Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH FARMAKOGNOSI II

Jenis - Jenis Perkolasi


Dengan Dosen Pengampu : Ferry Effendi. Ssi, Apt

Nama

: Leylan Natasya

NIM

: 13010046

Jurusan S1 Farmasi

SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI


INDUSTRI DAN FARMASI BOGOR
Jl. Kumbang No. 26
2014/ 2015

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karuniaNya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan Makalah ini yang alhamdulillah tepat pada
waktunya yang berjudul Jenis-jenis perkolasi
Makalah ini berisikan tentang Analisa obat tradisional di skala industry. Diharapkan Makalah
ini dapat memberikan informasi kepada kita semua, pada khususnya mahasiswa/mahasiswi
SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI DAN FARMASI BOGOR
Kami menyadari bahwa ,makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran
dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Dalam kesempatan ini penulis juga ingin mengucapakan banyak terima kasih kepada pihak kampus
yang sudah memberikan kesempatan kepada penulis untuk menyusun makalah ini, juga kepada Dosen
pembimbing yang sudah banyak membantu dan menuntun penulis selama pembuatan makalah ini.
Tidak lupa juga kepada teman-teman yang selalu menemani, membantu dan mensuport selama
pembuatan makalah ini. Maka,makalah ini dapat terselesaikan tidak lepas dari kerjasama dari
semuanya.
Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam
penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha
kita. Amin.
Terima kasih,

PENULIS

BAB I
PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang


Perkolasi adalah cara penyarian yang dilakukan dengan mengalirkan cairan penyari melalui serbuk
simplisia yang telah dibasahi. Kekuatan yang berperan pada perkolasi antara lain: gaya berat,
kekentalan, daya larut, tegangan permukaan, difusi, osmosa, adesi, daya kapiler dan daya geseran
(friksi). Cara perkolasi lebih baik dibandingkan dengan cara maserasi karena:
a.Aliran cairan penyari menyebabkan adanya pergantian larutan yang terjadi dengan larutan yang
konsentrasinya lebih rendah, sehingga meningkatkan derajat perbedaan konsentrasi.
b.Ruangan diantara serbuk-serbuk simplisia membentuk saluran tempat mengalir cairan
penyari.karena kecilnya saluran kapiler tersebut,maka kecepatan pelarut cukup untuk mengurangi
lapisan batas,sehingga dapat meningkatkan perbedaan konsentrasi.
Untuk menghindari kehilangan minyak atsiri pada pembuatan sari,maka cara perkolasi diganti dengan
cara reperkolasi. Pada perkolasi dilakukan pemekatan sari dengan pemanasan pada reperkolaso tidak
dilakukan pemekatan. Reperkolasi dilakukan dengan cara sinplisia dibagi dalam beberapa percolator.
Perkolasi Bertingkat
I.2 Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan perkolasi?
2. Jelaskan dari jenis-jenis perkoalsi tersebut?
3. Bagaimana cara kerja dar masing masing perkolasi ?
I.3 Tujuan :
1. Mengetahui apa yang dimaksud dengan perkoalsi
2. Mengetahui jenis-jenis perkoalsi
3. Mengetahui cara kerja dar masing masing perkolasi

BAB II
PEMBAHASAN
A.

Pengertian Perkolasi

Perkolasi adalah cara penyyarian yang dilakukan dengan mengalirkan cairan penyari melalui serbuk
simplisia yang telah dibasahi.
Di dalam melakukan proses perkolasi proses difusi yyang berlalngsung merupakan fungsi dar
kecepatan perkolasi, kuantitas pelarut, dan konsanta difusi obat pelarut. Karena mudah dilakukan,
perkolasi merupakan prosesdur pilihan untuk kebanyakan ekstraksi tanaman, seperti halnya maserasi.
Perkolasi dapat dilakukan baik skala laboratorium maupun skala industri.
B.

Prinsip Perkolasi

Prinsip perkolasi adalah serbuk simplisia ditempatkan dalam suatyu bejana silinder yyang bagian
bawahnya diberi sekat berpori. Cairan penyari dialirrkan dari atas ke bawah melalui serbuk tersebut ,
cairan penyyari akan melarutkan zat aktif sel-sel yang dilalui sampai mencapai keadaan jenuh. Gerak
ke bawah disebabkan oleh kekuatan gaya beratnya sendiri dan cairan di atasnya, dikurangii dengan
gaya kapiler yang cenderung untuk menahan.
Kekuatan yang erperan dalam perkolasi antara lain, gaya beratnya, kekentalan, dayya larut, tegangan
permukaan, difusi, osmosa, adesi, dayya kapiler, dan daya gesekan.
C. Metode Perkolasi
Pada perkolasi, seperti halnya bahan tanaman dihaluskan sampai mencapai derajat kehalusan
tertentu tetapi jangan terlalu halus karena mengganggu filtrasi pelarut melalui simplisia. Karena
simplisia diletakkan dalam bentuyk lapisan tebal dalam alat percolator. Pertama kali tanaman dibasahi
dengan pelarut ekstraksi. Sebagai aturan umumhal tersebut dilakukan diluar percolator dan dibiarkan
memelar atau membengkak sebelum dimasukkan kedalam percolator.simplisia yang sudah dibasahi
dipindahkan ke percolator dengan system pemasukkan spiral, sesudah pembentukan lapisan ditutup
dengan pelarut pada unit percolator besar (Skala industri), pelarut dibuat selalu dalam keadaan

