Anda di halaman 1dari 14

Pengaruh Metabolisme Anaerob dalam Tubuh Manusia

Kelly
102012078
A3
Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana
Jalan Arjuna Utara No. 6 Jakarta Barat 11510
kelly.kresentia@civitas.ukrida.ac.id

Pendahuluan
Metabolisme merupakan modifikasi senyawa kimia secara biokimia di dalam
organisme dan sel. Metabolisme mencakup sintesis (anabolisme) dan penguraian
(katabolisme) molekul organik kompleks. Metabolisme biasanya terdiri atas tahapan-tahapan
yang melibatkan enzim, yang dikenal pula sebagai jalur metabolisme. Tanpa metabolisme,
makhluk hidup tidak dapat bertahan hidup. Arah lintasan metabolisme ditentukan oleh suatu
senyawa yang disebut sebagai hormon, dan dipercepat (dikatalisis) oleh enzim.
Proses produksi energi di dalam tubuh dapat berjalan melalui dua proses metabolisme
yaitu metabolisme aerob dan metabolisme anaerob. Metabolisme energi pembakaran lemak
dan karbohidrat dengan adanya oksigen (O2) yang akan diperoleh melalui proses pernafasan
disebut dengan metabolisme aerob. Sedangkan proses metabolisme energi tanpa adanya
oksigen (O2) disebut dengan metabolisme anaerob.
Metabolisme energi secara aerob dapat menyediakan energi bagi tubuh untuk jangka
waktu yang panjang sedangkan metabolisme energi anaerob mampu untuk menyediakan
energi secara cepat di dalam tubuh namun hanya untuk waktu yang tebatas yaitu sekitar 5-10
detik.

Pembahasan
A. Metabolisme Karbohidrat secara Anaerob
Karbohidrat sebagai zat gizi merupakan nama kelompok zat-zat organik yang
mempunyai struktur molekul yang berbeda-beda, meski terdapat persamaan-persamaan
dari sudut kimia dan fungsinya. Semua karbohidrat terdiri atas unsur-unsur carbon (C),
hidrogen (H), dan oksigen (O). Karbohidrat merupakan penghasil utama energi dalam
makanan maupun di dalam tubuh.1
Sumber utama karbohidrat di dalam makanan berasal dari tumbuh-tumbuhan, dan
hanya sedikit saja yang termasuk bahan makanan hewani. Di dalam tumbuhan,
karbohidrat mempunyai 2 fungsi utama, yaitu sebagai simpanan energi dan penguat
struktur tumbuhan tersebut. Sumber energi terutama terdapat dalam bentuk zat tepung
(amilum) dan zat gula (monosakarida dan disakarida). Timbunan zat tepung terdapat di
dalam biji, akar dan batang. Gula terdapat di dalam daging buah atau di dalam cairan
tumbuhan yang ada pada batang (tebu).1
Sumber karbohidrat dalam makanan juga dapat dibagi menjadi 2 yaitu
karbohidrat alami dan karbohidrat sintetik. Karbohidrat alami terdiri dari glukosa,
fruktosa, sukrosa, laktosa, maltosa, galaktosa, dan glikogen. Sedangkan karbohidrat
sintetik terdiri dari maltodekstrin, polidekstrosa, sirup jagung, dan gula invert. Adapun
fungsi karbohidrat dalam tubuh sebagai berikut:
1.
2.
3.
4.

Sebagai bahan bakar : sumber energi utama untuk sel hidup


Sebagai cadangan energi (glikogen) dalam hati dan otot
Menghasilkan senyawa intermediet amphibolik : piruvat, laktat, gliserida
Untuk sintesis:
a) Glikosaminoglikan (bahan struktur sel) atau sebagai komponen

glikoprotein di membran.
b) Bahan khas : laktosa (susu)
c) Senyawa non karbohidrat : lipid (TAG / TG), asam nukleat
5. Membentuk lemak pada jaringan adiposa.1
Metabolisme utama karbohidrat terdiri dari glikolisis Embden Meyerhof (EM),
oksidasi piruvat, siklus asam sitrat, glikogenolisis, glikogenesis, HMP shunt, dan
glikoneogenesis. Dalam keadaan anaerob, metabolisme yang terjadi hanya glikolisis
EM. Pada glikolisis EM, glukosa akan diuraikan menjadi asam laktat untuk
menghasilkan energi. Proses ini terjadi di sitosol. Jumlah ATP yang dihasilkan pada
2

