Anda di halaman 1dari 9

SATUAN ACARA PENYULUHAN

CUCI TANGAN

Disusun untuk Memenuhi Tugas Profesi Ners


Departemen Pediatrik di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi

Oleh:
Kelompok 9

PROGRAM PROFESI NERS


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2015

LEMBAR PENGESAHAN
SATUAN ACARA PENYULUHAN
DI RSUD NGUDI WALUYO WLINGI

Telah diperiksa dan disetujui:


Hari

: ..

Tanggal

: ..

Oleh:
Kelompok 9

Pembimbing Akademik

Pembimbing Klinik

____________________

______________________

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Pokok Bahasan

: Cuci Tangan

Sasaran

: Pengunjung dan keluarga pasien yang di rawat di ruang


Edelweys RSUD Ngudi Waluyo Wlingi

I.

Tempat

: R. Edelweys RSUD Ngudi Waluyo Wlingi

Waktu

: Jumat, 5 Juni 2015 pukul 10.00 WIB

Durasi

: 30 menit

Metode

: Ceramah dan tanya jawab

Media

: Leaflet dan lembar balik

Penyuluh

: Kelompok 9 PSIK UB

LATAR BELAKANG
Kebersihan diri adalah upaya individu dalam memelihara kesehatan diri
yang meliputi kebersihan rambut, gigi dan mulut, mata, telinga, kuku, kulit dan
kebersihan dalam berpakaian. Dalam upaya pemeliharaan kebersihan diri ini,
pengetahuan akan pentingnya akan pentingnya kebersihan diri tersebut sangat
diperlukan. Karena pengetahuan atau kognitif merupakan domain yang sangat
penting dalam membentuk tindakan seseorang.
Tangan merupakan pembawa utama kuman penyakit. Praktek CTPS
(Cuci Tangan Pakai Sabun) setelah ke jamban dan sebelum menjamah
makanan dapat menurunkan hampir separuh kasus diare dan sekitar
seperempat kasus ISPA. Praktek CTPS juga dapat mencegah infeksi kulit dan
mata.
Mencucui tangan terbukti lebih efektif mengontrol virus dibandingkan
dengan obata. Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal The Cochrane Library
yang mengatakan bahwa mencuci tangan dengan sabun dan air adalah cara
paling sederhana dan efektif untuk menahan penyebaran virus dan bakteri, mulai
dari virus penyebab flu, bakteri penyebab diare hingga virus dan bakteri yang
mematikan seperti penyebab Hepatitis A.
Cuci tangan pakai sabun merupakan salah satu intervensi kesehatan
yang paling murah dan efektif dibandingkan hasil intervensi kesehatan dengan
cara lainnya serta telah terbukti mampu mengurangi resiko penyakit bukan

hanya yang terkait dengan diare, namun juga beberapa penyakit berbahaya
lainnya seperti kolera, dan disentri sampai dengan 48-59%.
Pengetahuan masyarakat yang minim akan kesehatan seakan menjadi
penyulit terbesar dalam meningkatkan taraf hidup dan kesehatan masyarakat.
Oleh karena itu , diperlukan adanya sosialisasi dan pendidikan kesehatan
kepada masyarakat untuk menjaga kesehatan dengan cara yang minimal,
murah, namun menimbulkan dampak yang maksimal dengan menjaga
kesehatan.
Kegiatan mencuci tangan memiliki peranan penting untuk pencegahan
infeksi nosokomial di rumah sakit. Pada klien yang sedang mendapatkan terapi
di rumah sakit, kegiatan mencuci tangan dapat mencegah mereka dari penularan
berbagai virus dan bakteri yang ada di ruamh sakit. Pada klien yang harus
menjalani intervensi kemoterapi, CTPS sangat dianjurkan untuk dilakukan
karena salah satu efek samping dari kemoterapi adalah penurunan kekebalan
tubuh sehingga tindakan pencegahan dengan menjaga kebersihan diri mutlak
diperukan.
Dalam kehidupan sehari-hari kebersihan merupakan hal yang sangat
pentingdan harus

diperhatikan

karena

kebersihan akan mempengaruhi

kesehatan dan psikis seseorang. Kebersihan itu sendiri sangat berpengaruh


diantaranya kebudayaan, ocial,keluarga, pendidikan. Persepsi seseorang
terhadap kesehatan,serta perkembangan (Wartonah, 2006).
Praktik

hygiene

sama

dengan

peningkatan

kesehatan.

Dengan

implementasi tindakan hygiene pasien, atau membantu anggota keluarga untuk


melakukan tindakan itu dalam lingkungan rumah sakit, perawat menambah
tingkat kesembuhan pasien. Dengan mengajarkan cara hygiene pada pasien,
pasien akan berperan aktif dalam meningkatkan kesehatan dan partisipan dalam
perawatan diri ketika memungkinkan (Perry & Potter, 2005).
Jika

seseorang

sakit,

biasanya

masalah

kebersihan

kurang

diperhatikan.Hal ini terjadi karena kita menganggap masalah kebersihan adalah


masalah sepele, padahal jika hal tersebut dibiarkan terus dapat mempengaruhi
kesehatan secara umum (Wartonah, 2006).

II.

TUJUAN
Tujuan Umum

: Setelah dilakukan penyuluhan diharapkan sasaran mampu


mengerti dan memahami tentang hand hygiene.

Tujuan Khusus

: Setelah dilakukan penyuluhan diharapkan sasaran

mampu

III.

IV.

Menjelaskan tentang manfaat cuci tangan pakai sabun.

Menyebutkan 5 waktu cuci tangan pakai sabun.

Mempraktekkan 6 langkah cuci tangan pakai sabun..

SUB POKOK BAHASAN

Manfaat cuci tangan pakai sabun.

