Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN PRAKTIKUM

BIOKIMIA
HIDROLISIS AMILUM (PATI)

Di Susun Oleh :
Nama praktikan

: Ainutajriani

Nim

: 14 3145 453 048

Kelas

: 1B

Kelompok

: IV

Dosen Pembimbing : Sulfiani, S.Si

PROGRAM STUDI DIII ANALIS KESEHATAN


STIKes MEGA REZKY MAKASSAR
20142015

LEMBAR PENGESAHAN

Judul percobaan

: Hidrolisis Amilum (Pati)

Nama praktikan

: Ainutajriani

NIM

: 14 3145 453 048

Hari, tanggal percobaan

: Jumat, 08 Mei 2015

Kelompok

: IV

Kelas

: 1B

Rekan kerja

:
1
2
3
4
5
6

Penilaian

Devi Purnama Ningsih


Helidianto
Jabariah Z. Abdul Hakim
Wahyuni Iya
Ikram
Nurhasanah

Makassar, 08 Mei 2015

Disetujui oleh
Dosen pembimbing

Praktikan

( Sulfiani, S.Si )

( Ainutajriani )

A JUDUL PERCOBAAN

: Hidrolisi Amilum (Pati)

B TUJUAN

: Untuk mengidentifikasi hasil hidrolisis amilum

C LATAR BELAKANG TEORI


Karbohidrat ('hidrat dari karbon', hidrat arang) atau sakarida (dari bahasa Yunani
, skcharon, berarti "gula") adalah segolongan besar senyawa organik yang
paling melimpah di bumi. Karbohidrat memiliki berbagai fungsi dalam tubuh makhluk
hidup, terutama sebagai bahan bakar (misalnya glukosa), cadangan makanan (misalnya
pati pada tumbuhan dan glikogen pada hewan), dan materi pembangun (misalnya selulosa
pada tumbuhan, kitin pada hewan dan jamur). Pada proses fotosintesis, tetumbuhan hijau
mengubah karbon dioksida menjadi karbohidrat.
Sebagai nutrisi untuk manusia, 1 gram karbohidrat memiliki nilai energi 4 Kalori.
Dalam menu makanan orang Asia Tenggara termasuk Indonesia, umumnya kandungan
karbohidrat cukup tinggi, yaitu antara 7080%. Bahan makanan sumber karbohidrat ini
misalnya padi-padian atau serealia (gandum dan beras), umbi-umbian (kentang,
singkong, ubi jalar), dan gula.
Pada proses pencernaan makanan, karbohidrat mengalami proses hidrolisis, baik
dalam mulut, lambung maupun usus. Hasil akhir proses pencernaan karbohidrat ini ialah
glukosa, fruktosa, galaktosa dan manosa serta monosakarida lainnya. Senyawa-senyawa
ini kemudian diabsorbsi melalui dinding usus dan dibawa ke hati oleh darah.
Dalam sel-sel tubuh, karbohidrat mengalami berbagai proses kimia. Proses inilah
yang mempunyai peranan penting dalam tubuh kita. Reaksi-reaksi kimia yang terjadi
dalam sel ini tidak berdiri sendiri, tetapi saling berhubungan dan saling mempengaruhi.
Sebagai contoh apabila banyak glukosa yang teroksidasi untuk memproduksi energi,
maka glikogen dalam hati akan mengalami proses hidrolisis untuk membentuk glukosa.
Sebaiknya apabila suatu reaksi tertentu menghasilkan produk yang berlebihan, maka ada
reaksi lain yang dapat menghambat produksi tersebut. Dalam hubungan antar reaksi-

reaksi ini enzim-enzim mempunyai peranan sebagai pengatur atau pengendali. Proses
kimia yang terjadi dalam sel ini disebut metabolisme. Jadi metabolisme karbohidrat
mencakup reaksi-reaksi monosakarida, terutama glukosa.
Amilum adalah jenis polisakarida yang banyak terdapat dialam, yaitu sebagian
besar tumbuhan terdapat pada umbi, daun, batang, dan biji-bijian (Poedjiadi, A. 2009).
Amilum merupakan suatu senyawa organik yang tersebar luas pada kandungan
tanaman. Amilum dihasilkan dari dalam daun-daun hijau sebagai wujud penyimpanan
sementara dari produk fotosintesis. Amilum juga tersimpan dalam bahan makanan
cadangan yang permanen untuk tanaman, dalam biji, jari-jari teras, kulit batang, akar
tanaman menahun, dan umbi. Amilum merupakan 50-65% berat kering biji gandum dan
80% bahan kering umbi kentang (Gunawan,2004).
Amilum terdiri dari dua macam polisakarida yang kedua-duanya adalah polimer dari
glukosa, yaitu amilosa (kira-kira 20 28 %) dan sisanya amilopektin.
a) Amilosa
: Terdiri atas 250-300 unit D-glukosa yang berikatan dengan ikatan
1,4 glikosidik. Jadi molekulnya menyerupai rantai terbuka.
b) Amilopektin : Terdiri atas molekul D-glukosa yang sebagian besar mempunyai
ikatan 1,4- glikosidik dan sebagian ikatan 1,6- glikosidik. adanya ikatan 1,6glikosidik menyebabkan terdjadinya cabang, sehingga molekul amilopektin
berbentuk rantai terbuka dan bercabang. Molekul amilopektin lebih besar dari
pada molekul amilosa karena terdiri atas lebih 1000 unit glukosa (Poedjiadi, A.
2009).
Secara umum, amilum terdiri dari 20% bagian yang larut air (amilosa) dan 80%
bagian yag tidak larut air (amilopektin). Hidrolisis amilum oleh asama mineral
menghasilkan glukosa sebagai produk akhir secara hampir kuantitatif (Gunawan, 2004).