mengalir, dengan system pompa dan aliran bergerak dari bawah menuju kebagian atas, untuk
secepatnyya mencapai keadaan kesetimbangan.
Ekstraksi dapat disempurnakan dengan system refluk lemah, dibawah tekanan atau pada suhu kamar.
Sebagai aturan umum, ektraksi panas dilakukan bila perbandingan kelarutan zat berkhasiat
dalam pelarut meningkat dalam keadaan panas.
Ekstraksi hanya dapat dicapai hanya satu percolator saja, untuk mengurangi kuantitas pelarut.
Pada beberapa perkulatorr digunakan ekstrak dengan konsentrasi lebih rendah untuk mngekstraksi
simplisia baru atau simplisia dengan bermacam tingkat penyarian. Dengan kuantitas pelarut yang
sesuai dan jumlah percolator yang dibutuhkan, beberapa jenis ekstrak dapat dibuat secara langsung
tanpa perlu dipekatkan.
D. Skematik Alat
Bentuk-bentuk percolator ada 3 macam yyaitu percolator bentuk tabung,percolator bentuk
paruh, dan percolator bentuk corong . Pemilihan percolator tergantung pada jenis serbuk simplisia
yyang akan disari . Serbuk kina yang mengandung sejumlah besar zat aktif yang larut tidak baik bila
dipeyrkolasi dengan alat peyrkolasi yang sempit sebab perkolator akan segera menjadi pekat dan
berhenti mengalir . Pada pembuatan tintur dan ekstrak cair , jumlah cairan penyyari yang tesedia lebih
besar dibandingkan dengan cairan penyari yang tersedia lebih besar dibandingkan dengan jumlah
caiyran penyari yang diperlukan untuk melarutkan zat aktif. Pada keadaan tersebut , pemmbuatan
sediaan digunakan percolator lebar untuk mempercepat proses perkolasi .
1.

Perkolator berbentuk tabung

Biasanya perkolaytor berrbentuk tabung tersebut digunakan untuk pembuatan ekstrak cair .
2.

Perkolator berbentuk paruh,biasanya percolator ini digunakan untuk pembuatan ekstrak atau

tintur dengan kadar tinggi .


3.

Perkolator berbentuk cororng ,biasanya digunakan untuk pembuatan eksstrak atau tintur

dengan kadar rendah


Ukuran percolator yang akan digunakan harus dipilih seuai dengan jumlah bahan yang disari. Jumlah
bahan yang disari tidak lebih dari 2/3 tinggi percolator. Perkolator dibuat dari gelas, baja tahan karat,
atau bahan lain yang tidak saling mempengaruhi dengan obat atau cairan penyari.