5 waktu cuci tangan pakai sabun.

6 langkah cuci tangan pakai sabun.

KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR

Tahap

Kegiatan Penyuluh

Kegiatan Sasaran

Metode &
Media

Pembukaan
(5 menit)

Memperkenalkan diri

Menjawab salam

Menyampaikan tujuan dan

Memperhatikan

topik

dilaksanakannya

Ceramah
dan dan tanya

menjawab pertanyaan

jawab

penyuluhan

Menggali

pengetahuan

sasaran
Penyajian

(15 menit)

Menjelaskan

tentang

manfaat cuci tangan pakai


sabun.

Mendengarkan

Ceramah

Mengajukan pertanyaan

dan tanya

seputar materi

jawab

Menyebutkan 5 waktu cuci


tangan pakai sabun.

Leaflet dan

Mempraktekkan 6 langkah

power

cuci tangan pakai sabun.

point

Membuka

waktu

untuk

diskusi

Mengevaluasi

hasil

penyuluhan
Penutup

Menjelaskan hasil evaluasi

Menjawab pertanyaan

Ceramah

(10 menit)

Memberikan umpan balik

Menjawab salam

dan tanya

Membagikan leaflet, salam

jawab

penutup
Leaflet dan
lembar
balik

V.

EVALUASI
a. Evaluasi Struktur

Materi dan media yang akan dibawakan pada saat penyuluhan telah
dikonsultasikan terlebih dahulu oleh pembimbing klinik dan telah
mendapat persetujuan.

Media yang diperlukan untuk penyuluhan sudah tersedia sebelum hari-H.

Penyuluh telah membuat janji dan menginformasikan waktu pelaksanaan


penyuluhan kepada setiap pihak yang terlibat.

b. Evaluasi Proses

Sasaran aktif bertanya dan menjawab selama penyuluhan berlangsung.

Sasaran dapat tenang dan berkonsentrasi terhadap materi yang


dipaparkan.

c. Evaluasi Hasil

Pengetahuan sasaran tentang pokok bahasan meningkat dibuktikan


dengan kemampuan sasaran dalam menjawab pertanyaan sebesar 80%.

Tingkat partisipasi dan keaktifan sasaran dalam kegiatan tinggi mencapai


80%.

VI.

MATERI (TERLAMPIR)

VII.

DAFTAR PUSTAKA

DAFT AR PUSTAKA

American Society Clinical Oncology, (2004). Criteria for facility and personnel for
administration of parenteral systemic antineoplastic therapy, Journal of
Clinical Oncology, 22 (22): 1 3
Wartonah, M, 2006 .Ilmu Keperawatan.EGC: Jakarta
Aziz Alimul Hidayat , 2002. Pengantar Dokumentasi Proses Keperawatan. EGC :
Jakarta

CUCI TANGAN
1.

Definisi dan Manfaat Cuci Tangan


Menurut Perry & Potter (2005), mencuci tangan merupakan teknik dasar yang

paling penting dalam pencegahan dan pengontrolan infeksi. Cuci tangan adalah proses
membuang kotoran dan debu secara mekanik dari kulit kedua belah tangan dengan
memakai sabun dan air (Tietjen, et.al., 2004). Menurut Susiati (2008), tujuan
dilakukannya cuci tangan yaitu untuk mengangkat mikroorganisme yang ada di tangan,
mencegah infeksi silang (cross infection), menjaga kondisi steril, melindungi diri dan
pasien dari infeksi, memberikan perasaan segar dan bersih.
2.

Lima Waktu Cuci Tangan


Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) sebaiknya dilakukan pada lima waktu penting,

yaitu: (1) sebelum makan; (2) sesudah buang air besar; (3) sebelum memegang bayi;
(4) sesudah menceboki anak; dan (5) sebelum menyiapkan makanan.
3.

Enam Langkah Cuci Tangan


Untuk mendapatkan hasil yang optimal, maka mencuci tangan haruslah dengan air

bersih yang mengalir, baik itu melalui kran air atau disiram dengan gayung,
menggunakan sabun yang standar, setelah itu keringkan dengan handuk bersih atau
menggunakan tisu.
Untuk penggunaan jenis sabun dapat menggunakan semua jenis sabun karena
semua sabun sebenarnya cukup efektif dalam membunuh kuman penyebab penyakit.
Teknik mencuci tangan yang benar harus menggunakan sabun dan di bawah air yang
mengalir dengan langkah-langkah sebagai berikut :
a

Basahi tangan dengan air di bawah kran atau air mengalir.

Ambil sabun cair secukupnya untuk seluruh tangan, akan lebih baik jika
sabun yang mengandung antiseptik.

Gosokkan pada kedua telapak tangan.

Gosokkan sampai ke ujung jari.

Telapak tangan kanan menggosok punggung tangan kiri (atau sebaliknya)


dengan jari-jari saling mengunci (berselang-seling) antara tangan kanan dan
tangan kiri, gosokkan sela-sela jari tersebut. Hal ini dilakukan pada kedua
tangan.

Letakkan punggung jari satu dengan punggung jari lainnya dan saling
mengunci.

Usapkan ibu jari tangan kanan dengan punggung jari lainnya dengan
gerakan saling berputar, lakukan hal yang sama dengan ibu jari tangan kiri.

Gosokkan telapak tangan dengan punggung jari tangan satunya dengan


gerakan kedepan, kebelakang, berputar. Hal ini dilakukan pada kedua
tangan.

Pegang pergelangan kanan kanan dengan pergelangan kiri dan lakukan


gerakan memutar. Lakukan pula pada tangan kiri.

Bersihkan sabun dari kedua tangan dengan air mengalir.

Keringkan

tangan

dengan

menggunakan

menggunakan kran, tutup kran dengan tisu.

tissue

atau

handuk,

jika