Anda di halaman 1dari 17

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)

STUDI GEOLISTRIK PENYEDIAAN AIR BAKU TERSEBAR DI


WILAYAH SUNGAI DUMOGA - SANGKUB
Uraian Pendahuluan
1.

Latar Belakang

Air merupakan sumber daya alam yang sangat diperlukan oleh


manusia sepanjang masa dan menjadi bagian dari kebutuhan dasar
manusia yang sangat penting. Semua kegiatan kehidupan manusia dari
kebutuhan pangan hingga pertumbuhan industri memerlukan air
dengan jumlah yang cukup dan kualitas sesuai dengan kebutuhannya.
Pertumbuhan penduduk yang meningkat menyebabkan kebutuhan akan
air ikut meningkat, sementara kemampuan air untuk memberikan
pemenuhan atas kebutuhan masyarakat tidak naik (tetap).
Wilayah Dumoga Sangkub terjadi akibat ketidakmampuan air
permukaan dalam pemenuhan kebutuhan air baku (air untuk pertanian,
peternakan, kebutuhan domestik, dan kebutuhan lainnya). Untuk itu
diperlukan alternatif lain sebagai pengganti air permukaan yang salah
satunya adalah pemanfaatan air tanah.
Oleh karena itu, BWS Sulawesi I merencanakan pembangunan
infrastruktur air baku untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di lokasi
tersebut.

Guna mendapatkan data dan informasi teknis yang

representatif,

detail

serta

akurat,

perlu

dilakukan

kegiatan

penyelidikan pemetaan air tanah secara detail dan komprehensif


berupa penyelidikan geolistrik yang akan menjadi acuan dalam tahapan
pelaksanaan konstruksi selanjutnya. Sehingga pada Tahun Anggaran
2015 diadakan Studi Geolistrik Penyediaan Air Baku Tersebar di
Wilayah Dumoga - Sangkub.

2.

Maksud dan

Maksud dari kegiatan ini adalah untuk mengetahui gambaran umum

Tujuan

mengenai

geologi

bawah

permukaan,

terutama

batuan

yang

mengandung air tanah (akuifer) baik secara vertikal, horizontal serta


kemungkinan adanya penyusupan air payau-asin.

Tujuan kegiatan adalah untuk memperoleh gambaran umum mengenai

ketersediaan dan potensi air tanah yang dapat di eksploitasi di wilayah


studi, sehingga dapat digunakan sebagi alternatife perencanaan
penyediaan air baku.
Secara khusus, tujuan dilakukannya penyelidikan geolistrik ini adalah :

Mempelajari karakteristik lapisan batuan secara vertikal dan lateral,


terutama lapisan pembawa air (akuifer), guna mengetahui potensi
air tanah.

Membuat zonasi potensi air tanah dan kemungkinan terdapatnya


penyusupan air payau-asin di beberapa daerah di wilayah studi
berdasarkan tingkat kajian yang dilakukan.

Menentukan titik-titik lokasi

yang dianggap prospek untuk

dilakukan pemboran eksplorasi.

Menentukan kedalaman pemboran (rekomendasi) dari masingmasing titik (lokasi) yang telah disarankan

3.

Sasaran

Sasaran yang ingin dicapai yaitu tersedianya informasi data tentang


Potensi Air Tanah untuk memenuhi kebutuhan air baku daerah kritis air
yang tidak terjangkau oleh air permukaan

4.

Lokasi Kegiatan

Lokasi kegiatan adalah di Wilayah Kab. Bolaang Mongondow, Kota


Kotamobagu, Kab. Bolaang Mongondow Timur, Kab. Bolaang
Mongondow Utara dan kab. Bolaang Mongondow Selatan Propinsi
Sulawesi Utara.

5.

Sumber

Kegiatan ini dibiayai dari sumber pendanaan Anggaran Pendapatan

Pendanaan

dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2015. Dana untuk


pelaksanaan kegiatan ini sebesar Rp 654.970.000,- ( Enam Ratus Lima
Puluh Empat Juta Sembilan Ratus Tujuh Puluh Ribu Rupiah ) termasuk
PPN yang dilaksanakan selama 150 ( seratus lima puluh ) hari kalender

6.