keadaaan anaerob yaitu 2 ATP tiap 1 mol glukosa. Di dalam sel darah merah (eritrosit),
glikolisis EM selalu anaerob yang menghasilkan asam laktat. Langkah-langkah proses
terjadinya glikolisis EM sebagai berikut:
1. Diawali oleh reaksi fosforilasi glukosa :
glukosa glukosa - 6P

enzim :

glukokinase (hepar)
heksokinase (di jaringan lain)

memerlukan ATP dan Mg++ ADP


bersifat irreversible
2. Glukosa 6-P Fruktosa 6-P (isomerase)
3. Fruktosa 6-P Fruktosa 1,6 bisfosfat (fosfofruktokinase)
- perlu ATP dan Mg++ ADP
- enzim kunci (penting pada pengaturan kecepatan glikolisis)
4. Fruktosa 1,6 bisfosfat
gliseraldehid-3P + DHAP (aldolase)
DHAP
gliseraldehid-3P (isomerase)
5. Gliseraldehid-3P
1,3 bisfosfogliserat (gliserald-3P DH)
- memerlukan NAD+ + Pi NADH + H+
- menghasilkan 3 ATP melalui rantai pernapasan
- dihambat oleh iodoasetat
6. 1,3 bisfosfogliserat 3 fosfogliserat (fosfogliserat kinase)
- memerlukan Mg++
- menghasilkan 1 ATP (tingkat substrat)
7. 3-Fosfogliserat
2-fosfogliserat (mutase)
8. 2-Fosfogliserat
PEP (enolase)
++
- memerlukan Mg
- dihambat oleh fluoride
9. PEP (enol) piruvat (piruvat kinase)
- memerlukan Mg++ dan ADP
- menghasilkan 1 ATP (tingkat substrat)
10. (enol) piruvat (keto) piruvat
- spontan
- dioksidasi lebih lanjut melalui siklus asam sitrat.1

Gambar 1. Proses Glikolisis Embden Meyerhof.1


Dalam reaksi fosforilasi glukosa terdapat 2 enzim yaitu glukokinase dan
heksokinase. Enzim glukokinase terjadi di hepar dan pulau Langerhans. Substrat yang
digunakan yaitu glukosa. Enzim ini memiliki Km yang besar (afinitas tehadap glukosa
kecil). Selain itu, glukokinase juga ditingkatkan oleh insulin. Fungsi utamanya adalah
menyingkirkan glukosa dari darah setelah makan.1
Enzim heksokinase terjadi di semua sel. Substrat yang digunakan yaitu heksosa
(glukosa, fruktosa, galaktosa, dan lain-lain). Enzim ini memiliki Km yang kecil
(afinitas terhadap glukosa besar). Heksokinase tidak dipengaruhi oleh insulin. Fungsi
utamanya adalah menyediakan glukosa untuk jaringan.1

B. Metabolisme Protein
Protein merupakan zat gizi yang sangat penting karena erat hubungannya dengan
berbagai proses kehidupan. Di dalam sel, protein terdapat sebagai protein struktural dan
protein metabolik. Protein struktural merupakan bagian integral dari struktur sel dan
4

tidak dapat diekstraksi tanpa menyebabkan disintegrasi sel tersebut. Protein metabolik
ikut serta dalam reaksi-reaksi biokimiawi dan mengalami perubahan bahkan destruksi
atau sintesis protein baru. Protein metabolik dapat diekstraksi tanpa merusak integritas
struktur sel itu sendiri.2
Molekul protein mengandung unsur-unsur C, H, O dan unsur khusus yang
terdapat di dalam protein dan tidak terdapat di dalam molekul karbohidrat dan lemak
ialah nitrogen (N). Protein besar terdiri atas ribuan asam amino dan protein kecil terdiri
atas kurang dari 100 asam amino. Klasifikasi protein dapat dilakukan berdasakan
berbagai cara antara lain:
a) Berdasarkan komponen-komponen yang menyusun protein:
- Simple protein
Hasil hidrosa total protein jenis ini merupakan campuran yang hanya terdiri
-

atas asam-asam amino.


