Anda di halaman 1dari 14

SARAF

SAKIT KEPALA
(Tension-Type Headache)

Pembimbing : dr. Saleh Al Mochdar Sp. BS, MHKes.


Kelas C / Kel. 4
Winni Amalia H

2010-11-151

Witri Febrinia

2010-11-152

Yuliana Ratnasari

2010-11-154

Dentadio Gonanda

2010-11-156

Dhyandra Sekar Ayu

2010-11-158

Tiara Yulian Utari

2010-11-159

Bella Furati Mewla

2010-11-160

I Dewa Gede P K

2010-11-161

FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI


UNIVERSITAS PROF. DR. MOESTOPO (BERAGAMA)
2013

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Sakit kepala merupakan gejala umum yang timbul dari adanya gangguan
psikologis, mata, telinga, syaraf atau penyakit sistemik. 1 Pada tahun 2007,
International Headache Society menyepakati system klasifikasi atau jenis-jenis
sakit kepala.2 Banyak oranag yang menderita sakit kepala, namun pengobatan
sakit kepala terkadang sulit dilakukan.
Sakit kepala diklasifikasikan menjadi sakit kepala primer, sakit kepala
sekunder dan neuralgia kranial berupa nyeri fasial serta sakit kepala lainnya. 3 Pada
sakit kepala primer, yang sering dijumpai tension-type headache (TTH).
Prevalensi TTH sampai dengan 90%, hampir seluruh orang dewasa mengalami
jenis sakit kepala ini.2 Sakit kepala ini lebih sering diderita wanita daripada pria.
Sakit kepala merupakan rasa sakit atau tidak nyaman antara orbita dengan
kepala yang berasal dari struktur sensitif terhadap rasa sakit. 1 Dalam makalah ini,
akan dibahas mengenai definisi dan etiologi sakit kepala, klasifikasi sakit kepala
dan menjelaskan tentang sakit kepala bagian jenis primer yaitu Tension-type
headache (TTH).
B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan sakit kepala?
2. Apa saja klasifikasi sakit kepala?
3. Apa yang dimaksud dengan TTH?
4. Bagaimana diagnosis TTH?
5. Bagaimana terapi TTH?

C. Tujuan Penulisan

1.
2.
3.
4.

Menjelaskan mengenai definisi sakit kepala.


Menjelaskan mengenai klasifikasi sakit kepala.
Menjelaskan mengenai diagnosis TTH.
Menjelaskan mengenai terapi TTH.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Definisi dan Etiologi


Sakit kepala adalah rasa sakit atau tidak nyaman antara orbita dengan
kepala yang berasal dari struktur sensitif terhadap rasa sakit. 1 Penyebab sakit
kepala antara lain karena adanya kelainan vascular, jaringan saraf, gigi geligi
Penyebab nyeri kepala dapat dibagi menjadi 2 jenis yaitu intrakranial dan
ekstrakranial. Intrakranial merupakan nyeri yang berasal dari dalam tempurung
kepala sedangkan ekstrakranial merupakan nyeri yang berasal dari luar tempurung
kepala. Faktor intrakranial adalah nyeri yang berasal dari bagian-bagian di sekitar
otak seperti pembuluh darah, selaput otak, cairan otak (Liquor), syaraf dan periost
dari tulang. Sedangkan faktor ekstrakranial meliputi kelainan pada sinus
(sinusitis), hidung, mata dan telinga.6
Faktor intrakranial contohnya infeksi di otak seperti meningitis yaitu
infeksi pada cairan otak dan encephalitis yaitu infeksi pada otak yang biasanya
ditandai dengan panas, disertai nyeri hebat, kejang serta leher kaku (tanda khas
meningitis) dan penurunan kesadaran (tanda khas encephalitis). Penyebab
intrakranial lain yang sering adalah perdarahan otak, umumnya terjadi perdarahan
dari kelainan di pembuluh darah otak (aneurisma). Gejala yang ditimbulkan
berupa rasa nyeri yang hebat, sampai membuat penderita pingsan. Timbulnya
mendadak dan sering menimbulkan kematian karena sering terjadi tiba-tiba saat
aktifitas walaupun tanpa faktor resiko yang mendahului.6
Faktor ekstrakranial dapat terjadi pada kulit dan lapisan-lapisannya.
Seperti misalnya benturan yang terjadi bisa membuat rusak pada lapisan-lapisan
kulit sehingga sampai terjadi perdarahan yang menyebabkan kepala menjadi
bengkak. Struktur peka nyeri ekstrakranial meliputi kulit kepala, periosteum,
arteri (a.frontalis, a.temporalis, a.occipitalis), saraf (n.frontalis, n.temporalis,
n.occipitalis mayor atau minor), otot (m.frontalis, m.temporalis, m.occipitalis).
Sakit yang ditimbulkan sifatnya akut tapi tidak terlalu lama. Penyebab
ekstrakranial lainnya adalah kelainan pada mata seperti misalnya glaukoma.

