Anda di halaman 1dari 8

Learning objective

1. Kapan akseptor minum pil kombinasi & pil mini


a.

Pil mini
a) Waktu Mulai Menggunakan Mini Pil atau Pil Progestin
Mini pil mulai dapat digunakan pada hari pertama sampai hari ke
lima pada siklus haid (tidak memerlukan metode kontrasepsi lain)
apabila:

Lebih dari 6 minggu pasca persalinan dan pasien telah mendapat


haid.

Pasien sebelumnya menggunakan kontrasepsi non hormonal dan


ingin ganti dengan mini pil.

Pasien sebelumnya menggunakan AKDR (termasuk AKDR yang


mengandung hormon).

b) Mini pil mulai dapat digunakan setiap saat apabila :


Diduga tidak terjadi kehamilan.
Pasien mengalami amenorea (tidak haid) dan dipastikan tidak
hamil (sebaiknya jangan melakukan hubungan seksual selama 2
hari atau gunakan kontrasepsi lain untuk 2 hari).
Menyusui antara 6 minggu dan 6 bulan pasca persalinan dan
tidak haid (bila menyusui penuh, tidak memerlukan kontrasepsi
tambahan).
Selain itu, mini pil dapat digunakan saat :
Bila sebelumnya pasien menggunakan kontrasepsi hormonal lain
dan ingin ganti dengan mini pil. Pil dapat segera diberikan dan
tidak perlu menunggu haid berikutnya, apabila penggunaan
kontrasepsi sebelumnya digunakan dengan benar dan tidak
hamil.
Bila sebelumnya pasien menggunakan kontrasepsi suntikan dan
ingin ganti mini pil. Pil dapat diberikan pada jadual suntikan
berikutnya dan tidak memerlukan metode kontrasepsi tambahan
lain.
b.

Pil kombinasi
Pil kombinasi mulai digunakan pada:

Hari pertama sampai hari ke tujuh siklus haid.

Sewaktu mendapat haid.

Setelah

melahirkan

(pasca

keguguran,

setelah

bulan

tidak

menyusui, setelah 6 bulan pemberian ASI).

Saat ingin berhenti kontrasepsi hormonal jenis suntikan dan ingin


ganti pil kombinasi.

Setiap saat selagi haid untuk meyakinkan kalau wanita tersebut tidak
hamil

Hari pertama haid

Setelah melahirkan

Setelah 6 bulan pemberian ASI eksklusif

Setelah 3 bulan & tidak menyusui

Pasca keguguran

Bila berhenti menggunakan kontrasepsi suntik & ingin menghentikan


dengan pil kombinasi. Pil dapat segera diberikan tanpa menunggu
haid.

2. Syarat dan ketentuan mengganti kontrasepsi


3. Efek samping estrogen dan progesterone
a.

Perdarahan
1) Bentuk Gejala/Keluhan
a) Spotting (bercak-bercak darah) terjadi di antara masa haid pada
bulan pertama penggunaan pil KB.
b) Breakthrough

bleeding

yang

terjadi

kapan

saja

saat

menggunakan pil KB untuk beberapa bulan.


2) Penyebab Gejala
Karena adanya ketidakseimbangan hormon, terutama pemakaian
estrogen dosis rendah (30 g) sehinggga endometrium mengalami
degenerasi.
b.

Tekanan Darah Tinggi


1) Bentuk Gejala/Keluhan
Tekanan darah sama atau lebih dari 140/100 mmHg.
2) Penyebab Gejala
a) Estrogen

mempengaruhi

pembuluh

darah,

sehingga

terjadi

hipertropi arteriol dan vasokonstriksi.


b) Estrogen mempengaruhi system Renin-Aldosteron-Angiotensin,
sehingga terjadi perubahan keseimbangan cairan dan elektrolit.

c.

