Anda di halaman 1dari 31

SEDIAAN LARUTAN SEJATI EPHEDRINE HCL

I.

TUJUAN PERCOBAAN
- Menentukan formulasi yang tepat pada sediaan larutan sejati dengan bahan
-

aktif Ephedrine HCl


Mampu membuat sediaan larutan sejati dengan bahan aktif Ephedrine HCl
Mampu mengevaluasi sediaan larutan sejati dengan bahan aktif Ephedrine
HCl

II.

LATAR BELAKANG
Pada zaman sekarang ini perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
semakin berkembang dengan pesat, salah satunya di bidang Kefarmasian. Hal ini
dapat dilihat dari sediaan obat yang bermacam-macam yang dibuat oleh tenaga
farmasis, diantaranya yaitu ada sediaan padat (solid), setengah padat (semisolid),
dan cair (liquid).
Larutan adalah sediaan cair yang mengandung satu atau lebih zat kimia yang
terlarut, misal: terdispersi secara molekuler dalam pelarut yang sesuai atau
campuran pelarut yang saling bercampur (Farmakope Indonesia edisi IV, 1995).
Dibuat sediaan larutan karena larutan mempunyai beberapa keunggulan,
diantaranya lebih mudah ditelan untuk anak-anak atau orang dewasa yang sulit
menelan tablet, mengurangi resiko iritasi pada lambung, dan segera diabsorpsi
karena sudah berada dalam bentuk larutan. Larutan sejati adalah suatu campuran
zat heterogen antara dua zat atau lebih dimana partikel-partikel zat yang
berukuran koloid terbesar merata dalam zat lain.
Sediaan yang akan dibuat berupa larutan sejati dengan bahan aktif Ephedrine
HCl dengan dosis untuk dewasa yaitu 3 x 1 sendok takar @5-7 ml. Sedangkan
khasiat dari Ephedrine HCl yaitu untuk mengobati bronkhitis. Ephedrine HCl
kontraindikasi untuk penderita yang hipersensitif terhadap ephedrine dan untuk
penderita tukak lambung hipertiroid, penyakit jantung, diabetes dan hipertensi.
Efek samping dari Ephedrine HCl yaitu timbul kecemasan, kegelisahan,
insomnia, gangguan denyut jantung, dan mulut kering (Obat-Obat Penting edisi
VI, 2007).
Bahan aktif berkhasiat sebagai obat bronchitis (Obat-Obat Penting edisi VI,
2007) dan dipakai secara oral, maka dibuat sediaan berupa larutan. Bahan aktif
mempunyai rasa yang pahit (Farmakope Indonesia edisi V, 2014) sehingga akan
menurukan akseptabilitas terhadap pasien, maka dari itu dalam sediaan
ditambahkan pemanis (sweetening agent) yaitu sirupus simplex (HOPE 6th

Edition, 2009) untuk menghilangkan rasa pahit pada sediaan dan meningkatkan
akseptabilitas terhadap pasien. Bahan aktif tidak ditemukan pH oleh karena itu pH
ditentukan sendiri sesuai dengan pengawet yang digunakan yaitu Natrium benzoat
yang memiliki rentang pH 2-5 (HOPE 6th Edition, 2009), maka diambil pH
rentang 4-5. Bahan aktif tidak stabil dari cahaya (Martindale 36, 2009), maka
sediaan disimpan pada botol coklat.
III.

TINJAUAN PUSTAKA
1. Bahan aktif
Zat Aktif

Ephedrini Hydrochloridum
(Farmakope Indonesia edisi IV hal 350)

Struktur kimia

(British Pharmacopoeia 2009 hal 2219)


Rumus molekul

C10H15NO.HCl
(Farmakope Indonesia edisi IV hal 350)

Titik lebur

Melebur pada sekitar 219 C


(Martindale 36 hal 1558)

Pemerian

Serbuk atau hablur halus, putih; tidak berbau.


(Farmakope Indonesia edisi IV hal 350)

Kelarutan

Mudah larut dalam air; larut dalam etanol; tidak larut dalam
eter.
(Farmakope Indonesia edisi IV hal 350)

Stabilitas

Cahaya: Lindungi dari cahaya.


(Martindale 36 hal 1558)
Panas, Air, pH: Tidak ditemukan di pustaka Journal
Penelitian, Obat-Obat Penting, Materia Medika Indonesia
edisi 1, Martindale 36, Farmakope Indonesia edisi IV,
Farmakope Indonesia edisi V, British Pharmacopoeia 2009,
2

Japanese Pharmacopoeia 15th Ed, USP NF 2009 (United


States Pharmacopoeia 32 - National Formulary 27), dan
European Pharmacopoeia 5th Ed.
Inkompatibilita

Tidak ditemukan di pustaka Journal Penelitian, Obat-Obat

Penting, Materia Medika Indonesia edisi 1, Martindale 36,


Farmakope Indonesia edisi IV, Farmakope Indonesia edisi V,
British Pharmacopoeia 2009, Japanese Pharmacopoeia 15th
Ed, USP NF 2009 (United States Pharmacopoeia 32 National Formulary 27), dan European Pharmacopoeia 5th
Ed.

Keterangan lain

Efedrin Hidroklorida mengandung tidak kurang dari 98,0%


dan tidak lebih dari 100,5% C10H15NO.HCI, dihitung
terhadap zat yang telah dikeringkan.
(Farmakope Indonesia Edisi IV halaman 350)

Penyimpanan

Dalam wadah tertutup baik.


(Farmakope Indonesia edisi IV hal 350)

Kadar

Tidak ditemukan di pustaka Journal Penelitian, Obat-Obat

penggunaan

Penting, Materia Medika Indonesia edisi 1, Martindale 36,


Farmakope Indonesia edisi IV, Farmakope Indonesia edisi V,
British Pharmacopoeia 2009, Japanese Pharmacopoeia 15th
Ed, USP NF 2009 (United States Pharmacopoeia 32 National Formulary 27), dan European Pharmacopoeia 5th
Ed.

