Anda di halaman 1dari 20

PEMERIKSAAN GULA DARAH

(METODA ORTHOTOLUIDIN)

I.

TUJUAN
Untuk menentukan adanya glukosa dalam darah

II.

PRINSIP
Gula darah diperiksa dengan tekhnik kolorimetri dengan 630 nm.
Protein diendapkan dengan trikloracetat dan filtratnya diwarnai dengan

III.

O.Toluidin.
TINJAUAN PUSTAKA

PENGERTIAN GLUKOSA
Glukosa adalah suatu aldoheksosa dan sering disebut dekstrosa, karena
mempunyai sifat dapat memuta cahaya terpolarisasi ke arah kanan. Di alam,
glukosa terdapat dala buah-buahan dan madu lebah. Darah manusia normal
mengandung glukosa dalam jumlah atau konsentrasi tetap, yaitu antara 70 100
mg tiap 100 ml darah. Glukosa darah dapat bertambah setelah kita makanmakanan sumber karbohidrat, namun kira-kira 2 jam setelah itu, jumlah glukosa
darah akan kembali pada keadaan semula. Pada penderita diabetes melitus, jumlah
glukosa darah lebih besar dari 130 mg per 100 ml darah ( Podjiadi, 1994).

Gula darah pada orang sehat dikendalikan oleh insulin. Insulin adalah
horm yang dibuat oleh pankreas. Insulin membantu glukosa dalam darah masuk
ke sel untuk menghasilkan tenaga. Gula darah yang tinggi dapat berarti bahwa
pankreas tidak memproduksi cukup insulin, atau jumlah insulin cukup namun

tidak bereaksi secara normal. Hal ini disebut dengan resistensi insulin ( Girindra,
1989).

Level gula darah menurun terlalu rendah, berkembanglah kondisi yang


bisa fatal, yang disebut dengan hipoglikemia, yang mempunyai gejala perasaan
lelah, fungsi mental yang menurun, rasa mudah tersinggung dan kehilangan
kesadaran. Apabila levenya tetap tinggi, disebut dengan hiperglikemia, nafsu
makan akan tertekan untuk waktu yang singkat. Hiperglikemia dalam jangka
panjang dapat menyebabkan masalah-masalah kesehatan, berkaitan dengan
diabetes, termasuk pada mata, ginjal dan saraf ( Anonim, 2010).

Tingkat gula darah diatur melalui umpan balik negatif untuk


mempertahankan keseimbangan di dalam tubuh. Level glukosa di dalam darah
dimonitor oleh pankreas. Bila konsentrasi glukosa menurun, karena dikonsumsi
untuk membutuhkan energi tubuh, pankreas melepaskan glukagon, hormon yang
menargetkan sel-sel di hati, kemudian sel-sel in mengubah glikogen menjadi
glukosa ( Anonim, 2010).

Metode pemeriksaan darah meliputi metode induksi enzimatik dan


lainnya. Metode yang paling sering digunakan adalah metode enzimatik, yaitu
metode Glukosa Oksidase (GOD) dan metode heksokinase. Metode GOD banyak
digunakan pada saat ini. Akurasi dan presisi yang baik ( karena enzim GOD
spesifik untuk reaksi pertama). Tetapi reaksi kedua rawan interfen ( tak spesifik).
Interfen yang bisa menggangu antara lain bilirubin, asam urat dan asam askorbat.
Harga normal dalam menentukan kadar glukosa darah adalah : 1). Kadar gula
darah sewaktu : 60 120 mg/dl; 2). Kadar gula darah puasa : 50 100 mg/dl
( Hendromartono, 1998).

Macam-macam pemeriksaan glukosa darah


1) Glukosa darah sewaktu
Pemeriksaan gula darah yang dilakukan setiap waktu sepanjang hari tanpa
memperhatikan makanan terakhir yang dimakan dan kondisi tubuh orang tersebut.
( Depkes RI, 1999)
Glukosa darah puasa dan 2 jam setelah makan Pemeriksaan glukosa darah
puasa adalah pemeriksaan glukosa yang dilakukan setelah pasien berpuasa selama
8-10 jam, sedangkan pemeriksaan glukosa 2 jam setelah makan adalah
pemeriksaan yang dilakukan 2 jam dihitung setelah pasien menyelesaikan makan (
Depkes RI, 1999 ).
Nilai Normal Glukosa Dalam Darah Nilai normal glukosa dalam darah
dapat dihitung dengan berbagai cara dan kriteria yang berbeda. Berikut ini tabel
penggolongan kadar glukosa dalam darah dengan metode enzimatik.
Kadar glukosa darah sewaktu dengan metode enzimatik
Kriteria
Kadar glukosa

