Anda di halaman 1dari 9

Hasil Kali Transformasi

Definisi : Andaikan F dan G dua transformasi dengan :

F : V → v

G : V → v

Sehingga produk atau komposisi dari f dan g yang ditulis sebagai GoF didefinisikan sebagai (GoF)(P) = G[F(P)], ∀P ∈ V

Teorema 5.1 :

Jika F : V → v dan G : V → v masing-masing suatu transformasi maka hasil kali H = GoF :

V → v adalah juga transformasi.

Pembuktian

1. H : V → v

Transformasi G memiliki daerah nilai dan daerah asal di V

Transformasi F memiliki daerah nilai dan daerah asal di V

2. H surjektif : Anggota kodomain memiliki pasangan didomain Ambil sebarang y ∈ V, akan dibuktikan bahwa H(x) = y

Transformasi G : Ambil sebarang y ∈ V dan z ∈ V maka G(z) = y

Transformasi F : Ambil sebarang z ∈ V dan x ∈ V maka F(x) = z

Jadi dapat disimpulkan G(z) = y , G [F(x)] = y atau (GoF)(x) = y sehingga y = H(x)

3. H Injektif : Setiap domain memiliki tepat satu pasangan pada kodomain atau dapat ditulis P≠Q maka H(P) ≠ H(Q) . Akan dibuktikan menggunakan kontradiksi Andaikan H(P) = H(Q) maka G[F(P)] = G[F(Q)] F(P) = F(Q) P = Q Dari pembuktian diatas, pengandaian H(P) = H(Q) adalah SALAH. Yang benar H(P) = H(Q) sehingga dapat disimpulkan bahwa H adalah injektif.

Example :

Andaikan g sebuah garis dan T sebuah transformasi T : V → v yang didefinisikan sebagai berikut :

T : V → v yang didefinisikan sebag ai berikut :  Jika x ∈ g,

Jika x ∈ g, maka T(x) = x

Jika x g maka T(x) adalah titik tengah ruas garis dari x ke g yang tegak lurus.

Jika x ∈ g, maka T(x) = x  Jika x ∉ g maka T(x) adalah

Pembuktian Isometri : Transformasi dan refleksi. Ambil sebuah garis h tegak lurus g dan M h (refleksi garis h) atau M h [T(x)] = y, sehingga y = (M h oT)(x). apakah merupakan hasil kali isometri? Dari gambar didapat M h oT = ToM h. Andaikan x = (x,y) maka T(x) = (x, 1/2y) dan M h [T(x)] = (-x, 1/2y)

1).

PEMBAHASAN SOAL

Diketahui : garis-garis g dan h dan titik-titik P,Q dan K. Lukislah :

a). A = M g [M h (P)] b). B = M h [M g (P)] c). C = M h [M h (P)] d). D = M g [M h (K)] e). R sehingga M h [M g (R)] = Q f). Apakah M g M h = M h M g ? Penyelesaian:

a)

A = M g [M h (P)] P Q h M h (P)
A = M g [M h (P)]
P
Q
h
M
h (P)

g

b)

P M g (P) B = M h [M g (P)] h
P
M g (P)
B = M h [M g (P)]
h

g

c)

P = M h [M h (P)] h M h (P)
P = M h [M h (P)]
h
M h (P)

g

d)

e)

f)

P K = D= M g [M h (K)] Q h R
P
K = D= M g [M h (K)]
Q
h
R

g

P Q = M h [M g (R)] g M h (Q) h Tidak, sebab
P
Q = M h [M g (R)]
g
M h (Q)
h
Tidak,
sebab
terlihat
pada
nomor
(a)
dan
(b),
diperoleh

M g [M h (P)]

M h [M g (P)]. Selain itu, sifat komutatif tidak berlaku secara umum pada hasilkali

transformasi. Pembuktian dapat dilihat di materi.

2).

Diketahui : T dan S isometri

Selidiki :

a).

TS sebuah isometri

b).

TS = ST

c).

Jika g sebuah garis maka g’ = (TS)(g) juga sebuah garis.

d). Jika g // h dan g’ = (TS)(g), h’ = (TS)(h) maka g’ // h

Penyelesaian :

a). T dan S adalah isometri-isometri sehingga T dan S adalah suatu transformasi

Berdasarkan teorema “Jika F : V V dan G : V V masing-masing suatu

transformasi, maka hasil kali H = GF : V V adalah juga suatu transformasi”,

maka TS juga transformasi.

Adb. TS isometri.

Ambil sebarang titik A, BV.