Nama dan

Nama Organisasi Pejabat Pembuat Komitmen Layanan Penyedia Jasa

Organisasi

adalah PPK Perencanaan dan Program, Satker Balai Wilayah Sungai

Pejabat Pembuat

Sulawesi I, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian

Komitmen

Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat.

Uraian Penunjang

7.

Data Dasar

Peta Bakosurtanal Wilayah Kab. Bolaang Mongondow, Kota


Kotamobagu, Kab. Bolaang Mongondow Timur, Kab. Bolaang
Mongondow Utara, Kab. Bolaang Mongondow Selatan dan Kab.
Gorontalo Utara.

8.

Standar Teknis

Norma, standar, pedoman dan manual yang digunakan adalah yang


berlaku di Indonesia pada umumnya, serta teori/ kajian teknis yang
masih berlaku. Untuk pekerjaan ini dipakai SNI 03-2818-1992
tentang Metode Eksplorasi Air Tanah Dengan Geolistrik Susunan
Schlumberger yang diterbitkan oleh Puslitbang Sumber Daya Air
Kementerian Pekerjaan Umum. Apabila diperlukan perubahan
terhadap standar tersebut, harus dengan persetujuan direksi
pekerjaan.

9.

Studi-Studi
Terdahulu

10.

Referensi Hukum

Referensi hukum untuk pelaksanaan pekerjaan ini sesuai dengan


peraturan perundang-undangan yang berlaku

Ruang Lingkup

11.

Lingkup

Ruang lingkup dan volume pekerjaan ini adalah

Kegiatan

rangkaian tahapan kegiatan sebagai berikut :

mencapakup

a. Pekerjaan Persiapan
Pekerjaan persiapan meliputi : Pengumpulan peta-peta dan data serta
laporan

terdahulu, penyusunan rencana, metodologi pelaksanaan

dan pembuatan peta rencana kerja, penyiapan personil, bahan dan


peralatan serta formulir data-data.
b. Pekerjaan Lapangan dan Kantor / Studio
Pekerjaan di lapangan dan studio antara lain :
1. Melakukan pengukuran geolistrik yang tersebar di Kab. Bolaang
Mongondow, Kota Kotamobagu, Kab. Bolaang Mongondow
Timur, Kab. Bolaang Mongondow Utara dan kab. Bolaang

Mongondow Selatan.
2. Melakukan pengamatan posisi geografis

titik-titik pengukuran

geolistrik dengan menggunakan handyGlobal Positioning System


(GPS).
3. Melakukan pengamatan tinggi muka air dan pengukuran electrical
conductivity (EC) pada sumur-sumur gali di setiap lokasi
penyelidikan geolistrik.
4. Pembuatan peta

lokasi daerah penyelidikan yang dilengkapi

dengan titik-titik pengukuran geolistrik.


5. Evaluasi data-data pengukuran geolistrik mengenai kemungkinan
penyebaran lapisan pembawa air bawah tanah atau adanya rekahan
yang diduga mengandung air bawah tanah.
6. Melakukan

penghitungan

dan

penafsiran

data-data

hasil

pengukuran di lapangan dengan :


Pembuatan penampang tahanan jenis yang dikorelasikan
dengan kondisi geologi setempat.
Pembuatan peta batas atas akifer, ketebalan akuifer,
tahananjenis akuifer dan peta potensi akifer berdasarkan
nilai tahanan jenis pada daerah yang dianggap potensial.
Menggambarkan batas penyusupan air payau-asin.
7. Menyarankan pembuatan sumur bor dalam pada daerah yang
dianggap prospek
Secara rinci lingkup pekerjaan yang tercakup dalam kerangka acuan
ini dijelaskan sebagai berikut :
Pekerjaan Persiapan
Pekerjaan persiapan merupakan tahap kegiatan awal yang bermaksud
untuk menunjang tahapan berikutnya, yaitu pekerjaan lapangan
sehingga seluruh pekerjan ini dapat dilaksanakan sesuai dengan
Kerangka Acuan Kerja (KAK) dalam target waktu yang ditetapkan.
a. Pengumpulan Peta dan Data
Kegiatan ini dimaksudkan untuk memperoleh informasi teknis yang
berkaitan dengan air tanah yaitu

