Anda di halaman 1dari 604

.

id

go

s.

bp

li.

ba

://

tp

ht

.id

go

s.

bp

li.

ba

://

tp

ht

.id

go

s.

bp

li.

ba

://

tp

ht

BALI DALAM ANGKA 2014


BALI IN FIGURES 2014

ISSN : 0215 - 2207


Nomor Publikasi
: 51000.1402
Publication Number
: 1102001.51

Ukuran Buku
Book Size

: 14,8 cm X 21 cm

Jumlah Halaman
Total Pages

: lxxv + 524

Naskah
Manuscript

: BPS Provinsi Bali


: BPS - Statistics of Bali Province

Penyunting
Editor

: Bidang Integrasi Pengolahan dan Diseminasi Statistik


: Integrated Processing and Statistics Dissemination Division

go
s.

bp

li.

ba

://

tp
ht

Gambar Kulit
Cover Design

.id

Katalog BPS
BPS Catalogue

: Bidang Integrasi Pengolahan dan Diseminasi Statistik


: Integrated Processing and Statistics Dissemination Division

Penerbit
Published by

: BPS Provinsi Bali


: BPS - Statistics of Bali Province

Dicetak oleh
Printed by

: Percetakan Bali
Jln. Gajahmada I No. 1 Denpasar

Boleh dikutip dengan menyebut sumbernya


May be cited with reference to the source

.id

go

s.

bp

li.

ba

://

tp

ht

Map Of Bali Province

Peta Wilayah Provinsi Bali

.id

go

s.

bp

li.

ba

://

tp

ht

ht

tp

://

ba

li.

bp

s.

go

.id

LAMBANG DAERAH
PROVINSI BALI

.id

go

s.

bp

li.

ba

://

tp

ht

LAMBANG DAERAH PROVINSI BALI


I. Arti Lambang

ht

tp

://

ba

li.

bp

s.

go

.id

1. Lambang Daerah Provinsi Bali berbentuk segi lima dengan warna dasar biru tua dengan
garis pinggir putih.
2. Tulisan: BALI DWIPA JAYA, artinya: Jayalah Pulau Bali.
3. Di dalam segi lima itu terdapat lukisan-lukisan yang merupakan unsur-unsur lambang
sebagai berikut:
a. Bintang Kuning Emas.
Bintang Kuning Emas bersegi lima melambangkan Ketuhanan Yang maha Esa.
b. Candi.
Candi itu adalah Candi Pahlawan Margarana di Klaci Desa Marga (Tabanan). Candi ini
menggambarkan jiwa kepahlawanan rakyat Bali khususnya dan rakyat Indonesia
umumnya.
c. Candi Bentar.
Candi Bentar yang artistik merupakan lambang keagamaan yang agung dari rakyat Bali
d. Rantai.
Rantai melintang dari kiri ke kanan melambangkan persatuan (gotong royong).
e. Kipas.
Kipas melambangkan kesenian/kebudayaan daerah Bali.
f. Bunga Teratai.
Bunga Teratai merah adalah lambang dari Singgasana Siwa.
g. Padi dan Kapas.
Padi dan Kapas melambangkan kemakmuran

II. Ketentuan Warna

1. Dasar lambang biru tua.


2. Bintang, Candi, Candi Bentar, pinggir Padi dan Kapas, serta Kipas dengan warna kuning
emas.
3. Rantai, Padma, dan Boma dengan warna merah tua.
4. Dasar tulisan, bunga kapas, buah padi, sekeliling lambang dengan warna putih.
5. Tulisan BALI DWIPA JAYA dengan warna biru tua.

III. Arti Warna


1. Warna dasar biru tua mengandung arti toleransi.
2. Warna kuning emas mengandung arti luhur/agung.
3. Warna merah mengandung arti keperwiraan.
4. Warna putih mengandung arti suci.

.id

go

s.

bp

li.

ba

://

tp

ht

ht

tp

://

ba

li.

bp

s.

go

.id

GUBERNUR BALI

MADE MANGKU PASTIKA

.id

go

s.

bp

li.

ba

://

tp

ht

GUBERNUR BALI
SAMBUTAN GUBERNUR BALI
Om Swastyastu,

.id

Puja pangastuti dan angayu bagya Saya haturkan kehadapan Ida Sang Hyang Widhi
Wasa / Tuhan Yang Maha Esa, atas asung kertha wara nugraha-Nya buku Bali Dalam Angka
2014 ini dapat diterbitkan.

s.

go

Saya menyambut baik kehadiran buku ini, yang berisikan data statistik berbagai
program dan kegiatan pembangunan, sehingga dapat menjawab kebutuhan akan data dan
informasi tentang Bali dalam tahun 2014 khususnya.

://

ba

li.

bp

Ketersediaan data statistik yang cepat, tepat, lengkap, dan akurat adalah salah satu
cermin tertib administrasi pelaksanaan pembangunan, juga untuk mengevaluasi hasil-hasil yang
telah dicapai. Koordinasi lintas SKPD dalam pengumpulan data sangat menentukan akurasi dan
kelengkapan data yang disajikan.

tp

Semoga kehadiran buku ini dapat memberikan gambaran bagi segenap komponen,
atas keberadaan dan pencapaian program-program pembangunan daerah Bali secara

ht

terintegrasi, sekaligus menjadi pedoman dalam menyusun program-program pembangunan


pada tahun-tahun mendatang. Dengan pemahaman yang komprehensif dan holistik itu, akan
terumuskan program pembangunan yang terpadu dan berkelanjutan, menuju masyarakat Bali
yang maju, aman, damai, dan sejahtera (Bali Mandara). Sekian dan terima kasih.
Om Shanti, Shanti, Shanti Om.
Denpasar,

Agustus 2014

GUBERNUR BALI,

MADE MANGKU PASTIKA

Bali In Figures 2014

xi

GOVERNOR OF BALI
FOREWORD OF THE GOVERNOR OF BALI
Om Swastyastu (May the God Almighty Bless Us All),
First of all, let we extend our gratefulness to the God almighty for His guidance to our
effort that Bali In Figures 2014 is able to published.

go

that it will provide information about statistics in Bali in 2014.

.id

I welcome this book with its statistical data on development program and activities,

s.

A quick, complete, and accurate statistical data is a reflection of an orderly

bp

administration in a development progress. Such data becomes important as it will be used to


frame a plan as well as element to evaluate the results. Certainly, the accuracy and

li.

completeness of its information are supported by coordination to the related departments and

ba

offices.

://

Hopefully, this book will describe all successful sectors that have been reached in the

tp

development programs of Bali Province and act as guidelines for the next planning in the

ht

following years. With a comprehensive and holistic understanding, we will be able to work on the
sustainable development program of an advanced, safe, peaceful, and prosperous community
(Bali Mandara). Thank you.
Om Shanti, Shanti, Shanti Om.

Denpasar, August 2014


GOVERNOR OF BALI,

MADE MANGKU PASTIKA

xii

Bali Dalam Angka 2014

KATA PENGANTAR

Untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan ke depan, BPS sebagai instansi


penyedia data berusaha menyediakan data statistik yang tepat, akurat, dan terpercaya. Usaha
tersebut salah satunya kami wujudkan melalui penerbitan Publikasi Bali Dalam Angka 2014,

.id

yang menyajikan berbagai macam data dari berbagai bidang kegiatan, seperti keadaan geografi,

go

pemerintahan, kependudukan, ketenagakerjaan, pendidikan, pertanian, industri, perdagangan,


transportasi, komunikasi, keuangan, pertumbuhan ekonomi, PDRB per kapita, kemiskinan, dan

s.

lain-lain. Dengan tersedianya informasi statistik tersebut, para pengguna data dapat

bp

menjadikannya sebagai rujukan atau bahan kajian/analisis dan perencanaan guna untuk

li.

mewujudkan masyarakat Indonesia yang sejahtera dan bermartabat.

ba

Kepada semua pihak baik instansi pemerintah maupun swasta yang telah

://

memberikan perhatian dan bantuan dalam penyediaan datanya, disampaikan penghargaan dan

tp

ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya.

ht

Meskipun publikasi ini telah disiapkan dengan sebaik-baiknya, dan telah diupayakan
berbagai perbaikan dalam setiap tahunnya, namun tidak tertutup kemungkinan masih ditemukan
kekurangan. Untuk itu, saran dan kritik untuk perbaikan selanjutnya sangat kami hargai.
Denpasar,

Agustus 2014

Badan Pusat Statistik Provinsi Bali,


Kepala

PANUSUNAN SIREGAR
NIP. 19580314 198302 1 001

Bali In Figures 2014

xiii

PREFACE

To address the development challenges in futures, BPS as a data provider institution


tries to provide accurate, precise, and reliable statistical data. One of the efforts we make is the

.id

issuance of Bali in Figures 2014 publication, which comprises wide range of data from various
field of activities such as geographical condition, government, population, employment,

go

education, agriculture, industry, trade, transportation, communication, finance, economic growth,

s.

GRDP per capita, poverty, et cetera. As for these statistical informations have been made

bp

available, data users are able to use them as references or resources in conducting researches

li.

and planning in order to realize a prosperous and civilized society in Indonesia.

ba

To all parties, both government institution and private sectors that have given

tp

gratitude.

://

attention and assistance in data collection, we cordially express our great appreciation and

ht

Although this publication has been well prepared and improved from previous years,
but it is possible that data users still find some deficiencies. Therefore, criticism and suggestions
for further improvements will be appreciated.
Denpasar, August 2014
BPS Statistics of Bali Province,
Director

PANUSUNAN SIREGAR
NIP. 19580314 198302 1 001

xiv

Bali Dalam Angka 2014

.id
go
s.
bp
li.
ba
://
tp
ht
Bali In Figures 2014

xv

.id
go
s.
bp
li.
ba
://
tp
ht
xvi

Bali Dalam Angka 2014

DAFTAR ISI
LIST OF CONTENTS
Halaman
Pages

Peta Wilayah Provinsi Bali / Map of Bali Province ...........................................................................

iii
v

Foto Gubernur Provinsi Bali / Picture of Governor of Bali Province ........................................

ix

Sambutan Gubernur Provinsi Bali / Foreword of Governor of Bali Province ......................

xi

Kata Pengantar / Preface ...............................................................................................................................

xiii

Pancawejang Statistik / Five Advices of Statistics ..................................................................

xv

.id

Lambang Daerah / Regional Symbol ........................................................................................................

xvii

Daftar Tabel / List of Tables........................................................................................................................... .

xxi

go

Daftar Isi / List of Contents ............................................................................................................

xli

Penjelasan Umum / Explanatory Notes...................................................................................................

xlv

Sejarah Provinsi Bali / History of Bali Province ..................................................................................

xlvii

Sekilas BPS / About BPS................................................................................................................................

liii

li.

bp

s.

Daftar Gambar / List of Figures ...................................................................................................................

lv

Daftar Alamat Kantor BPS / Addresses List of BPS Offices.........................................................

lvii

Undang-Undang Statistik / Law of Statistics .......................................................................................

lix

Bab I

ht

tp

://

ba

Struktur Organisasi / Organization Structure.......................................................................................

Keadaan Geografi dan Iklim


Geographical Situation and Climate ....................................................................................

1.1 Letak Wilayah / The Location of Area .......................................................................

1.2 Luas Wilayah / Total Area ..............................................................................................

1.3 Topografi / Topography ...................................................................................................

1.4 Iklim / Climate .....................................................................................................................

1.5 Suhu dan Curah Hujan / Temperature and Rainfall ...........................................

Bali In Figures 2014

xvii

Bab II

43

2.1 Struktur Pemerintahan / Governance Structure ...................................................

45

2.2 Hasil Pemilu 2014 dan Produk Hukum yang Dikeluarkan DPRD / The
2014 Election Result and Issued a Legal product DPRD ................................

46

2.3 Penerbitan Sertifikat Tanah / Issuance of Certificates of Land .....................

48

2.4 Struktur Pegawai Negeri Sipil / Structure of Civil Servants ...........................

51

Penduduk dan Tenaga Kerja


Population and Employment ....................................................................................................

75

.id

Bab III

Pemerintahan
G o v e r n m e n t .........................................................................................................................

77
79

3.3 Jam Kerja dan Status Pekerjaan Utama / Working Hours and The
Status of Main Occupation .............................................................................................

84

3.4 Jenis Pekerjaan dan Tingkat Pendidikan Pekerja / Type of Work and
Workers Education Level ................................................................................................

86

105

4.1 Pendidikan / Education.......................................................................................

107

4.2 Kesehatan dan KB / Health and Family Planning Program............................

109

4.3 Agama dan Sarana Ibadah / Religion and Religion Facilities .......................

112

4.4 Pengadilan / Court .............................................................................................................

113

Pertanian
A g r i c u l t u r e.. ........................................................................................................................

161

5.1 Penggunaan Lahan / Land Use ...................................................................................

163

5.2 Tanaman Pangan / Plants for Consumption..........................................................

164

tp

Sosial
S o c i a l ..........................................................................................................................................

ht

Bab IV

://

ba

li.

s.

3.2 Tenaga Kerja dan Kesempatan Kerja / Employment and Work


Opportunity ............................................................................................................................

bp

go

3.1 Penduduk / Population .....................................................................................................

Bab V

xviii

Bali Dalam Angka 2014

165

5.4 Perkebunan / Plantation ..................................................................................................

166

5.5 Kehutanan / Forestry ........................................................................................................

168

5.6 Peternakan / Livestock and Poultry ...........................................................................

169

5.7 Perikanan / Fishery ............................................................................................................

170

Perindustrian dan Energi


Industry and Energy ....................................................................................................................

245

6.1 Industri Pengolahan / Manufacturing. .......................................................................

247

.id

Bab VI

5.3 Hortikultura / Horticulture ................................................................................................

s.

Perdagangan
T r a d e .............................................................................................................................................

bp

Bab VII

248

go

6.2 Listrik dan Air Bersih / Electricity and Water Supply ..........................................

li.

7.1 Perkembangan Ekspor / Export Growth ..................................................................

283
285
285

7.3 Impor Menurut Kawasan dan Asal Negara / Import by Origin and
Countries ................................................................................................................................

286

7.4 Transaksi Berjalan Sektor Perdagangan Barang / Current Transaction


in Large Trading Sector..................................................................................................

286

Bab VIII Transportasi, Komunikasi, dan Pariwisata


Transportation, Communication, and Tourism................................................................

301

8.1 Sarana Jalan / Road Infrastructure ............................................................................

303

8.2 Angkutan Darat / Land Transportation .....................................................................

303

8.3 Angkutan Laut / Sea Transportation ..........................................................................

304

8.4 Angkutan Udara / Air Transportation.........................................................................

304

8.5 Pariwisata / Tourism..........................................................................................................

305

ht

tp

://

ba

7.2 Ekspor Menurut Kawasan dan Negara Tujuan / Export Based on


Region and Destination Countries ..............................................................................

Bali In Figures 2014

xix

8.6 Restoran / Restaurant ......................................................................................................

307

Keuangan dan Harga


Finance and Prices ......................................................................................................................

369

9.1 Keuangan Pemerintah Daerah / Finance of Local Government ..................

371

9.2 Perbankan dan Koperasi / Banking and Cooperative Institution ..................

371

9.3 Investasi dan Harga-Harga / Investment and Prices .........................................

373

Bab X

Pengeluaran dan Konsumsi


Expenditures and Consumption.............................................................................................

419

Bab XI

Pendapatan Regional
Regional Income ...........................................................................................................................

433

11.1 Pertumbuhan PDRB / Growth of GRDP ..................................................................

435

11.2 Distribusi PDRB Menurut Lapangan Usaha / GRDP Share by Industrial


Origin ........................................................................................................................................

435

bp

436

11.4 Distribusi PDRB Menurut Komponen Penggunaan / GDRP Share by


Expenditure ...........................................................................................................................

436

s.

go

.id

Bab IX

Kemiskinan
P o v e r t y .......................................................................................................................................

489

12.1 Kemiskinan / Poverty ........................................................................................................

491

12.2 Indeks Pembangunan Manusia / Human Development Index ......................

493

Bab XIII Perbandingan Regional


Regional Comparison .................................................................................................................

505

ht

tp

Bab XII

://

ba

li.

11.3 PDRB per Kapita / GRDP per Capita........................................................................

xx

Bali Dalam Angka 2014

DAFTAR TABEL
LIST OF TABLE
Tabel
Table
Keadaan Geografi dan Iklim
Geographical Situation and Climate
Luas Wilayah dan Letak Geografis Pulau Bali dan Kabupaten/Kota Tahun 2013
Area and Geographic Location of Bali Island and Its Regencies/City, 2013 .......................

15

1.1.2

Ketinggian Ibu Kota Kabupaten, Nama, dan Luas Danau di Bali Tahun 2013
Latitude of Capital Cities, Name, and Width of Lakes in Bali, 2013 .......................................

16

1.1.3

Jarak Antara Kabupaten/Kota di Provinsi Bali Tahun 2013


Distance of Regency/City in Bali Province, 2013 ...........................................................................

17

1.1.4

Nama-nama Gunung dan Tingginya Dirinci Menurut Kabupaten/Kota di Bali


Tahun 2013
Name and Height of Mountains by Regency/City in Bali, 2013 ................................................

18

1.1.5

Nama-nama Sungai dan Panjangnya Menurut Kabupaten/Kota Tahun 2013


Name and Length of Rivers by Regency/City, 2013 .....................................................................

19

1.1.6

Nama Bendungan dan Kapasitasnya Dirinci Menurut Kabupaten/Kota Tahun 2013


Name and Capasity of Dykes/Dams by Regency/City, 2013 ....................................................

24

1.2.1

Keadaan Meteorologi dan Geofisika Pulau Bali Menurut Kabupaten/Kota Tahun 2013
Meteorological and Geophysical Condition of Bali by Regency/City, 2013 .........................

32

1.2.2

Rata-rata Keadaan Meteorologi dan Geofisika Menurut Stasiun Tahun 2013


Average Values of Meteorological and Geophysical Condition by Station, 2013 .............

1.2.3

Rata-rata Keadaan Meteorologi dan Geofisika di Stasiun Ngurah Rai Tuban


Tahun 2013
Average Values of Meteorological and Geophysical Condition at Ngurah Rai - Tuban
Station, 2013 ................................................................................................................................................
Rata-rata Keadaan Meteorologi dan Geofisika di Stasiun Sanglah Denpasar
Tahun 2013
Average Values of Meteorological and Geophysical Condition at Sanglah Denpasar
Station, 2013..................................................................................................................................................
Rata-rata Keadaan Meteorologi dan Geofisika di Stasiun Negara Tahun 2013
Average Values of Meteorological and Geophysical Condition at Negara Station, 2013

://

ba

li.

bp

s.

go

.id

1.1.1

33

1.2.4

1.2.5
1.2.6

ht

tp

Halaman
Pages

Rata-rata Keadaan Meteorologi dan Geofisika di Stasiun Karangasem Tahun 2013


Average Values of Meteorological and Geophysical Condition at Karangasem
Station, 2013..................................................................................................................................................

34

36
38

40

Pemerintahan
Government
2.1

Nama Ibu Kota/Kabupaten, Jumlah Kecamatan, Desa, dan Satuan Lingkungan


Setempat di Bali Tahun 2014
Capital Cities, Number of Districts, Villages, and Local Area
Unit in Bali, 2014 ..........................................................................................................................................

Bali In Figures 2014

57

xxi

Nama-nama Kecamatan Menurut Kabupaten/Kota di Bali Tahun 2013


Name of Subdistricts by Regency/City in Bali, 2013 .....................................................................

58

2.3

Banyaknya Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/Kota dan Provinsi


Bali Tahun 2013
Number of Chosen Regency/City and Provincial Legislatives by Sex in Bali, 2013 ........

59

2.4

Banyaknya Produk DPRD Provinsi Bali Tahun 2009 2013


Output Number of Legislative of Bali Province, 2009 2013 ....................................................

60

Perolehan Suara Sah Partai Politik Hasil Pemilu Legislatif 2014 Untuk DPRD I
Menurut Kabupaten/Kota di Bali
Number of Legal Votes Result of 2014 Legislative Election by Regency/City in Bali ......

61

2.6

Hasil Pemilihan Umum Presiden Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Bali Tahun 2014
Result of President Election by Regency/City in Bali Province, 2014.....................................

63

2.7

Hasil Pemilihan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Provinsi Bali Tahun 2013
Result of Regional Election of Bali Provinces Governor, 2013 .................................................

64

2.8

Penerbitan Sertifikat di Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Bali


Tahun 2013
Number of Certificates Issued at Regional Offices of National Land Agency of Bali
Province, 2013 ..............................................................................................................................................
Jumlah Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Pemerintah Daerah Provinsi Bali Menurut
Unit Kerja dan Jenis Kelamin Tahun 2014
Number of Local Government Employees by Unit and Sex, 2014 ...........................................

bp

s.

2.9

go

2.5

.id

2.2

Jumlah Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Pemerintah Daerah Provinsi Bali Menurut
Unit Kerja dan Golongan Kepangkatan Tahun 2014
Number of Local Government Employees by Unit and Grade, 2014 ......................................

2.11

Jumlah Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Pemerintah Daerah Provinsi Bali Menurut
Unit Kerja dan Pendidikan Tahun 2014
Number of Local Government Employees by Unit and Education, 2014...............................

68

70

Penduduk dan Tenaga Kerja


Population and Employment

ht

66

tp

://

ba

li.

2.10

65

3.1 P e n d u d u k
Population
3.1.1

3.1.2

3.1.3

xxii

Luas Wilayah, Proyeksi Penduduk, Rasio Jenis Kelamin, dan Kepadatan Penduduk
Menurut Kabupaten/Kota di BaliTahun 2013
Area, Population Projection, Sex Ratio, and Density by Regency/
City in Bali, 2013 ..........................................................................................................................................
Proyeksi Penduduk Provinsi Bali Menurut Kelompok Usia dan Jenis Kelamin
Tahun 2013
Population Projection of Bali Province by Age Group and Sex in Bali, 2013 .......................
Luas Wilayah, Jumlah Rumahtangga, dan Jumlah Penduduk Hasil Sensus Penduduk
2010 Menurut Kabupaten/Kota di Bali
Area, Number of Households, and Population Result of Population Census 2010 by
Regency/City in Bali ....................................................................................................................................

93

94

95

Bali Dalam Angka 2014

3.1.4

3.1.5

Beberapa Karakteristik Penduduk Hasil Sensus Penduduk 2010 Menurut


Kabupaten/Kota di Bali
Some Population Characteristics Result of Population Census 2010 by Regency/City
in Bali ................................................................................................................................................................
Penduduk Provinsi Bali Menurut Kelompok Usia Hasil Sensus Penduduk 2010
Population of Bali Province by Age Group Based on Population Census 2010 .................

96
97

3.2 Tenaga Kerja


Employment
Kondisi Ketenagakerjaan Menurut Jenis Kelamin di Provinsi Bali Tahun 2013
Employment condition by Sex in Bali Province, 2013 ...................................................................

98

3.2.2

Penduduk 15 Tahun ke Atas yang Bekerja Seminggu yang Lalu Menurut Lapangan
Usaha dan Jenis Kelamin di Provinsi Bali Tahun 2013
Number of Population Aged 15 Years and Over Who Worked During Previous Week
by Industrial Origin and Sex in Bali Province, 2013 .......................................................................

99

3.2.3

Banyaknya Penduduk 15 Tahun ke Atas yang Bekerja Seminggu yang Lalu Menurut
Jumlah Jam Kerja dan Jenis Kelamin di Provinsi Bali Tahun 2013
Number of Population Aged 15 Years and Over Who Worked During the Previous
Week by Working Hours and Sex in Bali Province, 2013 ............................................................

100

3.2.4

Penduduk 15 Tahun ke Atas yang Bekerja Menurut Status Dalam Pekerjaan Utama
Tahun 2013
Population 15 Years of Age and Over Who Work by Main Employment Status,
2013 .................................................................................................................................................................

101

3.2.5

Penduduk 15 Tahun ke Atas yang Bekerja Menurut Jenis Pekerjaan/Jabatan Dalam


Pekerjaan Utama Tahun 2013
Population 15 Years of Age and Over Who Work by Main Employment Status and
Main Occupation, 2013..............................................................................................
Penduduk 15 Tahun ke Atas yang Bekerja Menurut Pendidikan Tertinggi yang
Ditamatkan Tahun 2013
Population 15 Years of Age and Over Who Work by Educational Attainment, 2013........

go

s.

bp

li.

ba

102

://

tp

3.2.7

Penduduk 15 Tahun ke Atas yang Bekerja Menurut Kelompok Umur Tahun 2013
Population 15 Years of Age and Over Who Work by Age Group, 2013.................................

ht

3.2.6

.id

3.2.1

103
104

Sosial
Social

4.1 P e n d i d i k a n
Education
4.1.1

4.1.2

4.1.3

Persentase Penduduk Usia 15 Tahun ke Atas Menurut Ijasah Tertinggi yang


Ditamatkan dan Kabupaten/Kota di Bali Tahun 2013
Percentage of Population 15 Years of Age and Over by Educational Attainment and
Regency/City, 2013.....................................................................................................................................
Angka Melek Huruf Provinsi Bali Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Kelamin
Tahun 2013
Literacy Rate in Bali Province by Regency/City and Sex, 2013 ................................................
Angka Partisipasi Sekolah (APS) Provinsi Bali Menurut Kelompok Usia dan
Kabupaten/Kota Tahun 2013
School Participate Rate in Bali Province by Age Group and Regency/City, 2013 .............

Bali In Figures 2014

117

118
119

xxiii

4.1.4

Angka Partisipasi Kasar (APK) Provinsi Bali Menurut Jenjang Pendidikan dan
Kabupaten/Kota Tahun 2013
Gross Enrolment Ratio in Bali Province by Education Level and Regency/City, 2013

121

4.1.5

Angka Partisipasi Murni (APM) Provinsi Bali Menurut Jenjang Pendidikan dan
Kabupaten/Kota Tahun 2013
Net Enrolment Ratio in Bali Province by Education Level and Regency/City, 2013 .........

123

4.1.6

Banyaknya Sekolah, Murid, dan Guru Taman Kanak-kanak / Raudhatul Anfal Menurut
Kabupaten/Kota Tahun 2012/2013
Number of Schools, Pupils, and Teachers of Kindergarten by Regency/City in Bali,
2012/2013 .......................................................................................................................................................
Banyaknya Sekolah, Murid, dan Guru Sekolah Luar Biasa Menurut Kabupaten/Kota
Tahun 2012/2013
Number of Schools, Pupils, and Teachers of Extra Ordinary Schools
by Regency/City in Bali, 2012/2013 ......................................................................................................

s.

4.1.9

Banyaknya Sekolah, Murid, dan Guru Sekolah Dasar / Madrasah Ibtidaiyah Menurut
Kabupaten/Kota Tahun 2012/2013
Number of Schools, Pupils, and Teachers of Elementary School by
Regency/City in Bali, 2012/2013............................................................................................................
Banyaknya Sekolah, Murid, dan Guru Sekolah Menengah Pertama / Madrasah
Tsanawiah Menurut Kabupaten/Kota Tahun 2012/2013
Number of Schools, Pupils, and Teachers of Junior High Schools by Regency/City in
Bali, 2012/2013 .............................................................................................................................................

.id

4.1.8

125

126

127

go

4.1.7

128

ba

li.

bp

4.1.10 Banyaknya Sekolah, Murid, dan Guru Sekolah Menengah Umum / Madrasah Aliyah
Menurut Kabupaten/Kota Tahun 2012/2013
Number of Schools, Pupils, and Teachers of Senior High Schools by Regency/City in
Bali, 2012/2013 .............................................................................................................................................

ht

tp

://

4.1.11 Banyaknya Sekolah, Murid, dan Guru Sekolah Menengah Kejuruan Menurut
Kabupaten/Kota Tahun 2012/2013
Number of Schools, Pupils, and Teachers of Vocational High Schools by Regency/City
in Bali, 2012/2013 ........................................................................................................................................
4.1.12 Banyaknya Murid yang Putus Sekolah Menurut Jenjang Pendidikan dan
Kabupaten/Kota di Bali Tahun 2012/2013
Number of Drop Out Pupils by Level and Regency/City in Bali, 2012/2013 .......................

129

130

131

4.2 Kesehatan dan Keluarga Berencana


Health and Family Planning
4.2.1

4.2.2

4.2.3

Banyaknya Sarana dan Akseptor Baru Keluarga Berencana Menurut Kabupaten/Kota


dan Jenis Sarana di Bali Tahun 2013
Number of Facilities Available and New Family Planning Acceptors by Regency/City
and Type of Facility in Bali, 2013 .........................................................................................................
Banyaknya Pasangan Usia Subur, Akseptor Baru, dan Klinik Keluarga Berencana
(KKB) Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Bali Tahun 2013
Number of Fertile Age Couples, New Acceptors, and Family Planning Clinics by
Regency/City in Bali Province, 2013 ...................................................................................................
Pencapaian Target Akseptor Baru Peserta Keluarga Berencana dan Jenis Alat
Kontrasepsi Menurut Kabupaten/Kota di Bali Tahun 2013
Realization of New Acceptors and Type of Contraceptive by Regency/City
in Bali, 2013....................................................................................................................................................

132

133

134

.
xxiv

Bali Dalam Angka 2014

4.2.5

4.2.6

4.2.7

4.2.8

Persentase Akseptor Baru Menurut Jenis Alat Kontrasepsi yang Digunakan di Bali
Tahun 2003 - 2013
Percentage of New Family Planning Acceptors by Method of Contraception in Bali
2003 2013 ..................................................................................................................................................
Banyaknya Pasangan Usia Subur (PUS) dan Peserta KB Aktif di Bali Tahun 2003 2013
Number of Fertile Age Couples and Active Family Planning Programme Members in
Bali, 2003 2013 ........................................................................................................................................
Banyaknya Peserta KB Aktif Dibandingkan Dengan Pasangan Usia Subur (PUS)
Menurut Kabupaten/Kota di Bali Tahun 2013
Number of Active Family Planning Programme Members Compared With Fertile
Couples by Regency/City in Bali, 2013 ...............................................................................................
Banyaknya Penderita Cacat Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Cacatnya di Bali
Tahun 2013
Number of Handicapped People by Regency/City and Type of Handicap in Bali, 2013 .
Banyaknya Penderita Cacat, Pengemis/Gelandangan, dan Pekerja Seks Komersial
yang Disantuni di Bali Tahun 2003 - 2013
Number of Disabled, Beggars, and Prostitutes Rehabilitated in Bali, 2003 2013...........

.id

4.2.4

Banyaknya Panti Asuhan Menurut Status Pengusahaan dan Kabupaten/Kota di


Provinsi Bali Tahun 2013
Number of Orphanages by Regency/City and Status of Operation in Bali Province,
2013 ..................................................................................................................................................................
4.2.10 Banyaknya Korban Bencana Alam Menurut Jenis dan Kabupaten/Kota di Provinsi Bali
Tahun 2013
Number of Victim of Natural Disasters Occurring by Type of Disaster and Regency/
City In Bali Province, 2013 .......................................................................................................................
4.2.11 Banyaknya Rumah Sakit dan Kapasitas Tempat Tidur Menurut Kabupaten/ Kota dan
Jenisnya di Bali Tahun 2013
Number of Hospitals and Capacity of Beds by Regency/City and Type of Hospitals in
Bali, 2013 ........................................................................................................................................................

137

138

141

142

142

143

144

tp

://

ba

li.

bp

s.

go

4.2.9

136

145

4.2.13 Banyaknya Puskesmas dan Tenaga Medis Pada Puskesmas Menurut


Kabupaten/Kota di Provinsi Bali Tahun 2013
Number of Public Health Centres, and Health Personel by Regency/City in Bali
Province, 2013 .............................................................................................................................................

146

ht

4.2.12 Banyaknya Fasilitas Pelayanan Kesehatan Masyarakat Menurut Kabupaten/Kota dan


Jenisnya di Provinsi Bali Tahun 2013
Number of Community Health Service Facilities by Regency/City and Type of Facilities
in Bali Province, 2013.................................................................................................................................

4.2.14 Banyaknya Penderita yang Dijangkiti Penyakit Menular Menurut Kabupaten/Kota di


Provinsi Bali Tahun 2013
Number of Patient With Contagious Diseases by Regency/City in Bali, 2013 ....................
4.2.15 Banyaknya Tenaga Dokter Ahli di Rumah Sakit Umum Menurut Kabupaten/Kota di
Provinsi Bali Tahun 2013
Number of Specialists at Public Hospitals by Regency/City in Bali Province, 2013 .........

Bali In Figures 2014

147

148

xxv

4.3 A g a m a
Religion
4.3.1

Banyaknya Penduduk Menurut Agama dan Kabupaten/Kota di Bali Tahun 2010


Population by Religion and Regency/City in Bali, 2010 ..............................................................

149

4.3.2

Banyaknya Tempat Peribadatan Menurut Kabupaten/Kota di Bali Tahun 2013


Number of Facilities for Worship by Regency/City in Bali 2013 ................................................

151

4.3.3

Banyaknya Pemuka Agama Menurut Agama dan Kabupaten/Kota di Bali 2013


Number of Religious Leaders in Bali by Religions and Regency/City, 2013 ........................

153

4.4 P e n g a d i l a n
Judiciary

.id

go

ht

tp

4.4.5

157

158

159

://

ba

4.4.4

156

s.

4.4.3

bp

4.4.2

Banyaknya Perkara Pidana yang Diterima dan Diputus oleh Pengadilan Negeri
Wilayah Hukum Pengadilan Tinggi Bali Tahun 2013
Number of Criminal Law Cases Accepted and Judged by District Courts by
Regency/City in Bali, 2013 ......................................................................................................................
Banyaknya Perkara Perdata yang Diterima dan Diputus oleh Pengadilan Negeri
Wilayah Hukum Pengadilan Tinggi Bali Tahun 2013
Number of Civil Law Cases Accepted and Judged by District Courts by Regency/City
in Bali, 2013....................................................................................................................................................
Banyaknya Penyelesaian Banding Perkara Perdata dan Pidana oleh Pengadilan
Negeri Wilayah Hukum Pengadilan Tinggi Bali Tahun 2003 - 2013
Number of Appeals of Civil and Criminal Cases at Public High Court in Bali,
2003 2013 ..................................................................................................................................................
Banyaknya Pelanggaran Lalu Lintas dan Kenakalan Remaja/Penyalahgunaan
Narkotika di Bali Tahun 2003 - 2013
Number of Traffic Violations, Juvenile Deliquencies/Narcotics Addicts in Bali,
2003 2013 ..................................................................................................................................................
Banyaknya Kecelakaan Lalu Lintas Menurut Akibat Kecelakaan dan Nilai Kerugian
Menurut Kabupaten/Kota di Bali Tahun 2013
Number of Road Accidents Classified by Type of Casuallties and Value of Losses by
Regency/City in Bali, 2013 ......................................................................................................................

li.

4.4.1

160

Pertanian
Agriculture

5.1 Tanaman Bahan Makanan


Food Crops
5.1.1

Luas Lahan Per Kabupaten/Kota Menurut Penggunaannya Tahun 2013


Area of Land by Regency/City and Type of Use, 2013.................................................................

5.1.2

Luas Panen, Rata-Rata Produksi, dan Produksi Padi Sawah Menurut Kabupaten/Kota
di Bali Tahun 2013
Harvested Area, Yield Rate, and Production of Wetland Paddy by Regency/City in
Bali, 2013 ........................................................................................................................................................
Luas Panen, Rata-Rata Produksi, dan Produksi Padi Ladang Menurut Kabupaten/Kota
di Bali Tahun 2013
Harvested Area, Production Rate, and Production of Dryland Paddy by Regency/City
in Bali, 2013....................................................................................................................................................

5.1.3

xxvi

177

181

183

Bali Dalam Angka 2014

Luas Panen, Rata-Rata Produksi, dan Produksi Padi Sawah dan Padi Ladang
Menurut Kabupaten/Kota di Bali Tahun 2013
Harvested Area, Production Rate, and Production of Wetland and Dryland Paddy by
Regency/City in Bali, 2013 ......................................................................................................................
5.1.5 Luas Panen, Rata-Rata Produksi, dan Produksi Jagung Menurut Kabupaten/Kota di
Bali Tahun 2013
Harvested Area, Production Rate, and Production of Maize by Regency/City
in Bali, 2013 ..................................................................................................................................................
5.1.6 Luas Panen, Rata-Rata Produksi, dan Produksi Ubi Kayu Menurut Kabupaten/Kota di
Bali Tahun 2013
Harvested Area, Production Rate, and Production of Cassava by Regency/City
in Bali, 2013....................................................................................................................................................
5.1.7 Luas Panen, Rata-Rata Produksi, dan Produksi Ubi Jalar Menurut Kabupaten/Kota di
Bali Tahun 2013
Harvested Area, Production Rate, and Production of Sweet Potatoes by Regency/City
in Bali, 2013 ..................................................................................................................................................
5.1.8 Luas Panen, Rata-Rata Produksi, dan Produksi Kacang Tanah Menurut
Kabupaten/Kota di Bali Tahun 2013
Harvested Area,Production Rate, and Production of Peanuts by Regency/City
in Bali, 2013....................................................................................................................................................
5.1.9 Luas Panen, Rata-Rata Produksi, dan Produksi Ubi Kayu Menurut Kabupaten/Kota di
Bali Tahun 2013
Harvested Area,Production Rate, and Production of Cassava by Regency/City
in Bali, 2013....................................................................................................................................................
5.1.10 Luas Panen, Rata-Rata Produksi, dan Produksi Kacang Hijau Menurut
Kabupaten/Kota di Bali Tahun 2013
Harvested Area, Production Rate, and Production of Mung Beans by Regency/City
in Bali, 2013....................................................................................................................................................

ba

li.

bp

s.

go

.id

5.1.4

187

189

191

193

195

197

5.2.2

ht

tp

://

5.2 H o r t i k u l t u r a
Horticulture
5.2.1 Produksi Buah-buahan Dirinci Menurut Jenisnya dan Kabupaten/Kota di Bali Tahun
2013
Production and Type of Fruit by Regency/City and Kind in Bali, 2013 ...................................

185

Produksi Sayur-sayuran Dirinci Menurut Jenisnya dan Kabupaten/Kota di Bali Tahun


2013
Production and Type of Vegetable by Regency/City in Bali, 2013 ...........................................

199

201

5.3 P e r k e b u n a n
Estate
5.3.1

5.3.2

Luas Areal, Produksi, dan Banyaknya Pemilik Tanaman Kelapa Dalam Menurut
Kabupaten/Kota di Bali Tahun 2013
Area, Number of Productions, and Number of Owners Tall Coconut Plants by
Regency/City in Bali, 2013 .......................................................................................................................
Luas Areal, Produksi, dan Banyaknya Pemilik Tanaman Kelapa Hybrida Menurut
Kabupaten/Kota di Bali Tahun 2013
Area, Number of Production, and Number of Owners of Hybrid Coconut Plants by
Regency/ City in Bali, 2013 ......................................................................................................................

Bali In Figures 2014

203

204

xxvii

5.3.3

5.3.4

5.3.5

5.3.6

5.3.12

5.3.13

205

206

207

208

209

210

211

212

ht

5.3.11

tp

://

5.3.10

ba

li.

5.3.9

bp

s.

5.3.8

go

.id

5.3.7

Luas Areal, Produksi, dan Banyaknya Pemilik Tanaman Kelapa Genjah Menurut
Kabupaten/Kota di Bali Tahun 2013
Area, Number of Productions, and Number of Owners of Dwarf Coconut Plants by
Regency/ City in Bali, 2013 ......................................................................................................................
Luas Areal, Produksi, dan Banyaknya Pemilik Tanaman Kelapa Deres Menurut
Kabupaten/Kota di Bali Tahun 2013
Area, Number of Productions, and Number of Owners of Tap Coconut Sugar Plants by
Regency/City in Bali, 2013 .......................................................................................................................
Luas Areal, Produksi, dan Banyaknya Pemilik Tanaman Kopi Arabika Menurut
Kabupaten/Kota di Bali Tahun 2013
Area, Number of Production, and Number of Owners of Arabica Coffee Plants by
Regency/ City in Bali, 2013 ......................................................................................................................
Luas Areal, Produksi, dan Banyaknya Pemilik Tanaman Kopi Robusta Menurut
Kabupaten/Kota di Bali Tahun 2013
Area, Number of Production, and Number of Owners of Robusta Coffee Plants by
Regency/ City in Bali, 2013 ......................................................................................................................
Luas Areal, Produksi, dan Banyaknya Pemilik Tanaman Cengkeh Menurut
Kabupaten/Kota di Bali Tahun 2013
Area, Number of Production, and Number of Owners of Cloves Plants by Regency/
City in Bali, 2013 ..........................................................................................................................................
Luas Areal, Produksi, dan Banyaknya Pemilik Tanaman Panili Menurut Kabupaten/
Kota di Bali Tahun 2013
Area, Number of Production, and Number of Owners of Vanilla Plants by Regency/
City in Bali, 2013 ..........................................................................................................................................
Luas Areal, Produksi, dan Banyaknya Pemilik Tanaman Jambu Mete Menurut
Kabupaten/Kota di Bali Tahun 2013
Area, Number of Production, and Number of Owners of Cashewnut Plants by
Regency/ City in Bali, 2013 ......................................................................................................................
Luas Areal, Produksi, dan Banyaknya Pemilik Tanaman Tembakau Rakyat Menurut
Kabupaten/Kota di Bali Tahun 2013
Area, Number of Production, and Number of Owners of Tobacco Plants by Regency/
City in Bali, 2013 ..........................................................................................................................................
Luas Areal, Produksi, dan Banyaknya Pemilik Tanaman Tembakau Virginia Menurut
Kabupaten/Kota di Bali Tahun 2013
Area, Number of Production, and Number of Owners of Virginia Tobacco Plants by
Regency/City in Bali, 2013 .......................................................................................................................
Luas Areal, Produksi, dan Banyaknya Pemilik Tanaman Enau/Aren Menurut
Kabupaten/ Kota di Bali Tahun 2013
Area, Number of Production, and Number of Owners of Palm Sugar Plants by
Regency/ City in Bali, 2013 ......................................................................................................................
Luas Areal, Produksi, dan Banyaknya Pemilik Tanaman Kakao Menurut Kabupaten/
Kota di Bali Tahun 2013
Area, Number of Production, and Number of Owners of Cocoa Plants by Regency/
City in Bali, 2013 ..........................................................................................................................................

213

214

215

5.4 K e h u t a n a n
Forestry
5.4.1

xxviii

Luas Hutan Wisata Menurut Fungsinya dan Banyaknya Pengunjung Kawasan Hutan
Konservasi di Provinsi Bali Tahun 2013
Area, Function and Number of Visitors to The Forest Conservation Areas in Bali
Province, 2013 ..............................................................................................................................................

216

Bali Dalam Angka 2014

5.4.2

Luas Kawasan Hutan Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Bali Tahun 2013


Area of Forest by Regency/City in Bali Province 2013 .................................................................

217

5.4.3

Luas Kawasan Hutan Menurut Kabupaten dan Fungsinya di Provinsi Bali Tahun 2013
Area of Forest by Regency and Its Function in Bali Province 2013.........................................

218

5.5 P e t e r n a k a n
Livestock
Populasi Ternak Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Ternak di Bali Tahun 2013
Population of Livestock by Regency/City and Type of Livestock in Bali, 2013 ...................

220

5.5.2

Populasi Ternak Sapi Menurut Kabupaten/Kota dan Jenisnya di Bali Tahun 2013
Population of Cows of by Regency/City and Type in Bali, 2013 ...............................................

222

5.5.3

Populasi Unggas Menurut Kabupaten/Kota dan Jenisnya di Bali Tahun 2013


Population of Poultry by Regency/City and Type of Poultries in Bali, 2013 .........................
Banyaknya Ternak yang Dipotong Menurut Kabupaten/Kota dan Jenisnya di
Bali Tahun 2013
Number of Livestock Slaughtered by Regency/City and Type of Livestock in Bali, 2013

5.5.4

.id

5.5.1

223

224

Produksi Daging Ternak Menurut Kabupaten/Kota dan Jenisnya di Bali Tahun 2013
Production of Meat by Regency/City and Type of Livestock in Bali, 2013 ............................

225

5.5.6

Produksi Daging Unggas dan Susu Menurut Kabupaten/Kota di Bali Tahun 2013
Production of Poultry and Milk by Regency/City in Bali, 2013 ...................................................

226

5.5.7

Produksi Telur Ayam dan Telur Itik Menurut Kabupaten/Kota dan Jenisnya di Bali
Tahun 2013
Production of Hen and Duck Egg by Regency/City and Type of Poultries in Bali, 2013 .

227

5.5.8

Produksi Kulit Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Ternak di Bali Tahun 2013
Skin Production by Regency/City and Kind of Livestock in Bali, 2013 ...................................

228

5.5.9

Jumlah Ternak yang Dipotong Menurut Kabupaten/Kota, Jenis Ternak, dan Status
Tempat Pemotongan di Bali Tahun 2013
Number of Livestock Slaughtred by Type of Butchering Status and Regency/City in
Bali, 2013 ........................................................................................................................................................

229

ht

tp

://

ba

li.

bp

s.

go

5.5.5

5.6 P e r i k a n a n
Fishery
5.6.1

Produksi Ikan Sawah Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Ikan di Bali Tahun 2013
Production of Wetland Fishery by Regency/City and Type of Fish in Bali, 2013 ...........

230

5.6.2

Produksi Ikan Sungai Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Ikan di Bali Tahun 2013
Production of River Fish by Regency/City and Type of Fish in Bali, 2013 ............................

231

5.6.3

Produksi Ikan Tambak Menurut Jenis Ikan dan Kabupaten/Kota di Bali Tahun 2013
Production of Brackish Pond Fish by Regency/City and by Type of Fish in Bali
Province, 2013 ..............................................................................................................................................

233

5.6.4

Produksi Ikan Kolam per Kabupaten/Kota Menurut Jenis Ikan Tahun 2013
Production of Swamp Fish by Regency/City and Type of Fish, 2013 .....................................

234

5.6.5

Produksi Ikan Danau Menurut Kabupaten/Kota dan Jenisnya Tahun 2013


Production of Lake Fish by Regency/City and Type, 2013 .........................................................

235

Bali In Figures 2014

xxix

5.6.6

Banyaknya Produksi Ikan Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Ikan di Bali Tahun 2013
Fish Production by Regency/City and Type of Fish in Bali, 2013 .............................................

236

5.6.7

Nilai Produksi Ikan Menurut Kabupaten dan Jenis Ikan di Bali Tahun 2013
Value of Fish Production by Regency/City and Type of Fisheries in Bali, 2013 .................

238

5.6.8

Banyaknya Alat Penangkap Ikan Menurut Jenis dan Kabupaten/Kota di Bali


Tahun 2013
Number of Fishing Equipment by Type and Regency/City in Bali, 2013 ...............................

240

5.6.9

Jumlah Perahu dan Kapal Penangkap Ikan Menurut Kabupaten/Kota dan Jenisnya di
Bali Tahun 2013
Number of Fishing Boats by Regency/City and Type in Bali, 2013 .........................................

244

Perindustrian dan Energi


Industry and Energy

.id

6.1 Industri Besar dan Sedang


Large and Medium Scale Manufacturing Industries
Banyaknya Perusahaan Industri Besar dan Sedang, Tenaga Kerja, dan Pengeluaran
Untuk Tenaga Kerja Menurut Golongan Pokok Industri di Bali Tahun 2012
Number of Large and Medium Scale Industries, Workers, and Employment Cost by
Major Industrial Group in Bali, 2012 ....................................................................................................

255

6.1.2

Nilai Output Menurut Golongan Pokok Industri di Bali Tahun 2012


Value Output by Major Industrial Group in Bali, 2012 ...................................................................

259

6.1.3

Tenaga Listrik Industri Besar dan Sedang yang Dibangkitkan Sendiri dan yang Dibeli
Menurut Golongan Pokok Industri di Bali Tahun 2012
Electricity Produced and Purchased by Major Industrial Group in Bali, 2012......................

261

ba

li.

bp

s.

go

6.1.1

Banyaknya dan Nilai Pemakaian Bahan Bakar dan Pelumas Tahun 2012
Quantity and Value of Fuel and Lubricants, 2012...........................................................................

263

6.1.5

Biaya Input Industri Besar dan Sedang Menurut Golongan Pokok Industri di Bali
Tahun 2012
Input Cost of Large and Medium Scale Industry by Major Industry Group in Bali, 2012 .

267

6.1.6

Nilai Tambah Menurut Golongan Pokok Industri di Bali Tahun 2012


Added Value by Major Industrial Group in Bali, 2012....................................................................

270

6.1.7

Indikator Perusahaan Industri Besar dan Sedang di Bali Tahun 2008 - 2012
Indicators of Large and Medium Scale Industry in Bali, 2008 2012 .....................................

273

6.1.8

Penambahan dan Pengurangan Barang Modal Bekas dan Barang Modal Tetap
Menurut Kode Industri Tahun 2012
Additional and Reduction of Used and Fixed Capital by Industrial Code, 2012..................

274

ht

tp

://

6.1.4

6.2 Listrik dan Air Bersih


Electricity and Water Supply
6.2.1

xxx

Produksi Listrik, Pemakaian Bahan Bakar dan Minyak Pelumas oleh PLN di Bali
Tahun 2013
Production of Electricity, Consumption of Fuel and Lubricants at State Electricity
Company by Region, 2013.......................................................................................................................

276

Bali Dalam Angka 2014

6.2.2

6.2.3

6.2.4

277

278
279

Jumlah Penggunaan Air Bersih Menurut Golongan Pemakaian dan Kabupaten/


Kota di Bali Tahun 2012
Consumption of Water Usage Classification and Regency/City in Bali, 2012 .....................

280

6.2.6

Banyaknya Pelanggan, Produksi, Penggunaan, dan Penerimaan Air Bersih Menurut


Kabupaten/Kota Tahun 2012
Number of Customers, Production, Consumption, and Revenue of Water Supply by
Regency/City, 2012.....................................................................................................................................

281

.id

6.2.5

Perdagangan
Trade
7.1
Perkembangan Beberapa Indikator Ekspor Barang Provinsi Bali Tahun 2009 - 2013
The Growth of Some Export Indicators Goods of Bali Province, 2009 - 2013 ...................

s.

go

Banyaknya kVA Tersambung, kWh Terjual, dan Jumlah Pelanggan Menurut Golongan
per Cabang di Bali Tahun 2013
Number of kVA Available, kWh Sold, and Number of Customers by Classification and
Branch in Bali, 2013 ....................................................................................................................................
Banyaknya Desa yang Berlistrik, Gardu, VA Terpasang, dan Jumlah Pelanggan Tahun
2003 - 2013
Number of Villages Electrified, Transmission, VA Installed, and Customers,
2003 2013 ...................................................................................................................................................
Banyaknya Pelanggan Listrik di Pedesaan dan Perkotaan Tahun 2013
Number of Customers by Urban and Rural, 2013...........................................................................

291

Nilai dan Pangsa Ekspor Provinsi Bali Menurut Kawasan Tujuan Tahun 2010 - 2013
Value and Export Segment of Bali Province by Destination, 2010 - 2013 ............................

292

7.3

Sepuluh Negara Tujuan Ekspor Terbesar Provinsi Bali Tahun 2013


Exports of Bali Province by Major Country of Destination, 2013 ..............................................

293

7.4

Sepuluh Kelompok Komoditas Ekspor Terbesar Provinsi Bali Tahun 2013


Exports of Bali Province by Major Commodity, 2013.....................................................................

294

7.5

Perkembangan Beberapa Indikator Impor Provinsi Bali Tahun 2009 - 2013


The Growth of Some Import Indicators Goods of Bali Province, 2009 - 2013 .....................

295

ht

tp

://

ba

li.

bp

7.2

7.6

Nilai dan Pangsa Impor Provinsi Bali Menurut Kawasan Asal Tahun 2010 - 2013
Value and Imports Segment of Bali Province by Origin, 2010 - 2013 .....................................

296

7.7

Sepuluh Negara Asal Impor Terbesar Provinsi Bali Tahun 2013


Import of Bali Province by Major Country of Origin, 2013............................................................

297

7.8

Sepuluh Kelompok Komoditas Impor Terbesar Provinsi Bali Tahun 2013


Import of Bali Provice by Major Commodity, 2013..........................................................................

298

7.9

Transaksi Berjalan Perdagangan Luar Negeri Provinsi Bali Tahun 2010 - 2013
Current of Bali Province Overseas Trade by Destination, 2010 - 2013 ................................

299

Transportasi, Komunikasi, dan Pariwisata


Transportation, Communication, and Tourism

8.1 Sarana Jalan


Road Condition
8.1.1 Panjang Jalan Menurut Kabupaten/Kota dan Status di Bali Tahun 2013
Lenght of Roads by Regency/City and Status in Bali, 2013 .......................................................

315

Bali In Figures 2014

xxxi

8.1.2

Panjang Jalan di Bali Menurut Kondisi Jalan Keadaan Akhir Tahun 2013
Length of Roads in Bali by Condition of Road, 2013 .....................................................................

316

8.1.3

Panjang Jalan Menurut Jenis Permukaan dan Status Jalan di Bali Tahun 2013
Length of Roads in Bali Kind of Surface and by Status of Road, 2013 ..................................

317

8.1.4

Panjang Jalan Nasional Menurut Jurusan dan Fungsi Tahun 2013


Length of National Roads in Bali by Route and Function of Road, 2013...............................

318

8.1.5

Panjang Jalan Provinsi Menurut Jurusan dan Fungsi di Bali Tahun 2013
Length of Provincial Roads by Route and Function of Road in Bali, 2013 ...........................

319

8.2 Angkutan Darat


Land Transportation
Banyaknya Kendaraan Bermotor Menurut Jenis Kendaraan dan Kabupaten/Kota di
Bali Tahun 2013
Number of Motorized Vehicles by Type of Vehicles and Regency/City in Bali, 2013 .......

8.2.2

Banyaknya Perusahaan Bus Umum dan Daya Angkutnya yang Beroperasi Antar Kota
Dalam Provinsi (AKDP) di Bali Dirinci per Kabupaten/Kota Tahun 2013
Number of Intercity Bus Companies, Buses Operated, and Their Capacities by
Regency/City, 2013 .....................................................................................................................................
Banyaknya Perusahaan Bus Umum Menurut Jenis Kendaraan yang Beroperasi Antar
Kota Dalam Provinsi (AKDP) di Bali Dirinci per Kabupaten/Kota Tahun 2013
Number of Intercity Bus Companies and Buses Operated, by Type of Vehicles and
Regency/City, 2013 .....................................................................................................................................
Banyaknya Perusahaan Bus Umum dan Daya Angkutnya yang Beroperasi Antar Kota
Antar Provinsi (AKAP) di Bali Dirinci per Kabupaten/Kota Tahun 2013
Number of Inter Provincial Transportation Companies, Number of Buses, and Their
Capacities by Regency/City, 2013 ........................................................................................................

go

320

322

323

://

Banyaknya Penumpang Bus Trans Sarbagita Menurut Koridor dan Bulan Tahun 2013
Number of Trans Sarbagita Bus Passenger by Corridor and Month, 2013 ..........................

8.3.1

Banyaknya Penumpang Tiba dan Berangkat Menurut Pelabuhan di Bali Tahun 2013
Number of Passenger Arrived and Departing by Ports in Bali, 2013 ......................................

8.3.2

Banyaknya Barang Tiba dan Berangkat Menurut Pelabuhan di Bali Tahun 2013
Number of Goods Arrived and Departing by Ports in Bali, 2013 ...............................................
Bongkar Muat Barang Antar Pulau di Pelabuhan Benoa Dirinci Menurut Jenis Barang
Tahun 2013
Loaded and Unloaded Cargo at Benoa Harbour by Type of Commodities, 2013 ..............

8.3.3

325

ht

8.3 Angkutan Laut


Sea Transportation

324

tp

8.2.5

ba

li.

8.2.4

bp

s.

8.2.3

.id

8.2.1

326
327

328

8.4 Angkutan Udara


Air Transportation
8.4.1

xxxii

Banyaknya Pesawat Terbang, Penumpang yang Datang, dan Berangkat dari/ke


Bandara Ngurah Rai Bali Serta Transit per Bulan Tahun 2013
Number of Flights, Passenger Arrival, and Departure at/from Ngurah Rai Airport by
Month, 2013 ...................................................................................................................................................

329

Bali Dalam Angka 2014

8.4.2

Arus Penumpang Melalui Pelabuhan Udara Ngurah Rai Bali Menurut Asal dan
Tujuannya Tahun 2013
Number of Passengers Arriving, Departing, and in Transit at/from Ngurah Rai Airport
In Bali by Origin and Destination, 2013...............................................................................................

8.4.3

Banyaknya Bongkar Muat di Pelabuhan Udara Ngurah Rai Bali Tahun 2013
Volume of Cargo Loaded and Unloaded at Ngurah Rai Airport by Kind of Origin
in Bali, 2013....................................................................................................................................................
Banyaknya Bongkar Muat Barang Dalam Negeri Menurut Jenisnya di Bandara
Ngurah Rai Bali Tahun 2013
Volume of Domestic Cargoes Loaded and Unloaded by Type of Cargoes at Ngurah
Rai Airport, 2013 ..........................................................................................................................................
Banyaknya Bongkar Muat Barang Luar Negeri Menurut Jenisnya di Bandara Ngurah
Rai Bali Tahun 2013
Number of International Cargoes Loaded and Unloaded by Type of Cargoes at
Ngurah Rai Airport, 2013 ..........................................................................................................................
Banyaknya Bongkar Muat Barang Dalam Negeri dan Luar Negeri Menurut Jenisnya di
Bandara Ngurah Rai Bali Tahun 2013
Number of Domestic and International Cargoes Loaded and Unloaded by Type of
Carges in Ngurah Rai Airport, 2013 .....................................................................................................

8.4.4

8.4.5

li.

bp

Banyaknya Surat Pos yang Dikirim (Luar dan Dalam Negeri) Tahun 2013
Amount of Mail Sent (Domestic and Int. Mail) by Post Office by Type of Service and
Regency/City, 2013 .....................................................................................................................................
Banyaknya Sambungan Telepon Menurut Sambungan Induk, Cabang, Serta
Kapasitas Sentral Tahun 2013
Number of Telephone Connections by Type of Connections and Capacity, 2013 ............

334

335

336

Banyaknya Kapasitas dan Pelanggan Telepon per Kabupaten/Kota Tahun 2013


Number of Telephone Capacity and Customer by Regency/City, 2013.................................

337

Persentase Rumahtangga yang memiliki Akses Teknologi, Informasi, dan Komunikasi


Menurut Kabupaten/Kota Tahun 2013
Percentage of Household that Have Access of Technology, Information, and
Communication by Regency/City, 2013..............................................................................................

338

tp

8.5.4

333

ht

8.5.3

://

ba

8.5.2

332

s.

8.5 Pos dan Telekomunikasi


Post and Telecommunication
8.5.1

331

go

.id

8.4.6

330

8.6 P a r i w i s a t a
Tourism
8.6.1

Banyaknya Wisatawan Mancanegara yang Datang Langsung ke Bali per Bulan Tahun
2009 - 2013
Number of Foreign Visitors Arriving Directly to Bali by Month, 2009 - 2013 ........................

339

8.6.2

Banyaknya Wisatawan Mancanegara yang Datang Langsung ke Bali Menurut


Kebangsaan Tahun 2009 - 2013
Number of Foreign Visitors Arriving Directly by Nationality to Bali, 2009 - 2013 ................

340

8.7 P e r h o t e l a n
Hotels
8.7.1

Banyaknya Hotel Berbintang di Bali Menurut Lokasi dan Kelas Hotel Tahun 2013
Number of Classified Hotel in Bali by Location of Hotel and Hotel Class, 2013 .................

Bali In Figures 2014

343

xxxiii

8.7.2

Banyaknya Kamar yang Tersedia pada Hotel Berbintang di Bali Menurut Lokasinya
Tahun 2013
Number of Rooms Available of Classified Hotels in Bali by Location of Hotel, 2013........

344

8.7.3

Banyaknya Tempat Tidur yang Tersedia pada Hotel Berbintang di Bali Menurut
Lokasinya Tahun 2013
Number of Beds Available of Classified Hotels in Bali by Hotel Location, 2013 .................

345

8.7.4

Banyaknya Tamu Asing dan Domestik yang Datang pada Hotel Berbintang Dirinci
Menurut Kelas Hotel Tahun 2013
Number of Foreign and Domestic Guests at Classified Hotel by Hotel Class, 2013 .......

346

8.7.5

Banyaknya Tamu Asing dan Domestik yang Datang pada Hotel Berbintang Dirinci per
Bulan Tahun 2013
Number of Foreign and Domestic Guests at Classified Hotels by Month, 2013 .................

347

8.7.6

Persentase Tingkat Penghunian Kamar Hotel Berbintang Menurut Bulan dan Kelas
Hotel di Bali Tahun 2013
Room Occupancy Rates of Hotels in Bali by Month and by Hotel Class, 2013 ..................

348

Tingkat Penghunian Ganda Atas Kamar Hotel Berbintang Menurut Bulan dan Kelas
Hotel di Bali Tahun 2013
Average Guests per Room (GpR) of Classified Hotels in Bali by Month and
by Hotel Class, 2013...................................................................................................................................
8.7.8 Rata-Rata Lama Menginap Tamu di Hotel Berbintang Menurut Bulan dan Kelas Hotel
di Bali Tahun 2013
Average Length of Stay of Guests at Classified Hotels by Month and Hotel Class in
Bali, 2013 ........................................................................................................................................................
8.7.9 Rata-Rata Lama Menginap Tamu Asing di Hotel Berbintang Menurut Bulan dan Kelas
Hotel di Bali Tahun 2013
Average Length of Stay of Foreign Guests at Classified Hotels by Month and Hotel
Class in Bali, 2013 .......................................................................................................................................
8.7.10 Rata-Rata Lama Menginap Tamu Domestik pada Hotel Berbintang Menurut Bulan
dan Kelas Hotel di Bali Tahun 2013
Average Lenght of Stay of Domestic Guests at Classified Hotel by Month and Hotel
Class in Bali, 2013 .......................................................................................................................................
8.7.11 Prosentase Tingkat Penghunian Tempat Tidur Hotel Berbintang Menurut Bulan dan
Kelas Hotel di Bali Tahun 2013
Bed Occupancy Rates of Classified Hotels by Month and by Hotel Class in Bali, 2013 .

ht

tp

://

ba

li.

bp

s.

go

.id

8.7.7

8.7.12 Banyaknya Hotel Non Bintang dan Akomodasi Lainnya di Bali Menurut
Kabupaten/Kota dan Kelompok Kamar Tahun 2013
Number of Nonclassified Hotels and other Accommodations in Bali by Regency/City
and Room Group, 2013 .............................................................................................................................
8.7.13 Banyaknya Kamar Tersedia pada Hotel Non Bintang dan Akomodasi Lainnya Menurut
Kabupaten/Kota dan Kelompok Kamar di Bali 2013
Number of Rooms Available of Nonclassified Hotels and Other Accommodations by
Regency/City and by Room Group in Bali, 2013 .............................................................................
8.7.14 Banyaknya Tempat Tidur Tersedia pada Hotel Non Bintang dan Akomodasi Menurut
Kabupaten/Kota dan Kelompok Kamar di Bali Tahun 2013
Number of Beds Available of Nonclassified Hotels and Other Accommodations in Bali
by Regency and Room Group, 2013....................................................................................................
8.7.15 Banyaknya Tamu yang Datang Pada Hotel Non Bintang dan Akomodasi Lainnya
Menurut Bulan dan Kelompok Kamar di Bali Tahun 2013
Number of Guests at Nonclassified Hotels and Other Accommodations in Bali by
Month and by Room Group, 2013 .........................................................................................................

xxxiv

349

350

351

352

353

354

355

356

357

Bali Dalam Angka 2014

358

359

360

361

362

363

364

365

ht

tp

://

ba

li.

bp

s.

go

.id

8.7.16 Banyaknya Tamu Asing yang Datang pada Hotel Non Bintang dan Akomodasi Lainnya
Menurut Bulan dan Kelompok Kamar di Bali Tahun 2013
Number of Foreign Guests at Nonclassified Hotels and Other Accommodations in Bali
by Month and Room Group, 2013 .........................................................................................................
8.7.17 Banyaknya Tamu Domestik yang Datang pada Hotel Non Bintang dan Akomodasi
Lainnya Menurut Bulan dan Kelompok Kamar di Bali Tahun 2013
Number of Domestic Guests at Nonclassified Hotels and Other Accommodations in
Bali by Month and Room Group, 2013 ................................................................................................
8.7.18 Persentase Tingkat Penghunian Kamar Hotel Non Bintang dan Akomodasi lainnya di
Bali Dirinci Menurut Bulan dan Kelas Hotel Tahun 2013
Room Occupancy Rates of Nonclassified Hotels and Other Accommodations in Bali
by Month and Room Group, 2013 .........................................................................................................
8.7.19 Tingkat Penghunian Ganda Atas Kamar Hotel Non Bintang dan Akomodasi Lainnya
Menurut Bulan dan Kelompok Kamar di Bali Tahun 2013
Average Guests per Room (GpR) of Nonclassified Hotels and Other Accommodations
in Bali by Month and Room Group, 2013 ...........................................................................................
8.7.20 Rata-Rata Lama Menginap Tamu di Hotel Non Bintang dan Akomodasi Lainnya
Menurut Bulan dan Kelompok Kamar di Bali Tahun 2013
Average Length of Stay of Guests at Nonclassified Hotels and Other Accommodations
in Bali by Month and Room Group, 2013 ...........................................................................................
8.7.21 Rata-Rata Lama Menginap Tamu Asing di Hotel Non Bintang dan Akomodasi Lainnya
Menurut Bulan dan Kelompok Kamar di Bali Tahun 2013
Average Length of Stay of Foreign Guests at Nonclassified Hotels and Other
Accommodations in Bali by Month and Room Group, 2013 .......................................................
8.7.22 Rata-Rata Lama Menginap Tamu Domestik di Hotel Non Bintang dan Akomodasi
Lainnya Menurut Bulan dan Kelompok Kamar di Bali Tahun 2013
Average Length of Stay of Domestic Guests at Nonclassified Hotels and Other
Accommodations in Bali by Month and Room Group, 2013 .......................................................
8.7.23 Persentase Tingkat Penghunian Tempat Tidur di Hotel Non Bintang dan Akomodasi
Lainnya Menurut Bulan dan Kelompok Kamar di Bali Tahun 2013
Bed Occupancy Rates of Nonclassified Hotels and Other Accommodations in Bali by
Month and Room Group, 2013 ...............................................................................................................
8.8 R e s t o r a n
Restaurant
8.8.1

Banyaknya Restoran dan Rumah Makan Dirinci Menurut Kabupaten/Kota di Bali


Tahun 2009 - 2013
Number of Restaurant by Regency/City in Bali, 2009 - 2013.....................................................

366

8.8.2

Banyaknya Tempat Duduk dari Restoran dan Rumah Makan Dirinci Menurut
Kabupaten/Kota di Provinsi Bali Tahun 2009 - 2013
Number of Seats of Restaurant by Regency/City in Bali Province, 2009 - 2013 ................

367

8.8.3

Banyaknya Biro Perjalanan Wisata, Cabang Biro Perjalanan Wisata, dan Agen
Perjalanan Wisata Menurut Lokasi Tahun 2013
Number of Travel Bureau, Branch of Travel Bureau, and Tourism Travel Agents by
Location of Travel Bureau, 2013............................................................................................................

368

Bali In Figures 2014

xxxv

Keuangan dan Harga


Finance and Prices

9.1 Keuangan Pemerintah Daerah


Finance of Regional Government
9.1.1

9.1.2

Ringkasan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Bali
Tahun 2013
Summary of Budgeted Local Government Revenues Realization and Expenditures of
Bali Province, 2013 .....................................................................................................................................
Ringkasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten/Kota di Bali
Tahun 2013
Summary of Local Government Revenues and Expenditures Realization by Regency/
City in Bali, 2013 ..........................................................................................................................................

377

380

9.2 Perbankan dan Koperasi


Banking and Cooperatives

9.2.6

9.2.7

9.2.8

9.2.9

xxxvi

.id

383

384

387

389

ht

9.2.5

tp

://

9.2.4

ba

li.

9.2.3

bp

s.

9.2.2

Pinjaman Perbankan dalam Rupiah dan Valas Menurut Kelompok Bank di Provinsi
Bali Tahun 2013
Value of Bank Credit in Rupiahs and Foreign Exchange by Group of Bank at Bali
Province, 2013 ..............................................................................................................................................
Posisi Pinjaman Perbankan Dalam Rupiah dan Valas Menurut Sektor Ekonomi di
Provinsi Bali Tahun 2013
Value of Bank Credit in Rupiahs and Foreign Exchange by Economic Sector in Bali
Province, 2013 ..............................................................................................................................................
Posisi Pinjaman Perbankan dalam Rupiah dan Valas Menurut Jenis Penggunaan dan
Kelompok Bank di Bali Tahun 2013
Value of Bank Credits in Rupiahs and Foreign Exchange by Type of Use and Group
of Banks in Bali Province, 2013..............................................................................................................
Deposito Berjangka Rupiah dan Valuta Asing Menurut Kelompok Bank di Provinsi Bali
Tahun 2013
Value of Rupiahs Time Deposit and Foreign Exchange by Group of Bank in Bali
Province, 2013 ..............................................................................................................................................
Deposito Berjangka Rupiah dan Valuta Asing Menurut Jangka Waktu di Provinsi Bali
(Termasuk BPR) Tahun 2013
Value of Rupiahs Time Deposits and Foreign Exchange by Period in Bali Province,
2013 (Include Rurel Bank) ........................................................................................................................
Banyaknya Uang Pinjaman, Pelunasan, Lelang, dan Sisa Uang Pinjaman pada
Pegadaian Tahun 2013
Value of Credits, Debt Paying Off, Auction Selling, and Credits Balance at Pawnshops
Services, 2013 ..............................................................................................................................................
Jumlah Barang Jaminan dan Pelunasan pada Daerah Pemeriksaan Perusahaan
Umum Pegadaian Tahun 2013
Number of Goods Under Guarantee and Debt Paying Off at Pawnshop Services, 2013

go

9.2.1

Banyaknya Koperasi Unit Desa, Anggota, Nilai Simpanan, dan Volume Usaha
Menurut Kabupaten/Kota Tingkat Koperasi di Bali Tahun 2013
Number of Village Unit Cooperatives, Number of Members, Deposit, and Turnover by
Regency/City and Level of Cooperatives in Bali, 2013 .................................................................
Banyaknya Koperasi Non KUD, Anggota, Nilai Simpanan, dan Volume Usaha dan
Tingkat Koperasi Tahun 2013
Number of Non Village Unit Cooperatives, Members, Deposits, and Turnover by
Region and Level of Cooperatives, 2013 ..............................................................................

390

391

392

393

394

Bali Dalam Angka 2014

395

9.2.11 Banyaknya Koperasi, KUD, dan Non KUD Menurut Jenis Usaha Menurut
Kabupaten/Kota dan Jenis Koperasi Tahun 2013
Number of Cooperatives,Village Unit Cooperatives, and Non Village Unit Cooperatives
by Region and Type of Cooperative, 2013 ........................................................................................

396

9.2.12 Pelaksanaan Penyaluran Beras, Gula, dan Tepung Terigu di Bali Tahun 2003 - 2013
Distribution of Rice, Sugar, and Wheat Flour in Bali 2003 - 2013 ............................................

399

9.2.13 Realisasi Pengadaan Beras Per Bulan oleh Perum Bulog Divisi Regional Bali Tahun
2009 - 2013
Actual Rice Stocks by Office of Logistics Bali Province, 2009 - 2013.....................................

400

9.2.14 Realisasi Pengadaan Beras di Bali Melalui KUD, Non KUD, dan Lainnya Tahun 2003 2013
Actual Rice Stocks in Bali via Vilage Unit Cooperatives and Others, 2003 - 2013 ............

401

9.2.15 Perkembangan Penanaman Modal Dalam Negeri di Bali Tahun 2004 - 2013
The Growth of Domestic Capital Invesment in Bali, 2004 2013 ............................................

402

9.2.16 Perkembangan Penanaman Modal Asing di Bali Tahun 2004 - 2013


The Growth of Foreign Capital Invesment in Bali, 2004 2013 ................................................

403

Realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri di Bali Menurut Kabupaten/Kota


Tahun 2009 - 2013
Realization of Domestic Capital Investment by Regency/City in Bali, 2009 - 2013 ...........

404

Realisasi Penanaman Modal Asing di Bali Menurut Kabupaten/Kota


9.2.18
Tahun 2009 - 2013
Realization of Foreign Capital Investment by Regency/City in Bali, 2009 - 2013 ..............

405

s.

ba

li.

bp

9.2.17

go

.id

9.2.10 Banyaknya Koperasi Menurut Tingkat dan Kabupaten/Kota Tahun 2013


Number of Cooperatives by Level and Regency/City, 2013 .......................................................

://

9.3 H a r g a
Prices

Rata-rata Harga Eceran Bahan Pokok per Bulan di Kota Denpasar Tahun 2013
Average Retail Price of Essential Commodities in Denpasar by Month, 2013 ....................

406

9.3.2

Rata-rata Harga Eceran Emas Perhiasan di Kota Denpasar Tahun 2013


Average Retail Price of Gold Jewellery in Denpasar by Month, 2013 ....................................

408

9.3.3

Kurs Rata-rata Valuta Asing per Bulan di Provinsi Bali Tahun 2013
Average of Foreign Exchange Currencies by Month in Bali, 2013...........................................

409

9.3.4

Laju Inflasi Kota Denpasar, Singaraja, dan Bali Menurut Komoditas Tahun 2013
Inflation Rate in Denpasar, Singaraja, and Bali by Commodity, 2013 ....................................

411

9.3.5

Laju Inflasi Kota Denpasar, Singaraja, dan Bali per Bulan Tahun 2013
Inflation Rate in Denpasar, Singaraja, and Bali by Month, 2013 ..............................................

417

9.3.6

Upah Minimum Kabupaten/Kota di Bali Tahun 2009 - 2013


Minimum Wage by Regency/City in Bali, 2009 - 2013 ..................................................................

418

ht

tp

9.3.1

Bali In Figures 2014

xxxvii

Pengeluaran dan Konsumsi


Expenditures and Consumption

10.6
10.7

11

.id

go

10.5

s.

10.4

425

426

427

428

430

Gini Rasio Provinsi Bali Menurut Kabupaten/Kota Tahun 2009 - 2013


Gini Ratio of Bali Province by Regency/City, 2009 - 2013 ..........................................................

431

Distribusi Pendapatan Provinsi Bali Menurut Kabupaten/Kota Tahun 2013


Income Distribution of Bali Province by Regency/City, 2013......................................................

432

bp

10.3

li.

10.2

Pengeluaran Rata-rata per Kapita Sebulan Menurut Golongan dan Jenis Pengeluaran
Provinsi Bali Tahun 2012 - 2013
Monthly Average Expenditure per Capita by Class and Kind of Expenditure of Bali
Province, 2012 2013 ............................................................................................................................... .
Pengeluaran Rata-rata per Kapita Sebulan Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis
Pengeluaran Provinsi Bali Tahun 2012 - 2013
Monthly Average Expenditure per Capita by Regency/City and Kind of Expenditure of
Bali Province, 2012 2013 ......................................................................................................................
Pengeluaran Rata-rata per Kapita Sebulan Menurut Kelompok Bahan Makanan
Provinsi Bali Tahun 2011 - 2013
Monthly Average Expenditure per Capita by Group of Food Commodity in Bali
Province, 2011 - 2013 ................................................................................................................................
Pengeluaran Rata-rata per Kapita Sebulan Menurut Kelompok Bukan Bahan Makanan
Provinsi Bali Tahun 2011 - 2013
Monthly Average Expenditure per Capita by Group of Non-Food in Bali Province,
2011 - 2013 ....................................................................................................................................................
Rata-rata Konsumsi Kalori dan Protein per Kapita Sehari Menurut Kelompok Bahan
Makanan Provinsi Bali Tahun 2011 - 2013
Daily average Consumption of Calorie and Protein per Capita by Group of Food
Commodity in Bali Province 2011 2013 ..........................................................................................

Pendapatan Regional
Regional Income

ba

10.1

://

10

ht

tp

11.1 Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Menurut Lapangan Usaha


Gross Regional Domestic Product (GRDP) by Industrial Origin
11.1.1 PDRB Provinsi Bali Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha Tahun
2010 - 2013
GRDP of Bali Province at Current Market Prices in Bali Province by Industrial Origin,
2010 - 2013 ....................................................................................................................................................

441

11.1.2 PDRB Provinsi Bali Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha Tahun
2010 - 2013
GRDP of Bali Province at 2000 Constant Prices by Industrial Origin, 2010 - 2013...........

445

11.1.3 Distribusi Persentase PDRB Atas Dasar Harga Berlaku menurut Lapangan Usaha
2010 - 2013
Presentage Distribution of GRDP of Bali Province at Current Market Prices in Bali
Province by Industrial Origin, 2010 - 2013.........................................................................................
11.1.4 Distribusi Persentase PDRB Provinsi Bali Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut
Lapangan Usaha Tahun 2010 - 2013
Percentage Distibution of GRDP at 2000 Constant Prices in Bali Province by Industrial
Origin, 2010 - 2013 ......................................................................................................................................

xxxviii

449

453

Bali Dalam Angka 2014

11.1.5 Laju Pertumbuhan PDRB Provinsi Bali Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan
Usaha Tahun 2010 - 2013
The Growth of GRDP at Current Market Prices in Bali Province by Industrial Origin,
2010 - 2013 ....................................................................................................................................................
11.1.6 Laju Pertumbuhan PDRB Provinsi Bali Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut
Lapangan Usaha Tahun 2010 - 2013
The Growth of GRDP at 2000 Constant Prices in Bali Province by Industrial Origin
2010 - 2013 ....................................................................................................................................................

457

461

11.2 PDRB per Kapita


GRDP per Capita
11.2

Angka Agregatif PDRB, Jumlah Penduduk, dan PDRB Per Kapita Provinsi Bali Tahun
2010 - 2013
Product Agregate of GRDP, Mid Year Population, and per Capita GRDP in Bali
Province, 2010 - 2013 ................................................................................................................................

.id

11.3 PDRB Menurut Penggunaan


GRDP by Expenditure

465

466

11.3.2 PDRB Provinsi Bali Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut Penggunaan Tahun
2010 - 2013
GRDP at 2000 Constant Prices in Bali Province by Expenditures, 2010 - 2013 ................

467

bp

s.

go

11.3.1 PDRB Provinsi Bali Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Penggunaan Tahun
2010 - 2013
GRDP at Current Market Prices in Bali Province by Expenditures, 2010 - 2013 ...............

468

469

ht

tp

://

ba

li.

11.3.3 Distribusi Persentase PDRB Provinsi Bali Atas Dasar Harga Berlaku Menurut
Penggunaan Tahun 2010 - 2013
Percentage Distributions of GRDP at Current Market Prices in Bali Province by
Expenditures, 2010 2013 ......................................................................................................................
11.3.4 Distribusi Persentase PDRB Provinsi Bali Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut
Penggunaan Tahun 2010 - 2013
Percentage Distributions of GRDP at 2000 Constant Prices in Bali Province by
Expenditures, 2010 - 2013 .......................................................................................................................
11.3.5 Laju Pertumbuhan PDRB Provinsi Bali Atas Dasar Harga Berlaku Menurut
Penggunaan Tahun 2010 - 2013
The Growth of GRDP at Current Market Prices in Bali Province by Expenditures,
2010 - 2013 ....................................................................................................................................................
11.3.6 Laju Pertumbuhan PDRB Provinsi Bali Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut
Penggunaan Tahun 2010 - 2013
The Growth of GRDP at 2000 Constant Prices in Bali Province by Expenditures,
2010 - 2013 ....................................................................................................................................................

470

471

11.4 PDRB Kabupaten/Kota


GRDP Regency/City
11.4.1 PDRB Kabupaten/Kota Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha Tahun
2013
GRDP Regency/City at Current Market Prices by Industrial Origin, 2013.............................

472

11.4.2 PDRB Kabupaten/Kota Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha
Tahun 2013
GRDP Regency/City at 2000 Constant Prices by Industrial Origin, 2013 .............................

480

Bali In Figures 2014

xxxix

xl

Jumlah dan Persentase Penduduk Miskin di Provinsi Bali Menurut Klasifikasi Daerah
Tahun 2004 - 2014
Number and Percentage of Poor People in Bali by Area Classification, 2004 - 2014 ......

497

12.2

Garis Kemiskinan per kapita per Bulan Provinsi Bali Menurut Klasifikasi Daerah Tahun
2008 - 2014
Poverty Line per Capita per Month of Bali Province by Area Classification, 2008 - 2014

498

12.3

Indeks Kedalaman (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) Provinsi Bali Tahun
2007 - 2014
Poverty Gap Index (P1) and Poverty Severity Index (P2) in Bali, 2007 - 2014.....................

499

12.4

Jumlah dan Persentase Penduduk Miskin di Provinsi Bali Menurut Kabupaten/Kota


Tahun 2011 - 2013
Number and Percentage of Poor People in Bali by Regency/City, 2011 - 2013.................

500

12.5

Garis Kemiskinan per Kapita per Bulan Provinsi Bali Menurut Kabupaten/Kota Tahun
2009 - 2013
Poverty Line per Capita per Month of Bali Province by Regency/City, 2009 - 2013 .........

501

12.6

Indeks Kedalaman (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) Provinsi Bali Menurut
Kabupaten/Kota Tahun 2011 - 2013
Poverty Line per Capita per Month of Bali Province by Regency/City, 2011 - 2013 .........

502

12.7

Indeks Pembangunan Manusia dan Komponennya Menurut Kabupaten/Kota di


Provinsi Bali Tahun 2013
Human Development Index and Its Component by Regency/City in Bali, 2013.................

503

li.

bp

s.

go

.id

12.1

ba

Perbandingan Regional
Regional Comparison

Jumlah Penduduk Indonesia Menurut Provinsi Tahun 1990 - 2013


Population of Indonesia by Province, 1990 - 2013 ......................................................................... .

511

13.2

Beberapa Indikator PDRB Menurut Provinsi Tahun 2012


Some GRDP Indicators by Province, 2012........................................................................................

513

13.3

Laju Inflasi 66 Kota di Indonesia Tahun 2009 - 2013


Inflation Rate of 66 Cities in Indonesia, 2009 - 2013 .....................................................................

515

13.4

Jumlah dan Persentase Penduduk Miskin per Provinsi, Maret dan September 2013
Number and Percentage of Poor People by Province, March and September 2013 .......

518

13.5

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Komponennya Menurut Provinsi


Tahun 2012
Human Development Index (HDI) and Its Component by Province, 2012 ..........................

520

13.6

Jumlah Wisatawan Asing yang Datang Melalui 19 Pintu Masuk Utama Tahun
2009 - 2013
Number of Foreign Tourist Arrivals Through 19 Main Ports of Entry 2009 - 2013 .............

522

13.7

Upah Minimum Provinsi (UMP) per Bulan Tahun 2009 - 2013


Minimum Wage per Month in Indonesia, 2009 - 2013 ..................................................................

523

://

13.1

tp

13

Kemiskinan
Poverty

ht

12

Bali Dalam Angka 2014

DAFTAR GAMBAR
LIST OF FIGURES
Gambar
Figure
Keadaaan Geografi dan Iklim
Geographical Situation and Climate

1.3
1.4

Ketinggian Ibu Kota Kabupaten di Provinsi Bali Tahun 2013


Latitude of Capital City of Regencies/City in Bali Tahun 2013 ........................................

11

Rata-rata Suhu Udara di Bali per Kabupaten/Kota Tahun 2013


Average Temperature in Bali by Regency/City, 2013 ......................................................

13

Total Curah Hujan per Kabupaten/Kota Tahun 2013


Total Rainfall by Regency/City, 2013 ...............................................................................

13

s.

Pemerintahan
Government
2.1

Banyaknya Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/Kota Menurut


Jenis Kelamin di Bali Tahun 2013
Number of Chosen Regency/City Legislatives Membership by Sex in Bali, 2013 ..........

2.2

Banyaknya Produk DPRD Provinsi Bali Tahun 2009 2013


Output Number of Legislative of Bali Province, 2009 2013 ..........................................

55

Penduduk dan Tenaga Kerja


Population and Employment
3.1

ht

55

tp

://

ba

li.

11

.id

1.2

Persentase Luas Wilayah Provinsi Bali Menurut Kabupaten/Kota Tahun 2013


Percentage Area of Bali Province by Regency/City, 2013 ..............................................

go

1.1

bp

Halaman
Pages

Penduduk Bali Menurut Jenis Kelamin dan Kabupaten/Kota Hasil SP2010


Population Projection of Bali by Sex and Regency/City Based on SP2010 ....................

89

Kepadatan Penduduk Provinsi Bali Menurut Kabupaten/Kota Hasil SP2010


Population Density of Bali Province by Regency/City Based on SP2010 .......................

89

3.3

Persentase Penduduk 15 Tahun ke Atas yang Bekerja Menurut Pendidikan Tertinggi


yang Ditamatkan Tahun 2013
Percentage of Population Aged 15 Years and Over Who Work Based on Their
Educational Attainment, 2013 ..........................................................................................

91

3.4

Penduduk 15 Tahun ke Atas yang Bekerja Seminggu yang Lalu Menurut Lapangan
Usaha dan Jenis Kelamin Tahun 2013
Number of Population Aged 15 Years and Over Who Worked During Previous Week
by Industrial Origin and Sex in Bali Province 2013 ..........................................................

91

3.2

Bali In Figures 2014

xli

Sosial
Social
4.1
4.2

115

Luas Panen dan Produksi Padi Sawah dan Padi Ladang Menurut Kabupaten/Kota di
Bali Tahun 2013
Harvested Area and Production of Wetland and Dryland Paddy by Regency/City in
Bali, 2013..........................................................................................................................

171

Luas Panen dan Jumlah Produksi Palawija Menurut Komoditas di Bali Tahun 2013
Harvested Area and Production of Secondary Food Crops by Commodity in Bali, 2013

173

.id

171

go

5.3

Persentase Luas Lahan Menurut Penggunaan Tahun 2013


Percentage of Land Area by Type of Use, 2013..............................................................

s.

5.2

Luas dan Jumlah Produksi Perkebunan Menurut Komoditas di Bali Tahun 2013
Area and Production of Plantation by Commodity in Bali, 2013 ......................................

173

5.5

Populasi Ternak Menurut Jenisnya di Bali Tahun 2013


Livestock Population by Type in Bali, 2013 .....................................................................

175

ba

li.

bp

5.4

5.6

Persentase Produksi Ikan Menurut Kabupaten/Kota di Bali Tahun 2013


Percentage of Fish Production by Regency/City in Bali, 2013 ........................................

175

tp

Perindustrian dan Energi


Industry and Energy
6.1

Jumlah Industri Besar dan Sedang di Bali Tahun 2007 - 2012


Number of Large and Medium Scale Industry in Bali, 2007 - 2012 .................................

251

6.2

Jumlah Tenaga Kerja Industri Besar dan Sedang di Bali Tahun 2007 - 2012
Number of Large and Medium Scale Industry Worker in Bali, 2007 - 2012 ....................

251

6.3

Banyaknya kWh Terjual Menurut Jenis Klasifikasi Pelanggan Tahun 2013


Number of kWh Sold by Type of Customer, 2013 ...........................................................

253

Persentase Pengguna Air Minum Menurut Golongan Pemakaian di Bali Tahun 2012
Percentage of Water Supply Consumption By Type of Customer in Bali, 2012 .............

253

6.4

xlii

Jumlah Murid Menurut Jenis Sekolah di Bali Tahun 2012/2013


Number of Pupils by Type/School Level in Bali, 2012/2013 ............................................

Pertanian
Agriculture
5.1

115

://

Persentase Jumlah Sekolah Menurut Jenisnya di Bali Tahun 2012/2013


Percentage of School by Type/School Level in Bali, 2012/2013 .....................................

ht

Bali Dalam Angka 2014

Perdagangan
Trade
7.1
7.2

7.3

287

Perkembangan Pangsa Ekspor Provinsi Bali Menurut Kawasan Tujuan Tahun


2008 - 2013
Export Segment of Bali Province by Destination, 2008 - 2013 ........................................

287

Perkembangan Pangsa Import Provinsi Bali Menurut Kawasan Asal Tahun


2008 - 2013
Import Segment of Bali Province by Origin, 2008 - 2013 ................................................

289

Transportasi, Komunikasi, dan Pariwisata


Transportation, Communication, and Tourism

8.3

309

Banyaknya Kendaraan Bermotor Menurut Jenisnya di Bali Tahun 2009 - 2013


Number of Motorized Vehicles by Type in Bali, 2009 - 2013...........................................

309

.id

8.2

Panjang Jalan Dirinci Menurut Kabupaten/Kota di Bali Tahun 2013


Length of Roads by Regency/City in Bali, 2013 .............................................................

go

8.1

s.

