Anda di halaman 1dari 36

DAFTAR ISI

1.

Penyearah 1 Fasa Gelombang Penuh Terkontrol Beban R..............................................1

1.1. Cara Kerja Rangkaian....................................................................................................................1


1.2. Simulasi Matlab.............................................................................................................................7
1.3. Hasil Simulasi..............................................................................................................................11
2.

Penyearah Gelombang Penuh Terkontrol Beban R-L.............................................................12

2.1. Cara Kerja Rangkaian..................................................................................................................12


2.2. Simulasi Matlab...........................................................................................................................17
2.3. Hasil Simulasi:.............................................................................................................................22

Penyearah 1 Fasa Gelombang Penuh Terkontrol

1. Penyearah 1 Fasa Gelombang Penuh Terkontrol Beban R

(a) Gambar Rangkaian


Keterangan :
VS merupakan tegangan sekunder pada trafo
IS merupakan arus yang mengalir pada sumber
Vd = VR merupakan tegangan pada beban
IR merupakan arus yang mengalir pada beban
IT1 dan IT3 merupakan arus yang mengalir dari thyristor T1 dan T3
IT2 dan IT4 merupakan arus yang mengalir dari thyristor T2 dan T4
IG merupakan arus gate dari rangkaian kontrol atau pulse generator

v
A
B

V
m

V
R

I
R

V
m

(b) Bentuk gelombang


Gambar 1. Rangkaian penyearah 1 gelombang penuh terkontrol beban R
2

1.1. Cara Kerja Rangkaian


Gambar 1a. menunjukkan ketika penyearah terkendali dibebani beban resistif. Pada saat
potensial tegangan di titik a lebih tinggi daripada di titik b (dari 0 - rad), maka anoda SCR
lebih positif dari katoda, bersamaan dengan itu VAK positif. Ini kesempatan untuk mentrigger
SCR T1& T3 agar konduksi. Apabila arus trigger diberikan pada SCR pada t = , maka
SCR T1& T3 akan konduksi (dibias maju) selama - rad dan arus mengalir ke beban. Sesaat
setelah rad, vab mulai negatif, maka SCR T1& T3 akan OFF dan dibias mundur secara
bersamaan.
Saat potensial titik b lebih tinggi dibanding potensial titik a ( dari

rad),

SCR T2 dan T4 akan bias maju secara bersamaan, maka ini adalah kesempatan untuk
mentrigger SCR agar konduksi. Jika pada

t= +

SCR T2 & T4 ditrigger, maka SCR

T2 & T4 akan konduksi (ON) selama (+) - 2 rad dan arus akan mengalir ke beban. Sesaat
setelah 2

rad, SCR T2 & T4 akan dibias mundur secara bersamaan.

Setelah 2 rad, anoda SCR kembali lagi positif daripada katodanya sehingga SCR T1&
T3 akan kembali konduksi, begitu seterusnya. Peran SCR dalam penyearah ini adalah untuk
mengubah tegangan sumber masukan arus bolak-balik dalam bentuk sinusoida menjadi
tegangan keluaran dalam bentuk tegangan searah yang dapat diatur sesuai keinginan, yaitu
apabila sudut trigger dirubah-rubah, maka besar VDC dan IDC akan ikut berubah.
Gambar 1b. menunjukkan bentuk gelombang tegangan sumber, arus gate, tegangan
keluaran, arus keluaran, dan tegangan pada SCR. Berdasarkan gambar gelombang diatas
dapat dilihat hubungan antara

v AB

pada 02

rad adalah gelombang sinus dan karena

beban yang digunakan pada rangkaian merupakan beban resistif maka arus dan tegangannya
sefasa.
Ditinjau dari tegangan keluaran (VL) yang dihasilkan, terdapat dua jenis komponen
tegangan, yaitu tegangan searah rata-rata (VDC) dan tegangan searah efektif (Vrms).
Berdasarkan gambar gelombang di atas tegangan keluaran rata-rata (

