Anda di halaman 1dari 13

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Meniskus adalah tulang rawan melingkar setengah menyerap jaringan
disendi lutut. Hal ini umumnya cedera melalui dampak langsung dalam olahraga
kontak atau memutar. Pada umumnya, anggota tubuh yang paling sering terkena
cedera pada waktu berolahraga adalah daerah sendi lutut. Lutut merupakan
persendian yang besar dalam tubuh,lutut mudah sekali terserang cedera
traumatik. Cedera ini dapat terjadi karena sendi tersebut berfungsi
melakukan pergerakan sambil menyangga tubuh. 1
Pada setiap persendian, terdapat serabut-serabut otot yang menghubungkan
tulang satu dengan tulang yang lainnya, serabut otot ini disebut ligamen, oleh
karena itu cedera yang mengenai pada daerah ligamen ini sering disebut Sprain .1,2
Sendi

lutut

merupakan

bagian

dari

ekstremitas

inferior

yang

menghubungkan tungkai atas (femur) atau tungkai bawah (tibia dan fibula) .
fungsi dari sendi lutut ini adalah untuk mengatur pergerakan dari kaki. Gerakan
yang dapat dilakukan oleh sendi ini yaitu gerakan fleksi, ekstensi dan sedikit
rotasi. Jika terjadi gerakan yang melebihi kapasitas sendi maka akan dapat
menimbulkan cedera yang antara lain terjadi robekan pada kapsul dan ligamentum
di sekitar sendi.1.3
Cedera ligamen lutut yang sangat umum. Memiliki diperkirakan bahwa
insiden itu bisa berada di 2/1000 orang per tahun pada populasi umum dan tingkat
yang lebih tinggi bagi mereka yang terlibat dalam kegiatan olahraga

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Definisi meniscus


Meniskus adalah bantalan tulang rawan / sendi lutut yang berbentuk
seperti cincin yang berfungsi seperti shock absorber/penahan benturanuntuk
melindungi lutut.Meniskus juga penting bagi stabilitas lutut.Ketika meniskus
rusak, maka sendi lutut dapat menjadi longgar, atau tidak stabil.Tanpa
perlindungan dan stabilitas meniscus yang sehat, maka permukaan lutut dapat
mengarah ke suatu kondisi yang disebut osteoarthritis.
Meniskus merupakan bantalan fibrokatilago yang melekat pada medial dan
lateral tiabial plateu. Meniskus ini menutupi 50% dari tibial ptateu. Lateral
meniskus menutupi lebih banyak permukaan tibial plateu lebih banyak dibanding
medial meniscus sehingga terjadi kontak langsung yang lebih banyak antara femur
dan tibia pada kompartemen medial. Meniskus ini berfungsi untuk memperlebar
dan memperdalam permukaan kontak antara femur dan tibia, hal ini menyebabkan
berkurangnya stess atau tekanan pada kartilago artikuler.1
2.2 Anatomi Meniskus
Cartilago semilunaris adalah lamella fibrocartilago berbentuk
C , yang pada potongan melintang berbentuk segitiga. Batas
perifernya tebal dan cembung, melekat pada bursa. Batas
dalamnya cekung dan membentuk tepian bebas . Permukaan
atasnya cekung dan berhubungan langsung dengan condylus
femoris.

Fungsi meniscus ini adalah memperdalam fascies

articularis condylus tibialis untuk menerima condylus femoris


yang cekung.

1. Cartilago Semilunaris Medialis


Bentuknya hampir semi sirkular dan bagian belakang jauh lebih lebar
daripada

bagian

depannya.

Cornu

anterior

melekat

pada

area

intercondylaris anterior tibiae dan berhubungan dengan cartilago


semilunaris lateralis melalui beberapa serat yang disebut ligamentum
transversum. Cornu posterior melekat pada area intercondylaris posterior
tibiae. Batas bagian perifernya melekat pada simpai dan ligamentum
collaterale sendi. Dan karena perlekatan inilah cartilago semilunaris relatif
tetap.
2. Cartilago Semilunaris Lateralis
Bentuknya hampir sirkular dan melebar secara merata. Cornu anterior
melekat pada area intercondylaris anterior, tepat di depan eminentia
intercondylaris.

Cornu posterior melekat pada area intercondylaris

posterior, tepat di belakang eminentia intercondylaris. Seberkas jaringan


fibrosa biasanya keluar dari cornu posterior dan mengikuti ligamentum
cruciatum posterior ke condylus medialis femoris. Batas perifer cartilago
dipisahkan dari ligamentum collaterale laterale oleh tendon m. popliteus,
sebagian kecil dari tendon melekat pada cartilago ini. Akibat susunan
yang demikian ini cartilago semilunaris lateralis kurang terfiksasi pada
tempatnya bila di bandingkan dengan cartilago semilunaris medialis.