Perubahan Berat Badan


1) Bentuk Gejala/Keluhan
Berat

badan

bertambah

setelah

menggunakan

pil

kombinasi,

biasanya 1 sampai 2 kg.


2) Penyebab Gejala
Hormon estrogen menyebabkan retensi air dan odema, sedangkan
progesterone

mempermudah

perubahan

karbohidrat

dan

gula

menjadi lemak dan merangsang nafsu makan serta menurunkan


aktivitas

fisik,

akibatnya

pemakaian

pil

kombinasi

dapat

menyebabakan berat badan bertambah.


d.

Jerawat
1) Bentuk Gejala/Keluhan
Timbul jerawat di wajah.
2) Penyebab Gejala
Karena

factor

progesteronnya,

terutama

19-Nortestasteron

menyebabkan peningkatan kadar lemak.


e.

Kloasma
1) Bentuk Gejala/Keluhan
Hiperpigmentasi berwarna cokelat, bentuk tidak teratur, biasanya
timbul di dahi dan pipi sebelah atas.
2) Penyebab Gejala
Efek hormon estrogen. Insiden terjadinya kloasma tergantung dosis
dan lamanya pemakaian estrogen dan progestin.

f.

Tromboembolisme
1) Bentuk Gejala/Keluhan
Terjadi thrombosis vena, emboli paru, thrombosis arteri otak, atau
thrombosis arteri jantung. Tromboemboli jarang terjadi, angka
kejadiannya 4-9 kali lebih tinggi dari yang bukan pengguna pil.
2) Penyebab Gejala
g.

Estrogen menyebabkan terjadinya peningkatan aktivitas factorfaktor pembekuan, atau mungkin karena pengaruh vascular
secara langsung.

h.

Varises merupakan factor predisposisi terjadinya tromboemboli.

i.

Air Susu Ibu berkurang


1) Bentuk Gejala/Keluhan
Air susu ibu sedikit/berkurang, bahkan kadang-kadang sampai
berhenti sama sekali.
2) Penyebab Gejala
Disebabkan oleh faktor estrogen yang menekan produksi prolactin
yang sangat berguna untuk merangsang produksi air susu ibu.
Dengan demikian kadar prolaktin yang rendah akan menyebabkan
produksi air susu ibu berkurang.

j.

Gangguan fungsi Hati


1) Bentuk Gejala/Keluhan
Warna kulit, kuku, dan mata menjadi kekuning-kuningan (frekuensi
1%).
2) Penyebab Gejala
Progesteron menyebabkan aliaran empedu menjadi lambat, apabila
berlangsung lama saluran empedu menjadi tersumbat sehingga
cairan

empedu

dalam

darah

meningkat,

hal

inilah

yang

menyebabkan warna kuning.


k.

Varises
1) Bentuk Gejala/Keluhan
Terjadi pelebaran pembuluh darah vena, sehingga menjadi menonjol
di permukaan kulit (biasanya di betis).
2) Penyebab Gejala
Mungkin karena efek estrogen terhadap vaskular secara langsung,
menyebabkan terjadinya perubahan tunika intima pembuluh darah.

l.

Perubahan Libido
1) Bentuk Gejala/Keluhan
Terjadinya peningkatan atau perubahan libido.
2) Penyebab Gejala
a) Peningkatan libido : karena bebas dari ketakutan kehamilan yang
tidak diinginkan.
b) Penurunan libido : terjadi karena efek progesterone terutama
yang berisi 19 Norsteroid.

m.

Depresi

1) Bentuk Gejala/keluhan
Perasaan lesu dan tidak bersemangat dalam bekerja.
2) Penyebab Gejala
a) Diperkirakan hormone estrogen dan progesterone menyebabkan
terjadinya retensi air dan garam sehingga ada bagian otak yang
menggelembung dan menekan pusat susunan syaraf tertentu.
b) Karena hormone estrogen dan progesterone dapat menyebabkan
tubuh kekurangan vitamin B6 (pridoksin) secara absolute.
n.

