Anda di halaman 1dari 6

REVISI DRAFT 1

PRAKTIKUM PENGELOLAAN PASCA PANEN


ACARA II DAN VI

Nama

: Ade Septiana Nasution

NIM

: H0812002

Kelompok

:8

Co Asisten

: Siti Khotimah

PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI


FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2015

II.
PELILINAN PADA BUAH
A Pendahuluan
1. Latar Belakang
Pemanenan dan penyimpanan produk pertanian sesuai dengan kriterianya
dapat mengurangi laju kemunduran mutu atau kualitas dari produk. Umumnya
produk yang berkualitas rendah harga jualnya juga rendah. Proses penanganan
panen dan pasca panen sangat penting dilakukan sesuai dengan karakteristik
hasil panen baik itu komoditas hortikultura atau komoditas lainnya supaya
dihasilkan produk yang berkualitas tinggi dan bernilai jual tinggi sehingga
dapat memberi untung. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk
mempertahankan mutu buah atau sayur yaitu dengan pemanfaatan teknologi
pelilinan.
Pelapisan lilin atau pelilinan merupakan salah satu cara untuk
mempertahankan mutu buah atau sayur. Pelilinan ini dilakukan dengan tujuan
supaya umur simpan buah atau sayur menjadi lebih lama, serta dapat membuat
penampilan buah menjadi segar dan mengkilat. Selain itu luka atau goresan
pada permukaan buah dapat tertutupi oleh lapisan lilin Pelilinan dilakukan
untuk mengurangi laju respirasi, transpirasi dan kerusakan karena serangan
mikroba. Emulsi lilin yang digunakan harus dapat memenuhi beberapa syarat
antara lain tidak mempengaruhi bau dan rasa komoditi yang akan dilapisi,
mudah kering, tidak lengket, tidak mudah pecah, tidak menghasilkan
permukaan yang tebal, mudah diperoleh, harganya murah dan tidak bersifat
racun.
Manfaat dari praktikum pelilinan pada buah yaitu nantinya dapat
melakukan pelilinan sendiri pada buah. Pelilinan ini membuat umur simpan
buah atupun sayuran tersebut lebih lama. Praktikum pelilinan ini juga
memberikan pengetahuan kepada kita bagaimana melakukan pelilinan yang
benar, serta mengetahui proses-proses untuk melakukan pelilinan.
2. Tujuan Praktikum
Tujuan dari praktikum Pelilinan pada Buah adalah untuk mengetahui
penanganan pasca panen pada buah dengan cara pelilinan.
B Tinjauan Pustaka

Tanaman apel dapat hidup subur didaerah yang mempunyai temperatur udara
dingin. Tanaman apel di Eropa dibudidayakan terutama didaerah subtropis bagian
utara, sedangkan apel lokal di Indonesia yang terkenal berasal dari daerah Malang,
Jawa Timur yang disebut sebagai apel Malang dan berasal dari daerah Gunung
Pangrango , Jawa Barat. Tanaman apel di Indonesia dapat tumbuh dan
berkembang dengan baik apabila dibudidayakan pada daerah yang mempunyai
ketinggian sekitar 700 1200 meter diatas permukaan laut (Sufrida dan Maloedyn
2006).
Jambu biji berasal dari Amerika tropik, tumbuh pada tanah yang gembur
maupun liat, pada tempat terbuka dan mengandung air cukup banyak. Pohon ini
banyak ditanam sebagai pohon buah-buahan. Namun, sering tumbuh liar dan
dapat ditemukan pada ketinggian 1-1.200 m dpl. Jambu biji berbunga sepanjang
tahun (Hapsoh 2011).
Pelilinan selain untuk memperbaiki penampilan kulit buah, pelilinan
bertujuan untuk memperpanjang daya simpan, mencegah susut bobot buah,
menutup luka atau goresan kecil, mencegah timbulnya jamur, mencegah busuk
dan mempertahankan warna. Lilin (wax) yang digunakan untuk pelapisan harus
memenuhi beberapa persyaratan yaitu: tidak mempengaruhi bau dan rasa buah,
cepat kering, tidak lengket, tidak mudah pecah, mengkilap dan licin, tipis, tidak
mengandung racun, harga murah dan mudah diperoleh. Pelilinan pada buahbuahan tidak bisa dilakukan pada semua buah yaitu buah yang bentuknya bulat
seperti apel, jambu, jeruk dan yang lainnya (Anis 2009).
Lapisan lilin pada buah berfungsi sebagai pelindung alami dari buah-buahan
terhadap serangan fisik, mekanik, dan mikrobiologis. Mekanisme dari pelapisan
lilin pada buah-buahan sebenarnya adalah menggantikan dan menambah lapisan
lilin alami yang terdapat pada buah yang sebagian besar hilang selama
penanganan. Selain itu pemberian lapisan lilin diharapkan dapat mengurangi laju
respirasi sehingga dapat memperkecil kerusakan buah yang telah dipanen akibat
proses respirasi (Hong 2006).
Produk buah-buhan dan sayur-sayuran sesudah dipanen mengalami proses
hidup meliputi perubahan fisiologis, enzimatis, dan kimiawi. Perubahan fisiologis