publikasi yang

menyangkut

kondisi topografi, geologi, hidrogeologi, photo udara, geofisika serta


data sumur bor ( debit, kedalaman, well log, posisi screen,
conductivity dan kualitas air) di daerah penyelidikan. Publikasi-

publikasi tersebut umumnya dari instansi Pemerintah dan Swasta


seperti : Pengembangan & Pengelolaan Air Tanah (P2AT)
Departemen Pekerjaaan Umum, Direktorat Geologi Tata Lingkungan
(DGTL) Bandung, LAPI-ITB Bandung, Dinas Pertambangan dan
Energi, Perusahaan pengebor ABT dan PDAM.
b. Penyusunan Rencana Kerja, Metodologi Pelaksanaan dan
Pembuatan Peta Rencana Kerja
Berdasarkan evaluasi dan analisis terhadap data sekunder yang telah
diperoleh, diharapkan pelaksana dapat menyusun Rencana Kerja
sehingga seluruh ruang lingkup pekerjaan ini dapat diselesaikan
dengan baik dalam kurun waktu yang telah ditetapkan.
c. Penyiapan bahan, Peralatan dan Personil
Pelaksana

harus

menyiapkan

peralatan

geolistrik

beserta

perlengkapannya yang cukup andal antara lain receiver dengan


resolusi 0.01 mV atau 10 V dan Power

250 Vdc atau lebih

sehingga dapat mendeteksi lapisan batuan hingga lebih 200 meter.


Konsultan pelaksana juga harus menyiapkan personil/ tenaga
pelaksana sesuai dengan persyaratan/kualifikasi, yaitu pendidikan
minimum D3 dengan pengalaman kerja lebih 10 tahun dibidang
eksplorasi geofisika baik eksplorasi air tanah, mineral logam maupun
geothermal.
d. Penyiapan Formulir Survey dan Isian Data
Sebelum mobilisasi peralatan dan personil ke lapangan , konsultan
harus menyiapkan format data dan kurva tahanan jenis semu
(apperent resistivity)
e. Review Hasil Identifikasi

Pekerjaan Lapangan

Tahapan pekerjaan lapangan meliputi beberapa hal, diantaranya


adalah :
a. Recognise / Orientasi Lapangan antara lain :
Menyiapkan base camp, peralatan dan kendaraan untuk survey
Koordinasi dengan proyek

Orientasi lapangan

b. Investigasi Kondisi Geologi, Hidrogeologi dan Pembuatan


Rencana Titik Pengukuran Geolistrik
Kajian geologi dimaksudkan untuk mengetahui kondisi penyebaran
litologi, singkapan batuan, kemiringan dan arah lapisan batuan (strike
dan dip ) serta struktur geologi secara lokal. Adapun kajian
hidrgeologi dimaksudkan untuk mengetahui aspek yang berhubungan
dengan potensi air tanah dan penyebaranya. Kedua kajian di atas
dipakai sebagai acuan sebelum dilakukan pengukuran geolistrik dan
sebagai dasar awal untuk konsep interpretasi data geolistrik. Hasil
investigasi ini secara umum juga akan sangat membantu menentukan
titik-titik pengukuran geolistrik, karena secara teknis jarak antara titik
pengukuran tidak linier terhadap jarak melainkan sangat tergantung
pada kondisi geologi dan hidrogeologi setempat.
c. Pengukuran Geolistrik dan Pengeplotan Data di Lapangan
Pengukuran geolistrik dilakukan berdasarkan rencana pengukuran
yang telah dibuat, dengan konfigurasi Schlumberger, dengan
setengah bentangan AB/2 =1.5 meter sampai dengan 400 meter,
kalau datanya dianggap belum cukup untuk interpretasi hingga
kedalaman lebih 180 meter, maka di beberapa titik duga perlu di
perpanjang hingga AB/2 mencapai 600 meter.
Jarak elektroda potensial (MN/2) 5 AB/2, over lapping diukur p ada
AB/2=12, 50 dan 300 meter atau bisa menggunakan MN.
Posisi geografis titik duga