Bentuk sederhana amilum adalah glukosa dan rumus struktur glukosa adalah
C6H11O6 dan rumus bangun dari - D- glukosa :

Amilum dapat dihidrolisis sempurna dengan menggunakan asam sehingga


menghasilkan glukosa. Hidrolisis juga dapat dilakukan dengan bantuan enzim amilase,
dalam air ludah dan dalam cairan yang dikeluarkan oleh pankreas terdapat amilase yang
bekerja terhadap amilum yang terdapat pada makanan kita oleh enzim amilase, amilum
diubah menjadi maltosa dalam bentuk maltosa (Poedjiadi,A. 2009).
Amilum juga disebut dengan pati. Pati yang diperdagangkan diperoleh dari
berbagai bagian tanaman, misalnya endosperma biji tanaman gandum, jagung dan padi ;
dari umbi kentang ; umbi akar Manihot esculenta (pati tapioka); batang Metroxylon sagu
(pati sagu); dan rhizom umbi tumbuhan bersitaminodia yang meliputi Canna edulis,
Maranta arundinacea, dan Curcuma angustifolia (pati umbi larut) (Fahn, 1995).
Salah satu kelompok karbohidrat adalah polisakarida, yang pada umumnya
mempunyai molekul besar dan lebih kompleks daripada monosakarida dan oligosakarida.

Molekul polisakarida terdiri atas banyak molekul monosakarida. Umumnya polisalkarida


berupa senyawa berwarna putih dan tidak berbentuk Kristal, tidak mempunyai rasa manis
dan tidak mempunyai sifat mereduksi. Polisakarida yang dapat larut dalam air akan
membentuk larutan koloid.
Hidrolisa amilum secara bertahap :

Reaksi Iodium

Hidrolisat

Biru

Amilum maltosa

Biru

Amilum terlarut

Biru kemerahan

Amilodekstrin maltosa

Merah

Eritrodekstrin maltosa

Tidak berwarna

Achroodekstrin maltosa

Tidak berwarna

Maltosa

ALAT
DAN
BAHAN

1. Alat :
a
b
c
d
e
f
g
h
i
j
k

Rak tabung reaksi


Tabung reaksi
Corong
Gelas Kimia
Cawan
Erlenmeyer
Pipet tetes
Labu ukur
Kaki tiga
Beaker glass
Neraca analitik

2. Bahan :
a. Amilum 1%
b. NaOH 2%
c. HCl 2 N
d. Larutan Iodium
e. Aquadest

E PROSEDUR KERJA
I.

II.

Pembuatan larutan amilum


a) Timbang 0,5 gram amilum
b) Larutkan dengan aquadest panas sampai 50 mL
Pembuatan larutan NaOH 2%
a) Timbang 1 gram NaOH
b) Larutkan dengan aquadest sampai 50 mL

III.

Pembuatan larutan HCl 2 N


a) Dipipet HCl pekat sebanyak 16,6 mL
b) Encerkan dengan aquadest sampai 100 mL

IV.

Prosedur kerja hidrolisi amilum (pati)

Disiapkan 1 tabung reaksi untuk dimasukkan 5 mL larutan amilum ditambahkan


2,5 mL HCl 2 N, kemudian dipanaskan selama interval 3 menit
Setelah 3 menit, diambil 5 tetes larutan diatas + 5 tetes
Tabung 1
iodium kemudian dicatat warnanya
3 menit berikutnya, diambil 5 tetes larutan diatas + 5 tetes
Tabung 2
iodium kemudian dicatat warnanya
3 menit berikutnya, diambil 5 tetes larutan diatas + 5 tetes
Tabung 3
iodium kemudian dicatat warnanya
3 menit berikutnya, diambil 5 tetes larutan diatas + 5 tetes
Tabung 4
iodium kemudian dicatat warnanya
3 menit berikutnya, diambil 5 tetes larutan diatas + 5 tetes
Tabung 5
iodium kemudian dicatat warnanya
3 menit berikutnya, diambil 5 tetes larutan diatas + 5 tetes
Tabung 6
iodium kemudian dicatat warnanya
3 menit berikutnya, diambil 5 tetes larutan diatas + 5 tetes
Tabung 7
iodium kemudian dicatat warnanya

