Anda di halaman 1dari 5

MANAJEMEN INVESTASI

KEPUTUSAN INVESTASI

Perputaran dana yang diinvesatsikan dalam aktiva tetap


Dana yang ditanamkan dalam aktiva tetap seperti halnya dana yang idinvestasikan
dalam aktiva lancar juga mengalami proses perputaran. Secara konsepsionil
sebenarnya tidak ada perbedaan antara investasi dalam aktiva tetap dengan investasi
dalam aktiva lancar.
Perbedaan antara investasi dalam aktiva tetap dan aktiva lancar terletak dalam soal
wktu dan cara perputaran dana yang tertanam di dalamnya. Perputaran dana yang
diinvestasikan dalam aktiva lancar dapat digambarkan sebagai berikut :
Kas

Aktiva lancar

Kas

Perputaran dana yang diinvestasikan dalam aktiva tetap dapat digambarkan sebagai
berikut :
Depresiasi
Depresiasi
Aktiva tetap
Depresiasi
Kas
Depresiasi
Depresiasi
Jumlah dana yng diinvestasikan dalam aktiva tetap tidak sama jumlahnya selama
periode invesatsi atau selama umur penggunaan kativa tetap tersebut. Jumlah dana
yang terikat dalam aktiva tetap akan berangsur-angsur berkurang sesuai dengan
depresiasi yang digunakan.

Capital budgeting
Keseluruhan proses perencanaan dan pengambilan keputusan mengenai
pengeluaran dana di mana jangka waktu kembalinya dana tersebut melebihi waktu
satu tahun dikatakan sebagai Capital budgeting. Batas waktu satu tahun tidaklah
mutlak. Termasuk dalam golongan pengeluaran danan ini ialah pengeluaran dana
untuk pembelian aktiva tetap, yaitu tanah, bangunan-bangunann, mesin-mesin dan
peralatan-peralatan lainnya. Demikian pula pengeluaran dana untuk proyek
advertensi jangka panjang, penelitian dan pengembangan termasuk juga dalam
golongan capital budgeting expenditures.
Capital budgeting mempunyai arti yang sangat penting bagi perusahaan karena :
1. Dana yang dikeluarkan akan terikat untuk jangka waktu yang panjang. Ini berarti
bahwa perusahaan harus menunggu selama waktu yang panjang atau sampai
keseluruhan dana yang tetanam dapat diperoleh kembali oleh perusahaan.