juga diamati dengan menggunakan

handyGlobal Positioning System (GPS), sket lokasi harus dibuat


pada lembar kurva tahanan jenis semu (apperant resistivity) dengan
mencantumkan tempat-tempat yang mudah dikenali antar lain sungai,
jembatan, Km, kantor desa, sekolah, masjid, gereja, puskesmas dll.
Kalau ada sumur gali/sumur bor dekat lokasi titik duga harus diukur
electrical conductivity (EC) terutama daerah dekat pantai, agar
mudah mencari titik tersebut pada pekerjaan yang akan datang.
Disarankan untuk menuliskan jam pada saat mulai pengukuran dan
setelah selesai pengukuran pada sket lokasi guna memonitor tingkat
kelancaran pekerjaan, apabila terjadi kendala misalnya hujan, kabel

putus, agar di tuliskan.


Lokasi pengukuran harus menghindari sumber noise yang akan
mengganggu pengukuran, antara lain pipa air, gardu listrik, gardu
telepon, jaringan kabel tegangan tinggi, kalau tidak dihindari, maka
pengukuran harus memotong sumber noise noise, bukan sejajar.
Lokasi titik-titik pengukuran harus langsung diplot pada peta kerja
skala 1: 50.000 atau yang lebih besar. Dibeberapa daerah di Propinsi
Bengkulu belum seluruhnya tersedia peta rupa bumi yang diterbitkan
oleh BAKOSURTANAL, mungkin yang lain tersedia di Dinas
Topografi AD dengan sekala 1:50.000. Untuk itu pengeplotan dengan
penggambaran sket lokasi haruslah berskala.
Dalam hal pengambilan data, arus yang diinjeksikan ke dalam tanah
harus semakin besar dengan bertambahnya bentangan (AB/2),
sehingga signal per noiseratio tetap besar, dengan kata lain untuk
setengah bentangan (AB/2=300 meter atau lebih) sinyal yang
tertangkap diusahakan lebih dari 0.15 mV. Kalau hal ini sulit dicapai,
konsultan disarankan memperbanyak elektroda arus atau menyiram
air garam pada saat pengukuran.
Perhitungan a dan penggambarannya terhadap kedalaman

AB/2

harus langsung dikerjakan di lapangan setelah pengukuran beda


potensial dV dan arus I dikerjakan. Hal ini penting sekali karena
kalau ada kesalahan atau hasil pengukuran yang meragukan pada saat
itu pula dapat dilakukan pengukuran ulang, dan untuk mengetahui
apakah data pengukuran cukup dengan bentangan (AB/2= 300 atau
400 meter) atau harus ditambah hingga AB/2=600 meter.
d. Interpretasi Data Awal dan Validasi Data
Entry data dan interpretasi awal dilakukan setelah pengukuran hari
itu selesai, jika terdapat kejanggalan data maka harus dilakukan
validasi data atau pengukuran ulang hingga didapat data yang
representatif, seandainya pengukuran ulang menghasilkan data yang
sama maka pengukuran ulang harus digeser dari titik sebelumnya,
kalau hasilnya tetap dan tidak bisa diinterpretasi harus dapat
diterangkan secara teknis

e. Interpretasi Detail
Interpretasi detail dilakukan dengan menggunakan soft ware Resint.3
, (program standart yang digunakan pada Proyek Pengembangan Air
Tanah, Departemen PU tahun 1995)
f.

