Anda di halaman 1dari 13

I.

Judul Percobaan
: Destilasi Fraksinasi
II.
Tujuan Percobaan
: 1. Menentukan indeks bias destilat
2. Menentukan kemurnian destilat
III.
Tanggal Percobaan
: Senin, 27 April 2015 pukul 13.00-16.00 WIB
IV.
Dasar Teori
:
Destilasi merupakan salah satu cara untuk memisahkan komponen
dalam larutan yang berbentuk cair atau gas dengan mendasarkan pada
perbedaan titik didih komponen yang ada di dalamnya. Dasar dari
pemisahan dengan destilasi adalah jika suatu campuran komponen
diuapkan maka komposisi pada fase uap akan berbeda dengan fase
cairnya. Jika zat-zat yang dipisahkan mempunyai perbedaan titik didih yang
jauh berbeda, dapat digunakan metode isolasi biasa. Zat yang memiliki titik
didih rendah akan cepat terdestilasi daripada zat yang bertitik didih tinggi.
Uap zat yang bersifat volatil dan memiliki titik didih yang rendah akan
masuk ke dalam pipa pada kondensator (terjadi proses pendinginan)
sehingga akan turun berupa tetesan-tetesan yang turun ke dalam penampung
atau disebut juga destilat. Untuk komponen yang memiliki titik didih
lebih rendah maka akan didapatkan komposisi yang cenderung lebih
besar pada fase uapnya, uap ini akan diembunkan dan dididihkan
kembali secara bertingkat-tingkat maka akan diperoleh komposisi yang
semakin murni pada salah satu komponen.
Jenis destilasi yang umum dipakai dalam banyak laboratorium
meliputi destilasi sederhana, destilasi fraksionasi (bertingkat), destilasi
kolom tutup gelembung, destilasi uap dan destilasi vakum. 1 Pemisahan
dua

komponen

senyawa

dengan

destilasi

sederhana

yang

umum

dilakukan di laboratorium, memiliki rangkaian alat seperti pada gambar


2.1. Rangkaian ini terdiri dari labu destilasi yang bagian sisinya dengan
melalui sumbat berlubang yang sesuai, disambungkan ke kondensor
pendingin-air. Mulut atas labu destilasi ditempatkan thermometer dengan
jepitan sumbat berlubang sehingga jarak antara permukaan cairan
dengan ujung merkuri dari thermometer dapat diatur sekitar 5-10 mm.
Sambungan labu destilasi dengan kondensor didukung oleh tiang
1Alimin MS, Muh Yunus dan Irfan Idris, Buku Dasar Kimia Analitik, h. 36.

penyangga, dipasang tidak terlalu ketat dengan klem logam berlapis


karet pada bagian yang bersentuhan langsung dengan gelas.

Destilasi tunggal menghasilkan pemisahan parsial dari komponen


dimana fasa uap diperkaya dengan zat yang lebih volatil. Dalam destilasi
fraksional atau destilasi bertingkat proses pemisahan parsial diulang berkalikali dimana setiap kali terjadi pemisahan lebih lanjut. Hal ini berarti proses
pengayaan dari uap yang lebih volatil juga terjadi berkali-kali sepanjang
proses destilasi fraksional itu berlangsung. Proses pengayaan tersebut dapat
digambarkan sebagai berikut:

Menurut gambar, jika larutan dengan komposisi XB,0 dipanaskan


hingga mencapai suhu T0, maka larutan XB,0 akan mulai mendidih dan
menghasilkan uap dengan komposisi YB,0. Pengembunan uap YB,0 akan
menghasilkan kondensat dengan komposisi XB,1. Kondensat dengan
komposisi XB,1 ini sama dengan uap dengan komposisi YB,0, pada suhu T 1.
Kondensat tersebut dijaga agar tetap pada suhu T1 dan sejumlah kecil uap
yang dihasilkan dikumpulkan. Kondensat kedua mempunyai komponen
XB,2 dengan titik didih T2. Langkah-langkah dalam proses ini dilakukan
berkali-kali sampai didapatkan destilat murni dari komponen yang lebih
volatil dan residu murni dari komponen yang kurang volatil.
Destilasi terfraksi ini berbeda dengan destilasi biasa, karena terdapat
suatu kolom fraksionasi dimana terjadi proses refluks. Proses refluk pada
destilasi ini dilakukan agar pemisahan campuran dapat terjadi dengan baik.
Kolom fraksionasi berfungsi agar kontak antara cairan dengan uap terjadi
lebih lama. Sehingga komponen yang lebih ringan dengan titik didih yang
lebih rendah akan terus menguap dam masuk kondensor. Sedangkan
komponen yang lebih besar denang titik didih yang besar akan kembali ke
dalam labu destilasi. Di kolom ini terjadi pemanasan secara bertahap dengan
suhu yang berbeda-beda pada setiap platnya. Pemanasan yang berbeda-beda
ini bertujuan untuk pemurnian distilat yang lebih dari plat-plat di bawahnya.
Semakin ke atas, cairan semakin tidak bersifat volatil. Kolom fraksionasi
digunakan untuk memberikan luas permukaan yang besar agar uap yang
berjalan naik dan cairan yang turun dapat bersentuhan. Distilasi ini dapat
digunakan untuk campuran dengan perbedaan titik didih kurang dari 30 C
dan bekerja pada tekanan atmosfer atau dengan tekanan rendah. Aplikasi dari

distilasi

jenis

ini

digunakan

pada

industri minyak

mentah,

untuk

memisahkan komponen-komponen dalam minyak mentah.


Pada percobaan ini akan dilakukan destilasi terhadap spiritus. Spiritus
atau wood alcohol atau Metanol yang juga dikenal sebagai metil alkohol
adalah senyawa kimia dengan rumus kimia CH3OH. Ia merupakan bentuk
alkohol paling sederhana. Pada "keadaan atmosfer" ia berbentuk cairan yang
ringan, mudah menguap, tidak berwarna, mudah terbakar, dan beracun
dengan bau yang khas (berbau lebih ringan daripada etanol). metanol
digunakan sebagai bahan pendingin anti beku, pelarut, bahan bakar dan
sebagai bahan additif bagi etanol industri.
Tujuan dari percobaan ini yaitu menetukan indeks bias dari destilat yang
berupa Metanol dengan menggunakan refraktometer. Indeks bias pada
medium didefinisikan sebagai perbandingan antara kecepatan cahaya dalam
ruang hampa udara dengan cepat rambat cahaya pada suatu medium. Berikut
adalah indeks bias dari metanol.
Indeks Bias Metanol
1,330331
1,3405
1,34265
1,34325
1,3458
1,34685
1,34695

30%
40%
50%
60%
70%
80%
90%

Kemudian dhitung % kemurnian dari destilat (metanol) dengan


menggunakan persamaan:
kemurnian= (

V.

n sampeln batas bawah


x batas atas batas bawah)+ batasbawah
nbatas atasn batasbawah

Alat dan Bahan


:
Alat
1. Wadah alumunium
2. Labu dasar bulat
3. Destilator
4. Pipa kondensor

1 buah
1 buah
1 buah
1 buah

5. Gelas kimia
6. Statif dan klem
7. Selang
8. Refraktometer
9. Kompor listrik
10. Gelas ukur
11. Tabung reaksi
12. Pipet tetes
13. Batu didih
Bahan
1. Aquades
2. Spiritus
3. Metanol

1 buah
1 set
2 buah
1 set
1 buah
1 buah
3 buah
3 buah
1 buah
secukupnya
100 mL
30%, 40%, 50%, 60%, 70%, 80%, 95%

100 mL spiritus

VI.

Cara Kerja
Diisi ke dalam labu destilasi
Dipanaskan hingga 64,5oC

Destilat
Ditampung
Diukur indeks biasnya dengan alat refraktometer

Indeks bias
Dibandingkan dengan indeks bias dari metanol 95%, 80%, 70%, 60%, sampai 30%
Dihitung % kemurniannya

Persen (%) kemurnian

VII.

Hasil Pengamatan

No.
1.

