Anda di halaman 1dari 16

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 TUJUAN
Mengamati dan memperlajari estrus mencit melalui hapusan
vagina mencit yang dilihat pada mikroskop
1.2 LANDASAN TEORI
Sistem reproduksi

memiliki

beberapa

tujuan

yaitu

untuk

menghasikan sel telur yang membawa setengah dari sifat genetik


keturunan, untuk menyediakan tempat pembuahan selama pemberian
nutrisi dan perkembangan fetus dan untuk mekanisme kelahiran. Lokasi
sistem reproduksi terletak paralel diatas rektum. Sistem reproduksi
dalam terdiri dari ovari, oviduct dan uterus.
Ovarium (Indung Telur) merupakan organ reproduksi yang penting.
Terdapat dua ovari yang berbentuk biji buah kenari yaitu di sebelah
kanan dan kiri uterus, dibawah tuba uterine, dan terikat di sebelah
belakang oleh ligamentum latum uteri. Besarnya sekitar 1,5 inci dengan
tebal sekitar 1 inci dan terletak di dalam suatu membran seperti kantungn
ovarian bursa. Ovari bertanggung jawab pada sekresi hormon estrogen
dan progesterone dan produksi telur yang baik untuk dibuahi. Telur-telur
mulai matang di ovari dalam suatu cairan berisi folikel. Pertumbuhan
folikel diatur oleh hormon pituitary, yaitu Follicle Stimulating Hormone
(FSH). Selanjutnya sel yang dibatasi oleh folikel dan dikelilingi sel telur
akan mensekresikan estrogen untuk merespon jumlah hormone pituitary
hormone lainnya meningkat yaitu Luteinizing Hormone (LH). Jumlah
estrogen mencapai maksimum pada saat fase standing heat. Diikuti
dengan meningginya LH pada telur yang dilepaskan dari folikel dan
ovulasi yang terjadi.
Oviduct merupakan tabung panjang yang menghubungkan ovari
dengan uterus. Di ujung terdekat ovari, oviduct dilebarkan ke dalam
infundibulum. Selama fase estrus, posisi infundibulum mengelilingi ovari
1

untuk menjaga sel telur yang terovulasi di dalam oviduct. Oleh karena itu,
di dalam oviduct, sel telur berjalan ke arah uterus.
Uterus berbentuk Y terdiri dari kanan dan kiri yang terhuung pada
oviduct. Jalan dari kedua tanduknya membentuk tubuh uterus. Uterus
berfungsi untuk membawa sel sperma menuju oviduct dan membawa
nutrisi dan menyediakan tempat untuk perkembangan janin.
1.2.1

Siklus Menstruasi Pada Manusia

Gambar 1.2 Siklus Menstruasi Pada Manusia


1. Fase Proliferasi (fase estrogen)
Pada permulaan setiap siklus seksual bulanan sebagian besar
endometrium telah berdeskuamasi akibat menstruasi. Sesudah
menstruasi, hanya selapis tipis stroma endometrium yang tertinggal,
dan sel-sel epitel yang tertinggal adalah yang terletak dibagian lebih
dalam dari kelenjar yang tersisa serta pada kripta endometrium. Di
bawah pengaruh estrogen, yang di sekresi dalam jumlah lebih banyak
oleh ovarium selama bagian pertama siklus ovarium, sel-sel stroma
dan sel epitel berproliferasi dengan cepat. Permukaan endometrium

akan mengalami epitelisasi kembali dalam waktu 4-7 hari sesudah


terjadinya menstruasi.
2. Fase Sekretorik (fase progestasional)
Selama sebagian besar separuh akhir siklus bulanan, setelah
ovulasi terjadi, progesterone dan estrogen bersama-sama di sekeresi
dalam jumlah yang besar oleh korpus luteum. Estrogen menyebabkan
sedikit proliferasi sel tambahan pada endometrium selama fase siklus
ini, sedangkan progesterone menyebabkan pembengkakan yang nyata
dan perkembangan sekretorik dari endometrium.
3. Deskuamasi Endometrium (menstruasi)
Jika ovum tidak dibuahi, kira-kira 2 hari sebelum akhir siklus
bulanan, korpus luteum di ovarium tiba-tiba berinvolusi, dan hormonhormon ovarium menurun dengn tajam sampai kadar sekresi yang
rendah maka terjadilah menstruasi.
System reproduksi pada hewan mengalami suatu daur yang
berulang secara berkala dan teratur. Lama daur pembiakkan itu
berbagai pada jenis hewan mamalia. Ada yang beberapa hari, ada yang
beberapa minggu, ada yang berbulan, ada pula sekali setahun. Daur
pembiakkan berasal asal-usulnya menyesuaikan diri dengan suasana
ekologis (iklim, musim, musuh, gejala astronomis). Meningkatnya
suhu serta pancaran matahari dikira menimbulkan reaksi fisiologis
berantai dalam tubuh hewan sehingga mendorong mereka untuk
menghasilkan dan mengeluarkan telur. Lewat retina atau suatu indra
penerima

