Anda di halaman 1dari 77
BASIC IV FLUID

BASIC IV FLUID

BASIC IV FLUID
- FISIOLOGI CAIRAN TUBUH -  Total Body Fluid Perempuan dewasa 50%-55%  TBF Laki-laki

- FISIOLOGI CAIRAN TUBUH -

Total Body Fluid

Perempuan dewasa

50%-55%

TBF Laki-laki dewasa

55%-60%

FUNGSI CAIRAN BAGI TUBUH 1. Mempertahankan panas tubuh dan pengaturan temperatur tubuh 2. Transportasi :

FUNGSI CAIRAN BAGI

TUBUH

FUNGSI CAIRAN BAGI TUBUH 1. Mempertahankan panas tubuh dan pengaturan temperatur tubuh 2. Transportasi : nutrien,

1. Mempertahankan panas tubuh dan

FUNGSI CAIRAN BAGI TUBUH 1. Mempertahankan panas tubuh dan pengaturan temperatur tubuh 2. Transportasi : nutrien,

pengaturan temperatur tubuh

2. Transportasi : nutrien, partikel

kimiawi, partikel darah, energi,

hormon, hasil sisa metabolisme.

3. Pembentuk struktur tubuh

4. Mempertahankan tekanan hidrostatik dalam sistim kardiovaskuler.

http://www.iv-partner.com/indexb163.html?BEFDDE916A254231BF46392979BA89EA PT. BBraun6 Medical Indonesia | Clinical
http://www.iv-partner.com/indexb163.html?BEFDDE916A254231BF46392979BA89EA PT. BBraun6 Medical Indonesia | Clinical

http://www.iv-partner.com/indexb163.html?BEFDDE916A254231BF46392979BA89EA

PT. BBraun6

Medical Indonesia | Clinical Application Specialist | Page

DISTRIBUSI CAIRAN TUBUH

DISTRIBUSI CAIRAN TUBUH Cairan Tubuh 60 % Cairan Cairan Ekstraseluler 20 % Intraseluler 40 % Cairan
Cairan Tubuh 60 % Cairan Cairan Ekstraseluler 20 % Intraseluler 40 % Cairan Plasma darah
Cairan Tubuh
60 %
Cairan
Cairan
Ekstraseluler
20 %
Intraseluler
40 %
Cairan
Plasma
darah 5 %
Interstitial
Membran Sel
15 %
PERPINDAHAN CAIRAN  Perpindahan cairan tubuh di pengaruhi oleh: 1. Tekanan hidrostatik 2. Tekanan onkotik

PERPINDAHAN CAIRAN

PERPINDAHAN CAIRAN  Perpindahan cairan tubuh di pengaruhi oleh: 1. Tekanan hidrostatik 2. Tekanan onkotik mencapai

Perpindahan cairan tubuh di

pengaruhi oleh:

CAIRAN  Perpindahan cairan tubuh di pengaruhi oleh: 1. Tekanan hidrostatik 2. Tekanan onkotik mencapai

1. Tekanan hidrostatik

2. Tekanan onkotik

mencapai

keseimbangan

Tekanan hidrostatik 2. Tekanan onkotik mencapai keseimbangan 3. Tekanan osmotik: mencegah difusi cairan melalui membran

3. Tekanan osmotik: mencegah

difusi cairan melalui membran semi permiable dengan

konsentrasi lebih tinggi.

Tekanan Osmotik plasma= 285

± 5 mOsm/L.

 KESEIMBANGAN CAIRAN Keseimbangan cairan ditentukan intake dan out put cairan. cairan (minuman dan makanan)


KESEIMBANGAN CAIRAN

Keseimbangan cairan ditentukan intake dan out put cairan.

cairan (minuman dan

makanan) : 1200 ml (minuman) dan

Intake

1000 ml (makanan), oksidasi 200-

ml.

300

Output cairan berasal dari urine 1200

-1500 ml/ hari, feses 100 ml, paru-

paru 300 500 ml dan keringat 600 -

ml.

 Kebutuhan cairan setiap hari antara 1800– 2500 ml/hari.
Kebutuhan cairan setiap hari antara
1800– 2500 ml/hari.

800

GANGUAN KESEIMBANGAN CAIRAN DAN ELEKTROLIT a . Edema (hipervolemik) = Efusi, Asites .  Edema

GANGUAN KESEIMBANGAN CAIRAN DAN ELEKTROLIT

GANGUAN KESEIMBANGAN CAIRAN DAN ELEKTROLIT a . Edema (hipervolemik) = Efusi, Asites .  Edema adalah

a. Edema (hipervolemik) = Efusi, Asites.

Edema adalah penimbunan cairan

berlebihan diantara sel-sel tubuh atau

di dalam berbagai rongga tubuh (Robbins da Kumar 1995).

Edema dapat terjadi secara lokal

disebut edema pitting sedangkan

edema umum disebut edema

anasarka.

GANGUAN KESEIMBANGAN CAIRAN DAN ELEKTROLIT b. Dehidrasi (hipovolemik) Dehidrasi adalah kehilangan air dari tubuh atau

GANGUAN KESEIMBANGAN CAIRAN DAN

ELEKTROLIT

b. Dehidrasi (hipovolemik)

Dehidrasi adalah kehilangan air dari tubuh atau jaringan atau

keadaan yang merupakan akibat kehilangan air abnormal (Ramali & Pamoentjak 1996).

Kehilangan cairan melalui :

1. Saluran pencernaan :

2. Saluran perkemihan :

3. kulit :

(Ramali & Pamoentjak 1996). Kehilangan cairan melalui : 1. Saluran pencernaan : 2. Saluran perkemihan :
KLASIFIKASI DEHIDRASI (Long 1992) 1. Dehidrasi Isotonis : kekurangan air karena terjadi perpindahan air dari

KLASIFIKASI DEHIDRASI (Long 1992)

1. Dehidrasi Isotonis :

kekurangan air karena terjadi perpindahan air dari intrasel ke ekstrasel

karena terjadi perpindahan air dari intrasel ke ekstrasel 2. Dehidrasi Hipertonik : kekurangan elektrolit karena
karena terjadi perpindahan air dari intrasel ke ekstrasel 2. Dehidrasi Hipertonik : kekurangan elektrolit karena

2. Dehidrasi Hipertonik :

kekurangan elektrolit karena perpindahaan air dari ekstrasel ke intrasel

KEBUTUHAN ELEKTROLIT / HARI  Na (NaCl ) 2-3 mEq /kg/24 jam  K 1-2

KEBUTUHAN ELEKTROLIT / HARI

 Na (NaCl ) 2-3 mEq /kg/24 jam  K 1-2 mEq/ Kg/ 24 jam
 Na (NaCl ) 2-3 mEq /kg/24 jam
 K 1-2 mEq/ Kg/ 24 jam

- Keseimbangan diatur ginjal

- Hiponatremi dapat terjadi pada infus

berlebihan tanpa Na, penurunan sekresi ADH dan pada sindroma TUR Prostat.

