Anda di halaman 1dari 16

PENGKAJIAN

ASUHAN KEPERAWATAN KOMUNITAS

A. KOMUNITAS SEKOLAH
SMPN 15 Malang berlokasi di Jalan Bukit Dieng T/8 dengan nomor NSS/NPSN yaitu
201056105103 / 20533787. SMPN 15 Malang ini merupakan sekolah tipe A dengan skor
89,88. Luas lahan SMPN 15 Malang ini 1,3 hektar dan jumlah total ruang belajar yaitu 24
ruang. Dan persentase ruangan yang berbasis IT yaitu 66,7%.
B. PENGKAJIAN BERDASARAKAN CORE COMMUNITY DAN 8 SUBSISTEM
COMMUNITY
1. Core Community
a. Riwayat Komunitas
1) Riwayat Sekolah
Visi dan Misi Sekolah
Visi : berprestasi dalam Iptek, berlandaskan Imtaq dan berwawasan

1.
2.
3.

lingkungan
Misi :
Meningkatkan keyakinan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
Meningkatkan dan mengembangkan Manajemen Berbasis Sekolah
Memotivasi siswa untuk mengenali kepribadian dan potensi dirinya,

4.

sehingga dapat berkembang secara optimal


Meningkatkan kesadaran siswa sebagai makhluk sosial dalam tatanan

5.
6.

kemasyarakatan dan kenegaraan.


Menumbuhkan semangat berprestasi secara intensif kepada warga sekolah.
Menghasilkan lulusan yang berkualitas, berprestasi dan berakhlak mulia.

Profile Singkat Sekolah


SMPN 15 Malang terletak di jalan Bukit Dieng T/8 Kecamatan Sukun
Kota Malang, Jawa Timur. SMPN 15 malang merupakan sekolah dengan
akreditasi A dengan skor 89,88. SMPN 15 Malang terdiri dari 24 kelas, yaitu
8 kelas VII, 8 kelas VIII, dan 8 kelas IX. Sekolah ini berdiri di atas lahan

seluas 10.800 m2 . SMPN 15 malang ini terdiri dari 61 karwayan(sudah


termasuk kepala sekolah, guru dan TU, serta pegawai kasar/cleaning service).
Sejak berdiri sekolah ini memiliki banyak prestasi-prestasi tingkat
kabupaten/kota dan tingkat provinsi.
2) Riwayat UKS
UKS didirikan tahun 1986. Belum ada kegiatan yang begitu berarti yang
terjadi di UKS SMPN 15 Malang. Dari pihak sekolah belum mempunyai
program kerja yang jelas untuk kegiatan UKS dan struktur pengurus UKS
juga belum terbentuk dengan baik. Kader-kader pengurus UKS dari siswa
juga masih bergabung dengan kader-kader PMR. Akan tetapi peran-peran
mereka sebagai kader belum dijalankan sama sekali.
UKS SMPN 15 Malang saat ini masih dalam tahap pembangunan gedung
baru sehingga UKS sementara ditempatkan di samping ruang guru. Di dalam
UKS terdapat 2 tempat tidur, 1 wastafel, lemari P3K dimana isinya terdiri
dari obat-obatan dasar, mytela, kapas, kasa, dan buku arsip UKS.
3) Riwayat Kegiatan Siswa
Secara umum proses belajar mengajar dilakukan sesuai dengan jadwal
sekolah yaitu senin (07.00-13.05), selasa-kamis (07.10-13.30), jumat (07.1011.00), dan sabtu (06.45-12.30). untuk kelas 9, diadakan kegiatan bimbingan
belajar mulai dari jam 06.00 sampe dengan dimulainya jam pertama. Terdapat
kegiatan ekskul yang rutin berjalan yaitu kegiatan PMR, Pramuka, basket,
sepak bola, futsal, tari tradisional dan modern, KIR, tata busana, tata boga,
music, baca tulis Al-Quran, pingpong dan karate . Untuk kegiatan kesehatan,
PMR mengadakan pelatihan setiap hari kamis yang diikuti oleh semua
anggota PMR.
b. Data Demografi
Data Demografi Siswa
Tabel I : Data siswa SMPN 15 Malang menurut jenis kelamin
No
1
2
3
4
5

Jenis Kelamin
L
P
L
P
L

Kelas
7
8
9

Jumlah
127
139
160
159
160

6
P
TOTAL
Tabel 2 : Data siswa SMPN 15 Malang menurut umur
Usia/Tahun
12-13
13-14
15-16
Jumlah

129
874

Persentase (%)
30,4%
36,5%
33,1%
100%

Tabel 3 : Data demografi tenaga kerja berdasarkan tingkat pendidikan


No
1
2
3
4
5
6
7
8
TOTAL

Jenjang Pendidikan
SD
SMP
SMA/Sederajat
D1
D2
D3
S1
S2

Persentase (%)
0%
0%
0%
3,28 %
1,64 %
0%
75,4 %
1,64 %
81,91 %

Tabel 4 : Data Kepala Sekolah, guru, dan staf TU menurut kelompok umur
Jabatan
Kepala Sekolah
Guru
Tenaga administrasi
TOTAL

