekonomi
makro dewasa ini.

7.6. Analisa Pembangunan Pelabuhan Laut Pulau Berhala


1) Prediksi Permintaan Perjalanan di Masa Mendatang
2) Analisa Pengembangan Pelabuhan Laut Pulau Berhala

Analisa Pengembangan Sarana Angkutan Laut

Analisa Pengembangan Prasarana Pelabuhan Laut

Analisa Pengembangan Rute Pelayaran

7.7. Penyusunan Studi Kelayakan dan RTT Pelabuhan Pulau


Berhala
1) Perumusan Kebijakan Dasar dan Strategi Pengembangan
2) Analisis Kelayakan Pelabuhan Pulau Berhala
3) Penyusunan Dokumen Rencana Teknis Terinci Pelabuhan Pulau
Berhala.
Dalam penerapannya, proses penyusunan studi kelayakan di atas akan
dibuat

dalam

kesatuan

yang

tak

terpisahkan,

sehingga

akan

menghasilkan Dokumen Kelayakan Pelabuhan Laut yang menyeluruh,


andal, dan terpadu dalam melayani tuntutan permintaan transportasi laut
di Kabupaten Lingga umumnya dan Pulau Berhala khususnya di masa
mendatang.

. CONSULTANTS | 7-6

7.8. Tahap Pelaporan dan Presentasi


Merupakan tahap akhir studi dengan menghimpun semua substansi
yang dianalisis dengan mempertimbangkan masukan, koreksian dan
tanggapan dari stakeholder. Selanjutnya mempresentasikan hasil studi
secara menyeluruh.
Kegiatan ini mulai dari tahap penyiapan sampai dengan penyusunan
laporan akhir memerlukan waktu 6 (enam) bulan kalender terhitung sejak
Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) ditandatangani.
Semua laporan baik dalam bentuk hard copy maupun dalam bentuk soft
copy dari kegiatan ini menjadi hak milik Dinas Perhubungan Provinsi
Kepulauan Riau. Adapun jenis laporan yang harus disusun dan
diserahkan adalah sebagai berikut:

1. Laporan Pendahuluan,
a) Jadwal pelaksanaan 30 (tiga puluh) hari kalender sejak tanggal
SPMK pekerjaan;
b) Isi dari Laporan Pendahuluan meliputi : inventarisasi, verifikasi
dan

kompilasi

data,

analisis

kondisi

tataruang

kawasan

Pelabuhan, kajian terhadap kondisi existing fisik, potensi, kondisi


aktifitas

dan

pengguna

serta

kondisi

fasilitas,

analisa

kecenderungan pertumbuhan dan perkembangan Pelabuhan,


analisis permasalahan dikawasan Pelabuhan, analisa rencana
pengembangan dan kebijakan strategis daerah di kawasan
Pelabuhan

. CONSULTANTS | 7-7

c) Laporan yang telah dibuat agar didiskusikan/dipaparkan untuk


dikoreksi oleh pemilik pekerjaan;
d) Laporan yang telah dikoreksi kemudian diperiksa oleh Pejabat
Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dan kemudian disetujui oleh
Pejabat Pembuat Komitmen;
e) Laporan yang telah disetujui kemudian diperbanyak 10 buku dan
soft copy dalam bentuk CD sebanyak 10 keping.

2. Laporan Studi Kelayakan,


a)

Jadwal pelaksanaan 90 (Sembilan puluh) hari kalender sejak


tanggal SPMK Pekerjaan;

b)

Laporan yang telah dibuat agar didiskusikan/dipaparkan untuk


dikoreksi oleh Pemilik Pekerjaan;

c)

Laporan yang telah dikoreksi kemudian diperiksa oleh Pejabat


Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dan kemudiaan disetujui oleh
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK);

d)

Laporan yang telah disetujui kemudian diperbanyak 10 buku dan


soft copy dalam bentuk CD sebanyak 10 keping.

Hasil studi kelayakan berupa:


1) Aspek Keamanan dan Keselamatan Pelayaran;
2) Aspek Keselamatan ekonomisdan teknis operasional;
3) Aspek kelayakan lingkungan.
3. Draft LaporanAkhir (Draft Dokumen RTT),
. CONSULTANTS | 7-8

a)

Jadwal pelaksanaan 150 (seratus lima puluh) hari kalender sejak


tanggal SPMK Pekerjaan;

b)

Laporan ini mencakup laporan lengkap tentang keseluruhan datadata baik primer maupun sekunder terkait dengan maksud dan
tujuan studi, hasil analisis keseluruhan dari data primer, sekunder,
rencana umum dan peta berikut rekomendasi RTT yang
direncanakan.

c)

Laporan yang telah dibuat agar didiskusikan/dipaparkan untuk


dikoreksi oleh Pemilik Pekerjaan;

d)

Laporan yang telah dikoreksi kemudian diperiksa oleh Pejabat


Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dan kemudiaan disetujui oleh
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK);

e)

Laporan yang telah disetujui kemudian diperbanyak 10 buku dan


soft copy dalam bentuk CD sebanyak 10 keping.