Posisi Neraca Perdagangan Provinsi Bali Tahun 2008 - 2013


Balance of Trade of Bali Province, 2008 - 2013 ..............................................................

Banyaknya Penumpang Tiba dan Berangkat Menurut Pelabuhan di Bali Tahun 2013
Number of Passenger Arrived and Departing by Ports in Bali, 2013 ..............................

311

8.4

Persentase Surat yang Dikirim Melalui Pos (Dalam dan Luar Negeri) Tahun 2013
Percentage of Mail Sent (Domestic and International Mail) Through Post Office, 2013 .

311

8.5

Banyaknya Orang Asing Pengunjung Singkat yang Datang Langsung ke Bali Tahun
2009 - 2013
Number of Foreign Visitors Arriving Directly to Bali, 2009 - 2013 ...................................

313

Banyaknya Tamu Asing dan Domestik yang Datang Pada Hotel Berbintang di Bali
Tahun 2009 - 2013
Number of Foreign and Domestic Guests at Classified Hotels in Bali, 2009 - 2013 .......

313

://

tp

ht

8.6

ba

li.

bp

Keuangan dan Harga


Finance and Prices
9.1
9.2

Laju Infasi Bali Bulan Januari - Desember Tahun 2013


Inflation Rate in Bali, January - December 2013 .............................................................

375

Laju Infasi Bali Tahun 2008 - 2013


Inflation Rate in Bali, 2008 - 2013 ....................................................................................

375

Bali In Figures 2014

xliii

10 Pengeluaran dan Konsumsi


Expenditures and Consumption
10.1

10.2

Persentase Pengeluaran Rata-rata per Kapita Sebulan Menurut Kelompok Bahan


Makanan Tahun 2013
Percentage Monthly Average Expenditure per Capita by Group of Food Commodity,
2013.................................................................................................................................. .

423

Persentase Pengeluaran Rata-rata per Kapita Sebulan Menurut Kelompok Bukan


Bahan Makanan Tahun 2013
Percentage Monthly Average Expenditure per Capita by Group of Non-Food
Commodity, 2013 .............................................................................................................

423

11 Pendapatan Regional
Regional Income

Laju Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Bali Tahun 2009 - 2013


Economic Growth of Bali Province, 2009 - 2013 .............................................................

439

.id

439

go

11.2

Distribusi Persentase PDRB Provinsi Bali Atas Dasar Harga Berlaku Menurut
Lapangan Usaha Tahun 2013
Percentage Distribution of GDRP of Bali Province at Current Market Prices by
Industrial Origin, 2013 ......................................................................................................

s.

11.1

Garis Kemiskinan per Kapita per Bulan Provinsi Bali Tahun 2009 - 2014
Poverty Line per Capita per Month of Bali Province, 2009 - 2014 ..................................

495

li.

495

tp

://

12.2

Jumlah dan Persentase Penduduk Miskin di Provinsi Bali Tahun 2009 - 2014
Number and Percentage of Poor People in Bali, 2009 - 2014 ........................................

ba

12.1

bp

12 K e m i s k i na n
Poverty

xliv

ht

13 Perbandingan Regional
Regional Comparison
13.1

Inflasi Beberapa Kota dan Nasional Tahun 2009 - 2013


Inflation Rate of Some Cities and National, 2009 - 2013 ................................................

509

13.2

Pertumbuhan Ekonomi Beberapa Kota dan Nasional Tahun 2011 - 2013


Economic Growth of Some Province and National, 2011 - 2013 ....................................

509

Bali Dalam Angka 2014

PENJELASAN UMUM
EXPLANATORY NOTES
1. Tanda-tanda / Symbols:
Angka Sementara / Preliminary Figures ..................................
Angka Sangat Sementara / Very Preliminary Figures .............
Angka Sangat-sangat Sementara /
Extremely Preliminary Figures .................................................
Angka Diperbaiki / Revised Figures.........................................
Data Tidak Tersedia / Data Not Available ...............................
Catatan / Note ..........................................................................

+++
r
*)

10 Kwintal
1000 Kilogram
1000 Meter
1000 Milimeter
100 Hektar
1000 Watt jam
1000 Liter
1000 cc
1 Mil/jam
100 Pa

ba

li.

bp

s.

go

.id

2. Satuan / Unit:
1 Ton ........................................................................................
1 Ton ........................................................................................
1 Kilometer ...............................................................................
1 Meter .....................................................................................
1 Km2........................................................................................
1 kWh .......................................................................................
1 M3 ..........................................................................................
1 Liter .......................................................................................
1 Knot .......................................................................................
1 milibar ....................................................................................

+
++

KKB
KPS
KUD

Bendungan
Bank Perkreditan Rakyat
Badan Pusat Statistik
Bujur Timur
Daerah Irigasi
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah
Free on Board
Guest per Room
Alat Kontrasepsi di Dalam Rahim
Keluarga Berencana
Keamanan Rakyat
Kantor Penyelidikan Perangkaan Umum
Republik Indonesia
Klinik Keluarga Berencana
Kantor Pusat Statistik
Koperasi Unit Desa

ht

BD
BPR
BPS
BT
DI
DPRD
FOB
GPR
IUD
KB
Kamra
KAPPURI

tp

://

3. Singkatan / Glossary:
APBD
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah

Bali In Figures 2014

Estimated Local Government


Revenues and Expenditures
Dam
Community Loan Bank
Statistics Indonesia
East Longitude
Irrigation Area
Local Legislative
Free on Board
Guest per Room
Intra Uterine Device
Family Planning
Public Security
General Framing Investigation Office
of Republic of Indonesia
Family Planning Clinic
Statistics Head Office
Village Unit Cooperation

xlv

Perlindungan Masyarakat
Lintang Selatan
Medis Operasi Pria
Medis Operasi Wanita
Pendapatan Asli Daerah
Pajak Bumi dan Bangunan
Produk Domestik Regional Bruto

Public Protection
South Latitude
Vasectomy
Tubectomy
Local Government Revenue
Land and Building Tax
Gross Regional Domestic Product

PEMILU
PEMPROV
PKBRS
PMTB

Pemilihan Umum
Pemerintah Provinsi
Program Keluarga Berencana Rumah Sakit
Pembentukan Modal Tetap Domestik Bruto

PUS
PUSKESMAS
RSU
RT
SAKERNAS
SARS

Pasangan Usia Subur


Pusat Kesehatan Masyarakat
Rumah Sakit Umum
Rumah Tangga
Survei Tenaga Kerja Nasional
Sindrom Pernapasan Akut

General Election
Province Government
Hospital Family Planning Program
Gross Domestic Fixed Capital
Formation
Fertile Age Couples
Public Health Centers
Public Hospital
Household
National Labour Force Survey
Severe Accute Respiratory Syndrom

SD
SDA
SDM
SLB
SLTP
SMK
SMU
SP 2010
SSN
SUSENAS

Sekolah Dasar
Sumber Daya Alam
Sumber Daya Manusia
Sekolah Luar Biasa
Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama
Sekolah Menengah Kejuruan
Sekolah Menengah Umum
Sensus Penduduk Tahun 2010
Sistem Statistik Nasional
Survei Sosial Ekonomi Nasional

Primary School
Natural Resources
Human Resources
Extra Ordinary Primary School
Junior High School
Vocational Senior High School
Senior High School
2010 Population Census
National Statistics System
National Socio - Economic Survey

Tubercolosis
Tukad (Sungai)
Taman Kanak-kanak
Tim Keluarga Berencana Keliling
Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja
Tingkat Penghunian Kamar
Tempat Pemungutan Suara
Taking a Vote Location
Amerika Serikat
Perlawanan rakyat

Tubercolosis
River
Kindergarten
Mobile Family Planning Team
Labour Force Participation Rate
Room Occupancy Rate
Voting Location
Taking a Vote Location
United State of America
Community Defence

TBC
Tk
TK
TKBK
TPAK
TPK
TPS
TVL
US
Wanra

xlvi

ht

tp

://

ba

li.

bp

s.

go

.id

Linmas
LS
MOP
MOW
PAD
PBB
PDRB

Bali Dalam Angka 2014

SEJARAH PROVINSI BALI

Pada tahun 1945, wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) terdiri dari 8
(delapan) provinsi. Pembagian provinsi ini adalah hasil keputusan Panitia Persiapan
Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada tanggal 18 Agustus 1945. Salah satu di antara delapan
provinsi tersebut adalah Provinsi Sunda Kecil dengan ibukota Singaraja. Sunda Kecil terdiri dari
6 Daerah kepulauan yaitu Bali, Lombok, Sumbawa, Sumba, Flores, dan Timor. Berdasarkan
Undang-Undang Negara Indonesia Timur (NIT) Nomor 44/1950, tiap-tiap daerah mempunyai
otonomi sendiri. Otonomi diperoleh dari penyerahan beberapa urusan rumah tangga swapraja
oleh Pemerintah Swapraja kepada Pemerintah Daerah, sesuai dengan zelfbestuurregelan 1938.

li.

bp

s.

go

.id

Setelah pemilihan umum pertama di Indonesia pada tahun 1955, ketidakpuasan


muncul di beberapa daerah. Untuk mengatasi masalah ini, dikeluarkan Undang-Undang nomor 1
tahun 1957 oleh Pemerintah Pusat, yaitu Undang-Undang tentang Pokok-pokok Pemerintah
Daerah yang berlaku untuk seluruh wilayah Negara Republik Indonesia. Dengan berlakunya
Undang-Undang nomor 1 tahun 1957 maka Undang-Undang nomor 44 tahun 1950 yang
dikeluarkan oleh Pemerintah Negara Indonesia Timur dicabut. Undang-Undang ini mengatur
antara lain tentang pembentukan beberapa Daerah Tingkat I.

ht

tp

://

ba

Pada tanggal 11 Agustus 1958, Presiden RI mengesahkan Undang-Undang nomor 64


tahun 1958 tentang pembentukan Daerah Tingkat I Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa
Tenggara Timur. Undang-Undang ini diresmikan pada tanggal 14 Agustus 1958. Dengan
demikian secara resmi Daerah Tingkat I Bali lahir pada tanggal 14 Agustus 1958 dengan ibukota
Singaraja. Selanjutnya dengan keputusan Menteri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah tanggal
23 Juni 1960 nomor 52/2/36-B6 yang atas dasar Revolusi DPRD Tingkat I Bali, kedudukan
ibukota di Singaraja dipindahkan ke kota Denpasar.

Bali In Figures 2014

xlvii

HISTORY OF BALI PROVINCE

.id

At the time of the Independence Day in 1945, Indonesia comprises of 8 (eight)


provinces. This structure was drafted by Indonesian Independence Preparation Committee on
August 18th, 1945. One of these new eight provinces was called Sunda Kecil with Singaraja
chosen as the capital. Sunda Kecil province included 6 (six) small southeastern islands including
Bali, Lombok, Sumbawa, Sumba, Flores, and Timor. According to the Constitution of Eastern
Part of Indonesia (NIT) number 44/1950, each island has its own autonomy. The autonomy was
given in the form of the conduct of swapraja household matter which was autorised by the
swapraja government to the local government and was conducted based on zelfbestuurregelan
1938.

ba

li.

bp

s.

go

After the first Indonesian general election which was held in 1955, there were a few
disagreements between central government and local people/government. As a solution to this
problem, central government released the UU No. 1/1957 for managing the conduct of local
government which was then applied to all provinces. With the release of this UU, the UU No.
44/1950 setup by government of Eastern Part of Indonesia was discarded. One of the item
included in this new UU was the forming of local government level 1 (Pemerintah Daerah
Tingkat 1).

ht

tp

://

On August 11th, 1958, Indonesian President released the UU No. 64/1958 regarding
the forming of local government level 1 of three provinces including Bali, Nusa Tenggara Barat
and Nusa Tenggara Timur. This UU was effectively applied on August 14 th, 1958. Based on this,
local government level 1 of Bali is said to be born on that day with Singaraja as the capital.
Based on the official letter released by the General Affair and Local Autonomy Minister No.
52/2/36-B6 on June 23rd, 1960 and also based on the revolution within the legislative level 1 of
Bali Province, the capital of Bali was moved from Singaraja to Denpasar.

xlviii

Bali Dalam Angka 2014

.id

go

s.

bp

li.

ba

://

tp

ht

.id

go

s.

bp

li.

ba

://

tp

ht

Hari
Statistik

26 September

bp

Sadar untuk menggunakan


teknik statistik yang tepat
guna dan menyajikan data
statistik yang diperlukan
konsumen secara tepat
waktu, akurat dan mudah
dipahami

ht

tp

://

ba

li.

PENYELENGGARA

s.

go

.id

SADAR STATISTIK

RESPONDEN

Sadar untuk memberikan


jawaban
apa
adanya
sesuai dengan kenyataan
tanpa ragu-ragu

PENGGUNA

Sadar untuk memahami


metode, konsep / definisi
serta memanfaatkan data
statistik secara optimal

HARI STATISTIK 26 SEPTEMBER


Hari Statistik ditetapkan tanggal 26 September, karena pada tanggal tersebut
terjadi peristiwa yang dinilai sangat bersejarah bagi kegiatan statistik di Indonesia, yaitu
dikeluarkannya Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1960 tentang Statistik sebagai
pengganti Statistiek Ordinnantie 1934 yang merupakan produk kolonial serta materinya
dirasakan tidak sesuai lagi dengan perkembangan keadaan. Hari Statistik tersebut
telah disetujui Bapak Presiden Republik Indonesia sebagaimana tercantum dalam
surat Nomor B.259/M.Sesneg/1996 tanggal 12 Agustus 1996.

go

.id

Hari Statistik dimaksudkan untuk menggugah dan menumbuhkan Sadar


Statistik bagi responden, penyelenggara, dan konsumen data menuju terwujudnya
Sistem Statistik Nasional (SSN) yang andal, akurat, dan terpercaya. Badan Pusat
Statistik (BPS) sebagai lembaga yang diberi tugas oleh pemerintah untuk
menyelenggarakan kegiatan statistik merasa terpanggil guna memprakarsai
terwujudnya Hari Statistik tersebut serta memperkenalkannya kepada masyarakat.

ht

tp

://

ba

li.

bp

s.

Kegiatan perstatistikan di Indonesia diawali dengan didirikannya Centraal


Kantoor vor de Statistiek (CKS) pada tanggal 24 September 1924. Kemudian pada
bulan Juni 1942 pemerintah Jepang mengganti nama CKS menjadi Shomubu
Chosasitsu Gunseikanbu. Setelah proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia pada
tanggal 17 Agustus 1945, kegiatan statistik dilakukan oleh Kantor Penyelidikan
Perangkaan Umum Republik Indonesia (KAPPURI), sedangkan Pemerintah
Pendudukan Belanda mengaktifkan CKS. Berdasarkan Surat Edaran Kementrian
Kemakmuran tanggal 12 Juni 1950 Nomor 219/S.C., KAPPURI dan CKS dilebur
menjadi Kantor Pusat Statistik (KPS). Dengan Keputusan Presiden RI Nomor 172
Tahun 1957, terhitung mulai tanggal 1 Juni 1957, KPS diubah menjadi Biro Pusat
Statistik. Selanjutnya dengan adanya Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 16
Tahun 1997 tentang Statistik, struktur Organisasi Biro Pusat Statistik dikembangkan
menjadi Badan Pusat Statistik.
Semoga Hari Statistik 26 September mampu menumbuhkan kesadaran
akan arti dan pentingnya statistik dalam era pembangunan nasional dewasa ini dan
yang akan datang.
Dirgahayu Hari Statistik 26 September.
Denpasar, Agustus 2014

lii

Bali Dalam Angka 2014

SEKILAS BPS

li.

bp

s.

go

.id

Badan Pusat Statistik (BPS) adalah lembaga pemerintah non departemen yang
berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. Sesuai dengan UU No. 16
Tahun 1997 tentang Statistik, BPS adalah lembaga vertikal yang memiliki perwakilan di
setiap ibukota provinsi/kabupaten/kota. Sedangkan di setiap kecamatan paling tidak
terdapat seorang koordinator statistik yang bertanggung jawab dalam pengumpulan
data statistik di wilayahnya. Menurut UU tentang Statistik, statistik dikelompokkan
menjadi 3 jenis:
1. Statistik Dasar adalah statistik yang pemanfaatannya ditujukan untuk keperluan
yang bersifat luas, baik bagi pemerintah maupun masyarakat, yang memiliki ciri-ciri
lintas sektoral, berskala nasional, makro dan yang penyelenggaraannya menjadi
tanggung jawab BPS.
2. Statistik Sektoral adalah statistik yang pemanfaatannya ditujukan untuk memenuhi
kebutuhan instansi tertentu dalam rangka penyelenggaraan tugas-tugas
pemerintahan dan pembangunan yang merupakan tugas pokok instansi yang
bersangkutan.
3. Statistik Khusus adalah statistik yang pemanfaatannya ditujukan untuk memenuhi
kebutuhan spesifik dunia usaha, pendidikan, sosial budaya, dan kepentingan lain
dalam kehidupan masyarakat, yang penyelenggaraannya dilakukan oleh lembaga,
organisasi, perorangan dan unsur masyarakat lainnya.

ht

tp

://

ba

Data BPS
BPS, sebagai badan penyedia informasi statistik untuk keperluan pemerintah,
swasta dan masyarakat, selalu berusaha memenuhi kebutuhan data tersebut. Data
yang tersedia di BPS meliputi data pertanian, komunikasi, indeks harga konsumen,
konstruksi, energi, perdagangan luar negeri, pertambangan, keuangan, penduduk,
pariwisata, transportasi, pendapatan dan indeks harga.
Layanan BPS
BPS menghasilkan beragam data statistik baik sosial maupun ekonomi, yang
dimanfaatkan baik oleh pemerintah, dunia usaha maupun masyarakat umum. Informasi
dikemas baik dalam bentuk media cetak seperti buku, maupun media elektronik seperti
publikasi elektronik dan internet. Untuk memenuhi kebutuhan statistik yang amat
beragam, BPS menyediakan informasi yang disesuaikan dengan kebutuhan pengguna
data. Selain itu, beberapa ragam layanan yang dapat diberikan, antara lain:
1. Perencanaan survei, sampling maupun perencanaan kuesioner.
2. Pelatihan komputer dan statistik.
3. Konsultasi statistik.
Kontak BPS
Produk BPS dapat diperoleh baik di BPS maupun perwakilan BPS di setiap
ibukota provinsi/kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Bali In Figures 2014

liii

ABOUT BPS

s.

go

.id

Badan Pusat Statistik (BPS - Statistics Indonesia) is a non-departmental


government institution which is directly responsible to the President. As stated in the
law number 16/ 1997 about Statistics, BPS is a vertical institution which has its branch
offices at all provinces/regencies/municipalities. In each sub district, there is at least
one statistics coordinator who is responsible for collecting and gathering statistical data
from the area. Based on the law on Statistics, statistical data are classified into the
following types:
1. Basic statistics, are statistics utilized for both government and community purposes,
which has cross-sectoral characteristic, national coverage, macro statistics value,
and its collection process is one of BPSs responsibility.
2. Sectoral statistics, are statistics utilized to satisfy the need of particular institutions
for supporting the administration and development tasks, as the primary duty of the
related institution.
3. Special statistics, are statistics utilized to fulfil the specific needs of bussines,
education, social institution and community interest, undertaken by non-government
institutions, organizations, individual and/or other parts of the community.

://

ba

li.

bp

BPS Data
BPS as a statistical based information provider for government, private
institution and community, has been trying to fulfil all related needs. Various statistical
data are available at BPS, such as data on agriculture, communication, consumption,
expenditure, construction, energy, foreign trade, mining, finance, population, tourism,
transportation, income, consumer price index and other price indices.

ht

tp

BPS Service
BPS produces various statistical data on social and economic sectors, which
has been used widely by government, private institution and community. The data are
presented in both hard copy such as regular publication books, and soft copy such as
soft copy publications and internet. In order to fulfil a various range of statistical data
requirement, BPS is able to provide information in any types of format (which is not
available in the standard publication), as required by data users (as long as the
required information is available in the raw data set). Besides, BPS also provides other
services, such as undertaking:
1. Survey planning, sampling methodology or questionnaire desaign.
2. Training on computer and statistics.
3. Consultation on statistics.
BPS Contacts
All products of BPS can be obtained at BPS central office or BPS branches at
all provinces/regencies/cities in Indonesia.

liv

Bali Dalam Angka 2014

STRUKTUR ORGANISASI
BPS PROVINSI

KEPALA
Bagian
Tata Usaha

Sub Bagian
Keuangan

Sub Bagian
Perlengkapan

Bidang
Statistik Distribusi

Bidang
Neraca Wilayah dan
Analisis Statistik

bp

Bidang
Statistik Produksi

Bidang
Integrasi Pengolahan
dan Diseminasi
Statistik

li.

Bidang
Statistik Sosial

s.

go

.id

Sub Bagian
Sub Bagian
Sub Bagian Kepegawaian
Bina Program Urusan Dalam
dan Hukum

Seksi Statistik
Kesejahtraan
Rakyat

Seksi Statistik
Industri

Seksi Statistik
Pertambangan,
Energi, dan
Konstruksi

Seksi Statistik
Harga Konsumen
dan Harga
Perdagangan
Basar

ba

Seksi Statistik
Pertanian

Seksi
Neraca
Produksi

Seksi
Integrasi
Pengolahan Data

Seksi Statistik
Keuangan dan
Harga Produsen

Seksi
Neraca
Konsumsi

Seksi
Jaringan dan
Rujukan Statistik

Seksi Statistik
Niaga dan Jasa

Seksi
Analisis Statistik
Lintas Sektor

Seksi
Diseminasi dan
Layanan Statistik

Seksi Statistik
Ketahanan
Sosial

ht

tp

://

Seksi Statistik
Kependudukan

Tenaga
Fungsional

Bali In Figures 2014

lv

.id
go
s.
bp
li.
ba
://
tp
ht
lvi

Bali Dalam Angka 2014

DAFTAR ALAMAT KANTOR BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI SE-INDONESIA


ADDRESSES LIST OF BPS PROVINCIAL OFFICE

No.

Nama Kantor
Office

Alamat
Adress

No. Telepon
Telephone

(1)

(2)

(3)

(4)

1. BPS RI

Jln. Dr. Sutomo No. 6-8, Jakarta 10710

2. BPS Prov. N A D

Jln. Tengku H. M. Daud Beureueh No. 50


Banda Aceh 23121
Jln. Asrama No. 179, Medan 20123
Jln. Khatib Sulaiman No. 48, Padang 25136
Jln. Pattimura No. 12, Pekanbaru 28131
Jln. A. Yani No. 4 Telanaipura, Jambi 36122
Jln. Kapten Anwar Sastro No. 1694 /1131
Palembang 30129
Jln. Adam Malik Km. 8, Bengkulu 38225

.id

BPS Prov. Sumatera Barat


BPS Prov. Riau
BPS Prov. Jambi
BPS Prov. Sumatera Selatan

s.

4.
5.
6.
7.

go

3. BPS Prov. Sumatera Utara

bp

8. BPS Prov. Bengkulu

14. BPS Prov. Jawa Tengah

Jln. Menoreh Tengah X No. 4, Semarang 50241

15. BPS Prov. D.I. Yogyakarta

Jln. Ring Road Selatan Taman Tirto, Kasihan


55152
Jln. Kendang Sari Industri No. 43-44
Surabaya 60292
Jln. Syech Nawawi Al Bantani Serang 42171
Jln. Sultan Syahrir No. 24/42, Pontianak 78166

10. BPS Prov. Bangka Belitung

ht

tp

12. BPS Prov. DKI Jakarta

://

11. BPS Prov. Kepulauan Riau

li.

13. BPS Prov. Jawa Barat

Jln. Basuki Rahmat No. 54 Teluk Betung


Bandar Lampung 35215
Jln. P. Bangka Kompleks Perkantoran
Pemerintahan Provinsi, Pangkal Pinang
Jln. Kijang Lama No. A8, Tanjung Pinang
29111
Jln. Let. Jend. Suprapto Kav. 3 Lt. 3 Cempaka
Putih, Jakarta Pusat 10510
Jln. PHH Mustafa No. 43, Bandung 40124

ba

9. BPS Prov. Lampung

16. BPS Prov. Jawa Timur


17. BPS Prov. Banten
18. BPS Prov. Kalimantan Barat
19. BPS Prov. Kalimantan Tengah

Jn. Kapten P. Tendean No. 6


Palangkaraya 73112
20. BPS Prov. Kalimantan Selatan Jln. K.S. Tubun No. 117, Banjarmasin 70242
21. BPS Prov. Kalimantan Timur

Bali In Figures 2014

Jln. Kesuma Bangsa No. 2, Samarinda 75117

(021) 3810291-4 /
3842508
(0651) 23005 /
22862
(061) 8452343 /
8452773
(0751) 442158-60
(0761) 21336
(0741) 60802
(0711) 318456 /
351665
(0736) 349117 /
349118
(0721) 482909 /
474326
(0717) 439421
(0771) 23680 /
312718
(021) 42870820 /
42877350
(022) 7272595 /
7201696
(024) 86451840 /
86451842
(0274) 4342234
(031) 8438873 /
8494007
(0254) 267027
(0561) 735345 /
765742
(0536) 3228105
(0511) 3262314 /
3261585
(0541) 743372 /
732793

lvii

No.

Nama Kantor
Office

Alamat
Adress

No. Telepon
Telephone

(1)

(2)

(3)

(4)

22. BPS Prov. Bali

Jln. Puputan No. 1 Renon, Denpasar 80226


Jln. Mayor Sugianyar No. 15, Negara 82217
Jln. Subali No. 1, Tabanan 82113

~ BPS Kabupaten Badung

Jln. Raya Darmasaba, Abiansemal 80352

~ BPS Kabupaten Gianyar


~ BPS Kabupaten Klungkung

Jln. Erlangga No. 5, Gianyar 80511


Jln. Gajah Mada, Semarapura 80751

.id

~ BPS Kabupaten Jembrana


~ BPS Kabupaten Tabanan

s.

go

~ BPS Kabupaten Bangli


Jln. Lettu Sobat No. 13, Bangli 80614
~ BPS Kabupaten Karangasem Jln. R.A. Kartini No. 4, Amlapura
~ BPS Kabupaten Buleleng
Jln. Dewi Sartika No. 19, Singaraja 81116

Jln. Mulawarman No. 11, Denpasar 80111

bp

~ BPS Kota Denpasar

Jln. Gunung Rinjani No. 2, Mataram 83125

24. BPS Prov. NTT

Jln. R. Suprapto No. 5, Kupang 85111

://

Jln. 17 Agustus, Manado 95119

tp

25. BPS Prov. Sulawesi Utara

ba

li.

23. BPS Prov. NTB

ht

26. BPS Prov. Sulawesi Tengah

Jln. Prof. Moh. Yamin No. 48, Palu 94114

27. BPS Prov. Sulawesi Selatan

Jln. Haji Bau No 6, Makasar 90125

28.
29.
30.
31.

Jln. Made Sabara No. 3, Kendari 93111


Jln. Taman Pendidikan No. 117, Gorontalo
Jln. R.E. Martadinata No. 10, Mamuju 91511
Jln. Haruhun, Krg. Panjang, Ambon 97121

BPS Prov. Sulawesi Tenggara


BPS Prov. Gorontalo
BPS Prov. Sulawesi Barat
BPS Prov. Maluku

32. BPS Prov. Maluku Utara

Jln. Stadion No. 65, Ternate 97712

33. BPS Prov. Papua Barat

Jln. Trikora Sowi 4, Manokwari 98315

34. BPS Prov. Papua

Jln. Dr. Sam Ratulangi Dok II, Jayapura 99112

lviii

(0361) 238159 /
244643
(0365) 41132
(0361) 811571 /
811439
(0361) 8441616 /
8441717
(0361) 943075
(0366) 21180 /
24242
(0366) 91633
(0363) 21159
(0362) 22145 /
29747
(0361) 418770 /
434326
(0370) 641242 /
621385
(0380) 826289 /
821755
(0431) 847044 /
862204
(0451) 483610 /
483611
(0411) 872879 /
854838
(0401) 321751
(0435) 834596
(0426) 21265
(0911) 353306 /
342280
(0921) 327878 /
326301
(0986) 211237 /
211241
(0967) 534519 /
533028

Bali Dalam Angka 2014

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA


NOMOR 16 TAHUN 1997
TENTANG STATISTIK
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
Menimbang : a.

bahwa statistik penting artinya bagi perencanaan, pelaksanaan, pemantauan


dan evaluasi penyelenggaraan berbagai kegiatan di segenap aspek
kehidupan masyarakat, berbangsa dan bernegara dalam pembangunan
nasional sebagai pengamalan Pancasila, untuk memajukan kesejahteraan
rakyat dalam rangka mencapai cita-cita bangsa sebagaimana tercantum
dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945;

s.

go

.id

b. bahwa dengan memperhatikan pentingnya peranan statistik tersebut,


diperlukan langkah-langkah untuk mengatur penyelenggaraan statistik
nasional terpadu dalam rangka mewujudkan Sistem Statistik Nasional yang
andal, efektif dan efisien;

ba

li.

bp

c. bahwa Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1960 tentang Sensus dan UndangUndang Nomor 7 Tahun 1960 tentang Statistik pada saat ini tidak sesuai lagi
dengan perkembangan keadaan, tuntutan masyarakat dan kebutuhan
pembangunan nasional;

Pasal ayat (1) dan Pasal 20 (1) Undang-Undang Dasar 1945

ht

Mengingat :

tp

://

d. bahwa berdasarkan pertimabangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, b,


dan c di atas, dipandang perlu membentuk Undang-Undang tentang Statistik
yang baru.

Dengan Persetujuan
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA
MEMUTUSKAN
Menetapkan : UNDANG-UNDANG TENTANG STATISTIK

Bali In Figures 2014

lix

BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal 1

ht

tp

://

ba

li.

bp

s.

go

.id

Dalam Undang-undang ini yang dimaksud dengan:


1. Statistik adalah data yang diperoleh dengan cara pengumpulan, pengolahan, penyajian,
dan analisis serta sebagai system yang mengatur keterkaitan antar unsur dalam
penyelenggaraan statistik.
2. Data adalah informasi yang berupa angka tentang karakteristik (ciri-ciri khusus) suatu
populasi.
3. Sistem Statistik Nasional adalah suatu tatanan yang terdiri atas unsur-unsur yang secara
teratur saling berkaitan, sehingga membentuk totalitas dalam penyelenggaraan statistik.
4. Kegiatan statistik adalah tindakan yang meliputi upaya penyediaan dan penyebarluasan
data, upaya pengembangan ilmu statistik, dan upaya yang mengarah pada
perkembangannya Sistem Statistik Nasional.
5. Statistik Dasar adalah tindakan yang pemanfaatannya ditujukan untuk keperluan yang
bersifat luas, baik bagi pemerintah maupun masyarakat, yang memiliki ciri-ciri lintas
sektoral, berskala nasional, makro dan yang penyelenggaraannya menjadi tanggung jawab
Badan.
6. Statistik sektoral adalah statistik yang pemanfaatannya ditujukan untuk memenuhi
kebutuhan instansi tertentu dalam rangka penyelenggaraan tugas-tugas pemerintah dan
pembangunan yang merupakan tugas pokok instansi yang bersangkutan.
7. Statistik khusus adalah statistik yang pemanfaatannya ditujukan untuk memenuhi
kebutuhan spesifik dunia usaha, pendidikan, sosial budaya dan kepentingan lain dalam
kehidupan masyarakat, yang penyelenggaraannya dilakukan oleh lembaga, organisasi,
perorangan dan atau unsur masyarakat lainnya.
8. Sensus adalah cara pengumpulan data yang dilakukan melalui pencacahan semua unit
populasi di seluruh wilayah Republik Indonesia untuk memperoleh karakteristik suatu
populasi pada saat tertentu.
9. Survei adalah cara pengumpulan data yang dilakukan melalui pencacahan sampel untuk
memperkirakan karakteristik suatu populasi pada saat tertentu.
10. Kompilasi produk administrasi adalah cara Pengumpulan, Pengolahan, Penyajian dan
Analisis data yang didasarkan pada catatan administrasi yang ada pada pemerintah dan
atau masyarakat.
11. Badan adalah Badan Pusat Statistik.
12. Populasi adalah keseluruhan unit yang menjadi obyek kegiatan statistik baik yang berupa
instansi pemerintah, lembaga, organisasi, orang, benda maupun obyek lain.
13. Sampel adalah sebagian unit populasi yang menjadi obyek penelitian untuk memperkirakan
karakteristik suatu populasi.

lx

Bali Dalam Angka 2014

14. Sinopsis adalah suatu ikhtisar penyelenggaraan statistik.


15. penyelenggara kegiatan statistik adalah instansi pemerintah, lembaga, organisasi,
perorangan dan atau unsur masyarakat lainnya.
16. Petugas statistik adalah orang yang diberi tugas oleh penyelenggara kegiatan statistik
untuk melaksanakan pengumpulan data, baik melalui wawancara, pengukuran, maupun
cara lain terhadap obyek kegiatan statistik.
17. Responden adalah instansi pemerintah, lembaga, orang dan atau unsur masyarakat
lainnya yang ditentukan sebagai obyek kegiatan statistik.

BAB II

go

Pasal 2

.id

ASAS, ARAH DAN TUJUAN

ba

li.

bp

s.

Selain berlandaskan asas-asas pembangunan nasional, Undang-Undang ini juga berlandaskan :


a) Keterpaduan;
b) Keakuratan;
c) Kemutakhiran
Pasal 3

ht

tp

://

Kegiatan Statistik diarahkan untuk:


a) Mendukung pembangunan nasional;
b) Mengembangkan Sistem Statistik Nasional yang andal, efektif efisien;
c) Meningkatkan kesadaran masyarakat akan arti dan kegunaan statistik; dan
d) Mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
Pasal 4
Kegiatan statistik bertujuan untuk menyediakan data statistik yang lengkap, akurat dan mutakhir
dalam rangka mewujudkan Sistem Statistik Nasional yang andal, efetif dan efisien guna
mendukung pembangunan nasional.

Bali In Figures 2014

lxi

BAB III
JENIS STATISTIK DAN CARA PENGUMPULAN DATA
Bagian pertama
Jenis Statistik
Pasal 5

.id

Berdasarkan tujuan pemanfaatannya jenis statistik terdiri atas:


a) Statistik dasar;
b) Statistik sektoral; dan
c) Statistik khusus

s.

ba

li.

b)

Statistik dasar dan statistik sektoral terbuka pemanfaatannya untuk umum, kecuali
ditentukan oleh peraturan per undang-undang yang berlaku.
Setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk mengetahui dan memanfatkan
statistik khusus dengan tetap memperhatikan hak seseorang atau lembaga yang
dilindungi undang-undang.

bp

a)

go

Pasal 6

ht

tp

://

Bagian pertama

Cara Pengumpulan Data


Pasal 7

Statistik diselenggarakan melalui pengumpulan data yang dilakukan dengan cara:


a. Sensus
b. Survei
c. Kompilasi produk administrasi; dan
d. Cara lain sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
Pasal 8
1)

lxii

Sensus sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 huruf a diselenggarakan sekurangkurangnya sekali dalam 10 (sepuluh) tahun oleh Badan yang meliputi:
a. Sensus Penduduk
b. Sensus Pertanian; dan
c. Sensus Ekonomi

Bali Dalam Angka 2014

2)

Penetapan tahun penyelenggaraan dan perubahan jenis sensus sebagaimana dimaksud


dalam ayat (1) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah.
Pasal 9

(1) Survei sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 huruf b diselenggarakan secara berkala dan
sewaktu-waktu untuk memperoleh data yang rinci.
(2) Survei antar sensus dilakukan pada pertengahan 2 (dua) sensus sejenis untuk
menjembatani 2 (dua) sensus tersebut.
Pasal 10

.id

ba

li.

bp

3)

go

2)

Kompilasi produk administrasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 huruf c dilaksanakan


dengan memanfaatkan berbagai dokumen produk administrasi.
Hasil kompetensi produk administrasi milik instansi pemerintah terbuka pemanfaatannya
untuk umum. Kecuali ditentukan lain oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Setiap orang mempunyai kesempatan yang sama untuk mengetahui dan memanfaatkan
hasil kompilasi produk administrasi milik lembaga, perorangan dan atau unsur masyarakat
lainnya dengan tetap memperhatikan hak seseorang atau lembaga yang dilindungi undangundang.

s.

1)

://

BAB IV

ht

tp

PENYELENGGARAAN STATISTIK
Bagian Pertama
Statistik Dasar
Pasal 11

1)

Statistik dasar diselenggarakan oleh Badan

2)

Dalam menyelenggarakan statistik dasar sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), Badan
memperoleh data dengan cara:
a. Sensus
b. Survei
c. Kompilasi produk administrasi; dan
d. Cara lain sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi

Bali In Figures 2014

lxiii

Bagian Kedua
Statistik Sektoral
Pasal 12

3)

bp

s.

4)

Statistik sektoral harus diselenggarakan bersama dengan Badan apabila statistik tersebut
hanya dapat diperoleh dengan cara sensus dan dengan jangkauan populasi berskala
nasional
Hasil statistik sektoral yang diselenggarakan oleh instansi pemerintah wajib diserahkan
kepada Badan

.id

2)

Statistik sektoral diselenggarakan oleh instansi pemerintah sesuai lingkup tugas dan
fungsinya, secara mandiri atau bersama dengan Badan
Dalam menyelenggarakan statistik sektoral, instansi pemerintah memperoleh data dengan
cara:
a. Survei
b. Kompilasi produk administrasi; dan
c. Cara lain sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi

go

1)

li.

Bagian Ketiga

Pasal 13

tp

://

ba

Statistik Khusus

Statistik khusus diselenggarakan oleh masyarakat baik lembaga, organisasi, perorangan


maupun unsur masyarakat lainnya secara mandiri atau bersama dengan badan

2)

Dalam menyelenggarakan statistik khusus sebagaimana dimaksud dalam ayat (1),


masyarakat memperoleh data dengan cara:
a. Survei
b. Kompilasi produk administrasi; dan
c. Cara lain sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

ht

1)

Pasal 14
1)

lxiv

Dalam rangka pengembangan Sistem Statistik Nasional, masyarakat sebagaimana


dimaksud dalam Pasal 13 ayat (1) wajib memberitahukan sinopsis kegiatan statistik yang
telah selesai diselenggarakannya kepada Badan

Bali Dalam Angka 2014

2)

3)

s.

BAB V

go

.id

4)

Sinopsis sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) memuat:


a. Judul
b. Wilayah kegiatan statistik
c. Obyek populasi
d. Jumlah responden
e. Waktu pelaksanaan
f.
Metode statistik
g. Nama dan alamat penyelenggara; dan
h. Abstrak
Penyampaian pemberitahuan sinopsis dapat dilakukan melalui pos, jaringan komunikasi
data atau cara penyampaian lainnya yang dianggap mudah bagi penyelenggara kegiatan
statistik.
Kewajiban memberitahukan kegiatan sinopsis sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), tidak
berlaku bagi statistik yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan intern.

bp

PENGUMPULAN DAN PENYEBARLUASAN

://

ba

Badan berwenang mengumumkan hasil statistik yang diselenggarakannya


Pengumpulan hasil statistik dimulai dalam Berita Resmi Statistik
Pasal 16

ht

tp

1)
2)

li.

Pasal 15

Badan menyebarluaskan hasil statistik yang diselenggarakan

BAB VI
KOORDINASI DAN KERJASAMA
Pasal 17
1)
2)

Koordinasi dan kerjasama penyelenggaraan statistik dilakukan oleh Badan dengan instansi
pemerintah dan masyarakat, ditingkat pusat dan daerah.
Dalam rangka mewujudkan dan mengembangkan Sistem Statistik Nasional, Badan bekerja
sama dengan instansi pemerintah dan masyarakat untuk membangun pembakuan konsep,
definisi, klasifikasi dan ukuran-ukuran.

Bali In Figures 2014

lxv

3)

4)

Koordinasi dan kerjasama sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilaksanakan atas dasar
kemitraan dan dengan tetap mengantisipasi serta menerapkan perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi.
Ketentuan mengenai tata cara dan lingkup koordinasi dan kerjasama penyelenggara
statistik antara Badan, instansi pemerintah, dan masyarakat diatur lebih lanjut dengan
keputusan Presiden.
Pasal 18

1)

s.

go

.id

2)

Kerjasama penyelenggara statistik dapat juga dilakukan oleh Badan, instansi pemerintah
dan atau masyarakat dengan lembaga internasional, negara asing, atau lembaga swasta
asing sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Kerjasama penyelenggara statistik sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) didasarkan pada
prinsip bahwa penyelenggara utama adalah Badan, instansi pemerintah, dan atau
masyarakat Indonesia.

bp

BAB VII

li.

HAK DAN KEWAJIBAN

ba

Bagian Pertama

Pasal 19

ht

tp

://

Penyelenggara kegiatan Statistik

Penyelenggara kegiatan statistik berhak memperoleh keterangan dari responden mengenai


karakteristik setiap unit populasi yang menjadi obyek.

Pasal 20
Penyelenggara kegiatan wajib memberikan kesempatan yang sama kepada masyarakat untuk
mengetahui dan memperoleh manfaat dari statistik yang tersedia, sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pasal 21
Penyelenggara kegiatan statistik wajib menjamin kerahasiaan keterangan yang diperoleh dari
responden.

lxvi

Bali Dalam Angka 2014

Bagian Kedua
Petugas statistik
Pasal 22
Setiap petugas statistik Badan berhak memasuki wilayah kerja yang telah ditentukan untuk
memperoleh keterangan yang diperlukan.
Pasal 23
Setiap petugas statistik wajib menyampaikan hasil pelaksanaan statistik sebagaimana adanya.

.id

Pasal 24

s.

go

Ketentuan mengenai jaminan kerahasiaan keterangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21


berlaku juga bagi petugas statistik

bp

Pasal 25

ba

li.

Setiap petugas statistik harus memperlihatkan surat tugas dan atau tanda pengenal, serta wajib
memperhatikan nilai-nilai agama, adat-istiadat, tata karma dan ketertiban umum.

ht

tp

://

Bagian Ketiga

1)
2)

Responden
Pasal 26

Setiap orang berhak menolak untuk dijadikan responden, kecuali dalam penyelenggaraan
statistik dasar oleh Badan.
Setiap responden berhak menolak petugas statistik yang tidak dapat memenuhi ketentuan
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25.
Pasal 27

Setiap responden wajib memberikan keterangan yang diperlukan dalam penyelenggaraan


statistik dasar oleh Badan.

Bali In Figures 2014

lxvii

BAB VIII
KELEMBAGAAN
Pasal 28
1)
2)
3)

Pemerintah membentuk Badan yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung
kepada Presiden.
Badan mempunyai perwakilan wilayah di daerah yang merupakan instansi vertikal.
Ketentuan mengenai tugas, susunan organisasi, dan tata kerja Badan. Sebagaimana
dimaksud dalam ayat (1) dan ayat (2), diatur lebih lanjut dengan keputusan Presiden.
Pasal 29

.id

bp

s.

2)

Pemerintah membentuk Forum Masyarakat Statistik yang bertugas memberikan saran dan
pertimbangan di bidang statistik kepada Badan.
Forum sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) bersifat non struktural dan independen yang
anggotanya terdiri atas unsur pemerintah, pakar, praktisi dan tokoh masyarakat.

go

1)

3)

lxviii

ba

://

tp

2)

Instansi pemerintah dapat membentuk aturan organisasi di lingkungannya untuk


melaksanakan statistik sektoral Badan.
Ketentuan mengenai tugas, fungsi, susunan organisasi, dan tata kerja satuan organisasi
dalam ayat (1) diatur oleh instansi yang bersangkutan berdasarkan peraturan perundangundangan yang berlaku.
Dalam menyelenggarakan statistik sektoral, satuan organisasi sebagaimana dimaksud
dalam ayat (1) harus mengadakan koordinasi dengan Badan untuk menerapkan
penggunaan konsep, definisi, klasifikasi, dan ukuran-ukuran yang telah dibakukan dalam
rangka pengembangan Sistem Statistik Nasional.

ht

1)

li.

Pasal 30

Bali Dalam Angka 2014

BAB IX
PEMBINAAN
Pasal 31
Badan bekerja sama dengan instansi pemerintah dan unsur masyarakat melakukan pembinaan
terhadap penyelenggaraan kegiatan statistik dan masyarakat agar lebih meningkatkan kontribusi
dan apresiasi masyarakat terhadap statistik, mengembangkan Sistem Statistik Nasional, dan
mendukung pembangunan nasional.
Pasal 32

ht

tp

://

ba

li.

bp

s.

go

.id

Dalam rangka pembinaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31. Badan melakukan upayaupaya sebagai berikut:
a. Meningkatkan kemampuan sumber daya manusia dalam penyelenggaraan statistik.
b. Mengembangkan statistik sebagai ilmu.
c. Meningkatkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat mendukung
penyelenggaraan statistik.
d. Mewujudkan kondisi yang mendukung terbentuknya pembakuan dan pengembangan
konsep, definisi, klasifikasi dan ukuran-ukuran dalam rangka semangat kerjasama
dengan cara penyelenggaraan kegiatan statistik lainnya.
e. Mengembangkan sistem informasi statistik;
f.
Meningkatkan penyebarluasan informasi statistik;
g. Meningkatkan kemampuan penggunaan dan pemanfaatan hasil statistik untuk
mendukung pembangunan nasional, dan
h. Meningkatkan kesadaran masyarakat akan arti dan kegunaan statistik.
Pasal 33
Pelaksanaan pembinaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31 diatur lebih lanjut dengan
Peraturan Pemerintah.

Bali In Figures 2014

lxix

BAB X
KETENTUAN PIDANA
Pasal 34
Setiap orang yang tanpa hak menyelenggarakan sensus sebagaimana dimaksud dalam Pasal
11 ayat (2) huruf a, dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling
banyak Rp 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah)
Pasal 35

bp

li.

ht

tp

://

2)

Penyelenggara kegiatan statistik yang dengan sengaja dan tanpa alasan yang sah tidak
memenuhi kewajiban sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20, dipidana dengan pidana
kurungan paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp 25.000.000,00 (dua
puluh lima juta rupiah).
Penyelenggara kegiatan statistik yang dengan sengaja melanggar ketentuan sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 21, dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) yahun dan
denda paling banyak Rp 100.000.000,00 (seratus juta rupiah).

ba

1)

s.

Pasal 36

go

.id

Setiap orang yang sengaja melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 14 ayat
(1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp
25.000.000,00 (dua puluh lima juta rupiah).

Pasal 37

Petugas statistik yang dengan sengaja melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 24, dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun 6 (enam) bulan dan denda
paling banyak Rp 15.000.000,00 (lima belas juta rupiah).
Pasal 38
Responden yang dengan sengaja melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27,
dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun 6 (enam) bulan dan denda paling
banyak Rp 25.000.000,00 (dua puluh lima juta rupiah).

lxx

Bali Dalam Angka 2014

Pasal 39
Setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa alasan yang mencegah, menghalang-halangi atau
menggagalkan jalannya penyelenggaraan statistik yang dilakukan oleh penyelenggara kegiatan
statistik yang dilakukan oleh penyelenggara kegiatan statistik dasar dan atau sektoral, dipidana
dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda yang paling banyak Rp
100.000.000 (seratus juta rupiah)
Pasal 40
1)

BAB XI

go

.id

2)

Tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34, Pasal 36 ayat (2), Pasal 37, Pasal
38, dan Pasal 39 adalah kejahatan.
Tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 dan Pasal 36 ayat (1) adalah
pelanggaran.

bp

s.

KETENTUAN PERALIHAN

li.

Pasal 41

ht

tp

://

ba

Semua peraturan pelaksanaan Undang-undang Nomor 6 Tahun 1960 tentang Sensus dan
Undang-undang Nomor 7 tentang statistik dinyatakan tetap berlaku sepanjang tidak
bertentangan atau belum diganti dengan yang baru berdasarkan Undang-undang ini.

BAB XII
KETENTUAN PENUTUP
Pasal 42

Pada saat mulai berlakunya Undang-undang ini, maka Undang-undang Nomor 6 Tahun 1960
tentang Sensus dan Undang-undang Nomor 7 Tahun 1960 tentang Statistik dinyatakan tidak
berlaku.

Bali In Figures 2014

lxxi

Pasal 43
Undang-undang ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.
Agar setiap orang dapat mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Undang-undang ini
dengan penempatannya dalam Lembaran Negara republik Indonesia.

Disahkan di Jakarta
Pada tanggal 19 Mei 1997
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
Ttd

go
s.

bp

Diundangkan di Jakarta
Pada tanggal 19 Mei 1997
MENTERI NEGARA SEKRETARIS NEGARA

.id

SOEHARTO

ba

tp

://

MOERDIONO

li.

Ttd

ht

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1997 NOMOR 39

Salinan sesuai dengan aslinya

Salinan sesuai salinannya asli

Kepala Biro Hukum dan


perundang-undangan

Kepala Biro Kepegawaian


dan Organisasi

Ttd

Ttd

SEKRETARIAT KABINET RI

Lambock V. Nahattands

lxxii

BIRO PUSAT STATISTIK

Pietojo, MSA

Bali Dalam Angka 2014

PENJELASAN
ATAS
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 16 TAHUN 1997
TENTANG
STATISTIK
UMUM

.id

Undang-undang Nomor 6 Tahun 1960 tentang Sensus dan Undang-undang Nomor 7 Tahun
1960 tentang Statistik sudah tidak sesuai lagi dan tidak dapat menampung berbagai
perkembangan keadaan, tuntutan masyarakat, dan kebutuhan pembangunan nasional. Kondisi
kehidupan bangsa dan tingkat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, saat kedua
Undang-undang tersebut diundangkan sangat jauh berbeda dengan keadaan sekarang.

://

ba

li.

bp

s.

go

Selain lebih dari tiga puluh tahun ini telah terjadi perubahan mendasar yang mempengaruhi
penyelenggaraan statistik. Pertama, meningkatkan kesejahteraan masyarakat sebagai hasil dari
pembangunan nasional menyebabkan data statistik yang dibutuhkan masyarakat semakin
beragam. Kedua, ragam data yang pada awal tahun enam puluhan cukup dikumpulkan oleh Biro
Pusat Statistik (BPS), sekarang memerlukan keterlibatan penyelenggara kegiatan statistik
lainnya di luar Badan. Ketiga, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berdampak
terhadap perkembangan kegiatan statistik. Keempat, perubahan tersebut mengakibatkan
penyelenggaraan statistic memerlukan pengaturan yang lebih memadai untuk dapat menjamin
terhindarnya duplikasi, kemudahan akses oleh pengguna data, kepastian hukum bagi
penyelenggara kegiatan statistik dan perlindungan kepada responden.

ht

tp

Prinsip pokok yang harus diterapkan dan dipegang teguh dalam penyelenggaraan statistik
adalah asas-asas pembangunan nasional yang meliputi asas keimanan dan ketaqwaan terhadap
Tuhan Yang Maha Esa, asas manfaat, asas Demokrasi Pancasila, asas adil dan merata, asas
keseimbangan, keserasian dan keselarasan dalam peri kehidupan, asas kemandirian, asas
kejuangan, serta asas ilmu pengetahuan dan asas teknologi. Dalam pelaksanaannya, Undangundang ini juga berasaskan keterpaduan, keakuratan, dan kemungkinan agar dapat
menyediakan data statistik yang andal dan terpercaya.
Pengertian statistik dalam Undang-undang ini adalah luas, baik statistik sebagai data atau
informasi, maupun sebagai ilmu yang mempelajari cara pengumpulan, pengolahan, penyajian
dan analisis data. Ketiga pengertian tentang statistik tersebut menjadi landasan
penyelenggaraan statistik dalam mendukung pembangunan nasional.
Undang-undang ini menetapkan jenis berdasarkan tujuan pemanfaatannya serta mengatur
lingkup tugas dan fungsi para penyelenggara kegiatan statistik. Berdasarkan tujuan
pemanfaatannya, jenis statistik terdiri atas statistik dasar, statistik sektoral, dan statistik khusus.
Pengaturan lingkup tugas dan fungsi para penyelenggara kegiatan statsitik bertujuan untuk:
pertama, menjamin kepastian hukum bagi para penyelenggara kegiatan statistik baik pemerintah
maupun masyrakat; kedua, menjamin kepentingan masyarakat pengguna statistik atas nilai

Bali In Figures 2014

lxxiii

informasi yang diperolehnya; ketiga, mengupayakan koordinasi dan kerjasama agar kegiatan
statistik yang dilakukan oleh berbagai pihak bejalan secara efektif dan efisien, tidak terjadi
duplikasi, serta saling mengisi dan memperkuat; dan keempat, mengantisispasi perkembangan
kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berdampak pada penyelenggaraan statistik.
Badan sebagai instansi Pemerintah yang mandiri berwenang mengumumkan hasil yang
diselenggarakannya secara teratur dan transparan melalui Berita Resmi Statistik. Kesahihan
seluruh hasil statistik yang diumumkan tersebut sepenuhnya menjadi tanggungjawab Badan.

.id

Koordinasi dan kerjasama yang diatur dalam Undang-undang ini menjadi sangat penting untuk
dapat dikembangkan antara Badan dengan Instansi Pemerintahan, lembaga, organisasi,
perorangan dan atau unsur masyarakat lainnya, serta kerjasama dengan lembaga asing yang
bergerak dalam kegiatan statistik. Makin beraneka ragamnya informasi statistik yang
berkembang seirirng dengan kebutuhan dan kemajuan kehidupan bangsa serta ilmu
pengetahuan dan teknologi, maka pembakuan konsep, definisi, klasifikasi dan ukuran-ukuran
perlu memperoleh perhatian secara seksama.

bp

s.

go

Hak dan kewajiban penyelenggara kegiatan statistik, petugas statistik, responden dan pengguna
data statistik diatur secara seimbang. Sejalan dengan hal tersebut, sanksi terhadap pelanggaran
norma dalam penyelenggaraan statistik ditetapkan dengan maksud memberikan perlindungan
bagi pihak yang dirugikan.

://

ba

li.

Badan mempunyai perwakilan wilayah di daerah yang merupakan instansi vertikal. Satuan
organisasi di lingkungan instanti pemerintah yang melaksanakan statistik sektoral harus
mengadakan koordinasi dengan Badan dalam menerapkan keseragaman konsep, definisi,
klasifikasi, dan ukuran-ukuran yang telah dibakukan. Untuk mengoptimalkan penyelenggaraan
statistik. Badan memperoleh saran dan pertimbangan dari Forum Statistik yang keanggotaannya
terdiri atas unsur pemerintah, pakar, praktisi, dan tokoh masyarakat.

ht

tp

Badan melakukan pembinaan terhadap penyelenggara kegiatan statistik dan masyarakat pada
umumnya untuk meningkatkan kontribusi dalam mendukung pembangunan nasional,
mengembangkan Sistem Statistik Nasional, dan meningkatkan kesadaran masyarakat baik
sebagai responden maupun pengguna data statistik akan arti dan kegunaan statistik. Dalam
pelaksanaannya, badan bekerjasama dengan instansi pemerintah dan unsur masyarakat.
Materi yang merupakan muatan baru dalam Undang-undang tentang statistik ini, antara lain:
1.

2.

3.

lxxiv

Jenis statistik berdasarkan tujuan pemanfaatannya terdiri atas statistik dasar, yang
sepenuhnya diselenggarakan oleh Badan, statistik sektoral yang dilaksanakan oleh instansi
pemerintah secara mandiri atau bersama dengan Badan, serta statistik khusus yang
diselenggarakan oleh lembaga, organisasi, perorangan, dan atau unsur masyarakat lainnya
secara mandiri atau bersama dengan Badan.
Hasil statistik yang diselenggarakan oleh Badan diumumkan dalam Berita Resmi Statistik
secara teratur dan transparan agar masyarakat dengan mudah mengetahui dan atau
mendapatkan data yang diperlukan.
Sistem Statistik Nasional yang andal, efektif dan efisien.

Bali Dalam Angka 2014

4.

Dibentuknya forum masyarakat statistik sebagai wadah menampung aspirasi masyarakat


statistik, yang bertugas memberikan saran dan pertimbangan kepada Badan.

Ketentuan-ketentuan yang diatur dalam Undang-undang ini perlu dimasyarakatkan secara


intensif.
Undang-undang ini hanya mengatur hal-hal yang pokok, oleh karena itu ketentuan lebih lanjut
akan diatur dalam peraturan pelaksanaannya.

ht

tp

://

ba

li.

bp

s.

go

.id

PASAL DEMI PASAL

Bali In Figures 2014

lxxv

.id

go

s.

bp

li.

ba

://

tp

ht

.id

go

s.

bp

li.

ba

://

tp

ht

.id

go

s.

bp

li.

ba

://

tp

ht

1.1. The Location of Area

Bali merupakan salah satu provinsi di


Indonesia yang dikenal dengan sebutan
Pulau Dewata (paradise island). Bali terletak
di antara Pulau Jawa dan Pulau Lombok.
Ibukota provinsinya adalah Denpasar, yang
terletak di bagian selatan pulau ini. Pulau
Bali adalah bagian dari Kepulauan Sunda
Kecil sepanjang 153 km dan selebar 112 km,
sekitar 3,2 km dari Pulau Jawa.

Bali is one of the provinces in


Indonesia that known as Gods Island
(paradise island). Bali lies between Java and
Lombok Island. Capital of the province is
Denpasar, located in the southern part of
the island. Bali Island is part of the Lesser
Sunda Islands along the 153 km and 112 km
wide, about 3.2 km from the island of Java.

Provinsi Bali terdiri dari beberapa


pulau, yakni Pulau Bali sebagai pulau
terbesar, Pulau Nusa Penida, Pulau Nusa
Ceningan, Pulau Nusa Lembongan, Pulau
Serangan (terletak di sekitar kaki Pulau
Bali), serta Pulau Menjangan yang terletak
di bagian barat Pulau Bali.

Bali Province consists of a number of


islands including Bali Island it self as the
biggest island, Nusa Penida Island, Nusa
Ceningan Island, Nusa Lembongan Island,
Serangan Island (located at the southern
part of Bali Island), and Menjangan Island
(located at the west side of Bali island).

go

s.

Astronomically, Bali Province is


located between 080340 - 085048
south lattitude and 1142553 1154240
east longitude tropical climate which makes
it like other regions in Indonesia. The
boundaries of the following areas of Bali
Province are:

Batas utara dengan Laut Bali.


Batas selatan dengan Samudera
Indonesia.
Batas barat dengan Selat Bali.
Batas timur dengan Selat Lombok.

ht

tp

://

ba

li.

bp

Secara astronomis, Provinsi Bali


terletak pada posisi titik koordinat
080340 085048 Lintang Selatan dan
1142553 1154240 Bujur Timur yang
membuatnya beriklim tropis layaknya
wilayah lain di Indonesia. Adapun batasbatas wilayah Provinsi Bali sebagai berikut:

.id

1.1. Letak Wilayah

North Side
South Side
West Side
East Side

: Bali Sea
: Indian Ocean
: Bali Straits
: Lombok Straits

1.2. Luas Wilayah

1.2. Total Area

Luas wilayah Provinsi Bali secara


keseluruhan mencapai 5.636,66 km atau
0,29 persen dari luas kepulauan Indonesia.
Provinsi Bali terbagi ke dalam delapan
kabupaten dan satu kota meliputi
Kabupaten Jembrana, Tabanan, Badung,
Gianyar, Klungkung, Bangli, Buleleng,

The total area of Bali Province is


5,636.66 square kilo metres or 0.29 percent
of the total area Indonesian archipelago.
The governance of Bali Province is divided
into eight regencies and one city, namely
Jembrana, Tabanan, Badung, Gianyar,
Klungkung, Bangli, Karangasem, Buleleng

Bali In Figures 2014

Karangasem, dan Kota Denpasar.

regencies, and Denpasar city.

Diantara kesembilan kabupaten/kota


tersebut, Kabupaten Buleleng memiliki luas
2
terbesar 1.365,88 km (24,23%) dari luas
2
provinsi, diikuti oleh Jembrana 841,80 km
2
(14,93%), Karangasem 839,54 km (14,89%),
2
dan Tabanan 839,33 km (14,89%). Sisanya
2
berturut-turut adalah Bangli 520,81 km ,
2
2
Badung 418,52 km , Gianyar 368,00 km ,
2
Klungkung 315,00 km , dan Kota Denpasar
2
127,78 km .

Among the nine regencies/city, in


terms of their areas, Buleleng regency has
the widest area among others which is
about 1,365.88 square kilo metres (24.23%).
Then it is followed by Jembrana with the
2
area of 841.80 km (14.93%), Karangasem
2
of 839.54 km (14.89%), Tabanan of 839.33
2
km (14.89%), and the rests are as follows:
2
2
Bangli 520.81 km , Badung 418.52 km ,
2
2
Gianyar 368.00 km , Klungkung 315.00 km ,
2
and Denpasar city 127.78 km .

1.3.

1.3.

.id

go

Based on the relief and topography,


in the middle of the island of Bali lies the
mountains that extend from west to east
and between these mountains there are
cluster of volcanoes, namely Mount Agung
is the highest point in Bali as high as 3,142
meters. The volcano last erupted in March
1963. Mount Batur (1,717 meters) located
in Bangli is also one of the volcano. Around
30,000 years ago, Mount Batur erupted and
produced a tremendous disaster on earth.

ht

tp

://

ba

li.

bp

Berdasarkan relief dan topografi, di


tengah-tengah Pulau Bali terbentang
pegunungan yang memanjang dari barat ke
timur dan di antara pegunungan tersebut
terdapat gugusan gunung berapi, yakni
Gunung Agung yang merupakan titik
tertinggi di Bali setinggi 3.142 meter.
Gunung berapi ini terakhir meletus pada
Maret 1963. Gunung Batur (1.717 meter)
yang berlokasi di Bangli juga merupakan
salah satu gunung berapi. Sekitar 30.000
tahun lalu, Gunung Batur meletus dan
menghasilkan bencana yang dahsyat di
bumi.

Topography

s.

Topografi

Sedangkan gunung yang tidak berapi


antara lain adalah Gunung Merbuk (1.356
meter) di Jembrana, Gunung Patas (1.414
meter) di Buleleng, dan Gunung Seraya
(1.058 meter) di Karangasem, serta
beberapa gunung lainnya.

While the mountains are not


volcanoes include Mount Merbuk (1,356
meters) in Jembrana, Mount Patas (1,414
meters) in Buleleng, and Mount Seraya
(1,058 meters) in Karangasem, as well as
some other mountains.

Adanya
pegunungan
tersebut
menyebabkan daerah Bali secara geografis
terbagi menjadi dua bagian yang tidak
sama, yakni Bali Utara dengan dataran

The existence of these mountains


cause the area of Bali is geographically
divided into two unequal parts, namely
North Bali with a narrow lowland and less

Bali Dalam Angka 2014

slope, and lowland South Bali with a wide


and sloping. Bali slope consists of flat land
(0-2%) of 122 652 ha of land, undulating (215%) of 118 339 ha of land, steep (15-40%)
of 190 486 ha, and land is very steep
(>40% ) covering 132 189 ha. Bali province
also has four lakes, namely Lake Beratan,
Lake Buyan, Lake Tamblingan, and Lake
Batur.

Berbeda dengan bagian utara,


bagian selatan Bali adalah dataran rendah
yang dialiri sungai-sungai, seperti sungai
Tukad Ayung 62.500 meter dan sungaisungai lainnya. Selengkapnya dapat dilihat
pada Tabel 1.4.

Unlike in the north, the southern part


of Bali is by flowing lowland rivers, such as
river Ayung Tukad 62,500 meters and other
rivers. More can be seen in Table 1.4.

go
s.

In other contexts, the type of soil


layers of Bali Island mostly consist of
Regusol and Latasol layers, and only a little
of them are Mediteran, and Andasol layers.
Latasol is extremely sensitive toward
erosion. It spreads out in the west side up to
Kalopaksa, Petemon, Ringdikit, and
Pempatan. This soil layer also exists at
Mount Penyu, Mount Pintu, Mount Juwet,
and Mount Seraya, and totally covers 44.90
percent of Bali area.

ht

tp

://

ba

li.

bp

Pada konteks lain, jenis tanah yang


ada di Bali sebagian besar didominasi oleh
tanah Regusol dan Latasol serta sebagian
kecil saja terdapat jenis tanah Alluvial,
Mediteran, dan Andosol. Jenis tanah Latosol
yang sangat peka terhadap erosi, tersebar
di bagian barat sampai Kalopaksa, Petemon,
Ringdikit, dan Pempatan. Tanah jenis ini
juga terdapat di sekitar Gunung Penyu,
Gunung Pintu, Gunung Juwet, dan Gunung
Seraya yang secara keseluruhan meliputi
44,90 persen dari luas Pulau Bali.

.id

rendah yang sempit dan kurang landai,


serta Bali Selatan dengan dataran rendah
yang luas dan landai. Kemiringan lahan
Pulau Bali terdiri dari lahan datar (0-2%)
seluas 122.652 ha, lahan bergelombang (215%) seluas 118.339 ha, lahan curam (1540%) seluas 190.486 ha, dan lahan sangat
curam (>40%) seluas 132.189 ha. Provinsi
Bali juga memiliki empat buah danau, yakni
Danau Beratan, Danau Buyan, Danau
Tamblingan, dan Danau Batur.

Jenis tanah Regusol yang sangat


peka terhadap erosi terdapat di bagian
timur Amlapura sampai Culik. Jenis tanah ini
terdapat juga di Pantai Singaraja sampai
Seririt, Bubunan, Kekeran di sekitar Danau
Tamblingan, Buyan, dan Beratan, sekitar
Hutan Batukaru, serta sebagian kecil di
Pantai Selatan Desa Kusamba, Sanur,
Benoa, dan Kuta. Jenis tanah ini meliputi
sekitar 39,93 persen dari luas Pulau Bali.

Bali In Figures 2014

The Regusol soil layer is also


extremely sensitive toward erosion and
exists around east side of Amlapura up to
Culik. This layer can also be found at
Singaraja coast up to Seririt, Bubunan,
Kekeran (around Lake Tamblingan, Lake
Buyan, and Lake Beratan), around Batukaru
forest, and partly at the south coast of
Kusamba village, Sanur, Benoa, and Kuta.
This soil layer covers around 39.93 percent

of Bali area.

Iklim

.id

go
1.4.

bp

1.4.

The Andosol soil layer is also


sensitive toward erosion and can be found
at around Baturiti, Candikuning, Banyuatis,
Gobleg, Pupuan, and partly around the
forest of Mount Batukaru. The Mediteran
soil layer is less sensitive toward erosion
and exists at Jazirah Nusa Penida Hill
and its surounding islands, Kuta Hill, and
Prapat Agung. The soil layer that is not
sensitive toward erosion is Alluvial and can
be found at Negara, Sumber Kelampok,
Manggis, and Angantelu. The soil layers of
Andasol, Mediteran, and Alluvial cover
around 15.49 percent of Bali area.

s.

Jenis tanah Andosol yang juga peka


terhadap erosi terdapat di sekitar Baturiti,
Candikuning, Banyuatis, Gobleg, Pupuan,
dan sebagian kelompok hutan Gunung
Batukaru. Jenis tanah Mediteran yang
kurang peka terhadap erosi terdapat di
Jazirah
Bukit
Nusa
Penida
dan
kepulauannya, Bukit Kuta, dan Prapat
Agung. Jenis tanah yang juga tidak peka
terhadap erosi lainnya adalah tanah Alluvial
terdapat di dataran Negara, Sumber
Kelampok, Manggis, dan Angantelu. Ketiga
jenis tanah ini, yakni Andasol, Mediteran,
dan Alluvial meliputi sekitar 15,49 persen
dari luas Pulau Bali.

Climate

Climate is closely related with human


life. Climate plays an important role in the
management of development economics.
Even be one important factor in the
prosperity aspect, due to increased human
needs will increase industrial activity, forest
clearance, agriculture, and household
businesses that release greenhouse gases.

Dalam berbagai literatur, iklim


didefinisikan sebagai keragaman keadaan
fisik atmosfer, dan perubahan iklim
didefinisikan sebagai perubahan pada iklim
yang dipengaruhi langsung atau tidak
langsung oleh aktivitas manusia yang
merubah komposisi atmosfer, yang akan
memperbesar keragaman iklim teramati
pada periode yang cukup panjang. Secara
statistik, perubahan iklim adalah perubahan

In the literatures, climate variability


defined as the physical state of the
atmosphere, and climate change is defined
as the change in climate that is influenced
directly or indirectly by human activities are
changing atmospheric composition, which
would enlarge the observed climate
variability at a sufficiently long period.
Statistically, climate change is the change in
the elements that have a tendency to rise or

ht

tp

://

ba

li.

Iklim sangat erat kaitannya dengan


kehidupan manusia. Ia memegang peran
penting dalam pengelolaan ekonomi
pembangunan. Bahkan menjadi salah satu
faktor penting dalam aspek kemakmuran,
karena peningkatan kebutuhan manusia
akan meningkatkan aktivitas industri,
pembukaan hutan, usaha pertanian, dan
rumahtangga yang melepaskan gas rumah
kaca.

Bali Dalam Angka 2014

fall significantly that accompany the daily


variability, and seasonal cycles.

Wilayah Bali secara umum beriklim


laut tropis, yang dipengaruhi oleh angin
musiman. Terdapat musim kemarau dan
musim hujan yang diselingi oleh musim
pancaroba. Pada bulan Juni hingga
September, arus angin berasal dari Australia
dan tidak banyak mengandung uap air,
sehingga mengakibatkan musim kemarau.
Sedangkan pada bulan Desember hingga
Maret, arus angin banyak mengandung uap
air yang berasal dari Asia dan Samudra
Pasifik, sehingga terjadi musim penghujan.

Generally, Bali has a tropical marine


climate that is influenced by the wind
movement. There are two seasons: dry and
rainy seasons, which are separated by a
transition period. The dry season is between
June to September and is influenced by the
Australia Continental wind movement which
contains not too many moisture.
Meanwhile, the rainy season is between
December to March and is influenced by the
Asia Continental and Pacific Ocean wind
movement which contains a lot of moisture.
This causes rain fall in the area of Indonesia.

go

s.

As a small island, Bali is surrounded


by coastal areas along the 430 km. There
are many people who rely on coastal areas
with livelihood as a fisherman since the
hereditary and seaweed farmers.

://

ba

li.

bp

Sebagai pulau kecil, Bali di kelilingi


wilayah pesisir dengan panjang 430 km. Ada
banyak orang yang menggantungkan
hidupnya pada wilayah pesisir dengan mata
pencaharian sebagai nelayan sejak turuntemurun dan petani rumput laut.

.id

unsur-unsurnya
yang
mempunyai
kecenderungan naik atau turun secara
nyata yang menyertai keragaman harian,
musiman, maupun siklus.

ht

tp

Di wilayah rural, sebagian besar


masyarakat Bali bercorak produksi sebagai
petani kecil dengan pola pertanian
tradisional. Corak produksi masyarakat Bali
ini sangat dipengaruhi oleh perubahan iklim
(siklus alam dan curah hujan). Karena itu,
peralihan musim merupakan salah satu
indikator yang dapat digunakan untuk
mendeteksi musim kemarau atau musim
hujan secara lebih dini, sehingga
perencanaan pertanian terutama periode
tanam dan jenis komoditas dapat disusun
sesuai kondisi iklim aktual.

Bali In Figures 2014

In rural areas, most of the Baliness


peoples as a print production of small
farmers with traditional agricultural
patterns. Production of the Balinese style is
highly influenced by climate changes
(natural cycles and rainfall). Therefore, the
transitional seasons is one indicator that
can be used to detect the dry season or
early rainy season, so the planning and
planting period, mainly agricultural
commodities can be prepared according to
the actual climate conditions.

1.5.

Suhu dan Curah Hujan

1.5.

Temperature and Rainfall

The increase in average air


temperature, sea surface temperature
increases, changes in rainfall patterns, and
the shift in the early dry season and rainy
season is a series of impact of global
warming or climate change.

Ada dua akibat dari meningkatnya


suhu/temperatur, yakni adanya perubahan
tekanan, dimana sirkulasi udara yang
menyebabkan kecepatan angin menjadi
lebih kencang, serta adanya penguapan,
dimana uap air berkumpul di atas
menyebabkan atmosfir basah, sehingga
intensitas curah hujan menjadi meningkat.

There are two consequences of rising


temperatures, namely the change of
pressure, where air circulation which causes
the wind speed becomes faster, and the
presence of evaporation, which gather
water vapor in the atmosphere causing wet,
so the rainfall intensity increased.

go

s.

Note
Central
Meteorological,
Climatological, and Geophysical Agency
Region III, Denpasar, as shown in Table
1.2.1, during the year 2013, the average
temperature/air temperature is highest in
the region occurred in Bali, Buleleng
regency reached 28.6C with 75 percent
humidity. Conversely, the lowest average
temperature occurred in Tabanan regency
which reached 20.2C with highest humidity
average levels of 80 percent.

ht

tp

://

ba

li.

bp

Catatan Balai Besar Meteorologi,


Klimatologi, dan Geofisika Wilayah III
Denpasar, seperti tersaji pada Tabel 1.2.1,
sepanjang tahun 2013, suhu/temperatur
udara rata-rata tertinggi di wilayah Bali
terjadi di Kabupaten Buleleng yaitu
o
mencapai 28,6 C dengan kelembaban udara
75. Sebaliknya, suhu udara rata-rata
terendah terjadi di Kabupaten Tabanan
o
yang mencapai 20,2 C dengan tingkat
kelembaban udara rata-rata tertinggi yakni
sebesar 80 persen.

.id

Meningkatnya rata-rata suhu udara,


naiknya suhu permukaan air laut,
perubahan pola dan curah hujan,
pergeseran awal musim kemarau, maupun
musim hujan merupakan serangkaian
dampak dari adanya pemanasan global atau
perubahan iklim.

Apabila dilihat dari curah hujan di


masing-masing kabupaten/kota se-Bali
tercatat Kabupaten Tabanan memiliki curah
hujan tertinggi yang mencapai 3.348,1 mm
selama tahun 2013. Sebaliknya, curah hujan
terendah terjadi di Kabupaten Jembrana
yang mencapai 1.936,2 mm.

When viewed from the rainfall in


each regency/city in Bali, Tabanan regency
has recorded the highest rainfall reaching
3,348.1 mm during the year 2013.
Conversely, the lowest rainfall occurs in
Jembrana regency which reached 1,936.2
mm.

Rata-rata intensitas curah hujan


tertinggi selama tahun 2013 terjadi di bulan

The average intensity of the highest


rainfall during 2013 occurred in January at

Bali Dalam Angka 2014

all stations in Bali Province (Ngurah Rai,


Sanglah, Negara, and Karangasem). This
can be seen in Table 1.2.3 to Table 1.2.6.

ht

tp

://

ba

li.

bp

s.

go

.id

Januari tercatat disemua stasiun pencatatan


di Bali yakni Stasiun Ngurah Rai, Sanglah,
Negara, dan Karangasem. Hal ini dapat
disimak pada Tabel 1.2.3 sampai dengan
Tabel 1.2.6.

Bali In Figures 2014

.id

go

s.

bp

li.

ba

://

tp

ht

Grafik / Figure 1.1


Persentase Luas Wilayah Provinsi Bali Menurut Kabupaten/Kota Tahun 2013
Percentage Area of Bali Province by Regency/City, 2013
Denpasar
2,27%
Jembrana
14,93%

Buleleng
24,23%

Karangasem
14,89%

Tabanan
14,89%

.id

Bangli
9,24%

go

Gianyar
6,53%

Badung
7,42%

bp

s.

Klungkung
5,59%

Ketinggian ( m dpl)

400

ht

500

tp

://

ba

li.

Grafik / Figure 1.2


Ketinggian Ibu Kota Kabupaten di Provinsi Bali Tahun 2013
Latitude of Capital City of Regencies/City in Bali Tahun 2013

425

300
200
100

126

124
12

25

93

102

60

25

Bali In Figures 2014

11

.id

go

s.

bp

li.

ba

://

tp

ht

Gambar / Figure 1.3


Rata-rata Suhu Udara di Bali per Kabupaten/Kota Tahun 2013
Average Temperature in Bali by Regency/City, 2013

30

27.4

26.2

27.0

26.9

24.6

26.7

28.6

27.6

25
20.2
20

.id

Derajat Celcius (oC)

35

bp

s.

go

15

ht

(mm)

tp

://

ba

li.

Gambar / Figure 1.4


Total Curah Hujan per Kabupaten/Kota Tahun 2013
Total Rainfall by Regency/City, 2013

4 000
3 000
2 000
1 000

Bali In Figures 2014

13

.id

go

s.

bp

li.

ba

://

tp

ht

Tabel
Table

1.1.1 :

Luas Wilayah dan Letak Geografis Pulau Bali dan


Kabupaten/Kota Tahun 2013
Area and Geographic Location of Bali Island and Its
Regencies/City, 2013
Letak Geografis

Kabupaten/Kota

Luas Wilayah

Regency/City

Area (km )

Geographic Location

Lintang Selatan

Bujur Timur

South Latitude

East Longitude

(2)

(3)

841.80

0809'58" - 0828'02"

11426'28" - 11551'28"

2. Tabanan

839.33

0814'30" - 0838'07"

11459'00" - 11502'57"

3. Badung

418.52

0814'01" - 0850'52"

11505'03" - 11526'51"

4. Gianyar

368.00

0818'48" - 0838'58"

5. Klungkung

315.00

6. Bangli

520.81

7. Karangasem

839.54

0833'07" - 0810'00"

11523'22" - 11542'37"

0803'40" - 0823'00"

11525'55" - 11527'28"

127.78

0836'56" - 0842'01"

11510'23" - 11516'27"

5 636.66

0803'40" - 0850'48"

11425'53" - 11542'40"

B A L I

go

s.

0827'37" - 0849'00"

11521'28" - 11537'28"

0808'30" - 0831'07"

11513'43" - 11527'24"

li.

bp

11513'29" - 11522'23"

ba

ht

9. Denpasar

1 365.88

tp

8. Buleleng

.id

1. Jembrana

://

(1)

Sumber : Jawatan Topografi Denpasar


Source : Topography Office of Denpasar

Bali In Figures 2014

15

Tabel
Table

1.1.2 :

Ketinggian Ibu Kota Kabupaten, Nama dan Luas Danau


di Bali Tahun 2013
Latitude of Capital Cities, Name, and Width of Lakes in Bali, 2013

Kabupaten/Kota

Tinggi Tempat

Danau

Luasnya

Regency/City

Latitude (meter)

Lake

Area (Ha)

(1)

(2)

124

3. Badung

25

4. Gianyar

126
93

425

://

60

9. Denpasar

ht

tp

8. Buleleng

102

ba

7. Karangasem

370.00

li.

6. Bangli

1. Beratan

bp

5. Klungkung

.id

2. Tabanan

(4)

go

12

s.

1. Jembrana

(3)

25

1. Batur

1 607.50

1. Buyan

360.00

2. Tamblingan

110.00

Keterangan : Ketinggian Dihitung di Atas 0 Meter dari Permukaan Laut


Explanation : The Height Was Counted Above 0 Meter From Sea Level
Sumber : Jawatan Topografi DAM IX/Udayana
Source : Topography office of DAM IX/Udayana

16

Bali Dalam Angka 2014

Tabel
Table

1.1.3 :

Jarak Antar Kabupaten/Kota di Provinsi Bali Tahun 2013


Distance of Regency/City in Bali Province, 2013

ar

as em

Klung
kung

74.28

86.66 121.89 134.86 136.55 172.76 114.80

95.16

14.38
14.38

4. Gianyar

121.89

48.98

21.56

5. Klungkung

134.86

60.79

33.41

6. Bangli

136.55

60.53

7. Karangasem

172.76

8. Buleleng

114.80

(10)

48.98

60.79

60.53

81.00

70.76

20.88

21.56

33.41

33.15

53.62

71.32

6.50

11.85

13.24

32.06 104.55

26.73

11.85

17.29

20.21 103.55

39.70

37.50

79.09

41.39

91.67

77.60

li.

13.24

17.29

81.00

53.62

32.06

20.21

37.50

70.76

71.32 104.55 103.55

79.09

91.67

41.39

77.60

://

ba

33.15

tp

ht
95.16

(9)

.id

86.66

(8)

go

3. Badung

(7)

s.

74.28

bp

2. Tabanan

(6)

Denp
as

(5)

Bulele
n

(4)

Karan
g

(3)

Bangli

Giany

(2)

1. Jembrana

9. Denpasar

ar

Badun
g

n
Taban
a

(1)

Jemb

Kabupaten/Kota
Regency/City

rana

(km)

20.88

6.50

26.73

39.70

78.00
78.00

Sumber : Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Bali


Source : Public Works Department of Bali Province

Bali In Figures 2014

17

Tabel
Table

Nama-Nama Gunung dan Tingginya Dirinci Menurut


Kabupaten/Kota di Bali Tahun 2013
Name and Height of Mountains by Regency/City
in Bali, 2013

1.1.4 :

Kabupaten/Kota

Gunung

Tinggi

Regency/City

Mountains

Height (m)

(1)

(2)

(3)

1. Kelatakan
2. Sangiang
3. Merbuk
4. Mesehe
5. Ngandang
6. Musi
1. Batu Karu
2. Sengjang
3. Pohang
4. Catur
1. Mundi
1. Batur
2. Penulisan
3. Abang
1. Agung
2. Sidemen
3. Seraya
1. Prapat Agung
2. Banyu Wedang
3. Patas
4. Lok Badung
5. Kutul
6. Lesong
7. Silang Jana
-

.id

1. Jembrana

8. Buleleng

9. Denpasar

ht

7. Karangasem

://

ba

li.

Badung
Gianyar
Klungkung
Bangli

tp

3.
4.
5.
6.

bp

s.

go

2. Tabanan

698
1 004
1 356
1 300
622
1 215
2 276
2 087
2 089
2 098
529
1 717
1 745
2 152
3 142
826
1 058
310
430
1 414
1 028
842
1 860
1 903
-

Sumber : Jawatan Topografi Denpasar


Source : Topography Office of Denpasar

18

Bali In Figures 2014

Nama-Nama Sungai dan Panjangnya Menurut Kabupaten/


Tabel
1.1.5 : Kota Tahun 2013
Table
Name and Length of Rivers by Regency/City, 2013
Kabupaten/Kota

Sungai

Panjang (m)

Sungai

Panjang (m)

Regency/City

Rivers

Length (m)

Rivers

Length (m)

(2)

(3)

(4)

(5)

(1)

1. Yeh Kelatakan
2. Tukad Nyangkrut
3. Tukad Melaya
4. Tukad Sangiang Gede
5. Tukad Blatung
6. Tukad Sari Kuning
7. Tukad Brangbang
8. Tukad Daya
9. Tukad Kaliakah
10. Tukad Jogading
11. Tukad Gayung
12. Tukad Titis
13. Tukad Budeng
14. Tukad Susul
15. Tukad Mendoyo
16. P. Lubang
17. Tukad Petapan
18. Tukad Biluk Poh
19. Yeh Buah
20. Yeh Embang

2. Tabanan

5 500
5 200
13 300
25 000
3 400
20 300
10 200
21 000
12 000
19 000
5 000
9 000
24 000
8 200
7 500
17 000
18 000
29 000
10 000
23 000

21. Tukad Sekar Kejula


22. Yeh Sumbul
23. Tukad Languan
24. Tukad Satang
25. Tukad Medewi
26. P. Midan
27. Tukad Pulukan
28. Tukad Krang
29. Yeh Lebah
30. Tukad Pangiangan
31. Tukad Gumbrih
32. Tukad Penggragoan
33. Yeh Leh
34. P. Slepa
35. P. Teng
36. Tukad Sawan
37. P. Dalem
38. P. Manistutu
39. Tukad Peregung
40. Tukad Sebual

12 000
24 000
8 600
18 000
22 000
9 000
22 000
6 500
10 800
12 400
4 000
12 000
17 200
6 000
9 800
3 000
7 100
5 000
2 300
3 500

1. Tukad Slabih
2. Yeh Bakung
3. Yeh Balian
4. Yeh Madah
5. Yeh Otan
6. Yeh Matan
7. Tukad Baasan
8. Yeh Sungi
9. Yeh Kebikan
10. Tukad Bumbung
11. Tukad Panahan
12. Yeh Nusa
13. Yeh Lating

9 500
9 900
25 500
6 500
24 000
19 000
5 000
40 500
6 500
17 000
33 500
14 600
8 000

14. P. Penyetenan
15. Yeh Hoo
16. P. Gayam
17. Tukad Timus
18. Tukad Payan
19. Tukad Meluang
20. Tukad Putek
21. Tukad Peteriman
22. Tukad Pedungan
23. Tukad Kayu
24. Yeh Panahan
25. Yeh Abe
26. Tukad Penet

3 500
35 500
4 000
9 500
12 000
5 000
7 300
4 000
3 100
6 500
10 250
55 150
45 300

go

s.

bp

li.

ba

://

tp

.id

ht

1. Jembrana

berlanjut / continued ..
Bali Dalam Angka 2014

19

Lanjutan Tabel
Continued Table

1.1.5 :

Sungai

Panjang (m)

Sungai

Panjang (m)

Regency/City

Rivers

Length (m)

Rivers

Length (m)

(2)

(3)

(4)

(5)

8 000
6 500
4 000
17 000
9 000
17 200
40 500
45 300
12 000
12 000

44 000
38 100
36 500
32 500
6 500
6 000

7. Tukad Dos
8. Tukad Nangka
9. Tukad Beluh
10. Tukad Cangkir
11. Tukad Ayung

45 500
7 000
18 500
32 500
45 500

1. Tukad Bubungan
2. Tukad Unda
3. Tukad Telaga Waja
4. Tukad Belatuk
5. Tukad Bangka
6. Tukad Lantang
7. Tukad Samu

7 000
20 000
17 000
6 000
7 000
13 000
6 000

8. Tukad Bile
9. Tukad Anyar
10. Tukad Tingas
11. Yeh Jinah
12. Tukad Bubuh
13. Tukad Belok
14. Tukad Melangit

8 600
7 000
14 200
32 500
29 000
7 300
34 500

1. Tukad Lampu
2. Tukad Palangan
3. Tukad Lantang
4. Tukad Salinggah
5. Tukad Batu

3 500
8 000
32 800
1 100
3 000

6. Tukad Dalem
7. Tukad Belingkang
8. Tukad Kluwung
9. Tukad Songan
10. Tukad Taman

1. Yeh Oos
2. Tukad Petanu
3. Tukad Pekerisan
4. Tukad Sangsang
5. Tukad Sangku
6. Tukad Kutul

6. Bangli

ht

5. Klungkung

bp

s.

go

46 000
16 000
6 000
4 000
3 000
4 000
5 000
5 000
12 000
62 500
24 200

.id

12. Tukad Ngenjung


13. Tukad Punggawa
14. Tukad Buji
15. Tukad Badung
16. Tukad Lolohanlui
17. Tukad Pangi.T.Kapal
18. Tukad Sungi
19. Tukad Penet
20. Tukad Bangkung
21. Tukad Ngongkong

://

4. Gianyar

1. Tukad Pang
2. Yeh Poh
3. Tukad Batungambing
4. Tukad Cangkilung
5. P. Semah
6. Tukad Celuk
7. Tukad Bono
8. P. Belongempalan
9. Tukad Mati
10. Tukad Ayung
11. Tukad Siap

li.

3. Badung

ba

(1)

tp

Kabupaten/Kota

5 000
2 500
4 000
2 100
1 500

berlanjut / continued ..
20

Bali In Figures 2014

Lanjutan Tabel
Continued Table

1.1.5 :

Kabupaten/Kota

Sungai

Panjang (m)

Sungai

Panjang (m)

Regency/City

Rivers

Length (m)

Rivers

Length (m)

(2)

(3)

(4)

(5)

11. Tukad Bilah


12. Tukad Melangit
13. Tukad Sangsang
14. Tukad Munduk
15. Tukad Cangkir
16. Tukad Barong

10 000
31 000
20 000
6 000
17 000
16 000

7. Karangasem

1. Tukad Bumbung
2. Tukad Deling
3. Tukad Daya
4. Tukad Barak
5. Tukad Dalem
6. Tukad Musu
7. Tukad Galiran
8. Tukad Bakalan
9. Tukad Linggah
10. Tukad Sakta
11. Tukad Penanggungan
12. Tukad Lebah Celagi
13. Tukad Buluh
14. Tukad Maong
15. Tukad Lamben
16. Tukad Wanang
17. Tukad Klontong
18. Tukad Kates
19. Tukad Base
20. Tukad Katumanak
21. Tukad Ilu
22. Tukad Bunut

14 100
6 600
16 300
5 200
9 000
6 000
4 600
6 500
12 000
7 500
8 000
6 800
10 000
6 000
8 000
8 600
12 000
6 400
4 500
3 500
3 800
4 900

23. Tukad Seraya


24. Tukad Nyuling
25. Tukad Luah
26. Tukad Bangka
27. Tukad Buhu
28. Tukad Betel
29. Tukad Kretuk
30. Tukad Selahu
31. Tukad Ngelinti
32. Tukad Deling
33. Tukad santar
34. Tukad Timbul
35. Tukad Mlaka
36. Tukad Baapi
37. Tukad Sayong
38. Tukad Tuntung
39. Tukad Bulakan
40. Tukad Nanang
41. Tukad Tihis
42. Tukad Buah
43. Tukad Banges
44. Tukad Toyo

s.

bp

li.

ba

://

tp

ht

17. Tukad Pakerisan


18. Tukad Agung
19. Tukad Jinah
20. Tukad Bubuh
21. Tukad Dag

go

6. Bangli

.id

(1)

36 500
34 000
30 000
30 000
9 000
6 600
13 000
15 400
10 000
19 000
11 400
14 000
2 000
6 000
6 600
4 000
6 000
5 000
5 000
10 500
7 200
5 000
10 000
3 200
3 400
4 900
6 700

berlanjut / continued ..

