Anda di halaman 1dari 3

Nama : Yuli Prihastuti Jufri

NIM

: J111 13 020

PENYEBAB PERUBAHAN WARNA GIGI


Perubahan warna pada gigi biasa disebut dengan diskolorisasi gigi. Diskolorasi pada enamel
gigi dapat disebabkan oleh proses penodaan (staining), penuaan (aging), dan bahan-bahan kimia.
Penggunaan produk tembakau, teh, kopi dan pigmen di dalam makanan menyebabkan
terbentuknya stain yang akan menyebabkan permukaan gigi menjadi kasar sehingga mudah
ditempeli sisa makanan dan kuman yang akhirnya membentuk plak. Penyebab perubahan warna
gigi berdasarkan sumbernya dibagi menjadi ekstrinsik dan instrinsik.
Diskolorasi ekstrinsik disebabkan oleh substansi dari luar gigi dan sering disebabkan
kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman berwarna yang berkepanjangan. Berikut ini
merupakan factor ekstrinsik penyebab perubahan warna pada gigi :
1. Kopi
Kopi memiliki warna yang hitam dan dapat membuat gigi yang awalnya putih menjadi
kuning. Untuk mengurangi resiko perubahan warna gigi tersebut dapat dicampurkan susu
dalam kopi
2. Teh
Teh yang juga beresiko membuat gigi menjadi kuning. Untuk mengatasinya dapat dengan
mengonsumsi teh dengan warna yang terang atau teh herbal. Teh hitam yang biasanya
dikonsumsi ternyata beperan cukup besar dalam memunculkan noda pada gigi karena
memiliki kandungan tanin.
3. Kari
Kari merupakan makanan yang kaya akan bumbu dan warna sehingga dikenal bisa
membuat gigi anda berubah warna. Selain itu makanan yang mengandung kunyit yang
banyak juga kurang baik bagi putihnya gigi.
4. Rokok.
Merokok dapat menyebabkan perubahan warna pada gigi karena rokok mengandung tar
dan bahan kimia lainnya yang yang mengubah warna gigi menjadi kuning kecoklatan. Jika
merokok penyebab perubahan warna gigi seseorang, maka ia harus segera berhenti merokok.
5. Minuman bersoda
Minuman yang memiliki kandungan soda di dalamnya dapat membuat gigi menjadi
kuning. Dalam sebuah studi penting terkait kesehatan gigi, ditemukan bahwa minuman
bersoda atau soft drink yang dikenal sebagai minuman yang kaya kandungan asamnya dapat
melembutkan lapisan email gigi. Kondisi demikian dapat memudahkan menempelnya noda
di gigi. Minuman bersoda juga memiliki kandungan asam dan chromogens yang cukup
tinggi sehingga bisa meninggalkan noda di gigi. Makanya, sebaiknya penggunaan minuman

bersoda tersebut hanya dilakukan seperlunya saja dan tidak dikonsumsi dalam jangka
panjang.
Diskolorasi intrinsik sumbernya berasal dari dalam gigi. Berikut ini merupakan factor
intrinsik penyebab perubahan warna pada gigi :
1. Herediter
Herediter atau keturunan juga memainkan peranan penting dalam perubahan warna gigi,
jika orang tua seseorang, paman, bibi, saudara kandung memiliki perubahan warna gigi, ia
akan lebih cenderung memiliki masalah ini. Sayangnya ini adalah sesuatu yang tidak dapat
dikendalikan/diobati. Masing-masing orang memiliki warna dasar gigi yang berbeda. Ada
yang pada dasarnya memiliki gigi putih, namun ada juga yang tidak. Warna gigi ini
dipengaruhi oleh pembentukan tulang, yang pada dasarnya memiliki genetika yang berbeda.
2. OH buruk
Kebersihan mulut yang tidak baik diakibatkan karena tidak rajin menggosok gigi, hal ini
merupakan penyebab paling sering yang membuat gigi menjadi kuning. Mengurangi atau
menghilangkan makanan dan minuman yang berpotensi mengubah warna gigi dapat
membantu memulihkan gigi seseorang menjadi gigi yang putih alami
3. Trauma
Trauma atau kecelakaan seperti jatuh dapat merusak bagian-bagian internal dalam gigi.
Hal ini dapat menyebabkan perubahan warna pada gigi yang terkena. Bahkan trauma yang
parah dapat membuat gigi menjadi berwarna kehitaman.
4. Tetrasycllin
Antibiotik tetrasiklin yang dikonsumsi saat masa pembentukan email dapat membuat gigi
menjadi keabu-abuan. Hal ini paling rentan terjadi pada anak-anak hingga usia 8 tahun.
Namun untungnya saat ini penggunaan antibiotik tetrasiklin sudah semakin sedikit.
5. Bahan restorasi
Restorasi logam amalgam merupakan penyebab paling hebat karena elemen warna gelap
dapat merubah warna dentin menjadi abu-abu gelap
6. Usia
Fenomena aging atau penuaan di mana gigi cenderung menguning seiring dengan
pertambahan usia. Perubahan warna gigi yang menjadi lebih kuning karena faktor usia
adalah kejadian fisiologis. Pada orang berusia lanjut biasanya terjadi penipisan email,
sehingga lebih menampakkan dentin yang opaque. Hasilnya adalah warna gigi terlihat lebih
gelap. Seiring dengan bertambahnya usia, gigi akan semakin berwarna gelap. Pada usia tua
produktivitas tubuh untuk menyerap nutrisi dan vitamin semakin menurun. Oleh karena itu,
kalsium yang diserap tubuh semakin lama semakin sedikit. Padahal kita tahu bahwa gigi
sangat membutuhkan kalsium untuk tetap kuat dan sehat. Pasta gigi mungkin tidak akan
banyak membantu, namun gigi tetap membutuhkan pasta gigi yang berkualitas untuk
menjaga kekuatan gigi dari luar, agar tidak mudah rapuh.
Pewarnaan gigi karena pengaruh eksternal 90 persen dapat dihilangkan atau diputihkan
kembali dengan alat khusus yang ada pada dokter gigi. Namun, perubahan warna gigi akibat

penggunaan antibiotik atau pengaruh internal lainnya, memang sulit diputihkan kembali.
warna normal gigi dewasa adalah putih kekuning-kuningan sedangkan warna gigi sulung
normal adalah putih kebiru-biruan atau putih susu. Jadi, bukan sekedar putih saja. warna
putih yang kita lihat adalah kontras warna gigi terhadap kulit kita, jadi kalau memang ingin
melihat perbandingan warna gigi kita dengan warna putih dapat dilakukan saat kita
menggosok gigi.