4. LaporanAkhir (Dokumen RTT),


a) Jadwal pelaksanaan 180 (seratusdelapan puluh) hari kalender
sejak tanggal SPMK Pekerjaan;
b) Laporan Akhir merupakan hasil akhir studi yang merupakan
penyempurnaan dari konsep laporan akhir setelah dibahas
bersama dengan Tim Pengarah dan Tim Teknis terkait dan
dilengkapi dengan:
i.

Rekomendasi dari Kepala Kantor Unit Penyelenggara


Pelabuhan Dabo Singkep.

ii.

Rekomendasi dari Bupati Lingga.

c) Laporan yang telah dibuat agar didiskusikan/dipaparkan untuk


dikoreksi oleh Pemilik Pekerjaan;
. CONSULTANTS | 7-9

d) Laporan yang telah dikoreksi kemudian diperiksa oleh Pejabat


Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dan kemudian disetujui oleh
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK);
Laporan yang telah disetujui kemudian diperbanyak 10 buku dan soft
copy dalam bentuk CD sebanyak 10 keping.

5. Album Gambar
Album Gambar berisi gambar hasil dari analisis dan evaluasi berupa
Studi Kelayakan dan RTT Pelabuhan Pulau Berhala.

. CONSULTANTS | 7-10

BAB VIII

Pekerjaan Studi Kelayakan dan Rencana Teknis Terrinci Pelabuhan Pulau


Berhala akan dilaksanakan dalam jangka waktu 6 (enam) bulan atau 180
(seratus delapan puluh) hari kalender.
Adapun jadwal pelaksanaan pekerjaan dan pelaporan yang akan dikemukakan
di sini, disusun dengan mengacu pada jangka waktu pelaksanaan, metode
penanganan pekerjaan, serta pentahapan kegiatan seperti yang telah
dijelaskan pada sub bab 7. Untuk lebih jelasnya, Jadwal Pelaksanaan dari
masing-masing tahap kegiatan tersebut, dapat dilihat pada Tabel 8-1 di bawah
ini.

. CONSULTANTS |8-1

Tabel 8.1. Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan


Studi Kelayakan dan Rencana Teknis Terrinci Pelabuhan Pulau Berhala

. CONSULTANTS |8-2

. CONSULTANTS |8-3

9.1. Penugasan Tenaga Ahli


Keterlibatan tenaga ahli dalam pelaksanaan kegiatan memiliki tanggung
jawab dan tugas sesuai dengan keahliannya. Tenaga Ahli akan dikoordinasi
oleh Team Leader yang juga merangkap tenaga ahli. Selain Tenaga Ahli
juga akan dibantu dengan beberapa Tenaga Pendukung terutama pada saat
survey lapangan dan juga beberapa tenaga drafter serta operator komputer.

1) Team Leader.
Seorang Ahli Kepelabuhanan, dengan kualifikasi pendidikan Magister
Teknik Sipil dengan pengalaman 5 (lima) tahun atau S1 dengan
pengalaman

kerja

(delapan)

tahun

pada

bidang

pembangunan/pengembangan pelabuhan. Melakukan koordinasi semua


kegiatan tim agar sasaran dapat tercapai, bertindak sebagai pejabat
penghubung antara tim dan pemberi kerja, bekerjasama dengan anggota
tim lainnya menentukan metoda dan format, jenis data yang diperlukan
untuk analisis, menentukan desain standard, melakukan koordinasi
dengan instansi terkait.

. CONSULTANTS |9-1

Bertanggungjawab dalam kualitas dan ketepatan hasil pekerjaan sesuai


dengan jadwal yang telah disusun.
Tugas yang dilakukan :

Melakukan koordinasi dengan Dinas Perhubungan Provinsi


Kepulauan Riau, Dinas Perhubungan Kabupaten Lingga, Bupati
Kabupaten Lingga, Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan
Dabo Singkep, beserta instansi terkait lainnya baik di provinsi
Kepulauan Riau maupun kabupaten Lingga.