Bali Dalam Angka 2014

21

Lanjutan Tabel
Continued Table

1.1.5 :

Kabupaten/Kota

Sungai

Panjang (m)

Sungai

Panjang (m)

Regency/City

Rivers

Length (m)

Rivers

Length (m)

(2)

(3)

(4)

(5)

4 500
2 300
29 000
-

5 200
9 000
9 000
6 200
8 900
23 000
18 500
15 400
6 000
15 400
3 400
5 200
5 500
17 000
14 000
23 200
28 700
13 600
6 600
6 600
4 200
9 500
5 000

24. Tukad Banyupoh


25. Tukad Musi
26. Tukad Pule
27. Tukad Gemgem
28. Tukad Medaum
29. Tukad Bengkala
30. Tukad Binong
31. Tukad Munduk
32. Tukad Asangan
33. Tukad Srumbung
34. Tukad Pengong
35. Tukad Buleleng
36. Tukad Taluk
37. Tukad Penarukan
38. Tukad Brosokan
39. Tukad Sangsit
40. Tukad Dalem
41. Tukad Buah.
42. Tukad Ejekankebo
43. Tukad Embong
44. Tukad Gelebeg
45. Tukad Kambing
46. Tukad Bayad

9 900
5 500
5 500
12 000
23 000
9 300
3 100
8 000
9 400
9 100
9 000
16 500
7 000
14 500
6 300
13 100
9 500
12 000
3 800
4 100
5 000
4 000
11 000

s.

bp

1. Tukad Anyar
2. Tukad Mejan
3. Tukad Pelod
4. Tukad Bojor
5. Yeh Kedis
6. Tukad Daya
7. Tukad Baas
8. Tukad Gus
9. Tukad Klapi
10. Tukad Bayumala
11. Tukad Anakan
12. Tukad Menyusu
13. Yeh Langkeng
14. Tukad Tampekan
15. Tukad Mendaum
16. Yeh Panas
17. Tukad Sabah
18. Tukad Pancuran
19. Tukad Semaga
20. Tukad Tinga
21. Tukad Biu
22. Tukad Grokgak
23. Tukad Teluk Terima

50. Tukad Prapak


51. Tukad Telincicing
52. Tukad Abang
53. Tukad Telagawajah
54. Tukad Sabah

ht

tp

://

ba

li.

8. Buleleng

7 600
9 900
6 000
6 300
5 800

go

7. Karangasem 45. Tukad Mantri


46. Tukad Jangga
47. Tukad Buatan
48. Tukad Mengereng
49. Tukad Hampo

.id

(1)

berlanjut / continued ..

22

Bali In Figures 2014

Lanjutan Tabel
Continued Table

1.1.5 :

Kabupaten/Kota

Sungai

Panjang (m)

Sungai

Panjang (m)

Regency/City

Rivers

Length (m)

Rivers

Length (m)

(2)

(3)

(4)

(5)

47. Tukad Glagah


48. Tukad Julah
49. Tukad Lawan
50. Tukad Dusa
51. Tukad Mejan

4 100
8 000
4 000
5 800
9 000

9. Denpasar

1. Tukad Mati
2. Tukad Ayung
3. Tukad Badung

15 000
34 000
10 000

52. Tukad Leh


53. Tukad Semah
54. Tukad Luwah
55. Tukad Base
56. Tukad Gelungsangsit

2 500
2 300
3 200
2 600
13 100

bp

s.

go

8. Buleleng

.id

(1)

li.

Sumber : Topdam IX/Udayana

ht

tp

://

ba

Source : Topography Office of IX/Udayana

Bali Dalam Angka 2014

23

Tabel
1.1.6 :
Table

Nama Bendungan dan Kapasitasnya Dirinci Menurut


Kabupaten/Kota Tahun 2013
Name and Capacity of Dykes/Dams by Regency/
City, 2013

Daerah Irigasi
Irrigation Area

Nama Bendungan /
Waduk
Name of Dykes/Dams

Nama Sungai
Name of Rivers

Tahun
Selesai
Finished
Year

(2)

(3)

(4)

(1)

Kapasitas
Bendungan
(m3/det)
Capacity of
Dykes
(m 3 /sec)
(5)

Jembrana

go

s.

bp

1. D.I. Gadungan/ Lambuk Bd. Gadungan/


Lambuk

1973
1976
1978
1978
1978
1976

0.280
0.300
1.920
0.370
0.672
0.175

1977
1975
1980
1976
1978
1980
1980
1976
1981
1980
1976

0.300
0.425
0.225
1.686
1.686
1.195
0.460
1.488
0.425
0.425
0.173
0.430

1981
(Rehab)

3.835

.id

Tk. Melaya
Tk. Melaya
Tk. Sanghyang
Tk. Sarikuning
Tk. Jogading
Tk. Titis

li.

ht

tp

7. D.I. Jeropengetuh
8. D.I. Pecelengan
9. D.I. Sebuah
10. D.I. Telepus
11. D.I. Yeh Leh
12. D.I. Petanahan
13. D.I. Semanggong
14. D.I. Tegalgintungan
15. D.I. Medewi
16. D.I. Pangiyangan
17. D.I. B a y u
18. D.I. Berambang
Tabanan

Bd. Ekosantoso
Bd. Manusagilir
Bd. Palasari
Bd. Berawantangi
Bd. Banjar Tengah
Bd. Pendem/
Mertasari
Bd. Jeropengetuh
Bd. Pecelengan
Bd. Sebuah
Bd. Telepus
Bd. Yeh Leh
Bd. Petanahan
Bd. Semanggong
Bd. Tegalintungan
Bd. Medewi
Bd. Pengiyangan
Bd. Bayu
Bd. Berambang

ba

D.I. Ekosantoso
D.I. Manusagilir
D.I. Palasari
D.I. Berawantangi
D.I. Banjar Tengah
D.I. Pendem/ Mertasari

://

1.
2.
3.
4.
5.
6.

Tk. D a y a
Tk. Krang
Tk. Sebual
Tk. Biluk Poh
Tk. Yeh Leh
Tk. D a y a
Tk. Krang
Tk. Biluk Poh
Tk. Medewi
Tk. Pangiyangan
Tk. Perang
Tk. Poh Gading

Tk. Yeh Ho

berlanjut / continued ..

24

Bali In Figures 2014

Lanjutan Tabel
Continued Table

1.1.6 :

Daerah Irigasi
Irrigation Area

Nama Bendungan /
Waduk
Name of Dykes/Dams

Nama Sungai
Name of Rivers

Tahun
Selesai
Finished
Year

(2)

(3)

(4)

(1)

Kapasitas
Bendungan
(m3/det)
Capacity of
Dykes
(m 3 /sec)
(5)

Tabanan
Bd. Gadon I

Tk. Sungi

3.
4.
5.
6.
7.
8.

Bd. Gadon II
Bd. Jadi
Bd. A y a
Bd. Tinjak Manjangan
Bd. Mundeh
Bd. Pama Palean

Tk. Sungi
Tk. Yeh Panahan
Tk. Yeh Ho
Tk. Sungi
Tk. Sungi
Tk. Sungi

1.
2.
3.
4.

go

Bd. Bunyuh
Bd. Cangi
Bd. Luwus Carangsari
Bd. Penarungan

Tk. Sungi
Tk. Sungi
Tk. Penet
Tk. Penet

tp

D.I. Bunyuh
D.I. Cangi
D.I. Luwus Carangsari
D.I. Penarungan

s.

bp

li.

Tk. Penet
Tk. Sungi
Tk. Yeh Ho
Tk. Yeh Lating
Tk. Yeh Aba
Tk. Yeh Panahan
Tk. Sungi
Tk. Yeh Panahan

://

Bd. Peneng
Bd. Tungkub
Bd. Caguh
Bd. Yeh Lating
Bd. Timah Agung
Bd. Kediri
Bd. Baru Kedokan
Bd. Demung

ht

9. D.I. Peneng
10. D.I. Tungkub
11. D.I. Caguh
12. D.I. Yeh Lating
13. D.I. Timan Agung
14. D.I. Kediri
15. D.I. Baru Kedokan
16. D.I. Demung
Badung

ba

D.I. Gadon II
D.I. Jadi
D.I. A y a
D.I. Tinjak Menjangan
D.I. Mundeh
D.I. Pama Palean

1974
(Rehab)
1965
1978
1961
1961
1961
1978
(Rehab)
1977
1978
1978
1981
1981
1982
1982
1983

.id

2. D.I. Gadon I

1956
1956
1956
1979

1.037
0.915
3.400
1.090
0.832
0.845
1.250
2.755
2.867
0.507
0.445
0.460
0.835
0.322
0.843
2.623
2.920
0.810

berlanjut / continued ..

Bali Dalam Angka 2014

25

Lanjutan Tabel
Continued Table

Daerah Irigasi
Irrigation Area

1.1.6 :
Kapasitas
Bendungan
(m3/det)
Capacity of
Dykes
(m 3 /sec)
(5)

Nama Bendungan /
Waduk
Name of Dykes/Dams

Nama Sungai
Name of Rivers

Tahun
Selesai
Finished
Year

(2)

(3)

(4)

Tk. Penet
Tk. Penet
Tk. Penet
Tk. Ngongkong
Tk. Ayung
Tk. M.A.Tmn. Ayun

1939
1939
1969
1926
1982

2.280
2.760
0.810
3.580
14.908
0.315

1979
1979
(Rehab)
1976
(Rehab)
1979
(Rehab)
1974
(Rehab)
1920
1968
(Rehab)
1976
(Rehab)
1983
(Rehab)

0.362
0.564

(1)

go

s.

Bd. Temesi
Bd. Serongga

Tk. Sangsang
Tk. Sangsang

3. D.I. Badung

Bd. Bandung

Tk. Pekerisan

Bd. U b u d

Tk. Oos

Bd. Pejeng

Tk. Pekerisan

5. D.I. Pejeng

tp
ht

4. D.I. U b u d

ba

1. D.I. Temesi
2. D.I. Serongga

://

li.

bp

Bd. Kapal
Bd. Munggu
Bd. Nungnung
Bd. Gerana
Bd. Mambal
Bd. Batan Badung

.id

Badung
5. D.I. Kapal
6. D.I. Munggu
7. D.I. Nungnung
8. D.I. Geraana
9. D.I. Mambal
10. D.I. Batan Badung
Gianyar

6. D.I. Kedewatan
Bd. Kedewatan
7. D.I. Tengkulak Mawang Bd. Tengkulak
Mawang
8. D.I. Sayan
Bd. Sayan

Tk. Ayung
Tk. Petanu

9. D.I. Bona

Tk. Pekerisan

Bd. Bona

Tk. O o s

1.318
1.132
2.500
7.500
2.304
1.196
0.290

berlanjut / continued ..

26

Bali In Figures 2014

Lanjutan Tabel
Continued Table

Daerah Irigasi
Irrigation Area

1.1.6 :

Nama Bendungan /
Waduk
Name of Dykes/Dams

Nama Sungai
Name of Rivers

Tahun
Selesai
Finished
Year

(2)

(3)

(4)

(1)

Kapasitas
Bendungan
(m3/det)
Capacity of
Dykes
(m 3 /sec)
(5)

Gianyar

17. D.I. Payal

Tk. Petanu

://

ba

Bd. Mas

li.

bp

13. D.I. Kaulu


Bd. Kaulu
Tk. Petanu
14. D.I. Bedulu
Bd. Bedulu
Tk. Petanu
15. D.I. Bentehsengkulung Bd. Bentehsengkulung Tk. Ayung
16. D.I. Mas

Tk. Sangsang

Bd. Gianyar

Tk. Cangkir

1. D.I. G i r i

Bd. G i r i

Tk. Bubuh

2. D.I. Getakan

Bd. Getakan

Tk. Bubuh

3. D.I. Cai

Bd. Cai

Tk. Melangit

4. D.I. Banjarangkan
5. D.I. Banjing

Bd. Banjarangkan
Bd. Banjing

Tk. Melangit
Tk. Telaga Waja

Klungkung

tp
ht

18. D.I. Gianyar

Bd. Payal

1979
1976
(Rehab)
1980
(Rehab)
1975
(Rehab)
1980
(Rehab)
1983
(Rehab)

0.576
0.654

1979
(Rehab)
1974
(Rehab)
1975
(Rehab)
1927
1979

0.688

.id

Tk. O o s
Tk. Pekerisan
Tk. O o s

go

Bd. Cengcengan
Bd. Modahan
Bd. Langkah

s.

10. D.I. Cengcengan


11. D.I. Modahan
12. D.I. Langkih

0.378
0.258
0.490
0.900
0.518

0.355
0.385
1.254
-

berlanjut / continued ..

Bali Dalam Angka 2014

27

Lanjutan Tabel
Continued Table

1.1.6 :

Daerah Irigasi
Irrigation Area

Kapasitas
Bendungan
(m3/det)
Capacity of
Dykes
(m 3 /sec)

Nama Bendungan /
Waduk
Name of Dykes/Dams

Nama Sungai
Name of Rivers

Tahun
Selesai
Finished
Year

(2)

(3)

(4)

(5)

(1)

8. D.I. Selisihan

Bd. Selisihan

9. D.I. Aan Dauh Pasar

Bd. Aan Dauh Desa

Tk. Bubuh

10. D.I. Penasan

Bd. Penasan

Tk. Jinah

11. D.I. Aan Dangin Desa


Bangli

Bd. Aan Dangin Desa Tk. Jinah

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.

Bd. Sidembunut
Bd. Tamanbali
Bd. Apuan
Bd. Tampuagan
Bd. Umeselat
Bd. A y a
Bd. Lagaan
Bd. Bekutel
Bd. Tambahan
Bd. Penida
Bd. Tembuku

go

s.
bp

Tk. Bubuh

li.

ba

tp

ht

D.I. Sidembunut
D.I. Tamanbali
D.I. Apuan
D.I. Tampuangan
D.I. Umeselat
D.I. A y a
D.I. Lagaan
D.I. Bekutel
D.I. Tambahan
D.I. Penida
D.I. Tembuku

.id

Bd. Consolidation Bd. Tk. Unda


Tk. Unda
Bd. Timuhun
Tk. Bubuh

://

Klungkung
6. D.I. Consoldation Tk.
Unda
7. D.I. Timuhun

Tk. Melangit
Tk. Sangsang
Tk. D a g
Tk. Bubuh
Tk. Barong
Tk. Sangsang
Tk. Melangit
Tk. D a g
Tk. Melangit
Tk. Barong
Tk. Barong

1980
(Rehab)
1981
(Rehab)
1982
(Rehab)
1983
(Rehab)
1974
1972
1975
1977
1983
1979
1961
1979
1981
1982

0.417
0.462
0.321
0.432
1.243
1.018
0.473
0.745
0.255
0.425
0.115
0.650
0.205
0.143
0.393

berlanjut / continued ..

28

Bali In Figures 2014

Lanjutan Tabel
Continued Table

1.1.6 :

Daerah Irigasi
Irrigation Area

Nama Bendungan /
Waduk
Name of Dykes/Dams

Nama Sungai
Name of Rivers

Tahun
Selesai
Finished
Year

(2)

(3)

(4)

(1)

Kapasitas
Bendungan
(m3/det)
Capacity of
Dykes
(m 3 /sec)
(5)

Bangli
1982

0.295

1981

0.350
2.250
0.323
0.280

go

.id

Tk. Sangsang
Tk. Bubuh

s.

12. D.I. Tanggahan Tengah Bd. Tanggahan


Tengah
13. D.I. Bangbang Let
Bd. Bangbang Let
Karangasem
Bd. Arca
Bd. Krana
Bd. Penabang

Tk. Telaga Waja


Tk. Krana
Tk. Nyuling

4.
5.
6.
7.

Bd. Andong
Bd. Nongan
Bd. M.A.Abadi
Bd. Susuan
Karangasem
Bd. Cau Jasi
Bd. Bangbang
Biaung
Bd. Abian Tebu
Bd. Desa Bugbug
Bd. Naga Sungsang
Bd. Pesaban

Tk. Nyuling
Tk. Jinah
Tk. Jangga
Tk. Jangga

1971
1978
1977
(Rehab)
1909
1976
1984
1975

Tk. Jangga
Tk. Sabah

88.000
-

Tk. Kerekuk
Tk. Buhu
Tk. Buhu
Tk. Jinah

1983
1981
-

0.233
0.323
0.750

Bd. Banyupoh

Tk. Banyupoh

1979

0.363

://

ht

tp

D.I. Andong
D.I. Nongan
D.I. M.A.Ababi
D.I. Susuan
Karangasem
8. D.I. Cau Jasi
9. D.I. Bangbang
Biaung
10. D.I. Abian Tebu
11. D.I. Desa Bugbug
12. D.I. Naga Sungsang
13. D.I. Pesaban
Buleleng

ba

li.

bp

1. D.I. Arca
2. D.I. Krana
3. D.I. Penabang

1. D.I Banyupoh

0.050
0.428
1.385
0.405

berlanjut / continued ..

Bali Dalam Angka 2014

29

Lanjutan Tabel
Continued Table

Daerah Irigasi
Irrigation Area

1.1.6 :

Nama Bendungan /
Waduk
Name of Dykes/Dams

Nama Sungai
Name of Rivers

Tahun
Selesai
Finished
Year

(2)

(3)

(4)

(1)

Kapasitas
Bendungan
(m3/det)
Capacity of
Dykes
(m 3 /sec)
(5)

D.I. Ohot
D.I. Bulian
D.I. Bungkulan
D.I. Pakisan
D.I. Pegayaman
D.I. Sekumpul

0.140
0.828
0.945

Tk. Panes

1965

0.278

Tk. Sangsit
Tk. Mendaum
Tk. Mendaum
Tk. Mendaum
Tk. Banyumala
Tk. Buleleng
Tk. Buleleng
Tk. Buleleng
Tk. Penarukan
Tk. Penarukan

1979
1978
1970
1984
1984
1972
1958
1978
1984

Tk. D a y a
Tk. D a y a
Tk. D a y a
Tk. Gelung
Tk. B u u s
Tk. Gelung

1979
1979
1964
1978
1980
1979

0.815
0.765
0.200
0.338
0.338
1.375
0.155
(I) 1.898
(II)1.315
0.755
1.055
0.460
0.500
0.455
0.703

go

.id

1978
1962
1975

li.

ba

://
tp

ht

16.
17.
18.
19.
20.
21.

Tk. Grokgak
Tk. Eling
Tk. Panes

bp

Bd. Grokgak
Bd. Banyuatis
Bd. Busung Biu
Tunju
Bd. Petemon
Kajanan
Bd. Sangsit
Bd. Ambengan
Bd. Banyuriris
Bd. Gedung Rupuk
Bd. Tegal
Bd. Banyumala
Bd. Gitgit
Bd. Kayupas
Bd. Galungan
Bd. Penarukan (I,II)

s.

Buleleng
2. D.I. Grokgak
3. D.I. Banyuatis
4. D.I. Busung Biu
Tunju
5. D.I. Petemon
Kajanan
6. D.I. Sangsit
7. D.I. Ambengan
8. D.I. Banyuriris
9. D.I. Gedung Rupuk
10. D.I. Tegal
11. D.I. Banyumala
12. D.I. Gitgit
13. D.I. Kayupas
14. D.I. Galungan
15. D.I. Penarukan

Bd. Ohot
Bd. Bulian
Bd. Bungkulan
Bd. Pakisan
Bd. Pegayaman
Bd. Sekumpul

berlanjut / continued ..

30

Bali In Figures 2014

Lanjutan Tabel
Continued Table

1.1.6 :

Daerah Irigasi
Irrigation Area

Nama Bendungan /
Waduk
Name of Dykes/Dams

Nama Sungai
Name of Rivers

Tahun
Selesai
Finished
Year

(2)

(3)

(4)

(1)

Kapasitas
Bendungan
(m3/det)
Capacity of
Dykes
(m 3 /sec)
(5)

Buleleng

Denpasar
Bd. Peraupan
Bd. Oongan
Bd. Mertagangga
Bd. Tukad Badung

0.600
2.328
1.883

Tk. Ayung
Tk. Ayung
Tk. Badung
Tk. Badung

1926
1926
1980
1972

Tk. Mati

1984

0.575
4.453
0.950
Bt.1.962
Bg.1.158
0.718

.id

1981
1980
1980

li.

bp

D.I. Peraupan
D.I. Oongan
D.I. Mertagangga
D.I. Tukad Badung

ba

1.
2.
3.
4.

Tk. Mendaum
Tk. Tk. -

go

Bd. Poh Asem


Bd. Silangjana I
Bd. Silangjana II

s.

22. D.I. Poh Asem


23. D.I. Silangjana I
24. D.I. Silangjana II

Bd. Tukad Mati

tp

://

5. D.I. Tukad Mati


D.I. =

Daerah Irigasi
Irrigation Area

Bd. =

Bendungan
Dam

Tk. =

Tukad (Sungai)
Rivers

ht

Catatan / Notes :

Sumber : Jawatan Topografi Denpasar


Source : Topography Office of Denpasar

Bali Dalam Angka 2014

31

Tabel
Table

1.2.1 :

Kabupaten/
Kota

Keadaan Meteorologi dan Geofisika Pulau Bali Menurut


Kabupaten/Kota Tahun 2013
Meteorological and Geophisical Condition of Bali by
Regency/City, 2013
Titik Pengamatan
Observation Point

Suhu

Ketinggian
Tempe-rature
Altitude
( 0 C)
(meter)

Kelembaban
Udara

Curah
Hujan

Kecepatan
Angin

Relative
Humidity
(%)

Rain Fall
(mm)

Wind
Velocity
(knot)

Wilayah
Point

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

1. Jembrana

Negara

24

26.5

84

1 936.2

2. Tabanan

Candi Kuning

1 247

20.2*)

3 348.1

3. Badung

Ngurah Rai

27.4

80

2 155.1

4. Gianyar

Tarukan

120

2 282.5

7*)

5. Klungkung

Dawan

64

27.0*)

2 057.0

6. Bangli

Bangli

485

24.6*)

2 269.0

Kahang-kahang

140

26.7

77

2 610.3

8. Buleleng

Tangguwisia

10

28.6

75

1 983.0

9. Denpasar

Sanglah

15

27.6

78

1 747.9

go

s.
bp
26.9*)

li.

ba
://

tp

ht

7. Karangasem

.id

Regency/
City

*) Ket./Note

: Angka hasil prediksi / prediction figures

Sumber
Source

: Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah III Denpasar


: Meteorological, Climatological, and Geophysical Office - Region III of Denpasar

32

Bali Dalam Angka 2014

Rata-rata Keadaan Meteorologi dan Geofisika Menurut


Stasiun Tahun 2013
Average Values of Meteorological and Geophysical
Condition by Station, 2013

Tabel
1.2.2 :
Table

Stasiun / Station
Uraian / Description

Geofisika
Sanglah

Geofisika
Karangasem

Klimatologi
Negara

(2)

(3)

(4)

(5)

1. Suhu (oC) / Temperature


Maksimum / Maximum

24.6

24.5

24.0

23.5

Minimum / Minimum

30.6

32.4

29.9

30.7

Rata-rata / Average

27.4

27.6

26.7

26.5

(1)

.id

Meteorologi
Ngurah Rai

70

77

74

88

88

89

92

li.

Percentage of Relative Humidity


72

80

78

77

65

1 009.2

1 008.1

1 008.2

1 936.2

2 155.1

1 747.9

2 610.3

1 936.2

75

68

58

65

bp

Maksimum / Maximum
Minimum / Minimum

ba

Rata-rata / Average
3. Tekanan Udara (mb)

tp

://

Air Pressure

ht

4. Kecepatan Angin (knot)


Wind Velocity

s.

go

2. Kelembaban Udara (%)

5. Curah Hujan (mm)


Rainfall *)
6. Penyinaran Matahari (%)
Sunshine

*) Total curah hujan dalam setahun, tidak setiap hari hujan


Total Rainfall in a year, not every day rain
Sumber : Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah III Denpasar
Source

: Meteorological, Climatological, and Geophysical Office - Region III of Denpasar

Bali Dalam Angka 2014

33

Tabel
Table

Rata-Rata Keadaan Meteorologi dan Geofisika di


Stasiun Ngurah Rai Tuban Tahun 2013
Average Values of Meteorological and Geophysical
Condition at Ngurah Rai Tuban Station, 2013

1.2.3 :

Uraian
Description

Satuan
Unit

Jan.
Jan.

Feb.
Feb.

Maret
March

April
April

Mei
May

Juni
June

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

(mm)

639.2

163.6

121.1

76.6

125.9

188.8

28

14

18

10

12

Minimum / Minimum

24.4
30.5

24.9
31.3

25.1
31.0

25.1
31.3

24.8
31.1

24.9
30.7

Maksimum / Maximum

27.5

27.8

27.9

27.5

27.4

1. Jumlah Curah Hujan


Total of Rainfall
Banyaknya Hari Hujan

(C)

(%)

li.

Relative Humidity

73

76

73

77

76

91

90

88

91

89

93

84

80

82

81

83

83

(%)

56

71

70

78

75

76

(knot)

://

Rata-Rata / Average

78

ba

Minimum / Minimum
Maksimum / Maximum

ht

tp

4. Rata-Rata Penyinaran Matahari


Average of Sunshine

bp

3. Kelembaban Udara

5. Rata-Rata Kecepatan Angin

27.9

s.

Rata-rata / Average

go

2. Suhu Udara / Temperature

.id

Total of Rainday

Average of Wind Velocity


6. Rata-Rata Tekanan Udara

(millibar) 1 007.7 1 007.2 1 009.1 1 008.6 1 008.9 1 008.0

Average Values of Air Pressure


berlanjut / continued ..

34

Bali Dalam Angka 2014

Lanjutan Tabel
Continued Table

1.2.3 :

Uraian
Description

Satuan J u l i
Unit
July

(1)

1. Jumlah Curah Hujan

Agust.
August

Sept.
Sept.

Okt.
Oct.

Nop.
Nov.

Des.
Dec.

(2)

(9)

(10)

(11)

(12)

(13)

(14)

(mm)

111.9

5.2

1.4

10.1

195.5

515.8

10

20

22

Total of Rainfall
Banyaknya Hari Hujan
Total of Rainday
(C)

23.4

29.3

29.1

Maksimum / Maximum

26.8
(%)

ht

tp

4. Rata-Rata Penyinaran Matahari


5. Rata-Rata Kecepatan Angin

26.3

27.8

27.9

27.5

63

72

70

72

70

88

82

82

84

93

93

78

77

77

77

79

82

(%)

82

92

90

95

65

53

(knot)

://

Rata-Rata / Average

24.8
30.3

70

ba

Minimum / Minimum
Maksimum / Maximum

Average of Sunshine

26.1

li.

Relative Humidity

24.7
31.3

bp

3. Kelembaban Udara

24.3

31.5

s.

Rata-rata / Average

23.5

29.8

.id

24.8

Minimum / Minimum

go

2. Suhu Udara / Temperature

Average of Wind Velocity


6. Rata-Rata Tekanan Udara

(millibar) 1 010.4 1 011.8 1 011.6 1 011.0 1 008.1 1 007.5

Average Values of Air Pressure


Sumber : Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah III Denpasar
Source : Meteorological, Climatological, and Geophysical Office - Region III of Denpasar

Bali In Figures 2014

35

Tabel
Table

Rata-Rata Keadaan Meteorologi dan Geofisika di


Stasiun Sanglah Denpasar Tahun 2013
Average Values of Meteorological and Geophysical
Condition at Sanglah Denpasar Station, 2013

1.2.4 :

Uraian
Description

Satuan
Unit

Jan.
Jan.

Feb.
Feb.

Maret
March

April
April

Mei
May

Juni
June

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

(mm)

516.2

142.1

137.4

55.9

143.5

168.8

29

14

13

12

16

11

Minimum / Minimum

24.9

25.2

24.5

24.9

Maksimum / Maximum

31.9

Rata-rata / Average

27.8

1. Jumlah Curah Hujan


Total of Rainfall
Banyaknya Hari Hujan

(%)

li.

Relative Humidity

ht

Average of Sunshine

tp

4. Rata-Rata Penyinaran Matahari


5. Rata-Rata Kecepatan Angin

33.2

34.0

33.0

32.9

28.1

26.5

28.0

28.0

68

63

70

73

73

92

92

89

85

88

89

83

77

78

77

79

80

(%)

58

65

63

65

57

62

(knot)

://

Rata-Rata / Average

33.6

71

ba

Minimum / Minimum
Maksimum / Maximum

24.9

28.3

s.

3. Kelembaban Udara

24.9

go

(C)

bp

2. Suhu Udara / Temperature

.id

Total of Rainday

Average of Wind Velocity


6. Rata-Rata Tekanan Udara

(millibar) 1 006.8 1 006.0 1 008.0 1 007.4 1 007.8 1 006.8

Average Values of Air Pressure


berlanjut / continued ..

36

Bali Dalam Angka 2014

Lanjutan Tabel
Continued Table

1.2.4 :

Uraian
Description

Satuan J u l i
Unit
July

(1)

Agust.
August

Sept.
Sept.

Okt.
Oct.

Nop.
Nov.

Des.
Dec.

(2)

(9)

(10)

(11)

(12)

(13)

(14)

(mm)

99.2

0.4

14.8

17.0

231.5

221.1

14

20

17

Minimum / Minimum

24.1

23.1

24.7

24.8

Maksimum / Maximum

30.9

31.1

31.1

32.8

32.7

31.7

Rata-rata / Average

26.9

26.5

26.5

27.8

27.7

27.2

1. Jumlah Curah Hujan


Total of Rainfall
Banyaknya Hari Hujan

(%)

li.

Relative Humidity

66

69

71

72

70

90

82

84

80

90

94

78

76

76

75

80

82

(%)

76

83

84

97

58

44

(knot)

://

Rata-Rata / Average

ht

tp

4. Rata-Rata Penyinaran Matahari


5. Rata-Rata Kecepatan Angin

24.5

69

ba

Minimum / Minimum
Maksimum / Maximum

Average of Sunshine

s.

3. Kelembaban Udara

23.4

go

(C)

bp

2. Suhu Udara / Temperature

.id

Total of Rainday

Average of Wind Velocity


6. Rata-Rata Tekanan Udara

(millibar) 1 009.4 1 010.8 1 010.7 1 010.2 1 007.2 1 006.7

Average Values of Air Pressure


Sumber : Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah III Denpasar
Source : Meteorological, Climatological, and Geophysical Office - Region III of Denpasar

Bali In Figures 2014

37

Tabel
Table

Rata-Rata Keadaan Meteorologi dan Geofisika di


Stasiun Negara Tahun 2013
Average Values of Meteorological and Geophysical
Condition at Negara Station, 2013

1.2.5 :

Uraian
Description

Satuan
Unit

Jan.
Jan.

Feb.
Feb.

Maret
March

April
April

Mei
May

Juni
June

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

(mm)

327.0

261.0

173.2

114.7

160.0

111.0

25

19

17

14

18

17

Minimum / Minimum

24.5

24.2

23.6

23.8

Maksimum / Maximum

31.5

Rata-rata / Average

27.1

1. Jumlah Curah Hujan


Total of Rainfall
Banyaknya Hari Hujan

(%)

li.

Relative Humidity

ht

Average of Sunshine

tp

4. Rata-Rata Penyinaran Matahari


5. Rata-Rata Kecepatan Angin

31.2

31.4

30.9

30.8

27.1

27.0

26.4

26.5

68

72

78

80

81

93

92

94

90

95

94

85

84

84

85

87

88

(%)

52

57

70

54

63

58

(knot)

://

Rata-Rata / Average

31.7

73

ba

Minimum / Minimum
Maksimum / Maximum

24.0

27.1

s.

3. Kelembaban Udara

23.8

go

(C)

bp

2. Suhu Udara / Temperature

.id

Total of Rainday

Average of Wind Velocity


6. Rata-Rata Tekanan Udara

(millibar) 1 009.6 1 009.1 1 010.8 1 010.2 1 010.5 1 009.7

Average Values of Air Pressure


berlanjut / continued ..

38

Bali Dalam Angka 2014

Lanjutan Tabel
Continued Table

1.2.5 :

Uraian
Description

Satuan J u l i
Unit
July

(1)

Agust.
August

Sept.
Sept.

Okt.
Oct.

Nop.
Nov.

Des.
Dec.

(2)

(9)

(10)

(11)

(12)

(13)

(14)

(mm)

158.3

21.0

29.0

10.0

234.0

337.0

12

25

24

Minimum / Minimum

22.1

21.4

24.2

24.3

Maksimum / Maximum

29.1

28.8

29.1

31.5

31.2

30.7

Rata-rata / Average

25.1

24.7

25.5

27.3

27.4

26.8

1. Jumlah Curah Hujan


Total of Rainfall
Banyaknya Hari Hujan

(%)

li.

Relative Humidity

77

70

70

73

73

96

93

91

84

90

95

85

83

81

77

82

85

(%)

72

77

81

92

64

47

(knot)

://

Rata-Rata / Average

ht

tp

4. Rata-Rata Penyinaran Matahari


5. Rata-Rata Kecepatan Angin

23.8

76

ba

Minimum / Minimum
Maksimum / Maximum

Average of Sunshine

s.

3. Kelembaban Udara

22.4

go

(C)

bp

2. Suhu Udara / Temperature

.id

Total of Rainday

Average of Wind Velocity


6. Rata-Rata Tekanan Udara

(millibar) 1 011.8 1 013.5 1 013.5 1 013.5 1 000.8 1 009.5

Average Values of Air Pressure


Sumber : Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah III Denpasar
Source : Meteorological, Climatological, and Geophysical Office - Region III of Denpasar

Bali In Figures 2014

39

Tabel
Table

Rata-Rata Keadaan Meteorologi dan Geofisika di


Stasiun Karangasem Tahun 2013
Average Values of Meteorological and Geophysical
Condition at Karangasem Station, 2013

1.2.6 :

Uraian
Description

Satuan
Unit

Jan.
Jan.

Feb.
Feb.

Maret
March

April
April

Mei
May

Juni
June

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

(mm)

671.3

216.1

253.5

147.1

205.7

504.2

29

17

18

17

13

24

Minimum / Minimum

23.4

23.5

23.5

23.4

Maksimum / Maximum

29.5

Rata-rata / Average

26.1

1. Jumlah Curah Hujan


Total of Rainfall
Banyaknya Hari Hujan

(%)

li.

Relative Humidity

ht

Average of Sunshine

tp

4. Rata-Rata Penyinaran Matahari


5. Rata-Rata Kecepatan Angin

30.5

30.7

30.5

29.8

26.8

27.2

27.2

26.5

71

42

66

71

72

94

92

94

95

91

96

85

82

80

80

79

84

(%)

41

25

(knot)

://

Rata-Rata / Average

30.2

74

ba

Minimum / Minimum
Maksimum / Maximum

23.8

26.8

s.

3. Kelembaban Udara

23.3

go

(C)

bp

2. Suhu Udara / Temperature

.id

Total of Rainday

Average of Wind Velocity


6. Rata-Rata Tekanan Udara

(millibar) 1 007.0 1 007.2 1 008.3 1 008.3 1 008.4 1 007.6

Average Values of Air Pressure


berlanjut / continued ..

40

Bali Dalam Angka 2014

Lanjutan Tabel
Continued Table

1.2.6 :

Uraian
Description

Satuan J u l i
Unit
July

(1)

Agust.
August

Sept.
Sept.

Okt.
Oct.

Nop.
Nov.

Des.
Dec.

(2)

(9)

(10)

(11)

(12)

(13)

(14)

(mm)

119.5

2.2

224.8

259.5

10

22

31

Minimum / Minimum

23.6

22.8

23.8

23.0

Maksimum / Maximum

28.6

28.5

28.9

31.5

30.8

29.2

Rata-rata / Average

25.8

25.7

26.1

27.8

27.2

26.8

1. Jumlah Curah Hujan


Total of Rainfall
Banyaknya Hari Hujan

(%)

li.

Relative Humidity

60

65

60

64

59

87

82

78

73

92

94

75

71

71

67

75

79

(%)

89

95

57

41

(knot)

://

Rata-Rata / Average

ht

tp

4. Rata-Rata Penyinaran Matahari


5. Rata-Rata Kecepatan Angin

24.0

65

ba

Minimum / Minimum
Maksimum / Maximum

Average of Sunshine

s.

3. Kelembaban Udara

30.4

go

(C)

bp

2. Suhu Udara / Temperature

.id

Total of Rainday

Average of Wind Velocity


6. Rata-Rata Tekanan Udara

(millibar) 1 009.2 1 010.0 1 006.7 1 006.7 1 009.2 1 009.8

Average Values of Air Pressure


Sumber : Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah III Denpasar
Source : Meteorological, Climatological, and Geophysical Office - Region III of Denpasar

Bali In Figures 2014

41

.id

go

s.

bp

li.

ba

://

tp

ht

.id

go

s.

bp

li.

ba

://

tp

ht

.id

go

s.

bp

li.

ba

://

tp

ht

2.1.

Struktur Pemerintahan

2.1.

Governance Structure

As like other provinces in Indonesia,


Bali Provincial governments also have the
same structure, starting from the governor
to the district. Administratively, the
government is almost the same as other
provinces. But starting from the village head
to the bottom structure, quite different to
other regions. In general, the government
structure consist of the village head, village
chief/head of environment, the chairman of
resident
and
then
chairman
of
neighborhood.

Di Bali struktur administratifnya


adalah
kepala
desa/lurah,
kepala
dusun/kepala lingkungan, dan yang
terbawah adalah Kelian Banjar. Banjar mirip
dengan kampung, bisa terdiri dari 50-200
KK (kepala keluarga), keanggotaannya
biasanya bersifat turun temurun. Untuk
struktur pemerintahan adat, tiap desa di
Bali dipimpin oleh bendesa adat (kelian
desa) yang kedudukan hampir setara
dengan kepala desa/lurah, hanya saja
bendesa adat adalah pemimpin adat yang
bertugas untuk menjalankan awig-awig
(undang-undang
adat)
di
desa
bersangkutan.

In Bali, the structure is the village


head, village chief/ head of environment
and the bottom is the kelian banjar.
Similar to the village of banjar, may consist
of 50-200 families (family head), its
membership is usually hereditary. For
indigenous governance structures, each
village in Bali led by indigenous bendesa or
kelian desa which is almost equivalent to
the position of village head, it's just bendesa
customary indigenous leader whose job is to
run awig-awig (customary law) in the
respective villages.

ht

tp

://

ba

li.

bp

s.

go

.id

Sebagaimana layaknya provinsi lain


di Indonesia, Provinsi Bali juga memiliki
struktur pemerintahan yang sama, dimulai
dari gubernur hingga camat. Secara
administratif, pemerintahan hampir sama
dengan provinsi lain. Tetapi mulai dari
kepala desa hingga struktur terbawah, agak
berbeda dengan daerah lain. Jika dalam
struktur pemerintahan umumnya, terdiri
dari
kepala
desa/lurah,
kepala
dusun/kepala lingkungan, ketua RW
kemudian ketua RT.

Di bawah bendesa adat, ada kelian


adat/kelian banjar. Di beberapa banjar di
Bali, jabatan antara kelian banjar dan kelian
adat biasanya dirangkap oleh satu orang,
namun ada juga yang membedakannya.
Dalam satu desa administratif bisa terdapat
beberapa desa adat. Maksudnya adalah
desa A bisa terdiri dari desa adat B, desa
adat C, dan desa adat D. Hal ini kaitannya
dengan historis. Desa adat sudah ada sejak
zaman kerajaan, setelah berakhirnya era

Bali In Figures 2014

Under customary bendesa, there


kelian adat or kelian banjar. In some of
banjar in Bali, the position of indigenous
kelian banjar and usually held by one
person, but there is also a difference. In one
village there can be administrative several
traditional villages. The point is the village
of A could consist of traditional villages B, C,
and village traditional village customs D.
This historical relation. Indigenous villages
have existed since the time of the kingdom,

45

after the end of the royal era, the


republican
form
of
government
administrative villages.

Seperti ditampilkan pada Tabel 2.1,


berdasarkan kondisi Tahun 2013, Provinsi
Bali terbagi menjadi delapan kabupaten dan
satu kota, yakni Kabupaten Jembrana,
Tabanan, Badung, Gianyar, Klungkung,
Bangli, Karangasem, Buleleng, dan Kota
Denpasar, serta terbagi dalam 57
kecamatan, 716 desa, dan 4.297 SLS
(Satuan Lingkungan Setempat). SLS adalah
satuan lingkungan setingkat di bawah desa
(dusun). Umumnya masyarakat menyebut
SLS tersebut sebagai banjar.

As shown in Table 2.1, based on the


condition of the year 2013, the province is
divided into eight regencies and one city,
namely, Jembrana, Tabanan, Badung,
Gianyar, Klungkung, Bangli, Karangasem,
Buleleng, and the city of Denpasar, and is
divided into 57 subdistricts, 716 villages,
and 4,297 SLS (Local Environmental Unit).
SLS is a unit-level environment below the
village (hamlet). Most people call the SLS as
a banjar.

2.2. Hasil Pemilu 2014 dan Produk


Hukum yang Dikeluarkan DPRD

2.2. The Election Result 2014 and Issued a


Legal Product DPRD

s.

go

.id

republik

bp

kerajaan, maka pemerintah


membentuk desa administratif.

One form of community involvement


in the political process is a general election
(election). Elections are the means for
people to also determine the direction of
the leadership figures and the country or
region within a certain period. When
democracy gets wide attention from the
world community, the conduct of
democratic elections became an important
requirement in the formation of a country's
leadership. Elections have a primary
function to generate the leadership truly
approaching the will of the people.
Therefore, the election is one of the means
of legitimate power.

Pemilu sebagai sarana perwujudan


kedaulatan rakyat guna menghasilkan
pemerintahan negara yang demokratis
berdasarkan Pancasila dan UUD Negara RI

Election embodiment of popular


sovereignty as means to produce a
democratic government of the country
based on Pancasila and the Constitution of

ht

tp

://

ba

li.

Salah satu wujud keterlibatan


masyarakat dalam proses politik adalah
pemilihan
umum
(pemilu).
Pemilu
merupakan sarana bagi masyarakat untuk
ikut
menentukan
figur
dan
arah
kepemimpinan negara atau daerah dalam
periode tertentu. Ketika demokrasi
mendapat perhatian yang luas dari
masyarakat dunia, penyelenggaraan pemilu
yang demokratis menjadi syarat penting
dalam pembentukan kepemimpinan sebuah
negara. Pemilu memiliki fungsi utama untuk
menghasilkan kepemimpinan yang benarbenar mendekati kehendak rakyat. Oleh
karena itu, pemilu merupakan salah satu
sarana legitimasi kekuasaan.

46

Bali Dalam Angka 2014

Republic of Indonesia Year 1945, is intended


to elect a president and vice president,
members of the DPR, DPD, DPRD, as well as
regional head and deputy head of the
region that is able to reflect democratic
values and can absorb and fight for people's
aspirations in accordance with the demands
of the development of national and state
life.

Dari hasil Pemilu 2009 telah


menetapkan jumlah anggota DPRD
kabupaten/kota di Bali tahun 2012
sebanyak 335 orang, dengan rincian laki-laki
308 orang dan perempuan 27 orang.
Sedangkan jumlah anggota DPRD Provinsi
Bali sebanyak 55 orang (laki-laki 50 orang
dan perempuan 5 orang). Selengkapnya
dapat dilihat pada Tabel 2.3.

From the results of 2009 elections, in


2013 has set a number of legislators
regencies/city in Bali, as many as 335
people, with details of 308 males and 27
females. While the number of members of
the Bali Provincial Legislative counted 55
people (50 males and 5 females). For details
can be seen in Table 2.3.

bp

s.

go

.id

Tahun 1945, dimaksudkan untuk memilih


presiden dan wakil presiden, anggota DPR,
DPD, DPRD, serta kepala daerah dan wakil
kepala daerah yang mampu mencerminkan
nilai-nilai demokrasi dan dapat menyerap
serta memperjuangkan aspirasi rakyat
sesuai dengan tuntutan perkembangan
kehidupan berbangsa dan bernegara.

During the year of 2013, the DPRD


Bali Province has issued as many as 47 types
of products include 10 types of local
regulations, 31 types of legislative
resolutions, and 6 types of legislative
chairman resolution. Number of legal
products issued DPRD Bali Province was
9.62 percent decrease over the previous
year (See Table 2.4).

Sementara itu, berdasarkan data


Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD)
Provinsi Bali tahun 2014, pasangan Ir. H.
Joko Widodo Drs. H.M. Jusuf Kalla sebagai
kandidat dengan jumlah suara terbanyak
yaitu 1.535.110 (70,83%) dalam pemilihan
presiden dan wakil presiden pada Pemilu
2014 untuk wilayah Bali. Pesaing
terdekatnya, yakni pasangan H. Prabowo
Subianto Ir. H.M. Hatta Rajasa menempati
posisi kedua dengan perolehan suara

Meanwhile, according to the Regional


General Election Commission (Election
Commission) of Bali Province in 2014 ruled
that the couple Ir. H. Joko Widodo Drs.
H.M. Jusuf Kalla 1,535,110 pocketed the
highest number of votes (70.83%) in the
election of president and vice president in
elections in 2014 for Bali. Its nearest
competitor, namely H. Prabowo Subianto
Ir. H.M. Hatta Rajasa occupies the second
position with the acquisition of 614,241

ht

tp

://

ba

li.

Selama tahun 2013, DPRD Provinsi


Bali telah mengeluarkan sebanyak 47 jenis
produk hukum yang meliputi 10 jenis
peraturan daerah, 31 jenis keputusan
dewan, dan 6 jenis keputusan pimpinan
dewan. Banyaknya produk hukum yang
dikeluarkan DPRD Provinsi Bali ini
mengalami penurunan 9,62
persen
dibandingkan tahun sebelumnya (lihat
Tabel 2.4).

Bali In Figures 2014

47

votes (29.17%). Where as 17,870 votes were


declared invalid. For details can be seen in
Table 2.6.

Dalam konteks pemilihan Gubernur


dan Wakil Gubernur Bali, dari hasil
pemilihan tahun 2013 menetapkan bahwa
pasangan Made Mangku Pastika I Ketut
Sudikerta terpilih sebagai Gubernur dan
Wakil Gubernur Bali sampai dengan periode
lima tahun ke depan. Pasangan Made
Mangku Pastika I Ketut Sudikerta
memperoleh suara terbesar 1.063.734
(50,02%), unggul dari pasangan Anak Agung
Gede Ngurah Puspayoga Dewa Nyoman
Sukrawan
yang
memperoleh
suara
1.062.738 (49,98%). Sedangkan jumlah
suara tidak sah sebanyak 32.762.
Selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 2.7.

In the context of the election of


Governor and Deputy Governor of Bali in
2013, stipulates that couples Made Mangku
Pastika I Ketut Sudikerta elected as
Governor and Deputy Governor of Bali until
the next five year period. Couple Made
Mangku Pastika - I Ketut Sudikerta obtain
the largest vote 1,063,734 (50.02%),
superior of the pair Anak Agung Gede
Ngurah Puspayoga Dewa Nyoman
Sukrawan who obtained 1,062,738 votes
(49.98%). While the number of invalid votes
as much as 32,762. More can be seen in
Table 2.7.

go

s.

bp
2.3.

li.

2.3. Penerbitan Sertifikat Tanah

.id

sebanyak 614.241 (29,17%). Sedangkan


17.870 suara dinyatakan tidak sah.
Selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 2.6.

Issuance of Certificates of Land

Knowingly or not, the certificate of


land rights to dream of every holder of land
rights. It was still none the less when
ownership or control of land rights is not
accompanied by valid proof of ownership
certificate. This was true and it should see
to it that everyone he obtained a certificate
for the Basic Agrarian Law (UUPA) Number
5 in 1960 that guarantees it is the right of
every holder of land rights to obtain a
certificate (Article 4 paragraph 1).

Dalam kaitan itu, penerbitan sertifikat


yang dilakukan Kantor Wilayah Badan
Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Bali
dikelompokan menjadi hak milik, hak guna

In this regard, the issuance of a


certificate by the Regional Office of the
National Land Agency (BPN) of Bali Province
are classified into property rights, right to

ht

tp

://

ba

Disadari atau tidak, sertifikat hak atas


tanah menjadi dambaan dari setiap
pemegang hak atas tanah. Rasanya masih
ada yang kurang ketika kepemilikan atau
penguasaan hak atas tanah tidak disertai
bukti sah kepemilikan berupa sertifikat. Hal
itu memang benar dan sudah selayaknya
setiap orang mengusahakan agar ia
memperoleh sertifikat karena UndangUndang Pokok Agraria (UUPA) Nomor 5
tahun 1960 menjamin hal itu bahwa adalah
hak dari setiap pemegang hak atas tanah
untuk memperoleh sertifikat (pasal 4 ayat
1).

48

Bali Dalam Angka 2014

build, the right to cultivate, and use rights.


Based UUPA Number 5 in 1960 stated that
the property is hereditary rights, the
strongest and fullest that could belong to
someone on the ground, keeping in mind
the provisions in Article 6 UUPA Number 5
in 1960, that "all rights to the land has a
social function." The properties that
distinguish the property with other rights is
the right of the "strongest and fullest", he
meant to indicate that among the rights of
land belonging to people, the personal right
is the most powerful and full.

Masih didasari pada UUPA Nomor 5


tahun 1960, hak guna bangunan adalah hak
untuk
mendirikan
dan
mempuyai
bangunan-bangunan atas tanah yang bukan
miliknya sendiri, dengan jangka waktu
paling lama 30 tahun. Tidak mengenai
tanah pertanian. Karena itu, dapat
diberikan atas tanah yang dikuasai langsung
oleh negara maupun tanah milik seseorang.
Hak guna usaha adalah hak untuk
mengusahakan tanah yang dikuasai
langsung oleh negara dalam jangka waktu
paling lama 25 tahun. Hak guna usaha juga
merupakan
hak
khusus
untuk
mengusahakan tanah yang bukan miliknya
sendiri guna perusahaan, pertanian,
perikanan, dan peternakan.

Still based on UUPA Number 5 in


1960, right to build is the right to establish
and mempuyai buildings on land not his
own, with a maximum period of 30 years.
Not on agricultural land. Therefore, may be
granted on land directly controlled by the
state as well as land owned by someone.
Lease rights is the right to till the land
directly controlled by the state in a period of
not exceeding 25 years. Right of
exploitation is also a special right to till the
ground that was not hers alone to
enterprise, agriculture, fisheries, and animal
husbandry.

ht

tp

://

ba

li.

bp

s.

go

.id

bangunan, hak guna usaha, dan hak pakai.


Berdasarkan UUPA Nomor 5 tahun 1960
dinyatakan bahwa hak milik adalah hak
turun-temurun, terkuat dan terpenuh yang
dapat dipunyai orang atas tanah, dengan
mengingat ketentuan dalam pasal 6 UUPA
Nomor 5 tahun 1960, bahwa semua hak
tanah mempunyai fungsi sosial. Sifat-sifat
hak milik yang membedakannya dengan
hak-hak lainnya adalah hak yang terkuat
dan
terpenuh,
maksudnya
untuk
menunjukkan bahwa diantara hak-hak atas
tanah yang dipunyai orang, hak miliklah
yang paling kuat dan penuh.

Sementara itu, hak pakai adalah hak


untuk menggunakan dan/atau memungut
hasil dari tanah yang dikuasai langsung oleh
negara atau tanah milik orang lain, yang
memberi wewenang dan kewajiban yang
ditentukan dalam keputusan pemberiannya
oleh
pejabat
yang
berwenang
memberikannya atau dalam perjanjian

Bali In Figures 2014

Meanwhile, use rights is the right to


use and/or collect the results of land held
directly by the state or land owned by
others, which gives authority and
obligations specified in the decision
delivered by the competent authority to
give or in agreement with the owner of the
land, which not a rental agreement or

49

treaty land preparation, the origin of all


things not contrary to the spirit and
provisions of the 1960 Agrarian Law
Number 5. Use rights granted for a definite
period or for the land used for certain
purposes. Use rights can be given freely,
with payment or any form of service
delivery. Granting use rights should not be
accompanied by the terms that contain the
elements of extortion.

Sesuai data yang diperoleh dari


Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional
(BPN) Provinsi Bali, seperti tercermin pada
Tabel 2.8, penerbitan sertifikat, yaitu
sertifikat hak milik, hak guna bangunan dan
hak pakai selama tahun 2013 mengalami
penurunan dari tahun sebelumnya.
Penerbitan sertifikat hak milik mengalami
penurunan 44,97 persen dari 131.138 buah
di tahun 2012 menjadi 72.159 buah di
tahun 2013. Penerbitan sertifikat hak guna
bangunan mengalami penurunan menjadi
1.967 buah di tahun 2013, sementara
penerbitan sertifikat hak pakai mengalami
kenaikan sebesar 44,84 persen.

According to data obtained from the


Regional Office of the National Land Agency
(BPN) of Bali Province, as reflected in Table
2.8, the issuance of certificates, which is
certificates of good property rights, right to
build, and right of use experienced an
decrease from the previous year. Issuance
of certificate of ownership has decreased
44.97 percent of the 131,138 units in 2012
to 72,159 units in 2013. Issuance of
certificate of right to build decrease to
1,967 units in 2013. Meanwhile, issue
certificates of use rights are increased 44.84
percent.

ht

tp

://

ba

li.

bp

s.

go

.id

dengan pemilik tanahnya, yang bukan


perjanjian sewa-menyewa atau perjanjian
pengolahan tanah, segala sesuatu asal tidak
bertentangan dengan jiwa dan ketentuanketentuan UUPA Nomor 5 tahun 1960. Hak
pakai diberikan selama jangka waktu
tertentu
atau
selama
tanahnya
dipergunakan untuk keperluan tertentu.
Hak pakai dapat diberikan dengan cumacuma, dengan pembayaran atau pemberian
jasa berupa apapun. Pemberian hak pakai
tidak boleh disertai syarat-syarat yang
mengandung unsur-unsur pemerasan.

Kemungkinan besar adanya program


Larasita (Layanan Rakyat untuk Sertifikasi
Tanah) yang dikembangkan BPN cukup
memberi andil kepada masyarakat dalam
sertifikasi tanah mereka. Larasita yang
memadukan teknologi informasi dan
pelayanan petugas BPN dalam bentuk
pelayanan bergerak itu diharapkan mampu
menghilangkan praktik percaloan tanah.
Larasita diharapkan mampu memfasilitasi
percepatan program-program pertanahan,

50

Perhaps the program Larasita


(People's Service for Certification of Land)
who developed BPN contributed enough to
society in the certification of their land.
Larasita that combines information
technology and services in the form of BPN
staff moving service that is expected to
eliminate the practice of land percaloan.
Larasita expected to facilitate the
acceleration of land programs, including the
legalization of land, agrarian reform, land

Bali Dalam Angka 2014

administration abandoned, and settlement


of disputes and conflict over land.

Hingga akhir tahun 2008, Larasita


dikembangkan di 124 kabupaten/kota atau
seperempat wilayah Indonesia. Pada tahun
2009, BPN menambah jangkauan program
Larasita di 134 kabupaten/kota, sehingga
pada akhir tahun 2009 diharapkan sekitar
60 persen wilayah Indonesia telah
terjangkau program tersebut.

By the end of 2008, Larasita


developed in 124 districts/cities or a quarter
of the territory of Indonesia. In 2009, BPN
Larasita increase the reach of the program
in 134 regencies/city, so that at the end of
the year 2009 is expected around 60
percent of Indonesia has an affordable
program.

2.4. Struktur Pegawai Negeri Sipil

2.4. Structure of Civil Servants

Pegawai negeri sipil (PNS) adalah


setiap warga negara Republik Indonesia
yang telah memenuhi syarat yang
ditentukan, diangkat oleh pejabat yang
berwenang dan diserahi tugas dalam
jabatan negeri, atau diserahi tugas negara
lainnya, dan digaji berdasarkan peraturan
perundang-undangan yang berlaku. PNS
terdiri dari PNS pusat dan PNS daerah.

Civil servants (PNS) is every citizen of


the Republic of Indonesia which have been
determined eligible, be appointed by the
competent authority and assigned the task
in a country office, or charge of any other
country, and are paid based on legislation
and regulations. PNS consists of the central
and regional civil servants.

tp

://

ba

li.

bp

s.

go

.id

diantaranya adalah legalisasi pertanahan,


reformasi agraria, pengurusan tanah
terlantar, dan penyelesaian sengketa serta
konflik pertanahan.

Basically any country's civil servants


have three similar role. First, as the
implementing rules and regulations that
have been set by the government. To carry
out this task, the neutrality of civil servants
are required. Second, do public service
management functions. Sizes that are used
to evaluate the role of this is how far the
community was satisfied with the services
provided by civil servants.

Apabila tujuan utama otonomi


daerah adalah mendekatkan pelayanan
kepada masyarakat, sehingga desentralisasi
dan otonomi terpusat pada pemerintah

If the main purpose of regional


autonomy is closer to the public service, so
focused on decentralization and autonomy
of local governments and city governments,

ht

Pada dasarnya PNS di negara


manapun mempunyai tiga peran yang
serupa. Pertama, sebagai pelaksana
peraturan dan perundangan yang telah
ditetapkan pemerintah. Untuk mengemban
tugas ini, netralitas PNS sangat diperlukan.
Kedua, melakukan fungsi manajemen
pelayanan publik. Ukuran yang dipakai
untuk mengevaluasi peran ini adalah
seberapa jauh masyarakat puas atas
pelayanan yang diberikan PNS.

Bali In Figures 2014

51

the civil servants in these areas understand


the true desires and expectations of local
communities. Third, civil servants must be
able to manage the government. That is,
service in government is the main function
of PNS.

Setiap kebijakan yang diambil


pemerintah harus dapat dimengerti dan
dipahami oleh setiap PNS, sehingga dapat
dilaksanakan dan disosialisasikan sesuai
dengan tujuan kebijakan tersebut. Dalam
hubungan ini, maka manajemen dan
administrasi PNS harus dilakukan secara
terpusat,
sekalipun
fungsi-fungsi
pemerintahan lain telah diserahkan kepada
pemerintah kabupaten dan pemerintah
kota dalam rangka otonomi daerah yang
diberlakukan saat ini.

Any measures taken by governments


should be able to understand and be
understood by every civil servant, so that
can be implemented and disseminated in
accordance with the objectives of the policy.
In this connection, the management and
administration of civil servants should be
done centrally, even though other
government functions have been handed
over to the regencies and city governments
within the framework of regional autonomy
which is applied at this time.

bp

s.

go

.id

kabupaten dan pemerintah kota, maka PNS


pada daerah-daerah tersebut mengerti
benar keinginan dan harapan masyarakat
setempat. Ketiga, PNS harus mampu
mengelola
pemerintahan.
Artinya,
pelayanan pada pemerintah merupakan
fungsi utama PNS.

In the context of Bali, according to


data Bali Provincial Personnel Agency in
2014, the number of civil servants in the
areas surrounding the Bali Provincial
Government has reached as many as 6.341
people, with the composition of the 3,759
men (59.28%) and women's 2,582 (40.72
%). This number has decreased 3.19 percent
from the year 2013 as many as 6,550 people
(3,951 men and women of 2,599 persons).
Most distributions of the number of civil
servants in 2014 is located in the
Department of Education, Youth, and Sports
of the working units of 842 persons or 13.28
percent (see Table 2.9).

Apabila
dilihat
dari
golongan
kepangkatan, maka yang paling dominan
adalah PNS dengan golongan III, yakni
sebanyak 3.984 orang (62,83%). Jumlah PNS
pada golongan ini berkurang 77 orang atau

When viewed from the class rank,


then the most dominant is a civil servant
with a category III, i.e. as many as 3,984
people (62.83%). The number of civil
servants in this group decreased 77persons

ht

tp

://

ba

li.

Dalam konteks Bali, berdasarkan data


Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Bali
Tahun 2013, jumlah PNS yang berada di
lingkungan Pemerintah Provinsi Bali telah
mencapai sebanyak 6.341 orang, dengan
komposisi laki-laki 3.759 orang (59,28%)
dan perempuan 2.582 orang (40,72%).
Jumlah ini mengalami penurunan sebesar
3,19 persen dari tahun 2013 sebanyak
6.550 orang (laki-laki 3.951 orang dan
perempuan 2.599 orang). Distribusi
terbanyak dari jumlah PNS pada tahun 2013
ini berada di unit kerja Dinas Pendidikan,
Pemuda, dan Olahraga sebanyak 842 orang
atau 13,28 persen (lihat Tabel 2.9).

52

Bali Dalam Angka 2014

or 1.90 percent decreased compared to


previous year 4,061 people. Decreasing
number of civil servants in category III could
be due to the pension. Let's look at the
number of civil servants in group IV, where
there is a increase in the year 5 persons
(0.54%) from 933 persons in 2013 to 938
persons in 2014. More can be seen in Table
2.10.

Jumlah PNS di lingkungan Pemerintah


Provinsi Bali didominasi oleh mereka yang
berpendidikan S1. Angkanya sebanyak
2.765 orang (43,61%). Di tahun sebelumnya
berjumlah 2.717 orang atau meningkat
sebanyak 48 orang (1,77%). Sementara
jumlah PNS dengan latar belakang
pendidikan SLTA berjumlah 2.164 orang
(34,13%), mengalami penurunan 225 orang
atau turun 9,42 persen dari tahun
sebelumnya 2.389 orang. Selengkapnya
dapat dilihat pada Tabel 2.11.

The number of civil servants in the


Provincial Government of Bali apparently
dominated by their scholar education. Score
as many as 2,765 people (43.61%). Whereas
in previous years amounted to 2,717 people
or decreased 48 people (1.77%). While the
number of civil servants with the high school
educational background amounts 2,164
people (34.13%), decreased 9.42 percent
(255 people) from the previous year 2,389
people. More can be seen in Table 2.11.

ht

tp

://

ba

li.

bp

s.

go

.id

menurun 1,90 persen dibandingkan tahun


sebelumnya sebanyak 4.061 orang.
Berkurangnya jumlah PNS pada golongan III
ini bisa disebabkan karena pensiun. Mari
kita simak jumlah PNS pada golongan IV,
terlihat bahwa dalam setahun terjadi
peningkatan 5 orang (0,54%) dari 933 orang
di tahun 2013 menjadi 938 orang di tahun
2014. Selengkapnya dapat disimak pada
Tabel 2.10.

Bali In Figures 2014

53

.id

go

s.

bp

li.

ba

://

tp

ht

Gambar / Figure 2.1


Banyaknya Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/Kota Menurut
Jenis Kelamin di Bali Tahun 2013
Number of Chosen Regency/City Legislatives by Sex in Bali, 2013

Laki/Male
Perempuan/Female

60
50

39

38

40
25

30

43

40

38

37
26

22

20
5

10

bp

s.

go

.id

30

Peraturan Daerah
Keputusan Dewan
Keputusan Pimpinan Dewan
Usul/Saran

ht

35

tp

://

ba

li.

Gambar / Figure 2.2


Banyaknya Produk DPRD Provinsi Bali Tahun 2009 - 2013
Output Number of Legislative of Bali Province, 2009 - 2013

25
20
15
10
5
0

2009

Bali In Figures 2014

2010

2011

2012

2013

55

.id

go

s.

bp

li.

ba

://

tp

ht

Tabel
Table

Nama Ibu Kota/Kabupaten, Jumlah Kecamatan, Desa, dan Satuan


Lingkungan Setempat di Bali Tahun 2014
Capital Cities, Number of Subdistricts, Villages, and Local Area
Unit in Bali, 2014

2.1 :

Jumlah
Kecamatan
Number of
Subdistricts

Jumlah Desa
Number of
Villages

Jumlah Satuan
Lingkungan
Setempat
Number of Local
Area Unit

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

1. Jembrana

Negara

51

248

2. Tabanan

Tabanan

10

133

797

3. Badung

Mangupura

62

538

4. Gianyar

Gianyar

70

547

5. Klungkung

Semarapura

59

244

Bangli

72

328

7. Karangasem

Amlapura

78

581

8. Buleleng

Singaraja

148

609

9. Denpasar

Denpasar

43

405

57

716

4 297

2013

57

716

4 297

2012

57

716

4 295

2011

57

716

4 295

2010

57

715

4 295

ht

Jumlah / To t a l :

tp

://

li.

6. Bangli

bp

s.

go

ba

Kabupaten/Kota
Regency/City

.id

Nama Ibu Kota


Kabupaten/Kota
Capital City

Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Bali


Source : BPS - Statistics of Bali Province

Bali In Figures 2014

57

Tabel
Table

2.2 :

Nama-Nama Kecamatan Menurut Kabupaten/Kota di Bali Tahun 2013


Name of Subdistricts by Regency/City in Bali, 2013

Kabupaten/Kota

Nama Kecamatan

Regency/City

Subdistrict Name

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

1. Jembrana

1. Melaya
5. Pekutatan

2. Negara

2. Tabanan

1. Selemadeg
5. Tabanan
9. Penebel

2. Selemadeg Timur 3. Selemadeg Barat 4. Kerambitan


6. Kediri
7. Marga
8. Baturiti
10. Pupuan

3. Badung

1. Kuta Selatan 2. Kuta


5. Abiansemal 6. Petang

4. Gianyar

1. Sukawati
5. Ubud

5. Klungkung
6. Bangli

1. Susut

4. Mendoyo

go

.id

3. Jembrana

4. Mengwi

4. Tampaksiring

1. Nusa Penida 2. Banjarangkan

ba

3. Klungkung

4. Dawan

://

2. Blahbatuh
6. Tegallalang

2. Bangli

3. Tembuku

4. Kintamani

7. Karangasem 1. Rendang
5. Abang

2. Sidemen
6. Bebandem

3. Manggis
7. Selat

4. Karangasem
8. Kubu

8. Buleleng

1. Gerokgak
5. Sukasada
9. Tejakula

2. Seririt
6. Buleleng

3. Busungbiu
7. Sawan

4. Banjar
8. Kubutambahan

9. Denpasar

1. Denpasar
1. Selatan

2. Denpasar
1. Timur

3. Denpasar
1. Barat

4. Denpasar
1. Utara

tp

li.

3. Gianyar
7. Payangan

ht

bp

s.

3. Kuta Utara

Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Bali


Source : BPS - Statistics of Bali Province

58

Bali Dalam Angka 2014

Tabel
Table

Banyaknya Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/


Kota dan Provinsi Bali Tahun 2013
Number of Chosen Regency/City and Provincial Legislatives
by Sex in Bali in 2013

2.3 :

Kabupaten/Kota

Laki -laki

Perempuan

Jumlah

Regency/City

Male

Female

Total

(2)

(3)

(4)

(1)

25

30

2. Tabanan

38

40

3. Badung

39

40

4. Gianyar

37

40

5. Klungkung

22

25

26

30

38

40

40

45

43

45

Jumlah Anggota DPRD Kab/Kota


Number of Regency/ Municipality
Legislatives

308

27

335

Jumlah Anggota DPRD Prov. Bali


Number of Provincial Legislatives

50

55

s.

go

.id

1. Jembrana

bp

6. Bangli

li.

7. Karangasem

ba

8. Buleleng

ht

tp

://

9. Denpasar

Sumber : Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Bali


Source : Legislative of Bali Province

Bali In Figures 2014

59

Tabel
Table

2.4 :

Banyaknya Produk DPRD Provinsi Bali Tahun 2009 - 2013


Output Number of Legislative of Bali Province 2009 - 2013

Tahun / Year

Jenis Produk /
Legislative Output

2009

2010

2011

2012

2013

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

1. Peraturan Daerah

17

10

12

11

10

31

29

31

31

2. Keputusan Dewan

53

46

41

52

47

li.

bp

ht

tp

Proposal/Suggestion

://

ba

Legislative Chairman Resolution

s.

3. Keputusan Pimpinan Dewan

4. Usul/Saran

23

go

Legislative Resolution

.id

Local Regulation

Jumlah / Total :

Sumber : Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Bali


Source : Legislative of Bali Province

60

Bali Dalam Angka 2014

Tabel
Table

Perolehan Suara Sah Partai Politik Hasil Pemilu Legislatif 2014 Untuk
DPRD I Menurut Kabupaten/Kota di Bali
Number of Legal Votes Result of 2014 Legislative Election by
Regency/City in Bali

2.5 :

Nama Partai Politik

Kabupaten/Kota / Regency/City

Political Party

Jembrana

Tabanan

Badung

Gianyar

Klungkung

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

3 740

8 545

11 471

6 956

3 121

4 563

2 214

4 061

2 315

1 320

6 862

2 558

2 982

1 368

1 760

86 981

124 482

30 622

64 839

51 173

13 879

.id

1. Partai Nasional
Demokrat
2. Partai Kebangkitan
Bangsa
3. Partai Keadilan
Sejahtera
4. PDI Perjuangan

162 046

18 140

39 952

14 879

28 908

20 033

41 482

16 033

7. Partai Demokrat

21 528

32 769

49 543

44 671

19 733

8. Partai Amanat
Nasional
9. Partai Persatuan
Pembangunan
10. Partai Hati Nurani
Rakyat
14. Partai Bulan
Bintang
15. PKPI

3 831

813

1 422

708

4 709

2 731

870

422

336

376

12 758

9 698

16 416

5 936

13 894

530

145

381

249

183

1 453

260

3 710

2 493

1 732

148 577

288 778

262 261

282 169

107 362

s.

bp
li.

ba

://
tp

ht

Jumlah / Total :

go

57 562

5. Partai Golongan
Karya
6. Partai Gerindra

berlanjut / continued .

Bali In Figures 2014

61

Lanjutan Tabel
Continued Table

2.5 :

Nama Partai Politik

Kabupaten/Kota / Regency/City
Bangli

Karangasem

Buleleng

Denpasar

Jumlah
Total

(1)

(7)

(8)

(9)

(10)

(11)

4 475

28 531

17 996

7 038

91 873

1 462

2 129

7 933

5 523

31 520

1 079

8 294

6 763

13 107

44 773

146 506

119 619

882 555

48 518

58 594

379 196

1. Partai Nasional
Demokrat
2. Partai Kebangkitan
Bangsa
3. Partai Keadilan
Sejahtera
4. PDI Perjuangan

.id

Political Party

89 372

30 162

53 939

9 842

24 341

38 116

26 429

220 063

7. Partai Demokrat

10 024

22 588

36 900

32 141

269 897

1 353

10 676

1 847

26 005

Jumlah / Total :

s.

bp
li.

ba

646

1 851

5 001

1 706

13 567

1 803

10 361

28 567

10 540

109 973

205

582

753

612

3 640

14 938

24 700

5 744

936

55 966

140 275

268 041

353 473

278 092

1 945 882

tp

://

274

ht

8. Partai Amanat
Nasional
9. Partai Persatuan
Pembangunan
10. Partai Hati Nurani
Rakyat
14. Partai Bulan
Bintang
15. PKPI

go

65 365

5. Partai Golongan
Karya
6. Partai Gerindra

Sumber : Komisi Pemilihan Umum Daerah Provinsi Bali


Source : General Election Commission of Bali Province

62

Bali Dalam Angka 2014

Tabel
Table

Hasil Pemilihan Umum Presiden Menurut Kabupaten/Kota


di Provinsi Bali Tahun 2014
Result of President Election by Regency/City
in Bali Province, 2014

2.6 :

Kabupaten/Kota
Regency/City

Jumlah
Suara Untuk
*
No. Urut 1:

Jumlah
Suara Untuk
*
No. Urut 2:

Number of
Votes for
Number* 1:

Number of
Votes for
Number* 2:

Illegal
Votes

Total

(2)

(3)

(4)

(5)

(1)

Suara
Tidak Sah

Jumlah

53 278

104 801

648

158 727

2. Tabanan

82 214

210 896

2 298

295 408

3. Badung

78 066

189 217

2 020

269 303

4. Gianyar

63 953

223 125

290 399

5. Klungkung

35 921

6. Bangli

37 317

7. Karangasem

3 321

70 831

1 195

107 947

102 528

1 738

141 583

80 760

159 864

2 561

243 185

102 852

232 228

2 197

337 277

79 880

241 620

1 892

323 392

Jumlah / To t a l :

614 241

1 535 110

*) Keterangan/Note :

No. Urut
Number

: 1. H. Prabowo Subianto
Ir. H.M. Hatta Rajasa
2. Ir. H. Joko Widodo
Drs. H.M. Jusuf Kalla

li.

ba

tp

ht

9. Denpasar

://

8. Buleleng

bp

s.

go

.id

1. Jembrana

17 870 2 167 221

Sumber : Komisi Pemilihan Umum Daerah Provinsi Bali


Source : General Election Commission of Bali Province

Bali In Figures 2014

63

2.7 :

Jumlah
Suara Untuk
*
No. Urut 1:

Jumlah
Suara Untuk
*
No. Urut 2:

Number of
Votes for
Number* 1:

Jumlah

Number of
Votes for
Number* 2:

Illegal Votes

Total

(2)

(3)

(4)

(5)

1. Jembrana

93 550

61 816

1 781

157 147

2. Tabanan

170 446

123 291

4 018

297 755

3. Badung

114 698

131 978

3 684

250 360

4. Gianyar

154 504

127 140

5 908

287 552

70 490

1 809

111 284

64 838

2 813

147 466

Regency/City

(1)

s.

Kabupaten/Kota

.id

Suara
Tidak Sah

go

Tabel
Table

Hasil Pemilihan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I


Provinsi Bali Menurut Kabupaten/Kota Tahun 2013
Result of Regional Election of Bali Province's
Governor, 2013

6. Bangli

79 815

7. Karangasem

99 276

159 050

4 410

262 736

127 764

220 702

3 765

352 231

183 700

104 429

4 574

292 703

1 062 738

1 063 734

32 762

2 159 234

li.

ba

ht

tp

://

8. Buleleng
9. Denpasar

bp

5. Klungkung

38 985

Jumlah / To t a l :

*) Keterangan/Note :

No. Urut
Number

: 1. Drs. Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga


Dewa Nyoman Sukrawan, SH
2. Drs. Made Mangku Pastika, MM
Drs. I Ketut Sudikerta

Sumber : Komisi Pemilihan Umum Daerah Provinsi Bali


Source : General Election Commission of Bali Province

64

Bali Dalam Angka 2014

Tabel
Table

Penerbitan Sertifikat di Kantor Wilayah Badan Pertanahan


Nasional Provinsi Bali Tahun 2013
Number of Certificates Issued at Regional Offices of
National Land Agency of Bali Province, 2013

2.8 :

Kabupaten/Kota
Regency/City

Hak Milik
Ownership

Hak Guna
Bangunan
Right for
Building
Usage

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

38

11 596

60

13 487

1 240

187

4 Gianyar

9 597

185

30

5 Klungkung

4 077

6 Bangli

1 609

7 Karangasem

5 373

93

29

14 902

66

38

7 686

299

76

72 159

1 967

407

2012

131 138

2 916

281

2011

125 627

2 967

273

2010

116 139

2 640

143

2009

96 776

1 791

250

go

2 Tabanan
3 Badung

.id

3 832

Hak Pakai
Use Right

s.

1 Jembrana

Hak Guna
Usaha
Right for
Business
Usage

li.

bp

11

ba

8 Buleleng

tp

://

9 Denpasar

ht

Jumlah / To t a l :

Sumber : Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Bali


Source : Regional Office of National Land Agency of Bali Province

Bali In Figures 2014

65

Tabel
Table

Jumlah Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Pemerintah Daerah


Provinsi Bali Menurut Unit Kerja dan Jenis kelamin Tahun 2014
Number of Local Government Employees by Unit and Sex, 2014

2.9 :

Unit Keja
Unit

Laki-laki
Male

Perempuan
Famale

Jumlah
Total

(1)

(2)

(3)

(4)

1. Sekretariat Daerah

425

291

716

2. Sekretariat DPRD

81

35

116

39

27

66

66

48

114

61

114

28
27

62
46

36

37

73

39

33

72

s.

bp

li.

ba

53

34
19

go

5. Badan Perpustakaan dan Arsip


6. Badan Penanaman Modal dan Perizinan
7. Badan Pemberdayaan Perempuan dan
Perlindungan Anak
8. Badan Pemberdayaan Masyarakat dan
Pemerintahan Desa
9. Badan Lingkungan Hidup

.id

3. Inspektorat
4. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah

27

23

50

56

42

98

tp

://

10. Badan Kesatuan Bangsa dan Politik


11. Badan Kepegawaian Daerah

32

33

65

68

11

79

ht

12. Badan Pendidikan dan Pelatihan


13. Badan Penanggulangan Bencana Daerah
14. Dinas Kebudayaan

134

83

217

15. Dinas Kehutanan

189

44

233

16. Dinas Kelautan & Perikanan


17. Dinas Kesehatan

78

45

123

167

221

388

18. Dinas Koperasi, Usaha Kecil, & Menengah

38

37

75

19. Dinas Pariwisata

45

47

92

20. Dinas Pekerjaan Umum

326

87

413

21. Dinas Pendapatan

259

160

419

berlanjut / continued..

66

Bali Dalam Angka 2014

Lanjutan Tabel
Continued Table

2.9 :

Unit Keja
Unit

Laki-laki
Male

Perempuan
Famale

Jumlah
Total

(1)

(2)

(3)

(4)

22. Dinas Pendidikan, Pemuda, & Olahraga

430

412

842

23. Dinas Perhubungan, Informasi, & Komunikasi

102

47

149

24. Dinas Perindustrian & Perdagangan

60

136

139

47

186

26. Dinas Pertanian Tanaman Pangan

146

75

221

59
75

53
65

112

97

62

140
159

141

14

155

ba

s.

li.

bp

27. Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan


28. Dinas Sosial
29. Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan
Kependudukan
30. Satuan Polisi Pamong Praja

go

.id

76

25. Dinas Perkebunan

62

131

193

191

182

373

16
13

6
8

22
21

Jumlah / Total :

3 759

2 582

6 341

2012

3 951

2 599

6 550

2012

4 244

2 677

6 921

2011

4 460

2 727

7 187

2010

4 511

2 653

7 164

://

31. Rumah Sakit Indera


32. Rumah Sakit Jiwa

ht

tp

33. Kantor Perwakilan Pemerintah


34. Sekretariat Komisi Penyiaran Indonesia
Daerah
35. Staf Ahli Gubernur

Sumber : Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Bali


Source : Government Official Administration Board of Bali Province

Bali In Figures 2014

67

Tabel
Table

2.10 :

Jumlah Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Pemerintah Daerah


Provinsi Bali Menurut Unit Kerja dan Golongan Kepangkatan
Tahun 2014
Number of Local Government Employees by Unit and Grade, 2014
Golongan Kepangkatan
Grade

Unit Keja
Unit
(1)

Jumlah
Total

II

III

IV

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

1. Sekretariat Daerah

128

497

82

716

2. Sekretariat DPRD

34

65

116

14

37

14

66

21

74

18

114

5. Badan Perpustakaan dan Arsip

20

70

20

114

12
8

39
27

9
10

62
46

11

52

73

16

44

11

72

10. Badan Kesatuan Bangsa dan Politik

11

33

50

11. Badan Kepegawaian Daerah

21

70

98

12. Badan Pendidikan dan Pelatihan

10

35

20

65

13. Badan Penanggulangan Bencana Daerah

61

79

go
s.

2
1

ht

tp

://

ba

li.

bp

6. Badan Penanaman Modal dan Perizinan


7. Badan Pemberdayaan Perempuan dan
Perlindungan Anak
8. Badan Pemberdayaan Masyarakat dan
Pemerintahan Desa
9. Badan Lingkungan Hidup

.id

3. Inspektorat
4. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah

14. Dinas Kebudayaan

55

136

21

217

15. Dinas Kehutanan

62

152

18

233

32

73

14

123

17

87

249

35

388

16. Dinas Kelautan & Perikanan


17. Dinas Kesehatan
18. Dinas Koperasi, Usaha Kecil, & Menengah

14

46

15

75

19. Dinas Pariwisata

25

54

11

92

20. Dinas Pekerjaan Umum


21. Dinas Pendapatan

15

83

280

35

413

112

281

19

419

berlanjut / continued..

68

Bali Dalam Angka 2014

Lanjutan Tabel
Continued Table

2.10 :
Golongan Kepangkatan
Grade

Unit Keja
Unit
(1)

Jumlah
Total

II

III

IV

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

65

444

329

842

19

107

16

149

24. Dinas Perindustrian & Perdagangan

14

99

23

136

25. Dinas Perkebunan

43

114

24

186

40

144

34

221

1
7

25
36

67
84

19
13

112

21

97

41

140
159

73

71

155

ba

li.

bp

s.

go

26. Dinas Pertanian Tanaman Pangan


27. Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan
28. Dinas Sosial
29. Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan
Kependudukan
30. Satuan Polisi Pamong Praja

63

110

19

193

104

250

18

373

3
0

9
6

9
13

1
2

22
21

Jumlah / Total :

116

1 303

3 984

938

6 341

2012

126

1 430

4 061

933

6 550

2012

147

1 573

4 263

938

6 921

2011

163

1 640

4 425

959

7 187

2010

168

1 668

4 378

950

7 164

32. Rumah Sakit Jiwa

://

31. Rumah Sakit Indera

.id

22. Dinas Pendidikan, Pemuda, & Olahraga


23. Dinas Perhubungan, Informasi, & Komunika

ht

tp

33. Kantor Perwakilan Pemerintah


34. Sekretariat Komisi Penyiaran Indonesia
Daerah
35. Staf Ahli Gubernur

Sumber : Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Bali


Source : Government Official Administration Board of Bali Province

Bali In Figures 2014

69

Jumlah Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Pemerintah Daerah


Provinsi Bali Menurut Unit Kerja dan Pendidikan Tahun 2014
Number of Local Government Employees by Unit and Education, 2014

Tabel
2.11 :
Table

Pendidikan / Education
Unit Kerja
Unit

(1)

SD
Primary
School

SLTP
Junior
High
School

SLTA
Senior
High
School

Sarjana
Muda
Diploma
Degree

(2)

(3)

(4)

(5)

11

218

24

2. Sekretariat DPRD

50

.id

1. Sekretariat Daerah

15

29

48

2
2

1
1

23
17

2
2

27

s.

5. Badan Perpustakaan dan Arsip

go

3. Inspektorat
4. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah

://

ba

li.

bp

6. Badan Penanaman Modal dan Perizinan


7. Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan
Anak
8. Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan
Desa
9. Badan Lingkungan Hidup

tp

10. Badan Kesatuan Bangsa dan Politik

22

14

23

18

ht

11. Badan Kepegawaian Daerah

12. Badan Pendidikan dan Pelatihan


13. Badan Penanggulangan Bencana Daerah

23

14. Dinas Kebudayaan

100

15. Dinas Kehutanan

14

130

16. Dinas Kelautan & Perikanan


17. Dinas Kesehatan

3
10

41
106

2
49

18. Dinas Koperasi, Usaha Kecil, & Menengah

26

19. Dinas Pariwisata

40

20. Dinas Pekerjaan Umum

16

191

19

21. Dinas Pendapatan

160

16

berlanjut / continued..
70

Bali Dalam Angka 2014

Lanjutan Tabel
Continued Table

2.11 :
Pendidikan / Education
Unit Kerja
Unit

(1)

SD
Primary
School

SMP
Junior
High
School

SLTA
Senior
High
School

Sarjana
Muda
Diploma
Degree

(2)

(3)

(4)

(5)

149

35

50

11

.id

22. Dinas Pendidikan, Pemuda, & Olahraga


23. Dinas Perhubungan, Informasi, & Komunikasi

58

64

11

bp

27. Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan

95

11

47

s.

26. Dinas Pertanian Tanaman Pangan

62

29. Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, & Kependudukan

48

13

30. Satuan Polisi Pamong Praja

106

42

63

105

108

://

32. Rumah Sakit Jiwa

tp

31. Rumah Sakit Indera

ba

li.

28. Dinas Sosial

go

24. Dinas Perindustrian & Perdagangan


25. Dinas Perkebunan

10

35. Staf Ahli Gubernur

Jumlah / Total :

80

132

2 164

433

2013

95

148

2 389

487

2012

108

162

2 666

531

2011

125

195

2 914

471

2010

146

212

3 071

434

ht

33. Kantor Perwakilan Pemerintah

34. Sekretariat Komisi Penyiaran Indonesia Daerah

berlanjut / continued..

Bali In Figures 2014

71

Lanjutan Tabel
Continued Table

2.11 :

Pendidikan / Education
S1
S2
S3 Lainnya Jumlah
Gra- Post- Doc- Other
Total
duate gra- toral
duate

Unit Kerja
Unit

(7)

1. Sekretariat Daerah

334

120

716

2. Sekretariat DPRD

45

116

3. Inspektorat

25

20

66

56

25

114

go

(6)

.id

(1)

4. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah

bp

li.

ba

://

tp

10. Badan Kesatuan Bangsa dan Politik

(9)

(10)

43

10

114

25
17

9
7

0
0

0
0

62
46

32

10

73

36

12

72

23

50

s.

5. Badan Perpustakaan dan Arsip

6. Badan Penanaman Modal dan Perizinan


7. Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan
Anak
8. Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan
Desa
9. Badan Lingkungan Hidup

(8)

52

19

98

18

23

65

ht

11. Badan Kepegawaian Daerah

12. Badan Pendidikan dan Pelatihan


13. Badan Penanggulangan Bencana Daerah

41

12

79

14. Dinas Kebudayaan

76

27

217

15. Dinas Kehutanan

61

22

233

16. Dinas Kelautan & Perikanan


17. Dinas Kesehatan

59

13

123

152

63

388

18. Dinas Koperasi, Usaha Kecil, & Menengah

34

12

75

19. Dinas Pariwisata

28

13

92

20. Dinas Pekerjaan Umum

126

55

413

21. Dinas Pendapatan

200

33

419

berlanjut / continued..
72

Bali Dalam Angka 2014

Lanjutan Tabel
Continued Table

2.11 :
Pendidikan / Education
S1
S2
S3 Lainnya Jumlah
Gra- Post- Doc- Other
Total
duate gra- toral
duate

Unit Kerja
Unit

(1)

22. Dinas Pendidikan, Pemuda, & Olahraga


23. Dinas Perhubungan, Informasi, & Komunikasi

26. Dinas Pertanian Tanaman Pangan

bp

27. Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan

(10)

89

842

23

149

52

14

136

88

18

186

87

22

221

48

13

112
140

55

29. Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, & Kependudukan

77

16

159

30. Satuan Polisi Pamong Praja

33

155

://

32. Rumah Sakit Jiwa

tp

31. Rumah Sakit Indera

ba

li.

28. Dinas Sosial

(9)

57

s.

25. Dinas Perkebunan

(8)

563

go

24. Dinas Perindustrian & Perdagangan

(7)

.id

(6)

66

20

193

143

12

373

22

21

35. Staf Ahli Gubernur

Jumlah / Total :

2 765

765

6 341

2013

2 717

712

6 550

2012

2 769

683

6 921

2011

2 749

676

55

7 187

2010

2 614

643

42

7 164

ht

33. Kantor Perwakilan Pemerintah

34. Sekretariat Komisi Penyiaran Indonesia Daerah

Sumber : Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Bali


Source : Government Official Administration Board of Bali Province

Bali In Figures 2014

73

.id

go

s.

bp

li.

ba

://

tp

ht

.id

go

s.

bp

li.

ba

://

tp

ht

.id

go

s.

bp

li.

ba

://

tp

ht

3.1.

Penduduk
merupakan
aset
pembangunan
bila
mereka
dapat
diberdayakan secara optimal. Kendati
begitu, mereka juga bisa menjadi beban
pembangunan jika pemberdayaannya tidak
dibarengi dengan kualitas penduduk (SDM)
yang memadai pada wilayah/daerah
bersangkutan, demikian pula halnya bagi
Provinsi Bali.

Population
is
an
asset
to
development if they can be fully
implemented. Even so, they could also be
the cost of development if empowerment is
not coupled with the quality of the
population (HR) adequate to the
region/concerned, so is the province of Bali.

Berdasarkan
angka
proyeksi
penduduk tahun 2013 tercatat jumlah
penduduk di Bali sebanyak 4.056,3 ribu jiwa
yang terdiri dari 2.042,0 ribu jiwa (50,34%)
penduduk laki-laki dan 2.014,3 ribu jiwa
(49,66%) penduduk perempuan. Jumlah
penduduk tahun 2013 ini naik 1,23 persen
dari sebelumnya 4.007,2 ribu jiwa.