Bukan DM
<110 mg/dl

Belum pasti DM
110-199 mg/dl

DM
200 mg/dl

plasma vena
Kadar glukosa

< 90 mg/dl

90-199 mg/dl

200 mg/dl

darah kapiler
Sumber: Dalimartha, 2007.
Kriteria DM berdasarkan nilai diagnostik kadar glukosa darah secara
enzimatik setelah beban glukosa 75
Kriteria

Plasma vena

Darah kapiler

Diabetes Mellitus
-Puasa

126 mg/dl

-2 jam PP

200 mg/dl

100 mg/dl

200 mg/dl
Toleransi glukosa
terganggu
-puasa

110-125 mg/dl

90-109 mg/dl

140-199 mg/dl
Sumber: Dalimartha, 2007.

140-199 mg/dl

-2 jam PP

Faktor-faktor yang mempengaruhi kadar glukosa darah


1) Diet
Kadar glukosa darah dipengaruhi oleh beberapa faktor

seperti usia,

penyakit lain, makanan, latihan fisik, obat hipoglikemia oral, insulin, emosi dan
stress. Makanan atau diet merupakan factor utama yang berhubungan dengan
peningkatan kadar glukosa darah pada pasien diabetes terutama setelah makan
(Holt, 2010). Respon

peningkatan kadar glukosa darah setelah makan

berhubungan dengan sifat monosakarida yang diserap, jumlah karbohidrat yang


dikonsumsi, tingkat penyerapan dan fermentasi kolon (Wolever, 2003).

2) Aktivitas fisik
Aktivitas fisik yang kurang juga dapat menyebabkan peningkatan kadar
glukosa darah. Aktivitas fisik merupakan gerakan yang dihasilkan oleh kontraksi
otot rangka yang memerlukan energi melebihi pengeluaran energi selama istirahat.
Latihan merupakan bagian dari aktivitas fisik yang terencana dan terstruktur
dengan gerakan secara berulang untuk meningkatkan atau mempertahankan
kebugaran fisik (Sigal, 2004).
Selama melakukan latihan otot menjadi lebih aktif dan terjadi peningkatan
permiabilitas membran serta adanya peningkatan aliran darah akibatnya membran
kapiler lebih banyak yang terbuka dan lebih banyak reseptor insulin yang aktif

dan terjadi pergeseran penggunaan energi oleh otot yang berasal dari sumber asam
lemak ke penggunaan glukosa dan glikogen otot. Aktivitas fisik meningkatkan
transport glukosa melalui Glucose Transporter-4 (GLUT-4) kedalam membran sel
yang memungkinkan terajadinya mekanisme peningkatan AMP otot. AMP kinase
menyebabkan perubahan metabolisme termasuk metabolisme glukosa sehingga
dengan meningkatnya intensitas dan durasi latihan akan lebih banyak
menggunakan pemecahan karbohidrat (Sigal, 2004). Pada fase pemulihan setelah
aktivitas terjadi proses pengisian kembali cadangan glikogen otot dan hepar yang
berlangsung sampai 12-72 jam sesuai dengan berat dan ringannya latihan yang
dilakukan (Soegondo, Soewondo, Subekti 2009).
3) Penggunaan obat
Kadar glukosa darah juga dapat dipengaruhi oleh penggunaan obat
hipoglikemia oral maupun dengan insulin. Mekanisme kerja obat dalam
menurunkan kadar glukosa darah antara lain dengan merangsang kelenjar
pankreas untuk meningkatkan produksi insulin, menurunkan produksi glukosa
dalam hepar, menghambat pencernaan karbohidrat sehingga dapat mengurangi
absorpsi glukosa dan merangsang receptor. Insulin yang diberikan lebih dini dan
lebih agresif menunjukkan hasil klinis yang lebih baik terutama berkaitan dengan
masalah glukotoksisitas yang ditunjukan dengan adanya perbaikan fungsi sel beta
pankreas (Sudoyo, Setiyohadi, Alwi,Simadibrata & Setiati 2007).
4) Stress
Stress dapat meningkatkan kandungan glukosa darah karena stress
menstimulus organ endokrin untuk mengeluarkan ephinefrin, ephinefrin
mempunyai efek yang sangat kuat dalam menyebabkan timbulnya proses
glikoneogenesis di dalam hati sehingga akan melepaskan sejumlah besar glukosa
ke dalam darah dalam beberapa menit (Guyton and Hall, 2007). Hal ini yang
menyebabkan peningkatan kadar glukosa darah pada saat stress atau tegang.
Penyakit ini hanya dapat dikendalikan saja tanpa bisa diobati dan komplikasi yang