Melakukan

koordinasi

dengan

tenaga

ahli

lain

dalam

melaksanaan pekerjaan,

Memastikan ketepatan pelaksanaan pekerjaan dengan jadwal


pelaksanaan pekerjaan,

Melakukan koordinasi dalam penyusunan laporan sesuai dengan


jadwal.

Melaksanakan pekerjaan sesuai dengan keahliannya.

2) Ahli Ekonomi Pembangunan


Kualifikasi pendidikan S1 dengan pengalaman kerja minimal 5 (lima)
tahun. Bertanggung jawab untuk melakukan analisa terkait pertumbuhan
ekonomi wilayah dan pengaruh pembangunan Pelabuhan.

. CONSULTANTS |9-2

3) Ahli Struktur
Kualifikasi pendidikan S1 dengan pengalaman kerja minimal 5 (lima)
tahun. Bertanggungjawab dengan analisis dan desain struktur yang
menyokong atau menahan beban.

4) Ahli Arsitek
Yang

memiliki

Kualifikasi

pendidikan

S1

pengalaman

sekurang-

kurangnya 5 (lima) tahunbertanggung jawab dalam membuat gambar


bangunan dan mendesain bangunan yang akan direncanakan.
5) TenagaPendukung

a.

Asisten Geodesi/Surveyor
Kualifikasi pendidikan D-3 Teknik/Komputer/Desain Grafis dengan
pengalaman kerja minimal 3 (tiga) tahun. Bertugas pengukuran dan
pemetaan topografi permukaan bumi yang juga mencakup permukaan
dasar laut, serta pengukuran dan pengamatan titik-titik teliti atau luas
dari suatu bagian besar bumi.

b.

Administrasi
Kualifikasi minimal D-3 Adminitrasi bertugas menyiapkan kelengkapan
administrasi selama pelaksanaan kegiatan.

. CONSULTANTS |9-3

9.2. Tanggung Jawab Tenaga Ahli


Tanggung jawab Tenaga Ahli dalam kegiatan ini yaitu :
1. Melaksanakan seluruh tahapan pekerjaan, baik primer maupun
sekunder, dengan berpedoman kepada kerangka acuan kerja,
proposal/usulan teknis yang telah diklarifikasi dengan pihak
pemberi kerja, serta berita-berita acara pembahasan setiap tahap
pekerjaan.

2. Menyusun Laporan antara lain :


a) Laporan Pendahuluan, yaitu laporan yang menjelaskan
tentang pendekatan dan metode kerja konsultan, rincian
kegiatan dan jadual pelaksanaannya (program kerja), serta
rincian penugasan masing-masing tenaga ahli yang disertai
dengan uraian tugas dan tanggung jawabnya (matriks) serta
rencana konsep outline laporan akhir.
b) Laporan Antara, yaitu laporan yang memuat seluruh kegiatan
yang telah dilaksanakan sampai dengan terumuskannya
laporan antara tersebut.
c) Laporan Akhir Sementara/Draft Laporan Akhir Studi
Kelayakan dan RTT Pelabuhan Pulau Berhala, yaitu laporan
yang memuat seluruh kegiatan yang telah dilaksanakan
sampai dengan telah adanya gambaran mengenai keluaran
yang diharapkan dari adanya kegiatan ini. Laporan ini dicetak
dalam 20 eksemplar dan diserahkan paling lambat 5 (lima)
bulan setelah dikeluarkannya SPMK.
d) Laporan Akhir Studi Kelayakan dan RTT Pelabuhan Pulau
Berhala, yaitu laporan yang merupakan penyempurnaan dari
laporan akhir sementara yang telah disusun sebelumnya.
. CONSULTANTS |9-4

e) Executive

Summary,

yaitu

ringkasan

eksekutif

yang

diselesaikan pada akhir masa kontrak.