E. Mekanisme Kerja dalam proses Perkolasi


Serbuk simplisia yang akan diperkolasi tidak langsung dimasukkan kedalam bejana
perkolattor, tetapi dibasahi atau dimaserasi telebih dahulu dengan cairan penyari. Maserasi dilakukan
dalam bejana tertutup. Maserasi ini penting terutama pada seruk simplisia yang mengandung bahan
mudah mengembang bila terkena air, misalnya serbuk rimpang tanaman suku Zingiberaceae. Bila
serbuk simplisia tersebut langsung dialiri dengan cairan penyari maka cairan penyari ytidak akan
menembus keseluruh sel dengan sempurna. Hal iini disebabkan karena tidak seluruh sel mengembang.
Masersi pendahuluan sebiknya dilakukan juga pada serbuk simplisia yyang keras,y yang zat aktifnya
suliit disari atau jumlah cairan penyyarinya terbatas. Jika serbuk simplisia sebelumnyya dibasahi
dengan cairan penyari tidak akan mengalami hambatan . Setelah seluruh sel serbuk mengembang
maka lairan cairan penyari akan merata, sehingga dapat menembus seluruh sel dengan sempurna.
Sebelum serbuk yang telah dimaserasi itu dimasukkan kedalam percolator, bagian leher
percolator diberi kapas, gabus bertoreh atau dengan cara lain. Kapas atau gabus yahrus dijaga dengan
sampai basah oleh air, kecuali bila cairan penyari mengandung air. Hal tersebut perlu diperhatikan
teruyytama bila serbuk simplisia mengandung dammar. Perkolat yang mengandung dammar akan
mengendap, karena adanya ar dalam kapas atau gabus tersebut . Endapan tersebut akan menghalangi
aliran perkolat berikutnyya. Bila menggunakan gabus sebaiknya diatasnya diberi kertas saring dengan
diameter yang lebih besar dari gabusnya. Pinggir kertas saring digunting teratur. Pengguntingan
tersebut bertujuan agar kertas saring tersebut dapat menempel pada dinding percolator.
Setelah maserasi, massa dimasukkan ke dalam percolator . pemindahan dilakukan sedikit demi
sedikit sambil tiap kali ditekan. Penekanan ini merupkan salah satu usaha untuk mengatur kecepatan
pengaliran cairan penyari.setelah serbuk yyang dimaserasi itu dii masukkan ke dalam perkolaor,
kemudian ditutup dengan kertas saring. Cairan penyari dituangkan perlahan-lahan hingga di atas
permukaan massa masih tergenang dengan cairan penyari. Cairan penyari harus selalu ditambahkan
sehingga terjaga adanya lapisan cairan penyari di atas permukaan massa. Untuk memudahkan
pemisahan cairan penyari di atas percolator dipasang botol cairan penyari. Karena penetes cairan
penyyari di atur sehingga kecepatan menente
s cairan penyari sama dengan kecepatan menetes sari.

Setelah massa didiamkan 24 jam dalam percolator, keran di buka, keran diatur sehingga
kecepatan menetes 1 ml tiap menit. Untuk menentukan akhir perkolasi, dapat dilakukan pemeriksaan
zat aktif secara kualitatif pada perkolat terakhir. Penyarian kine, pyule pandak, pulai, perkolat
dihentikan bila reaks alkaloid sudah negaytif. Untuk jenitri dan daun the dapat ditentukan dengan
reaksi terhadap zat aktif tannin. Untuk obat yang belum diketahui zat aktifnyya dapat dilakukan uji
organoleptis seperti rasa, bau, warna dan bentunya
F. Jenis-Jenis Perkolasi
1. Reperkolasi
Untuk menghindari kehilangan minyk atsiri pada pembuatan sari, maka cara perkolasi dapat
diganti dengan reperkolasi . pada perkolasi dilakukan pemekatan sari dengan pemanasan. Pada
reperkolasitidak dilakukan pemekatan. Reperkolasi dilakyukn dengan cara simplisia dibagi dalam
beberapa percolator, hasil percolator I dipisahkan menjadi perkolat I dan sari selanjutnya disebut
susulan II, sususlan II digunakan untuk menyari percolator II. Hasil percolator ke dua dipisahkan
menjadi perkolat II dan sari selanjutnya disebut susulan II.Pekerjaan tersebut diulang sampai mendapat
perkolat yang diinginkan. Untuk cara reperkolasi dapat dilakukan pada herba timi.
2. Perkolasi Bertingkat
Dalam proses perkolasi biasa, perkolat yang dihasilkan tidak dalam kadar yang maksimal.
Selama cairan penyari melakukan penyarian serbuk simplisia, maka terjadi aliran melalui lapisan
serbuk dari atas sampai ke bawah disertai pelarutan zat aktifnya. Proses penyarian tersebut akan
menghasilkan perkolayt yyang pekat pada tetesan pertama dan pada tetesan terakhir akan diperoleh
perkolat yang encer.
Untuk memperbaiki cara perkolasi tersebut dilakukan cara perkolasi bertingkat. Serbuk
simplisia yang hampir tersari sempurna, sebelum dibuang disari dengan cairan penyari yang baru.
Penyarian akhir serbuk smplisia dengan menggunakan cairan penyari yang baru, diharapkan agar
serbuk simplisia tersebut dapat tersari sempurna. Sebaliknyya serbuk simplisia yang baru di sari
dengan perkolayt yang hampir jenuh. Dengan demikian akan diperoleh perkolat akhir yang jenuh.
Perkolat dipanaskan dan dipekatkan.

Cara ini cocok jika digunakan untuk perusahaan obat tradisional, termasuk peryusahaan yang
memproduksi sediaan galenik. Agar diperoleh cara yang tepat perlu dilakukan percobaan pendahuluan.
Dengan perrcobaan tersebut dapat ditetapkan.
1.

jumlah percolator yyang diperlukan

2.

bobot serbuk simplisia untuk tiap kali perkolasi

3.

jenis cairan penyari

4.

jumlah cairan penyari untuyk tiap kali perkolasi

5.

besarnya tetesa dan lain-lain.

