Anda di halaman 1dari 38

BAB I

PENDAHULUAN
Konsep asal mesin anestesi ini diciptakan oleh seorang ahli anestesi Inggris
Hendry Edmund Gaskin Boyle pada tahun 1917. Sebelum masa ini, seorang ahli
anestesi selalu membawa sendiri semua perlengkapannya, tetapi dengan
berkembangnya alat-alat yang lebih berat, tabung penyimpanan gas yang besar,
dan kelengkapan alat-alat pengaman jalan nafas, hal ini menjadi tidak praktis.
Anestesi adalah hilangnya sensasi sakit. Pada anestesi umum hilangnya rasa
sakit terjadi pada seluruh tubuh disertai hilangnya kesadaran yang bersifat
reversibel. Anestesi dibagi menjadi dua golongan besar, yaitu anestesi umum dan
anestesi lokal. Pada anestesi lokal hilangnya rasa sakit hanya pada sebagian tubuh
dan tidak disertai hilangnya kesadaran.
Mesin anestesi digunakan oleh ahli anestesi untuk mendukung pemberian
anestesi. Tipe mesin anestesi yang digunakan di negara maju adalah mesin
anestesi jenis cotinuous-flow, yang dirancang untuk memberikan secara akurat
dan terus-menerus pasokan gas (seperti oksigen dan nitrogen oksida), dicampur
dengan uap agen anestesi (seperti isoflurane) yang dihantarkan dengan aliran dan
tekanan yang aman bagi pasien. Mesin anestesi modern dilengkapi ventilator,
suction unit, dan peralatan monitoring pasien.
Kesalahan penggunaan peralatan penghantar gas tiga kali lebih sering
menyebabkan efek samping dibandingkan dengan kegagalan fungsi mesin itu
sendiri.
Kurangnya penguasaan alat dan kelalaian dalam pemeriksaan fungsi mesin
merupakan penyebab tersering.
Setiap kemajuan dari mesin anestesi ini dibuat dengan tujuan untuk
memperbaiki dan mengurangi efek samping yang terjadi akibat penghantaran gas
oleh mesin anestesi yang sangat penting bagi keamanan pasien.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Sejarah Mesin Anestesi
Suatu cabang ilmu kedokteran yang sekarang dekenal dengan anestesi boleh
dikatakan dimulai sejak hari dimana Sir Humphry Davy, pencipta lampu tambang,
menemukan gas gelak atau Nitrogen-oksida. Davy menemukan bahwa senyawa
Nitrogen dan Oksigen (Nitrogen-oksida) dapat menimbulkan akibat yang tidak
biasa. Pada mulanya, saat Davy menghirup gas ini, timbul euforia yang segera
diikuti oleh ledakan tawa yang tidak dapat dikendalikan hingga terjadi hilangnya
kesadaran.7 Davy juga mendapati sakit giginya hilang ketika secara tidak sengaja
ia menghirup gas ini. Ini terjadi sekitar desember tahun 1799. Saat itu ia berfikir
bahwa nitrogen-oksida dapat digunakan pada pembedahan, akan tetapi tidak ada
yang mencoba menggunakannya selama bertahun-tahun.
Penghargaan bagi pengguna pertama anestesi untuk prosedur pembedahan
adalah milik Dr. Crawford Long (1815-1878), seorang praktisi pemerintah di
Georgia yang memulai penggunaan eter untuk kasus bedah minor pada 30 Maret
1842, Pasien pertamanya, James Venable, menghirup handuk yang dibasahi eter
dan kemudian menjadi tidak sadarkan diri. Long kemudian dapat mengangkat
kista dari lehernya, namun ia tidak mempublikasikan teknik ini sampai tahun
1848.

Gambar 1. A. Sir Humphrey Davy.10 B. Dr. Horace Wells.11 C. Dr. Crawford


Long.12
Dr. William Morton, seorang dokter gigi di Boston yang merupakan rekan
Dr. Horace wells adalah merupakan salah satu orang yang pertama kali
menggunakan eter sebagai anestesia. Pada tahun 1846, hanya dua tahun setelah
Horace Wells berhasil melakukan anestesi dengan nitrogen-oksida, Dr. William
Morton (1819-1868) membuat mesin anestesi pertama. Alat sederhana yang
dibuat Morton berupa sebuah gelas bulat yang dilengkapi dengan busa yang
dibasahi dengan larutan eter, dalam hal ini yang harus dilakukan pasien adalah
menghirup uap melalui salah satu dari dua lubang/ saluran keluar.
Morton berfikir untuk menggunakan gas nitrogen-oksida dalam praktiknya
sebagaimana yang dilakukan Wells. Kemudian ia meminta gas nitrogen-oksida
kepada Charles Jackson, seorang ahli kimia ternama di sekolah kedokteran
Harvard. Namun Jackson justru menyarankan eter sebagai pengganti gas nitrogenoksida. Morton menemukan efek bius eter lebih kuat dibandingkan gas nitrogenoksida.

Gambar 2. A. Dr. William Morton dengan inhaler eter ciptaannya. B. Suasana


demonstrasi anestesi pertama Morton.
2.2 Mesin Anestesi Konvensional Dan Modern
2.2.1 Mesin Anestesi Konvensional
Mesin anestesi konvensional mencakup mesin-mesin seperti seri Ohmeda
Modulus dan Excel, serta North american Drger. Seri Narkomed dan Narkomed
GS

Gambar 3. North american Drger, dari kiri ke kanan: Narkomed 2 (1982),


Narkomed AM-III (1977), Narkomed Standard (1972), Narkomed Compact
(1977).
Keterbatasan mesin anestesi konvensional
1. Mesin anestesi konvensional memiliki bayak hubungan/ koneksi ekternal.
Meskipun telah dilakukan standarisasi ukuran pipa/ tabung, banyaknya koneksi
eksterna ini merupakan sumber terjadinya diskoneksi atau miskoneksi, kinking,
kelalaian, atau sumbatan. Morbiditas yang timbul akibatkesalahan peralatan ini
bergantung pada lokasi dan fungsi komponen yang terganggu. Koneksi yang
dimaksud mencakup pipa-pipa pada sikrkuit nafas, sistem pengeluaran gas,
bellow, pipa aliran gas segar, sistem pembuangan dan sebagainya.
2. Perlindungan akan baro trauma. Mesin konvensional dilengkapi dengan
pembatas tekanan dalam sirkuit nafas, akan tetapi sebagian perlu diset secara
manualuntuk mempertahankan tekanan tetap berada dibawah nilai ekstrim.
Sebagian mesin lainnya hanya akan membunyikan alarm bila nilai yang telah di
set tersebut terlampaui. Pasien beresiko mendapat hembuhan oksigen tambahan
sebesar 500-800 ml/dtk dari volume tidal.
3. Resiko vaporizer. Vaporizer dapat bersifat fixed atau dapat dipindah-pindah.
Jika dalam posisimiring, agen cair dapat memasuki ruang bypass, teruapkan, dan
kemudian dialirkan ke sirkuit dalam dosis yang berlebihan. Dosis yang kurang
dapat terjadi bila ada kebocoran pada tempat-tempat persambungan.
4. Penghantaran volume tidal yang tidak adekuat. Sejumlah besar volume bellow
dapat saja hilang dalam sirkuit nafas akibat komplians dan kompresi. Ventilator
konvensional biasanya memerlukansistem dua-langkah, perubahan mekanik
atau elektrik dari ventilasi manual dan kesalahan manusia dapat menyebabkan
kondisi apnoe pada pasien
5

5. Automated Checkout. Mesin anestesi konvensional harus di periksa secara


manual sehingga sering tidak akurat. Klinisi biasanya tidak memeriksa alat secara
keseluruhan sehingga tidak dapat menemukan kerusakan/ malfungsi atau bahkan
tidak melakukan pemeriksaan sama sekali. Meskipun telah diberikan instruksi
secara jelas, residen anestesi paling baik hanya dapat melakukan 81% prosedur
pemeriksaan.4
2.2.2

Mesin Anestesi Modern


Mesin anestesi modern mencakup Date Ohmeda, Aestiva/5, Anethesia

Delivery Unit (ADU), Drger Medical, Fabius GS vl.3, Julian, dan Narkomed
6400. Mesin anestesi modern biasanya memiliki komponen sebagai berikut:
1. Mempunyai hubungan dengan tabung oksigen, udara dan nitrogen-oksida
rumah sakit. Tekanan saluran pipa dari sistem gas rumah sakit (dikeluarkan
melalui dinding) haruslah berkisar 400 kPa (60 psi; 4 atmosfer).
2. Tabung gas cadangan untuk oksigen, udara dan nitrogen-oksida yang diletakkan
khusus. Mesin yang lebih kuno kadang memiliki tabung dan flow meter untuk
karbon dioksida dan siklopropan. Kebanyakan mesin baru hanya memiliki tabung
oksigen cadangan. Regulator silinder ini diatur pada tekanan 300 kPa (45 Psi; 3
Atmosfer). Jika tabung yang ada pada mesin dihubungkan dengan gas di dinding,
gas yang ada pada dinding lah yang akan digunakankarena memiliki tekanan yang
lebih tinggi.
3. Flush oksigen aliran tinggi yang dapat memberikan oksigen sebanyak 30 L/
menit.
4. Pengukur dan pengatur tekanan untuk melindungi komponen mesin dan pasien
dari gas bertekanan tinggi.
5. Flow meter (rotameter) untuk oksigen, udara dan nitrogen oksida yang
digunakan oleh ahli anestesi untuk dapat memberikan gas-gas ini kepada pasien
dalam campuran yang akurat. Flow meter biasanya berbentuk pneumatik, akan
tetapi akhir-akhir ini banyak digunakan jenis digital elektromagnetik.
6. Satu atau lebih vaporizer untuk memberikan zat anestesi volatile secara akurat.
7. Ventilator

8. Monitor fisiologi untuk memonitor laju jantung, EKG, tekanan darah, dan
saturasi oksigen (umumnya tersedia monitor tambahan untuk memantau suhu,
tekanan arteri rata-rata dan tekanan vena sentral dsb)
9. Sirkuit nafas, sebagian besar dengan sistem lingkar
10. Alat penukar panas dan uap
11. Sistem pembuangan
12. Perlengkapan sucktion.
13. Biasanya terdapat tatakan/ laci meja kecil tempat meletakkan perlengkatan
pengelolaan jalan nafas sehingga mudah diraih oleh ahli anestesi.