Untuk menciptakan mekanisme kerja yang efektif sehingga tercapainya


maksud, tujuan dan sasaran kegiatan maka telah disusun suatu
organisasi kerja pelaksanaan dengan mempertimbangkan ketersediaan
sumber daya sebagaimana telah ditetapkan. Organisasi pelaksana
pekerjaan dapat digambarkan sebagai berikut :

Direktur Utama Konsultan


Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau,
Dinas Perhubungan Provinsi Kepulauan Riau

buat Komitmen dan PPTK, Dinas Perhubungan Provinsi Kepulauan Riau

Team Leader
Ahli Kepelabuhanan T. Sipil (S2)

Ahli Ekonomi Pembangunan (S1) Ahli Arsitektur


(S1)

Ahli Struktur
(S1)

. CONSULTANTS |9-5

Administrasi/Operator Komputer Drafter


(D3)
(D3)

Asisten Geodesi
(D3)

Gambar 9.1 Organisasi Pekerjaan Studi Kelayakan dan RTT Pelabuhan Pulau Berhala

. CONSULTANTS |9-6

Dalam pelaksanaan kegiatan Studi Kelayakan dan RTT Pelabuhan Pulau


Berhala mengacu kepada dokumen Kerangka Acuan Kerja, bahwa harus
menyediakan tenaga ahli professional, adapun penugasan tenaga ahli dalam
kegiatan ini berjumlah 39 man-month dengan rincian sebagai berikut :

N
O
1
2
3
4
5
6
7
8

Bula
n1

NAMA TENAGA AHLI

Bula
n2

Bula
n3

Bula
n4

Bula
n5

Bula
n6

.
Team Leader (Ahli
Kepelabuhanan
.
Ahli Ekonomi Pembangunan

Ahli Struktur
..
Ahli Arsitek
..
Asisten Geodesi
..
Drafter Gambar Teknis

Operator Komputer

Administrasi Proyek

Total
ManMonth
6
6
6
6
3
3
3
6

JUMLAH MAN-MONTH

39

Tabel 10.1 Jadwal Penugasan Personil Pekerjaan Studi Kelayakan


dan RTT Pelabuhan Pulau Berhala

. CONSULTANTS |10-1

Dalam pelaksanaan kegiatan, selain tenaga ahli professional yang mutlak harus
dipenuhi sesuai dengan disiplin ilmunya, untuk kelancaran dan ketertiban serta
optimalnya pelaksanaan pekerjaan, konsultan didukung pula oleh Fasilitas
pendukung yang memadai, sehingga bisa diperoleh hasil kajian yang optimal.
A. Fasilitas Kantor/Studio
Fasilitas Studio disediakan oleh konsultan dalam rangka pelaksanaan
pekerjaan ini.

Studio ini nantinya dikhususkan untuk pelaksanaan

pekerjaan ini sehingga di studio ini terfokuskan pada pekerjaan dan


target waktu dari pekerjaan ini akan dapat tercapai.
B. Fasilitas Transportasi
Fasilitas transportasi disediakan oleh konsultan sebagai alat untuk
memperlancar pelaksanaan pekerjaan, berupa kendaraan roda empat
dan kendaraan roda dua.
C. Fasilitas Peralatan
Fasiltias peralatan yang diperlukan dalam kegiatan ini dapat dilihat pada
gambar di bawah ini :

PT. . CONSULTANTS | 11-1

Tabel 11.1 Fasilitas Pendukung Pelaksanaan Pekerjaan Studi Kelayakan


dan RTT Pelabuhan Pulau Berhala

No.

Jenis Peralatan

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Kendaraan Mobil
Kendaraan Motor
Komputer
Scanner
Printer
Mesin Fotokopi
White Board
Telepon
Faccimile
Alat Tulis Kantor
Jaringan Internet
Wifi
Theodolite
Waterpass
GPS
ECHO SOUNDER
dan HIDROFON
Current Meter
Aandera Type
RCM-7

11
12
13
14
15
16

Jumlah
Peralata
n

Bulan
1

Bulan
2

Bulan
3

Bulan
4

Bulan
5

Bula
n6

2
3
5
1
3
1
2
1
1
1 paket
1
1 set
1 set
3 unit
1 Set
1 Set

PT. . CONSULTANTS | 11-2

BAB XII PENUTUP

PT . CONSULTANTS sangat berterima kasih kepada


panita Pengadaan Jasa Konsultansi pada Satuan Kerja Perangkat Daerah
(SKPD) dari Dinas Perhubungan Provinsi Kepulauan Riau, dengan telah
memberikan kesempatan kepada kami untuk mengikuti pelelangan pekerjaan
Studi Kelayakan dan Rencana Teknis Terrinci Pelabuhan Pulau Berhala.
Proposal Teknis ini kami susun sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan
dengan dokumen penawaran administrasi dan dokumen usulan biaya, untuk
dijadikan bahan penilaian.
Atas perhatian dan kerjasamanya, PT. .. CONSULTANTS
menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya.

Hormat Kami,
PT. ..CONSULTANTS

PT. .. CONSULTANTS | 12-1

Anda mungkin juga menyukai