Anda di halaman 1dari 9

METEOROLOGI-KLIMATOLOGI

TEMPERATUR
Suhu atau temperatur udara adalah derajat panas dari aktivitas molekul dalam atmosfer.
Alat untuk mengukur suhu atau temperatur udara atau derajat panas disebut
Thermometer.
Biasanya pengukuran suhu atau temperatur udara dinyatakan dalam skala Celcius (C),
Reamur (R), dan Fahrenheit (F).
Udara timbul karena adanya radiasi panas matahari yang diterima bumi.

TEKANAN
Tekanan udara adalah suatu gaya yang timbul akibat adanya berat dari lapisan udara.

Besarnya tekanan udara di setiap tempat pada suatu saat berubah-ubah. Makin tinggi
suatu tempat dari permukaan laut, makin rendah tekanan udaranya. Hal ini disebabkan
karena makin berkurangnya udara yang menekan.

Besarnya tekanan udara diukur dengan barometer dan dinyatakan dengan milibar (mb).

Barometer terdiri dari berbagai macam :


1. Barometer air raksa, yang menggunakan skala milimeter air raksa (mm Hg).
Barometer ini diciptakan oleh Torriceli (1643).
2. Barometer Aneroid, yang menggunakan skala milibar (mb).
3. Barograf, yaitu barometer yang secara otomatis mencatat sendiri tekanan udara
setiap saat dalam jangka waktu tertentu dalam barogram dengan menggunakan
skala milibar (mb).
Tekanan udara dapat dibedakan menjadi 3 macam, yaitu:
1) Tekanan udara tinggi, lebih dari 1013 mb.
2) Tekanan udara rendah, kurang dari 1013 mb.
3) Tekanan di permukaan laut, sama dengan 1013 mb.
KELEMBABAN

Kelembaban udara adalah banyaknya uap air yang terkandung dalam massa udara pada
saat dan tempat tertentu.

Alat untuk mengukur kelembaban udara disebut psychrometer atau hygrometer.

Kelembaban udara dapat dibedakan menjadi:


1. Kelembaban mutlak atau kelembaban absolut, yaitu kelembaban yang
menunjukkan berapa gram berat uap air yang terkandung dalam satu meter kubik
(1 m3) udara.
2. Kelembaban nisbi atau kelembaban relatif, yaitu bilangan yang menunjukkan
berapa persen perbandingan antara jumlah uap air yang terkandung dalam udara
dan jumlah uap air maksimum yang dapat ditampung oleh udara tersebut.

STRUKTUR VERTIKAL ATMOSFER


ATMOSFER
Atmosfer adalah lapisan udara yang mengelilingi bumi dengan ketebalan kurang lebih
1.000 km dari permukaan bumi. Lapisan-lapisan atmosfer adalah troposfer, stratosfer,
mesosfer, termosfer, dan eksosfer atau desifasister.

TROPOSFER
Troposfer merupakan lapisan terbawah dari atmosfer, yaitu pada ketinggian antara 0 - 18
km di atas permukaan bumi. Ciri khasnya adalah suhu (temperatur) udara menurun sesuai
dengan perubahan ketinggian, yaitu setiap naik 100 meter dari permukaan bumi, suhu
(temperatur) udara menurun sebesar ± 0,5°C. Lapisan troposfer paling atas, yaitu
tropopause yang menjadi batas antara troposfer dan stratosfer.

STRATOSFER
Lapisan kedua dari atmosfer adalah stratosfer. Stratosfer terletak pada ketinggian antara
18 - 49 km dari permukaan bumi. Ciri lapisan stratosfer ditandai dengan adanya proses
inversi suhu, artinya suhu udara bertambah tinggi seiring dengan kenaikan ketinggian.
Stratopause adalah lapisan batas antara stratosfer dengan mesosfer. Lapisan ini terletak
pada ketinggian sekitar 50 - 60 km dari permukaan bumi.
MESOSFER
Lapisan ketiga dari atmosfer adalah mesosfer. Masosfer terletak pada ketinggian antara
49 - 82 km dari permukaan bumi. Cirinya adalah adanya penurunan suhu (temperatur)
udara, rata-rata 0,4°C per seratus meter. Mesopause, yaitu lapisan batas antara mesosfer
dengan lapisan termosfer temperaturnya diperkirakan mencapai sekitar -100°C.

TERMOSFER
Termosfer terletak pada ketinggian antara 82 - 800 km dari permukaan bumi. Lapisan
termosfer ini disebut juga lapisan ionosfer. Lapisan ini merupakan tempat terjadinya
ionisasi partikel-partikel yang dapat memberikan efek pada perambatan/refleksi
gelombang radio, baik gelombang panjang maupun pendek. Lapisan yang paling tinggi
dalam termosfer adalah termopause.