Complex / conjugated protein
Hasil hidrosa total protein jenis ini, selain terdiri atas berbagai jenis asam
amino, juga terdapat komponen lain, misalnya unsur logam, gugusan fosfat

dan sebagainya.
Derivative protein
Ini merupakan ikatan antara (intermediate product) sebagai hasil hidrolisa

parsial dari protein native, misalnya albumosa dan pepton.


b) Berdasarkan sumbernya:
- Protein hewani
Protein hewani yaitu protein dalam bahan makanan yang berasal dari
-

binatang, seperti protein dari daging, susu dan sebagainya.


Protein nabati
Protein nabati ialah protein yang berasal dari bahan makanan tumbuhan,
seperti protein dari jagung, terigu dan lain-lain.

c) Berdasarkan fungsi fisiologiknya:


- Protein sempurna
Protein ini sanggup mendukung pertumbuhan badan dan pemeliharaan
-

jaringan.
Protein setengah sempurna
Protein ini sanggup mendukung pemeliharaan jaringan, tetapi tidak dapat

mendukung pertumbuhan badan.


Protein tidak sempurna
Protein ini tidak sanggup mendukung pertumbuhan badan maupun
pemeliharaan jaringan.2

Protein merupakan polimer dari 20 macam asam amino. Fungsi protein dalam
darah yaitu sebagai komponen membran sel, komponen intrasel, komponen organ /
jaringan, enzim, hormon, transporter, reseptor, sistem imun humoral dan seluler,
komponen pada proses replikasi dan sintesis protein, channel ion, sumber energi dan
kontraksi otot.2
Protein dicerna menjadi asam amino oleh enzim proteolitik di traktus
gastrointestinal. Di lambung, protein dihidrolisis oleh pepsin sedangkan di usus halus,
dihidrolisis oleh tripsin, kimotripsin, karboksipeptidase, aminopeptidase, dan
dipeptidase. Hasil akhir dari pencernaan protein yaitu asam amino yang nantinya akan
diabsorpsi melalui transport mediated aktif sekunder atau simport elektrogenik.
Absorpsi ini memerlukan vitamin B6.2
Protein tubuh mempunyai masa turn over (pergantian) dan dalam keseimbangan
dinamik. Protein dan asam amino tidak disimpan atau ditimbun dalam tubuh. Tempat
utama katabolisme protein intrasel yaitu di lisosom. Pada katabolisme ini turn over
panjang dan tidak perlu ATP. Protein abnormal dan protein turn over pendek
didegradasi dalam sitosol serta memerlukan ATP dan ubiquitin.2

C. Metabolisme Lemak
Seperti halnya karbohidrat, lemak juga merupakan senyawa yang tersusun atas
unsur C, H dan O. Namun, kandungan oksigennya lebih sedikit. Lemak memiliki
banyak fungsi bagi tubuh, yaitu sebagai sumber atau cadangan energi, komponen
membran, bahan baku hormon, surfaktan, asam lemak esensial, komponen lipoprotein,
insulator suhu dan listrik serta mengikat vitamin larut lemak. Selain itu, lemak juga
dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
1. Simple lipid
a) Free fatty acid
b) Neutral fat
- Monogliserida, digliserida, trigliserida
c) Wax
- Sterol ester, non sterol ester
2. Compound lipid
a) Fosfolipid
- Asam fosfatidat, plasmalogen, sfingomielin
b) Glikolipid
c) Lipoprotein
6