2. Natrium Benzoat
Zat

Natrium benzoat
(FI IV Hlm 584)

Sinonim

Benzoic acid sodium salt, benzoate of soda, natrii benzoate,


natrium benzoicum, sobenate, sodii benzoas, sodium benzoic
acid

(HOPE 6th Ed hlm 627)


Struktur

(HOPE 6th Ed hlm 627)


Rumus
molekul
Titik lebur

C7H5NaO2

BM 144.11

(HOPE 6th Ed hlm 627)


0.24oC (1.0% w/v)
(HOPE 6th Edition page 627 )

Pemerian

Natrium benzoat berbentuk granul putih atau kristal, serbuk


sedikit hygroskopi, tidak berbau atau praktis tidak berbau
memiliki rasa manis dan sedikit asin
(FI IV Hlm 584)

Kelarutan

Mudah larut dalam air, agak sukar larut dalam etanol dan
lebih mudah larut dalam etanol 90%
(FI IV Hlm 584)

Stabilitas

Larutan dapat disterilkan dengan autoklaf atau filtrasi, pH


aktivitas antimikroba 2-5
(HOPE 6th Ed Hlm 627)

Kegunaan

Terutama digunakan sebagai pengawet anti mikroba dalam


kosmetik, makanan dan obat-obatan digunakan sebagai
persepsi untuk asam benzoat dalam beberapa keadaan karena
kelarutannya lebih besar juga sebagai pelumas tablet
(HOPE 6th Ed Hlm 627)

Inkompabilita

Inkompartibel dengan senyawa kuartener, gelatin, garam

besi, garam kalsium dan logam berat termasuk perak, timah


4

dan air raksa. Pengawetan dapat dikurangi dengan interaksi


dengan kaolin/ surfaktan non ionit
(HOPE 6th Ed Hlm 628)
Keterangan

Kegunaan natrium benzoate adalah sebagai pengawet dalam

lain

film polimer dan kemasan makanan


(HOPE 6th Ed hlm 629)

Penyimpanan

Disimpan dalam wadah tertutup baik, dalam suhu dingin dan


kering
(HOPE 6th Ed hlm 628)

Kadar

Untuk oral 0.02-0.5 % produk parenteral 0.5% Cosmetik

penggunaan

0.1-0.5%
(HOPE 6th Ed hlm 628)

3. Etanol
Zat

Alkohol (HOPE 6th Edition page 17)

Sinonim

Ethanolum (96%); ethyl alcohol; ethyl hydroxide; grain


alcohol; methyl carbinol.
(HOPE 6th Edition page 17)

Struktur

(HOPE 6th Edition page 17)


Rumus
molekul
Titik lebur

C2H6O (BM=46.07)
(HOPE 6th Edition page 17)
-1120 C
5

(HOPE 6th Edition page 18)


Pemerian

Cairan bening, tidak berwarna, mudah menguap, bau yang


khas, dan menyebabkan rasa terbakar pada lidah
(HOPE 6th Edition page 17)

Kelarutan

Larut dalam kloroform, eter, gliserin, dan dalam air.


(HOPE 6th Edition page 17)

Stabilitas

Larutan etanol dapat disterilisasi dengan autoklaf atau dengan


filtrasi
(HOPE 6th Edition page 17)

Inkompabilita

Dalam keadaan asam, larutan etanol dapat bereaksi dengan

bahan oksidasi. Campuran dengan alkali dapat berubah


menjadi hitam karena reaksi dari aldehid. Larutan etanol juga
inkompatibel

dengan

wadah

alumunium

dan

dapat

berinteraksi dengan beberapa obat.


(HOPE 6th Edition page 17)
Keterangan

Alkohol digunakan sebagai antimikroba, pelarut, desinfektan.

lain

Digunakan dalam formulasi farmasi dan dalam kosmetik.


(HOPE 6th Edition page 17)

Penyimpanan

Dalam wadah kedap udara dan di tempat sejuk.


(HOPE 6th Edition page 17)

Kadar
penggunaan

Pengawet antimikroba= >=10%


Desinfektan= 6090%
Extracting solvent in galenical manufacture= sampai 85%
Solvent in film coating= Variable
Pelarut di larutan injeksi= Variable

Pelarut di larutan oral= Variable


Pelarut di produk topikal= 6090%
(HOPE 6th Edition page 17)

4. Sukrosa
Zat

Sukrosa / Sucrose ( F.I. V halaman 762 )

Sinonim

Beet sugar; cane sugar; a-D-glucopyranosyl-b-Dfructofuranoside; refined sugar; saccharose; saccharum; sugar.
(HOPE 6th Edition page 703 )

Struktur

Rumus
molekul
Titik lebur

C12H22O11 (BM = 342,30)


(HOPE 6th Edition page 703 )
160186oC (with decomposition)
(HOPE 6th Edition page 704)

Pemerian

Hablur putih atau tidak berwarna ; massa hablur atau


berbentuk kubus atau serbuk hablur putih ; tidak berbau ; rasa
manis, stabil di udara. Larutannya netral terhadap lakmus
( FI. IV halaman 762 )

Kelarutan

Sangat mudah larut dalam air ; lebih mudah larut dalam air
mendidih, sukar larut dalam etanol, tidak larut dalam
kloroform dam dalam eter.
(FI. IV halaman 762 )

Stabilitas

Sukrosa memiliki stabilitas yang baik pada suhu ruangan dan


pada kelembaban yang relatif kecil. Menyerap 1% uap air yang
mana

dilepaskan
7

pada

pemanasan

90oC

Sukrosa

mengkaramel pada suhu 160oC. Larutan sukrosa dapat


berfermentasi oleh mikroorganisme tapi dapat resisten pada
konsentrasi yang tinggi. Konsentrasi 50-67%
(HOPE 6th halaman 704 )
Inkompabilita

Sukrosa bisa mengandung logam ringan, yang mana dapat

menjadi inkompatibilitas dengan bahan lain. Sukrosa juga


dapat mengandung sulfit dari proses penyulingan. Dengan
kadar sulfit yang tinggi akan mengakibatkan perubahan warna
pada larutan.
(HOPE 6th, 2009. Halaman 706 )

