Anda di halaman 1dari 5

No.

Dokumen

PROTAP MEDIS
DOKTER

Tanggal Terbit
No.Dokumen

SOP / PROTAP
HIPERTENSI
No. Revisi

Halaman

SOP
/ PROTAP
...
.
DIABETES MELITUS
Disetujui oleh
No.Revisi
Halaman
Kepala UPTD Puskesmas Riung

POLI UMUM
PROTAP MEDIS
Pengertian
DOKTER
Tujuan
POLI UMUM
Kebijakan
Prosedur
Pengertian
Tujuan
Kebijakan
Prosedur

Unit Terkait

LAMI MEO ANDREAS


.
.....................
.....................
.......................
NIP. 19630106
198411
Tanggal Terbit
Disetujui
oleh 1 006
Hipertensi adalah suatuKepala
peningkatan
darahRiung
di
UPTDtekanan
Puskesmas
dalam arteri
Acuan dalam tatalaksana hipertensi di Puskesmas Riung
Dalam dilakukan oleh seluruhLAMI
tenaga
medis
MEO
ANDREAS
.
Penyebab hipertensi :
NIP. 19630106 198411 1 006
1. Hipertensi primer ( 90%) tidak diketahui penyebabnya
Adalah
penyakit
metabolisme
yang
di tandai
oleh tingginya
2. Hipertensi
sekunder
: kelainan
ginjal,
hormonal
(pil KB),
kadar
plasma
glukosa
yang
disebabkan
gangguan
sekresi
obesitas, alkohol, rokok, stress, feokrositoma ( tumor
insulin,
otak)aksi insulin atau keduanya.
Acuan dalam tatalaksana penyakit diabetes melitus di
puskesmas
Riung : 2 kali pengukuran tekanan darah
Standar diagnosis
Dilakukan
oleh
semua
tenagadengan
medis selisih waktu 2 hari
( setelah berbaring
5 menit)
2 jenis diabetes
melitus
menunjukkan
peningkatan
tekanan darah sitolik >
1. Tipe 1 ( ,IDDM),
diabetes
remaja ( kerusakan sel beta
140mmHg
diastolik
>90mmHg
pankreas)
2.
Tipe 2 (NIDDM),
dewasa ( >40, obesitas, dan
Klasifikasi
hipertensidiabetes
:
lansia)
Hipertensi grade I : sistolik 140-159mmHG, diastolik 90-99
mmHg
Penyebab diabetes
Hipertensi
grade II :: sistolik > 160mmHg, diastolik >
1.
Tipe
1
:
100mmHg belum dapat dijelaskam (infeksi virus, autoimun)
2. Tipe 2 : menurunnya kerja sel beta pankreas
Tatalaksana hipertensi :
Gambaran
klinis
: hidup
1.
Perubahan
pola
1. Poliuria(banyak
polidipsi(banyak minum),
a. Turunkan kencing),
berat badan
poliphagia(banyak
makan)
b. Pola makan tinggi serat dan buah
2. Berat
menurun
drastis
c. badan
Diet rendah
garam
3. Penderita
mengeluh
lemas,
keram keram dan
d. Berhenti merokok
kesemutan
tangan
e. Olahraga
teratur
4. Penurunan ketajaman penglihatan
2. Obat obatan ( macam- macam obat)
Diagnosis
: bila12,5
terdapat
gejala
dan dosis
laboratorium
a. HCT
25 mg
perhari
tunggal
menunjukkan
b. Propanolol 10-20 mg 2 kali sehari(kontraindikasi
Gula darah
sewaktu
>200mg/dl,
pada
penderita
asma) gula darah puasa
>126mg/dl,
atau tes
toleransi
glukosa
(2 jam post
c. Captopril
12,5
25 mg
2 kali sehari
pemberian( kontraindikasi
75 gram glukosa)
>200mg/dl
pada kehamilan dan penyekit
asma)
d. Nifedipin 5 10 mg 2 kali sehari
Semua unit pelayanan medis

Tatalaksana :
1. Diet
a. Pembatasan kalori makanan
b. Berhenti merokok
2. Obat obatan (macam macam obat)
a. Glibenklamid 5mg mulai dosis 1 kali sehari, dosis
maksimal 10 mg/hari
b. Metformin 500mg 2-3 kali perhari (maksimal
2gram / hari)
3. Insulin (bila gagal diet dan medikamentosa, dan pada
penderita IDDM)
Unit Terkait

