Anda di halaman 1dari 12

METODE PELAKSANAAN

SKPD

: Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Maluku Utara

Program

: Pembangunan Jalan dan Jembatan

Nama Paket

: Pembangunan Jembatan Ake Kukuguru


(Ruas Ngidiho Lapi) - DAK

Lokasi

: Kab. Halmahera Utara

PERHITUNGAN TARGET WAKTU & WAKTU PELAKSANAAN


Asumsi :
- Waktu pelaksanaan
: 6 (enam) bulan
- Volume pekerjaan
: B m3/m3/kg
Perhitungan hari kerja efektif :
Jumlah hari tidak kerja
- Hari minggu dlm satu bulan
- Hari libur/idle alat
- Hari hujan/Musim hujan
- Hari hujan/Musim kemarau

:
:
:
:

Jumlah hari efektif perbulan :


- Musim kemarau
- Musim hujan
- Rata rata hari kerja efektif

: 30 hari 1 hari
: 30 hari 7 hari
: 20 hari

TARGET VOLUME :
- Per hari
hari = C

4 5 hari
2
hari
7
hari
1
hari

= 29 hari
= 23 hari

: Musim kemarau = B/A x 29


Musim hujan = B/A x 23 hari

=D
- Per jam
E

: Musim Kemarau = C/7 jam =

Musim hujan = D/7 jam = F


- Jam kerja efektif dalam satu hari adalah 7 jam
WAKTU PELAKSANAAN
Waktu pelaksanaan pekerjaan Pembangunan Jembatan Ake Kukuguru
(Ruas Ngidiho Lapi) adalah 180 (seratus delapan puluh ) hari kalender
sampai dengan selesai.

TAHAPAN PELAKSANAAN

DIVISI UMUM
1.2 Mobilisasi
Sebelum pekerjaan konstruksi dimulai, pada tahap awal pelaksanaan
adalah memobilisasi tenaga kerja, bahan dan

peralatan yang disesuaikan

dengan kebutuhan di lapangan.


Tahapan yang akan dilaksanakan dalam periode mobilisasi ini adalah :
Mobilisasi personil lapangan yang memenuhi jaminan kualifikasi

(sertifikasi) menurut cakupan pekerjaannya.


Mobilisasi/pemasangan peralatan sesuai dengan dengan daftar

peralatan yang tercantum dalam penawaran.


Penyediaan dan pemeliharaan base camp kontraktor, jika perlu

termasuk kantor lapangan, tempat tinggal,


-

Pembuatan Jalan dan Jembatan sementara.

Menyediakan kantor lapangan dan tempat tinggal pekerja yang


memenuhi syarat,
Menyediakan lahan, gudang dan bengkel yang memenuhi

syarat,

Pelaksanaan

pembongkaran

bangunan,

instalasi

serta

pembersihan tempat kerja dan pengembalian kondisi harus memenuhi


syarat.
-

Bangunan untuk kantor dan fasilitasnya harus ditempatkan


sedemikian rupa sehingga terbebas dari polusi yang dihasilkan oleh
kegiatan pelaksanaan,

Bangunan kantor dan fasilitas lainnya harus dibuat dengan


kekuatan struktural yangmemenuhi syarat,

Bangunan kantor dan fasilitas harus dibuat pada elevasi yang


lebih tinggi dari daerah sekitarnya, diberi pagar keliling, dilengkapi
dengan jalan masuk dari kerikil serta tempat parkir,

Jembatan

sementara

harus

dibuat

dengan

struktur

dan

kekuatan memenuhi syarat,


-

Pengaturan lalu lintas sementara dengan rambu-rambu yang


memenuhi syarat.