Keterangan

Sebagai bahan dasar gula, coating agent (penyalut), membantu

lain

proses granulasi, suspending agent, pemanis, pengikat, tablet,


pengencer, tablet dan kapsul, tablet filler, pengental,
theurapeutic agent. Sebagai sweetening agent = 67 %
(HOPE 6th Edition page 703)

Penyimpanan

Dalam wadah yang tertutup, sejuk dan kering


(HOPE 6th Edition page 628)

Kadar

Formulasi sirup oral : 67 %

penggunaan

Sweetening agent : 67 %
Tablet binder (dry granulation) : 220 %
Tablet binder (wet granulation) : 5067 %
Tablet coating (syrup) : 5067 %

5. Propilen Glikol
Zat

Propylene Glycol
( HOPE 6th Edition Page 592 )

Sinonim

1,2-Dihydroxypropane; E1520; 2-hydroxypropanol; methyl


ethyleneglycol;

methyl

diol;propylenglycolum.
8

glycol;

propane-1,2-

(HOPE 6th Edition page 592)


Struktur

( HOPE 6th Edition Page 592 )


Rumus

C3H8O2 (BM= 76.09)

molekul

(HOPE 6th Edition page 592)

Titik lebur

590C

Pemerian

( HOPE 6th Edition Page 592 )


Cairan kental, jernih, tidak berwarna; rasa khas; praktis tidak
berbau; menyerap air pada udara lembab.
(FI IV hal 712 )

Kelarutan

Dapat

bercampur

dengan

aseton,

kloroform,

etanol

(95%),gliserin, dan air; larut pada 1 pada 6 bagian eter; tidak


larutdengan minyak minyak atau mineral tetap ringan, tetapi
akan larut beberapaminyak esensial.
( HOPE 6th Edition Page 592 )
Stabilitas

Pada suhu dingin, propilen glikol stabil dalam tertutup


kontainer, tetapi pada suhu tinggi, di tempat terbuka, ia
cenderung untuk mengoksidasi,sehingga menimbulkan produk
seperti propionaldehida, asam laktat, piruvatasam, dan asam
asetat. Propylene glycol stabil secara kimiawi saatdicampur
dengan etanol (95%), gliserin, atau air; larutan airdapat
disterilkan dengan autoklaf.
(HOPE 6th halaman 593)

Inkompabilita

Propylene glycol tidak kompatibel dengan reagen pengoksidasi

sepertikalium permanganat.
(HOPE 6th halaman 593)

Keterangan

Propylene glycol telah banyak digunakan sebagai pelarut,

lain

ekstraktan,dan

pengawet.
9

Propylene

glycol

umumnya

digunakan sebagai plasticizer dalam air. Propylene glycol juga


digunakan dalam kosmetik dan makananindustri sebagai
pembawa untuk emulsifier, sebagai kendaraan untuk rasa
dipreferensi untuk etanol, pengawet antimikroba; desinfektan;
humektan;

plasticizer;pelarut;

penstabil

cosolvent.
(HOPE 6th halaman 592)
Penyimpanan

Dalam wadah yang tertutup rapat


(FI IV hal 712 )

Kadar
penggunaan

Humektan topikal 15%


Solusi pengawet, semisolids 15-30%
Solvent atau cosolvent solusi Aerosol 10-30%
Larutan oral 10-25%
Parenteral 10-60%
Topikal 5-80%
(HOPE 6th halaman 592)

6. Aquadest
Zat

Water / Aquadest

Sinonim

Aqua; aqua purificata; hydrogen oxide.


(HOPE 6th Edition page 766 )

Struktur

(HOPE 6th Edition page 766 )


Rumus

H2O

molekul
10

agen;

air-larut

(HOPE 6th Edition page 766 )


Titik lebur

0oC
(HOPE 6th Edition page 766 )

Pemerian

Air adalah cairan bening, berwarna tidak berbau, tidak berasa.


(HOPE 6th Edition page 766 )

Kelarutan

Larut dengan sebagian besar pelarut polar


(HOPE 6th Edition page 766 )

Stabilitas

Secara kimia air stabil di semua bentuk fisikanya yaitu (uap,


air, cairan)
(HOPE 6th Edition page 766 )

Inkompabilita

Dalam formula farmasi, air dapat bereaksi dengan obat

obatan dan eksipien lain yang rentan terhadap hidrolisis pada


saat suhu ditinggikan. Air bereaksi secara kuat dengan logam
alkali dan bereaksi cepat dengan alkali tanah dengan
oksidasinya seperti kalsium oksida dan magnesium oksida. Air
juga bereaksi dengan garam tidak hidrat menjadi garam hidrat
dengan berbagai komposisi dan bahan organic dan kalsium
karbida.
(HOPE 6th halaman 768)

Keterangan

Air sebagai bahan mentah, bahan dan pelarut pada suatu

lain

proses, formula dan pembuatan dari produk kefarmasian,


bahan aktif farmasi, perantara analisis bahan reaksi.
(HOPE 6th Edition page 766 )

Penyimpanan

Dalam wadah tertutup rapat.


(HOPE 6th Edition page 768 )

Kadar

Nilai khusus air yang digunakan untuk aplikasi tertentu dalam

penggunaan

konsentrasi hingga 100%


(HOPE 6th Edition page 766 )
11

IV.

TINJAUAN PUSTAKA LARUTAN SEJATI


Larutan adalah sediaan cair yang mengandung satu atau lebih zat kimia
yang terlarut, misal: terdispersi secara molekuler dalam pelarut yang sesuai atau
campuran pelarut yang saling bercampur. Larutan oral adalah sediaan cair yang
dibuat untuk pemberian oral, mengandung satu atau lebih zat dengan atau tanpa
bahan pengaroma, pemanis atau pewarna yang larut dalam air atau campuran
kosolven-air. Larutan sejati adalah suatu campuran zat heterogen antara dua zat
atau lebih dimana partikel-partikel zat yang berukuran koloid terbesar merata
dalam zat lain (Farmakope Indonesia edisi IV, 1995).
Larutan oral yang mengandung sukrosa atau gula lain kadar tinggi,
dinyatakan sebagai Sirup. Larutan oral dimaksudkan untuk pemberian oral,
mengandung flavouring agent dan pewarna (untuk membuat obat lebih menarik
dan enak bagi pasien), stabilisator (untuk mencegah pertumbuhan jasad renik
dalam

larutan).