Gambar 4 Mesin anestesi modern


Untuk mengatasi keterbatasan mesin anestesi konvensional, pada mesin anestesi
modern dilakukan perbaikan sebagai berikut:
1. Mengurangi koneksi eksternal. Sistem dengan koneksi internal mengurangi
kemungkinan diskoneksi, miskoneksi atau kinking.
7

2. High Pressure Management. Mesin versi baru memiliki regulator tabung O2


sampai sekitar 100 psig, sehingga tabung penghubung tetap terbuka pada tekanan
dinding 50 psig. fail safes dapat dihilangkan dari jalur pipa oksigen sehingga
udara dapat dihantarkan melalui vaporizer kedalam sirkuit nafas setelah tekanan
oksigen dihilangkan.
3. Vaporisasi gas anestesi. Untuk mencegah masuknya agen anestesi keruang
penguapan ketika vaporizer dalam posisi miring saat dipindahkan atau selama
transportasi, vaporizer dibuat dalam posisi T
4. Akurasi seting volume tidal. ADU sebelumnya mengukur aliran gas segar dan
agen anestesi,mengurangi jumlahnya dari jumlah yang diberikan sebelumnya
sehingga dapat melindungi flush O2 selama inspirasi
5. Automatisasi Checkout dan monitoring. Agar secara otomatis prosedur
pemeriksaan alat dapatdilaksanakan, mesin anestesi modern dilengkapi alarm.
2.3 Mesin Anestesi
2.3.1 Definisi
Istilah mesin anestesi adalah tradisional berlaku untuk suatu
perlengkapan yang mengirimkan oksigen dan agen bersifat gas dan/ atau cairan
yang mudah menguap.
Yang dimaksud dengan peralatan anestesi adalah alat-alat anestesi dan
perlengkapannya yang digunakan untuk memberikan anestesi umum secara
inhalasi.
Mesin anestesi adalah peralatan yang digunakan untuk memberikan
anestesi inhalasi.
Fungsi mesin anestesia ialah menyalurkan gas atau campuran gas
anesthetic yang aman ke rangkaian sirkuit anesthetic yang kemudian dihisap oleh
pasien dan membuang sisa campuran gas dari pasien.
Mesin yang aman dan ideal ialah mesin yang memenuhi persyaratan berikut:
1. Dapat menyalurkan gas anesthetic dengan dosis tepat.
2. Ruang rugi minimal

3. Mengeluarkan CO2 dengan efisien.


4. Bertekanan rendah
5. Kelembaban terjaga dengan baik
6. Penggunaannya sangat mudah dan aman
Mesin anestesia sebelum digunakan harus diperiksa apakah berfungsi dengan
baik atau tidak. Beberapa petunjuk dibawah ini perlu diperhatikan.
1. Periksa mesin dan peralatan kaitannya secara visual apakah ada kerusakan atau
tidak, apakah rangkaian sambungannya benar.
2. Periksa alat penguap apakah sudah terisi obat dan penutupnya tidak longgar
atau
bocor.
3. Periksa apakah sambungan silinder gas atau pipa gas ke mesin sudah benar.
4. Periksa meter aliran gas apakah berfungsi baik.
5. Periksa aliran gas O2 dan N2O
2.3.2 Gambaran Mesin Anestesi
Dalam bentuk dasar, mesin anestesi menerima gas medis dari suplai gas,
mengontrol aliran dari gas dan menurunkan tekanannya ke level aman,;
menguapkan anastetik volatile hingga campuran gas final; dan memberikan gas ke
breathing circuit yang terhubung dengan jalan nafas pasien. Ventilator mekanis
yang tersambung ke breathing circuit tapi dapat dilepaskan dengan sebuah switch
selama ventilasi spontan atau manual. Suplai oksigen tambahan dan suction
regulator juga biasanya ada pada mesin anestesi. Sebagai tambahan pada
komponen keamanan standar mesin anestesia yang paling canggih mempunyai
tambahan pengaman, dan computer processor yang mengintegrasi dan memonitor
seluruh komponen, melakukan pengecekan otomatis dan memberikan pilihan
perekaman otomatis dan menghubungkan dengan monitor eksternal dan jaringan

informasi rumah sakit. Beberapa mesin didesain untuk mobilitas (cth, Draeger
Narkomed Mobile), magnetic resonance imaging kompabilitas (cth, DatexOhmeda Aestiva/5 MRI), Draeger Narkomed MRI-2) atau bentuk kompak
(contoh, Datex-Ohmeda/5 Avance dan Aestiva S5 Compact, Draeger Fabius Tito).

10

11

2.4 Suplai Gas


Sebagian besar mesin memiliki inlet untuk oxygen, nitrous oxide, dan
udara. Model yang lebih kecil sering tidak memiliki inlet udara dimana mesinmesin yang lain memiliki inlet keempat untuk helium, Heliox atau karbon
dioxida. Inlet terpisah disediakan untuk suplai gas primer dari pipa yang melewati
dinding fasilitas kesehatan dan untuk suplai gas sekunder. Jadi mesin memiliki
dua pengukur tekanan gas untuk setiap jenis gas: satu dari pipa dan satu untuk
silinder.
2.4.1 Inlet Pipa
Oxygen, nitrous oxide, dan sering udaa dialirkan dari suplai sentra ke
ruang operasi melewati jaringan pemipaan. Selangnya diberi kode warna dan
menghubungkan ke mesin anestesi melalui fitting diameter-index safety system
(DISS) yang tidak akan tertukar. Sebuah saringan menangkap debu dari suplai
dinding dan katup satu arah mencegah aliran balik dari gas ke suplai pemipaan.
Harus diperhatikan bahwa beberapa mesin memiliki oxygen (pneumatic) power
outlet yang digunakan untuk ventilator atau untuk oxygen flowmeter tambahan.
Fitting DISS untuk oxygen inlet dan oxygen power outlet identik dan tidak boleh
tertukar.
2.4.2 Inlet Silinder
Mirip dengan pipa, silinder ditempelkan ke mesin melalui hangeryoke
yang menggunakan pin index safety system untuk mencegah kesalahan.
Komponen yoke meliputi pin, washer, saringan gas, dan katup pencegah aliran
balik. Silinder E yang ditempelkan ke mesin anestesi adalah sumber gas medis
tekanan tinggi dan hanya digunakan sebagai cadangan kalau suplai pipa tidak
memadai/gagal. Beberapa mesin memiliki dua silinder oxygen, jadi satu silinder
dapat digunakan ketika yang kedua sedang diganti. Tekanan silinder biasanya
diukur dengan Bourdon pressure gauge. Sebuah selang fleksibel didalam gauge
ini akan menegang jika terkena tekanan gas, yang akan mendorong roda gigi
untuk memutar jarum penunjuk.