EXOSFER / DESIFASISTER
Eksosfer terletak pada ketinggian antara 800 - 1000 km dari permukaan bumi. Pada
lapisan ini merupakan tempat terjadinya gerakan atom-atom secara tidak beraturan.
Lapisan ini sering disebut pula dengan ruang antarplanet dan geostasioner.

TERJADINYA ARAH DAN JENIS ANGIN

FAKTOR TERJADINYA ANGIN


FAKTOR TERJADINYA ANGIN , yaitu :
Gradien barometris
Bilangan yang menunjukkan perbedaan tekanan udara dari 2 isobar yang jaraknya 111
km. Makin besar gradien barometrisnya, makin cepat tiupan angin.

Letak tempat
Kecepatan angin di dekat khatulistiwa lebih cepat dari yang jauh dari garis khatulistiwa.

Tinggi tempat
Semakin tinggi tempat, semakin kencang pula angin yang bertiup, hal ini disebabkan oleh
pengaruh gaya gesekan yang menghambat laju udara. Di permukaan bumi, gunung,
pohon, dan topografi yang tidak rata lainnya memberikan gaya gesekan yang besar.
Semakin tinggi suatu tempat, gaya gesekan ini semakin kecil.
Di siang hari angin bergerak lebih cepat daripada di malam hari

Jenis-jenis angin :
Angin laut
Angin laut adalah angin yang bertiup dari arah laut ke arah darat yang umumnya terjadi
pada siang hari dari pukul 09.00 sampai dengan pukul 16.00. Angin ini biasa
dimanfaatkan para nelayan untuk pulang dari menangkap ikan di laut.
Angin darat
Angin darat adalah angin yang bertiup dari arah darat ke arah laut yang umumnya terjadi
pada saat malam hari dari jam 20.00 sampai dengan jam 06.00. Angin jenis ini
bermanfaat bagi para nelayan untuk berangkat mencari ikan dengan perahu bertenaga
angin sederhana.

Angin lembah
Angin lembah adalah angin yang bertiup dari arah lembah ke arah puncak gunung yang
biasa terjadi pada siang hari.

Angin gunung
Angin gunung adalah angin yang bertiup dari puncak gunung ke lembah gunung yang
terjadi pada malam hari.

Angin Fohn
Angin Fohn/angin jatuh adalah angin yang terjadi seusai hujan Orografis. angin yang
bertiup pada suatu wilayah dengan temperatur dan kelengasan yang berbeda. Angin Fohn
terjadi karena ada gerakan massa udara yang naik pegunungan yang tingginya lebih dari
200 meter di satu sisi lalu turun di sisi lain. Angin Fohn yang jatuh dari puncak gunung
bersifat panas dan kering, karena uap air sudah dibuang pada saat hujan Orografis.
Biasanya angin ini bersifat panas merusak dan dapat menimbulkan korban. Tanaman
yang terkena angin ini bisa mati dan manusia yang terkena angin ini bisa turun daya
tahan tubuhnya terhada serangan penyakit.[rujukan?]

Angin Musim Barat


Angin Musim Barat/Angin Muson Barat adalah angin yang mengalir dari Benua Asia
(musim dingin) ke Benua Australia (musim panas) dan mengandung curah hujan yang
banyak di Indonesia bagian Barat, hal ini disebabkan karena angin melewati tempat yang
luas, seperti perairan dan samudra. Contoh perairan dan samudra yang dilewati adalah
Laut China Selatan dan Samudra Hindia. Angin Musim Barat menyebabkan Indonesia
mengalami musim hujan.

Angin Musim Timur


Angin Musim Timur/Angin Muson Timur adalah angin yang mengalir dari Benua
Australia (musim dingin) ke Benua Asia (musim panas) sedikit curah hujan (kemarau) di
Indonesia bagian Timur karena angin melewati celah- celah sempit dan berbagai gurun
(Gibson, Australia Besar, dan Victoria). Ini yang menyebabkan Indonesia mengalami
musim kemarau.

JENIS DAN KOMPOSISI MASSA UDARA


Massa Udara didefinisikan sebagai atmosfer yang homogen dan luas, kadang-kadang
meliputi ratusan kilometer dengan karakteristik suhu dan kelembapan tertentu.

TERJADINYA DAN JENIS AWAN

Terjadinya awan
Awan terbentuk karena panas dari matahari akan menyebabkan air dilaut, sungai dan
danau menguap. Uap air yang hangat tersebut akan bergerak naik keatas, dan saat uap
tersebut naik, uap air mulai menjadi dingin. Hasilnya, uap air tersebut mulai
berkondensasi membentuk kembali butiran-butiran air. Kumpulan dari butiran-butiran air
dilangit tersebut yang kita kenal sebagai awan. Butiran-butiran air yang makin lama
makin membesar akhirnya akan jatuh kembali ke bumi sebagai hujan. Kadangkala, suhu
udara yang terlalu dingin membuat butiran-butiran air tersebut membeku membentuk es
dan jatuh kembali ke bumi sebagai salju.

