Anda di halaman 1dari 3

Hidronefrosis adalah dilatasi pelvis ureter yang dihasilkan oleh obstruksi aliran keluar urin

oleh batu atau kelainan letak arteria yang menekan ureter sehingga pelvis membesar dan
terdapat destruksi progresif jaringan ginjal (Gibson, 2003).
Hidronefrosis adalah obstruksi saluran kemih proksimal terhadap kandung kemih yang
mengakibatkan penimbunan cairan bertekanan dalam pelvis ginjal dan ureter serta atrofi pada
parenkim ginjal (Price, 2001). Hidronefrosis adalah kondisi medis yang ditandai dengan
peradangan pada salah satu atau kedua ginjal akibat terkumpulnya urin di dalam ginjal. Hal
ini dapat disebabkan oleh berbagai keadaan yang menyebabkan tersumbatnya lokasi-lokasi di
sepanjang saluran kemih atau terganggunya fungsi kandung kemih, yang menyebabkan
terjadinya aliran balik ke dalam ginjal. (PERSIFY, 2014).
Etiologi
Hidronefrosis biasanya terjadi akibat adanya sumbatan pada sambungan ureteropelvik
(sambungan antara ureter dan pelvis renalis) yaitu :
a. Kelainan struktural, misalnya jika masuknya ureter ke dalam pelvis renalis terlalu tinggi
b. Lilitan pada sambungan ureteropelvik akibat ginjal bergeser ke bawah;
c. Batu di dalam pelvis renalis;
d. Penekanan pada ureter oleh jaringan fibrosa, arteri atau vena yang letaknya abnormal, dan
tumor.
Hidronefrosis juga bisa terjadi akibat adanya penyumbatan dibawah sambungan ureteropelvik
atau karena arus balik air kemih dari kandung kemih:
a. Batu di dalam ureter;
b. Tumor di dalam atau di dekat ureter;
c. Penyempitan ureter akibat cacat bawaan, cedera, infeksi, terapi penyinaran atau
pembedahan;
d. Kelainan pada otot atau saraf di kandung kemih atau ureter;
e. Pembentukan jaringan fibrosa di dalam atau di sekeliling ureter akibat pembedahan,
rontgen atau obat-obatan (terutama metisergid);
f. Ureterokel (penonjolan ujung bawah ureter ke dalam kandung kemih);
g. Kanker kandung kemih, leher rahim, rahim, prostat atau organ panggul lainnya;
h. Sumbatan yang menghalangi aliran air kemih dari kandung kemih ke uretra akibat
pembesaran prostat, peradangan atau kanker;
i. Arus balik air kemih dari kandung kemih akibat cacat bawaan atau cedera;
j. Infeksi saluran kemih yang berat, yang untuk sementara waktu menghalangi kontraksi
ureter.
Bisa juga karena :
hipertrofi prostat jinak dan kanker prostat pada pria,
kehamilan,
kanker kandung kemih,
kanker serviks dan batu ginjal.
Hidronefrosis dapat juga dutemukan pada bayi-bayi belum lahir sewaktu
pemeriksaan ultrasonografi rutin akibat keterbelakangan perkembangan saluran
kemih. Ketika hal ini terjadi, hal ini dikenal sebagai hidronefrosis antenatal.

Klasifikasi :

Hidronefrosis dapat diklasifikasikan sebagai akut atau kronis, tergantung dari


seberapa cepat penyumbatan terjadi. Pada hidronefrosis akut hal ini disebabkan oleh

kondisi, seperti batu ginjal, gejala timbul secara mendadak dalam beberapa jam dan ditandai
dengan nyeri berat pada punggung yang dapat menyebar ke daerah lipat paha. Kondisi ini
biasanya disertai dengan demam, mual dan diare. Hidronefrosis kronis biasanya berkembang
secara bertahap dalam beberapa minggu atau bulan dan penderita secara umum tidak
menunjukkan gejala apapun pada stadium dini. Hidronefrosis merupakan kondisi berbahaya
yang memerlukan penanganan medis segera karena hal ini dapat menyebabkan kondisi yang
berpotensi mengancam jiwa, seperti gagal ginjal. Penanganan biasanya ditujukan untuk
mengatasi kondisi penyebab yang mendasari. Di sisi lain, kebanyakan kasus hidronefrosis
antenatal tidak memerlukan penanganan karena kebanyakan menghilang sebelum persalinan
(Persify, 2014).
Patofisiologi ambil dewe ya...
Penatalaksanaan dan Pengobatan
Penatalaksanaan Tujuannya adalah untuk mengaktivasi dan memperbaiki penyebab dari
hidronefrosis (obstruksi, infeksi) dan untuk mempertahankan dan melindungifungsi
ginjal.Untuk mengurangi obstruksi urin akan dialihkan melalui tindakan nefrostomi atau tipe
disertasi lainnya. Infeksi ditangani dengan agen anti mikrobial karena sisa urin dalam kaliks
akan menyebabkan infeksi dan pielonefritis. Pasien disiapkan untuk pembedahan mengangkat
lesi obstrukstif (batu, tumor, obstruksi ureter). Jika salah satu fungsi ginjal rusak parah dan
hancur maka nefrektomi (pengangkatan ginjal) dapat dilakukan (Smeltzer dan Bare, 2002)
a. Hidronefrosis akut
1. Jika fungsi ginjal telah menurun, infeksi menetap atau nyeri yang hebat, maka air kemih
yang terkumpul diatas penyumbatan segera dikeluarkan (biasanya melalui sebuah jarum yang
dimasukkan melalui kulit)
2. Jika terjadi penyumbatan total, infeksi yang serius atau terdapat batu, maka bisa dipasang
kateter pada pelvis renalis untuk sementara waktu
b. hidronefrosis kronik
1. Diatasi dengan mengobati penyebab dan mengurangi penyumbatan air kemih
2. Ureter yang menyempit atau abnormal bisa diangkat melalui pembedahan dan ujungujungnya disambungkan kembali
3. Dilakukan pembedahan untuk membebaskan ureter dari jaringan fibrosa. Jika sambungan
ureter dan kandung kemih tersumbat, maka dilakukan pembedahan untuk melepaskan ureter
dan menyambungkannya kembali di sisi kandung kemih yang berbeda
4. Jika uretra tersumbat, maka pengobatannya meliputi:
a. terapi hormonal untuk kanker prostat b. pembedahan c. pelebaran uretra dengan
dilator
askep (pengkajian, dx, intervensi) ambil dewe yaa...

Anda mungkin juga menyukai