Anda di halaman 1dari 12

TEORI AKUNTANSI | STRUKTUR TEORI AKUNTANSI

BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Dalam mendefinisikan akuntansi terdapat pandangan yang berbeda-beda. Pada
perkembangan saat ini akuntansi dapat kita definisikan dengan mengacu pada konsep
informasi. Akuntansi adalah aktivitas jasa. Fungsinya adalah menyediakan informasi
kuantitatif, terutama yang bersifat keuangan tentang entitas ekonomik yang
diperkirakan bermanfaat dalam pembuatan-pembuatan keputusan ekonomik, dalam
membuat pilihan antara alternative tindakan yang ada.
Para akuntan memliki pandangan yang berbeda-beda tentang proses akuntansi
dalam menguraikan perbedaan teori-teori akuntansi. Sebelum menguji pendekatanpendekatan tradisional dalam perumusan teori akuntansi, akan lebih baik apabila
dilakukan pengujian terhadap beberapa pandangan yang telah membentuk
perkembangan akuntansi keuangan.
Tujuan utama teori akuntansi adalah menyajikan suatu dasar dalam
memprediksikan dan menjelaskan perilaku serta kejadian-kejadian akuntansi. Teori
didefinisikan sebagai kumpulan gagasarn (konsep), definisi, dan dalil yang
menyajikan suatu pandangan sistematis tentang fenomena, dengan menjelaskan
hubungan antar variabel yang ada dan bertujuan untuk menjelaskan serta
memprediksikan fenomena tersebut.
B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa dan Bagaimana Elemen Struktur Teori Akuntansi?
2. Apa Tujuan Laporan Keuangan?
3. Apa dan Bagaimana Sifat Postulat Akuntansi?
C. TUJUAN MAKALAH INI DIBUAT
1. Untuk mengetahui Elemen Struktur Teori Akuntansi
2. Untuk mengetahui Tujuan Laporan Keuangan
3. Untuk mengetahui Sifat Postulat Akuntansi

BAB II
PEMBAHASAN

Page

TEORI AKUNTANSI | STRUKTUR TEORI AKUNTANSI

A. ELEMEN STRUKTUR TEORI AKUNTANSI


Struktur teori akuntansi merupakan elemen yang saling berkait yang menjadi
pedoman pengembangan teori dan penyusunan teknik-teknik akuntansi.
Elemen itu digambarkan dalam hierarki sebagai berikut:
1. Tujuan Laporan Keuangan

2a. Postulat Keuangan

2a. Konsep Teoritis


Akuntansi

2. Prinsip prinsip Akuntansi

4. Teknik teknik akuntansi


Pendekatan dan metodologi apapun yang digunakan dalam penyusunan teori
akuntansi, rerangka acuan yang dihasilkan didasarkan pada serangkaian elemen dan
hubungan yang mengatur pengembangan teknik akuntansi. Struktur teori akuntansi terdiri
dari beberapa elemen sebagai berikut :
1. Pernyataan tujuan laporan keuangan
2. Pernyataan postulat dan konsep teoritis akuntansi yang terkait dengan asumsiasumsi lingkungan dan sifat unit akuntansi. Postulat dan konsep teoritis
diturunkan dari pernyataan tujuan.
3. Pernyataan tentang prinsip-prinsip dasar yang didasarkan pada postulat dan
konsep teoritis.
4. Batang tubuh teknik-teknik akuntansi yang diturunkan dari prinsip-prinsip
akuntansi.
B. TUJUAN LAPORAN KEUANGAN
Tujuan laporan keuangan merupakan dasar awal dari struktur teori akuntansi. Banyak
pendapat tentang tujuan laporan keuangan ini, baik objek maupun penekanannya,
namun tujuan selama ini mendapat dukungan luas adalah bahwa laporan keuangan
bertujuan untuk memberikan informasi keuangan kepada para pemakainya untuk
dipakai dalam proses pengambilan keputusan. Standar akuntansi Indonesia misalnya
merumuskan tujuan laporan keuangan sebagai berikut!
Tujuan laporan keuangan adalah menyediakan informasi yang menyangkut
posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan

Page

TEORI AKUNTANSI | STRUKTUR TEORI AKUNTANSI

yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan


ekonomi.
C. SIFAT POSTULAT AKUNTANSI
Postulat akuntansi adalah pernyataan yang tidak memerlukan pembuktian atau
aksioma, berterima umum berdasarkan kesesuaiannya dengan tujuan laporan
keuangan, menggambarkan lingkungan ekonomi, politik, sosiologi dan hukum tempat
akuntansi beroperasi.
Konsep teoritis akuntansi adalah juga pernyataan yang tidak memerlukan
pembuktian atau aksioma, juga berterima umum berdasarkan kesesuaiannya dengan
tujuan.
Prinsip akuntansi adalah aturan keputusan umum, yang diturunkan baik dari
tujuan dan konsep teoritis akuntansi, yang mengatur pengembangan teknik-teknik
akuntansi. Teknik akuntansi adalah aturan spesifik yang diturunkan dari prinsip
akuntansi untuk memperlakukan transaksi atau peristiwa tertentu yang dihadapi oleh
entitas akuntansi.
1) POSTULAT-POSTULAT AKUNTANSI
POSTULAT ENTITAS
Akuntansi mengatur hasil operasi dari suatu entitas, yang terpisah dan
berbeda dari pemilik entitas. Postulat entitas menyatakan bahwa suatu unit
perusahaan merupakan unit akuntansi yang terpisah dari pemiliknya dan
perusahaan lain. Postulat merumuskan bidang perhatian akuntan dan
membatasi jumlah objek, peristiwa, dan atribut peristiwa yang dimasukkan ke
dalam laporan keuangan. Selain itu, Postulat juga memungkinkan akuntan
membedakan antara transaksi bisnis dan individu, yang dimasukkan dalam
laporan keuangan adalah transaksi perusahaan bukan transaksi pemilik
perusahaan. Dan tanggung jawab pelayanan manajemen berada pada
pemegang saham. Definisi lain entitas akuntansi adalah dalam kerangka
kepentingan ekonomi bagi berbagai pemakai, dan bukan aktivitas ekonomi
dan pengendalian administratif unit. Pendekatan ini lebih berorientasi pemakai

dari pada orientasi perusahaan.


POSTULAT KELANGSUNGAN USAHA
Postulat kelangsungan usaha menyatakan bahwa entitas akuntansi akan
terus beroperasi. Postulat ini berasumsi bahwa perusahaan tidak diharapkan
untuk dilikuidasi dalam masa yang akan datang yang dapat diketahui dari
sekarang atau bahwa entitas akan terus beroperasi untuk jangka waktu yang

tidak tertentu.
POSTULAT UNIK PENGUKUR
Page

TEORI AKUNTANSI | STRUKTUR TEORI AKUNTANSI

Postulat

unit

pengukur

menyatakan

bahwa

akuntansi

adalah

pengukuran dan proses mengkomunikasikan aktivitas perusahaan yang dapat


diukur dalam satuan moneter. Unit pertukaran dan pengukuran diperlukan
untuk mencatat transaksi perusahaan dengan cara yang seragam. Pengukur
umum yang dipilih dalam akuntansi adalah unit moneter. Kebertukaran

barang, jasa, dan modal diukur dalam satuan uang.


POSTULAT PERIODE AKUNTANSI
Meskipun postulat kelangsungan usaha menyatakan bahwa setiap
perusahaan akan tetap ada pada periode waktu yang tidak terbatas, namun
adakalanya pemakai meminta berbagai informasi tentang posisi keuangan dan
kinerja perusahaan untuk membuat keputusan jangka pendek. Dari hal tersebut
maka postulat periode akuntansi. menyatakan bahwa laporan keuangan

perusahaan seharusnya diiungkapkan secara periodik.


2) KONSEP-KONSEP TEORITIS AKUNTANSI
Teori Proprietari / Teori Kepemilikan
Menurut teori proprietary entitas sebagai agen, perwakilan atau
susunan melalui wirausahawan individual atau pengoperasi pemegang saham.
Sudut pandang kelompok pemilik sebagai pusat kepentingan terefleksi dalam
cara memelihara catatan akuntansi dan membuat laporan keuangan. Tujuan
utama teori proprietary adalah untuk menentukan dan menganalisis kekayaan

bersih pemilik, dengan persamaan akuntansi.