Candidiasis vaginal
1) Bentuk Gejala/Keluhan
Cairan berwarna putih kekuning-kuningan di dalam vagina atau mulut
vagina, biasanya gatal dan tidak berbau.
2) Penyebab Gejala
Efek dari progesteron yang merubah flora dan pH vagina, sehingga
jamur mudah tumbuh dan menimbulakn keputihan.

o.

Pusing/ Migrain
1) Bentuk Gejala/Kelihan
a) Sakit kepala yang sangat pada salah satu sisi, terasa berdenyutdenyut dan disertai rasa mual yang amat sangat.
b) Akibat sakit kepala yang tempat dan intensitasnya bervariasi,
kadang-kadang

sakit

kepala

tersebut

dihubungkan

dengan

keadaan stres.
c) Biasanya sakit kepala bersifat sementara.
2) Penyebab Gejala
a) Dikatakan bahwa serangan datang apabila pembuluh darah
sekitar atau di dalam tidak mengkerut dan melebar bergantiganti.
b) Karena khasiat dari estrogen terhadap pembuluh darah otak yang
menyebabkan penyempitan dan hipertrofi arteriol.
p.

Mual dan Muntah


1) Bentuk Gejala/Keluhan
Rasa mual sampai muntah, seperti hamil muda. Terjadi pada bulanbulan pertama penggunaan pil.
2) Penyebab Gejala
Karena kelebihan kadar estrogen di dalam darah dibandingkan pada
keadaan sebelum minum pil.

4. Kenapa disebut pil mini

Disebut pil mini karena pil tersebut hanya mengandung satu hormon
yaitu progesterone

5. Indikasi dan kontraindikasi pil mini


a. Indikasi

Usia reproduksi

Telah memiliki anak atau yang belum memiliki anak

Menginginkan suatu metode kontrasepsi yang sangat efektif selama


periode menyusui

Pasca persalinan dan tidak menyusui

Pasca keguguran

Perokok segala usia

Mempunyai tekanan darah tinggi (selama < 180/110 mmHg) atau


dengan masalah pembekuan darah

Tidak

boleh

menggunakan

estrogen

atau

lebih

senang

tidak

menggunakan estrogen
b. Kontra indikasi
Hamil atau di duga hamil
Perdarahan pervaginam yang belum jelas penyebabnya
Tidak dapat menerima terjadinya gangguan haid
Menggunakan obat tuberkulosis (rifampisin), atau obat untuk epilepsi (fenitoin
dan barbiturat)
Kanker payudara atau riwayat kanker payudara
Sering lupa menggunakan pil
Mioma uterus, progestin memicu pertumbuhan mioma uterus
Riwayat stroke, progestin menyebabkan spasme pembuluh darah
6. Pil kombinasi
Pil Kombinasi terdiri dari tiga jenis, antara lain :
a. Monofasik

adalah

Pil

yang

tersedia

dalam

kemasan

21

tablet

mengandung hormon aktif estrogen/ progesterone dalam dosis yang


sama, dengan 7 tablet tanpa hormon aktif, jumlah dan porsi hormonnya
konstan setiap hari.

b. Bifasik adalah Pil yang tersedia dalam kemasan 21 tablet mengandung


hormon aktif estrogen/progesterone dengan dua dosis yang berbeda,
dengan 7 tablet tanpa hormon aktif, dosis hormon bervariasi setiap hari.
c. Trifasik adalah Pil yang tersedia dalam kemasan 21 tablet mengandung
hormon aktif estrogen / progesterone dengan 3 dosis yang berbeda,
dengan 7 tablet tanpa hormon aktif, hormone bervariasi setiap hari.
Indikasi Kontrasepsi Pil Oral Kombinasi
a. Berada pada usia reproduksi.
b. Telah memiliki anak ataupun belum memiliki anak.
c. Gemuk atau kurus.
d. Menginginkan metode kontrasepsi dengan efektivitas tinggi.
e. Setelah melahirkan dan tidak menyusui.
f.