Based on the results of Population


projection figures year 2013 recorded the
population of Bali as many as 4,056.3
thousand people consisting of 2,042.0
thousand inhabitants (50.34%) male
population and 2,014.3 inhabitants
(49.66%) females. Total population in 2013
was up 1.23 percent from the previous
4,007.2 thousand inhabitants.

go

s.

bp

li.

Population

.id

3.1. Penduduk

With an area of 5,636.66 km , the


population density in Bali have reached 720
2
people/km . Among the regency/city in Bali,
Buleleng regency have the largest area with
population reaching 638.3 thousand
inhabitants or 15.74 percent of the total
population of Bali. With an area of 1,365.88
2
km reaching, let alone the population
2
density is 467 people/km or still below the
average population density of Bali in
general, all the potential was certainly an
important role in the implementation of
development
programs
in Buleleng
Regency.

Sebaliknya,
Kota
Denpasar
menunjukkan fenomena lain. Kepadatan
penduduk di daerah ini adalah yang
tertinggi di Bali, angkanya telah mencapai

Conversely, Denpasar shows another


phenomenon. Population density in this
region is the highest in Bali, the figure had
2
reached 6,622 people/km , with an area of

ht

tp

://

ba

Dengan luas wilayah 5.636,66 km ,


maka kepadatan penduduk di Bali telah
2
mencapai 720 jiwa/km . Di antara
kabupaten/kota yang ada di Bali, Kabupaten
Buleleng memiliki luas wilayah terbesar
dengan jumlah penduduk mencapai 638,3
ribu jiwa atau 15,74 persen dari seluruh
penduduk Bali. Dengan luas wilayah yang
2
mencapai 1.365,88 km , dan kepadatan
2
penduduknya sebesar 467 jiwa/km atau
masih di bawah rata-rata kepadatan
penduduk Bali secara umum, maka semua
potensi tadi tentu akan sangat menunjang
dalam
pelaksanaan
program-program
pembangunan di Kabupaten Buleleng.

Bali In Figures 2014

77

only 127.78 km . So it makes sense if the


population problem into the spotlight is
important
for
the
continuity
of
development-minded culture of the city of
Denpasar. This is of concern to
parties/agencies of residence in the city of
Denpasar with doing re-populated the data
collection program.

Sementara itu, untuk rasio jenis


kelamin (perbandingan jumlah penduduk
laki-laki per 100 penduduk perempuan) di
Bali selama setahun terakhir ini, seperti
terlihat pada Tabel 3.1.1, menunjukkan
angka 101 di tahun 2013. Rasio jenis
kelamin tertinggi dicapai oleh Kota
Denpasar sebesar 104. Sedangkan rasio
jenis kelamin terendah berada di Kabupaten
Klungkung sebesar 98.

Meanwhile, for the sex ratio (the


ratio of male population per 100 female
population) in Bali over the last year, as
shown in Table 3.1.1, show number 101 in
the year 2013. The highest sex ratio was
achieved 104 for Denpasar city. Whereas
the lowest sex ratio in Klungkung regency of
98.

li.

bp

s.

go

.id

6.622 jiwa/km , dengan luas wilayah yang


2
hanya sebesar 127,78 km . Sehingga cukup
masuk akal apabila problem kependudukan
menjadi sorotan penting bagi kelangsungan
pembangunan Kota Denpasar yang
berwawasan budaya. Hal inilah yang
menjadi
perhatian
pihak/instansi
kependudukan di Kota Denpasar dengan
melakukan program pendataan ulang
penduduknya.

On the other hand, the population of


Bali ever exist in the age group (35-39
years) which reached 334.8 thousand
people or 8.25 percent. This age group is the
most productive age group. Meanwhile Bali
residents who entered into the older age
group (>64 years) there are 268.7 thousand
people or 6.62%. More can be seen in Table
3.1.2

Berdasarkan hasil Sensus Penduduk


tahun 2010 tercatat jumlah penduduk di
Bali sebanyak 3.890.757 jiwa yang terdiri
dari 1.961.348 jiwa (50,41%) penduduk lakilaki dan 1.929.409 jiwa (49,59%) penduduk
perempuan. Jumlah penduduk hasil SP2010
ini
meningkat
23,63
persen
jika
dibandingkan dengan hasil SP2000.

Based on the results of SP 2010,


recorded the population of Bali as many as
3,890,757 people consisting of 1,961,348
inhabitants (50.41%) male population and
1,929,409 inhabitants (49.59%) females.
Total population in the results of SP2010
was up 23.63 percent from the previous
SP2000.

ht

tp

://

ba

Pada bagian lain, jumlah penduduk


Bali terbanyak ada pada kelompok umur
(35-39 tahun) yakni mencapai 334,8 ribu
jiwa atau 8,25 persen. Kelompok umur ini
merupakan
kelompok
umur
paling
produktif. Sementara itu, penduduk Bali
yang masuk ke dalam kelompok umur tua
(>64 tahun) ada 268,7 ribu jiwa atau 6,62%.
Selengkapnya dapat dilihat di Tabel 3.1.2.

78

Bali Dalam Angka 2014

Dengan luas wilayah 5.636,66 km ,


maka kepadatan penduduk di Bali hasil SP
2
2010 telah mencapai 690 jiwa/km . Di
antara kabupaten/kota yang ada di Bali,
Kota Denpasar merupakan daerah yang
berpenduduk terbanyak dengan jumlah
penduduk mencapai 788.589 jiwa atau
20,27 persen dari seluruh penduduk Bali.
Kondisi tersebut sangatlah wajar mengingat
Denpasar merupakan pusat pemerintahan
dan pusat ekonomi Bali.

With an area of 5,636.66 km , the


population density in the Bali outcome
2
SP2010 has reached 690 people/km .
Among the regencies/city in Bali, Denpasar
is the most populous region with a
population reached 788,589 people or 20.27
percent of the entire population of
Bali.These condition is very reasonable
considering Denpasar is the center of
government and economic center of Bali.

Dengan luas wilayah yang hanya


2
127,78 km , kepadatan penduduk di Bali
sangat tinggi yakni mencapai 6.171 jiwa per
2
km atau tertinggi di antara kabupaten lain
di Bali. Sehingga cukup masuk akal apabila
problem kependudukan menjadi sorotan
penting bagi kelangsungan pembangunan
Kota Denpasar yang berwawasan budaya.

With an area of only 127.78 km ,


population density is very high in Bali
2
reached 6,171 inhabitants per km , or the
highest among other districts in Bali. So it is
quite plausible if the problem of population
in the spotlight is important for the
continuity of the Denpasar-minded culture.

li.

bp

s.

go

.id

Still based on the results of the


SP2010, for sex ratio (the ratio of male
population per 100 female population) in
Bali for the past year, as shown in Table
3.1.6, show number 101. As in previous
years, the highest sex ratio still reached the
city of Denpasar at 104. While the sex ratio
was lowest in Klungkung regency of 98.

3.2. Tenaga Kerja dan Kesempatan Kerja

3.2.

Dalam
teori
ekonomi
makro,
pembangunan
ekonomi
merupakan
pertumbuhan ekonomi yang diiringi oleh
perubahan pada distribusi output dan
struktur ekonomi, peningkatan kontribusi

In macroeconomic theory, economic


development
is
economic
growth
accompanied by changes in the distribution
of output and economic structure,
increasing the contribution of industrial and

ht

tp

://

ba

Masih berdasar hasil SP 2010, untuk


rasio jenis kelamin (perbandingan jumlah
penduduk laki-laki per 100 penduduk
perempuan) di Bali selama setahun terakhir
ini, seperti terlihat pada Tabel 3.1.6,
menunjukkan angka 101. Seperti tahuntahun sebelumnya, rasio jenis kelamin
tertinggi masih dicapai Kota Denpasar
sebesar 104. Sedangkan rasio jenis kelamin
terendah berada di Kabupaten Klungkung
sebesar 98.

Bali In Figures 2014

Labour and Work Opportunity

79

services sectors as well as improving


education and workforce skills. Regional
economic growth can be obtained from the
increase in capital through investment and
public savings, improved quality and
quantity of labor through labor force
growth and increased knowledge and skills
as well as the technological improvements
in production processes.

Peningkatan dari sisi permintaan atas


produksi barang dan jasa akan mendorong
peningkatan penggunaan input faktor
produksi. Salah satu input faktor produksi
yang penting adalah tenaga kerja. Dengan
peningkatan kapasitas produksi dapat
mendorong terciptanya kesempatan kerja
dan meningkatkan penggunaan tenaga
kerja.

The increase of the demand side of


the production of goods and services will
encourage the increased use of input factors
of production. One of the important input of
production factor is labor. With increased
production capacity can encourage the
creation of employment opportunities and
improve the use of labor.

bp

s.

go

.id

sektor industri dan jasa, serta peningkatan


pendidikan dan keterampilan angkatan
kerja. Pertumbuhan ekonomi daerah dapat
bersumber dari peningkatan modal melalui
investasi dan tabungan masyarakat,
peningkatan kualitas dan kuantitas tenaga
kerja melalui pertumbuhan angkatan kerja
dan peningkatan pengetahuan dan
keterampilan serta adanya penyempurnaan
teknologi dalam proses produksi.

According to Todaro (2000:116), has


traditionally been the growth of population
and labor force growth is considered as one
of the positive factors that spur economic
growth. The number of workers will add to
greater labor productivity, while a larger
growth will increase the size of its domestic
market. This could occur if workers can be
absorbed in productive employment
opportunities are available, and will be a
problem if the growth of labor far exceeds
the available employment opportunities,
namely the creation of unemployment

Pembangunan tenaga kerja dapat


memiliki dua makna penting, yakni sebagai
subyek pembangunan, dimana tenaga kerja
sebagai
pelaku
dalam
peningkatan

Workforce development can have


two meanings, namely as subjects of
development, where labor as a principal in
increasing economic growth (input factors

ht

tp

://

ba

li.

Menurut Todaro (2000:116), secara


tradisional pertumbuhan penduduk dan
pertumbuhan angkatan kerja dianggap
sebagai salah satu faktor positif yang
memacu pertumbuhan ekonomi. Jumlah
tenaga kerja yang lebih besar akan
menambah
tenaga
kerja
produktif,
sedangkan pertumbuhan yang lebih besar
akan
memperbesar
ukuran
pasar
domestiknya. Hal ini bisa terjadi apabila
tenaga kerja produktif tersebut dapat
terserap pada kesempatan kerja yang
tersedia, dan akan menjadi masalah apabila
pertumbuhan tenaga kerja jauh melebihi
kesempatan kerja yang tersedia, yakni
terciptanya pengangguran.

80

Bali Dalam Angka 2014

of production) as well as objects of


development, where labor as a priority
element for improving quality of life (quality
of life) which include an increase in income,
health and education. If the developmentoriented rapid economic growth and the use
of capital (investment) and high technology,
the use of labor will be relatively less
replaced by machines, so that workers with
certain skills and qualities required to meet
the needs of the production process.

Di
Provinsi
Bali,
masalah
ketenagakerjaan
masih
merupakan
fenomena pelik. Apalagi pasar tenaga kerja
di Bali diperkirakan akan semakin
terintegrasi di masa mendatang. Bali
merupakan wilayah yang mudah dijangkau
dari mana pun juga. Akibatnya jelas, arus
migrasi maupun urbanisasi menjadi tak
terhindarkan.

In the case of Bali Province, labor


problems
is
still
a
complicated
phenomenon. Moreover, the labor market
in Bali expected to become increasingly
integrated in the future. Bali is an area
easily accessible from anywhere. Clear
result, migration flows and urbanization
became inevitable.

tp

://

ba

li.

bp

s.

go

.id

pertumbuhan ekonomi (input faktor


produksi)
serta
sebagai
obyek
pembangunan, dimana tenaga kerja sebagai
unsur
yang
diprioritaskan
untuk
peningkatan kualitas hidup (quality of life)
yang mencakup peningkatan pendapatan,
kesehatan
dan
pendidikan.
Jika
pembangunan
berorientasi
pada
pertumbuhan ekonomi yang cepat dan
menggunakan modal (investasi) dan
teknologi yang tinggi, maka penggunaan
tenaga kerja akan relatif berkurang
digantikan oleh mesin, sehingga tenaga
kerja dengan kemampuan dan kualitas
tertentu dituntut
dapat
memenuhi
kebutuhan dalam proses produksi.

With this in such a situation,


however, will impact on employment
structures, namely the possibility increasing
of productive age population (working age).
To that end, the expansion of employment
opportunities should be optimized in a
productive (productive employment).

Jika
dilihat
dari
struktur
ketenagakerjaan Provinsi Bali, sebagaimana
tercermin pada Tabel 3.2.1, bahwa jumlah
penduduk usia kerja di Bali sebanyak
3.073.019 orang, terdiri dari 1.534.962 lakilaki dan 1.538.057 perempuan selama

If viewed from the employment


structure of Bali Province, as reflected in
Table 3.2.1, that the number of working age
population of 3,073,019 people in Bali,
consisting of 1,534,962 men and 1,538,057
women during the year 2013. Within the

ht

Dengan situasi sedemikian ini,


bagaimanapun akan memberikan pengaruh
pada struktur ketenagakerjaan, yakni
kemungkinan
menggelembungnya
penduduk usia produktif (usia kerja). Untuk
itu, perluasan kesempatan kerja perlu
dioptimalkan secara produktif (productive
employment).

Bali In Figures 2014

81

last year, the total working age population


has increased only 2.13 percent from the
previous year 3,008,973 people.

Hal ini menunjukkan bahwa jumlah


tenaga kerja yang besar akan menambah
tenaga kerja produktif yang tersedia di Bali,
serta
persaingan
dalam
merebut
kesempatan kerja juga akan meningkat.
Dari sejumlah penduduk usia kerja ini,
sebanyak 2.315.379 orang diantaranya
merupakan angkatan kerja yang terdiri dari
penduduk yang sudah bekerja 2.273.897
orang dan jumlah pengangguran terbuka
mencapai 41.482 orang.

This shows that a large number of


workers will increase the available
productive labor in Bali, as well as
competition in the capture will also increase
employment opportunities. From this
number of working age population, a total
of 2,315,379 people of which the labor force
composed of residents who had been with
2,273,897 people and the number of open
unemployment reached 41,482 people.

Selanjutnya,
bahasan
menarik
tentang ketenagakerjaan adalah persoalan
tingkat kesempatan kerja (employment
rate) dan tingkat pengangguran terbuka
(unemployment rate). Kedua komponen ini
sangat penting dalam suatu perencanaan
pembangunan ketenagakerjaan. Dalam
konteks BPS, tingkat kesempatan kerja
merupakan
suatu
ukuran
yang
menunjukkan proporsi orang yang bekerja
dalam angkatan kerjanya. Sementara yang
termasuk penganggguran terbuka adalah
mereka
yang
mencari
kerja,
mempersiapkan usaha, merasa tidak
mungkin mendapat pekerjaan, dan
penduduk yang sudah memiliki pekerjaan
tetapi belum mulai bekerja.

Furthermore, interesting discussion


about the level of employment is a matter
of employment (employment rate) and the
open unemployment rate (unemployment
rate). Both of these components is very
important in a workforce development
planning. In the context of BPS, the
employment rate is a measure that
indicates the proportion of people working
in the workforce. While that includes open
unemployment are those who look for work,
preparing the business, found it impossible
to get a job, and people who already have
jobs but have not started working.

ht

tp

://

ba

li.

bp

s.

go

.id

tahun 2013. Dalam rentang waktu setahun


terakhir ini, jumlah penduduk usia kerja
mengalami kenaikan hanya 2,13 persen dari
tahun sebelumnya 3.008.973 orang.

Pada tahun 2013, tingkat kesempatan


kerja di Bali mencapai 98,21 persen.
Dengan begitu, tingkat pengangguran
terbuka di Bali pada tahun 2013 tercatat
1,79 persen. Tingkat pengangguran terbuka
penduduk perempuan yaitu 1,35 persen
atau sedikit lebih rendah dari laki-laki yakni

82

In the year 2013, the level of


employment opportunities in Bali reached
98.21 percent. That way, the open
unemployment rate in Bali in 2013 recorded
1.79 percent. Open unemployment rate of
females is 1.35 percent or slightly lower
than men that reach 2.15 percent. Open

Bali Dalam Angka 2014

unemployment rate declined from last year


which reached 2.04 percent.

Sementara itu, tingkat partisipasi


angkatan kerja (TPAK) yang menunjukkan
rasio antara banyaknya angkatan kerja
dengan penduduk usia kerja di Bali selama
tahun 2013 tercatat sebesar 75,35 persen.
Dari sini dapat pula dijelaskan bahwa TPAK
penduduk laki-lakinya relatif lebih tinggi,
yakni 83,88 persen dibandingkan dengan
penduduk perempuan sebesar 66,83
persen.

Meanwhile, labor force participation


rate (TPAK) which indicates the ratio
between the number of labor force and
working age population in Bali during the
year 2013 was recorded at 75.35 percent.
From here can also be explained that the
males TPAK relatively higher, 83.88 percent
compared with the female population
amounted to 66.83 percent.

Dengan adanya otonomi daerah,


maka daerah dituntut untuk dapat
menemukan dan mengembangkan potensi
ekonomi unggulannya, sehingga daerah
dapat berupaya mengoptimalkan kinerjanya
agar potensi ekonomi unggulan tersebut
dapat termanfaatkan secara optimal.
Pengembangan terhadap sektor-sektor
unggulan yang mampu menyerap tenaga
kerja tinggi harus menjadi fokus utama
Pemerintah
Provinsi
Bali.
Namun,
pengembangan sektor unggulan tersebut
hendaknya tidak mengabaikan sektorsektor ekonomi lainnya yang masih
mempunyai
kemungkinan
untuk
berkembang
di
masa
mendatang.
Pengembangan
tersebut
hendaknya
dilakukan
secara
lintas
sektoral,
terintegrasi, dan konsisten.

With regional autonomy, the regions


must be able to discover and develop the
economic potential of its superior, so the
area can attempt to optimize the economic
potential of superior performance that can
be utilized optimally. Development of
leading sectors able to absorb higher labor
should be the main focus of the Provincial
Government of Bali. However, the
development of the seed sector should not
ignore other economic sectors that still have
the possibility to grow in the future. That
development should be conducted in a
cross-sectoral, integrated, and consistent.

ht

tp

://

ba

li.

bp

s.

go

.id

2,15 persen. Tingkat pengangguran terbuka


mengalami penurunan dari tahun lalu yang
mencapai 2,04 persen.

Sejauh ini, sektor pertanian dan


pariwisata, serta sektor pendukung
pariwisata lainnya masih menjadi ujung
tombak perekonomian Bali. Pada tahun
2013, jumlah penduduk 15 tahun ke atas
yang bekerja di sektor Perdagangan, Hotel
dan Restoran sebesar 628.585 orang

Bali In Figures 2014

So far, agriculture and tourism


sectors, as well as other tourism support
sector is still the spearhead of the economy
of Bali. In 2013, number of people that aged
15 years above that worked at trade,
restaurants, and hotels sector reached
628,585 (27.64%).

83

(27,64%).
This means many businesses that can
be driven by sectors such as tourism, travel
agency
activities,
transportation,
hospitality, restaurant/restaurants, arts and
local culture, handicrafts industry, tourist
guide
(guide),
entertainment
and
recreation, sports and international
exhibitions held in these areas, as well as
informal activities such as merchant acung
and other activities.

Sektor
pertanian
secara
luas
menempati posisi kedua setelah sektor PHR
dalam menyerap tenaga kerja (padat
karya).
Dari
data
Sakernas
2013
menunjukkan bahwa penduduk yang
bekerja di sektor ini mencapai 545.827
orang (24,00%).

The agricultural sector was the


second after the trade, restaurants, and
hotels sector in absorbing the labor force
(labor intensive). From the 2013 data of
Sakernas, show that people who worked in
this sector reached 545,827 people
(24.00%).

li.

bp

s.

go

.id

Hal ini berarti banyak usaha yang


dapat digerakkan oleh sektor pariwisata
seperti
kegiatan
biro
perjalanan,
transportasi, perhotelan, restoran/rumah
makan, kesenian dan budaya daerah,
industri kerajinan rakyat, pramuwisata
(guide), tempat hiburan dan rekreasi,
pameran dan olahraga internasional yang
diselenggarakan di daerah-daerah, serta
kegiatan informal seperti pedagang acung
dan kegiatan-kegiatan lainnya.

://

ba

3.3. Jam Kerja dan Status Pekerjaan Utama

ht

tp

Menyambung pembahasan tentang


ketenagakerjaan kiranya terdapat hal
menarik terkait dengan jam kerja. Seperti
dapat dilihat pada Tabel 3.2.3, dari
penduduk usia 15 tahun ke atas yang
bekerja di Bali pada tahun 2013, terdapat
763.622 orang (33,58%) diantaranya
mempunyai jam kerja seluruhnya dalam
satu minggu antara 45 59 jam (di atas jam
kerja normal), Sedangkan yang bekerja
antara 35 44 jam dalam seminggu (jam
kerja normal) sebanyak 477.945 orang
(21,09%). Sedangkan yang bekerja di atas
60 jam dalam seminggu sebanyak 319.961
orang (14,07%).

84

3.3.

Working Hours and The Status of


Main Occupation

Connecting the discussion of


employment would have interesting things
related to working hours. As can be seen in
Table 3.2.3, from people aged 15 years and
over who worked in Bali in 2013, there were
763,622 people (33.58%) of them have a
fully working hours in a week between
45 - 59 hours (over hours normal work), and
who work between 35 - 44 hours a week
(normal working hours) as many as 477,945
people (21.09%). While those who work
over 60 hours a week as many as 319,961
people (14.07%).

Bali Dalam Angka 2014

Meanwhile, residents who work less


than normal working hours (between 0 - 34
hours a week) as much as 712,369 people
(31.33%). This shows that the average
population of Bali has been working during
normal business hours or on top of normal
working hours during the year 2013. When
viewed by gender, the male population who
work in the above or equal to normal
working hours is more dominant (73.41%)
than females (62.79%). Perhaps this
difference occurs, among others, because
women were working while taking care of
the household so that the time is still largely
used for the family.

Indikator lain dalam ketenagakerjaan


yang juga dipandang penting adalah
mengenai
status
pekerjaan
utama
penduduk yang bekerja. Indikator ini
berguna untuk melihat komposisi angkatan
kerja berdasarkan status pekerjaannya. Dari
komposisi tersebut dapat diciptakan
kebijakan ketenagakerjaan yang sesuai.
Misalnya, jika mayoritas angkatan kerja
berstatus buruh/karyawan/pekerja dibayar,
maka seharusnya pemerintah menciptakan
kebijakan yang dapat mendorong angkatan
kerja untuk mulai berusaha sendiri,
berwiraswasta, dan menciptakan pekerjaan.
Disamping itu, kebijakan perburuhan dan
hubungan industrial juga harus diperbaiki
agar tidak terjadi perselisihan antara buruh
dengan majikan.

Other indicators of employment are


also considered important about the status
of the main job of working population. This
indicator is useful to look at the composition
of the workforce based on job status. From
the composition of employment policy can
be built accordingly. For example, if a
majority of the labor force status of workers
/employees/workers were paid, then the
government should create policies to
encourage the workforce to start trying to
own, an entrepreneur, and create jobs. In
addition, labor and industrial relations
policy must also be repaired to prevent
disputes between workers with employers.

s.

Berdasarkan hasil Sakernas 2013,


penduduk yang bekerja di Bali lebih banyak
terserap ke sektor informal, angkanya
mencapai 1.179.007 orang (51,85%).
Jumlah ini turun 2,05 persen dari tahun

Based on the results Sakernas 2013,


people who worked in Bali more absorbed
into the informal sector, the figure reached
1,179,007 people (51.85%). This amount
decrease 2.05 percent from the year 2012

ht

tp

://

ba

li.

bp

go

.id

Sementara itu, penduduk yang


bekerja kurang dari jam kerja normal
(antara 0 34 jam dalam seminggu)
sebanyak 712.369 orang (31,33%). Hal ini
menunjukkan bahwa rata-rata penduduk
Bali sudah bekerja pada jam kerja normal
atau di atas jam kerja normal selama tahun
2013. Bila dilihat berdasarkan gender, maka
penduduk laki-laki yang bekerja di atas atau
sama dengan jam kerja normal lebih
dominan (73.41%) daripada penduduk
perempuan (62,79%). Barangkali perbedaan
ini terjadi, antara lain, karena perempuan
bekerja sambil mengurus rumahtangga
sehingga waktunya sebagian besar masih
digunakan untuk keluarga.

Bali In Figures 2014

85

as many as 1,203,659 people (53.05%). The


number of workers in the informal sector is
more dominated by women (51.23%) than
men (48.77%). Informal sector workers
include: (1) self employed, (2) trying to help
workers do not stay/not paid, (3) free
agricultural worker, (4) Smoking nonagricultural workers, and (5) unpaid
workers.

Sebaliknya, sektor formal menyerap


tenaga kerja sebanyak 1.094.890 orang
(48,15%). Jumlah ini pun naik 2,80 persen
dari tahun 2012 yang mencapai 1.065.049
orang (46,95%). Pekerja di sektor formal
pun lebih dikuasai kaum laki-laki (62,55%)
daripada kaum perempuan (37,45). Pekerja
formal meliputi berusaha dibantu buruh
tetap/buruh
dibayar,
serta
buruh/
karyawan. Selengkapnya dapat dilihat pada
Tabel 3.2.4.

In contrast, the formal sectors


provide employment for 1,094,890 people
(48.15%). This amount was up 2.80 percent
from the year 2012 which reached
1,065,049 people (46.95%). Workers in the
formal sector were more controlled by men
(62.55%) than women (37.45%). Workers
formal sector such as trying to help workers
stay/paid workers, and workers/employees.
More can be seen in Table 3.2.4.

li.

bp

s.

go

.id

2012 sebanyak 1.203.659 orang (53,05%).


Jumlah pekerja di sektor informal ini lebih
didominasi oleh perempuan (51,23%)
daripada laki-laki (48,77%). Pekerja sektor
informal meliputi: (1) berusaha sendiri, (2)
berusaha dibantu buruh tidak tetap/tidak
dibayar, (3) pekerja bebas pertanian, (4)
pekerja bebas non pertanian, dan (5)
pekerja tak dibayar.

Some people call the informal sector


as a sector rescuer. Elasticity of the informal
sector in absorbing the labor force is always
excited to make this sector despite the
added value created may not add value for
the formal sector. Demands of work with
adequate educational qualifications and
skills in urban obstacle in obtaining a job
seeker. Those who at first wanted to work in
the formal sector, in turn empties into the
informal sector.

3.4.

Tingkat

3.4. Type of Work and Workers' Education


Level

Lebih jauh lagi bila dilihat penduduk


yang bekerja didekatkan pada aspek jenis

Furthermore if you look at people


who worked close to the aspect of the job/

ht

tp

://

ba

Sebagian orang menyebut sektor


informal sebagai sektor penyelamat.
Elastisitas sektor informal dalam menyerap
tenaga kerja menjadikan sektor ini selalu
bergairah meskipun nilai tambah yang
diciptakannya mungkin tidak sebesar nilai
tambah sektor formal. Tuntutan pekerjaan
dengan
kualifikasi
pendidikan
dan
keterampilan memadai di perkotaan
menjadi kendala pencari kerja dalam
memperoleh pekerjaan. Mereka yang pada
mulanya berkeinginan bekerja di sektor
formal, pada akhirnya bermuara di sektor
informal.

86

Jenis Pekerjaan
Pendidikan Pekerja

dan

Bali Dalam Angka 2014

position. Type of occupation/position here is


the kind of work performed by a person or
assigned to someone. Type of job/position
can be grouped into three.

Pertama, pekerja terampil meliputi


tenaga profesional, teknisi, dan tenaga lain,
tenaga kepemimpinan dan ketatalaksanaan,
serta pejabat pelaksana dan tenaga tata
usaha. Pekerja terampil
jenis
ini
diasumsikan memiliki produktivitas paling
tinggi. Kedua, pekerja setengah terampil
meliputi tenaga usaha penjualan dan jasa.
Pekerja jenis ini diasumsikan mempunyai
produktivitas kerja cukup atau lebih rendah
dibandingkan kelompok pekerja terampil.
Ketiga, pekerja tidak terampil meliputi
tenaga usaha pertanian, tenaga produksi,
dan pekerja kasar. Jenis pekerja kelompok
ini diasumsikan memiliki produktivitas
paling rendah dari dua kelompok
sebelumnya.

First,
skilled
workers
include
professionals, technicians and other
personnel,
labor
and
management
leadership, as well as executive officers and
administration staff. This type of skilled
worker is assumed to have the highest
productivity. Second, semi-skilled workers
include sales workers and services. This type
of worker productivity is assumed to have
sufficient working or lower than the group
of skilled workers. Third, unskilled workers
include farm workers, production workers,
and manual laborers. Type this group of
workers is assumed to have the lowest
productivity of the two previous groups.

://

ba

li.

bp

s.

go

.id

pekerjaan/jabatannya. Jenis pekerjaaan/


jabatan di sini merupakan macam pekerjaan
yang dilakukan oleh seseorang atau
ditugaskan kepada seseorang. Jenis
pekerjaan/jabatan ini dapat dikelompokan
menjadi tiga.

ht

tp

Dari hasil Sakernas 2013 yang


ditampilkan
pada
Tabel
3.2.5
mencerminkan bahwa penduduk yang
bekerja di Bali lebih dominan pada jenis
pekerjaan tenaga usaha pertanian, tenaga
produksi, dan pekerja kasar (pekerja tidak
terampil). Jumlahnya mencapai 1.264.320
orang (55,60%). Mayoritas (59,98%) pekerja
tidak terampil ini berjenis kelamin laki-laki,
dan 40,02 persen adalah perempuan.
Sedangkan
jenis
pekerjaan
tenaga
profesional, kepemimpinan dan tata usaha
(pekerja terampil) hanya berjumlah 402.253
orang (17,69%), terdiri dari pekerja laki-laki
(58,21%) dan perempuan (41,79%).

Bali In Figures 2014

From Sakernas 2013 results shown in


Table 3.2.5 reflect that the people who
worked in Bali more dominant force on the
farm occupations, production workers, and
manual laborers (unskilled workers). The
number reached 1,264,320 people (55.60%).
The majority (59.98%), unskilled workers
are male sex, and 40.02 percent are women.
While these types of professional jobs,
leadership and administration (skilled
worker) only amounted to 402,253 people
(17.69%), composed of male workers
(58.21%) and females (41.79%).

87

.id

go
In other contexts, the total working
population most segmented in the age
group 30-34 years, as many as 342,511
people (15.06%) consisted of male workers
(57.60%) and females (42.40%). Conversely,
the employed population in the age group
15-19 years to absorb the lowest labor
force, the figure amounted to 99,011 people
(4.35%) with details of 48,764 men (49.25%)
and female 52,247 people (50.75%). More
details can be seen in Table 3.2.7.

ht

tp

://

ba

li.

bp

Dalam konteks lain, jumlah penduduk


yang bekerja paling besar tersegmentasi
pada kelompok usia 30-34 tahun, yakni
sebanyak 342.511 orang (15,06%) terdiri
dari pekerja laki-laki (57,60%) dan
perempuan (42,40%). Sebaliknya, penduduk
yang bekerja pada kelompok umur 15-19
tahun menyerap tenaga kerja paling
rendah, angkanya sebesar 99.011 orang
(4,35%) dengan rincian laki-laki 48.764
orang (49,25%) dan perempuan 50.247
orang (50,75%). Lebih lengkapnya dapat
disimak pada Tabel 3.2.7.

Meanwhile, semi-skilled workers


such as sales workers and service as many
as 580,638 people (25.53%). Specific to this
type of work proved to be more dominated
by women (58.13%) and men (41.87%), as
well as other types of jobs to absorb as
many as 26,686 people (1.17%). Another
interesting thing, judging the total working
population is connected with the education
level attained, it turns out as many as
730,023 people (32,10%) educational
background schools (SMU and SMK). Only
322,455 persons (14.18%) are educated
college-level diploma, academy, S1, S2, and
S3. More can be seen in Table 3.2.6.

s.

Sementara itu, pekerja setengah


terampil seperti tenaga usaha penjualan
dan jasa sebanyak 580.638 orang (25,53%).
Khusus pada jenis pekerjaan ini ternyata
lebih didominasi kaum perempuan (58,13%)
dan laki-laki (41,87%), serta jenis pekerjaan
lainnya menyerap sebanyak 26.686 orang
(1,17%). Hal menarik lagi, kalau dilihat
jumlah
penduduk
yang
bekerja
dihubungkan dengan tingkat pendidikan
yang ditamatkan, ternyata sebanyak
730.023 orang (32,10%) pekerja berlatar
pendidikan SLTA (SMU dan SMK). Hanya
322.455 orang (14,18%) yang berpendidikan
perguruan tinggi setingkat diploma,
akademi, S1, S2, dan S3. Selengkapnya
dapat disimak pada Tabel 3.2.6.

88

Bali Dalam Angka 2014

Grafik / Figure 3.1


Proyeksi Penduduk Bali Menurut Jenis Kelamin dan Kabupaten/Kota Tahun 2013
Population Projection of Bali Province by Sex and Regency/City, 2013

500 000

Laki/Male

400 000

Perempuan/Female

300 000
200 000
100 000

s.

go

.id

://

ba

li.

bp

Grafik / Figure 3.2


Kepadatan Penduduk Provinsi Bali (Angka Proyeksi) Menurut Kabupaten/Kota, 2013
Population Density of Bali Province (Projection Figures) by Regency/City, 2013

ht

7 000
6 000

6 622

tp

(Jiwa/km2)

5 000
4 000
3 000
2 000

318

513

1 407

1 321

552

422

482

467

1 000
0

Bali In Figures 2014

89

.id

go

s.

bp

li.

ba

://

tp

ht

Grafik / Figure 3.3


Persentase Penduduk 15 Tahun ke Atas yang Bekerja Menurut Pendidikan Tertinggi
yang Ditamatkan Tahun 2013
Percentage of Population Aged 15 Years and Over Who Work Based on
Their Educational Attainment, 2013
Diploma I/II
2.96%
SMU
20.45%

S1 / D IV
8.21%
S2 / S3
0.99%
Tidak/Belum
Pernah Sekolah
6.59%

li.

bp

s.

Sekolah Dasar
21.00%

Tidak/Belum Tamat
SD
11.13%

.id

SLTP Umum
14.27%

go

SLTP Kejuruan
0.71%

Akademi / D III
1.33%

SMK
11.66%

ba

Grafik / Figure 3.4

://

Penduduk 15 Tahun ke Atas yang Bekerja Seminggu yang Lalu Menurut


Lapangan Usaha dan Jenis Kelamin Tahun 2013

ht

tp

Number of Population Aged 15 Years and Over Who Worked During Previous Week
by Industrial Origin and Sex in Bali Province, 2013

Jasa-jasa
Keuangan
Angkutan
Perdagangan
Bangunan
Listrik & Air
Industri Pengolahan
Pertambangan & Penggalian
Pertanian

Perempuan
Laki-Laki

Bali In Figures 2014

100 000

200 000

300 000

91

.id

go

s.

bp

li.

ba

://

tp

ht

Tabel
Table

Luas Wilayah, Proyeksi Penduduk, Rasio Jenis Kelamin, dan Kepadatan


Penduduk Menurut Kabupaten/Kota di Bali Tahun 2013
Area, Population Projection, Sex Ratio, and Density by Regency/
City in Bali, 2013

3.1.1 :

Luas
Wilayah
Area

Kabupaten/Kota
Regency/City

Rasio Jenis Kepadatan


Kelamin
per km2
Density per
Sex Ratio
Km 2 (000)

(Km )

Laki-laki
Male

Perempuan
Female

Jumlah
Total

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(1)

Jumlah Penduduk (000 jiwa)


Number of Population

841.80

133.0

135.0

268.0

98.52

0.318

2. Tabanan

839.33

213.8

216.8

430.6

98.62

0.513

418.52

300.4

288.6

368.00

245.4

240.6

5. Klungkung

315.00

86.0

6. Bangli

520.81

111.2

7. Karangasem

839.54

202.2

1 365.88
127.78

2011

87.9

173.9

97.84

0.552

108.8

220.0

102.21

0.422

202.1

404.3

100.05

0.482

318.0

320.3

638.3

99.28

0.467

432.0

414.2

846.2

104.30

6.622

s.
bp

li.

2 042.0

2 014.3

4 056.3

101.38

0.720

5 636.66

2 017.0

1 990.2

4 007.2

101.35

0.711

5 636.66

1 991.8

1 965.8

3 957.6

101.32

0.702

5 636.66

1 966.2

1 941.2

3 907.4

101.29

0.693

tp

5 636.66

ht

Jumlah / Total :
2012

1.407
1.321

://

9. Denpasar

104.09
102.00

ba

8. Buleleng

589.0

486.0

go

3. Badung
4. Gianyar

.id

1. Jembrana

2010

Sumber : BPS Provinsi Bali (Angka Proyeksi)


Source : BPS - Statistics of Bali Province (Projection Figures)

Bali In Figures 2014

93

Tabel
Table

3.1.2 :

Proyeksi Penduduk Provinsi Bali Menurut Kelompok Usia


dan Jenis Kelamin Tahun 2013
Population Projection of Bali Province by Age Group
and Sex in Bali, 2013
(000 jiwa)

Kelompok Umur

Laki-laki

Perempuan

Jumlah

Age Group

Male

Female

Total

(1)

(2)

(3)

(4)

0 - 4

170.1

161.5

331.6

5 - 9

182.1

171.0

353.1

10 - 14

169.3

160.1

329.4

15 - 19

157.6

151.9

309.5

324.8

166.3

334.8

162.9

328.7

162.5

35 - 39

168.5

40 - 44

165.8

146.2

294.1

111.8

223.2

87.5

88.6

176.1

66.7

69.1

135.8

49.4

55.0

104.4

li.

ht

tp

://

55 - 59
65 - 69

147.9

111.4

ba

50 - 54
60 - 64

162.3

s.

30 - 34

45 - 49

326.5
320.0

.id

25 - 29

160.6

156.0

go

165.9
164.0

bp

20 - 24

70 - 74

35.6

41.2

76.8

75 +

37.7

49.8

87.5

Jumlah / Total :

2 042.0

2 014.3

4 056.3

2012

2 017.0

1 990.2

4 007.2

2011

1 991.8

1 965.8

3 957.6

2010

1 966.2

1 941.2

3 907.4

Sumber : BPS Provinsi Bali (Angka Proyeksi)


Source : BPS - Statistics of Bali Province (Projection Figures)

Bali In Figures 2014

94

Tabel
Table

3.1.3 :

Kabupaten/Kota
Regency/City

Luas Wilayah, Jumlah Rumahtangga, dan Jumlah Penduduk Hasil


Sensus Penduduk 2010 Menurut Kabupaten/Kota di Bali
Area, Number of Households, and Population Result of Population
Census 2010 by Regency/City in Bali
Luas
Wilayah
Area
(Km )

Rumah
tangga
Number of
Households

(2)

Laki-laki
Male

Perempuan
Female

Jumlah
Total

(3)

(4)

(5)

(6)

841.80

72 661

130 062

131 576

261 638

2. Tabanan

839.33

106 197

209 308

211 605

420 913

3. Badung

418.52

142 503

277 536

265 796

543 332

4. Gianyar

368.00

103 516

237 493

232 284

469 777

5. Klungkung

315.00

43 657

84 503

86 040

170 543

6. Bangli

520.81

55 473

109 109

106 244

215 353

7. Karangasem

839.54

103 093

198 650

197 837

396 487

173 041

311 394

312 731

624 125

228 119

403 293

385 296

788 589

1 961 348

1 929 409

3 890 757

127.78

1 028 260

5 632.86

800 058

1 581 460

1 565 539

3 146 999

SP1990

5 632.86

600 616

1 384 948

1 392 408

2 777 356

SP1980

5 632.86

485 201

1 224 869

1 244 855

2 469 724

SP1971

5 632.86

400 301

SP2000

5 636.66

ht

tp

Jumlah / Total :

://

9. Denpasar

s.

bp

li.

1 365.88

ba

8. Buleleng

.id

1. Jembrana

go

(1)

Jumlah Penduduk
Number of Population

2 120 091

Sumber : BPS Provinsi Bali (Hasil Sensus Penduduk 2010)


Source : BPS - Statistics of Bali Province (Result of Population Census 2010)

Bali In Figures 2014

95

Tabel
Table

3.1.4 :

Beberapa Karakteristik Penduduk Hasil Sensus Penduduk 2010


Menurut Kabupaten/Kota di Bali
Some Population Characteristics Result of Population Census 2010 by
Regency/City in Bali

Regency/City

Rasio Jenis
Kelamin
Sex Ratio

Kepadatan
per km2
Density
per Km 2

Penduduk per
Rumahtangga
Average of
Family Size

Laju Pertumbuhan
Penduduk 2000-2010
Population Growth
Rate 2000-2010

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

Kabupaten/Kota

98.85

311

3.60

1.22

98.91

501

3.96

1.13

3. Badung

104.42

1 298

4. Gianyar

102.24

1 277

5. Klungkung

98.21

541

6. Bangli

102.70

413

7. Karangasem

100.41

8. Buleleng

99.57

9. Denpasar

104.67

4.62

4.54

1.80

3.91

0.94

3.88

1.06

472

li.

3.85

0.96

457

3.61

1.12

6 171

3.46

4.01

3.78

2.14

tp

://

ba

bp

s.

go

3.81

690

SP2000

101.02

559

3.93

1.26

SP1990

99.46

493

4.62

1.18

SP1980

98.39

438

5.09

1.54

SP1971

376

5.30

1.77

ht

Jumlah / Total :

101.66

.id

1. Jembrana
2. Tabanan

Sumber : BPS Provinsi Bali (Hasil Sensus Penduduk 2010)


Source : BPS - Statistics of Bali Province (Result of Population Census 2010)

96

Bali Dalam Angka 2014

Tabel
Table

3.1.5 :

Penduduk Provinsi Bali Menurut Kelompok Usia Hasil Sensus


Penduduk 2010
Population of Bali Province by Age Group Based on
Population Census 2010

Kelompok Umur

Laki-laki

Perempuan

Jumlah

Age Group

Male

Female

Total

(1)

(2)

(3)

(4)

0 - 4

173 522

161 169

334 691

178 836

167 662

346 498

168 541

157 493

326 034

15 - 19

147 446

137 553

284 999

20 - 24

141 707

25 - 29

165 904

30 - 34

170 956

35 - 39

go

.id

5 - 9
10 - 14

282 887

166 501

332 405

170 635

341 591

181 063

176 234

357 297

155 377

150 759

306 136

123 469

121 257

244 726

98 337

100 119

198 456

78 666

76 254

154 920

60 - 64

58 801

64 413

123 214

65 - 69

49 199

52 102

101 301

70 - 74

32 460

38 148

70 608

75 +

37 061

47 930

84 991

TT*

Jumlah / Total :

1 961 348

1 929 409

3 890 757

bp

li.
ba

40 - 44

tp

ht

55 - 59

://

45 - 49
50 - 54

s.

141 180

*)Keterangan/Note : TT (tidak terjawab / not stated )


Sumber : BPS Provinsi Bali (Hasil Sensus Penduduk 2010)
Source : BPS - Statistics of Bali Province (Result of Population Census 2010)

Bali In Figures 2014

97

Tabel
Table

Kondisi Ketenagakerjaan Menurut Jenis Kelamin


di Provinsi Bali Tahun 2013
Employment Condition by Sex in Bali Province, 2013

3.2.1 :

Laki-Laki

Perempuan

Jumlah

Description

Male

Female

Total

(1)

(2)

(3)

(4)

1. Penduduk Usia Kerja (orang)


Working Age Population (person)

1 534 962

1 538 057

3 073 019

2. Angkatan Kerja (orang)


Labour Force (person)

1 287 471

3. Bekerja (orang)
Working (person)

1 259 845

.id

Uraian

2 315 379

1 014 052

2 273 897

27 626

13 856

41 482

247 491

510 149

757 640

83.88

66.83

75.35

2.15

1.35

1.79

li.

ba

4. Pengangguran Terbuka (orang)


Unemployment (person)

bp

s.

go

1 027 908

ht

tp

://

4. Bukan Angkatan Kerja (orang)


Economically Inactive (person)

5. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (%)


Labour Force Participation Rate (%)
6. Tingkat Pengangguran Terbuka (%)
Unemployment Rate (%)

Sumber : BPS Provinsi Bali (berdasarkan hasil Sakernas Agustus 2013)


Source : BPS - Statistics of Bali Province (National Labour Force Survey, August 2013)

98

Bali Dalam Angka 2014

Penduduk 15 Tahun ke Atas yang Bekerja Seminggu yang Lalu Menurut


Lapangan Usaha dan Jenis Kelamin di Provinsi Bali Tahun 2013
3.2.2 :
Number of Population Aged 15 Years and Over Who Worked During
Previous Week by Industrial Origin and Sex in Bali Province 2013
Laki-Laki

Perempuan

Jumlah

Industrial Origin

Male

Female

Total

(1)

(2)

(3)

(4)

1. Pertanian, Perkebunan, Kehutanan, dan


Perikanan
Agriculture, Estate Crops, Forestry, and
Fishery
2. Pertambangan & Penggalian
Mining and Quarrying
3. Industri Pengolahan
Manufacture
4. Listrik dan Air
Electricity and Water Supply
5. Bangunan
Construction
6. Perdagangan, Rumah Makan, dan Hotel
Trade, Restaurants, and Hotels
7. Angkutan, Pergudangan, dan Komunikasi
Transportations, Storage, and Communication

282 487

263 340

545 827

4 503

4 563

9 066

161 722

158 833

320 555

6 705

2 450

9 155

177 685

33 408

211 093

287 700

340 885

628 585

63 063

9 701

72 764

53 376

39 992

93 368

222 604

160 880

383 484

1 259 845

1 014 052

2 273 897

tp

://

ba

li.

bp

go

.id

Lapangan Usaha

s.

Tabel
Table

ht

8. Keuangan, Asuransi, Usaha Persewaan,


dan Bangunan
Finance, Insurance, and Real Estate
9. Jasa Kemasyarakatan, Sosial, & Perorangan
Public Services
Jumlah / Total :

Sumber : BPS Provinsi Bali (berdasarkan hasil Sakernas Agustus 2013)


Source : BPS - Statistics of Bali Province (National Labour Force Survey, August 2013)

Bali In Figures 2014

99

Jumlah Jam Kerja

Laki-Laki

Perempuan

Jumlah

Number of Working Hours

Male

Female

Total

(1)

(2)

(3)

61 077

41 139

102 216

1 - 9

18 713

27 111

45 824

10 - 24

119 999

175 986

295 985

133 131

268 344

266 714

211 231

477 945

481 066

282 556

763 622

177 063

142 898

319 961

Jumlah / Total :

1 259 845

1 014 052

2 273 897

go

.id

0*

s.

(4)

tp

Tabel
Table

Penduduk 15 Tahun ke Atas yang Bekerja Seminggu yang lalu Menurut


Jumlah Jam Kerja dan Jenis Kelamin di Provinsi Bali Tahun 2013
3.2.3 :
Number of Population Aged 15 Years and Over Who Worked During the
Previous Week by Working Hours and Sex in Bali Province, 2013

25 - 34

bp

135 213

ht

60 +

ba

://

45 - 59

li.

35 - 44

Catatan / Note : *) sementara tidak bekerja / temporary not working

Sumber : BPS Provinsi Bali (berdasarkan hasil Sakernas Agustus 2013)


Source : BPS - Statistics of Bali Province (National Labour Force Survey, August 2013)

100

Bali Dalam Angka 2014

Tabel
Table

Penduduk 15 Tahun ke Atas yang Bekerja Menurut Status


Dalam Pekerjaan Utama Tahun 2013
Population 15 Years of Age and Over Who Work by Main
Employment Status, 2013

3.2.4 :

Status Dalam Pekerjaan Utama

Laki-laki

Perempuan

Jumlah

Main Employement Status

Male

Female

Total

(2)

(3)

(4)

(1)

137 702

174 537

312 239

2. Berusaha Dibantu Buruh Tidak Tetap/


Tidak Dibayar
Self Employed Assisted by Temporary/ Unpaid
Employer

223 638

124 892

348 530

tp

://

6. Pekerja Bebas Non Pertanian


Casual Employee Not in Agriculture

ht

Jumlah / Total :

go

li.

ba

5. Pekerja Bebas Pertanian


Casual Employee in Agriculture

7. Pekerja Tak Dibayar


Unpaid Worker

85 607

625 004

384 279

1 009 283

25 428

23 932

49 360

121 923

38 308

160 231

66 287

242 360

308 647

1 259 845

1 014 052

2 273 897

bp

4. Buruh/Karyawan
Regular Employee

25 744

59 863

s.

3. Berusaha Dibantu Buruh Tetap/Buruh Dibayar


Self Employed Assisted by Paid Employer

.id

1. Berusaha Sendiri
Own Account Worker

Sumber : BPS Provinsi Bali (berdasarkan hasil Sakernas Agustus 2013)


Source : BPS - Statistics of Bali Province (National Labour Force Survey, August 2013)

Bali In Figures 2014

101

Tabel
Table

3.2.5 :

Penduduk 15 Tahun ke Atas yang Bekerja Menurut Jenis


Pekerjaan/Jabatan Dalam Pekerjaan Utama Tahun 2013
Population 15 Years of Age and Over Who Work by Main
Employment Status and Main Occupation, 2013

Jenis Pekerjaan/Jabatan

Laki-laki

Perempuan

Jumlah

Main Occupation

Male

Female

Total

(2)

(3)

(4)

(1)

101 591

67 420

169 011

2. Tenaga Kepemimpinan dan Ketatalaksanaan


Administrative and Managerial Workers

37 021

10 156

47 177

3. Pejabat Pelaksana, Tenaga Tata Usaha, dan


Tenaga ybdi / Clerical and Related Workers

95 532

90 533

186 065

go
s.

147 065

253 356

400 421

96 067

84 150

180 217

6. Tenaga Usaha Pertanian, Kehutanan,


Perburuan, dan Perikanan / Agriculture, Animal
Husbandry, Forestry Workers, Fishermen, and
Hunters

273 006

260 970

533 976

7. Tenaga Produksi, Operator Alat-alat Angkutan,


dan Pekerja Kasar / Production and Related
Workers, Transport Equipment Operators, and
Laborers

485 345

244 999

730 344

24 218

2 468

26 686

1 259 845

1 014 052

2 273 897

bp

4. Tenaga Usaha Penjualan / Sales Workers

.id

1. Tenaga Profesional, Teknisi, dan Tenaga


Lain ybdi / Professional, Technical, and Related
Workers

ht

tp

://

ba

li.

5. Tenaga Usaha Jasa / Services Workers

8. Lainnya
Others
Jumlah / Total :

Sumber : BPS Provinsi Bali (berdasarkan hasil Sakernas Agustus 2013)


Source : BPS - Statistics of Bali Province (National Labour Force Survey, August 2013)

102

Bali Dalam Angka 2014

Tabel
Table

3.2.6 :

Penduduk 15 Tahun ke Atas yang Bekerja Menurut Pendidikan


Tertinggi yang Ditamatkan Tahun 2013
Population 15 Years of Age and Over Who Work by Educational
Attainment, 2013

Tingkat Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan


Educational Attainment

Laki-laki

Perempuan

Jumlah

Male

Female

Total

(2)

(3)

(4)

50 006

99 951

149 957

123 433

129 711

253 144

245 447

477 632

191 012

s.

133 418

324 430

9 456

6 800

16 256

287 140

177 669

464 809

165 426

99 788

265 214

44 307

23 066

67 373

25 486

20 452

45 938

114 632

72 082

186 714

16 762

5 668

22 430

1 014 052

2 273 897

bp

go

232 185

ht

tp

://

ba

li.

1. Tidak/Belum Pernah Sekolah


No Schooling
2. Tidak/Belum Tamat SD
Did Not Complete / Not Yet Completed
Primary School
3. Sekolah Dasar
Primary School
4. SLTP Umum
General Junior High School
5. SLTP Kejuruan
Vocational Junior High School
6. SMU
General Senior High School
7. SMK
Vocational Senior High School
8. Diploma I/II
Diploma I/II
9. Akademi / D III
Academy/Diploma III
10. S1 / D IV
Graduate / Diploma IV
11. Program S2 / S3
Post Graduate / Doctoral

.id

(1)

Jumlah / Total :

1 259 845

Sumber : BPS Provinsi Bali (berdasarkan hasil Sakernas Agustus 2013)


Source : BPS - Statistics of Bali Province (National Labour Force Survey, August 2013)

Bali In Figures 2014

103

Tabel
Table

3.2.7 :

Penduduk 15 Tahun ke Atas yang Bekerja Menurut


Kelompok Umur Tahun 2013
Population 15 Years of Age and Over Who Work by
Age Group, 2013
Laki-laki

Perempuan

Jumlah

Age Group

Male

Female

Total

(1)

(2)

(3)

(4)

15 - 19

48 764

50 247

99 011

20 - 24

105 679

84 168

189 847

25 - 29

147 082

.id

Kelompok Umur

262 143

30 - 34

197 287

145 224

342 511

35 - 39

161 448

40 - 44

182 277

s.

go

115 061

291 638

141 640

323 917

118 166

107 141

225 307

106 580

82 720

189 300

67 593

58 107

125 700

60 +

124 969

99 554

224 523

Jumlah / Total :

1 259 845

1 014 052

2 273 897

ba

li.

bp

130 190

ht

55 - 59

tp

50 - 54

://

45 - 49

Sumber : BPS Provinsi Bali (berdasarkan hasil Sakernas Agustus 2013)


Source : BPS - Statistics of Bali Province (National Labour Force Survey, August 2013)

104

Bali Dalam Angka 2014

.id

go

s.

bp

li.

ba

://

tp

ht

.id

go

s.

bp

li.

ba

://

tp

ht

4.1.

Banyak yang beranggapan bahwa


bangsa yang mempunyai sumber daya
manusia (SDM) yang berkualitas akan lebih
mampu bersaing dalam memasarkan
barang dan jasa yang dihasilkannya,
sehingga
dengan
sendirinya
akan
menguasai perekonomian dunia. Dalam
kaitan ini, salah satu komponen yang
berkaitan langsung dengan peningkatan
SDM adalah pendidikan. Karena itu, kualitas
SDM selalu diupayakan untuk ditingkatkan
melalui pendidikan yang berkualitas, demi
tercapainya keberhasilan pembangunan.

Many people assume that people


who have the human resources (HR) quality
will be better able to compete in marketing
their goods and services produced, so that
by it self will dominate the world economy.
In this regard, one of the components that
are directly related to improvement of
human resources is education. Therefore,
the quality of human resources always
strived to be improved through quality
education,
to
achieve
successful
development.

ba

Education

Pembangunan
SDM
memiliki
keterkaitan erat pada akses penyediaan
fasilitas pendidikan meliputi gedung
sekolah, tenaga pengajar (guru/dosen),
kelengkapan literatur (buku-buku), dan
sarana penunjang pendidikan lainnya.
Hanya saja, segala bentuk upaya
peningkatan pendidikan selalu terganjal
dengan beragam kendala.

Human resource development is


related closely to the provision of access to
educational facilities including school
buildings,
teaching
staff
(teachers/lecturers), the completeness of
the literature (the books) and other
educational support facilities. Only, all
forms of educational improvement is always
blocked by various obstacles.

Sarana pendidikan seperti bangunan


fisik (gedung sekolah) yang ideal tentunya
merupakan dambaan bagi semua lapisan
masyarakat untuk dapat menikmatinya.
Dalam
hal
penyediaan
prasarana
pendidikan pada jenjang SD/sederajat
selama tahun ajaran 2012/2013, terdapat
2.461 SD, yang terdiri dari 2.331 SD Negeri,
80 SD swasta, dan 50 Madrasah Ibtidaiyah.
Dari jumlah tersebut sebanyak 501 unit SD
(20,36%) berada di Kabupaten Buleleng,
sebaliknya di Kabupaten Klungkung baru
terdapat 140 unit SD (5,69%). Pada tingkat
SLTP, jumlah sekolah mencapai 443 unit
(263 SLTP Negeri, 151 SLTP Swasta, dan 29
Madrasah Tsanawiyah). Untuk jumlah

Educational facilities such as physical


building (the school house), the ideal of
course is hungering for all levels of society
to be able to enjoy it. In terms of provision
of education facilities at elementary level
during the year 2012/2013, there was 2,461
elementary schools, consist of 2,331 public
school, 80 private school, 50 elementary
moslem school. Of these, as many as 501
units (20.36%) of elementary school are in
Buleleng regency, opposite the Klungkung
regency has only 140 (5.69%) of elementary
school. For the secondary school, there are
443 units of secondary school in Bali (263
units public school, 151 private school, and
29 secondary muslim school). The numbers

ht

tp

://

li.

bp

s.

go

.id

4.1. Pendidikan

Bali In Figures 2014

107

of high school increased in this year.

Dalam konteks lain, rasio murid-guru


dan murid-sekolah merupakan indikator
penting untuk mengukur daya tampung dan
efektifitas proses belajar mengajar.
Ketersediaan sarana fisik sekolah misalnya,
menjadi semakin efektif kalau jumlahnya
sepadan dengan daya tampung muridnya.
Demikian juga guru dan murid, proses
belajar mengajar akan menjadi semakin
terjamin kalau seorang guru tidak mengajar
terlalu banyak murid.

In other contexts, pupil-teacher ratio


and pupil-school is an important indicator to
measure the capacity and effectiveness of
teaching and learning process. Availability
of physical facilities such as schools,
becoming more effective if the amount
commensurate with the capacity of his
students. Similarly, teachers and pupils,
teaching and learning process will become
more secure if a teacher does not teach too
many pupils.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan


Provinsi Bali, jumlah murid SD/MI selama
tahun 2012/2013 mencapai 439.942 siswa,
sedangkan tenaga guru sebanyak 25.682
orang. Ini berarti rasio murid-guru pada
jenjang SD/MI sebesar 17,13. Dengan kata
lain,
tiap
guru
SD/MI
dapat
mendidik/mengajar rata-rata 17 murid.

Based on the Education Department


of Bali Province data, the number of
elementary school pupils during the year
2012/2013 reached 439,942 students, while
teachers as much as 25,682 people. This
means that the pupil-teacher ratio at
primary level amounted to 17.13. In other
words, each elementary school teachers can
educate/teach an average of 17 pupils

ba

li.

bp

s.

go

.id

bangunan sekolah pada tingkat SMU terjadi


penurunan dari tahun sebelumnya.

At junior level, the number of


students increased 3.56 percent, from
182.794 persons in 2011/2012 to 182.794
people in the year 2012/2013. With
teachers as much as 12.008 people, which
means student-teacher ratio reached 15,76.
In other words, every junior high school
teachers can educate/teach an average of
16 pupils.

Masih bersumber dari data yang


sama, jumlah murid pada jenjang SMU/MA
mencapai 79.494 orang di tahun
2012/2013. Sedangkan jumlah tenaga guru
yang mengajar di jenjang SMU/MA
sebanyak 7.605 orang, sehingga rasio
murid-guru sebesar 10,45. Dari sini dapat

The interesting thing, is still sourced


from the same data, the number of students
at the high school level reach 79,494 people
in the year 2012/2013. While the number of
teachers who teach in senior high school as
much as 7.605 people, so that the pupilteacher ratio of 10.45. From here we can

ht

tp

://

Pada tingkat SLTP/MTs, jumlah murid


mengalami peningkatan 3,56 persen, dari
182.794 orang di tahun 2011/2012 menjadi
189.301 orang di tahun 2012/2013. Dengan
tenaga guru sebanyak 12.008 orang, yang
berarti rasio murid-guru mencapai 15,76.
Dengan kata lain, tiap tenaga guru
SLTP/MTs dapat mendidik/mengajar ratarata 16 orang murid.

108

Bali Dalam Angka 2014

say that every teacher in high school level


can educate people on average 10 pupils.

Hal yang sama juga terjadi pada


jumlah murid pada jenjang SMK meningkat
2,80 persen dari 68.045 orang di tahun
2011/2012 menjadi 69.949 orang di tahun
2012/2013. Banyaknya murid pada jenjang
SMK dididik oleh tenaga guru sebanyak
6.906 orang, yang berarti rasio murid-guru
sebesar 10,13. Dengan kata lain, tiap tenaga
guru SMK dapat mendidik/mengajar ratarata 10 orang murid.

The same things, the number of


students at vocational levels increased 2.80
percent from 68,045 persons in 2011/2012
to 69,949 people in the year 2012/2013.
Number of students at vocational school
level educated by teachers as much as 6,835
people, which means that the studentteacher ratio of 10.13. In other words, every
vocational school teachers can educate/
teach an average of 10 pupils.

4.2. Kesehatan dan KB

4.2.

Pada
hakikatnya
pembanguan
kesehatan bertujuan untuk mencapai
kemampuan hidup sehat bagi seluruh
rakyat agar dapat meningkatkan derajat
kesehatan masyarakat secara optimal.
Karena itu, untuk menilai pembangunan
kesehatan, salah satu pendekatan yang bisa
digunakan adalah dengan melihat faktor
mana yang lebih ditekankan saat
menyelenggarakan pelayanan kesehatan.

s.

Dalam paradigma sakit (kuratif),


penekanan lebih diberikan pada upaya
untuk mengobati gangguan penyakit yang
muncul. Sedangkan paradigma sehat
(preventif dan promotif) lebih menekankan
pada upaya apa yang bisa digunakan untuk
menghindari terjadinya suatu penyakit.
Termasuk dalam pendekatan kedua ini
adalah upaya-upaya pencegahan dan
penyadaran masyarakat akan pentingnya
menjaga kesehatan.

In the paradigm of illness (curative),


more emphasis is given to the effort to treat
disease that appears. While the paradigm
of healthy (preventive and promotive) more
emphasis on what can be used to avoid the
occurrence of a disease. Included in this
second approach is prevention efforts and
public awareness of the importance of
maintaining health.

.id

dikatakan bahwa tiap tenaga pengajar di


jenjang SMU/MA dapat mendidik rata-rata
10 orang murid.

go

Health and Family Planning


Program

ht

tp

://

ba

li.

bp

Health Development essentially aims


to achieve the ability of healthy life for all
people in order to improve community
health status optimally. Therefore, to assess
the health development, one approach that
can be used is to look at which factors are
more emphasized when conducting health
service.

Bali In Figures 2014

109

.id

go

In addition to general hospitals,


health center is also a health infrastructure
which is not less important in Bali. As shown
in Table 4.2.12, during 2013 the number of
health centers increase reached 120 units.
And also the Integrated Service Post,
increased 10 units, from 4,773 units to
4,783 units. Meanwhile, the number of
auxiliary health centre and mobile health
clinic decreased as much as 4 and 19 unit
thus to be 523 and 108 units.

ht

tp

://

ba

li.

bp

Selain
RSU,
Puskesmas
juga
merupakan prasarana kesehatan yang tak
kalah pentingnya di Bali. Seperti tampak
pada Tabel 4.2.12, selama tahun 2013
jumlah puskesmas meningkat menjadi
sebanyak 120 unit. Begitu pula Pos
Pelayanan Terpadu meningkat sebanyak 10
unit, dari 4.773 unit menjadi 4.783 unit.
Sementara
itu,
jumlah
puskesmas
pembantu
dan
puskesmas
keliling
mengalami penurunan masing-masing
sebanyak 4 dan 19 unit menjadi 523 dan
108 unit.

Is relevant if the improvement of


public health degrees are also coupled with
the availability of health facilities such as
public hospitals (RSU) and community
health centers (Puskesmas). However,
during the year 2013, there is addition
amounts of private hospital as much as 1
unit. Thus, the number of public hospital
increased to 46 units (10 units government
hospital and 36 units private hospital) and
Other Hospital 5 units (2 units special
hospital and 3 units military hospital).
However, when viewed from the
accommodation, there are improvements
by increasing the number of beds capacity
has now reached 5,465 units, of which only
4,813 units previously.

s.

Adalah relevan bila perbaikan derajat


kesehatan masyarakat tersebut dibarengi
pula
dengan
ketersediaan
fasilitas
kesehatan seperti rumah sakit umum (RSU)
dan
pusat
kesehatan
masyarakat
(Puskesmas). Selama tahun 2013, terjadi
penambahan jumlah RSU Swasta sebanyak
1 unit. Dengan demikian, jumlah RSU
menjadi sebanyak 46 unit (10 unit RSU
pemerintah dan 36 unit RSU swasta) dan
Rumah Sakit lainnya sebanyak 5 unit (2 unit
RS Khusus dan 3 unit RS Hankam). Namun
demikian jika dilihat dari daya tampungnya,
tampak ada perbaikan yaitu dengan
meningkatnya jumlah kapasitas tempat
tidur yang kini mencapai 5.465 buah, dari
sebelumnya yang hanya 4.813 buah.

Untuk ketersediaan tenaga medis


(dokter dan dokter gigi) serta para medis
lainnya, tampak juga menunjukkan
kecenderungan menurun ditahun ini.
Seperti tampak pada Tabel 4.2.13, jumlah
tenaga kesehatan di Bali pada tahun 2013
tercatat sebanyak 3.523 orang, terdiri dari
413 dokter, 232 dokter gigi, dan 2.878
paramedis.

110

For availability of medical personnel


(doctors and dentists) as well as other
medical, seem also tended to decrease for
this year. As shown in Table 4.2.13, the
number of health workers in Bali in 2013
there were 3,523 people, consisting of 413
doctors, 232 dentists, and 2,878
paramedics.

Bali Dalam Angka 2014

For this year, people with


tuberculosis and leprosy in Bali province has
increased compared to previous years i.e.
tuberculosis from 1,827 in 2012 to 2,999 in
2013 and leprosy to 84 in this year. The
opposite occurred in malaria patients are
decreasing compared with previous year
amounted to 10 patients. Meanwhile fever
dengue patients up to 7,077 patients. More
can be seen in Table 4.2.14.

Upaya
lain
yang
dilakukan
pemerintah sejauh ini dalam pelayanan
kesehatan masyarakat adalah melalui
program Keluarga Berencana (KB). Program
KB merupakan suatu usaha langsung yang
ditujukan untuk mengurangi tingkat
kelahiran terutama melalui program
penggunaan alat kontrasepsi secara
konsisten
dan
berkesinambungan.
Disamping juga bertujuan membangun
keluarga kecil yang bahagia dan sejahtera
dalam rangka usaha pembinaan dan
peningkatan mutu fisik SDM.

Another effort made by the


government so far in public health services
is through the family planning program
(KB). The family planning program is a
direct effort aimed at reducing the birth
rate primarily through the use of
contraceptives
consistently
and
continuously. Besides also aims to build a
small family a happy and prosperous in the
context of business development and
improvement of physical quality of human
resources.

ht

tp

://

ba

li.

bp

s.

go

.id

Untuk tahun ini, penderita TBC di


Provinsi Bali mengalami kenaikan dibanding
tahun sebelumnya yakni TBC dari 1.827 di
tahun 2012 menjadi 2.999 di tahun 2013
dan kusta menjadi 84 penderita ditahun ini.
Hal sebaliknya terjadi pada penderita
malaria yang menurun bila dibandingkan
dengan tahun sebelumnya menjadi 10
penderita. Sementara penderita demam
berdarah melonjak jadi 7.077 penderita.
Selengkapnya dapat dilihat pada Tabel
4.2.14.

Realisasi jumlah akseptor baru KB


pada tahun 2013 mencapai 75.863 peserta
dari 685.324 pasangan usia subur (PUS).
Jumlah akseptor baru KB ini mengalami
penurunan 2,32 persen dibandingkan tahun
2012 yang mencapai 77.665 peserta dari
678.885 PUS. Jumlah akseptor baru KB pada
tahun 2013 ini telah mencapai 120,13
persen atau melewati target yang ingin
dicapai sebanyak 63.150 peserta (lihat
Tabel 4.2.3).

Bali In Figures 2014

Actual number of new acceptors of


family planning in the year 2013 reached
75,863 participants from 685,324 eligible
couples (EFA). The number of new acceptors
of family planning had decreased 2.32
percent compared to the year 20121 which
reached 77,665 participants from 678,885
EFA. The number of new acceptors of family
planning in the year 2013 it has achieved
120.13 percent or over the target to be
achieved as many as 63,150 participants
(see Table 4.2.3).

111

Furthermore, if viewed from the way


the use of tools/methods of contraception,
can be seen in Table 4.2.4. From peeling
table, the most popular contraceptive
method by the new acceptors of family
planning in Bali during the year 2013 is a
method of injection and the IUD, each of
which reached 42.83 percent and 30.89
percent of the total family planning
acceptors. The rest kind of pill use
contraceptive methods (9.58%), condoms
(7.18%), implant (5.08%), MOW (4.02%),
and MOP is just 0.41 percent.

4.3. Agama dan Sarana Ibadah

4.3

Berdasarkan hasil Sensus Penduduk


tahun 2010 (SP2010), sebagian besar
penduduk di Provinsi Bali pada tahun 2010
memeluk agama Hindu, yakni mencapai
3.247.283 jiwa atau 83,46 persen dari
seluruh penduduk. Kemudian menganut
agama Islam sebanyak 520.244 jiwa atau
13,37 persen, dan sisanya beragama Kristen
Protestan 64.454 jiwa (1,66%), Kristen
Katholik 31.397 jiwa (0,81%), Budha 21.156
jiwa (0,54%), Konghucu 427 jiwa (0,01%)
dan aliran kepercayaan/lainnya 282 jiwa
(0,01%). Informasi ini dapat disimak pada
Tabel 4.3.1.

Based on the results of the 2010


Census of Population (SP2010), most
residents in the province of Bali in 2010,
embraced Hindu religion, which reached
3,247,283 people or 83.46 percent of the
total population. Then embraced Islam as
much as 520,244 people or 13.37 percent,
and the remaining 64,454 inhabitants were
Christianity (1.66%), Catholic 31,397
inhabitants (0.81%), Buddhist 21,156
inhabitants (0.54%), Confucious 427 (0.01%)
and flow trust/other 282 inhabitants
(0.01%). This information can be seen in
Table 4.3.1.

.id

Lebih jauh jika ditinjau dari cara


pemakaian alat/metode kontrasepsi, dapat
disimak pada Tabel 4.2.4. Dari kupasan
tabel tersebut, metode kontrasepsi yang
paling digemari oleh akseptor baru KB di
Bali selama tahun 2013 adalah metode
suntikan dan IUD yang masing-masing
mencapai 42,83 persen dan 30,89 persen
dari keseluruhan peserta KB. Selebihnya
memakai metode kontrasepsi jenis pil
(9,58%), kondom (7,18%), implan (5,08%),
MOW (4,02%), dan MOP yang hanya 0,41
persen.

ht

tp

://

ba

li.

bp

s.

go

Religion and Religious Facilities

Pada konteks lain, jumlah sarana


ibadah (tempat peribadatan) di Bali selama
tahun 2013 sebanyak 5.616 unit, meliputi
sarana ibadah umat Hindu 4.597 unit, Islam
709 unit, Kristen Protestan 227 unit, Budha
38 unit, Kristen Katolik 49 unit, dan
Konghucu 1 unit (lihat Tabel 4.3.2).

112

In other contexts, the number of places


of worship (religious place) in Bali during
the year 2013 as many as 5,616 units,
including Hindus temples 4,597 units, 709
units of mosque, 227 units of Christian
churches, 38 units of Buddhist temples,
Catholic churches 49 units, and Konghucu 1
unit (see Table 4.3.2).

Bali Dalam Angka 2014

4.4.

Court

Pembangunan yang diharapkan dapat


membawa penduduk ke arah yang lebih
maju masih sering dibarengi dengan tindak
kriminalitas, terutama dari sisi kuantitasnya.
Akibatnya, keamanan dan ketertiban
masyarakat menjadi terganggu. Sebagai
indikator keamanan, pencatatan statistik
kriminal menjadi bagian yang tak
terpisahkan.

Development that is expected to


bring the population to a more advanced
still often accompanied by acts of
criminality, especially in terms of quantity.
As a result, security and public order be
disturbed. As a safety indicator, recording
criminal statistics became an integral part.

Sepanjang tahun 2013, jumlah


perkara pidana yang masuk ke pengadilan
tinggi Bali sebanyak 2.266 kasus atau
menurun 11,28 persen dari tahun lalu yang
mencapai 2.554 kasus. Pada bagian lain,
jumlah perkara pidana yang diputuskan
mencapai 2.321 kasus atau turun 6,97
persen dari tahun lalu sebanyak 2.495 kasus
(Tabel 4.4.1).

During the year 2013, the number of


criminal cases that go to Bali as many as
2,266 high court case or decreased 11.28
percent from last year which reached 2,554
cases. On the other hand, the number of
criminal cases are resolved to reach 2,321
cases or 6.97 percent decrease from last
year as many as 2,495 cases (Table 4.4.1).

bp

s.

go

.id

4.4. Pengadilan

Meanwhile, the number of civil cases


that came in during the year 2013 were
1,631 cases or 4.69 percent increase from
last year as many as 1,558 cases.
Meanwhile, civil cases are decided as much
as 1,482 cases or 14.51 percent increase
from the previous year 1,482 cases (see
Table 4.4.2)

Pada
konteks
lain,
jumlah
pelanggaran lalu lintas berdasarkan laporan
Kepolisian Daerah Bali sepanjang tahun
2013 mengalami penurunan sebesar 4,74
persen atau sebanyak 69.101 kasus. Dari sisi
kenakalan
remaja/penyalahgunaan
narkotika di wilayah Bali terjadi 842 kasus
selama tahun 2013. Angka ini turun 2,77
persen dari tahun sebelumnya yang
mencapai 866 kasus (lihat tael 4.4.4).

In other contexts, the number of


traffic violations based on reports of Bali
Provincial Police throughout the year 2013
has decreased by 4.74 percent or a total of
69,101 cases. In terms of juvenile
delinquency/abuse of narcotics in Bali
occurred 842 cases during the year 2013.
This figure is down 2.77 percent from the
previous year which reached 866 cases.
More can be seen in Table 4.4.4.

ht

tp

://

ba

li.

Sementara itu, jumlah perkara


perdata yang masuk selama tahun 2013
sebanyak 1.631 kasus atau mengalami
kenaikan 4,69 persen dari tahun lalu
sebanyak 1.558 kasus. Sedangkan perkara
perdata yang diputuskan sebanyak 1.697
kasus atau meningkat 14,51 persen dari
tahun sebelumnya 1.482 kasus (lihat Tabel
4.4.2).

Bali In Figures 2014

113

.id

go

s.

bp

li.

ba

://

tp

ht

Grafik / Figure 4.1


Persentase Jumlah Sekolah Menurut Jenisnya di Bali Tahun 2012/2013
Percentage of School by Type/School Level in Bali, 2012/2013

SD
52.90%

SLTP
9.52%
SLB
0.34%

SMU
3.93%

SMK
3.18%

li.

bp

s.

go

.id

TK
30.12%

ba

Grafik / Figure 4.2

ht

tp

://

Jumlah Murid Menurut Jenis Sekolah di Bali Tahun 2012/2013


Number of Pupils by Type/School Level in Bali, 2012/2013

(Siswa)

439 942

500 000
400 000
300 000

189 301

200 000

79 494

41 873
100 000

69 949

1 734

Bali In Figures 2014

115

.id

go

s.

bp

li.

ba

://

tp

ht

Tabel
Table

Persentase Penduduk Usia 15 Tahun ke Atas Menurut Ijasah Tertinggi


yang Ditamatkan dan Kabupaten/Kota di Bali Tahun 2013
Percentage of Population 15 Years of Age and Over by Educational
Attainment and Regency/City, 2013

4.1.1 :

Ijasah Tertinggi yang Dimiliki / Educational Attainment


Kabupaten / Kota
Regency / City

Tidak
Punya

SD
Sederajat

SLTP
Sederajat

SLTA
Sederajat

DI / DII /
DIII

DIV / S1 /
S2 / S3

Not
Elementary Junior High Senior High Diploma I / Diploma IV /
Belonging Schools
Schools
Schools
II / III
S1 / S2 / S3
(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

1. Jembrana

13.71

38.47

19.15

24.25

1.15

3.27

2. Tabanan

12.29

27.95

20.09

30.52

4.12

5.03

3. Badung

8.52

19.78

13.99

41.92

7.03

8.77

4. Gianyar

10.44

21.43

19.65

37.26

4.16

7.06

5. Klungkung

16.06

25.88

20.95

29.32

2.76

5.03

6. Bangli

11.82

45.10

19.79

17.97

2.04

3.29

7. Karangasem

22.37

33.11

19.71

19.53

1.68

3.61

8. Buleleng

20.98

30.22

://

22.26

22.00

1.61

2.93

9. Denpasar

14.12

16.43

44.53

7.31

13.64

12.01

25.12

18.55

32.86

4.34

7.13

2012

11.85

23.68

19.37

33.10

4.46

7.54

2011

13.81

24.30

19.12

31.62

4.47

6.68

ht

BALI

3.97

ba

li.

bp

s.

go

.id

(2)

tp

(1)

Sumber : BPS Provinsi Bali


Source : BPS - Statistics of Bali Province

Bali In Figures 2014

117

Tabel
Table

Angka Melek Huruf Provinsi Bali Menurut Kabupaten/Kota


dan Jenis Kelamin Tahun 2013
Literacy Rate in Bali Province by Regency/City and Sex, 2013

4.1.2 :

Laki-laki
Male

Perempuan
Female

Laki-laki dan
Perempuan
Male and Female

(1)

(2)

(3)

(4)

1. Jembrana

96.52

88.89

92.65

2. Tabanan

97.27

86.32

91.64

3. Badung

95.80

88.72

92.30

4. Gianyar

95.83

85.03

90.44

5. Klungkung

92.35

76.81

84.47

6. Bangli

92.71

7. Karangasem
8. Buleleng

96.86

86.85

89.18

69.23

79.15

84.39

90.53

99.45

96.37

97.95

96.00

86.05

91.03

95.30

85.03

90.17

94.60

83.84

89.17

2010

93.01

83.79

88.40

2009

92.92

81.80

87.22

ba

bp

80.98

li.

s.

go

.id

Kabupaten / Kota
Regency / City

2011

tp

2012

ht

BALI

://

9. Denpasar

Sumber : BPS Provinsi Bali


Source : BPS - Statistics of Bali Province

118

Bali Dalam Angka 2014

Tabel
Table

4.1.3 :

Kabupaten/
Kota
Regency/
City
(1)

Angka Partisipasi Sekolah (APS) Provinsi Bali Menurut Kelompok Usia


dan Kabupaten/Kota Tahun 2013
School Participate Rate in Bali Province by Age Group and
Regency/City, 2013
Klp. Usia / Age Group
7 - 12 Th

Klp. Usia / Age Group


13 - 15 Th

Laki-laki Perempuan Lk + Prp


Male
Female
Ml + Fml

Laki-laki Perempuan Lk + Prp


Male
Female
Ml + Fml

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

1. Jembrana

100.00

100.00

100.00

96.91

97.77

97.35

2. Tabanan

98.96

100.00

99.47

91.63

99.25

94.95

3. Badung

99.74

100.00

99.85

96.83

96.52

96.67

4. Gianyar

99.01

100.00

99.48

94.29

92.63

93.48

5. Klungkung

100.00

100.00

100.00

95.57

97.64

96.65

6. Bangli

99.25

100.00

99.59

96.26

94.47

95.27

7. Karangasem

97.91

99.46

98.62

94.62

94.47

94.53

8. Buleleng

98.89

97.53

98.24

94.65

95.35

94.98

9. Denpasar

100.00

98.79

99.38

97.41

98.55

98.04

99.26

99.27

95.35

96.29

95.83

ba

li.

bp

s.

go

.id

(2)

99.29

2012

99.23

99.16

99.20

95.99

94.33

95.15

98.56

98.32

98.45

92.01

92.46

92.22

98.73

98.65

98.69

91.37

86.90

89.26

98.55

98.48

98.52

90.40

85.96

88.34

2010

tp
ht

2011

://

BALI

2009

berlanjut / continued .

Bali In Figures 2014

119

Lanjutan Tabel
Continued Table

Kabupaten/
Kota
Regency/
City

Klp. Usia / Age Group


16 - 18 Th

Klp. Usia / Age Group


19 - 24 Th

Laki-laki Perempuan Lk + Prp


Male
Female
Ml + Fml

Laki-laki Perempuan Lk + Prp


Male
Female
Ml + Fml

(9)

(10)

1. Jembrana

57.78

65.88

61.71

3.72

8.67

6.03

2. Tabanan

82.10

83.92

83.05

20.68

19.15

19.86

3. Badung

85.40

79.70

82.25

24.30

15.90

20.16

4. Gianyar

82.87

70.14

76.91

29.21

17.35

23.23

5. Klungkung

76.66

92.05

82.77

12.31

16.01

14.00

6. Bangli

64.74

59.39

62.22

3.46

5.33

4.36

7. Karangasem

72.42

70.31

71.54

9.46

10.17

9.82

8. Buleleng

71.52

69.17

70.37

11.78

17.37

14.66

9. Denpasar

81.13

62.56

73.55

32.03

24.72

28.59

BALI

76.55

70.98

73.95

21.34

17.56

19.48

2012

72.71

68.53

70.80

19.48

17.78

18.62

72.34

65.42

68.91

20.28

15.49

17.83

67.33

63.01

65.22

66.76

60.53

63.75

2010
2009
Catatan / Note :

go

bp

li.

ba

://

tp
ht

2011

(8)

(9)

.id

(8)

s.

(1)

4.1.3 :

(10)

Lk/Ml = Laki-laki/Male
Pr/Fml = Perempuan/Female

Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Bali


Source : BPS - Statistics of Bali Province

120

Bali Dalam Angka 2014

Tabel
Table

4.1.4 :

Angka Partisipasi Kasar (APK) Provinsi Bali Menurut Jenjang


Pendidikan dan Kabupaten/Kota Tahun 2013
Gross Enrolment Ratio in Bali Province by Education Level and
Regency/City, 2013
SD / MI
Elementary School
Laki-laki Perempuan Lk + Prp
Male
Female
Ml + Fml

Kabupaten/
Kota
Regency/
City
(1)

(2)

(3)

SMP / MTs
Junior High School
Laki-laki Perempuan Lk + Prp
Male
Female
Ml + Fml

(4)

(5)

(6)

(7)

117.75

102.02

110.43

83.52

102.32

93.14

108.52

102.26

105.47

91.56

93.62

92.46

3. Badung

99.91

106.93

103.04

108.90

102.01

105.44

4. Gianyar

112.38

108.97

110.75

81.97

84.17

83.04

5. Klungkung

102.81

108.07

105.42

82.80

79.32

80.98

6. Bangli

105.01

107.38

106.09

83.70

84.51

84.15

7. Karangasem

117.45

108.41

113.30

85.37

96.74

91.82

8. Buleleng

107.13

101.67

104.52

84.79

78.27

81.73

9. Denpasar

105.45

96.82

101.02

103.22

119.48

112.25

103.56

105.84

91.27

96.38

93.87

96.11

98.87

91.92

99.43

95.73

2012

101.42

2010
2009

go

s.

bp

li.

tp
101.28

98.45

99.95

85.99

98.53

91.71

111.12

112.03

111.56

77.75

75.51

76.69

110.43

111.24

110.81

77.22

78.43

77.78

ht

2011

ba

107.92

://

BALI

.id

1. Jembrana
2. Tabanan

berlanjut / continued .

Bali In Figures 2014

121

Lanjutan Tabel
Continued Table

Kabupaten/
Kota
Regency/
City

SMA / MA
Senior High School
Laki-laki Perempuan Lk + Prp
Male
Female
Ml + Fml
(8)

(9)

Perguruan Tinggi
Bachelor / Graduate
Laki-laki Perempuan Lk + Prp
Male
Female
Ml + Fml

(10)

(8)

(9)

(10)

54.06

66.43

60.06

5.64

7.73

6.62

2. Tabanan

102.82

107.30

105.14

20.01

19.72

19.86

3. Badung

85.10

65.67

74.35

27.35

23.86

25.63

4. Gianyar

103.94

81.87

93.60

29.61

22.55

26.05

5. Klungkung

108.61

141.79

121.78

11.61

9.83

10.80

6. Bangli

69.88

66.90

68.48

7.07

7.60

7.32

7. Karangasem

73.24

69.39

71.63

7.97

9.07

8.53

8. Buleleng

84.00

87.29

85.62

14.97

18.26

16.66

9. Denpasar

77.87

55.96

68.92

39.50

36.22

37.96

BALI

83.30

76.41

80.08

24.56

22.49

23.54

2012

86.15

86.85

86.47

25.05

22.49

23.76

90.64

77.91

84.33

26.61

21.07

23.78

85.00

79.60

82.36

87.35

76.65

82.18

2010
2009
Catatan / Note :

go

bp

li.

ba

://

tp
ht

2011

.id

1. Jembrana

s.

(1)

4.1.4 :

Lk/Ml = Laki-laki/Male
Pr/Fml = Perempuan/Female

Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Bali


Source : BPS - Statistics of Bali Province

122

Bali Dalam Angka 2014

Tabel
Table

4.1.5 :

Angka Partisipasi Murni (APM) Provinsi Bali Menurut Jenjang


Pendidikan dan Kabupaten/Kota Tahun 2013
Net Enrolment Ratio in Bali Province by Education Level and
Regency/City, 2013
SD / MI
Elementary School
Laki-laki Perempuan Lk + Prp
Male
Female
Ml + Fml

Kabupaten/
Kota
Regency/
City
(1)

SMP / MTs
Junior High School
Laki-laki Perempuan Lk + Prp
Male
Female
Ml + Fml

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

1. Jembrana

100.00

96.38

98.32

81.07

94.41

87.90

2. Tabanan

88.93

89.13

89.03

69.69

64.68

67.51

3. Badung

92.26

89.80

91.17

88.67

78.78

83.70

4. Gianyar

96.44

96.48

96.46

73.54

77.09

75.26

5. Klungkung

95.77

99.51

97.63

64.69

76.11

70.66

6. Bangli

99.25

98.76

99.03

78.79

75.64

77.04

7. Karangasem

97.91

98.36

98.12

75.31

89.82

83.54

8. Buleleng

96.59

97.53

97.04

78.23

78.27

78.25

9. Denpasar

93.27

86.42

89.76

85.42

91.88

89.00

93.39

94.28

78.78

82.53

80.69

ba

li.

bp

s.

go

.id

(2)

95.10

2012

93.42

88.51

91.06

75.53

74.62

75.07

91.57

89.06

90.39

65.99

72.94

69.16

96.23

94.79

95.53

69.54

65.93

67.83

95.98

93.86

94.99

69.11

65.37

67.38

2010

tp
ht

2011

://

BALI

2009

berlanjut / continued .

Bali In Figures 2014

123

Lanjutan Tabel
Continued Table

Kabupaten/
Kota
Regency/
City
(1)

4.1.5 :

SMA / MA
Senior High School
Laki-laki Perempuan Lk + Prp
Male
Female
Ml + Fml

Perguruan Tinggi
Bachelor / Graduate
Laki-laki Perempuan Lk + Prp
Male
Female
Ml + Fml

(9)

(10)

1. Jembrana

54.06

61.39

57.62

3.72

7.73

5.59

2. Tabanan

75.64

79.83

77.81

16.91

17.93

17.46

3. Badung

78.41

64.49

70.71

23.70

15.90

19.85

4. Gianyar

77.43

62.51

70.44

25.28

13.78

19.48

5. Klungkung

65.44

87.23

74.09

6.46

5.86

6.19

6. Bangli

60.27

50.37

55.60

3.46

4.84

4.13

7. Karangasem

64.25

62.15

63.37

5.77

6.46

6.12

8. Buleleng

68.96

65.25

67.13

11.78

14.32

13.09

9. Denpasar

76.44

50.09

65.68

31.40

23.85

27.85

BALI

71.15

62.48

67.10

19.81

15.67

17.77

2012

65.01

61.23

63.28

17.26

16.32

16.79

63.56

57.47

60.54

19.06

14.31

16.63

59.46

54.72

57.14

58.79

52.49

55.75

2010
2009
Catatan / Note :

go

s.

bp

li.

ba

://

tp
ht

2011

(8)

(9)

.id

(8)

(10)

Lk/Ml = Laki-laki/Male
Pr/Fml = Perempuan/Female

Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Bali


Source : BPS - Statistics of Bali Province

124

Bali Dalam Angka 2014

Banyaknya Sekolah, Murid, dan Guru Taman Kanak-kanak /


Raudhatul Anfal Menurut Kabupaten/Kota Tahun 2012/2013
Number of Schools, Pupils, and Teachers of Kindergarten by
Regency/City in Bali, 2012/2013

Tabel
4.1.6 :
Table

Kabupaten/
Kota

Sekolah / Schools

Murid / Pupils

Guru
Teachers

Swasta
Private

Jumlah
Total

Laki-laki
Male

Prp.
Female

Jumlah
Total

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

116

119

1 362

1 447

2 809

748

2. Tabanan

225

227

3 385

2 969

6 354

1 063

3. Badung

177

184

4 856

4 503

9 359

990

4. Gianyar

120

125

3 612

3 489

7 101

561

5. Klungkung

14

78

92

1 713

1 694

3 407

682

6. Bangli

12

55

67

978

932

1 910

340

7. Karangasem

96

103

1 810

1 723

3 533

788

8. Buleleng

200

206

3 162

2 869

6 031

789

9. Denpasar

271

278

875

494

1 369

1 132

Jumlah/Total :

ht

tp

://

ba

li.

bp

s.