Glaukoma merupakan tekanan di bola mata meningkat sehingga dapat


memberikan rasa nyeri di sekitar mata sampai kepala bagian depan. Penyebab
lain yang sering adalah kelainan dari hidung seperti sinusitis yang dapat membuat
sakit kepala bagian depan dan sering kambuh. 6
Penyebab ekstrakranial juga dapat terjadi dari telinga biasanya infeksi
telinga bagian dalam (infeksi ditandai dengan keluarnya cairan dari lubang
telinga) semakin lama dapat terjadi infeksi parah sehingga menyebabkan sakit
kepala, bahkan bisa menyebar ke dalam otak. Penyebab lain yang sering adalah
dari pembuluh darah yaitu Cluster headache, suatu penyakit seperti migrain.
Gejalanya nyeri terus-menerus yang hilang timbul pada sebagian kepala terutama
bagian depan disertai nyeri di sekitar mata dan rahang satu sisi. 6

2.2 Klasifikasi sakit kepala


Sakit kepala diklasifikasikan menjadi tiga yaitu sakit kepala primer, sakit
kepala sekunder, dan neuralgia kranial berupa nyeri fasial serta sakit kepala
lainnya.3 Sakit kepala primer dibagi lagi menjadi Migraine, tension-type headache
dan cluster headache dengan sefalgia trigeminal/autonomic. Sakit kepala
sekunder dapat dibagi menjadi sakit kepala yang disebabkan oleh karena trauma

pada kepala dan leher, sakit kepala akibat kelainan vaskular kranial dan servikal,
sakit kepala yang bukan disebabkan kelainan vaskular intrakranial, sakit kepala
akibat adanya zat atau withdrawal, sakit kepala akibat infeksi, sakit kepala akibat
gangguan homeostasis, sakit kepala atau nyeri pada wajah akibat kelainan
kranium, leher, telinga, hidung, gigi, mulut atau struktur lain di kepala dan wajah,
sakit kepala akibat kelainan psikiatri.3

2.3 Tension-type Headache (TTH)


Pengertian

Tension-type

Headache

(TTH)

menurut Internasional

Headache Society (IHS) adalah sakit kepala bilateral dan memiliki tekanan atau
tegangan otot dengan keparahan ringan sampai sedang.5 Tipe Tension-type
Headache (TTH) paling sering terjadi pada sakit kepala dan terutama dalam
bentuk kronis (CTTH). Mempengaruhi 3% dari populasi yang ada, bagian ini
merupakan bagian yang sulit ditemukan. TTH tidak memiliki ciri-ciri khusus sakit
kepala,

TTH merupakan sensasi nyeri yang terjadi pada daerah kepala, akibat

kontraksi terus menerus pada otot kepala dan tengkuk yang meliputi muskulus
splenius

kapitis,

muskulus

temporalis,

muskulus

masseter,

muskulus

strenokleidomastoideus, muskulus trapezius, muskulus servikalis posterior dan


muskulus levator skapula.
Etiologi dan Faktor Resiko Tension Type Headache (TTH) adalah tekanan
darah yang tinggi, stress, depresi, bekerja dalam posisi yang menetap dalam waktu
lama, ansietas (kecemasan), kelelahan mata (eye strain), kontraksi otot yang
berlebihan, berkurangnya aliran darah, dan ketidakseimbangan neurotransmitter
seperti dopamin, serotonin, noerpinefrin, dan enkephalin.