- Hipokalemi dapat terjadi akibat diuretik, muntah berlebihan,

dan diare

PT. BBraun Medical Indonesia | Clinical Application Specialist | Page 14 14
PT. BBraun Medical Indonesia | Clinical Application Specialist | Page 14 14
DEHIDRASI BERDASARKAN TANDA DAN GEJALA Penilaian A B C Lihat Keadaan umum Baik, sadar Gelisah,

DEHIDRASI BERDASARKAN TANDA DAN GEJALA

Penilaian

A

B

C

Lihat Keadaan umum

Baik, sadar

Gelisah, rewel

Lesu,lunglai, atau tidak

sadar.

Mata

Normal

Cekung

Sangat cekung dan

kering

Air mata

Ada

Tidak ada

Tidak ada

Mulut dan lidah

Basah

Kering

Sangat kering

Rasa haus

Minum biasa, tidak haus

Haus, ingin minum banyak

Malas, minum atau tidak bisa minum

Periksa: Turgor kulit

Kembali cepat

Kembali lambat

Kembali sangat lambat.

Hasil pemeriksaan

Tanpa dehidrasi

Dehidrasi ringan/ sedang

Dehidrasi berat

CONTOH KASUS Rumus Dehidrasi = BB sebelum sakit – BB sesudah sakit x 100 %

CONTOH KASUS

Rumus Dehidrasi = BB sebelum sakit – BB sesudah sakit x 100 % BB sebelum
Rumus Dehidrasi = BB sebelum sakit – BB sesudah sakit
x
100 %
BB sebelum sakit

Diketahui :BB pasien saat sehat : 55 kg BB pasien saat sakit : 53 kg

Ditanya

Dehidrasi = (55 53 ) x 100 %

: Derajat dehidrasi

55

= 3%

Maka pasien mengalami dehidrasi ringan

dehidrasi 55 = 3% Maka pasien mengalami dehidrasi ringan PT. BBraun Medical Indonesia | Clinical Application
dehidrasi 55 = 3% Maka pasien mengalami dehidrasi ringan PT. BBraun Medical Indonesia | Clinical Application
dehidrasi 55 = 3% Maka pasien mengalami dehidrasi ringan PT. BBraun Medical Indonesia | Clinical Application
PENILAIAN KLINIS KEBUTUHAN CAIRAN Nadi ada dan penuh berarti volume sirkulasi adekuat Ekstremitas (telapak tangan/kaki)

PENILAIAN KLINIS KEBUTUHAN CAIRAN

Nadi ada dan penuh berarti volume sirkulasi adekuat
Nadi ada dan penuh berarti volume sirkulasi adekuat
Ekstremitas (telapak tangan/kaki) kemerahan/pink dan Capillary Refill Time kembali cepat < 2 detik berati sirkulasi
Ekstremitas (telapak tangan/kaki) kemerahan/pink dan Capillary
Refill Time kembali cepat < 2 detik berati sirkulasi adekuat
Edema perifer dan ronki paru mungkin terjadi hipervolumia
Edema perifer dan ronki paru mungkin terjadi hipervolumia
Takikardi saat istirahat, tekanan darah menurun bisa jadi sirkulasi abnormal
Takikardi saat istirahat, tekanan darah menurun bisa jadi
sirkulasi abnormal
Turgor kulit menurun, mukosa mulut kering dan kulit tampak keriput : defisit cairan berat
Turgor kulit menurun, mukosa mulut kering dan kulit tampak
keriput : defisit cairan berat
Produksi urin yang rendah bisa jadi karena hipovolumia
Produksi urin yang rendah bisa jadi karena hipovolumia
FAKTOR – FAKTOR KESEIMBANGAN CAIRAN Usia Temperatur Lingkungan Diet Sakit Sakit Stress PT. BBraun Medical

FAKTOR FAKTOR KESEIMBANGAN

CAIRAN

Usia
Usia
FAKTOR – FAKTOR KESEIMBANGAN CAIRAN Usia Temperatur Lingkungan Diet Sakit Sakit Stress PT. BBraun Medical Indonesia

Temperatur Lingkungan

Diet
Diet

Sakit

Sakit

Stress
Stress

USIA

USIA PT. BBraun Medical Indonesia | Clinical Application Specialist | Page 19 19
USIA PT. BBraun Medical Indonesia | Clinical Application Specialist | Page 19 19
PERANAN PERAWAT DALAM KEBUTUHAN CAIRAN 1. Perawat cepat tanggap dan cakap dalam mengatasi ketidakseimbangan cairan

PERANAN PERAWAT DALAM KEBUTUHAN CAIRAN

PERANAN PERAWAT DALAM KEBUTUHAN CAIRAN 1. Perawat cepat tanggap dan cakap dalam mengatasi ketidakseimbangan cairan dan

1. Perawat cepat tanggap dan cakap

dalam mengatasi

ketidakseimbangan cairan dan elektrolit.

2. Pemasangan cairan infus sesuai dengan kondisi penyakit pasien.

3. Melakukan monitoring pemantauan kebutuhan cairan.

PT. BBraun Medical Indonesia | Clinical Application Specialist | Page

.

2020

RUMUS MENGHITUNG KEBUTUHAN CAIRAN Sesuai rumus Holliday & Segard a. Pada orang dewasa BB 10

RUMUS MENGHITUNG KEBUTUHAN

CAIRAN

Sesuai rumus Holliday & Segard

a. Pada orang dewasa

BB 10 kg pertama = 1 liter cairan

BB 10 kg kedua = 0,5 liter cairan

BB >> 10 kg = 20 mLx sisa BB

= 0,5 liter cairan BB >> 10 kg = 20 mLx sisa BB PT. BBraun Medical
= 0,5 liter cairan BB >> 10 kg = 20 mLx sisa BB PT. BBraun Medical

QUIZ 1

QUIZ 1 Pasien usia 30 tahun datang dengan diagnosa Dehidrasi. BB pasien saat datang 56 Kg.

Pasien usia 30 tahun datang dengan diagnosa Dehidrasi. BB

pasien saat datang 56 Kg. Tinggi pasien : 170 cm. Berapa

kebutuhan cairan yang dibutuhkan pasien tersebut? Jawab : BB pasien : 56 Kg Maka 10 Kg pertama : 1000 cc cairan

10 Kg kedua

: 500 cc cairan

36 Kg terakhir = 20 mL x 36 Kg = 720 cc cairan Total cairan yang dibutuhkan = 1000 cc + 500 cc+ 720 cc

= 2220 mL = 2,2 L

RUMUS MENGHITUNG KEBUTUHAN CAIRAN b. Berdasarkan berat badan bayi dan anak  4 ml/kgBB/jam :

RUMUS MENGHITUNG KEBUTUHAN

CAIRAN

b. Berdasarkan berat badan bayi dan anak

4 ml/kgBB/jam : berat badan 10 kg pertama

2 ml/kgBB/jam : berat badan 10 kg kedua

1 ml/kgBB/jam : sisa berat badan selanjutnya

kg kedua  1 ml/kgBB/jam : sisa berat badan selanjutnya Contoh kasus Pasien dengan berat badan

