Anda di halaman 1dari 11

KONSEP ORGANISASI DAN MANAJEMEN

PELAYANAN KESEHATAN

Pendahuluan
Mendapatkan pelayanan kesehatan merupakan hak setiap orang dan dijamin
dalam undang-undang dasar negara Republik Indonesia tahun 1945. Untuk itu layanan
kesehatan akan senantiasa dipengaruhi oleh perkembangan ilmu pengetahuan kesehatan,
kemajuan teknologi, serta kehidupan sosial ekonomi masyarakat (Dep kes RI, 2009)
Penyelenggaraan layanan kesehatan didirikan dengan mendasari mudah diakses
masyarakat, memberikan perlindungan terhadap keselamatan pasien, masyarakat,
lingkungan layananan kesehehatan serta sumber daya dari layanan kesehatan.
I. Organisasi
a. Pengertian organisasi
Organisasi berasal dari kata organon. Dalam bahasa Yunani berarti alat.
Beberapa ahli menyatakan bahwa:
1. Chester I. Barnad (1938) menyatakan bahwa organisasi adalah sistem kerja
sama antara dua orang atau lebih
2. James D. Mooney menyatakan bahwa organisasi adalah setiap bentuk kerja
sama untuk mencapai tujuan bersama
3. Dimock menyatakan bahwa organisasi adalah perpaduan secara sistematis
daripada bagian-bagian yang saling ketergantungan/berkaitan untuk
membentuk suatu kesatuan yang bulat melalui kewenangan, koordinasi , dan
pengawasan dalam usaha mencapai tujuan yang telah ditentukan
Dengan kata lain pengertian organisasi adalah sarana untuk melakukan
kerjasama antara orng-orang dalam rangka mencapai tujuan bersama dengan
mendayagunakan sumber daya yang dimiliki (Saleha dan Satrianegara; 2009)
b.

Tujuan organisasi
Tujuan adalah suatu hasil akhir, titik akhir atau segala sesuatu yang akan
dicapai. Sebelum organisasi menentukan tujuannya, terlebih dulu menetapkan
Visi dan misi organisasi.
a) Visi merupakan pernyataan untuk memandang masa depan organisasi
dalam perspektif yang lebih luas.
Visi organisasi merupakan :
1. nilai-nilai, aspirasi dan tujuan yang merupakan pernyataan mendasar.
2. Suatu mimpi atau wujud organisasi yang akan datang
b) Misi adalah suatu pernyataan umum tentang maksud organisasi.
Misi organisasi merupakan kerangka kerja dengan memaksimalkan tujuan
serta memaksimalkan kegiatan organisasi serta keputusan.
Di dalam misi ini akan mencakup identitas produk, pasar dan pandangan
teknologi dari organisasi dan meliputi maksud, desain dan arah tujuan yang

memberikan indikasi karakter fundamentasl dan peran organisasi. Menurut


Pierce dan David, statemen misi akan mencakup :
1. Target pelanggan dan pasar
2. Prinsip produk dan jasa pelayanan
3. Domain geografis
4. Teknologi inti
5. Berhubungan dengan survival, pertumbuhan dan keuntungan
6. Filosofi perusahaan
7. Konsep organisasi itu sendiri
8. Imaginasi publik yang diharapkan (Wijono, 1999)
Tujuan organisasi dinyatakan sebagai :
1. Suatu pernyataan tentang keadaan yang diinginkan dimana organisasi
bermaksud untuk merealisasikan
2. Pernyataan tentang keadaan di waktu yang akan datang di mana organisasi
sebagai kolektifitas mencoba untuk mewujudkan
Dua unsur penting tujuan adalah :
1. Hasil akhir yang diinginkan di waktu mendatang
2. Usaha atau kegiatan yang diarahkan
Tujuan sebuah organisasi dapat berupa tujuan umum maupun khusus.
c.