Setelah melahirkan enam bulan dan tidak memberikan ASI eksklusif,


sedangkan semua cara kontrasepsi yang dianjurkan tidak cocok bagi
perempuan tersebut.

g. Pasca kegugguran.
h. Perempuan yang anemia karena haid berlebihan.
i.

Perempuan dengan nyeri haid hebat.

j.

Memiliki siklus haid tidak teratur.

k. Memiliki riwayat kehamilan ektopik.


l.

Perempuan dengan kelainan payudara jinak.

m. Perempuan

dengan

kencing

manis

tanpa

komplikasi

pada

ginjal,

pembuluh darah, mata dan saraf.


n. Penyakit tiroid, penyakit radang panggul, endometriosis, atau tumor
ovarium jinak.
Kontra Indikasi Kontrasepsi Pil Oral Kombinasi
a. Hamil atau dicurigai hamil.
b. Menyusui eksklusif.
c. Perdarahan pervaginam yang belum diketahui penyebabnya.
d. Penyakit hati akut (hepatitis).
e. Perokok dengan usia > 35 tahun.
f.

Riwayat penyakit jantung, stroke, atau tekanan darah > 180/110 mmHg.

g. Riwayat gangguan faktor pembekuan darah atau kencing manis > 20


tahun.
h. Kanker payudara atau dicurigai kanker payudara.
i.

Migrain dan gejala neurologik fokal (epilepsi/ riwayat epilepsi).

j.

Tidak dapat menggunakan pil secara teratur setiap hari.

Kontra Indikasi Absolut


Yang termasuk dalam kontra indikasi absolut antara lain: tromboplebitis
atau tromboemboli, riwayat tromboplebitis atau tromboemboli, kelainan
serebrovaskuler atau penyakit jantung koroner, diketahui atau diduga
karsinoma

mammae,

diketahui

atau

diduga

karsinoma

endometrium,

diketahui atau diduga neoplasma yang tergantung estrogen, perdarahan


abnormal genetalia yang tidak diketahui penyebabnya, adenoma hepar,
karsinoma atau tumor-tumor jinak hepar, diketahui atau diduga hamil,
gangguan fungsi hati, tumor hati yang ada sebelum pemakaian pil
kontrasepsi atau produk lain yang mengandung estrogen.
Kontra Indikasi Relatif
Yang termasuk dalam kontra indikasi relatif antara lain: sakit kepala
(migrain), disfungsi jantung atau ginjal, diabetes gestasional atau pre
diabetes, hipertensi, depresi, varises, umur lebih 35 tahun, perokok berat,
fase akut mononukleosis, penyakit sickle cell, asma, kolestasis selama
kehamilan, hepatitis atau mononukleosis tahun lalu, riwayat keluarga (orang
tua, saudara) yang terkena penyakit reumatik yang fatal atau tidak fatal atau
menderita DM sebelum usia 50 tahun, kolitis ulseratif.
Selain itu, kriteria lain yang tidak dapat menggunakan pil kombinasi adalah:

Wanita yang tidak dapat disiplin minum pil setiap hari.

Wanita yang dicurigai hamil atau hamil.

Wanita yang menyusui secara eksklusif.

Cara kerja estrogen sebagai kontrasepsi


1. Bekerja dengan jalanmenghambat ovulasi melalui fungsi hipotalamus
hipofisis ovarium
2. Menghambat perjalanan ovum/implantasi
Cara kerja progesteron sebagai kontrasepsi
1. Bekerja dengan cara membuat lendir serviks menjadi kental sehingga
transportasi sperma menjadi sulit
2. Menghambat kapasitas sperma
3. Menghambat perjalanan ovum dalam tuba
4. Menghambat ovulasi melalui fungsi hipotalamus hipofisis ovarium.