Contoh kasus

Pasien dengan berat badan 23 kg, maka kebutuhan cairan

basalnya:

(4 x 10) + (2 x 10) + (1 x 3) = 63 mL/jam

RUMUS MENGHITUNG KEBUTUHAN CAIRAN c. Berdasarkan umur, tapi BB tidak diketahui  > 1 tahun

RUMUS MENGHITUNG KEBUTUHAN

CAIRAN

RUMUS MENGHITUNG KEBUTUHAN CAIRAN c. Berdasarkan umur, tapi BB tidak diketahui  > 1 tahun :

c. Berdasarkan umur, tapi BB tidak diketahui

> 1 tahun : 2n + 8 (n dalam tahun)

3 - 12 bulan : n + 9

(n dalam bulan)

Contoh :

Anak bayi yang berumur 9 bulan masuk dengan diagnosa demam. Maka kebutuhan cairan yang dibutuhkan adalah :

( n + 9 ) = 9 bulan + 9 = 18 mL/ jam

I NS ENS IB LE WA TE R L O S S  IWL adalah

INSENSIBLE WATER LOSS

IWL adalah kehilangan cairan melalui 1/3 dari paru, 2/3 melalui kulit, 400 mL/hari melalui saluran pernafasan dan melalui feces.

400 mL/hari melalui saluran pernafasan dan melalui feces. PT. BBraun Medical Indonesia | Clinical Application
MENGHITUNG IWL  Anak : {30 – Usia (th)} mL/kg/hari  Dewasa : 10 -15

MENGHITUNG IWL

Anak : {30 Usia (th)} mL/kg/hari

Dewasa : 10 -15 cc/kgBB/ hari

Bila terjadi kenaikan suhu :

IWL = 10cc /kg/BB + 200 ( suhu sekarang - 36,8 o c)

Keringat : 100 mL

Kulit : 350mL 400mL

c)  Keringat : 100 mL  Kulit : 350mL – 400mL PT. BBraun Medical Indonesia

FLUID VOLUME THERAPY

FLUID – VOLUME THERAPY PEMBERIAN INFUS Drug solution TERAPI CAIRAN RESUSITASI KOREKSI RUMATAN ELEKTROLIT NUTRISI

PEMBERIAN INFUS

Drug solution TERAPI CAIRAN RESUSITASI KOREKSI RUMATAN ELEKTROLIT NUTRISI KRISTALOID KOLOID
Drug solution
TERAPI CAIRAN
RESUSITASI
KOREKSI
RUMATAN
ELEKTROLIT
NUTRISI
KRISTALOID
KOLOID

Menggantikan kehilangan akut cairan tubuh

Memelihara keseimbangan

cairan tubuh dan nutrisi

Memelihara jalur IV

PT. BBraun Medical Indonesia | Clinical Application Specialist | Page

JENIS CAIRAN

Koloid

Natural

Syntetis

Albumin

Albumin Dextran Gelatin

Dextran

Gelatin

HES (Hydroxyethyl starch)

Koloid:

merupakan cairan

yang terdiri dari

elektrolit &

makromolekul

Kristaloid

NaCl 0.9%

Ringer Solution

Ringer Lactate

Ringer Acetate

Ringerfundin®

Kristaloid:

merupakan larutan

yang terdiri dari

elektrolit.

PT. BBraun Medical Indonesia | Clinical Application Specialist | Page

Medical Indonesia | Clinical Application Specialist | Page Cairan lain Glucose 5% Mannitol Electrolyte concentrates

Cairan lain

Glucose 5%

Mannitol

Electrolyte

concentrates

etc.

jenis cairan sejati

yang terdiri dari

elektrolit

konsentrasi

tinggi.

CAIRAN KRISTALOID HIPOTONIS ISOTONIS HIPERTONIS PT. BBraun Medical Indonesia | Clinical Application Specialist | Page

CAIRAN KRISTALOID

HIPOTONIS ISOTONIS HIPERTONIS
HIPOTONIS
ISOTONIS
HIPERTONIS
MEKANISME CAIRAN KRISTALOID  Cairan kristaloid berpindah dari intravaskuler  interstisial, kemudian

MEKANISME CAIRAN KRISTALOID

MEKANISME CAIRAN KRISTALOID  Cairan kristaloid berpindah dari intravaskuler  interstisial, kemudian

Cairan kristaloid berpindah dari intravaskuler interstisial, kemudian didistribusikan ke komparteman ekstravaskular

Hanya 25 % cairan dari pemberian awal yang tetap berada di intravaskuler, sehingga membutuhkan volume 3-4x dari volume plasma yang hilang.

Pemberian

cairan

volume ekstrasel

Pemberian

cairan

kristaloid

kristaloid

untuk

meningkatkan

berlebihan

dapat

menyebabkan edema otak dan tekanan intrakranial.

KRISTALOID

Cairan Kristaloid di klasifikasi ke dalam :

KRISTALOID Cairan Kristaloid di klasifikasi ke dalam : ◘ Cairan Hipotonis : Infus dengan tekanan osmotik

Cairan Hipotonis : Infus dengan tekanan osmotik lebih rendah dari

cairan tubuh (osmolaritas dibawah 250 mOsm/L)

Contoh : Aquadest, larutan 2,5% dextrose in water

Cairan Isotonik : Infus dengan tekanan yang sama seperti cairan tubuh. Cairan ini menetap dalam Cairan Ekstraselluler (osmolaritas

290-310 mOsm/L)

Contoh : Normal Saline (NaCL 0,9 %), Ringer Laktat (RL),

Ringer Asetat, Ringerfundin, Glucose 5%

Laktat (RL), Ringer Asetat, Ringerfundin, Glucose 5% , PT. BBraun Medical Indonesia | Clinical Application

,

PT. BBraun Medical Indonesia | Clinical Application Specialist | Page

32

HIPOTONIS  Osmolaritas cairan < 240 mOsm/L  Cairan akan berpindah dari intravaskuler ke interstitial
HIPOTONIS
HIPOTONIS

Osmolaritas cairan < 240 mOsm/L

Cairan akan berpindah dari intravaskuler ke interstitial & intrasel

Resiko Hemolisis

Contoh : NaCl 0,45%, Ringer Asetat

ISOTONIS

ISOTONIS PT. BBraun34 Medical Indonesia | Clinical Application Specialist | Page  Osmolaritasnya hampir sama dengan
ISOTONIS PT. BBraun34 Medical Indonesia | Clinical Application Specialist | Page  Osmolaritasnya hampir sama dengan

PT. BBraun34

Medical Indonesia | Clinical Application Specialist | Page

Medical Indonesia | Clinical Application Specialist | Page  Osmolaritasnya hampir sama dengan plasma (290-310

Osmolaritasnya hampir sama dengan plasma (290-310 mOsm/L).