1.21 Manajemen Mutu


Manajemen mutu dimaksud yaitu sebagai tempat untuk pemantauan
kualitas/mutu pekerjaan, pengontrol produk pekerjaan, dan analisa bahan,
agar nantinya didapatkan hasil yang sesuai Spesifikasi Pekerjaan yang

disyaratkan. Laboratorium harus tersedia alat laboratoriumnya untuk


melakukan antara lain; extraksi, sand core, slum test, analisa saringan,
hammer test daa lain-lain.
Alat bukti bahwa pekerjaan telah dilaksanakan, berupa informasi
mencakup foto 0%, 50%, dan 100%, serta laporan-laporan yang meliputi
DMF, JMF, Laoran Back Up, Laporan Harian, Laporan Mingguan, Laporan
Bulanan, Request Sheet, dan lain-lain.
DIVISI PEKERJAAN TANAH
Pekerjaan tanah pada pekerjaan ini dikosentrasikan pada pekerjaan galian
biasa,galian struktur dengan kedalaman 2 4 meter, dan Timbunan biasa dari
sumber galian. Adapun uraian pekerjaan dimaksud adalah sebagai berikut;
3.1.(1a) Galian biasa
Pekerjaan galian biasa mencakup pekerjaan penimbunan kembali
dengan bahan yang disetujui oleh Direksi Pekerjaan; pembuangan bahan
galian yang tidak terpakai; semua keperluan drainase, pemompaan,
penimbaan, penurapan, penyokong; pembuatan tempat kerja atau
cofferdam beserta pembongkarannya.
Alat yang digunakan pada pekerjaan galian biasa sangat ditentukan
oleh kondisi lahan dilapangan. Alat yang digunakan adalah Excavator untuk
mengerjakan galian pada pada daerah yang telah ditetapkan. Namun pada
pekerjaan galian tertentu yang tidak bisa menggunakan alat bantu berupa
Excavator atau alat bantu lain, maka akan dikerjakan dengan
menggunakan tenaga manusia.
Semua galian terbuka harus diberi rambu peringatan dan
penghalang (barikade) yang cukup untuk mencegah pekerja atau orang
lain terjatuh ke dalamnya, dan setiap galian terbuka pada lokasi jalur lalu
lintas maupun lokasi bahu jalan harus diberi rambu tambahan pada
malam hari berupa drum yang dicat putih (atau yang sejenis).
Galian untuk pipa, gorong-gorong atau drainase beton dan galian
untuk pondasi jembatan atau struktur lain, harus cukup ukurannya
sehingga
memungkinkan
pemasangan
bahan
dengan
benar,
pengawasan, dan pemadatan penimbunan kembali di bawah dan di
sekeliling pekerjaan.
3.1.(4) Galian Struktur dengan Kedalaman 2 4 meter
Galian struktur dengan kedalaman 2-4 meter bukan termasuk galian
batu, galian struktur, galian sumber bahan (borrow excavation) dan
galian perkerasan beraspal. Dapat dilakukan dengan penggaruk tunggal
yang ditarik oleh traktor dengan berat maksimum 15 ton dan tenaga
kuda netto maksimum sebesar 180 PK.
Galian ini untuk perletakan pondasi sumuran atau untuk pondasi
abutmen dengan kedalaman maksimum 2-4 meter. Pekerjaan ini harus

mencakup penggalian, penanganan, pembuangan atau penumpukan


tanah atau batu atau bahan lain dari jalan.
Galian Struktur mencakup galian pada segala jenis tanah dalam
batas pekerjaan yang disebut atau ditunjukkan dalam Gambar untuk
Struktur. Setiap galian yang didefinisikan sebagai Galian Biasa
atau Galian Batu tidak dapat dimasukkan dalam Galian Struktur.
Excavator 80-140 Hp atau dengan Doozer sebagai Alat Penggali dan
Dump Truck 3-4 M3, sebagai pengangkut pemindahan tanah.
3.2.(1a) Timbunan Biasa dari Sumber Galian
Timbunan biasa dari sumber galian yang dimaksud terdiri dari bahan
galian tanah atau batu yang memenuhi persyaratan bahan:

Tidak termasuk tanah ekspansif dengan nilai aktif >1.25

Tidak termasuk tanah A-7-6 (tanah kelempungan berplastisitas tingi,


tingkatan umum sedang jelek), kecuali:

Pekerjaan timbunan biasa merupakan urugan dengan material SNI


03-1744-1989, timbunan biasa ditempatkan pada bagian yang telah
disiapkan, material disiapkan dilokasi pencampuran/quarry, wheel loader
dipakai untuk memuat ke dump truck yang mengangkut material
kelokasi kerja, material ditumpuk kearah memanjang jalan dan motor
grader digunakan untuk menghampar/meratakan material yang sudah
ditumpuk sesuai elevasi dan gambar rencana, diikuti pemadatan dengan
vibrator roller. Memiliki CBR 6 % setelah 4 hari perendaman bila
dipadatkan sampai 100% MDD sesuai SNI 03-1742-1989.
Pengukuran dan penempatan garis batas pada lokasi timbunan,
sesuai dengan jarak dan elevasi yang telah ditentukan. Apabila tanah
timbunan tidak meng andung kadar air cukup maka perlu disiram air
dengan water tank, dan
apabila terlalu lembab kita melakukan
dewatering/pengeringan sebelum
dipadatkan. Jumlah Passing
Compaction harus disesuaikan dengan trial compaction yang telah
disetujui sesuai dengan jenis tanah dan alat yang di gunakan.
DEVISI STRUKTUR
Perencanaan urutan pengecoran harus mempertimbangkan hal hal
sebagai berikut:
1. melintang dimulai pengecoran beton di tengah, bergerak keluar secara
seimbang / teratur.
2. memanjang pengecoran beton sedemikian sehingga lendutan
maksimum terjadi pada awal, sehingga bila pengerasan awal terjadi
beton tidak akan terpengaruh oleh lendutan yang disebabkan
pengecoran beton kemudian.
3. Bila pelat yang sedang dicor tidak lurus, biasanya dalam praktek
dikerjakan dari titik terendah menuju titik tertinggi.

Disamping itu, sebelum pengecoran perlu adanya pemeriksaan lain.


pemeriksaan yang harus dilakukan sebelum mengecor pelat lantai adalah
sebagai berikut:
1. periksa bahwa semua kotoran debu, beton lama, potongan kawat
pengikat dan sebagainya dibersihkan dari acuan.
2. menegaskan bahwa jembatan kerja (runway) ditopang bebas dari
penulangan.
3. Jika keadaan cuaca kurang baik, terutama cuaca panas, periksa agar
pekerjaan dapat berlangsung tanpa melanggar Syarat syarat Teknik.
4. memastikan adanya pengaturan untuk cahaya buatan (penerangan) bila
pengecoran tidak dapat diselesaikan sebelum gelap.
5. memastikan terdapat cukup kayu untuk membuat stop end bila
persediaan beton terganggu / terlambat.
6. memastikan ketersediaan tenaga dan fasilitas untuk mengambil benda
uji bahan atau beton sesuai dengan Syarat syarat Teknik.
7. menegaskan bahwa talang (chutes) terbuat dari logam atau dilapisi
logam sehingga beton tidak akan terpisah dalam talang atau
diperbolehkan jatuh lebih dari 1,5 m.
8. memeriksa tersedianya alat cadangan (standby) yang cukup, termasuk
pengetar, dalam kondisi siap pakai.
Beton dapat dicampur di lokasi atau di tempat lain, dan dapat dicor
dengan menggunakan kereta dorong pada jembatan kerja dengan talang,
monorail conveyor dari ember yang diangkat oleh keran atau katrol (hoist),
atau dipompa. Beton harus dicor dengan kedalaman penuh dalam acuan
sedekat mungkin dengan posisi akhir, sehingga tidak perlu dipindah
pindahkan dengan screed atau penggetar.
Operator berpengalaman dan pengawasan ketat diperlukan dalam
penggetaran untuk menjamin bahwa beton dipadatkan segera setelah
dicor. Melalui penggetar dalam (internal) dapat dihasilkan lantai yang padat
dan beton yang tahan serta padat disamping dengan menggunakan screed
penggetar dan penghalus tangan (hand floating) atau screed tangan dan
penghalus mesin (power float).