V DC

) dapat diatur

dengan cara menggeser sudut triger ( ) pada rangkaian, dan jika Vm adalah tegangan
masukan puncak, maka tegangan keluaran rata-rata (VDC) dapat diperoleh dari luas
gelombang VDC, yaitu :
3

1
V DC rata rata= V m sin t d ( t )

Vm

(cos t| )

Vm
(cos +cos )

Vm
(1+cos )

Tegangan keluaran efektif dapat diperoleh dengan menggunakan rumus :


V

1
2

V Rrms =

1
2
2
Vm sin t d (t )

1
2

t dt
d tcos 2

V m2 1 12

{ [

V 2

1
m t| cos 2 t d(2t )
2
2

1
2

]}

2
1
1
sin 2 sin
2
2
2
Vm
[ ( ) }
2

2
1
sin
2
V m2
( )+
2

2
1
1 + sin
2
1
V m2
2
( 2 )

V
sin 2
m 1 +
2

1
2

Arus beban (IDC rata-rata) dapat diperoleh dengan menggunakan rumus :

1 V
I DC ratarata = m sin t d ( t)
R

1 V
m sin t d ( t )
R

[
[

1 Vm

(cos t| )
R

1
2

1
2

1 V
m (cos cos )
R

1
2

1+cos
Vm

.R

V R ratarata
R

Untuk menghitung arus beban efektif (IRrms) dapat diperoleh dengan menggunakan rumus:

t
Vm
sin
R

1
2

I Rrms =

[
[
[

2
1 Vm
2
. 2 sin t d ( t)
R

1
2

2
1 Vm
1
. 2 ( d tcos 2 t d t)
R 2
2

1 Vm

.
2 R2

tcos 2 t (d t)

1
2

1
2

1 Vm

.
t| cos 2 t( 2d t)
2 R2
2

)]

)]

1 Vm

2 t| cos 2 t d (2 t )
2 R
2

[
[
[

1 Vm
1
1

( ) sin2 sin 2
2 R2
2
2
2

1 Vm
1

+ sin 2
2 R2
2

V 2 1
sin 2
m2 1 +
2

2
R

Vm

[(

sin 2

1 +

2
2 . R
I Rrms =

)]

1
2

)]

1
2

1
2

)]

)]

1
2

1
2

1
2

V Rrms
R

Arus efektif SCR dapat diperoleh dengan mencari luas daerah dari bentuk gelombang, yaitu:
6

2
Vm
1
I Qrms =
sin t d ( t)
2 R

1
2

1 Vm

2 R2

sin

t d ( t)

1
2

t d (t)
d ( t)cos 2

2
1 Vm
1 1
2 2
2 R 2

[
[
[

)]

1 Vm

t| cos 2 t d (2 t )
4 R2
2

1 Vm
1
1

2 ( ) sin 2 sin 2
4 R
2
2
2

1 Vm
1

2 + sin 2
4 R
2

V 2
sin 2
m 2 1 +

2
4R

)]

[(

)]

)]

1
2

1
2

1
2

V
sin 2
m 1 +
2R

2
I Qrms =

1
2

)]

1
2

I Rrms

Arus rata-rata SCR (

I Q ratarata

) dapat diperoleh dengan mencari luas daerah dari bentuk

gelombang, yaitu:

V
1
I Q ratarata= m sin t d ( t )
2 R

1 Vm

sin t d ( t )
2 R

1 Vm
(cos t| )
2 R

Vm
(cos +cos )
2 .R

Vm
(1+cos )
2 .R

I Q ratarata=

I R rata rata
2

1.2. Simulasi Matlab

Gambar Rangkaian Penyearah Terkontrol Gelombang Penuh Beban R


Penyearah gelombang penuh terkontrol pada gambar di atas menggunakan 4 SCR dengan
beban resistif R dan sudut penyalaan = 900, dengan tegangan sumber Vs = 50 sin 100t, R =
10 , f = 50 Hz. Kita dapat membandingkan besar tegangan keluaran rata-rata, tegangan rms,
arus beban, arus rms beban, arus rms SCR, dan arus rata-rata pada SCR dari hasil simulasi
dengan berdasarkan rumus.