Aset Utang = Ekuitas Pemilik
Teori Entitas
Teori entitas memandang entitas sebagai sesuatu yang terpisah dan
berbeda dari pemilik modal. Unit bisnis memiliki sumber daya perusahaan dan
bertanggung jawab terhadap pemilik maupun kreditor. Menurut teori ini
persamaan akuntansinya adalah.
Aset = Ekuitas
Aset = Utang + Ekuitas Pemegang Saham

Teori Dana
Dalam teori dana kelompok aset dan kewajiban dan restriksi terkait
disebut dana yang mengatur penggunaan aset. Jadi teori dana memandang unit
bisnis terdiri atas sumber daya ekonomi (dana) serta kewajiban dan restriksi
terkait mengenai penggunaan sumber daya . Persamaan akuntansinys adalah.
Aset = Restriksi Aset
Teori dana berorientasi aset dalam pengertian bahwa fokus utamanya adalah
pada administrasi dan penggunaan aset secara memadai. Teori dana ini
Page

TEORI AKUNTANSI | STRUKTUR TEORI AKUNTANSI

terutama berguna untuk pemerintah dan organisasi nirlaba. Teori dana juga
relevan untuk organisasi laba yang menggunakan dana untuk aktivitas yang
bermacam-macam seperti dana pelunasan (sinking fund), akuntansi untuk
kebangkrutan dan perkebunan dan perwalian, akuntansi cabang atau
divisional, pemisahan aset dalam aset lancar atau tetap dan konsolidasi.
3) PRINSIP-PRINSIP AKUNTANSI
1. Prinsip Cost.
Menurut prinsip Cost, Cost pemerolehan (acquisition) atau Cost
historis merupakan dasar penilaian yang memadai untuk mengakui
pemerolehan semua barang dan jasa, expenses, Cost, dan ekuitas. Dengan kata
lain, itek dinilai dengan harga pertukaran pada saat barang tersebut dibeli dan
dicatat dalam laporan keuangan pada nilai atau porsi amortisasi nilai barang.
Cost menunjukkan harga pertukaran atau imbalan moneter yang diberikan
untuk memperoleh barang atau jasa. Jika imbalan terdiri dari aset nonmoneter, harga pertukaran adalah ekuivalen kas atas aset atau jasa yang
diterima. Prinsip Cost dapat diterapkan dalam pengukuran utang dan modal.
Prinsip Cost dijustifikasi oleh postulat objektivitas dan postulat kelangsungan
usaha. Cost perolehan adalah objektif di mana informasi yang dihasilkan dapat
diuji kebenarannya. Postulat kelangsungan usaha mengasumsikan bahwa
entitas akan meneruskan usahanya, aktivitasnya secara tak terbatas, sehingga
mengeliminasi perlunya menggunakan nilai sekarang atau nilai likuidasi untuk
penilaian aset.
2. Prinsip Revenue
1. Sifat-sifat komponen revenue
Revenue dapat interpretasikan sebagai
o Aliran masuk aset bersih yang berasal dari penjualan barang
atau jasa.
o Aliran keluar barang atau jasa dari perusahaan kepada
pelanggan
o Produk perusahaan yang dihasilkan dari penciptaan barang atau
jasa oleh perusahaan selama periode waktu tertentu.
Terdapat perbedaan interprestasi atas sifat revenue disebabkan adanya
perbedaan pandangan tentang apa yang seharusnya masuk sebagai
revenue.pandangan revenue yang komprehensif memasukkan semua
hasil dari aktivitas bisnis dan investasi. Revenue dianggap sebagai
semua perubahan dalam aset bersih yang berasal dari aktivitas

Page

TEORI AKUNTANSI | STRUKTUR TEORI AKUNTANSI

penghasil revenue dan keuntungan atau kerugian yang berasal dari


penjualan aset tetap dan investasi. Sedangkan pandangan yang lebih
sempit tentang revenue hanya memasukkan hasil yang berasal dari
aktivitas penghasil revenue dan mengeluarkan penghasilan investasi
dan keuntungan dan kerugian dari pelepasan aset tetap.
2. Pengukuran revenue
Revenue diukur dalam pengertian nilai pertukaran produk atau
jasa dalam sebuah transaksi yang lugas. Terdapat dua interpretasi
revenue yang muncul dari konsep revenue ini :
a. Potongan tunai dan berbagai pengurangan dalam harga tetap,
seperti kerugian piutang yang tidak tertagih, memerlukan
penyesuaian untuk menghitung ekuivalen kas bersih yang
sesungguhnya atau nilai diskontoan sekarang atas klaim uang
dan secara konsekuen harus dikurangkan ketika harus
menghitung revenue
b. Untuk transaksi non-kas, nilai pertukaran sama dengan nilai
pasar yang wajar barang/jasa yang diberikan atau diterima,
mana yang lebih mudah dan jelas menghitungnya.