7.1 (8) Beton mutu renda fc=15 MPa (K-175)


Pada item pekerjaan beton mutuh rendah yang perlu diperhatikan
adalah hal-hal sebagai berikut;
1. Penyiapan tempat kerja
2. Apabila ada beton lama, maka harus dibongkar dulu
3. Untuk pekerjaan fondasi, harus sesuai dengan dimensi yang
disyaratkan dan adanya tempat di sekeliling tempat pekerjaan

yang stabil dan adanya


dengan mudah diperiksa

jalan

kerja

sehingga pekerjaan dapat

4. Untuk fondasi langsung, beton tidak boleh dicor langs ung di atas tanah
5. Sebelum pengecoran, seluruh acuan, tulangan dan benda lain yang
harus berada di dalam beton harus sudah terpasanng dan diikat
kuat sehingga tidak bergeser pada saat pengecoran
6. Galian harus diperiksa dan disetujui
sebelum pekerjaan beton dimulai

oleh

Direksi

Pekerjaan

7. Pada waktu pengecoran, beton tidak boleh terkena air hujan, atau
panas matahari secara langsung, jadi harus pasang tenda
8. Alat untuk pekerjaan Takaran (timbangan utk fc>20 MPa), Mixer
(manual, ready mix), gerobak, pompa, alat pemadat, finishin.
9. Untuk beton dengan kuat tekan > fc 20 MPa, penakaran dilaksanakan
berdasarkan berat
10.Sehingga diperlukan masing-masing berat volume agregat kasar
maupun halus yang akan digunakan
7.1 (9)

Beton Siklop fc=15 MPa (K-175)

Semen, pasir, batu kerikil dan air dicampur dan diaduk menjadi beton
dengan menggunakan Concrete Mixer. Beton di-cor ke dalam perancah
yang telah disiapkan. Penyelesaian dan perapihan setelah pemasangan
Antisipasi pencegahan terhadap bahaya yang ditimbulkan akibat
Pekerjaan Beton yaitu :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Pelaksanaan pengukuran dan pematokan harus dilakukan oleh


pekerja yang terampil serta berpengalaman dibidangnya,
Pekerja harus memakai pakaian dan perlengkapan kerja yang
sesuai (sarung tangan,sepatu boot dan helm) serta memenuhi syarat,
Menutup material dengan plastik sehingga debu tidak
beterbangan,
Menyediakan alat pemadam kebakaran di gudang atau tempat
penyimpanan material,
Mengecek alat pan mixer sebelum digunakan termasuk
penguat-penguatnya, dijalankan oleh orang yang ahli dibidangnya,
Dinding galian harus diberi penahan dinding secukupnya,
Pada daerah pemasangan bekisting harus diberi penerangan
secukupnya,
Dilarang menyimpan/menempatkan tanah galian dipinggir
pembuatan bekisting,tanah galian harus dibuang pada tempat yang
aman yang telah ditentukan,

9.

Disediakan jalan keluar untuk menyelamatkan diri bila terjadi


bahaya,

10.

Dipasang tangga yang sesuai dan memenuhi syarat dari segi


kekuatanya
11.
Dilarang menempatkan atau menggerakkan beban mesin atau
peralatan lainnya dekatpemasangan bekisting/disisi galian yang dapat
menyebabkan runtuhnya sisi galian danmembahayakan setiap orang di
dalamnya,
12.
Paku-paku yang menonjol keluar perlu dibenamkan atau
dibengkokan
13.
Memasang rambu-rambu pada lokasi pekerjaan untuk
melindungi personel yang bekerja dari kendaraan yang melintasi proyek
dan menempatkan petugas bendera disemua tempat kegiatan
pelaksanaan
7.3 (1)