2. Investasi dalam aktiva tetap menyangkut harapan terhadap haisl penjualan di


waktu yang akan datang. Kesalahan dalam mengadakan forecasting akan dapat
mengakibatkan adanya over atau under-investment dalam aktiva tetap. Apabila
investasi dalam aktiva tetap terlalu besar melebihi daripada yang diperlukan akan
memberikan beban tetap yang besar bagi perusahaan.
3. Pengeluaran dana untuk keperluan tersebut biasanya meliputi jumlah yang besar.
Jumlah dana yng besar itu mungkin tidak dapat diperoleh dalam jangka waktu
pendek. Untuk itu perlu dibuat rencana yang hati-hati dan teliti.
4. Kesalahan dalam pengambilan keputusan mengenai pengeluaran modal tersebut
akan mempunyai akibat yang panjang dan berat. Kesalahan dalam pengambilan
keputusan di bidang ini tidak dapat diperbaiki tanpa adanya kerugian.
Usul-usul investasi dan pemilihan alternatif
Ada berbagai cara dalam menggolongkan asal-usul investasi. Salah satu
penggolongan usul-usul investasi didasarkan menurut kategori dibawah ini :
1. Investasi penggantian
2. Investasi penambahan kapasitas
3. Investasi penambahan jenis produk baru
4. Investasi lain-lain.
Pada umumnya jumlah asal-usul investasi yang diajukan di dalam perusahan lebih
banyak daripada besarnya dana yang tersedia untuk dapat membelanjainya.
Berhugung dengan itu maka perlu diadakan penilaian terhadap asal usul invrstai
yang diajukan, untuk kemudian diadakan rangking atas dasar suatu criteria tertentu.
Pada akhirnya berdasarkan ukuran yang ditetapkan oleh perusahaan dapatlah
dipilih asal-usul proyek mana yang akan diterima, ditolak dan mana yang ditunda
pelaksanaannya.
Pengertian Cash Flow
Mengapa ada berbagai cara penilaian usul investasi didasarkan pada aliran kas (
cash flow ) dan bukan pada keuntungan yang dilaporkan dalam buku ? Jawabannya
disini adalah sangat sederhana, yaitu bahwa untuk dapat menghasilkan keuntungan
tambahan, kita harus mempunyai kas untuk ditanamkan kembali. Keuntungan yang
dilaporkan dalam buku belum pasti dalam bentuk kas, sehingga dengan demikian
jumlah kas yang ada dalam perusahaan belum tentu sama dengan jumlah
keuntungan yang dilaporkan dalam buku.
Setiap usul pengeluaran modal selalu mengandung du macam aliran kas, yaitu:
1. Aliran kas keluar netto ( net outflow of cash ), yaitu yang diperlukan untuk
investasi baru.
2. Aliran kas masuk netto tahunan ( net annual inflow of cash ), yaitu sebagai hasil
dari investasi baru tersebut, yang ini sering pula disebut net cash proceeds atau
cukup dengan istilah proceeds

Metode Payback Period


Ada berbagai metode penilaian proyek investasi atau metode untuk menyusun
rangking usul-usul investasi. Dalam buku ini hanya dibicarakan 4 metode
penilaian usul-usul investasi, yaitu metode-metode :
1.
Payback period
2.
Net present value
3.
Internal rate of return ( yeld method )
4.
Accounting rate of return
Tiga metode yang pertama mendasarkan diri pada aliran kas ( cash flows ) atau
proceeds, sedangkan metode yang terakhir menggunakan keuntungan netto
sesudah pajak yang dilaporkan dalam buku ( reported accounting income ) sebagai
dasar perhitungannya.
Payback Period
adalah suatu periode yang diperlukan untuk dapat menutup kembali pengeluaran
investasi dengan emnggunakan proceeds atau aliran kas netto. Dengan demikian
payback period dari suatu investasi menggambarkan panjangnya waktu yang
diperlukan agar dana yang tertanam pada suatu investasi dapat diperoleh kembali
seluruhnya. Apabila payback period dari suatu investasi setiap tahun sama
jumlahnya, maka payback period dari suatu investasi dapat dihitung dengan :
Jumlah Investasi
Proceeds Tahunan

Metode payback ini karena sederhananya dan karena sangat mudah


perhitungannya, metode ini banyak digunakan oleh perusahaan-perusahaan. Tetapi
di lain pihak, metode ini mempunyai kelemahan-kelemahan prinsipil sbb
1.
Metode ini mengabaikan penerimaan-penerimaan investasi atau proceeds
yang diperoleh sesudah payback period tercapai, oleh karenanya criteria ini
bukan alat ukur profitability, tetapi alat pengukur rapidity atau kecepatan
kembalinya dana.
2.
Metode ini juga mengabaikan time value of money