stimulus

suhu

dan

cahaya

sehingga

merangsang

hypothalamus otak dan hypophysis maka digetahkan hormone


gonadotropin. Lama daur pembiakkan pada mencit adalah lima hari.
Pada mamalia ada rasa ingin membiak (berahi) yang dating secara
berkala bagi betinanya, disebut estrus (oestrus). Oleh karena itu pada
kelompok hewan demikian daur pembiakkan sama atau serentak
dengan daur estrus.
pada fase folikel ovarium kadar estrogen yang tinggi merangsang
epitel vagina aktif bermitosis dan banyak mensintesa glikogen,
sehingga mukosa vagina menjadi menebal menjelang ovulasi dan

banyak terdapat glikogen pada lumen, glikogen tersebut oleh bakteri


difermentasi menjadi asam laktat sehingga medium vagina tersebut
menjadi asam (pH 4-5). Penebalan epitel lapisan mukosa vagina itu
disertai dengan peristiwa penandukan (kornifikasi) lalu mengelupas
dan jatuh ke lumen. Dalam analisa usapan vagina, ditemukannya selsel epitel yang menanduk sebagai indicator akan terjadinya masa
ovulasi.
1.2.2 Siklus Estrus
Menjelang ovulasi leukosit pun semakin banyak menerobos lamina
propria terus ke lumen. Pada fase lutein berhubung dengan naiknya
kadar progesterone. Sifatnya ialah menekan pertumbuhan epitel.
Karena itu lapisan mukosa menjadi tipis dan lapisan menanduk hilang.
Jika pada manusia dan beberapa primate lainnya mempunyai siklus
mentruasi, pada mamalia lain dikenal dengan adanya siklus estrus.
Estrus merupakan nama masa panas yang terjadi pada saat sekitar hari
hari ovulasi. Dengan kata lain, merupakan waktu dimana timbul
perhatian seksual pada hewan wanita. Siklus estrus merupakan salah
satu aspek reproduksi yang menggambarkan perubahan kandungan
hormone reproduksi yang disebabkan oleh aktivitas ovarium di bawah
pengaruh hormone gonadotrhopin. Perbedaannya dengan menstruasi
adalah pada siklus estrus lapisan endometrium yang telah dipersiapkan
untuk menerima konsepsi akan diserap kembali oleh uterus bila tidak
terjadi pembuahan, sehingga tidak banyak terjadi pendarahan. Pada
setiap siklus yang terjadi pada tubuh mencit, terjadi perubahanperubahan perilaku yang dipengaruhi oleh hormone yang berpengaruh
di dalam tubuhnya. Berikut adalah penggambaran diri mencit pada
setiap tahap yang terjadi :
1. Fase Estrus
Estrus merupakan klimax fase folikel, pada masa inilah
betina siap menerima jantan dan pada saat ini pula terjadi ovulasi,
Jika terjadi coitus dan pembuahan estrus diiringi oleh masa hamil,
jika tidak terjadi pembuahan terjadilah masa haid. Dimasa haid

atau hamil berlangsunglah fase lutein. Pada fase ini corpus luteum
dalam ovarium giat menghasilkan progesterone. Pada fase estrus
yang dalam bahasa latin disebut oestrus yang berarti kegilaan
atau

