Anda di halaman 1dari 13

KONSTRUKSI RUMAH KAYU

A. Pendahuluan
Indonesia adalah negara kepulauan dengan tingkat resiko terhadap gempa bumi yang cukup
tinggi, hal ini disebabkan karena wilayah kepulauan Indonesia berada di antara 4 (empat)
sistem tektonik yang aktif. Yaitu tapal batas lempeng Eurasia, lempeng Indo- Australia,
lempeng Filipina dan lempeng Pasifik. Di samping itu Indonesia adalah negara kepulauan
dengan garis pantai terpanjang di dunia sehingga selain rawan terhadap gempa juga rawan
terhadap tsunami.
Pengetahuan tentang gempa bumi penting bagi masyarakat agar masyarakat memahami
akibatnya dan membangun rumah yang tahan gempa untuk mengurangi risiko ketika
getaran gempa menerpa bangunan. Salah satu material yang sering digunakan dalam
membangun rumah yang tahan gempa adalah kayu. Pada prinsipnya penggunaan kayu
bertujuan untuk mempertahankan kekakuan struktur serta memiliki fleksibilitas untuk
bergerak bersama gempa, serta mempertahankan penutup atap dan dinding pada tempatnya
dengan sedikit kerusakan.
Konsep bangunan tahan gempa pada dasarnya adalah upaya untuk membuat seluruh elemen
rumah menjadi satu kesatuan yang utuh, yang tidak lepas atau runtuh akibat gempa. Tetapi
pada skala tertentu jika memang bangunan tersebut akan roboh karena kekuatan gempa
yang besar, paling tidak bangunan tersebut masih mempunyai waktu untuk bertahan dari
goncangan untuk memberikan waktu kepada penghuninya menyelamatkan diri dan
mengevakuasi anggota keluarga yang lain.
B. Konstruksi Kayu
Rumah konstruksi kayu adalah bangunan rumah dengan menggunakan sistem struktur
rangka pemikul dari bahan kayu. Biasa disebut sebagai rumah kayu, ciri-cirinya yaitu
seluruh komponen struktur atap, balok dan kolom serta dinding yang digunakan adalah
kayu. Rumah dengan struktur rangka kayu harus menggunakan sambungan-sambungan
takik yang dikencangkan dengan menggunakan paku minimal 4 buah.
Panjang paku yang digunakan minimal 2,5 kali tebal kayu yang terkecil. Apabila struktur
kayu ini memikul beban berat (seperti struktur kayu untuk bangunan gudang atau garasi
kendaraan), maka sambungan kayu harus dikencangkan dengan menggunakan bout

berdiameter minimum 10 mm. Semua kayu yang digunakan harus kering dan bila perlu
diawetkan sesuai dengan persyaratan pengawetan kayu.
Disini akan dijelaskan secara singkat masing- masing komponen rumah kayu tersebut:
1. Struktur Atap
Komponen utama dari struktur atap adalah kuda-kuda. Konstruksi kuda-kuda kayu
umumnya merupakan suatu konstruksi penyanggah atau pendukung utama dari atap.
Konstruksi kuda- kuda kayu mempunyai syarat tidak boleh berubah bentuk, terutama jika
sudah berfungsi. Beban-beban atap yang harus diterima konstruksi kuda-kuda kayu melalui
gording-gording yang sedapat mungkin disalurkan / diterima tepat pada titik buhul. Dengan
demikian rangka batang dapat bekerja sesuai dengan perhitungan besarnya gaya batang dan
juga batang tersebut tidak terjadi tegangan lentur melainkan hanya terdapat tegangan normal
tekan dan tarik.
Kuda-kuda kayu adalah balok kayu dengan ukuran tertentu yang dirakit dan dibentuk
sehingga membentuk segitiga sama kaki. Kuda-kuda diletakkan pada beton ring balk
bersudut tertentu dengan fungsi sebagai pembentuk model atap bangunan, tumpuan balo
gording, rangka atap kaso, reng dan atap genteng. Struktur rangka dibuat dari kayu atau
sebagai struktur atap primer yang menyalurkan beban atap maupun beban angin kepada
tumpuan (pelat dinding atau kolom masing-masing).