12

2.5 Sirkuit Pengontrol Aliran


2.5.1 Pengatur Tekanan
Tidak seperti suplai gas pipa yang umumnya bertekanan gas konstan,
terdapat variasi tekanan yang besar pada silinder yang membuat kontrol aliran
lebih sulit dan berpotensi berbahaya. Untuk keamanan dan memasikan
penggunaan optimal dari gas silinder, mesin menggunakan pengatur tekanan
untuk menurunkan tekanan gas silinder ke 45-47psi, sebelum memasuki katup
aliran. Tekanan ini sedikit lebih rendah dari tekanan gas pipa untuk secara
otomatis memakai gas pipa jika silinder dibiarkan terbuka (kecuali jika tekanan
pipa turun dibawah 45psig). Setelah melewati Bourdon pressure gauge dan katup
searah, gas pipa dan silinder melewati jalur yang sama. High-pressure relief valve
disediakan untuk tiap gas dan akan terbuka jika tekanan gas suplai lebih dari batas
aman mesin (95-110psig). Beberapa mesin (Datex-Ohmeda) juga menggunakan
pengatur kedua untuk menurunkan tekanan pipa dan silinder lebih jauh
(pengaturan tekanan dua tahap). Oxygen diturunkan ke 20psig dan nitrous oxide
ke 38psig. Perbedaan penurunan antara kedua gas penting untuk fungsi yang
benar dari aliran oxygen/nitrous oxide. Mesin lain (Draeger) tidak menurunkan
tekanan pipa, jadi katup alirannya menerima gas pada 45-55psig. Pengaturan
tekanan dua tahap mungkin dibutuhkan untuk flowmeter oxygen.
2.5.2 Oxygen Supply Failure Protection Device
Dimana suplai oxygen dapat langsung menuju flow control valve, nitrous
oxide, udara (pada beberapa mesin), dan gas lain harus melewati alat pengaman
sebelum mencapai flow control valve masing-masing. Pada beberapa mesin,
seperti Aestiva (dan model Datex-Ohmeda terakhir) udara dapat langsung menuju
flow control valvenya; ini memungkinkan pemberian udara ketika oxygen tidak
ada. Alat ini membolehkan aliran gas-gas lain hanya jika terdapat tekanan oxygen
yang cukup.
Pada alat pengaman dan mencegah pemberian campuran hipoxik kepada
pasien ketika kegagalan oxygen. Jadi selain mensuplai oxygen ke flow control
valvenya, oxygen juga digunakan untuk memberi tekanan pada alat pengaman,

13

katup flush oxygen, dan power outlet untuk ventilator (pada beberapa model).
Alat pengaman mendeteksi tekanan oxygen melalui jalur piloting pressure. Pada
beberapa desain mesin anestesi (Datex-Ohmeda Excel), jika jalur piloting pressure
jatuh dibawah ambang batas (contoh, 20psig), katup penutup akan tertutup
mencegah pemberian gas apapun.
Mesin-mesin modern (khususnya Datex-Ohmeda) mempunyai alat
pengaman secara proporsional untuk menggantikan katup penutup model lama.
Alat ini, disebut sebagai oxygen failure protection device (Draeger) atau balance
regulator (Datex-Ohmeda), secara proporsional menurunkan tekanan nitrous oxide
dan gas lain kecuali udara. Alat ini hanya menutup total nitrous oxide dan aliran
gas lain hanya jika tekanan oxygen dibawah minimum (cth. 0.5psig untuk nitrous
oxide dan 10 psig untuk gas lain).

14

Semua mesin memiliki sensor suplai oxygen tekanan rendah yang mengaktifkan
pluit gas atau bunyi alarm ketika tekanan gas inlet jatuh dibawah ambang
(biasanya 20-35psig). Harus ditekankan bahwa alat pengaman ini tidak
melindungi terhadap penyebab hipoksia yang lain.
2.5.3 Flow Valves & Meters
Ketika tekanan telah diturunkan ke level aman, setiap gas harus melewati
flow-control valve dan diukur dengan flowmeter sebelum bercampur dengan gas
lain, lalu memasuki vaporizer dan keluar dari mesin melalui common gas outlet.
Jalur gas yang dekat ke flow valve dipandang sebagai circuit yang bertekanan
tinggi dimana yang berada diantara flow valve dan common gas outlet dipandang
sebagai bagian circuit bertekanan rendah. Ketika tombol dari flow-control valve
diputar berlawanan jarum jam, sebuah jarum pada valve berpindah dari tempatnya
dan membiarkan gas mengalir melalui valve. Adanya penghentian di posisi fulloff dan full-on mencegah kerusakan valve. Touch- dan color-coded tombol kontrol
membuat lebih sulit untuk membuka gas yang salah on atau off. Sebagai

15

pengaman tambahan, tombol oxygen biasanya lebih besar dan menonjol keluar
dibandingkan tombol yang lain, dan posisinya lebih ke kanan.
Flowmeter pada mesin anestesi diklasifikasikan sebagai constant-pressure
variable-orifice atau electronic flowmeter. Pada constant-pressure variable-orifice
flowmeter, sebuah bola indikator, bobbin atau float yang diapungkan oleh aliran
gas melalui tabung (Thorpe tube) yang dindingnya (bore) diberi penanda angka.
Dekat bawah tabung, dimana diameternya kecil, gas aliran rendah akan
memberikan tekanan yang cukup dibawah float untuk mengangkatnya di dalam
tabung. Ketika float terangkat, diameter tabung melebar, memungkinkan lebih
banyak gas untuk melewati float. Float akan berhenti terangkat ketika beratnya
terangkat hanya oleh perbedaan tekanan diatas dan dibawahnya.
Flowmeter dikalibrasikan untuk spesifik gas, karena alilran melewati celah
ergantung dari viskositas gas pada aliran laminar lambat dan densitasnya pada
aliran turbulen yang cepat. Untuk meminimalisir efek dari friksi antara gas dan
dinding tabung, float diidesain untuk berotasi konstan, hingga tetap di tengah
tabung. Pelapisan bagian dalam tabung dengan zat konduktiv akan mengurangi
efek listrik statis. Beberapa flowmeter mempunyai dua tabung kaca, satu untuk
aliran lambat dan satu lagi untuk aliran cepat. Kedua tabung tersusun serial dan
tetap dikontrol oleh satu katup. Desain dual taper memungkinkan sebuah
flowmeter untuk dapat mengukur aliran lambat dan cepat. Penyebab malfungsi
flowmeter antara lain adanya kotoran dalam tanbung, tabung yang tidak lurus
secara vertikal dan float yang menempel di puncak tabung.
Jika terdapat kebocoran di atau setelah flowmter oksigen, campuran gas
hipoksik dapat terkirim ke pasien. Untuk mengurangi resiko, flowmeter oksigen
selalu diposisikan lebih hilir dibandingkan flowmeter yang lain (paling dekat ke
vaporizer).
Beberapa mesin anestesi mempunyai pengontrol aliran dan pengukuran
secara elektronik (cth Datex-Ohmeda S/5 Avance. Pada keadaan ini terdapat
cadangan flowmeter konvensional untuk oksigen. Model lain memiliki flowmeter
konvensional tetapi pengukuran elektronik. (Draeger 6400) dan tampilan digital
(Draeger Fabius GS) atau tampilan digital/grafis (Datex-Ohmeda S/5 ADU.

16

Jumlah penurunan tekanan yang disebabkan oleh restriktor flowmeter adalah


dasar pengukuran dari aliran gas pada sistem ini. Pada mesin-mesin ini, oksigen,
nitrous oxida, dan udara masing-masing memiliki alat pengukuran aliran
elektronik yang berbeda sebelum akhirnya bercampur.
A. Aliran oksigen minimum
Katup aliran oksigen biasanya didesain untuk mengirimkan aliran
minimum 150 mL/mnt ketika mesin anestesi dihidupkan. Salah satu metode
menggunakan resistor aliran minimum. Alat pengaman ini memastikan oksigen
akan ikut mengalir meskipun operator terlupa untuk mengidupkan aliran oksigen.
Beberapa mesin didesain untuk mengirimkan alian minimum atau low-flowanestesia (<1L/mnt) dan mempunyai aliran oksigen minimum hingga 50mL/mnt
(spt Datex-Ohmeda Aestiva/5)
B. Pengontrol Rasio Oksigen/Nitrous Oksida
Sebuah pengaman lain dari mesin anestesi adalah hubungan aliran gas
nitrous oksida terhadap aliran oksigen, pengaturan ini memastikan konsentrasi
minimum oksigen sebesar 21-25%. Pengontrol rasio oksigen/nitrous oksida
menghubungkan kedua katup aliran gas secara mekanis (Datex-Ohmeda),
pneumatis atau secara elektronis (Datex-Ohmeda S/5), harus diperhatikan bahwa
alat pengaman ini tidak berefek terhadap aliran gas lain (spt udara, helium atau
karbon dioksida).
2.5.4 Vaporizer (Penguap)
Anestetik volatil (seperti halothan, isoflurane, desflurane atau sevoflurane)
harus diuapkan sebelum dikirimkan ke pasien. Vaporizer mempunyai knob yang
dikalibrasikan untuk konsentrasi yang secara tepat menambahkan anestetik
volatril ke campuran aliran gas dari seluruh flowmeter. Terletak antara flowmeter
dan common gas outlet. Lebih lanjut, kecuali mesin hanya bisa menampung satu
vaporizer, semua mesin anestesi harus mempunyai alat interlocking atau ekslusi
untuk mencegah penggunaan lebih dari satu vaporizer secara bersamaan.