ditimbulkan juga sangat besar seperti penyakit jantung, stroke, disfungsi ereksi,
gagal ginjal dan kerusakan sistem syaraf (Dhania, 2009).
PENGERTIAN HEMOGLOBIN
Hemoglobin adalah metaloprotein (protein yang mengandung zat besi) di
dalam sel darah merah yang berfungsi sebagai pengangkut oksigen dari paruparu ke seluruh tubuh, pada mamalia dan hewan lainnya.
Struktur
Molekul

Hemoglobin

manusia

terbina

dari

pada

empat

sub

unit protein berbentuk globul (yaitu hampir berbentuk sfera). Oleh sebab satu
subunit dapat membawa satu molekul oksigen, maka secara efektifnya setiap
molekul hemoglobin dapat membawa empat molekul oksigen. Setiap subunit pula
terdiri daripada satu rantai polipeptida yang mengikat kuat sebuah molekul lain,
dipanggil heme.
Struktur heme adalah lebih kurang sama dengan klorofil. Ia terdiri dari
pada satu molekul bukan protein berbentuk cincin yang dinamai porphyrin, dan
satu atom besi (Fe) yang terletak di tengah-tengah molekul porphyrin tadi. Di
sinilah oksigen akan diikat semasa darah melalui peparu.
Terdapat dua keadaan pengoksidaan atom Fe yaitu +2 dan +3 (ion Fe 2+ dan
Fe3+masing-masing). Hemoglobin dalam keadan normal membawa ion Fe 2+, tetapi
adakalanya ion ini dioksidakan kepada Fe3+. Hemoglobin yang membawa ion
Fe3+dipanggil methemoglobin. Methemoglobin tidak mampu mengikat oksigen,
jadi ion Fe3+ ini perlu diturunkan kepada Fe2+. Proses ini memerlukan NADH,
iaitu sebuah koenzim pembawa hidrogen, dan dimangkin oleh enzim NADH
cytochrome b5 reductase.Terdapat beberapa jenis hemoglobin. Dalam darah
manusia dewasa, hemoglobin yang paling banyak ialah hemoglobin A (HbA),

yang terdiri daripada dua subunit dan dua subunit . Konfigurasi ini dinamai
22. Setiap subunit terdiri daripada 141 dan 146 molekul asid amino masingmasing.Oksihemoglobin terbentuk apabila molekul oksigen diikat kepada
hemoglobin. Proses ini berlaku di kapilari darah di dalam peparu. Oksihemogloin
berwarna merah terang. Setelah oksigen digunakan oleh tubuh, hemoglobin
dipanggil deoksihemoglobin. Ia berwarna merah gelap.
Fungsi hemoglobin
Hemoglobin berfungsi sebagai pengikat oksigen. Pada sebagian hewan tak
bertulang belakang atau invertebrata yang berukuran kecil, oksigen langsung
meresap ke dalam plasma darah karena protein pembawa oksigennya terlarut
secara bebas. Hemoglobin merupakan protein pengangkut oksigen paling efektif
dan terdapat pada hewan-hewan bertulang belakang atau vertebrata. Hemosianin,
yang berwarna biru, mengandung tembaga, dan digunakan oleh hewan crustaceae.
Cumi-cumi menggunakan vanadium kromagen (berwarna hijau muda, biru, atau
kuning oranye). Hemoglobin adalah suatu zat yang memberikan warna merah sel
darah merah. Hemoglobin terdiri dari 4 molekul zat besi (heme), 2 molekul rantai
globin alpha dan 2 molekul rantai globin beta. Rantai globin alpha dan beta adalah
protein yang produksinya disandi oleh gen globin alpha dan beta.
Kadar Hemoglobin Normal Pada Manusia
Kadar hemoglobin biasanya ditentukan sebagai jumlah hemoglobin dalam
gram (gm) bagi setiap dekaliter (100 mililiter). Aras hemoglobin normal
bergantung kepada usia, awal remaja, dan jantina seseorang itu. Kadar normal
adalah sebagai berikut :
1)

Bayi Baru lahir : 17-22 gm/dl.

2)

Bayi Usia seminggu : 15-20 gm/dl.