Sudah

diformulakan

sehingga

pasien

dapat

langsung

mengkonsumsinya. Dengan dosis lazim obat dalam suatu pemberian yang


menyenangkan, seperti 5 ml (satu sendok teh) atau 15ml (satu sendok makan).
Selain itu juga tersedia dalam bentuk larutan oral tetes, yang digunakan untuk
pasien anak-anak yang memerlukan konsumsi dalam dosis kecil, dengan
menggunakan alat penetes yang sudah disediakan.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam sediaan larutan:
1.
2.
3.
4.
5.

Kelarutan zat aktif


Kestabilan zat aktif dalam larutan
Dosis takaran
Penyimpanan
Penampilan menarik (rasa, warna, viskositas)
Keuntungan bentuk sediaan sirup:

1. Lebih mudah ditelan disbanding bentuk padat sehingga dapat digunakan untuk
bayi, anak-anak, dan usia lanjut
2. Segera diabsorpsi karena sudah berada dalam bentuk larutan (tidak mengalami
proses disintegrasi dan pelarutan)
3. Obat secara homogen terdistribusi ke seluruh sediaan
12

4. Mengurangi resiko iritasi pada lambung oleh zat-zat iritan (ex. Aspirin, KCl),
karena larutan akan segera diencerkan oleh isi lambung
Kerugian bentuk sediaan sirup:
1. Larutan bersifat voluminous, sehingga kurang menyenangkan untuk diangkut
dan disimpan. Apabila kemasan rusak, keseluruhan sediaan tidak dapat
dipergunakan.
2. Stabilitas dalam bentuk larutan biasanya kurang baik dibandingkan bentuk
sediaan tablet atau kapsul, terutama jika bahan mudah terhidrolisis.
3. Larutan merupakan media ideal untuk pertumbuhan mikroorganisme, oleh
karena itu memerlukan penambahan pengawet.
4. Ketepatan dosis tergantung kepada kemampuan pasien untuk menakar
5. Rasa obat yang kurang menyenangkan akan lebih terasa jika diberikan dalam
bentuk larutan dibandingkan dalam bentuk padat. Walaupun demikian, larutan
dapat diberi pemanis dan perasa agar penggunaannya lebih nyaman.
V.

PENDEKATAN FORMULA
No

1.
2.
3.
4.
5.
6.

.
1

Nama Bahan

Jumlah

Kegunaan

Ephedrine HCl

0,1% b/v

Sirupus simplex

25% b/v

Zat aktif
Pemanis dan pengental

Natrium Benzoat

0,2%b/v

Propilen Glikol

10% b/v

5
6

Pasta Rose Pink


HCl 0,1 N

Qs
Qs

Aquadest

Ad 100% v/v

Spesifikasi
Bentuk sediaan
Warna
Rasa
pH
Kadar
Volume

(HOPE 6th Edition page 703)


Pengawet
(HOPE 6th Edition page 629)
Anti cap-locking agent
(HOPE 6th halaman 592)
Pewarna
Adjust pH
Pelarut
(HOPE 6th Edition page 766 )

: Sirup larutan sejati dengan bahan aktif Ephedrine HCl


: Merah
: Manis dengan bau khas zat aktif
: 4,0-5,0
: 0,1 %
: 60 ml/ botol
13

7. Viskositas

: 0,89 mPa s (o,89 cP) pada suhu 25oC (mengikuti viskositas


air) (HOPE 6th Edition page 766 )

VI.

PENIMBANGAN
Dibuat sediaan 4 botol (@ 60 ml)= 240 ml
Tiap botol dilebihkan 2%
= 60 ml + (2% x 60 ml)
= 61,2 ml
Total 4 botol
= 4 x 61,2 ml = 244,8ml
Total 4 botol dilebihkan 10%
= 244,8 ml + ( 10% x 244,8 ml )
= 269,28ml 270 ml

No

Nama Bahan

Jumlah yang Ditimbang

Ephedrine HCl

0,1 g
100 ml

x 270 ml= 0,27 g

Sirupus simplex

25 g
100 ml

x 270 ml= 67,5 g

Natrium Benzoat

0,2 g
100 ml

x 270 ml= 0,54 g

.
1
2
3
4
5
6
7

10 g
100 ml

Propilen Glikol
Pasta Rose Pink
HCl 0,1 N

qs
qs
Ad 270 ml

Aquadest

(HOPE 6th Edition page 766 )

Perhitungan dosis
Dosis= 15-60 mg 3xsehari (BNF hlm 158)
Dosis yang digunakan= 5 mg/5 ml
Dosis dewasa
Dosis dewasa
15 mg/hari
60 mg/hari
15 mg
5 mg
60 mg
=
x
5 ml
x
x=

15 mg x 5 ml
5 mg

x= 15 ml
1h= 15ml

x 270 ml= 27 g

x=
x= 20ml
1h= 20ml
14

5 mg
5 ml

60 mg x 5 ml
5 mg

1x= 3 ml

1x= 6,67ml=7ml

Perhitungan kadar zat aktif


5 mg/5ml
5 mg
x
5 ml = 60 ml
x=

5 mg x 60 ml
5 ml

x= 60mg=0,06g
0,06 g
Kadar= 60 ml

x 100%= 0,1%

Perhitungan ADI Natrium Benzoat


ADI= 5 mg/kgBB (HOPE 6th Edition page 592)
Rata-rata BB dewasa= 70 kg
5 mg/kgBB x 70 kg= 350 mg= 0,35 g
Natrium benzoat yang digunakan untuk sediaan 270ml= 0,2%
Natrium benzoat untuk 60ml (per botol)
0,2 g
100 ml

x=

x
60 ml

0,2 g x 60 ml
100 ml

x= 0,12 g

Natrium benzoat yang digunakan per botol (60ml)