3. Precursor and derived lipid


a) Gliserol
b) Steroid
c) Asam lemak.3
Menurut sumbernya, kita membedakan lemak menjadi lemak nabati dan lemak
hewani. Lemak nabati berasal dari bahan makanan tumbuh-tumbuhan, sedangkan
lemak hewani berasal dari binatang. Kedua jenis lemak ini berbeda dalam jenis asam
lemak yang menyusunnya. Lemak nabati mengandung lebih banyak asam lemak tak
jenuh, yang menyebabkan titik cair yang lebih rendah, dan dalam suhu kamar
berbentuk cair, disebut minyak. Lemak hewani mengandung terutama asam lemak
jenuh, khususnya mempunyai rantai karbon panjang, yang mengakibatkan dalam suhu
kamar berbentuk padat. Lemat berbentuk padat inilah yang biasa oleh awam disebut
lemak atau gaji.3
Pencernaan lemak terjadi di usus. Oleh pankreas eksokrin, diproduksi 3 enzim
hidrolitik dan disekresi ke dalam duodenum. Produk-produk ini adalah lipase pankreas,
esterase kolesterol, dan fosfolipase A2.3

a. Lipase Pankreas
Lipase pankreas mengkatalisis sebagian hidrolisis trigliserid yang
mengandung asam lemak berantai panjang. Hampir semua trigliserid makanan
yang biasa merupakan jenis asam lemak berantai panjang dan sebagian besar
mengandung asam lemak jenuh dan tak jenuh dengan atom 16 dan 18 atom
karbon. Lipase pankreas bersifat spesifik terhadap sisa asam lemak pada posisi 1
dan 3 dari bagian steril. Pencernaan trigliserid berhenti pada 2-monogliserid
karena lipase pankreas memperlihatkan aktivitas yang sangat rendah terhadap
substrat ini. Asam lemak dan 2-monogliserid yang dilepaskan dapat melewati
membran sel dan mereka diserap oleh difusi ke dalam sel mukosa dari jejunum
dan ileum.3
Suatu kofaktor protein yang mengaktifkan lipase pankreas dinamakan
kolipase, juga turut diproduksi oleh pankreas. Lipase pankreas bekerja pada
trigliserid makanan setelah bergabung ke dalam misel campuran dalam limen
usus. Kolipase mengikatkan diri pada misel campuran yang mengandung

trigliserid dari makanan dan memudahkan absorpsi lipase pada kompleks


tersebut, dengan demikian mengaktifkan hidrolisis trigliserid.3
b. Fosfolipase A2
Fosfogliserid yang ada dalam makanan dicerna oleh fosfolipase A2
pankreas. Enzim ini mengkatalisis hidrolisis sisa asam lemak yang terdapat pada
posisi 2 dari fosfolipid, yang membentuk lisofosfogliserid 1-asil.3
c. Esterase Kolesterol
Ester kolesterol diemulsifikasi oleh empedu dan dihidrolisis oleh esterase
kolesterol pankreas. Kolesterol dan asam lemak yang dilepaskan terikat dalam
misel campuran yang lalu diberikan ke membran sel usus melalui difusi.3

Absorpsi produk hidrolisis lemak dari misel campuran ke dalam sel mukosa
merupakan proses pasif yang terjadi melalui difusi. Fungsi utama dari mukosa usus
dalam metabolisme lemak adalah mensintesis kembali asam lemak dan 2-monogliserid
yang diserap menjadi trigliserid, karena asam lemak makanan berantai panjang diserap
ke dalam tubuh hanya setelah diubah kembali menjadi trigliserid. Proses ini merupakan
proses yang memerlukan energi dan memerlukan 2 mol ATP per mol trigliserid yang
disintesis. Dalam proses ini, kedua ikatan energi tinggi dari tiap ATP dihidrolisis. Oleh
sebab itu, sebenarnya 4 ikatan energi tinggi digunakan untuk mensintesis kembali 1
molekul trigliserid. Trigliserid disintesis di dalam usus melalui jalur 2-monogliserid.3
Lemak makanan meninggalkan lambung dan masuk ke dalam usus halus untuk
menjalani emulsifikasi oleh garam-garam empedu. Garam-garam empedu adalah
senyawa amfipatik, yang disintesis di hati dan disekresikan melalui kandung empedu ke
dalam lumen usus. Kontraksi kandung empedu dan sekresi enzim pankreas dirangsang
oleh hormon usus kalesitokinin. Garam empedu berfungsi sebagai deterjen, yang
mengikat globulus lemak makanan saat terjadi pemecahan oleh kerja peristaltik.3
Melalui proses eksositosis, kilomikron disekresikan oleh sel epitel usus ke dalam
sistem limfatik dan masuk ke dalam darah melalui duktus torasikus. Kilomikron mulai
masuk ke dalam darah 1-2 jam setelah mulai makan. Seiring dengan pencernaan dan
penyerapan makanan, kilomikron terus masuk ke dalam darah selama berjam-jam. Pada
awalnya, partikel tersebut diberi nama kilomikron nasens (baru lahir). Setelah