Ada satu meniscus pada setiap sisi sendi lutut.Meniscus berbentuk C medial berada di bagian yang lebih dekat ke tengah / medial tubuh.Meniscus
berbentuk U - lateral berada di bagian lebih jauh keluar dari pusat tubuh / lateral
tubuh.
Meniscus melindungi tulang rawan artikular pada permukaan tulang femur
dan tulang tibia.Artikular tulang rawan adalah materi halus, licin yang menutupi
ujung tulang yang membentuk sendi lutut. Artikular tulang rawan sendi
memungkinkan permukaan untuk saling bergesekkan terhadap satu sama lain
tanpa merusak permukaan.

Gambar dari meniscus anatomi.


Sebagian besar, meniscus adalah avascular, yang artinya tidak ada aliran
pembuluh darah.Hanya permukaan luar dari meniscus saja yang mendapat sedikit
pasokan darah, dan daerah ini disebut zona merah.Bagian meniscus, paling dekat
4

dengan pusat lutut, disebut juga zona putih, yang tidak memiliki aliran pembuluh
darah sama sekali. Meskipun tepi luar meniscus ( zona merah ) memiliki peluang
bagus penyembuhan, namun kerusakan lebih lanjut sehingga menuju ke bagian
pusatmeniscus, tidak akan sembuh dengan sendirinya. Kerusakan zona putih
meniscus sering membutuhkan pembedahan.

Gambar dari zona zona meniscus.


2.3 Epidemiologi
Cedera meniskus sering terjadi pada anak muda yang aktif, dengan
perkiraan 60 sampai 70 sobekan setiap 100,000 orang. Tekanan dan kompresi atau
stres yang melebihi kekuatan dari matriks meniskus pada arah manapun akan
merobek jaringan. Degenerasi intrinsik dari meniskus dimulai pada usia 30 tahun
dan bertambah seiring dengan meningkatnya usia, dan terjadi baik pada laki-laki
maupun wanita, baik pada individu yang aktif maupun tidak aktif. Seringkali,
pasien-pasien ini tidak dapat mengingat adanya luka yang spesifik. Robekan
degeneratif seringkali memiliki bentuk yang yang kompleks. Analisis histologik
dari jaringan meniskus yang mengalami degenerasi memperlihatkan degenerasi
musinosus, hiposelularitas dan hilangnya kumpulan serat kolagen normal.
Jaringan meniskus degeneratif dikatakan memiliki potensi yang lebih rendah
untuk penyembuhan; oleh karena itu penampilan dan konsistensi dari meniskus
harus sangat diperhatikan pada saat pembedahan.

2.4 Etiologi
Cedera pada struktur ini sangat sering terjadi dan sebagian besar
dikarenakan olah raga antara lain sepakbola/ futsal, tenis, badminton dan bola
basket. Biasanya berupa cedera saat lutut terpuntir (twisted knee) mendadak dan
satu atau kedua meniscus terperangkap diantara tulang femur dan tulang tibia.
Meniscus ini pun dapat robek ketika bagian dalam ligament dan sekitar
lutut terobek. Pada usia lanjut meniscus dapat kehilangan konsistensi elastisitas
dan kelunakannya. Dengan kelemahan struktur ini maka meniscus akan lebih
mudah terobek.

Gambar 1 meniscus yang robek

Gambar 2 jenis jenis meniscus yang robek.

2.5 Gambaran Klinis


Cedera meniscus, biasanya akan menimbulkan rasa nyeri tajam pada sisi lutut
yang mengalami cedera. Nyeri awal dan bengkak akan hilang, akan tetapi akan
terus mererus merasakan nyeri tajam ketika berputar mendadak. Lutut mungkin
akan terkunci ketika bergerak fleksi atau ekstensi, atau anda mungkin tidak akan
mampu bergerak fleksi atau ekstensi secara bebas.
2.6 Mekanisme Trauma
Kerusakan pada meniskus terjadi pada lebih dari 50% kasus fraktur tibia
plateu. Fraktur ligamen yang berhubungan dengan ligamen cruciatum atau
kolateral terjadi hingga lebih dari 30% fraktur tibia plateu. Dewasa muda yang
mempunyai tulan subkondral yang kuat akan tahan terhadap tekanan, tetapi
beresiko tinggi mengalami ruptur ligamentum cruciatum atau kolateral.
Fraktur

yang

mengenai

bagian

medial

tibia

berhubungan

dengan

meningkatnya insiden dari lesi neurovaskular poplitea atau nervus peroneal akibat
mekanisme energi yang tinggi, hal tersebut menunjukkan beberapa diantaranya
berupa dislokasi lutut yang secara spontan berkuarang.
Cedera pada nervus peroneus disebabkan karena adanya tarikan
(neuropraksia), yang biasanya akan menghilang beberapa waktu kemudian.
Cedera pada arteri umunya menunjukkan tarikan yang akan menyebabkan
kerusakan seperti trombosis, dan jarang menunjukan adanya kerusakan sekunder
seperti laserasi ataupun avulsi.