3)

Bayi Usia sebulan : 11-15gm/dl.

4)

Kanak-kanak: 11-13 gm/dl.

5)

Lelaki dewasa: 14-18 gm/dl.

6)

Wanita dewasa: 12-16 gm/dl.

7)

Lelaki separuh usia: 12.4-14.9 gm/dl.

8)

Wanita separuh usia: 11.7-13.8 gm/dl.

Faktor Yang Mempengaruhi Kadar Hb


Kadar Hb normal bervariasi tergantung :
1. Umur
Semakin tua umur seseorang, maka semakin berkurang kadar Hb-nya.
2. Jenis Kelamin
Pada umumnya, pria memiliki kadar Hb yang lebih tinggi dibandingkan
kadar Hb pada wanita. Hal ini juga bersangkut paut terhadap kandungan
hormon pada pria maupunwanita.Kadar Hb wanita lebih rendah karena
faktor aktifitasnya yang lebih sedikit dibanding aktivitas pada pria,selain
wanita mengalami menstruasi.
3. Geografi ( tinggi rendahnya daerah ).
Tempat tinggal di dataran tinggi, makhlik hidup

disana tubuhnya

cenderung lebih aktif dalam memproduksi sel darah merah untuk


meningkatkan suhu tubuh dan lebih aktif mengikat kadar O 2 yang lebih
rendah daripada di dataran rendah. Hb makhluk hidup yang tinggal
dipesisir cenderung mempunyai Hb yang lebih rendah sebab tubuh
memproduksi sel darah merah dalam keadaan normal.
4. Nutrisi
Bila makanan yang dikonsumsi banyak mengandung Fe atau besi, mak sel
darah yang di produksi akan meningkat sehingga Hemoglobin yang
terdapat dalam darah pun meningkat.Dan begitu juga sebaliknya.
5. Faktor Kesehatan

Kesehatan sangat mempengaruhi kadar Hb dalam darah,. Jika kesehatan


terjaga dengan baik, maka kadar Hb dalam keadaan normal.
6. Faktor Genetik.
7. Bila seseorang terhirup CO2.
Kekurangan Hb Berakibat:
Nilai Hb yang rendah dapat menyebabkan penyakit anemia, yaitu suatu
keadaan dimana laju matinya sel darah merah ( setelah 120 hari) melebihi laju
pembentukan sel darAh merah sehingga konsentrasi sel darah merah dalam darAh
menurun. Kadar Hb menurun pada ANEMIA dan dapat dijumpai pada :
1. Thalasemia
2. Haemoglobinopathy
3. Perdarahan akut atau kronis
IV.
ALAT DAN BAHAN
A. Alat :
- Tabung reaksi
- Pipet tetes
- Blood lancet Nesco
- Spektrofotometer
- Pengukur Hb
- Pipet mikro
- Alcohol swab
B. Bahan :
- Larutan tricloroacetat 2 ml
- Darah sampel 0,1 ml
- Larutan glukosa 0,1 ml
- Pereaksi warna O.Toluidin

V.

CARA KERJA
Pemeriksaan Gula Darah (Metoda Orthotoluidin)
Zat

Sampel

Standart

Blanko

Larutan
tricloroacetat

1,0 ml

1,0 ml

Darah sampel

0,1 ml

Serum standard

0,1 ml

Campurlah baik-baik dan centrifuge 10 menit/500 rpm filtratnya pipetkan


kedalam taubung sebagai berikut:

Zat

Sampel

Standard

Blanko

Filtrat serum
sampel

0,5 ml

Filltrat serum
standard

0,5 ml

Larutan
tricloroasetat

0,5 ml

Pereaksi
warna/o.toluidin

3,0 ml

3,0 ml

3,0 ml

Campurkan baik-baik dan panaskan 8 menit dalam air mendidih, kemudian segera
dinginkan dalam air dingin, setelah dingin baca absorban dari sampel dan standard
terhadap blanko.
Pemeriksaan Glukosa Darah Menggunakan Alat Glucotest
1. Bersihkan ujung jari menggunakan alkohol

2. Tusuk dengan menggunakan lanset, tetesan darah pertama dibuang.


3. Tetesan darah berikutnya, teteskan pada strip
4. Lihat kadar glukosa dalam darah.

Pemeriksaan Hb Sahli
1. Siapkan alat dan bahan
2. Masukkan HCl 0,1N kedalam tabung pengencer sebanyak 5 tetes
3. Bersihkan ujung jari yang akan diambil darahnya dengan alkohol.
Keringkan, tusuk dengan lanset steril.
4. Masukkan darah kedalam pipet sampai tanda batas 20 l. Alirkan tersebut
kedalam tabung pengencer yang berisi HCl tadi.
5. Aduk, letakkan disamping larutan pembanding, tambahkan air tetes demi
tetes sambil diaduk sampai warna menyyamai pembanding tadi.