menerima protein dari HDL di dalam limfe dan darah, kilomikron tersebut menjadi
kilomikron matang.3
HDL memindahkan protein ke kilomikron nasens, terutama apoprotein E (apoE)
dan apoprotein C11 (apoC11). ApoE dikenal oleh reseptor membran, terutama reseptor
yang terletak di permukaan sel hati, sehingga lipoprotein yang mengandung apoE dapat
masuk ke dalam sel ini melalui proses endositosis untuk selanjutnya dicerna oleh
lisosom. ApoC11 berfungsi sebagai aktivator LDL, enzim pada sel endotel kapiler yang
mencerna triasilgliserol pada kilomikron dan VLDL dalam darah.3

Tabel 1. Lipoprotein Darah.3


Jenis Lipoprotein
Kilomikron

Keterangan
Dihasilkan di dalam sel epitel usus dari

VLDL

ternak makanan
Mengangkut triasilgliserol dalam darah
Dihasilkan di hati terutama dari

IDL

LDL

karbohidrat makanan
Mengangkut triasilgliserol dalam darah
Dihasilkan di dalam darah
Mengalami endositosis oleh hati atau
diubah menjadi LDL
Dihasilkan di dalam darah
Mengandung kolesterol

dan

ester

kolesterol dalam konsentrasi tinggi


Mengalami endositosis oleh hati dan
HDL

jaringan kapiler
Dihasilkan di hati dan usus
Mempertukarkan protein dan lemak
dengan lipoprotein lain
Berfungsi mengembalikan

kolesterol

dari jaringan perifer ke hati.


D. Hormon
Hormon terpenting dalam pengaturan metabolisme energi ialah insulin dan glukagon.
a) Insulin
Insulin merupakan hormon yang menurunkan kadar glukosa darah dan
memacu sintesis glikogen, lemak dan protein dalam banyak sel. Hormon ini
disintesis dalam sel pulau-pulau pankreas.4
Efek utama insulin adalah menurunkan kadar glukosa, asam amino dan
asam lemak bebas dalam plasma. Dalam hal ini, insulin meningkatkan
pemupukan dan penyimpanan substrat di dalam sel. Insulin bersifat anabolik
yaitu dapat meningkatkan simpanan glukosa, asam amino dan asam lemak. Di
otot dan jaringan adiposa, perlu adanya insulin untuk meningkatkan ambilan K+.4
Kadar glukosa atau asam amino yang tinggi dalam sirkulasi memacu
pelepasan insulin dari pankreas. Insulin dalam sirkulasi mempermudah difusi
glukosa ke dalam sel otot dan jaringan adiposa sehingga mempecepat penggunaan
glukosa dalam jaringan-jaringan ini.4
10

