Anda di halaman 1dari 54

Fenomena vlookup, hlookup, lookup #1

Vlookup adalah jurus kembangan dari jurus dasarnya ialah rumus Lookup, yang fungsinya mencari data yang kita inginkan dan menulis kembali.
Prinsip kerjanya adalah menemukan value yang sama persis dan cocok akurat dengan apa yang kita cari dari suatu kumpulan data teratur dalam
tabel kolom atau row.Vlookup dengan sintaksis VLOOKUP(lookup_value,table_array,col_index_num,range_lookup) dimana berfungsi
pencarian pada tabel dengan vertikal berkolom sedangkan Hlookup dengan
sintaksis HLOOKUP(lookup_value,table_array,row_index_num,range_lookup) adalah pencarian kepada data yang mendatar berbaris atau
horisontaal. Kami berikan contoh penerapan vlookup dibawah dengan type pencarian sama persis.

Ditulis rumus pada cell E2 "=vlookup(D2,A2:A6,1)" jika kita urai satu persatu menjadi sbb:
D2 sebagai lookup value-nya dengan nilai value 2.5 (dua koma lima)
A2:A6 sebagai table array-nya
1 sebagai angka colom index, artinya hasil pencarian akan ditampilkan dari kolom kesatu atau pertama
hasil dari rumus tersebut : 2
Penjelasan:
Rumus diatas tidak dilengkapi dengan range lookup dengan tujuan mencari data sama persis bukan cocok akurat. Range lookup ini adalah
penentu keakuratan pencarian nilai yang kita cari dan jika rumus tanpa range look up akan bekerja mencari angka terdekat dibawahnya dan
berhenti ketika menemukannya. Hal ini hanya bekerja untuk data number, tidak untuk data berupa text.
Cobalah menukar value pada dua cell yaitu value cell A2 dengan value cell A6 (yaitu menukar 2 menjadi 5 dan 5 menjadi 2)! Bagaimana hasil
dari rumus di cell E2, berubah apa tetap angka 2 yang ditampilkan?
Selamat Mencoba!
Salam Smart

Rumus singkat dengan menu Name ... Name


Box
Name Box (1)

Hi, untuk meningkatkan kembali gairah belajar excel, kami mencoba sharing tutorial lanjutan dari Name Box (1). Kali ini tertuju
buat yang sedang "gila" rumus atau buat yang sedang hobby utak atik rumus. wajib baca
Langsung saja, buka lembaran baru pada excel anda:
1. Tulis angka di cell A2 "3500" lalu enter, balik lagi ke A2, klik di Name Box lalu ketik "bensin" dan enter

2. Tulis angka di C2 "2", C3 "10" dan C4 "15". Lakukan hal sama dengan langkah pertama diatas yaitu select C2 dan ketik di Name
Box "liter" lalu enter

3. Tulis rumus di D2 "=bensin*liter" kemudian enter .... (waaaaaa kok bisa yaaa) hasilnya adalah "7000" bukan? kemudian copy
paste di cell D3:D4 ... (yup ... semua hasilnya "7000")

4. Rubahlah nilai absolut "liter" menjadi relatif dengan klik menu Name Manager dan rubah rumus pada Refers to box yang
sebelumnya "Sheet1!$C$2" menjadi "Sheet1!$C2" (langkah menghilangkan $) atau langkah ini bisa dilakukan dengan menekan
key F4 lalu enter

Baik, lengkap sudah ... apakah hasil rumus di range D2:D4 sudah berubah nilainya?

Selamat mencoba
Salam Excel

Pengenalan Pivot Table bagian pertama


Hi teman-teman Klinik Excel ! Salam kenal, saya ingin juga berbagi pengalaman dalam menggunakan Excel .

Pivot Table Report adalah bentuk Tabel Saling Silang yang interaktif untuk merangkum dan menganalisa data, baik itu data dari tabel yang kita
miliki, atau dari basis data luar yang di import ke excel. Oh ya, untuk membuat Pivot Table Report ada syaratnya, yaitu Data yang ada harus
berupa data yang teroganisir berbentuk list dengan kolom yang berlabel.

Begini aja deh saya kasih contoh saja bentuk data nya, berikut adalah data pengeluaran bulanan sebuah keluarga.

Untuk membuat Pivot Table Report, Pilih Data -> Pivot Table and Pivot Chart Report

Kemudian akan muncul Wizard untuk pembuatan Pivot Table. Untuk Langkah yang pertama adalah pilihan data apa yang mau di buat Pivot,
apakah table di excel atau external data. External data ini bisa dari Database lain seperti SQL.

Untuk permulaan kita pakai data yang ada di excel saja yang sudah kita miliki.

Setelah memilih Next (lanjut), maka muncul step kedua yakni di mana lokasi data tersebut. Pilih Range dengan data yang sudah kita miliki.

Berikutnya adalah pilihan dimana Pivot Table ini mau di letakkan, apakah di Worksheet yang baru atau di worksheet yang ada. Dalam hal ini kita
coba letakkan di worksheet yang baru.

Hati-hati ya, jangan tekan tombol Finish dulu, kita harus membuat layout table nya terlebih dahulu yang sesuai keinginan kita.

Setelah menekan tombol Layout, akan muncul window untuk membuat lay out. Akan tampak di sebelah kanan, ada beberapa field buttons,
sesuai dengan label Coloumn di tabel dari data yang kita miliki. Cukup Geser saja field buttons Tahun, Bulan, kelompok serta jenis pengeluaran
pada bidang ROW, COLOUMN atau DATA. Pastikan Field button yang mau kita buat rangkumannya pada bidang DATA. Dalam hal ini adalah
Button Jumlah, karena saya mau mengkalkulasi Jumlah pada Tabel Pivot.

Berikut adalah Layout yang saya inginkan untuk tabel pivot:


Drag and drop Field Tahun -> COLOUMN
Drag and drop Field Bulan -> COLOUMN
Drag and drop Field Kelompok Pengeluaran -> ROW
Drag and drop Field Jenis Pengeluaran -> ROW
Drag and drop Field Jumlah -> DATA

Kalu kita klik dari setiap button yang ada, kita bisa menentukan jenis dari datanya. Dan khusus untuk Button yang ada di bidang DATA, akan ada
pilihan bagaimana datanya akan di rangkum, misalnya data yang ada mau di jumlah, dihitung, dibuat rata-rata atau lainnya.

Kemudian kita juga bisa memformat, jumlah tersebut dengan atribut Rp di depannya. Dengan mengklik Number.

Setelah selesai membuat layout maka barulah kita bisa memyudahi wizard dengan tombol finish.

Berikut adalah tabel Pivot yang kita miliki dalam sheet yang baru dan saya ubah nama worksheet nya menjadi Pivot.

Kita bisa lihat bagaimana excel akan menghitung subtotal dan total dari setiap data pada bulan Desember 2011 dan Januari 2012 secara
otomatis. Demikian pula Jumlah subtotal dan total secara Kelompok dan Jenis pengeluaran.