Percolator yan g disunakan dalam cara perkolasi ini agak berlainan dengan percolator biasa. Perkolator
ini harus dapat diatur, sehingga
1.

percolat dari suatu percolator dapat dialirkan ke percolator lainnya.

2.

ampas dengan mudah dikeluarkan.

Percolator diatur dalam suatu derettan dan tiap-tiap percolator berlaku sebagai percolator pertama.
3.

Perkolasi biasa
Simplisia yang telah ditentukan derajat halusnya direndam dengan cairan penyari.
masukkan kedalam perkolator dan diperkolasi sampai didapat perkolat tertentu.
Untuk pembuatan tingtur disari sampai diperoleh bagian tertentu, untuk ekstrak cair disari sampai

tersari sempurna.
Perkolasi umumnya digunakan untuk pengambilan sari zat-zat yang berkhasiat keras.

4. Perkolasi dengan tekanan


Digunakan jika simplisia mempunyai derajat halus
yang sangat kecil sehingga cara perkolasi biasa tidak
dapat dilakukan. Untuk itu perlu ditambah alat
penghisap supaya perkolat dapat turun ke bawah.Alat tersebut dinamakan diacolator

5. Perkolasi Sinambung
Perkolasi sinambung dilakukan dengan menggunakan alat Soxhlet. Pelarut penyair yang ditempatkan
di dalam labu akan menguap ketika dipanaskan, melewati pipa samping alat Soxhlet dan mengalami
pendinginan saat melewati kondensor. Pelarut yang telah berkondensasi tersebut akan jatuh pada
bagian dalam alat Soxhlet yang bersimplisia dibungkus kertas saring dan menyisiknya hingga
mencapai bagian atas tabung sifon. Seharusnya seluruh bagian linarut tersebut akan tertarik dan
ditampung pada labu tempat pelarut awal. Proses ini berlangsung terus menerus sampai diperloleh
hasil

ekstraksi

yang

dikehendaki

(Harborne,

1987).

Keuntungan perolasi sinambung adalah pelarut yang digunakan lebih sedikit dan pelarut murni
sehingga dapat menyaring senyawa dalam simplisia lebih banyak dalam waktu lebih singkat
dibandingkan dengan maserasi atau perkolasi. Kerugian cara ini adalah tidak dapat digunakan untuk
senyawa-senyawa termolabil (Harborne, 1987).
G. Alasan Penentuan Metode
Cara Perkolasi lebih baik dibandingkan dengan cara maserasi karena:
1.

aliran cairan penyari menyyebabkan adanya pergantian larutan yang terjadi dengan larutan

yang konsentrasinya lebih rendah, sehingga meningkatkan derajat perbedaan konsentrasi.


2.

Ruangan diantara butir-butir simplisia membentuk saluran tempat mengalir cairan penyari.

Karena kecilnya saluran kapiler tersebut, maka kecepatan pelarut cukup untuk mengurangilapisan
batas, sehingga dapat meningkatkan perbedaan.
H. Keuntungan dan kerugian
a. Keuntungan
1. Cara perkolasi yang digunakan lebih mudah dan sederhana dlakukan
2. Perkolasi merupakan prosedur pilihan untuk kebanyakan ekstraksi tanaman, seperti halnya
maserasi.
3. Perkolasi dapat dilakukan baik skala laboratorium maupun skala industri.
b. Kerugian

1. Simplisia harus dibasahi terlebih dahulu harus dibassahi sebelum dimasukkan ke dalam percolator
2. Massa simplisia dalam percolator tergantung pada tinggi percolator.
3. Simplisia lebihy memadat (kompak) sesudah beberapa kali terjadi proses ekstraksi awal dan hal ini
dapat menghalangi kelancaran aliran pelarut.
4. Perolehan kembali pelarut yang tertahan di dalam ampas sering memerlukan proses tmbahan dan
hal yang sama berlaku untuk mengelurkan ampas dan menarik bahan aktif dari ampas

SIMPULAN

Perkolasi adalah cara penyyarian yang dilakukan dengan mengalirkan cairan penyari melalui serbuk
simplisia yang telah dibasahi. Prinsip perkolasi adalah serbuk simplisia ditempatkan dalam suatyu
bejana silinder yyang bagian bawahnya diberi sekat berpori. Metode perkoalsi ada 4 macam yaitu :
a. Perkoalsi Biasa
b. Perkoalasi Bertingkat
c. Perkolasi Sianmbung
d. Perkolasi Bertekanan

DAFTAR PUSTAKA

https://multimateri.wordpress.com/2012/11/26/perkolasi/
https://www.scribd.com/doc/51936562/perkolasi
Suyono. H. (1996). Jenis-jenis perkolasi Surabaya. Universitas Airlangga.