Tegangan keluaran rata-rata pada beban:


Perhitungan berdasarkan rumus:
8

V DC ratarata=

Vm
(1+ cos )

V DC ratarata=

50
(1+cos 90 )
3,14

V DC rata rata=15,923(1+0)
V DC rata rata=15,923 V

Hasil simulasi:
V DC rata rata=15,92V

Arus pada beban:


Perhitungan berdasarkan rumus:
I DC ratarata =

Vm
(1+cos )
.R

I DC ratarata =

V DC ratarata
R

I DC ratarata =

15,923 V
10

I DC ratarata =1,592 A

Hasil simulasi:
I DC ratarata =1,592 A .

Tegangan rms pada beban:


Perhitungan berdasarkan rumus:
1
2

V Rrms =

Vm
sin 2
1 +
2

V Rrms =

50
90 sin 2.90
1
+
2
180 2.3,14

1
2

V Rrms =35,355 ( 0,5+0 )

1
2

V Rrms =35,355 x 0,707 V


V Rrms =25 V

Hasil simulasi:
V Rrms =24,99 V

Arus rms pada beban:


Perhitungan berdasarkan rumus:
V
sin 2
I Rrms = m 1 +

2
2 R

I Rrms =

V Rrms
R

I Rrms =

25 V
10

1
2

I Rrms =2,5 A

Hasil simulasi:
I Rrms =2,499 A

Arus rms pada SCR :


V
sin2
I Qrms = m 1 +
2R

1
2

50
90 sin 2.90
I Qrms =
1
+
2 10
180 2. 3,14

1
2

10

50
I Qrms = ( 10,5+0 ) 2
20
I Qrms =2,5 ( 0,707 )
I Qrms =1,767 A
Hasil simulasi:
I Qrms =1,767 A

Arus SCR rata-rata :

1+cos
Vm
I Qrata rata=

2 R
90
1+cos
50
I Qrata rata=

2.3,14 . 10

I Qrata rata=0,796(1)
I Qrata rata=0,796 V
Hasil simulasi:
I Qrata rata=0,7958 A

Tabel Evaluasi:

Dari Hasil Simulasi


Dari Hasil Perhitungan

VDC

IDC

VRrms

IRrms

IQrms

IQrata-rata

(V)

(A)

(V)

(A)

(A)

(A)

15,923

1,592

25

2,5

1,767

0,796

15,92

1,592

24,99

2,499

1,767

0,7958

11

Sedikit ada perbedaan antara hasil dari simulasi matlab dengan hasil penggunaan rumus
teorinya. Hal itu mungkin terjadi karena ada perbedaan sedikit pada pengesetan detail-detail
kecil komponen yang digunakan pada simulasi dan adanya drop pada SCR yang tidak
dihitung pada rumus.