yang dapat mempengaruhi sifat dan kualitas produk setelah dipanen adalah
fotosintesa, respirasi, tranpirasi dan proses menuanya produk setelah dipanen.
Proses-proses tersebut menyebabkan perubahan-perubahan kandungan berbagai
macam zat dalam produk, ditandai dengan perubahan warna, tekstur, rasa dan bau.
Perubahan-perubahan tersebut dapat kita kurangi dengan melakukan penanganan
pasca panen yang baik (Helmiyesi et al 2008).
Tujuan utama pelilinan adalah untuk memperbaiki penampilan buah jeruk
agar lebih menarik, sekaligus dapat memperpanjang daya simpan. Buah hasil
pelilinan akan lebih berkilap, kelayuan dan keriputpada kulit juga dihambat.
Pelilinan juga dapat berfungsi untuk mengurangi susut bobot, menutupi luka atau
goresan kecil pada permukaan buah, mencegah timbulnya jamur, busuk dan
perubahan warna buah, karena dalam aplikasinya pelilinan sering dibarengi
dengan pemberian fungisida, bakterisida atau zat pengatur tumbuh. Pelilinan yang
dilakukan tersebut juga membuat kandungan yang ada dalam buah tetap terjaga
(Pangestuti dan Sugiyatno 2004).
Tebal lapisan lilin harus seoptimal mungkin. Jika lapisan terlalu tipis maka
usaha dalam menghambatkan respirasi dan transpirasi kurang efektif. Jika lapisan
terlalu tebal maka kemungkinan hampir semua pori-pori komoditi akan tertutup.
Apabila semua pori-pori tertutup maka akan mengakibatkan terjadinya respirasi
anaerob, yaitu respirasi yang terjadi tanpa menggunakan O 2sehingga sel
melakukan perombakan di dalam tubuh buah itu sendiri yang dapat
mengakibatkan proses pembusukan lebih cepat dari keadaan yang normal.
Pemberian lapisan lilin dapat dilakukan dengan penghembusan, penyemprotan,
pencelupan (30 detik) atau pengolesan (Fauzi 2011).

C Metodologi Praktikum
1 Waktu dan tempat praktikum
Praktikum Pelilinan Pada Buah dilaksanakan pada hari Senin, 30 Maret 2015
Shift 2 pukul 13.00 - 15.00 WIB bertempat di Laboratorium Pemuliaan
2

Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas Maret Surakarta.


Alat dan Bahan

Alat
Alat yang digunakan yaitu gelas kimia, timbangan analitik dan kuas.

(Psidium guajava), dan emulsi lilin.


Cara Kerja
a Menyediakan emulsi lilin dan menyediakan buah-buahan.
b Membersihkan buah dengan menggunakan tissue.
c Menimbang dan mencatat berat awal buah yang digunakan
d Mengoles buah dengan menggunakan emulsi lilin secara merata, dan

Bahan
Bahan yang dibutuhkan yaitu buah apel (Malus domestica), jambu biji

dibuatlah 6 kombinasi perlakuan:


AL0 : buah apel tanpa lilin
AL1 : buah apel dengan lilin dicelup
AL2 : buah apel dengan lilin dikuas
JL0 : buah jambu biji tanpa lilin
JL1 : buah jambu biji dengan lilin dicelup
JL2 : buah jambu biji dengan lilin dikuas
Menyimpan buah pada suhu kamar sampai buah mengalami kerusakan

50%
f Menimbang dan mencatat berat akhir buah.
Pengamatan yang dilakukan
Terdapat empat pengamatan dalam praktikum acara 2 yaitu:
a

Tekstur (tingkat kematangan buah) dengan skoring:


1 = lunak sekali
2 = lunak
3 = agak lunak
4 = keras

bRasa (dilakukan di awal dan di akhir pengamatan), dengan skoring:


1 = asam sekali
2 = asam
3 = agak asam
4 = manis
c Umur simpan
Umur simpan yang diamati dengan menghitung hari lamanya buah bertahan
d

dari awal penyimpanan sampai 50% buah rusak.


Berat susut
Berat susut diamati dengan menimbang buah di awal sebelum perlakuan dan
sesudah perlakuan.

DAFTAR PUSTAKA
Anis 2009. Pelilinan Wax pada Buah-buahan. http://iwanmalik.wordpress.com.
Diakses pada 3 April 2015.
Fauzi 2011. Pelilinan. http://iinmutmainna.blogspot.com. Diakses pada 3 April
2015.
Hapsoh dan Hasanah Y 2011. Budidaya Tanaman Obat dan Rempah. Medan:
USU Press.
Helmiyesi et al 2008. Pengaruh Lama Penyimpanan Terhadap Kadar Gula dan
Vitamin C pada Buah Jeruk Siam (Citrus nobilis var. microcarpa). Buletin
Anatomi dan Fisiologi Volume XVI.
Hong 2006. Pelapisan Lilin Produk Hortikultura. Yogyakarta : Kanisius.
Pangestuti dan Sugiyatno 2004. Pelilinan pada Buah Jeruk (Waxing). Batu :
Citrusindo volume 1.
Sufrida dan Maloedyn 2006. 30 Ramuan Penakluk Hipertensi. Edisi 1. Jakarta:
Agromedia Pustaka.