1. Jembrana

.id

Negeri
State

go

Regency/
City

63

1 338

1 401

21 753

20 120

41 873

7 093

2011/2012

38

1 269

1 307

31 825

30 052

61 877

4 591

2010/2011

22

1 160

1 182

61 281

2009/2010

22

1 183

1 205

34 249

32 758

67 007

4 987

2008/2009

19

1 102

1 121

19 048

18 064

59 824

3 218

Sumber : Dinas Pendidikan Provinsi Bali


Source : Education Department of Bali Province

Bali In Figures 2014

125

Banyaknya Sekolah, Murid, dan Guru Sekolah Luar Biasa


Menurut Kabupaten/Kota Tahun 2012/2013
Number of Schools, Pupils, and Teachers of Extra Ordinary Schools
by Regency/City in Bali, 2012/2013

Tabel
Tabel
4.1.7 :
Table

Murid / Pupils

Guru
Teachers

Regency/
City

Negeri
State

Swasta
Private

Jumlah
Total

(1)

(2)

(3)

(4)

1. Jembrana

60

41

101

17

2. Tabanan

121

76

197

36

3. Badung

133

78

211

43

4. Gianyar

83

195

26

5. Klungkung

53

39

92

14

6. Bangli

bp

Sekolah / Schools

46

27

73

19

7. Karangasem

54

36

90

22

8. Buleleng

9. Denpasar

ba

Kabupaten/
Kota

(6)

go

.id

(5)

s.

112

li.

Jumlah
Total
(7)

(8)

122

78

200

43

364

211

575

69

://

tp

Jumlah/Total :

Laki-laki Prp.
Male
Female

16

1 065

669

1 734

289

2011/2012

14

16

1 200

821

2 021

373

2010/2011

15

17

650

476

1 126

228

2009/2010

13

16

1 309

275

2008/2009

13

16

729

495

1 224

234

ht

14

Sumber : Dinas Pendidikan Provinsi Bali


Source : Education Department of Bali Province

126

Bali Dalam Angka 2014

Tabe
Tabel

4.1.8 :

Kabupaten/
Kota

Sekolah / Schools

Regency/
City

Negeri Swasta
Jumlah
M.I.
State Private Madrasah Total
(2)

(3)

(4)

Laki-laki Prp.
Male
Female

(5)

(6)

(7)

Jumlah
Total

Guru
Teachers

(8)

(9)

14 619

29 839

1 492

181

193

15 220

2. Tabanan

323

331

19 858

18 879

38 737

2 547

3. Badung

247

18

267

31 405

29 663

61 068

3 217

4. Gianyar

280

287

24 720

23 589

48 309

3 144

5. Klungkung

138

140

9 685

8 881

18 566

1 529

6. Bangli

162

162

12 258

11 383

23 641

1 420

7. Karangasem

355

363

24 476

23 597

48 073

3 856

8. Buleleng

476

21

501

42 526

42 126

84 652

4 435

9. Denpasar

169

41

217

42 766

44 291

87 057

4 042

80

50

2 461

222 914 217 028 439 942

25 682

225 648 209 186 434 834

27 414

s.

bp

li.

://

tp

ht

Jumlah/Total : 2 331

go

1. Jembrana

ba

(1)

Murid / Pupils

.id

Tabel
Table

Banyaknya Sekolah, Murid, dan Guru Sekolah Dasar / Madrasah


Ibtidaiyah Menurut Kabupaten/Kota Tahun 2012/2013
Number of Schools, Pupils, and Teachers of Elementary School by
Regency/City in Bali, 2012/2013

2011/2012

2 331

84

51

2 466

2010/2011

2 368

87

47

2 502

437 666

26 942

2009/2010

2 376

80

50

2 506

428 462

25 422

2008/2009

2 347

79

48

2 474

428 546

21 990

Sumber : Dinas Pendidikan Provinsi Bali


Source : Education Department of Bali Province

Bali In Figures 2014

127

Tabel
Tabel
4.1.9 :
Table

Banyaknya Sekolah, Murid, dan Guru Sekolah Lanjutan Pertama /


Madrasah Tsanawiah Menurut Kab./Kota Tahun 2012/2013
Number of Schools, Pupils, and Teachers of Junior High Schools by
Regency/City in Bali, 2012/2013

Kabupaten/
Kota

Sekolah / Schools

Regency/
City

MTs.
Negeri Swasta
Jumlah
Madrasa
State Private
Total
h
(3)

(4)

Guru
Teachers
Laki-laki Prp.
Jumlah
Male Female
Total

(5)

(6)

(7)

(8)

(9)

18

34

6 455

5 912

12 367

739

2. Tabanan

36

43

9 943

9 174

19 117

1 953

3. Badung

19

33

53

13 789

12 768

26 557

1 440

4. Gianyar

21

26

48

10 333

21 541

733

5. Klungkung

20

4 635

4 056

8 691

1 449

6. Bangli

24

30

5 031

4 777

9 808

795

7. Karangasem

57

65

10 393

8 937

19 330

1 805

8. Buleleng

56

21

85

16 782

15 488

32 270

1 478

9. Denpasar

12

45

61

20 308

19 312

39 620

1 616

151

443

98 544

90 757 189 301 12 008

://

go

bp

ba

tp

263

24

11 208

ht

Jumlah/Total :

.id

1. Jembrana

s.

(2)

Murid / Pupils

li.

(1)

Tabe
Tabel

29

2011/2012

251

146

28

425

95 421

87 373 182 794 13 874

2010/2011

202

174

376

91 864

84 543 176 407 12 910

2009/2010

213

194

407

91 708

82 360 174 068 12 920

2008/2009

242

134

376

101 811

96 110 197 921 11 922

Sumber : Dinas Pendidikan Provinsi Bali


Source : Education Department of Bali Province

128

Bali Dalam Angka 2014

Banyaknya Sekolah, Murid, dan Guru Sekolah Menengah Umum /


Madrasah Aliyah Menurut Kabupaten/Kota Tahun 2012/2013
Number of Schools, Pupils, and Teachers of Senior High Schools by
Regency/City in Bali, 2012/2013

Tabel
4.1.10 :
Table

Kabupaten/
Kota

Sekolah / Schools

Regency/
City

Negeri Swasta M.A. Jumlah


State Private Madrasa Total
h
(2)

(3)

(4)

Guru
Teachers

Laki-laki
Male

Prp.
Female

Jumlah
Total

(6)

(7)

(8)

(9)

3 841

7 456

518

(5)

18

3 615

2. Tabanan

21

3 874

3 867

7 741

1 058

3. Badung

11

19

4 898

5 382

10 280

813

4. Gianyar

10

18

4 246

3 674

7 920

739

5. Klungkung

11

2 715

2 115

4 830

492

6. Bangli

1 319

1 124

2 443

334

7. Karangasem

18

5 014

4 220

9 234

752

8. Buleleng

17

16

37

5 840

4 894

10 734

1 441

9. Denpasar

22

33

8 994

9 862

18 856

1 458

go

s.

bp

li.

://

ht

tp

.id

1. Jembrana

ba

(1)

Murid / Pupils

75

90

18

183

40 515

38 979

79 494

7 605

2011/2012

75

97

16

188

39 422

37 239

76 661

7 898

2010/2011

78

89

167

47 129

43 338

90 467

7 505

2009/2010

79

103

182

37 561

33 822

71 383

7 553

2008/2009

72

99

171

34 251

31 797

66 048

7 022

Jumlah/Total :

Sumber : Dinas Pendidikan Provinsi Bali


Source : Education Department of Bali Province

Bali In Figures 2014

129

Banyaknya Sekolah, Murid, dan Guru Sekolah Menengah


Tabe
Tabel
Kejuruan Menurut Kabupaten/Kota Tahun 2012/2013
Number of Schools, Pupils, and Teachers of Vocational High Schools
by Regency/City in Bali, 2012/2013

Tabel
Tabel
4.1.11 :
Table

Kabupaten/
Kota

Murid / Pupils

Guru
Teachers

Regency/
City

Negeri
State

Swasta
Private

Jumlah
Total

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

1. Jembrana

1 919

1 474

3 393

296

2. Tabanan

10

13

3 072

2 660

5 732

581

3. Badung

17

19

6 107

4 594

10 701

902

4. Gianyar

20

27

6 403

5 954

12 357

1 407

5. Klungkung

s.

Sekolah / Schools

1 297

2 842

281

6. Bangli

12

2 151

1 514

3 665

429

7. Karangasem

2 869

1 304

4 173

346

8. Buleleng

16

25

3 991

3 626

7 617

1 104

9. Denpasar

25

30

11 227

8 242

19 469

1 560

Jumlah/Total :

43

105

148

39 284

30 665

69 949

6 906

go

1 545

bp

li.

ht

tp

://

ba

.id

Laki-laki
Prp.
Male
Female

Jumlah
Total

2011/2012

43

105

148

38 546

29 499

68 045

6 835

2010/2011

39

91

130

35 696

27 246

62 942

4 017

2009/2010

40

95

135

24 346

19 015

43 361

2 711

2008/2009

38

75

113

23 282

18 995

42 277

4 166

Sumber : Dinas Pendidikan Provinsi Bali


Source : Education Department of Bali Province

130

Bali Dalam Angka 2014

Tabel
Table

Banyaknya Murid yang Putus Sekolah Menurut Jenjang Pendidikan


dan Kabupaten/Kota di Bali Tahun 2012/2013
Number of Drop Out Pupils by Level and Regency/City in Bali, 2012/2013

4.1.12 :

SD / MI
Junior High Schools

Kabupaten/Kota
Regency/City Negeri Swasta Jumlah
State Private Total

(6)

(8)

(9)

(10)

2. Tabanan

27

12

39

10

3. Badung

10

4. Gianyar

13

13

11

12

14

5. Klungkung

10

10

54

54

19

19

6. Bangli

7. Karangasem

235

235

23

24

40

40

8. Buleleng

144

144

113

32

145

70

30

100

12

23

12

35

183

117

300

149

88

237

tp

9. Denpasar

s.

(7)

go

(5)

bp

(4)

li.

1. Jembrana

Negeri Swasta Jumlah


State Private Total

ba

(3)

Negeri Swasta Jumlah


State Private Total

://

(2)

SMU / MA
Senior High Schools

.id

(1)

SLTP / MTs
Junior High Schools

434

2011/2012

533

536

312

56

368

104

74

178

2010/2011

39

73

112

39

86

125

2009/2010

124

79

354

129

179

493

2008/2009

39

73

112

39

86

125

420

14

ht

Jumlah / Total :

Sumber : Dinas Pendidikan Provinsi Bali


Source : Education Department of Bali Province

Bali In Figures 2014

131

Tabel
Table

Banyaknya Sarana dan Akseptor Baru Keluarga Berencana Menurut


Kabupaten/Kota dan Jenis Sarana di Bali Tahun 2013
4.2.1 :
Number of Facilities Available and New Family Planning Acceptors by
Regency/Municipality and Type of Facility in Bali, 2013
Sarana

Akseptor Baru
New Acceptors

Facilities

Kabupaten/Kota
Regency/City

KKB

TKBK

PKBRS

KKB +
TKBK +
PKBRS

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

1. Jembrana

61

15

2 027

3 440

5 467

2. Tabanan

34

10

2 713

4 586

7 299

3. Badung

51

3 289

5 012

8 301

4. Gianyar

75

11

3 228

5. Klungkung

79

13

6. Bangli

63

11

7. Karangasem

53

10

8. Buleleng

85

12

9. Denpasar

56

Jumlah / Total :

557

Catatan / Note :

582
573
560
512

.id

go

7 888

808

2 398

1 709

1 854

3 563

4 968

4 186

9 154

6 704

8 834

15 538

21

17

8 872

7 383

16 255

108

34

35 100

40 763

75 863

348
52
58
63

37
42
29
29

33 632
34 986
29 816
26 030

44 033
44 090
41 254
37 683

77 665
79 076
71 070
63 713

://

ba

li.

bp

s.

4 660

1 590

tp

ht

2012
2011
2010
2009

dr. Swasta dan Jumlah


Bidan Praktek
Total
Physician and
Private Midwife

KKB = Klinik Keluarga Berencana (KB) / Family Planning Clinics


TKBK = Tim KB Keliling / Family Planning Mobile Team
PKBRS = Pelayanan KB Rumah Sakit / Hospital Family Planning Programme

Sumber : Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional Provinsi Bali


Source : National Family Planing Coordination Agency of Bali Province

132

Bali Dalam Angka 2014

Tabel
Table

Banyaknya Pasangan Usia Subur, Akseptor Baru, dan Klinik Keluarga


Berencana Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Bali Tahun 2013
4.2.2 :
Number of Fertile Age Couples, New Acceptors, and Family Planning Clinics by
Regency/City in Bali Province, 2013

(3)

(4)

(5)

(6)

1. Jembrana

57 297

5 467

9.54

61

89.62

2. Tabanan

85 646

7 299

8.52

go

95.42

35

85.22

208.54

3. Badung

78 552

8 301

10.57

53

105.68

156.62

4. Gianyar

84 489

7 888

9.34

78

93.36

101.13

5. Klungkung

32 929

2 398

7.28

82

72.82

29.24

6. Bangli

45 803

3 563

63

77.79

56.56

7. Karangasem

86 266

://

7.78

9 154

10.61

53

106.11

172.72

8. Buleleng

132 741

15 538

11.71

85

117.06

182.80

81 601

16 255

19.92

60

199.20

270.92

Jumlah / Total :

685 324

75 863

11.07

570

110.70

133.09

2012

678 885

77 665

11.44

619

114.40

125.47

2011

669 944

79 076

11.80

573

118.03

138.00

2010

659 546

71 070

10.78

589

107.76

120.66

2009

642 968

63 713

9.91

541

99.09

117.77

bp
li.

ba

ht

9. Denpasar

s.

(2)

tp

(1)

.id

% Peserta
Jumlah
Akseptor
Rata-Rata
KB Baru
Klinik
Baru Per
Akseptor Baru
Terhadap
Pasangan
KB+PKBRS 1000 PUS
Per
PUS
Usia
Akseptor
Kabupaten/Kota
Number of
New
KKB+PKBRS
Subur Baru New % New
Regency/City
Family
Acceptors
New Acceptors
Fertile Age Acceptors Acceptor
Planning
per 1000
per (FPC +
To Fertile
Couples
Clinics +
Fertile Age
PKBRS)
Age
PKBRS
Couples
Couples
(7)

Sumber : Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional Provinsi Bali


Source : National Family Planing Coordination Agency of Bali Province

Bali In Figures 2014

133

4.2.3 :

Kabupaten/Kota
Regency/City

(1)

Pencapaian Target Akseptor Baru Peserta Keluarga Berencana dan


Jenis Alat Kontrasepsi Menurut Kabupaten/Kota di Bali Tahun 2013
Realization of New Acceptors and Type of Contraceptive by Regency/
City in Bali, 2013

Target
Target

% Peserta
KB Baru
Jumlah
Peserta KB Terhadap
Target
Baru
% of New
New
Acceptors Acceptors to
Target

(2)

(3)

Peserta KB Baru Menurut


Metode Kontrasepsi
The New Acceptors by
Contraception

(4)

4 148

5 467

131.80

2. Tabanan

7 416

7 299

98.42

3. Badung

7 029

8 301

118.09

4. Gianyar

7 258

7 888

5. Klungkung

1 988

2 398

6. Bangli

3 227

3 563

7. Karangasem

7 943

Pil
Tablet

Kondom
Condom

(5)

(6)

(7)

736

244

287

615

360

2 091

945

415

108.68

3 495

1 055

362

120.65

813

114

323

110.40

1 138

215

162

9 154

115.25

3 022

813

801

3 050

12 405

15 538

125.26

4 634

1 939

1 387

9. Denpasar

11 736

16 255

138.51

4 458

1 327

1 348

2012
2011
2010
2009

tp
ht

Jumlah / Total :

://

8. Buleleng

ba

li.

bp

s.

go

1. Jembrana

IUD
IUD

.id

Tabel
Table

63 150

75 863

120.13

23 437

7 267

5 445

61 880
52 970
61 126
54 384

77 665
79 076
71 070
63 713

125.51
149.28
116.27
117.15

22 487
22 634
17 664
12 569

7 366
7 722
7 772
8 066

6 771
7 302
5 999
5 333

berlanjut / continue .

134

Bali Dalam Angka 2014

Lanjutan Tabel
Continued Table

4.2.3 :

Peserta KB Baru Menurut Metode Kontrasepsi


The New Acceptors by Contraception
MOP
Vasectomy

MOW
Tubectomy

Suntikan
Injection

Implan
Implant

(1)

(8)

(9)

(10)

(11)

(12)

1. Jembrana

85

130

2 964

1 021

2. Tabanan

207

3. Badung

32

4. Gianyar

12

5. Klungkung

42

6. Bangli

7. Karangasem

8. Buleleng

0
0

Jumlah / Total :
2012
2011
2010
2009

405

207

4 339

272

287

2 502

175

94

680

332

38

86

1 731

193

28

221

3 814

455

58

552

6 279

689

14

1 266

7 527

315

312

3 050

32 495

3 857

0
0
0
0

373
314
274
211

2 888
2 413
2 150
1 716

34 945
35 688
34 590
34 009

2 835
3 003
2 621
1 809

tp

://

li.

bp

s.

go

2 659

ht

9. Denpasar

.id

Obat
Vaginal
Vaginal
Medicine

ba

Kabupaten/Kota
Regency/City

Sumber : Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional Provinsi Bali


Source : National Family Planing Coordination Agency of Bali Province

Bali In Figures 2014

135

Tabel
Table

4.2.4 :

Persentase Akseptor Baru Menurut Jenis Alat Kontrasepsi yang


Digunakan di Bali Tahun 2003 - 2013
Percentage of New Family Planning Acceptors, by Method of
Contraception in Bali 2003 - 2013
Peserta KB Baru Menurut Metode Kontrasepsi
The New Acceptors by Contraception

IUD
IUD

Pil
Tablet

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

(9)

(10)

2003

22.72

15.18

2.87

0.11

4.42

52.80

1.90

100.00

2004

22.49

12.91

1.63

0.02

.id

Jumlah
Total

2.17

59.94

0.84

100.00

2005

21.04

14.73

2.06

go

KonObat
MOP MOW
dom Vaginal
Suntikan Implan
Vasec- TubecCon- Vaginal
Injection Implant
tomy tomy
dom Medicine

0.03

1.73

58.92

1.49

100.00

2006

20.03

13.69

2.11

s.

Tahun
Year

1.98

60.66

1.47

100.00

2007

20.26

12.88

2.54

0.08

2.14

60.44

1.66

100.00

2008

19.25

12.63

3.20

2009

19.73

12.66

2010

24.85

10.94

2011

28.62

2012
2013

li.

bp

0.06

0.20

2.04

60.41

2.27

100.00

8.37

0.33

2.69

53.38

2.84

100.00

8.44

0.39

3.03

48.67

3.69

100.00

ht

tp

://

ba

9.77

9.23

0.40

3.05

45.13

3.80

100.00

28.95

9.48

8.73

0.48

3.72

44.99

3.65

100.00

30.89

9.58

7.18

0.41

4.02

42.83

5.08

100.00

Sumber : Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional Provinsi Bali


Source : National Family Planing Coordination Agency of Bali Province

136

Bali Dalam Angka 2014

Banyaknya Pasangan Usia Subur (PUS) dan Peserta KB Aktif


di Bali Tahun 2003 - 2013
Number of Fertile Age Couples and Active Family Planning Programme
Members in Bali, 2003 - 2013

4.2.5 :

%
Jumlah Peserta
PUS
Peserta KB Aktif
Tahun Fertile KB Aktif thd. PUS
Active % Active
Age
Year
Couples Mem- Members
Fertile
bers
Couples
(2)

(3)

(4)

IUD
IUD

Pil
Tablet

(5)

(6)

MOP +
Kon- MOW
dom VasecCon- tomy+
dom Tubectomy
(7)

Suntikan
Injection

(8)

(9)

Obat
VagiIm-plan
nal
ImVaginal
plant
Medicine
(10)

(11)

556 641 463 126

83.20

263 771 31 245

5 067 25 507 134 385

3 134

17

2004

572 355 478 988

83.69

267 017 33 395

5 744 25 395 144 743

2 784

10

2005

583 878 486 970

83.40

267 675 33 789

15 157

3 398

2006

586 581 491 184

83.74

264 010 34 757

5 894 24 310 158 632

3 581

2007

607 998 496 900

81.73

262 583 38 211

6 292 23 458 172 150

3 833

2008

619 274 512 986

82.84

259 229 40 479

6 863 22 898 178 639

4 877

2009

635 151 529 827

83.42

260 836 43 625

7 974 20 522 188 911

5 368

2009

642 968 547 348

262 083 47 715 13 063 23 469 194 227

6 791

2010

659 546 562 484

85.28

266 299 47 249 15 486 23 942 201 116

8 392

2011

669 944 573 932

85.67

269 967 47 942 16 806 24 605 204 558 10 054

2012

678 885 584 609

86.11

275 093 48 977 18 982 22 266 205 004 11 223

2013

685 324 583 279

85.11

273 346 48 597 19 863 25 697 203 307 12 469

tp

://

ba

bp

s.

go

2003

li.

(1)

Peserta KB Aktif Menurut Metode Kontrasepsi


The Active Acceptors by Contraception

.id

Tabel
Table

ht

85.13

5 714 24 868

Sumber : Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional Provinsi Bali


Source : National Family Planing Coordination Agency of Bali Province

Bali In Figures 2014

137

4.2.6 :

Kabupaten/Kota
Regency/City

Banyaknya Peserta KB Aktif Dibandingkan Dengan Pasangan Usia


Subur (PUS) Per Kabupaten/Kota di Bali Tahun 2013
Number of Active Family Planning Programme Members Compared With
Fertile Couples by Regency/City in Bali, 2013

Jumlah
PUS
Peserta
Fertile Age KB Aktif
Active
Couples
Members

Peserta KB Aktif Menurut Metode


Kontrasepsi
The Active Acceptors by
Contraception
IUD
IUD

Pil
Tablet

Kondom
Condom

(5)

(6)

(7)

12 364

4 423

1 487

44 242

3 552

1 227

85.48

35 574

6 440

1 593

83.65

42 331

5 628

1 076

87.07

11 688

2 101

914

(2)

(4)

1. Jembrana

57 297

50 564

88.25

2. Tabanan

85 646

71 901

83.95

3. Badung

78 552

67 145

4. Gianyar

84 489

70 675

5. Klungkung

32 929

28 671

6. Bangli

45 803

41 419

7. Karangasem

86 266

8. Buleleng

132 741

9. Denpasar

s.

go

(1)

21 986

2 441

576

81.85

31 688

4 871

2 192

114 427

86.20

43 186

10 374

7 753

81 601

67 870

83.17

30 287

8 767

3 045

685 324

583 279

85.11

273 346

48 597

19 863

2012

678 885

584 609

86.11

275 093

48 977

18 982

2011

669 944

573 932

85.67

269 967

47 942

16 806

2010

659 546

562 484

85.28

266 299

47 249

15 486

2009

642 968

547 348

85.13

262 083

47 715

13 063

Jumlah / Total :

tp

://

ba

90.43

70 607

ht

li.

bp

(3)

% Peserta
KB Aktif
Terhadap
PUS
% Active
Members
Fertile
Couples

.id

Tabel
Table

berlanjut / continue .

138

Bali Dalam Angka 2014

Lanjutan Tabel
Continued Table

4.2.6 :

Peserta KB Aktif Menurut Metode Kontrasepsi


The Active Acceptors by Contraception
Kabupaten/Kota
Regency/City

MOP +
MOW
Vasectomy+
Tubectomy

Suntikan
Injection

Implan
Implant

(1)

(8)

(10)

(11)

(12)

1. Jembrana

1 335

27 615

3 340

2. Tabanan

2 591

19 726

563

3. Badung

3 437

19 829

272

4. Gianyar

3 150

17 829

661

5. Klungkung

823

11 420

1 725

6. Bangli

li.

bp

s.

go

.id

Obat
Vaginal
Vaginal
Medicine

14 204

600

3 211

25 954

2 691

5 285

45 517

2 312

4 253

21 213

305

Jumlah / Total :

25 697

203 307

12 469

2012

22 266

205 004

11 223

2011

24 605

204 558

10 054

2010

23 942

201 116

8 392

2009

23 469

194 227

6 791

ba

1 612

7. Karangasem

://

8. Buleleng

ht

tp

9. Denpasar

Sumber : Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional Provinsi Bali


Source : National Family Planing Coordination Agency of Bali Province

Bali In Figures 2014

139

Tabel
Table

Banyaknya Penderita Cacat Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis


Cacatnya di Bali Tahun 2013
Number of Handicapped People by Regency/City and
Type of Handicap in Bali, 2013

4.2.7 :

Cacat Anggota
Cacat Mental
Badan
Mentally
Handicapped
Handicapped
Body

Jompo/
Lanjut Usia
Elderly
Men/Women

Tuna
Wicara
Deaf

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

1. Jembrana

105

187

502

90

1 569

2. Tabanan

295

364

1 578

375

758

3. Badung

323

276

664

202

156

4. Gianyar

192

265

1 090

5. Klungkung

146

206

415

6. Bangli

169

120

7. Karangasem

223

347

8. Buleleng

467

9. Denpasar

293

2010
2009

138

318

1 698

236

4 879

1 689

1 213

1 115

5 204

242

344

169

601

3 696

7 780

2 468

14 800

2 213

3 696

7 758

2 468

684

2 343

3 694

7 648

8 266

15 589

4 304

4 372

7 928

5 347

19 521

4 942

5 073

9 211

6 101

16 415

bp

li.

ba

2 213

s.

go

2011

566

276

ht

2012

749

103

tp

Jumlah / Total :

40

://

(1)

.id

Tuna
Netra
Blind

Kabupaten/Kota
Regency/City

Sumber : Dinas Sosial Provinsi Bali


Source : Social Affairs Department of Bali Province

140

Bali Dalam Angka 2014

Pengemis/
Gelandangan
(Orang)
Beggars/Tramps
Homeless (People)

Pekerja Seks
Komersial (Orang)
Prostitutes (People)

(1)

(2)

(3)

(4)

2003

13 444

850

305

2004

23 517

290

2005

26 402

1 479

415

2006

27 027

450

250

2007

27 027

48

40

2008

19 253

83

1 878

25 327

945

392

21 951

1 689

109

21 951

1 230

244

16 135

147

391

16 243

26

94

ht

s.

tp

2010

2012

bp

li.

ba

2009

2011

go

Tahun
Year

Penderita Cacat
(Orang)
Disabled (People)

.id

4.2.8 :

Banyaknya Penderita Cacat, Pengemis/Gelandangan, dan


Pekerja Seks Komersial yang Disantuni di Bali Tahun 2003-2013
Number of Disabled, Beggars, and Protitutes Rehabilitated
in Bali, 2003 - 2013

://

Tabel
Table

2013
Sumber : Dinas Sosial Provinsi Bali

Source : Social Affairs Department of Bali Province

Bali In Figures 2014

141

Banyaknya Panti Asuhan Menurut Status Pengusahaan dan


Kabupaten/Kota di Provinsi Bali Tahun 2013
Number of Orphanages by Regency/City and Status of Operation
in Bali Province, 2013

Tabel
4.2.9 :
Table

Pemerintah
Government
Kabupaten/Kota
Regency/City

Swasta
Private

Jumlah
Total

Panti
Asuhan
Orphanages

Penghuni
Members

Panti
Asuhan
Orphanages

Penghuni
Members

Panti
Asuhan
Orphanages

Penghuni
Members

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

1. Jembrana

19

2. Tabanan

80

3. Badung

4. Gianyar

5. Klungkung

6. Bangli

7. Karangasem

8. Buleleng

9. Denpasar

309

103

183

204

204

357

357

242

242

171

171

105

105

130

20

461

22

591

110

17

540

19

650

320

88

2 492

93

2 812

2012

238

64

2 492

65

2 730

2011

160

71

3 060

75

3 220

2010

205

74

3 490

79

3 695

2009

246

73

3 676

78

3 922

go

s.
bp

li.

ba
://

tp

Jumlah / Total :

309

.id

19

ht

(1)

Sumber : Dinas Sosial Provinsi Bali


Source : Social Affairs Department of Bali Province

142

Bali Dalam Angka 2014

Tabel
Table

Banyaknya Korban Bencana Alam Menurut Jenis dan


Kabupaten/Kota di Provinsi Bali Tahun 2013
4.2.10 :
Number of Victim of Natural Disasters Occurring by Type
of Disaster and Regency/City In Bali Province, 2013

Kabupaten/Kota
Regency/City

Angin
Tanah
Topan
Longsor
Hurricane Slide Land

Banjir
Flood

Gempa
Bumi
Earth
Quake

Lain-Lain
Others

Jumlah
Total

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

1. Jembrana

10

2. Tabanan

17

31

86

134

3. Badung

139

142

4. Gianyar

16

11

96

123

18

32

8. Buleleng

72

9. Denpasar

2012
2011

go

20

31

52

49

140

229

47

128

231

478

136

143

92

245

867

1 343

35

330

85

273

731

1 130

192

217

65

1 604

138

ht

Jumlah / Total :

s.

bp

34

ba

li.

7. Karangasem

://

6. Bangli

tp

5. Klungkung

.id

(1)

Sumber : Dinas Sosial Provinsi Bali


Source : Social Affairs Department of Bali Province

Bali In Figures 2014

143

Banyaknya Rumah Sakit dan Kapasitas Tempat Tidur Menurut


Kabupaten/Kota dan Jenisnya di Bali Tahun 2013
Number of Hospitals and Capacity of Beds by Regency/City
and Type of Hospitals in Bali, 2013

4.2.11 :

(1)

Rumah Sakit Lainnya


Another Hospital
Khusus
Hankam
Specialised
Army

Yang
Ada
Available

Kapasitas
Capacity

Yang
Ada
Available

Kapasitas
Capacity

Yang
Ada
Available

Kapasitas
Capacity

Yang
Ada
Available

Kapasitas
Capacity

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

(9)

.id

Kabupaten/Kota
Regency/City

Rumah Sakit Umum


Central Hospital
Pemerintah
Swasta
Government
Private

122

77

2. Tabanan

227

278

3. Badung

132

4. Gianyar

210

5. Klungkung

144

6. Bangli

310

7. Karangasem

141

8. Buleleng

9. Denpasar

2012
2011
2010
2009

272

241

57

62

340

249

328

60

14

1 034

25

223

s.

bp

li.

ba

://
933

ht

go

1. Jembrana

Jumlah / Total :

tp

Tabel
Table

10

2 468

36

2 349

365

283

10
10
10
10

2 252
2 253
2 060
2 042

35
33
30
30

1 952
1 749
1 613
1 676

2
2
2
2

365
365
373
310

3
3
3
3

244
244
227
207

Sumber : Dinas Kesehatan Provinsi Bali


Source : Health Department of Bali Province

144

Bali Dalam Angka 2014

Tabel
Table

Banyaknya Fasilitas Pelayanan Kesehatan Masyarakat Menurut


Kabupaten/Kota dan Jenisnya di Provinsi Bali Tahun 2013
Number of Community Health Service Facilities by Regency/City
and Type of Falicities in Bali Province, 2013

4.2.12 :

Jenis Fasilitas Pelayanan Kesehatan


Type of Service Facilities

Jumlah
Pos
Puskesmas Puskesmas
Kecamatan
Pelayanan
Pembantu
Keliling
Puskesmas
Number of
Terpadu
Public Health Supporting Moving Public
Districts
Coordinated
Public Health
Health
Centers
health Centre
Centers
Centers

Kabupaten/Kota
Regency/City

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

1. Jembrana

10

43

10

328

2. Tabanan

10

20

76

21

828

5. Klungkung

9. Denpasar

57

572

13

566

53

292

12

59

11

351

70

12

671

20

76

21

714

11

24

12

461

57

120

523

108

4 783

2012

57

115

527

127

4 773

2011

57

114

528

150

4 751

2010

57

114

525

138

4 757

2009

57

114

526

138

4 738

tp
ht

Jumlah / Total :

li.

8. Buleleng

65

12

ba

4
8

://

6. Bangli
7. Karangasem

go

13
13

s.

6
7

bp

3. Badung
4. Gianyar

.id

(1)

Sumber : Dinas Kesehatan Provinsi Bali


Source : Health Department of Bali Province

Bali In Figures 2014

145

Tabel
Table

4.2.13 :

Banyaknya Puskesmas dan Tenaga Medis Pada Puskesmas


Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Bali Tahun 2013
Number of Public Health Centres and Health Personel
by Regency/City in Bali Province, 2013

Kabupaten/Kota
Regency/City

Jumlah
Puskesmas
Number of
Public Health
Centers

(1)

(2)

Tenaga Medis
Health Personnel
Dokter
Dokter
Jumlah
Gigi
Doctor
Total
Dentist
(3)

(4)

(5)

Jumlah
Paramedis
Medical Aide
(6)

10

46

13

59

196

2. Tabanan

20

63

38

101

494

3. Badung

13

59

31

90

343

4. Gianyar

13

62

36

98

383

35

15

50

154

15

23

38

299

41

18

59

362

49

23

72

471

43

35

78

176

120

232

645

2 878

12

8. Buleleng

20

11

413

115

439

218

657

2 676

2011

114

417

246

663

2 689

2010

114

377

208

585

2 460

2009

114

334

191

525

2 397

2012

ht

tp

Jumlah / Total :

://

9. Denpasar

go

s.

7. Karangasem

bp

12

ba

6. Bangli

li.

5. Klungkung

.id

1. Jembrana

Sumber : Dinas Kesehatan Provinsi Bali


Source : Health Department of Bali Province

146

Bali Dalam Angka 2014

Tabel
Table

4.2.14 :

Banyaknya Penderita yang Dijangkiti Penyakit Menular


Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Bali Tahun 2013
Number of Patient With Contagious Diseases by Regency/
City in Bali, 2013

Kabupaten/Kota
Regency/City

TBC, BTA,
ACID
Tuberculosis,
Fast Baceli

Kolera
Cholera

Malaria
Malaria

Kusta
Leprosy

Demam
Berdarah
Fever Dengue

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

138

15

175

2. Tabanan

162

793

3. Badung

250

12

1 802

4. Gianyar

302

808

5. Klungkung

95

12

266

6. Bangli

59

106
309

12

1 052

1 091

11

1 766

2 999

://

10

84

7 077

1 827

22

84

2 649

li.

ba

tp

ht

2011

go

12

669

Jumlah / Total :

s.

233

8. Buleleng

2012

bp
0

7. Karangasem
9. Denpasar

.id

1. Jembrana

1 591

23

65

2 993

2010

1 451

54

94

12 490

2009

1 536

29

98

5 810

Sumber : Dinas Kesehatan Provinsi Bali


Source : Health Department of Bali Province

Bali In Figures 2014

147

Banyaknya Tenaga Dokter Ahli di Rumah Sakit Umum


Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Bali Tahun 2013
4.2.15 :
Number of Specialists at Public Hospitals by Regency/City
in Bali Province, 2013

Tabel
Table

Kabupaten/Kota
Regency/City

Kesehatan
Ahli
Penyakit
Kebidanan
Lain-lain
Anak
Bedah
Dalam
Obstetrics
Others
Pediatrician Surgeon
Internist
(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

15

2. Tabanan

27

43

3. Badung

13

36

4. Gianyar

23

40

5. Klungkung

16

6. Bangli

12

23

7. Karangasem

8. Buleleng

19

33

9. Denpasar

29

20

25

24

125

223

50

39

59

52

238

438

52

37

59

48

167

363

2011

25

26

42

23

88

204

2010

27

28

41

24

110

230

2009

28

28

39

22

69

186

2012

s.
bp

li.

://

tp
ht

Jumlah / Total :

.id

1. Jembrana

go

(2)

Jumlah
Total

ba

(1)

Jenis Keahlian
Type of Specialist

Sumber : Dinas Kesehatan Provinsi Bali


Source : Health Department of Bali Province

148

Bali Dalam Angka 2014

Tabel
Table

4.3.1 :

Banyaknya Penduduk Menurut Agama dan Kabupaten/Kota di Bali


Tahun 2010
Population by Religion and Regency/City in Bali, 2010
Islam

Protestan

Katolik

Hindu

Budha

Regency/City

Moslem

Protestant

Catholic

Hindu

Buddhist

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

69 608

2 890

1 865

186 319

756

2. Tabanan

26 070

2 691

1 195

389 125

1 533

3. Badung

96 166

18 396

10 234

414 863

2 475

4. Gianyar

18 834

1 692

667

447 225

799

5. Klungkung

7 794

372

138

161 589

430

6. Bangli

2 185

197

56

212 325

113

398

197

379 113

334

3 132

916

557 532

3 127

34 686

16 129

499 192

11 589

520 244

64 454

31 397

3 247 283

21 156

SP2000

323 853

30 439

23 834

2 751 828

16 569

SP1990

224 990

15 432

13 704

2 508 527

14 283

SP1980

SP1971

108 414

7 468

8 665

1 977 807

14 426

8. Buleleng

57 467

9. Denpasar

225 899

://

tp

ht

Jumlah/Total :

go
s.

li.

16 221

ba

7. Karangasem

.id

1. Jembrana

bp

Kabupaten/Kota

berlanjut / continued.

Bali In Figures 2014

149

4.3.1 :

Kabupaten/Kota

Konghucu

Lainnya

Tidak Ditanyakan

Jumlah

Regency/City

Konghucu

Others

Not Stated

Total

(1)

(7)

(8)

(9)

(10)

198

261 638

2. Tabanan

14

283

420 913

3. Badung

32

125

1 040

543 331

4. Gianyar

28

41

491

469 777

5. Klungkung

220

170 543

6. Bangli

476

215 353

7. Karangasem

219

396 487

15

1 839

624 125

95

747

788 589

427

282

5 513

3 890 756

SP2000

476

3 146 999

SP1990

420

2 777 356

SP1980

SP1971

2 120 091

s.
bp
li.

97

ba

8. Buleleng

go

1. Jembrana

.id

Lanjutan Tabel
Continued Table

252

ht

Jumlah/Total :

tp

://

9. Denpasar

3 311

Sumber : BPS Provinsi Bali (Hasil Sensus Penduduk 2010)


Source : BPS - Statistics of Bali Province (Result of Population Census 2010)

150

Bali Dalam Angka 2014

Tabel
Table

4.3.2 :

Banyaknya Tempat Peribadatan Menurut Kabupaten/Kota di Bali, 2013


Number of Facilities for Worship by Regency/City in Bali 2013

Hindu
Hindu

Islam
Moslem

Kabupaten/Kota Sad
Dang KahyaRegency/City
Kahya- Kahya- ngan Jumlah
ngan ngan
Tiga
Total
Temple Temple Temple
(1)

(5)

(6)

(7)

(8)

(9)

127

134

59

98

157

2. Tabanan

47

1 078

1 126

12

15

27

3. Badung

332

340

15

74

89

4. Gianyar

46

852

899

5. Klungkung

260

265

15

6. Bangli

20

551

572

31

567

601

39

28

67

542

550

72

96

168

9. Denpasar

109

110

28

141

169

169

4 418

4 597

242

467

709

Jumlah / Total :

ht

tp

://

7. Karangasem
8. Buleleng

ba

li.

bp

1. Jembrana

.id

(4)

go

(3)

s.

(2)

Masjid Langgar
Musolla Jumlah
Small
MosMusolla Total
que Mosque

2012

10

177

4 352

4 539

235

379

614

2011

178

4 667

4 854

246

387

633

10

2010

166

4 572

4 747

237

397

634

2009

153

4 476

4 638

235

399

634

berlanjut / continued ..

Bali In Figures 2014

151

Lanjutan Tabel
4.3.2 :
Continued Table

Kabupaten/
Kota
Regency/
City

Konghucu

Katolik
Catholic

Protestan
Protestan

Wihara Cetya Jumlah


Wihara Cetya Total

Klenteng
Klenteng

Katedral Gereja Kapel Jumlah


Cathedral Church Chapel Total

Gereja
Church

(11)

(12)

(13)

(14)

(15)

(16)

(17)

(18)

1. Jembrana

18

2. Tabanan

21

3. Badung

13

61

4. Gianyar

11

5. Klungkung

6. Bangli

14

11

Jumlah / Total :

42

s.

bp
li.

9. Denpasar

ba

12

11

83

49

17

15

33

227

://

11

ht

7. Karangasem

tp

8. Buleleng

.id

(10)

go

(1)

Budha
Buddhist

2012

31

38

21

13

35

197

2011

28

23

51

33

20

54

214

2010

26

42

68

32

15

35

158

2009

27

22

49

32

11

34

149

Sumber : Kantor Kementerian Agama Provinsi Bali


Source : Regional Office of Religion Department of Bali Province

152

Bali Dalam Angka 2014

Banyaknya Pemuka Agama Menurut Agama dan Kabupaten/


Kota di Bali Tahun 2013
4.3.3 :
Number of Religious Leaders in Bali by Religions and
Regency/City, 2013

Tabel
Table

Hindu
Hinduism
Sulinggih Pemangku Jumlah
Pemangku
Total
Priest

(1)

(2)

(3)

Ulama
Mubalig
Religious
Mubalic
Scholars
(6)

(7)

(8)

42

115

239

18

78

142

54

31

82

167

21

17

36

74

37

28

55

120

698

796

82

2. Tabanan

129

2 322

2 451

46

3. Badung

116

323

439

4. Gianyar

130

1 787

1 917

90

275

66

1 498

bp

s.

go

98

li.

365

17

28

52

3 535

37

22

49

108

3 048

3 190

77

43

96

216

338

483

97

56

117

270

1 119

13 621

14 740

468

264

656

1 388

2012

1 041

16 380

17 421

262

874

332

1 468

2011

995

16 480

17 475

254

871

340

1 465

2010

1 059

16 322

17 381

253

871

333

1 457

2009

1 060

15 193

16 253

225

669

261

1 155

8. Buleleng

142

9. Denpasar

145

ht

Jumlah / Total :

tp

203

ba

1 564

3 332

7. Karangasem

://

6. Bangli

Jumlah
Total

(5)

1. Jembrana

5. Klungkung

Khotib
Chotib

(4)

.id

Kabupaten/Kota
Regency/City

Islam
Moslem

berlanjut / continued ..

Bali In Figures 2014

153

Lanjutan Tabel
Continued Table

4.3.3 :

Budha
Budhism
Kabupaten/Kota
Regency/City

Bhiksu
Bhiksu

Pandita
Priest

Samaneri/
Samanera
Samaneri/
Samanera

Jumlah
Total

(9)

(10)

(11)

(12)

1. Jembrana

12

2. Tabanan

3. Badung

17

4. Gianyar

5. Klungkung

6. Bangli

12

18

bp

s.

go

.id

li.

(1)

28

29

18

24

Jumlah / Total :

88

97

2012

18

174

38

230

2011

12

178

32

222

2010

117

125

2009

12

104

116

ba

7. Karangasem

tp

://

8. Buleleng

ht

9. Denpasar

berlanjut / continued ..

154

Bali Dalam Angka 2014

Lanjutan Tabel
4.3.3 :
Continued Table

Protestan
Protestan

Katolik
Catholic
Kabupaten/Kota
Regency/City

Konghucu
Konghucu

Bruder
Home

Suster
Nun

Jumlah
Total

Pendeta
Priest

(13)

(14)

(15)

(16)

(17)

(18)

1. Jembrana

13

2. Tabanan

11

18

3. Badung

13

26

40

58

4. Gianyar

10

5. Klungkung

8. Buleleng

go
s.

bp

12

11

16

77

10

ht

9. Denpasar

li.
0

ba

0
1

tp

6. Bangli
7. Karangasem

://

(1)

.id

Pastur
Priest

Jumlah / Total :

39

56

98

197

13

2012

50

77

128

186

20

2011

42

63

106

179

20

2010

36

63

100

176

13

2009

34

60

96

170

Sumber : Kantor Kementerian Agama Provinsi Bali


Source : Regional Office of Religion Department of Bali Province

Bali In Figures 2014

155

Tabel
Table

4.4.1 :

Kabupaten/Kota
Regency/City

Banyaknya Perkara Pidana yang Diterima dan Diputus oleh


Pengadilan Negeri Wilayah Hukum Pengadilan Tinggi Bali, 2013
Number of Criminal Law Cases Accepted and Judged by District
Courts by Regency/City in Bali, 2013
Sisa Perkara
Perkara yang Sisa Akhir Bulan
Bulan Lalu
Perkara yang
(Akhir Des.
Diputus 2013 Desember 2013
Masuk 2013
2012)
Number of
Number of Cases
Number of Cases
Number of
Cases Verdicts
at End of
Accepted 2013
Cases in
2013
December 2013
December 2012
(2)

(3)

(4)

(5)

1. Jembrana

29

234

232

31

2. Tabanan

12

137

130

19

3. Gianyar

29

198

4. Klungkung

14

69

5. Bangli

17

6. Karangasem

34

7. Buleleng

29

8. Denpasar

189

2012

go

17

74

90

97

10

145

153

26

341

334

36

1 052

1 090

151

2 266

2 321

299

bp

s.

211

li.
ba

://
tp
353

ht

Jumlah / Total :

.id

(1)

294

2 554

2 495

353

2011

444

2 977

3 124

297

2010

418

3 114

3 048

444

2009

394

3 128

3 119

412

Sumber : Pengadilan Tinggi Denpasar


Source : High Court of Denpasar

156

Bali Dalam Angka 2014

Banyaknya Perkara Perdata yang Diterima dan Diputus oleh Pengadilan


Negeri Wilayah Hukum Pengadilan Tinggi Bali Tahun 2013
Tabel
4.4.2 :
Number of Civil Law Cases Accepted and Judged by District Courts by
Table
Regency/City in Bali, 2013
Sisa Perkara
Bulan Lalu
(Akhir Des. 2012)
Number of Cases
in December 2012

Kabupaten/Kota
Regency/City

Perkara yang
Masuk 2013
Number of Cases
Accepted 2013

Perkara yang
Diputus 2013
Number of Cases
Verdicts 2013

Sisa Akhir Bulan


Desember 2013
Number of Cases
at End of
December 2013

Gugatan Permo- Gugatan Permo- Gugatan Permo- Gugatan Permo.


.
.
.
honan
honan
honan
honan
Claim Request Claim Request Claim Request Claim Request
(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

19

68

335

2. Tabanan

38

17

170

3. Gianyar

47

130

4. Klungkung

10

39

49

44

8. Denpasar

334

Jumlah / Total :

336

13

2 897

170

2 911

38

203

140

199

37

523

43

560

16

34

425

10

s.

bp

li.

ba

59

382

90

95

71

93

35

41

229

107

239

146

49

104

857

1 166

926

1 236

275

34

251

1 631

5 708

1 697

5 906

473

53

5 534

1 482

5 354

://

16

7. Buleleng

ht

6. Karangasem

38

(9)

tp

5. Bangli

(8)

74

go

1. Jembrana

(7)

.id

(1)

529

2012

462

65

1 558

539

248

2011

375

1 496

1 408

462

2010

344

1 238

1 183

375

2009

268

1 067

992

344

Sumber : Pengadilan Tinggi Denpasar


Source

: High Court of Denpasar

Bali In Figures 2014

157

Tabel
Table

4.4.3 :

Sisa Banding
Remaining
Appeals

Perdata Pidana
Civil Criminal

Perdata Pidana
Civil Criminal

Perdata Pidana
Civil Criminal

Perdata Pidana
Civil Criminal

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

(9)

2003

25

159

89

165

90

19

2004

19

144

110

132

108

31

2005

344

119

124

108

112

192

238

136

2006

546

146

123

86

120

95

549

137

2007

46

146

105

174

96

18

14

2008

18

14

149

132

145

139

22

2009

22

181

117

157

115

46

2010

46

149

150

165

136

30

23

2011

30

23

152

135

146

142

36

16

2012

36

16

177

98

176

93

37

21

2013

37

21

201

94

170

102

68

13

s.

li.

ba

ht

.id

(1)

go

Banding yang
Diputuskan
Appeals
Verdicted

bp

Tambahan
Banding
Additional
Appeals

://

Tunggakan
Banding
Left Over
Appeals

tp

Tahun
Year

Banyaknya Penyelesaian Banding Perkara Perdata dan


Pidana oleh Pengadilan Negeri Wilayah Hukum Pengadilan
Tinggi Bali Tahun 2003 - 2013
Number of Appeals in Civil and Criminal Cases at Public High
Court in Bali, 2003 - 2013

Sumber : Pengadilan Tinggi Provinsi Bali


Source : High Court of Bali Province

158

Bali Dalam Angka 2014

Tilang

Non Tilang

Jumlah

Kenakalan remaja/
Penyalahgunaan
Narkoba
Juvenile Deliquencies/
Narcotics Addicts

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

2003

62 270

644

62 914

2004

90 431

90 431

298

2005

91 881

91 881

2006

83 148

go

445

83 148

571

2007

86 129

bp

4.4.4 :

Banyaknya Pelanggaran Lalu Lintas dan Kenakalan Remaja /


Penyalahgunaan Narkoba di Bali Tahun 2003 - 2013
Number of Traffic Violations and Juvenile Deliquencies/
Narcotics Addicts in Bali, 2003 - 2013

87 741

737

2008

89 680

2 756

92 436

804

2009

66 063

7 399

73 462

628

2010

://

75 090

3 359

78 449

790

73 333

10 660

83 993

887

65 264

7 277

72 541

866

56 926

12 175

69 101

842

2012

tp
ht

2011

2013

s.

1 612

ba

Tahun
Year

.id

Pelanggaran Lalu Lintas


Traffic Violations

li.

Tabel
Table

167

Sumber : Kepolisian Daerah Bali


Source : State Police of Bali Province

Bali In Figures 2014

159

Tabel
Table

Banyaknya Kecelakaan Lalu Lintas Menurut Akibat Kecelakaan


dan Nilai Kerugian Menurut Kabupaten/Kota di Bali Tahun 2013
Number of Road Accidents Classified by Type of Casuallties
and Value of Losses by Regency/City in Bali, 2013

(6)

1. Jembrana

192

63

238

350 190

2. Tabanan

236

78

51

309

611 300

3. Badung

177

49

143

134

378 050

4. Gianyar

228

75

65

248

191 445

5. Klungkung

97

30

122

185 650

6. Bangli

39

17

43

41 300

7. Karangasem

143

48

64

156

460 910

8. Buleleng

489

96

42

896

955 550

9. Denpasar

565

122

279

580

865 450

2 166

578

651

2 726

4 039 845

2 730

594

1 299

2 919

4 071 430

2012
2011

ht

Jumlah / Total :

tp

(2)

.id

(5)

(1)

bp

Kerugian
Material
Value of Losses
(000 Rp)

li.

Luka
Ringan
Slightly
Injured

Kejadian
Accidents

ba

Meninggal Luka Berat


Dunia
Seriously
Dead
Injured

Kabupaten/Kota
Regency/City

://

4.4.5 :

(4)

s.

go

(3)

3 003

601

1 555

3 278

4 911 005

2010

2 441

606

1 370

2 449

3 376 495

2009

1 793

569

1 012

1 768

2 973 870

Sumber : Kepolisian Daerah Bali


Source : State Police of Bali Province

160

Bali Dalam Angka 2014

.id

go

s.

bp

li.

ba

://

tp

ht

.id

go

s.

bp

li.

ba

://

tp

ht

5.1.

Land Use

Saat ini, sektor pertanian Bali kembali


menjadi sorotan. Tidak sedikit kalangan dan
praktisi yang beranggapan bahwa pertanian
bisa menjadi pilar pendukung bagi
perekonomian Bali. Kendati demikian,
pertanian Bali juga dihadapkan dengan
banyak kendala. Salah satunya adalah
mengenai penyesuaian dan penggunaan
lahan. Bahkan beberapa tahun terakhir ini,
alih fungsi lahan dari lahan pertanian ke
lahan
bukan
pertanian
mengalami
peningkatan.

Currently, Bali's agriculture sector is


viewed as one very potential sector. Many
observers and practitioners suggest that
agriculture can be a supporting backbone
for Bali's economy. However, Bali's
agriculture faces many problems. One of
them is the adaptability and use of land. In
several years before, land conversion from
agricultural land into non agricultural land
increased.

Secara umum, penggunaan lahan


dibedakan
atas
penggunaan
lahan
pertanian dan bukan pertanian. Potensi
penggunaan lahan dipengaruhi oleh jenis
tanah, sumber daya mineral, vegetasi,
topografi, iklim, dan lokasi. Pada tahun
2013, lahan pertanian di Bali mencapai
355.568 hektar yang terdiri dari lahan
sawah seluas 81.165 hektar dan lahan
bukan sawah seluas 274.403 hektar.
Sedangkan lahan bukan pertanian mencapai
208.098 hektar.

Generally, use of land can be


differentiated on agricultural land and non
agricultural land. The potential use of land
affected by soil types, mineral resources,
vegetation, topography, climate, and
location. In 2013, agriculture land in Bali
was 355,568 hectares, which devided by
paddy wet field 81,165 hectares and non
paddy wet field 274,403 hectares. While
non-agricultural land reached 208,098
hectares.

ht

tp

://

ba

li.

bp

s.

go

.id

5.1. Penggunaan Lahan

Pada Tabel 5.1.1 tampak bahwa


penggunaan lahan bukan sawah di Bali
selama tahun 2013 paling banyak
diperuntukkan bagi tegal/kebun sebesar
123.741 hektar atau 45,09 persen dari
274.403 hektar lahan bukan sawah.
Penggunaan lahan bukan sawah paling
banyak terdapat di Kabupaten Buleleng, di
mana pada tahun 2013 sebesar 70.392
hektar, disusul kabupaten karangasem
dengan 53.734 hektar.

In Table 5.1.1, it was shown that the


use of non-rice field in Bali during the year
2013s most lots intended for the garden of
123,741 hectares or 45.09 percent from
274,403 hectares of non-rice field. The use
of non-rice field most numerous in the
Buleleng regency where the year 2013
amounted to 70,392 hectares, and then
Karangasem regency 53,734 hectares.

Khusus penggunaan lahan sawah,


Kabupaten Tabanan masih menempati

Especially for the use of rice field,


Tabanan regency still occupies the first

Bali In Figures 2014

163

posisi pertama di tahun 2013 dengan luas


lahan sawah mencapai 22.184 hektar.
Namun luas areal lahan sawah ini berkurang
0,91 persen dari tahun sebelumnya seluas
22.388 hektar. Hal ini sesuai dengan julukan
Tabanan sebagai lumbung beras Bali.

position in the year 2013 with total area


reaches 22,184 hectares. However, this rice
field area decreased 0.91 percent from the
previous year 22,388 hectares. This is in
accordance with the Tabanans epithet as
the rice granary.

5.2. Tanaman Pangan

5.2.

Sebagian besar, petani di Bali


mempunyai kegiatan pokok di subsektor
pertanian tanaman pangan, yakni padipadian, palawija, dan hortikultura. Produksi
tanaman pangan pada kenyataannya
merupakan sektor usaha utama yang
dikelola dengan manajemen yang sangat
sederhana dan hasil yang diperoleh cukup
untuk menjamin pemenuhan kebutuhan
sendiri.

Most farmers in Bali have activities in


the sub-sector of food crops such as rice
grains, arable crops and horticulture.
Production of food crops is the main
business sectors that are managed with a
simple management. It can be used to
supply their own.

bp

s.

go

.id

Food Crops

Food crops production can be


increased with the intensification or
increase in yield per unit area of land.
Otherwise, through extensification efforts
not possible because of the limitations of
exiting land.

Tanaman
pangan
dapat
diklasifikasikan ke dalam tiga kelompok,
yakni tanaman bahan makanan, sayursayuran, dan buah-buahan. Tanaman bahan
makanan meliputi jenis padi-padian, jagung,
umbi-umbian, dan kacang-kacangan.

Food crops can be classified into


three groups: foodstuff plant, vegetables
and fruits. Food crops include rice grains,
corn, tubers, and nuts.

Berdasarkan Angka Tetap (ATAP) BPS


Provinsi Bali, seperti tampak pada Tabel
5.1.4, produksi padi selama tahun 2013

Based on fixed rate, as shown in


Table 5.1.4, production of rice during the
year 2013 carrying 880,982 tons of dry

ht

tp

://

ba

li.

Untuk
pengembangan
produksi
tanaman
pangan,
maka
potensi/
sumberdaya alam yang dimiliki berupa
tanah dan air sangat terbatas, sehingga
upaya pengembangan produksi tanaman
pangan hanya dapat dilakukan dengan cara
intensifikasi atau peningkatan hasil per
satuan luas tanah. Sebaliknya, upaya
melalui
ekstensifikasi
sudah
tidak
memungkinkan karena keterbatasan lahan
yang ada.

164

Bali Dalam Angka 2014

unhusked paddy or 15,428 tons of paddy


has increased (1.78%) from the previous
year.

Sementara itu, produktivitas untuk


tahun 2013 juga mengalami peningkatan
1,22 persen yakni dari 58,09 kuintal/hektar
di tahun 2012 menjadi 58,80 kuintal/hektar
di tahun 2013. Produktivitas terbesar tahun
2013 diberikan oleh Kabupaten Badung.

Meanwhile, yields for the year 2013


also increased 1.22 percent ie from 58.09
quintal/ha in 2012 to 58.80 quintal/ha in
2013. The biggest productivity in 2013
awarded by the Badung regency.

Dalam hal tanaman jagung, seperti


tampak pada Tabel 5.1.5, produksi jagung
selama tahun 2013 hanya 57.573 ton
pipilan kering atau menurun 4.300 ton
pipilan kering (6,95%) dari tahun
sebelumnya. Namun terjadi peningkatan
pada produktivitas jagung dari 29,45
kuintal/hektar menjadi 31,59 kuintal/hektar
di tahun 2013.

For corn, as shown in Table 5.1.5, its


production during the year 2013 reached
57,573 tons or 4,300 tons (6.95%) decrease
from previous year. However in the
productivity of corn increased from 29.45
quintal/hectare to 31.59 quintals/ hectare
in 2013.

bp

s.

go

.id

tercatat 880.982 ton Gabah Kering Giling


(GKG) atau mengalami peningkatan 15.428
ton GKG (1,78%) dari tahun sebelumnya.

For the soybean crop, during 2013


decreased 777 tons from 8,210 tons to
7,433 tons. On the other hand, cassava
increased almost 6.62 percent of the
147,201 tons in 2012 to 156,953 tons in
2013. The biggest contributor to this
commodity produced by Karangasem and
Klungkung regency each one 100,184 and
16,369 tons.

5.3. Hortikultura

5.3.

Komoditas
yang
mengalami
penurunan cukup besar dibandingkan tahun
2012 adalah buah rambutan. Produksi buah
rambutan selama tahun 2013 mencapai
7.397 ton atau mengalami penurunan 44,04
persen
dari
tahun
sebelumnya.
Selengkapnya dapat dilihat pada Tabel
5.2.1.

Commodities that decreased fairly


large compared to the year 2012 was
rambutan. Rambutan production during
2013 reached 7,397 tons or 44.04 percent
decline from the previous year. For more see
in Table 5.2.1.

ht

tp

://

ba

li.

Untuk tanaman kedelai, selama tahun


2013 mengalami penurunan 777 ton dari
8.210 ton menjadi 7.433 ton. Pada bagian
lain, ubi kayu mengalami peningkatan
sekitar 6,62 persen yakni dari 147.201 ton
di tahun 2012 menjadi 156.953 ton di tahun
2013. Penyumbang terbesar komoditas ubi
kayu ini dihasilkan Kabupaten Karangasem
dan Klungkung masing-masing 100.184 dan
16.369 ton.

Bali In Figures 2014

Horticulture

165

While for the type of commodity


vegetables, the biggest production in the
year 2013 which is obtained on the type of
cabbage reached 35,856 tons or 20.23
percent increase from the previous year
which reached 29,824 tons. In contrast, the
smallest commodities was garlic with a
total production of only 48 tons during the
year 2013. Whereas in the year 2012,
production reached 85 tons of garlic. Thus a
decrease in production by 43.53 percent in
the past year (Table 5.2.2).

5.4. Perkebunan

5.4.

go

.id

Sedangkan untuk jenis komoditas


sayur-sayuran, produksi terbesar pada
tahun 2013 didapat pada jenis cabai yang
mencapai 35.856 ton atau mengalami
peningkatan 20,23 persen dari tahun
sebelumnya yang mencapai 29.824 ton.
Sebaliknya, komoditas bawang putih adalah
yang paling kecil dengan jumlah produksi
hanya 48 ton sepanjang tahun 2013.
Padahal di tahun 2012, produksi bawang
putih mencapai 85 ton. Dengan demikian
telah terjadi penurunan produksi sebesar
43,53 persen dalam satu tahun terakhir
(Tabel 5.2.2).

s.

Plantation has a strategic position in


the agricultural sector development in Bali.
Moreover farm in Bali is a popular
plantation. Improving the quality and
production outcomes is one goal plantation
subsector plantation development.

tp

://

ba

li.

bp

Perkebunan mempunyai kedudukan


strategis dalam pengembangan sektor
pertanian di Bali. Apalagi perkebunan di Bali
merupakan
perkebunan
rakyat.
Peningkatan kualitas dan produksi hasilhasil perkebunan adalah salah satu tujuan
pembangunan sub sektor perkebunan.

Plantation

Potential
commodity
crops
developed
and
has
high
export
opportunities in Bali are coconut, coffee,
cloves, vanilla, and cashew nuts.

Untuk tanaman kelapa di Bali,


berdasarkan data Dinas Perkebunan
Provinsi Bali, secara keseluruhan luas
arealnya mencapai 74.223 ha pada tahun
2013 meliputi luas areal tanam kelapa
dalam 70.905 ha, kelapa hybrida 290 ha,
kelapa genjah 2.869 ha, dan kelapa deres
159 ha. Luas areal tanaman kelapa ini
mengalami peningkatan 0,54 persen

For the coconut plantations in Bali,


according to data from The Plantation
Department of Bali Province, on the whole
area of their area reaches 74,223 ha in 2013
covering the total area tall coconut in
70,905 ha, 290 ha of hybrid coconut, dwarf
coconut 2,869 ha, and 159 ha of tap
coconut sugar. This coconut plantation area
increased by 0.54 percent compared to the

ht

Komoditas hasil perkebunan yang


potensial dikembangkan dan memiliki
peluang ekspor yang tinggi di Bali adalah
kelapa, kopi, cengkeh, vanili, dan jambu
mete.

166

Bali Dalam Angka 2014

year 2012 which reached 73,825 ha, for the


type of tall coconut in the 70,824 ha, 292 ha
of hybrid coconut, dwarf coconut 2,605 ha,
and 104 ha tap coconut sugar.

Peningkatan luas areal tanaman


kelapa ini dibarengi dengan jumlah
produksi, yang juga meningkat dalam
setahun terakhir ini sebesar 0,86 persen
dari 68.521,98 ton di tahun 2012 menjadi
69.108,09 ton di tahun 2013.

The increase in acreage of coconut


plants is accompanied by the number of
production, which also increased in the last
year amounting to 0.86 percent from
68,521.98 tonnes in 2012 to 69,108.09 tons
in 2013.

Jika dilihat dari produktivitas lahan


atau rata-rata produksi per luas areal
tanaman kelapa yang menghasilkan selama
tahun 2013, maka diperoleh angka
produktivitas untuk kelapa dalam 0,94
ton/ha, kelapa hybrida 0,68 ton/ha, kelapa
genjah 0,38 ton/ha dan kelapa deres 5,31
ton/ha. Dari sini dapat dilihat bahwa tingkat
produktivitas kelapa deres lebih tinggi dari
jenis kelapa lainnya. Untuk setiap hektar
areal tanaman kelapa deres yang
menghasilkan mampu memproduksi ratarata enam ton, sedangkan jenis kelapa
lainnya hanya memproduksi rata-rata di
bawah satu ton saja.

If viewed from land productivity or


average production per unit area yield of
coconut crop areas during the year 2013,
the productivity figures for tall coconut
obtained in 0.94 tons/ha, hybrid coconut
0.68 tons/ha, 0.38 tons/ha of dwarf
coconut, and tap coconut sugar 5.31
tons/ha. From here we can see that the
productivity level of tap coconut sugar
higher than other coconut species. For each
hectare of tap coconut sugar plantation
area capable of producing an average of six
tons, while the other palm species produce
only an average of just under one ton.

ht

tp

://

ba

li.

bp

s.

go

.id

dibandingkan tahun 2012 yang mencapai


73.825 ha, yakni untuk jenis kelapa dalam
70.824 ha, kelapa hybrida 292 ha, kelapa
genjah 2.605 ha, dan kelapa deres 104 ha.

Tanaman perkebunan lain yang cukup


potensial di Bali adalah kopi. Ada dua jenis
kopi yang dihasilkan di Bali, yakni kopi
arabika dan robusta. Untuk kopi arabika,
luas areal tanam secara keseluruhan selama
tahun 2013 mencapai 13.112 ha atau
meningkat 9,87 persen dari tahun
sebelumnya
sebesar
11.934
ha.
Peningkatan luas areal tanam juga diikuti
oleh peningkatan produksi, yaitu meingkat
sebesar 0,36 persen, dari 4.199,76 ton di
tahun 2012 menjadi 4.214,89 ton di tahun
2013.

Bali In Figures 2014

Another plantation crop potential in


Bali is coffee. There are two types of coffee
produced in Bali, the arabica and robusta
coffee. For arabica coffee, the planting area
as a whole during the years 2013 to 13,112
ha, an increase of 9.87 percent from the
previous year of 11,934 ha. Improved
planting areas followed by increased
production, it increased by 0.36 percent,
from 4,199.76 tons in 2012 to 4,214.89 tons
in 2013.

167

While for robusta coffee, viewed


from the cropping area there is no change,
reached 23,628 ha in 2013. While the total
production increased 10.75 percent from
14,680.70 tons to 13,102.92 tons.
Meanwhile, to plant cloves, vanilla, cashew
nuts, kapok, cocoa, and tobacco, both for
the total area and total production varied
during the period 2011 - 2012. More details
can be seen in Table 5.2.7 to Table 5.2.13.

5.5. Kehutanan

5.5.

Hutan menurut fungsinya dibedakan


menjadi hutan lindung, hutan produksi,
cagar alam, taman wisata, dan hutan
wisata. Berdasarkan data yang diperoleh
dari
Kantor
Wilayah
Departemen
Kehutanan Provinsi Bali, seperti tampak
pada Tabel 5.4.3, luas kawasan hutan pada
tahun 2013 sebesar 130.686,01 hektar atau
23,20 persen dari luas wilayah Bali, meliputi
hutan lindung 95.766,06 hektar, hutan
produksi terbatas 6.719,26 hektar, hutan
produksi tetap 1.907,10 hektar, cagar alam
1.762,80 hektar, taman nasional 19.002,89
hektar, taman wisata alam 4.154,40 hektar,
dan taman hutan raya 1.373,50 hektar.

Forests
are
categorized
into
protection forests, production forests,
nature reserves, forest parks and tourist
attractions. Based on data obtained from
the Regional Office of Bali Province
Forestry Department, as shown in Table
5.4.3, forest area in 2013 amounted to
130,686.01 hectares or 23.20 percent of the
total area of Bali, including 95,766.06
hectares of protected forest, 6,719.26
hectares of limited production, permanent
production forest 1,907.10 hectares,
1,762.80 hectares of nature reserves,
national parks 19,002.89 hectares, 4,154.40
hectares of nature tourism parks, and
botanical gardens 1,373.50 hectares of
forest.

.id

Sedangkan untuk kopi robusta, dilihat


dari luas areal tanamnya tidak mengalami
perubahan, yaitu 23.628 ha dalam satu
tahun
terakhir.
Sedangkan
jumlah
produksinya menurun 10,75 persen dari
14.680,70 ton menjadi 13.102,92 ton.
Sementara itu, untuk tanaman cengkeh,
vanili, jambu mete, kapok, kakao, dan
tembakau, baik untuk luas areal dan jumlah
produksi bervariasi selama periode tahun
2012 2013. Lebih rinci dapat disimak pada
Tabel 5.2.7 sampai dengan Tabel 5.2.13.

ht

tp

://

ba

li.

bp

s.

go

Forestry

Khusus untuk luas hutan wisata


berdasarkan fungsinya yang terekam di
Balai Konservasi dan SDA Provinsi Bali
meliputi lima fungsi hutan, yakni taman
wisata alam Penelokan, cagar alam
Batukau, taman wisata alam Sangeh, dan
taman wisata alam danau Buyan

168

Especially for tourism forest based on


the function is recorded on the
Conservation and Natural Resources of Bali
Province includes the five functions of
forests such as nature tourism park
Penelokan, Batukau nature preserve,
Sangeh
recreation
forest
nature

Bali Dalam Angka 2014

conservation, nature tourism park lake


Buyan Tamblingan, and Gunung Batur
Bukit Payang nature tourism park. As can be
seen in Table 5.4.1, the number of visitors
to the location of the tourist forests has
increased 44.10 percent, from 62,398
people in 2012 to 89,918 persons in 2013.
During the year 2013, a visit to the location
of this tourist forest dominated domestic
visitors who reach 69,614 people (77.42%)
compared to foreign visitors numbered
20,304 persons (22.58%).

5.6. Peternakan

5.6. Livestock and Poultry

Dalam konteks ini, ternak dapat


dibedakan menjadi 3 (tiga) kelompok, yakni
ternak besar (sapi, kerbau, dan kuda),
ternak kecil (kambing, domba, dan babi),
serta ternak unggas seperti ayam buras,
ayam ras petelur, ayam ras potong, dan itik.

In this context, livestock and poultry


can be divided into three groups: large
livestocks, small livestocks, and poultry such
as native chickens, layer breed chickens,
broiler breed chickens, and duck.

ba

li.

bp

s.

go

.id

Tamblingan, dan taman wisata alam


Gunung Batur Bukit Payang. Seperti dapat
dilihat pada Tabel 5.4.1, banyaknya
pengunjung ke tempat lokasi hutan wisata
tersebut mengalami peningkatan 44,10
persen, dari 62.398 orang di tahun 2012
menjadi 89.918 orang di tahun 2013.
Selama tahun 2013, kunjungan ke lokasi
hutan wisata ini lebih didominasi
pengunjung domestik yang mencapai
69.614 orang (77,42%) dibandingkan
pengunjung asing yang berjumlah 20.304
orang (22,58%).

ht

tp

://

Dalam kelompok ternak besar, jumlah


populasi ternak sapi di Bali mengalami
penurunan 26,58 persen, dari 651.216 ekor
menjadi 478.146 ekor selama periode tahun
2012 2013. Ternak babi turun 3,40
persen. Sama halnya dengan populasi
ternak kuda yang juga mengalami
penurunan
sebesar
13,33
persen.
Sedangkan populasi kerbau naik 0,59
persen. Sementara itu, perkembangan
jumlah populasi untuk kelompok ternak
kecil maupun ternak unggas bervariasi
selama periode tahun 2012 2013.
Selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 5.5.1
sampai dengan Tabel 5.5.3.

Bali In Figures 2014

In the group of large livestock, the


number of cattle population in Bali has
decreased 26.58 percent, from 651,216 tail
into 478,146 tail during the period 2012 2013. Pig population decreased about 3.40
percent. Conversely, the number of horses
livestock population has increased 13.33
percent. Meanwhile buffalo population in
2013 has increased about 0.59 percent.
Meanwhile, population growth for the
group of small livestock and poultry vary
during the period 2011 - 2012. More can be
seen in Table 5.5.1 to Table 5.5.3.

169

5.7.

Fishery

Optimalisasi sektor perikanan sebagai


pendukung perekonomian Bali perlu
ditingkatkan karena ekspor hasil perikanan
sangat menjanjikan bagi perolehan devisa
Bali ke depan.

Optimization of fishery sector as a


supporting actor of Bali's economy needs to
be improved since the export of fish is very
promising in the context of increasing
revenue for Bali in the future.

Berdasarkan data Dinas Perikanan


Provinsi Bali, secara keseluruhan jumlah
produksi ikan (perikanan laut dan perikanan
darat) pada tahun 2013 mencapai
263.971,0 ton atau meningkat 11,08 persen
dibandingkan tahun 2012 yang mencapai
237.643,3 ton.

Based on data obtained from the


Fishery Department of Bali Province, the
total production of fish in 2013 reached
263,971.0 ton or increased 11.08 percent
compared to the figure of 2011 which was
about 237,643.3 ton.

Sejalan
dengan
hal
tersebut,
peningkatan jumlah produksi ikan tersebut
juga dibarengi dengan nilai produksinya
yang naik 34,15 persen, dari Rp
1.733.293.745 ribu di tahun 2012 menjadi
Rp 2.325.131.719 ribu di tahun 2013.
Selengkapnya dapat disimak pada Tabel
5.6.6 Tabel 5.6.7.

Likewise, the decrease in the amount


of fish production was accompanied with
the production value declined 34.15
percent, from Rp 1,733,293,745 thousand in
2012 to Rp 2,325,131,719 thousand in 2013.
More can be seen in Table 6.5.6 - Table
6.5.7.

ht

tp

://

ba

li.

bp

s.

go

.id

5.7. Perikanan

170

Bali Dalam Angka 2014

Grafik / Figure 5.1


Persentase Luas Lahan Provinsi Bali Menurut Penggunaannya Tahun 2013
Percentage of Land Area by Type of Use in Bali, 2013

Lahan Sawah
14.40%

Tegalan
21.95%

Lahan Bukan
Pertanian
36.92%

.id

Lainnya
0.81%

Perkebunan
21.48%

Sementara Tdk
Diusahakan
0.09%

bp

s.

go

Hutan Rakyat
3.79%

Grafik / Figure 5.2

tp

://

ba

li.

Luas Panen dan Produksi Padi Menurut Kabupaten/Kota di Bali Tahun 2013
Harvested Area and Production of Wetland and Dryland Paddy by Regency/City in Bali, 2013

ht

250 000
200 000

Luas Panen (ha)


Produksi (ton)

150 000
100 000
50 000
0

Bali In Figures 2014

171

.id

go

s.

bp

li.

ba

://

tp

ht

Grafik / Figure 5.3


Luas Panen dan Jumlah Produksi Palawija Menurut Komoditas di Bali Tahun 2013
Harvested Area and Production of Secondary Food Crops by Commodity in Bali, 2013

200 000
Luas Panen (ha)

150 000

Produksi (ton)
100 000
50 000

li.

bp

s.

go

.id

ht

tp

://

ba

Grafik / Figure 5.4


Luas dan Jumlah Produksi Perkebunan Menurut Komoditas di Bali Tahun 2013
Area and Production of Plantation by Commodity in Bali, 2013

80 000
60 000

Luas (ha)
Produksi (ton)

40 000
20 000
0

Bali In Figures 2014

173

.id

go

s.

bp

li.

ba

://

tp

ht

Grafik / Figure 5.5


Populasi Ternak Menurut Jenisnya di Bali Tahun 2013
Livestock Population by Type in Bali, 2013

(Ekor)
860 117

1 000 000
800 000

478 146

600 000

62 402

1 873

go

200 000

.id

400 000

Babi

Kambing

Kerbau

Kuda

Domba

li.

bp

Sapi

s.

57

208

ba

Grafik / Figure 5.6

tp

://

Persentase Produksi Ikan Menurut Kabupaten/Kota di Bali Tahun 2013


Percentage of Fish Production by Regency/City in Bali, 2013

ht

Jembrana
5.79%
Denpasar
17.40%

Badung
18.60%

Buleleng
6.18%

Karangasem
8.10%
Bangli
2.33%

Bali In Figures 2014

Tabanan
1.58%

Gianyar
0.99%
Klungkung
39.02%

175

.id

go

s.

bp

li.

ba

://

tp

ht

Tabel
Table

5.1.1 :

Luas Lahan Per Kabupaten/Kota Menurut Penggunaannya


Tahun 2013
Area of Land by Regency/City and Type of Use, 2012

(ha)

Kabupaten/Kota / Regency/City

Penggunaan Lahan
Land Use

Jembrana Tabanan Badung

(1)

Gianyar Klungkung

(3)

(4)

(5)

32 643

62 455

28 465

27 250

23 175

1.1. Lahan Sawah /


Paddy Wet Field

6 811

22 184

10 144

14 706

3 843

a. Irigasi
Irrigation

6 754

22 184

14 706

3 843

Bali In Figures 2014

(6)

bp
li.

://

ht

tp

d. Rawa Lebak
Lowland

ba

c. Rawa Pasang Surut


Tides Rise and Fall Based

10 144

go

57

b. Tadah Hujan
Non Irrigation

s.

1. Lahan Pertanian
Agriculture Land

.id

(2)

berlanjut / continued ..

177

Lanjutan Tabel
Continued Table

5.1.1 :
(ha)
Kabupaten/Kota / Regency/City

Penggunaan Lahan
Land Use

Bangli Karangasem Buleleng Denpasar

(1)

(7)

(9)

(10)

(11)

60 891

81 296

3 022

355 568

1.1. Lahan Sawah /


Paddy Wet Field

2 910

7 157

10 904

2 506

81 165

a. Irigasi
Irrigation

2 910

7 021

2 506

80 886

ht
178

136

86

279

bp
li.

://

tp

d. Rawa Lebak
Lowland

ba

c. Rawa Pasang Surut


Tides Rise and Fall Based

10 818

go

b. Tadah Hujan
Non Irrigation

.id

36 371

s.

1. Lahan Pertanian
Agriculture Land

(8)

Bali

berlanjut / continued ..

Bali Dalam Angka 2014

Lanjutan Tabel
Continued Table

5.1.1 :
(ha)
Kabupaten/Kota / Regency/City

Penggunaan Lahan
Land Use

Jembrana Tabanan Badung

1.2. Lahan Bukan Sawah


Non Paddy Wet Field
a. Tegal/Kebun / Field

(3)

(4)

(5)

25 832

40 271

18 321

12 544

19 332

9 385

15 809

8 154

11 248

4 137

6 420

6 025

2 122

1 116

9 163

231

1 229

72

1 394

173

51 537

21 478

13 387

9 550

8 325

84 180

83 933

41 852

36 800

31 500

b. Ladang / Field

22 606

1 784

e. Padang Penggembalaan /
Padang Rumput / Grassland

s.

(6)

tp

://

ba

g. Lainnya (Tambak, Kolam,


Empang, Hutan Negara, dll)
Others (Sea Fish Pond, Fish
Pond, Wooded Land, etc)

li.

f. Sementara Tidak Diusahakan


Temporary Not Used

go

15 218

d. Hutan Rakyat / Wooded Land

bp

c. Perkebunan / Estate Crops

Gianyar Klungkung

(2)

.id

(1)

ht

2. Lahan Bukan Pertanian


(Jalan, Pemukiman, Perkantoran,
Sungai, dll)

Non Agriculture Land


(Road, House, Building, River, etc)
Jumlah / Total :

berlanjut / continued ..

Bali In Figures 2014

179

Lanjutan Tabel
Continued Table

5.1.1 :
(ha)
Kabupaten/Kota / Regency/City

Penggunaan Lahan
Land Use

Bangli Karangasem Buleleng Denpasar

(1)

(7)

(8)

(9)

(10)

Bali
(11)

33 461

53 734

70 392

516

274 403

a. Tegal/Kebun / Field

20 170

17 414

37 028

396

123 741

c. Perkebunan / Estate Crops

9 343

29 533

31 874

35

121 061

d. Hutan Rakyat / Wooded Land

3 937

5 219

1 133

75

24 549

216

47

494

11

1 352

310

10

4 558

15 710

23 063

55 292

9 756

208 098

52 081

83 954

136 588

12 778

563 666

tp

go

://

ba

g. Lainnya (Tambak, Kolam,


Empang, Hutan Negara, dll)
Others (Sea Fish Pond, Fish
Pond, Wooded Land, etc)

li.

f. Sementara Tidak Diusahakan


Temporary Not Used

bp

e. Padang Penggembalaan /
Padang Rumput / Grassland

s.

b. Ladang / Field

.id

1.2. Lahan Bukan Sawah


Non Paddy Wet Field

ht

2. Lahan Bukan Pertanian


(Jalan, Pemukiman, Perkantoran,
Sungai, dll)

Non Agriculture Land


(Road, House, Building, River, etc)
Jumlah / Total :

Sumber : BPS Provinsi Bali (Hasil Rekapitulasi SP-VA Tahun 2013)


Source : BPS - Statistics of Bali Province (Based on Recapitulation of SP-VA Form, 2013)

180

Bali Dalam Angka 2014

Luas Panen, Rata-Rata Produksi, dan Produksi Padi Sawah


Menurut Kabupaten/Kota di Bali Tahun 2013
5.1.2 :
Harvested Area, Production Rate, and Production of Wetland
Paddy by Regency/City in Bali, 2013

Kabupaten/Kota
Regency/City

(1)

Januari - April
January - April

M e i - Agustus
M a y - August

Luas
Rata-rata Produksi
Panen
Produksi Production
Harvested Production
(ton)
Area
Rate
(ha)
(kw/ha)

Luas
Rata-rata Produksi
Panen
Produksi Production
Harvested Production
(ton)
Area
Rate
(ha)
(kw/ha)

(2)

(3)

(4)

(5)

1. Jembrana

3 359

63.08

21 187

2. Tabanan

12 432

58.18

72 327

3. Badung

6 713

59.74

4. Gianyar

10 520

59.97

5. Klungkung

1 521

55.61

6. Bangli

2 315

7. Karangasem

3 701

8. Buleleng

7 316

(6)

.id

Tabel
Table

(7)

57.67

27 853

13 264

51.88

68 811

40 106

4 748

63.65

30 220

63 084

8 741

56.23

49 151

8 458

2 010

49.90

10 030

45.67

10 572

1 861

47.36

8 814

57.22

21 177

3 784

52.51

19 871

57.48

42 055

8 435

57.10

48 162

2 003

55.86

11 189

742

62.16

4 612

49 880

58.17

290 155

48 415

55.26

267 524

2012

49 051

58.17

285 331

47 376

55.95

265 069

2011

54 681

57.90

316 603

46 016

53.49

246 140

2010

50 665

60.33

305 662

45 609

53.74

245 103

2009

52 065

60.44

314 681

49 275

58.01

285 844

Jumlah / Total :

s.

bp

li.

ba

://

tp
ht

9. Denpasar

go

4 830

berlanjut / continued ..

Bali In Figures 2014

181

Lanjutan Tabel
Continued Table

Kabupaten/Kota
Regency/City

(1)

5.1.2 :

September - Desember
September - December

Januari - Desember
January - December

Luas
Rata-rata Produksi
Panen
Produksi Production
Harvested Production
(ton)
Area
Rate
(ha)
(kw/ha)

Luas
Rata-rata Produksi
Panen
Produksi Production
Harvested Production
(ton)
Area
Rate
(ha)
(kw/ha)

(10)

(11)

1. Jembrana

1 080

69.02

7 454

2. Tabanan

15 942

58.07

92 579

3. Badung

5 981

70.86

4. Gianyar

11 879

60.99

5. Klungkung

1 947

56.05

6. Bangli

1 695

52.61

7. Karangasem

5 020

67.01

8. Buleleng

7 053

1 487

(12)

(13)

9 269

60.95

56 494

41 638

56.13

233 717

42 379

17 442

64.62

112 705

72 445

31 140

59.31

184 679

10 913

5 478

53.67

29 401

8 917

5 871

48.21

28 303

33 639

12 505

59.73

74 687

64.78

45 688

22 804

59.60

135 905

69.93

10 399

4 232

61.91

26 200

52 084

62.29

324 413

150 379

58.66

882 092

2012

51 920

60.44

313 804

148 347

58.26

864 204

2011

51 156

57.49

294 096

151 853

56.43

856 838

2010

54 934

57.60

316 420

151 208

57.35

867 185

2009

47 929

57.62

276 167

149 269

58.73

876 692

Jumlah / Total :

s.

bp

li.

://

tp
ht

9. Denpasar

go

.id

(9)

ba

(8)

Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Bali


Source : BPS - Statistics of Bali Province

182

Bali Dalam Angka 2014

Luas Panen, Rata-Rata Produksi, dan Produksi Padi Ladang


Menurut Kabupaten/Kota di Bali Tahun 2013
5.1.3 :
Harvested Area, Production Rate, and Production of Dryland
Paddy by Regency/City in Bali, 2013

Kabupaten/Kota
Regency/City

(1)

Januari - April
January - April

M e i - Agustus
M a y - August

Luas
Rata-rata Produksi
Panen
Produksi Production
Harvested Production
(ton)
Area
Rate
(ha)
(kw/ha)

Luas
Rata-rata Produksi
Panen
Produksi Production
Harvested Production
(ton)
Area
Rate
(ha)
(kw/ha)

(2)

(3)

(4)

(5)

2. Tabanan

27

13.45

36

3. Badung

4. Gianyar

5. Klungkung

20.98
-

://

986

s.
bp

497

20.57

1 022

2012

474

21.84

1 035

15

18.93

28

2011

591

20.92

1 236

2010

794

20.98

1 666

2009

903

20.92

1 889

9. Denpasar
Jumlah / Total :

ht

tp

8. Buleleng

li.

470

7. Karangasem

ba

6. Bangli

(7)

go

1. Jembrana

(6)

.id

Tabel
Table

berlanjut / continued ..

Bali In Figures 2014

183

Kabupaten/Kota
Regency/City

(1)

5.1.3 :

September - Desember
September - December

Januari - Desember
January - December

Luas
Rata-rata Produksi
Panen
Produksi Production
Harvested Production
(ton)
Area
Rate
(ha)
(kw/ha)

Luas
Rata-rata Produksi
Panen
Produksi Production
Harvested Production
(ton)
Area
Rate
(ha)
(kw/ha)

(8)

(9)

(10)

(11)

2. Tabanan

3. Badung

4. Gianyar

50

17.41

5. Klungkung

6. Bangli

7. Karangasem

27

13.45

36

87

50

17.41

87

470

20.98

986

s.
bp

li.
ba

tp

://
-

50

17.41

87

547

20.28

1 109

2012

164

17.45

286

653

20.67

1 350

2011

141

17.09

241

732

20.18

1 477

2010

188

16.49

310

982

20.12

1 976

2009

111

16.49

183

1 014

20.43

2 072

9. Denpasar
Jumlah / Total :

ht

8. Buleleng

(13)

go

1. Jembrana

(12)

.id

Lanjutan Tabel
Continued Table

Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Bali


Source : BPS - Statistics of Bali Province

184

Bali Dalam Angka 2014

Luas Panen, Rata-Rata Produksi, dan Produksi Padi Sawah dan


Padi Ladang Menurut Kabupaten/Kota di Bali Tahun 2013
5.1.4 :
Harvested Area, Production Rate, and Production of Wetland and
Dryland Paddy by Regency/City in Bali, 2013

Tabel
Table

Kabupaten/Kota
Regency/City

(1)

Januari - April
January - April

M e i - Agustus
M a y - August

Luas
Rata-rata Produksi
Panen
Produksi Production
Harvested Production
(ton)
Area
Rate
(ha)
(kw/ha)

Luas
Rata-rata Produksi
Panen
Produksi Production
Harvested Production
(ton)
Area
Rate
(ha)
(kw/ha)

(4)

(5)

1. Jembrana

3 359

63.08

21 187

2. Tabanan

12 405

58.28

72 291

3. Badung

6 713

59.74

4. Gianyar

10 520

59.97

5. Klungkung

1 521

55.61

6. Bangli

1 845

7. Karangasem

3 701

8. Buleleng

7 316

(6)

(7)

4 830

57.67

27 853

13 264

51.88

68 811

40 106

4 748

63.65

30 220

63 084

8 741

56.23

49 151

8 458

2 010

49.90

10 030

51.95

9 585

1 861

47.36

8 814

57.22

21 177

3 784

52.51

19 871

57.48

42 055

8 435

57.10

48 162

2 003

55.86

11 189

742

62.16

4 612

49 383

58.55

289 133

48 415

55.26

267 524

2012

49 525

57.82

286 366

47 391

55.94

265 097

2011

55 272

57.50

317 839

46 016

53.49

246 140

2010

51 459

59.72

307 328

45 609

53.74

245 103

2009

52 968

59.77

316 570

49 275

58.01

285 844

Jumlah / Total :

s.

bp

li.

://

tp
ht

9. Denpasar

go

.id

(3)

ba

(2)

berlanjut / continued ..