Sekarang pertanyaannya kenapa disebut interaktif? seperti yang saya sampaikan sebelumnya. Dengan Pivot Table kita bisa menyaring data
yang mau kita lihat dari masing-masing field. Contohnya kita mau menyaring Kelompok Pengeluarannya adalah belanja. Kalau kita klik pada drop
down list di Kelompok Pengeluaran dan kita pilih Belanja maka Tabel pivot akan menyaring data sesuai criteria tersebut secara otomatis dan
membuat subtotal dan Grand Totalnya.

Nah ini hasilnya, hanya kelompok belanja saja yang di munculkan, dan excel akan menghitungnya secara otomatis dan interaktif.

Demikianlah pengenalan tentang Pivot Table, Bisa di gunakan sebagai analisa data di excel. Contohnya Data Pengeluaran seperti diatas atau
data penjualan kalau kamu punya Usaha dagang dan lain sebagainya.

Menulis Langsung Pada Beberapa Sheet


Pecinta Excel, semoga ini bukan info baru buat bro & sis
Berikut adalah cara untuk create atau edit text atau value, pada cell yang sama dan pada beberapa sheet sekaligus.
(contoh pada file dengan sheet HP-May, HP-Maret, HP-April dan Forecast)
Yang harus dilakukan adalah, ngedit text Serie menjadi Model pada setiap cell di semua sheet yg anda ingin edit.
Cara yang paling sederhana adalah dengan melakukan copy dan paste di setiap sheet yang ada Cape deh!
Coba geh cara dibawah :
1. Tekan key Ctrl.
2. Klik kiri tab sheet HP-May, HP-Maret, HP-April doang sampe tertulis [Group] pada title bar kayak gambar dibawah,

3. Terus, klik cell E1 > ketik deh Model kemudian cek satu persatu tiap sheet
Semoga membantu.

Analisa Data dengan Add-in SOLVER


Halo semua, semoga sehat selalu.
Ada pertanyaan melalui message di Facebook tentang SOLVER. Hmm, makanan apa coba?
Nah, biar gak dikira sejenis makanan atau bahkan sembako, maka kali ini kita akan coba memahami apa itu SOLVER. Yang pasti, buat anda
yang berprofesi di dunia bisnis, SOLVER akan sangat-sangat bermanfaat. Tapi sesungguhnya, SOLVER juga sangat bermanfaat untuk profesi
lainnya.

Oke, kita mulai dengan definisi.

APA ITU SOLVER?


Solver adalah sebuah Add-in Excel yang dibuat Microsoft untuk menganalisa nilai Optimal.
Buat yang gak tahu apa itu Add-in, Add-in itu sebenernya sama dengan macro. Jadi didalamnya berisi program-program juga. Bedanya, macro ini
sudah di pack dan bisa ditambahkan pada Excel kita.
Kembali ke SOLVER ya. Nah Solver ini akan menghitung nilai optimal dari suatu formula.
Masih bingung kan? Ya udah, mending pake contoh aja gimana?

CONTOH ANALISA MENGGUNAKAN SOLVER


Contoh 1 : Juragan Angkot
Pak Gimin adalah juragan angkot yang sangat berdedikasi. Beliau memiliki 150 angkot dan memegang 3 izin rute trayek. Trayek A memiliki jarak
20 km, Trayek B memiliki jarak 30 km dan Trayek C memiliki jarak 50 km.
Sebagai orang yang berdedikasi, beliau ingin memberikan pelayanan maksimal bagi para penumpang. Salah satunya adalah waktu tunggu.
Beliau ingin waktu tunggu penumpang sependek-pendeknya dengan meng-optimalkan jumlah armada pada trayek yang dimilikinya. Sebagai
bahan perhitungan, rata-rata kecepatan angkot adalah 20 km/jam.

Nah, Pak Gimin minta tolong ke kita untuk menghitung berapa jumlah angkot untuk masing-masing trayek agar layanan paling optimal?

Sebelum kita mulai menyelesaikan kasusnya Pak Gimin diatas, sebaiknya kita mengenal istilah Solver berikut:

Set Target Cell: Adalah cell dimana kita menuliskan formula yang mengindikasikan nilai optimal. Maksudnya gini.
Kapan kita bisa katakan suatu kasus itu optimal dan kapan belum optimal? Maka jawabannya biasanya adalah, jika NILAI X, pada kasus tersebut
besar, maka kita sebut optimal dan bila kecil maka belum optimal (atau bisa sebaliknya).
Nah, NILAI X itulah pengukur apakah suatu kasus optimal atau belum. Biasanya, NILAI X berisi formula dari parameter-parameter
pembentuknya. Dan, NILAI X itulah SET TARGET CELL.

Equal to: adalah opsi untuk menentukan definisi optimal. Apakah optimal itu jika nilai "paling besar" atau "paling kecil" atau "sesuai nilai
tertentu"?
Changing Cells: Adalah cell-cell yang berisi parameter pembentuk fomula yang boleh diubah-ubah nilainya untuk mendapatkan nilai Optimal.

Constraints: Adalah batasan-batasan untuk mendapatkan nilai optimal. Misalkan begini, dikatakan optimal jika nilainya sebesar A tapi harus
merupakan bilangan bulat dan parameter B tidak boleh lebih besar dari 100.

Oke, kalo masih bingung, yang penting dibaca aja. Nanti akan lebih jelas pada penjelasan contoh kasus. So? Siap menghitung jumlah angkot pak
Gimin?
Hmm, belum.. Kita harus buat persiapan dulu. Yaitu, memunculkan Menu Solver!

Sekarang, coba pastikan anda telah memiliki menu Solver. Coba lihat di : Menu --> Data --> Analysis --> Solver. Jika anda tidak menemukanya,
maka anda perlu memunculkannya lebih dahulu.
Caranya:

1. Klik Office Button (button berbentuk logo MS Office), trus pilih excel option.

2. Pilih bagian Add-in, dan pada opsi dropdown paling bawah, pilih Add-in Manager dan klik GO.

3. Akan muncul daftar Add-in yang tersedia. Check (centrang) pada add-in Solver dan klik OK.

4. Dan, coba lihat sekali lagi pada menu Solver. Seharusnya sudah muncul menu Solver.

Sip.. Persiapan selesai. Sekarang waktunya menyelesaikan kasusnya Pak Gimin. ANGKOT!!.
Sekarang, kita coba rangkum kasus di atas dalam sebuah sheet excel:

1. Karena kita belum tahu, maka jumlah angkot per trayek kita isi nilai sesuka kita saja. Saya isi 5 angkot tiap-tiap trayek.
2. Waktu tunggu per trayek menggunakan formula: =(B4/20)/B5. Atau: Jarak / Kecepatan angkot / jumlah anngkot.
3. Waktu tunggu total adalah rata-rata seluruh trayek, formula nya: =AVERAGE(B6:D6).
4. Dan, saya jumlahkan semua jumlah angkot per trayek pada cell: E5. Formulanya: =SUM(B5:D5).