Dosis sehari= 15 ml
Natrium benzoat yang digunakan tiap 15 ml
0,12 g
60 ml

x=

x
10 ml

0,12 g x 10 ml
60 ml

15

x= 0,02 g

dalam 10ml mengandung 0,02 g Natrium benzoat


0,02 g
70 kg

ADI=

x
1 kg

0,02 g x 1 kg
70 kg

x=

x= 0,0002 g= 0,2 mg
Jadi, penggunaan Natrium benzoat tidak melampaui kadar ADI

Perhitungan ADI Propilen Glikol


ADI= 25 mg/kgBB (HOPE 6th Edition page 592)
Rata-rata BB dewasa= 70 kg
25 mg/kgBB x 70 kg= 1750 mg= 1,75 g
Propilen glikol yang digunakan untuk sediaan 280ml= 10%
Propilen glikol untuk 60ml (per botol)
10 g
100 ml

x=

x
60 ml

10 g x 60 ml
100 ml

x= 6 g

Propilen glikol yang digunakan per botol (60ml)

Dosis sehari= 15 ml
Propilen glikol yang digunakan tiap 15 ml
6g
60 ml

x
15 ml

16

6 g x 15 ml
60 ml

x=

x= 1,5 g
ADI=

dalam 15ml mengandung 1,5 g propilen glikol


1,5 g
70 kg

x=

x
1 kg

1,5 g x 1 kg
70 kg

x= 0,02g= 20mg
Jadi, penggunaan propilen glikol melampaui kadar ADI

VII.

PROSEDUR PEMBUATAN
A. Pembuatan aqua bebas CO2
1. Ambil 1 L air ke dalam beaker glass 1 L
2. Masukkan ke dalam Erlenmeyer 1 L, lalu panaskan di atas hot plate
3. Setelah air mendidih, kemudian tunggu sampai 5 menit atau lebih
4. Setelah mencapai waktu yang ditentukan, erlemeyer 1 L ditutup
5.

menggunakan gumpalan kapas


Jika sudah tertutup rapat, matikan api, dinginkan

B. Kalibrasi
Kalibrasi botol coklat 60 ml
1. Masukkan air keran sebanyak 62 ml ke dalam gelas ukur 100 ml
2. Tuangkan air dalam gelas ukur ke dalam botol coklat 60 ml
3. Tandai batas kalibrasi dan buang air, keringkan, botol siap dipakai

Kalibrasi beaker glass utama


1. Masukkan air keran sebanyak 270 ml ke dalam gelas ukur 500 ml
2. Tuangkan air dalam gelas ukur ke dalam beaker glass 500 ml
3. Tandai batas kalibrasi dan buang air, keringkan, beaker glass siap
dipakai

Kalibrasi beaker glass untuk sirupus simplex


1. Masukkan air keran sebanyak 100 ml ke dalam gelas ukur 100 ml
2. Tuangkan air dalam gelas ukur ke dalam beaker glass 250 ml
3. Tandai batas kalibrasi dan buang air, keringkan, beaker glass siap
dipakai

17

C. Penimbangan bahan
1. Timbang Ephedrine HCl sebanyak 0,27 g dengan menggunakan kertas
perkamen di atas timbangan analitik.
2. Timbang Sukrosa sebanyak 65 g dengan menggunakan kertas perkamen
besar di atas timbangan analitik.
3. Timbang Natrium benzoat sebanyak 0,54 g dengan menggunakan kertas
perkamen di atas timbangan analitik.
4. Timbang Propilen glikol sebanyak 27 g menggunakan beaker glass 100 ml
dengan menggunakan timbangan analitik.
D. Pembuatan sirupus simplex
1. Masukkan sukrosa yang telah ditimbang (65 g) ke dalam beaker glass
yang telah dikalibrasi (250 ml).
2. Tambahkan aquadest hingga batas kalibrasi.
3. Panaskan dalam hot plate hingga sukrosa melarut dengan sempurna
sambil sesekali diaduk.
4. Serkai larutan selagi panas dengan kain batis, sisihkan hingga dingin.
5. Timbang larutan sirupus simplex sebanyak 67,5 g dengan beaker glass 250
ml di atas timbangan analitik.
E. Pembuatan larutan sejati Ephedrine HCl 0,1%
1. Larutkan Ephedrine HCl yang telah ditimbang (0,27 g) dengan 5 ml
aquadest di dalam beaker glass 100 ml, aduk dengan menggunakan batang
pengaduk hingga larut. Masukkan ke dalam beaker glass utama, bilas
beaker glass yang digunakan dengan aquadest sebanyak 2x2 ml, hasil
bilasan dimasukkan ke beaker glass utama.
2. Encerkan Sirupus simplex yang telah ditimbang (67,5 g) dengan 5 ml
aquadest, aduk dengan menggunakan batang pengaduk hingga homogen,
masukkan ke dalam beaker glass utama, bilas beaker glass yang
digunakan dengan aquadest sebanyak 2x2 ml, hasil bilasan dimasukkan ke
beaker glass utama.
3. Encerkan Propilen glikol yang telah ditimbang (27 g) dengan 5 ml
aquadest, aduk dengan menggunakan batang pengaduk hingga homogen,
masukkan ke dalam beaker glass utama, bilas beaker glass yang
digunakan dengan aquadest sebanyak 2x2 ml, hasil bilasan dimasukkan ke
beaker glass utama.
4. Larutkan Natrium benzoat yang telah ditimbang (0,54 g) dengan 1 ml
aquadest di dalam beaker glass 50 ml, aduk dengan menggunakan batang
pengaduk hingga larut. Masukkan ke dalam beaker glass utama, bilas
18

beaker glass yang digunakan dengan aquadest sebanyak 2x2 ml, hasil
bilasan dimasukkan ke beaker glass utama.
5. Tambahkan aquadest ke dalam beaker glass utama hingga 80% batas
kalibrasi, aduk dengan menggunakan batang pengaduk hingga homogen.
6. Lakukan pengujian pH larutan, apakah sudah sesuai dengan pH sediaan
yang diinginkan, jika belum tambahkan adjust pH (NaOH 0,1 N atau HCl
0,1 N) secukupnya hingga mencapai pH sediaanyang diinginkan
7. Tambahkan pewarna Pasta Rose Pink secukupnya sampai warna larutan
menjadi merah
8. Tambahkan aquadest ke dalam beaker glass utama hingga batas kalibrasi,
aduk dengan menggunakan batang pengaduk hingga homogen
9. Masukkan ke dalam botol-botol yang telah dikalibrasi hingga batas
kalibrasi (62ml), tutup botol, beri etiket lalu masukkan ke dalam kemasan
sekunder beserta brosur dan sendok takar.