3. Waktu pengakuan revenue.


Umumnya diakui bahwa revenue dan income yang diperoleh
dalam semua tahap siklus operasi. Namun karena ada kesulitan
mengalokasikan revenue dan income ke tahap yang berbeda dari suatu
siklus operasi, akuntan menggunakan prinsip realisasi untuk memilih
sebuah peristiwa kritis dalam siklus untuk waktu pengakuan revenue
dan income. Kriteria spesifik pengakuan revenue dan income adalah :
o Diperoleh (earned ), dalam satu atau beberapa pengertian
o Dalam bentuk yang dapat didistribusikan
o Hasil atas konversi yang timbul dari transaksi antara
o
o
o
o

perusahaan dan pihak eksternal


Hasil dari penjualan yang sah atau proses serupa
Dipotong dari modal
Dalam bentuk aset lancer
Dampak kotor dan bersih pada ekuitas pemegang saham harus
dapat diestimasi dengan tingkat reliabilitas tinggi

Page

TEORI AKUNTANSI | STRUKTUR TEORI AKUNTANSI

Secara umum revenue diakui dengan dasar akrual atau dasar peristiwa
kritis. Dasar peristiwa kritis untuk pengakuan revenue dipicu oleh
peristiwa krusial dalam siklus operasi. Peristiwa tersebut mungkin
adalah :
o Saat terjadinya penjualan
o Penyelesaian produksi
o Penerimaan pembayaran untuk penjualan berikutnya
Dasar penjualan untuk pengakuan revenue dibenarkan karena :
o Harga produk dapat diketahui dengan pasti
o Pertukaran telah diakhiri dengan pengiriman barang, sehingga
diperoleh pengetahuan yang obyektif akan Cost yang terjadi.
o Dalam artian realisasi, penjualan merupakan peristiwa krusial
Dasar penyelesaian produksio untuk pengakuan revenue dapat
dibenarkan ketika pasar stabil dan harga stabil tersedia untuk
komoditi standar.
Dasar pembayaran untuk pengakuan revenue dibenarkan ketika
penjualan akan dilakukan dan ketika pengakuan akurat yang memadai
tidak dapat diberlakukan untuk produk yang ditransfer.
3. Prinsip Penandingan
Prinsip penandingan menyatakan bahwa ekpenses harus diakui pada periode
yang sama dengan revenue. Revenue diakui dalam periode tertentu sesuai
dengan prinsip revenue, dan expenses yang terkait kemudian diakui. Secara
operasional, terdapat proses dua tahap untuk akuntansi expenses. Pertama kos
dikapitalisir sebagai aset yang menggambarkan sekumpulan jasa atau manfaat
potensial. Kedua, setiap aset dihapus sebagai expenses untuk mengakui
proporsi jasa potensial aset yang telah dipakai untuk menghasilkan revenue
selama periode tertentu. Jadi, akuntansi akrual lebih ditunjukkan oleh prinsip
penandingan dalam artian kapitalisasi dan alokasi dibanding akuntansi kas.
Hubungan antar revenue dan expenses tergantung pada satu dari empat
kriteria:
o Penandingan langsung kos yang telah terpakai dengan revenue
o Penandingan langsung kos yang telah terpakai dengan periodenya
o Alokasi kos selama periode yang mendapatkan manfaat.
o Menjadikan expenses semua kos lain dalam periode terjadinya, kecuali
jika dapat ditunjukkan bahwa masih memiliki manfaat di masa
mendatang.
4. Prinsip Objektivitas

