Anda di halaman 1dari 3

Pada praktikum in dilakukan formulasi sediaan tablet dengan kndungan zat aktif parasetamol 500

mg. formulasi umum sedian tablet terdiri atas zat aktif, pengikat (binding), penghancur (desintegrant),
lubricant (pelicin) , pelincir (glidant) dan pengisi (filling). Praktikum ini bertujuan agar mahasiswa dapat
membuat sediaan formulasi tablet parasetamol metode granulasi basah dan dapat menguji dan
mengevaluasi granul
Evaluasi granul dilakukan untuk menentukan sifat-sifat granul yang dapat memberikan gambaran
kepada kita tentang sifat tablet yang akan terentuk sehingga kita dapat melakukan antisipasi untuk
menghasilkan tablet yang baik.
Granulasi merupakan proses peningkatan ukuran partikel dengan cara melekatkan partikelpartikel sehingga bergabung dan membentuk ukuran yang lebih besar . Pada tahap ini dilakukan
pencampuran larutan pengikat dengan serbuk yang sudah di mixing pada proses mixing untuk
membentuk massa basah. Larutan pengikat kemudian ditambahkan sedikit demi sedikit ke dalam
campuran bahan sambil diaduk. Proses granulasi bertujuan untuk :
a.Menghasilkan bentuk struktural yang diperlukan.
b.Mempersiapkan kuantitas tertentu dari bahan untuk diolah dengan peningkatan sifat aliran untuk
penakaran (ke dalam alu kempa) dan pengempaan menjadi tablet.
c.Meningkatkan tampilan produk.
d.Mengurangi kemungkinan terjadinya cacking.
e.Meningkatkan bobot jenis ruahan untuk penyimpanan dan bahan untuk dikempa.
f.Membentuk dan menyediakan campuran yang tidak memisah (nonsegregating) dimana idealnya
terbentuk distribusi komponen kunci (bahan aktif) secara uniform.
g.Mengendalikan kelarutan dan profil disolusi.
h.Mengontrol porositas, kekerasan, rasio luas permukaan terhadap volume dan ukuran partikel. (Goeswin
Agoes, halaman : 226)
Pengujian granul terdiri atas pengujian kadar air, laju alir, sudut diam, kemampatan
(r%), kompresibilitas (c%) dan granulometri
1.Uji kadar air
Susut pengeringan diukur dengan alat Moisture Balance. Kadar air yang baik untuk
granul tablet adalah >2 %.. berdasarkan data diperoleh kadar air 1,86%
2. Sifat alir granul
Sifat alir granul memegang peranan penting dalam pembuatan tablet. Apabila
granul mudah mengalir, tablet yang dihasilkan mempunyai keseragaman bobot
yang baik. Faktor-faktor yang menentukan sifat alir serbuk/granul adalah :
kerapatan jenis, porositas, bentuk partikel, ukuran partikel, kondisi percobaan dan
kandungan lembab. Sifat alir serbuk dapat ditetapkan dengan dua macam cara :
a. Metode langsung
Dengan mengukur secara langsung kecepatan alir sejumlah serbuk.
b. Metode tidak langsung (uji sudut diam)
Dengan mengukur parameter sudut diam, atau dengan metode pengetapan.
Pengukuran sifat alir granul dengan metode corong dipengaruhi oleh beberapa
kondisi pengamatan berikut :
a. Berat granul
b. Ukuran partikel granul

c. Diameter corong (atas dan bawah)


d. Panjang tangkai corong
e. Cara penuangan sampel
f. Pengaruh getaran luar
Penentuan sifat alir bahan serbuk atau granul diantaranya dapat dilakukan dengan
cara melakukan pengukuran sudut diam dan waktu alir. Sudut diam adalah sudut
yang dibentuk oleh tumpukan serbuk terhadap bidang datar setelah serbuk
tersebut mengalir secara bebas melalui suatu celah sempit. Alat yang biasa
digunakan adalah corong. Semakin kecil sudut diam maka semakin mudah serbuk
tersebut mengalir.
Selain sudut diam, waktu alir dapat digunakan untuk menentukan sifat alir serbk
atau granul. Waktu alir adalah waktu yang dibutuhkan untuk mengalir dari sejumlah
granul melalui lubang corong yang diukur adalah sejumlah zat yang mengalir dalam
suatu tertentu. Semakin baik sifat alirnya maka akan semakin cepat waktu yang
diperlukan untuk mengalirkan sejumlah berat tertentu serbuk atau granul. Sudut
diam dapat diukur dengan mengamati tinggi kerucut yang terbentuk (h cm) di atas
alas dengan diameter tertentu (d cm). Besar sudut diam dapat dihitung sebagai
berikut :
Tg=
= sudut diam
h = tinggi kerucut tumpukan serbuk
D = diameter tumpukan serbuk
Umumnya granul dikatakan mengalir baik (free flowing) apabila sudut diamnya
labih kecil dari 25. Jika sudut diam lebih besar dari 25, pada saat pentabletan akan
detemui kesulitan. Berdasarkan data pengamatan laju alir 3,18 g/detik < 10 g/detik
(laju alir sukar) dan sudut diam 51,56 >25 (laju alir sukar).
Uji Kompresibilitas dan kemampatan
kompresibilitas adalah kemampuan granul tetap kompak dengan adanya tekanan,
rasio hausner dapat dihubungkan dengan kerapatan, rasio hausner adalah
kerapatan serbuk (porositas) dinyatakan dalam persen. Untuk rasio hausner <1,25
mengindikasikann aliran yg baik dan >1,5 mengindikasikan aliran yang kurang baik.
Berdsrkan data pngmtan diperoleh kdr/prsen pmdatan 28% (aliran kurang baik) dan
% komprsblts 12,96% (kategori baik).
Granulometri adalah analisis ukuran dan repartisi granul (penyebaran ukuran
granul-granul) dalam melakukan analisis granulometri digunakan susunan pengayak
dengan berbagai ukuran mesh terbesar diletakan berurut hingga mesh paling kecil.
(20,40,50,80)
Tujuan granulometri adalah untuk melihat keseragaman dari ukuran granul.
Diharapkan ukuran granul tidak terlalu berbeda syarat fines (serbuk halus <20%).
Berdasarkan kurva pada lampiran tidak membentuk seperti parabola ini

mengindikasikan granul/fines tidak terdistribusi secara normal dan merata dapat


dilihat pada mesh 20 yang merupakan mesh terbesar masih tertinggal 86,91%
kemudian pada mesh 40,50 dan 80 serta penampung persentasinya tdk merata dan
penyimpangan atau nilai selisihnya sangat jauh meskipun <20% sehingga dapat
dsmpulkan bahwa repartisi granul (pnybrn ukuran-ukuran grnul tdk sragam.