12

1.3. Hasil Simulasi

13

2. Penyearah Gelombang Penuh Terkontrol Beban R-L


2.1. Cara Kerja Rangkaian

(a) Rangkaian
Gambar 2. Penyearah 1 setengah gelombang terkontrol beban RL

Gambar 2a. menunjukkan ketika penyearah terkendali dibebani beban RL. Pada saat
potensial tegangan titik a lebih tinggi daripada titik b, maka anoda lebih positif dari katoda,
bersamaan dengan itu VAK positif. Maka ini kesempatan untuk mentrigger SCR T1& T3 agar
konduksi. Jika diberikan arus gate diberikan pada t = , maka SCR T1& T3 akan konduksi
selama - rad dan arus mengalir melalui induktor yang menyimpan energi. Sesaat setelah
rad, vab mulai negatif, dan bersamaan dengan itu VAK mulai negatif. SCR menstop arus yang
mengalir melalui induktor, akan tetapi energi yang tersimpan dalam induktor memaksa aliran
arus tetap berjalan seperti sebelumnya dengan cara melepas energinya. Sehingga SCR tetap
konduksi dan menimbulkan tegangan negatif selama - rad, dimana adalah besar arus
yang melewati dari VAK . Setelah energi induktor habis, SCR T1& T3 akan OFF.
Pada saat potensial titik B lebih tinggi dari titik A maka anoda SCR T 2 dan T4 lebih
positif daripada katoda SCR T2 dan T4 selama -2 radian dan apabila arus gate diberikan
pada SCR T2 dan T4 pada t = (+), maka SCR T2 dan T4 akan konduksi dan arus akan
mengalir ke beban.

14

Setelah 2 rad, anoda SCR kembali lagi positif daripada katoda sehingga SCR akan
kembali lagi konduksi, begitu seterusnya.
Pada beban RL ada 2 jenis metode kerja, yaitu metode kerja diskontinu dan metode
kerja kontiniu.
a. Metode kerja diskontiniu
Yaitu kondisi dimana ada arus yang mencapai angka 0 pada interval tertentu, dengan
pemberian sudut trigger > .
Tegangan dan arus beban diatur oleh sudut trigger yang diberikan pada SCR. Besar
sudut trigger adalah :
tan 1

L
R

adalah besarnya arus yang melewati dari VAK atau yang disebut dengan tegangan
negatif. Dengan menggunakan Microsoft excel maka dapat dicari dengan rumus:
sin ( )=sin ( ) e

( )
tan

Ditinjau dari tegangan keluaran (VL) yang dihasilkan, terdapat dua jenis komponen
tegangan, yaitu tegangan searah rata-rata (VDC) dan tegangan searah efektif (Vrms).
Jika Vm adalah tegangan masukan puncak, tegangan keluaran rata-rata (VDC) dapat
diperoleh dari :

1
V DC rata rata= V m sin t d ( t )

Vm

(cos t| )

Vm
(cos +cos )

Vm
(cos cos )

Tegangan keluaran rms dapat diperoleh dengan menggunakan rumus:

15

1
2

V Rrms =

[
[

1
2
2
V m sin t d (t )

V m2

sin 2 t d( t)

1
2

1
2

1cos 2 t d (t )
2
V m 1 12

2

t d (t )
d ( t )cos 2

2
Vm
1 12

[ (

)]

V m2

t| cos 2 t d ( 2t )

1
2

2 sin 2
sin
2
Vm
1
( ) ( ]

2
sin 2 sin
1
1
( )

Vm

2
V rms =

16

Arus beban (IDC) dapat diperoleh dengan menggunakan rumus:


VDC = I DC . R
I DC =

Vm
(cos cos )
. R

I DC =

V ratarata
R

Arus beban rms (Irms) dapat diperoleh dengan menggunakan rumus:

[{

sin ( ) cos ( + +)
V 1
( )
I rms =
Z
cos

}]

1
2

Nilai arus rms pada SCR dengan menggunakan rumus:


I Qrms =

I rms

Nilai arus rata-rata pada SCR dengan menggunakan rumus:


I Q ratarata=

I DC
2

b. Metode kerja kontiniu


Yaitu kondisi dimana arus tidak pernah mencapai angka 0 pada interval tertentu,
dengan pemberian sudut trigger < .
Jika Vm adalah tegangan masukan puncak, tegangan keluaran rata-rata (VDC) dapat
diperoleh dari :
V DC rata rata=

2V m
(cos )

Arus beban (IDC) dapat diperoleh dengan menggunakan rumus:


VDC = I DC . R
cos
2Vm
I DC =

.R

17

Tegangan keluaran rms dapat diperoleh dengan menggunakan rumus:


V rms =

Vm
sin ( + ) sin
1
+
2
2
2

Nilai arus rms pada output (

[{(

1
2

I Rrms

dapat diperoleh dengan menggunakan rumus:

V
2 sin ( ) 2
2 sin ( )
1
tan
tan
I rms = eff
+
tan
1e
4
sin

sin

1e

Z
tan
tan
1e
1e

}]

1
2

Nilai arus rms pada SCR dengan menggunakan rumus:


I Qrms =

Irms
2

Nilai arus rata-rata pada SCR dengan menggunakan rumus:


I Qrata rata=

I Dcrata rata
2

c. Penambahan dioda Free Wheel


Adanya beban induktif (L) membuat ada tegangan negatif pada tegangan keluaran yang
dihasilkan. Agar menghilangkan tegangan negatif, diberi tambahan dioda free wheel.

18

Ketika - rad, T1& T3 dibias maju sehingga ON dan arus mengalir ke beban. Pada (+) rad, T1&T3 off, tetapi D1 bekerja dan ON sehingga arus tetap mengalir. Dari (+) 2 rad, D1 off tetapi T2 & T4 akan konduksi sehingga arus mengalir. Dari 2 - (+2) rad
D1 kembali ON dan arus tetap mengalir, begitu seterusnya sehingga tidak ada tegangan
negatif.

19

2.2. Simulasi Matlab


a. Metode kerja diskontiniu
Yaitu ada arus yang mencapai angka 0 pada interval tertentu. Dengan pemberian sudut
trigger > .

Gambar Rangkaian Penyearah Terkontrol Gelombang Penuh Beban R-L


Penyearah terkontrol pada gambar memiliki beban R-L seri dengan metode diskontiniu.
Diberikan tegangan sumber Vs = 50 sin 100t, R = 7, L = 20 mH, f = 50 Hz. Kita dapat
membandingkan besar tegangan keluaran rata-rata, tegangan rms, arus beban, arus rms
beban, arus rms SCR, dan arus rata-rata pada SCR dari hasil simulasi dengan berdasarkan
rumus.
Tegangan keluaran rata-rata pada beban
Perhitungan berdasarkan rumus:
tan =
=

L
R

2 3,14 50 0,02
7

= 0,897
= arc tan 0,897
= 41,896
Oleh karna = 41,896, maka SCR ditrigger pada = 76.
20

Nilai dapat dicari dengan excel, menggunakan rumus sin ( )=sin ( ) e

Maka = 219
V
V DC rata rata= m ( cos cos )

V DC rata rata=

50
(cos 76 cos 219)
3,14

V DC rata rata=15,923(0,241(0,777))
V DC rata rata=15,923 ( 1,018 )
V DC rata rata=16,2 V

Hasil simulasi:

21

( )
tan

V DC rata rata=16 V

Arus pada beban


Perhitungan berdasarkan rumus:

cos cos
Vm
I Dc ratarata=

. R

I Dc ratarata=

V DC rata rata
R

I Dc ratarata=

16,2V
7

I Dc ratarata=2,314 A

Hasil simulasi:
I Dc ratarata=2,285 A

Tegangan rms pada beban


Perhitungan berdasarkan rumus:
2
sin 2 sin
1
1
( )

Vm

2
V rms =

152
sin 438sin
1
1
( 21976 )
180
2

50

2
V rms =

22

[ {

1
1
V rms =35,355
143 (0,508)
180
2

1
V rms =35,355
(142,745)
180

}]

1
2

1
2

V rms =35,355 x 0,862 V


V rms =30,476 V

Berdasarkan hasil simulasi:


V rms =30,03 V

Arus rms pada beban


Perhitungan berdasarkan rumus:
Z=
=

R 2+ Xl2

72 +(2 3,14 50 0,02)2

= 9,404

[{

sin ( ) cos ( + +)
V 1
( )
I rms =
Z
cos

}]