Prosedur Percobaan
Destilasi Fraksinasi
100 mL spiritus
Diisi ke dalam labu destilasi
Dipanaskan hingga 64,5oC
Destilat

Hasil Pengamatan
Sebelum
Sesudah
Spiritus= larutan Destilat = larutan
berwarna ungu

tak berwarna

Metanol =

n1 = 1,3340
n2 = 1,3340
n3 = 1,3340
nrata-rata = 1,3340

larutan tak
berwarna

Ditampung
Diukur indeks biasnya dengan alat refraktometer

Indeks bias
Dibandingkan dengan indeks bias dari metanol 95%, 80%, 70%, 60%, sampai 30%
Dihitung % kemurniannya

Persen (%) kemurnian

Dugaan / Reaksi
Indeks bias metanol
30% = 1,330331
40% = 1,3405
50% = 1,34265
60% = 1,34375
70% = 1,3458
80% = 1,34685
95% = 1,34695

Kesimpulan
Indeks bias rata-rata
dari destilat
(methanol) adalah
1,3340.
Kandengan methanol
dalam spiritus adalah
33,6%

VIII.

Analisis dan Pembahasan


Pada percobaan Destilasi Fraksinasi ini bertujuan untuk menentukan
kemurnian dan indeks bias destilat dari spiritus. Langkah pertama yang
dilakukan ialah mengisi labu distilasi dengan 100 mL spirtus yang berwarna
ungu jernih. Kemudian merangkai alat distilasi dan memanaskan labu
destilasi yang berisi spiritus hingga mencapai suhu konstan 64,5 oC. Hal ini
karena metanol atau spiritus memiliki titik didih sebesar 64,7 oC sehingga
suhu harus dijaga agar tetap konstan untuk mendapatkan uap metanol secara
maksimal. Setelah mencapai titik didih, metanol akan menjadi uap (gas)
melalui pipa pendingin yang berbentuk zigzag yang disebut kolom
fraksinasi. Uap metanol didinginkan pada pendingin (kondensor). Dengan
adanya pendinginan akan terjadi kondensasi. sehingga uap berubah kembali
menjadi cair dan kondensat ditampung dalam gelas ukur. Penggunaan
Kolom fraksional

pada destilasi fraksinasi berfungsi memberikan luas

permukaan yang besar agar uap yang berjalan naik dan cairan yang turun
dapat bersentuhan. Di puncak kolom, termometer digunakan untuk
mengukur suhu fraksi pertama yang kaya dengan komponen yang lebih
mudah menguap yaitu spiritus. Dengan berjalannya distilasi, skala
termometer meningkat menunjukkan bahwa komponen yang lain yaitu air
yang kurang mudah menguap juga ikut terbawa.
Pada percobaan yang telah dilakukan, diambil 3 sampel destilat masingmasing 2 mL, destilat yang dihasilkan berupa larutan jernih. Selanjutnya
untuk mengetahui kemurnian destilat, destilat yang dihasilkan diukur indeks
biasnya menggunakan refraktometer. 2 mL destilat pertama indeks biasnya
1,3340 ; 2 mL kedua indeks biasnya 1,3340 dan 2 mL ketiga indeks biasnya
1,3340. Indeks bias yang didapat dari ketiga sampel adalah sama. Sehingga
rata-rata dari indeks bias ketiga sampel tersebut adalah 1,3340. Kemudian
indeks bias yang didapat dibandingkan dengan indeks bias methanol 30%
dan 40%, karena besarnya indeks bias sampel berada pada rentang indeks
bias methanol 30% yaitu 1,3303 dan ineks bias methanol 40% yaitu 1,3405.
Dan dihitung persen kemurniannya, dengan rumus :
% kemurnian destilat :

( ndestilat nbatas bawa h ) X ( batasatas batas bawa h)

=(

n batas atasn batas bawa h

= (

)+ % batas bawah

(1,33401,330331 ) X ( 40 30 )
) + 30%
1,34051,330331

0,003669
x 10 )+30
0,010169

= (0,360802438 x 10%) + 30%


= 3,608024388 + 30%
= 33,60802439%
= 33,6%
Persen kemurnian destilat yang didapat sebesar 33,6%. Hal tersebut berarti
destilat mengandung 33,6% methanol dan 66,4% sisanya bisa berupa etanol,
air atau komposisi lain.
IX.