Gambar Kuda- kuda yang terbuat dari kayu

Gambar Detail sambungan kuda-kuda

Konstruksi atap kayu mempunyai sifat-sifat yang menarik, meskipun ada juga rintangannya
karena tradisi tukang kayu. Sifat-sifat yang menguntungkan itu ialah :
- Bobotnya yang ringan, sehingga menentukan beban pada konstruksi atap.
- Kekuatannya terhadap gaya tarik, gaya tekan dan momen lengkung.
- Harganya yang hemat dan murah, kemungkinan mendapatkan dan mengangkutnya dengan
cepat.

- Ringan dan sekaligus tepatnya dalam pengerjaan dengan mesin dan alat sederhana.
Dalam beberapa keadaan, kelemahan kayu sebagai bahan bangunan antara lain mudahnya
terbakar, kecenderungannya berubah bentuk (mengembang, menyusut, melengkung, dan
retak-retak karena pengeringan), mudahnya kena pembusukan dan serangan hama.
2. Balok dan Kolom
Balok kayu yang digunakan dalam konstruksi rumah kayu biasanya berdimensi 10/10 cm.
Demikian halnya dengan kolom biasanya juga menggunakan dimensi 10/10 cm. Fungsi
kolom (kolom structure) sebagai penyalur beban dari atas (atap) ke pondasi ke tanah
Fungsi balok ring (ring balk) sebagai pengikat kolom. Antara balok dan kolom dihubungkan
dengan sambungan. Sambungan adalah elemen yang sangat penting dalam desain dan
konstruksi bangunan tahan gempa. Sambungan diperlukan karena terbatasnya panjang
bentang material kayu yang ada di pasaran dan berfungsi untuk menggabungkan beberapa
batang kayu pada satu buhul/joint. Sebagai contohnya adalah sambungan antara balok dan
kolom yang biasanya menggunakan pasak atau balok.

Gambar Sambungan pada balok dam kolom

3. Dinding
Fungsi dinding sebagai pembatas ruang, bukan fungsi struktur. Sehingga dalam pemilihan
materialnya tidak diperlukan yang terlalu kuat. Biasanya digunakan papan kayu dengan
dimensi 2/20 cm. Papan kayu yang digunakan sebagai dinding tersebut disusun dengan alur
lidah. Apabila digunakan papan kayu sebagai dinding, maka jumlah paku yang digunakan
sekurang-kurangnya 2 buah.

Gambar sambungan antara dinding papan kayu dengan kolom

C. Kelebihan dan Kekurangan Rumah Kayu


1) Kelebihan:
- Tahan terhadap gempa
- Bobotnya yang ringan, sehingga tidak terlalu membebani struktur
- Kekuatannya terhadap gaya tarik, gaya tekan dan momen lengkung besar
- Harganya yang hemat dan murah, kemungkinan mendapatkan dan mengangkutnya
dengan cepat.
- Mudah dalam pengerjaan dengan mesin dan alat sederhana.
- Bisa dibongkar pasang
2) Kelemahan:
- Mudah terbakar

- Kecenderungannya berubah bentuk (mengembang, menyusut, melengkung, dan


retak-retak karena pengeringan)
- Mudahnya kena pembusukan dan serangan hama terutama rayap.

D. Penyebab Kerusakan Rumah Kayu


Penggunaan kayu dalam struktur rumah sangat banyak digunakan baik dalam struktur
dinding, lantai, plafoon, rangka atap, kusen dan juga dipergunakan sebagai tiang dalam
struktur rumah panggung. Ketika bangunan rumah kita baru selesai dikerjakan mungkin
rumah kita akan kelihatan kokoh dan menarik, tapi oleh sifat kayu yang mudah berubah
oleh pengaruh cuaca maupun mudah rusak oleh pengaruh serangan rayap, maka dalam
kurun waktu beberapa yang lama tanpa kita sadari struktur rumah kita tersebut sudah rusak
atau kekuatannya sudah tidak bagus lagi. Serangan terhadap kayu pada struktur rumah
kita disamping jenis kayunya juga dipengaruhi lingkungan dan iklim dimana rumah kita
bangun.