Page

TEORI AKUNTANSI | STRUKTUR TEORI AKUNTANSI

Kegunaan informasi keuangan tergantung pada tingkat reliabilitas prosedur


pengukuran yang digunakan. Karena menjamin reliabilitas maksimum adalah
sangat sulit, akuntan telah menggunakan prinsip objektivitas untuk
menjustifikasi pemilihan prosedur pengukuran yang digunakan.
5. Prinsip Konsistensi
Prinsip konsistensi menyatakan bahwa peristiwa ekonomi yang serupa
seharusnya dicatat dan dilaporkan secara konsisten dari periode ke periode.
Prosedur akuntansi yang sama akan diterapkan serupa sepanjang waktu.
Namun prinsip konsistensi tidak menghalangi perusahaan mengubah prosedur
akuntansi ketika hal tersebut dapat dibenarkan dengan perubahan keadaan,
atau jika prosedur alternatif lebih baik. Perubahan yang dapat menjustifikasi
perubahan prosedur adalah:
a. Perubahan dalam prinsip akuntansi
b. Perubahan dalam estimasi akuntansi
c. Perubahan dalam entitas akuntansi
6. Prinsip Pengungkapan Penuh
Terdapat konsesus umum dalam akuntansi bahwa terdapat pengungkapan data
akuntansi yang penuh (full), wajar (fair) dan cukup (adquate). Pengungkapan
penuh mensyaratkan bahwa laporan keuangan didesain dan dibuat untuk
menggambarkan secara akurat peristiwa ekonomi yang telah mempengaruhi
perusahaan untuk suatu periode dan memuat informasi yang memadai untuk
membuat laporan berguna dan tidak menyesatkan bagi rata-rata investor.
7. Prinsip Konsevatisme
Prinsip konsevatisme merupakan prinsip pengecualian atu modifikasi dalam
artian bahwa prinsip tersebut bertindak sebagai batasan untuk penyajian data
akuntansi yang relevan dan reliabel. Prinsip konservatisme menyatakan bahwa
ketika memilih diantara dua atau lebih teknik akuntansi yang dapat diterima,
maka preferensinya adalah memilih yang paling kecil dampakya terhadap
ekuitas pemegang saham.
8. Prinsip Materialitas
Prinsip materialitas merupakan prinsip pengecualian atau modifikasi seperti
halnya koservatisme. Prinsip ini menyatakan bahwa transaksi dan peristiwa
yang tidak memiliki dampak ekonomi signifikan dapat diatasi dengan cara
yang paling tepat. Meterialitas berlaku sebagai petunjuk implisit bagi akuntan
dalam artian apa yang seharusnya diungkapkan dalam laporan keuangan,
memungkinkan akuntan untuk memutuskan apa yang tidak penting atau apa

Page

TEORI AKUNTANSI | STRUKTUR TEORI AKUNTANSI

yang tidak menjadi masalah dalam pencatatan Cost, keakuratan laporan


keuangan, dan relevansinya bagi pengguna.
9. Prinsip Keseragaman dan Komparabilitas
Prinsip kopsistensi mengacu pada penggunaan prosedur yang sama untum
item-item yang terkait dengan perusahaan tertentu antar waktu. Prinsip
keseragaman merujuk pada penggunaan prosedur yang sama oleh perusahaan
yang berbeda. Tujuan yang diinginkan adalah mencapai komparabilitas
laporan keuangan dengan mengurangi keanekaragaman yang tercipta karena
penggunaan prosedur akuntansi yang berbeda oleh perusahaan yang berbeda.
4) KERANGKA DASAR AKUNTANSI KEUANGAN MENURUT PSAK
Kerangka dasar Akuntansi Laporan Keuangan ini sebenarnya diambil
sepenuhnya dari international Accounting Standard Committee dengan judul
Framework for the Preparation and Presentation of Financial statements (IASC).
Kerangka dasar ini mencakup:
1. Tujuan laporan keuangan
2. Asumsi dasar
3. Karakteristik kualitas informasi
4. Pengakuan dan pengukuran
5. Konsep dan pemeliharaan modal
Tujuan laporan keuangan adalah menyediakan informasi yang menyangkut posisi
keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat
bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi.
Asumsi dasar dari laporan keuangan menurut PSAK ini adalah sebagai berikut:
1. Dasar akrual, laporan keuangan menyajikan semua transaksi yang terjadi
sesuai peristiwanya, hak dan kewajiban yang melekat didalamnya bukan
hanya melihat transaksi yang melibatkan kas.
2. Kelangsungan usaha, laporan keuangan dianggap menggambarkan perusahaan
atau entitas yang memang di masa depan tidak akan melakukan likuidasi
seluruhnya atas sebagian.
Karakteristik Kualitas, ini dimaksudkan untuk meningkatkan manfaat informasi yang
disajikan dalam laporan keuangan sehingga lebih berguna bagi para pemakainya.
Adapun karakteristik kualitas laporan keuangan ini adalah:
1. Dapat dipahami
2. Relevan
3. Materialitas
4. Keandalan tidak menyesatkan
5. Penyajian jujur
6. Substansi mengungguli form (dokumen)
7. Netralitas
8. Pertimbangan sehat

