Anda di halaman 1dari 7

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Di dalam era globalisasi saat ini, kemajuan teknologi dan informasi berkembang
sangat pesat. Seiring dengan berkembangnya teknologi dan informasi, kebutuhan akan
suatu konsep dan mekanisme belajar mengajar berbasis teknologi informasi menjadi tidak
terelakkan lagi. Akibatnya, metode pendidikan lama dirasakan menjadi kurang efektif
karena terbentur masalah ruang dan waktu. Dan teknologi informasi memberikan metode
pendidikan baru yang dinamakan e-learning.
E-learning merupakan salah satu bentuk metode pembelajaran yang dianggap
bersifat student centered. Pemanfaatan e-learning diharapkan dapat memotivasi
peningkatan kualitas pembelajaran dan materi ajar, kualitas aktivitas dan kemandirian
siswa, serta komunikasi antara guru dengan siswa maupun antar siswa.
B. Tujuan
Makalah ini dibuat dengan tujuan sebagai berikut:

Untuk mengetahui dan memahami pengertian e-learning


Untuk mengetahui dan memahami karateristik e-learning
Untuk mengetahui dan memahami manfaat e-learning
Untuk mengetahui dan memahami pemilihan bahan e-learning
Untuk mengetahui dan memahami strategi pelaksanaan e-learning
Untuk mengetahui dan memahami kelebihan dan kelemahan e-learning

C. Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam makalah ini adalah:

Apa pengertian/definisi dari e-learning?


Bagaimanakah karakteristik e-learning itu sendiri?
Apa saja manfaat e-learning?
Apa yang harus diperhatikan dalam pemilihan bahan e-learning?
Bagaimana strategi pelaksanaan e-learning itu?
Apa saja kelebihan dan kelemahan dari e-learning?

BAB II
PEMBAHASAN
KEHUTANAN SMKN 1 PAGELARAN | Simulasi Digital E-Learning

1. Pengertian E-Learning
E-learning adalah suatu sistem atau konsep pendidikan yang memanfaatkan
teknologi informasi dalam proses belajar mengajar. Berikut beberapa pengertian e-learning
dari berbagai sumber :

Pembelajaran yang disusun dengan tujuan menggunakan sistem elektronik atau

komputer sehingga mampu mendukung proses pembelajaran (Michael, 2013:27).


Proses pembelajaran jarak jauh dengan menggabungkan prinsip-prinsip dalam proses

pembelajaran dengan teknologi (Chandrawati, 2010).


Sistem pembelajaran yang digunakan sebagai sarana untuk proses belajar mengajar
yang dilaksanakan tanpa harus bertatap muka secara langsung antara guru dengan siswa
(Ardiansyah, 2013).

2. Karakteristik E-Learning
Menurut Rosenberg (2001) karakteristik e-learning bersifat jaringan, yang
membuatnya mampu memperbaiki secara cepat, menyimpan atau memunculkan kembali,
mendistribusikan, dan sharing pembelajaran dan informasi. Karakteristik E-learning
menurut Nursalam (2008:135) adalah:

Memanfaatkan jasa teknologi elektronik.


Memanfaatkan keunggulan komputer (digital media dan komputer networks)
Menggunakan bahan ajar yang bersifat mandiri (self learning materials) kemudian
disimpan di komputer, sehingga dapat diakses oleh pengajar dan peserta didik kapan

saja dan dimana saja.


Memanfaatkan jadwal pembelajaran, kurikulum, hasil kemajuan belajar, dan hal-hal
yang berkaitan dengan administrasi pendidikan dapat dilihat setiap saat di computer.

3. Manfaat E-Learning
Manfaat e-learning adalah:

Fleksibel. E-learning memberi fleksibilitas dalam memilih waktu dan tempat untuk
mengakses.

Belajar Mandiri. E-learning memberi kesempatan bagi pembelajar secara mandiri


memegang kendali atas keberhasilan belajar.

KEHUTANAN SMKN 1 PAGELARAN | Simulasi Digital E-Learning

Efisiensi Biaya. E-learning memberi efisiensi biaya bagi administrasi penyelenggara,


efisiensi penyediaan sarana dan fasilitas fisik untuk belajar dan efisiensi biaya bagi
pembelajar adalah biaya transportasi dan akomodasi.
Manfaat e-learning menurut Pranoto, dkk (2009:309) adalah:

Penggunaan

meningkatkan daya serap peserta didik atas materi yang diajarkan.