Sip! Rangkuman selesai, selanjutnya, waktunya menggunakan SOLVER. Ikuti langkah-langkah berikut:

a. Select Cell B10 (Waktu Tunggu Total).


Cell ini adalah cell yang menentukan apakah usaha ANGKOT pak Gimin sudah Optimal atau belum. Semakin kecil nilai pada cell ini, maka
semakin Optimal. Atau waktu tunggu semakin pendek.
Setelah di select, coba klik Menu Solver yang tadi sudah kita munculkan. Akan muncul window Solver dalam kondisi kosong.
Sekarang kita akan isi satu-persatu.

b. Isi Set Target Cell


Isi Set Target Cell dengan referensi Cell yang menunjukkan kasus Pak Gimin optimal atau belum. Yaitu cell: B10.

c. Pilih Equal to
Pada kasus Pak Gimin, nilai optimal adalah jika mendapatkan waktu sekecil-kecilnya. Jadi, kita pilih "Min".

d. Isi Changing Cells


Pada kasus Angkot Pak Gimin, yang ingin kita cari adalah jumlah angkot per Trayek. Jadi, cell-cell yang boleh berubah adalah cell-cell yang
menunjukkan jumlah angkot per trayek yaitu cell: B5 s/d D5.

e. Isi Constraint
Pada kasus Angkot Pak Gimin, constraint (batasan) kita adalah:
- Jumlah keseluruhan angkot pak Gimin adalah 150. Jadi akumulasi jumlah angkot per trayek tidak boleh lebih dari 150. Yang menunjukkan
akumulasi jumlah angkot per trayek adalah cell: E5. Jadi, kita tambahkan pada constraint : E5 <= 150.
- Jumlah Angkot per Trayek haruslan merupakan bilangan bulat! Kan gak mungkin punya angkot cuma 0.5 (setengah). Karena itu, kita
tambahkan pada constraint: B5:D5 = Integer.
Cara menambahkan constraint, klik Add. Maka akan muncul window constraint:

Setelah diisi, pilih add jika masih ingin menambahkan contraint lainnya. Atau OK jika sudah selesai.

f. Klik SOLVE!
Bila semua sudah siap, saatnya klik SOLVE. Maka Solver akan mencari angka paling Optimal dan menentukan jumlah Angkot yang paling
optimal untuk tiap-tiap trayek.
Jika muncul window ini:

Klik Ok. Dan coba kita lihat hasilnya:

Dan.. Akan muncul berapa jumlah angkot tiap trayek paling pas agar secara keseluruhan waktu tunggu adalah yang paling kecil.
Berapa angkanya? Untuk Trayek A, jumlah angkotnya adalah: 39, Trayek B: 48 dan Trayek C: 63.
Sip.. Contoh pertama selesai..

Contoh 2 : Pabrik Bola


Ini adalah contoh kasus yang dikirimkan melalui message Facebook.

PT. BOLABOLI (bukan nama sebenarnya yah) adalah perusahaan yang memproduksi Bola Kaki dan Bola Basket. Bahan yang dibutuhkan untuk
membuat bola adalah Karet dan Kulit.
Berikut adalah data-data produksi PT. BOLABOLI:
- Untuk memproduksi Bola Basket dibutuhkan 3 ons Karet dan 4 m Kulit. Dan keuntungan per unit nya adalah Rp. 130.000.
- Untuk memproduksi Bola Kaki dibutuhkan 2 ons Karet dan 5 m Kulit. Sedangkan keuntungan per unit adalah Rp. 160.000.
- Di gudang, PT. BOLABOLI memiliki stok Karet 500 ons dan Kulit 800 m.
Permasalahannya, PT. BOLABOLI ingin meghitung pengaturan produksi yang dapat memberikan keuntungan paling maksimal.

Nah, mari kita coba selesaikan dengan SOLVER, namun sebelumnya coba kita rangkung ke dalam Excel Sheet.

1. Yang ditanyakan adalah pengaturan produksi yang paling bisa mendapatkan profit perusahaan paling besar, maka kita harus buat formula
yang menunjukkan profit perusahaan.
Profit perusahaan adalah profit per unit dikalikan jumlah unit produk A ditambah profit per unit dikalikan jumlah unit Produk B. MS. Excel memiliki
formula SUMPRODUCT untuk mempermudahkan kita.
Karenanya, pada cell: B9, saya buat formula: =SUMPRODUCT(B6:C6,B7:C7).
2. Untuk permulaan Jumlah Unit (Jumlah Produksi) saya buat masing-masing 1 unit dulu. Nanti akan diubah oleh Solver.
3. Untuk jumlah bahan, saya isi formula: Jumlah Unit (Jumlah Produksi) * Jumlah bahan per unit. Misal untuk Karet Bola Basket: B7 * 3 dan untuk
Kulit Bola Basket B7 * 4. Demikian pula untuk Bola Kaki.
Jadi, jumlah bahan yang dibutuhkan, akan bertambah sesuai dengan jumlah unit yang di produksi.
4. Karena bahan untuk Bola Kaki dan Bola Basket bercampur, maka perlu ditambahkan Total bahan. Ingat, total bahan Karet yang dimiliki PT.
BOLABOLI adalah 500 ons, sedangkan kulit 800 ons.

Oke, setelah kita rangkung, saatnya kita selesaikan kasus ini dengan SOLVER! Ikuti langkah ini:

a. Klik menu Solver!

b. Isi Set Target Cell dengan cell Total Profit.


Karena disinilah kita menentukan apakah nilai sudah optimal atau belum. Dalam hal ini, nilai optimal adalah nilai profit terbesar. Maka isi: B9

c. Pilih Equal to "Max"


Karena, yang kita cari adalah pengaturan produksi pada nilai profit terbesar.

d. Isi Cell Changing.


Cell yang akan kita atur adalah penggunaan bahan untuk masing-masing produk. Maka pilih: B7:C7

e. Constraint
Aturan mainnya adalah:
- Jumlah bahan adalah integer (bilangan bulat). Karena agar jadi sebuah bola basket, dibutuhkan tepat 3 ons karet dan 4 m Kulit. Tidak lebih dan
tidak kurang. Maka perlu ditambahkan: B7:C7 = Integer.
- Gudang menyimpan bahan karet 500 ons, baik untuk Bola Basket maupun Bola Kaki. Maka, total bahan karet harus maksimum 500. Jadi
formulanya: D4 <= 500.
- Gudang menyimpan bahan kulit 800 m, baik untuk Bola Basket maupun Bola Kaki. Maka, total bahan kulit harus maksimum 800. Jadi
formulanya: D5 <= 800.

f. Selanjutnya, waktunya Klik SOLVE!


Dan hasilnya adalah..

Akan sangat menguntungkan jika PT. BOLABOLI memproduksi 128 Bola Basket dan 57 Bola Kaki.
Dan ternyata, masih ada sisa bahan Karet: 2 ons dan Kulit: 3 m.