Page

TEORI AKUNTANSI | STRUKTUR TEORI AKUNTANSI

9. Kelengkapan
10. Dapat dibandingkan
Pengakuan berarti proses pembentukan suatu pos yang memenuhi definisi unsur serta
kriteria pengakuan yang sesuai dengan standar akuntansi dalam laporan neraca dan
laba-rugi, yaitu:
1. Ada kemungkinan manfaat ekonomi yang berkaitan dengan pos tersebut akan
mengalir dari atau ke dalam perusahaan
2. Pos tersebut mempunyai nilai atau biaya yang dapat diukur dengan andal
Pengukuran adalah proses penetapan jumlah uang untuk mengakui dan memasukkan
setiap unsur laporan keuangan dalam neraca atau laporan laba-rugi. Metode
pengukuran yang dikenal adalah:
1. Biaya historis
2. Biaya kini
3. Nilai realisasi
4. Nilai sekarang
Konsep dan pemeliharaan modal, ada dua konsep pemeliharaan modal yaitu sebagai
berikut:
1. Pemeliharaan modal keuangan
Menurut konsep ini baru disebut laba jika jumlah aktiva financial bersih pada
akhir periode setelah melebihi jumlah financial aktiva bersih pada awal
periode setelah memasukkan kembali setiap distribusi dari dan kepada
pemilik.
2. Pemeliharaan modal fisik
Menurut konsep ini hanya bisa disebut laba jika kapasitas produksi fisik atau
kemampuan usaha fisik pada akhir periode melebihi kapasitas produktif fisik
pada awal periode setelah memasukkan kembali distribusi dari dan kepada
pemilik selama periode itu.
Beberapa hal yang perlu diketahui dari laporan keuangan menurut PSAK adalah
sebagai berikut:
1. Laporan keuangan bersifat umum bukan tujuan khusus misalnya untuk tujuan
perpajakan, prospektus, dan sebagainya.
2. Pemakai laporan keuangan adalah: investor, karyawan, pemberi pinjaman,
pemasok dan kreditor usaha lainnya pelanggan, pemerintah, dan dan
masyarakat.
3. Kendala yang selalu dihadapi dalam menyajikan informasi yang andal dan
relevan adalah masalah ketepatan waktu dan menjaga keseimbangan antara
biaya dan manfaat penyajian informasi.

Page

TEORI AKUNTANSI | STRUKTUR TEORI AKUNTANSI

BAB III
KESIMPULAN
Aturan dan teknik akuntansi yang ada didasarkan pada pondasi teori akuntansi.
Pondasi ini dibentuk dari elemen-elemen hirarki yang berfungsi sebagai kerangka acuan atau
struktur teoritis. Pendekatan dan metodologi apapun yang digunakan dalam penyusunan teori
akuntansi, rerangka acuan atau struktur teori yang dihasilkan didasarkan pada serangkaian
elemen dan hubungan yang mengatur pengembangan teknik akuntansi. Struktur teori
akuntansi terdiri dari beberapa elemen sebagai berikut:
1. Pernyataan tujuan laporan keuangan
2. Pernyataan postulat dan konsep teroritis akuntansi yang terkait dengan asumsiasumsi lingkungan dan sifat unit akuntansi. Postulat dan konsep teoritis
diturunkan dari pernyataan tujuan
3. Pernyataan tentang prinsip-prinsip dasar yang didasarkan pada postulat dan
konsep teroritis
4. Batang tubuh teknik-teknik akuntansi yang diturunkan dari prinsip-prinsip
akuntansi
Pemahaman terhadap elemen-elemen ini dan hubungan teori akuntansi menjamin
pemahaman terhadap alasan balik praktik aktual dan masa mendatang. Laporan keuangan
yang disajikan dalam laporan akuntansi formal semata-mata merupakan refleksi penerapan
struktur teori akuntansi. Perbaikan isi dan format laporan keuangan berkaitan dengan
perbaikan struktur teoritis akuntansi. Agenda terpentint dari badan-badan akuntansi
seharusnya adalah penyusunan elemen-elemen teori akuntansi yaitu tujuan akuntansi, postulat
lingkungan, konsep teoritis prinsip akuntansi.

Page

TEORI AKUNTANSI | STRUKTUR TEORI AKUNTANSI

DAFTAR PUSTAKA
Harahap Sofyan Syafri, TEORI AKUNTANSI EDISI REVISI, Rajawali Press
Sumber lain:

http://www.google.com//strukturteoriakuntansi

Page