Baja Tulangan U 24 Polos

Setelah acuan untuk pelat lantai telah selesai dan diperiksa


kekuatannya, pengerjaannya, kerapatan
adukan, ketinggian dan
kebersihan, penulangan dapat dipasang. Perlu untuk sering memeriksa
ukuran pada waktu pembengkokan di lokasi, atau tepat sesudah
pengiriman ke lokasi jika tulangan dibengkokan di luar lokasi. Penggunaan
kayu, rak baja atau penyangga lain adalah supaya penulangan tidak
mengenai tanah atau lumpur sampai siap dipakai. Cat, minyak, lemak,
Lumpur, mill scale lepas atau karat lepas akan mengurangi sifat pelekatan
dari batang sederhana khususnya dan harus dilepas. Penutup (selimut)
sangat penting terutama pada pelat lantai yang relative tipis, kurangnya
selimut dapat mengakibatkan berkaratnya batang dan terkikisnya beton,
sedangkan terlalu banyak selimut dapat mengakibatkan kekuatan rencana
diperkirakan dari pelat tidak tercapai. Pengikat kawat sama cepat berkarat
seperti batang biasa, dan ujung pengikat harus dijauhkan dari permukaan
beton. Blok adukan dan dudukan (chair) plastik dipakai untuk memelihara
selimut lebih disukai daripada dudukan baja dengan pinggiran plastik.
Beberapa dudukan plastik mempunyai luas dasar yang kurang, dan dapat
hancur bila dibebani, apalagi dalam cuaca panas. Bila dudukan dipakai
pada posisi horizontal untuk memegang penulangan vertikal kadang
kadang berputar kecuali jika dipasang dengan baik.
Penulangan harus ditopang sedemikian rupa sehingga tidak
berpindah, distorsi, atau rusak dengan cara apapun pada waktu
pengecoran pelat lantai.
Antisipasi pencegahan terhadap bahaya yang ditimbulkan akibat
Pekerjaan Penulangan pada Pekerjaan Beton yaitu :
1. Pelaksanaan penulangan harus dilakukan oleh pekerja yang terampil
dan berpengalaman dibidangnya, dilengkapi dengan helm, sarung

tangan, sepatu boot yang sesuai dan memenuhi syarat serta


memperhatikan ketentuan-ketentuan berikut :
2. Sisa-sisa besi/kawat baja ditempatkan sedemikian rupa sehingga
tidak menimbulkan bahaya,
3. Besi tulangan yang menjorok ke luar dari lantai atau dinding harus
diberipelindung,
4. Bila melakukan penyambungan besi tulangan
menjorok ke luartidak boleh menimbulkan bahaya,

maka

ujungnya

5. Besi tulangan tidak boleh disimpan pada perancah atau papan acuan
yang dapatmembahayakan kestabilannya
Tulangan ini merupakan Polos dan banyak dipakai sebagai tulangan utama.
Penyimpanan dan penanganan
Tulangan diberi label untuk identifikasi yang menunjukkan ukuran
batang, panjang dan informasi lainnya
Ditangani dan disimpan untuk mencegah distorsi, kontaminasi,
korosi atau kerusakan
Pembengkokan
Dibengkokkan dengan cara dingin sesuai ACI 315
Diemeter > 20 mm dibengkokkan dengan mesin pembengkok
Penempatan dan pengikatan
Baja tulangan harus bersih, ditempatkan dengan selimut beton
sesuai ketentuan
Diikat kuat pada posisinya, panjang penyaluiran 40 diameter
Tidak boleh dilas kecuali atas persetujuan Direksi pekerjaan
Simpul kawat membelakangi permukaan beton
Baja tulangan yang terekspos cukup lama harus dilindungi
7.3 (3)