17

Pada temperatur tertentu, melekul dari zat volatil dalam tempat tertutup
akan berdistribusi dalam fase cair dan gas. Molekul gas menghantam dinding
kontainer, menciptakan tekanan uap dari zat itu. Makin tinggi temperaturnya,
makin tinggi kecendrungan molekul berubah dari cair ke gas, dan makin tinggi
tekanan uapnya. Penguapan memerlukan energi, yang didapat dari kehilangan
panas dari fase cair. Ketika penguapan berlangsung, temperatur zat cair turun dan
tekanan uap menurun hingga terdapat kalor yang dapat masuk ke sistem.
Vaporizer memiliki ruangan dimana gas pembawa akan larut bersama zat volatil.
2.6 Sirkuit Pernapasan
Sistem pernafasan yang paling sering digunakan di mesin anestesi adalah
sistem lingkar. Sirkuit Bain kadang-kadang digunakan. Penting untuk dicatat
bahwa komposisi gas pada common gas outlet dapat dikontrol secara tepat dan
cepat dengan mengatur flowmeter dan vaporizer. Berlawanan dari itu, komposisi
gas, khususnya konsentrasi volatil anestetik, pada sirkuit pernafasan dipengaruhi
secara signifikan oleh faktor-faktor yang lain, termasuk pemgambilan zat
anestetik di paru-paru pasien, minute ventilation, aliran gas total , volume sirkuit
pernafasan , dan adanya kebocoran gas. Penggunaan aliran gas tinggi selama
induksi dan bangun menurunkan efek dari variabel-variabel tersebut dan dapat
mengurangi perbedaan antara konsentrasi zat anestesi di fresh gas outlet dan
sistem lingkar. Pengukuran dari gas anestesi yang diinspirasi dan diekspirasi
berkontribusi terhadap manajemen anestetik.
2.6.1 Desain Sirkuit Ventilator
Ventilator tradisional pada mesin anestesi memiliki desain double-circuit
system dan ditenagai secara pneumatis dan dikontrol secara elektronik. Mesin
baru jugga memakai kontrol mikroprosessor yang bergantung pada sensor aliran
dan tekanan yang canggih. Kemampuan ini melahirkan banyak mode ventilator,
elektronik PEEP, modulasi volume tidal, dan perbaikan alat keamanan. Beberapa
mesin anestesi (Draeger Fabius Gs dan6400) memiliki ventilator yang
menggunakan desain piston sirkuit tunggal.

18

2.6.1.1 Ventilator Sistem Sirkuit Ganda


Pada desain sistem sirkuit ganda, volume tidal diberikan dari seperangkat
bellow yang berisi bahan karet atau bebas latex didalam tabung plastik yang
transparan. Bellow berdiri (naik ke atas) lebih disukai karena cepat menarik
perhatian pada adanya diskoneksi sirkuit dengan mengempes. Bellow tergantung
(menurun) jarang digunakan dan tidak boleh diberi pemberat. Ventilator yang
terdahulu dengan bellow tergantung yang diberi pemberat akan tetap terisi oleh
gravitasi mesikupun terjadi diskoneksi pada sirkuit pernafasan.
Bellow pada desain ventilator sirkuit ganda menggantikan fungsi kantong
pernafasan pada sirkuit anestesi. Oksigen bertekanan atau udara dari ventilator
power outlet (45-50psig) dialirkan ke ruangan antara dinding dalam dari penutup
plastik dan dinding luar dari bellow. Penekanan dari penutup plastik akan
menekan bellow kedalam, memaksa gas didalamnya menuju ke sirkuit pernafasan
lalu ke pasien. Sebuah katup kontrol aliran pada ventilator mengatur aliran gas
menuju ruangan bertekanan. Katup ini dikontrol oleh setting ventilator pada kotak
kontrol. Ventilator dengan mikroprosessor juga menggunakan aliran balik dan
sensor tekanan. Jika oksigen digunakan untuk mentenagainya secara pneumatis,
oksigen akan dikonsumsi pada derajat paling tidak sama dengan ventilasi semenit.
Jadi, jika aliran oksigen segar 2L/mntdan ventilator memberikan 6L/mnt ke
sirkuit, sebanyak 8L gas/mnt paling tidak dikonsumsi,. Harap diingat bahwa jika
sistem gas rumah sakit gagal dan silinder oksigen dibutuhkan. Beberapa mesin
anestesi menurunkan konsumsi oksigen dengan memakai alat Venturi yang
menarik udara ruangan untuk menyediakan tenaga pneumatis udara/oksigen.
Mesin baru memberikan pilihan untuk menggunakan udara bertekanan untuk
tenaga pneumatis. Kebocoran pada bellow ventilator dapat mentransmisikan
tekanan gas yang tinggi ke jalan nafas pasien, yang berpotensi mengakibatkan
barotrauma paru. Hal ini dapat diindikasikan dengan adanya peningkatan
konsentrasi oksigen inspirasi lebih tinggi dari yang diharapkan (jika oksigen
adalah gas tunggal yang memberikan tekanan). Beberapa mesin ventilator sudah
mempunyai regulator gas yang menurunkan tekanan (cth ke 25 psig) untuk
tambahan pengaman.

19

Ventilator desain sirkuit ganda juga memiliki katup bernafas bebas yang
mengijinkan udara dar4i luar untuk memasuki ruangan yang kaku dan bellow
akan kempes jika pasien menghasilkan tekanan negatif dengan melakukan
pernafasan spontan selama pernafasan mekanis.
2.6.1.2 Ventilator Piston
Pada desain piston, ventilator menggantikan piston yang digerakkan secara
elektris. Keuntungan utama dari ventilator piston ialah kemampuannya untuk
memberikan volume tidal yang akurat pada pasien dengan komplians paru yang
buruk dan kepada pasien yang sangat kecil. Selama ventilasi kontrol volume,
piston bergerak dalam kecepatan konstan dimana selama ventilasi kontrol
tekanan, piston bergeral dengan kecepatan yang menurun. Seperti bellow, piston
terisi dengan gas dari sirkuit pernafasan. Untuk mencegah dihasilkannya tekanan
negatif yang signifikan selama downstroke dari piston, konfigurasi sistem lingkar
dari diubah. Ventilator juga harus memiliki katup relief tekanan negatif (Draeger
Fabius GS) atau mampu untuk menghentikan downstroke piston jika tekanan
negatif dideteksi (Draeger Narkomed 6400). Pemasangan dari katup relief tekanan
negtarif pada sirkuit pernafasan dapat memberikan resiko terperangkapnya udara
dan potensi pelarutan oksigen dan konsentrasi volatil anestetik jika pasien
bernafas selama ventilasi mekanis dan aliran fresh gas rendah.
2.6.1.3 Katup Buang
Ketika ventilator digunakan pada mesin anestesi, katup APL pada sistem
lingkar harus dihilangkan fungsinya atau diisolasi dari sirkuit. Sebuah switch
bag/ventilator menyelesaikan masalah ini. Ketika switch ke tipe bag,
ventilator dikeluarkan dan ventilasi spontan/manual dapat dilakukan. Ketika
diputar ke ventilator kantong pernafasan dan APL dikeluarkan dari sirkuit
pernafasan. Katup APL dapat secara otomatis dikeluarkan pada beberapa mesin
baru ketika ventilator dihidupkan. Ventilator memiliki katup pressure-relief (popoff) yang disebut katup buang, yang secara pneumatis akan tertutup selama
inspirasi, jadi tekanan positif dapat dihasilkan. Selama ekshalasi, gas bertekanan

20

akan diventilasikan keluar dan katup buang ventilator tidak lagi tertutup, bellow
ventilator atau piston terisi selama ekspirasi dan katup buang terbuka ketika
tekanan sistem lingkar meningkat. Perlengketan pada katup ini menyebabkan
terjadinya peningkatan tekanan jalan nafas yang abnormal selama ekshalasi.
2.6.1.4 Monitoring Tekanan dan Volume
Tekanan puncak inspirasi adalah tekanan sirkuit tertinggi yang terjadi
selama siklus inspirasi, dan memberikan indikasi adanya komplians yang dinamis.
Tekanan plateau adalah tekanan yang diukur selama jeda inspirasi (waktu ketika
tidak ada aliran gas), dan mencerminkan komplians statik. Selama ventilasi
normal pada pasien tanpa penyakit paru, tekanan puncak inspirasi sama dengan
atau ahanya sedikit lebih tinggi dari tekanan plateau. Peningkatan pada tekanan
puncak inspirasi dan tekanan plateau menggambarkan adanya peningkatan
volume tidal atau penurunan komplians paru. Peningkatan tekanan puncak
inspirasi tanpa perubahan tekanan plateau menunjukkan adanya hambatan jalan
nafas atau kecepatan aliran gas (Table 4-5). Jadi, bentung dari gelombang tekanan
sirkuit pernafasan dapat memberikan informasi penting mengenai jalan nafas.
Banyak mesin anestesi menggambarkan secara grafik mengenai tekanan sirkuit
pernafasan. Sekresi jalan nafas atau kinking dari ETT dapat disingkirkan dengan
mudah dengan menggunakan catheter penghisap. Bronkoskopi fiberoptik fleksibel
akan memberikan diagnosis pasti.