2.3.1 Klasifikasi Tension-type Headache (TTH)


Klasifikasi TTH dibagi menjadi dua yaitu Tension Type Headache
episodik dan dan Tension Type Headache kronik. Tension Type Headache
episodik (ETTH) dapat berlangsung selama 30 menit 7 hari. Sakit
kepala tension-type episodik terjadi secara tidak continue dan biasanya
dipicu oleh stres sementara, kegelisahan, kelelahan atau kemarahan. Jenis
ini banyak dianggap sebagai sakit kepala stres.5 Tension Type Headache
episodik, apabila frekuensi serangan tidak mencapai 15 hari setiap bulan.
Tension Type Headache kronik (CTTH) apabila frekuensi serangan
terjadi lebih dari 15 hari setiap bulan dan berlangsung lebih dari 6 bulan.
Namun biasanya terjadi setiap hari atau hampir setiap hari. Meskipun sakit
kepala ini tidak disertai dengan gejala tertentu, pasien dengan sakit
kepala tension-type kronis sering memiliki keluhan somatik lainnya.
Misalnya,

pada

sakit

kepala tension-type kronis,

pasien

mungkin

mengalami mual. Mereka juga sering konstan melaporan sakit kepala,


mialgia generalisata dan artralgia, kesulitan tidur, kelelahan kronis, sangat
membutuhkan karbohidrat, mudah marah, dan gangguan ingatan serta

konsentrasi. Oleh karena itu, gangguan ini mirip dengan depresi. Namun,
pada sakit kepala tension-type kronik, anhedonia tidak muncul dan gejala
utamanya adalah sakit kepala nyeri. Hal ini juga mirip fibromialgia, nyeri
miofasial generalisata dan gangguan tidur.

2.3.2 Gejala Tension-type Headache (TTH)


Gejala yang timbul pada sakit kepala Tension-type Headache
(TTH) sebagai berikut2 :
1.

Rasa sakit dimulai dibelakang kepala dan leher atas serta digambarkan

2.

seperti tertekan.
Sering digambarkan sebagai tekanan yang melingkari kepala dengan

3.

tekanan paling kuat di atas alis.


Nyeri biasanya ringan (tidak

4.

(mempengaruhi kedua sisi kepala).


Rasa sakit ini tidak terkait dengan aura, mual, muntah, atau

5.

sensitivitas terhadap cahaya dan suara.


Rasa sakit terjadi secara sporadic (jarang atau tanpa pola) namun

6.

dapat terjadi sering dan bahkan setiap hari pada beberapa orang.
Rasa sakit memungkinkan kebanyakan orang tetap melakukan

melumpuhkan)

dan

bilateral

aktivitas secara normal, meskipun sakit kepala sedang ia derita.

2.3.3 Epidemiologi Tension-type Headache (TTH)


TTH terjadi 78 % sepanjang hidup dimana Tension Type Headache
episodik terjadi 63 % dan Tension Type Headache kronik terjadi 3 %.
Tension Type Headache episodik lebih banyak mengenai pasien wanita
yaitu sebesar 71% sedangkan pada pria sebanyak 56 %. Biasanya
mengenai umur 20 40 tahun.

Prevalensi
(%)

2.3.4 Patofisiologis Tension-type Headache (TTH)


Teori lain mengatakan bahwa nyeri yang muncul disebabkan
malfungsi dari penyaringan rasa nyeri yang dimana asalnya berasal dari
batang

otak.

