Anda di halaman 1dari 17

Reformasi Birokrasi dan

Revolusi Mental
2015 - 2019

Deputi Bdang Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas


Aparatur dan Pengawasan

PRINSIP PELAKSANAAN REFORMASI


BIROKRASI
MENERUSKAN DAN
MENINGKATKAN LANGKAHLANGKAH YANG SUDAH BAIK

MEMPERKAYA
DENGAN ISU-ISU
STRATEGIS BARU

MENTERJEMAHKAN
PRIORITAS UTAMA
PEMERINTAH BARU

REFORMASI BIROKRASI

MENGOPERASIONALKAN
RPJMN 2015 - 2019

MEMPERBAIKI/
MENYEMPURNAKAN
STRATEGI IMPLEMENTASI

KERANGKA
SISTEM DALAM
PENYELENGGARAAN
PEMERINTAHAN

MASYARAKAT
(PUBLIK)

PENGATURAN

PELAYANAN PUBLIK

MANAJEMEN SDM

AKUNTABILITAS

APARATUR

(KEBIJAKAN)

KELEMBAGAAN
PENGAWASAN

TATALAKSANA

PERMASALAHAN

MASYARAKAT
(PUBLIK)

SISTEM DALAM
PENYELENGGARAAN
PEMERINTAHAN

PENGATURAN

PELAYANAN PUBLIK

AKUNTABILITAS

KUALITAS
PELAYANAN
RENDAH
KURANG PROFESIONAL
FEODAL
TDK DISIPLIN
TDK KOMPETEN
TDK PEKA
KURANG INOVATIF
KKN

MANAJEMEN SDM

ORIENTASI PENYELENGGARAAN MASIH BERSIFAT


OUTPUT
HASIL/MANFAAT BLM SEPENUHNYA DIRASAKAN
MASYARAKAT
KINERJA MASIH RENDAH

APARATUR

(KEBIJAKAN)

KELEMBAGAAN
PENGAWASAN

KURANG HARMONIS
KURANG
MEMIHAK
PUBLIK
TUMPANG TINDIH
MENGHAMBAT
PROSES
PELAYANAN
SEKTORAL
KURANG
MELIBATKAN
PUBLIK DLM PERUMUSAN

TATALAKSANA

PERMASALAHAN
SISTEM DALAM
PENYELENGGARAAN
PEMERINTAHAN

PENGAWASAN
PENGATURAN

PELAYANAN
PUBLIK
AKUNTABILITAS
KELEMBAGAAN
APARATUR
MANAJEMEN
SDM
(KEBIJAKAN)
TATALAKSANA

APARATUR MENJADI KUNCI


PERMASALAHAN DAN
PEMECAHAN

ISU-ISU STRATEGIS

Lemahnya penegakan hukum

Penerapan e-government belum


merata

Rendahnya komitmen pencegahan


dan pemberantasan korupsi

Masih rendahnya kompetensi,


belum sesuai dengan kebutuhan
dalam jabatan; kinerja belum
optimal;

Aparat Pengawas Internal


Pemerintah masih lemah
Kualitas akuntabilitas kinerja
instansi pemerintah masih rendah
Pengadaan barang dan jasa masih
belum dapat diselenggarakan
secara efisien
Organisasi gemuk, fragmented dan
tumpang tindih fungsi

Integritas PNS yang masih rendah


Sistem remunerasi belum layak dan
berbasis kinerja
Kualitas pelayanan publlik masih
rendah