Bertahan di dalam intravaskuler dan

kemudian berpindah ke

interstitial/intrasel secara seimbang

Contoh : NS,RL,G5,Ringerfundin

HIPERTONIS  Memiliki osmolaritas lebih tinggi daripada plasma (>340 mOsm/L).  Cairan-elektrolit intravaskuler
HIPERTONIS
HIPERTONIS

Memiliki osmolaritas lebih tinggi daripada plasma (>340 mOsm/L).

Cairan-elektrolit intravaskuler

Resiko terjadinya krenasi pd sel jika diberikan infus hipertonis secara cepat

Contoh : G5RL,G5NS,G5½NS,G10%,G40%,NaCl 3%,Manitol 10%

dari intrasel & interstitial tertarik ke dalam

kompartemen

CAIRAN KRISTALOID

CAIRAN KRISTALOID Tonis O s itas Nama Cairan Komposisi m Kal Indikasi Catatan Iso-

Tonis

Os

itas

Nama Cairan

Komposisi

m

Kal

Indikasi

Catatan

Iso-

Normal Saline (NaCl 0,9%)

Na + =154 Cl - =154

308

-

Resusitasi cairan, Diare, Luka Bakar, Gagal Ginjal

Resiko terjadinya oedem paru (dalam jumlah

tonis

 
 

Akut, Asidosis diabetikum

besar)

 

Ringer Laktat

Na + = 130-140, K + = 4-5, Ca 2+ = 2- 3, Cl - = 109-110, BE = 28-30,

273

-

Dehidrasi, Syok Hipovolemik, Syok Perdarahan, Asidosis metabolik, suplai ion bikarbonat

Hanya dimetabolisme di hepar. Dpt menyebabkan hiperkloremia & asidosis metabolik akibat akumulasi laktat

 

Laktat=28

 

Glucose 5%

Glukosa= 50 gr/L

278

200

hidrasi selama dan sesudah operasi, rumatan

Kontraindikasi :

 

hiperglikemia

perioperatif, restriksi natrium

 

Ringerfundin

Na + =145 , K + = 4, Ca ++ =5, Mg ++ =2, Cl - =109, Acetat = 24, Maleat= 5

309

-

Dehidrasi isotonis, DHF,

-

   

kasus braintrauma, syok

hemoragik,

 

Kaen 3A*/

Na + =50, Cl - =50, K + =10, Lactate 20, glukosa=27

290

108

Tridex 27A*

 

Rumatan cairan dan elektrolit (terutama Kalium) dengan asupan oral terbatas

 
 

Kaen 3B*/

Na + =50, Cl - =50, K + =20, Lactate 20, glukosa=27

290

108

 

Tridex 27B*

 

CAIRAN KRISTALOID

CAIRAN KRISTALOID Tonis itas Nama Cairan Komposisi (/L) Osm Kal Indikasi Catatan Hipo- Ringer

Tonis

itas

Nama Cairan

Komposisi (/L)

Osm

Kal

Indikasi

Catatan

Hipo-

Ringer Asetat

Na + =130 , K + = 4, Ca ++ =2,7-3, Cl - =108,7-127, Acetat = 28

273

-

Dehindrasi (syok hipovolemik dan asidosis)

Dapat memperburuk edema serebral

tonis

 

pada kondisi: diare, DHF,

luka bakar, syok hemoragik, trauma

 

NaCl 0,45%

Na + =77, Cl - =77

Pasien dg restriksi natrium

Rawan oedem anasarka

Hiper

Glukosa 10%

Glukosa= 100 gr/l

556

400

Suplai air dan karbohidrat secara parenteral pada penderita diabetik, kanker, sepsis dan defisiensi protein

Resiko hiperglikemia

tonis

 

NaCl 3%

Na + = 513,Cl - = 513

1026

-

Koreksi Natrium

 

Mannitol 20%

Glukosa= 200 gr/l

1228

-

Diuretik sistemik pd kasus

 

serebral edema

(menurunkan TIK) , sindrom TURP, menurunkan TIO pd Glaukoma,

 

Ka-EN MG3*/

Na + =50, K + =20, Cl - =50, Lactate - =20, Glucose=100 g

695

400

Asupan oral inadequate

-

Tridex 100*

 

(karena stroke), anoreksia pasien dg kanker, malnutrisi, meningitis, diabetik asidosis

RINGERFUNDIN

RINGERFUNDIN  Komposisi Ringerfundin (mEq/L) : Na = 145 , K= 4, Ca2+ = 5 ,
RINGERFUNDIN  Komposisi Ringerfundin (mEq/L) : Na = 145 , K= 4, Ca2+ = 5 ,

Komposisi Ringerfundin (mEq/L) : Na =

145 , K= 4, Ca2+ = 5 , Mg 2+= 2, Cl- =

127, Acetat = 24, dan Maleat= 5.

Cairan

isotonis

full

balance

adapted

menyerupai human plasma.

Acetat dan Maleat diabsorbsi di seluruh

organ

pemakaian oksigen sehingga aman digunakan untuk penderita gangguan

hati.

dan otot dengan minimun

LANJUTAN …………  Indikasi Penggunaan : 1. Menggantikan kehilangan cairan di ekstraseluler pada kasus dehidrasi

LANJUTAN …………

LANJUTAN …………  Indikasi Penggunaan : 1. Menggantikan kehilangan cairan di ekstraseluler pada kasus dehidrasi

Indikasi Penggunaan :

1. Menggantikan kehilangan cairan di

ekstraseluler pada kasus dehidrasi isotonis dimana Asidosis terjadi mendekati hampir Asidosis.

2. Dapat digunakan kepada pasien

neurotrauma

(Laktat) .

2. Dapat digunakan kepada pasien neurotrauma (Laktat) . ≠ edema brain 3. Tidak berbahaya terhadap neonatus.

≠ edema brain

3. Tidak berbahaya terhadap neonatus.

Nama Cairan : Ringerfundin®/ Sterofundin

TERAPI CAIRAN KRISTALOID A. Cairan Resusitasi pada Dehidrasi.  Cairan resusitasi pada pasien dehidrasi tergantung

TERAPI CAIRAN KRISTALOID

A. Cairan Resusitasi pada Dehidrasi.

Cairan resusitasi pada pasien dehidrasi tergantung derajat

dehidrasi.

Rumus cairan resusitasi = Derajat dehidrasi x kg BB

Derajat Dehidrasi

Dewasa

Anak

Dehidrasi ringan

4 %

4% - 5%

Dehidrasi Sedang

6%

5% -10 %

Dehidrasi Berat

8%

10% - 15%

Syok

15% - 20 %

15% - 20%

QUIZ 2

QUIZ 2 Contoh soal : Seorang laki-laki umur 35 tahun dengan BB: 50 kg menderita peritonitis

Contoh soal :

Seorang laki-laki umur 35 tahun dengan BB: 50 kg

menderita peritonitis dan mengalami dehidrasi berat.

Bagaimana resusitasi cairan ?

Maka cairan yang dibutuhkan :

Derajat dehidrasi x kg BB

= 15 % x 50 = 7,5 liter

= 7500 cc.

