Anda di halaman 1dari 4

METODE PELAKSANAAN

NORMALISASI SUNGAI / SALURAN SIMPANG EMPAT DUSUN SUAH PADI


KECAMATAN TANGARAN KABUPATEN SAMBAS
I.

PENDAHULUAN
1.1
UMUM
1.1.1 Data Proyek
Kegiatan
Pekerjaan
Lokasi
Sumber Dana
Waktu Pelaksanaan
Tahun Anggaran
1.1.2

Lokasi Proyek
Lokasi proyek berada di daerah Simpang Empat Dusun Suah Padi Kec. Tangaran Kabupaten
Sambas. Untuk mencapai lokasi proyek cukup mudah, terutama lewat jalan darat.

1.1.3

Lingkup Pekerjaan
Lingkup Pekerjaan yang akan dilaksanakan adalah Normalisasi Sungai / Saluran Simpang Empat
Dusun Suah Padi, Kec. Tangaran Kab. Sambas, yang meliputi :
I
II

1.1.4

II.

: Pelaksanaan Normalisasi Sungai / Saluran


: Normalisasi Sungai / Saluran Simpang Empat Dusun Suah Padi
Kec. Tangaran Kabupaten Sambas
: Kec. Tangaran Kabupaten Sambas
: APBD Prov.Kalbar
: 90 Hari Kalender
: 2013

Pekerjaan Mobilisasi dan Demobilisasi


Pekerjaan Galian Tanah (Excavator Standard)

Jangka Waktu Pelaksanaan


Waktu pelaksanaan yang diperlukan untuk pembangunan proyek ini selama 90 hari kalender
terhitung semenjak Surat Perintah Mulai Kerja dikeluarkan.

MOBILISASI ALAT DAN TENAGA


Mobilisasi Peralatan dan Tenaga dilakukan untuk mendukung terlaksananya kegiatan dan kelancaran
pelaksanaan pekerjaan di lokasi proyek. Peralatan yang digunakan adalah Excavator Standard.

III. PEKERJAAN NORMALISASI SUNGAI / SALURAN SIMPANG EMPAT DUSUN SUAH PADI
KECAMATAN TANGARAN KABUPATEN SAMBAS
2.1
PEKERJAAN PEMBERSIHAN
Pekerjaan pembersihan lokasi bertujuan utuk membersihkan semak-semak, sampah, pohon-pohon
dan semua bahan lainnya yang dapat menghambat jalannya pekerjaan.
-

Menentukan batas-batas tanah yang boleh dikerjakan berdasarkan gambar pelaksanaan yang
telah disetujui Direksi Pekerjaan.

Pohon-pohon yang berada dalam lokasi pembebasan dan tanahnya direncanakan akan digali
untuk saluran, ditebang dengan gergaji mesin.

Pangkal pohon digali dan dicabut dengan excavator beserta semak-semak yang ada di
sepanjang areal pekerjaan.

Pangkal pohon digali dan dicabut dengan excavator beserta semak-semak yang ada di
sepanjang areal pekerjaan.
-

2.2

Hasil pembersihan dan penebangan pohon dikumpulkan pada tempat yang disetujui dan
dibuang ke luar lokasi yang disetujui oleh Pihak Direksi.

PEKERJAAN GALIAN TANAH


Semua pekerjaan galian tanah dikerjakan menurut profil-profil dan ukuran-ukuran seperti yang
ditunjukkan dalam gambar dan atas persetujuan Direksi pekerjaan.

Pekerjaan galian tanah menggunakan alat excavator standard sampai mencapai dasar saluran
yang direncanakan.

Pekerjaan galian tanah dimulai dari bagian hilir sungai bergerak menuju arah hulu saluran.

Hasil galian tanah yang kondisinya jelek dikumpulkan di lokasi yang jauh dari pinggir saluran
untuk menghindari kembalinya tanah tersebut ke dalam saluran.

Hasil galian tanah ditimbun lapis demi lapis diletakkan di sebelah hilir excavator agar tidak
menghalangi gerak maju dan mengurangi jangkauan lengan excavator, sambil dipadatkan
dengan bucket.

Untuk menghindari kecelakaan kerja, di sekitar alat berat di pasang rambu-rambu


peringatan.

Kemiringan / slope perapihan hasil galian dilaksanakan sesuai gambar pelaksanaan.

III. PEKERJAAN MONITORING


3.1

3.2

PERTEMUAN RUTIN
- Pertemuan rutin dilaksanakan setiap seminggu dan sebulan sekali di lokasi Kantor Lapangan.
-

Pertemuan diadakan untuk membahas perkembangan pekerjaan, kesulitan-kesulitan yang


dihadapi, masalah sosial dengan masyarakat sekitar, penggunaan peralatan, tenaga kerja dan
masalah lainnya.

Dalam pertemuan ini juga dibahas koordinasi antara kontraktor, pengawas dan Direksi
pekerjaan, agar semua kegiatan terkoordinasi dengan lancar.

LAPORAN HARIAN
- Laporan harian dibuat untuk mengetahui kemajuan pekerjaan per hari.
- Laporan dibuat oleh Pelaksana Lapangan memuat jenis pekerjaan yang sedang dikerjakan,
lokasi pekerjaan, volume pekerjaan, masalah yang dihadapi, kondisi cuaca, jumlah tenaga
dan alat yang digunakan.
-

3.3

Laporan harian diperiksa oleh Pengawas Lapangan untuk selanjutnya dikumpulkan dan
dirangkum sebagai bahan lampiran Laporan Mingguan.