Horeeee.. Selesai!
Sampai jumpa lagi yah..

Rubah Error value menjadi yang lain saat


vlookup
Hi kawan klinikexcel yang budiman,
Kali ini saya coba share mengenai solusi error value pada saat mengolah data di excel.
#NULL!, #DIV/0!, #VALUE!, #REF!, #NAME?, #NUM!, #N/A adalah merupakan macam-macam type error. #N/A adalah jenis biasa ditemukan
pada hasil rumusvlookup. #N/A berarti hilang nya data atau data yang diinginkan tidak ada.
Walhasil jika hasil dari rumus vlookup yang anda buat adalah berupa angka dan akhirnya akan dihitung, dijumlahkan atau dikali akibatnya hasil
akhir akan memunculkan error value yang sama yaitu #N/A juga.
Tips sederhana untuk mengabaikan error value menjadi angka nol atau kosong tanpa value, coba dengan syntax dibawah.
=if(iserror(VLOOKUP(lookup_value,table_array,col_index_num,range_lookup)),"",VLOOKUP(lookup_value,table_array,col_index_num,ra
nge_lookup))
atau
=if(iserror(VLOOKUP(lookup_value,table_array,col_index_num,range_lookup)),0,VLOOKUP(lookup_value,table_array,col_index_num,ra
nge_lookup))
Dengan rumus diatas anda akan temukan cell akan kosong atau bernilai 0 jika data yang diinginkan tidak ada atau #N/A
Silakan dicoba
Met Weekend

Bagaimana Memulai Belajar Macro dan VBA


Excel..?

Sering kali kita bertanya pada diri sendiri, harus mulai dari mana ya, untuk belajar Macro dan VBA Excel..?
Karena terlalu sering bertanya, akhirnya bingung dan malas untuk memulai. Padahal, hal pertama yang harus dilakukan bila ingin mempelajari
Macro dan VBA Excel adalah Mulai mencoba. Nah, biar tidak bingung dan terlalu bertanya-tanya, berikut adalah tips-tips bila ingin belajar
Macro dan VBA Excel.
1. Mulailah dengan sebuah project kecil.
Ini adalah langkah yang terpenting. Jangan berfikir muluk-muluk dulu, tapi lebih baik jika kita memiliki sebuah project macro kecil-kecilan namun
sukses dan bermanfaat.
2. Gunakan Record Macro..!

Excel memiliki tool yang mengagumkan yaitu Record Macro. Tool ini akan merekam semua hal yang kita lakukan diexcel. Bahkan scrolling
window excel pun akan terekam. Dengan record macro, kita bisa merekam langkah-langkah yang membosankan cukup sekali saja dan
selanjutnya kita dapat mengulanginya dengan macro.
Semua hasil rekaman, bisa kita lihat di VB Editor.

Dan selanjutnya, kita bisa melakukan editing terhadap hasil rekaman kita. Bila kita sering lupa akan command VBA, maka cara ini adalah yang
paling mudah.

3. Gunakan tombol F1 atau Help..

Jangan ragu menggunakan fasilistas Help. Kita bisa mendapatkan semua hal disini. Kita juga bisa mendapatkan contoh-contoh program yang
sangat membantu.
4. Jangan ragu bertanya pada Om Google..

Semua hal bisa kita dapatkan disini.. Sekali lagi, semua hal.. Cuma butuh 1 modal saja..! Sabar, tekun dan teliti..!
Nah, itu adalah tips untuk belajar Macro dan VBA Excel..
So? Masih bingung untuk memulai belajar Macro Excel? Ayolah..

Button (Controls Forms) Untuk Menjalankan


Perintah
Tutorial ini, akan disampaikan dengan menggunakan Excel 2007. Namun demikian, jika anda membaca tutorial-tutorial sebelumnya seperti yang
tertulis di atas, pengguna Excel 2003 dijamin gak akan bingung.

OK, kita mulai ya..


Pertama-tama, kita akan buat Macro terlebih dahulu.
Gak perlu yang susah-susah, toh ini kan cuma contoh. Kita pakai fasilitas Record Macro aja.
Tolong diperhatikan dengan seksama yah.. Ikuti petunjuk-petunjuk berikut dengan teliti.
Bukan apa-apa, biar kita bisa sinkron aja. OK..
Letakkan kursor pada Cell A1. (Lihat gambar berikut:)

Selanjutnya, pilih Record Macro.

Biarkan Macro bernama Macro1, dan klik OK.

HATI-HATI..! Mulai saat ini, semua aktifitas kita akan di Record sama Excel. So, jangan sembarangan klik ya..

Memangnya, kalo asal klik kenapa?


Kalo asal klik trus nanti macro-nya gak jalan, kita gak nanggung yah.
Lanjut yah.
Sekarang, pindahkan cursor ke Cell B2. Ingat, cell B2! Setelah itu, beri warna cell dengan warna apa aja.

Sekarang, Stop Recording. Jangan klik ke mana-mana. Cukup Stop Recording aja.

Siiip.. Kita sekarang sudah punya sebuah macro dengan nama Macro1.
Kita masih butuh satu macro lagi. Karena itu, kita ulangi langkah-langkahnya sama persis dengan sebelumnya.
Ingat, mulai dari meletakkan cursor ke Cell A1 OK..
Kalo sudah sampai pada langkah memberi warna pada Cell, sekarang beri warna yang berbeda dari sebelumnya. Kalo pada contoh sebelumnya
warna kuning, maka sekarang kita beri warna merah. Tapi ya suka-suka aja lah..

Setelah Stop Recording, beri nama Macro2.


Nah, kini kita sudah punya 2 macro yaitu, Macro1 dan Macro2. Kita bisa cek, ada enggak sih macro yang kita buat tadi.
Coba klik menu Macro pada Tab Menu.

Maka akan muncul window berikut:

Nah, ada dua macro kan disana. Macro1 dan Macro2. Siiiiiip..

Loh, mana neh Button-nya? Kok dari tadi gak ada Button!!!
Aih.. Sabar donk... Tadi itu baru persiapannya aja. Kan percuma kalo ada Button tapi gak ada Macro-nya. Nah, kalo udah siap, sekarang kita mo
lanjut ke Button. Gimana..?
Sekarang, buat Button dari Control Forms.

Gimana caranya??
Aduuuh.. makanya baca donk turorial-tutorial yang disebutin diatas tadi. Pokoknya, kita gak akan ngulangi lagi disini. Titik..
Nah, kalo kita udah buat Button, maka akan muncul window yang meminta kita untuk memasukkan Macro. Pilih ajaMacro1 dan klik OK.
Biarkan nama Buttonnya tetap Button1.

Kalo gak muncul window, coba klik kanan pada Button dan pilih Assign Macro.
Selajutnya, buat Button kedua dan biarkan namanya Button2. Pilih Macro2 untuk di-assign ke Button2.

Nah.. Sudah selesai deh proyek kita...!


Sekarang, kita coba yah..
Klik pada Button1 dan lihat apa yang terjadi pada cell B2.