Kesimpulan
Dari percobaan yang telah dilakukan dapat disimpulkan sebagai berikut:

Indeks bias dari ketiga sampel destilat adalah sama yaitu 1,3340
Dari Indeks bias destilat yang didapat dan membandingkannya dengan
indeks bias metanol 30 % dan 40 % didapat kemurnian destilat

(metanol) rata rata sebesar 33,6%.


Dari presentase yang di dapat, dapat diketahui spiritus mengandung
33,6% methanol dan 66,4% sisanya bisa berupa etanol, air atau
komposisi lain.

Daftar Pustaka
Alimin, Muh.Yunus dan Irfan Idris. Buku Dasar Kimia Analitik. Makassar
:Alauddin Press, 2007.
Anonim. 2009. Distilasi. (online),

http://akademik.che.itb.ac.id/labtek/wp-

content/uploads/2009/02/modul-205-distilasi.pdf; diakses pada tanggal 29


April 2015 pukul 16.19 WIB
Fillaeli,

Annisa.

Tanpa

Tahun.

Kimia

Analisis

II.

(online),

http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/pendidikan/Annisa%20Fillaeli,
%20S.Si.,%20M.Si./Kimia%20Analisis%20II_Destilasi.pdf, pada tanggal
29 April 2015 pukul 16.19 WIB
Pratama, C. 2013. Landasan Teori. (online), repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/35308/3/Chapter%20II.pdf, diakses pada tanggal 29 April
2015 pukul 16.19 WIB
Tim Dosen Kimia Analitik. 2014. Panduan Praktikum Kimia Analitik II: DasarDasar Pemisahan Kimia. Surabaya: unesa press

DOKUMENTASI
No.
1.

Perlakuan
Spiritus
dimasukkan
ke dalam labu
dasar bulat

Dokumentasi

Keterangan
Mengisi
labu
destilasi dengan
100 mL larutan
spiritus

2.

Merangkai
alat destilasi
fraksinasi

Alat destilasi siap


digunakan
dan
proses destilasi
dilakukan.

3.

Destilat yang
keluar
di
tampung
dalam gelas
ukur.

Destilat berupa
larutan tak
berwarna masingmasing sebanyak
2 mL

4.

Destilat
dalam gelas
ukur
dipindahkan
ke
dalam
tabung reaksi

Destilat sebanyak
2
mL
dipindahkan ke
dalam
tabung
reaksi.

No.
5.

Perlakuan
Destilat yang
diperoleh
dimasukkan
ke dalam 3
tabung reaksi.

6.

Masingmasing
destilat
diukur indeks
biasnya
dengan
menggunakan
refraktometer.

PERHITUNGAN
Diketahui :
Kadar Metanol Indeks Bias (n)
30%
1,330331
40%
1,3405
50%
1,34265
60%
1,34375
70%
1,3458
80%
1,34685
95%
1,34695
Indeks Bias Percobaan :
n1 = 1,3340
n2 = 1,3340
n3 = 1,3340
nrata rata =

n1+ n2 +n3
3

Dokumentasi

Keterangan
Destilat
yang
sudah
dimasukkan
dalam 3 tabung
reaksi
masingmasing sebanyak
2 mL destilat

Masing-masing
destilat diperoleh
indeks
biasnya
yaitu:
n1 = 1,3340
n2 = 1,3340
n3 = 1,3340

nrata rata (destilat )=

1,3340+1,3340+1,3340
=1,3340
3

nbatas bawa h=1,330331

%batas atas = 30%

nbatas atas =1,3405

%batas bawah = 40%

Ditanya : % kemurnian destilat = ?


Dijawab :
% kemurnian destilat :

( ndestilat nbatas bawa h ) X ( batasatas batas bawa h)

=(

n batas atasn batas bawa h

= (

(1,33401,330331 ) X ( 40 30 )
) + 30%
1,34051,330331

0,003669
x 10 )+30
0,010169

= (0,360802438 x 10%) + 30%


= 3,608024388 + 30%
= 33,60802439%
= 33,6%

)+ % batas bawah

Anda mungkin juga menyukai