Ada beberapa faktor yang bisa mempengaruhi kekuatan dan keawetan kayu di bangunan
rumah kita :
1. Pengaruh Cuaca.
Kayu yang sering berhadapan dengan udara terbuka yang terletak didaerah curah
hujan dan kelembaban tinggi akan menyebabkan kayu cepat lembab sehingga dalam
waktu yang lama kayu akan menyerap air sehingga kayu akan mengembang yang
memungkinkan kayu menjadi melengkung kesalah satu sisi . Kerusakan lainnya yang
mungkin terjadi jika kayu sering kena air atau pengaruh udara yang terlalu lembab
adalah kayu membusuk atau lapuk.
2. Serangan Binatang.
Binatang yang sering menyerang bangunan rumah kayu adalah rayap, tikus
dan kumbang perengat. Rayap adalah binatang yang hidup dalam komunitas besar

yang sangat menyukai tempat yang lembab dan gelap, oleh bentuknya yang kecil kita
sering tidak memperhatikan binatang ini telah merusak bangunan rumah kita. Kita
tidak menyadari tempat tempat yang tertutup sudah dirusak oleh rayap tersebut hingga
kayu sudah berlobang ataupun berronga. Demikian juga tikus pengerat kayu
merupakan binatang yang sering menyebalkan, dimana tikus ini akan mengerat kayu
sampai berlobang. Untuk kumabng penyengat, biasanya mereka mencari tempat gelap
seperti di rangka atap. Mereka sering membuat lubang di kayu sebagai tempat
bersembunyi.
3. Pengaruh Pembebanan.
Pembebanan yang tidak sesuai terhadap kayu akan menimbulkan lengkungan dan
kayu bisa sampai patah. Penempatan beban berat di lantai , mungkin tidak
menyebabkan kerusakan secara langsung tapi serat kayu akan tertarik jika beban
semakin berat, jika dipengaruhi oleh unsur luar misalnya oleh kelembaban, maka
kekuatan kayu akan cepat memurun hingga kayu akan patah. Ukuran kayu untuk
menahan beban harus diperhitungkan secara benar terutama tiang, balok maupun
rangka kuda kuda rangka Atap. Karena sifat kayu yang mudah memuntir akan
menyebabkan kayu cepat melengkung hingga patah bila ukuran kayu tidak mampu
menahan beban terlalu besar.
E. Perawatan Rumah Kayu
Perawatan terhadap rumah kayu memang agak memerlukan waktu, tenaga dan biaya yang
lumayan besar. Kayu harus tetap dimanjakan supaya tetap awet. Perawatan kayu
berdasarkan kurun waktu dilakukan dalam 2 jenis :
a. Perawatan Rutin
Hal hal yang bisa dilakukan :

Kayu yang sering kena debu setiap hari harus di bersihkan. Dapat dilakukan dengan
air pel kemudian langsung dikeringkan. Dalam hal ini mungkin tidak memerlukan
biaya dan tenaga yang cukup besar. Anda mungkin bisa melakukan sendiri untuk
mengepel lantai, melap dinding dan menyapu plafoon rumah anda yang terbuat dari
kayu.

Untuk bahan pengepelan lantai, dan dinding anda bisa menggunakan ramuan
tradisional supaya kayu tetap awet dan bercahaya. Gunakan ramuan tradisional yang
menggunakan air pelepah pohon pisang dan tembakau dan ada juga yang
menggunakan air rendaman cengkeh. Dari pengalaman , cara ini menyebabkan kayu
pada rumah tradisional tetap tahan dan awet hingga beratus tahun.

Dalam kegiatan sehari hari harus diperhatikan pemakaian dan penggunaan peralatan
atau barang barang di dalam rumah, hindari gesekan langsung setiap permukaan kayu
dengan barang barang tajam. Jika misalnya anda akan memindahkan perabot besar
misalnya kursi atau meja jangan dilakukan dengan cara menggeser tetapi
dipindahkan dengan cara mengangkat.

Rawatlah tanaman disekitar rumah anda, jangan biarkan dinding rumah anda tertutupi
oleh pohon yang berada didekat rumah, jika diperlukan lakukan pemangkasan
terhadap pohon tersebut supaya dinding dan ruangan dalam rumah mendapatkan sinar
matahari sehingga kayu tidak lembab dan kayu tidak cepat berjamur.

Juga harus diperhatikan asap dari ruang masak jangan sering masuk ke ruangan yang
terbuat dari bahan kayu, karena hal ini akan menyebabkan kayu akan cepat kusam.