21

2.7 Oxygen Analyzer


Anestesia umum tidak boleh diberikan tanpa alat oxygen analyzer di
sirkuit pernafasan. Tiga jenis oxygen analyzer yang terzedia adalah polarographic
(Clark electrode), galvanic (fuel cell), dan paamagnetic. Dua tehnik pertama
menggunakan sensor elektrokimia, yang bersisi katoda dan anoda didalam gel
elektrolit yang dipisahkan dari gas contoh oleh membran oxygen permeable
(biasanya Teflon). Ketika oksigen bereaksi dengan elektroda, sebuah arus listrik
dihasilkan yang proorsional dengan tekanan parsial oxygen di gas contoh. Sensor
galvanic dan polarographic berbeda dalam komposisi elektrodan dan gel elektrolit

22

mereka. Komponen galvanic cell mampu memberikan energi kimia yang cukup
jadi reaksi tidak membutuhkan tambahan listrik dari luar.
Meskipun harga awal dari sensor paramagnetik lebih tinggi dari sensor
elektrokimia, alat paramagnetik dapat mengkalibrasi sendiri dan tidak ada yang
habis terpakai. Sebagai tambahan, waktu pengukurannya cukup cepat untuk
membedakan konsentrasi oksigen inspirasi dan ekspirasi. Seluruh oxygen
analyzer harus mempunyai low-level alarm yang teraktivasi secara otomatis denan
menghidupkan mesin anestesi. Sensor harus diletakkan di lengan inspiratory atau
ekspiratory di sirkuit pernafasan, tetapi bukan di fresh gas line. Sebagai hasil dari
konsumsi oksigen pasien, lengan ekspirasi memiliki tekanan parsial oksigen yang
lebih rendah dibandingkan lengan inspirasi, terutama pada aliran gas yang rendah.
Peningkatan kelembapan dari gas ekspirasi tidak mempengaruhi secara signifikan
dari sensor-sensor modern.
2.7.1 Carbondioksida Absorber
Carbon dioksida absorbent (Pengisap CO2) Rebreathing gas alveolar
memelihara panas dan kelembaban. CO2 pada gas yang dihembuskan harus
dihilangkan untuk mencegah hiperkapni. Secara kimiawi CO2 bergabung dengan
air untuk membentuk asam karbonat. CO2 absorbent (seperti sodalime atau
baralime) mengandung garam hidroksida yang mampu menetralkan asam
karbonat. Produk akhir reaksi meliputi panas (termasuk panas netralisasi), air dan
kalsium karbonat. Sodalime adalah CO2 absorbent yang umum dan mampu
menyerap untuk 23 L CO2 per 100 g absorbent.
Perubahan warna dari sebuah indikator pH oleh peningkatan konsentrasi
ion hidrogen memberi tanda terpakainya alat penyerap. Absorbent harus diganti
bila 50-70 % telah berubah warna. Meskipun butiran yang telah digunakan dapat
kembali ke warna aslinya jika diistirahatkan, tetapi pemulihan kapasitas CO2
absorbent yang terjadi tidak signifikan. Ukuran butiran menunjukkan dengan daya
serap permukaan yang tinggi dari butiran-butiran kecil dan aliran gas dengan
resistensi yang rendah dari butiran-butiran yang besar. Garam-garam hidroksida
mengiritasi kulit dan selaput lendir. Meningkatkan kekerasan sodalime dengan

23

menambahkan silika meminimalkan resiko menghirup debu natrium hidrokida.


Karena kapur barium hidroksida memasukkan air ke dalam struktur tersebut (air
kristal), sehingga cukup keras tanpa silika. Tambahan air ditambahkan untuk
kedua absorbent selama pembungkusan untuk memberi kondisi yang optimal
untuk pembentukan asam karbonat. Sodalime komersial memiliki kandungan air
14 19 %. Butiran penyerap dapat menyerap dan kemudian melepaskan sejumlah
volatile anestesi (anestesi yang mudah menguap) secara signifikan.
Alat ini dapat merespon untuk induksi yang tertunda atau muncul.
Sodalime yang lebih kering besar kemungkinan akan menyerap dan mengurangi
anestesi inhalasi.Carbon dioksida absorbers Butiran-butiran penyerap yang
terkandung dalam satu atau dua tabung yang melekat antara kepala dan alas
lapisan. Bersama-sama, unit ini disebut absorbers (gambar 18). Meskipun besar,
tabung ganda memungkinkan penyerapan CO2 yang lebih lengkap, frekuensi
perubahan absorbent lebih sedikit/tidak banyak, dan resistensi aliran gas lebih
rendah. Untuk memastikan penyerapan lengkap, tidal volume pasien tidak boleh
melebihi volume udara ruang antara butiran penyerap, yang kurang lebih sama
dengan 50% dari kapasitas penyerap. Indikator pewarna dapat dipantau melalui
dinding transparan penyerap. Terpakainya penyerap biasanya pertama terjadi pada
lokasi dimana gas dihembuskan memasuki penyerap dan sepanjang dinding
tabung yang halus. Absorbers generasi yang lebih baru dapat digunakan hingga
CO2 ditemukan dalam gas yang dihirup yang dapat diamati pada monitor gas
anestesi, yang menunjukkan saatnya tabung untuk diganti.
2.7.2 Spirometer
Spirometer, juga disebut sebagai respirometer, digunakan untuk mengukur
volume ekshalasi tidal di sirkuit pernafasan di semua mesin anestesi, biasanya
dekat katup ekshalasi. Beberapa mesi juga mengukur volume tidak inspirasi
didekat katup inspirasi (Datex-Ohmeda Aestiva/5) atau yang sebenarnya diberikan
ke pasien dan volume tidal ekshalasi pada Y connecttor yang tersambung ke jalan
nafas pasien (cth. Datex-Ohmeda S/5 ADU).

24

Cara yang sering adalah menggunakan kincir yang berotasi di lengan


ekspiratori di depan katup ekspirasi dari sistem lingkar.
Aliran gas melewati kincir dalam respirometer menyebabkan rotasi
mereka, yang diukur secara elektronik, fotoelektrik, dan mekanis. Variasi yang
lain menggunakan prinsip turbin ini, volumeter atau displacement meter didesain
untuk mengukur pergerakan dari sejumlah gas pada waktu tertentu.
Perubahan pada volume tidal ekshalasi biasanya menunjukkan adanya
perubahan di setting ventilator, tapi juga dapa karena kebocoran sirkuit, sambunan
terlepas, atau malfungsi ventilator. Spirometer rentan terhadap kesalahan yang
disebabkan oleh inersia, gesekan, dan pengembunan air. Lebih lanjut, pengukuran
dari volume tidal ekshalasi pada tempat ini di lengan ekspirasi termasuk gas yang
tidak diberikan kepada pasien (hilang ke sirkuit). Perbedaan antara volume gas
yang diberikan ke pasien dan volume gas yang sebenarnya mencapai pasien
menjadi sangat signifikan dengan long compliant breathing tube, pernafasan yang
cepat, dan tekanan airway yang tinggi. Masalah ini paling tidak dapat dipecahkan
sebagian dengan mengukur volume tidal pada Y connector di jalan nafas pasien.
Sebuah hot-wire anemometer (Drager Fabius GS) menggunakan kawat
platinum yang dihangatkan secara elektris didalam aliran gas. Efek pendinginan
dari peningkatan alirangas pada kawat elektroda menyebabkan perubahan tahanan
listrik. Pada anemometer tahanan-konstan, aliran gas ditentukan dari jumlah arus
listrik yang dibutuhkan untuk menjaga suhu kabel tetap konstan (dan tahanan).
Kerugian nya termasuk tak mampu untukmendeteksi aliran balik dan
kemungkinan dari kawat yang dihangatkan tadi menjadi sumber api yang
potensial untuk semburan api di selang pernafasan.
Sensor aliran ultrasonik berdasar kepada diskontinuitas dari aliran gas
yang dihasilkan oleh turbulensi. Beam ultrasonik yang ke hulu dan hilir
menghasilkan kristalk piezoelektrik, yang ditransmisikan pada suduh aliran gas.
Perubahan frekuensi Doppler pada beam proporsional terhadap kecepatan aliran di
sirkuit pernafasan. Keuntungan utama adalah tidak ada bagian bergeak dan tidak
tergantung dari desitas gas.

25

Mesin dengan flowmeter variable-orifice biasanya memakai dua sensor.


Satu mengukur aliran pada lubang inspirasi pada sistem pernafasan dan yang
lainnya mengukur aliran pada lubang ekspirasi. Sensor-sensor ini menggunakan
perubahan pada diameter internal untuk menghasilkan penurunan tekanan yang
proporsional

terhadap

aliran

gas

melewati

sensor.