Prinsip organisasi
Sebuah organisasi dalam menjalankan roda keorganisasiannya harus
mempunyai prinsip-prinsip organisasi. Adapun prinsip-prinsip tersebut adalah:
1. Mempunyai pendukung
Pendukung yang dimaksud di sini adalah setiap orang yang bersepakat
membentuk organisasi.
Misal dalam sebuah Rumah sakit, pendukung tersebut antara lain dokter,
bidan, perawat, maupun tenaga non medis.
2. Mempunyai tujuan
Organisasi dibentuk atas dasar adanya tujuan yang ingin dicapai, dengan
demikian tidak mungkin suatu organisasi tanpa adanya tujuan.
Misalnya, organisasi pelayanan kesehatan seperti rumah sakit dan
puskesmas sebagai suatu organisasi, mempunyai tujuan yang ingin dicapai
antara lain, memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan lain lain
3. Mempunyai kegiatan
Agar tujuan organisasi tercapai, diperlukan adanya berbagai kegiatan.
Misalnya pelayanan dan pemeriksaan pasien
4. Mempunyai pembagian tugas
Suatu organisasi, untuk mencapai tujuannya, melakukan berbagai aktivitas
atau kegiatan. Agar kegiatan tersebut dapat berjalan optimal maka dilakukan
pembagian tugas/pekerjaan yang didasarkan kepada kemampuan dan
keahlian dari masing-masing pegawai.
5. Mempunyai perangkat organisasi
2

Perangkat organisasi biasa dengan satuan departemen maupun sub ordinate.


Setiap perangkat organisasi ini harus mempunyai fungsi dan wewenang
yang jelas. Sehingga dikenal dengan prinsip fungsionalisasi.
6. Mempunyai pendelegasian wewenang
Seorang pemimpin mempunyai kemampuan terbatas dalam menjalankan
pekerjaannya, sehingga perlu dilakukan pendelegasian/perpanjangan tangan
wewenang kepada bawahannya. Pejabat yang diberi wewenang harus dapat
menjamin tercapainya hasil yang diharapkan. Dalam pendelegasian,
wewenang yang dilimpahkan meliputi kewenangan dalam pengambilan
keputusan, melakukan hubungan dengan orang lain, dan mengadakan
tindakan tanpa minta persetujuan lebih dahulu kepada atasannya lagi
7. Mempunyai kesinambungan kegiatan, kesatuan perintah dan arah
Keseimbangan antara struktur organisasi yang efektif dengan tujuan
organisasi. Dalam hal ini, penyusunan struktur organisasi harus sesuai
dengan tujuan dari organisasi tersebut. Tujuan organisasi tersebut akan
diwujudkan melalui aktivitas/ kegiatan yang akan dilakukan. Organisasi
yang aktivitasnya sederhana (tidak kompleks) contoh koperasi di suatu desa
terpencil, struktur organisasinya akan berbeda dengan organisasi koperasi
yang ada di kota besar. Dalam hal ini, seseorang hanya menerima perintah
atau bertanggung jawab kepada seorang atasan saja (Azwar, 1999)
d. Bentuk organisasi dan bagan organisasi
Pada dasarnya bentuk organisasi ada 6. Yaitu:
a) Organisasi lini
Organisasi lini atau garis merupakan bentuk organisasi yang di dalamnya
terdapat garis wewenang yang menghubungkan langsung secara vertikal
antara bawahan dan atasan.
Ciri-ciri organisasi lini adalah:
1. Jumlah karyawan sedikit
2. Sarana dan alat terbatas
3. Hubungan antara atasan dan bawahan langsung
4. Bentuk lini dapat dilihat pada perusahaan perorangan, dimana pemilik
perusahaan merupakan top manajer
Adapun keuntungan dan kerugian bentuk organisasi lini adalah:
1. Keuntungannya :
a) Atasan dan bawahan dihubungkan dalam satu garis komando
b) Rasa pengertian antar anggota tinggi
c) Keputusan yang diambil cepat
d) Pengawasan dan koordinasi mudah
e) Disiplin dan loyalitas tinggi
2. Kerugiannya :
a) Pengembangan kreatifitas karyawan terhambat
b) Tujuan top manajer sulit dibedakan dengan tujuan organisasi
3

c) Tendensi kepemimpinan otokratis


Salah satu contoh layanan kesehatan yang menggunakan bentuk
organisasi lini adalah BPS. Bagan organisasi lini dapat dilihat seperti
contoh di bawah ini:

Direktur

Manajer

Ka bag

Ka bag

Manajer

Ka bag

Ka bag

b) Organisasi fungsional
Organisasi fungsional merupakan organisasi dimana kewenangan tertinggi
dilimpahkan pada kepala bagian yang mempunyai jabatan fungsional
untuk dikerjakan kepada para pelaksana dan mempunyai keahlian khusus.
Adapun ciri organisasi fungsional adalah:
1. Organisasi kecil
2. Di dalamnya terdapat kelompok-kelompok kerja staf ahli
3. Spesialisasi dalam pelaksanaan tugas
4. Target yang akan di capai jelas dan pasti
5. Pengawasan dilakukan secara ketat
Adapun keuntungan dan kerugian bentuk organisasi fungsional adalah:
1. Keuntungan
1. Program terarah,jelas dan cepat
2. Anggaran, personalia, dan sarana tepat dan sesuai
3. Kenaikan pejabat fungsional cepat
2. Kerugian
a) Pejabat fungsional sulit mengikuti prosedur administrasi
b) Koordinasi sulit dilaksanakan
c) Pangkat pejabat fungsional lebih tinggi dibandingkan kepala unit
sehingga sulit dilakukan pengawasan
Salah satu contoh organisasi fungsional adalah organisasi Rumah
Sakit
4

Direktur

Pelayanan

SMF bedah

c)

Umum

SMF Mata

Ambulance

Jenazah

Organisasi lini dan staff


Organisasi lini dan staff merupakan organisasi dimana pelimpahan
wewenang secara vertikal dan berasal dari puncak pimpinan kepada
kepala bagian, staf yang di tempatkan tidak mempunyai wewenang
memerintah tetapi sebagai penasihat.
Ciri-ciri organisasi lini dan staff:
1. Hubungan atasan dan bawahan tidak sepenuhnya secara langsung

Direktur
Staff

Staff

Staf

Staff
Ka bag

pelaksana

pelaksana

Ka bag

pelaksana

pelaksana

d) Organisasi fungsional dan lini


Bentuk organisasi dimana wewenang dari pimpinan tertinggi dilimpahkan
kepada kepala bagian di bawahnya yang mempunyai keahlian tertentu
5

serta sebagian dilimpahkan kepada pejabat fungsional yang koordinasinya


diserahkan kepada kepala bagian.
Adapun ciri-ciri organisasi fungsional dan lini :
1. Tidak nampak pembedaan tugas pokok dan bukan tugas pokok
2. Spesialisai praktis terdapat pada pejabat fungsional
3. Pembagian kerja dan kewenangan tidak membedakan perbedaan
eselon
Keuntungan organisasi fungsional dan lini:
1. Solidaritas tinggi
2. Disiplin tinggi
3. Produktivitas tinggi
4. Pekerjaan tidak teknis dan tidak rutin tidak dikerjakan
Kerugian organisasi fungsional dan lini:
1. Kurang fleksibel dan tour of duty
2. Pejabat fungsional akanmengalami
dikoordinasi lebih dari satu orang
3. Spesialisasi memberikan kejenuhan

kebingungan

karena

Salah satu contoh organisasi yang menggunakan organisasi fungsional


dan lini adalah sekolah
Sekolah

KABAG ADM DAN KEUANGAN

e)

BAAK

manajemen

akuntansi

Guru/dosen

dosen

Studi pembangunan
dosen

Organisasi matrik

Organisasi ini sering disebut organisasi projek yaitu dimana penggunaan


struktur organisasi menunjukkan para spesialis yang mempunyai
ketrampilan dimasing-masing bagian dari kegiatan
organisasi
dikumpulkan lagi menjadi satu untuk mengerjakan suatu projek yang akan
diselesaikan.