Jika rumah anda menggunakan lantai kayu, jangan biarkan beban berat yang tidak
terpakai terlalu lama di dalam rumah.

b. Perawatan Berkala
Perawatan berkala dapat anda lakukan terhadap bagian bagian rumah untuk menghindari
kerusakan besar, perawatan berkala ini mungkin akan memerlukan biaya yang cukup besar,
tapi hal ini diperlukan untuk merawat bangunan supaya tetap awet dan tahan lama. Jika
anda tidak cukup ahli dan tidak mempunyai cukup waktu, anda dapat menunjuk tim
profesional yang sudah ahli dalam mengerjakannya. Perawatan perawatan yang dilakukan
adalah :

Pemusnahan dan Pencegahan Rayap.


Saat ini teknologi tentang pemusanahan dan pencegahan rayap sudah semakin
berkembang. Jika bagian kayu di rumah anda sudah diserang rayap, lakukan segera

pemusnahan rayap tersebut. Pemusanahan rayap dapat dilakukan dengan meberikan


obat anti rayap pada bagian yang sudah terserang, seblumnya kayu terlebih dahulu
harus dibor supaya obat anti rayap bisa membasmi rayap didalamnya. Jika pemberian
obat sudah selesai, kayu kemudian harus ditutup kembali misalnya pemberian dempul
kayu. Pastikan kondisi kayu masih kuat, jika memang harus diganti segera dilakukan .
Jika kayu yang sudah diserang rayap sudah cukup parah disamping kekuatannya tidak
bagus lagi, juga dikhawatirkan rayap tidak bisa dibasmi total sehingga akan tetap
mengundang rayap lainnya datang ditempat yang sudah terserang. Jika rumah anda
belum terserang rayap lakukan pencegahan rayap. Saat ini tehnlogi untuk
mengumpulkan rayap sudah ada, sehingga rayap bisa dikumpulkan jika sudah mulai
mendekati bagian rumah anda. Lakukan konsulatasi dan pencegahan dengan pihak
pihak yang betul ahli untuk melakukannya.

Pemberian Racun Tikus dan Perangkap Tikus.


Jika anda merasa ada tikus dirumah anda atau menemukan lubang gigitan tikus segera
buatkan racun tikus dan membuat perangkap dekat lubang . Biasanya tikus akan
melalui sudut rumah yang agak tertutup. Penempatan racun tikus harus jauh dari
tempat anak anak biasa bermain. Lakuan perbaikan kayu yang sudah digigit supaya
tikus tidak leluasa berkeliaran lagi.

Pencucian dinding luar.


Pencucian dinding kayu anda dapat dilakukan tergantung tingkat kekotoran udara
yang ada disekelilingnya. Jika rumah anda berada disekitar lingkungan dengan pohon
yang banyak mungkin pencucian dinding dapat dilakukan sekali dalam 3 tahun. Jika
kondisi rumah anda berada didaerah yang banyak debu, anda dapat memebrsihkannya
dengan cara kering dengan menggunakan lap basah , supaya debu tidak sempat
lengket dan merusak kayu. Pencucian basah terhadap dinding kayu jika terlalu
sering dilakukan juga dapat menyebabkan cat akan cepat pudar atau terkelupas, dan
juga memungkinkan kayu akan menyerap air sehingga bisa cepat lunak. Ada
beberapa cara yang berbeda yang dapat dilakukan untuk membersihkan dinding
kayu. Dapat dilakukan dengan sitim penguapan (steam) atau system pressure , dapat
juga dilakukan dengan alat power washer (penyemprotan air dengan tekanan
tertentu) . Jika anda menggunakan alat mesin pembersih kayu anda harus hati-hati .

Jika tekanan terlampau besar terhadap permukaann kayu dapat menyebabkan kayu
menjadi hancur atau bisa juga merusak cat kayunya, hal itu akan menyebabkan anda
perlu mengecat kembali kayu anda. Mintalah petunjuk k tekanan yang dianjurkan
jika anda menggunakan mesin pencuci kayu.

Jika langkah pencucian dinding kayu anda tidak menghasilkan yang


menggembirakan, anda mungkin perlu menggunakan sikat dengan bahan bulu
lembut dan kemudain anda mencampur air dengan sabun pencuci yang mengandung
mild. Jika banyak terdapat lumut , anda dapat menggunakan campuran 3 bagian air
dicampur dengan 1 bagian cuka.