Tabung

transparan

menghubungkan sensor ke transducer perbedaan tekanan didalam mesin anestesi


(Datex-Ohmeda 7900 Smart Vent). Bagaimanapun juga, karena pengembunan
yang banyak, dapat terjadi kegagalan sensor jika sensor digunakan dengan sirkuit
yang dihangatkan dan dilembabkan.
Sebuah pneumotachograph adah flowmeter fixed orifice yang dapat
berfungsi sebagai spirometer. Sebuah ikatan paralel dari tabung diameter-kecil in
ruang (Fleisch pneumotachograph) atau mesh screen memberikan sedikit
hambatan aliran. Tekanan turun melewati hambatan ini di deteksi Oleh sebuah
transduser perbedaan tekanan yang proporsional terhadap derajat aliran. Integrasi
dari derajat aliran dari waktu ke waktu menghasilkan volume tidal. Lebih lanjut,
analisis dari tekanan, volume dan hubungan waktu akan menghasilkan informasi
yang berharga mengenai mekanika paru dan jalan nafas. Ketidak akuratan karena
kondensasi air dan perubahan temperatur membatasi kegunaan klinis dari
monitor-monitor ini hingga adanya modifikasi dari desain untuk mengatasi
masalah ini. Sebuah modifikasi menggunakan dua tabung Pilot pada Koneksi Y.
(cth. Datex-Ohmeda D-lite and Pedi-lite sensor). Aliran gas melalui sensor
menciptakan perbedaan tekanan antara tabung Pilot. Perbedaan tekanan ini
digunakan untuk mengukur aliran, arah aliran dan tekanan jalan nafas. Gas
pernafasan di sampling terus-menerus untuk mengkoreksi pembacaan aliran untuk
perubahan densitas dan viskositas.
2.7.3 Tekanan Sirkuit
Pengukur tekanan atau sensor elektrik biasanya digunakan untuk
mengukur tekanan sirkuit pernafasan diantaran katup unidiraksional ekspiratori
dan inspiratory; lokasi tepatnya tergantung model mesin anestesi. Tekanan sirkuit
pernafasan biasanya merefleksikan tekanan jalan nafas jika diukur dekan dengan

26

jalan nafas pasien. Pengukuran yang paling akurat adalah ada koneksi Y (cth Dlite dan Pedi-lite sensor). Peningkatan tekanan jalan nafas dapat menunjukkan
perburukan komplians pulmoner, peningkatan volume tidal atau hambatan pada
sirkuit pernafasan, tabung trakeal, atau jalan nafas pasien. Penurunan tekanan
mungkin menunjukkan perbaikan komplians, penurunan volume tidal, atau
kebocoran di sirkuit. Jika tekanan sirkuit diukur pada absorber CO2, tidak selalu
mencerminkan tekanan pada jalan nafas pasien. Sebagai contoh, meng klem
lengan ekspirasi pada tabung pernafasan selama ekspirasi akan mencegah nafas
pasien keluar dari paru. Meskipun ada peningkatan tekanan jalan nafas, pengukur
tekanan di absorber akan terbaca nol karenan adanya katup satu arah.
Beberapa mesin menggunakan auditori fedback untuk perubahan tekanan
selama

penggunaan

ventilator

(Drager

"Respitone"

dan

Datex-Ohmeda

"AudiTorr")
2.7.4 Adjustable Pressure-Limiting Valve
Adjustable Pressure-Limiting Valve (APL) valve, atau yang sering disebut
sebagai katup pelepas tekanan, biasanya terbuka penuh selama penafasan spontan
tetapi harus tertutup sebagian selama ventilasi manual atau yang dibantu. Katup
APL sering membutuhkan penyesuaian. Jika ttidak ditutup secara memadai,
kebocoran yang besar dari sirkuit akan terjadi dan menghambat ventilasi manual.
Jika ditutup terlalu banyak atau penuh akan menyebabkan barotrauma (cth.
pneumotoraks) dan/atau gangguan hemodinamik. Sebagai pengaman tambahan,
katup APL pada mesin modern dapat berfungsi sebagai alat yang membatasi
tekanan yang tidak akan bisa ditutup penuh, batas atas biasanya 70-80 cmH2O.
2.8 Ventilator
Ventilator digunakan secara ekstensif di ruang operasi (OK) dan di
Intensive Care Unit (ICU). Semua mesin anestesi modern dilengkapi dengan
ventilator. Dari sejarahnya, ventilator OK lebih sederhana dan lebih kecil
dibantingkan yang di ICU. Perbedaannya menjadi makin tak jelas karena
perkembangan teknologi dan adanya kebutuhan ventilator model ICU untuk

27

pasien-pasien sakit kritis yang datang ke OK. Ventilator dari beberapa mesin
anestesi modern sudah sama canggihnya dengan ventilator ICU dan hampir
memiliki kemampuan yang sama. Setelah mendiskusikan beberapa prinsip dasar
ventilator, bagian ini akan mengulas penggunaan ventilator berhubungan dengan
mesin anestesi.
Ventilator menghasilkan aliran gas dengan menciptakan perbedaan gradien
tekanan antara jalan nafas proximal dan alvoli. Ventilator terdahulu mengandalkan
dari pemberian tekanan negatif disekitar ( dan didalam) dada (cth. Iron lung),
dimana ventilator modern menciptakan tekanan positif dan aliran gas pada jalan
nafas atas. Fungsi ventilator paling baik dijelaskan dalam empat fase dari siklus
ventilasi; inspirasi, transisi dari inspirasi ke ekspirasi, ekspirasi, dan transisi dari
ekspirasi ke inspirasi. Meskipun terdapat beberapa klasifikasi skema, yang paling
umum berdasarkan karakteristik fase inspirasi dan metode siklus dari inspirasi ke
ekspirasi. Klasifikasi yang lain seperti sumber tenaga (cth. Pneumatic-high
pressure, pneumatic-Venturi, atau elektrik), desain (single-circuit system, doublecircuit system, rotary piston, linear piston), dan mekanisme kontrol (cth.
Elektronik timer dan mikroprosessor).
2.8.1 Fase Inspirasi
Selama

inspirasi,

ventilator

menghasilkan

volume

tidal

dengan

memproduksi aliran gas melewati sebuah gradien tekanan. Mesin menghasilkan


tekanan konstan (generator tekanan konstan) atau aliran gas konstan (generator
aliran konstan) selama inspirasi tanpa memandang perubahan pada mekanika
paru. Generator non konstan menghasilkan tekanan atau aliran gas yang bervariasi
selama siklus tetapi tetap konsisten dari nafas ke naas. Sebagai contoh, ventilator
yang menghasilkan pola aliran yang menyerupai setengah siklus dari gelombang
sine (cth. Ventilator rotary piston), akan diklasifikasikan sebagai generator aliran
non konstan.

28

2.8.2 Fase Transisi dari Inspirasi ke Ekspirasi


Penghentian dari fase inspirasi dapat dicetuskan oleh batasan waktu yang
sudah ditentukan (durasi tetap), tekanan inspirasi yang harus dicapai, atau tidal
volume yang harus diberikan. Ventilator siklus-waktu dapat memberikan volume
tidal dan tekanan puncak ekspirasi yang bervariasi tergantung dari komplian paru.
Volume tidal di sesuaikan dengan mengeset durasi dan derajat aliran inspirasi.
Ventilator siklus-tekanan tidak akan berlanjut dari fase inspirasi ke fase ekspirasi
sampai tekanan yang sudah diset sebelumnya tercapai. Jika terdapat kebocoran
sirkuit yang besar akan menurunkan tekanan puncak secara signifikan, sebuah
bentilator siklus-tekanan akan tetap dalam fase inspirasi. Dilain sisi, kebocoran
yang sedikit tidak akan menurunkan volume tidal, karenan siklus akan terhambat
hingga batasan tekanan dicapai. Ventilator siklus-volume akan memberikan
volume yang ditentukan dengan waktu dan tekanan yang bervariasi. Dalam
realitasnya, ventilator modern dapat mengatasi berbagai kekurangan ventilator
klasik dengan memakai parameter siklus sekunder atau mekanisme pembatas yang
lain. Contohnya ventilator siklus-waktu dan siklus-volume biasanya memakai alat
pembatas-tekanan yang menghentikan inspirasi ketika batasan tekanan aman yang
dapat disesuaikan telah tercapai. Hampir sama dengan itu, sebuah kontrol volume
yang telah ditentukan membatasi kompresi bellow yang mengakibatkan ventilator
siklus-waku dapat berfungsi seperti ventilator siklus-volume, tergantung dari
kecepatan ventilator dan kecepatan aliran inspirasi (cth. Draeger AV2+)
2.8.3 Fase Ekspirasi
Fase ekspirasi dari ventilator biasanya menurunkan tekanan jalan nafas
hingga level atmosfir atau volume yang ditentukan dari PEEP. Ekshalasi adalah
pasif. Aliran keluar dari paru ditentukan oleh hambatan jalannafas dan komplians
paru. PEEP biasanya dihasilkan dengan mengubah mekanisme katup pegas atau
penekanan pneumatik dari katup ekshalasi (spill).

