Anda di halaman 1dari 9

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)
Mata Pelajaran

: Kimia

Satuan Pendidikan

: SMA

Kelas/semester

: XI/2

Alokasi Waktu

: 2 x 45 menit

Pertemuan ke-

: 4 (empat)

Standar Kompetensi

4.

Memahami sifat-sifat larutan asam-basa, metode pengukuran, dan terapannya.

Kompetensi Dasar
4.3

Mendeskripsikan sifat larutan penyangga dan peranan larutan penyangga


dalam tubuh makhluk hidup.

Indikator

4.3.4 Menjelaskan peranan larutan penyangga dalam tubuh makhluk hidup.


I. Tujuan Pembelajaran

Tujuan Kognitif
Siswa dapat :
6. Menjelaskan peranan larutan penyangga dalam kehidupan sehari-hari
baik dalam tubuh makhluk hidup maupun dalam lingkungan.

Tujuan Afektif
1.

Mengajukan pertanyaan

2.

Aktif mendengar

3.

Mengajukan pendapat

4.

Menjawab pertanyaan

5.

Bekerja sama dalam kelompok

II. Materi Ajar

Fungsi larutan penyangga


Peranan Larutan Penyangga Dalam Tubuh Makhluk Hidup

Kebanyakan reaksi-reaksi biokimia dalam tubuh makhluk hidup hanya dapat


berlangsung pada pH tertentu. Oleh karena itu, cairan tubuh harus merupakan
larutan penyangga agar pH senantiasa konstan ketika metabolisme berlangsung.
Dalam keadaan normal, pH dari cairan tubuh termasuk darah kita adalah 7,35
7,5. Walaupun sejumlah besar ion H+ selalu ada sebagai hasil metabolisme dari
zat-zat, tetapi keadaan setimbang harus selalu dipertahankan dengan jalan
membuang kelebihan asam tersebut. Hal ini disebabkan karena penurunan pH
sedikit saja menunjukkan keadaan sakit.Larutan penyangga sangat berperan dalam
kehidupan sehari-hari. Beberapa fungsi larutan penyangga dalam kehidupan dapat
kalian pelajari pada uraian di bawah ini.
pH darah tubuh manusia berkisar antara 7,35-7,45. pH darah tidak boleh
kurang dari 7,0 dan tidak boleh melebihi 7,8 karena akan berakibat fatal bagi
manusia. Organ yang paling berperan untuk menjaga pH darah adalah paru-paru
dan ginjal. Kondisi di mana pH darah kurang dari 7,35 disebut asidosis. Faktorfaktor yang mempengaruhi terjadinya kondisi asidosis antara lain penyakit
jantung, penyakit ginjal, kencing manis, dan diare yang terus-menerus. Sedangkan
kondisi di mana pH darah lebih dari 7,45 disebut alkolosis. Kondisi ini disebabkan
muntah yang hebat, hiperventilasi (kondisi ketika bernafas terlalu cepat karena
cemas atau histeris pada ketinggian). Untuk menjaga pH darah agar stabil, di
dalam darah terdapat beberapa larutan penyangga alami.
Larutan Penyangga pada darah
a. Penyangga hemoglobin
Oksigen merupakan zat utama yang diperlukan oleh sel tubuh yang
didapatkan melalui pernapasan. Oksigen diikat oleh hemoglobin di dalam darah,
di mana O2 sangat sensitif terhadap pH. Reaksi kesetimbangan yang terjadi dapat
dituliskan sebagai berikut.
HHb+ + O2 H+ + HbO2
Keberadaan oksigen pada reaksi di atas dapat memengaruhi konsentrasi ion
+
H , sehingga pH darah juga dipengaruhi olehnya. Pada reaksi di atas O 2 bersifat
basa. Hemoglobin yang telah melepaskan O 2 dapat mengikat H + dan membentuk
asam hemoglobin. Sehingga ion H + yang dilepaskan pada peruraian H 2 CO 3
merupakan asam yang diproduksi oleh CO 2 yang terlarut dalam air saat
metabolisme.
Produk buangan dari tubuh adalah CO2- yang di dalam tubuh bisa
membentuk senyawa H 2CO3 yang nantinya akan terurai menjadi H+ dan HCO3-.
Penambahan H+ dalam tubuh akan mempengaruhi pH, tetapi hemoglobin yang
telah melepaskan O2 dapat mengikat H+ membentuk asam hemoglobin (HHb+).
b. Penyangga karbonat
Penyangga karbonat juga berperan dalam mengontrol pH darah. Reaksi
kesetimbangannya adalah:
H+(aq) + HCO3-(aq) H2CO3(aq) H2O(aq) + CO2(aq)