Baja Tulangan U 32 Ulir

Setelah acuan selesai dan diperiksa kekuatannya, pengerjaannya,


kerapatan adukan, ketinggian dan kebersihan, penulangan dapat dipasang.
Perlu untuk sering memeriksa ukuran pada waktu pembengkokan di lokasi,
atau tepat sesudah pengiriman ke lokasi jika tulangan dibengkokan di luar
lokasi. Penggunaan kayu, rak baja atau penyangga lain adalah supaya
penulangan tidak mengenai tanah atau lumpur sampai siap dipakai. Cat,
minyak, lemak, Lumpur, mill scale lepas atau karat lepas akan mengurangi
sifat pelekatan dari batang sederhana khususnya dan harus dilepas.
Penutup (selimut) sangat penting terutama pada pelat lantai yang relative
tipis, kurangnya selimut dapat mengakibatkan berkaratnya batang dan
terkikisnya beton, sedangkan terlalu banyak selimut dapat mengakibatkan
kekuatan rencana diperkirakan dari pelat tidak tercapai. Pengikat kawat
sama cepat berkarat seperti batang biasa, dan ujung pengikat harus
dijauhkan dari permukaan beton. Blok adukan dan dudukan (chair) plastik

dipakai untuk memelihara selimut lebih disukai daripada dudukan baja


dengan pinggiran plastik. Beberapa dudukan plastik mempunyai luas dasar
yang kurang, dan dapat hancur bila dibebani, apalagi dalam cuaca panas.
Bila dudukan dipakai pada posisi horizontal untuk memegang penulangan
vertikal kadang kadang berputar kecuali jika dipasang dengan baik.
Penulangan harus ditopang sedemikian rupa sehingga tidak
berpindah, distorsi, atau rusak dengan cara apapun pada waktu
pengecoran pelat lantai.
7.9.(1)

Pasangan Batu

Sebelum pemasangan batu harus dibersihkan dan dibasahi sampai


merata dalam waktu yang lama untuk memungkinkan penyerapan air
mendekati titik jenuh.Tebal landasan adukan berkisar 2 5 cm yang
merupakan kebutuhan minimum untuk menjamin bahwa seluruh rongga
antara batu terisi penuh.Batu besar ditempatkan di dasar dan pada sudutsudut, batu dengan muka terpanjang mendatar dan muka yang tampak
harus dipasang sejajar dengan muka dinding dari batu yang terpasang.
Orang dan tenaga yang terlibat dalam pekerjaan ini juga dilengkapi
dengan APD dan disekitar lokasi pekerjaan dibuatkan rambu-rambu
peringatan.
7.11 (6) Expansion Joint Tipe baja bersudut
Expansion Joint Tipe baja bersudut dipasang diantara plat lantai dan
plat injak, dipasang untuk meredam surut dan muai beton dan juga
mengalihkan beban.

Lokasi sambungan pelaksanaan harus ditunjukkan dalam gambar


rencana, dan tid ak ditenpatkan pada pertemuan elemen struktur,

Tidak boleh ada sambungan konstruksi pada tembok sayap,

Sambungan konstruksi harus tegak lurus terhadap sumbu


memanjang dan diletakkan pada gaya geser minimum,

Pada sambungan vertikal, baja tulangan harus menerus melewati


sambungan agar struktur tetap monolit,

Untuk pelat, untuk luas pelat minimum 40 m2 boleh diletakkan


sambungan konstruksi dengan dimensi maksimum tidak lebih dari 1,2
x dimensi yang lebih kecil,

Boleh digunakan bonding agent untuk pelekatan sambungan


konstruksi seiizin Direksi Pekerjaan,

Tidak diperkenankan adanya sambungan konstruksi pada daerah air


asin pada tempat 75 cm di bawah muka air tertinngi atau 75 cm di
atas muka air terendah.

7.12 (3) Perletakan Elastomerik Sintetis ukuran 400 mm x 450 mm x 45


mm
Material dan peralatan disiapkan, Perletakan Elastomerik Sintetis
ukuran 400 mm x 450 mm x 45 mm dipasang dengan seksama.
Penyelesaian dan perapihan setelah pemasangan.
Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan dalam perletakan elastometrik
adalah sebagai berikut:

Bahan harus cukup keras yaitu mempunyai hardness 55 5 duro

Untuk bantalan karet dengan ketebalan > 1, menggunakan


laminasi antara pelat baja

dengan karet

Perlu uji kelekatan (geser) antara pelat baja dengan karet

Perlu aging test bahan karet sesuai ASTM 573, dimana pemuluran
sampai putus 50%, perubahan kuat tarik max 15%, kekerasan max 10
Hs.