Bali In Figures 2014

185

Kabupaten/Kota
Regency/City

(1)

5.1.4 :

September - Desember
September - December

Januari - Desember
January - December

Luas
Rata-rata Produksi
Panen
Produksi Production
Harvested Production
(ton)
Area
Rate
(ha)
(kw/ha)

Luas
Rata-rata Produksi
Panen
Produksi Production
Harvested Production
(ton)
Area
Rate
(ha)
(kw/ha)

(9)

(10)

(11)

1. Jembrana

1 080

69.02

7 454

2. Tabanan

15 942

58.07

92 579

3. Badung

5 981

70.86

4. Gianyar

11 829

61.17

5. Klungkung

1 947

56.05

6. Bangli

1 695

52.61

7. Karangasem

5 020

67.01

8. Buleleng

7 053

1 487

(12)

(13)

60.95

56 494

41 611

56.16

233 681

42 379

17 442

64.62

112 705

72 358

31 090

59.37

184 592

10 913

5 478

53.67

29 401

8 917

5 401

50.58

27 317

33 639

12 505

59.73

74 687

64.78

45 688

22 804

59.60

135 905

69.93

10 399

4 232

61.91

26 200

52 034

62.33

324 326

149 832

58.80

880 982

2012

52 084

60.30

314 091

149 000

58.09

865 554

2011

51 297

57.38

294 337

152 585

56.25

858 316

2010

55 122

57.46

316 730

152 190

57.11

869 160

2009

48 040

57.52

276 350

150 283

58.47

878 764

Jumlah / Total :

s.

bp

li.

://

tp
ht

9. Denpasar

go

9 269

ba

(8)

.id

Lanjutan Tabel
Continued Table

Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Bali


Source : BPS - Statistics of Bali Province

186

Bali Dalam Angka 2014

Luas Panen, Rata-Rata Produksi, dan Produksi Jagung


Menurut Kabupaten/Kota di Bali Tahun 2013
5.1.5 :
Harvested Area, Production Rate, and Production of Maize
by Regency/City in Bali, 2013

(1)

M e i - Agustus
M a y - August

Luas
Rata-rata Produksi
Panen
Produksi Production
Harvested Production
(ton)
Area
Rate
(ha)
(kw/ha)

Luas
Rata-rata Produksi
Panen
Produksi Production
Harvested Production
(ton)
Area
Rate
(ha)
(kw/ha)

(2)

(3)

(4)

(5)

2. Tabanan

3. Badung

31

55.07

4. Gianyar

75

24.64

2 582

30.00

309

6. Bangli

7 262

8. Buleleng

5 287

Jumlah / Total :

17

59.54

101

171

70.89

185

87

32.14

280

7 747

79

44.44

351

35.67

1 102

468

47.36

2 216

28.70

20 842

197

29.57

582

28.48

15 059

507

34.48

1 748

tp
-

ht

9. Denpasar

88

://

7. Karangasem

42.11

s.
bp

li.

5. Klungkung

(7)

21

go

1. Jembrana

(6)

.id

Kabupaten/Kota
Regency/City

Januari - April
January - April

ba

Tabel
Table

15 546

29.01

45 105

1 377

39.03

5 374

2012

17 995

26.74

48 115

1 413

40.85

5 772

2011

18 576

24.43

45 381

1 199

41.04

4 921

2010

22 629

22.03

49 852

1 913

29.94

5 728

2009

27 209

24.51

66 688

1 893

41.70

7 893

berlanjut / continued ..

Bali In Figures 2014

187

Kabupaten/Kota
Regency/City

(1)

5.1.5 :

September - Desember
September - December

Januari - Desember
January - December

Luas
Rata-rata Produksi
Panen
Produksi Production
Harvested Production
(ton)
Area
Rate
(ha)
(kw/ha)

Luas
Rata-rata Produksi
Panen
Produksi Production
Harvested Production
(ton)
Area
Rate
(ha)
(kw/ha)

(8)

(9)

(10)

(11)

51

36.90

188

2. Tabanan

339

86.09

2 918

3. Badung

25

57.70

4. Gianyar

77

50.50

310

Jumlah / Total :

3 020

144

57

56.50

322

389

239

35.70

853

2 661

30.43

8 098

48.62

2 101

1 209

44.82

5 419

28.20

874

7 769

28.70

22 298

480

5 860

29.50

17 287

72.65

tp

9. Denpasar

84.82

66

ht

8. Buleleng

356

s.
bp

li.

432

7. Karangasem

277

://

6. Bangli

38.42

ba

5. Klungkung

(13)

72

go

1. Jembrana

(12)

.id

Lanjutan Tabel
Continued Table

1 300

54.57

7 094

18 223

31.59

57 573

2012

1 600

49.91

7 986

21 008

29.45

61 873

2011

2 964

48.26

14 304

22 739

28.41

64 606

2010

2 164

49.79

10 775

26 706

24.85

66 354

2009

3 203

57.50

18 417

32 305

28.79

92 998

Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Bali


Source : BPS - Statistics of Bali Province

188

Bali Dalam Angka 2014

Luas Panen, Rata-Rata Produksi, dan Produksi Ubi Kayu


Menurut Kabupaten/Kota di Bali Tahun 2013
5.1.6 :
Harvested Area, Production Rate, and Production of Cassava
by Regency/City in Bali, 2013

Kabupaten/Kota
Regency/City

(1)

Januari - April
January - April

M e i - Agustus
M a y - August

Luas
Rata-rata Produksi
Panen
Produksi Production
Harvested Production
(ton)
Area
Rate
(ha)
(kw/ha)

Luas
Rata-rata Produksi
Panen
Produksi Production
Harvested Production
(ton)
Area
Rate
(ha)
(kw/ha)

(2)

(3)

(4)

(5)

2. Tabanan

50

78.75

356

3. Badung

81

214.94

4. Gianyar

124

204.61

281

7. Karangasem

529

20

276.85

554

1 574

99

218.65

2 165

2 293

43

242.14

1 041

750

123.01

9 226

s.
bp

6 675

140

146.67

2 053

174.98

8 368

3 970

176.05

69 890

65

198.12

3 335

520

198.28

10 310

1 130

200.01

22 601

5 542

171.85

95 239

2012

977

158.88

15 523

6 435

156.92

100 978

2011

978

150.18

14 688

7 769

155.89

121 111

2010

1 169

149.02

17 420

7 213

149.16

107 589

2009

1 257

148.85

18 710

7 981

153.55

122 549

Jumlah / Total :

ht

9. Denpasar

tp

8. Buleleng

262.80

://

6. Bangli

(7)

li.

ba

5. Klungkung

go

1. Jembrana

(6)

.id

Tabel
Table

berlanjut / continued ..

Bali In Figures 2014

189

Kabupaten/Kota
Regency/City

(1)

5.1.6 :

September - Desember
September - December

Januari - Desember
January - December

Luas
Rata-rata Produksi
Panen
Produksi Production
Harvested Production
(ton)
Area
Rate
(ha)
(kw/ha)

Luas
Rata-rata Produksi
Panen
Produksi Production
Harvested Production
(ton)
Area
Rate
(ha)
(kw/ha)

(8)

(9)

(10)

(11)

149.87

45

2. Tabanan

26

191.81

499

3. Badung

90

224.75

4. Gianyar

69

209.79

540

132.28

222

207.09
154.30

45

96

146.70

1 408

2 023

270

213.38

5 761

1 448

236

202.64

4 782

7 143

1 290

126.89

16 369

4 597

643

207.25

13 326

5 920

169.23

100 184

s.
bp

ba

6. Bangli

149.87

li.

5. Klungkung

(13)

go

1. Jembrana

(12)

.id

Lanjutan Tabel
Continued Table

21 927

42

340.82

1 431

627

240.45

15 076

2 413

162.09

39 113

9 085

172.76

156 953

2012

1 934

158.74

30 700

9 346

157.50

147 201

2011

1 936

157.50

30 492

10 683

155.66

166 291

2010

2 427

159.61

38 737

10 809

151.49

163 747

2009

1 850

163.23

30 197

11 088

154.63

171 456

9. Denpasar
Jumlah / Total :

://
tp

8. Buleleng

1 421

ht

7. Karangasem

Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Bali


Source : BPS - Statistics of Bali Province

190

Bali Dalam Angka 2014

Luas Panen, Rata-Rata Produksi, dan Produksi Ubi Jalar


Menurut Kabupaten/Kota di Bali Tahun 2013
5.1.7 :
Harvested Area, Production Rate, and Production of Sweet
Potatoes by Regency/City in Bali, 2013

Kabupaten/Kota
Regency/City

(1)

Januari - April
January - April

M e i - Agustus
M a y - August

Luas
Rata-rata Produksi
Panen
Produksi Production
Harvested Production
(ton)
Area
Rate
(ha)
(kw/ha)

Luas
Rata-rata Produksi
Panen
Produksi Production
Harvested Production
(ton)
Area
Rate
(ha)
(kw/ha)

(2)

(3)

(4)

(5)

2. Tabanan

143.01

100

3. Badung

202

118.62

4. Gianyar

115

148.32

38

126.05

644

207.97

42

2 396

153

221.55

3 390

1 706

90

142.38

1 281

479

47

132.06

621

94.70

6 790

726

61.83

4 489

123.39

7 946

701

118.70

8 321

s.

139.41

84

99.17

20

1 729

112.79

19 501

1 721

105.54

18 163

2012

1 997

104.89

20 947

1 706

119.24

20 342

2011

2 296

114.92

26 386

1 904

120.45

22 934

2010

1 884

113.19

21 325

1 929

124.20

23 958

2009

2 162

118.03

25 519

1 964

118.40

23 253

Jumlah / Total :

ht

9. Denpasar

tp

8. Buleleng

bp

li.

717

7. Karangasem

://

6. Bangli

(7)

ba

5. Klungkung

go

1. Jembrana

(6)

.id

Tabel
Table

berlanjut / continued ..

Bali In Figures 2014

191

Kabupaten/Kota
Regency/City

(1)

5.1.7 :

September - Desember
September - December

Januari - Desember
January - December

Luas
Rata-rata Produksi
Panen
Produksi Production
Harvested Production
(ton)
Area
Rate
(ha)
(kw/ha)

Luas
Rata-rata Produksi
Panen
Produksi Production
Harvested Production
(ton)
Area
Rate
(ha)
(kw/ha)

(8)

(9)

(10)

(11)

127.17

13

2. Tabanan

10

232.74

233

3. Badung

251

219.00

4. Gianyar

120

225.60

58

182.24

6. Bangli

748

7. Karangasem

467

13

19

197.08

374

5 497

606

186.19

11 283

2 707

325

175.21

5 694

1 057

143

150.82

2 157

104.25

7 798

2 191

87.07

19 077

119.04

5 559

1 812

120.45

21 826

s.
bp

li.

ba
183.49

183

18

159.43

287

1 665

138.42

23 048

5 115

118.69

60 712

2012

1 916

109.93

21 063

5 619

110.97

62 352

2011

1 782

113.40

20 208

5 982

116.23

69 527

2010

1 894

132.18

25 035

5 707

123.21

70 318

2009

2 159

139.94

30 213

6 285

125.67

78 985

9. Denpasar
Jumlah / Total :

tp

10

ht

8. Buleleng

127.17

://

5. Klungkung

(13)

go

1. Jembrana

(12)

.id

Lanjutan Tabel
Continued Table

Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Bali


Source : BPS - Statistics of Bali Province

192

Bali Dalam Angka 2014

Luas Panen, Rata-Rata Produksi, dan Produksi Kacang Tanah


Menurut Kabupaten/Kota di Bali Tahun 2013
5.1.8 :
Harvested Area, Production Rate, and Production of Peanuts
by Regency/City in Bali, 2013

Kabupaten/Kota
Regency/City

(1)

Januari - April
January - April

M e i - Agustus
M a y - August

Luas
Rata-rata Produksi
Panen
Produksi Production
Harvested Production
(ton)
Area
Rate
(ha)
(kw/ha)

Luas
Rata-rata Produksi
Panen
Produksi Production
Harvested Production
(ton)
Area
Rate
(ha)
(kw/ha)

(2)

(3)

(4)

(5)

2. Tabanan

3. Badung

128

12.57

4. Gianyar

160

14.15

1 223

12.62

407
2 090
-

ht

Jumlah / Total :

414

tp

8. Buleleng
9. Denpasar

15

161

101

16.04

162

226

68

12.50

85

1 544

151

10.26

155

12.57

512

348

11.21

390

12.52

2 616

711

13.59

966

518

192

16.15

310

://

7. Karangasem

39

s.
bp

li.

6. Bangli

13

ba

5. Klungkung

(7)

30

go

1. Jembrana

(6)

.id

Tabel
Table

12.52
-

4 422

12.61

5 577

1 603

13.16

2 110

2012

5 305

11.55

6 130

1 469

11.76

1 728

2011

5 545

9.66

5 356

1 954

12.11

2 366

2010

5 903

10.14

5 986

2 058

10.93

2 249

2009

5 799

12.96

7 517

2 222

12.01

2 669

berlanjut / continued ..

Bali In Figures 2014

193

Kabupaten/Kota
Regency/City

(1)

September - Desember
September - December

Januari - Desember
January - December

Luas
Rata-rata Produksi
Panen
Produksi Production
Harvested Production
(ton)
Area
Rate
(ha)
(kw/ha)

Luas
Rata-rata Produksi
Panen
Produksi Production
Harvested Production
(ton)
Area
Rate
(ha)
(kw/ha)

(8)

(9)

(10)

(11)

14

203

10

3. Badung

298

10.92

4. Gianyar

67

14.02

5. Klungkung

221

12.90

6. Bangli

303

7. Karangasem

950

8. Buleleng

487

9. Denpasar
Jumlah / Total :

242

12

325

527

12.30

648

94

295

13.74

405

285

1 595

12.44

1 984

12.52

380

1 058

12.11

1 281

12.32

1 170

3 751

12.67

4 752

876

1 093

15.59

1 704

s.
bp

li.

ba

(13)

14

://

tp

2. Tabanan

(12)

176

go

146

ht

1. Jembrana

5.1.8 :

.id

Lanjutan Tabel
Continued Table

17.99
-

2 475

13.48

3 337

8 500

12.97

11 023

2012

2 798

13.43

3 758

9 572

12.13

11 615

2011

2 427

14.38

3 490

9 926

11.30

11 213

2010

2 436

13.74

3 347

10 397

11.14

11 582

2009

3 881

13.91

5 399

11 902

13.09

15 585

Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Bali


Source : BPS - Statistics of Bali Province

194

Bali Dalam Angka 2014

5.1.9 :

Kabupaten/Kota
Regency/City

(1)

Luas Panen, Rata-Rata Produksi, dan Produksi Kedelai


Menurut Kabupaten/Kota di Bali Tahun 2013
Harvested Area, Production Rate, and Production of Soybean
by Regency/City in Bali, 2013
Januari - April
January - April

M e i - Agustus
M a y - August

Luas
Rata-rata Produksi
Panen
Produksi Production
Harvested Production
(ton)
Area
Rate
(ha)
(kw/ha)

Luas
Rata-rata Produksi
Panen
Produksi Production
Harvested Production
(ton)
Area
Rate
(ha)
(kw/ha)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

1 231

8.90

1 096

235

17.36

408

27

1 082

13.59

1 470

102

202

13.13

265

609

375

15.35

576

2. Tabanan

3. Badung

24

11.33

4. Gianyar

70

14.51

412

14.78

4
8

s.
5

11

11.65

13

11.38

182

18

321

://

11

518

14.55

753

3 320

12.50

4 151

2012

662

14.70

973

2 843

12.96

3 685

2011

535

11.04

591

2 094

11.50

2 408

2010

901

12.48

1 124

2 362

9.97

2 355

2009

1 174

13.53

1 589

5 622

14.65

8 237

9. Denpasar
Jumlah / Total :

ht

tp

8. Buleleng

bp

13.15

13.16

ba

6. Bangli
7. Karangasem

li.

5. Klungkung

go

1. Jembrana

.id

Tabel
Table

berlanjut / continued ..

Bali In Figures 2014

195

Kabupaten/Kota
Regency/City

(1)

5.1.9 :

September - Desember
September - December

Januari - Desember
January - December

Luas
Rata-rata Produksi
Panen
Produksi Production
Harvested Production
(ton)
Area
Rate
(ha)
(kw/ha)

Luas
Rata-rata Produksi
Panen
Produksi Production
Harvested Production
(ton)
Area
Rate
(ha)
(kw/ha)

(8)

(9)

(10)

(11)

495

12.25

606

2. Tabanan

239

13.62

326

3. Badung

290

14.06

4. Gianyar

119

13.16

5. Klungkung

572

16.89

9.86

1 702

474

15.47

733

408

1 396

13.65

1 905

157

391

13.38

523

966

1 359

15.82

2 150

8. Buleleng

://

s.
bp

li.

11
12

8.75

10

15

9.93

15

13.33

31

12.69

39

16

23

14.84

34

25

14.56

36

12

187

18

327

1 766

14.31

2 528

5 604

13.26

7 433

2012

2 839

12.51

3 552

6 344

12.94

8 210

2011

4 267

12.90

5 504

6 896

12.33

8 503

2010

1 564

13.27

2 075

4 827

11.51

5 555

2009

2 582

14.31

3 695

9 378

14.42

13 521

Jumlah / Total :

ht

9. Denpasar

tp

ba

6. Bangli
7. Karangasem

(13)

1 726

go

1. Jembrana

(12)

.id

Lanjutan Tabel
Continued Table

Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Bali


Source : BPS - Statistics of Bali Province

196

Bali Dalam Angka 2014

Luas Panen, Rata-Rata Produksi, dan Produksi Kacang Hijau


Menurut Kabupaten/Kota di Bali Tahun 2013
5.1.10 :
Harvested Area, Production Rate, and Production of Mung Beans
by Regency/City in Bali, 2013

Kabupaten/Kota
Regency/City

(1)

Januari - April
January - April

M e i - Agustus
M a y - August

Luas
Rata-rata Produksi
Panen
Produksi Production
Harvested Production
(ton)
Area
Rate
(ha)
(kw/ha)

Luas
Rata-rata Produksi
Panen
Produksi Production
Harvested Production
(ton)
Area
Rate
(ha)
(kw/ha)

(2)

(3)

(4)

(5)

2. Tabanan

3. Badung

4. Gianyar

10

37

10.09

10

39

11.54

45

37

10.16

647

://

637

63

s.

134

100

679

10.15

689

231

9.39

217

2012

995

10.15

1 010

279

10.69

298

2011

422

10.13

427

100

10.18

102

2010

356

10.16

362

313

10.09

316

2009

672

10.00

672

269

10.04

270

Jumlah / Total :

ht

9. Denpasar

tp

8. Buleleng

bp

li.

6. Bangli
7. Karangasem

13.13

ba

5. Klungkung

(7)

48

go

1. Jembrana

(6)

.id

Tabel
Table

berlanjut / continued ..

Bali In Figures 2014

197

Kabupaten/Kota
Regency/City

(1)

5.1.10 :

September - Desember
September - December

Januari - Desember
January - December

Luas
Rata-rata Produksi
Panen
Produksi Production
Harvested Production
(ton)
Area
Rate
(ha)
(kw/ha)

Luas
Rata-rata Produksi
Panen
Produksi Production
Harvested Production
(ton)
Area
Rate
(ha)
(kw/ha)

(8)

(9)

(10)

(11)

50

6.14

31

2. Tabanan

3. Badung

7.82

4. Gianyar

7.82

5. Klungkung

14

12

46

11.23

52

37

10.09

37

s.
bp

li.
-

637

10.16

647

15

243

295

12

343

219

12.77

280

1 129

10.51

1 186

2012

282

7.82

220

1 556

9.82

1 529

2011

461

7.70

355

983

9.00

884

2010

95

7.95

76

764

9.86

753

2009

240

8.00

192

1 181

9.60

1 134

9. Denpasar
Jumlah / Total :

tp

161

ht

8. Buleleng

94

ba

9.56

://

6. Bangli
7. Karangasem

(13)

98

go

1. Jembrana

(12)

.id

Lanjutan Tabel
Continued Table

Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Bali


Source : BPS - Statistics of Bali Province

198

Bali Dalam Angka 2014

Produksi Buah-buahan Dirinci Menurut Jenisnya dan


Kabupaten/Kota di Bali Tahun 2013
5.2.1 :
Production and Type of Fruit by Regency/City
in Bali, 2013

Tabel
Table

(ton)

Jenis Buah
Kind of Fruit
Kabupaten/Kota
Regency/City

Alpokat
Avocado

Mangga
Mango

Rambutan
Rambutan

Nangka
Jack Fruit

Jeruk
Orange

Durian
Durian

Jambu
Biji
Faidium
Guava

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

1 962

19

115

203

40

2. Tabanan

13

285

1 730

623

522

837

23

3. Badung

324

813

209

17 813

1 609

2 872

216

4. Gianyar

335

883

841

35

1 167

6. Bangli

518

2 453

7. Karangasem

245

8. Buleleng

758

s.

go

.id

1. Jembrana

15 180

949

395

113

99

169

124

87

3 194

119 030

540

115

5 081

638

9 152

269

1 712

444

23 393

3 686

1 354

4 086

1 224

153

607

13

14

15

39

2 239

36 643

7 397

33 020

141 014

8 341

1 512

2012

1 997

40 372

13 219

33 005

129 669

14 133

1 380

2011

1 911

39 551

16 699

29 385

99 155

17 059

1 670

2010

1 625

28 924

12 421

20 483

97 523

8 127

1 401

2009

2 076

59 868

15 859

21 012

161 488

15 650

1 827

ht

li.

tp

9. Denpasar
Jumlah / Total :

ba

://

5. Klungkung

bp

642

174

berlanjut / continued ..

Bali In Figures 2014

199

Lanjutan Tabel
Continued Table

5.2.1 :
(ton )
Jenis Buah
Kind of Fruit

Kabupaten/Kota Semang- Melon Sawo


Regency/City ka Water Melon SepaMelon
dile
(1)

(9)

(10)

(11)

Pepaya
Papaya

Pisang
Banana

(12)

(13)

Nenas Salak
Pine- Salacia
apple
(14)

(15)

Anggur
Grape

(16)

8 591

499

168

33 883

65

16

2. Tabanan

2 280

223

271

6 500

140

3. Badung

7 603

357

475

19 723

36

62

4. Gianyar

787

86

144

2 583

7 307

33

92

20

168

213

2 134

15

26

6. Bangli

21

1 234

111 153

64

5 258

7. Karangasem

23

2 124

1 666

16 060

234

26 484

129

1 189

1 386

18 397

12

118

9 118

39

96

21 328

737

4 399

7 869

215 252

463

32 195

9 118

2012

12 907

685

5 063

7 864

164 699

545

34 061

9 621

2011

10 301

548

3 516

9 233

163 685

646

31 897

11 471

2010

17 929

678

4 137

10 068

148 845

863

40 676

11 111

2009

15 823

164

3 992

9 808

153 540

1 089

46 213

9 221

Jumlah / Total :

818

go

s.

bp

li.

ba

://

9. Denpasar

1 227

tp

8. Buleleng

ht

5. Klungkung

.id

1. Jembrana

Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Bali


Source : BPS - Statistics of Bali Province

200

Bali Dalam Angka 2014

5.2.2 :

Kabupaten/Kota
Regency/City

(1)

Produksi Sayur-sayuran Dirinci Menurut Jenisnya dan


Kabupaten/Kota di Bali Tahun 2013
Production and Type of Vegetable by Regency/City
in Bali, 2013

(ton )
Jenis Sayuran
Type of Vegetable
Bawang Bawang Bawang Kentang Kubis Petsai/ Wortel
Merah
Daun Potatoes Cabbage Sawi
Carrot
Putih
Shallots
Spring
Mustard
Garlic
Onions
Green
(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

2. Tabanan

853

1 169

3. Badung

4. Gianyar

5. Klungkung

7 585

166

8. Buleleng

213

5 273

3 118

3 073

204

19

123

24

5 883

523

22 853

1 846

20

3 512

10 336

28

36

1 534

3 816

1 138

3 227

4 840

s.
bp

li.

tp

://

7. Karangasem

ba

6. Bangli

(8)

go

1. Jembrana

(7)

.id

Tabel
Table

Jumlah / Total :

7 977

48

889

3 226

35 781

27 204

6 300

2012

8 666

85

1 447

2 665

40 167

29 687

3 593

2011

9 317

91

1 727

2 383

42 926

30 727

3 730

2010

10 981

598

2 199

4 679

47 077

29 879

3 895

2009

11 554

931

1 934

5 488

25 628

24 197

3 417

ht

9. Denpasar

berlanjut / continued ..

Bali In Figures 2014

201

Lanjutan Tabel
Continued Table

5.2.2 :

Kabupaten/Kota
Regency/City

Kacang
Panjang
String
Beans

(1)

(9)

(10)

(11)

(12)

(13)

16

1 227

3 106

3 319

266

3. Badung

529

1 099

1 103

4. Gianyar

120

883

33

5. Klungkung

328

4 282

6. Bangli

132

7. Karangasem

2 640

5 816

180

521

246

982

14

99

119

22

591

1 170

8 277 12 932

39

3 737

go

bp

s.

205

3 082

1 663

437

5 307

444

45

76

107

82

3 869

5 157 35 856

19 464

1 159

9 459

9 102

5 670

tp
ht

Jumlah / Total :

2 038

1 612

170

9. Denpasar

12 885

://

8. Buleleng

li.

2. Tabanan

(15)

(14)

.id

11

ba

1. Jembrana

(ton )
Jenis Sayuran
Type of Vegetable
Cabai Tomat Terong Buncis Ketimun Kangkung
Chili Tomato
Egg
Green Cucumber Impomea
Plant
Beans
Reptans

2012

4 896

29 824 30 880

2 041

9 305

9 194

6 434

2011

5 867

31 503 33 540

1 640

11 648

8 781

7 419

2010

4 970

25 286 31 422

564

12 854

6 886

5 960

2009

7 148

27 265 30 589

751

11 091

6 781

9 804

Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Bali


Source : BPS - Statistics of Bali Province

202

Bali In Figures 2014

Tabel
Table

5.3.1 :

Luas Areal, Produksi, dan Banyaknya Pemilik Tanaman


Kelapa Dalam Menurut Kabupaten/Kota di Bali Tahun 2013
Area, Number of Productions, and Number of Owners Tall
Coconut Plants by Regency/City in Bali, 2013
Luas Areal (ha) / Area (hectares)

Kabupaten/Kota
Regency/City

Banyaknya
Jumlah
Tanaman Tanaman Tanaman Jumlah
Pemilik (RT)
Produksi
Muda
Mengha- Tua/Rusak Total
Number of
Production
silkan
Old/
Young
Owners
(ton)
ProducDamage
Plants
(households)
tive Plants
Plants

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

I. Perkebunan Rakyat
Civil Plantation
1. Jembrana
2. Tabanan
3. Badung
4. Gianyar
5. Klungkung
6. Bangli
7. Karangasem
8. Buleleng
9. Denpasar

7 362

61 686

1 642

70 690

66 844.33

202 400

669
1 242
222
156
818
335
2 987
913
20

15 969
13 475
2 108
3 970
2 131
2 473
14 091
7 385
84

16 725
15 155
2 467
4 143
2 949
2 817
17 580
8 731
123

18 298.91
15 607.65
1 862.99
3 772.54
2 555.00
2 446.61
15 048.00
7 220.88
31.75

16 530
39 421
23 636
40 970
11 399
9 914
39 987
19 499
1 044

108

107

215

125.30

0
0
0
0

34
74
0
0

103
4
0
0

137
78
0
0

27.65
97.65
0
0

0
0
0
0

7 362

61 794

1 749

70 905

66 969.63

202 400

Jumlah / Total :

.id

go

s.

bp

li.

ba

://

tp

ht

II. Perkebunan Besar


Large Plantation
1. Pulukan
2. Sangiang
3. Sendang
4. Tajun

87
438
137
17
0
9
502
433
19

(6)

(7)

2012

7 191

62 081

1 552

70 824

66 963.92

201 002

2011

6 647

62 180

1 637

70 464

66 564.17

201 640

2010

6 715

62 130

1 676

70 522

69 751.40

201 990

2009

6 436

62 502

1 599

70 536

67 588.09

201 559

Sumber : Dinas Perkebunan Provinsi Bali


Source : Plantation Department of Bali Province

Bali In Figures 2014

203

Tabel
Table

5.3.2 :

Luas Areal, Produksi, dan Banyaknya Pemilik Tanaman


Kelapa Hybrida Menurut Kabupaten/Kota di Bali Tahun 2013
Area, Number of Production, and Number of Owners of Hybrid
Coconut Plants by Regency/City in Bali, 2013
Luas Areal (ha) / Area (hectares)

0
0
0
0
0
0
0
0
0

140
31
0
42
3
9
24
40
0

(5)

(6)

(7)

290

198.14

21 627

140
32
0
42
3
9
24
40
0

106.94
18.47
0
23.87
1.80
4.53
14.26
28.28
0

5 381
3 838
0
5 748
375
920
1 800
3 565
0

0
1
0
0
0
0
0
0
0

0
0
0
0

0
0
0
0

0
0
0
0

0
0
0
0

0
0
0
0

0
0
0
0

289

290

s.

go

ba

Jumlah / Total :

289

://

ht

II. Perkebunan Besar


Large Plantation
1. Pulukan
2. Sangiang
3. Sendang
4. Tajun

(4)

tp

I. Perkebunan Rakyat
Civil Plantation
1. Jembrana
2. Tabanan
3. Badung
4. Gianyar
5. Klungkung
6. Bangli
7. Karangasem
8. Buleleng
9. Denpasar

(3)

.id

(2)

bp

(1)

li.

Kabupaten/Kota
Regency/City

Banyaknya
Jumlah
Tanaman Tanaman Tanaman Jumlah
Pemilik (RT)
Produksi
Muda
Mengha- Tua/Rusak Total
Number of
Production
silkan
Old/
Young
Owners
(ton)
ProducDamage
Plants
(households)
tive Plants
Plants

198.14

21 627

2012

292

292

187.55

21 543

2011

294

301

193.35

22 107

2010

312

313

201.91

22 606

2009

314

315

204.65

22 816

Sumber : Dinas Perkebunan Provinsi Bali


Source : Plantation Department of Bali Province

204

Bali Dalam Angka 2014

Tabel
Table

5.3.3 :

Luas Areal, Produksi, dan Banyaknya Pemilik Tanaman


Kelapa Genjah Menurut Kabupaten/Kota di Bali Tahun 2013
Area, Number of Productions, and Number of Owners of Dwarf
Coconut Plants by Regency/City in Bali, 2013
Luas Areal (ha) / Area (hectares)

(1)

(2)

(3)

I. Perkebunan Rakyat
Civil Plantation
1. Jembrana
2. Tabanan
3. Badung
4. Gianyar
5. Klungkung
6. Bangli
7. Karangasem
8. Buleleng
9. Denpasar

1 383

1 443

43

88
229
117
423
146
41
257
67
15

275
361
151
125
89
239
19
160
24

0
3
0
0
0
0
40
0
0

(5)

(7)

2 869

1 096.38

51 868

363
593
268
548
235
280
316
227
39

255.21
305.31
113.95
62.59
84.12
163.62
8.85
86.07
16.67

9 545
10 005
14 613
1 988
1 541
1 055
2 102
7 570
3 449

go

s.

bp

li.

ba

://

(6)

0
0
0
0

0
0
0
0

0
0
0
0

0
0
0
0

0
0
0
0

0
0
0
0

Jumlah / Total :

1 383

1 443

43

2 869

2012

1 343

1 220

43

2011

946

1 196

tp

ht

II. Perkebunan Besar


Large Plantation
1. Pulukan
2. Sangiang
3. Sendang
4. Tajun

(4)

.id

Kabupaten/Kota
Regency/City

Banyaknya
Jumlah
Tanaman Tanaman Tanaman Jumlah
Pemilik (RT)
Produksi
Muda
Mengha- Tua/Rusak Total
Number of
Production
silkan
Old/
Young
Owners
(ton)
ProducDamage
Plants
(households)
tive Plants
Plants

1 096.38

51 868

2 605

875.66

52 946

2 146

899.46

53 025
53 021
50 331

2010

968

1 164

2 132

743.20

2009

770

1 276

2 048

742.43

Sumber : Dinas Perkebunan Provinsi Bali


Source : Plantation Department of Bali Province

Bali In Figures 2014

205

Tabel
Table

5.3.4 :

Luas Areal, Produksi, dan Banyaknya Pemilik Tanaman


Kelapa Deres Menurut Kabupaten/Kota di Bali Tahun 2013
Area, Number of Productions, and Number of Owners Tap
Coconut Sugar Plants by Regency/City in Bali, 2013
Luas Areal (ha) / Area (hectares)

(1)

(2)

(4)

154

0
0
0
0
0
0
0
0
0

100
0
0
0
54
0
0
0
0

(5)

(6)

(7)

159

843.94

988

104
0
0
0
55
0
0
0
0

631.23
0
0
0
212.71
0
0
0
0

772
0
0
0
216
0
0
0
0

4
0
0
0
1
0
0
0
0

0
0
0
0

0
0
0
0

0
0
0
0

0
0
0
0

0
0
0
0

0
0
0
0

Jumlah / Total :

154

159

843.94

988

2012

153

104

649.29

988

2011

153

158

865.00

988
994
994

s.

bp

li.

://
tp

ht

II. Perkebunan Besar


Large Plantation
1. Pulukan
2. Sangiang
3. Sendang
4. Tajun

go

ba

I. Perkebunan Rakyat
Civil Plantation
1. Jembrana
2. Tabanan
3. Badung
4. Gianyar
5. Klungkung
6. Bangli
7. Karangasem
8. Buleleng
9. Denpasar

(3)

.id

Kabupaten/Kota
Regency/City

Banyaknya
Jumlah
Tanaman Tanaman Tanaman Jumlah
Pemilik (RT)
Produksi
Muda
Mengha- Tua/Rusak Total
Number of
Production
silkan
Old/
Young
Owners
(ton)
ProducDamage
Plants
(households)
tive Plants
Plants

2010

153

157

690.00

2009

158

158

1 235.90

Sumber : Dinas Perkebunan Provinsi Bali


Source : Plantation Department of Bali Province

206

Bali Dalam Angka 2014

Tabel
Table

5.3.5 :

Luas Areal, Produksi, dan Banyaknya Pemilik Tanaman


Kopi Arabika Menurut Kabupaten/Kota di Bali Tahun 2013
Area, Number of Production, and Number of Owners of Arabica
Coffee Plants by Regency/City in Bali, 2013
Luas Areal (ha) / Area (hectares)

(1)

(2)

(3)

I. Perkebunan Rakyat
Civil Plantation
1. Jembrana
2. Tabanan
3. Badung
4. Gianyar
5. Klungkung
6. Bangli
7. Karangasem
8. Buleleng
9. Denpasar

5 839

6 769

498

0
687
473
257
0
2 880
600
942
0

0
90
882
131
0
3 717
535
1 414
0

0
72
58
10
0
0
0
358
0

(5)

(7)

13 106

4 214.11

18 135

0
849
1 413
398
0
6 597
1 135
2 714
0

0
52.00
531.32
73.95
0
2 476
233.50
847.10
0

0
1 588
2 513
980
0
8 222
1 711
3 121
0

go

s.

bp

li.

ba

://

(6)

0.78

0
0
0
2

0
0
0
2

0
0
0
2

0
0
0
6

0
0
0
0.78

0
0
0
0

Jumlah / Total :

5 841

6 771

13 112

4 214.89

18 135

2012

4 708

6 781

444

11 934

4 199.76

17 683

2011

3 775

6 384

325

10 484

3 123.17

16 494
15 692
14 550

tp

ht

II. Perkebunan Besar


Large Plantation
1. Pulukan
2. Sangiang
3. Sendang
4. Tajun

(4)

.id

Kabupaten/Kota
Regency/City

Banyaknya
Jumlah
Tanaman Tanaman Tanaman Jumlah
Pemilik (RT)
Produksi
Muda
Mengha- Tua/Rusak Total
Number of
Production
silkan
Old/
Young
Owners
(ton)
ProducDamage
Plants
(households)
tive Plants
Plants

500

2010

3 236

5 941

277

9 454

3 255.06

2009

1 918

5 962

401

8 281

3 475.59

Sumber : Dinas Perkebunan Provinsi Bali


Source : Plantation Department of Bali Province

Bali In Figures 2014

207

Tabel
Table

5.3.6 :

Luas Areal, Produksi, dan Banyaknya Pemilik Tanaman


Kopi Robusta Menurut Kabupaten/Kota di Bali Tahun 2013
Area, Number of Production, and Number of Owners of Robusta
Coffee Plants by Regency/City in Bali, 2013
Luas Areal (ha) / Area (hectares)

Kabupaten/Kota
Regency/City

Banyaknya
Jumlah
Tanaman Tanaman Tanaman Jumlah
Pemilik (RT)
Produksi
Muda
Mengha- Tua/Rusak Total
Number of
Production
silkan
Old/
Young
Owners
(ton)
ProducDamage
Plants
(households)
tive Plants
Plants

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

I. Perkebunan Rakyat
Civil Plantation
1. Jembrana
2. Tabanan
3. Badung
4. Gianyar
5. Klungkung
6. Bangli
7. Karangasem
8. Buleleng
9. Denpasar

1 637

20 112

1 864

23 613

13 101.49

65 919

94
801
34
43
16
17
47
585
0

999
8 011
332
276
74
289
753
9 378
0

124
723
53
19
2
26
70
847
0

1 217
9 535
419
338
92
332
870
10 810
0

263.34
5 885.45
151.83
157.48
37.71
186.61
203.18
6 215.90
0

6 577
19 834
3 055
7 460
1 474
8 873
9 894
8 752
0

.id

go

s.

bp

li.

ba

://

(7)

15

1.43

0
0
0
9

0
0
0
4

0
0
0
2

0
0
0
15

0
0
0
1.43

0
0
0
0

Jumlah / Total :

1 646

20 116

1 866

23 628

13 102.92

65 919

2012

1 653

20 104

1 871

23 628

14 680.70

64 457

2011

1 494

20 284

1 850

23 628

7 256.25

64 792

2010

1 500

20 231

1 989

23 629

11 109.91

68 970

2009

1 570

20 510

1 771

23 851

11 428.98

70 460

tp

ht

II. Perkebunan Besar


Large Plantation
1. Pulukan
2. Sangiang
3. Sendang
4. Tajun

(6)

Sumber : Dinas Perkebunan Provinsi Bali


Source : Plantation Department of Bali Province

208

Bali Dalam Angka 2014

Tabel
Table

5.3.7 :

Luas Areal, Produksi, dan Banyaknya Pemilik Tanaman


Cengkeh Menurut Kabupaten/Kota di Bali Tahun 2013
Area, Number of Production, and Number of Owners of Cloves
Plants by Regency/City in Bali, 2013
Luas Areal (ha) / Area (hectares)

3 232
2 292
246
145
334
171
846
7 011
0

894
206
320
37
9
18
5
63
236
0

ba
76

0
0
0
1

75
0
0
1

Jumlah / Total :

424

(7)

6 161.14

55 652

3 447
2 612
283
160
367
208
946
7 571
0

1 200.65
650.90
32.50
48.77
123.00
34.78
220.05
3 850.50
0

8 659
17 727
1 954
4 213
1 815
2 489
5 700
13 095
0

78

0
0
0
1

75
0
0
3

0
0
0
0

0
0
0
0

14 353

895

15 672

6 161.14

55 652

tp

(6)

15 594

.id

9
0
0
6
15
32
37
324
0

(5)

go

14 277

ht

II. Perkebunan Besar


Large Plantation
1. Pulukan
2. Sangiang
3. Sendang
4. Tajun

(4)

423

://

I. Perkebunan Rakyat
Civil Plantation
1. Jembrana
2. Tabanan
3. Badung
4. Gianyar
5. Klungkung
6. Bangli
7. Karangasem
8. Buleleng
9. Denpasar

(3)

s.

(2)

bp

(1)

li.

Kabupaten/Kota
Regency/City

Banyaknya
Jumlah
Tanaman Tanaman Tanaman Jumlah
Pemilik (RT)
Produksi
Muda
Mengha- Tua/Rusak Total
Number of
Production
silkan
Old/
Young
Owners
(ton)
ProducDamage
Plants
(households)
tive Plants
Plants

2012

422

14 384

866

15 672

6 158.97

55 572

2011

432

14 396

780

15 608

765.42

55 646

2010

238

14 243

1 014

15 495

4 507.00

55 641

2009

154

14 371

888

15 413

4 312.16

56 211

Sumber : Dinas Perkebunan Provinsi Bali


Source : Plantation Department of Bali Province

Bali In Figures 2014

209

Tabel
Table

5.3.8 :

Luas Areal, Produksi, dan Banyaknya Pemilik Tanaman


Panili Menurut Kabupaten/Kota di Bali Tahun 2013
Area, Number of Production, and Number of Owners of Vanilla
Plants by Regency/City in Bali, 2013
Luas Areal (ha) / Area (hectares)

(5)

157

65
56
23
22
0
5
19
4
0

58
44
24
25
0
7
14
16
0

15
11
26
4
0
2
1
98
0

ba

(6)

s.

(7)

539

9.57

8 329

138
111
73
51
0
14
34
118
0

2.26
1.36
1.93
2.26
0
0
1.15
0.62
0

2 202
2 001
617
1 347
28
331
444
1 359
0

go

188

0
0
0
0

0
0
0
0

0
0
0
0

0
0
0
0

0
0
0
0

0
0
0
0

Jumlah / Total :

194

188

157

539

9.57

2012

203

300

160

664

52.84

8 831

2011

221

311

151

683

45.75

11 104

2010

265

327

120

712

21.14

11 382

2009

394

350

66

810

28.72

11 955

tp

ht

II. Perkebunan Besar


Large Plantation
1. Pulukan
2. Sangiang
3. Sendang
4. Tajun

(4)

194

://

I. Perkebunan Rakyat
Civil Plantation
1. Jembrana
2. Tabanan
3. Badung
4. Gianyar
5. Klungkung
6. Bangli
7. Karangasem
8. Buleleng
9. Denpasar

(3)

.id

(2)

bp

(1)

li.

Kabupaten/Kota
Regency/City

Banyaknya
Jumlah
Tanaman Tanaman Tanaman Jumlah
Pemilik (RT)
Produksi
Muda
Mengha- Tua/Rusak Total
Number of
Production
silkan
Old/
Young
Owners
(ton)
ProducDamage
Plants
(households)
tive Plants
Plants

8 329

Sumber : Dinas Perkebunan Provinsi Bali


Source : Plantation Department of Bali Province

210

Bali Dalam Angka 2014

Tabel
Table

5.3.9 :

Luas Areal, Produksi, dan Banyaknya Pemilik Tanaman


Jambu Mete Menurut Kabupaten/Kota di Bali Tahun 2013
Area, Number of Production, and Number of Owners of
Cashewnut Plants by Regency/City in Bali, 2013
Luas Areal (ha) / Area (hectares)

(1)

(2)

(3)

I. Perkebunan Rakyat
Civil Plantation
1. Jembrana
2. Tabanan
3. Badung
4. Gianyar
5. Klungkung
6. Bangli
7. Karangasem
8. Buleleng
9. Denpasar

3 521

8 206

0
0
0
0
414
0
2 579
528
0

0
0
0
40
259
0
6 342
1 565
0

bp

li.

ba

://

(7)

3 734.95

23 047

0
0
0
47
689
0
9 483
2 224
0

0
0
0
16.01
94.70
0
3 057.19
567.05
0

0
0
0
87
2 839
0
15 490
4 631
0

go

0
0
0
7
16
0
562
131
0

(6)

12 443

.id

716

(5)

131

16

148

64.00

0
0
0
1

0
0
0
131

0
0
0
16

0
0
0
148

0
0
0
64.00

0
0
0
0

Jumlah / Total :

3 522

8 337

732

12 591

3 798.95

23 047

2012

3 554

8 340

698

12 592

3 735.82

23 039

2011

3 385

8 095

511

11 991

3 586.72

22 959

2010

3 031

8 441

514

11 986

3 761.27

22 956

2009

2 008

8 373

715

11 096

3 966.34

22 642

tp

ht

II. Perkebunan Besar


Large Plantation
1. Pulukan
2. Sangiang
3. Sendang
4. Bali Anacardia

(4)

s.

Kabupaten/Kota
Regency/City

Banyaknya
Jumlah
Tanaman Tanaman Tanaman Jumlah
Pemilik (RT)
Produksi
Muda
Mengha- Tua/Rusak Total
Number of
Production
silkan
Old/
Young
Owners
(ton)
ProducDamage
Plants
(households)
tive Plants
Plants

Sumber : Dinas Perkebunan Provinsi Bali


Source : Plantation Department of Bali Province

Bali In Figures 2014

211

Tabel
Table

Luas Areal, Produksi, dan Banyaknya Pemilik Tanaman


Tembakau Rakyat Menurut Kabupaten/Kota di Bali Tahun 2013
Area, Number of Production, and Number of Owners of Tobacco
Plants by Regency/City in Bali, 2013

5.3.10 :

Luas Areal (ha)


Area (hectares)

Kabupaten/Kota
Regency/City

Ditanam
Planted

Dipanen
Harvested

(2)

(3)

Banyaknya
Pemilik (KK)
Number of
Owners
(households)

(4)

(5)

2. Tabanan

3. Badung

4. Gianyar

410

410

391.40

s.

930

19

10.81

360

4.35

80

439

434

406.56

1 370

2012

410

408

369.63

1 137

2011

332

332

286.83

984

2010

306

306

254.76

1 259

2009

270

264

209.75

1 520

19

7. Karangasem

10

li.

6. Bangli

bp

5. Klungkung

go

1. Jembrana

.id

(1)

Jumlah
Produksi
Production
(ton)

ba

8. Buleleng

tp

://

9. Denpasar

ht

Jumlah / Total :

Sumber : Dinas Perkebunan Provinsi Bali


Source : Plantation Department of Bali Province

212

Bali Dalam Angka 2014

Tabel
Table

Luas Areal, Produksi, dan Banyaknya Pemilik Tanaman


Tembakau Virginia Menurut Kabupaten/Kota di Bali Tahun 2013
Area, Number of Production, and Number of Owners of Virginia
Tobacco Plants by Regency/City in Bali, 2013

5.3.11 :

Luas Areal (ha)


Area (hectares)

Kabupaten/Kota
Regency/City

Ditanam
Planted

Dipanen
Harvested

(2)

(3)

(4)

(5)

10

10

12

67

2. Tabanan

3. Badung

4. Gianyar

5. Klungkung

6. Bangli

7. Karangasem

go

li.
396

359

406

369

566.58

189

2012

562

562

1 342.76

170

2011

800

800

1 384.00

178

2010

822

822

736.50

378

2009

834

834

1 690.00

254

ba

8. Buleleng

.id

1. Jembrana

s.

Banyaknya
Pemilik (KK)
Number of
Owners
(households)

bp

(1)

Jumlah
Produksi
Production
(ton)

tp

://

9. Denpasar

ht

Jumlah / Total :

554.57
0

122
0

Sumber : Dinas Perkebunan Provinsi Bali


Source : Plantation Department of Bali Province

Bali In Figures 2014

213

Tabel
Table

5.3.12 :

Luas Areal, Produksi, dan Banyaknya Pemilik Tanaman


Enau/Aren Menurut Kabupaten/Kota di Bali Tahun 2013
Area, Number of Production, and Number of Owners of Palm Sugar
Plants by Regency/City in Bali, 2013
Luas Areal (ha) / Area (hectares)

(5)

32

0
18
5
30
0
0
55
2
0

0
174
5
52
0
0
77
107
0

0
16
1
1
0
0
0
14
0

ba

(6)

s.

(7)

557

57.66

11 065

0
208
11
83
0
0
132
123
0

0
14.91
0.72
0
0
0
1.43
40.61
0

0
4 537
281
1 533
0
0
4 381
333
0

go

415

0
0
0
0

0
0
0
0

0
0
0
0

0
0
0
0

0
0
0
0

0
0
0
0

Jumlah / Total :

110

415

32

557

57.66

11 065

2012

109

446

15

570

54.10

11 726

2011

105

452

15

572

50.33

11 746

2010

109

448

16

574

74.59

11 522

2009

120

435

19

574

84.94

12 465

tp

ht

II. Perkebunan Besar


Large Plantation
1. Pulukan
2. Sangiang
3. Sendang
4. Tajun

(4)

110

://

I. Perkebunan Rakyat
Civil Plantation
1. Jembrana
2. Tabanan
3. Badung
4. Gianyar
5. Klungkung
6. Bangli
7. Karangasem
8. Buleleng
9. Denpasar

(3)

.id

(2)

bp

(1)

li.

Kabupaten/Kota
Regency/City

Banyaknya
Jumlah
Tanaman Tanaman Tanaman Jumlah
Pemilik (RT)
Produksi
Muda
Mengha- Tua/Rusak Total
Number of
Production
silkan
Old/
Young
Owners
(ton)
ProducDamage
Plants
(households)
tive Plants
Plants

Sumber : Dinas Perkebunan Provinsi Bali


Source : Plantation Department of Bali Province

214

Bali Dalam Angka 2014

Tabel
Table

5.3.13 :

Luas Areal, Produksi, dan Banyaknya Pemilik Tanaman


Kakao Menurut Kabupaten/Kota di Bali Tahun 2013
Area, Number of Production, and Number of Owners of Cocoa
Plants by Regency/City in Bali, 2013
Luas Areal (ha) / Area (hectares)

(1)

(2)

(3)

I. Perkebunan Rakyat
Civil Plantation
1. Jembrana
2. Tabanan
3. Badung
4. Gianyar
5. Klungkung
6. Bangli
7. Karangasem
8. Buleleng
9. Denpasar

3 140

10 471

1 274

789
1 357
213
171
6
52
384
168
0

4 649
3 320
412
212
49
231
506
1 092
0

819
384
6
6
2
2

(5)

(7)

14 885

6 231.34

58 463

31
24
0

6 257
5 061
631
389
57
285
921
1 284
0

2 928.83
1 750.05
226.09
180.81
41.66
144.58
204.14
755.18
0

13 040
23 843
5 168
1 630
231
5 108
3 395
6 048
0

go

s.

bp

li.

ba

://

(6)

37

17

57

42.30

0
2
0
0

14
23
0
0

0
11
0
6

14
36
0
7

8.51
33.76
0
0.03

0
0
0
0

Jumlah / Total :

3 142

10 508

1 291

14 942

6 273.63

58 463

2012

3 595

10 360

964

14 919

5 156.70

58 600

2011

3 707

10 335

824

14 866

4 916.23

58 894

2010

3 454

9 177

330

12 963

6 178.69

58 889

2009

3 916

8 840

92

12 848

6 825.98

55 417

tp

ht

II. Perkebunan Besar


Large Plantation
1. Pulukan
2. Sangiang
3. Sendang
4. Tajun

(4)

.id

Kabupaten/Kota
Regency/City

Banyaknya
Jumlah
Tanaman Tanaman Tanaman Jumlah
Pemilik (RT)
Produksi
Muda
Mengha- Tua/Rusak Total
Number of
Production
silkan
Old/
Young
Owners
(ton)
ProducDamage
Plants
(households)
tive Plants
Plants

Sumber : Dinas Perkebunan Provinsi Bali


Source : Plantation Department of Bali Province

Bali In Figures 2014

215

Luas Hutan Wisata Menurut Fungsinya dan Banyaknya Pengunjung


Kawasan Hutan Konservasi di Provinsi Bali Tahun 2013
Area, Function and Number of Visitors of Forest Conservation Areas
in Bali Province, 2013

5.4.1 :

Fungsi Hutan
Forest Conservation

Luas
Area (ha)

(1)

Banyaknya Pengunjung
Number of Visitors
Domestik
Domestic

Asing
Foreigner

Jumlah
Total

(3)

(4)

(5)

(2)

574.28

1 762.80

65 385

15 725

81 110

4 229

4 579

8 808

2 075.00

Jumlah / Total :

6 129.04

69 614

20 304

89 918

2012

6 129.04

50 532

11 866

62 398

2011

6 129.04

65 704

25 060

90 764

2010

6 129.04

53 760

25 759

79 519

2009

6 129.04

42 116

10 623

52 739

2. Cagar Alam Batukahu


Batukau Recreation Forest

bp

ba

li.

1 703.00

://

4. Taman Wisata Alam


Danau Buyan - Tamblingan
Danau Buyan - Tamblingan
Recreation Forest Nature
Conservation

13.97

s.

3. Taman Wisata Alam Sangeh


Sangeh Recreation Forest Nature
Conservation

ht

tp

5. Taman Wisata Alam


Gunung Batur Bukit Payang
Gunung Batur Bukit Payang
Recreation Forest Nature
Conservation

.id

1. Taman Wisata Alam Penelokan


Penelokan Recreation Forest

go

Tabel
Table

Sumber : Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam Provinsi Bali


Source : Conservation and Natural Resources Office of Bali Province

216

Bali Dalam Angka 2014

Luas Kawasan Hutan Menurut Kabupaten/Kota


di Provinsi Bali Tahun 2013
Area of Forest by Regency/City in Bali Province, 2013

Tabel
5.4.2 :
Table

Luas Hutan
Area of Forest
(ha)

(1)

(2)

(3)

Persentase Luas Hutan Terhadap Luas


Percentage of Forest Area to
Kabupaten Provinsi
Regency
Province
(%)
(%)

Hutan Provinsi
Province Forest
(%)

(4)

(5)

(6)

7.48

32.26

84 180.00

42 156.27

50.08

2. Tabanan

83 933.00

9 969.15

11.88

1.77

7.63

3. Badung

41 852.00

1 779.87

4.25

0.32

1.36

4. Gianyar

36 800.00

5. Klungkung

31 500.00

3.33

0.19

0.80

6. Bangli

52 081.00

9 341.28

17.94

1.66

7.15

7. Karangasem

83 954.00

14 220.23

16.94

2.52

10.88

136 588.00

51 436.21

37.66

9.13

39.36

12 778.00

734.50

5.75

0.13

0.56

563 666.00

130 686.01

23.19

100.00

9. Denpasar
Jumlah / Total :

go

s.

bp

tp

://

ba

1 048.50

ht

8. Buleleng

.id

1. Jembrana

li.

Kabupaten/Kota
Regency/City

Luas Wilayah
Area of
Regency
(ha)

Sumber : Dinas Kehutanan Provinsi Bali


Source : Forestry Department of Bali Province

Bali In Figures 2014

217

Tabel
Table

5.4.3 :

Luas Kawasan Hutan Menurut Kabupaten dan


Fungsinya di Provinsi Bali Tahun 2013
Area of Forest by Regency/City and Its Function in
Bali Province, 2013
Fungsi Hutan (ha) / Function of Forest (hectares)

Kabupaten/Kota
Regency/City

Hutan Produksi
Terbatas
Limited Protection
Forest

Hutan Produksi
Tetap
Fixed Protection
Forest

(2)

(3)

(4)

1. Jembrana

32 974.97

2 610.20

2. Tabanan

8 668.24

3. Badung

1 126.90
0

go

li.

4. Gianyar

tp
ht

7. Karangasem

9. Denpasar
Jumlah / Total :

244.00

6 239.01

453.00

14 016.12

204.11

31 936.32

3 207.95

://

6. Bangli

383.10

804.50

ba

5. Klungkung

8. Buleleng

s.

bp

(1)

.id

Hutan Lindung
Protection Forest

0
95 766.06

0
6 719.26

1 524.00
0
1 907.10
berlanjut / continued ..

218

Bali Dalam Angka 2014

Lanjutan Tabel
Continued Table

5.4.3 :

Fungsi Hutan (ha) / Function of Forest (hectares)


Hutan Konservasi / Conservation Forest
Cagar Alam
Natural
Reserve

1. Jembrana

(6)

0
758.40

5. Klungkung

6. Bangli

Jumlah / Total :

1 762.80

42 156.27

9 969.15

639.00

1 779.87

1 048.50

9 341.28

14 220.23

51 436.21

12 814.89

tp

9. Denpasar

(9)

1 004.40

13.97

Jumlah
Total

ht

7. Karangasem

542.51

bp

4. Gianyar

(8)

li.

://

3. Badung

8. Buleleng

6 188.00

ba

2. Tabanan

(7)

.id

(5)

Taman Hutan
Raya
Natural
Conservation

go

(1)

Taman Wisata
Taman
Alam Natural
Nasional
National Park Conservation

s.

Kabupaten/Kota
Regency/City

0
19 002.89

2 649.27
0
948.65
0
4 154.40

734.50

734.50

1 373.50

130 686.01

Sumber : Dinas Kehutanan Provinsi Bali


Source : Forestry Department of Bali Province

Bali In Figures 2014

219

Tabel
Table

5.5.1 :

Populasi Ternak Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis


Ternak di Bali Tahun 2013
Population of Livestock by Regency/City and
Type of Livestock in Bali, 2013

Kabupaten/Kota
Regency/City

Sapi
Cow

(1)

(2)

(ekor)

Babi / Pig
Lokal
Local

Saddle Back
Saddle Back

Landrace
Landrace

(3)

(4)

(5)

36 081

5 675

12 543

57 014

2. Tabanan

47 808

4 794

3 140

83 836

3. Badung

36 662

1 087

10 687

74 459

4. Gianyar

40 420

2 606

20 576

111 156

5. Klungkung

33 958

18 607

5 552

10 389

6. Bangli

74 327

12 601

16 097

39 549

73 677

28 624

43 424

134 794

46 604

26 291

1 292

15 043

478 146

253 841

145 115

461 161

651 216

284 531

146 048

459 823

92 953

9. Denpasar

6 451

2011

tp

ht

Jumlah / Total :

go

s.

://

ba

8. Buleleng

2012

bp

109 486

li.

7. Karangasem

.id

1. Jembrana

637 473

272 528

157 250

492 961

2010

683 800

278 769

172 889

466 429

2009

675 419

287 670

162 463

475 157
berlanjut / continued.

220

Bali Dalam Angka 2014

Lanjutan Tabel
Continued Table

5.5.1 :
(ekor)
Kerbau
Buffalo

Kuda
Horse

Domba
Sheep

(8)

(9)

(10)

Ettawa
Ettawa

(6)

(7)

1 277

3 788

1 121

100

592

3 653

443

3. Badung

715

14

4. Gianyar

257

348

5. Klungkung

236

869

16

6. Bangli

414

999

4 571

95

33

19

25 409

7. Karangasem

12 745
6 105

182

43

38

398

10

21 652

40 750

1 873

208

57

24 073

45 202

1 862

240

ba

8. Buleleng

21

2011

tp

ht

Jumlah / Total :

://

9. Denpasar

2012

go

2. Tabanan

bp

1. Jembrana

li.

(1)

.id

Kacang
Goat

s.

Kabupaten/Kota
Regency/City

Kambing / Goat

27 759

47 287

2 180

194

2010

27 846

46 710

3 572

302

2009

25 046

50 092

4 112

319

Sumber : Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali


Source : Animal Husbandry and Health Department of Bali Province

Bali In Figures 2014

221

Tabel
Table

5.5.2 :

Kabupaten/Kota
Regency/City
(1)

Populasi Ternak Sapi Menurut Kabupaten/Kota dan


Jenisnya di Bali Tahun 2013
Population of Cows of by Regency/City and
Type in Bali, 2013
Sapi Potong / Beef Cattle

(ekor)

Sapi Perah / Dairy Cattle

Jantan
Male

Betina
Female

Jumlah
Total

Induk
Mother
Cattle

Godel
Betina
Female

Jumlah
Total

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

2 665

33 416

36 081

2. Tabanan

21 720

26 088

47 808

3. Badung

13 310

23 352

36 662

4. Gianyar

16 691

23 729

40 420

33 958

74 327

63

28

91

go

26 404

46 785

27 542

7. Karangasem

43 468

66 018

109 486

8. Buleleng

31 565

61 388

92 953

9. Denpasar

1 731

4 720

6 451

292 657

478 146

63

28

91

267 032

384 184

651 216

72

28

100

238 217

399 244

637 461

75

33

108

2012
2011

bp

li.

ba

://
185 489

ht

Jumlah / Total :

s.

7 554

6. Bangli

tp

5. Klungkung

.id

1. Jembrana

2010

285 636

398 164

683 800

83

26

109

2009

286 774

388 645

677 317

97

21

118

Sumber : Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali


Source : Animal Husbandry and Health Department of Bali Province

222

Bali Dalam Angka 2014

Tabel
Table

5.5.3 :

Populasi Unggas Menurut Kabupaten/Kota dan Jenisnya


di Bali Tahun 2013
Population of Poultry by Regency/City and Type of
Poultries in Bali, 2013

(ekor)

A y a m / Chicken
Kabupaten/Kota
Regency/City
(1)

Buras
Native

Ras / Improved Breed


Petelur
Layer

Pedaging
Broiler

Jumlah
Total

(3)

(4)

(5)

(2)

Itik
Duck
(6)

672 897

17 500

729 800

747 300

55 271

2. Tabanan

489 851

1 900 455

2 137 074

4 037 529

95 599

3. Badung

438 760

75 500

588 608

664 108

92 173

4. Gianyar

491 300

27 741

552 467

580 208

155 796

5. Klungkung

183 746

497 050

497 050

123 648

6. Bangli

411 182

1 313 500

1 795 800

3 109 300

43 394

7. Karangasem

582 021

1 002 262

646 677

1 648 939

48 628

8. Buleleng

768 450

18 997

227 958

246 955

70 110

9. Denpasar

77 931

2 500

2 500

7 727

4 355 955

7 177 934

11 533 889

692 346
669 630

go

s.

bp

li.

ba

://
tp

4 116 138

ht

Jumlah / Total :
2012

.id

1. Jembrana

4 178 725

4 282 970

5 872 311

10 155 281

2011

4 396 174

4 357 838

6 206 641

10 564 479

761 340

2010

4 644 548

3 676 118

5 404 657

9 080 775

726 399

2009

4 577 895

3 039 727

5 263 645

8 303 372

730 237

Sumber : Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali


Source : Animal Husbandry and Health Department of Bali Province

Bali In Figures 2014

223

Tabel
Table

5.5.4 :

Banyaknya Ternak Yang Dipotong Menurut Kabupaten/


Kota dan Jenisnya di Bali Tahun 2013
Number of Livestock Slaughtered by Regency/City
and Type of Livestock in Bali, 2013

(ekor)

Kabupaten/Kota
Regency/City

Sapi
Cow

Babi
Pig

Kambing
Goat

Kerbau
Buffalo

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

2 613

84 677

17 957

2. Tabanan

3 092

259 965

30 105

3. Badung

8 915

134 528

9 852

4. Gianyar

2 879

97 260

5. Klungkung

2 196

45 891

349

196 263

7. Karangasem

3 065

8. Buleleng

8 250

9. Denpasar

13 335

Jumlah / Total :

44 694

6 546

4 880

179 172

bp

5 219

13

433 845

18 275

38

393 484

15 311

1 825 085

115 671

58

1 780 055

115 671

2010

47 648

1 608 361

153 368

52

36 878

1 589 882

138 917

2009

92

37 048

1 538 082

143 628

102

s.

li.

ba

://
tp

51 643

ht

2011

go

7 526

6. Bangli

2012

.id

1. Jembrana

Sumber : Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali


Source : Animal Husbandry and Health Department of Bali Province

224

Bali Dalam Angka 2014

Tabel
Table

5.5.5 :

Produksi Daging Ternak Menurut Kabupaten/Kota dan


Jenisnya di Bali Tahun 2013
Production of Meat by Regency/City and Type of
Livestock in Bali, 2013

(ton)

Sapi
Cow

Babi
Pig

Kambing
Goat

Kerbau
Buffalo

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

1. Jembrana

443.23

4 741.89

202.02

2. Tabanan

524.47

14 558.03

338.68

1.00

3. Badung

1 511.94

7 533.59

110.83

4. Gianyar

488.20

5 446.57

5. Klungkung

327.50

2 569.89

59.12
519.76

73.64

10 990.72

54.90

0.16

10 033.63

58.72

2.00

24 295.32

205.59

5.99

22 035.10

172.25

102 204.74

1 301.30

9.15

99 683.10

1 301.30

0.79

8 080.92

90 068.28

1 725.41

8.15

6 254.30

89 033.37

1 562.83

14.37

6 283.36

86 132.58

1 615.79

15.87

1 399.14

9. Denpasar

2 261.66

Jumlah / Total :

7 535.02

8 758.64

ht

2010
2009

s.

://

tp

2012
2011

ba

8. Buleleng

go

bp

7. Karangasem

84.67

li.

6. Bangli

.id

Kabupaten/Kota
Regency/City

Sumber : Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali


Source : Animal Husbandry and Health Department of Bali Province

Bali In Figures 2014

225

Tabel
Table

Produksi Daging Unggas dan Susu Menurut Kabupaten/


Kota di Bali Tahun 2013
Production of Poultry and Milk by Regency/City
in Bali, 2013

5.5.6 :

Daging/Meat

Kabupaten/Kota
Regency/City

Ayam
Chicken

Itik
Duck

(2)

(3)

(1)

(ton)

Susu
Milk
(4)

3 250.02

18.24

2. Tabanan

9 115.12

31.55

3. Badung

2 571.20

30.42

4. Gianyar

2 452.81

5. Klungkung

2 025.80

6. Bangli

7 568.78

7. Karangasem

3 185.10

8. Buleleng

.id

1. Jembrana

s.

go

40.80
14.32

134.82

1 393.46

23.14

57.00

2.55

31 619.29

228.48

134.82

26 634.40

220.97

167.58

li.

bp

://

ht

2012

tp

Jumlah / Total :

16.05

ba

9. Denpasar

51.41

2011

31 085.70

251.26

175.14

2010

24 963.76

239.71

160.02

2009

24 303.92

240.99

168.84

Sumber : Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali


Source : Animal Husbandry and Health Department of Bali Province

226

Bali Dalam Angka 2014

Tabel
Table

5.5.7 :

Produksi Telur Ayam dan Telur Itik Menurut Kabupaten/


Kota dan Jenisnya di Bali Tahun 2013
Production of Hen and Duck Egg by Regency/City
and Type of Poultries in Bali, 2013
Telur Ayam / Hen Egg

Kabupaten/Kota
Regency/City

(ton)

Telur Itik
Duck Egg

Buras
Native

Jumlah
Total

(2)

(2)

(3)

(4)

147.00

486.10

633.10

344.98

15 963.82

353.87

16 317.69

596.69

3. Badung

634.20

316.96

951.16

575.31

4. Gianyar

233.02

354.92

132.74

(1)

1. Jembrana

972.42

132.74

771.76

297.04

11 330.44

270.85

420.45

8 839.45

303.52

555.13

714.70

437.60

56.30

56.30

48.23

2 973.51

39 563.52

4 321.36

35 976.95

3 018.72

38 995.67

4 179.55

36 605.84

3 175.80

39 781.64

4 752.00

30 879.40

3 355.22

34 234.62

4 533.90

28 893.71

3 307.07

32 200.78

4 557.85

5. Klungkung
6. Bangli

11 033.40
8 419.00

bp

7. Karangasem

159.57

li.

8. Buleleng

://

ht

2012
2010

36 590.01

tp

Jumlah / Total :

ba

9. Denpasar

2011

go

587.94

s.

2. Tabanan

2009

.id

Ras
Layer

Sumber : Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali


Source : Animal Husbandry and Health Department of Bali Province

Bali In Figures 2014

227

Tabel
Table

5.5.8 :

Produksi Kulit Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis


Ternak di Bali Tahun 2013
Skin Production by Regency/City and Kind of
Livestock in Bali, 2013

Kabupaten/Kota
Regency/City

Kulit Sapi
Cow Skin

Kulit Kerbau
Buffalo Skin

(1)

(2)

(3)

Kulit Kambing/
Domba
Goat / Sheep
Ski
(4)

(lembar/Piece)
Jumlah
Total
(5)

2 951

22 772

25 723

2. Tabanan

3 235

12

31 060

34 307

3. Badung

9 061

4 031

13 092

4. Gianyar

2 121

5. Klungkung

2 254

353

11 357

7 862

10 116

4 866

5 225

15

6 976

10 077

50

18 413

26 575

14 298

27 840

83

119 514

164 312

115 671

167 319

47 648

52

153 368

201 068

36 878

92

138 917

175 887

37 048

102

143 628

180 778

9. Denpasar

13 542

Jumlah / Total :

44 715

2010
2009

://
tp

51 643

ht

2012

s.

8 112

bp

8. Buleleng

li.

3 086

ba

7. Karangasem

go

9 236

6. Bangli

2011

.id

1. Jembrana

Sumber : Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali


Source : Animal Husbandry and Health Department of Bali Province

228

Bali Dalam Angka 2014

Tabel
Table

Sapi
Cow

Kambing/Domba
Goat/Sheep

Babi
Pig

(1)

(2)

(3)

(4)

1. Jembrana

2 951

22 772

85 345

2. Tabanan

3 235

31 060

258 010

3. Badung

9 061

4 031

134 889

4. Gianyar

2 121

9 236

97 614

5. Klungkung

2 254

7 862

45 839

4 866

191 646

6 976

179 172

s.
bp

353
3 086

8. Buleleng

8 112

18 413

436 693

13 542

14 298

393 484

44 715

119 514

1 822 692

51 643

115 671

1 780 055

47 648

153 368

1 608 361

2010

36 878

138 917

1 589 882

2009

37 048

143 628

1 538 082

li.

7. Karangasem

ba

6. Bangli

.id

Kabupaten/Kota
Regency/City

go

5.5.9 :

Jumlah dan Jenis Ternak yang Dipotong pada Tempat


Pemotongan Menurut Kabupaten/Kota di Bali Tahun 2013
Number of Livestock Slaughtered at Butchering by Regency/
City in Bali, 2013
(ekor)

2012
2011

tp

ht

Jumlah / Total :

://

9. Denpasar

Sumber : Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali


Source : Animal Husbandry and Health Department of Bali Province

Bali In Figures 2014

229

Tabel
Table

5.6.1 :

Produksi Ikan Sawah Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Ikan


di Bali Tahun 2013
Production of Wetland Fishery by Regency/City and
Type of Fish in Bali, 2013

(ton)

Jenis Ikan / Species


Jumlah
Total

Tawes
Pontius

Mujair
Tilapia

Nila
Nila

Lainnya
Other

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

1. Jembrana

2. Tabanan

210.0

210.0

3. Badung

6.0

1.2

7.2

4. Gianyar

5. Klungkung

go
s.

33.0

30.0

63.0

8. Buleleng

249.0

31.2

280.2

://

7. Karangasem

ba

6. Bangli

(7)

li.

(1)

.id

Mas/
Karper
Goldfish

bp

Kabupaten/Kota
Regency/City

ht

tp

9. Denpasar
Jumlah / Total :
2012

215.3

155.1

370.4

2011

203.6

134.0

337.6

2010

285.7

82.4

368.1

2009

177.1

77.2

254.3

Sumber : Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali


Source : Fisheries Department of Bali Province

230

Bali Dalam Angka 2014

Tabel
Table

5.6.2 :

Produksi Ikan Sungai Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis


Ikan di Bali Tahun 2013
Production of River Fish by Regency/City and Type of Fish
in Bali, 2013

(ton)

Jenis Ikan / Species


Kabupaten/Kota
Regency/City

(1)

Mas
Gold
fish

Tawes Mujair
Pontius Tilapia

Nila
Nila

Lele Gabus
Ikan
Betutu
lainnya
Fresh Snake
Marble
Other
water Head
Goby
Fishes
Catfish Fish

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

1. Jembrana

0.4

2. Tabanan

13.4

15.0

14.7

20.1

11.1

14.7

3. Badung

4. Gianyar

14.6

12.3

39.6

7.7

5. Klungkung

6. Bangli

9.5

7. Karangasem

8. Buleleng

1.3

go

.id

(2)

s.

bp

7.5

27.0

9.0

0.3

0.5

0.8

1.6

3.8

1.8

0.7

0.2

2.4

5.8

51.5

0.2

33.4

://

ba

li.

ht

53.1

(9)

tp

9. Denpasar
Jumlah / Total :

38.8

33.5

24.3

107.2

2012

44.9

42.5

32.5

124.7

61.1

1.6

0.3

21.6

2011

33.7

36.3

34.2

76.6

38.5

3.7

33.3

2010

31.3

30.4

26.4

101.6

38.4

1.6

23.2

2009

40.3

43.3

37.3

83.1

45.6

16.0

berlanjut / continued ..

Bali In Figures 2014

231

Lanjutan Tabel
Continued Table

5.6.2 :
(ton)
Jenis Ikan / Species
Udang
Tawar
Fresh
Water
Shrimp

(1)

(10)

(11)

2. Tabanan

14.0

3. Badung

4. Gianyar

14.0

1.7

103.0

141.3

53.0

0.3

3.5

1.7

9.5

8.2

14.0

16.0

1.3

320.2

7. Karangasem

li.

://

ba

6. Bangli

tp
ht

Jumlah / Total :

1.3

(15)

9. Denpasar

(14)

5. Klungkung

8. Buleleng

(13)

s.

(12)

Jumlah
Total

bp

1. Jembrana

Udang
Binatang
lainnya Kodok
Air
Other Frog legs Lainnya
Others
Shrimp

.id

Udang
Galah
Giant
Shrimp

go

Kabupaten/Kota
Regency/City

2012

23.5

19.5

2.6

3.0

377.8

2011

14.4

20.5

2.1

1.1

1.1

295.5

2010

29.1

0.3

1.8

284.0

2009

63.3

12.7

341.6

Sumber : Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali


Source : Fisheries Department of Bali Province

232

Bali Dalam Angka 2014

Produksi Ikan Tambak Menurut Jenis Ikan dan Kabupaten/


Kota di Bali Tahun 2013
5.6.3 :
Production of Brackish Pond Fish by Regency/City and
Type of Fish in Bali, 2013

Tabel
Table

(ton)

Jenis Ikan / Species

(1)

Bandeng Kerapu
Silver
Groupers

(2)

(4)

49.1

17.9

2. Tabanan

3. Badung

4. Gianyar

Udang
Vaname
Metapenaeis
Vannamei

Jumlah
Total

(5)

(6)

(7)

(8)

0.0

1.6

892.6

965.4

60.0

60.0

7. Karangasem

115.0

115.0

8. Buleleng

1 258.0

1 258.0

9. Denpasar

4.2

49.1

17.9

0.0

1.6

2 325.6

2 398.4

4.5

190.0

118.5

1.5

1 585.0

1 899.5

2012

://

tp
ht

Jumlah / Total :

ba

5. Klungkung
6. Bangli

bp

s.

4.2

Ikan
lainnya
Other
Fishes

li.

1. Jembrana

(3)

Kakap
Asian
Seabass

.id

Nila
Nile
Tilapia

go

Kabupaten/Kota
Regency/City

Sumber : Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali


Source : Fisheries Department of Bali Province

Bali In Figures 2014

233

Tabel
Table

Produksi Ikan Kolam per Kabupaten/Kota Menurut


Jenis Ikan Tahun 2013
Production of Swamp Fish by Regency/City and
Type of Fish, 2013

5.6.4 :

(ton)

Jenis Ikan / Species

1. Jembrana

(3)

6.5

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

(9)

13.3

103.2

96.9

429.6 1 443.2

185.5

- 1 007.0

255.7

2.8

1.2

(10)

219.8

1.5 3 066.8

9.4

61.1

4.8

4. Gianyar

139.9

182.1

303.7

69.6

202.6

452.6

329.4

2.0

2.8

37.0

1.2

378.0

241.0

500.0

42.0

130.4

284.6

112.5

3.8

17.2

67.6

3.7

92.3

2.4

0.2

113.1

0.3

116.0

1 011.1 2 093.4

709.3

69.6 2 564.5

455.4

448.3

1 021.8 1 425.3

533.4

50.5 1 665.0

318.0

944.6 220.6 6 179.2

8. Buleleng
9. Denpasar
Jumlah / Total :
2012

bp

li.

112.0

ba

7. Karangasem

://

6. Bangli

tp

5. Klungkung

s.

3. Badung

ht

2. Tabanan

(2)

Udang
Lain- Jumlah
Galah
Total
nya
Giant
Other
Shrimp

Bawal
Tawar

.id

(1)

Karper/
Lele
GuraMas
Nila
Patin
mi
Fresh
Common Nile
Cat
Gourawater
Carp/
Tilapia
Fishes
my
Catfish
Gold fish

go

Kabupaten/
Kota
Regency/City

5.4

340.4

- 1 679.9
-

43.0

51.0 1 170.0
-

681.4

57.9 7 409.6

Sumber : Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali


Source : Fisheries Department of Bali Province

234

Bali Dalam Angka 2014

Tabel
Table

Produksi Ikan Danau Menurut Kabupaten/Kota


dan Jenisnya Tahun 2013
Production of Lake Fish by Regency/City
and Type, 2013

5.6.5 :

(ton)

Jenis Ikan / Species


Kabupaten/Kota
Regency/City

Ikan
Bandeng
lainnya Udang
Tawar
Other Shrimps
Milk Fish
Fishes

Jumlah
Total

Mas
Gold
Fish

Tawes
Pontius

Mujair
Tilapia

Nila
Nile
Tilapia

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

(9)

1. Jembrana

5.5

1.6

1.9

5.9

4. Gianyar

5. Klungkung

1.6

16.5

s.
bp

25.0

194.5

363.5

28.5

54.5

33.5

828.0

8. Buleleng

5.9

5.7

29.1

44.6

3.8

89.1

9. Denpasar

225.5

414.0

28.5

59.9

33.5

933.6

231.5

366.2

25.5

57.1

25.5

865.5

://

ba

li.

128.5

7. Karangasem

tp

6. Bangli

go

2. Tabanan
3. Badung

.id

(1)

139.9

2012

128.0

32.3

ht

Jumlah / Total :

31.7

Sumber : Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali


Source : Fisheries Department of Bali Province

Bali In Figures 2014

235

Tabel
Table

5.6.6 :

Banyaknya Produksi Ikan Menurut Kabupaten/Kota dan


Jenis Ikan di Bali Tahun 2013
Fish Production by Regency/City and Type of Fish
in Bali 2013

(ton)

Sub Sektor Perikanan / Fisheries Subsector

(2)

1. Jembrana

Perairan
Tambak
Umum
Brackist
Catching in
Water Pond
Open Water

Penangkapan Budidaya
Catching
Cultivation
(3)

(4)

4.2

707.4

3. Badung

4 744.4

43 986.2

4. Gianyar

724.7

965.4

219.8

3 066.8

119.5

340.4

60.0

1 679.9

100 859.5

43.0

910.5

1 170.0

s.

16.7

141.3

2 100.4

6. Bangli

1.7

bp

5. Klungkung

(6)

li.

14 101.9

2. Tabanan

Kolam
Pool

(5)

.id

(1)

Perikanan Darat
Inland Fishery

go

Kabupaten/Kota
Regency/City

Perikanan Laut
Marine Fishery

20 594.3

3.5

115.2

681.4

8. Buleleng

14 243.5

598.7

98.6

1 257.8

92.3

45 034.4

743.6

49.0

116.0

102 251.0

146 192.2

1 340.8

2 398.4

7 409.6

2012

80 411.7

144 569.3

1 323.0

1 899.4

6 179.1

2011

100 501.1

142 132.5

870.5

2 231.7

4 798.3

://

ba

7. Karangasem

ht

tp

9. Denpasar
Jumlah / Total :

2010

104 926.4

132 792.8

639.8

2 648.9

2 619.3

2009

101 925.8

135 999.9

669.6

3 504.8

1 115.4

berlanjut / continued ..

236

Bali Dalam Angka 2014

Lanjutan Tabel
Continued Table

5.6.6 :
(ton)
Sub Sektor Perikanan / Fisheries Subsector

Irigasi
Irrigation

Sawah
Paddy Field

Jaring Kantong
Apung
Floating Net

(7)

(8)

(9)

5. Klungkung

6. Bangli

://

8. Buleleng

ba

7. Karangasem

ht

tp

9. Denpasar
Jumlah / Total :

15 293.0

80.0

4 183.7

7.0

49 094.7

2 605.9

103 002.9

63.0

4 005.0

6 148.5

210.0

li.

3. Badung
4. Gianyar

Jumlah
Total

(10)

.id

go

1. Jembrana
2. Tabanan

s.

(1)

bp

Kabupaten/Kota
Regency/City

Perikanan Darat
Inland Fishery

21 394.4

14.0

16 304.9

45 943.0

280.0

4 099.0

263 971.0

2012

370.4

2 890.4

237 643.3

2011

337.6

1 785.4

252 657.1

2010

158.5

368.1

1 652.3

245 806.1

2009

62.1

254.3

456.6

243 318.9

Sumber : Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali


Source : Fisheries Department of Bali Province

Bali In Figures 2014

237

Nilai Produksi Ikan Menurut Kabupaten dan Jenis


Ikan di Bali Tahun 2013
5.6.7 :
Value of Fish Production by Regency/City and
Fisheries in Bali, 2013

Tabel
Table

Type of
(000 Rp)

Sub Sektor Perikanan / Fisheries Subsector


Inland

Fishery

Budidaya
Cultivation

Perairan
Umum
Catching in
Open Water

Tambak
Brackist
Water Pond

Kolam
Pool

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

.id

Penangkapan
Catching

1. Jembrana

82 512 899

463 870

2. Tabanan

21 892 750

3. Badung

68 151 930

55 685 935

4. Gianyar

23 938 100

0.0

5. Klungkung

17 661 400
-

2 069 800

65 008 180

3 927 320

53 059 200

161 100

4 771 000

2 535 200

3 600 000

48 984 700

581 560

17 019 800

19 532 000

bp

118 462 865

li.

6. Bangli

48 500

go

(1)

Perikanan Darat

s.

Kabupaten/Kota
Regency/City

Perikanan Laut
Marine Fishery

245 309 700

56 100

8 802 380

19 965 040

8. Buleleng

279 693 700

30 751 400

1 214 300

53 153 100

1 677 040

9. Denpasar

983 709 350

1 111 050

401 100

1 552 150

206 475 120

23 505 900

130 563 660

154 050 010

://

tp

ht

Jumlah / Total :

ba

7. Karangasem

1 722 869 829

2012

1 273 530 730

150 525 180

22 419 695

74 011 040

150 901 000

2011

1 485 052 039

277 014 560

12 846 575

93 901 800

115 640 770

2010

996 196 836

146 771 622

8 610 822

97 397 920

80 408 586

2009

829 058 353

125 829 871

9 405 607

91 743 140

30 701 541

berlanjut / continued ..

238

Bali Dalam Angka 2014

Lanjutan Tabel
5.6.7 :
Continued Table
(000 Rp)
Sub Sektor Perikanan / Fisheries Subsector
Perikanan Darat
Inland Fishery

Kabupaten/Kota
Regency/City

Sawah
Paddy Field

Jaring Kantong
Apung
Floating Net

(7)

(8)

(9)

(1)

.id

Irigasi Irrigation

Jumlah
Total

(10)

151 960 769

2. Tabanan

5 280 000

1 305 000

83 606 750

3. Badung

183 550

128 953 515

4. Gianyar

79 058 000

5. Klungkung

136 705 825

6. Bangli

1 279 000

79 303 000

117 133 800

s.
bp
li.

ba

7. Karangasem

go

1. Jembrana

274 133 220

316 650

366 806 190

986 773 650

Jumlah / Total :

6 742 550

80 924 650

2 325 131 719

2012

8 109 300

53 796 800

1 733 293 745

2011

7 032 078

26 489 515

2 017 977 337

://

8. Buleleng

ht

tp

9. Denpasar

2010

1 345 270

8 491 910

24 702 560

1 197 581 828

2009

940 250

5 546 408

7 821 670

1 101 451 860

Sumber : Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali


Source : Fisheries Department of Bali Province

Bali In Figures 2014

239

Tabel
Table

5.6.8 :

Banyaknya Alat Penangkap Ikan Menurut Jenis dan


Kabupaten/Kota di Bali Tahun 2013
Number of Fishing Equipment by Type and Regency/
City in Bali, 2013

(unit)

Jenis Alat Penangkapan Ikan / Fish Catching Tools


Pukat
Cincin
Purse
Seine

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

1. Jembrana

22

67

53

282

84

83

2. Tabanan

312

341

256

170

3. Badung

426

660

4. Gianyar

294

5. Klungkung

1 096

6. Bangli

625

7. Karangasem

17

41

4 456

8. Buleleng

131

41

923

169

20

12

100

go

s.
bp

li.
ba

://
tp

9. Denpasar

.id

Pukat
Pantai
Beach
Dragnet

ht

Jaring
Jaring
Jaring
Jaring
Insang
Klitik
Insang
Tiga Lapis
Tetap
Hanyut
Shirmp
Trammel
Drive Gills Encircling Fixed Gills
Nets
Net
Net
Gill Nets

Kabupaten/Kota
Regency/City

Jumlah / Total :

170

169

7 560

1 295

1 234

253

2012

205

144

7 177

1 590

1 212

249

berlanjut / continued ..

240

Bali Dalam Angka 2014

Lanjutan Tabel
Continued Table

5.6.8 :
(unit)
Jenis Alat Penangkapan Ikan / Fish Catching Tools

Kabupaten/Kota
Regency/City

Rawai Hanyut
Bagan
Rawai Tuna Selain Rawai Tuna Rawai Tetap
Perahu/Rakit
/ Drive
Fixed
Tuna Fishing
Boat/Raft Lift
Fishing Line Other Fishing Line
Line
Nets
Tuna Fishing Line

Serok dan
Songko
Scoop Nets

(1)

(9)

(10)

(11)

(12)

1. Jembrana

2. Tabanan

3. Badung

20

4. Gianyar

71

5. Klungkung

6. Bangli

7. Karangasem

200

8. Buleleng

70

9. Denpasar

41

706

134

70

706

200

171

73

706

230

392

2012

go

li.

bp

s.

ba
://

tp
ht

Jumlah / Total :

.id

(8)

berlanjut / continued ..

Bali In Figures 2014

241

Lanjutan Tabel
Continued Table

5.6.8 :
(unit)
Jenis Alat Penangkapan Ikan / Fish Catching Tools
Pancing
Ulur
Hand Lines

Pancing
Hand and
Lines

Pancing
Lainnya
Other Fish
Hook

(13)

(14)

(15)

(16)

(17)

371

90

2 135

768

187

215

847

1 080

808

5 565

3 190

56

1 737

1 908

464

107

163

990

72

2. Tabanan

3. Badung

16

675

4. Gianyar

125

190

6. Bangli

7. Karangasem

://

8. Buleleng

li.

ba

5. Klungkung

bp

1. Jembrana

ht

tp

9. Denpasar

.id

Pancing
Tonda
Troll Line

go

(1)

Rawai
Tetap
Dasar
Set Bottom
Long Line

s.

Kabupaten/Kota
Regency/City

Jumlah / Total :

248

9 177

8 217

4 121

2012

392

8 415

5 870

2 392

1 077

Sumber : Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali

Source : Fisheries Department of Bali Province

242

Bali Dalam Angka 2014

Lanjutan Tabel
Continued Table

5.6.8 :

Jenis Alat Penangkapan Ikan / Fish Catching Tools


Bubu
Alat
Plaited Rattan Pengumpul
Rumput Laut
Fish Trap
Seaweed
Collector

Kabupaten/Kota
Regency/City

(1)

Garpu,
Tombak, dll
Harpon, etc

Lainnya
Others

(20)

(21)

(22)

(19)

18

5 282

971

3. Badung

10

125

377

4. Gianyar

253

10

262

138

283

10

33

36

20

11

6. Bangli

ba

5. Klungkung
7. Karangasem

://

8. Buleleng

s.

ht

tp

9. Denpasar
Jumlah / Total :

bp

2. Tabanan

li.

1. Jembrana

.id

go

(18)

Jala Tebar
Cast Nets

5 864

145

1 628

169

41

1 010

135

1 812

154

1 015

2012

Bali In Figures 2014

243

Jumlah Perahu dan Kapal Penangkap Ikan Menurut


Kabupaten/Kota dan Jenisnya di Bali Tahun 2013
Number of Fishing Boats by Regency/City and
Type in Bali, 2013

5.6.9 :

Kabupaten/Kota
Regency/City

(1)

Perahu Kapal Motor


Motorized Boatship
Motor
Tempel
Motor Boat

Perahu
Tanpa Motor
(Jukung)
Kapal Motor
Sub Jumlah Unmotorized
Machine
Sub Total
Boat
Driver Ship

(2)

(4)

(5)

12

1 563

194

194

3. Badung

1 099

1 101

4. Gianyar

228

1 080

2. Tabanan

1 874

245

439

739

1 840

105

333

1 080

1 080

250

250

6 066

162

6 228

77

2 349

684

3 033

231

629

860

108

968

12 721

720

13 441

2 604

16 045

2012

12 413

660

13 073

2 570

15 643

2011

12 440

710

13 150

2 449

15 599

2010

11 923

775

12 698

3 530

16 228

2009

12 936

724

13 660

1 999

15 659

6 066

8. Buleleng

2 272

9. Denpasar

ht

Jumlah / Total :

tp

://

7. Karangasem

li.

ba

6. Bangli

bp

5. Klungkung

228

Jumlah
Total

(6)

311

go

1 551

s.

1. Jembrana

(3)

.id

Tabel
Table

Sumber : Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali

Source : Fisheries Department of Bali Province

244

Bali Dalam Angka 2014

.id

go

s.

bp

li.

ba

://

tp

ht

.id

go

s.

bp

li.

ba

://

tp

ht

6.1

Industri Pengolahan

6.1

Manufacturing

The economy of Bali is predominantly


influenced by the performance of tourism,
of course, is inseparable from the role of the
manufacturing sector, especially the craft
industry as a supporter kepariwisata's
progress in Bali.

