Anda di halaman 1dari 3

Rawat jalan (RJ) merupakan salah satu unit kerja di rumah sakit yang

melayani pasien yang berobat jalan dan tidak lebih dari 24 jam pelayanan,
termasuk seluruh prosedur diagnostik dan terapeutik (Marsuli 2005). Pada waktu
yang akan datang, rawat jalan merupakan bagian terbesar dari pelayanan
kesehatan di rumah sakit. Disebutkan juga bahwa akhir tahun 1990-an, rawat jalan
merupakan salah satu yang dominan dari pasar rumah sakit dan merupakan
sumber keuangan yang bermakna.Pertumbuhan yang cepat dari rawat jalan
ditentukan oleh 3 faktor yaitu:
a) Penekanan biaya untuk mengontrol peningkatan harga perawatan kesehatan
dibandingkan dengan rawat inap,
b) Peningkatan kemampuan dan sistem reimbursment untuk prosedur di rawat
jalan,
c) Perkembangan secara terus menerus dari teknologi tinggi untuk pelayanan
rawat jalan akanmenyebabkan pertumbuhan rawat jalan pada abad
mendatang.

PENTINGNYA APLIKASI SISTEM INFORMASI BERBASIS KOMPUTER DI RUMAH SAKIT


Pendidikan masyarakat dan akses informasi tentang kesehatan yang semakin
tinggi menyebabkan tingginya tuntutan kebutuhan kesehatan. Guna memenuhi
tuntutan pelayanan kesehatan tersebut, maka komputerisasi sangat dibutuhkan di
rumah sakit untuk menghindari kesalahan yang tidak diinginkan seperti redudansi
data, unintegrated data, human eror, dan terlambatnya informasi mengingat faktor
kesehatan sangat penting bagi seseorang. Sistem informasi rumah sakit (SIRS)
secara garis besar mempunyai dua fungsi yaitu sistem informasi pelayanan rumah
sakit dan sistem informasi manajemen rumah sakit (SIMRS). Kedua fungsi tersebut
saling terkait dan saling melengkapi sehingga pada akhirnya akan membuat sistem
yang terintegrasi dan handal. Peranan operasional sistem informasi dalam rumah
sakit antara lain adalah (Sutanto, 2008) :
1. Kecepatan, misalnya kecepatan dalam penyelesaian pekerjaan administrasi
rumah sakit.
2. Akurasi, dengan SIMRS pemeriksaan data transaksi cukup dengan
membandingkan laporan antar unit yang dihasilkan oleh SIMRS dan juga
dapat mencegah terjadinya duplikasi data untuk transaksi-transaksi tertentu
sehingga data terjamin akurasinya.
3. Integrasi, bila dengan sistem manual data pasien harus dimasukkan di setiap
unit, maka dengan SIMRS data tersebut cukup sekali dimasukkan di bagian
pendaftaran saja.
4. Peningkatan pelayanan, pengaruh SIMRS yang dirasakan oleh pasien adalah
semakin cepat dan akuratnya pelayanan. Saat ini, pasien tidak perlu
menunggu lama untuk menyelesaikan administrasinya, baik rawat inap
ataupun rawat jalan sebab ketika data-data tersebut dibutuhkan dapat dilihat
dengan waktu yang relatif singkat dan akurat.

5. Peningkatan efisiensi, jika kecepatan dan akurasi data meningkat, maka


waktu yang dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan administrasi akan lebih
cepat dan menghindari permintaan pemeriksaan laboratorium berulang
dikarenakan kertas hasil pemeriksaan sebelumnya hilang.
6. Kemudahan pelaporan, proses pelaporan berbasis komputer hanya memakan
waktu beberapa menit sehingga dapat lebih konsentrasi untuk menganalisa
laporan tersebut.

Dari semua peranan SIMRS berbasis komputer tersebut, akan berpengaruh


pada meningkatnya produktivitas kinerja tenaga medis dan staff administrasi di
rumah sakit serta meningkatkan atau memudahkan pelayanan kesehatan sehingga
kini hampir seluruh rumah sakit telah dilengkapi dengan teknologi komputerisasi
dalam sistem informasi rumah sakitnya. Pelayanan rumah sakit terbagi menjadi dua
bagian besar yaitu pelayanan medis dan pelayanan yang bersifat non-medis.
Contoh nyata sistem informasi berbasis komputer untuk mendukung pelayanan
bersifat non-medis telah diterapkan dalam rumah sakit yaitu Computerized Billing
System merupakan contoh sistem pengolahan transaksi atau penagihan elektronik
untuk fungsi pelayanan administratif dan keuangan, dimana sistem ini dapat
menjamin manajemen keuangan rumah sakit yang cepat, transparan, dan
bertangung jawab (Anisfuad, 2008; Ida, 2009).
Pelayanan yang bersifat medis contohnya seperti rekam medis berbasis
komputer, secara prinsip digunakan untuk mencatat semua data medis, demografis
serta setiap event seorang pasien di rumah sakit dan disimpan secara digital di
dalam database komputer. Aplikasi ini memberikan kemudahan untuk menyimpan,
memperbaharui, mengakses dan mencari catatan-catatan medis pasien secara
lengkap dan cepat. Saat ini Rumah Sakit Graha Permata Ibu telah menggunakan
rekam medis berbasis komputer meskipun hanya untuk melayani pasien rawat
jalan.
Adapun keuntungan lain dari sistem ini yaitu meningkatkan kualitas asuhan,
meningkatkan produktifitas kerja, memudahkan komunikasi antara tim kesehatan,
memudahkan dalam mengakses informasi, meningkatkan kepuasan kerja perawat,
perawat memiliki waktu lebih banyak untuk melayani pasien, menurunkan Hospital
Cost, menurunkan Lost of data and information (Agustine, 2009; Anisfuad, 2006).
Kecenderungan pemanfaatan teknologi juga akan berimbas pada konsep
paperless yang ditandai dengan meluruhnya peran kertas sebagai media pencatat
medis. Upaya pengembangan sistem informasi dalam rumah sakit, saat ini tidak
hanya menggunakan teknologi komputerisasi, tetapi juga telah banyak yang
menggunakan teknologi telepon genggam untuk mendongkrak mutu pelayanan.
Layanan informasi rumah sakit yang berbasiskan SMS terintegrasi dapat melayani
registrasi antrian pasien, jadwal praktek dokter, dan kritik dan saran yang
membangun sistem pelayanan kesehatan (Lestantyo dkk, 2008). PDA juga menjadi
sarana peningkatan pelayanan rumah sakit yang digunakan untuk menyimpan
berbagai data klinis pasien, informasi obat, maupun panduan terapi tertentu.
Adapun teknologi penyimpan data portable seperti smart card yang dapat

menyimpan data pasien namun aplikasi ini baru digunakan di Eropa dan Amerika
Serikat (Anisfuad, 2005).
Dapat disimpulkan kehadiran teknologi khususnya komputer dalam sistem
informasi rumah sakit sangat penting untuk mendukung kemudahan dalam
manajemen rumah sakit. Oleh sebab itu, dengan adanya sistem ini dapat
membantu pengolahan data dan menghasilkan informasi yang cepat, tepat, dan
akurat sesuai kebutuhan sehingga mampu meningkatkan kualitas pelayanan
kesehatan bagi masyarakat dalam menyongsong Indonesia Sehat 2017.