2.8.4 Fase Transisi dari Ekspirasi ke Inspirasi

29

Transisi menuju fase inspirasi berikutnya dapat berdasar pada interval


waktu yang telah ditentukan atau perubahan tekanan. Perilaku ventilator dalam
fase ini bersama dengan tipe siklus dari inspirasi ke ekspirasi menentukan mode
ventilator.
Selama ventilasi kontrol, mode paling dasar dari semua ventilator, nafas
berikutnya selalu terjadi setelah interval waktu yang telah ditentukan. Jadi volume
tidal dan kecepatan aliran adalah tetap pada ventilasi volume kontrol, dimana
tekanan puncak inspirasi adalah tetap pada ventilasi tekanan kontrol. Mode
ventilasi kontrol tidak didesain untuk pernafasan spontan. Pada mode volume
kontrol, ventilator menyesuaikan aliran gas dan waktu inspirasi berdasarkan
kecepatan ventilasi dan rasio I:E yang telah ditetapkan. Pada volume tekanankontrol, waktu inspirasi juga berdasarkan kecepatan ventilator dan rasio I:E, tetapi
aliran gas disesuaikan untuk menjaga tekanan inspirasi yang konstan.
Kebalikannya, Intermitten Mandatory Ventilation (IMV) mengijinkan
pasien untuk bernafas spontan antara nafas yang dikontrol. Synchronized
Intermitten Mandatory Vantilation (SIMV) adalah penyempurnaan yang lebih
lanjut untuk mencegah "fighting the ventilator" dan "breath stacking", kapanpun
mungkin, ventilator akan mencoba untuk memberikan nafas mekanis mandatory
dengan adanya penurunan tekanan jalan nafas yang terjadi ketika pasien akan
memulai nafas spontan.
2.9 Alarm ventilator
Alarm adalah bagian integral dari seluruh ventilator mesin anestesi
modern. Kapanpun ventilator digunakan alaram diskoneksi harus teraktifasi
secara pasif. Mesin anestesi seharusnya memiliki paling tidak tiga alarm diskonek;
tekanan puncak inspirasi yang rendah, volume tidal ekshalasi yang rendah, dan
Karbon dioksida ekshalasi yang rendah. Yang pertama selalu ada di ventilator,
dimana yang dua lagi terdapat pada modul yang terpisah. Kebocoan kecil atau
diskoneksi sirkuit pernafasan parsial mungkin terdeteksi dengan penurunan yang
sedikit dari tekanan puncak inspirasi, volume ekshalasi, atau karbon dioksida
akhir ekspirasi sebelum batas alaram tercapai. Alarm ventilator lainnya yang ada

30

seperti tekanan puncak inspirasi yang tinggi, PEEP tinggi, tekanan tinggi jalan
nafas yang menetap, tekanan negatif, dan tekanan suplai oksigen yang rendah.
Hampir semua ventilator mesin anestesi modern juga memiliki spirometer dan
analyzer oksigen yang mempunyai alaram tambahan.
2.10 Masalah yang berhubungan dengan ventilator mesin anestesi
Ventilator Fresh Gas Coupling
Dari diskusi sebelumnya, penting untuk diperhatikan karena katup buang
ventilator tertutup selama inspirasi, aliran gas segar dari common gas outletmesin
secara normal berkontribusi terhadap volume tidal yang diberikan pada pasien.
Sebagai contoh, jika aliran gas segar 6L/mnt, rasio I:E 1:2, dan frekuensi respirasi
10x/mnt, setiap tidal volume akan mengikutsertakan tambahan 200ml, sebagai
tambahan pada output ventilator.
(6000ml/mnt) (33%) = 200ml/nafas
10 nafas/mnt
Jadi, peningkatan aliran gas segar meningkatkan volume tidal, ventilasi semenit
dan tekanan puncak inspirasi. Untuk menghindari masalah dengan ventilator-fresh
gas flow coupling, tekanan jalan nafas dan volume tidal ekshalasi harus dimonitor
secara ketat dan aliran gas segar berlebihan harus dihindari.
Tekanan Positif Berlebihan
Tekanan inspirasi tinggi (>30mmHg) yang intermiten atau menetap selama
ventilasi

tekanan

positif

meningkatkan

resiko

barotrauma

paru

(cth.

Pneumotoraks) dan/atau kompromi hemodinamik selama anestesi. Tekanan tinggi


yang berlebihan dapat terjadi karena penyetelan yang tidak benar dari ventilator,
malfungsi ventilator, fresh gas flow coupling, atau aktivasi dariflush oksigen
selama fase inspirasi dari ventilator. Penggunaan flush oksigen selama siklus
inspirasi dari ventilator harus dihindari karena katup buang ventilator akan
tertutup dan katup APL dikeluarkan. Hembusan oksigen (600-1200ml/s) dan
tekanan sirkuit akan ditransfer ke paru pasien. Sebagai tambahan terhadap alaram
tekanan tinggi, semua ventilator memiliki katup APL otomatis. Mekanismi

31

pembatasan tekanan dapat sesederhana ketika treshold katup yang terbuka pada
tekanan tertentu atau sensor elektronik yang akan menghentikan fase inspirasi
ventilator dengan segera.
Perbedaan Volum Tidal
Perbedaan yang besar antara volume tidal yang di set dan yang sebenarnya
diterima pasien sering terjadi di ruangan operasi selama ventilasi volume kontrol.
Penyebab termasuk komplians sirkuit pernafasan, kompresi gas, ventilator-fresh
gas coupling, dan kebocoran di mesin anestesi, sirkuit pernafasan atau jalan nafas
pasien.
Komplians standar untuk sirkuit pernafasan dewasa sekitar 5mL/cmH2O.
Jadi jika tekanan puncak inspirasi 20 cm H2O, sekitar 100ml dari volume tidal
yang telah ditetapkan hilang ke sirkuit yang membesar. Untuk alasan ini, sirkuit
poernafasan untuk pasien pediatrik didesain jauh lebih kaku, dengan komplians
hingga 1,5-2,5 ml/cm H2O
Kehilangan kompresi, normalnya sekitar 3%,dikarenakan karena kompresi
gas didalam bellow ventilator tergantung dari volume sirkuit pernafasan. Jadi, jika
volume tidal 500ml, sebesar 15 ml dari gas tidal yang telah ditetapkan akan
hilang. Sampling gas untuk kapnografi dan pengukuran gas anestetik menambah
kehilangan dalam bentuk kebocoran gas kecuali gas sample dikembalikan ke
sirkuit pernafasan, seperti yang terjadi di beberapa mesin.
Deteksi yang akurat dari perbedaan volume tidal tergantung dimana
spirometer diletakkan. Ventilator canggih mengukur volume tidal inspirasi dan
ekspirasi. Penting untuk dicatat, kecuali jika spirometer diletakkan di Y connector
di sirkuit pernafasan, kehilangan komplian dan kompresi tidak akan terlihat.
Beberapa mekanisme telah dibuat untuk mesin anestesia yang baru untuk
menurunkan perbedaan volume tidal. Selama self-checkout elektronis yang awal,
beberapa mesin mengukur komplians total dari sistem dan pengukuran ini
digunakan untuk menyesuaikan pergerakan bellow dan piston; kebocoran juga
diukur tapi biasanya tidak dikompensasi. Metode pengkompensasian atau
modulasi dari volume berbeda tergantung model dan pabrik pembuatnya. Dalam

32

sebuah desain (Datex-Ohmeda Aestiva/5), sensor aliran mengukur volume tidal


yang diberikan pada katup inspirasi untuk beberapa nafas pertama dan
menyesuaikan aliran volume gas berikutnya untuk (penyesuaian preemptive).
Sebagai penggantinya, mesin yang menggunakan kontrol elektronik dari aliran
gas dapat memisahkan aliran gas segar dari volume tidal dengan pemberian aliran
gas segar selama ekshalasi (Draeger Julian). Terakhir, fase inspirasi dari aliran gas
segar ventilator dapat dipisahkan melalui katup decoupling menuju kantong
pernafasan, yang dikeluarkan dari sistem lingkar selama ventilasi (Draeger Fabius
GS dan Narkomed 6400). Selama ekshalasi katup decoupling terbuka, dan
mengizinkan fas segar yang disimpan sementara di kantong pernafasan memasuki
sirkuit pernafasan.
2.11 Scavenger Gas Buang
Scavenger gas buang akan membuang gas yang telah diventilasikankeluar
dari sirkuit pernafasan oleh katup APL dan katup buang ventilator. Polusi dari
lingkungan ruang operasi dengan gas anestetik dapat menghadapokan bahaya
pada anggota tim bedah. Meskipun sulit untuk mendefinisikan level aman dari
eksposure, National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH)
merekomendasikan pembatasan konsentrasi Nitrous Oxide sebanyak 25 ppm dan
agen halogen sebanyak 2 ppm (0.5 ppm jika nitrous oksida digunakan).
Penurunan dari level ini hanya mungkin dengan penggunaan sistem pembuangan
gas buang yang baik.
Untuk menghindari peningkatan tekanan, volume gas yang berlebihan
diventilasikan keluar dari katup APL pada sirkuit pernafasan dan katup buang
ventilator. Kedua katup harus dihubungkan ke selang (tabung transfer) mengarah
alat buang, yang dapat berada dalam mesin atau ditambahkan ke mesin. Alat
buang dapat dideskripsikan sebagai jenis terbuka atau tertutup.
Alat buang terbuka, berbentuk terbuka terhadap atmosfir luar dan biasanya
tidak membutuhkan katup relief tekanan. Kebalikannya, alat buang tertutup,
berbentuk tertutup terhadap atmosfir luar dan membutuhkan katup tekanan negatif
dan positif yang melindungi pasien dari tekanan negatif dari sistem vakum dan