TERAPI CAIRAN KRISTALOID Teknik pemberian cairan: 1. 50 % dari total cairan ( 3750 cc

TERAPI CAIRAN KRISTALOID

TERAPI CAIRAN KRISTALOID Teknik pemberian cairan: 1. 50 % dari total cairan ( 3750 cc )

Teknik pemberian cairan:

1. 50 % dari total cairan ( 3750 cc ) diberikan

dalam 8 jam pertama. Sisanya 50% dari total cairan (3750 cc) diberikan dalam 16 jam berikutnya.

2. Agar ganguan hemodinamik cepat teratasi

maka 1 jam pertama diberikan 20 mL/kgBB, maka dalam 1 jam pertama diberikan 20 mL x

50 kg = 1000 mL.

LANJUTAN …………

LANJUTAN ………… Cairan resusitasi dikatakan berhasil bila: a. MAP = Mean Arterial Pressure : ≥ 65

Cairan resusitasi dikatakan berhasil bila:

a.MAP = Mean Arterial Pressure : ≥ 65 mmHg

b.CVP = Central Venous Pressure : 8-12 mmHg

c.Urine Output : ≥ 0,5 mL/ kgBB/jam

d.Central Venous (vena cava superior) atau Mixed Venous

e.Oxygen Saturation ≥ 70%.

f.Status mental normal

TERAPI CAIRAN KRISTALOID B. Cairan Pre-operatif Cairan yang diberikan kepada pasien yang akan mengalami tindakan

TERAPI CAIRAN KRISTALOID

B. Cairan Pre-operatif Cairan yang diberikan kepada pasien yang akan mengalami tindakan operasi dan cairan penganti puasa. Rumus : Kebutuhan cairan x kg BB/ 24 Jam

Contoh soal :

Pasien dengan BB 60 kg, dan pasien tersebut puasa selama 8 jam,

Maka cairan pengganti puasa adalah sebagai berikut:

Kebutuhan cairan x kg BB/ 24 jam (50 cc x 60 kg BB) = 3000 cc/24 jam Kebutuhan cairan/Jam = 125 cc/ jam.

GANGGUAN CAIRAN, ELEKTROLIT DAN ASAM BASA  Gangguan cairan, elektrolit dan asam basa pada perioperatif

GANGGUAN CAIRAN, ELEKTROLIT

DAN ASAM BASA

Gangguan cairan, elektrolit dan asam basa pada

perioperatif :

cairan, elektrolit dan asam basa pada perioperatif : 1. 2. 3. 4. 5. Hiperkalemia Asidosis Metabolik

1.

2.

3.

4.

5.

Hiperkalemia Asidosis Metabolik Alkalosis Metabolik Asidosis Respiratorik Alkalosis Respiratorik

TERAPI CAIRAN KRISTALOID C. Cairan Durante Operasi ada 3 yaitu: 1. Cairan pengganti puasa :

TERAPI CAIRAN KRISTALOID

C. Cairan Durante Operasi ada 3 yaitu:

CAIRAN KRISTALOID C. Cairan Durante Operasi ada 3 yaitu: 1. Cairan pengganti puasa : 2 mL/kgBB/jam

1. Cairan pengganti puasa : 2 mL/kgBB/jam

2. Menganti cairan akibat perdarahan

EBV = kgBB x EBV x Jumlah perdarahan (%)

Volume cairan kristaloid dibutuhkan 3x dari

volume cairan koloid dan darah.

EBV = Estimasi Blood Volume

LANJUTAN ……… C. Cairan Durante Operasi ada 3 yaitu : 3. Cairan maintenance selama operasi

LANJUTAN ………

C. Cairan Durante Operasi ada 3 yaitu :

LANJUTAN ……… C. Cairan Durante Operasi ada 3 yaitu : 3. Cairan maintenance selama operasi Jenis

3. Cairan maintenance selama operasi

Jenis operasi

Dewasa

Anak

Besar

8

mL/kgBB/jam

6

mL/kgBB/jam

Sedang

6 mL/kgBB/jam

4 mL/kgBB/jam

Kecil

4

mL/kgBB/jam

2

mL/kgBB/jam

Rumus : : KgBB x Jenis Operasi / Jam

QUIZ 3 Seorang pasien dengan diagnosa Fraktur Femur Dextra dan akan dilakukan operasi pleting femur

QUIZ 3

QUIZ 3 Seorang pasien dengan diagnosa Fraktur Femur Dextra dan akan dilakukan operasi pleting femur dextra

Seorang pasien dengan diagnosa Fraktur

Femur Dextra dan akan dilakukan operasi pleting femur dextra selama 3 jam. BB:70 kg,

TD: 90/70mmHg, Nadi: 100 x/menit . Berapa

kebutuhan cairan selama maintenance operasi ? Maka kebutuhan cairan= kgBB x Jenis Operasi / Jam

= 70 Kg x 6 cc x 3 jam

= 1260 cc selama 3 jam.

TERAPI CAIRAN KRISTALOID D. Cairan pada luka bakar menurut Formula Baxter.  Total Cairan :

TERAPI CAIRAN KRISTALOID

D. Cairan pada luka bakar menurut Formula Baxter.

KRISTALOID D. Cairan pada luka bakar menurut Formula Baxter.  Total Cairan : 4 cc x

Total Cairan : 4 cc x kgBB x LLB

1. derajat ringan : LLB < 15 %

2. derajat sedang : LLB 10 15%

3. derajat berat : LLB > 20 %

Berikan 50% dari total cairan dalam 8

jam pertama dan sisanya dalam 16 jam berikutnya.

LANJUTAN ………. Contoh soal: Pasien dengan BB: 60 kg mengalami luka bakar derajat sedang. Berapa

LANJUTAN ……….

LANJUTAN ………. Contoh soal: Pasien dengan BB: 60 kg mengalami luka bakar derajat sedang. Berapa cairan

Contoh soal:

Pasien dengan BB: 60 kg mengalami luka

bakar derajat sedang. Berapa cairan

yang dibutuhkan ?