Insulin mempunyai pengaruh besar terhadap metabolisme glukosa dalam


hati yang berlangsung sesudah glukosa berdifusi melewati membran sel dengan
menginduksi sintesis glukokinase spesifik. Enzim ini mempunyai Km untuk
glukosa yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan heksokinase hati yang
nonspesifik, dan dengan demikian terutama berfungsi waktu kadar glukosa dalam
sirkulasi meningkat. Insulin juga mempercepat sintesis glikogen dan menurunkan
aktivitas enzim-enzim glukoneogenik, terutama glukosa 6-fosfatase. Pengaruh
insulin bersih adalah menghentikan pengeluaran glukosa oleh hati dan memacu
penimbunan glikogen.4
Dalam sel seperti adiposit, pengikatan insulin meningkatkan pengangkutan
glukosa dengan mengaktifkan pembawa glukosa dalam sel yang tidak dapat
berfungsi pada keadaan basal. Insulin menyebabkan translokasi pengangkut
glukosa ini ke membran plasma. Efek ini cepat dan dapat dibalik. Oleh karena
lebih banyak pengangkut glukosa yang dapat tersedia dalam membran plasma,
maka terjadi peningkatan tiga kali lipat pada Vmaks untuk pengangkutan glukosa
tanpa perubahan apa pun dalam Km proses pengangkutan ini.4
Rangsang utama untuk meningkatkan sekresi insulin yaitu dengan
peningkatan kadar gula darah. Peningkatan kadar asam amino darah langsung
merangsang sel sehingga meningkatkan sekresi insulin. Peningkatan aktivitas
parasimpatis merangsang pembebasan insulin. Sedangkan rangsang simpatis atau
peningkatan epinefrin akan menghambat sekresi insulin.4
b) Glukagon
Glukagon mempunyai pengaruh berlawanan dengan insulin. Glukagon
menaikkan kadar glukosa darah dan kadar asam lemak bebas dalam darah.
Glukagon memacu glukogenolisis dan lipolisis lewat mekanisme cAMP.
Glukagon juga memacu glukoneogenesis dalam hati. Insulin dan glukagon
membentuk coupled endocrine system. Keduanya merupakan faktor utama pada
pengaturan metabolisme energi. Glukagon merupakan sekret sel pulau-pulau
langerhans. Glukagon terutama bekerja di hati. Ia mempengaruhi metabolisme
hidrat arang, protein dan lemak.5
Pada keadaan postabsorptive, sekresi glukagon akan meningkat. Sedangkan
pada keadaan absorptive, sekresi glukagon menurun. Pengaturan sekresi glukagon
mempunyai efek langsung pada kadar gula darah. Bila kadar glukosa darah
meningkat, maka sekresi glukagon turun.5

11

E.

Pola Makan
1) Kebutuhan Tubuh terhadap Karbohidrat
Kebutuhan nutrisi karbohidrat yang dianjurkan adalah 60% dalam sehari.
Tiap gram karbohidrat menghasilkan 4 kalori. Bentuk karbohidrat yang paling
sederhana, yang juga disebut karbohidrat sederhana, adalah fruktosa dan glukosa
(gula). Karbohidrat kompleks dapat ditemukan dalam sayur-sayuran, sereal, dan
buah. Proses mencerna karbohidrat kompleks membutuhkan waktu lebih lama
dibandingkan gula. Oleh karena itu, karbohidrat kompleks lebih bermanfaat
karena energi dilepaskan secara perlahan.6
Kebutuhan karbohidrat untuk setiap orang berbeda-beda tergantung pada
usia, jenis kelamin, dan aktivitasnya. Misalnya, orang dewasa yang bekerja berat
membutuhkan karbohidrat 8-10 gram setiap kilogram berat badannya setiap hari.6
Di dalam tubuh, kelebihan karbohidrat disimpan di dalam hati atau otot
dalam bentuk glikogen. Kapasitas pembentukan glikogen terbatas. Apabila
penimbunan glikogen telah mencapai batasnya, maka kelebihan karbohidrat di
dalam tubuh diubah menjadi lemak. Lemak ditimbun di dalam jaringan lemak
yang terdapat di bawah kulit.6

2) Kebutuhan Tubuh terhadap Protein


Tubuh yang menerima cukup makanan bergizi akan mempunyai simpanansimpanan protein untuk digunakan dalam keadaan darurat. Tetapi bila keadaan
tidak menerima menu seimbang atau mencukupi kebutuhan tubuh berlanjut terus,
maka gejala kurang protein akan timbul.6
Protein sebagai pembangun atau pembentuk struktur tubuh terlihat dari
gambaran komposisi tubuh manusia. Tiap gram protein menghasilkan 4 kalori.
Lebih kurang 20% atau 1/5 bagian berat badan orang dewasa terdiri dari protein.
Dari analisa berat kering sebanyak 50% berat tubuh orang dewasa terdiri dari
protein. Dari bagian tersebut, 1/3 bagiannya berada dalam otot, 1/5 bagian
tersimpan dalam tulang dan kartilago, 1/10 bagian tersimpan dalam kulit dan
sisanya berada dalam cairan tubuh dan jaringan-jaringan.6
3) Kebutuhan Tubuh terhadap Lemak
12

