Anda di halaman 1dari 7

Elena Oktoria Sinaga

2012 - 21 - 013
MODUL I
VOLTMETER DAN AMPEREMETER
I.

TUJUAN
1. Mengukur kuat arus dan beda tegangan (pada rangkaian arus searah)
2. Mengukur tahanan dalam voltmeter (Rv) dan Amperemeter (Ra)
3. Mengenal daerah pengukuran voltmeter dan amperemeter

II.

ALAT DAN PERLENGKAPAN


1. Volmeter
2. Amperemeter
3. Sumber tegangan (DC)
4. Bangku Hambatan
5. Variable Resistor
6. Kabel-kabel penghubung

III.

TEORI
A. Mengukur Kuat Arus Dan Beda Potensial
Untuk pengukuran kuat arus digunakan amperemeter yang dipasan seri (gambar 1a),
sedangkan pengukuran beda tegangan digunakan voltmeter yang dipasang secara paralel
(gambar 1b)

Bila digunakan pengukuran secara serempak, dilakukan seperti gambar 2a atau gambar 2 b
Laboratorium Fisika
STT - PLN

Elena Oktoria Sinaga


2012 - 21 - 013

Dalam pengukuran ini salah satu alat menunjukkan hasil yang sebenarnya yaitu volmeter
pada gambar 2a dan amperemeter pada gambar 2b. Kesalahan ini dapat dikoreksi bila
diketahui tahanan dalam dari alat
B. Mengukur Tahanan Dalam
1. Amperemeter
Cara pertama (gambar 3a). Dengan mengukur harga yang terbaca pada voltmeter
(V) dan Amperemeter (I), maka harga tahanan dalam amperemeter (Ra) adalah :

Cara kedua (gambar 3b). Pengukuran dilakukan dua kali yaitu pada saat sebelum Rb
dipasang dan sesudah Rb dipasang. Bila arus yang terbaca pada amperemeter
sebelum dan sesudah Rb dipasan masing-masing adalah I1 dan I2 , maka:

2. Voltmeter
Cara pertama (gambar 4a). Dengan mengukur harga yang terbaca pada voltmeter
(V) dan Amperemeter (I),maka harga tahanan dalam voltmeter (Rv) tersebut
adalah :

Laboratorium Fisika
STT - PLN

Elena Oktoria Sinaga


2012 - 21 - 013
Cara kedua (gambar 4b). Pengukuran dilakukan 2 kali yaitu sebelum dipasang Rb
dan sesudah dipasang Rb. Bila tegangan yang terbaca pada voltmeter saat sebelum
dan sesudah Rb dipasang masing-masing adalah V1 dan V2, maka :

C. Mengubah Batas Ukur Amperemeter/ voltmeter


Amperemeter/ volmeter mempunyai batas ukur yang tertentu. Simpangan maksimum dari
alat ini menunjukkan harga sesuai batas ukur. Bila ingin merubah batas ukur alat tersebut
harus ditambahkan sebuah tahanan, yang dipasang secara paralel pada amperemeter
(gambar 5a) dan dipasang secara seri dengan voltmeter (gambar 5b).

Untuk merubah batas ukur amperemeter dari I amperemeter menjadi nxI ampere, harus
dipasang tahanan (Shunt) sebesar:

Sedangkan untuk merubah batas ukur voltmeter dari V volt menjadi nxV volt, harus
dipasang tahanan sebesar :

Laboratorium Fisika
STT - PLN

Elena Oktoria Sinaga


2012 - 21 - 013
IV.

PERCOBAAN YANG HARUS DILAKUKAN


*Catat suhu ruangan dan tekanan ruang (sebelum dan sesudah percobaan)
1. Susun rangkaian seperti gambar 3a
2. Atur sumber tegangan sehingga didapatkan arus tertentu
3. Catat penunjukan voltmeter dan amperemeter
4. Ulangi langkah percobaan 2 dan 3 untuk beberapa harga kuat arus yang berlainan
(ditentukan oleh asisten)
5. Susun rangkaian seperti gambar 3b, tetapi bangku hambatan (Rb) belum dihubungkan.
6. Atur sumber tegangan sehingga didapat kuat arus tertentu
7. Catat penunjukkan amperemeter
8. Hubungkan Rb, catat harga Rb yang digunakan dan catat juga penunjukkan amperemeter
9. Ulangi langkah percobaan 8 untuk beberapa harga Rb yang berlainan (ditentukan oleh
asisten)
10. Susun rangkain seperti gambar 4a
11. Atur sumber tegangan untuk mendapatkan kuat arus tertentu
12. Catat penunjukan voltmeter dan amperemeter
13. Ulangi langkah percobaan 11 dan 12 untuk beberapa harga kuat arus yang berlainan
(ditentukan oleh asisten)
14. Susun rangkaian seperti gambar 4b, tetapi bangku hambatan (Rb) belum dihubungkan
15. Atur sumber tegangan untuk mendapatkan kuat arus tertentu
16. Catat penunjukan voltmeter
17. Hubungkan Rb, catat harga Rb yang digunakan dan catat juga penunjukan voltmeter
18. Ulangi langkah percobaan 17 untuk beberapa harga Rb yang berlainan (ditentukan oleh
asisten)
19. Ukur tegangan sumber dengan alat presisi (tanyakan asisten)
20. Catat batas ukur dari amperemeter dan voltmeter

Laboratorium Fisika
STT - PLN

Elena Oktoria Sinaga


2012 - 21 - 013
V.

DATA PENGAMATAN
MODUL I (VOLTMETER DAN AMPEREMETER)

KELOMPOK:

Pawal :

Pakhir:

JURUSAN:

Tawal:

Takhir:

1. Mengukur tahanan dalam Amperemeter

Vsumber :

volt

Laboratorium Fisika
STT - PLN

Elena Oktoria Sinaga


2012 - 21 - 013
2. Mengukur tahanan dalam voltmeter

Vsumber :

VI.

volt

Tanggal Pengambilan Data

Nama Asisten

Tanda Tangan Asisten

Tugas Akhir dan Pertanyaan


Laboratorium Fisika
STT - PLN

Elena Oktoria Sinaga


2012 - 21 - 013
1. Hitung tahanan dalam dari amperemeter yang diselidiki dengan:
a. Hasil percobaan dengan gambar 3a!
b. Hasil percobaan dengan gambar 3b!
2. Hitung tahanan dalam dari voltmeter yang diselidiki dengan:
a. Hasil percobaan dengan gambar 4a!
b. Hasil percobaan dengan gambar 4b!
3. Dari hasil perhitungan pertanyaan no.2a berilah koreksi terhadap hasil perhitungan pertanyaan
no.2b (dengan diketahui tegangan sumber E)!
4. Apakah besarnya harga koreksi tergantung pada harga Rb! Jelaskan!
5. Apakahasil perhitungan pertanyaan 1b perlu dikoreksi mengingat besarnya kesalahankesalahan yang timbul dalam pengukuran? Jelaskan!
6. Dari hasil perhitungan untuk Ra yang didapat, berapakah harga tahanan shunt yang diperlukan
untuk merubah amperemeter yang dipakai menjadi amperemeter masing-masing dengan skala
maksimum 50 mA, 500 mA, dan 5 mA!
7. Hitung tahanan muka untuk voltmeter yang dipakai, bila batas ukur masing-masing dijadikan
10 volt, 50 volt, dan 100 volt!

Laboratorium Fisika
STT - PLN