Dimana

otak

mengalami

kesalahan

dalam

menginterprestasikan informasi yang diterima,sebagai contoh dari signal


yang harusnya untuk menggerakkan otot temporal atau otot lain, dimana
ini malah diinterprestasikan untuk memunculkan signal rasa nyeri.5

Pada kasus dijumpai adanya stress yang memicu sakit


kepala. Ada beberapa teori yang menjelaskan hal tersebut yaitu :
1. Adanya stress fisik (kelelahan) akan menyebabkan

pernafasan

hiperventilasi sehingga kadar CO2 dalam darah menurun yang akan


mengganggu keseimbangan asam basa dalam darah. Hal ini akan

menyebabkan

terjadinya

alkalosis

yang

selanjutnya

akan

mengakibatkan ion kalsium masuk ke dalam sel dan menimbulkan


kontraksi otot yang berlebihan sehingga terjadilah nyeri kepala.
2. Stress mengaktifasi saraf simpatis sehingga terjadi dilatasi
pembuluh darah otak selanjutnya akan mengaktifasi nosiseptor lalu
aktifasi aferen gamma trigeminus yang akan menghasilkan
neuropeptida (substansi P). Neuropeptida ini akan merangsang
ganglion trigeminus (pons).
3. Stress dapat dibagi menjadi 3 tahap yaitu alarm reaction, stage of
resistance, dan stage of exhausted.
- Alarm reaction dimana stress menyebabkan vasokontriksi perifer
yang akan mengakibatkan kekurangan asupan oksigen lalu
terjadilah metabolisme anaerob. Metabolisme anaerob akan
mengakibatkan penumpukan asam laktat sehingga merangsang
pengeluaran bradikinin dan enzim proteolitik yang selanjutnya
akan menstimulasi jaras nyeri.
- Stage of resistance dimana sumber energi yang digunakan berasal
dari glikogen yang akan merangsang peningkatan aldosteron,
dimana aldosteron akan menjaga simpanan ion kalium.
- Stage of exhausted dimana sumber energi yang digunakan berasal
dari protein dan aldosteron pun menurun sehingga terjadi deplesi
K+. Deplesi ion ini akan menyebabkan disfungsi saraf.

2.3.5 Diagnosis Tension-type Headache (TTH)


Diagnosis nyeri kepala sebagian besar didasarkan atas keluhan,
maka anamnesis memegang peranan penting. Dalam sehari- hari, jenis
nyeri kepala yang paling sering adalah nyeri kepala tipe tegang atau sering

disebut tension-type headache (TTH). Dari anamnesis, biasanya gejala


terjadinya TTH terjadi setiap hari dan terjadi dalam 10 kali serangan dalam
satu hari. Durasi atau lamanya TTH tersebut dapat terjadi selama antara 30
menit sampai dengan 7 hari. Nyerinya dapat bersifat unilateral atau
bilateral, dan pada TTH tidak adanya pulsating pain serta intensitas TTH
biasanya bersifat ringan.
Pada TTH terdapat tidak adanya mual, muntah dan kelaian visual
seperti adanya fonofobia dan fotofobia. Pemeriksaan tambahan pada TTH
adalah pemeriksaan umum seperti tekanan darah, fungsi sirkulasi, fungsi
ginjal, dan pemeriksaan lain seperti pemeriksaan neurologi (pemeriksaan
saraf cranial, dan intracranial particular). Pemeriksaan lainnya seperti
pemeriksaan laboratorium, pemeriksaan radiologi (foto rontgen, CT Scan),
Elektrofisiologik (EEG, EMG).

2.3.6 Diagnosis Banding Tension-type Headache (TTH)


Diferensial Diagnosa dari TTH adalah sakit kepala pada spondiloartrosis deformans, sakit kepala pasca trauma kapitis, sakit kepala pasca
punksi lumbal, migren klasik, migren komplikata, cluster headache, sakit
kepala pada arteritis temporalis, sakit kepala pada desakan intrakranial,
sakit kepala pada penyakit kardiovasikular, dan sakit kepala pada anemia.