Maka cairan yang dibutuhkan adalah =

4 cc x 60 kg x 15

Cairan yang diperlukan = 3600 cc

1800 cc 8 jam pertama,

1800 cc 16 jam berikutnya

CAIRAN KOLOID 56
CAIRAN KOLOID 56
CAIRAN KOLOID 56

CAIRAN KOLOID

56

CAIRAN KOLOID 56

CAIRAN KOLOID

Koloid adalah:

CAIRAN KOLOID  Koloid adalah: a. cairan yang mengandung albumin dalam plasma, b. tinggal dalam intravaskuler

a. cairan yang mengandung albumin dalam plasma,

b. tinggal dalam intravaskuler cukup lama (waktu tinggal 3-6 jam )

c. volume yang diberikan sama dengan volume darah.

d.memiliki sifat protein plasma sehingga cenderung tidak keluar

dari membran

Koloid

harus dipantau sebab dapat berakibat

overload cairan karena koloid akan memperluas kedalam intravascular

lebih besar daripada jumlah cairan infus sehingga dapat menyebabkan Decompesatio Cordis (payah jantung).

dalam

pemberian

Contoh

cairan

koloid

:

Dextran, dan Gelatin,

Gelofusine,

HES

(Hydroxyetyl

Starches),

JENIS CAIRAN KOLOID

JENIS CAIRAN KOLOID KOLOID Non Protein Protein Human Serum Cairan Gelatin Starches : Dextran : gelofusine
KOLOID Non Protein Protein Human Serum Cairan Gelatin Starches : Dextran : gelofusine ( Gelafundin
KOLOID
Non
Protein
Protein
Human Serum
Cairan Gelatin
Starches :
Dextran :
gelofusine
( Gelafundin ,
Hemohes 6 %
Dextran 40 in NS ,
Lipofundin )
Hemohes 10% ,
Pentastarch 10 %
dextran 70 % in D5 %
JENIS CAIRAN KOLOID ● Berdasarkan hasil Penelitian SAFE Study bahwa : 1. Non Protein Colloids

JENIS CAIRAN KOLOID

Berdasarkan hasil Penelitian SAFE Study bahwa :

1. Non Protein Colloids :

Sebaiknya digunakan sebagai pilihan kedua pada pasien yang tidak respon terhadap Crystalloid.

Boleh digunakan dalam kasus kebocoran katub jantung atau edema peripheral.

Cairan Non Protein yang digunakan : Hemohes 6 %, Pentastarch

2. Protein Colloids :

Seharusnya digunakan sebagai pilihan ketiga setelah Non protein colloids.

Bagi pasien lanjut usia yang tidak dapat toleransi menerima cairan dalam jumlah besar.

Beberapa untuk kasus diare yang albumin < 2 gr/dl.

Pasien Nephrotic Syndrom

Transplantasi hati dengan albumin < 2,5 gr/dl

Pasien DSS dengan trombosit < 5 000 .

Cairan Protein yang digunakan : Gelofudine 4 %, Lipofundin.

PENGGUNAAN CAIRAN KOLOID  Berdasarkan hasil penelitian cairan koloid digunakan: 1. Resusitasi cairan pada penderita

PENGGUNAAN CAIRAN KOLOID

PENGGUNAAN CAIRAN KOLOID  Berdasarkan hasil penelitian cairan koloid digunakan: 1. Resusitasi cairan pada penderita

Berdasarkan hasil penelitian cairan koloid digunakan:

1. Resusitasi cairan pada penderita

dengan syok hemorragic sebelum

transfusi tersedia.

2. Resusitasi cairan pada

hipoalbuminemia berat, mis: luka bakar.

3. Pasien post op yang mengalami gangguan plasma darah

KOMPOSISI CAIRAN KOLOID Cairan Produksi Tipe Waktu Indikasi Koloid paruh Plasma Human Serum

KOMPOSISI CAIRAN KOLOID

Cairan

Produksi

Tipe

Waktu

Indikasi

Koloid

paruh

Plasma

Human

Serum consered

4-15 hari

a. Penganti volume

protein

plasma

Human albumin

b. Hipoproteinemia

c. Hemodilusi

Dextran

Leconostoc

D 60/70

6 jam

a. Hemodilusi

mesenteroid

b. Gangguan

B512

 

Mikrosirkulasi

(stroke)

Gelatin

Hidrolisis dari kolagen binatang

Modifien gelatin Urea linked Oxylopi gelatin

2-3 jam

Subsitusi volume

Starch

Hidrolisis

Hydroxyethyl

6 jam

a.

Subsitusi volume

asam dan

b. Hemodilusi

EO

PT. BBraun Medical Indonesia | Clinical Application Specialist | Page

61

 

ALBUMIN

ALBUMIN  Merupakan koloid alami dengan protein plasma 5% dan albumin manusia 5 dan 2,5% 
ALBUMIN  Merupakan koloid alami dengan protein plasma 5% dan albumin manusia 5 dan 2,5% 
ALBUMIN  Merupakan koloid alami dengan protein plasma 5% dan albumin manusia 5 dan 2,5% 

Merupakan koloid alami dengan protein plasma 5%

dan albumin manusia 5 dan 2,5%

Dapat digunakan pada kasus:

a.Pengganti volume plasma dan protein pada keadaan syok hipovolemia, hipoalbuminemia,

hipoproteinemia, operasi, trauma, cardiopulmonary

by pass, hiperbilirubinemia, gagal ginjal akut, pancreatitis, mediasinitis, selulitis luas dan luka

bakar, ARDS,

b.Pemberian Furosemide amp untuk menghindari

penimbunan Albumin dalam tubuh.

RUMUS ALBUMIN  Menghitung kebutuhan Albumin terhadap pasien : { (Albumin target - Albumin sekarang

RUMUS ALBUMIN

RUMUS ALBUMIN  Menghitung kebutuhan Albumin terhadap pasien : { (Albumin target - Albumin sekarang )
RUMUS ALBUMIN  Menghitung kebutuhan Albumin terhadap pasien : { (Albumin target - Albumin sekarang )

Menghitung kebutuhan Albumin terhadap

pasien : { (Albumin target - Albumin sekarang ) x BB (kg) x40 x 2
pasien :
{ (Albumin target - Albumin sekarang ) x BB (kg) x40 x 2 }
100

Nilai normal Albumin : 3,5 - 4,5 gr/dl.

TETRASPAN

TETRASPAN  Tersedia dalam larutan 6% dengan Osmolaritas 310 mOsm/L,  Pemberian 500 mL pada orang
TETRASPAN  Tersedia dalam larutan 6% dengan Osmolaritas 310 mOsm/L,  Pemberian 500 mL pada orang

Tersedia dalam larutan 6% dengan Osmolaritas 310 mOsm/L,

Pemberian 500 mL pada orang normal

46% akan dikeluarkan lewat urine dalam

waktu 2 hari. dan sisanya 54% dalam waktu 8 hari.

Mengembangkan volume plasma hingga

1,5 x dari vol yang diberikan dan

berlangsung selama 12 jam.

Digunakan sebagai cairan resusitasi pada penderita gawat.

LANJUTAN …………  Cepat dan dapat diandalkan untuk stabilitas hemodinamik  Zat tidak memberikan efek

LANJUTAN …………

LANJUTAN …………  Cepat dan dapat diandalkan untuk stabilitas hemodinamik  Zat tidak memberikan efek samping

Cepat dan dapat diandalkan untuk

stabilitas hemodinamik

Zat tidak memberikan efek samping

pada anak.

Tidak menimbulkan Asidosis Hipercloremic

Tidak menimbulkan efek negatif pada fungsi ginjal.

GELOFUSINE

GELOFUSINE  Komposisi : 4% succinylated atau modified fluid gelatin, sodiumhydroxide dan water for injection.
GELOFUSINE  Komposisi : 4% succinylated atau modified fluid gelatin, sodiumhydroxide dan water for injection.