Jika dikelompokkan berdasarkan


jumlah tenaga kerja yang mampu diserap,
sektor industri pengolahan dapat dibedakan
menjadi empat subkelompok, yaitu industri
rumahtangga, industri kecil, industri
sedang, dan industri besar. Dari keempat
subkelompok tersebut, industri besar dan
sedang tercatat sebagai kelompok yang
menghasilkan nilai tambah terbesar,
sehingga dirasa penting untuk melihat
perkembangannya dari waktu ke waktu.

If classified by the amount of labor


that can be absorbed, industry sector can be
divided into four subgroups, namely
household industries, small industries,
medium industries, and large industries. Of
the four subgroups, large and medium
industries are listed as groups that generate
the greatest added value, thus considered
important to see how this develops over
time.

bp

s.

go

.id

Ekonomi
Bali
yang
dominan
dipengaruhi oleh kinerja pariwisata, tentu
tidak terlepas dari peranan sektor industri
pengolahan, terutama industri kerajinan
sebagai pendukung kemajuan kepariwisataan di Bali.

Although believed to have the


management/managing a lot better than
the small industries and household
industries, but the presence of large and
medium industries still not free from various
problems due to both external and internal
factors. This seems obvious if you see
fluctuations in the number of large and
medium companies as well as the amount
of labor that can be absorbed.

Pada tahun 2010, jumlah perusahaan


industri besar dan sedang di Bali mencapai
326 perusahaan dan mampu menyerap
27.938 orang tenaga kerja. Kemudian di
tahun 2011 terjadi peningkatan tipis jumlah
perusahaan dengan jumlah mencapai 329
perusahaan dan 25.252 orang tenaga kerja.
Jumlah tersebut kemudian menurun di
tahun selanjutnya (2012) hingga menjadi

In 2010, the number of large and


medium industrial enterprises in Bali
reached 326 companies and they absorbed
27,938 workers. Then in 2011, there was a
slightly increased in the number of
company, reach 329 companies and 25,252
workers. That number has decreased in the
next year (2012) down to 318 companies
and the number of workers decreased to

ht

tp

://

ba

li.

Meski diyakini memiliki manajemen/


pengelolaan yang jauh lebih baik dibanding
industri
kecil
maupun
industri
rumahtangga, namun keberadaan industri
besar dan sedang tetap tidak terlepas dari
berbagai permasalahan baik itu akibat
faktor eksternal maupun internal. Hal ini
tampak jelas jika melihat fluktuasi jumlah
perusahaan industri besar dan sedang
maupun jumlah tenaga kerja yang mampu
diserap.

Bali In Figures 2014

247

21,645 workers (see Table 6.1.1).

Dilihat dari jenis barang yang


diproduksi, usaha industri pakaian jadi
merupakan jenis perusahaan terbanyak
dengan 60 perusahaan. Namun untuk
penyerapan tenaga kerja, industri makanan
masih merupakan penyerap tenaga kerja
terbesar, yang mencapai 5.577 orang
pekerja.

From the types of goods produced,


wearing apparel industrial enterprises are
the largest number, with 60 companies. But
for the employment, the food industry is still
the largest absorber of labor, which reaches
5,577 workers.

Pada bagian lain, nilai output yang


dihasilkan usaha industri besar dan sedang
di Bali mencapai Rp 9,04 trilyun di tahun
2012. Sementara biaya input mengalami
penurunan 22,33 persen dari Rp 2,15
trilyun menjadi sebesar Rp 1,67 trilyun,
sehingga total nilai tambah untuk industri
besar dan sedang mencapai Rp 7,08 trilyun.

On the other hand, the output value


produced by large and medium industrial
enterprises in Bali reach Rp 9.04 trillion in
2012. While input costs decreased 22.33
percent from Rp 2.15 trillion to Rp 1.67
trillion, and the total value added of large
and medium industries was Rp 7.08 trillion.

li.

bp

s.

go

.id

318 perusahaan namun jumlah pekerja


menurun menjadi 21.645 pekerja (lihat
Tabel 6.1.1).

In terms of value added creation, the


wearing apparel industry is listed as the
most dominant. In 2012, value added of this
industrial type accounted for Rp 2.46 trillion
rupiah, or about 34.75 percent of the total
value added created by large and medium
industries.

6.2

6.2. Electricity and Water Supply

ht

tp

://

ba

Dalam hal penciptaan nilai tambah,


industri pakaian jadi tercatat sebagai yang
paling dominan. Pada tahun 2012, industri
jenis ini menyumbang nilai tambah sebesar
Rp 2,46 trilyun rupiah atau sekitar 34,75
persen dari total nilai tambah yang
diciptakan industri besar dan sedang.
Listrik dan Air Bersih

Peningkatan kebutuhan listrik dan air


bersih, harus dibarengi oleh peningkatan
produksi secara kontinyu. Hal ini penting
untuk menghindari krisis listrik maupun air
bersih, karena keduanya merupakan sarana
vital dalam kehidupan masyarakat. Pada
tahun 2013, produksi listrik di Bali mencapai
4.217.884,63 kWh atau meningkat sebesar
12,02 persen dari tahun sebelumnya yang
hanya mencapai 3.765.167,59 kWh. Hal ini

248

Increasing demand for electricity and


water supply, must be accompanied by an
increase in continuous production. It is
important to avoid a power crisis as well as
clean water, since they are vital tools in
people's lives. In the year 2013, electricity
production in Bali reached 4,217,884.63
kWh, or an increase of 12.02 percent from
the previous year which only reached
3,765,167.59 kWh. This is in line with the

Bali Dalam Angka 2014

increase in the number of subscribers


reached 9.09 percent, from 915,517 to
998,707 subscribers (Table 6.2.1 and Table
6.2.3).

Untuk bahan bakar, pemakaian turun


17,62 persen, yaitu dari 3.655.393 liter di
tahun 2012 menjadi 3.018.546 liter di tahun
2013. Sedangkan pada pelumas, dimana
kondisi penggunaannya meningkat 4,40
persen, yaitu dari 3.065 liter di tahun 2012
menjadi 3.200 liter di tahun 2013.

For fuel consumption decreased 17.62


percent, from 3,655,393 liters in 2012 to
3,018,546 liters in the year 2013. Otherwise
on the lubricant, where the conditions of
such use up 4.40 percent, from 3,065 liters
in 2012 to 3,200 liters in the year 2013.

Sementara itu terjadi penurunan


kebutuhan air bersih tercermin dari
menurunnya jumlah pelanggan (dari
340.890 menjadi 337.609). Hal ini membuat
jumlah
penggunaan/produksi
terjual
menurun 29,97 persen, yaitu dari 134.890
3
3
m menjadi 97.470 m , sehingga membuat
total
penerimaan
juga
mengalami
penurunan menjadi Rp 331.784 milyar.

Meanwhile, decrease in water supply


demand is reflected in the decreasing
number of customers (from 340,890 to
337,609). This makes the amount of
usage/production sold decreased by 29.97
3
3
percent, from 134,890 m to 97,470 m
making the total receipts also decreased to
Rp 331,784 billion.

ht

tp

://

ba

li.

bp

s.

go

.id

seiring dengan peningkatan jumlah


pelanggan yang mencapai 9,09 persen,
yaitu dari 915.517 menjadi 998.707
pelanggan (Tabel 6.2.1 dan Tabel 6.2.3).

Bali In Figures 2014

249

.id

go

s.

bp

li.

ba

://

tp

ht

Grafik / Figure 6.1


Jumlah Industri Besar dan Sedang di Bali Tahun 2007 - 2012
Number of Large and Medium Scale Industry in Bali, 2007 - 2012
474

500

409

366

400

329

326

318

300
200

2009

2010

s.

2008

2011

2012

bp

2007

go

.id

100

li.

Grafik / Figure 6.2

ht

40 000

tp

://

ba

Jumlah Tenaga Kerja Industri Besar dan Sedang di Bali Tahun 2007 - 2012
Number of Large and Medium Scale Industry Worker in Bali, 2007 - 2012

30 000
20 000
10 000
0
2007

Bali In Figures 2014

2008

2009

2010

2011

2012

251

.id

go

s.

bp

li.

ba

://

tp

ht

Grafik / Figure 6.3

.id

1 800
1 600
1 400
1 200
1 000
800
600
400
200
0

bp

s.

go

(000 kWh)

Banyaknya kWh Terjual Menurut Jenis/Klasifikasi Pelanggan Tahun 2013


Number of kWh Sold by Type of Customer, 2013

ba

li.

Grafik / Figure 6.4


Persentase Pengguna Air Minum Menurut Golongan Pemakaian di Bali Tahun 2012

tp

://

Percentage of Water Supply Consumption by Type of Customer in Bali, 2012


Pemerintah
3.65%

Lainnya
11.26%

ht

Sosial / Umum
2.71%
Industri
2.34%

Niaga
10.25%

Rumahtangga
69.79%

Bali In Figures 2014

253

.id

go

s.

bp

li.

ba

://

tp

ht

6.1.1 :

Klasifikasi Industri
Pengolahan
Classification of
Manufacturing Industry

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

.id

Tabel
Table

Banyaknya Perusahaan Industri Besar dan Sedang, Tenaga Kerja,


dan Pengeluaran Untuk Tenaga Kerja Menurut Golongan Pokok
Industri di Bali Tahun 2012
Number of Large and Medium Scale Industries, Workers, and Employment
Cost by Major Industrial Group in Bali, 2012
Jumlah Tenaga Kerja
Jumlah
Dibayar
dan Tidak Dibayar
PerusaPengeluaran
Paid and Unpaid Workers
haan
Tenaga Kerja
Jumlah
Number
Produksi
Lainnya
Employment
Total
of EstaCost
PeremLaki- Perem(Juta Rp)
blish- Laki-laki
laki
puan
puan
Male
ment
Female
Male Female
(8)

58

2 179

2 226

643

529

5 577

102 484

11. Minuman / Beverages

13

774

250

437

86

1 547

41 868

13. Tekstil / Textiles

31

432

985

214

76

1 707

27 507

14. Pakaian Jadi /


Wearing Apparel

60

687

2 235

218

500

3 640

56 906

42

10

52

1 457

1 029

930

143

77

2 179

31 411

20

10

32

514

s.

bp

li.

ba
36

ht

tp

16. Kayu, Barang dari Kayu,


& Gabus (Non Furnitur) /
Wood, Products of
Wood, & Cork (Non
Furniture)

://

15. Kulit, Barang dari Kulit, &


Alas Kaki / Tanning,
Leather Goods, &
Footwear

go

10. Makanan / Food

17. Kertas & Barang dr


Kertas / Paper & Paper
Products

berlanjut / continued ..

Bali In Figures 2014

255

Lanjutan Tabel
Continued Table

6.1.1 :

(2)

278

94

(5)

(6)

(7)

138

256

(8)

100

772

28 990

69

218

541

6 748

go

14

160

://

ba

li.

20. Kimia & Barang dari


Bahan Kimia / Chemicals & Chemicals
Products

31

21

84

30

166

3 173

tp

ht

21. Farmasi, Produk Obat


Kimia, & Obat Tradisional / Pharmacy, Chemical Drug Products, &
Traditional Medicine

(4)

s.

18. Percetakan & Reproduksi Media Rekaman /


Printing & Reproduction
of Recorded Media
Products

(3)

.id

(1)

bp

Klasifikasi Industri
Pengolahan
Classification of
Manufacturing Industry

Jumlah Tenaga Kerja


Jumlah
Dibayar
dan Tidak Dibayar
PerusaPengeluaran
Paid and Unpaid Workers
haan
Tenaga Kerja
Jumlah
Number
Produksi
Lainnya
Employment
Total
of EstaCost
PeremLaki- Perem(Juta Rp)
blish- Laki-laki
laki
puan
puan
Male
ment
Female
Male Female

22. Karet, Barang dari Karet, & Plastik / Rubber,


Rubber Products, &
Plastics Products

130

26

166

2 215

23. Barang Galian Bukan


Logam / Non Metallic
Mineral Products

25

685

370

69

58

1 182

33 800

berlanjut / continued ..

256

Bali Dalam Angka 2014

Lanjutan Tabel
Continued Table

6.1.1 :

(1)

(2)

(3)

(4)

170

30. Alat Angkutan Lainnya /


Other Transport
Equipment

11

Jumlah / Total :
2011
2010
2009
2008

136

25

(8)

10

341

5 060

s.
bp

li.

ba

20

293

440

223

100

1 644

30 984

34

679

954

243

203

2 079

66 769

318

8 122

8 897

2 631

1 995

21 645

440 179

329
326
366
409

9 604
10 487
10 534
11 240

10 306
11 435
11 715
12 232

2 960
3 946
2 867
3 150

2 382
2 070
2 098
2 124

25 252
27 938
27 214
28 746

633 193
408 350
340 453
371 643

://

881

ht

32. Pengolahan Lainnya /


Other Manufacturing

(7)

26

tp

31. Furnitur / Furniture

(6)

go

25. Barang Logam, Bukan


Mesin & Peralatannya /
Metal Products, Except
Machinery &
Equipments

(5)

.id

Klasifikasi Industri
Pengolahan
Classification of
Manufacturing Industry

Jumlah Tenaga Kerja


Jumlah
Dibayar
dan Tidak Dibayar
PerusaPengeluaran
Paid and Unpaid Workers
haan
Tenaga Kerja
Jumlah
Number
Produksi
Lainnya
Employment
Total
of EstaCost
PeremLaki- Perem(Juta Rp)
blish- Laki-laki
laki
puan
puan
Male
ment
Female
Male Female

Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Bali


Source : BPS - Statistics of Bali Province

Bali In Figures 2014

257

abel
Table

6.1.2 :

Nilai Output Menurut Golongan Pokok Industri di Bali Tahun 2012


Value of Output by Major Industrial Group in Bali, 2012
(Juta rupiah)

(2)

10. Makanan / Food

(3)

1 177 718

480

2 430 362

15 410

14. Pakaian Jadi /


Wearing Apparel

2 568 864

1 049 965

(6)

1 297 347

12 272

197

694 697

49 739

810

2 496 320

14 837

12 936

5 944

2 602 582

7 200

2 048

15 474

5 248

1 072 735

1 950

bp
li.

ht

tp

16. Kayu, Barang dari Kayu,


& Gabus (Non Furnitur) /
Wood, Products of
Wood, & Cork (Non
Furniture)

7 200

8 394

96 826

Jumlah
Total

ba

15. Kulit, Barang dari Kulit, &


Alas Kaki / Tanning,
Leather Goods, &
Footwear

(5)

s.

681 748

13. Tekstil / Textiles

://

11. Minuman / Beverages

14 409

(4)

go

(1)

Selisih Nilai
Pendapatan
Stok Barang
Penerimaan
Setengah Jadi
Lain
Difference in
Other Income
Stock of Semi
Revenua
Finished Goods

.id

Nilai Barang Jasa Industri


yg
yg Diberikan
Dihasilkan pd Pihak Lain
Value of
Value Of
Industrial
Goods
Rendered
Produced

Klasifikasi Industri
Pengolahan
Classification of
Manufacturing Industry

17. Kertas & Barang dr


Kertas / Paper & Paper
Products

1 950

berlanjut / continued ..

258

Bali Dalam Angka 2014

Lanjutan Tabel
Continued Table

6.1.2 :
(Juta rupiah)

(1)

Nilai Barang Jasa Industri


yg
yg Diberikan
Dihasilkan pd Pihak Lain
Value of
Value Of
Industrial
Goods
Rendered
Produced

(5)

1 843

134 262

11 477

245

27 750

10 730

10 869

32 173

4 652

2 047

157

6 856

147 487

831

2 320

254

150 891

4 737

2 449

15 703

s.

go

125 234

(6)

ba

li.

325

10 574

ht

21. Farmasi, Produk Obat


Kimia, & Obat Tradisional / Pharmacy, Chemical Drug Products, &
Traditional Medicine

(4)

://

20. Kimia & Barang dari


Bahan Kimia / Chemicals & Chemicals
Products

Jumlah
Total

tp

18. Percetakan & Reproduksi Media Rekaman /


Printing & Reproduction
of Recorded Media
Products

(3)

bp

(2)

Selisih Nilai
Pendapatan
Stok Barang
Penerimaan
Setengah Jadi
Lain
Difference in
Other Income
Stock of Semi
Revenua
Finished Goods

.id

Klasifikasi Industri
Pengolahan
Classification of
Manufacturing Industry

22. Karet, Barang dari Karet, & Plastik / Rubber,


Rubber Products, &
Plastics Products
23. Barang Galian Bukan
Logam / Non Metallic
Mineral Products

berlanjut / continued ..

Bali In Figures 2014

259

Lanjutan Tabel
Continued Table

6.1.2 :
(Juta rupiah)

(1)

Nilai Barang Jasa Industri


yg
yg Diberikan
Dihasilkan pd Pihak Lain
Value of
Value Of
Industrial
Goods
Rendered
Produced
(2)

(3)

20 753

30. Alat Angkutan Lainnya /


Other Transport
Equipment

2 683

Jumlah / Total :

(5)

1 403

(6)

10

22 165

s.
bp

10

2 693

168 350

1 468

15 023

361

185 203

221 598

31 109

48 521

293

301 521

98 430

279 476

23 598

9 036 345

tp

://

ba

li.

ht

32. Pengolahan Lainnya /


Other Manufacturing

(4)

Jumlah
Total

go

25. Barang Logam, Bukan


Mesin & Peralatannya /
Metal Products, Except
Machinery &
Equipments

31. Furnitur / Furniture

Selisih Nilai
Pendapatan
Stok Barang
Penerimaan
Setengah Jadi
Lain
Difference in
Other Income
Stock of Semi
Revenua
Finished Goods

.id

Klasifikasi Industri
Pengolahan
Classification of
Manufacturing Industry

8 634 841

Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Bali


Source : BPS - Statistics of Bali Province

260

Bali Dalam Angka 2014

Tabel
Table

Tenaga Listrik Industri Besar dan Sedang yang Dibangkitkan Sendiri dan
yang Dibeli Menurut Golongan Pokok Industri di Bali Tahun 2012

6.1.3 :

Electricity Produced and Purchased by Major Industrial Group in Bali, 2012


Tenaga
Listrik
Produksi
Sendiri
Own
Production

Klasifikasi Industri Pengolahan


Classification of Manufacturing Industry

Tenaga Listrik yang Dibeli


Electricity Purchased
Banyaknya
Quantity

(000 Kwh)

(1)

(2)

Nilai
Value

(000 kWh)

(Juta Rp)

(3)

(4)

588.28

15 199.03

30 512.79

11. Minuman / Beverages

331.30

4 608.48

9 422.68

go

.id

10. Makanan / Food

14. Pakaian Jadi / Wearing Apparel

3 001.10

6 000.58

50.41

31 790.19

63 635.28

1.00

2.00

li.

bp

15. Kulit, Barang dari Kulit, & Alas Kaki / Tanning,


Leather Goods, & Footwear

54.48

s.

13. Tekstil / Textiles

5.93

485.95

973.36

17. Kertas & Barang dr Kertas / Paper & Paper


Products

180.00

360.00

ht

tp

://

ba

16. Kayu, Barang dari Kayu, & Gabus (Non


Furnitur) / Wood, Products of Wood, & Cork
(Non Furniture)

18. Percetakan & Reproduksi Media Rekaman /


Printing & Reproduction of Recorded Media
Products

36.52

960.98

1 934.81

20. Kimia & Barang dari Bahan Kimia / Chemicals


& Chemicals Products

15.00

222.44

445.26

21. Farmasi, Produk Obat Kimia, & Obat


Tradisional / Pharmacy, Chemical Drug
Products, & Traditional Medicine

78.14

154.14

22. Karet, Barang dari Karet, & Plastik / Rubber,


Rubber Products, & Plastics Products

39.30

78.60

berlanjut / continued ..

Bali In Figures 2014

261

Lanjutan Tabel
Continued Table

6.1.3 :

Tenaga
Listrik
Produksi
Sendiri
Own
Production

Klasifikasi Industri Pengolahan


Classification of Manufacturing Industry

Tenaga Listrik yang Dibeli


Electricity Purchased
Banyaknya
Quantity

(000 Kwh)

(1)

(2)

ba

31. Furnitur / Furniture

://

32. Pengolahan Lainnya / Other Manufacturing

tp

Jumlah / Total :

ht

2011

(3)

(4)

1 989.98

38.76

77.31

2.10

4.20

129.94

738.40

1 504.51

79.73

1 291.07

2 604.29

1 385.78

59 641.52

119 699.77

544.17

250 451.78

255 007.23

go
s.

li.

30. Alat Angkutan Lainnya / Other Transport


Equipment

(Juta Rp)

1 004.58

bp

25. Barang Logam, Bukan Mesin & Peralatannya /


Metal Products, Except Machinery &
Equipments

94.20

(000 kWh)

.id

23. Barang Galian Bukan Logam / Non Metallic


Mineral Products

Nilai
Value

Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Bali


Source : BPS - Statistics of Bali Province

262

Bali Dalam Angka 2014

Banyaknya dan Nilai Pemakaian Bahan Bakar dan


Pelumas Tahun 2012
Quantity and Value of Fuel and Lubricants, 2012

Premium
Klasifikasi Industri
Premium
Pengolahan
Nilai
Classification of Manufacturing Volume
Quantity
Value
Industry
(000 Ltr)

(1)

(2)

(3)

(000 Ltr)

(Juta Rp)

(5)

(6)

(7)

(Juta Rp)

Nilai
Value

756.88

3 420.75

59.92

279.38

24.05

109.98

2.80

12.65

752.58

3 601.27

56.27

257.27

0.53

4.33

0.38

1.71

648.52

0.21

1.70

22

532.28

3 647.15 1 203.67 5 235.60

1 801.55 10 923.00

140.65

ba

li.

116.21

://

ht

21. Farmasi, Produk Obat


Kimia, & Obat Tradisional /
Pharmacy, Chemical Drug
Products, & Traditional
Medicine

Volume
Quantity

8 590.47

12

247.54

1 225.27

141.77

645.37

0.16

0.79

9.23

41.83

44.06

198.29

89.35

402.06

tp

17. Kertas & Barang dr Kertas /


Paper & Paper Products
18. Percetakan & Reproduksi
Media Rekaman / Printing &
Reproduction of Recorded
Media Products
20. Kimia & Barang dari Bahan
Kimia / Chemicals &
Chemicals Products

Nilai
Value

(4)

750.35

Minyak Tanah
Kerosene

1 426.64

13. Tekstil / Textiles


14. Pakaian Jadi /
Wearing Apparel
15. Kulit, Barang dari Kulit, &
Alas Kaki / Tanning,
Leather Goods, & Footwear
16. Kayu, Barang dari Kayu, &
Gabus (Non Furnitur) /
Wood, Products of Wood, &
Cork (Non Furniture)

(000 Ltr)

s.

11. Minuman / Beverages

Volume
Quantity

bp

10. Makanan / Food

(Juta Rp)

Solar
Fuel Oil

.id

6.1.4 :

go

Tabel
Table

berlanjut / continued ..

Bali In Figures 2014

263

Lanjutan Tabel
Continued Table

6.1.4 :

Batubara
Coal

Klasifikasi Industri
Pengolahan
Classification of Manufacturing
Industry

Volume
Quantity

(1)

Pelumas
Lubrican Oil

(000 Ltr)

Nilai
Value

(Juta Rp)

Volume
Quantity
(000 Ltr)

(Juta Rp)

(8)

(9)

(10)

(11)

(12)

603.59

474.54

220.63

5.57

107.17

3.53

81.63

6.08

87.31

3 950.18

0.01

0.20

1.91

6.13

111.82

bp

0
2.05

4.00

20 770.67
14 450.92
1 194.47

1 298.32

://

ba

240.00

tp

ht

21. Farmasi, Produk Obat Kimia,


& Obat Tradisional /
Pharmacy, Chemical Drug
Products, & Traditional
Medicine

708.79

li.

14. Pakaian Jadi /


Wearing Apparel
15. Kulit, Barang dari Kulit, &
Alas Kaki / Tanning, Leather
Goods, & Footwear
16. Kayu, Barang dari Kayu, &
Gabus (Non Furnitur) /
Wood, Products of Wood, &
Cork (Non Furniture)

(13)

7.21

13. Tekstil / Textiles

(Juta Rp)

Jumlah
Nilai
Total
Value
(Juta Rp)

2 473.24

.id

11. Minuman / Beverages

Nilai
Value

go

2 623.71

s.

10. Makanan / Food

17. Kertas & Barang dr Kertas /


Paper & Paper Products
18. Percetakan & Reproduksi
Media Rekaman / Printing &
Reproduction of Recorded
Media Products
20. Kimia & Barang dari Bahan
Kimia / Chemicals &
Chemicals Products

Nilai Bhn
Bakar
lainnya
Other Fuel
Value

216.00

249.60

1 890.17

1.72

18.74

0.78

18.92

0.60

259.64

402.06

berlanjut / continued ..

264

Bali Dalam Angka 2014

Lanjutan Tabel
Continued Table

6.1.4 :

Premium
Klasifikasi Industri
Premium
Pengolahan
Nilai
Classification of Manufacturing Volume
Quantity
Value
Industry
(000 Ltr)

(Juta Rp)

(2)

(3)

(Juta Rp)

(4)

(5)

(6)

(7)

7 005.59

0.03

0.15

201.00

0.08

0.30

10.52

80.92

364.52

1 398.52

9.51

42.78

47.35

.id

19.16

ba
0.14

44.33

0.65

112.45

507.58

91.20

453.87

0.84

8.44

73.82

341.25

80.44

403.90

0.30

1.15

tp

ht

32. Pengolahan Lainnya / Other


Manufacturing
Jumlah / Total :

(000 Ltr)

4.26

://

30. Alat Angkutan Lainnya /


Other Transport Equipment
31. Furnitur / Furniture

(Juta Rp)

Nilai
Value

li.

25. Barang Logam, Bukan


Mesin & Peralatannya /
Metal Products, Except
Machinery & Equipments

(000 Ltr)

Volume
Quantity

go

23. Barang Galian Bukan


Logam / Non Metallic
Mineral Products

Minyak Tanah
Kerosene

Nilai
Value

s.

22. Karet, Barang dari Karet, &


Plastik / Rubber, Rubber
Products, & Plastics
Products

Volume
Quantity

bp

(1)

Minyak Solar
Fuel Oil

3 742.40 19 382.95

4 588.51 24 562.89 1 208.61 5 265.09

2011

1 582.28

7 436.42 10 497.91 50 490.23

83.27

769.50

2010

1 584.80

7 462.31 10 048.08 48 394.91

100.96

759.18

2009

1 207.01

6 806.74

7 950.64 36 533.91

170.59 1 107.25

2008

1 998.76

9 435.91

8 247.30 38 509.12

517.29 1 452.29

berlanjut / continued ..

Bali In Figures 2014

265

Lanjutan Tabel
Continued Table

6.1.4 :

Batubara
Coal

Klasifikasi Industri
Pengolahan
Classification of Manufacturing
Industry

Volume
Quantity

(1)

Pelumas
Lubrican Oil

(000 Ltr)

Nilai
Value

(Juta Rp)

Volume
Quantity
(000 Ltr)

(Juta Rp)

(8)

(9)

(10)

(11)

22. Karet, Barang dari Karet, &


Plastik / Rubber, Rubber
Products, & Plastics
Products

0.33

23. Barang Galian Bukan


Logam / Non Metallic
Mineral Products

41.33

25. Barang Logam, Bukan


Mesin & Peralatannya /
Metal Products, Except
Machinery & Equipments

.id

6.75

(13)

73.26

322.55

1 076.07

8 768.87

11.38

5.00

260.46

go
s.

bp

(12)

ba

li.

0.33

(Juta Rp)

Jumlah
Nilai
Total
Value
(Juta Rp)

0.04

0.69

4.85

94.63

33.63

1 098.15

3.29

81.07

723.09

1 550.45

Jumlah / Total :

3 338.25

3 398.02

81.14

1 162.83

2 448.02

56 219.80

2011

9 760.92

8 362.74

102.16

1 808.26

2 304.86

71 172.02

2010

5 393.80

9 755.61

124.55

1 661.91

5 268.81

73 302.73

2009

22 264.54

8 752.23

99.19

2 077.11

1 516.98

56 794.22

2008

16 750.46

6 978.21

120.08

2 128.54

1 339.78

59 843.85

tp

32. Pengolahan Lainnya / Other


Manufacturing

ht

31. Furnitur / Furniture

://

30. Alat Angkutan Lainnya /


Other Transport Equipment

Nilai
Value

Nilai Bhn
Bakar
lainnya
Other Fuel
Value

Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Bali


Source : BPS - Statistics of Bali Province

266

Bali Dalam Angka 2014

6.1.5 :

Biaya Input Industri Besar dan Sedang Menurut Golongan


Pokok Industri di Bali 2012
Input Cost of Large and Medium Scale Industry by Major Industry
Group in Bali, 2012
Sewa
BBM,
Gedung,
Listrik, dan Mesin, &
Bahan Baku
Alat-alat
Gas
Raw
Rent of
Fuel,
Materials
Building,
Electricity,
Machinery &
and Gas
Equipment

Klasifikasi Industri
Pengolahan
Classification of
Manufacturing Industry

(1)

(3)

Jumlah
Total

(5)

(6)

928

45 438

850 238

1 754

17 903

163 646

(4)

781 839

22 033

11. Minuman / Beverages

130 014

13 975

13. Tekstil / Textiles

49 457

1 428

345

829

52 059

14. Pakaian Jadi /


Wearing Apparel

51 269

4 010

4 494

6 421

66 194

18

3 198

47 981

1 495

1 112

906

51 494

540

251

120

911

39 025

1 818

418

42 156

83 417

s.

li.

ba

3 178

ht

tp

://

15. Kulit, Barang dari Kulit,


& Alas Kaki / Tanning,
Leather Goods, &
Footwear
16. Kayu, Barang dari Kayu,
& Gabus (Non Furnitur) /
Wood, Products of
Wood, & Cork (Non
Furniture)
17. Kertas & Barang dr
Kertas / Paper & Paper
Products
18. Percetakan &
Reproduksi Media
Rekaman / Printing &
Reproduction of
Recorded Media
Products

go

10. Makanan / Food

bp

(2)

(Juta Rp)

Lainnya
Others

.id

Tabel
Table

berlanjut / continued ..

Bali In Figures 2014

267

Lanjutan Tabel
Continued Table

6.1.5 :
(Juta Rp)
Sewa
BBM,
Gedung,
Listrik, dan Mesin, &
Bahan Baku
Alat-alat
Gas
Raw
Rent of
Fuel,
Materials
Building,
Electricity,
Machinery &
and Gas
Equipment

(1)

(3)

(4)

3 650

302

21. Farmasi, Produk Obat


Kimia, & Obat
Tradisional / Pharmacy,
Chemical Drug
Products, & Traditional
Medicine

2 957

Jumlah
Total

(5)

(6)

32

302

4 286

418

263

6 061

9 699

688

148

280

1 116

136 980

9 043

57

4 085

150 165

5 052

370

100

211

5 732

tp

://

ba

li.

s.

go

20. Kimia & Barang dari


Bahan Kimia /
Chemicals & Chemicals
Products

bp

(2)

Lainnya
Others

.id

Klasifikasi Industri
Pengolahan
Classification of
Manufacturing Industry

ht

22. Karet, Barang dari Karet,


& Plastik / Rubber,
Rubber Products, &
Plastics Products
23. Barang Galian Bukan
Logam / Non Metallic
Mineral Products
25. Barang Logam, Bukan
Mesin & Peralatannya /
Metal Products, Except
Machinery &
Equipments

berlanjut / continued ..

268

Bali Dalam Angka 2014

Lanjutan Tabel
Continued Table

6.1.5 :
(Juta Rp)

(1)

(2)

77 476

32. Pengolahan Lainnya /


Other Manufacturing

ba
1 464 196

1 926 813
1 134 759
1 057 099
2 549 232

tp
ht

2011
2010
2009
2008

://

Jumlah / Total :

(5)

(6)

1 938

1 009

371

5 616

84 472

1 522

828

3 473

137 989

57 826

10 835

133 699

1 666 556

74 985
110 616
56 794
94 855

10 883
19 045
8 259
28 444

133 390
156 771
132 769
176 026

2 146 072
1 421 191
1 254 920
2 848 557

li.

132 166

Jumlah
Total

14

s.

31. Furnitur / Furniture

go

1 923

(4)

bp

30. Alat Angkutan Lainnya /


Other Transport
Equipment

(3)

Lainnya
Others

.id

Klasifikasi Industri
Pengolahan
Classification of
Manufacturing Industry

Sewa
BBM,
Gedung,
Listrik, dan Mesin, &
Bahan Baku
Alat-alat
Gas
Raw
Rent of
Fuel,
Materials
Building,
Electricity,
Machinery &
and Gas
Equipment

Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Bali


Source : BPS - Statistics of Bali Province

Bali In Figures 2014

269

Nilai Tambah Menurut Golongan Pokok Industri


di Bali Tahun 2012
Added Value by Mayor Industrial Group in Bali, 2012

Klasifikasi Industri
Pengolahan
Classification of
Manufacturing Industry

Output
Value of
Output

(1)

(2)

10. Makanan / Food

(3)

(4)

1 205 746

881 218

683 008

173 069

11. Minuman / Beverages

(5)

(6)

345 274

5 872

339 402

509 939

8 569

501 370

2 386 891

1 597

2 385 294

2 461 712

4 052

2 457 660

3 200

4 000

3 996

52 533

1 003 114

887

1 002 227

1 950

1 271

679

100

579

132 998

85 352

47 645

17 965

29 681

2 445 238

58 347

14. Pakaian Jadi /


Wearing Apparel

2 588 181

131 429

li.

bp

s.

13. Tekstil / Textiles

ba

7 200

://

15. Kulit, Barang dari Kulit, &


Alas Kaki / Tanning,
Leather Goods, &
Footwear
16. Kayu, Barang dari Kayu,
& Gabus (Non Furnitur) /
Wood, Products of
Wood, & Cork (Non
Furniture)
17. Kertas & Barang dr
Kertas / Paper & Paper
Products
18. Percetakan &
Reproduksi Media
Rekaman / Printing &
Reproduction of
Recorded Media
Products

(Juta Rp)

Nilai
Tambah Atas
Nilai Tambah
Pajak Tak
Dasar Biaya
Atas Dasar
Langsung
Input
Faktor
Harga Pasar /
Indirect
Input Cost
Added Value
Added Value
Taxes
at Factor
at Market Cost
Cost

.id

6.1.6 :

go

Tabel
Table

ht

tp

1 055 647

berlanjut / continued ..

270

Bali Dalam Angka 2014

Lanjutan Tabel
Continued Table

6.1.6 :
(Juta Rp)

Klasifikasi Industri
Pengolahan
Classification of
Manufacturing Industry

Output
Value of
Output

(1)

(2)

Nilai
Tambah Atas
Nilai Tambah
Pajak Tak
Dasar Biaya
Atas Dasar
Langsung
Input
Faktor
Harga Pasar
Indirect
Input Cost
Added Value
Added Value
Taxes
at Factor
at Market Cost
Cost
(4)

16 754

4 733

21. Farmasi, Produk Obat


Kimia, & Obat
Tradisional / Pharmacy,
Chemical Drug
Products, & Traditional
Medicine

21 304

12 021

(5)

(6)

101

11 919

11 451

649

10 801

s.

go

20. Kimia & Barang dari


Bahan Kimia /
Chemicals & Chemicals
Products

bp

.id

(3)

tp

://

ba

li.

9 853

6 876

1 207

5 669

86

5 584

148 734

152 155

122 230

2 400

119 830

21 011

5 934

15 076

74

15 002

ht

22. Karet, Barang dari Karet,


& Plastik / Rubber,
Rubber Products, &
Plastics Products
23. Barang Galian Bukan
Logam / Non Metallic
Mineral Products
25. Barang Logam, Bukan
Mesin & Peralatannya /
Metal Products, Except
Machinery &
Equipments

berlanjut / continued ..

Bali In Figures 2014

271

Lanjutan Tabel
Continued Table

6.1.6 :
(Juta Rp)

Klasifikasi Industri
Pengolahan
Classification of
Manufacturing Industry

Output
Value of
Output

(1)

(2)

(4)

31. Furnitur / Furniture

170 104

32. Pengolahan Lainnya /


Other Manufacturing

255 899

(6)

738

86 476

83 628

2 357

81 271

140 646

115 555

2 964

112 591

7 125 624

47 679

7 077 945

bp

ba

8 763 332 1 789 366

://

Jumlah / Total :

(5)

741

go

1 942

s.

2 683

.id

(3)

li.

30. Alat Angkutan Lainnya /


Other Transport
Equipment

Nilai
Tambah Atas
Nilai Tambah
Pajak Tak
Dasar Biaya
Atas Dasar
Langsung
Input
Faktor
Harga Pasar
Indirect
Input Cost
Added Value
Added Value
Taxes
at Factor
at Market Cost
Cost

tp

Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Bali

ht

Source : BPS - Statistics of Bali Province

272

Bali Dalam Angka 2014

Indikator Perusahaan Industri Besar dan Sedang


di Bali 2008 - 2012
Indicators of Large and Medium Scale Industry
in Bali, 2008 - 2012

Uraian
Description

2008

2009

2010

2011

2012

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(1)

1. Rata-Rata Banyaknya Tenaga Kerja


per Perusahaan
Average Number of Employees per
Establishment

74

12 929

12 510

86

77

68

14 616

25 075

20 336

155

225

216

177

3 429

4 359

6 523

5 241

li.

146

ba

3. Rata-Rata Pemakaian Bahan Bakar


per Perusahaan per Tahun (Juta Rp)
Average Fuel Consumption per
Establishment per Year (Million Rp)

bp

s.

2. Rata-Rata Pengeluaran untuk


Pekerja per Orang per Tahun
Average Employment Cost per
Person per Year (000 Rp)

70

.id

6.1.7 :

go

Tabel
Table

6 965

ht

tp

://

4. Rata-Rata Biaya Input per


Perusahaan per Tahun (Juta Rp)
Average Input Cost per
Establishment per Year (Million Rp)

Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Bali


Source : BPS - Statistics of Bali Province

Bali In Figures 2014

273

Tabel
Table

6.1.8 :

Penambahan dan Pengurangan Barang Modal Bekas dan


Barang Modal Tetap Menurut Kode Industri Tahun 2012
Additional and Reduction of Used and Fixed Capital by
Industrial Code, 2012

(Juta Rp)

Klasifikasi Industri Pengolahan


Classification of Manufacturing Industry

Penambahan
Additional

Pengurangan
Reduction

(1)

(2)

(3)

10. Makanan / Food


11. Minuman / Beverages

53 447

1 322

21 262

3 717

175 831

272

41 130

2 131

1 076

24

21 817

43

20. Kimia & Barang dari Bahan Kimia / Chemicals


& Chemicals Products

8 938

21. Farmasi, Produk Obat Kimia, & Obat


Tradisional / Pharmacy, Chemical Drug
Products, & Traditional Medicine

3 466

299

1 733

331

243

13. Tekstil / Textiles

.id

14. Pakaian Jadi / Wearing Apparel

s.

bp

16. Kayu, Barang dari Kayu, & Gabus (Non


Furnitur) / Wood, Products of Wood, & Cork
) dr Kertas / Paper & Paper
17. (Kertas & Barang

go

15. Kulit, Barang dari Kulit, & Alas Kaki / Tanning,


Leather Goods, & Footwear

li.

Products

ht

tp

://

ba

18. Percetakan & Reproduksi Media Rekaman /


Printing & Reproduction of Recorded Media
Products

22. Karet, Barang dari Karet, & Plastik / Rubber,


Rubber Products, & Plastics Products
23. Barang Galian Bukan Logam / Non Metallic
Mineral Products
25. Barang Logam, Bukan Mesin & Peralatannya /
Metal Products, Except Machinery &
Equipments

berlanjut / continued ..

274

Bali Dalam Angka 2013

Lanjutan Tabel
Continued Table

6.1.8 :
(Juta Rp)

Klasifikasi Industri Pengolahan


Classification of Manufacturing Industry

Penambahan
Additional

Pengurangan
Reduction

(1)

(2)

(3)

8 996

14

32. Pengolahan Lainnya / Other Manufacturing

4 159

5 233

342 398

13 086

9 128 602

674 827

.id

30. Alat Angkutan Lainnya / Other Transport


Equipment
31. Furnitur / Furniture

go

Jumlah / Total :

bp

s.

2011
Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Bali

ht

tp

://

ba

li.

Source : BPS - Statistics of Bali Province

Bali In Figures 2014

275

Produksi Listrik, Pemakaian Bahan Bakar dan Minyak


Pelumas oleh PLN di Bali Tahun 2013
Production of Electricity, Consumption of Fuel and Lubricants
at State Electricity Company by Region, 2013

Tabel
6.2.1 :
Table

Pemakaian Bahan Bakar dan Pelumas


Consumption of Fuel and Lubricants

Produksi
Production

Wilayah
Region

(000 kWh)

(1)

Bahan Bakar
Fuel
(liter)

Pelumas
Lubricants
(liter)

(3)

(4)

12 477.78

3 018 546

3 200

2. UPJ Bali Utara

3. UPJ Bali Selatan

.id

1. UPJ Bali Timur

go

(2)

li.

://

4 217 884.63

3 018 546

3 200
3 065

tp

2012

4 205 406.85

ba

4. Supply Sistem Jawa Bali


Jumlah / Total :

bp

s.

3 655 393

3 429 262.32

3 107 711

4 683

2010

3 270 168.03

2 917 275

15 962

2009

2 953 591.54

2 635 100

16 470

ht

3 765 167.59

2011

Sumber : PT PLN (Persero) Distribusi Bali


Source : PT PLN (Persero) Bali Distribution

276

Bali Dalam Angka 2014

Tabel
Table

6.2.2 :

Banyaknya kVA Tersambung dan kWh Terjual Menurut


Jenis Pelanggan dan Area Pelayanan di Bali Tahun 2013
Number of kVA Available and kWh Sold by Customers
Classification and Branch in Bali, 2013
Areal Pelayanan Tegangan Rendah / Low Voltage Service Area
Bali Selatan

Bali Timur

Bali Utara

Area Prima

Jumlah

South Bali

East Bali

North Bali

Prima Area

Total

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

1 312 678

367 583

243 153

440 828 2 364 242

2.1. Sosial / Social

36 565

9 182

2.2. Rumahtangga
Household

bp

Uraian
Description

1 135 232

296 548

229 216

1 1 660 997

760 787

137 714

68 822

808 672 1 775 995

33 597

5 458

17 127

91 341

147 522

62 359

39 052

31 395

22 395

155 201

41 372

16 053

11 716

15 205

84 346

Jumlah kWh Terjual


Total kWh Sold

2 069 912

508 736

367 458

968 214 3 914 320

2012

1 914 582

470 897

345 998

815 124 3 546 601

2011

1 736 920

425 637

317 713

743 682 3 223 952

2010

1 674 577

384 126

303 537

713 669 3 075 910

2009

1 498 944

365 996

282 358

641 348 2 788 646

(1)

1. kVA Tersambung
kVA Available

s.

go

.id

2. Banyaknya kWh Terjual


Menurut Jenis dan
Klasifikasi Pelanggan /
Number of kWh Sold by
Type of Customers

ba

ht

tp

2.4. Industri / Industries

://

2.3. Bisnis / Bussines


2.5. Publik / Public

13 911

li.

( Juta kWh )

2.6. Multiguna
Multifunction

30 600

90 259

Sumber : PT PLN (Persero) Distribusi Bali


Source : PT PLN (Persero) Bali Distribution

Bali In Figures 2014

277

Banyaknya Desa yang Berlistrik, Gardu, VA Terpasang, dan Jumlah


Pelanggan Tahun 2003 - 2013
Tabel
6.2.3 :
Number of Villages Electrified, Transmission, VA Installed, and Customers,
Table
2003 - 2013

Tahun
Year

(2)

VA Tersambung
VA Installes

Pelanggan
Customer

(3)

(000 VA)

(4)

(5)

674

4 718

638 944

1 011 518

2004

674

4 831

660 323

1 072 131

2005

674

5 260

683 794

1 149 850

2006

674

5 353

697 375

1 197 638

2007

706

717 428

1 291 747

2008

706

5 791

735 939

1 393 713

2009

706

5 882

752 149

1 484 219

6 066

783 825

1 605 858

715

6 453

838 700

1 824 936

2012

716

7 798

915 517

2 084 286

2013

716

7 904

998 707

2 364 242

2011

go

s.

bp

://

ba

li.

5 501

706

ht

2010

.id

2003

tp

(1)

Jumlah Desa Telah


Gardu
Dilistriki / Number of
Transmission
Villages Electrifield

Sumber : PT PLN (Persero) Distribusi Bali


Source : PT PLN (Persero) Bali Distribution

278

Bali Dalam Angka 2014

Tabel
Table

Banyaknya Pelanggan Listrik di Perdesaan dan Perkotaan, 2013


Number of Customers by Urban and Rural, 2013

6.2.4 :

Listrik Perdesaan
Urban Electricity

Listrik
Perkotaan
Rural Electricity

Pelanggan
(Rumahtangga)
Customer
(Household)

(1)

(2)

(3)

(4)

1. Jembrana

45 544

15 044

55 717

2. Tabanan

94 476

22 510

105 341

3. Badung

133 947

42 245

140 801

4. Gianyar

95 664

5. Klungkung

36 421

6. Bangli
7. Karangasem

go

.id

Kabupaten/Kota
Regency/City

98 904

6 051

37 360

34 636

5 498

35 585

60 100

14 569

66 071

100 289

37 268

125 326

49 053

187 896

191 393

Jumlah / Total :

650 130

348 577

2012

608 108

307 409

791 335

2011

568 802

269 898

729 153

2010

541 043

242 782

673 174

2009

523 059

227 935

656 299

li.

bp

s.

17 496

ba

8. Buleleng

ht

tp

://

9. Denpasar

856 498

Sumber : PT PLN (Persero) Distribusi Bali


Source : PT PLN (Persero) Bali Distribution

Bali In Figures 2014

279

Tabel
Table

Jumlah Penggunaan Air Bersih Menurut Golongan Pemakaian dan


Kabupaten/Kota di Bali Tahun 2012
Consumption of Water Usage Classification and Regency/
City in Bali, 2012

6.2.5 :

(000 m 3 )
Kabupaten/
Kota
Regency/
City
(1)

Golongan Pemakaian / Consumption Classification


Sosial /
Rumah
PemeNiaga
Umum
tangga
rintah
Social / Households Goverment
Trade
Public
Institutions Company
(2)

(3)

(4)

Industri Lainnya Jumlah


Industry

Others

Total

(6)

(7)

(8)

(5)

69

3 447

427

196

4 149

2. Tabanan

319

7 052

358

2 702

68

258

10 757

3. Badung

152

6 837

667

971

9 927

18 555

4. Gianyar

387

8 931

120

550

256

213

10 458

5. Klungkung

284

4 139

148

77

4 882

6. Bangli

209

2 172

57

91

2 528

234

7. Karangasem

307

4 123

583

63

67

5 148

8. Buleleng

594

8 307

1 042

1 323

15

11 285

9. Denpasar

242

20 918

1 291

3 339

829

88

26 706

ht

tp

://

ba

li.

bp

s.

go

.id

1. Jembrana

2 563

65 926

3 448

9 685

2 211

10 637

94 470

2011

3 385

67 222

4 058

8 975

11 326

39 924

134 890

2010

2 721

66 195

3 549

8 836

6 691

39 839

127 830

2009

3 033

71 578

16 406

8 425

6 013

18 734

124 189

2008

3 388

79 323

17 092

8 533

6 201

7 795

122 332

Jumlah/Total :

Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Bali


Source : BPS - Statistics of Bali Province

280

Bali Dalam Angka 2014

Tabel
Table

6.2.6 :

Banyaknya Pelanggan, Produksi, Penggunaan, dan Penerimaan Air


Bersih Menurut Kabupaten/Kota Tahun 2012
Number of Customers, Production, Consumption, and Revenue of Water
Supply by Regency/City, 2012
Uraian / Description

Kabupaten/Kota
Regency/City

Jumlah
Penerimaan
(Juta Rp)

Capacity of
Water Supply

Penggunaan Air
Bersih
(000 m 3 )
Consumption of
Water Supply

(2)

(3)

(4)

(5)

Total of
Revenue

12 693

10 757

40 060

18 555

90 056

665

10 458

41 051

204

4 882

15 796

213

2 528

8 331

24 071

223

5 148

17 996

56 448

545

11 285

28 729

1 195

26 706

77 074

337 609

4 944

94 470

331 784

2011

340 890

5 151

134 890

392 286

2010

334 625

6 320

127 830

352 490

2009

322 913

5 752

124 189

313 270

2008

316 475

4 357

122 332

268 750

211

2. Tabanan

46 594

535

3. Badung

33 858

1 153

4. Gianyar

49 970

5. Klungkung

23 760

6. Bangli

12 345

7. Karangasem
8. Buleleng

ba

bp

s.

18 899

71 664

ht

9. Denpasar
Jumlah / Total :

go

4 149

1. Jembrana

li.

.id

Total of
Customers

://

Kapasitas
Produksi Air
(Liter/detik)

tp

(1)

Jumlah
Pelanggan
(Unit)

Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Bali


Source : BPS - Statistics of Bali Province

Bali Dalam Angka 2014

281

.id

go

s.

bp

li.

ba

://

tp

ht

.id

go

s.

bp

li.

ba

://

tp

ht

.id

go

s.

bp

li.

ba

://

tp

ht

7.1. Export Growth

Sebagai sebuah negara dengan


perekonomian terbuka, ekspor tentu
memberi peran penting bagi perekonomian
nasional termasuk Bali. Kendati perannya
tidak sebesar negara maju seperti
Singapura
misalnya,
namun
peran
perdagangan luar negeri dalam mendukung
perekonomian tidak bisa diabaikan begitu
saja.

As a country with open economy,


exports would provide an important role for
the national economy, including Bali.
Although its role is not as developed
countries like Singapore for example, but
the role of foreign trade in supporting the
economy can not be ignored.

Selama periode Januari - Desember


2013, ekspor barang Provinsi Bali yang
diukur berdasarkan free on board (fob)
mencapai US$ 494.915 ribu. Nilai ini turun
sebesar 14,56 persen dari tahun
sebelumnya yang telah mencapai US$
579.234 ribu.

During the period January to


December 2013, exports of goods measured
by the Province of Bali that free on board
(fob) reached US$ 494,915 thousand. This
value decreased by 14.56 percent from the
previous year had reached US$ 579,234
thousand.

go

s.

bp

Ekspor Menurut
Negara Tujuan

Kawasan

dan

7.2. Export Based


Destination Countries

on

Region

and

li.

7.2.

.id

7.1. Perkembangan Ekspor

Table 7.2 shows that Asia is still the


main market for goods exported from Bali.
During the year 2013 foreign exchange
earnings from the region reached US$
177,063 thousand or 35.78 percent of the
total export value of Bali. Compared to the
previous year, exports to Asia decreased
17.55 percent.

Jika dilihat berdasarkan sepuluh


negara utama tujuan ekspor selama tahun
2013, tampak Amerika Serikat mendominasi
pasar ekspor yang mencapai US$
110.018.626, diikuti oleh Jepang dan
Australia dengan nilai ekspor masingmasing mencapai US$ 59.269.389 dan US$
39.504.940. (Tabel 7.3).

When seen by ten main countries of


export destination during 2013, it appears
United States is still the main source of
foreign exchange with export value
reaching US$ 110,018,626, followed by the
Japan and Australia with an export value
respectively reached US$ 59,269,389 and
US$ 39,504,940. (Table 7.3).

ht

tp

://

ba

Tabel 7.2 menunjukkan bahwa


kawasan Asia masih menjadi pasar utama
tujuan ekspor barang dari Bali. Selama
tahun 2013 perolehan devisa dari kawasan
tersebut mencapai US$ 177.063 ribu atau
35,78 persen dari total nilai ekspor Bali.
Tapi dibanding tahun sebelumnya, ekspor
Bali ke kawasan Asia menurun sebesar
17,55 persen.

Bali In Figures 2014

285

7.3. Import by Origin Region and Country

Impor Provinsi Bali pada tahun 2013


mengalami peningkatan sebesar 100,76
persen. Seperti yang tertera pada Tabel 7.5,
nilai impor pada tahun 2013 mencapai US$
318.982 ribu, sementara impor tahun
sebelumnya mencapai US$ 158.890 ribu.

Imports of Bali Province in 2013


increased by 100.76 percent. As shown in
Table 7.5, the value of imports in 2013
reached US$ 318,982 thousands, while
imports of the previous year was reached
US$ 158,890 thousands.

Dilihat dari negara asal, sebagian


besar impor Bali tahun 2013 berasal dari
China diikuti oleh Singapura di peringkat
kedua. Negara Hongkong dan Swiss Serikat
menempati peringkat ketiga dan keempat.

Viewed from the country of origin,


Bali's most imports in 2013 come from
China followed by Singapore in second
place. Hongkong and Switzerland ranked
third and fourth.

Jika dilihat lebih lanjut berdasarkan


sepuluh negara utama tujuan impor selama
tahun 2013, tampak China mendominasi
pasar impor yang mencapai US$
202.169.536, diikuti oleh Singapura dan
Hongkong dengan nilai impor masingmasing mencapai US$ 27.603.269 dan US$
20.947.133. (lihat Tabel 7.5 - Tabel 7.7).

When seen more detail by ten main


countries of import destination during 2013,
it appears China is still the main source of
foreign exchange with import value
reaching US$ 202,169,536, followed by the
Singapore and Hongkong with an import
value respectively reached US$ 27,603,269
and US$ 20,947,133. (see Table 7.5 - Table
7.7).

://

ba

li.

bp

s.

go

.id

7.3. Impor Menurut Asal Kawasan dan


Negara

Sektor

7.4. Current Account Trade in Goods


Sector

Transaksi
berjalan
sektor
perdagangan luar negeri merupakan salah
satu instrumen terpenting dalam memotret
sejauh mana perkembangan aktivitas
perdagangan (ekspor-impor) yang dilakukan
antar negara di kawasan tertentu.

The current account of foreign trade


sector is one of the most important
instruments in photographing the extent to
which the development of trade activity
(exports-imports)
conducted
between
countries in specific regions.

Seperti
diungkap
sebelumnya,
transaksi berjalan sektor perdagangan
barang luar negeri Provinsi Bali masih
menunjukkan angka positif yakni sebesar
US$ 175.931 ribu, 58,15 persen lebih
rendah dibanding tahun sebelumnya yang
mencapai US$ 420.345 ribu (Tabel 7.9).

As previously disclosed, the current


account of foreign trade goods of Bali is still
showing positive figures which amounted to
US$ 175,931 thousands, 58.15 percent lower
than the previous year which only US$
420,345 thousands (see Table 7.9).

ht

tp

7.4. Transaksi
Berjalan
Perdagangan Barang

286

Bali Dalam Angka 2014

Grafik / Figure 7.1


Posisi Neraca Perdagangan Provinsi Bali Tahun 2008 - 2013
Balance of Trade of Bali Province, 2008 - 2013

Ekspor
Impor
Surplus

700

(000 US$)

600
500
400
300
200

.id

100
0
2010

2011

go

2009

2012

2013

s.

2008

li.

bp

Grafik / Figure 7.2


Perkembangan Pangsa Ekspor Provinsi Bali Menurut
Kawasan Tujuan Tahun 2008 - 2013

://

ba

Export Segment of Bali Province by Destination, 2008 - 2013

ht

30

tp

(%)
40

20
10
0
2008

Bali In Figures 2014

2009

2010

2011

2012

2013

ASEAN

Non ASEAN

Afrika

Australia

Amerika

Eropa

287

.id

go

s.

bp

li.

ba

://

tp

ht

Grafik / Figure 7.3


Perkembangan Pangsa Impor Provinsi Bali Menurut
Kawasan Asal Tahun 2008 - 2013
Import Segment of Bali Province by Origin, 2008 - 2013
(%)
80
70
60
50
40
30
20

.id

10
2009

2010

2011

Non ASEAN

Australia

Amerika

s.

ASEAN

2012

2013

Afrika
Eropa

ht

tp

://

ba

li.

bp

2008

go

Bali In Figures 2014

289

.id

go

s.

bp

li.

ba

://

tp

ht

Perkembangan Beberapa Indikator Ekspor Barang Provinsi Bali


Tahun 2009 - 2013
The Growth of Some Export Indicators Goods of Bali Province,
2009 - 2013

7.1 :

2009

2010

2011

2012

2013

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

253 560

605 100

608 159

579 234

494 915

60 292

67 194

83 943

94 556

1. Ekspor Bali (000 US$)


Export (000 US$)

74 029

4.33

8.14

7.24

6.48

5.51

9 038

8 808

9 388

10 524

ba

li.

3. Andil Ekspor Terhadap PDRB (%)


Export Share to GDRP (%)

s.

go

2. PDRB Harga Berlaku (Milyar Rp)


GDRP at Current Market Prices
(Billion Rp)

.id

Indikator
Indicators

bp

Tabel
Table

10 305

ht

tp

://

4 Kurs Rata-rata US$ Terhadap Rp


Average US$ Rate to Rupiahs

Ket. : Sebelum tahun 2010 menggunakan data ekspor barang lewat pelabuhan di Bali. Mulai tahun 2010
menggunakan data ekspor barang asal Provinsi Bali

Note : Prior 2010, using data export goods from the port in Bali. Since 2010, using data goods from Bali
Province

Sumber : BPS Provinsi Bali


Source : BPS - Statistics of Bali Province

Bali In Figures 2014

291

Nilai dan Pangsa Ekspor Provinsi Bali Menurut Kawasan Tujuan


Tahun 2010 - 2013
Value and Export Segment of Bali Province by Destination, 2010 - 2013
2010

1. ASIA
- Asean
- Non Asean

(%)

(000
US$)

(3)

(4)

(2)

233 533
61 989
171 544

Pangsa
Export
Segment

Nilai
Value

(%)

(000
US$)

(5)

(6)

2013

Pangsa
Export
Segment

Nilai
Value

(%)

(000
US$)

(7)

(8)

Pangsa
Export
Segment
(%)
(9)

38.59 225 974

37.16 214 747

37.07 177 063

35.78

10.24

11.73

13.11

65 155

13.16

23.96 111 908

22.61

71 326

28.35 154 648

21 541

3.56

3. AUSTRALIA &
OCEANIA

38 609

6.38

24 977

43 966

4. AMERIKA

155 539

5. EROPA

ht

://

ba

2. AFRIKA

tp

25.70 157 768

.id

(1)

Nilai
Value

75 953

go

(000
US$)

Pangsa
Export
Segment

25.43 138 794

bp

Nilai
Value

2012

4.11

27 409

4.73

24 271

4.90

46 247

7.98

42 132

8.51

25.94 165 293

28.54 141 055

28.50

li.

Tujuan
Destination

2011

s.

Tabel
7.2 :
Table

7.23

155 877

25.76 155 473

25.56 125 538

21.67 110 393

22.31

Jumlah / Total : 605 100

100.00 608 159

100.00 579 234

100.00 494 914

100.00

Sumber : BPS Provinsi Bali


Source : BPS - Statistics of Bali Province

292

Bali Dalam Angka 2014

Tabel
Table

Sepuluh Negara Tujuan Ekspor Terbesar Provinsi Bali


Tahun 2013
Exports of Bali Province by Major Country of Destination, 2013

7.3 :

Tujuan
Destination

Volume
Volume (kg)

Nilai
Value (US$)

Pangsa
Export
Segment
(%)

(1)

(3)

1. Amerika Serikat / USA

19 501 887

110 018 626

22.23

2. Jepang / Japan

11 745 504

59 269 389

11.98

3. Australia / Australia

9 411 821

39 504 940

7.98

4. Singapura / Singapore

1 857 806

38 734 091

7.83

5. Hongkong / Hongkong

932 935

s.

go

.id

(2)

(4)

3.80

5 296 546

16 012 340

3.24

6 592 890

14 517 036

2.93

5 397 886

13 415 458

2.71

2 245 130

13 405 639

2.71

3 085 053

13 026 132

2.63

11. Lainnya / Others

55 585 460

158 208 343

31.97

Jumlah / Total :

121 652 918

494 914 854

100.00

bp

18 802 860

li.

6. Perancis / France

ba

7. Inggris / England

tp

://

8. Spanyol / Spain

ht

9. Belanda / Netherland
10. Jerman / Germany

Sumber : BPS Provinsi Bali


Source : BPS - Statistics of Bali Province

Bali In Figures 2014

293

Tabel
Table

Sepuluh Kelompok Komoditas Ekspor Terbesar


Provinsi Bali Tahun 2013
Exports of Bali Province by Major Commodity, 2013

7.4 :

Kelompok Komoditas
Commodity Group

Volume
Volume (kg)

Nilai
Value (US$)

Pangsa
Export
Segment (%)

(1)

(2)

(3)

(4)

1. Ikan dan Udang / Fish and Shrimp

30 322 910

106 404 823

21.50

2 740 094

62 279 421

12.58

.id

2. Pakaian Jadi Bukan Rajutan


Apparel Not Knitted

533 782

57 896 746

11.70

16 762 037

53 767 238

10.86

42 733 467

8.63

992 056

21 631 759

4.37

6 989 693

20 583 954

4.16

8. Benda-benda dari Batu, Gips, dan Semen


Goods from Stone, Gypsum, and Cement

16 817 675

15 180 247

3.07

9. Barang-barang dari Kulit / Leather Goods

562 091

12 911 673

2.61

529 536

10 510 160

2.12

28 559 226

91 015 366

18.39

go

3. Perhiasan/Permata / Jewellery/Gem

s.

4. Kayu, Barang dari Kayu


Wood and Products of Wood
5. Perabot, Penerangan Rumah
Furniture, Home Lighting

li.

bp

16 843 818

ht

tp

://

7. Daging dan Ikan Olahan


Meat and Fish Preparation

ba

6. Barang-barang Rajutan / Knitted Goods

10. Kapas / Cotton


11. Komoditas Lainnya / Other Commodities
Jumlah / Total :

121 652 918

494 914 854

100.00

Sumber : BPS Provinsi Bali


Source : BPS - Statistics of Bali Province

294

Bali Dalam Angka 2014

Perkembangan Beberapa Indikator Impor Barang Provinsi Bali


Tahun 2009 - 2013
The Growth of Some Import Indicators Goods of Bali Province, 2009 - 2013

7.5 :

Indikator
Indicators

2009

2010

2011

2012

2013

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

249 782

248 786

179 341

158 890

318 982

60 292

67 194

83 943

94 556

1. Impor Bali (000 US$)


Import (000 US$)

74 029

2.13

1.78

3.55

10 305

9 038

8 808

9 388

10 524

ht

tp

://

4 Kurs Rata-rata US$ Terhadap Rp


Average US$ Rate to Rupiahs

3.35

li.

4.27

ba

3. Andil Impor Terhadap PDRB (%)


Import Share to GDRP (%)

bp

s.

go

2. PDRB Harga Berlaku (Milyar Rp)


GDRP at Current Market Prices
(Billion Rp)

.id

Tabel
Table

Sumber : BPS Provinsi Bali


Source : BPS - Statistics of Bali Province

Bali In Figures 2014

295

Nilai dan Pangsa Impor Provinsi Bali Menurut Kawasan


7.6 : Asal Tahun 2010 - 2013
Value and Import Segment of Bali Province by Origin, 2010 - 2013
2010

Tujuan
Destination

Nilai
Value
(000
US$)

(1)

Pangsa
Export
Segment

Nilai
Value

(%)

(000
US$)

(3)

(4)

(2)

114 129

2012

Pangsa
Export
Segment

Nilai
Value

(%)

(000
US$)

(5)

(6)

2013

Pangsa
Export
Segment

Nilai
Value

(%)

(000
US$)

(7)

(8)

Pangsa
Export
Segment
(%)
(9)

45.87 115 004

64.13 112 454

70.77 273 328

85.69

45 384

18.24

46 215

25.77

37 740

23.75

39 727

12.45

- Non Asean

68 745

27.63

68 789

38.36

74 714

47.02 233 601

73.23

28

0.01

0.01

131

0.08

201

0.06

3. AUSTRALIA &
OCEANIA

19 299

7.76

4.01

10 220

6.43

7 075

2.22

4. AMERIKA

22 404

://

ba

7 190

11.50

17 577

11.06

14 881

4.67

37.35

36 490

20.35

18 508

11.65

23 498

7.37

100.00 179 341

100.00

158 890

100.00

318 983

100.00

tp

20 632

5. EROPA

Jumlah / Total :

248 786

92 925

s.

li.

24

9.01

ht

2. AFRIKA

go

- Asean

bp

1. ASIA

2011

.id

Tabel
Table

Sumber : BPS Provinsi Bali


Source : BPS - Statistics of Bali Province

296

Bali Dalam Angka 2014

Tabel
Table

Sepuluh Negara Asal Impor Terbesar Provinsi Bali


Tahun 2013
Imports of Bali Province by Major Country of Origin, 2013

7.7 :

Tujuan
Destination

Volume
Volume (kg)

Nilai
Value (US$)

Pangsa
Import
Segment
(%)

(1)

(3)

70 937 462

202 169 536

63.38

2. Singapura / Singapore

2 754 214

27 603 269

8.65

3. Hongkong / Hongkong

1 187 182

20 947 133

6.57

14 109 807

4.42

go

1. China / China

.id

(2)

(4)

105 078

5. Amerika Serikat / USA

337 272

13 003 364

4.08

6. Thailand / Thailand

185 800

10 491 995

3.29

701 208

6 994 984

2.19

1 104 571

5 682 772

1.78

70 861

4 440 350

1.39

186 263

2 381 141

0.75

11. Lainnya / Others

2 063 530

11 158 117

3.50

Jumlah / Total :

79 633 441

318 982 468

100.00

li.

bp

s.

4. Swiss / Switzerland

://

ht

9. Jerman / Germany

tp

8. Taiwan / Taiwan

ba

7. Australia / Australia

10. Korea Selatan / South Korea

Sumber : BPS Provinsi Bali


Source : BPS - Statistics of Bali Province

Bali In Figures 2014

297

Tabel
Table

7.8 :

Sepuluh Kelompok Komoditas Impor Terbesar


Provinsi Bali Tahun 2013
Import of Bali Province by Major Commodity, 2013

Kelompok Komoditas
Commodity Group

Volume
Volume (kg)

Nilai
Value (US$)

Pangsa
Import
Segment (%)

(1)

(2)

(3)

(4)

43 411 088

203 845 541

63.90

2. Mesin/Peralatan Listrik
Machinery/Electrical Equipment

2 704 214

41 429 817

12.99

3. Benda-benda dari Besi dan Baja


Objects of Iron and Steel

6 533 039

9 990 497

3.13

261 251

8 991 142

2.82

2 356 637

6 509 436

2.04

4 396 806

6 078 802

1.91

7. Perangkat Optik / Optical Devices

178 524

4 725 252

1.48

8. Lonceng, Arloji dan Bagiannya


Bells, Watches and Parts

126 365

4 647 622

1.46

14 796 574

3 297 396

1.03

199 465

3 212 418

1.01

4 669 478

26 254 545

8.23

79 633 441

318 982 468

100.00

4. Perhiasan/Permata / Jewellery/Gem

ht

tp

://

ba

6. Benda-benda dari Besi dan Baja


Objects of Iron and Steel

li.

5. Kapal Laut dan Bangunan Terapung


Ships and Floating Buildings

bp

s.

go

.id

1. Mesin-mesin/Pesawat Mekanik
Machinery/Mechanical Appliances

9. Benda-benda dari Batu, Gips, dan Semen


Goods from Stone, Gypsum, and Cement
10. Perkakas, Perangkat Potong
Tools, Cutting Devices
11. Komoditas Lainnya / Other Commodities
Jumlah / Total :
Sumber : BPS Provinsi Bali
Source : BPS - Statistics of Bali Province

298

Bali Dalam Angka 2014

Tabel
Table

7.9 :

Transaksi Berjalan Perdagangan Luar Negeri Provinsi Bali


Menurut Kawasan Tujuan Tahun 2010 - 2013
Current Account of Bali Province Overseas Trade by Destination,
2009 - 2012

(000 US$)

2010

2011

2012

2013

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

119 405

110 970

102 293

- 96 265

16 605

25 111

38 213

25 428

102 800

85 859

2. AFRIKA

21 513

24 953

3. AUSTRALIA &
OCEANIA

19 310

36 776

- 121 693

27 278

24 070

36 027

35 057

s.

go

64 080

4. AMERIKA

133 135

137 136

147 716

126 174

5. EROPA

://

ba

- Non Asean

bp

- Asean

li.

1. ASIA

.id

Tujuan
Destination

118 984

107 030

86 895

428 818

420 345

175 931

ht

tp

62 952

Jumlah / Total :

356 314

Sumber : BPS Provinsi Bali


Source : BPS - Statistics of Bali Province

Bali In Figures 2014

299

.id

go

s.

bp

li.

ba

://

tp

ht

.id

go

s.

bp

li.

ba

://

tp

ht

.id

go

s.

bp

li.

ba

://

tp

ht

8.1. Road Infrastructure

Jalan merupakan sarana vital dalam


mendukung perkembangan suatu wilayah.
Kemudahan akses yang ditimbulkan oleh
ketersediaan jalan secara otomatis akan
memberi dampak positif bagi kelangsungan
transaksi perekonomian.

Roads are a vital instrument in


supporting the development of a region.
Ease of access posed by the availability of
automatic road will provide a positive
impact on the continuity of economic
transactions.

Dari Tabel 8.1.1 diperoleh keterangan


bahwa panjang jalan di Provinsi Bali pada
tahun 2013 mencapai 7.843,98 km, meliputi
jalan nasional 535,23 km, jalan provinsi
860,53 km, dan jalan kabupaten 6.448,22
km.

Information obtained from Table 8.1.1


that the length of roads in the province of
Bali in 2013 reached 7,843.98 km, covering
535.23 km national roads, provincial roads
860.53 km, and 6,448.22 km district roads.

Dilihat dari kondisi permukaan jalan,


jalan dengan kondisi baik mencapai
4.091,47 km (52,16%), yang tergolong
kondisi sedang mencapai 1.742,89 km
(22,22%), dan kondisi rusak mencapai
2.009,66 km (25,62%). Selengkapnya dapat
disimak pada Tabel 8.1.1 Tabel 8.1.5.

Viewed from surface conditions of


roads, national roads with better conditions
to reach 4,091.47 km (52.16%), medium
condition reached 1,742.89 km (22.22%),
and poor condition reaches 2,009.66 km
(25.62%) More can be seen in Table 8.1.1 Table 8.1.5.

://
tp

8.2. Angkutan Darat

ba

li.

bp

s.

go

.id

8.1. Sarana Jalan

ht

Ketersediaan jalan, tentu harus


didukung pula oleh ketersediaan angkutan.
Seperti daerah lain di Indonesia,
ketersediaan angkutan darat di Bali terus
menunjukkan
peningkatan
seiring
perputaran roda perekonomian. Seperti
yang ditampilkan pada Tabel 8.2.1, jumlah
kendaraan bermotor tahun 2013 mencapai
3.003.688 unit meliputi mobil penumpang
296.403 unit, mobil barang 113.937 unit, bis
6.533 unit, dan sepeda motor 2.586.715
unit. Dibanding tahun sebelumnya, jumlah
kendaraan bermotor tercatat meningkat
sebanyak 9,26 persen.

Bali In Figures 2014

8.2. Land Transportation


The availability of roads, of course,
must be supported also by the availability of
transportation. Like other areas in
Indonesia, the availability of land transport
in Bali continues to show improvement as
the rotation of the wheels of the economy.
As shown in Table 8.2.1, the number of
motor vehicles in 2013 reached 3,003,688
units covering 296,403 passenger cars units,
carts (trucks) 113,937 units, bus 6,533 units,
and 2,586,715 units motorcycle. Compared
to previous years, the number of registered
motor vehicles rose by 9.26 percent.

303

8.3. Sea Transportation

Untuk lalu lintas angkutan laut,


jumlah penumpang yang tiba dan berangkat
melalui tiga pelabuhan yaitu pelabuhan
Padangbai, Gilimanuk, dan Benoa selama
tahun 2013 mencapai 6.003.997 dan
5.769.331 orang.

For sea freight traffic, the number of


passengers who come through the three
port which is Padangbai, Gilimanuk, and
Benoa during the year 2013 reached
6,003,997 and 5,769,331 peoples.

Sementara jumlah volume barang


yang tiba dan diberangkatkan di keempat
pelabuhan (Benoa, Padangbai, Celukan
Bawang, dan Gilimanuk) masing-masing
sebesar 8.290.878 ton dan 2.698.798 ton.
Dari keempat pelabuhan, bongkar dan muat
barang paling banyak terjadi di pelabuhan
Gilimanuk.

Meanwhile, the total volume load and


unload goods at fourth port (Benoa,
Padangbai,
Celukan
Bawang,
and
Gilimanuk) of each of 8,290,878 tonnes and
2,698,798 tonnes. Of the four ports,
unloading and loading goods most common
in the Gilimanuk port.

s.

go

.id

8.3. Angkutan Laut

8.4. Air Transportation

bp

8.4. Angkutan Udara

Air Transportation of other than


dominant in implementing the mobility of
people from one place to another, is also
one of the sectors directly related to the
world of tourism in supporting the travel of
tourists to a place.

ht

tp

://

ba

li.

Perhubungan udara selain dominan


dalam melaksanakan mobilitas manusia dari
suatu tempat ke tempat lain, juga
merupakan salah satu sektor yang terkait
langsung dengan dunia pariwisata dalam
mendukung perjalanan wisatawan ke suatu
tempat.

Berdasarkan data statistik yang


dihimpun Kantor Otoritas Bandar Udara
Wilayah IV, dijelaskan bahwa selama tahun
2013 arus keberangkatan pesawat udara
mencapai 62.308 kali penerbangan,
meningkat 9,97 persen dari tahun
sebelumnya. Demikian pula dengan
kedatangan yang mencapai 62.259 kali
penerbangan atau naik 9,84 persen
dibanding tahun sebelumnya.

Based on statistical data collected by


Airport Authority Region IV, explained that
during the year 2013 the flow of air flight
departure times flight reached 62,308, up
9.97 percent from a year earlier. Similarly,
the arrival of flights that reach 62,259 or
9.84 percent increase over the previous
year.

Untuk tahun 2013, arus penerbangan


paling padat (baik kedatangan maupun
keberangkatan) terjadi pada bulan Agustus

For the year 2013, the most intensive


flight flows (both arrivals and departures)
occurred in August and December. This is

304

Bali Dalam Angka 2014

understandable given that in these months


is the arrival of foreign tourist high season.

Sementara itu, jumlah penumpang


yang berangkat dan datang tercatat masingmasing sebanyak 7.625.272 orang dan
7.789.797 orang. Pergerakan penumpang
ini meningkat masing-masing 4,60 persen
dan 11,58 persen dibandingkan tahun 2012
lalu.

Meanwhile, the number of passenger


departures and came carrying each of
7,625,272 people and 7,789,797 people.
Passenger movement increased by 4.60
percent respectively, and 11.58 percent
compared to 2011 last year.

Dari sisi surat-menyurat, sarana


komunikasi dengan berkirim surat makin
ditinggalkan seiring dengan kemajuan di
bidang komunikasi seperti dengan adanya
telepon. Pada Tabel 8.5.1, ditunjukkan
bahwa surat yang dikirim ke dalam negeri
mencapai 7.728.719. Jenis surat terbanyak
merupakan surat biasa. Peningkatan juga
terjadi pada surat yang dikirim ke luar
negeri yakni mencapai 92.448 atau naik
9,48 persen di tahun 2013.

From the side of the correspondence,


means of communication with more left
over corresponded with advances in
communications sush as with the phone. In
Table 8.5.1, indicated that a letter sent to
the country reached 7,728,719. Most types
of letter is regular mail. Increases also
occurred in a letter sent to foreign
countries, reaching 92,448, increased 9.48
percent in 2013.

ba

li.

bp

s.

go

.id

dan Desember. Hal ini dapat dipahami


mengingat pada bulan-bulan tersebut
merupakan high season kedatangan
wisman.

From the telecommunications, are


shown in Table 8.5.3 that the number of
cable telephone subscribers in Bali during
the year 2013 reached 187,347 SST
(telephone unit) with installed capacity of
246,371 units.

8.5. Pariwisata

8.5.

Seperti diketahui, pariwisata sampai


saat ini masih merupakan motor penggerak
ekonomi Bali. Sehingga cerah atau
muramnya kondisi ekonomi provinsi yang
dikenal dengan julukan Pulau Dewata ini
akan sangat bergantung dari kinerja
pariwisata secara umum.

As is known, tourism is still an


economic engine of Bali. So decreased or
increased of economic conditions the
province that known as the the Gods Island
will be highly dependent of tourism
performance in general.

ht

tp

://

Dari sisi telekominukasi telepon, pada


Tabel 8.5.3 diperlihatkan bahwa jumlah
pelanggan telepon kabel di Bali sepanjang
tahun 2013 mencapai 187.347 SST (satuan
sambungan telepon) dengan kapasitas
terpasang 246.371 unit.

Bali In Figures 2014

Tourism

305

s.

go

.id

Entering the year 2013, a number of


concerns which departed from the
worsening economy countries the main
contributor to tourism in Bali seemed not
proven. From existing data, until December
2013 the visitor of foreign tourists to Bali
reached 3,278,598 people, or an increase of
11.16 percent from the same period the
previous year. As shown in Table 8.6.1,
during low season the number of foreign
tourists visiting Bali, ranging from 230
thousand to 260 thousand people, while
entering the high season rate reached 270
thousand people visit more, with the
highest traffic levels in August (peak season)
which were 309,219 people.

bp

Memasuki tahun 2013, sejumlah


kekhawatiran
yang
berangkat
dari
memburuknya ekonomi negara-negara
kontributor utama kepariwisataan Bali
tampak tidak terbukti. Dari data yang ada,
sampai dengan bulan Desember 2013
kunjungan wisman ke Bali mencapai
3.278.598 orang atau meningkat sebesar
11,16 persen dari periode yang sama tahun
sebelumnya. Seperti yang tampak pada
Tabel 8.6.1, pada saat low season jumlah
kunjungan wisman ke Bali berkisar antara
230 ribu sampai 260 ribu orang, sementara
memasuki high season tingkat kunjungan
mencapai 270 ribu orang lebih, dengan
tingkat kunjungan tertinggi terjadi pada
bulan Agustus (peak season) yaitu sebanyak
309.219 orang.

But, increasing number of tourist


arrivals not followed the Room Occupancy
Rate (TPK). At the star hotel, the room
occupancy rate is down from 63.21 percent
to 60.68 percent in 2013, meanwhile nonstar hotels, also there is an decreased from
38.63 percent in 2012 to 36.02 percent in
2013.

Meningkatnya jumlah kunjungan


wisman tidak diikutii dengan rata-rata lama
menginap di hotel berbintang. Untuk hotel
bintang, rata-rata lama menginap wisman
mencapai 3,30 hari, lebih rendah dari tahun
sebelumnya yang mencapai 3,56 hari.
Sementara hotel non bintang, rata-rata
lama menginap wisman mencapai 3,46 hari,
naik dari tahun sebelumnya yang telah
mencapai 3,38 hari.

However the increased tourist arrival


was not accompanied with the average
length of stay in the star hotels. To star
hotel, the average length of stay of foreign
tourists reached 3.30 days, lower than the
previous year that reach 3.56 days. While
non-star hotels, the average length of stay
of foreign tourists reach 3.46 days. Down
from previous years whos have achieved
3.38 days.

ht

tp

://

ba

li.

Akan tetapi meningkatnya jumlah


kunjungan wisatawan mancanegara tidak
dibarengi dengan Tingkat Penghunian
Kamar (TPK). Pada hotel bintang angka TPK
turun dari tahun sebelumnya yaitu dari
63,21 persen menjadi 60,68 persen di tahun
2013, sementara pada hotel non bintang,
juga terjadi penurunan dari 38,63 persen di
tahun 2012 menjadi 36,02 persen di tahun
2013.

306

Bali Dalam Angka 2014

8.6

Restaurant

Dilihat dari jumlah restoran dan


rumah makan, dari tahun ke tahun
mengalami kecenderungan meningkat.
Tetapi pada tahun 2013, jumlah restoran
dan rumah makan mengalami penurunan
dari tahun sebelumnya. Pada tahun 2013,
jumlahnya berkurang sebesar 270 buah
yaitu dari 1.339 buah di tahun 2012,
menjadi 1.069 buah di tahun 2013.

Seen from the number of restaurants


and eating houses, from year to year
experiencing a rising trend. But in 2013, the
number of it is decreased from the previous
year. In 2013, its amount was reduced by
270 units, which is 1,339 units in 2012 and
in 2013 drop to 1,069 units.

Begitu pula halnya dengan daya


tampung/kapasitas tempat duduk yang
disediakan, juga menunjukkan fenomena
serupa. Jika pada tahun 2012 jumlah
tempat duduk yang tersedia mencapai
68.468 kursi, maka pada tahun 2013
jumlahnya berkurang menjadi 41.843 kursi
(lihat Tabel 8.8.1 8.8.2).
8.5.

Neither does the capacity/provide


seating capacity also showed a similar
phenomenon. If in 2012 the number of
available seats has reached 68,468 pieces,
then in 2013 the number had decreased to
41,843 seats (see Table 8.8.1 8.8.2).

ht

tp

://

ba

li.

bp

s.

go

.id

8.6. Restoran

Bali In Figures 2014

307

.id

go

s.

bp

li.

ba

://

tp

ht

Grafik / Figure 8.1


Panjang Jalan Dirinci Menurut Kabupaten/Kota di Bali Tahun 2013
Length of Roads by Regency/City in Bali, 2013

(km)

1200
1000
800
600
400

.id

200

bp

s.

go

(Unit)

tp

://

ba

li.

Grafik / Figure 8.2


Banyaknya Kendaraan Bermotor Menurut Jenisnya di Bali Tahun 2009 - 2013
Number of Motorized Vehicles by Type in Bali, 2009 - 2013

ht

2 800 000
2 400 000
2 000 000
1 600 000
1 200 000

800 000
400 000
0
2009

2010

Mobil Penumpang

Bali In Figures 2014

2011
Truk

2012
Bus

2013

Sepeda Motor

309

.id

go

s.

bp

li.

ba

://

tp

ht

Grafik / Figure 8.3


Banyaknya Penumpang Tiba dan Berangkat Menurut Pelabuhan di Bali Tahun 2013
Number of Passengers Arrived and Departing by Ports in Bali, 2013

5 000 000
4 000 000
3 000 000
2 000 000

Gilimanuk
Padangbai

.id

1 000 000

Benoa

go

Tiba

bp

s.

Berangkat

li.

Grafik / Figure 8.4


Persentase Surat yang Dikirim Melalui Pos (Dalam dan Luar Negeri) Tahun 2013

ht

tp

://

ba

Percentage of Mail Sent (Domestic and International Mail) Through Post Office, 2013
Tercatat
0.81%

Kilat
4.01%

Kilat Khusus
7.25%

Pos Express
3.05%
Luar Negeri
1.18%

Biasa
83.70%

Bali In Figures 2014

311

.id

go

s.

bp

li.

ba

://

tp

ht

Grafik / Figure 8.5


Banyaknya Orang Asing Pengunjung Singkat yang
Datang Langsung ke Bali Tahun 2009 - 2013
Number of Foreign Visitors Arriving Directly to Bali, 2009 - 2013

3 500 000
3 000 000
2 500 000
2 000 000
1 500 000

.id

1 000 000

go

500 000
0

2011

s.

2010

2012

2013

li.

bp

2009

ht

tp

://

ba

Grafik / Figure 8.6


Banyaknya Tamu Asing dan Domestik yang Datang Pada
Hotel Berbintang di Bali Tahun 2009 - 2013
Number of Foreign and Domestic Guests at Classified Hotels in Bali, 2009 - 2013

3 000 000

Asing

2 500 000

Domestik

2 000 000
1 500 000
1 000 000
500 000

2009

Bali In Figures 2014

2010

2011

2012

2013

313

.id

go

s.

bp

li.

ba

://

tp

ht

Tabel
Table

8.1.1 :

Panjang Jalan Menurut Kabupaten/Kota dan Status di Bali


Tahun 2013
Lenght of Roads by Regency/City and Status in Bali, 2013
Status Jalan
Road Status

Jumlah
Total

Jalan
Nasional
National
Roads
(Km)

Jalan
Provinsi
Provincial
Roads
(Km)

Jalan
Kabupaten
Regency
Roads
(Km)

Panjang
Jalan
Length of
Roads
(Km)

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

Persentase
Percentage
(%)
(6)

71.92

28.87

941.02

1 041.81

13.28

2. Tabanan

65.38

130.78

860.95

1 057.11

13.48

3. Badung

46.28

103.58

628.74

778.61

9.93

4. Gianyar

40.66

111.11

555.54

707.31

9.02

5. Klungkung

29.37

17.39

492.92

539.68

6.88

733.27

883.11

11.26

s.

bp

149.84

ba

6. Bangli

go

1. Jembrana

li.

.id

Kabupaten/Kota
Regency/City

62.80

170.22

794.49

1 027.51

13.10

8. Buleleng

168.24

105.90

878.19

1 152.33

14.69

9. Denpasar

50.58

42.84

563.10

656.52

8.37

ht

tp

://

7. Karangasem

Jumlah / Total :

535.23

860.53

6 448.22

7 843.98

100.00

2012

535.23

860.53

6 170.23

7 565.99

100.00

2011

535.23

860.53

6 108.39

7 504.15

100.00

2010

535.23

860.53

5 981.66

7 377.42

100.00

2009

501.64

883.07

5 965.73

7 350.44

100.00

Sumber : Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Bali


Source : Public Works Department of Bali Province

Bali In Figures 2014

315

Tabel
Table

Panjang Jalan di Bali Menurut Kondisi Jalan Keadaan


Akhir Tahun 2013

8.1.2 :

Length of Roads in Bali by Condition of Road, 2013


(km)
Kondisi
Condition
Baik
Good

Sedang
Fair

Rusak
Damaged

Rusak Berat
Seriously
Damaged

(2)

(3)

(4)

(5)

491.13

36.70

2. Jalan Provinsi
Provincial Road

366.48

317.89

4.10

176.16

Jumlah
Total

(6)

3.30

535.23

860.53

3. Jalan Kabupaten
Regency Road

532.38

6 448.25

1 742.89

1 473.98

535.68

7 844.02

3 360.75

2 012.51

1 654.92

537.82

7 565.99

3 195.17

2 152.04

1 723.77

433.17

7 504.14

2010*

722.90

391.52

281.34

1 395.76

2009*

768.24

426.33

190.14

1 384.71

2011

ba
tp

://

4 091.47

ht

2012

1 388.30

li.

1 293.72

Jumlah / Total :

3 233.86

bp

s.

1. Jalan Nasional
National Road

.id

(1)

go

Status Jalan
Road Status

Ket. : Sebelum tahun 2011 tidak termasuk panjang jalan kabupaten


Note : Prior 2011, not included regency/city roads
Sumber : Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Bali
Source : Public Works Department of Bali Province

316

Bali Dalam Angka 2014

Tabel
Table

Panjang Jalan Menurut Jenis Permukaan dan Status


Jalan di Bali Tahun 2013
Length of Roads in Bali by Type of Surface and Status
of Road, 2013

8.1.3 :

( km )

Jenis Permukaan
Type of Surface

(1)

Tidak Beraspal
Non Asphalted
Kerikil
Gravel

Tanah
Soil

Lainnya
Others

(3)

(4)

(5)

(2)

860.53

535.23

860.53

131.32

203.29

18.93

6 448.23

s.

2. Jalan Provinsi
Provincial Road

bp

535.23

(6)

://

6 094.70

ht

tp

3. Jalan Kabupaten
Regency Road

ba

li.