2.7 Diagnosis
Anamnesis
Pada Anamnesis terdapat riwayat trauma dan pembengkakan pada lutut
tidak terjadi segera setelah trauma bengkak biasanya terjadi setelah
24jam sangat menganggu aktivitas yang menyangga berat badan

Pemeriksaan Fisik
PalpasiNyeri tekan pada daerah robekan meniskus medial atau
lateral.

Pemeriksaan untuk menentukan robekan meniscus


a) Tes Meniscal McMurray
Tes McMurray digunakan untuk menentukan kehadiran badan atau tubuh
yang lepas atau longgar pada lutut. Cara kerjanya adalah penderita diletakkan
menghadap ke atas di atasmeja, dengan tungkai yang cedera difleksikan secara
penuh. Pemeriksa meletakkan salah satutangan pada kaki (telapak kaki)
dengan tangan yang satunya diatas ujung lutut, jari-jarimenyentuh garis sendi
sebelah medial. Pergelangan tangan melakukan gerakan sepertimenuliskan
lingkaran kecil dan menarik tungkai ke dalam posisi ekstensi. Pada saat hal
initerjadi atau dilakukan, tangan pada lutut merasa ada respon bunyi klik.
Meniscus sebelah medial yang robek dapat dideteksi pada saat tungkai bawah
diputar secara eksternalsedangkan rotasi internal memberikan deteksi dari
lateral yang robek.

Gambar 16. Tes McMurray

b) Tes Grinding menurut Apley (+) : bila ada nyeri dan bunyi kIik.

c) Tes Steinman
Untuk membedakan apakah robekan pada meniskus atau pada ligamen
krusiatum (+) bila ada nyeri tekan yang berpindah letak saat posisi lutut
(ROM) berubah
Untuk

mengetahui

mekanisme

cedera

dan

gejalanya

adalah

penting.Diagnosis lanjut untuk kerobekan lutut, adalah perlu untuk dilakukan tes
atau manuver yang tepat. X - ray pada lutut biasanya dianjurkan untuk
meyakinkan bahwa tidak ada degenerasi sendi, kelonggaran sendi, atau
abnormalitas tulang yang lain. Bagaimanapun, meniscus merupakan jaringan
lunak jadirobekan tidak terlihat pada X ray, karena robekan meniscus hanya
terlihat dengan MRI (magnetic resonance imaging), maka dari itu diagnosis hanya
dapat ditegakkan dengan menggunakan MRI.

Gambar dari MRI meniscus yang robek.


Operasi meniscus dilakukan dengan menggunakan arthroscopy, dengan
optik kamera TV yang kecil dan digunakan untuk melihat dan operasi di dalam
sendi.Hanya potongan kecil diperlukan selama artroskopi.Ahli bedah tidak perlu
membuka sendi lutut.Pembedahan dengan arthroscopy biasanya dapat dilakukan
pada prosedur rawat jalan.
Dalam arthoscopy, maka akan dimasukkan instrument melalui dua atau
empat pintu, dengan insisi kulit sepanjang 1cm. instrumen digunakan untuk
melihat kerobekan pada meniscus. Untuk memperbaikirobekan meniscus, ahli
bedah mungkin membutuhkan insisi yang lebih luas disekitar lutut. Pada lutut
yang tidak stabil karena cidera ligament ( contohnya, kerobekan ligamentum
cruciata anterior ), lebih diperhatikan untuk diperbaiki daripada kerusakan dari
meniscus, hal ini dikarenakan ketidakstabilan lutut dapat menyebabkan robekan
meniscus lebih jauh atau perubahan degeneratif.

10

Anestesi umum atau anestesi spinal akan dibutuhkan. Dua atau tiga insisi untuk
membuat lubang kecil di lutut, yang disebut portal.Portal ini adalah adalah tempat
dimana instrumen bedah arthroscope dimasukkan ke dalam lutut.Perlindungan
pada saraf dan pembuluh darah tetap diperhatikan.
2.8 Penatalaksaan
Rehabilitasi
1) Pengobatan konservatif
Hal ini dapat diindikasikan dalam kasus robekan kecil atau meniskus
degeneratif dan bisa melibatkan:

Es, kompresi dan rekomendasi dari misalnya OAINS yang Ibuprofen.