gairah

hipotalamus

testimulasi

untuk

melepaskan

gonadotropin-releasing hormone (GRH). Estrogen menyebabkan


pola perilaku kawin pada mencit, gonadotropin menstimulasi
pertumbuhan folikel yang dipengaruhi oleh follicle stimulating
hormone ( FSH ) sehingga terjadi ovulasi. Kandungan FSH ini
lebih rendah jika dibandingkan dengan kandungan luteinizing
hormone ( LH ) maka jika terjadi coitus dapat dipastikan mencit
akan mengalami kehamilan. Pada sat estrus biasanya mencit
terlihat tidak tenang dan lebih aktif dengan kata lain mencit dalam
keadaan mencari perhatian kepada mencit jantan. Fase estrus
merupakan periode ketika betina represif terhadap jantan dan akan
melakukan perkawinan, mencit jantan akan mendekati mencit
betina dan akan terjadi kopulasi. Mencit jantan akan melakukan
panggilan ultrasonic dengan jarak gelombang suara 30 KHz-110
KHz yang dilakukan sesering mungkin selama masa pendekatan
dengan mencit betina, sementara itu mencit betina menghasilkan
semacam pheromone yang dihasilkan oleh kelenjar preputial yang
diekskresikan melalui urin. Pheromone ini berfungsi untuk menarik
perhatian mencit jantan. Mencit dapat mendeteksi pheromone ini
karena terdapat organ vomeronasal yang terdapat pada bagian
dasar hidungnya. Pada tahap ini vagina pada mencit betina pun
membengkak dan warna merah. Tahap estrus pada mencit terjadi 2
tahap , yaitu tahap estrus awal dimana folikel sudah matang, sel-sel
epitel sudah tidak berinti, dan ukuran uterus pada tahap ini adalah
ukuran uterus maksimal, tahap ini terjadi selama 12 jam. Lalu
tahap estrus akhir dimana terjadi ovulasi yang hanya berlangsung
selama 18 jam. Jika pada tahap estrus tidak terjadi kopulasi maka
tahap tersebut akan berpindah pada tahap metesterus.

2. Fase metesterus
Pada tahap metestrus birahi pada mencit mulai tenang, dan
mencit betina sudah tidak represif pada jantan. Ukuran uterus pada
tahap ini adalah ukuran yang paling kecil karena uterus menciut.
Pada ovarium korpus luteum dibentuk secara aktif, terdapat sel-sel
leukosit yang bnerfungsi untuk menghancurkan dan memakan sel
telur tersebut. Fase ini terjadi selama 6 jam. Pada tahap ini
hormone yang terkandung paling banyak adalah hormone
progesterone yang dihasilakn oleh korpus leteum.
3. Fase diestrus
Tahap selanjutnya adalah tahap diestrus, tahap ini terjadi
selama 2-2,5 hari. Pada tahap ini terbentuk folikel-folikel primer
yang belum tumbuh dan beberapa yang mengalami pertumbuhan
awal. Hormone yang terkandung dalam ovarium adalah estrogen
meski kandungannya sangat sedikit. Fase ini disebut pula fase
istirahat karena mencit betina sama sekali tidak tertarik pada
mencit jantan. Pada mencit asa istirahat atau non-fertil ini
berlangsung 1-2 hari. Pada hapusan vagina akan terlihat banyak sel
epitel berinti dan sel leukosit. Pada uterus terdapat banyak mucus,
kelenjar menciut dan tidak aktif, ukuran uterus kecil, dan terdapat
banyak lendir.
4. Fase proestrus
Proestrus
dihasilkannya

ialah

banyak

periode
estrogen.

pertumbuhan
Estrogen

ini

folikel

dan

merangsang

pertumbuhan seluler pada alat kelamin tambahan, terutama pada


vagina

dan

uterus.

Pada

fase

proestrus

ovarium

terjadi

pertumbuhan folikel dengan cepat menjadi folikel pertumbuhan tua


atau disebut juga dengan folikel de Graaf. Pada tahap ini hormone
estrogen sudah mulai banyak dan hormone FSH dan LH siap
terbentuk. Pada apusan vaginanya akan terlihat sel-sel epitel sudah
tidak berinti (sel cornified) dan tidak ada lagi leukosit. Sel
cornified ini terbentuk akibat adanya pembelahan sel epitel berinti
secara mitosis dengan sangat cepat sehingga sel pada inti pada sel
6

yang baru belum terbentuk sempurna bahkan belum terbentuk inti


dan sel-sel baru ini berada diatas sel epitel yang membelah, sel-sel
baru ini disebut juga sel cornified (sel yang menanduk). Sel-sel
cornified ini berperan penting pada saat kopulasi karena sel-sel ini
membuat vagina pada mencit betina tahan terhadap gesekan penis
pada saat kopulasi. Perilaku mencit betina pada tahap ini sudah
mulai gelisah namun keinginan untuk kopulasi belum terlalu besar.
Fase ini terjadi selama 12 jam. Setelah fase ini berakhir fase
selanjutnya adalah fase estrus dan begitu selanjutnya fase akan
berulang.