VI.

HASIL
Hasil METODE GLUCO TEST Kelompok 1
NAMA
Vicky
Aini
Santi
Elsha
Tiwi
Wulan

KADAR GULA
98 mg/dl
150 mg/dl
125 mg/dll
120 mg/dl
83 mg/dl
110 mg/d

Pemeriksaan Gula Darah dan Metoda Sahli Kelompok 1


Kelompok

Standar
0,206

Orthotoluidi
n
Sampel
1,163

Cs
0,564%

Hb
10,8 mg/dl
11 mg/dl

Pemeriksaan Gula Darah dan Metoda Sahli Kelompok lain


Kelompok

Orthotoluidi
n
Sampel
1,134

Standar
0,222

0,206

1,090

0,529%

0,222

0,879

0,395%

0,203

0,987

0,4856%

PERHITUNGAN
Cs kelompok 1
Cs = 1,163

x 0,1 % = 0,564 %

0,206
Cs kelompok 2
Cs = 1,134

x 0,1% = 0,5108 %

0,222
Cs kelompok 3
Cs = 1,090

x 0,1% = 0,529 %

0,206
Cs kelompok 4
Cs = 0,879

x 0,1 % = 0,395 %

0,222
Cs kelompok 5
Cs = 0,987
0,203

x 0,1 % = 0,486 %

Cs
0,5108%

Hb
11,5 mg/dl
11 mg/dl
11,49 mg/dl
14,49 mg/dl
10 mg/dl
11 mg/dl
11,4 mg/dl
11,8 mg/dl

Hasil Sampel dan standart setelah di tambah pereaksi Orthotoluidin

Alat cek gula darah Merk Nesco

Nilai Hemoglobin 11 g/dl

Nilai Hemoglobin 10,8 g/d


VII.

PEMBAHASAN

Glukosa berfungsi sebagai penyedia energi bagi seluruh sel-sel dan jaringan
tubuh. Hormon yang berperan membawa glukosa dalam darah ke sel jaringan
yaitu insulin pada sel beta pulau langerhans, hormon yang menyeimbangkan
glukosa agar tetap dan juga dalam meningkatkan kadar glukosa darah.
Pada praktikum kali ini kami melakukan pemeriksaan gula darah
menggunakan metode Orthotoluidin yaitu reaksi enzimatis. Praktikum ini kami
menggunakan sampel dan pembanding. Hal pertama yang dilakukan untuk sampel
adalah diambil 2 ml larutan trichloracetat dan plasma 0,1 ml dimasukkan dalam
tabung, sedangkan pembanding dengan mencampurkan larutan trichloracetat 2 ml
dan larutan glukosa 0,1 m. Trichloracetat disini berfungsi untuk mengendapkan
protein yang terdapat pada plasma. Lalu keduanya dicentrifuge 10 menit/500rpm
.
Kemudian masing-masing diambil filtrate sebanyak 0,5 ml dan
dimasukkan pereaksi warna Orthotoluidin sebanyak 3 ml, dicampurkan baik-baik
dan dipanaskan 8 menit dalam air mendidih kemudian segera dinginkan dalam air
dingin. Setelah dingin diukur absorban dan nilai yang didapat adalah 0,206 nm,
standar 1,163 nm dengan persen Cs 0,564%. Hasil yang didapat kelompok kami
tidak beda jauh dengan kelompok yang lainnya.
Selain itu, pemeriksaan gula darah juga dilakukan dengan GLUCO DR.
Masing-masing anggota kelompok di cek kadar gulanya dengan hasil:

NAMA
Vicky
Aini
Santi
Elsha
Tiwi
Wulan

KADAR GULA
98 mg/dl
150 mg/dl
125 mg/dll
120 mg/dl
83 mg/dl
110 mg/d

Dari table diatas dapat dilihat bahwa kadar gula masing-masing tiap orang
berbeda. Berbedanya kadar gula biasa disebabkan oleh beberapa factor
diantaranya : dapat dipengaruhi oleh berat badan, berat badan lebih tinggi maka kadar
gula darahnya juga tinggi. Bisa juga dipengaruhi oleh jenis kelamin, kadar gula darah
cowok lebih besar dari kadar gula darah cewek karena kandungan protein serta
karbohidrat yang disimpan lebih banyak dari cowok. Faktor lain yang mempengaruhi
yaitu dari makanan yang dimakan, jika makanan yang dimakan mengandung banyak gizi
serta karbohidrat dan protein seperti nasi dan telur ceplok meningkat lebih banyak
dibandingkan dengan memakan makanan yang mengandung sedikit protein

Selanjutnya kami melakukan pemeriksaan Hemoglobin terhadap 2 orang.