larutan
larutan
larutan
larutan
larutan
larutan
larutan

F HASIL PENGAMATAN
Pada tabung pertama sampai tabung ke tujuh mempunyai perubahan warna yang sama
yaitu coklat tua dan hitam.
G PEMBAHASAN
Pati (starch) atau amilum merupakan polisakarida yang terdapat pada sebagian
besar tanaman, terbagi menjadi dua fraksi yaitu amilosa dan amilopektin. Fraksi terlarut
disebut Amilosa ( 20%). Amilosa terdiri dari 250 300 unit D-glukosa yang terikat
dengan ikatan -1,4 glikosidik, jadi molekulnya merupakan rantai terbuka. Sebaliknya,
fraksi yang tidak larut disebut amilopektin ( 80%). Amilopektin juga terdiri atas molekul
D-glukosa yang sebagian besar mempunyai ikatan 1,4 glikosidik dan sebagian lagi ikatan
1,6 glikosidik. Adanya ikatan glikolisidik ini menyebabkan terjadinya prcabangan
sehingga molekul amilopektin terbentuk rantai terbuka dan bercabang. Molekul
molekul amilopektin labih besar dari pda molekul amilosa karena terdiri dari 100 unit
glukosa. Pati dapat dihidrolisi sempurna menjadi glukosa dengan menggunakan asam dan
juga enzim.

Supensi pati dapat dihidrolisis dengan penambahan asam encer. Selama


pemanasan granula pati akan mengembang dan akan terjadi penekanan antar granula,
sehingga viskositas pati akan naik. Pati yang termodifikasi asam dibuat dengan
mengontrol hidrolisis pati dengan asam dalam suatu suspensi. Konversi berlangsung pada
suhu 500C dibawah suhu gelatinasi pati dan prinsipnya adalah memotong ikatan -1,4glukosida, dan -16-glukosida dari amilopektin sehingga ukuran pati menjadi lebih kecil.
Proses hidrolisis dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu enzim, ukuran partikel,
temperatur, pH, waktu hidrolisis, perbandingan cairan terhadap bahan baku (volume
substrat), dan pengadukan. Pada reaksi hidrolisis parsial, amilum terpecah menjadi
molekul - molekul yang lebih kecil yang dikenal dengan nama dekstrin. Jadi dekstrin
adalah hasil antara proses hidrolisis amilum sebelum terbentuk maltosa. Tahap-tahap
dalam proses hidrolisis amilum serta warna yang terjadi pada reaksi dengan iodium
adalah sebagai berikut :

Hidrolisis pati dengan menggunakan katalis asam dengan konsentrasi sama


namun
waktu pemanasannya berbeda. Pati yang digunakan adalah dengan konsentrasi 1%. 5 mL
larutan pati 1% dimasukkan kedalam tujuh tabung reaksi yang berbeda. Kemudian
ketujuh tabung ditambahkan 2,5 mL larutan HCl 2 N. Kemudian tabung 1 dipanaskan
selama 3 menit. Tabung 2 dipanaskan selama 6 menit, tabung 3 dipanaskan selama 9
menit, tabung 4 dipanaskan selama 12 menit. Tabung 5 dipanaskan selama 15 menit.
Tabung 6 dipanaskan selama 18 menit dan tabung 7 dipanaskan selama 21 menit. Setelah
proses hidrolisis dihentikan, praktikan menguji hasil hidrolisa dengan menggunakan
pereaksi iodin. larutan pati yang telah dihidrolisa kemudian ditambahkan beberapa tetes
larutan iodin. Reaksi pati dengan iodine menghasilkan warna biru yang pekat. Hal ini
menunjukkan terbentuknya senyawa kompleks I2-Amilum. Waktu yang berbeda-beda
pada saat hidrolisis menghasilkan warna yang berbeda - beda begitu pula dengan
perbedaan konsentrasi pati menunjukkan hasil hidrolisis yang berbeda. Namun
berdasarkan hasil praktikum yang kami lakukan, tabung 1 7 tidak menunjukkan warna
yang berbeda tetapi menunjukkan warna yang sama. Hal ini dikarenakan terjadi
kesalahan yang berasal dari bahan bahan yang sudah rusak sehingga tidak dapat
berfungsi dengan baik.
H. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil praktikum yang kami lakukan bahwa amilum tidak dihidrolisis dengan
asam dikarenakan ada kesahalan dari bahan yang kami gunakan.

I. SARAN
Perlu diperhatikan bahan bahan yang akan digunakan supaya hasil dari praktikum
sesuai dengan yang diinginkan.

DAFTAR PUSTAKA

https://books.google.co.id/books?
id=7Lauz8HpOVAC&pg=PA225&dq=polisakarida&hl=en&sa=X&ei=Yu1CVYahCsXa
mgWb84CIAQ&sqi=2&ved=0CCIQ6AEwAQ#v=onepage&q=polisakarida&f=false
https://www.scribd.com/doc/222790803/AMILUM#download
https://www.scribd.com/doc/90112012/Hidrolisis-Pati-Oleh-Asam#download
http://helida-hatta.blogspot.com/2011/11/analisis-karbohidrat.html
Di akses pada tanggal 16 Mei 2015