Perbandingan molaritas HCO3- terhadap H2CO3 yang diperlukan untuk


mempertahankan pH darah 7,4 adalah 20:1. Jumlah HCO3 - yang relatif jauh lebih
banyak itu dapat dimengerti karena hasil-hasil metabolisme yang diterima darah
lebih banyak bersifat asam. kondisi asidosis, yaitu penurunan pH darah yang
disebabkan oleh metabolisme yang tinggi sehingga meningkatkan produksi ion
bikarbonat. Kondisi asidosis ini dapat mengakibatkan penyakit jantung, ginjal,
diabetes miletus (penyakit gula) dan diare. Orang yang mendaki gunung tanpa
oksigen tambahan dapat menderita alkalosis, yaitu peningkatan pH darah. Kadar
oksigen yang sedikit di gunung dapat membuat para pendaki bernafas lebih cepat,
sehingga gas karbondioksida yang dilepas terlalu banyak, padahal CO 2 dapat
larut dalam air menghasilkan H 2 CO 3 . Hal ini mengakibatkan pH darah akan
naik. Kondisi alkalosis dapat mengakibatkan hiperventilasi (bernafas terlalu
berlebihan, kadang-kadang karena cemas dan histeris).
c. Penyangga fosfat
Penyangga fosfat merupakan penyangga yang berada di dalam sel.
Penyangga ini adalah campuran dari asam lemah H2PO4- dan basa konjugasinya,
yaitu HPO42-. Jika dari proses metabolisme sel dihasilkan banyak zat yang bersifat
asam, maka akan segera bereaksi dengan ion HPO42HPO42-(aq) + H+(aq) H2PO4-(aq)
Dan jika proses metabolisme sel menghasilkan senyawa yang bersifat basa, maka
ion OH- akan bereaksi dengan H2PO4-.
H2PO4-(aq) + OH-(aq) HPO42-(aq) + H2O(l)
Sehingga perbandingan [H2PO4- ] / [HPO42-] selalu tetap dan akibatnya pH
larutan tetap.Penyangga ini juga ada di luar sel, tetapi jumlahnya sedikit. Selain
itu, penyangga fosfat juga berperan sebagai penyangga urin. Apabila mekanisme
pengaturan pH dalam tubuh gagal, seperti dapat terjadi selama sakit, sehingga pH
darah turun di bawah 7,0 atau naik ke atas 7,8, dapat menyebabkan kerusakan
permanen pada organ tubuh atau bahkan kematian. Faktor-faktor yang dapat
menyebabkan keadaan asidosis (penurunan pH) adalah penyakit jantung, penyakit
ginjal, diabetes mellitus (penyakit gula), diare yang terus menerus, atau makanan
berkadar protein tinggi dalam jangka waktu lama. Keadaan asidosis sementara
dapat terjadi karena olahraga intensif yang dilakukan terlalu lama. Alkalosis
(peningkatan pH darah) dapat terjadi sebagai akibat muntah yang hebat,
hiperventilasi (bernapas terlalu berlebihan, kadang-kadang karena cemas atau
histeris atau berada di ketinggian). Suatu penelitian yang dilakukan terhadap para
pendaki gunung yang mencapai puncak Everest (8.848 m) tanpa oksigen
tambahan menunjukkan pH darah mereka berada di antara 7,77,8. Hiperventilasi
diperlukan untuk mengatasi tekanan oksigen yang amat rendah (kira-kira 43
mmHg) di tempat setinggi itu.
Larutan Penyangga Pada Sistem pernapasan
Di sini dipakai buffer H2CO3/HCO3Misalnya konsentrasi H3O+ dalam
darah naik, berarti pH-nya turun.
H3O+ + HCO3 H2CO3 + H2O