Dengan cara masukkan HCl 0,1N kedalam tabung pengencer sebanyak 5 tetes.
Bersihkan ujung jari yang akan diambil darahnya dengan alkohol. Keringkan,
tusuk dengan lanset steril. Masukkan darah kedalam pipet sampai tanda batas 20
l. Alirkan tersebut kedalam tabung pengencer yang berisi HCl tadi. Aduk,
letakkan disamping larutan pembanding, tambahkan air tetes demi tetes sambil
diaduk sampai warna menyyamai pembanding tadi. Hasil yang didapat nilai
Haemoglobinnya adalah 10,8 g/dl dan 11 g/dl.
Hasil kelompok yang didapat adalah rendah dimana seharusnya untuk
wanita nilai hemoglobinnya 12-16 g/dl sedangkan laki-laki 14-18 g/dl. Faktorfaktor yang mempengaruhi Hemoglobin diantaranya : umur, jenis kelamin, gizi,
nutrisi dan factor kesehatan.

VIII. KESIMPULAN
1. Makanan yang kita makan diubah menjadi glukosa yang berfungsi sebagai
energi.
2. Kadar glukosa didalam darah jika tinggi maka menyebabkan
hiperglikemia
3. Metode gluko DR menggunakan metode enzimatis
4. Metode orthotoluidin yaitu dengan melihat absorban dan menghitung %
konsentrasi sampel dengan hasil absorban sampel1,163 nm, nilai Cs 0,564
%
5. Nilai Hb 10,8 dan 11 g/dl

DAFTAR PUSTAKA

Guyton, A.C, 1983, Buku Teks Fisiologi Kedokteran, edisi V, bagian 2,


terjemahan

Adji Dharma et al.,E.G.C., Jakarta.

Sukandar, E., Yulinah., (Tim Redaksi ISFI), 2008, Iso Farmakoterapi, PT. ISFI,
Jakarta.
Tjokroprawiro, A, 1997, Hidup Sehat dan Bahagia Bersama Diabetes, Penerbit
Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/24579/4/Chapter%20II.pdf
Ratmi,

Y, 2012, Pemeriksaan Gula Darah, [ Online] Diakses


ttp://mitsukoraynzz.wordpress.com/2012/06/10/pemeriksaan-gula-darah
pemeriksaan-hemaglobin/

LAPORAN PRAKTIKUM
BIOKIMIA KLINIK
PEMERIKSAAN GULA DARAH (Metoda Orthotoluidin)

Oleh :
NAMA: RISKA PRATIWI
NIM: 1101086
KELAS : B KELOMPOK 1 B GENAP
TANGGAL PRAKTIKUM : 13 APRIL 2014

Dosen Pembimbing:
Dra. SYILFIA HASTI, M. Farm, Apt
Asisten:
Eka Nur Frahesti
Erma Yuni Putri

SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI RIAU

YAYASAN UNIVERSITAS RIAU


PROGRAM STUDI S-1
PEKANBARU
2014

http://keperawatan.unsoed.ac.id/sites/default/files/BAB%20II_13.pdf
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/24579/4/Chapter
%20II.pdf

DAFTAR PUSTAKA
Guyton, A.C, 1983, Buku Teks Fisiologi Kedokteran, edisi V, bagian 2,
terjemahan Adji Dharma et al.,E.G.C., Jakarta.

Tjokroprawiro, A, 1997, Hidup Sehat dan Bahagia Bersama Diabetes, Penerbit


Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Sherwood, L, 2001, Organ Endokrin Perifer, Fisiologi Manusia Dari Sel ke


Sistem,Terj. Bramh U. Pendit, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta.

Sukandar, E., Yulinah., (Tim Redaksi ISFI), 2008, Iso Farmakoterapi, PT. ISFI,
Jakarta.

http://mitsukoraynzz.wordpress.com/2012/06/10/pemeriksaan-gula-darahpemeriksaan-hemaglobin/