VIII. DATA PENGAMATAN EVALUASI SEDIAAN


No
Jenis evaluasi
1.

Prinsip
evaluasi

Jumla
h

FISIKA
Bau= khas

Organoleptik

meliputi uji
bau,rasa dan

3 botol

warna
Pengukuran p
1.2

1.3

Syarat

sampel

Evaluasi
1.1

Hasil pengamatan

Bau= khas zat aktif

zat aktif

Rasa= sedikit manis

Rasa= manis

Warna= merah

Warna=
merah

Pengukuran pH
dilakukan
menggunakan

Kejernihan

indikator.
Bandingkan

larutan

larutan uji

(FI V hal 154)

dengan larutan

pH rentang

3 botol

5,0

3 botol

Larutan jernih tidak ada

Suatu cairan

partikel melayang

dinyatakan

4,0-5,0

jernih jika
19

kejernihanny
a sama

suspense

dengan air

padanan yang

atau pelarut

dibuat segar.

yang
digunakan
Volume ratarata tidak
kurang dari

Volume
1.4

terpindahkan

Tuang isi

100% dan

perlahan-lahan

tidak ada

dari tiap wadah

satu wadah

ke dalam gelas

pun

ukur kering dan

3 botol

61,7ml

volumenya

telah dikalibrasi

kurang dari

secara hati-hati

95% dari

(FI V halaman

volume yang

1614)

tertera pada
etiket ( FI V
halaman

1.5

Bobot jenis

Gunakan

3 botol

piknometer

1,05

g
ml

1615)
Bobot jenis
suatu zat

yang bersih dan

adalah hasil

kering, timbang

yang

piknometer

diperoleh

kosong (W1)

dengan

lalu isi dengan

membagi

air suling dan

bobot zat

timbang (W2).

dengan

Buang air

bobot air

suling tersebut,

dalam

keringkan

piknometer.

piknometer lalu

(FI V hal
20

isi dengan
cairan yang
akan diukur BJ
nya dan
timbang (W3).
1553)

Hitung dengan
rumus :
dt =
W 3W 1
W 2W 1
Pengujian
dilakukan
menggunakan
viscometer
kapiler.
Pengukuran
kekentalan
0,03

meliputi
penetapan

Viskositas

waktu yang
1.6

Viskositas

dibutuhkan oleh

(FI V hal

sejumlah

1562)

volume tertentu

sediaan
3 botol

viskositas
air (0,89

untuk mengalir

mPas )

melalui kapiler.
Hitung dengan
rumus :
n1
n1

mendekati

1 . t 1
2 . t 2
(FI V hal 1562)
21

Dengan
Penentuan
1.7

stabilitas
sediaan

menyimpan
retained sample
pada

3 botol

temperature
kamar

2.

KIMIA
Dengan cara

2.1

Identifikasi

titrasi

sediaan

pengendapan

3 botol

(argentometri)
Larutan
Penetapan
2.2

kadar zat aktif


sediaan

Dengan cara
tiitasi dengan
asam perklorat

berwarna
3 botol

0,1 N

hijau
zamrud
setelah
dititrasi

3.

BIOLOGI
Pengujian
dilakukan

Kurang dari

dengan metode
Jumlah
3.1

cemaran
mikroba

10 mikroba

penyaringan
membrane atau
salah satu

per gram
3 botol

atau ml
specimen

metode

(FI V hal

lempeng yang

1343)

sesuai (FI V hal


1343)

Koloni tidak
Uji efektivitas
3.2

pengawet
(FI V hal
1355)

Pengujian

mengikat

dilakukan

dari jumlah

dengan

3 botol

hitung awal

menggunakan

sampai hari

uji mikroba uji

ke-4 dan ke28


22

Perhitungan Volume Terpindahkan


Volume botol 1= 62ml
Volume botol 2= 61,8ml
Volume botol 3= 61,5ml
62 ml+ 61,8 ml+61,5 ml
3

Rata-rata=

= 61,7ml

Perhitungan Bobot Jenis


W1

= 30,359 g

W2

= 39,934 g

W3

= 40,5 g

dt

40,5 g30,359 g
39,934 g30,359 g

g
= 1,05 ml

Perhitungan viskositas
n1= 0,89 mPas (250C)
n2= ?
= 39,934
1

= 1,05

t1= 8,35 s
t2= 11,13
0,89
n2

39,934 x 8,35
1,03 x 11,13

= 0,03
IX.

PEMBAHASAN
Pada praktikum kali ini dibuat sediaan larutan sejati dengan bahan aktif
Ephedrine HCl. Formula yang digunakan yaitu Ephedrine HCl

sebanyak 0,1%,

Sirupus simplex sebanyak 25% , Natrium Benzoat sebanyak 0,2%, Propilen


Glikol sebanyak 10%, Pasta Rose Pink secukupnya, HCl 0,1 N secukupnya, dan
Aquadest sebanyak Ad 100%

23

Sediaan yang dibuat berupa larutan sejati dengan bahan aktif Ephedrine HCl
dengan dosis untuk dewasa yaitu 3 x 1 sendok takar @5-7 ml. Sedangkan khasiat
dari Ephedrine HCl yaitu untuk mengobati bronkhitis. Ephedrine HCl
kontraindikasi untuk penderita yang hipersensitif terhadap ephedrine dan untuk
penderita tukak lambung hipertiroid, penyakit jantung, diabetes dan hipertensi.
Efek samping dari Ephedrine HCl yaitu timbul kecemasan, kegelisahan,
insomnia, gangguan denyut jantung, dan mulut kering (Obat-Obat Penting edisi
VI hlm 650)
Derivat-adrenalin ini memiliki efek sentral lebih kuat dengan efek
bronchodilatasi lebih ringan dan bertahan lebih lama (4 jam). Efedrin dapat
diberikan secara oral, maka banyak digunakan sebagai obat asma (bebas terbatas,
tanpa resep) dalam berbagai sediaan populer, walaupun efek sampingnya dapat