Meningkatkan partisipasi aktif dari peserta didik.
Meningkatkan kemampuan belajar mandiri peserta didik.
Meningkatkan kualitas materi pendidik dan pelatihan.
Meningkatkan kemampuan menampilkan informasi dengan perangkat teknologi

e-learning

untuk

menunjang

pelaksanaan

proses

belajar

dapat

informasi, dimana dengan perangkat biasa sulit dilakukan.


4. Pemilihan Bahan E-Learning
Kriteria yang perlu diperhatikan dalam pemilihan bahan untuk e-learning adalah :
a.

Berbasis komputer
memuat informasi baru
menyatakan tujuan pembelajaran dengan jelas
peserta didik dapat mengetahui kemampuannya (pemahamannya) melalui latihan-

latihan secara on line.


ada umpan balik terhadap hasil penilaian.
b. Memperhatikan kaidah media pembelajaran
Pengetahuan : 11% melalui pendengaran dan 83% melalui penglihatan, dan 6%

lainnya menggunakan indra yang lainnya


kemampuan daya ingat : 20% dari pendengaran dan 50% melalui penglihatan dan

30% indra lainnya


c. Menarik dan berkesan
variasi teks, warna, grafik, animasi, simulasi, audio, video
d. Efisiensi biaya

5. Strategi Pelaksanaan E-Learning


Sedangkan untuk strategi pelaksanaan model pembelajaran e-learning, setidaknya
terdapat empat model yang dapat digunakan dalam pelaksanaan e-learning di sekolahsekolah. Setiap model yang digunakan mempunyai kelebihan dan kelemahan masingmasing. Pemilihan bergantung kepada infrastruktur telekomunikasi dan peralatan yang
tersedia di sekolah. Model-model tersebut ialah:
a. Selective Model

KEHUTANAN SMKN 1 PAGELARAN | Simulasi Digital E-Learning

Jika jumlah komputer sangat terbatas, ia dapat ditunjukkan kepada peserta didik sebagai
bahan demontrasi saja. Jika ada beberapa komputer, peserta didik diberi peluang untuk
mendapat sedikit pengalaman hands-on.
b. Sequential Model
Jika jumlah komputer sedikit, peserta didik dalam kelompok kecil bergerak dari satu set
sumber informasi ke sumber yang lain. Bahan e-learning digunakan sebagai bahan
rujukan atau bahan informasi baru. Jika terdapat beberapa komputer, peserta didik diberi
peluang untuk mendapatkan pengalaman hands-on.
c. Static Station Model
Jika jumlah komputer sedikit, pengajar mempunyai beberapa sumber berbeda untuk
mencapai objektif pembelajaran yang sama. Bahan e-learning digunakan oleh beberapa
kelompok peserta didik manakala peserta didik lain menggunakan sumber yang lain
untuk mencapai tujuan pembelajaran yang sama.
d. Laboratory Model
Jika jumlah komputer mencukupi untuk semua peserta didik, maka bahan e-learning
dapat digunakan oleh semua peserta didik sebagai bahan pembelajaran mandiri. Model
ini boleh digunakan jika sekolah mempunyai perangkat komputer yang dilengkapi
dengan jaringan internet.
6. Kelebihan dan Kelemahan E-Learning
a. Kelebihan E-Learning
Kelebihan e-learning ialah memberikan fleksibilitas, interaktivitas, kecepatan,
visualisasi melalui berbagai kelebihan dari masing-masing media (Sujana, 2005 : 253 ).
E-learning memiliki banyak kelebihan yaitu :

Lebih mudah diserap, artinya menggunakan fasilitas multimedia berupa gambar,

teks, animasi, suara, video.


Jauh lebih efektif dalam biaya, artinya tidak perlu instruktur, tidak perlu minimum

audiensi, bisa dimana saja, bisa kapan saja, murah untuk diperbanyak.
Jauh lebih ringkas, artinya tidak banyak formalitas kelas, langsung pada pokok

bahasan, mata pelajaran sesuai kebutuhan.


