Anda di halaman 1dari 5

PRAKTIKUM V

UJI LEMAK (UJI PENENTUAN ANGKA PENYABUNAN)


I.

TUJUAN
Untuk mengetahui beberapa uji kualitatif lemak

II.

DASAR TEORI
Para ahli biokimia sepakat bahwa lemak dan senyawa organik yang
mempunyai sifat fisika seperti lemak, dimasukkan dalam satu kelompok
yang disebut lipid. Lipid ini sangat besar peranannya bagi kehidupan, mulai
dari kehidupan manusia, hewan bahkan tumbuh-tumbuhan. Lipid mengacu
pada golongan senyawa hidrokarbon alifatik nonpolar dan hidrofobik.
Karena nonpolar, lipid tidak larut dalam pelarut polar seperti air, tetapi larut
dalam pelarut nonpolar seperti alkohol, eter atau kloroform. Fungsi biologis
terpenting lipid di antaranya untuk menyimpan energy sebagai komponen
sruktural membrane sel, dan sebagai pensinyalan molekul. (Maitland, Jr
Jones. 1998).
Lipid mengacu pada golongan senyawa hidrokarbon alifatik, nonpolar,
dan hidrofobik. Karena nonpolar, lipid tidak larut dalam pelarut polar seperti
air, tetapi larut dalam pelarut nonpolar, seperti alkohol, eter atau kloroform.
Fungsi biologis terpenting lipid di antaranya untuk menyimpan energi,
sebagai komponen struktural membran sel, dan sebagai pensinyalan molekul
(Fahy E, Subramaniam S, Brown HA, et al. 2005).
Lipid adalah senyawa organik yang diperoleh

dari

proses

dehidrogenasi endotermal rangkaian hidrokarbon. Lipid bersifat amfifilik,


artinya lipid mampu membentuk struktur seperti vesikel, liposom, atau
membran lain dalam lingkungan basah. Lipid biologis seluruhnya atau
sebagiannya berasal dari dua jenis subsatuan atau "blok bangunan" biokimia
: gugus ketoasil dan gugus isoprena. Dengan menggunakan pendekatan ini,
lipid dapat dibagi ke dalam delapan kategori : asil lemak, gliserolipid,
gliserofosfolipid, sfingolipid, sakarolipid, dan poliketida (diturunkan dari
kondensasi subsatuan ketoasil) serta lipid sterol dan lipid prenol (diturunkan
dari kondensasi subsatuan isoprena) (Lipid Classification Scheme, 2011).
Meskipun istilah lipid kadang-kadang digunakan sebagai sinonim dari
lemak. Lipid juga meliputi molekul-molekul seperti asam lemak dan
turunan-turunannya (termasuk tri-, di-, dan monogliserida dan fosfolipid,

juga metabolit yang mengandung sterol, seperti kolesterol. Meskipun


manusia dan mamalia memiliki metabolisme untuk memecah dan
membentuk lipid, beberapa lipid tidak dapat dihasilkan melalui cara ini dan
harus diperoleh melalui makanan (Hopkins J, 1993)
Adapun rumus angka penyabunan :
Angka

penyabunan

HCl blanko ( ml )HCl minyak ( ml ) x n . HCl x BM . KOH


berat minyak (gr )

Keterangan :
n.HCl

= 0,5

BM.KOH

= 56

Berat minyak

= volume x BJ
= 5 x 0,8
= 4 gram

III.

CARA KERJA
a. Alat
1 buah pipet tetes
1 buah labu Erlenmeyer
1 buah gelas ukur
1 buah hot plate
b. Bahan
250 cc air pemanas dalam gelas reaksi
Minyak
Aquades
KOH-alkohol (KOH 4% dengan alkohol 95% 1:1)
Larutan HCl 0,5 N
Indikator Phenolpthalin
c. Langkah Kerja
Disiapkan alat dan bahan yang akan digunakan untuk praktikum.
Diambil minyak sebanyak 5 mL dan aquades 5 mL dengan
menggunakan pipet ukur lalu dimasukkan ke dalam labu Erlenmeyer
yang berbeda dan telah diberi label (labu dengan minyak = nomor 1,
labu dengan aquades = nomor 2). Kemudian, ditambahkan 30 mL
larutan KOH-alkohol ke dalam masing-masing larutan dengan
menggunakan gelas ukur. Selanjutnya dimasukkan kedua buah labu ke