SASARAN
REFORMASI
BIROKRASI

Birokrasi yang bersih dan akuntabel

Birokrasi yang efektif dan efisien

Birokrasi yang memiliki pelayanan


publik berkualitas

SASARAN
REFORMASI
BIROKRASI
SASARAN REFORMASI
BIROKRASI 2010 - 2014

SASARAN REFORMASI
BIROKRASI 2015 - 2019

Terwujudnya pemerintahan
yang bersih dan bebas KKN

Birokrasi yang bersih dan


akuntabel

Meningkatnya kapasitas dan


akuntabilitas kinerja birokrasi

Birokrasi yang efektif dan efisien

Terwujudnya peningkatan
kualitas pelayanan publik
kepada masyarakat

Birokrasi yang memiliki


pelayanan publik berkualitas

AREA PERUBAHAN
1

MENTAL APARATUR

TATALAKSANA

PENGAWASAN

SDM ASN

AKUNTABILITAS

PERATURAN
PERUNDANGUNDANGAN

KELEMBAGAAN

PELAYANAN PUBLIK

KETERKAITAN ANTARA
AREA PERUBAHAN DAN
SASARAN REFORMASI
BIROKRASI

MENTAL/
PERILAKU
APARATUR

UKURAN KEBERHASILAN
REFORMASI BIROKRASI

T IN GKATA N P E LA KSA N A A N

STRATEGI
PELAKSANAAN

INDIKATOR
HASIL

PRIORITAS

REVOLUSI
MENTAL
APARATUR

Tingkat Implementasi
SPIP

Penghematan kegiatan operasional,


penggunaan sarpras, dan pemanfaatan
produk dalam negeri

Indeks Akuntabilitas

Indeks
E-procurement
Indeks Reformasi
Birokrasi

Birokrasi yang
efektif dan
efisien

Indeks e-Government

Indeks
Profesionalitas ASN

Birokrasi yang
memiliki
pelayanan
publik
berkualitas

Indeks Integritas
Nasional
SKM
% Kepatuhan UU
Yanlik

Penetapan organisasi kementerian


kabinet kerja

Penguatan manajemen ASN

PENERAPAN TIK
DALAM
BIROKRASI

Penuntasan rekrutmen ASN

Percepatan operasionalisasi KASN


Evaluasi akuntabilitas kinerja, evaluasi zona
integritas, penerbitan kebijakan perjanjian
kinerja dan pelaporan kinerja

PENGUATAN
SISTEM
MANAJEMEN
SDM APARATUR
SIPIL NEGARA

Kompetisi inovasi pelayanan publik


nasional
Penilaian pengelolaan pengaduan
pelayanan publik

PROGRAM TINGKAT MAKRO, MESO, DAN MIKRO

Tingkat Kapabilitas
APIP

Birokrasi yang
bersih dan
akuntabel

QUICK WINS RB
Kampanye gerakan revolusi
mental

Opini BPK

8 AREA PERUBAHAN

STRATEGI
PELAKSANAAN

SASARAN
RB

STRATEGI
PELAKSANAAN

PRIORITAS

Revolusi Mental Aparatur


1.

Kurang kompeten dan


bertanggungjawab;
2. Egois, feodal;
3. Kurang Beretika;
4. Sulit diakses masyarakat;
5. Kurang kreatif
6. Koruptif
7. Memperlakukan secara
berbeda, tidak ramah, kurang
memperhatikan sopan santun,
tidak sabar
8. Tidak Disiplin
9. Tdk bisa jadi teladan
10. Kurang Profesional

1.

Berkompetensi dan
bertanggungjawab;
2. Memahami kebutuhan publik
dan peka terhadap lingkungan;
3. Beretika;
4. Membuka/memberikan akses
yang mudah bagi masyarakat;
5. Inovatif dan proaktif
6. Bersih, dan menolak gratifikasi
7. Adil, sopan, ramah dan sabar
8. Disiplin, tepat janji dan tepat
waktu
9. Menjadi contoh teladan
10. Profesional

STRATEGI
PELAKSANAAN

PRIORITAS

Revolusi Mental Aparatur


M O N I T O R I NG
PENGEMBANGAN
BUDAYA KERJA
POSITIF

JUJUR
BERSIH
DISIPLIN
PEKA
MELAYANI
MALU BERBUAT
SALAH
SOPAN
BERETIKA
MENJADI CONTOH
PROFESIONAL

Pencanangan
Public campaign

Penerapan Sistem
Integritas Nasional

PENCANANGAN BUDAYA
KERJA POSITIF SECARA
NASIONAL
PUBLIC CAMPAIGN
UNTUK MENDORONG
PERAN SERTA
MASYARAKAT SEBAGAI
UNSUR PENGAWAS

INTERNALISASI NILAINILAI INTEGRITAS


PENEGAKAN KODE ETIK
DAN KODE PERILAKU,
PENANGANAN
KONFLIK KEPENTINGAN
PENGELOLAAN
LAPORAN KEKAYAAN
PEGAWAI,
SISTEM
WHISTLEBLOWING,
PENANGANAN
GRATIFIKASI DAN
TRANSPARANSI

Pengangkatan Agen
Perubahan

MEMBERIKAN KEYAKINAN
PENTINGNYA PERUBAHAN
MENDORONG DAN
MENGGERAKKAN PEGAWAI
UNTUK IKUT BERPARTISIPASI
DALAM PERUBAHAN
MEMBERIKAN ALTERNATIF
SOLUSI
MEMBANTU
MEMPERLANCAR PROSES
PERUBAHAN
KOMUNIKATOR

STRATEGI
PELAKSANAAN

PRIORITAS

Revolusi Mental Aparatur

Kunci
Keberhasilan

KOMITMEN
PIMPINAN

KONSISTENSI
DETERMINASI
PANTANG
MENYERAH

PERLU
PENGORBANAN

KESABARAN

TERIMA KASIH

Deputi BIdang Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas


Aparatur dan Pengawasan