Bila pH turun maka pusat pernapasan kita akan dirangsang, akibatnya kita
bernapas lebih dalam sehingga kelebihan CO2 akan dikeluarkan melalui paruparu. Sedangkan bila konsentrasi OH naik
H2CO3 + OH HCO3 + H2O
Karena kemampuan mengeluarkan CO2 ini, maka bufer H2CO3 dan HCO3
paling baik untuk tubuh.
Larutan Penyangga pada Ginjal
Ginjal kita juga menolong untuk mengatur konsentrasi H3O+ dalam darah
agar tetap konstan, dengan jalan mengeluarkan kelebihan asam melalui urine,
sehingga pH urine dapat berada sekitar 4,8 7,0.
Larutan Penyangga Pada Air Ludah
Gigi dapat larut jika dimasukkan pada larutan asam yang kuat. Email gigi
yang rusak dapat menyebabkan kuman masuk ke dalam gigi. Air ludah dapat
mempertahankan pH pada mulut sekitar 6,8. Air liur mengandung larutan
penyangga fosfat yang dapat menetralisir asam yang terbentuk dari fermentasi
sisa-sisa makanan.
Kegunaan larutan penyangga tidak hanya terbatas pada tubuh makhluk hidup,
Berikut ini aplikasi laruatan penyangga pada kehidupan sehari-hari :
a. Larutan Penyangga pada Laboratorium
Reaksi-reaksi kimia di laboratorium dan di bidang industri juga banyak
menggunakan larutan penyangga. Reaksi kimia tertentu ada yang harus
berlangsung pada suasana asam atau suasana basa
b. Larutan Penyangga Pada bidang Farmasi
Asam asetilsalisilat merupakan komponen utama dari tablet aspirin,
merupakan obat penghilang rasa nyeri. Adanya asam pada aspirin dapat
menyebabkan perubahan pH pada perut. Perubahan pH ini mengakibakan
pembentukan hormon, untuk merangsang penggumpalan darah, terhambat;
sehingga pendarahan tidak dapat dihindarkan. Oleh karena itu, pada aspirin
ditambahkan MgO yang dapat mentransfer kelebihan asam.
Adanya larutan penyangga ini dapat kita lihat dalam kehidupan sehari-hari
seperti pada obat-obatan, fotografi, industri kulit dan zat warna. Selain aplikasi
tersebut, terdapat fungsi penerapan konsep larutan penyangga ini dalam tubuh
manusia seperti pada cairan tubuh. Cairan tubuh ini bisa dalam cairan intrasel
maupun cairan ekstrasel. Dimana sistem penyangga utama dalam cairan
intraselnya seperti H2PO4- dan HPO42- yang dapat bereaksi dengan suatu asam
dan basa. Adapun sistem penyangga tersebut, dapat menjaga pH darah yang
hampir konstan yaitu sekitar 7,4. Selain itu penerapan larutan penyangga ini dapat
kita temui dalam kehidupan sehari-hari seperti pada obat tetes mata.
Dalam bidang farmasi (obat-obatan) banyak zat aktif yang harus berada
dalam keadaan pH stabil. Perubahan pH akan menyebabkan khasiat zat aktif
tersebut berkurang atau hilang sama sekali. Untuk obat suntik atau obat tetes

mata, pH obat-obatan tersebut harus disesuaikan dengan pH cairan tubuh. pH


untuk obat tetes mata harus disesuaikan dengan pH air mata agar tidak
menimbulkan iritasi yang mengakibatkan rasa perih pada mata. Begitu juga obat
suntik harus disesuaikan dengan pH darah agar tidak menimbulkan alkalosis atau
asidosis pada darah.
c. Larutan Penyangga Pada Bidang Industri
Buah-buahan dalam kaleng perlu dibubuhi asam sitrat dan natrium sitrat
untuk menjaga pH agar buah tidak mudah dirusak oleh bakteri. Pada Sampho
Bayi Rambut tersusun dari protein keratin. Ikatan kimia pada protein rambut,
antara lain ikatan hidrogen dan ikatan disulfida. Ikatan tersebut stabil pada PH 4,6
6,0. PH sampo yang terlalu tinggi atau rendah akan memutuskan ikatan pada
protein rambut. Akibatnya, rambut dapat rusak. sampo dengan PH seimbang
mengandung larutan penyangga supaya PH sampo sama dengan PH rambut. Bayi
memiliki rambut yang lebih halus, daripada rambut orang dewasa. Selain itu,
kelenjar minyak dan keringat pada kulit kepala bayi belum berfungsi sempurna.
Oleh karena itu, sampo bayi harus mengandung sedikit bahan aktif dan memiliki
PH seimbang. Alasan lain untuk memilih sampo bayi dengan PH seimbang ialah
sampo tidak pedih jika terkena mata.

III. Metode Pembelajaran

Kooperatif TTW (Think-Talk-Write)

IV. Langkah-langkah Pembelajaran

Kegiatan Awal ( 5 menit)


1.

Salam pembuka

2.

Guru menyampaikan tujuan pembelajaran


kepada siswa

3.

Guru

menyampaikan

informasi

singkat

tentang materi yang akan dipelajari dengan metode ceramah

Kegiatan Inti ( 70 menit)


1.

Guru

melakukan

uji

kemampuan (pre test) kepada siswa ( 15menit) untuk memperoleh


tingkat kemampuan akademis siswa pada kelas tersebut (dapat tidak
dilakukan jika guru yang bersangkutan sudah mengetahui sebelumnya
tentang kemampuan akademis siswa).