membahayakan. Resorpsinya baik dan dalam waktu

1
2 -1 jam sudah terjadi

bronchodilatasi. Di dalam hati sebagian zat dirombak; ekskresinya terutama


1
lewat urin secara utuh. Plasma-t 2 -nya 3-6 jam (Obat-Obat Penting edisi VI
hlm 650)
Bahan aktif dari Ephedrine HCl mempunyai rasa yang pahit (Farmakope
Indonesia edisi IV hlm 350) sehingga akan menurunkan akseptabilitas terhadap
pasien, maka pembuatan sirup ditambahkan sweetening agent yaitu sirupus
simplex (HOPE 6th Edition page 703) untuk menghilangkan rasa pahit pada
sediaan dan meningkatkan akseptabilitas terhadap pasien. Sirupus simplex dibuat
dari sukrosa 65g+aquadest ad 100ml yang dipanaskan hingga sukrosa melarut
dengan sempurna. Sirupus simplex dapat menimbulkan terjadinya kristalisasi
gula pada daerah leher botol (cap locking), maka dari itu pada pembuatan sediaan
ditambahkan propilen glikol (HOPE 6th halaman 592) sebagai anti caplocking
agent untuk mencegah adanya kristalisasi gula pada daerah leher botol. Propilen
glikol juga bisa sebagai pemanis (HOPE 6th halaman 592).
Sediaan disimpan dalam jangka waktu lama sebagai multiple dose, dan
sediaan terkandung sukrosa dan air sebagai nutrisi dan medium pertumbuhan
24

mikroba, dengan demikian akan rentan terkontaminasi mikroba, maka sediaan


ditambahkan pengawet, pengawet yang digunakan yaitu Natrium benzoat
(HOPE 6th Edition page 629) dengan pH aktivitas antimikroba yaitu 2-5. Bahan
aktif tidak ditemukan pH di pustaka Journal Penelitian, Obat-Obat Penting,
Materia Medika Indonesia edisi 1, Martindale 36, Farmakope Indonesia edisi IV,
Farmakope Indonesia edisi V, British Pharmacopoeia 2009, Japanese
Pharmacopoeia 15th Ed, USP NF 2009 (United States Pharmacopoeia 32 National Formulary 27), dan European Pharmacopoeia 5th Ed, oleh karena itu pH
ditentukan sendiri sesuai dengan pengawet yang digunakan yaitu Natrium
benzoat yang memiliki rentang pH 2-5, maka diambil pH rentang 4-5.
CO2 dapat mempengaruhi pH sediaan karena dapat terlarut ke dalam air
dan membentuk ion H+ sehingga dapat mengubah pH sediaan, maka
digunakanlah pelarut air bebas CO2 (HOPE 6th Edition page 766 ). Bahan aktif
harus terlindung dari cahaya (Martindale 36 hal 1558), maka sediaan disimpan
pada botol coklat. Agar warna sirup lebih menarik, ditambahkan flavouring agent
Pasta Rose Pink agar warna sirup lebih menarik dan meningkatkan akseptabilitas
terhadap pasien. Pada pembuatan sediaan tiap botol dilebihkan 2% yaitu menjadi
62ml, ini dilakukan untuk menjamin kehilangan volume pada setiap botol sesuai
yang tertera pada label dan etiket dan memenuhi syarat volume terpindahkan.
Untuk volume total juga dilebihkan sebanyak 10% untuk menjamin agar tidak
terjadi kehilangan volume total sediaan.
Eksipien yang digunakan yaitu Sirupus simplex sebanyak 25% , Natrium
Benzoat sebanyak 0,2%, Propilen Glikol sebanyak 10%, Pasta Rose Pink
secukupnya, HCl 0,1 N secukupnya, dan Aquadest sebanyak Ad 100%.
Sediaan dibuat secara berurutan mulai dari pembuatan air bebas CO 2,
kalibrasi, penimbangan, pembuatan sirupus simplex, dan pembuatan larutan sejati
Ephedrine HCl 0,1%. Selama praktikum saya melakukan kalibrasi botol kaca
berwarna coklat sebanyak 62 ml, kalibrasi beaker glass utama, kalibrasi beaker
glass untuk membuat sirupus simplex, dan pembuatan larutan larutan sejati
Ephedrine HCl 0,1%.
Setelah sediaan dibuat dan dimasukkan ke masing-masing botol yang telah
dikalibrasi sebelumnya dan ditutup rapat dilakukan evaluasi, diantaranya ada

25

evaluasi organoleptik, yaitu meliputi evaluasi bau, rasa dan warna. Sediaan yang
telah jadi memiliki bau khas zat aktif, rasa yang sedikit manis, dan warna merah
muda.
Yang kedua yaitu evaluasi evaluasi pH sediaan. Sediaan diukur pHnya
menggunakan pH indikator dengan cara mencelupkan indikator ke dalam sediaan
yang telah dibuat 80% dari volume keseluruhan dan disamakan warnanya dengan
pH yang tersedia, pH yang didapat yaitu 5.
Yang ketiga yaitu evaluasi kejernihan larutan. Sediaan diamati di tempat
terang dan dinyatakan sudah jernih terbebas dari partikel-partikel melayang,
kejernihannya sama dengan pelarut yang digunakan (air).
Yang keempat yaitu evaluasi volume terpindahkan. 3 botol masing-masing
dipindahkan ke dalam gelas ukur 500 ml, ditutup dengan kertas perkamen, dan
dibiarkan selama 30 menit. Setelah 30 menit, ukur masing-masing volume dalam
gelas ukur, dijumlahkan lalu dirata-ratakan. Didapatkan volume rata-rata yaitu
61,7ml.
Yang kelima yaitu evaluasi bobot jenis. Piknometer yang bersih dan kering
ditimbang di atas timbangan analitik saat kosong sebagai W1, saat diisi aquadest
sebagai W2, dan saat diisi sediaan sebagai W3. Lalu dihitung dengan
menggunakan rumus, diperoleh bobot jenis sediaan yaitu 1,058 g/ml.
Yang keenam yaitu evaluasi viskositas. Pengujian dilakukan menggunakan
viscometer kapiler. Ukur 10 ml aquadest lalu masukkan ke dalam pipa kecil
viscometer. Pipet dengan karet penghisap hingga melewati batas. Lepaskan karet
penghisap perlahan biarkan air turun sampai tanda batas. Kemudian buka lubang
pipa, biarkan aquadest turun hingga mencapai batas yang dibawah, hitung
lamanya waktu selama aquadest mengalir. Lakukan hal yang sama pada ketiga
sediaan masing-masing botol dan hitung rata-rata waktu sediaan. Kemudiaan
hitung viskositas sediaan dengan menggunakan rumus, viskositas sediaan yang
didapatkan yaitu 1,253 cp.
Berdasarkan evaluasi yang telah dilakukan sediaan dinyatakan memenuhi
syarat yang ditentukan walaupun terdapat hasil evaluasi yang tidak memenuhi
persyaratan namun merupakan parameter kritis.
X.