Diagram siklus estrus

Fase estrus

Fase
proestrus

Fase metestrus

Fase diestrus
Gambar 1.2.2 Diagram Siklus Estrus

Indikator yang baik untuk mengetahui tahap-tahap siklus estrus adalah


dengan hapusan vagina, karena tanda-tanda ini diluar walaupun ada sukar jadi
pegangan. Metode yang digunakan untuk mengamati perubahan yang terjadi pada

hapusan vagina yaitu metode lavage atau metode pipet. Dalam metode ini
digunakan pipet yang mempunyai ujung halus dan tumpul yang diisi dengan
beberapa tetes larutan garam fisiologis. Kemudian larutan ini disemprotkan ke
dalam vagina dan dihisap kembali dengan beberapa kali pengulangan. Larutan
yang mengandung sel-sel vagina diteteskan di atas kaca objek dan diamati pada
mikroskop.

BAB II
METODE KERJA
2.1 ALAT DAN BAHAN
1. Mikroskop
2. Objek glass
3. Cover glass
4. Larutan saline
5. Spuit 1 ml
6. Mencit
2.2

PROSEDUR
1. Pertama ambilah larutan saline menggunakan spuit injeksi 1ml
sebanyak 0,1 ml.
2. Selanjutnya larutan saline tersebut disemprotkan pada bagian
dalam vagina dan dihisap dengan beberapa kali pengulangan

3. Teteskan larutan saline yang mengandung sel-sel vagina pada


objek glass dan tutuplah dengan cover glass.

4. Kemudian amati dengan seksama dibawah mikroskop sel-sel


vagina yang ada dalam hapusan vagina tersebut dan gambarlah
bentuk yang tampak pada mikroskop tersebut.
5. Tentukan fase dalam sikslus estrus yang terjadi pada mencit saat itu

BAB III
HASIL PRAKTIKUM
2.2 FASE ESTRUS

Leukosit

Epitel Bertanduk

2.3 FASE PROESTRUS

10

Leukosit
Epitel Berinti

BAB IV
PEMBAHASAN
Dari hasil pengamatan yang kami lakukan, kami hanya dapat menemukan
2 siklus, yaitu estrus dan proestrus.
Pada preparat pertama terdapat sel epitel bertanduk dan leukosit. Sel epitel
berinti tidak ditemukan dalam hasil pengamatan ini, sel epitel bertanduk memiliki
jumlah yang

lebih banyak dibandingkan dengan sel leukosit. Hasil ini

menunjukkan bahwa mencit sedang mengalami fase estrus. Fase estrus yang
dimiliki oleh mencit sama dengan fase proliferasi dari siklus menstruasi manusia
karena pada kedua fase tersebut terjadi pembentukan estrogen dan perkembangan
folikel. Fase proliferasi yang dialami oleh manusia merupakan fase sesudah
terjadinya menstruasi, dimana dinding endometrium mulai terbentuk kembali.
Berikut adalah proses proliferasi pada manusia :

11

Setelah terjadinya menstruasi, akan terjadi pembuahan dan perkembangan


folikel primer yang dirangsang oleh hormone FSH. Pada saat tersebut, sel oosit
primer akan membelah dan menghasilkan ovum yang haploid. Saat folikel
berkembang menjadi folikel Graaf yang masak, folikel ini juga menghasilkan
hormone estrogen yang merangsang keluarnya LH dari hipofisis untuk
merangsang folikel Graaf yang masak untuk mengadakan ovulasi. Selain itu
estrogen yang keluar juga berfungsi untuk memperbaiki dinding endometrium
yang telah meluruh pada proses menstruasi dan

juga berfungsi untuk

menghambat pembetukan FSH.


Pada preparat kedua terdapat jumlah epitel berinti yang lebih banyak dari
jumlah leukosit, hal ini menunjukan bahwa mencit tersebut sedang mengalami
fase proestrus. Pada fase proestrus, ovarium terjadi pertumbuhan folikel dengan
cepat menjadi folikel pertumbuhan tua atau dikenal juga dengan folikel de Graaf.
Pada tahap ini hormone estrogen sudah mulai banyak dan hormone FSH serta LH
siap terbentuk. Pada hapusan vaginanya akan terlihat sel sel epitel yang sudah
tidak berinti ( sel cornified ) dan tidak ada lagi leukosit. Sel cornified ini terbentuk
akibat adanya pembelahan sel epitel berinti secara mitosis dengan sangat cepat
sehingga inti pada sel yang baru belum terbentuk sempurna bahkan belum
terbentuk ini dan sel sel baru ini berada di atas sel epitel yang membelah, sel
sel baru ini disebut dengan sel cornified ( sel yang bertanduk ). Sel sel cornified
ini berperan penting pada saat kopulasi karena sel sel ini membuat vagina pada
mencit tahan terhadap gesekan penis pada saat kopulasi. Perilaku mencit betina
pada fase ini sudah mulai gelisah namun keinginan untuk kopulasi belum terlalu
besar. Fase ini terjadi selama 12 jam.
Sebenarnya sikus estrus yang dimiliki oleh mencit tersusun atas 4 fase.
Berikut adalah gambar keseluruhan dari fase yang dimiliki oleh mencit :