Bahan polymer dalam campuran karet tidak boleh lebih dari 60%
terhadap volume total bantalan

Tebal pelat baja minimum adalah 1/16

Ujung-ujung pelat baja tertanam tidak tajam.

7.14.(1)Papan Nama Jembatan


Papan nama jembatan dibuat sesusai dengan nomenklatur yang ada,
berisi nama jembatan dan informasinya sebagaimana di bawah ini;
Ukuran minimal 40 x 60
cm2
Bahan marmer dengan
lambang PU
Toleransi
10 cm
Letak sesuai dengan ketentuan dan dipasang
pada parapet
Isi
tulisan :
Nomor jembatan
Nama jembatan
Lokasi
Data teknis
Tahun pembangunan

7.16.(2)a Pipa Penyalur PVC 3 inc


Pipa penyalur adalah pipa pembuangan air hujan yang terletak
pada lantai jembatan ke arah bawah, Diameter minimum 75 mm
dengan Bahan baja galvanis. Panjang pipa cucuran 20 cm lebih panjang
dari bagian terbawah struktur utama bangunan atas.

DIVISI PENGEMBALIAN KONDISI DAN PEKERJAAN MINOR


8.4.(5) Patok Pengarah
Patok pengarah merupakan bagian dari item pembangunan yang tidak
bisa dipisahkan dengan pembangunan jembatan pada umumnya. Fungsi
utama patok pengarah adalah sebagai patok yang ditempatkan di bagian
luar/sebelah luar dari lebar jembatan sebagai petunjuk arah jembatan.
Membuatan menggunakan beton dimana pembuatannya sama dengan
Beton mutu rendah dengan fc= 10 MPa (K-125) dengan concret mix
(molen). Dimensi pembuatannya di kerjakan sesuai dengan dimensi/ukuran
yang ada pada gambar kerja.
MANAJEMEN PENGATURAN LALU LINTAS
Manajemen Pengaturan Lalu Lintas Pengaturan lalu lintas merupakan hal
yang sangat penting untuk diperhatikan dalam pelaksanaan pekerjaan jalan ini.
Untuk setiap tahapan pekerjaan dan sepanjang waktu pelaksanaan, diupayakan
tidak mengganggu aktifitas arus lalu lintas yang ada di jalan tersebut.
Terhambatnya aktifitas arus lalu lintas dilokasi pekerjaan dan daerah sekitarnya
akan menimbulkan kerugian bagi pengguna jalan dalam berbagai aspek, safety
bagi para pengguna jalan perlu mendapat jaminan agar tidak menimbulkan
kerugian bagi seluruh pihak.Manajemen pengaturan lalu lintas dalam
pelaksanaan pekerjaan dapat di lakukan dengan dengan berbagai cara antara
lain:
1. memasang berbagai jenis rambu-rambu pengaman di sekitar lokasi pekerjaan
secara tepat dan benar, baik secara fungsi bentuk dan lokasi penempatan
sesuai spesifikasi dan ketentuan yang ada.
2. Menempatkan petugas pengatur lalu lintas secara efektif dan efisien untuk
mengatur dan mengerahkan arus lalu lintas yang ada.
3. Mengatur secara tepat jadwal pelaksanaan setiap jenis pekerjaan yang ada.
Pekerjaan-pekerjaan yang akan menimbulkan gangguan besar (friction)
terhadap arus lalu lintas, di atur jadwalnya sedemikian rupa sehingga
pelaksanaan pekerjaan tidak terlalu mengganggu arus lalu lintas yang ada dan
menimbulkan kepadatan arus lalu lintas yang berarti.
4. Jika tidak memingkinkan melakukan pekerjaan pada siang hari, maka untuk
pekerjaan tertentu seperti pengecoran akan dilakukan pada malam hari
dengan memasang penerangan yang cukup, agar tidak mengganggu arus lalu
lintas.