Beberapa campuran pembersih mungkin banyak

dijumpai di toko toko tetapi penggunaan cuka adalah paling ekonomis. ! Ketika anda
membersihkan dinding rumah anda, lakukan pembersihan dari atas kemudian ke
bawah. Hal ini untuk menjaga supaya air tidak mengotori kembali area yang sudah
dibersihkan.

Pengecatan Ulang.
Secara umum waktu pemeliharaan yang direkomendasikan untuk dinding kayu
adalah pengecatan kembali minimum setiap lima tahun dan merawatnya dengan
pemberian zat warna setiap 3 tahun sekali. Khusus untuk daerah curah hujan tinggi
dan kelembabaman tinggi , anda mungkin perlu mengganti cat rumah anda jika
sebelumnya belum menngunakannya dengan memakai jenis cat terbuat dari bahan
latex.

Pemeriksaan Struktur.
Anda perlu melakukan pemeriksaan struktur kayu anda secara berkala. Terutama jika
anda menggunakan rangka atap dan plafoon dari kayu . Struktur iniadalah tempat
yang tersembunyi sehingga tidak terklampau sering kelihatan. Kita kadang tidak
menyadari adanya kerusakan rangka atap oleh serangan kumbang penyengat,
sehingga rangka atap kita sudah banyak lobang. Lakukan pembasmian dengan cara
menyemprotkan anti serangga. Lakukan penutupan lobang dengan dempul
kayu kemudian cat kembali dengan oli. Anda juga perlu memeriksa struktur
bangunan anda baik tiang , balok dan lantai. Bilamana anda menemukan kayu yang
melengkung , lakukan perbaikan misalnya memberikan kayu penyokong, hal ini

dilakukan supaya kayu jangan sampai patah. Jika lengkungan kayu sudah cukup parah
perhatikan apakah ada pembebanan yang lebih, pindahkan beban yang lebih atau
tambahkan kayu supaya bisa menahan beban.
F. Contoh Rumah Kayu
Rumah kayu negeri Sakura
Masyarakat negri sakura, Jepang, sejak lama telah menggunakan kayu sebagai bahan utama
untuk konstruksi rumah tinggal mereka. Hampir seluruh bagian rumah tinggal seperti
kolom, balok, dinding, dan lantai terbuat dari kayu. Kayu-kayu yang digunakan umumnya
memiliki berat volume rendah antara 300 sampai 500 kg/m3 yang oleh masyarakat kita
jarang sekali dipergunakan untuk bahan konstruksi rumah tinggal. Sebagian kebutuhan
bahan kayu masyarakat Jepang diperoleh dari beberapa negara ASEAN seperti Indonesia
dan Malaysia. Kayu dipilih oleh masyarakat Jepang karena bahan konstruksi ini memiliki
tekstur yang indah, kedekatan emosional (berasal dari alam) dan sangat ramah terhadap
lingkungan karena dapat terurai secara alami.
Walaupun dengan kualitas kayu yang lebih rendah, rumah tinggal kayu masyarakat Jepang
terkenal memiliki ketahanan gempa yang baik. Bila dibandingkan dengan bahan konstruksi
lainnya seperti beton atau baja, kayu memiliki nilai banding kekuatan terhadap berat yang
lebih tinggi sehingga sangat sesuai untuk bahan konstruksi di daerah yang sering terjadi
gempa. Dengan berat bangunan yang lebih ringan, maka gaya inertia yang diakibatkan oleh
gempa akan menjadi lebih kecil sebagaimana dinyatakan oleh hukum kedua Newton. Selain
itu, kayu juga merupakan bahan yang fleksibel sehingga bangunan kayu dapat mengikuti
gerakan gempa dengan tingkat kerusakan kecil apabila dirancang secara baik.
Beberapa sifat rumah kayu masyarakat Jepang hasil pengamatan penulis yang secara efektif
telah meningkatkan ketahanan terhadap gempa akan diuraikan pada tulisan ini. Prinsip atau
sifat rumah kayu tahan gempa sangat penting untuk diketahui oleh masyarakat kita karena
negara Indonesia terletak diantara tiga lempeng aktif dunia: lempeng Pacific, Eurasia, dan
Indo-Australia yang berpotensi menimbulkan gempa dengan skala kerusakan dari sedang
hingga sangat merusak. Terdapat empat sifat utama dari rumah tinggal kayu masyarakat
Jepang yang berperan penting dalam meningkatkan ketahanan terhadap gempa.
Yang pertama adalah denah persegi dan simetris. Rumah-rumah tinggal kayu Jepang
hampir dapat dipastikan berbentuk persegi dengan ukuran panjang tidak lebih dari 1,5 kali