Survey Kondisi Sosial Ekonomi


Survey kondisi sosial ekonomi perlu dilakukan mengingat bahwa
kebutuhan air terhadap ketersediaan air sangat dipengaruhi oleh
populasi dan jenis aktifitas penduduk. Untuk itu diperlukan suatu
kajian tentang kondisi sosial dan ekonomi masyarkat di sekitar lokasi
studi.

g. Kegiatan Sosialisasi dengan Masyarakat (PKM)


Untuk mensosialisasikan tentang kegiatan ini, maka perlu dilakukan
diskusi sosialisasi / Pertemuan Konsultasi Masyarakat (PKM) yang
melibatkan aparat pemerintah daerah dan unsur masyarakat
setempat.
Diskusi / Pertemuan
i. Diskusi RMK
ii. Diskusi Konsep Laporan Pendahuluan
iii. Diskusi Konsep Laporan Antara
iv. Diskusi Konsep Laporan Akhir
v. PKM

12.

Keluaran

Tersedianya laporan Studi Geolistrik Penyediaan Air Baku di Wilayah


Dumoga-Sangkub.
Produk yang dihasilkan dari kegiatan ini, yaitu:

1. Rencana Mutu Kontrak 1 (satu) set asli, 9 (sembilan) set copy.


2. Produk gambar situasi lokasi titik duga Geolistrik, ukuran A1
sebanyak 1 (satu) set kalkir/ asli, 4 (empat) set fotocopy.

3. Produk, gambar situasi lokasi titik duga Geolistrik ukuran A3


sebanyak 1 (satu) set asli dan 4 (empat) set fotocopy.

4. Konsep Laporan Pendahuluan, sebanyak 20 (dua puluh) buku.


5. Laporan Pendahuluan, sebanyak 10 (sepuluh) buku.

6. Laporan Bulanan, setiap bulan masing-masing 5 (lima) buku.


7. Konsep Laporan Pertengahan (Interim Report), sebanyak 20 (dua
puluh) buku.

8. Laporan Pertengahan (Interim Report), sebanyak 10 (sepuluh) buku.


9. Laporan PKM, sebanyak 5 (lima) buku.
10. Konsep Laporan Akhir (final report), sebanyak 20 (dua puluh) buku.
11. Laporan Akhir, sebanyak 10 (sepuluh) buku.
12. Laporan Ringkasan, sebanyak 5 (lima) buku.
13. Laporan Penunjang sebanyak 5 (lima) buku
14. Album Foto Dokumentasi, sebanyak 2 (dua) buku.
15. Soft Copy Laporan (External Harddisk @ 1 TB), sebanyak 1 (satu)
buah.

13.

Peralatan,

Peralatan, material, personil dan fasilitas yang disediakan oleh Pejabat

Material,

Pembuat Komitmen yang dapat digunakan dan harus dipelihara oleh

Personil dan

penyedia jasa:

Fasilitas dari

a. Laporan dan Data

Pejabat

Studi terdahulu dan data pendukung lainnya yang ada di Balai Wilayah

Pembuat

Sungai Sulawesi I apabila tersedia.

Komitmen

b. Akomodasi dan ruang kantor


Pejabat Pembuat Komitmen tidak menyediakan akomodasi dan ruang
kantor,

serta

perlengkapannya,

sehingga

penyedia

jasa

harus

menyediakan sendiri.
c. Staf Pengawas/ Pendamping
Pejabat Pembuat Komitmen akan menunjuk pejabat/ petugas selaku
Direksi dan Pengawas Pekerjaan, yang akan mendampingi dan
mengawasi secara langsung pelaksanaan pekerjaan jasa konsultansi.

14.

Peralatan dan

Penyedia Jasa menyediakan peralatan dan material pengukuran maupun

Material dari

peralatan/instrumen lain yang memenuhi standar ketelitian untuk

Penyedia Jasa

menunjang pelaksanaan pekerjaan. Peralatan dan material tersebut harus

Konsultansi

disetujui dan direkomendasikan oleh Direksi Pekerjaan.

15. Lingkup
Kewenangan
Penyedia Jasa

Kewenangan Penyedia Jasa adalah menyediakan:


a. Fasilitas transportasi termasuk kendaraan bermotor roda 4 (empat) dan
roda

(dua)

yang

layak

untuk

inspeksi

lapangan

beserta

pengemudinya;
b. Penyedia Jasa menyediakan base camp (kantor lapangan) di dekat
lokasi pekerjaan/proyek.

16. Jangka Waktu


Penyelesaian

Jangka waktu pelaksanaan kegiatan ini 150 (seratus lima puluh) hari
kalender.