KESIMPULAN
Formulasi yang tepat untuk sediaan yang dibuat adalah sebagai berikut.
No
.

Nama Bahan

Jumlah

26

Kegunaan

Ephedrine HCl

0,1% b/v

Sirupus simplex

25% b/v

Natrium Benzoat

0,2%b/v

Propilen Glikol

10% b/v

5
6

Pasta Rose Pink


HCl 0,1 N

Qs
Qs

Aquadest

Ad 100% v/v

Zat aktif
Pemanis dan pengental
(HOPE 6th Edition page 703)
Pengawet
(HOPE 6th Edition page 629)
Anti cap-locking agent
(HOPE 6th halaman 592)
Pewarna
Adjust pH
Pelarut
(HOPE 6th Edition page 766 )

Dari hasil sediaan yang didapat sediaan memiliki bau khas zat aktif, rasa yang
sedikit manis, dan warna merah muda. Pada pengujian pH didapatkan pH 5.
Sediaan memiliki dosis untuk dewasa yaitu 3 x 1 sendok takar @5-7 ml.
Sedangkan khasiat

dari Ephedrine HCl yaitu untuk mengobati bronkhitis.

Ephedrine HCl kontraindikasi untuk

penderita yang hipersensitif terhadap

ephedrine dan untuk penderita tukak lambung hipertiroid, penyakit jantung,


diabetes dan hipertensi. Efek samping dari Ephedrine HCl yaitu timbul
kecemasan, kegelisahan, insomnia, gangguan denyut jantung, dan mulut kering
(Obat-Obat Penting edisi VI, 2007).

27

XI.

DAFTAR PUSTAKA
Agoes, Goeswin. 2012. Sediaan Farmasi Likuida-Semisolida. Bandung: Penerbit
ITB
BMJ Group. 2009. British National Formulary (BNF). London: BMJ Group and
the Royal Pharmaceutical Society of Great Britain.
Council of Europe. 2001. European Pharmacopoeia, Fifth Edition. Europe:
Directorate for The Quality of Medicines of The Council of Europe (EDQM)
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 1995. Farmakope Indonesia,edisi IV,
Jakarta: Departemen Kesehatan.
Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. 2014. Farmakope Indonesia,edisi V,
Jakarta: Departemen Kesehatan.
Lawrence. 2007. United States Pharmacopeia 30 - National Formulary 25. United
States:
Rowe, Raymond C.2006. Handbook of Pharmaceutical Excipients. 6th ed.,London
: Pharmaceutical Press.

28

Sweetman, S.C. 2009. Martindale 36 The Complete Drug Reference. London:


Pharmaceutical Press.
Syarif, Amir, dkk. 2012. Farmakologi dan Terapi. Edisi 5. Jakarta: Balai Penerbit
FKUI
The Council of The Royal Pharmaceutical Society of Great Britain. 1994. The
Pharmaceutical Codex, 12th ed, Principles and Practice of Pharmaceutik. London:
Pharmaceutical Press.
The Departemen of Health, Social Service and Public Safety. 2009. British
Pharmacopoeia. London: Pharmaceutical Press.
The Minister and Health. 2006. The Japanese Pharmacopoeia fifteenth. Japan:
Ministry of Health.
Tjay Tan , dan Tahardha Kirana. 2007. Obat-Obat Penting (Khasiat, Cara,
Penggunaan, dan Efek-efek Sampingnya) Edisi keenam. Jakarta: PT. ELEX
MEDIA KOMPUTINDO.

29

XII.

LAMPIRAN
KEMASAN

ETIKET

30

Laferin

Ephedrine HCl
KOMPOSISI
Tiap 5ml mengandung :
Ephedrine HCl. 5mg
FARMAKOLOGI

Laferin

mengandung Ephedrine HCl yang

berkhasiat sebagai obat bronchitis. Derivat-adrenalin ini

memiliki efek sentral lebih kuat dengan efek


bronchodilatasi lebih ringan dan bertahan lebih lama
(4 jam). Efedrin dapat diberikan secara oral, maka
banyak digunakan sebagai obat asma (bebas terbatas,
tanpa resep) dalam berbagai sediaan populer,
walaupun efek sampingnya dapat membahayakan.
Resorpsinya baik dan dalam waktu

1
2 -1 jam sudah

terjadi bronchodilatasi. Di dalam hati sebagian zat


dirombak; ekskresinya terutama lewat urin secara

1
utuh. Plasma-t 2 -nya 3-6 jam.
INDIKASI
Mengobati bronkhitis
CARA PAKAI
Untuk Dewasa:
Sehari 3 x 1 sendok takar @5-7ml

BROSUR

KONTRAINDIKASI
- Penderita yang hipersensitif terhadap ephedrine
- Penderita tukak lambung hipertiroid, penyakit
jantung, diabetes dan hipertensi.
EFEK SAMPING
Kecemasan, kegelisahan, insomnia, gangguan denyut
jantung, mulut kering.
SIMPAN DI BAWAH SUHU 250C DALAM
BOTOL TERTUTUP RAPAT. LINDUNGI DARI
CAHAYA.
31
No. Reg. DBL 1500600237A1
PT. PHARAFAM FARMA
BANDUNG - INDONESIA