Lemak merupakan zat gizi padat energi yang nilai kalorinya 9 kalori setiap
gram lemak. Dalam bentuk lemak, energi dapat disimpan dalam jumlah besar di
dalam massa yang kecil, dan tidak memerlukan banyak air seperti pada
penimbunan karbohidrat dan protein, sehingga mempunyai volume dan berat
yang relatif rendah.7
Di dalam hidangan sebaiknya dari jumlah kalori total, sebesar 15-20%
berasal dari lemak, sehingga kebutuhan akan lemak dapat dihitung tegas, karena
kebutuhan energi dapat ditentukan dengan jelas. Di negara-negara yang memiliki
ekonomi tinggi, bagian energi yang berasal dari lemak mencapai 30-40% dari
kalori total. Jumlah ini dianggap terlalu tinggi karena menunjukkan kesehatan
yang tidak optimal. Sedangkan dalam hidangan rata-rata di Indonesia, lemak
hanya memberikan iuran kalori sebanyak 7-8% dari energi total. Jumlah ini
dianggap terlalu rendah. Dengan mempertimbangkan beberapa faktor, maka
kebutuhan lemak dalam hidangan sebaiknya 15-20% dari kalori total. Lemak
yang dikonsumsi sekarang dalam hidangan Indonesia tidak cukup untuk
penyerapan vitamin-vitamin yang larut lemak. Jumlah yang dianjurkan akan
memenuhi kebutuhan lemak sebagai pelarut vitamin-vitamin tersebut.7

Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan di atas, maka hipotesis diterima yaitu metabolisme anaerob
menghasilkan energi (ATP) yang sedikit sehingga seseorang dapat merasa letih dan pusing.
Hal ini disebabkan laktat yang dihasilkan dari proses glikolisis EM jumlahnya berlebihan.
Selain itu, ATP yang dihasilkan juga sedikit karena piruvat berubah menjadi laktat. Pada
keadaan anaerob, jumlah ATP yang dihasilkan yaitu 2 ATP per mol glukosa. Jumlah ini sangat
sedikit jika dibandingkan dengan keadaan aerob yang menghasilkan ATP sebanyak 8 ATP per
mol glukosa. Oleh karena itu, seseorang dapat merasa letih dan pusing karena jumlah energi
(ATP) yang dihasilkan tubuhnya sedikit pada metabolisme anaerob.

Daftar Pustaka
1. Marks DB, Marks AD, Smith CM. Biokimia kedokteran dasar. Jakarta: Penerbit Buku
Kedokteran EGC; 2003.h.478-86.
2. Sumardjo D. Pengantar kimia buku panduan kuliah mahasiswa kedokteran. Jakarta:
Penerbit Buku Kedokteran EGC; 2006.h.246-50.
13

3. Kuchel P, Ralston GB. Biokimia. Jakarta: Penerbit Erlangga; 2004.h.77-81.


4. Ganong WF. Buku ajar fisiologi kedokteran. Edisi ke-20. Jakarta: Penerbit Buku
Kedokteran EGC; 2003.h.671-91.
5. Sherwood L. Fisiologi manusia dari sel ke sistem. Edisi ke-6. Jakarta: Penerbit Buku
Kedokteran EGC; 2011.h.333-5.
6. Sediaoetama AD. Ilmu gizi untuk mahasiswa dan profesi. Jakarta: Penerbit Dian
Rakyat; 2003.h.91-5.
7. Suhardjo, Kusharto CM. Prinip-prinsip ilmu gizi. Yogyakarta: Penerbit Kanisius;
2003.h.33-5.

14

Anda mungkin juga menyukai