Kegiatan

17. Personil

Posisi

Kualifikasi

Jumlah
Orang
Bulan

Tenaga Ahli :
1. Ketua Tim/
Ahli Sumber
Daya Air
(1 orang)

a. Berpendidikan minimal Pascasarjana (S2)

Teknik Geologi atau Teknik Sipil;


b. Berpengalaman

dalam

pekerjaan

perencanaan prasarana keairan sekurangkurangnya 6 (enam) tahun dilengkapi


dengan referensi kerja dari Pengguna
Jasa/Pejabat Pembuat Komitmen;
c. Mempunyai pengalaman sebagai ketua tim
minimal 2 (dua) kali;
d. Mempunyai Sertifikat Keahlian (SKA)
klasifikasi ahli madya dibidang Sumber
Daya

Air

atau

Teknik

Sipil

yang

diterbitkan oleh Asosiasi Profesi yang


telah terakreditasi oleh Lembaga yang
berwenang.
2. Ahli
Hidrogeologi
(1 orang)

a. Berpendidikan minimal Sarjana (S1)


Teknik Sipil atau Teknik Pengairan;
b. Berpengalaman
hidrogeologi

dalam

bidang

sekurang-kurangnya

(empat)

tahun

dilengkapi

dengan

referensi kerja dari Pengguna Jasa/


Pejabat Pembuat Komitmen;
c. Mempunyai Sertifikat Keahlian (SKA)
dibidang Sumber Daya Air atau Teknik
Sipil yang diterbitkan oleh Asosiasi
Profesi yang telah terakreditasi oleh
Lembaga yang berwenang.

3. Ahli
Geofisika

a. Berpendidikan minimal Sarjana (S1)

Teknik geofisika atau teknologi mineral


b. Berpengalaman

dalam

bidang

perencanaan geologi atau teknologi


mineral sekurang-kurangnya 4 (empat)
tahun dilengkapi dengan referensi kerja
dari Pengguna Jasa/ Pejabat Pembuat
Komitmen;
c. Mempunyai Sertifikat Keahlian (SKA)
Ahli Geologi yang diterbitkan oleh
Asosiasi Profesi yang telah terakreditasi
4. Ahli GIS

oleh Lembaga yang berwenang.


a. Berpendidikan minimal Sarjana (S1)
Teknik Geodesi;
b. Berpengalaman
pengembangan

dalam
sistem

atau

bidang
GIS

sekurang-kurangnya 4 (empat) tahun


dilengkapi dengan referensi kerja dari
Pengguna

Jasa/

Pejabat

Pembuat

Komitmen;
c. Mempunyai Sertifikat Keahlian (SKA)
Ahli Geodesi yang diterbitkan oleh
Asosiasi Profesi yang telah terakreditasi
oleh Lembaga yang berwenang.

5. Ahli Sosek

a. Berpendidikan minimal Sarjana (S1)

Ekonomi Teknik
b. Berpengalaman dalam bidang sosial
ekonomi sekurang-kurangnya 4 (empat)
tahun dilengkapi dengan referensi kerja
dari Pengguna Jasa/Pejabat Pembuat
Komitmen
Tenaga
Teknis:
6. Surveyor

a. Berpendidikan minimal Sarjana (S1)

Topografi

Teknik Geodesi
b. Berpengalaman dalam bidang survey
dan pengukuran topografi

7. Juru

a. Berpendidikan minimal Diploma III

Gambar

atau sederajat
b. Menguasai software AutoCAD dan
berpengalaman

dalam

bidang

penggambaran;

8. Operator

a.

Berpendidikan

minimal

DIII

atau

sederajat

geolistrik

b. Berpengalaman dalam bidang geolistrik;

Tenaga Pendukung:
1.Administrasi

Tenaga pendukung lain meliputi: Tenaga


Administrasi
sederajat,

berpendidikan
Operator

SLAKomputer

berpendidikan SLA - sederajat, Tenaga


Lokal Geolistrik, Tenaga lokal topografi.

Laporan

19.