General manajer

Riset &pengembangan

Projek manajer A

Administrasi kontrak

Kel riset & pengembangan


Kel adm kontrak

Projek manajer B

Kel riset & pengembangan Kel adm kontrak

f)

pembelian

Kel pembelian

Kel pempelian

rekayasa

Kelompok rekayasa

Kelompok rekayasa

Organisasi Komite
Organisasi komite merupakan bentuk organisasi di mana tugas
kepemimpinan dan tugas tertentu dilaksanakan secara kolektif oleh
kelompok pejabat yang berupa komite atau dewan dengan pluralistik
manajemen
Organisasi komite terdiri dari :
1. Pimpinan komite
2. Staff commite
Keuntungan organisasi komite
1. Ada musyawarah pemegang saham dan dewan
2. Kepemimpinan bersifat otokratis sangat kecil
3. Pengembangan karier terjamin

Kerugian organisasi komite :


1. Proses decession sangat lamban
2. Biaya operasional sangat tinggi
7

3. Kalau ada masalah seringkali terjadi penghindaran siapa yang


bertanggung jawab.
II. Manajemen
a. Pengertian manajemen
Manajemen merupakan ilmu dan seni merencanakan dan mengorganisasikan,
mengarahkan maupun mengoordinasikan maupun mengawasi kegiatan dengan
menggunakan alat bantu agar tujuan organisasi tercapai.
Manajemen sendiri merupakan kegiatan yang dapat digambarkan dalam prosesn
manajemen

input

Proses

output

organizing, leading dan controlling


Manusia, modal, money, metode,Planning,
serta materials
Hasil yang optimal

Menurut para ahli manajemen :


1) G.R. Terry manajemen adalah suatu proses atau kerangka kerja, yang
melibatkan bimbingan atau pengarahan suatu kelompok orang-orang kearah
tujuan-tujuan organisasional atau maksud-maksud yang nyata.
2) Mary Parker Follet manajemen adalah suatu seni untuk melaksanakan suatu
pekerjaan melalui orang lain.
3) James A.F.Stoner, manajemen adalah suatu proses perencanaan,
pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian upaya anggota organisasi
dan menggunakan semua sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang
telah ditetapkan
b. Fungsi manajemen
Fungsi manajemen merupakan perincian dari kegiatan yang dilakukan oleh
manajer dalam mengelola organisasi. Secara garis besar fungsi manajemen
terbagi dalam 5 bagian, yaitu :
a) Planning
Planning merupakan pemilihan fungsi alternatif melalui proses yang rasional
untuk pengambilan keputusan. Sehingga diperlukan penentuan serangkaian
tindakan untuk mencapai suatu hasil yang diinginkan.
Pembatasan planning dengan penetapan jawaban kepada enam pertanyaan
berikut :
i. Tindakan apa yang harus dikerjakan ?
ii. Apakah sebabnya tindakan itu harus dikerjakan ?
8

iii. Di manakah tindakan itu harus dikerjakan ?


