Anda di halaman 1dari 2

Tugas dr. Dwi Astuti Candrakirana Sp.

KK
Nama
: Indira Suluh P
NIM
: 1108114831

Patogenesis Vitiligo

Patogenesis Albino

1. Teori Neural

Defek utama pada albino terjadi pada tingkat


gen. melanogenesis diatur baik secara langsung
maupun tidak secara langsung oleh berbagai
macam gen. mutasi pada gen tertentu dapat
menyebabkan perubahan pigmentasi melanin
dan hipopigmentasi.
Tubuh tidak mampu dalam membentuk enzim
yang diperlukan untuk mengubah asam amino
tirosin menjadi beta-3,4 dihidroksiphenylalanin
untuk selanjutnya diubah menjadi pigmen
melanin.

a. Sistem saraf simpatik


Gangguan pada pengaturan sistem saraf
simpatik menyebabkan terganggunya produksi
melanin dan mengakibatkan depigmentasi.
b. Neuropeptida dan neuronal marker
Stres dapat menyebabkan pengeluaran
katekolamin, yang akan mengikat -R di
mukosa dan dinding arteriol sehingga
menyebabkan vasokonstriksi, hipoksia, over
produksi radikal oksigen yang akan
menghancurkan melanosit. Stress dapat
menstimulasi aksis hipotalamus-pituitaryadrenal dan mensekresi katekolamin.
2. Hipotesis autoimun
Etiopatogenesis dari generalized vitiligo atau
non- segmental dapat dijelaskan melalui teori
autoimun dengan baik. Generalized vitiligo
dapat
merespon
dengan
baik
terapi
imunosupresif. Reaksi yang terjadi adalah
reaksi humoral dengan antiobodi atau melalui
sitokin.
Ditemukan IgG dan IgM yang melawan
melanosit pada 80% pasien dengan vitiligo
aktif. Dan ditemukan pula kadar IgA yang
rendah pada vitiligo yang inaktif.
Dan dapat pula ditemukan antibody antithyroglobulin, antibody anti-tiroid, antibody
tiroperoksidase, antibody antismoothmuscle.
Semua ini menandakan adanya hubungan
dengan penyakit thyroid dan penyakit
autoimun lainnya.
3. Hipotesis teori Biokimia Reaktif Oksigen
Hipotesis stres oksidatif menyebutkan bahwa
ketidakseimbangan redox (reduksi dan
oksidasi) terjadi pada kulit pasien vitiligo.

Karena redox tidak seimbang maka terjadi


peningkatan produksi ROS seperti H2O2. ROS
akan menyebabkan dekstruksi melanosit dan
terbentuknya macula yang depigmentasi.