2.3.7 Terapi Tension-type Headache (TTH)


Untuk jenis sakit kepala tension-type episodik, obat bebas
pilihannya adalah aspirin, acetaminophen, ibuprofen atau natrium
naproxen. Kombinasi produk dengan kafein dapat meningkatkan aksi
analgesik. Sedangkan pada sakit kepala tension-type kronis diberikan
antidepresan trisiklik obat pilihan untuk mencegah sakit kepala ini, dan
juga efektif sebagai profilaksis migrain. Injeksi toksin botulinum pada otot
kepala dan leher ditemukan efektif untuk meredakan sakit kepala tensiontype kronis.5
Terapi non-farmakologi terutama berguna untuk pasien yang tidak
berkeinginan untuk minum obat karena efek samping dari obat-obatan,
dengan adanya masalah medis, atau ada keinginan untuk hamil.
Sementara biofeedback dan terapi manajemen stres biasanya diberi rujukan
ke psikolog.5

BAB III
RINGKASAN

Sakit kepala adalah rasa sakit atau tidak nyaman antara orbita dengan
kepala yang berasal dari struktur sensitif terhadap rasa sakit. 1 Sakit kepala dapat
juga disebabkan karena hal hal berikut.6
1. Distraksi, traksi atau dilatasi dari arteri intracranial atau arteri
ekstrakranial.
2. Traksi atau perubahan letak dari pembesaran vena intracranial atau lapisan
3.
4.
5.
6.

dural.
Kompresi, traksi atau inflamasi dari nervus kranial dan nervus spinal.
Spasme, inflamasi dan trauma pada kranial dan otot leher.
Iritasi meningeal dan peningkatan tekanan intracranial.
Gangguan dari proyeksi serotonergic intraserebral.
Sakit kepala diklasifikasikan menjadi sakit kepala primer, sakit kepala

sekunder, dan neuralgia kranial yang berupa nyeri fasial serta sakit kepala lainnya.
Sakit kepala primer dibagi menjadi migraine dan Tension Type Headache (TTH).
Pengertian Tension-type Headache (TTH) menurut Internasional Headache
Society (IHS) adalah sakit kepala yang bilateral dan memiliki tekanan atau
tegangan otot dengan keparahan ringan sampai sedang.5
Untuk jenis sakit kepala tension-type episodik, obat bebas pilihannya
adalah aspirin, acetaminophen, ibuprofen atau natrium naproxen. Sedangkan pada
sakit kepala tension-type kronis diberikan anti-depresan trisiklik obat pilihan
untuk mencegah sakit kepala ini, dan juga efektif sebagai profilaksis migrain.
Injeksi toksin botulinum pada otot kepala dan leher ditemukan efektif untuk
meredakan sakit kepala tension-type kronis.5

DAFTAR PUSTAKA

1. Lindsay, Kenneth W,dkk. Headache. Neurology and Neurosurgery


Illustrated. London: Churchill Livingstone. 2004. 66-72.
2. Jenis-jenis Sakit Kepala dan Gejalanya. Media Khusus Kesehatan dan
Medis. Available at http://mediskus.com/penyakit/jenis-jenis-sakit-kepaladan-gejalanya.html
3. ISH Classification ICHD II ( International Classification of Headache
Disorders)

available

at

http://ihs-

classification.org/_downloads/mixed/ICHD-IIR1final.doc
4. PENAS CFDL, Nielsen, LA, Gerwin, RD. Tension-type and Cervicogenic
Headache: Pathophysiology, Diagnosis and Management. Canada: Jones
and Bartlett Publishers; 2010: 3,7-13.
5. http://ningrumwahyuni.wordpress.com/2010/05/12/chronic-tension-typeheadache/
6. Raskin, NH, Green, MW. Chapter 8 Headache Merritts Neurology 11th
Edition. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins; 2005: 45-48.