2.

Guru

membagi

siswa

kedalam beberapa kelompok kecil (1 kelompok terdiri dari 4-5 orang)


dan bersifat heterogen.
3.

Tahap

think,

guru

memberikan Media Pembelajaran Web dan lembar tugas (LKS) peranan


larutan penyangga yang akan dibahas siswa dalam kelompoknya (setiap
kelompok mendapat materi yang sama).
4.

Masing-masing siswa dalam


kelompok membaca materi kelompok dan menuangkan hasil fikiran
masing-masing dan mencatat hal-hal yang tidak mengerti ke dalam
catatan siswa masing-masing tentang peranan larutan penyangga.

5.

Tahap talk, masing-masing


siswa menyampaikan hasil fikiran dan hal-hal yang tidak mengerti
tentang peranan larutan penyangga kepada teman satu kelompok untuk
dibahas bersama.

6.

Tahap write, siswa dalam


kelompok menuangkan hasil diskusinya melalui tulisan secara individu
pada lembar kerja dan mengerjakan latihan yang ada pada LKS.

Kegiatan Akhir (15 menit)


1.

Guru
bersama siswa menyimpulkan materi yang baru saja dipelajari

2.

Guru
memberikan evaluasi mengenai materi yang dipelajari. Dalam
mengerjakan evaluasi siswa bekerja sendiri sampai selesai, nilai yang
diperoleh merupakan nilai perkembangan individu yang disumbangkan
sebagai skor kelompok.

3.

Salam
penutup.

V. Sumber Belajar

Buku pelajaran kimia lainnya yang relevan.

Purba,Michael.2007.Kimia Untuk SMA Kelas XI.Jakarta:Earlangga.


Utami,Budi.Dkk.2009. Kimia Untuk SMA/MA Kelas XI Program Ilmu
Alam.Jakarta:DepDikNas.

Media Pembelajaran Web

VI. Penilaian

Penilaian Kognitif
Nilai diperoleh dari hasil uji kemampuan (pre test), hasil diskusi dalam
memahami materi dan mengerjakan LKS, dan hasil evaluasi masing-masing
siswa setelah pembelajaran.

Penilaian Afektif
Nilai didapat dari pengamatan guru terhadap siswa dalam proses
pembelajaran berlangsung.
No.

Nama Siswa

Aspek yang dinilai


2
3
4
5

Jumlah

Ket.

1
2
3
dst
30
Keterangan :
1 = Mengajukan pertanyaan
2 = Menjawab pertanyaan
3 = Mengajukan pendapat
4 = Bekerja sama dalam kelompok
5 = Aktif mendengar
Nilai afektif : - 17-20 = A
- 13-16 = B

Skor

- 9-12

=C

- 5-8

=D

: - Amat baik = 4
- Baik

=3

- Cukup

=2

- Kurang

=1

VII. Evaluasi
1. Pernyataan berikut yang merupakan fungsi larutan dapar dalam tubuh
manusia adalah ..
a. menjaga pH darah agar tidak banyak berubah
b. menjaga pecahnya pembuluh darah
c. menjaga kesetimbangan cairan yang ada di luar dan di dalam sel
d. menjaga masuknya cairan ke dalam sel
e. menjaga masuknya pelarut melalui selaput semipermiabel
2. Penyangga alami yang terdapat di dalam darah antaranya ..
a. sel darah merah

c. hemoglobin

b. sel darah putih

d. trombosit

e. fibrinogen
3. Berikut ini Peranan Larutan Penyangga Dalam Tubuh Makhluk Hidup,
kecuali :
a.
b.
c.
d.
e.

Larutan Penyangga pada darah


Larutan Penyangga Pada Sistem pernapasan
Larutan penyangga pada pankreas
Larutan Penyangga pada Ginjal
Larutan Penyangga Pada Air Ludah

4. Ginjal mengatur konsentrasi H3O+ dalam darah agar tetap konstan,


dengan jalan mengeluarkan kelebihan
a.asam laktat
b. Asam piruvat
c.mengeluarkan kelebihan asam untuk menetralkan melalui urine
d. mengeluarkan kelebihan asam melalui urine
e.mengeluarkan kelebihan basa melalui urine

5. pH darah manusia harus di atur karena akan berakibat fatal bagi manusia,
berkisar antara :
a.
b.
c.
d.
e.

7,0<pH<7,8
7,0<pH>7,8
7,0>pH<7,8
7,5<pH<7,8
7,0<pH<7,9