Kalo langkah-langkah tadi diikuti dengan benar, maka Cell B2 akan berubah warna menjadi Kuning.
Sekarang kita coba Klik Button2.

Seharusnya, warna di Cell B2, sekarang berubah warna menjadi merah.


Well.. Gimana? Ada masalah dengan Macro mu? Silahkan tulis komentarnya yah..
See you..

Perbedaan Form Control & ActiveX Control


Tutorial ini untuk menjawab pertanyaan Mas Erpin tentang perbedaan penggunaan Form Control dan ActiveX Control.

Nah, apa perbedaannya?


Form Control, adalah control yang dimiliki oleh Excel. Atau dengan kata lain, control yang menempel pada Excel.
Sedangkan ActiveX Control, sesuai namanya, adalah koleksi control dalam bentuk ActiveX. Nah, pertanyaannya adalah, apa itu ActiveX?
ActiveX adalah sebuah program kecil yang dibuat agar bisa ditempelkan pada progam (besar) lainnya.

Analoginya ya..
Kita beli motor, pasti sudah termasuk spion, stang dan jok. Nah, spion, stang dan jok ini, adalah yang standard atau bawaan. Biasanya sih kurang
"keren" tapi yang jelas benar-benar dibuat khusus untuk motor kita.
Ternyata, ada orang yang membuat spion, stang dan jok dengan tampilan menarik dan keren meskipun dia tak membuat motor.
Hebatnya, Spion, stang dan jok buatan orang tersebut, bisa dipasang di motor yang baru kita beli. Dan hasilnya "keren", meski kita harus
memesangnya dengan susah payah dan memerlukan banyak penyesuaian.
Nah, spion, stang dan jok standar diatas adalah Form Control.
Dan spion, stang dan jok yang dibuat orang lain adalah ActiveX Control.

Kelebihan dan kekurangan..


Form Control, karena integrated dengan Excel, jelas lebih mudah digunakan. Tapi kita tak bisa mengatur sesuai keinginan kita.
Sedangkan ActiveX Control lebih flexible untuk kita atur (dengan menggunakan VBA) tapi tentu saja lebih sulit karena tidak Integrated. Yang
artinya, kita harus mengintegrasikan ke Excel dengan menggunakan VBA.

Contohnya ya..
Coba kita bandingkan Control Button Form dan ActiveX.

Untuk membuat Form Control Button, maka langkah-langkahnya adalah:

1. Tambahkan Form Control Button melalui Control Box. Setelah kita klik, otomatis kita akan diminta untuk meng-asign sebuah macro pada
button tadi.
Karena kita memang belum memiliki Macro, maka list macro-pun kosong.

2. Karena itu, kita mesti membuat macro terlebih dahulu. Kita dapat membuat macro dengan menambahkan module dan menuliskan sebuah sub
procedure.

3. Baru deh, waktu kita buat button, kita bisa menambahkan / asign macro yang sebelumnya kita buat.

4. Saat kita coba klik, maka button akan memanggil macro yang kita assign sebelumnya.

Nah, kita coba buat activeX control button ya.


1. Sama seperti Form Control, kita tambahkan activeX control dengan memilihnya di controlbox.

2. Nah, perbedaan pertama muncul disini. ActiveX control tidak meminta kita untuk meng-asign macro. Karena ActiveX control, tidak sekedar
butuh di-asign macro, tapi butuh dituliskan baris program VBA untuk bekerja. Untuk itu, kita harus menulisnya dengan klik kanan dan "view code".

3. Perbedaan kedua muncul. Yaitu, baris programnya, bukan kita tulis di module dalam sebuah sub procedure. Tapi kita tulis pada Button itu
sendiri.
Misalkan kita tulis pada event click.

4. Meski hasilnya tetap sama.

Contoh berikutnya yang dapat memperlihatkan dengan jelas perbedaannya adalah Combobox.
1. Untuk Form Control COmbobox, cara agar combobox memiliki pilihan adalah dengan menghubungkan control tersebut dengan isi sebuah
kolom seperti gambar berikut.

2. Akhirnya, muncul deh pilihan pada combobox.

Nah, karena activeX adalah sebuah program kecil yang ditempelkan, maka dia tidak ter-integrasi dengan Excel.
Karenanya, untuk mengisi combobox, kita harus menuliskannya pada baris program.
Misalkan, kita akan isi combobox, saat kita memilih sebuah sheet, maka kita tulis baris program itu pada event activate Sheet yang bersangkutan.
Pada baris program, kita "additem" isi pilihan pada combobox.

Nah, sekarang coba pindahkan sheet dan pilih kembali sheet yang sudah kita isi program. Dan klik combobox, maka akan muncul pilihan.

Lebih ribet kan? Tapi lebih Flexible!

Ingat, kita tidak bisa menambahkan Form Control pada sebuah UserForm. Kita harus menggunakan ActiveX. Karena ingat, Form control adalah
bawaannya excel, bukan bawaannya VBA.

Oke semoga ini bisa membantu..


salam

Setting Excel untuk VBA dan Macro


1. Memunculkan tab Developer

Kenapa kita harus memunculkan tab Developer (seperti pada gambar di atas)?
Karena Tab developer adalah tempat tool-tool yang berkaitan dengan macro dan VBA. Kalo tidak kita munculin, tentu kita gak bisa bikin program
VBA atau macro.
Secara default, tab ini tidak muncul, karena pada dasarnya, tidak semua pengguna membutuhkannya. Lagian, gak semua pengguna adalah
programmer VBA bukan?
Nah, buat yang baru aja belajar VBA, pasti bingung mencari cara memunculkan tab Developer. Jadi, ikuti langkah berikut:
Klik pada logo Excel di sudut kiri atas (untuk excel 2007, bentuknya bulat. Untuk 2010, agak beda dikit. Tapi kurang lebih sama lah.
Maka akan muncul menu-menu, dan pilih "Excel Option" pada bagian paling bawah.

Pilih menu "Popular" pada side menu. Selanjutnya checked (pilih) opsi "Show Developer tab in the ribbon"

Nah, kalo udah, maka akan muncul tab Developer. Dan jika kita pilih tab tersebut, maka akan muncul koleksi menu ataupun tool yang
diperuntukkan untuk programming VBA.

2. Memunculkan VB Editor
Selanjutnya, bagaimana memunculkan VB Editor? Eits, udah tahu belum apa itu VB Editor? Kita anggap belum tahu aja yah..

Jadi, VB Editor itu adalah aplikasi untuk menuliskan baris-baris program VBA. VB Editor ini menempel pada Excel. Jadi bisa kita munculkan dari
Excel.
Lalu gimana caranya?
Kalo ini gampang banget!
Pada tab Developer, pilih tool paling kiri ("Visual Basic"). Klik aja..

Dan simsalabim, maka akan muncul window aplikasi VB Editor. Disinilah kita bisa menuliskan baris program VBA kita. Gak cuma itu, disini juga
kita setting proyek VBA kita, juga mencari titik-titik bermasalah dari program kita (debugging).
Bagaimana cara menggunakannya, akan kita bahas di tutorial lainnya OK..