1. Jalan Nasional
National Road

Jumlah
Total

.id

Beraspal
Asphalted

go

Status Jalan
Road Status

Jumlah / T o t a l :

7 490.46

131.32

203.29

18.93

7 843.99

2012

7 176.84

160.39

214.75

14.01

7 565.99

2011

7 064.77

176.77

261.26

11.66

7 514.45

2010

6 870.40

158.38

340.51

8.12

7 377.42

2009

6 709.45

175.09

457.44

8.46

7 350.44

Sumber : Dinas Pekerjaan Umum


Source : Public Works Department

Bali In Figures 2014

317

Panjang Jalan Nasional Menurut Jurusan dan Fungsinya


Tahun 2013
Length of National Roads in Bali by Route and
Function of Road, 2013

8.1.4 :

Keterangan / N o t e s

Panjang
Length
(km)

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

1. Bts. Denpasar - Gilimanuk


2. Jl. Cokroaminoto
3. Jl. Cokroaminoto - Sutomo Thamrin - Setia Budi
4. Seririt - Bts. Kota Singaraja
5. Jln. Gajah Mada - Dr. Sutomo A. Yani (Singaraja)
6. Bts. Kota Klungkung - Kusamba
7. Jln. Diponegoro (Semarapura)
8. Jln. Jelantik - Veteran Singaraja
9. Bts. Kota Singaraja - Mengwitani
10. Denpasar - Tuban
11. Sp. Pesanggaran - Benoa
12. Sp. Tohpati - Sakah - Blahbatuh
13. Sidan - Bts Kota Klungkung
14. Jln. Untung Suropati (Semarapura)
15. Kusamba - Angentelu
16. Angantelu - Padangbai
17. Tohpati - Sanur - Pesanggaran - Sp.
Kuta - Tugu Ngurah Rai
18. Tugu Ngurah Rai - Sp. Nusa Dua
19. Gianyar - Sidan

Arteri
Arteri
Arteri

119.22
3.83
3.29

7.00 - 11.00
10.00
7.00 - 10.00

1.50 - 2.80
-

Kolektor 1
Kolektor 1

18.66
4.09

7.00
7.00

1.00 - 3.50
1.00 - 3.50

10.10
.82
3.43
60.43
10.78
.60
15.99
7.18
1.77
4.38
2.05
19.10

7.00
7.00
7.00
7.00
7.00
7.00
8.50 - 10.00
7.00 - 10.40
7.00
7.00
7.00 - 15.20
14.00

0.70 - 1.80
0.70 - 1.80
0.40 - 2.90
0.40 - 2.90
0.70 - 1.00
0.80 - 2.40
0.90 - 2.10
-

9.54
3.02

14.00
8.00

0.30 - 2.50
-

s.

li.

bp

Kolektor 1
Kolektor 1
Kolektor 1
Kolektor 1
Kolektor 1
Arteri
Kolektor 1
Kolektor 1
Kolektor 1
Arteri
Arteri
Arteri

ht

tp

://

ba

Jurusan
Route

go

Fungsi
Function

.id

Tabel
Table

Kolektor 1
Arteri

Lebar
Bahu
Perkerasan
Road
Width (m) Shoulder (m)

Jumlah / Total :

298.25

2012
2011
2010
2009

X
X
X
X

284.85
294.61
295.78
391.61

X
X
X
X

X
X
X
X

Sumber : Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Bali


Source : Public Works Department of Bali Province

318

Bali Dalam Angka 2014

Panjang Jalan Provinsi Menurut Jurusan dan Fungsi


di Bali Tahun 2013
Length of Provincial Roads by Route and Function of
Road in Bali, 2013

8.1.5 :

Fungsi
Function

Panjang
Length
(km)

(1)

(2)

(3)

1. Antosari - Pupuan - Seririt

Kolektor 2

50.35

2. Pupuan - Pekutatan

Kolektor 3

34.12

3. Denpasar - Sanur

Kolektor 2

6.31

4. Sakah - Teges - Bedahulu - Sribatu

Kolektor 2

27.71

5. Penelokan - Toyabungkah

Kolektor 3

8.70

Kolektor 2

47.00

Kolektor 2

2.59

Kolektor 2

20.30

Kolektor 2

9.23

10. Blahbatuh - Bone - Gianyar

Kolektor 2

5.41

11. Denpasar - Simpang Tohpati

Kolektor 2

5.17

go

bp

6. Penelokan - Kubutambahan

.id

Jurusan
Route

s.

Tabel
Table

li.

7. Klungkung - Gelgel

ba

8. Klungkung - Besakih

ht

tp

://

9. Komplek Niti Mandala Renon

Jumlah / Total :

216.89

2012

216.89

2011

216.89

2010

216.89

2009

216.89

Sumber : Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Bali


Source : Public Works Department of Bali Province

Bali In Figures 2014

319

Tabel
Table

8.2.1 :

Banyaknya Kendaraan Bermotor Menurut Jenis Kendaraan dan


Kabupaten/Kota di Bali Tahun 2013
Number of Motorized Vehicles by Type of Vehicles and Regency/
City in Bali, 2013

Jenis Kendaraan

Kabupaten/Kota / Regency/City

Kind of Vehicles

Jembrana

Tabanan

Badung

Gianyar

Klungkung

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

2 434

6 227

2 508

506

509

2 908

5 153

4 187

741

4 383

15 042

29 135

20 460

4 374

338

617

2 971

9 029

2 631

5 379

270 428

442

131

7 996

2 601

3 226

2 164

1 675

329 131

276 770

77 945

go

706

bp

s.

7 542

35

305 838

381 122

314 527

88 008

134 320

281 667

447 875

287 782

79 340

122 071

259 715

433 080

263 674

66 700

85 199

174 876

344 093

178 520

52 251

://

tp

ba

136 189

.id

463

li.

1. S e d a n
Sedan
2. J e e p
Jeep
3. Minibus
Minibus
4. B u s
Bus
5. Pick Up
Pick Up
6. T r u k
Truck
7. Sepeda Motor
Motor Cycles
8. Lainya
Others

147 484

ht

Jumlah / Total :

berlanjut / continued .

320

Bali Dalam Angka 2014

Lanjutan Tabel
Continued Table

8.2.1 :

Jenis Kendaraan

Kabupaten/Kota / Regency/City

Kind of Vehicles

Bangli

Karangasem

Buleleng

Denpasar

(1)

(7)

(8)

(9)

(10)

(11)

321

1 613

25 531

39 844

497

560

1 476

25 543

41 574

2 908

5 568

10 887

122 228

214 985

94

172

4 265

3 689

2 282

2 354

3 462

6 533

go

571

32 720

78 720

3 111

12 395

35 217

277 413

1 038 345

2 586 715

62

100

bp

s.

7 907

110 487

ba

70 007

.id

241

li.

1. S e d a n
Sedan
2. J e e p
Jeep
3. Minibus
Minibus
4. B u s
Bus
5. Pick Up
Pick Up
6. T r u k
Truck
7. Sepeda Motor
Motor Cycles
1. Lainya
Others

Bali

123 151

302 978

1 260 286

3 003 688

72 920

109 455

274 575

1 061 230

2 749 164

66 637

91 884

250 245

940 472

2 494 478

43 140

75 201

162 844

599 551

1 715 675

80 294

ht

Jumlah / Total :

tp

://

Sumber : Dinas Pendapatan Provinsi Bali


Source : Government Income Department of Bali Province

Bali In Figures 2014

321

Tabel
Table

Banyaknya Perusahaan Bus Umum dan Daya Angkutnya yang


Beroperasi Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) di Bali, 2013
Number of Intercity Bus Companies, Buses Operated, and Their
Capacities by Regency/City, 2013

8.2.2 :

Banyaknya
Number of
B u s
Buses

Orang
Passanger

Barang
Goods
(kg)

(2)

(3)

(4)

(5)

1. Jembrana

427

12 810

115 290

2. Tabanan

546

16 380

147 420

3. Badung + Denpasar

1 862

55 860

502 740

4. Gianyar

511

15 330

137 970

5. Klungkung

534

16 020

144 180

6. Bangli

284

8 520

76 680

7. Karangasem

615

18 450

166 050

715

21 450

193 050

25

5 494

164 820

1 483 380

28

1 305

66 328

2011

2010

25

330

9 240

89 100

2009

25

330

9 240

89 100

ht

Jumlah / Total :

tp

://

8. Buleleng

2012

s.
bp

ba

li.

(1)

go

Perusahaan
Bus Umum
Companies

.id

Kabupaten/Kota
Regency/City

Daya Angkut/
Capacity

Sumber : Dinas Perhubungan, Informasi, dan Komunikasi Provinsi Bali


Source : Transportation, Information, and Communication Department of Bali Province

322

Bali In Figures 2014

Tabel
Table

Banyaknya Perusahaan Bus Umum Menurut Jenis Kendaraan yang


Beroperasi Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) di Bali, 2013
Number of Intercity Bus Companies and Buses Operated, by Type of
Vehicles and Regency/City, 2013

8.2.3 :

Kabupaten/Kota
Regency/City

Perusahaan
Bus Umum
Companies

(1)

Jenis Kendaraan / Type of Vehicles


Bus Sedang
Medium Bus

Bus Kecil
Small Bus

(2)

(3)

(4)

(5)

1. Jembrana

271

148

2. Tabanan

91

79

376

3. Badung + Denpasar

110

439

1 313

4. Gianyar

204

299

5. Klungkung

45

480

6. Bangli

39

10

235

7. Karangasem

41

106

468

8. Buleleng

51

410

254

357

1 564

3 573

go

s.
bp

li.

ba
://
25

tp

Jumlah / Total :

.id

Bus Besar
Large Bus

ht

Sumber : Dinas Perhubungan, Informasi, dan Komunikasi Provinsi Bali


Source : Transportation, Information, and Communication Department of Bali Province

Bali In Figures 2014

323

Tabel
Table

8.2.4 :

Banyaknya Perusahaan Bus Umum dan Daya Angkutnya yang


Beroperasi Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) Tahun 2012
Number of Inter Provincial Transportation Companies, Number of Buses,
and Their Capacities by Regency/City, 2012

Kabupaten/Kota
Regency/City

Banyaknya
Number of

Daya Angkut/
Capacity

Perusahaan
Angkutan
Companies

B u s
Buses

Orang
Passenger

Barang
Goods
(kg)

(2)

(3)

(4)

(5)

(1)

220

2. Tabanan

41

1 601

6. Bangli

7. Karangasem

146

26

892

li.

8. Buleleng

92

3 037

17

172

6 113

34

344

12 226

2010

39

791

20 356

2009

39

349

11 708

2008

39

349

11 708

2011

://

ht

Jumlah / Total :

tp

10. Luar Bali / Outside Bali

ba

9. Denpasar

217

bp

4. Gianyar

s.

5. Klungkung

go

3. Badung

.id

1. Jembrana

Sumber : Dinas Perhubungan, Informasi, dan Komunikasi Provinsi Bali


Source : Transportation, Information, and Communication Department of Bali Province

324

Bali In Figures 2014

Tabel
Table

Banyaknya Penumpang Bus Trans Sarbagita Menurut Koridor dan


Bulan Tahun 2013
8.2.5 :
Number of Trans Sarbagita Bus Passenger by Corridor
and Month, 2013
Koridor I / Corridor I
Kota - GWK

Koridor II / Corridor II
Batubulan - Nusa Dua

Pelajar
Student

Umum
Public

Pelajar
Student

(2)

(3)

(4)

(5)

1. Januari / January

11 361

9 515

30 297

9 680

2. Pebruari / February

10 691

9 481

27 971

8 290

3. Maret / March

10 875

9 393

33 931

10 215

4. April / April

13 533

13 178

32 503

9 068

5. Mei / May

13 809

13 003

32 902

8 717

6. Juni / June

14 067

10 587

36 480

10 829

7. Juli / July

14 913

10 811

34 725

11 596

8. Agustus / August

13 321

9 646

29 802

10 031

9. September / September

15 361

15 044

33 183

11 682

Jumlah / Total :
2012

s.

14 900

26 723

8 478

14 437

28 555

9 865

15 193

15 536

29 077

9 002

162 696

145 531

376 149

117 453

61 857

66 945

515 675

173 043

tp

ht

12. Desember / December

bp

ba
15 504

14 068

://

10. Oktober / October


11. Nopember / November

li.

(1)

go

Umum
Public

.id

Bulan
Month

Keterangan: Koridor I mulai beroperasi 10 Agustus 2012


Note: Corridor I start operation from August 10 th 2012
Sumber : Unit Pelaksana Teknis (UPT) Trans Sarbagita
Source : Technical Management Unit of Trans Sarbagita

Bali In Figures 2014

325

Banyaknya Penumpang Tiba dan Berangkat Menurut


Pelabuhan di Bali Tahun 2013
Number of Passengers Arrived and Departing by Ports
in Bali, 2013
Banyaknya Penumpang (orang)
Number of Passengers (person)

Pelabuhan Laut
Ports

Datang
Arrivals

Berangkat
Departures

(2)

(3)

(1)

1. B e n o a

471 620

2. Padangbai

743 837
-

bp

s.

3. Celukan Bawang

4 788 540

ba

li.

4. Gilimanuk
Jumlah / Total :

2010
2009

://
tp

2011

6 003 997

ht

2012

230 937

.id

8.3.1 :

go

Tabel
Table

871 052
-

4 667 342
5 769 331

5 320 805

5 352 935

5 153 522

4 962 620

5 565 894

5 252 009

3 454 564

3 248 026

Sumber : Dinas Perhubungan, Informasi, dan Komunikasi Provinsi Bali


Source : Transportation, Information, and Communication Department of Bali Province

326

Bali Dalam Angka 2014

8.3.2 :

Banyaknya Barang (ton)


Number of Goods (ton)

Pelabuhan Laut
Ports

Datang
Arrivals

Berangkat
Departures

(2)

(3)

(1)

1 115 335
870 516

3. Celukan Bawang

799 047

bp

5 505 980

ba

li.

4. Gilimanuk
Jumlah / Total :

2010

://
ht

2011

8 290 878

tp

2012

2009

1 150 208
581

s.

2. Padangbai

55 501

.id

1. B e n o a

go

Tabel
Table

Banyaknya Barang Tiba dan Berangkat Menurut


Pelabuhan di Bali Tahun 2013
Number of Goods Arrived and Departing by Ports
in Bali, 2013

1 492 508
2 698 798

7 812 437

5 170 981

3 089 726

1 738 600

3 048 484

1 302 080

Sumber : Dinas Perhubungan, Informasi, dan Komunikasi Provinsi Bali


Source : Transportation, Information, and Communication Department of Bali Province

Bali In Figures 2014

327

Tabel
Table

Bongkar Muat Barang Antar Pulau di Pelabuhan Benoa


Dirinci Menurut Jenis Barang Tahun 2013
Loaded and Unloaded Cargo at Benoa Harbour by Type of
Commodities, 2013

8.3.3 :

Jenis Barang
Type of Commodities

Bongkar
Unloaded

Muat
Loaded

(1)

(2)

(3)

1. Semen / Cement

2. Pupuk / Fertilizer

4. Aspal / Asphalt

12 670

go

5. Besi / Iron

.id

3. Tepung Terigu / Wheat Flour

22 508

s.

6. Ikan / Fish

955 916

bp

7. Bahan Bakar / Fuels

49 669

li.

8. Bahan Bangunan
Construction Materials

0
0
12 227
0

5 794

137 362

89 257

Jumlah / Total :

1 183 919

101 484

2012

1 097 619

93 681

2011

1 134 737

110 872

2010

1 032 557

127 765

2009

942 660

123 209

ht

tp

://

ba

9. Beras / Rice
10. Lainnya (Kontainer)
Others (Container)

(ton)

Sumber : Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Benoa


Source : Authority of Benoa Harbour, Bali Province

328

Bali Dalam Angka 2014

Tabel
Table

Banyaknya Pesawat Terbang, Penumpang yang Datang, dan Berangkat


dari/ke Bandara Ngurah Rai Bali serta Transit per Bulan Tahun 2013
8.4.1 :
Number of Flights, Passenger Arrival, and Departure at/from Ngurah Rai
Airport by Month, 2013
Banyaknya Pesawat
Terbang
Number of Flights

Bulan
Month

Sekitar
Berangkat Datang Bali
Departures Arrivals Arround
Bali

Berangkat
Departures

Datang
Arrivals

Transit
Transits

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

1. Januari / January

5 205

5 199

592 049

555 231

18 640

2. Pebruari / February

4 455

4 452

521 746

539 999

9 930

3. Maret / March

4 940

4 937

567 763

600 102

10 980

4. April / April

4 800

4 772

570 254

576 933

11 954

5. Mei / May

5 128

5 133

617 201

626 097

10 683

6. Juni / June

5 230

5 221

678 833

715 781

13 924

7. Juli / July

5 051

5 050

650 329

666 262

12 707

8. Agustus / August

5 590

5 586

721 502

735 341

19 325

go

(2)

.id

(1)

Banyaknya Penumpang
Number of Passengers

s.

://

ba

li.

bp

5 384

691 678

702 948

12 852

5 251

5 244

659 587

653 375

10 046

11. Nopember / November

5 410

5 412

657 796

654 428

2 013

12. Desember / December

5 866

5 869

696 534

763 300

730

Jumlah / Total :

62 308

62 259

7 625 272 7 789 797

133 784

2012

56 656

56 681

227

7 289 782 6 981 101

163 505

2011

51 811

51 694

422

6 307 201 6 296 650

143 804

2010

42 190

42 109

707

5 519 392 5 492 085

117 955

2009

38 031

38 001

766

4 717 250 4 773 780

134 403

5 382

ht

tp

9. September / September
10. Oktober / October

Sumber : Kantor Otoritas Bandara Wilayah IV


Source : Airport Authority Region IV

Bali In Figures 2014

329

Tabel
Table

8.4.2 :

Arus Penumpang Melalui Bandara Ngurah Rai Bali Menurut


Asal dan Tujuannya Tahun 2013
Number of Passengers Arriving, Departing, and in Transit at/from
Ngurah Rai Airport in Bali by Origin and Destination, 2013
Banyaknya Penumpang
Number of Passengers

Asal / Tujuan
Origin / Destination

Datang
Arrivals

Transit
Transits

(2)

(3)

(4)

1. Dalam Negeri / Domestic

4 191 226

4 319 991

2. Luar Negeri / Abroad

3 434 046

go

(1)

.id

Berangkat
Departures

94 998

38 786

7 625 272

7 789 797

133 784

7 289 782

6 981 101

163 505

6 307 201

6 296 650

143 804

2010

5 519 392

5 492 185

117 955

2009

4 717 250

4 773 780

134 403

li.

bp

s.

3 469 806

://

ht

2011

tp

2012

ba

Jumlah / Total :

Sumber : Kantor Otoritas Bandara Wilayah IV


Source : Airport Authority Region IV

330

Bali Dalam Angka 2014

Tabel
8.4.3 :
Table

Banyaknya Bongkar Muat di Bandara Ngurah Rai Bali


Tahun 2013
Volume of Cargo Loaded and Unloaded at Ngurah Rai Airport
by Type of Origin in Bali, 2013
Dalam Negeri
Domestic

Jenis Muatan
Kind of Cargoes

Luar Negeri
Abroad

(000 kg)

Jumlah
Total

Bongkar
Unloaded

Muat
Loaded

Bongkar
Unloaded

Muat
Loaded

Bongkar
Unloaded

Muat
Loaded

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(1)

31 674.17 37 761.01

41 028.43 47 800.15

2. Barang / Goods

14 388.11 6 271.73

11 883.69 21 574.00

72 702.60

85 561.16

26 271.80

27 845.73

999.64

460.20

698.93

105.27

53 611.06 69 479.42

99 974.04 113 867.09

45 431.52 66 437.50

51 796.68 70 143.06

97 228.19 136 580.56

42 995.61 36 524.32

49 925.45 69 312.03

92 921.06 105 836.36

2010

38 664.52 31 519.46

51 577.89 70 237.75

90 232.40 101 757.10

2009

35 766.05 28 580.22

46 381.95 66 614.44

82 148.00

2011

ht

2012

://

46 362.98 44 387.67

tp

Jumlah / Total :

354.93

ba

300.71

li.

3. Pos / Mails

bp

s.

go

.id

1. Bagasi / Luggage

95 194.66

Sumber : Kantor Otoritas Bandara Wilayah IV


Source : Airport Authority Region IV

Bali Dalam Angka 2014

331

Tabel
Table

8.4.4 :

Banyaknya Bongkar Muat Barang Dalam Negeri Menurut Jenisnya


di Bandara Ngurah Rai Bali Tahun 2013
Volume of Domestic Cargoes Loaded and Unloaded by Type of Cargoes
at Ngurah Rai Airport, 2013
(000 kg)
Bagasi
Luggage

Barang
Goods

Pos / Paket
Mail / Parcels

Muat
Loaded

Bongkar
Unloaded

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

1. Januari / January

3 086.19

2 238.12

517.20

1 025.96

34.71

22.54

2. Pebruari / February

2 188.82

1 859.71

402.24

1 129.85

19.22

24.92

3. Maret / March

2 694.63

2 331.11

456.12

1 096.90

19.23

26.93

4. April / April

2 783.20

2 328.15

521.60

1 179.18

29.83

28.79

5. Mei / May

3 075.86

2 581.28

511.01

1 268.40

26.45

26.64

6. Juni / June

3 533.08

3 071.49

536.87

1 163.95

27.58

25.14

7. Juli / July

3 173.60

2 655.14

633.38

1 268.45

41.52

13.03

8. Agustus / August

3 900.83

352.29

960.95

23.98

7.77

9. September / September

3 361.40

2 807.55

577.38

1 196.07

28.19

23.72

3 213.21

2 662.27

549.54

1 134.08

26.25

5.78

3 172.44

2 587.04

614.16

1 385.36

33.47

25.07

3 577.76

3 214.91

599.95

1 578.96

44.50

70.37

tp

11. Nopember / November

ht

12. Desember / December


Jumlah / Total :

s.

bp

://

10. Oktober / October

3 337.41

ba

(1)

go

Bongkar
Unloaded

.id

Muat Bongkar
Loaded Unloaded

Muat
Loaded

li.

Bulan
Month

37 761.01 31 674.17

6 271.73 14 388.11

354.93 300.71

2012

33 013.80 27 812.21

7 829.35 17 096.16

394.35 523.15

2011

28 288.95 24 736.25

7 930.60 17 564.51

304.77 694.90

2010

23 657.34 21 532.46

7 484.22 16 592.74

377.89 539.32

2009

21 903.92 19 308.21

6 437.76 15 954.76

238.54 503.19

Sumber : Kantor Otoritas Bandara Wilayah IV


Source : Airport Authority Region IV

332

Bali Dalam Angka 2014

Tabel
Table

Banyaknya Bongkar Muat Barang Luar Negeri Menurut Jenisnya


di Bandara Ngurah Rai Bali Tahun 2013
Number of International Cargoes Loaded and Unloaded by Type of
Cargoes at Ngurah Rai Airport, 2013
(000 kg)

8.4.5 :

Bagasi
Luggage

Bulan
Month

Barang
Goods

Pos / Paket
Mail / Parcels

Muat
Loaded

Bongkar
Unloaded

Muat
Loaded

Bongkar
Unloaded

(2)

(3)

(4)

(5)

(1)

Muat Bongkar
Loaded Unloaded
(6)

(7)

3 936.45

2 761.33

1 666.87

1 232.10

9.74

50.66

2. Pebruari / February

2 967.73

2 581.47

1 591.33

886.04

16.68

44.65

3 431.44

3 095.50

1 838.64

1 239.57

12.28

45.88

3 691.46

3 173.82

2 070.81

1 403.88

80.24

5. Mei / May

3 932.94

3 308.15

go

13.66

1 771.36

773.37

13.76

65.08

6. Juni / June

4 085.52

3 582.42

1 838.84

844.68

11.52

59.93

7. Juli / July

4 392.63

4 005.87

1 902.97

962.09

7.42

67.53

8. Agustus / August

4 792.04

li.

1 113.61

731.99

2.83

64.95

9. September / September

4 577.30

3 941.63

1 467.02

828.16

5.01

53.34

4 376.30

3 603.87

2 040.11

925.60

3.41

84.59

3 842.69

3 153.50

2 068.40

1 120.72

3.20

76.30

3 773.65

3 779.10

2 204.05

935.49

5.76

5.78

tp

11. Nopember / November

ht

12. Desember / December


Jumlah / Total :

bp

4 041.77

ba

10. Oktober / October

s.

3. Maret / March
4. April / April

://

.id

1. Januari / January

47 800.15 41 028.43

21 574.00 11 883.69

105.27 698.93

2012

46 396.53 38 637.61

23 454.10 12 765.50

292.44 394.57

2011

44 770.17 37 717.79

24 406.71 12 168.23

135.18

2010

40 740.81 35 924.23

28 177.84 15 501.17

519.55 152.49

2009

37 764.51 32 301.13

28 547.62 14 007.68

302.30

39.40
73.14

Sumber : Kantor Otoritas Bandara Wilayah IV


Source : Airport Authority Region IV

Bali In Figures 2014

333

Tabel
Table

Banyaknya Bongkar Muat Barang Dalam Negeri dan Luar Negeri


Menurut Jenisnya di Bandara Ngurah Rai Bali Tahun 2013
Number of Domestic and International Cargoes Loaded and Unloaded
by Type of Cargoes in Ngurah Rai Airport, 2013
(000 kg)

8.4.6 :

Bagasi
Luggage

Bulan
Month

Barang
Goods

Pos / Paket
Mail / Parcels
Muat Bongkar
Loaded Unloaded

Bongkar
Unloaded

Muat
Loaded

Bongkar
Unloaded

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

1. Januari / January

7 022.64

4 999.45

2 184.07

2 258.06

44.45

73.20

2. Pebruari / February

5 156.55

4 441.19

1 993.57

2 015.89

35.90

69.57

(1)

.id

Muat
Loaded

6 126.07

5 426.61

2 294.76

2 336.47

31.51

72.81

6 474.66

5 501.97

2 592.41

2 583.06

43.49

109.03

5. Mei / May

7 008.80

5 889.43

2 282.37

2 041.77

40.21

91.72

7 618.60

6 653.91

2 375.72

2 008.63

39.10

85.07

7 566.23

6 661.01

2 536.35

2 230.54

48.94

80.57

8. Agustus / August

8 692.87

1 465.89

1 692.94

26.82

72.72

9. September / September

7 938.70

6 749.18

2 044.39

2 024.23

33.20

77.07

7 589.51

6 266.13

2 589.65

2 059.68

29.66

90.37

7 015.13

5 740.54

2 682.56

2 506.08

36.67

101.37

12. Desember / December

7 351.41

6 994.01

2 804.00

2 514.46

50.26

76.15

Jumlah / Total :

85 561.16

72 702.60

27 845.73 26 271.80

ba

ht

tp

11. Nopember / November

7 379.18

://

10. Oktober / October

bp

6. Juni / June
7. Juli / July

li.

s.

go

3. Maret / March
4. April / April

460.20 999.64

2012

79 410.33 66 449.82

31 283.45 29 861.66

686.78 917.72

2011

73 059.11 62 454.05

32 337.33 29 732.73

439.97 734.30

2010

64 398.15 57 456.69

35 501.22 32 093.91

897.44 691.80

2009

59 668.44 51 609.34

34 985.38 29 962.43

540.84 576.33

Sumber : Kantor Otoritas Bandara Wilayah IV


Source : Airport Authority Region IV

334

Bali Dalam Angka 2014

Tabel
Table

Banyaknya Surat Pos yang Dikirim (Dalam dan Luar Negeri)


Menurut Kabupaten/Kota Tahun 2013
Amount of Mail Sent (Domestic and International Mail) by Post
Office by Type of Service and Regency/City, 2013

8.5.1 :

Dalam Negeri / Domestic

Kabupaten/
Kota
Regency/
City

Biasa
Common

Kilat
Express

Tercatat
Registered

(1)

(2)

(3)

(4)

Kilat
Pos
Khusus Express
Express
Express
Mail Service
Post

119 504

47 352

429 164

2. Gianyar2)

1 571 963

89 417

14 492

49 560

3. Singaraja

786 761

59 219

837

1 599 750

45 142

s.

Jumlah / Total :

6 546 172

313 282

2012

5 308 811

2011

2 113 008

ba

2010
2009

140 810

72 298

.id

2 587 698

17 647

39 788

824

48 091

27 894

1 679

567 281

238 930

92 448

go

30 438

40 466

bp

373

63 054

li.

276 680

(6)

(5)

1. Tabanan1)

553 566

132 742

84 441

824 324

62 541

2 875 654 3 190 225

299 313 3 114 474

120 778

2 726 280 3 024 434

283 718 2 952 190

114 478

tp

://

134 791

ht

4. Denpasar3)

Luar Negeri
(Kilat Khusus)
International
(Express Mail
Service)

52 048
-

Keterangan:
Tabanan, meliputi Jembrana

1)

2)

2)

1)

Gianyar, meliputi Klungkung, Bangli, dan

Karangasem
3)
Denpasar, meliputi Badung

Note:
Tabanan, including Jembrana
Gianyar, including Klungkung, Bangli, and

Karangasem
3)
Denpasar, including Badung

Sumber : Kantor Wilayah VIII PT POS Indonesia, Denpasar


Source : Post Office Region VIII of Denpasar

Bali In Figures 2014

335

Tabel
Table

8.5.2 :

Banyaknya Sambungan Telepon Menurut Sambungan Induk,


Cabang, Serta Kapasitas Sentral Tahun 2013
Number of Telephone Connections by Type of Connections and
Capacity, 2013

Kantor Cabang
Branch office

Satuan
Unit

Sambungan Induk
Main Connnection

Kapasitas
Capacity

(1)

(2)

(3)

(4)

6 080

6 676

SST
SST

14 785

20 870

SST

37 514

40 062

4. Gianyar

SST

24 369

38 034

5. Klungkung

SST

7 338

9 910

6. Bangli

SST

4 215

5 340

7. Karangasem

SST

3 996

4 676

8. Buleleng

SST

14 834

18 928

9. Denpasar

SST

87 672

106 703

SST

200 803

251 199

SST

190 003

240 399

SST

200 372

221 396

SST

199 584

248 809

SST

181 736

200 803

2010
2009

s.
bp

li.

ba
://

ht

2011

tp

Jumlah / Total :
2012

.id

2. Tabanan
3. Badung

go

1. Jembrana

Sumber : PT Telekomunikasi Indonesia Tbk - Denpasar


Source : Limited Company of Indonesian Telecommunications Region of Denpasar

336

Bali Dalam Angka 2014

Tabel
Table

Kapasitas
Sentral
Central

Kapasitas
Terpasang
Installed

Kapasitas
Terpakai
Used

Pelanggan
Customer

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

1. Jembrana

6 676

6 676

5 880

4 395

2. Tabanan

20 670

20 670

14 585

10 839

3. Badung

77 314

37 314

39 862

40 362

4. Gianyar

36 444

36 444

23 022

17 731

5. Klungkung

11 100

11 100

8 285

6 988

6. Bangli

5 140

5 140

4 015

3 555

7. Karangasem

3 796

3 796

3 524

4 006

18 728

14 634

11 499

18 728

9. Denpasar

106 503

106 503

87 672

87 972

246 371

201 479

187 347

237 171

237 171

192 279

174 347

ba

li.

8. Buleleng

://

s.

go

.id

Kabupaten/Kota
Regency/City

bp

8.5.3 :

Banyaknya Kapasitas dan Pelanggan Telepon per Kabupaten/


Kota Tahun 2013
Number of Telephone Capacity and Customer by Regency/
City, 2013

2011

ht

2012

286 371

tp

Jumlah / Total :

221 396

221 396

200 372

200 372

2010

248 809

248 809

199 584

199 584

2009

200 803

200 803

179 662

179 052

Sumber : PT Telekomunikasi Indonesia Tbk - Denpasar


Source : Limited Company of Indonesian Telecommunications Region of Denpasar

Bali In Figures 2014

337

Tabel
Table

Persentase Rumahtangga yang memiliki Akses Teknologi, Informasi, dan


Komunikasi Menurut Kabupaten/Kota Tahun 2013
Percentage of Household that Have Access of Technology, Information, and
Communication by Regency/City, 2013

8.5.4 :

Kabupaten/Kota
Regency/City

Indikator Teknologi, Informasi, dan Komunikasi


Indicator of Technology, Information, and Communication
Telepon Rumah Telepon Seluler
Telephone
Handphone

(1)

Komputer
Personal
Computer

Komputer Jinjing
Laptop/Notebook

(3)

(4)

(5)

1. Jembrana

2.83

87.56

2.85

8.72

2. Tabanan

6.02

90.43

3. Badung

12.96

98.27

4. Gianyar

13.18

5. Klungkung

7.59

94.78

6.35

21.89

84.58

2.77

15.21

bp

s.

go

27.78

80.87

2.67

8.02

78.70

2.00

10.15

4.77

88.05

3.58

8.34

20.06

98.18

9.98

37.97

10.23

91.43

6.47

21.05

ht

Jumlah / Total :

11.28

li.

9. Denpasar

18.22

ba

8. Buleleng

5.95

://

2.08
2.91

tp

6. Bangli
7. Karangasem

.id

(2)

2012

11.12

88.79

8.84

20.81

2011

13.52

85.59

9.40

15.58

2010

15.64

80.05

10.91

11.32

2009

14.42

74.27

11.58

7.66

Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Bali


Source : BPS - Statistics of Bali Province

338

Bali Dalam Angka 2014

Tabel
Table

2009

2010

2011

2012

2013

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

1. Januari / January

174 541

179 273

209 093

253 286

232 935

2. Pebruari / February

147 704

191 926

207 195

225 993

241 868

3. Maret / March

168 205

192 579

207 907

230 957

252 210

4. April / April

188 776

184 907

224 704

225 488

242 369

5. Mei / May

190 803

203 388

go

220 700

247 972

6. Juni / June

200 566

228 045

245 652

244 080

275 667

7. Juli / July

235 198

bp

283 524

271 512

297 878

8. Agustus / August

232 255

243 154

258 377

254 079

309 219

9. September / September

240 947

258 440

257 363

305 629

221 282

229 904

247 565

255 021

266 562

184 803

199 861

221 603

242 781

307 276

222 546

227 251

253 591

268 072

299 013

2 385 122

2 576 142

2 826 709

2 949 332

3 278 598

://

218 443

ht

11. Nopember / November


12. Desember / December
Jumlah / Total :
Pertumbuhan
Growth Rate (%)

209 058

s.

li.

254 907

tp

10. Oktober / October

.id

Bulan
Month

ba

8.6.1 :

Banyaknya Wisatawan Mancanegara yang Datang Langsung


ke Bali per Bulan Tahun 2009 - 2013
Number of Foreign Visitors Arriving Directly to Bali by Month,
2009 - 2013

14.39

8.01

9.73

4.34

11.16

Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Bali


Source : BPS - Statistics of Bali Province

Bali In Figures 2014

339

Tabel
Table

8.6.2 :

Banyaknya Wisatawan Mancanegara yang Datang Langsung


ke Bali Menurut Kebangsaan Tahun 2009 - 2013
Number of Foreign Visitors Arriving Directly by Nationality to Bali,
2009 - 2013
2009

2010

2011

2012

2013

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

Malaysia / Malaysia
Philipina / Philippines
Singapura / Singapore
Thailand / Thailand
Asean lainnya / Other Asean

373 586
11.20

418 012
11.89

135 190
7 830
55 992
24 030
6 126

156 946
10 658
97 429
25 891
7 554

169 707
13 075
111 153
32 804
9 210

169 592
18 207
117 536
36 454
31 797

199 223
29 840
138 397
34 722
15 830

853 347
3.95

781 336
-8.44

802 410
2.70

834 225
3.96

995 423
19.32

9 464
32 907
333 905
124 889
120 445
206 151
25 586

15 204
40 710
245 212
124 752
122 271
196 925
36 262

21 958
50 426
182 385
126 702
129 226
236 867
54 846

25 823
45 992
188 711
123 157
100 447
317 165
32 930

37 414
64 421
208 115
134 452
127 443
387 533
36 045

tp

li.

://

ba

Hongkong / Hongkong
India / India
Jepang / Japan
Korea Selatan / South Korea
Taiwan / Taiwan
RRC / China
Asia lainnya / Other Asia

ht

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

335 949
12.55

bp

II. ASIA (Tanpa Asean / Non Asean )


Pertumbuhan / Growth Rate (%)

298 478
30.24

.id

1.
2.
3.
4.
5.

229 168
11.33

go

I. ASEAN
Pertumbuhan / Growth Rate (%)

s.

Kebangsaan (Negara Asal)


Nationality (Country of Origin)

berlanjut / continued ...

340

Bali Dalam Angka 2014

Lanjutan Tabel
Continued Table

8.6.2 :

Kebangsaan (Negara Asal)


Nationality (Country of Origin)

2009

2010

2011

2012

2013

(1)

(3)

(4)

(5)

(6)

(6)

154 741
11.26

164 666
6.41

73 653
22 720
12 782

68 977
24 399
16 938

89 573
30 460
19 045

94 893
28 567
31 281

105 863
30 565
28 238

594 282
13.58

599 392
0.86

633 378
5.67

635 301
0.30

712 418
12.14

104 142
84 455
18 905
74 437
20 399
15 958
21 438
96 536
64 940
98 182

111 491
84 041
20 911
69 635
19 368
17 237
23 527
102 989
75 643
108 536

112 447
89 924
17 640
61 079
16 305
16 750
19 606
116 462
78 362
106 726

125 065
99 508
28 755
72 275
19 949
16 857
25 406
122 406
79 330
122 867

113 453
74 849
19 527
77 526
18 116
13 981
24 995
93 688
59 150
98 997

tp

bp
li.

://

ba

Perancis / France
Jerman / Germany
Italia / Italy
Belanda / Holland
Spanyol / Spain
Swedia / Sweden
Swiss / Switzerland
Inggris / United Kingdom
Rusia / Russia
Eropa Lainnya / Other Europe

ht

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.

139 078
26.07

s.

IV. EROPA
Pertumbuhan / Growth Rate (%)

110 314
1.06

.id

1. Amerika Serikat / USA


2. Kanada / Canada
3. Amerika Lainnya / Other America

109 155
8.70

go

III. AMERIKA
Pertumbuhan / Growth Rate (%)

berlanjut / continued ...

Bali In Figures 2014

341

Lanjutan Tabel
Continued Table

8.6.2 :

Kebangsaan (Negara Asal)


Nationality (Country of Origin)

2009

2010

2011

2012

2013

(1)

(3)

(4)

(5)

(6)

(6)

667 470
41.81

825 556
23.68

859 978
4.17

892 615
3.80

446 570
23 711
397

641 979
25 213
278

788 664
36 555
337

799 897
37 533
22 548

826 385
57 520
8 710

VI. AFRIKA
Pertumbuhan / Growth Rate (%)

12 587
5.89

16 743
33.02

15 826
-5.48

18 640
17.78

19 385
4.00

1. Afrika Selatan / South Africa


2. Mesir / Egypt
3. Afrika Lainnya / Other Africa

7 307
1 053
4 227

8 262
1 182
7 299

9 950
1 565
4 311

10 083
1 758
6 799

9 563
2 060
7 762

102 409

74 512

72 861

76 079

li.

bp

s.

1. Australia / Australia
2. Selandia Baru / New Zealand
3. Oseania Lainnya / Other Oceania

VII. CREW

://

ba

115 905

Jumlah / Total :

.id

470 678
42.64

go

V. OSEANIA
Pertumbuhan / Growth Rate (%)

2 385 122 2 576 142 2 826 709 2 949 332 3 278 598
14.39

8.01

9.73

4.34

11.16

ht

tp

Pertumbuhan / Growth Rate (%)

Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Bali


Source : BPS - Statistics of Bali Province

342

Bali Dalam Angka 2014

Banyaknya Hotel Berbintang di Bali Menurut Lokasi dan


Kelas Hotel Tahun 2013
Number of Classified Hotel in Bali by Regency/City and Hotel
Class, 2013

Tabel
8.7.1 :
Table

Kelas Hotel / Hotel Class

Kabupaten/Kota
Regency/City

Bintang 4
4 Star

Bintang 3
3 Star

Bintang 2
2 Star

Bintang 1
1 Star

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

2. Tabanan

3. Badung

40

46

37

12

11

146

4. Gianyar

18

5. Klungkung

6. Bangli

7. Karangasem

8. Buleleng

14

9. Denpasar

31

62

63

24

24

227

59

59

25

23

218

s.
bp

li.

tp

54

ht

2011

ba

://

Jumlah / Total :
2012

go

1. Jembrana

.id

(1)

Bintang 5
5 Star

Jumlah
Total

52

51

53

52

23

19

198

2010

37

48

35

26

155

2009

37

41

35

27

149

Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Bali


Source : BPS - Statistics of Bali Province

Bali In Figures 2014

343

Banyaknya Kamar yang Tersedia pada Hotel Berbintang


di Bali Menurut Lokasinya Tahun 2013
Number of Rooms Available of Classified Hotels in Bali by
Regency/City, 2013

Tabel
8.7.2 :
Table

Kabupaten/Kota
Regency/City

Bintang 4 Bintang 3 Bintang 2 Bintang 1


4 Star
3 Star
2 Star
1 Star
(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

77

77

326

326

3. Badung

8 834

5 935

2 931

831

364

18 895

4. Gianyar

362

219

68

10

20

679

5. Klungkung

62

12

48

122

6. Bangli

7. Karangasem

33

132

88

14

20

287

8. Buleleng

32

92

352

45

40

561

1 085

467

473

298

3 913

Jumlah / Total :

s.

bp

11 177

7 463

4 045

1 385

790

24 860

10 803

3 729

1 351

784

24 215

ht

2012

1 590

ba

9. Denpasar

://

2. Tabanan

go

.id

(2)

tp

1. Jembrana

Bintang 5
5 Star

Jumlah
Total

li.

(1)

Banyaknya Kamar yang Tersedia / Kelas Hotel


Number of Rooms Available / Hotel Class

7 548

10 469

6 887

3 215

1 340

883

22 794

2010

10 462

6 064

2 485

1 676

446

21 133

2009

8 977

5 349

2 299

1 782

277

18 684

2011

Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Bali


Source : BPS - Statistics of Bali Province

344

Bali Dalam Angka 2014

Banyaknya Tempat Tidur yang Tersedia pada Hotel


Berbintang di Bali Menurut Lokasinya Tahun 2013
Number of Beds Available of Classified Hotels in Bali by
Regency/City, 2013

Tabel
8.7.3 :
Table

Banyaknya Tempat Tidur yang Tersedia / Kelas Hotel


Number of Bed Available / Hotel Class

Kabupaten/Kota
Regency/City

(2)

(3)

Bintang 3 Bintang 2 Bintang 1


3 Star
2 Star
1 Star
(4)

(5)

(6)

(7)

107

107

396

396

3. Badung

14 548

8 578

4 299

1 130

423

28 978

4. Gianyar

447

252

82

10

20

811

5. Klungkung

105

12

82

199

6. Bangli

7. Karangasem

66

264

202

18

40

590

8. Buleleng

33

113

488

99

56

789

1 748

1 064

787

456

6 303

10 955

6 347

2 056

1 077

38 173

16 311

12 029

5 448

1 929

1 120

36 837

2 248

Jumlah / Total :

2011

tp

17 738

ht

2012

s.

bp

://

9. Denpasar

li.

2. Tabanan

go

ba

1. Jembrana

Bintang 4
4 Star

.id

(1)

Bintang 5
5 Star

Jumlah
Total

15 084

10 816

4 703

2 033

1 275

33 911

2010

16 067

9 691

3 800

2 682

652

32 892

2009

13 631

8 658

3 674

2 972

411

29 346

Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Bali


Source : BPS - Statistics of Bali Province

Bali In Figures 2014

345

Tabel
Table

8.7.4 :

Kelas Hotel
Hotel Class

Banyaknya Tamu Asing dan Domestik yang Datang pada


Hotel Berbintang Dirinci Menurut Kelas Hotel Tahun 2013
Number of Foreign and Domestic Guests at Classified Hotel
by Hotel Class, 2013
Banyaknya Tamu (orang)
Number of Guest (person)
Asing
Foreigner

Domestik
Domestic

Jumlah
Total

(2)

(3)

(4)

(1)

1 806 978

579 161

2. Bintang 4
4 Stars

1 122 668

481 069

3. Bintang 3
3 Stars

475 561

4. Bintang 2
2 Stars

107 051

5. Bintang 1
1 Stars

161 968

2 386 139

go

.id

1. Bintang 5
5 Stars

bp

s.

147 138

1 603 737
622 699
151 099

69 931

231 899

3 674 226

1 321 347

4 995 573

2 776 179

972 141

3 748 320

2011

2 524 088

718 658

3 242 746

2010

2 198 394

723 127

2 921 521

2009

1 966 833

629 538

2 596 371

2012

ht

Jumlah / Total :

tp

://

ba

li.

44 048

Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Bali


Source : BPS - Statistics of Bali Province

346

Bali Dalam Angka 2014

Banyaknya Tamu Asing dan Domestik yang Datang Pada


Hotel Berbintang Dirinci Menurut Bulan Tahun 2013
Number of Foreign and Domestic Guests at Classified Hotel
by Month, 2013

8.7.5 :

Bulan
Month

Asing
Foreigner

Domestik
Domestic

Jumlah
Total

(1)

(2)

(3)

(4)

194 364

65 059

259 423

2. Pebruari / February

236 475

63 088

299 563

3. Maret / March

256 654

91 238

347 892

4. April / April

277 849

105 720

383 569

5. Mei / May

335 122

120 199

455 321

6. Juni / June

271 386

141 926

413 312

7. Juli / July

443 379

130 584

573 963

8. Agustus / August

368 138

142 894

511 032

9. September / September

353 776

90 632

444 408

183 535

69 820

253 355

344 214

127 288

471 502

409 334

172 899

582 233

Jumlah / Total :

3 674 226

1 321 347

4 995 573

2012

2 776 179

972 143

3 748 322

2011

2 524 088

718 658

3 242 746

2010

2 198 394

723 127

2 921 521

2009

1 966 833

629 538

2 596 371

://

11. Nopember / November

ba

10. Oktober / October

li.

s.

go

.id

1. Januari / January

bp

Tabel
Table

ht

tp

12. Desember / December

Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Bali


Source : BPS - Statistics of Bali Province

Bali In Figures 2014

347

Persentase Tingkat Penghunian Kamar Hotel Berbintang


Menurut Bulan dan Kelas Hotel di Bali Tahun 2013
Room Occupancy Rates of Hotels in Bali by Month and by
Hotel Class, 2013

Tabel
8.7.6 :
Table

Kelas Hotel / Hotel Class

Bulan
Month

Bintang 5 Bintang 4 Bintang 3 Bintang 2 Bintang 1


5 Star
4 Star
3 Star
2 Star
1 Star
(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

1. Januari / January

61.00

57.32

47.90

49.75

57.82

57.57

2. Pebruari / February

60.03

59.18

53.48

48.04

53.51

58.05

3. Maret / March

61.81

59.82

57.28

56.35

56.90

60.12

4. April / April

60.01

57.52

55.77

54.18

55.44

58.21

5. Mei / May

59.77

61.43

60.23

55.80

63.78

60.31

6. Juni / June

61.54

59.89

58.15

55.30

70.25

61.05

9. September / September

s.

bp

63.82

61.18

59.89

59.44

62.44

63.98

60.25

59.76

62.13

62.64

66.26

60.90

65.19

57.66

59.09

63.76

61.07

60.36

62.07

57.33

55.90

60.57

11. Nopember / November

62.00

61.51

59.91

54.70

58.02

60.94

12. Desember / December

63.85

62.70

61.66

58.19

57.87

62.53

Rata-rata / Average :

61.91

60.70

58.59

55.58

59.18

60.68

2012

64.13

65.35

62.07

60.57

62.16

63.21

://

tp

ht

10. Oktober / October

li.

62.67
62.85

ba

7. Juli / July
8. Agustus / August

go

(2)

.id

(1)

Seluruh
Kelas
Hotel
All
Classes

2011

61.08

62.56

58.78

64.76

58.13

63.23

2010

60.13

66.33

58.77

52.79

52.66

60.16

2009

60.92

59.22

59.55

47.41

42.53

59.00

Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Bali


Source : BPS - Statistics of Bali Province

348

Bali Dalam Angka 2014

Tingkat Penghunian Ganda Atas Kamar Hotel Berbintang


Menurut Bulan dan Kelas Hotel di Bali Tahun 2013
Average Guests per Room (GPR) of Classified Hotels in Bali
by Month and by Hotel Class, 2013

Tabel
8.7.7 :
Table

Kelas Hotel / Hotel Class

Bulan
Month

Bintang 5 Bintang 4 Bintang 3 Bintang 2 Bintang 1


5 Star
4 Star
3 Star
2 Star
1 Star
(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

1. Januari / January

1.91

2.00

1.66

2.27

2.04

1.94

2. Pebruari / February

2.07

2.07

1.98

1.84

1.91

2.04

3. Maret / March

2.08

2.25

2.01

2.03

2.03

2.13

4. April / April

2.26

2.24

2.07

2.62

1.90

2.23

5. Mei / May

2.27

1.99

2.29

2.05

1.89

2.16

6. Juni / June

2.00

2.03

2.02

2.05

2.44

2.05

9. September / September

s.

bp

2.00

2.28

2.20

3.07

2.17

2.25

2.18

2.25

2.26

2.14

1.81

2.28

1.97

1.85

2.30

1.97

2.20

2.17

2.01

2.21

1.85

2.13

11. Nopember / November

1.96

2.27

1.88

1.86

1.86

2.04

12. Desember / December

2.39

2.58

2.31

1.95

2.28

2.43

Rata-rata / Average :

2.09

2.19

2.10

2.10

2.19

2.13

2012

1.73

1.82

1.88

2.22

1.69

2.11

://

tp

ht

10. Oktober / October

li.

2.17
2.03

ba

7. Juli / July
8. Agustus / August

go

(2)

.id

(1)

Seluruh
Kelas
Hotel
All
Classes

2011

2.00

2.05

1.89

1.88

1.92

1.99

2010

2.17

2.03

1.98

2.14

2.02

2.10

2009

2.09

2.22

2.00

1.99

1.71

2.08

Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Bali


Source : BPS - Statistics of Bali Province

Bali In Figures 2014

349

Rata-Rata Lama Menginap Tamu di Hotel Berbintang


Menurut Bulan dan Kelas Hotel di Bali Tahun 2013
Average Length of Stay of Guests at Classified Hotels by
Month and Hotel Class in Bali, 2013

Tabel
8.7.8 :
Table

(Hari / days)
Seluruh
Kelas Hotel / Hotel Class
Kelas
Hotel
Bintang 5 Bintang 4 Bintang 3 Bintang 2 Bintang 1
All
5 Star
4 Star
3 Star
2 Star
1 Star
Classes

Bulan
Month

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

1. Januari / January

2.99

3.80

2.97

2.76

2.76

3.14

2. Pebruari / February

2.69

3.62

4.17

2.84

2.44

2.98

3. Maret / March

3.02

4.01

3.61

2.91

2.51

3.27

4. April / April

3.36

3.32

3.02

3.56

2.99

3.30

5. Mei / May

3.09

3.18

3.29

2.60

3.08

3.12

6. Juni / June

3.03

2.88

3.04

2.68

3.24

2.99

9. September / September

s.

bp

3.03

3.33

2.87

3.55

3.19

3.29

3.65

3.08

2.70

2.99

3.08

3.55

3.25

2.89

2.62

3.20

3.16

3.30

3.83

3.05

2.30

3.22

11. Nopember / November

3.16

3.12

3.30

3.10

2.32

3.12

12. Desember / December

4.13

3.94

3.73

3.11

2.56

3.84

Rata-rata / Average :

3.13

3.42

3.43

2.95

2.76

3.20

2012

3.34

3.54

3.40

3.37

2.89

3.36

://

tp

ht

10. Oktober / October

li.

3.24
2.66

ba

7. Juli / July
8. Agustus / August

go

(2)

.id

(1)

2011

3.61

3.42

3.65

4.07

2.32

3.67

2010

3.73

3.70

3.88

4.22

3.91

3.78

2009

3.67

3.85

3.73

3.70

3.35

3.74

Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Bali


Source : BPS - Statistics of Bali Province

350

Bali Dalam Angka 2014

Tabel
Table

8.7.9 :

Rata-Rata Lama Menginap Tamu Asing di Hotel Berbintang


Menurut Bulan dan Kelas Hotel di Bali Tahun 2013
Average Length of Stay of Foreign Guests at Classified Hotels
by Month and Hotel Class in Bali, 2013

(Hari / days)
Seluruh
Kelas Hotel / Hotel Class
Kelas
Hotel
Bintang 5 Bintang 4 Bintang 3 Bintang 2 Bintang 1
All
5 Star
4 Star
3 Star
2 Star
1 Star
Classes

Bulan
Month

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

1. Januari / January

3.19

4.02

3.21

3.20

3.23

3.40

2. Pebruari / February

2.86

4.30

3.92

2.95

2.59

3.20

3. Maret / March

3.19

4.22

3.64

3.15

2.60

3.45

4. April / April

3.55

3.50

3.14

3.02

3.26

3.44

5. Mei / May

3.12

3.42

3.35

2.75

3.06

3.21

6. Juni / June

3.09

2.91

3.27

2.59

2.76

3.01

9. September / September

s.

bp

3.25

3.03

2.75

3.81

3.23

3.30

3.83

2.93

2.74

2.93

3.09

3.83

3.34

2.50

2.59

3.26

2.96

3.65

3.89

2.75

2.28

3.18

11. Nopember / November

3.26

3.57

3.47

3.39

2.55

3.34

12. Desember / December

3.91

4.74

3.90

3.04

2.79

3.98

Rata-rata / Average :

3.17

3.73

3.50

2.92

2.86

3.30

2012

3.46

3.86

3.76

3.45

3.36

3.56

://

tp

ht

10. Oktober / October

li.

3.27
2.52

ba

7. Juli / July
8. Agustus / August

go

(2)

.id

(1)

2011

3.65

4.07

3.22

4.10

3.26

3.74

2010

3.70

3.78

4.36

4.24

3.65

3.84

2009

3.52

4.18

4.48

3.87

3.67

3.76

Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Bali


Source : BPS - Statistics of Bali Province

Bali In Figures 2014

351

Tabel
Table

Rata-Rata Lama Menginap Tamu Domestik pada Hotel Berbintang


Menurut Bulan dan Kelas Hotel di Bali Tahun 2013
8.7.10 :
Average Lenght of Stay of Domestic Guests at Classified Hotel
by Month and Hotel Class in Bali, 2013
(Hari / days)
Seluruh
Kelas Hotel / Hotel Class
Kelas
Bulan
Hotel
Month
Bintang 5 Bintang 4 Bintang 3 Bintang 2 Bintang 1
All
5 Star
4 Star
3 Star
2 Star
1 Star
Classes
(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

1. Januari / January

2.58

3.07

2.48

1.96

2.04

2.56

2. Pebruari / February

2.23

2.43

5.34

2.53

2.10

2.43

3. Maret / March

2.62

3.42

3.51

2.44

2.30

2.84

4. April / April

2.81

3.00

2.71

4.46

2.38

2.94

5. Mei / May

3.00

2.64

3.18

2.14

3.13

2.89

6. Juni / June

2.91

2.83

2.48

2.84

4.18

2.96

9. September / September

s.

bp

2.53

4.73

3.24

3.06

3.09

3.28

3.07

3.44

2.64

3.17

3.03

2.96

2.91

4.11

2.68

3.02

3.99

2.65

3.64

3.70

2.35

3.32

11. Nopember / November

2.92

2.48

2.78

2.25

1.90

2.65

12. Desember / December

4.80

2.75

3.29

3.17

1.98

3.52

Rata-rata / Average :

3.10

2.84

3.34

3.02

2.56

2.95

2012

3.01

2.89

2.79

3.30

2.40

2.96

://

tp

ht

10. Oktober / October

li.

3.14
3.16

ba

7. Juli / July
8. Agustus / August

go

(2)

.id

(1)

2011

3.65

3.09

2.97

3.95

3.32

3.46

2010

3.85

3.55

2.96

4.14

4.77

3.60

2009

4.79

3.23

2.69

4.06

3.37

3.63

Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Bali


Source : BPS - Statistics of Bali Province

352

Bali Dalam Angka 2014

Tabel
Table

8.7.11 :

Persentase Tingkat Penghunian Tempat Tidur Hotel Berbintang


Menurut Bulan dan Kelas Hotel di Bali Tahun 2013
Bed Occupancy Rates of Classified Hotels by Month and by
Hotel Class in Bali, 2013
Kelas Hotel / Hotel Class

Bulan
Month

Bintang 5 Bintang 4 Bintang 3 Bintang 2 Bintang 1


5 Star
4 Star
3 Star
2 Star
1 Star
(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

1. Januari / January

60.63

48.92

33.96

59.80

67.02

53.90

2. Pebruari / February

62.59

63.90

60.02

37.29

57.73

61.29

3. Maret / March

61.23

66.18

51.46

43.75

63.39

60.93

4. April / April

66.92

63.16

55.35

43.70

62.58

63.39

5. Mei / May

70.62

60.01

71.74

41.57

75.57

66.19

6. Juni / June

72.47

77.39

57.54

52.81

99.50

73.32

9. September / September

s.

bp

68.43

72.74

59.94

89.00

71.85

82.40

78.34

65.37

89.07

74.74

78.46

85.65

82.13

74.05

69.63

80.56

60.52

75.98

72.54

38.63

50.43

65.57

11. Nopember / November

64.44

69.20

60.96

38.46

58.96

64.41

12. Desember / December

75.02

74.79

66.51

40.32

58.67

71.99

Rata-rata / Average :

68.76

69.56

65.39

48.52

72.62

67.88

2012

74.03

51.53

61.95

73.50

71.02

69.76

://

tp

ht

10. Oktober / October

li.

73.03
68.28

ba

7. Juli / July
8. Agustus / August

go

(2)

.id

(1)

Seluruh
Kelas
Hotel
All
Classes

2011

74.06

77.67

63.43

59.84

73.80

72.54

2010

74.71

83.00

69.26

62.41

76.24

74.00

2009

81.17

78.04

68.45

57.49

51.73

75.87

Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Bali


Source : BPS - Statistics of Bali Province

Bali In Figures 2014

353

Tabel
Table

Banyaknya Hotel Non Bintang dan Akomodasi Lainnya di Bali


Menurut Kabupaten/Kota dan Kelompok Kamar Tahun 2013
Number of Nonclassified Hotels and Other Accommodations in Bali
by Regency/City and Rooms Group, 2013

8.7.12 :

Kelompok Kamar
Rooms Available

Kabupaten/Kota
Regency/City
(1)

< 10

10 - 24

25 - 40

41 - 100

> 100

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

Jumlah
Total
(7)

37

28

67

2. Tabanan

66

32

104

3. Badung

181

184

72

48

490

4. Gianyar

265

105

15

391

5. Klungkung

63

32

96

6. Bangli

13

10

24

62

200

59

19

211

44

108

53

24

233

926

620

177

84

1 816

842

610

132

107

1 696

2011

817

567

143

95

1 630

2010

771

535

151

72

1 536

2009

768

517

139

86

1 515

130

ht

Jumlah / Total :

tp

://

9. Denpasar

2012

go

s.

bp

8. Buleleng

li.

127

ba

7. Karangasem

.id

1. Jembrana

Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Bali


Source : BPS - Statistics of Bali Province

354

Bali Dalam Angka 2014

Tabel
Table

Banyaknya Kamar Tersedia pada Hotel Non Bintang dan


Akomodasi Lainnya Menurut Kelompok Kamar di Bali, 2013
Number of Rooms Available of Nonclassified Hotels and Other
Accommodations by Rooms Group in Bali, 2013

8.7.13 :

Kelompok Kamar
Rooms Available

Kabupaten/Kota
Regency/City

Jumlah
Total

10 - 24

25 - 40

41 - 100

> 100

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

1. Jembrana

229

440

53

722

2. Tabanan

389

479

144

54

1 066

3. Badung

925

2 964

2 335

2 937

636

9 797

4. Gianyar

1 281

1 516

444

374

3 615

331

428

25

784

72

150

25

247

906

245

115

1 924

848

617

172

2 347

303

1 784

1 638

1 320

466

5 511

4 898

9 515

5 526

4 972

1 102

26 013

4 474

9 316

3 947

5 992

593

24 322

658

8. Buleleng

710

ba

7. Karangasem

tp

://

9. Denpasar

2012

ht

Jumlah / Total :

go
s.

6. Bangli

bp

5. Klungkung

li.

(1)

.id

< 10

(7)

2011

4 266

8 619

4 253

5 283

1 148

23 569

2010

3 967

8 092

4 659

4 183

1 030

21 931

2009

4 026

7 685

4 272

5 073

719

21 775

Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Bali


Source : BPS - Statistics of Bali Province

Bali In Figures 2014

355

Tabel
Table

8.7.14 :

Banyaknya Tempat Tidur Tersedia pada Hotel Non Bintang dan


Akomodasi Menurut Kelompok Kamar di Bali Tahun 2013
Number of Beds Available of Nonclassified Hotels and Other
Accommodations in Bali by Regency/City and Rooms Group, 2013
Kelompok Kamar
Rooms Available

Kabupaten/Kota
Regency/City
(1)

< 10

10 - 24

25 - 40

41 - 100

> 100

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

Jumlah
Total
(7)

261

578

100

939

2. Tabanan

465

642

214

54

1 375

3. Badung

1 240

4 079

3 294

4 598

755

13 966

4. Gianyar

1 628

1 989

550

563

4 730

661

839

56

1 556

91

226

40

357

1 856

493

230

3 947

1 147

869

256

3 160

2 721

2 730

2 254

1 063

9 212

7 046

14 077

8 346

7 955

1 818

39 242

6 296

13 513

5 948

9 606

918

36 281

2011

5 643

11 921

6 548

8 353

1 660

34 125

2010

5 192

11 578

6 992

6 756

1 313

31 831

2009

5 370

11 180

6 591

8 161

1 400

32 702

7. Karangasem

1 368
888

ba

8. Buleleng

444

ht

Jumlah / Total :

tp

://

9. Denpasar

2012

go
s.

bp

6. Bangli

li.

5. Klungkung

.id

1. Jembrana

Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Bali


Source : BPS - Statistics of Bali Province

356

Bali Dalam Angka 2014

Tabel
Table

Banyaknya Tamu yang Datang pada Hotel Non Bintang dan Akomodasi
Lainnya Menurut Kelompok Kamar di Bali Tahun 2013
Number of Guests at Nonclassified Hotels and Other Accommodations in Bali
by Month and by Room Group, 2013

8.7.15 :

Kelompok Kamar / Rooms Available


10 - 24

25 - 40

41 - 100

> 100

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

1. Januari / January

38 395

87 914

46 646

62 747

18 204

253 907

2. Pebruari / February

39 636

91 286

48 435

65 154

18 903

263 413

3. Maret / March

41 331

95 189

50 506

67 940

19 711

274 676

4. April / April

39 718

91 475

48 535

65 289

263 959

5. Mei / May

40 636

93 589

49 657

.id

18 942

66 798

19 380

270 061

6. Juni / June

45 175

104 042

55 203

74 258

21 544

300 223

7. Juli / July

48 815

112 425

59 651

80 242

23 280

324 412

8. Agustus / August

50 673

116 705

61 922

83 297

24 166

336 764

9. September / September

50 085

115 350

82 330

23 886

332 854

(7)

61 203

10. Oktober / October

43 683

100 606

53 380

71 806

20 832

290 307

11. Nopember / November

50 355

115 972

61 533

82 773

24 014

334 648

49 001

112 853

59 879

80 547

23 369

325 649

://

ht

tp

12. Desember / December

ba

li.

(1)

bp

< 10

go

Jumlah
Total

s.

Bulan
Month

Jumlah / Total :

537 504

1 237 406

656 553

883 181

256 230

3 570 873

2012

543 452

971 854

408 813

496 650

246 068

2 666 836

2011

493 484

875 905

404 546

477 971

240 557

2 492 462

2010

450 107

934 956

393 937

464 810

198 847

2 442 657

2009

285 774

567 896

300 418

507 847

49 608

1 711 543

Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Bali


Source : BPS - Statistics of Bali Province

Bali In Figures 2014

357

Tabel
Table

8.7.16 :

Banyaknya Tamu Asing yang Datang pada Hotel Non Bintang dan
Akomodasi Lainnya Menurut Kelompok Kamar di Bali Tahun 2013
Number of Foreign Guests at Nonclassified Hotels and Other
Accommodations in Bali by Month and Room Group, 2013
Kelompok Kamar / Rooms Available

Bulan
Month
(1)

10 - 24

25 - 40

41 - 100

> 100

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

12 395

36 085

23 405

35 056

8 735

(7)

115 677

37 469

24 303

36 401

9 070

119 881

39 071

25 342

37 957

9 458

125 007

4. April / April

12 665

37 547

24 353

36 476

9 089

120 130

5. Mei / May

12 957

38 415

24 916

37 319

9 299

122 907

14 405

42 705

27 699

41 487

10 338

136 634

7. Juli / July

15 565

46 146

29 931

44 830

11 170

147 642

8. Agustus / August

16 158

47 903

31 070

46 537

11 596

153 264

9. September / September

15 970

47 347

30 709

45 997

11 461

151 484

ba

li.

bp

6. Juni / June

go

12 639
13 179

s.

2. Pebruari / February
3. Maret / March

.id

1. Januari / January

< 10

Jumlah
Total

13 929

41 295

26 784

40 117

9 996

132 121

16 056

47 602

30 875

46 245

11 523

152 301

15 625

46 322

30 045

45 001

11 213

148 205

Jumlah / Total :

171 542

507 906

329 432

493 424

122 948 1 625 252

2012

189 511

388 454

177 696

216 956

126 659

1 099 275

2011

186 947

350 143

177 354

214 334

126 609

1 055 386

2010

181 502

343 277

179 145

220 963

119 409

1 044 296

2009

110 923

235 260

149 154

264 582

41 021

800 939

ht

tp

12. Desember / December

://

10. Oktober / October


11. Nopember / November

Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Bali


Source : BPS - Statistics of Bali Province

358

Bali Dalam Angka 2014

Tabel
Table

8.7.17 :

Banyaknya Tamu Domestik yang Datang pada Hotel Non Bintang dan
Akomodasi Lainnya Menurut Kelompok Kamar di Bali Tahun 2013
Number of Domestic Guests at Nonclassified Hotels and Other
Accommodations in Bali by Month and Room Group, 2013
Kelompok Kamar / Rooms Available

Bulan
Month
(1)

10 - 24

25 - 40

41 - 100

> 100

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

26 001

51 829

23 241

27 691

9 469

(7)

138 231

53 816

24 132

28 753

9 832

143 532

56 118

25 164

29 982

10 253

149 669

4. April / April

27 054

53 928

24 182

28 813

9 853

143 829

5. Mei / May

27 679

55 175

24 741

29 479

10 081

147 154

30 770

61 337

27 505

32 771

11 206

163 589

7. Juli / July

33 250

66 279

29 721

35 411

12 109

176 770

8. Agustus / August

34 515

68 802

30 852

36 760

12 570

183 500

9. September / September

34 115

68 004

30 494

36 333

12 424

181 370

ba

li.

bp

6. Juni / June

go

26 998
28 152

s.

2. Pebruari / February
3. Maret / March

.id

1. Januari / January

< 10

Jumlah
Total

29 754

59 311

26 596

31 689

10 836

158 186

34 299

68 370

30 658

36 529

12 491

182 347

33 376

66 531

29 834

35 546

12 156

177 444

Jumlah / Total :

365 962

729 500

327 121

389 757

133 282 1 945 621

2012

353 941

583 400

231 117

279 694

119 409 1 567 561

2011

306 536

525 762

227 192

263 637

113 948 1 437 076

2010

268 604

591 679

214 792

243 847

79 438

1 398 360

2009

174 851

332 636

151 264

243 266

8 587

910 603

ht

tp

12. Desember / December

://

10. Oktober / October


11. Nopember / November

Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Bali


Source : BPS - Statistics of Bali Province

Bali In Figures 2014

359

Tabel
Table

8.7.18 :

Persentase Tingkat Penghunian Kamar Hotel Non Bintang dan


Akomodasi Lainnya di Bali Dirinci Menurut Kelas Hotel Tahun 2013
Room Occupancy Rates of Nonclassified Hotels and Other Accommodations
in Bali by Month and Room Group, 2013
Kelompok Kamar / Rooms Available
10 - 24

25 - 40

41 - 100

> 100

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

1. Januari / January

22.45

30.97

26.92

34.95

48.61

31.00

2. Pebruari / February

19.13

27.27

24.98

35.42

42.61

29.55

3. Maret / March

18.49

22.98

24.80

33.43

48.03

27.14

4. April / April

23.03

24.14

24.56

42.46

42.20

31.95

5. Mei / May

21.95

25.71

29.68

39.11

53.09

32.22

6. Juni / June

22.45

25.73

34.88

47.53

47.82

33.85

7. Juli / July

25.07

31.31

30.73

44.44

42.54

36.16

8. Agustus / August

26.92

30.56

30.94

46.59

64.22

37.69

9. September / September

23.05

29.66

28.44

51.93

62.34

36.50

bp

li.

ba

(1)

go

< 10

.id

Seluruh
Kelompok
Kamar
All Groups

s.

Bulan
Month

(7)

22.27

26.99

27.34

36.13

72.03

35.02

17.89

25.12

26.98

42.57

52.95

38.91

21.13

26.28

29.40

41.44

33.69

37.74

Jumlah / Total :

22.04

27.23

28.47

41.69

51.66

36.02

2012

23.59

31.84

31.90

47.99

57.83

38.63

2011

27.01

33.43

33.74

48.26

50.50

37.43

2010

27.79

33.55

29.44

44.23

51.03

36.79

2009

21.80

28.87

27.24

36.23

63.47

32.26

ht

tp

12. Desember / December

://

10. Oktober / October


11. Nopember / November

Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Bali


Source : BPS - Statistics of Bali Province

360

Bali Dalam Angka 2014

Tabel
Table

8.7.19 :

Tingkat Penghunian Ganda Atas Kamar Hotel Non Bintang dan


Akomodasi Lainnya Menurut Kelompok Kamar di Bali Tahun 2013
Average Guests per Room (GPR) of Nonclassified Hotels and Other
Accommodations in Bali by Month and Room Group, 2013
Kelompok Kamar / Rooms Available

Bulan
Month
(1)

10 - 24

25 - 40

41 - 100

> 100

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

1.62

1.71

2.16

2.20

1.05

(7)

1.92

1.78

1.96

1.90

1.81

1.85

1.71

1.87

2.38

1.12

1.87

4. April / April

1.78

1.77

2.02

2.40

2.41

2.12

5. Mei / May

1.84

1.80

1.89

2.30

2.02

2.04

1.77

1.83

1.92

2.32

1.48

2.05

7. Juli / July

1.87

1.88

1.93

2.28

0.94

2.02

8. Agustus / August

1.88

1.94

2.15

2.18

1.63

2.05

9. September / September

1.78

1.78

2.17

2.23

1.25

1.97

ba

li.

bp

6. Juni / June

go

1.73
1.78

s.

2. Pebruari / February
3. Maret / March

.id

1. Januari / January

< 10

Seluruh
Kelompok
Kamar
All Groups

1.75

1.90

1.91

2.55

0.93

2.03

1.75

1.88

1.95

1.90

1.87

1.89

1.78

1.91

1.90

2.14

2.13

2.02

Jumlah / Total :

1.79

1.83

1.98

2.23

1.51

2.00

2012

1.91

2.01

2.31

2.46

1.87

2.00

2011

1.81

1.85

2.36

1.95

1.75

1.99

2010

1.79

1.89

2.09

2.15

2.10

2.02

2009

1.74

1.80

2.06

2.02

1.80

1.91

ht

tp

12. Desember / December

://

10. Oktober / October


11. Nopember / November

Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Bali


Source : BPS - Statistics of Bali Province

Bali In Figures 2014

361

Tabel
Table

8.7.20 :

Bulan
Month

Rata-Rata Lama Menginap Tamu di Hotel Non Bintang dan Akomodasi


Lainnya Menurut Kelompok Kamar di Bali Tahun 2013
Average Length of Stay of Guests at Nonclassified Hotels and Other
Accommodations in Bali by Month and Room Group, 2013
(Hari / days)
Seluruh
Kelompok Kamar / Rooms Available
Kelompok
Kamar
< 10
10 - 24
25 - 40 41 - 100
> 100
All Groups

(1)

(3)

(4)

(5)

(6)

2.24

2.55

2.42

2.98

2.04

(7)

2.63

2.63

2.20

3.02

4.90

2.70

2.30

2.48

3.49

2.76

2.61

4. April / April

1.44

2.37

2.11

3.78

7.79

2.84

5. Mei / May

1.55

2.27

2.35

3.25

4.69

2.73

1.37

2.10

2.21

3.33

2.84

2.48

7. Juli / July

1.54

2.44

2.39

3.70

2.22

2.84

8. Agustus / August

1.57

2.38

2.45

3.56

4.25

2.84

9. September / September

1.38

2.22

2.16

3.70

3.14

2.70

ba

li.

bp

6. Juni / June

go

1.68
1.51

s.

2. Pebruari / February
3. Maret / March

.id

1. Januari / January

(2)

1.68

2.56

2.57

3.58

2.73

3.02

1.66

2.41

2.45

3.73

4.52

3.25

1.50

2.48

2.33

3.91

3.33

3.47

Jumlah / Total :

1.55

2.39

2.35

3.54

3.70

2.78

2012

1.65

2.41

2.26

3.46

3.31

2.85

2011

1.99

2.20

2.84

2.97

3.68

2.54

2010

2.23

2.08

2.79

2.98

2.92

2.57

2009

2.27

2.19

3.07

2.87

3.79

2.72

ht

tp

12. Desember / December

://

10. Oktober / October


11. Nopember / November

Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Bali


Source : BPS - Statistics of Bali Province

362

Bali Dalam Angka 2014

Tabel
Table

8.7.21 :

Rata-Rata Lama Menginap Tamu Asing di Hotel Non Bintang dan


Akomodasi Lainnya Menurut Kelompok Kamar di Bali Tahun 2013
Average Length of Stay of Foreign Guests at Nonclassified Hotels and Other
Accommodations in Bali by Month and Room Group, 2013
Kelompok Kamar / Rooms Available

Bulan
Month
(1)

10 - 24

25 - 40

41 - 100

> 100

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

4.01

3.60

3.28

3.12

2.19

(7)

3.31

3.60

3.37

3.50

4.33

3.57

3.25

3.62

4.13

2.53

3.52

4. April / April

2.52

3.32

2.86

3.83

7.84

3.49

5. Mei / May

2.39

3.15

2.79

3.54

5.23

3.44

2.17

2.96

3.67

4.27

2.92

3.57

7. Juli / July

2.42

3.00

2.76

4.15

1.89

3.41

8. Agustus / August

2.23

2.86

2.74

3.61

4.65

3.23

9. September / September

2.34

2.71

2.46

3.93

3.17

3.18

ba

li.

bp

6. Juni / June

go

3.09
2.89

s.

2. Pebruari / February
3. Maret / March

.id

1. Januari / January

< 10

Seluruh
Kelompok
Kamar
All Groups

2.88

3.28

3.09

3.51

1.98

3.39

2.69

3.35

2.79

4.03

3.41

3.58

2.56

3.64

3.49

4.89

3.10

3.91

Jumlah / Total :

2.57

3.18

3.01

3.89

3.53

3.46

2012

2.64

3.21

3.00

3.78

3.34

3.38

2011

2.50

2.61

3.22

2.91

3.70

3.41

2010

3.03

2.96

3.78

3.67

3.32

3.29

2009

2.86

2.67

3.81

3.74

4.32

3.44

ht

tp

12. Desember / December

://

10. Oktober / October


11. Nopember / November

Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Bali


Source : BPS - Statistics of Bali Province

Bali In Figures 2014

363

Tabel
Table

8.7.22 :

Rata-Rata Lama Menginap Tamu Domestik di Hotel Non Bintang dan


Akomodasi Lainnya Menurut Kelompok Kamar di Bali Tahun 2013
Average Length of Stay of Domestic Guests at Nonclassified Hotels and
Other Accommodations in Bali by Month and Room Group, 2013
Kelompok Kamar / Rooms Available

Bulan
Month
(1)

10 - 24

25 - 40

41 - 100

> 100

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

1.24

1.82

2.07

2.75

1.78

(7)

2.07

1.80

1.70

2.24

8.72

1.89

1.47

1.99

2.32

4.04

1.78

4. April / April

1.11

1.50

1.85

3.71

5.00

2.17

5. Mei / May

1.18

1.54

2.18

2.75

1.74

2.02

1.05

1.40

1.84

2.42

2.75

1.78

7. Juli / July

1.13

1.67

2.17

2.96

5.01

2.16

8. Agustus / August

1.11

1.61

2.25

3.47

2.06

2.30

9. September / September

1.01

1.42

1.97

3.22

2.88

2.15

ba

li.

bp

6. Juni / June

go

1.13
1.08

s.

2. Pebruari / February
3. Maret / March

.id

1. Januari / January

< 10

Seluruh
Kelompok
Kamar
All Groups

1.09

1.52

2.11

3.71

7.58

2.50

1.14

1.52

2.29

3.30

10.44

2.81

1.10

1.51

1.91

2.62

4.29

2.89

Jumlah / Total :

1.11

1.57

2.04

2.98

4.67

2.08

2012

1.13

1.64

1.81

2.91

3.23

2.08

2011

1.37

1.70

2.36

3.04

3.65

2.42

2010

1.58

1.66

2.06

2.34

2.24

1.89

2009

1.73

1.81

2.35

2.10

2.37

2.02

ht

tp

12. Desember / December

://

10. Oktober / October


11. Nopember / November

Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Bali


Source : BPS - Statistics of Bali Province

364

Bali Dalam Angka 2014

Tabel
Table

8.7.23 :

Persentase Tingkat Penghunian Tempat Tidur Hotel Non Bintang dan


Akomodasi Lainnya Menurut Kelompok Kamar di Bali Tahun 2013
Bed Occupancy Rates of Nonclassified Hotels and Other Accommodations in
Bali by Month and Room Group, 2013
Kelompok Kamar / Rooms Available
10 - 24

25 - 40

41 - 100

> 100

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

1. Januari / January

23.88

32.48

35.76

46.16

28.71

36.46

2. Pebruari / February

21.90

29.81

30.16

42.30

48.76

34.17

3. Maret / March

21.72

24.23

28.42

50.00

33.92

31.71

4. April / April

27.16

26.40

30.90

63.88

68.72

40.84

5. Mei / May

26.56

28.62

35.00

55.05

67.53

40.91

6. Juni / June

26.54

29.03

40.51

68.41

40.03

43.10

7. Juli / July

32.49

37.94

37.43

63.04

25.10

46.42

8. Agustus / August

33.56

37.22

42.60

63.55

66.07

48.95

9. September / September

27.81

32.92

39.69

71.48

49.05

47.24

bp

li.

ba

(1)

go

< 10

.id

Seluruh
Kelompok
Kamar
All Groups

s.

Bulan
Month

(7)

25.91

31.95

33.24

54.78

42.12

40.56

20.72

29.53

32.56

49.18

62.46

38.07

25.37

31.76

34.01

55.28

45.28

41.22

Jumlah / Total :

26.28

31.10

35.10

57.25

49.27

41.12

2012

28.22

37.05

39.17

65.51

52.67

46.35

2011

33.90

39.94

45.64

55.43

56.89

43.80

2010

19.82

22.21

19.16

26.27

30.73

23.43

2009

38.70

42.89

33.31

32.98

52.06

39.99

ht

tp

12. Desember / December

://

10. Oktober / October


11. Nopember / November

Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Bali


Source : BPS - Statistics of Bali Province

Bali In Figures 2014

365

Tabel
Table

8.8.1 :

Banyaknya Restoran dan Rumah Makan Dirinci Menurut


Kabupaten/Kota di Bali Tahun 2009 - 2013
Number of Restaurant By Regency/City in Bali, 2009 - 2013
Tahun / Year
2010

2011

2012

2013

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

1. Jembrana

133

134

136

136

136

2. Tabanan

78

79

39

40

40

3. Badung

635

629

625

623

96

4. Gianyar

244

242

242

238

378

5. Klungkung

28

37

39

39

31

6. Bangli

43

40

39

39

17

95

95

95

246

63

53

53

53

53

370

376

377

76

72

1 685

1 645

1 339

1 069

Jumlah / Total :

tp
ht

9. Denpasar

99

://

7. Karangasem
8. Buleleng

s.

bp

ba

li.

(1)

1 693

go

2009

.id

Kabupaten/Kota
Regency/City

Sumber : Dinas Pariwisata Provinsi Bali


Source : Tourism Department of Bali Province

366

Bali Dalam Angka 2014

Tabel
Table

8.8.2 :

Banyaknya Tempat Duduk dari Restoran dan Rumah Makan Dirinci


Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Bali Tahun 2009 - 2013
Number of Seats of Restaurant by Regency/City in Bali Province,
2009 - 2013
Tahun / Year
2010

2011

2012

2013

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

1. Jembrana

2. Tabanan

470

470

3. Badung

42 558

42 076

41 864

41 744

7 836

4. Gianyar

9 876

9 844

9 777

9 556

13 955

960

1 168

1 198

1 198

951

3 001

3 040

3 136

3 610

3 222

3 222

3 222

6 229

2 670

2 145

2 117

2 117

2 117

19 381

19 623

19 771

7 025

6 675

82 663

81 079

80 989

68 468

41 843

3 811

ba

li.

6. Bangli

3 407

://

7. Karangasem

ht

tp

8. Buleleng
9. Denpasar

s.

5. Klungkung

bp

(1)

Jumlah / Total :

go

2009

.id

Kabupaten/Kota
Regency/City

Sumber : Dinas Pariwisata Provinsi Bali


Source : Tourism Department of Bali Province

Bali In Figures 2014

367

Tabel
Table

8.8.3 :

Banyaknya Biro Perjalanan Wisata dan Cabang Biro Perjalanan


Wisata Menurut Lokasi Tahun 2013
Number of Travel Bureau dan Branch of Travel Bureau by Location of
Travel Bureau, 2013

Biro
Perjalanan
Wisata
Travel Bureau

Cabang Biro
Perjalanan
Wisata
Branch of Travel
Bureau

(2)

(3)

(4)

2. Tabanan

3. Badung

110

117

4. Gianyar

17

go

Klasifikasi / Classification

17

5. Klungkung

6. Bangli

7. Karangasem

206

14

220

338

21

359

315

19

334

9. Denpasar

ht

Jumlah / Total :

tp

2011

Jumlah
Total

.id

s.

://

8. Buleleng

ba

1. Jembrana

bp

(1)

li.

Lokasi
Location

2011

301

19

320

2010

281

18

299

2009

513

84

603

Sumber : Dinas Pariwisata Provinsi Bali


Source : Tourism Department of Bali Province

368

Bali Dalam Angka 2014

.id

go

s.

bp

li.

ba

://

tp

ht

.id

go

s.

bp

li.

ba

://

tp

ht

9.1

Finance of Local Government

Salah satu implikasi dari adanya


otonomi daerah adalah daerah memiliki
wewenang yang jauh lebih besar dalam
mengelola daerahnya baik itu dari sisi
pelaksanaan
pembangunan
maupun
pembiayaannya. Atau dengan kata lain,
daerah memiliki hak yang lebih besar untuk
menentukan arah/kebijakan pembangunan
di satu sisi, sementara di sisi lain daerah
juga memiliki kewajiban yang lebih besar
dalam
membiayai
pembangunannya
tersebut.

One implication of the existence of


regional autonomy is to have a far greater
authority in managing the region both in
terms of implementation of development
and financing. Or in other words, the
regions have a greater right to determine
the direction/policy development on the one
hand, while the other side the region also
have a greater obligation to finance such
construction.

Pada Tabel 9.1.1 ditunjukkan bahwa


realisasi penerimaan Pemprov Bali selama
tahun anggaran 2013 mencapai Rp 4,11
trilyun. Sementara itu, belanja daerah
Pemprov Bali pada tahun anggaran yang
sama mencapai Rp 3,87 trilyun.

In Table 9.1.1 shows that the Bali


provincial government revenue during fiscal
year 2013 reached Rp 4.11 trillion.
Meanwhile, the shopping area of Bali
province on the same budget year reached
Rp 3.87 trillion.

li.

bp

s.

go

.id

9.1. Keuangan Pemerintahan Daerah

One source of development financing


provincial government of Bali is the original
income (PAD). In fiscal year 2013, PAD is still
the largest source of revenue for the
government routinely Bali province that is
equal to Rp 2.53 trillion, or to contribute
approximately 61.55 percent of total
revenue.

Untuk
belanja
daerah,
porsi
pengeluaran tertinggi digunakan untuk
belanja tidak langsung yang mencapai Rp
2,61 trilyun atau sekitar 67,40 persen dari
total belanja daerah. Sisanya sebanyak Rp
1,26 trilyun (32,60%) digunakan untuk
belanja langsung.

For local expenditure, the highest


share of expenditure used for indirect
expenditures of Rp 2.61 trillion or about
67.40
percent
of
total
regional
expenditures. The rest as much as Rp 1.26
trillion (32.60%) are used for direct
expenditures.

9.2. Perbankan dan Koperasi

9.2

ht

tp

://

ba

Salah satu sumber pembiayaan


pembangunan Pemprov Bali adalah
Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pada tahun
anggaran 2013, PAD masih merupakan
sumber
penerimaan
rutin
terbesar
pemerintah Provinsi Bali yaitu sebesar Rp
2,53 trilyun, atau memberi kontribusi
sekitar 61,55 persen dari total penerimaan.

Peranan
perekonomian

perbankan
bisa
dibilang

Bali In Figures 2014

dalam
tidak

Banking and Cooperatives

The role of banking in the economy


virtually uncontested. On the one side, Bank

371

is public funds and corporate collector (the


source of financing for capital/investment)
while the other hand, the bank is also a
distributor of funds for sectors of production
and consumption needs of the community.

Secara umum, pola penyimpanan


dana jenis simpanan berjangka deposito
bank dalam rupiah maupun valuta asing
masih
merupakan
pilihan
utama
masyarakat. Berdasarkan data Kantor Bank
Indonesia, Denpasar, posisi penggalangan
dana pada akhir tahun 2013 untuk pola
penyimpanan jenis ini mencapai Rp
22.065.275 juta. Jumlah ini naik 18,47
persen dari tahun 2012 senilai Rp
18.625.208 juta. Dari jumlah tersebut, Rp
10.591.146 juta (48,00 persen) tersimpan di
bank pemerintah, Rp. 8.277.367 juta (37,51
persen) bank swasta nasional, dan Rp
3.196.763 juta (14,49 persen) di Bank
Perkreditan Rakyat (BPR). Selengkapnya
pada Tabel 9.2.4.

In general, the pattern of savings


bank deposits of savings deposits in rupiah
and foreign currency is still the main choice
of the community. Based on data from Bank
Indonesia, Denpasar, fundraising position
at the end of the year 2013 for this type of
storage pattern reaches Rp 22,065,275
million of this amount increased by 18.47
percent from the year 2012 amounting to
Rp 18,625,208 million. Of this total, Rp
10,591,146 million (48.00 percent) are
stored in a state banks, Rp 8,277,367 million
(37.51 percent) private national banks, and
Rp 3,196,763 million (14.49 percent) in rural
banks (BPR). Read more in Table 9.2.4.

://

ba

li.

bp

s.

go

.id

terbantahkan. Bank di satu sisi adalah


penghimpun dana masyarakat maupun
perusahaan (sumber pembiayaan untuk
modal/investasi) sementara disisi lain Bank
juga menjadi penyalur dana bagi sektorsektor produksi maupun kebutuhan
konsumsi masyarakat.

Of the several types of existing


deposits, time deposits with a one month
grace period is still the main choice of most
societies, in which the fund raising on these
types of deposits reached Rp 9,137,705
million or 41.41 percent of all existing
deposits. More detailed data on time
deposits can be seen in Table 9.2.5.

Dana-dana yang terkumpul dari


masyarakat kemudian disalurkan kembali
dalam bentuk pinjaman perbankan. Tabel
9.2.1 memperlihatkan bahwa posisi
pinjaman perbankan dalam rupiah dan

Funds collected from the public and


then channeled back in the form of bank
loans. Table 9.2.1 shows that the position of
banking loans in rupiah and foreign
currency at the end of the year 2013

ht

tp

Dari
beberapa
jenis
deposito
berjangka yang ada, deposito berjangka
dengan tenggang waktu satu bulan masih
merupakan pilihan utama dari sebagian
besar masyarakat, di mana penggalangan
dana pada deposito jenis ini mencapai Rp
9.137.705 juta atau 41,41 persen dari
seluruh deposito berjangka yang ada. Data
deposito berjangka lebih rinci dapat dilihat
pada Tabel 9.2.5.

372

Bali Dalam Angka 2014

reached Rp 65,163,098 million.

Menurut jenis penggunaannya, baik


itu penggunaan untuk bank pemerintah,
bank swasta nasional, maupun BPR, total
pinjaman terbesar digunakan untuk
pinjaman modal kerja dan konsumsi
sementara yang digunakan untuk investasi
masih relatif kecil yaitu hanya sebesar 27,32
persen.

According to the type of application,


either for the use of state banks, private
national banks, as well as rural banks, the
largest total loans used for working capital
loans and temporary consumption. And its
still relatively small for investment that is
only equal to 27.32 percent.

Selain perbankan, koperasi juga


merupakan urat nadi perekonomian di
Indonesia. Jumlah koperasi yang ada di
Provinsi Bali pada tahun 2013 mencapai
4.620 unit atau bertambah sebanyak 139
unit dibanding tahun sebelumnya. Dari total
tersebut 91 unit diantaranya adalah
Koperasi Unit Desa (KUD) dan 4.511 unit
koperasi non KUD dengan jumlah anggota
sebanyak 214.334 orang untuk KUD dan
644.480 orang untuk non KUD.

Besides banking, cooperatives also


are lifeblood of the economy in Indonesia.
Number of existing cooperatives in the
province of Bali in 2013 to reach 4,620 units
or increased by 139 units over the previous
year. From its total, 91 units is as the Village
Unit Cooperatives (KUD) and 4,511 units of
non-KUD whose members numbered
214,334 people for KUD and 644,480 people
for non-KUD.

ba

li.

bp

s.

go

.id

valas pada akhir tahun 2013 mencapai Rp