iv. kapankah tindakan itu harus dikerjakan ?
v. Siapakah yang akan mengerjakan tindakan itu ?
vi. Bagaimanakah caranya melaksanakan tindakan itu
b) Organizing
Organizing merupakan kegiatan dalam menentukan macam dan jumlah
kegiatan yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan organisasi.
Ada 4 hal yang penting dalam organizing antara lain:
1. Staffing
Staffing merupakan salah satu fungsi manajemen berupa penyusunan
personalia pada suatu organisasi sejak dari merekrut tenaga kerja,
pengembangannya sampai dengan usaha agar setiap tenaga memberi daya
guna maksimal kepada organisasi
2. Delegation of autority
Suatu bentuk pendelagasian wewengan dari atasan kepada bawahannya
dengan struktur organisasi maupun kedudukan bawahan/kemampuan
3. Departemenisasi
pengelompokan kegiatan yang sejenis yang kemudian dipisahkan dengan
kegiatan yang lain yang mempunyai koordinasi untuk bekerja sama
4. Personalia
Kepegawaian merupakan hal penting dalam organisasi yang dikaitkan
hubungan antara atasan dan bawahan baik bersifat formal maupun non
formal.
c) Directing
Directing
atau
pengarahan
(actuating-leading-commanding)
merupakan kegiatan yang khusus ditujukan untuk mengatasi dan mengarahkan
bawahan.
Directing atau Commanding adalah fungsi manajemen yang
berhubungan dengan usaha memberi bimbingan, saran, perintah-perintah atau
instruksi kepada bawahan dalam melaksanakan tugas masing-masing, agar
tugas dapat dilaksanakan dengan baik dan benar-benar tertuju pada tujuan
yang telah ditetapkan semula.

Pekerjaan leading meliputi lima kegiatan yaitu :


1. Mengambil keputusan
2. Mengadakan komunikasi agar ada saling pengertian antara manajer
dan bawahan.
9

3. Memeberi semangat, inspirasi, dan dorongan kepada bawahan


supaya mereka bertindak.
4. Memilih orang-orang yang menjadi anggota kelompoknya
5. Memperbaiki pengetahuan dan sikap-sikap bawahan agar mereka
terampil dalam usaha mencapai tujuan yang ditetapkan
Ada dua hal yang mampu membuat karyawan bekerja dengan giat
yaitu:
1. Komunikasi
Komunikasi yang dimaksud merupakan komunikasi antara
atasan dengan bawahan. Komunikasi yang dibangun diharapkan
mampu mencerminkan kejelasan berita ataupun perintah
2. Motivasi
Motivating atau pemotivasian kegiatan merupakan salah satu
fungsi manajemen berupa pemberian inspirasi, semangat dan
dorongan kepada bawahan, agar bawahan melakukan kegiatan
secara suka rela sesuai apa yang diinginkan oleh atasan
(Donnely, 1983)
d) Coordinating
Coordinating atau pengkoordinasian merupakan salah satu fungsi manajemen
untuk melakukan keseuaian berbagai kegiatan agar tidak terjadi kekacauan,
percekcokan, kekosongan kegiatan, dengan jalan menghubungkan,
menyatukan dan menyelaraskan pekerjaan bawahan sehingga terdapat kerja
sama yang terarahdalam upaya mencapai tujuan organisasi
e) Controlling
Controlling atau pengawasan, sering juga disebut pengendalian adalah salah
satu fungsi manajemen yang berupa mengadakan penilaian, bila perlu
mengadakan koreksi sehingga apa yang dilakukan bawahan dapat diarahkan
ke jalan yang benar dengan maksud dengan tujuan yang telah digariskan
semula.
Fungsi pengawasan mempunyai 3 kegiatan yang harus dikerjakan:
1. Menetapkan standar yang dipakai
2. Membandingkan pelaksanaan dengan standar
3. Melakukan koreksi

c. Tingkatan manajemen

10

Jenjang

manajemen

pada

dasar

terbagi

menjadi

Dan di posisi paling bawah setelah manajer lini adalah karyawan (non employee
manajer)
d. Kemampuan manajerial

top
middl
lini

Menurut Henry Mintzberg bahwa


1. Kemampuan teknik merupakan kemampuan profesi yang digunakan dalam
spesialisasi lapangan pekerjaan
2. Kemampuan kemanusiaan merupakan kemampuan untuk bekerja dengan baik
dalam kelompok maupun secara individu
3. Kemampuan konseptual merupakan kemampuan untuk berfikir dan menyusun
konsep mengenai keadaan yang kompleks

11