Jenis Awan
Terdapat 10 genera awan. Enam daripadanya tergolong ke dalam peringkat-peringkat
tersebut diatas seperti berikut:
Awan peringkat rendah : Stratokumulus dan stratus.
Awan peringkat pertengahan : Altokumulus.
Awan peringkat tinggi : Sirus, Sirokumulus, dan Sirostratus.

Kumulonimbus (Cb)
Awan-awan ini tinggi berwarna putih / gelap. Tapaknya terletak pada ketinggian kira-kira
1000 kaki manakala puncaknya boleh mencapai ketinggian melebihi 35000 kaki.
Pembentukan deretan awan ini merupakan satu ciri biasa pada awal pagi Monsun Barat
Daya. Kedudukan Sel-sel Cb yang begitu rapat menyebabkan awan-awan itu kelihatan
bersambung. Warna kuning keemasan itu disebabkan pantulan sinar suria pagi yang
sedang terbit di timur. Awan nipis berbentuk topi kelihatan diatas puncak awan Cb
menunjukan kewujudan udara stabil mengalir diatas puncak awan itu (Cb). Awan-awan
Cb ini kerap bergerak masuk ke pedalaman melalui kawasan pantai pada peringkat akhir
Monsun Barat Daya. Apabila ketidakstabilan atmosfera mencapai lebih tinggi, awan-
awan ini membawa hujan lebat dan ribut petir kepada kawasan terlibat.

Kumulus Kongestus
Kumulus Kongestus adalah Awan-awan yang seperti ‘popcorns’ dengan tepian
nyata(clear outline). Warnanya putih pada puncak kerana semua gelombang sinar suria
dipantulkan pada kadar yang sama. Warna gelap itu disebabkan oleh penembusan terhad
sinar suria dan juga kadar serapan yang bertambah terhadap gelombang selebihnya
kerana titisan air besar. Dengan kandungan kelembapan dan penaikan udara mencukupi,
awan-awan ini tumbuh tinggi dan menghasilkan hujan panas. Dalam keadaan
ketidakstabilan udara yang mendalam, ribut petir berlaku pada waktu petang atau lewat
petang.

Kumulus humilis
Kumulus humilis ialah sejenis awan berwarna putih dengan ketinggian terhad.
Songsangan suhu pada paras atas atmosfera menghalang pertumbuhan terus awan lalu
berlaku penghamparan yang menyebabkannya kelihatan memanjang. Rupa serabut
puncak awan dan langit biru menunjukan kewujudan udara kering diatas awan.

Stratokumulus(Sc)
Stratokumulus(Sc) ialah awan berwarna kelabu/putih yang terjadi apabila bahagian
puncak awan kumulus yang terbentuk pada waktu petang menghampar dibawah
songsangan suhu. Awan-awan ini terjadi pada lewat petang dan senja apabila atmosfera
mula menjadi stabil. Warna kekuningan muda adalah disebabkan pantulan sinaran suria
pada waktu senja. Stratokumulus juga akan boleh terjadi tanpa penghamparan awan
kumulus.

Frakto kumulus
Frakto kumulus ialah awan putih berupa cebisan kain koyak. Ini boleh adilihat pada
bahagian atas gambar. Kumulus cuaca cerah (Fair weather cumulus) yang juga kelihatan
putih kecuali pada bahagian bawah dimana warnanya kegelapan sedikit, mencapai
ketinggian terhad seperti dibahagian bawah foto. Kejadian kedua - dua jenis awan ini
menunjukan kewujudan atmosfera kering.

Frakto stratus
Frakto stratus ialah awan berupa cebisan kain koyak terbentuk dalam udara lembab
bergelora pada paras rendah atmosfera selepas hujan. Warna kekuningan muda latar
belakang adalah disebabkan oleh pantulan sinaran suria waktu senja oleh sirrostratus
yang terjadi selepas aktiviti ribut petir pada waktu petang.

TEPHIGRAM
Tephigram adalah salah satu dari sejumlah diagram termodinamika dirancang untuk
membantu dalam penafsiran cuaca.

Namanya berkembang dari nama asli "T-φ-gram" untuk menggambarkan sumbu


temperatur (T) dan entropi (φ) yang digunakan untuk membuat plot.