Semua unit pelayanan medis


SOP / PROTAP
MENGHITUNG PERNAFASAN
No.Dokumen
No.Revisi
Halaman

PROTAP MEDIS
PERAWAT

.................
Tanggal Terbit

................
.............
Di setujui oleh
Kepala UPTD Puskesmas Riung

RAWAT JALAN

Pengertian
Tujuan
Kebijakan

Prosedur

LAMI MEO ANDREAS


.................
NIP. 19630106 198411 1 006
Menghitung
pernpasan
adalah
menghitung
jumlah
pernapasan {inspirasi yang diikuti ekspirasi} dalam 1 menit
Mengetahui fungsi pernapasan guna menentukan keadaan
umum pasien
1. Frekwensi pernapasan normal adalah:
a. Bayi
: 30 60 x /menit.
b. Anak ; 20 - 30 x /menit
c. Remaja:15 24 x /menit
d. Dewasa:16 2 0 x /menit
2. Usahakan pasien tidak mengetahui kalau sedang diukur
atau dihitung pernapasan.
3. Menghitung pernapasan bersamaan dengan menghitung
denyut nadi.
4. Bila ada kelainan atau gawat napas segera laporkan
pada penanggung jawab ruangan atau dokter.
1. Persiapan alat.
a. Jam tangan dengan penunjuk detik.
b. Alat tulis dan buku TTV/ status pasien.

Unit Terkait

2. Pelaksanaan:
a. Mencuci tangan.
b. Mengatur posisi pasien secara nyaman mungkin.
c. Menghitung pernapasan dengan memperhatikan
gerakan pernapasan
pada dada pasien dan
menghitung dalam waktu 1 menit.
d. Merapikan pasien.
e. Mencuci tangan.
f. Mencatat hasil pengukuran dalam status pasien.
Semua unit pelayanan medis

SOP / PROTAP
MENGUKUR TINGGI BADAN
No.Dokumen
No.Revisi
Halaman

PROTAP MEDIS
PERAWAT

.................
Tanggal Terbit

................
.............
Di setujui oleh
Kepala UPTD Puskesmas Riung

RAWAT JALAN

Pengertian
Tujuan
Kebijakan

Prosedur

LAMI MEO ANDREAS


.................
NIP. 19630106 198411 1 006
Mengukur tinggi badan adalah untuk mengetahui tinggi
baan seseorang dan perkembangan status gizinya
Mengetahui tinggi badan dan perkembangannya
1. Letakan microtoise dengan bagian horizontalnya ditarik
sampai mendekati kepala pasien yang berdiri tegak.
2. Tarik pita horizontal sampai terbaca angka nol.
3. Pilih lantai yang rata,dinding yang rata dan tegak lurus
ke lantai.
1. Persiapan alat:
Microtoise
Alat tulis dan status pasien.
b. Pelaksanaan:
Mencuci tangan .
Menjelaskan prosedur yang akan dilakukan.
Letakan microtoise pada dinding.
Lepaskan alas kaki pasien.

Unit Terkait

Pasien berdiri tegak membelakangi dinding


dengan pandangan ke depan.
Bagian belakang kepala,punggung dan tumit
menempel rapat ke dinding.
Tarik microtoise sampai menempel ke kepala
pasien dan baca angka yang ada.
Mencuci tangan
Menulis pada status pasien.
Semua unit pelayanan medis

SOP / PROTAP
MENGHITUNG DENYUT NADI
No.Dokumen
No.Revisi
Halaman

PROTAP MEDIS
PERAWAT

.................
Tanggal Terbit

................
.............
Di setujui oleh
Kepala UPTD Puskesmas Riung

RAWAT JALAN

Pengertian
Tujuan
Kebijakan

LAMI MEO ANDREAS


.................
NIP. 19630106 198411 1 006
Menghitung deyut nadi adalah untuk menilai sistem
kardiovaskuler
Mengetahui jumlah denyut nadi dalam I menit
1. Menghitung denyut nadi dengan meraba
Arteri radialis pada pergelangan tangan
Arteri brachialis pada siku bagian dalam.
Arteri carotis pada leher.
Arteri temporalis pada pelipis
Arteri femoralis pada lipatan paha
Arteri dorsalis pedis pada kaki
Arteri frontalis pada ubun-ubun bayi
2. Perhatikan volume deyut nadi,irama dan tekanannya
keras atau lemah.

Prosedur

Unit Terkait

3. Bila terjadi perubahan pada deyut nadi pasien segera


laporkan pada penanggunjawab ruangan atau dokter
4. Menghitung denyut nadi dilakukan bersamaan dengan
mengukur suhu tubuh.
1. Menyiapkan alat:
a. Jam tangan dengan penunjuk detik
b. Buku catatan TTV/status pasien dengan alat tulis.
2. Pelaksanaan:
a. Mencuci tangan
b. Menjelaskan kepada pasien prosedur yang akan
dilakukan
c. Mengatur posisi pasien senyaman mungkin.
d. Meraba arteri dengan menggunakan jari telunjuk
dan jari tengah menghitung denyut nadi selama 1
menit.
e. Merapikan pasien
f. Mengembalikan alat pada tempatnya
g. Mencuci tangan
h. Mencatat hasil perhitungan dalam status pasien.
Semua unit pelayanan medis