Rencana Mutu

Penyusunan rencana kerja yang dituangkan dalam bentuk

Kontrak

laporan Rencana Mutu Kontrak (RMK).

(RMK)

20.

Laporan

Laporan Pendahuluan memuat :

Pendahuluan

a. Laporan hasil survey pendahuluan termasuk kajiankajian studi terdahulu;


b. Pendekatan pekerjaan dengan hasil survey dan studi
terdahulu/ metodologi pelaksanaan pekerjaan;
c. Rencana berikutnya.

Konsep Laporan Pendahuluan yang harus diserahkan


selambat-lambatnya

(satu)

minggu

sebelum

dilaksanakannya diskusi, sebanyak 20 (dua puluh) buku


laporan sebagai bahan diskusi. Laporan Pendahuluan
merupakan perbaikan dan penyempurnaan dari Konsep
Laporan Pendahuluan berdasar saran dan masukan pada
diskusi

konsep

laporan

pendahuluan.

diserahkan selambat-lambatnya
pelaksanaan

diskusi

Laporan

Laporan

harus

7 (tujuh) hari setelah


Pendahuluan

diterbitkan

sebanyak 10 (lima) buku laporan.

21.

Laporan

Laporan Bulanan memuat:

Bulanan

a. Kemajuan Pekerjaan;
b. Rencana pekerjaan untuk bulan yang akan datang;
c. Hambatan dan permasalahan;
d. Daily work tenaga ahli yang ditugaskan.
Laporan harus diserahkan selambat-lambatnyahari ke 5
(lima) setiap bulannya danditerbitkansebanyak 5 (lima) buku
laporan.

22.

Laporan

Laporan ini berisi rangkuman hasil data survei primer dan

Antara

sekunder, analisa awal terhadap data-data hasil survei yang


dilengkapi dengan kajian awal.

Konsep Laporan Antara yang harus diserahkan selambatlambatnya 1 (satu) minggu sebelum dilaksanakannya diskusi,
sebanyak 20 (dua puluh) buku laporan sebagai bahan diskusi.
Laporan Antara merupakan perbaikan dan penyempurnaan
Konsep Laporan Antara berdasar masukan dan saran pada
saat Diskusi Konsep Laporan Antara. Laporan harus
diserahkan selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari sesudah
diskusi Laporan Antara diterbitkan sebanyak 10 (sepuluh)
buku laporan.

23.

Laporan

Laporan ini berisi tentang rangkaian seluruh kegiatan survei

Akhir

dan studi yang telah dilaksanakan, hasil analisis simulasi dan


kajian yang dihasilkan serta Kesimpulan dan Saran
(Executive Summary).

Konsep Laporan Akhir harus

dikonsultasikan dan harus mendapat persetujuan dari Direksi


Pekerjaan.
Konsep Laporan harus Akhir diserahkan 1 (satu) minggu
sebelum Diskusi dilaksanakan, sebanyak 20 (dua puluh)
buku laporan sebagai bahan.
Laporan akhir terdiri dari 3 (tiga) buku :
Buku I

: Merupakan laporan utama

Buku II

Merupakan lampiran peta-peta dengan format A3 yaitu ;


-

Peta Lokasi Pengukuran Geolistrik

Penampang Tegak Geolistrik

Peta Batas Atas Akuifer Terduga (Akuifer I dan II )

Peta Ketebalan Akuifer Terduga

Peta Tahanan Jenis Akuifer Terduga

Peta Potensi Akuifer Berdasarkan Tahanan Jenis

Penggambaran peta-peta menggunakan skala garis 1:25.000,


pada peta lokasi pengukuran geolistrik harus mencantumkan
nilai EC yang ada di sekitar titik duga. Peta-peta harus

menampilkan grid geografis, sehingga koordinat hasil


pengukuran handy GPS bisa dikontrol oleh grid geografis.
Kecuali

kalau

peta

dasarnya

BAKOSURTANAL atau

belum

tersedia

di

Dinas Topografi AD, maka

penggambaran boleh dilakukan dengan sket berskala antara


1:10.000 hingga 1: 25.000 dengan menampilkan tanda-tanda
yang mudah dikenali.
Pembuatan penampang tegak geolistrik menggunakan skala
garis. Skala tegak 1:1000 mendatar 1:10.000

hingga 1:

25.000.
Buku III

Berisi lapiran data-data dan perhitungan geolistrik serta


kurva hasil interpretasi. Agar Buku tiga tidak terlalu tebal,
satu halaman dibuat dua data dan dua kurva interpretasi, satu
lembar dipakai bolak-balik.