Tephigram diciptakan oleh Napier Shaw tahun 1915 dan digunakan terutama di Inggris
Raya dan Kanada.
Negara-negara lain menggunakan diagram termodinamika serupa untuk tujuan yang sama
namun rincian konstruksi mereka berbeda-beda.

PEMBENTUKAN CUACA DAN IKLIM

CUACA
cuaca adalah keadaan udara pada saat tertentu dan di wilayah tertentu yang relatif sempit
dan pada jangka waktu yang singkat.

Cuaca itu terbentuk dari gabungan unsur cuaca dan jangka waktu cuaca bisa hanya
beberapa jam saja.

Misalnya: pagi hari, siang hari atau sore hari, dan keadaannya bisa berbeda-beda untuk
setiap tempat serta setiap jamnya.

IKLIM
Iklim adalah keadaan cuaca rata-rata dalam waktu satu tahun yang penyelidikannya
dilakukan dalam waktu yang lama (± minimal 30 tahun) dan meliputi wilayah yang luas.
Iklim dapat terbentuk karena adanya:
a. Rotasi dan revolusi bumi sehingga terjadi pergeseran semu harian matahari dan
tahunan; dan
b. Perbedaan lintang geografi dan lingkungan fisis. Perbedaan ini menyebabkan
timbulnya penyerapan panas matahari oleh bumi sehingga besar pengaruhnya
terhadap kehidupan di bumi.

BENCANA METEOROLOGI / KLIMATOLOGI


Bencana meteorologi merupakan bencana yang diakibatkan oleh parameter-
parameter (curah hujan,kelembaban,temperatur,angin) meteorologi.

Bencana klimatologi merupakan bencana yang disebabkan oleh


perubahan iklim.

BADAI TROPIS (tropical storm) disebut juga dengan Hurricane, Typhoon (Topan) atau
Tropical Cyclone (Siklon Topan).

Badai tropis adalah pusaran angin kencang (disertai hujan dan badai petir) dengan
diameter putaran hingga 500 km dan kecepatan mencapai lebih dari 200 km per jam serta
mempunyai lintasan sejauh 1.000 Km, memiliki pusat putaran disebut mata siklon
berdiameter 10 km hingga 100 km yang dikelilingi oleh dinding awan padat setinggi 16
km.

SIKLON
Siklon atau badai besar dengan pusaran badai yang berekor beratus-ratus kilometer
adalah satu-satunya fenomena cuaca yang memiliki bermacam-macam sebutan dan diberi
nama untuk setiap fenomena yang terjadi.

Katrina adalah salah satu penamaannya lalu, adalagi siklon Christ yang pernah membuat
Jakarta banjir pada tahun 2002 karena efek ekornya

Selain itu berdasarkan tempat julukannya pun berbeda-beda :


- di daerah laut china selatan siklon disebut/dikenal dengan “taifun”
- di australia ia disebut “willie-wilis”
- di atlantik ia disebut “typhoon”

EL NINO
El Nino adalah fenomena alam dan bukan badai, secara ilmiah diartikan dengan
meningkatnya suhu muka laut di sekitar Pasifik Tengah dan Timur sepanjang ekuator dari
nilai rata-ratanya dan secara fisik El Nino tidak dapat dilihat.

LA NINA
Dalam bahasa latin La Nina berarti "gadis cilik".
La Nina merupakan suatu kondisi dimana terjadi penurunan suhu muka laut di kawasan
Timur equator di Lautan Pasifik, La Nina tidak dapat dilihat secara fisik, periodenya pun
tidak tetap.

KEKERINGAN

Kekeringan (drought) secara umum bisa didefinisikan sebagai pengurangan persediaan


air atau kelembaban yang bersifat sementara secara signifikan di bawah normal atau
volume yang diharapkan untuk jangka waktu khusus.

Kekeringan dapat diartikan juga sebagai suatu keadaan dimana terjadi kekurangan air,
dalam hal ini biasanya dikonotasikan dengan kekurangan air hujan.

Pengertian lain adalah kekurangan dari sejumlah air yang diperlukan, dimana keperluan
air ini ditentukan oleh kegiatan ekonomi masyarakat maupun tingkat sosial ekonominya.

Dengan demikian kekeringan adalah interaksi antara dua fenomena yaitu kondisi
sosial ekonomi dan kondisi alam. Karena kekeringan terjadi hampir di semua daerah
dunia dan memiliki karakteristik yang berbeda-beda, definisi yang berlaku harus secara
regional bersifat khusus dan memfokuskan pada dampak-dampaknya

OBSERVASI DAN INSTRUMENTASI METEOROLOGI

Imstrumentasi meteorolgi adalah berbagai alat /instrument meteorology dan geofisika


seperti alat pengukur kecepatan angin, suhu, kelembaban udara, dll