3. Agar Excel dapat menjalankan VBA atau Macro


Macro, sering dijadikan pintu oleh para hacker dan orang-orang tak bertanggung-jawab untuk menyusupkan program jahat termasuk virus.
Karena itulah, secara default, macro dibuat disable.
Di office 2007 ke atas, bahkan dibedakan antara extension Excel yang tidak memiliki macro, dengan yang dapat menjalankan macro.
.xlsm --> extension Excel agar bisa menjalankan macro
.xlsx --> tidak bisa menjalankan macro

Gak cuma itu, meski file telah kita simpan menggunakan .xlsm sekalipun, kita harus memilih opsi agar bisa menjalankan macro.
Biasanya, saat kita membuka file .xlsm, maka akan muncul pemberitahuan (security warning).
Nah, kita harus meng-klik nya dan memilih "enable macro"

Pilih "enable"..

4. Setting Security Macro dan VBA


Masih ingat security warning pada bagian 3 diatas kan? Ya elah, masa lupa, kan barusan dibaca.. Sebenarnya, security warning diatas, bisa kita
ubah-ubah (setting).
Misal, kita setting agar excel kita tidak bisa membuka Macro sama sekali. Nah, ini untuk jenis orang-orang paranoid.
Ada juga setting yang membolehkan untuk hal-hal tertentu dan memberikan warning lebih dulu. Ini untuk mereka yang super hati-hati.
Ada juga yang gak usah pake warning. Pokoknya, hajar bleh! Nah, yang ini adalah untuk orang-orang sembrono..
Dan kita masih punya pilihan untuk memboleh menjalankan macro apa saja, tapi harus warning dulu. Nah, inilah yang saya rekomendasikan..

Emang gimana cara setting security nya?


Sip.. Dari excel, kita mulai dengan memilih tab Developer, trus pilih menu "Macro Security".

Pada window yang muncul, pilih "activeX setting" dan pilih opsi "Prompt me before enabling all controls with minimal restrictions"

Selain itu, pada "Macro Setting", checked "Trust access to VBA project object model"

Selain setting diatas, masih banyak opsi-opsi security yang bisa di setting.
Tapi dari saya, setting diatas dulu lah.. Karena kalo setting diatas gak dipilih, biasanya Macro kita jadi "ngadat"!
Oke.. Sampai disini obrolan kita tentang settingan excel untuk VBA.
Ketemu di tutorial berikutnya..
See ya..

Control Button untuk Print Dokumen


Jadi intinya adalah, sebuah Button untuk printing document.
Karena itu, deskripsi project kita kali ini adalah:
Ada sebuah Sheet (yang nanti saya beri nama "Front") tempat meletakkan Button dan form Inputan. Dan juga sebuah Sheet lagi (yang nanti saya
beri nama "Data") tempat meletakkan data yang akan di print.
Jika kita telah mengisi form inputan dan kemudian menekan tombol PRINT, maka data pada Sheet "DATA" akan ter-print sesuai dengan jumlah
halaman pada form inputan.

Dan untuk memulai tutorial ini, anda sebaiknya telah membaca tutorial yang ada pada link "Baca dulu".

Oke, kita anggap semua sudah membaca tutorial diatas.


Mari kita mulai tutorial dengan mengikuti semua segmennya, yaitu:

1. Meyiapkan Layout.
2. Membuat Program.
3. Membuat Button Print.

Yuk, kita mulai yang pertama:

1. Meyiapkan Layout.
Biar project kita ini keliatan keren, maka kita buat lay-out yang sedikit rapi lah. Dan saya sarankan untuk mengikuti sama persis lay-out gambar
berikut:

Jadi, kita butuh tempat inputan untuk Dari Halaman berapa, Sampai Halaman berapa dan Mau di print berapa banyak?
Dan di project kita ini, kita membutuhkan 2 Sheet. Sheet pertama (Sheet "Front") untuk meletakkan Button dan Inputan. Dan sheet kedua
(Sheet "Data") untuk meletakkan data yang akan di print.
Lihat gambar berikut:

Sheet kedua akan terdiri beberapa page sesuai settingan masing-masing. Berikut adalah gambar Sheet "Data" yang saya zoom out sehingga
nampak beberapa page.
Page pada Excel adalah jumlah halaman pada sebuah Sheet yang terbagi sesuai setting page break.

2. Membuat Program.
Setelah lay-out selesai, saatnya kita buat program. Silahkan buka VB Editor.
Selanjutnya, klik 2 kali pada Sheet1 agar muncul code editor.

Selanjutnya, pada code editor yang terbuka, copy code berikut:

Sub testprint()
printDari = Worksheets(1).Cells(2, 3).Value
printSampai = Worksheets(1).Cells(4, 3).Value
jumHalaman = Worksheets(1).Cells(6, 3).Value
If (printDari "") And (printSampai "") And (jumHalaman "") Then
Worksheets(2).PrintOut From:=printDari, To:=printSampai, copies:=jumHalaman
Else
MsgBox "Isi Halaman yang akan di print"
End If
End Sub

3. Membuat Button Print.


Program sudah dibuat. Selanjutnya adalah membuat Button (Tombol) untuk memerintahkan Print.
Insert Button Controls Form (ingat, Controls Form ya.. BUKAN ActiveX Button).

Saat kita insert Button, maka kita akan diminta untuk memilih Macro (Assign Macro).
Pilih Macro yang sebelumnya telah kita buat (testprint). Dan klik OK.

Dan.. Selesai sudah..!

Beri nama Print pada Button dan tampilan akhirnya akan seperti ini:

Nah, sekarang, silahkan coba klik Button yang telah kita buat. Jangan lupa untuk mengisi data pada Sheet "Data". Pastikan printer telah
terhubung dan telah di setup.

Dan seharusnya, saat kita klik Button Print, maka printer akan mulai mencetak halaman yang kita tentukan.

Nah.. Sampai disini dulu yah.. See Yaa..