24.

Laporan

Laporan Ringkasan memuat : ringkasan laporan akhir.

Ringkasan

Laporan harus diserahkan sebelum berakhirnya masa kontrak


dan diterbitkan sebanyak 5 (lima) buku laporan.

27.

Album

Album Gambar memuat: peta lokasi titik duga Geolistrik.

Gambar

Laporan harus diserahkan sebelum berakhirnya masa kontrak


dan diterbitkan dalam cetakan A3 sebanyak 5 (lima) set,
cetakan A1 sebanyak 4 (empat) set dan A1 kalkir sebanyak 4
(empat) set.

28.

Laporan

Laporan Penunjang meliputi : hasil analisa dan kajian dari

Penunjang

masing-masing tenaga ahli.


Laporan harus diserahkan sebelum berakhirnya masa kontrak
dan diterbitkan sebanyak 5 (lima) buku laporan.

31.

Album Foto

Album foto dokumentasi memuat : foto-foto pelaksanaan

Dokumentasi

survei dan kegiatan-kegiatan yang terkait dengan lingkup


pekerjaan.

Laporan harus diserahkan sebelum berakhirnya masa kontrak


dan diterbitkan sebanyak 2 (dua) buku laporan.

32.

Soft Copy

Soft Copy Laporan diserahkan dalam 1 (satu) hardisk

Laporan

eksternal dan memuat : seluruh berkas laporan dalam bentuk


soft copy. Soft copy (file) disusun ke dalam folder secara
teratur sesuai dengan jenis laporan/ kegiatan. Seluruh
pengadaan data harus tersimpan ke dalam Harddisk dalam
format yang editable (misalnya : file office, GIS, CAD) dan
PDF.
Laporan harus diserahkan sebelum berakhirnya masa
kontrak.

Hal-Hal Lain

33.

Persyaratan

Dalam hal peserta akan melakukan kerjasama operasi (KSO)/ kemitraan

Kerjasama

maka disyaratkan sebagai berikut :


a. Wajib mempunyai perjanjian Kerja Sama Operasi/ kemitraan yang
memuat persentase kemitraan dan perusahaan yang mewakili
kemitraan tersebut;
b. Penilaian kualifikasi dilakukan terhadap seluruh peserta yang
tergabung dalam Kerja Sama Operasi/ kemitraan;
c. Membentuk kemitraan/ KSO dengan nama kemitraan/ KSO tertentu;
d. Menunjuk 1 (satu) nama peserta sebagai perusahaan utama (leading
firm) untuk kemitraan/ KSO dan mewakili serta bertindak untuk dan
atas nama kemitraan/ KSO;
e. Menyetujui apabila ditunjuk sebagai pemenang, wajib bertanggung
jawab baik secara bersama-sama atau masing-masing atas semua
kewajiban sesuai ketentuan dokumen kontrak;
f. Perjanjian secara otomatis menjadi batal dan tidak berlaku lagi bila
seleksi tidak dimenangkan oleh perusahaan kemitraan/ KSO.

34.

Alih

Penyedia Jasa Konsultansi berkewajiban untuk menyelenggarakan

Pengetahuan

pertemuan dan pembahasan (diskusi internal) dalam rangka alih


pengetahuan kepada personil proyek/satuan kerja Pejabat Pembuat

Komitmen.
35.

PENUTUP

Demikian Kerangka acuan Kerja (KAK) ini disusun untuk menjadi bagian
dari Dokumen Pengadaan yang harus ditanggapi dan dibuat kerangka kerja
logis sebagai usulan teknis yang akan diajukan oleh Penyedia Jasa.