Metode Present Value

Dengan adanya kelemahan-kelemahan dari metode payback period, maka dicarilah


metode-metode lain yang memperhatikan baik proceeds sesudah tercapainya
payback period maupun time value of money. Salah satu metode tersebut adalah
aapa yang disebut mentode net present value atau sering disebut metode present
value.
Oleh karena metode ini memperhatikan time value of money, maka proceeds yang
digunakan dalam menghitung net present value ( NPV ) adalah proceeds atau cash
flows yang didiskontokan aatas dasar biaya modal ( cost of capital ) atau rate of
return yang diinginkan.
Dalam metode ini pertama-tama yang dihitung adalah nilai sekarang dari proceeds
yang diharapkan atas dasar discount rate tertentu. Kemudian jumlah present value
( PV ) dari keseluruhan proceeds selama usianya dikurangi dengan PV dari jumlah
investasinya. Selisih antara PV dari keseluruhan proceeds dengan PV dari
pengeluaran modal ( capital outlays atau initial investment ) dinamakan nilai
sekarang netto ( NPV ). Apabila jumlah PV dari keseluruhan proceeds yang
diharapkan lebih besar daripada PV dari investasinya maka usul investasi tersebut
dapat diterima. Sebaliknya kalau jumlah PV dari keseluruhan proceeds lebih kecil
daripada PV dari investasinya yang ini berarti bahwa NPV-nya negatif maka usul
investasi tersebut seharusnya ditolak.

Metode Internal Rate of Return ( Yield Method )


Metode penilaian usul-usul investasi lain yang menggunakan discounted cash
flow ialah apa yang disebut metode internal rate of return. Pengertian internal rate
of return itu sendiri dapat didefinisikan sebagai tingkat bunga yang akan
menjadikan jumlah nilai sekarang dari proceeds yang diharapkan akan diterima (
PV of future proceeds ) sama dengan jumlah nilai sekarang dari penegluaran modal
( PV of capital outlays ). Pada dasarnya internal rate of return harus dicari dengan
cara trial and error dengan serba coba-coba.
Pertama-tama kita menghitung PV dari proceeds dari suatu investasi dengan
menggunakan tingkat bunga yang kita pilih. Kemudian haisl perhitungan itu
dibandingkan dengan jumlah PV dari outlaysnya. Kalau PV dari proceeds lebih
besar daripada PV dari investasi atau outlaysnya, kita harus menggunakan tingkat
bunga yang lebih tinggi. Begitu juga sebaliknya.

Metode Accounting Rate of Return


Metode accounting rate return atau sering juga disebut average rate of return
menunjukkan presentase keuntungan netto sesudah pajak dihitung dari average
investment atau initial investment. Metode ini mendasarkan pada keuntungan yang
dilaporkan dalam buku ( reported accounting income ).
Kebaikan metode ini adalah karena kesederhaaannya dan mudah dimengerti.
Metode ini dalam perhitungannya menggunakan data accounting yang sudah
tersedia, sehingga tidak ememerlukan perhitungan tambahan.

Kelemahan metode ini :


1. Tidak memperhatikan time value of money
2. Menitikberatkan pada masalah accounting, dan kurang meemperhatikan data
cash flows dari investasi ybs.
3. Merupakan pendekatan jangka pendek dengan menggunakan angka rata-rata
yang menyesatkan
4. Kurang memperhatikan panjangnya jangka waktu investasi
capital rationing
Dana investasi yang tersedia untuk satu tahun sering dibatasi oleh ceiling atau batas
tertinggi tertentu sehingga sebagian asal usul investasi terpaksa tidak dapat
dilaksanakan meskipun sebenarya usul-ususl investasi tersebut dapat diterima.
Adanya batasan dana investasi tersebut dalam suatu tahun ialah apa yang disebut
adanya pencatuan modal atau capital rationing.
Pencatuan modal terjadi setiap waktu kalau ada kendala mengenai jumlah dana
yang diinvestasikan selama suatu periode tertentu, misalnya satu tahun. Kendala ini
lazim terjadi pada sejumlah perusahaan yang dalam mendanai investasi lebih
menekankan pada sumber intern dan kurang berminat mendanai dari sumber
ekstern.
Kalau ada pencatuan modal, maka menejer harus menyelidiki kombinasi dari asalusul investasi yang dapat menghasilkan nilai sekarang netto atau NPV yang paling
tinggi sesuai denagn kendala anggaran untuk periode yang bersangkutan.