ukuran lebar. Disamping itu, jendela atau pintu diletakkan sedemikian sehingga prinsip
simetris tetap dipertahankan. Denah yang simetris menyebabkan pusat kekakuan/kekuatan
dan pusat massa bangunan terletak pada satu titik yang sama sehingga bangunan terhindar
dari bahaya puntir (berputarnya bangunan pada sisi atas relatif terhadap sisi bawah/fondasi)
pada saat dilanda gempa.
Sifat kedua adalah penggunaan alat sambung mekanis. Jenis alat sambung mekanis yang
umum digunakan adalah paku dan/atau baut serta dilengkapi dengan pelat besi dalam
berbagai bentuk dan ukuran. Karena kayu merupakan material dengan kemampuan
berperilaku daktail1 yang terbatas, maka kerusakan sambungan diarahkan untuk terjadi
terlebih dahulu pada alat sambungnya (paku atau baut) sehingga bangunan terhindar dari
keruntuhan seketika. Prinsip ini mirip dengan perilaku kerusakan pada konstruksi beton
bertulang tahan gempa. Kemampuan untuk rusak tanpa disertai keruntuhan menunjukkan
kemampuan untuk menyerap energi gempa. Sambungan jenis takikan yang tidak disertai
alat sambung mekanis sudah tidak lagi dipergunakan. Sambungan dengan model takikan
tidak menjamin perilaku rusak yang baik oleh karena sifat mudah pecah/retak kayu jika
dibebani gaya geser searah serat atau gaya tarik tegak lurus serat. Selain itu, pembuatan
sambungan takikan memerlukan keahlian tersendiri dan waktu tambahan sehingga tidak
cocok untuk pembuatan konstruksi rumah sistim pre-fabrikasi.
Sifat ketiga dari rumah tinggal kayu Jepang adalah tersedianya sistim pengaku. Ada dua
jenis sistim pengaku yang sering dijumpai pada rumah-rumah tinggal masyarakat Jepang
yaitu dinding geser (shear wall) dan sistim pengaku lantai (diafragma). Dinding geser
umumnya terbuat dari plywood dengan ketebalan sekitar 12 mm. Dinding plywood ini
diikatkan kuat pada kolom di kedua sisi vertikalnya dan diikatkan pada balok kayu
horizontal (ring balok atau balok sloof) di kedua sisi lainnya dengan paku untuk setiap jarak
10 cm hingga 15 cm. Sedangkan pengaku diafragma tersusun dari balok-balok kayu yang
dipasang saling tegak lurus satu sama lainnya, dan beberapa balok kayu lainnya dipasang
secara silang. Jarak antara balok-balok ini sangat rapat agar dapat meningkatkan stabilitas
dan mempertahankan bentuk asli bangunan. Kedua jenis pengaku tersebut secara bersamasama meningkatkan ketahanan gempa bangunan.
Sifat yang terakhir adalah sistim pengangkeran (anchoring) yang kokoh. Umumnya
gempa-gempa yang terjadi di Jepang memiliki komponen arah vertikal selain arah
horizontal. Agar rumah tidak terlepas dari fondasinya, maka seluruh bangunan harus terikat
kuat dengan fondasinya. Rumah tinggal kayu masyarakat Jepang diikatkan ke fondasi beton

melalui sistim anchoring tidak hanya pada bagian kolomnya saja, tetapi juga pada seluruh
balok sloof untuk setiap jarak 60 cm hingga 1 meter. Besi angker ini yang umumnya
berpenampang bulat berulir dengan diameter minimal 13 mm disambungkan dengan balok
sloof melalui beberapa alat sambung paku dan pelat besi, dan ujung lainnya ditanamkan ke
dalam fondasi beton bertulang. Dengan sistim pengangkeran yang kokoh ini, maka seluruh
konstruksi (struktur rumah beserta fondasinya) menjadi satu kesatuan dalam mendukung
gaya gempa.