dalam gelas reaksi 1000 mL yang di dalamnya terdapat air mendidih


yang telah dipanaskan dengan hot plate. Kedua labu dipanaskan selama
20 30 menit. Kemudian, diambil kedua buah labu dan didinginkan.
Langkah selanjutnya ditambahkan 2 tetes indikator phenolpthalin (PP)
ke masing-masing larutan minyak dan aquades. Terakhir, kedua labu
dititrasi dengan HCl 0,5 N sampai warna merah menghilang pada
masing-masing larutan. Setelah terjadi perubahan, hasil pengamatan
dicatat dan didokumentasikan di dalam buku catatan.

IV.

HASIL PENGAMATAN

PERLAKUAN

HASIL PENGAMATAN
Labu 1 (minyak)
Labu 2 (aquades)

Ditambahkan 30 mL larutan
KOH-alkohol kemudian
dipanaskan selanjutnya
ditambahkan 2 tetes indikator

Warna merah muda

Warna merah muda

phenolpthalin (PP)
Warna merah muda Warna merah muda
Dititrasi dengan HCl 0,5 N

menghilang

volume HCl 0,5 N = volume HCl 0,5 N =


10 mL

V.

dengan menghilang dengan


2 mL

PEMBAHASAN
Penetuan bilangan penyabunan ini dapat dipergunakan untuk
mengetahui sifat minyak. Selain sifat fisik bisa juga digunakan untuk
menentukan berat molekul minyak secara kasar. Apabila sampel uji
disabunkan dengan KOH-ethanol, maka KOH akan bereaksi dengan
triglserida, yaitu tiga molekul KOH bereaksi dengan satu molekul
minyak. Larutan alkali yang tertinggal tersebut kemudian ditentukan
dengan titrasi menggunakan asam sehingga alkali yang turun
bereaksi dapat diketahui. Penggunaan sampel minyak kelapa sawit
yang kemudian ditambahkan KOH-ethanol, dimana fungsi dari
ethanol untuk melarutkan KOH, melarutkan asam lemak hasil
hidrolisis agar mempermudah reaksi dengan basa dalam pembetukan
sabun. Kemudian dilakukan pemanasan tetapi dipakai alat pendingin
balik/kondesor agar uap yang dihasilkan akan menjadi embun
kembali. Setelah proses pendinginan lalu penambahan indikator pp
yang hingga berwarna merah muda. Selanjutnya titrasi dengan HCl
0,5 N sampai warnanya hilang. Penggunaan HCl untuk membuat
KOH dalam minyak bersifat netral. Sebelum melakukan perhitungan
pembuatan larutan blanko hanya KOH dan pp yang dititrasi dari
berwarna merah muda menjadi tidak berwarna untuk perhitungan

angka penyabunan. Dari hasil penelitian minyak curah lebih tinggi


angka penyabunan dibanding minyak kemasan.
Terhitung angka penyabunan untuk kedua labu yaitu:
a. Minyak
HCl yang diperlukan = 10 mL
Angka penyabunan

HCl blanko ( ml )HCl minyak ( ml ) x n . HCl x BM . KOH


berat minyak (gr )

210 x 0,5 x 56
4
= - 69,5

Keterangan :
n.HCl = 0,5
BM.KOH = 56
Berat minyak = volume x BJ
= 5 x 0,8
= 4 gram
VI.

KESIMPULAN DAN SARAN

Penetuan bilangan penyabunan ini dapat dipergunakan untuk mengetahui


sifat minyak. Kandungan lemak terdapat yang pada minyak kelapa dapat
dibuktikan dengan uji kualitatif angka penyabunan. Perubahan warna yang
terjadi dapat pula dijadikan indikator adanya lemak dalam minyak kelapa
VII.

DAFTAR PUSTAKA

(Inggris)"Lipid Classification Scheme". Nature Lipidomics Gateway.


(Online) (Available:
http://www.lipidmaps.org/data/classification/LM_classification_exp.
php) 21 Februari 2010.
Fahy E, Subramaniam S, Brown HA, et al. (2005). "A comprehensive
classification system for lipids". Journal of Lipid Research
Maitland, Jr Jones (1998). Organic Chemistry. W W Norton & Co Inc
(Np).