Mengenal PivotTable
Ditulis Oleh: Dedy E Hutauruk | 05.42 | Excel | 0 komentar
Jika Anda memiliki sejumlah data yang besar dan terdiri atas banyak kolom (field), tentu dari data itu banyak makna yang dapat disimpulkan. Namun
demikian, akan sulit bila Anda harus menyimpulkan kecenderungan apa yang terjadi, perbandingan antara suatu field dengan field yang lain, perulangan
data, hubungan perulangan data dalam suatu periode. Untuk melakukan analisa yang jelas diperlukan pengelompokan, pengurutan, serta pengolahan data
sesuai spesifikasi yang diperlukan. Microsoft Excel telah menyediakan sarana pengelolaan data berupa Sorting (pengurutan data), Filter (penyaringan data),
dan Sub Total (pengelompokan dan perhitungan data)1. Namun, jika fasilitas tadi belum mencukupi kebutuhan Anda dalam menganalisa data, maka ada
suatu sarana yang hebat dari Excel disebut PivotTable

Ketik data seperti gambar berikut:

Sekarang kita ingin mengetahui berapa total penjualan buku setiap tanggal dari setiap sales dengan
menggunakan Pivot Table
- Sorot range A2 sampai C12
- Klik [Data] pada Menu Bar lalu klik [PivotTable and PivotChart Report]

Akan muncul gambar berikut

- Secara default option button [Microsoft Office Excel list or database]


dan PivotTable dipilih
- Jika ingin disertai dengan Chart maka klik pada option button PivotChart report
- Klik [Next]
- Muncul kotak dialog PivotTable dan PivotChart Wizard dan Range A2:C12 disorot

- Klik [Next]
Muncul kotak dialog berikut

- Klik [Layout]

- Drag [Tgl] ke area [Row]


- Drag [Sales] ke area [Row]
- Drag [Jml] ke area [Column] atau [Data]

Notes
Dalam PivotTable data yang bersifat hitungan, contoh: Jumlah ,Average dll diletakkan pada area Column. Sedangkan data yang sifatnya
nama,tanggal,keterangan dll diletakkan pada area Row

- Kemudian klik [OK]


- Muncul kotak dialog berikut

- Ada 2 option button, [New worksheet] jika Pivot akan diletakkan pada
sheet baru dan [Existing worksheet] jika Pivot akan diletakkan pada sheet yang sama dengan data tadi
- Sebagai contoh klik option button [New worksheet]
- Maka hasil akhirnya adalah seperti gambar berikut

- Untuk tampilan lain coba drag tulisan [Sales] ke [Total] ==> Timpa
- Maka hasilnya akan seperti ini

Perhatikan tanda panah pada combo box [Tgl] dan [Sales], coba anda klik

Anda dapat memilih salah satu Sales yang ingin dilihat. Fungsinya
seperti Auto Filter. Untuk menghilangkan tanda Check List terlebih dahulu klik pada [Show All], setelah itu pilih satu atau lebih nama Sales
Cukup jelas kah bahasan mengenai penggunaan PivotTable ini?
Jika ada yang kurang jelas silahkan diskusikan dengan saya dengan meninggalkan komentar

Cara Menjalankan Macro


Ditulis Oleh: Dedy E Hutauruk | 07.46 | Macro Dasar | 0 komentar
Pada artikel terdahulu sudah saya tulis cara menjalankan Macro adalah dengan cara:
- Dari menu bar Visual Basic Editor (VBE) dengan mengklik [Run] - [Run Sub/UserForm F5]

- Dari menu bar Visual Basic Editor (VBE) dengan menekan tombol F8 beberapa kali untuk Melihat Macro Bekerja Step by Step atau line demi line

Kedua cara di atas adalah melalui Visual Basic Editor. Tentu saja ini agak riskan jika pemakai Macro anda harus selalu masuk ke VBE. Karena bisa jadi
Macro yang anda buat, secara sengaja ataupun tidak sengaja bisa "tersentuh" dan berubah yang mengakibatkan kesalahan pada program.
Menjalankan Event pada Macro yang paling banyak digunakan adalah melalui Tombol (Button) Tombol ini umumnya di tempatkan pada Worksheet dan
UserForm. Untuk menjalankan Event cukup hanya dengan mengklik tombol ini

Note
Event adalah:
Kejadian yang timbul akibat prosedur VBA (Macro) dijalankan, adapun contoh Event adalah Menghapus range, Membuka file,Mengcopy range, Mengcopy
sel dll

Kembali ke awal tadi, bagaimana menjalankan Macro selain 2 cara yang di atas tadi? Pertama- tama siapkan sebuah kode sebagai bahan untuk latihan,
kodenya adalah sbb:
Sub Latihan()
Range("A1").Value = 10
Range("A2").Value = 15
Range("A3").Formula = "=A1+A2"
Range("A1").Select
End Sub

CARA 1
- Dari menu bar Sheet1 Excel klik [Tools] - [Macro] - [Macros]
- Akan muncul seperti Gambar 1 berikut

- Lalu klik tombol Run, maka Macro akan dieksekusi


yaitu muncul angka pada selA1=10,A2=15 dan A3=25
CARA 2
- Hapus angka terdapat pada SeL A1,A2 dan A3
- Dari menu bar Sheet1 Excel klik [Tools] - [Macro] - [Macros]
- Perhatikan Gambar 1 lalu klik tombol Options
- Lalu akan muncul gambar berikut

- Pada kotak Ctrl+Shift ketikkan huruf S besar lalu klik OK


- Sekarang tekan Ctrl+Shift+S bersamaan, maka Macro akan dieksekusi
Untuk cara lainnya Klik disini

Modul Dan Prosedur


Ditulis Oleh: Dedy E Hutauruk | 05.59 | Macro Dasar | 0 komentar
Modul adalah tempat prosedur diletakkan

Prosedur adalah: Unit kode yang diapit atau terletak diantara statement Sub dan End Sub dan statement Function dan End Function
Contoh 1
Sub Test()
Range ("A1").Value = 20
End Sub
Contoh 2
Function Test()
Range ("A1").Value = 20
End Function
Kedua prosedur di atas jika dijalankan akan sama-sama menghasilkan nilai 20 pada sel A1

Prosedur dalam Visual Basic Application mempunyai 2 lingkup.Yaitu lingkup PRIVATE dan PUBLIC
A. Lingkup PRIVATE
Sebuah prosedur dengan menggunakan lingkup PRIVATE, hanya dapat di akses dan mengakses prosedur lain tetapi hanya dalam satu modul yang sama
(lihat gambar-1)

Keempat prosedur diatas berada dalam satu modul yang sama.Yaitu Module1 Jika Test1 kita jalankan maka akan menghasilkan nilai 1 pada sel A1,
demikian juga Test2 dan Test3 akan menghasilkan nilai 1 pada sel A2 dan A3.
Bagaimana dengan Test4?
Test4 jika dijalankan akan menjalankan Test2 (Call Test2) yaitu menghasilkan nilai 1 pada sel A2 . Private Sub Test4() akan berfungsi karena yang di akses
(dipanggil) yaitu Private Sub Test2() berada dalam satu modul
Note: Agar lebih jelas, gunakan F8 untuk menjalankan prosedur . Lihat postinganMelihat Macro Bekerja Step By Step
- Sekarang tambahkan sebuah modul, dengan cara klik [Insert] lalu klik [Module]
- Di Jendela Kode Module2 Cut Copy kan Test2 yang di Module1 (lihat gambar-2)

Kembali ke jendela kode Module 1


Letakkan kursor di Test4, lalu jalankan prosedur, apa yang terjadi?
Akan muncul pesan ERROR seperti gambar-3, karena Test2 yang di call berada pada modul yang lain (module2)