12

Proestrus :
ditandai dengan adanya jumlah sel epitel berinti yang lebih banyak dari
Gambar 4.1 Siklus Estrus Pada Mencit

Estrus :
Ditandai dengan adanya sel epitel bertanduk dalam jumlah besar dan tidak

ditemukannya sel leukosit


Metestrus :
Ditandai dengan jumlah epitel bertanduk yang menurun dan jummlah sel

leukosit yang meningkat


Diestrus :
Ditandai dengan adanya sel leukosit yang banyak dengan beberapa sel
epitel berinti.
Persamaan antara siklus Estrus dan Siklus Menstruasi yaitu pada siklus

menstruasi fase sekresi sama dengan fase metestrus dari siklus estrus, karena
dihasilkan progesterone, sementara itu pada fase menstruasi pada siklus
menstruasi sama dengan fase diestrus pada siklus estrus, karena terjadi peluruhan
dinding endometrium karena tidak dibuahi, dan pada siklus menstruasi fase
proliferasi sama dengan fase proestrus dan estrus pada siklus mencit, karena
adanya pembentukan estrogen dan perkembangan folikel. Sedangkan perbedaan
antara siklus estrus dengan siklus menstruasi dapat terdiri dari:
Siklus Estrus
Tersusun atas 4 tahap yaitu,

Siklus Menstruasi
Tersusun atas 3 tahap yaitu,

proestrus, estrus, diestrus, dan

sekresi, menstruasi dan proliferasi

metestrus
Ketika dinding endometrium tidak Ketika dinding endometrium tidak
dibuahi dapat diserap kembali

dibuahi akan terjadi peluruhan,

oleh uterus sehingga tidak terjadi

sehingga mengalami pendarahan

banyak pendarahan

yang dikenal dengan menstruasi

13

Siklus terjadi selama 3-4 hari


Terdapat perubahan perilaku pada

Siklus terjadi selama 5-7 hari


Perubahan perilaku tidak terlalu

setiap tahapannya

terlihat

BAB V
PENUTUP
5.1

KESIMPULAN
Dari percobaan

yang

telah

kami

lakukan,

kami

dapat

menyimpulkan bahwa mencit memiliki 4 tahap siklus estrus, yaitu:


1. Proestrus : ditandai dengan adanya jumlah sel epitel berinti yang
lebih banyak dari jumlah leukosit.
2. Estrus : ditandai dengan adanya epitel bertanduk dalam jumlah
besar dan tidak terdapat lagi sel epitel berinti.
3. Metestrus: ditandai dengan jumlah epitel menurun dan leukosit
yang meningkat jumlahnya.
4. Diestrus: ditandai dengan adanya sel leukosit yang banyak dengan
beberapa saja sel-sel epitel
Namun dalam penelitian, kami hanya dapat melihat 2 siklus yaitu
estrus dan proestrus karena sampel yang digunakan hanya beberapa mencit
dan kebetulan beberapa mencit tersebut mengalami fase yang sama.
5.2

SARAN
1. Dalam pencucian spot injeksi harus sebersih mungkin agar tidak
terjadi pencampuran sampel dalam percobaan

14

DAFTAR PUSTAKA
Ganong, William.F. 1979. Review of Medical Physiology 9th edition . San
Francisco: Maruzen Asian Edition
Guyton & Hall. 2007. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran edisi 11. Jakarta:
Penerbit Buku Kedokteran EGC
Ganongs. 2010. Review of Medical Physiology 23rd edition. Singapore :
Mc Graw Hill.
Yatim, Wildan. 2000. Reproduksi dan Embryologi. Bandung: Tarsito.
Dellmann, Dieter. 1992. Buku Teks Histologi Veteriner II Edisi Ketiga.
Jakarta: UI Press.

15

16

Anda mungkin juga menyukai