33

tekanan positif dari hambatan pada tabung buang. Saluran buang dari sistem
buang dapat berupa jalur langsung ke luar melalui saluran ventilasi dari melewati
titik manapun di resirkulasi. (scavenging pasif) atau sebuah hubungan ke sistem
vakum rumah sakit. (scavenging aktif). Sebuah chamber atau kantong reservoir
menerima aliran lebih dari gas buang ketika kapasitas dari vakum telah dilewati.
Katup kontrol vakup pada sistem aktif harus disesuaikan agar dapat dibuang
sekitar 10-15 L gas buang per menit. Jumlah ini cukup untuk periode terdapatnya
aliran gas segar yang tinggi (cth, selama induksi dan bangun) tetapi tetap
meminimalkan resiko mentransmisikan tekanannegatif ke sirkuit pernafasan
selama kondisi aliran rendah. (maintenance). Kecuali jika digunakan secara benar,
resiko terpapar dalam pekerjaan lebih tinggi pada jenis terbuka. Beberapa mesin
mempunyai sistem aktif dan pasif sekaligus.
2.12 Pemeriksaan Mesin Anestesi
Kesalahan penggunaan atau malfungsi dari alat pemberian gas anestesi
dapat menyebabkan mortalitas dan morbiditas yang besar. Inspeksi rutin dari alat
anestesi sebelum tiap penggunaan akan meningkatkan keakraban operator dan
meyakinkan fungsi yang baik dari mesin. Lembaga Food and Drug Administration
(FDA) Amerika Serikat telah menetapkan prosedur pemeriksaan Generik untuk
mesin gas anestesi dan sistem pernafasan. Prosedur ini dapat dimodifikasi sesuai
keperluan, tergantung dari alat yang digunakan dan rekomendasi dari pabrik
pembuat. Dapat dicatat bahwa tidak semua prosedur pemeriksaan harus diulang
dalam hari yang sama, penggunaan yang hati-hati dari daftar pemeriksaan ini
penting sebelum dilakukannya prosedur anestesi. Prosedur pemeriksaan yang
wajib akan meningkatkan kemungkinan terdeteksinya kesalahan dalam mesin
anestesi. Beberapa mesin anesesi memiliki pemeriksaan secara otomatis.
Pemeriksaan sistem dapat termasuk pemberian nitrous oxide (pencegahan
campuran hipoksik), pemberian agen anestesi, ventilasi mekanis dan manual,
tekanan sistem perpipaan, alat buang, komplians sirkuit pernafasan dan kebocoran
gas.
BAB III

34

KESIMPULAN
1. Penyalahgunaan alat gas anesthesia tiga kali lebih sering dibandingkan
kegagalan alat dalam menyebabkan efek yang tidak diinginkan. Kurang
familiernya dengan alat dan gagal mengecek fungsi mesin adalah penyebab
tersering. Kelalaian ini hanya merupakan 2% dari kasus-kasus dalam ASA Closed
Claim Project. Sirkuit pernafasan adalah penyebab kecelakaan yang paling sering
(39%), hamper semua kecelakaan disebabkan oleh disconnect dan misconnect.
2. Mesin Anestesi menerima gas medis dari suplai gas, mengontrol aliran yang
diinginkan dan menurunkan tekanan, jika diperlukan sampai ke batas aman,
menguapkan volatile anesthetics ke campuran gas akhir yang terhubung dengan
jalan nafas pasien. Ventilator mekanik yang tersambung ke sirkuit pernafasan tapi
dapat dipisahkan dengan switch selama ventilasi spontan atau manual.
3. Dimana suplayi oxygen dapat langsung menuju katup pengontrol aliran, nitrous
oxide, udara dan gas lain harus melewati alat pengaman terlebih dahulu sebelum
mencapi katup pengontrol aliran masing-masing. Alat ini mencegah aliran gas lain
jika tekanan oxygen tidak cukup. Alat ini mencegah pemberian campuran hipoxik
ketika terdapat kegagalan suplai oksigen.
4. Sebuah pengaman yang lain adalah hubungan aliran gas nitrous oxide dengan
aliran oxygen; hal ini untuk meyakinkan konsentrasi minimum oxygen 21-25%
5. Semua vaporizer modern adalah agen spesisfik, mampu untuk memberikan
konsentrasi agen yang konstan pada perubahan temperature dan aliran gas
melewati vaporizer
6. Peningkatan tekanan jalan nafas dapat menunjukkan perburukan komplains
paru, peningkatan tidak volum, atau obstruksi pada sirkuit pernafasan, ETT, atau
jalan nafas pasien. Penurunan
35

7. Secara tradisional, ventilator mesin anestesi memiliki desain sirkuit ganda dan
sumber tenaga pneumatic dan dikontrol secara elektris. Mesin baru juga memiliki
control mikroprosessor, yang bergantung pada sensor tekanan dan aliran.
Beberapa

model

menawarkan

mesin

anestesi

dengan

ventilator

yang

menggunakan desain piston sirkuit tunggal.


8. Keuntungan utama dari ventilator piston adalah kemampuannya mengurimkan
tidal volum yang akurat ke pasien dengan komplains paru yang buruk dan kepada
pasien yang sangat kecil.
9. Ketika ventilator digunakan, disconnect alarms harus difungsikan secara
pasif. Mesin anestesi paling tidak harus memiliki tiga disconnect alarms; tekanan
rendah, tidak volum exhalasi rendah, dan exhalasi karbon dioksida yang rendah.
10. .Karena spill valve ventilator tertutup selama inspirasi, aliran gas segar dari
outlet mesin memberi kontribusi terhadap tidal volum yang diberikan pada pasien
11. Penggunaan oxygen flush valve selama siklus inspirasi dari ventilator harus
dihindari karena spill valve ventilator akan tertutup dan adjustable pressurelimiting (APL) valve disingkirkan, hembusan oxygen (600-1200mL/detik) dan
tekanan sirkuit akan diteruskan ke paru-paru pasien
12. Perbedaan yang besar antara tidal volum yang di set dan diterima pasien
sering terlihat di ruang operasi selama volume-controlled ventilation. Sebabnya
karena komplains dari sirkuit pernafasan, kompresi gas, penyatuan aliran gas
segar ventilator, dan kebocoran pada mesin anestesi, sirkuit pernafasan, atau jalan
nafas pasien
13. .Penghisap gas sisa membuang gas yang diventilasikan keluar dari sirkuit
pernafasan oleh APL valve dan spill valve ventilator. Polusi di ruang operasi dapat
menghadapkan bahaya pada anggota tim operasi.
36

14. Inspeksi rutin dari alat anestesi sebelum penggunaannya meningkatkan


familiaritas operator dan memastikan fungsinya. The United States Food and Drug
Administration telah membuat prosedur standar untuk mesin anestesi dan
breathing system.
Tidak ada alat yang sangat dihubungkan dengan praktek anestesi
dibandingkan

dengan

mesin

anestesi.Yang

paling

dasar,

anestesiologis

mengunakan mesin anestesi untuk mengontrol pertukaran gas pasien dan


memberikan anastetik inhalasi. Mesin anestesi modern telah lebih canggih dan
memiliki banyak komponen keamanan, breathing circuit, monitor dan ventilator
mekanis, dan satu atau lebih mikroprosessor yang dapat mengintegrasi dan
memonitor seluruh komponen. Monitor dapat ditambahkan secara eksternal dan
sering masih dapat diintegrasikan secara penuh. Lebih lanjut, modular desainnya
memberikan banyak pilihan configurasi dan pilihan dari satu jenis produk.
Penggunaan mikroprosessor memberikan pilihan seperti mode ventilator yang
canggih, prekeman otomatis, dan networking dengan monitor lokal atau jauh dan
juga dengan sistem informasi rumah sakit. Ada dua produsen utama mesin
anestesi di Amerika, Datex-Ohmeda (GE Healthcare) dan Draeger Medical.
Fungsi yang benar dari alat sangat penting bagi keselamatan pasien.

DAFTAR PUSTAKA

37

1. Brockwell RC, Andrews JJ. Inhaled Anesthetic Delivery Systems. In:


Millers Anesthesia.7th ed. San Fransisco : Elsevier, 2010. ebook
2. Eisenkraft JB, Longnecker DE, Brown DL, Newman MF, Zapol WM.
Anesthesia Delivery System. In: Anesthesiology. New York : McGraw-Hill,
2008; 767 820
3. Bready LL, Mullin RM, Noorily SH. Anesthesia Breathing System. In:
Decision Making in Anesthesiology. 4th ed. Texas : Mosby Elsevier, 2007;
14-8
4. Morgan GE, Mikhail MS, Murray MJ. Breathing System. In: Clinical
Anesthesiology. 4th ed. McGraw-Hill. New York: Lange Medical Books,
2006; 242-52
5. Roth PA, Howley JE. Anesthesia Delivery Systems. In: Basic of Anesthesia.
5th ed. Philadelphia: Elsevier, 2007; 185-205
6. Michael AE, Ramsay, MD. Anesthesia and Pain Management at Baylor
University Medical Center. New York: BUMC Proceedings, 2000; 151- 65.
7. Atkinson RS, Rushman, GB, Lee, Alfred J. A Synopsis of Anaesthesia - Asian
Economic 8. ed. Singapore: Elsevier, 1988; 4 - 12
8.

Col AK, Bhargava. Early Devices for Inhalation of Ether and Chloroform.
Indian Journal Anaesthesia, 2003: 47(3); 176 - 7

9. Col AK, Bhargava. Anaesthetic Devices. Indian Journal Anaesthesia, 2003:


47(6); 437-8
10. Aitkenhead AR, Rowbotham DJ, Smith G. Anaesthetic Apparatus. In:
Textbook of Anesthesia. 4th ed. Philadelphia: Livingstone, 2002; 380 90

38