1
2

[ {

sin ( 21976 ) cos ( 219+ 76+41,896 )


35,355 1
I rms =
( 21976 )
9,404 180
cos 41,896

[ {

sin ( 143 ) cos ( 336,896 )


1
I rms =3,759
( 143 )
180
cos 41,896

I Rrms =3,759

1
(1430,743)
180

1
2

I rms =3,759 0,803


I rms =3,018 A

Berdasarkan hasil simulasi:


23

}]

1
2

}]

1
2

I rms =2,825 A

Arus rms pada SCR :


I Qrms =

Irms
2

I Qrms =

3,018
2

I Qrms =2,13 A

Hasil simulasi:
I Qrms =1,997 A

Arus SCR rata-rata :


I Qrata rata=

I Dcrata rata
2

I Qrata rata=

2,314
2

I Qrata rata=1,157 V

Hasil simulasi:
I Qrata rata=1,143 A

Tabel Evaluasi:
VDC

IDC

VRrms

IRrms

IQrms

IQrata-rata

(V)

(A)

(V)

(A)

(A)

(A)

24

Dari Hasil Simulasi


Dari Hasil Perhitungan

16

2,285

30,03

2,825

1,997

1,143

16,2 2,314

30,476

3,018

2,13

1,157

Sedikit ada perbedaan antara hasil dari simulasi matlab dengan hasil penggunaan rumus
teorinya. Hal itu mungkin terjadi karena ada perbedaan sedikit pada pengesetan detail-detail
kecil komponen yang digunakan pada simulasi dan adanya drop pada scr yang tidak dihitung
pada rumus.

25

2.3. Hasil Simulasi:

26

b. Metode kerja kontiniu


Yaitu keadaan dimana arus tidak pernah mencapai angka 0 pada interval tertentu. Dan
diberikan sudut trigger <

Penyearah terkontrol pada gambar memiliki beban R-L seri dengan metode kontiniu.
Diberikan tegangan sumber Vs = 50 sin 100t, R = 7, L = 20 mH, f = 50 Hz. Kita dapat
membandingkan besar tegangan keluaran rata-rata, tegangan rms, arus beban, arus rms
beban, arus rms SCR, dan arus rata-rata pada SCR dari hasil simulasi dengan berdasarkan
rumus.

Tegangan keluaran rata-rata beban


Perhitungan berdasarkan rumus:
tan =
=

L
R

2 3,14 50 0,02
7

= 0,897
27

= arc tan 0,897


= 41,896
Oleh karna = 41,896, maka SCR ditrigger pada = 30.
V DC rata rata=

2V m
(cos )

V DC rata rata=

2. 50
(cos 30 )
3,14

V DC rata rata=31,847( 0,866)


V DC rata rata=27,579 V

Hasil simulasi:
V DC ratarata=27,51 V

Arus pada beban


Perhitungan berdasarkan rumus:

cos
I Dc ratarata=

2Vm

.R

I Dc ratarata=

V DC rata rata
R

I Dc ratarata=

27,579 V
7

I Dc ratarata=3,939 A

Hasil simulasi:
I Dc ratarata=3,93 A

Tegangan rms pada beban


Perhitungan berdasarkan rumus:
28

V
1
V rms = m 1
( sin 2 ( + )sin 2 )
2
2

1
2

2.30
sin 2 ( 180+30 )sin
1
1

2 3,14

50

2
V rms =
1

V rms =35,355 [ 10,159 ( 0 ) ] 2


V rms =35,355 x 1V
V rms =35,355 V

Berdasarkan hasil simulasi:


V rms =35,37 V

Arus rms pada beban


Perhitungan berdasarkan rumus:
Z=
=

R 2+ Xl2

72 +(2 3,14 50 0,02)2

= 9,404

[{(
[ {

V eff 1
2 sin ( ) 2
2 sin ( )
tan
tan
I rms =
+
tan 1e
4
sin sin 1e

Z
tan
tan
1e
1e

I rms =

6,28

}]