Komposisi :

4%

succinylated atau modified fluid

gelatin, sodiumhydroxide dan water for

injection.

mengandung

Indikasi Gelofusin:

a. Pada pasien perioperatif, luka bakar

dan trauma.

b. Sebagai penganti plasma darah

sebelum transfusi darah tersedia.

c. Pasien yang DSS atau re-shock.

LANJUTAN ……………….  Reaksi Alergi dari Gelofusin menunjukkan gejala: 1. Kesulitan dalam menelan dan

LANJUTAN ……………….

LANJUTAN ……………….  Reaksi Alergi dari Gelofusin menunjukkan gejala: 1. Kesulitan dalam menelan dan

Reaksi Alergi dari Gelofusin menunjukkan gejala:

1. Kesulitan dalam menelan dan

bernafas.

2. Lokasi pada kulit pemasangan menujukkan kemerahan atau reaksi kulit sensitif

3. Mual

4. Pusing

5. Tekanan darah menurun.

PERBANDINGAN CAIRAN KRISTALOID DAN KOLOID Kristaloid Koloid Komposisi menyerupai plasma Ekspansi volume plasma

PERBANDINGAN CAIRAN KRISTALOID DAN KOLOID

Kristaloid

Koloid

Komposisi menyerupai plasma

Ekspansi volume plasma tanpa

(acetated ringer, lactated ringer)

disertai ekspansi volume interstisial

Mengantikan volume dan meningkatakan CO dan tekanan darah

Ekspansi volume lebih besar di bandingkan volume sama kristaloid

Bebas reaksi anafilaksis

Masa kerja lebih panjang

Bebas disimpan di suhu kamar

Oksigenasi jaringan lebih baik

Komplikasi minimal

Gradien alveolar arterial O 2 lebih sedikit

 

Insiden edema paru dan /atau edema sistemik lebih rendah.

RUMUS PENGHITUNGAN CAIRAN 1. TETESAN MAKRO (INTRAFIX ® SAFESET) a. Dalam tetes/menit Jumlah cairan yg

RUMUS PENGHITUNGAN CAIRAN

1. TETESAN MAKRO (INTRAFIX ® SAFESET) a. Dalam tetes/menit

MAKRO (INTRAFIX ® SAFESET) a. Dalam tetes/menit Jumlah cairan yg diberikan x faktor tetesan (20gtt) Lama
Jumlah cairan yg diberikan x faktor tetesan (20gtt) Lama pemberian x 60 “
Jumlah cairan yg diberikan x faktor tetesan (20gtt)
Lama pemberian
x 60 “

b. Dalam mL/jam

tetesan (20gtt) Lama pemberian x 60 “ b. Dalam mL/jam PT. BBraun Medical Indonesia | Clinical
SOAL KASUS Seorang pasien dewasa memerlukan rehidrasi 1000 mL infus RL dalam waktu empat jam.
SOAL KASUS Seorang pasien dewasa memerlukan rehidrasi 1000 mL infus RL dalam waktu empat jam.

SOAL KASUS

Seorang pasien dewasa memerlukan rehidrasi

1000 mL infus RL dalam waktu empat jam.

Berapa tetesan dalam mL/jam dan tetes/menit ?

a. Maka tetesan mL/jam = Volume total : jam = 1000 mL : 4 jam = 250 mL/jam.

b. dalam tetesan / menit =

Jumlah cairan x faktor tetesan (20 tts)

Lama pemberian x = 1000 cc x 20 tts

60„

= 83 tts/menit

4 jam x 60„

RUMUS PENGHITUNGAN CAIRAN 2. TETESAN MIKRO (INTRAFIX ® PEDIATRIC) Jumlah cairan yg diberikan x faktor

RUMUS PENGHITUNGAN CAIRAN

2. TETESAN MIKRO (INTRAFIX ® PEDIATRIC)

CAIRAN 2. TETESAN MIKRO (INTRAFIX ® PEDIATRIC) Jumlah cairan yg diberikan x faktor tetesan (60 gtt)
Jumlah cairan yg diberikan x faktor tetesan (60 gtt) Lama pemberian x 60 “
Jumlah cairan yg diberikan x faktor tetesan (60 gtt)
Lama pemberian x 60 “

Contoh soal:

Seorang pasien neonatus memerlukan rehidrasi dengan 250 ml infus dalam waktu 2 jam. Berapa tetesan /menit ? Jumlah cairan x faktor tetesan (60 tts) Lama pemberian x 60„ 250 mL x 60

2 x 60“

= 125 cc / menit.

PRODUK DARAH

PRODUK DARAH

PRODUK DARAH
DARAH • Pembagian darah terdiri dari : a.Plasma darah sebesar 55% b.Sel – sel darah

DARAH

DARAH • Pembagian darah terdiri dari : a.Plasma darah sebesar 55% b.Sel – sel darah sebesar

Pembagian darah terdiri dari :

a.Plasma darah sebesar 55%

b.Sel sel darah sebesar 45% yaitu : sel darah merah (eritrosit), sel darah putih

(leukosit) dan trombosit.

Jumlah volume darah: 5-7%BB , dimana

plasma 5% dan eritrosit 2%.

FUNGSI DARAH  Fungsi darah : a. Transportasi untuk respirasi, makanan, ekskresi dan regulasi. b.

FUNGSI DARAH

FUNGSI DARAH  Fungsi darah : a. Transportasi untuk respirasi, makanan, ekskresi dan regulasi. b.

Fungsi darah :

a.

Transportasi untuk respirasi,

makanan, ekskresi dan regulasi.

b.

Regulasi keseimbangan pH darah

c.

Mencegah pendarahaan

d.

Pertahanan tubuh (lekosit).

TRANSFUSI DARAH  Transfusi dapat mengunakan Whole blood dan Packed Red Cells  Whole blood

TRANSFUSI DARAH

TRANSFUSI DARAH  Transfusi dapat mengunakan Whole blood dan Packed Red Cells  Whole blood digunakan:

Transfusi dapat mengunakan Whole

blood dan Packed Red Cells

Whole blood digunakan: Pendarahaan

akut

Packed Red Cell :

a. Hb < 8 gr/dL

b. Perdarahaan hebat 10 mL/kg, pada 1 jam pertama

c. Perdarahaan > 5 mL/kg pada 3 jam

pertama.

KOMPONEN DARAH 1. Whole Blood  Digunakan hanya untuk penggantian volume  Meningkatkan dan mempertahankan

KOMPONEN DARAH

KOMPONEN DARAH 1. Whole Blood  Digunakan hanya untuk penggantian volume  Meningkatkan dan mempertahankan proses

1. Whole Blood

Digunakan hanya untuk penggantian volume

Meningkatkan dan mempertahankan proses pembekuan

Diberikan dalam waktu 2 sampai 4 jam

Masa hidup sampai 21 hari.

2. Packed Red Cells

- Meningkatkan massa sel darah merah

Mengandung sel darah merah dan trombosit sebagaian besar plasma di hilangkan.

Masa hidup 21 hari

LANJUTAN …………. 3. Washed cell  Digunakan bila kelebihan plasma dan antibodi tidak diperlukan 

LANJUTAN ………….