LAPORAN MINGGUAN
- Laporan Mingguan dibuat untuk mengetahui kemajuan pekerjaan dalam satu minggu
-

Laporan dibuat oleh Manager Lapangan memuat jenis pekerjaan yang sedang dikerjakan,
volume pekerjaan, bobot prestasi yang sudah dicapai, masalah yang dihadapi, kondisi cuaca,
jumlah tenaga dan alat yang digunakan.

Laporan Mingguan berisi lampiran Laporan Harian yang telah dibuat dalam waktu seminggu,
juga berfungsi sebagai monitoring untuk mengetahui apakah progress pekerjaan terlambat
atau lebih cepat dibandingkan schedule kontrak..

Laporan Mingguan diperiksa dan ditandatangani oleh Direksi Pekerjaan, selanjutnya dikirim
kepada Owner.

3.4

3.5

LAPORAN BULANAN
- Laporan Bulanan dibuat untuk mengetahui kemajuan pekerjaan dalam satu bulan
pelaksanaan.
-

Laporan dibuat oleh Manager Lapangan memuat jenis pekerjaan yang sedang dikerjakan,
volume pekerjaan, bobot prestasi yang sudah dicapai, masalah yang dihadapi, foto kemajuan
pekerjaan, jumlah tenaga dan alat yang digunakan.

Laporan Bulanan juga berfungsi sebagai monitoring untuk mengetahui apakah progress
pekerjaan terlambat atau lebih cepat dibandingkan schedule kontrak.

Laporan Bulanan diperiksa dan ditandatangani oleh Direksi Pekerjaan, Pemimpin Proyek
(Kepala Satuan Kerja) dan selanjutnya dikirim kepada Owner.

Laporan Bulanan digunakan sebagai bahan evaluasi dalam rapat rutin bulanan.

LAPORAN EVALUASI KEMAJUAN PEKERJAAN


- Laporan Evaluasi Kemajuan Pekerjaan dibuat untuk mengetahui kemajuan pekerjaan selama
periode masa evaluasi berjalan.
-

Laporan dibuat oleh Project Manager memuat jenis pekerjaan yang sedang dikerjakan,
volume pekerjaan, bobot prestasi yang sudah dicapai, masalah yang dihadapi, foto kemajuan
pekerjaan, jumlah tenaga dan alat yang digunakan.

Laporan ini akan menunjukkan kinerja kontraktor dalam melaksanakan pekerjaan dalam hal
mutu, waktu dan biaya.

Laporan Bulanan diperiksa dan ditandatangani oleh Direksi Pekerjaan, Pemimpin Proyek
(Kepala Satuan Kerja) dan selanjutnya dikirim kepada Owner.

IV. DOKUMENTASI PEKERJAAN


Pengambilan gambar saat kondisi 0%, 50% dan 100% sebagai dokumentasi proyek dan kelengkapan
pada pelaporan pekerjaan yang dilaksanakan.
Cara pelaksanaan :
Menentukan lokasi pekerjaan yang akan difoto untuk dokumentasi dengan persetujuan Direksi.
-

V.

Melakukan pengambilan gambar 0 % untuk semua lokasi yang sudah ditentukan sebelumnya.
Arah pengambilan foto perlu dicatat agar pada saat pengambilan gambar 50% dan 100% tetap dari
posisi yang sama.

Melakukan pencetakan masing masing 2 ( dua ) lembar


Menyeleksi dan mengulangi pemotretan jika ada yang gagal.
Setelah gambar disusun menjadi 2 set, satu set selalu dibawa saat pengambilan foto/gambar
berikutnya ( 50 % ) serta seterusnya sampai selesai 100% sehingga back ground gambar bisa
dipertahankan /sama.

Foto untuk lampiran kemajuan pekerjaan secara bulanan juga akan mengambil posisi pengambilan
yang sama dengan lokasi pengambilan sebelumnya.

Foto negatif akan diserahkan ke Direksi pekerjaan.

PEKERJAAN AKHIR
Pekerjaan dinyatakan selesai apabila telah mencapai progress 100% dan telah dilakukan Penyerahan
Pertama Pekerjaan yang termuat dalam sebuah berita acara. Akan tetapi sebelum Penyerahan Kedua,
kontraktor masih mempunyai kewajiban untuk melasanakan masa pemeliharaan.
5.1

MASA PEMELIHARAAN PEKERJAAN


- Selama masa pemeliharaan, dilakukan monitoring pada seluruh lokasi yang telah
dilaksanakan.
-

Jika terjadi kerusakan, segera diperbaiki agar kerusakan tidak bertambah besar.
Selalu berkoordinasi dengan pihak Direksi pekerjaan dalam hal terjadinya kerusakan
saluran/galian, sehingga perbaikan dapat cepat dilaksanakan.

5.2

PEMBONGKARAN BARAK KERJA DAN KANTOR SEMENTARA


- Pembongkaran dilakukan secara bertahap, sesuai dengan berkurangnya kesibukan
pekerjaan.
-

5.3

Masa pemeliharaan dihitung dari saat Penyerahan Pertama, dan berakhir pada saat
Penyerahan Kedua dengan jangka waktu seperti tertuang dalam Kontrak.

Hasil bongkaran disingkirkan dari lokasi pekerjaan agar tidak mengotori lingkungan.

DEMOBILISASI ALAT DAN TENAGA


- Deobilisasi alat dan tenaga kerja dilakukan secara bertahap, sesuai dengan berkurangnya
kesibukan pekerjaan.
-

Ketika alat dipulangkan harus dilakukan inspeksi terhadap dokumen alat, untuk memastikan
kesesuaian dokumen dengan alat yang dipulangkan.

Untuk bukti pemulangan alat, maka dibuat berita acara demobilisasi alat yang ditandatangani
oleh kontraktor bersama Direksi Pekerjaan.