Elektroterapi yaitu USG, terapi laser dan TENS.

Setelah rasa sakit telah mereda, latihan untuk mengembalikan berbagai


gerakan, meningkatkan keseimbangan dan menjaga kekuatan paha depan dapat
diresepkan. Ini mungkin termasuk: jongkok, mengangkat betis tunggal dan
goyangan-papan teknik.
1. Intervensi bedah
Tujuan operasi adalah untuk melestarikan sebanyak mungkin tulang rawan
meniskus. Prosedur itu sendiri biasanya akan melibatkan jahitan tulang rawan
robek. Keberhasilan operasi tidak hanya tergantung pada beratnya air mata tetapi
juga pada usia dan kondisi fisik pasien. Pasien yang lebih muda dan bugar dikenal
memiliki hasil yang lebih baik.
Setelah operasi program latihan rehabilitatif akan diuraikan untuk pasien
yang mungkin meliputi penguatan mobilitas dan latihan keseimbangan.

11

Kerjasama

penuh

dengan

teknik

rehabilitatif

akan

diperlukan

untuk

memaksimalkan pemulihan.
BAB III
KESIMPULAN
Meniskus adalah bantalan tulang rawan / sendi lutut yang berbentuk
seperti cincin yang berfungsi seperti shock absorber/penahan benturanuntuk
melindungi lutut.Meniskus juga penting bagi stabilitas lutut.Ketika meniskus
rusak, maka sendi lutut dapat menjadi longgar, atau tidak stabil.Tanpa
perlindungan dan stabilitas meniscus yang sehat, maka permukaan lutut dapat
mengarah ke suatu kondisi yang disebut osteoarthritis.
Meniscus berbentuk C - medial berada di bagian yang lebih dekat ke
tengah / medial tubuh.Meniscus berbentuk U - lateral berada di bagian lebih jauh
keluar dari pusat tubuh / lateral tubuh.
Meniscus melindungi tulang rawan artikular pada permukaan tulang femur
dan tulang tibia.Artikular tulang rawan adalah materi halus, licin yang menutupi
ujung tulang yang membentuk sendi lutut. Artikular tulang rawan sendi
memungkinkan permukaan untuk saling bergesekkan terhadap satu sama lain
tanpa merusak permukaan.
Pemeriksaan untuk menentukan robekan meniscus Tes Meniscal
McMurray Tes McMurray digunakan untuk menentukan kehadiran badan atau
tubuh yang lepas atau longgar pada lutut, Tes Grinding menurut Apley , Tes
Steinman Untuk membedakan apakah robekan pada meniskus atau pada ligamen
krusiatum

12

DAFTAR PUSTAKA
1. Surakarta soeharso,Prof , Sport Injuries, Media ortopedi. Edisi 2 agustus
2012.
2. Rasjad Chairuddin Prof. pengantar ilmu Bedah Ortopedi.Bintang
Lamumpatue Makassar,2003 edisi ke II.
3. Lumongga Fitriani, Anatomi Sendi Lutut , Fakultas Kedokteran, Universitas
Sumatera utara,Digitized by USU digital library:2004

4. http://www.scribd.com/doc/137199908/FINAL-CEDERA-LUTUT-docx
5. Medial ligamen kolateral (MCL atau tibialis ligament kolateral)
http://en.wikipedia.org/wiki/Medial_collateral_ligament

diunduh:

15

Desember 2014
6. Wiley Blackwell.Rasjad, Chairuddin. 2007. Pengantar Ilmu Bedah
Orthopedi. Edisi ke 3. Bab 14 TraumaPenerbit Yasif Watampone, Jakarta.
Hal 441-448
7. Lippincott Williams & WilkinsHarry B. Skinner. 2006.Current Diagnosis
& Treatment in Orthopedics, Fourth Edition, Chapter 4. Sports Medicine .
http://www.eorthopod.com/sites/default/files/images/knee_meniscus_surg
ery_anatomy03.jpg diunduh pada 15 Desember 2014
8. (Prof. Chairuddin Rasjad, MD.,Ph.D. 2012. Pengantar Ilmu Bedah
Ortopedi, Jakarta :PT. Yarsif Watampone
9. (Everyday Sports Injury, Diagnosis Tretament and Prevention. Dorling
Kindersley Ltd. 201

13

Anda mungkin juga menyukai