LANJUTAN …………. 3. Washed cell  Digunakan bila kelebihan plasma dan antibodi tidak diperlukan  Diberikan

3. Washed cell

Digunakan bila kelebihan plasma dan antibodi

tidak diperlukan

Diberikan dalam waku 2-4 jam

Harus diberikan dalam waktu 4 jam sesudah diproses (pencucian)

4. Transfusi Trombosit

Mengobati kelainan perdarahaan atau jumlah trombosit yang rendah

Diberikan secara cepat

Shelf life umumnya 6 sampai 72 jam

tergantung pada kebijakan pusat sumber

trombosit di peroleh.

TERAPI TRANSFUSI DARAH  Kebutuhan transfusi darah diberikan pada: a.orang dewasa : jika perdarahaan >

TERAPI TRANSFUSI DARAH

TERAPI TRANSFUSI DARAH  Kebutuhan transfusi darah diberikan pada: a.orang dewasa : jika perdarahaan > 15

Kebutuhan transfusi darah diberikan pada:

a.orang dewasa : jika perdarahaan > 15 % EBV

b.bayi dan anak : jika perdarahaan > 10% EBV

Jumlah darah di hitung berdasarkan Estimated

Blood Volume (EBV).

= 90 mL/KgBB = 80 mL/KgBB

EBV Anak + Dewasa = 70 mL/KgBB

Maka rumus EBV = KgBB x EBV X Jumlah

EBV Neonatus

EBV Bayi

Pendarahan (%).

PT. BBraun Medical Indonesia | Clinical Application Specialist | Page

78

TERAPI TRANSFUSI DARAH  Kebutuhan darah berdasarkan Hb a. darah WB = (Hb yang diinginkan

TERAPI TRANSFUSI DARAH

Kebutuhan darah berdasarkan Hb a. darah WB = (Hb yang diinginkan Hb sekarang)x BB (kg) x 6

b. darah PRC = (Hb yang diinginkan Hb sekarang) x BB (kg) x 3 c. darah FFP = (Hb yang diinginkan Hb sekarang ) x BB (kg) x 10

PT. BBraun Medical Indonesia | Clinical Application Specialist | Page

79

diinginkan – Hb sekarang ) x BB (kg) x 10 PT. BBraun Medical Indonesia | Clinical

QUIZ 4

QUIZ 4 1. Seorang pasien dengan diagnosa Fraktur Femur Dextra dan akan dilakukan operasi pleting femur

1. Seorang pasien dengan diagnosa Fraktur Femur Dextra dan akan dilakukan operasi pleting femur dextra selama 3 jam. BB:70 kg, TD:

90/70mmHg, Nadi: 100x/. Pasien mengalami pendarahaan sebesar 40%. Berapa kebutuhan darah yang dibutuhkan? Maka kebutuhan darah = KgBB x EBV X Jumlah Pendarahan (%)

= 70 Kg

= 1960 cc darah atau cairan koloid Dextran

x 70 mL x 40 %

Untuk cairan kristaloid = 3 x jumlah pendarahaan Maka cairan kristaloid = 3 x 1960 = 5880 cc.

.

PT. BBraun Medical Indonesia | Clinical Application Specialist | Page

80

QUIZ 5

QUIZ 5 2. Pasien masuk dengan pendarahaan berat dengan Hb: 4 gr/dl, BB pasien: 50 kg.

2. Pasien masuk dengan pendarahaan berat dengan Hb: 4 gr/dl,

BB pasien: 50 kg. Pasien rencana operasi dan Hb ingin di

naikkan menjadi 10 gr/dl. Pasien akan mendapat transfusi darah PRC. Berapa cc darah PRC yang di butuhkan?

Maka darah PRC= (Hb yang diinginkan- Hb sekarang)xBB(kg)x3 PRC = (10 4)x 50 kg x 3 = 900cc darah PRC.

PT. BBraun Medical Indonesia | Clinical Application Specialist | Page

81

PROSEDUR TRANSFUSI DARAH  Transfusi darah diberikan mengunakan blood set yang memiliki filter (penyaring) dengan

PROSEDUR TRANSFUSI DARAH

PROSEDUR TRANSFUSI DARAH  Transfusi darah diberikan mengunakan blood set yang memiliki filter (penyaring) dengan

Transfusi

darah diberikan mengunakan blood

set yang memiliki filter (penyaring) dengan

ukuran 170-200 µm untuk menyaring partikel debris dan bekuan fibrin.

Set Transfusi darah diganti setelah 1x 24 walaupun transfusi masih dilanjutkan.

jam

Set Transfusi darah tidak membutuhkan filter

udara

Royal College of Nursing (2005b) Right blood, right patient, right time, London: RCN. (III)

PT. BBraun Medical Indonesia | Clinical Application Specialist | Page

82

RUMUS TRANSFUSI DARAH (SANGOFIX ® ES) Jumlah darah yg ditransfusi x Faktor tetesan(20gtt) Lama waktu

RUMUS TRANSFUSI DARAH (SANGOFIX ® ES)

RUMUS TRANSFUSI DARAH (SANGOFIX ® ES) Jumlah darah yg ditransfusi x Faktor tetesan(20gtt) Lama waktu pemberian
Jumlah darah yg ditransfusi x Faktor tetesan(20gtt) Lama waktu pemberian x 60”
Jumlah darah yg ditransfusi x Faktor tetesan(20gtt)
Lama waktu pemberian x 60”

Contoh :

Pasien akan diberikan transfusi WB 1 kantong darah (350 cc) dalam waktu 4 jam.

Berapa kecepatan tetesan transfusi ?

Jumlah darah yg ditransfusi x faktor tetesan (20 tts)

Lama waktu pemberian x 60”

= 350 cc

x 20 tts

4 x 60”

= 29 tts /menit

PT. BBraun Medical Indonesia | Clinical Application Specialist | Page

83

KESIMPULAN 1. Klasifikasi cairan dibedakan atas 3 jenis yaitu Kristaloid , Koloid dan produk darah

KESIMPULAN

1. Klasifikasi cairan dibedakan atas 3 jenis yaitu Kristaloid , Koloid

dan produk darah yang masing-masing memiliki

kandungannya berbeda.

2. Indikasi pemberian cairan didasarkan pada kasus keadaan penyakit pasien dan tidak melupakan anamnese riwayat penyakit pasien.

3. Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit dapat

mempengaruhi fungsi fisiologis tubuh. Dalam tubuh manusia

air memiliki prosentasi yang besar dari berat badan manusia.

PT. BBraun Medical Indonesia | Clinical Application Specialist | Page

85

85

THANK YOU PT. BBraun Medical Indonesia | Clinical Application Specialist | Page 86
THANK YOU PT. BBraun Medical Indonesia | Clinical Application Specialist | Page 86
THANK YOU PT. BBraun Medical Indonesia | Clinical Application Specialist | Page 86

THANK YOU

PT. BBraun Medical Indonesia | Clinical Application Specialist | Page

86