B. Lingkup PUBLIC
Lingkup PUBLIC adalah kebalikan dari Lingkup PRIVATE. Lingkup PUBLIC dapat diakses dan mengakses prosedur ke semua modul dalam satu Workbook
Kembali ke gambar-2
- Di Module1 =>Private Sub Test4() ganti dengan Public Sub Test4(),
- Di Module2 =>Private Sub Test2() ganti dengan Public Sub Test2(),
Sekarang jalankan prosedur Private Sub Test2, dan lihat hasilnya.Angka 1 akan muncul di sel A2

Melihat Macro Bekerja Step By Step


Ditulis Oleh: Dedy E Hutauruk | 00.01 | Macro Dasar | 0 komentar
Dalam membuat suatu program, ada 3 hal penting yang pasti dikerjakan oleh seorang Programmer
Yaitu:

Merencanakan dan membangun sebuah program

Membuat Design nya

Menguji atau test hasil program

Demikian juga untuk Macro Excel ini, ketiga hal di atas pasti akan anda temui setiap kali anda akan membuat suatu program yang berbasiskan bahasa
Macro. Dari ketiga komponen diatas maka faktor terbesar adalah menguji hasil program anda dari mulai awal, pertengahan hingga selesai seutuhnya. Anda
harus menguji setahap demi setahap supaya segera tahu dimana hal-hal yang harus segera diperbaiki
Nah..untuk mengujinya maka kita harus bisa tahu bagaimana Macro itu bekerja Step By Step

Langkah pertama
- Masuk ke jendela kode lalu copykan kode berikut ini:
Sub Lihat()
Range("A1").Value = 10
Range("B1").Value = 15
Range("C1").Value = Range("A1").Value + Range("B1").Value
Range("A1").Select
End Sub

- Atur jendela supaya Jendela Kode dan Sheet Excel terlihat bersamaan
Caranya:
Pada menu bar Visual Basic Editor klik [Window] kemudian [Tile Vertically] Atur posisi dan besarnya supaya terihat seperti gambar berikut :

Langkah Kedua
- Pada sheet Excel taruh sel aktif di sel A1
- Pada Jendela Kode klik dimana aja

Langkah ketiga
- Tekan F8 ===> lihat gambar berikut:

Ada tanda panah kuning dan Sub Lihat() di sorot


warna kuning sebagai step pertama Macro bekerja.Perhatikan pada sheet Excel belum terjadi apa-apa
- Tekan F8 kembali ===> lihat gambar berikut

Tanda panah begerak ke line 2 dari kode. Di Sheet


Excel belum terjadi apa-apa
- Tekan F8 kembali ===> lihat gambar berikut

Panah kuning bergerak ke line 3, dan di Sheet Excel


sel A1 muncul angka 10
- Tekan F8 kembali ===> lihat gambar berikut

Panah kuning bergerak ke line 4, dan di Sheet Excel


sel B1 muncul angka 15
- Tekan F8 kembali ===> lihat gambar berikut

Panah kuning bergerak ke line 5, dan di Sheet Excel


sel C1 muncul angka 25
sebagai hasil penjumlahan Sel A1 + Sel B1
- Tekan F8 kembali ===> lihat gambar berikut

Panah kuning bergerak ke line 6, dan di sel aktif


kembali ke Sel A1 sebagai akibat dari perintah Range("A1").Select
Jadi beginilah Macro bekerja Step By Step
Sekarang coba anda ganti kode line 2 sbb:
Range("A1").Valu = 10 ==>Value menjadi Valu
Tekan F8 3X maka pada F8 yang ke tiga akan muncul pesan berikut

Karena Valu tidak dikenal oleh VBA

Menambahkan Sebuah Macro


Ditulis Oleh: Dedy E Hutauruk | 00.48 | Macro Dasar | 1 komentar
Sebagian besar Macro dirancang dan dikembangkan pada Jendela Kode.Untuk latihan kali ini kita akan membuat suatu prosedur Macro sederhana untuk
lebih memperdalam dasar-dasar pengenalan Macro anda
- Buka sheet Excel
- Tekan [Alt-F11] untuk masuk ke Visual Basic Editor
- Klik ganda Sheeet1(Sheet) pada Jendela Project
- Pada jendela kode ketik Sub Test() kemudian Enter
- Maka otomatis kita akan mendapatkan 2 line kode sbb
Sub Test()
End Sub

Note:
- Huruf "S" pada Sub Test otomatis akan muncul huruf besar "S" walaupun anda mengetikkan dengan huruf "s" kecil.Demikian juga untuk kode-kode yang
dikenal VBE yang lainnya.Huruf kecil secara otomatis akan berubah menjadi huruf besar.Jadi anda tidak usah repot-repot untuk mengganti huruf awal
dengan huruf besar

Sekarang mari kita lanjutkan lagi:


- Tambahkan kode diantara 2 line kode tadi sehingga menjadi seperti ini
Sub Test()
Sheets("Sheet1").Select
Range("C1").Select
Do Until Selection.Offset(0, -2).Value = ""
Selection.Value = Selection.Offset(0, -2).Value & " " & Selection.Offset(0, -1)
Selection.Offset(1, 0).Select
Loop

Range("A1").Select
End Sub

- Untuk lebih mudahnya, Copy paste saja kode diatas ke Jendela kode anda
Keterangan

kode:

Kode diatas artinya adalah menggabungkan kata yang terdapat pada kolom A dan kata yang terdapat pada kolom B dan hasil penggabungannya berada di
kolom C.Prosedur akan berjalan terus selama ada kata di sel kolom A. Prosedur akan berhenti sampai data terakhir di kolom A

- Tekan [Alt -F11] untuk kembali ke Excel


- Sekarang ketik 5 buah nama di kolom A (Sel A1:A5) dan 5 buah nama di kolom B (Sel B1:B5)
Lihat gambar

- Tekan [Alt-F11] untuk kembali ke Visual Basic Editor


- Jalankan Macro ini dengan cara klik [Run] - [Run/Sub UserForm F5]
- Tekan [Alt -F11] untuk kembali ke Excel dan lihat apa yang terjadi (Lihat Gambar)

- Hasilnya nama di kolom A dan B bergabung di kolom C dengan spasi


tentunya.Spasi

ini

Selection.Value
-

ada

Selection.Offset(0,

Sekarang

Selection.Value

sebagai

coba
=

akibat

-2).Value &
ganti

"
kode

Selection.Offset(0,

Maka hasilnya akan menjadi seperti ini: Penggabungan tanpa spasi

- Kembalikan lagi ke kode awal


- Hapus semua hasil penggabungan (Kolom C) kemudian nama Duma di kolom A (Lihat gambar)

- Kembali ke VBE [Alt - F11] lalu jalankan Macro nya


- Maka hasilnya menjadi seperti ini

"

dari
& Selection.Offset(0,

nya

dengan

-2).Value & Selection.Offset(0,

kode
-1)
ini:
-1)

Sesuai dengan yang saya tulis diatas tadi, Prosedur akan berhenti sampai data terakhir di kolom A , artinya data tidak boleh LONGKAP
Cukup jelas?

Anda mungkin juga menyukai