Tersedia 24 jam/hari 7 hari/minggu, artinya penguaasaan materi tergantung pada

semangat dan daya serap siswa, bisa dimonitor, bisa diuji dengan e-test.
b. Kelemahan E-Learning
Kekurangan e-learning yang diuraikan oleh Nursalam (2008:140) sebagai
berikut :

KEHUTANAN SMKN 1 PAGELARAN | Simulasi Digital E-Learning

Kurangnya interaksi antara pengajar dan pelajar atau bahkan antar pelajar itu

sendiri.
Kecenderungan mengabaikan aspek akademik atau aspek sosial dan sebaliknya

membuat tumbuhnya aspek bisnis/komersial.


Proses belajar mengajar cenderung ke arah pelatihan daripada pendidikan.
Berubahnya peran pengajar dari yang semula menguasai teknik pembelajaran
konvensional,

kini

juga

dituntut

mengetahui

teknik

pembelajaran

yang

menggunakan ICT (information, communication, dan technology).


Tidak semua tempat tersedia fasilitas internet ( mungkin hal ini berkaitan dengan

masalah tersedianya listrik, telepon, ataupun komputer).


Kurangnya sumber daya manusia yang menguasai internet.
Kurangnya penguasaan bahasa komputer.
Akses pada komputer yang memadai dapat menjadi masalah tersendiri bagi peserta

didik.
Peserta didik bisa frustasi jika mereka tidak bisa mengakses grafik, gambar, dan

video karena peralatan yang tidak memadai.


Tersedianya infrastruktur yang bisa dipenuhi.
Informasi dapat bervariasi dalam kualitas dan akurasi sehingga penduan dan fitur

pertanyaan diperlukan.
Peserta didik dapat merasa terisolasi.

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
E-Learning adalah suatu sistem atau konsep pendidikan yang memanfaatkan
teknologi informasi dalam proses belajar mengajar. E-Learning juga merupakan
pendekatan pembelajaran melalui perangkat komputer yang tersambung ke internet,
dimana peserta didik berupaya memperoleh bahan belajar yang sesuai dengan
kebutuhannya. Didalam proses belajar terdapat banyak metode pembelajaran yang dapat
di lakukan oleh para pendidik atau guru dalam melakukan kegiatan pembelajaran didalam
kelas.
Suatu hal yang perlu ditekankan dan dipahami adalah bahwa e-learning tidak dapat
sepenuhnya menggantikan kegiatan pembelajaran konvensional di kelas. Tetapi elearning dapat menjadi partner atau saling melengkapi dengan mempelajari konvensianal
KEHUTANAN SMKN 1 PAGELARAN | Simulasi Digital E-Learning

di kelas. E-learning, Belajar Mandiri merupakan Basic Thrust kegiatan pembelajaran


elekronik, namun jenis kegiatan pembelajaran ini masih membutuhkan interaksi yang
memadai sebagai upaya untuk mempertahankan kualitasnya.
B. Saran
Sebaiknya pembelajaran dan pelatihan menggunakan e-learning sebagai alat untuk
menyampaikan meteri supaya efektif dan efisien dari segi waktu dan tempat.

DAFTAR RUJUKAN
http://www.dicky-nizar.blogspot.com/2014/06/pengertian-karaktiristik-dan-manfaatelearning.html
Allen, Michael. 2013. Michael Allens Guide to E-learning. Canada : John Wiley & Sons.
Ardiansyah, Ivan. 2013. Eksplorasi Pola Komunikasi dalam Diskusi Menggunakan Moddle
pada Perkuliahan Simulasi Pembelajaran Kimia. Universitas Pendidikan Indonesia,
Bandung-Indonesia.
Chandrawati, Sri Rahayu. 2010. Pemanfaatan E-learning dalam Pembelajaran. No 2 Vol. 8.
http://jurnal.untan.ac.id/
L. Tjokro, Sutanto. 2009. Presentasi yang Mencekam. Jakarta: Elex Media Komputindo.
L. Gavrilova, Marina. 2006. Computational Science and Its Applications-ICCSA 2006: 6th
International Conference. Glasgow, UK: Springer.
Nursalam dan Ferry Efendi. 2008. Pendidikan dalam Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.
KEHUTANAN SMKN 1 PAGELARAN | Simulasi Digital E-Learning

Pranoto, Alvini.dkk. 2009. Sains dan Teknologi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Sujana, Janti Gristinawati dan Yuyu Yulia. 2005. Perkembangan Perpustakaan di Indonesia.
Bogor: IPB Press.

KEHUTANAN SMKN 1 PAGELARAN | Simulasi Digital E-Learning