1
2

2 sin(11,896) 2
2 sin (11,896 )
35,355 1
3,14+
0,897 1e 0,897 4
sin 30 sin 41,896 1e 0
3,14
3,14
9,404 3,14
1e 0,897
1e 0,897

29

1
I rms =3,759
{ 3,14+ 0,269 x 0,897 x 0,9974 ( 0,518 ) 0,5 x 0,667 x 0,951 }
3,14
I Rrms =3,759

1
( 3,14+0,2405+0,657)
3,14

I rms =3,759 [ 1,285 ]

1
2

1
2

I rms =3,759 1,133


I rms =4,258 A

Berdasarkan hasil simulasi:


I rms =4,179 A

Arus rms pada SCR :


I Qrms =

Irms
2

I Qrms =

4,258
2

I Qrms =3,011 A

Berdasarkan hasil simulasi:


I Qrms =2,954 A

Arus SCR rata-rata :


I Qrata rata=

I Dcrata rata
2

I Qrata rata=

3,939
2

I Qrata rata=1,969 V

30

1
2

Hasil simulasi:
I Qrata rata=1,965 A

Tabel Evaluasi:

Dari Hasil Simulasi


Dari Hasil Perhitungan

VDC

IDC

VRrms

IRrms

IQrms

IQrata-rata

(V)

(A)

(V)

(A)

(A)

(A)

27,51

3,93

35,37

4,179 2,954

1,965

27,579 3,939 38,169 4,258 3,011

1,969

Sedikit ada perbedaan antara hasil dari simulasi matlab dengan hasil penggunaan rumus
teorinya. Hal itu mungkin terjadi karena ada perbedaan sedikit pada pengesetan detail-detail
kecil komponen yang digunakan pada simulasi dan adanya drop pada SCR yang tidak
dihitung pada rumus.

Hasil Simulasi :

31

32

c. Dengan diode FreeWheel

Keterangan :
Vs = 100 sin 100t (V)
pada pulse generator 1 = 900
pada pulse generator 2 = 2700
R = 20
L = 20mH
Pertama-tama mencari nilai :
tan =

2 fL
R

2.3,14 .50 .20 .103


tan =
20
tan =0,314

=arc tan 0,314

33

=17,43
Mencari :
Dengan menggunakan Microsoft excel maka dapat dicari dengan cepat dari rumus
sin ( )=sin ( ) e

( )
tan

Maka = 1970.
Untuk mencari nilai Vd rata-rata dengan menggunakan rumus:
V d ratarata=
V d rata rata=

Vm
( 1+ cos )

100
(1+cos 90 )
3.14

V d rata rata=31,84 V
Untuk mencari nilai Id rata-rata dengan menggunakan rumus:

I d ratarata =

V d ratarata
R

I d ratarata =

31,84 V
20

I d ratarata =1,5923 A

34

V d rms

Nilai tegangan rms pada output (


V
sin 2
V d rms = m 1 +
2

V d rms =

1
2

100
90 sin 2.90
1
+
2
180 2.3,14

dapat diperoleh dengan menggunakan rumus:

1
2

V d rms =50 V
Nilai arus keluaran rms pada output (
I d rms =

V d rms
R

I d rms =

50V
20

I d rms

dapat diperoleh dengan menggunakan rumus:

I d rms =2,5 A
Nilai arus rms pada thyristor dengan menggunakan rumus sebagai berikut:
I Qrms =

I d rms
2

I Qrms =

2,5 A
2

I Qrms =1,7677 A
Nilai arus rata-rata pada thyristor dengan menggunakan rumus sebagai berikut:
I Q ratarata=

I d ratarata
2

I Q ratarata=

1,5923 A
2

I Q ratarata=0,7961 A

35