Jelas S(A) = A’,

Karena S isometri maka AB = A’B’.

Jelas T(A’) = A”,

Karena T suatu isometri maka A’B’ = A”B”. Diperoleh AB = A’B’ = A”B”. Jelas TS(A) = T[S(A)]= T(A’)= A” dan TS(B) = T[S(B)]= T(B’)= B”.

S(B) = B’.

T(B’) = B”.

Karena AB = A”B” maka TS sebuah isometri. Jadi TS adalah suatu isometri. b). Adb TS = ST Didefinisikan T(P) = P’ dan T(Q) = Q’.

b). Adb TS = ST Didefinisikan T(P) = P’ dan T(Q) = Q’. Misalkan |PQ| =

Misalkan |PQ| = |P’Q’| |PQ| = |T(P) S(Q)|. TS(P) = P’ dan ST(P) = P’. Karena TS(P) = ST(P) = P’ maka TS = ST = 1. Jadi TS = ST. c). Apabila g sebuah garis maka g’ = TS(g) juga sebuah garis. Telah diketahui bahwa TS sebuah isometri. Berdasarkan teorema “sebuah isometri memetakan garis menjadi garis”. Maka g’ = TS(g) adalah sebuah garis. Jadi pernyataan “jika g sebuah garis maka g’ = TS(g) juga sebuah garis” benar. d). Apabila g // h dan g’ = TS(g), h’ = TS(h) maka g’// h. Karena TS sebuah isometri, berdasarkan teorema “sebuah isometri mengawetkan kesejajaran dua garis” sehingga diperoleh g’// h’ dengan g’ = TS(g), h’ = TS(h), g //

h.

Jadi pernyataan “Apabila g // h dan g’ = TS(g), h’ = TS(h) maka g’// h’” benar.

3).

Diketahui : garis-garis g dan h, Ag, Bh, C h Lukislah :

a).

M g [M h ( ABC)]

b).

M h [M g ( ABC)]

c).

K sehingga M g [M h (K)] = K

d). R sehingga M h [M g (R)] = D

Penyelesaian: a). A” C” B” A C B C’ A’ M h (A) = A’
Penyelesaian:
a).
A”
C”
B”
A
C
B
C’
A’
M h (A) = A’
M
(B)
= B (karena B h )
h
M h (C) = C’
M g (A’) = A”
M g (B’) = B”
M g (C’) = C”
Jadi, M g [M h (ABC)] = A”B”C”.
B’
b).
C’ A = A’ C B A”
C’
A = A’
C
B
A”

B”

C”

g

h

g

h

M g (A) = A’ = A (karena Ag )

M g (B) = B’ M g (C) = C’ M h (A’) = A” M h (B’) = B” M h (C’) = C” Jadi, M h [M g (ABC)] = A”B”C”. c). Akan dilukis K sehingga M g [M h (K)] = K. M g [M h (K)] = K (M g M h )(K) = K. Hasil kali persamaan (M g M h )(K) = K hanya akan terjadi pada titik potong antara garis g dan garis h. Oleh karena itu K adalah titik potong garis g dan garis h.

K g h
K
g
h

d). Akan dilukiskan titik R sehingga M h [M g (R)] = D. Karena Dh maka D’ = M h (D) = D. Diperoleh M g (R) = D. Jadi, R adalah prapeta D oleh M g

4).

R D h
R
D
h

Diketahui : garis-garis g, h, k dengan g // k Lukislah :

a).

b). g’ = M g [M h (g)]

c).

Penyelesaian:

g’ = M h [M g (g)]

k’ = M g [M h (k)]

g

a) g’= M h [M g (g)]

Ambil dua titik sebarang anggota garis g, misal titik P dan Q serta namai titik

perpotongan garis g dan h di R . Setelah mendapatkan pencerminan P di P’, R di R

dan Q di Q’, hubungkan titik P’, R, dan Q’ menjadi suatu garis yaitu garis g’.

g’ h P’ g Q R P Q’
g’
h
P’
g
Q
R
P
Q’

b) g’= M g [M h (g)]

k

Ambil dua titik sebarang anggota garis g, misal titik P dan Q.

g Q’’ h P’ Q g R P P’’ Q’
g
Q’’
h
P’
Q g
R
P P’’
Q’

c) k’= M g [M h (k)]

k

Ambil dua titik sebarang anggota garis g, misal titik A dan B. namai titik perpotongan

B’’ A’’ h g k’ A’ B C A B’
B’’
A’’
h
g
k’
A’
B
C
A
B’

k