Kelompok umur
20
20-29
5
-

Jumlah
30-39
5
-

40-49
6
1

50-59
1
25
2

59
-

1
41
3
45

c. Statistik tanda vital


1) Angka kesakitan siswa
Berdasarkan survey yang telah dilakukan oleh peneliti kepada beberapa
siswa diperoleh data antara lain .% siswa menyatakan pernah tidak masuk
lebih dari 3 kali karena sakit dalam satu semester. % pernah tidak masuk
kurang dari 3 kali, % menyatakan tidak pernah tidak masuk karena
sakit.
2) Jenis penyakit yang sering dialami siswa

Table 5 : Sakit yang dialami siswa dalam 3 bulan terakhir tahun 2013
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12

Penyakit
Pusing
Sakit perut/maag
Demam/panas
Batuk
Sakit gigi
Amandel
Disminore
Luka
Sesak nafas
Mual/muntah
Sakit mata
Tipes

Jumlah
112
37
20
3
3
1
4
29
4
7
1
1

Persentase
50,4%
16,7%
9%
1,35%
1,35%
0,45%
1,8%
13,06%
1,8%
3,15%
0,45%
0,45%

3) Jumlah siswa yang pernah dirujuk ke fasilitas kesehatan


Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Pembina UKS, setiap hari
hamper ada siswa yang sakit dan di bawa ke UKS sampai di rujuk ke
puskesmas, karena penyakit yang dialami siswa sudah tidak bisa di tangani di
UKS. Akan tetapi siswa yang di rujuk ini jarang terjadi karena biasanya
maslalah kesehatan yang muncul masih bisa ditangani di UKS.
Siswa yang mengalami sakit yang cukup parah atau tidak memungkinkan
mengikuti kegiatan belajr-mengajar seringkali memilih istirahat di rumah dan
tidak masuk sekolah.
4) Nilai dan kepercayaan siswa tentang kesehatan
Dari hasil rekapitulasi kuisioner dengan 100 sampling, terdapat 79% siswa
kelas 7 yang mengerti mengenai nilai dan kepercayaan tentang kesehatan dan
21% siswa yang tidak mengerti tentang kesehatan. 70% siswa kelas 8 yang
mengerti dan 25% siswa yang tidak mengerti tetang nilai dan kepercayaan
tentang kesehatan. 82% siswa kelas 9 yang mengerti tentang nilai dan
kepercayaan tentang kesehatan dan 19% siswa yang tidak mengerti.
2. Lingkungan fisik
a. Denah sekolah
Terlampir
b. Denah UKS
Terlampir
c. Keadaan umum

Setelah dilakukan pengkajian pada lingkungan fisik SMPN 15 Malang, dapat


diperoleh hasil yaitu keadaan umum sekolah baik, sumber air berasal dari PDAM
dan sumur bor. Sanitasi terlihat belum terlalu bersih, dibuktikan masih banyak
ditemukan bekas-bekas makanan yang berserakan baik di kelas maupun di kantin.
Flora yang ada di sekitar terawatt dengan baik. Di kamar mandi tampak kurang.
bersih, air kamar mandi jarang dikuras sehingga terdapat banyak jentik-jentik di
dalam air. Pencahayaan di kamar mandi juga kurang sehingga keliahatan gelap.
Selain itu juga, kondisi siswa secara keseluruhan juga tampak baik, meskipun masih
banyak siswa yang penampilannya kurang rapi seperti bajunya tidak di masukkan
dan lain-lain.

Table 6 : observasi bangunan sekolah dan lainnya


No

Indikator

Kondisi Sebenarnya

Bahan bangunan

Nilai
3

a. Lantai kedap air, tidak

a. Lantai sudah kedap air.

lembab, tidak ada debu,

Tidak ada debu, tinggi 10

tinggi minimum 10 cm

cm dari pekarangan dan

dari pekerangan dan 25

25 cm dari badan.

cm dari badan.
b. Fondasi yang kuat untuk
meneruskan

bangunan

ke tanah dasar, member


kestabilan
dan

bangunan

b. Fondasi

sudah

bagus,

menghubungkan
langsung

dengan

bangunan dan tanah

merupakan

konstruksi penghubung
antara

bangunan

dan

tanah
c. Dinding beton kedap air

c. Dinding

terbuat

dari

beton an kedap air

dan tembok penyangga


atap,

menahan

hujan

dan angin, melindungi


dari panas dan debu dari
luar bangunan
d. Atap dari genteng yang

d. Atap gedung dari genteng


dan

sudah

melindungi

mampu

dari

hujan

sebagai

dan panas sinar matahari.


e. Jarak lantai dan langit-

pelindung panas, hujan

langit kurang lebih 2,5 m

dan sinar matahari


e. Langit-langit
untuk

dan atap terbuat dari

berfungsi

gypsum.

menahan dan menyerap


panas

terik

matahari

minimum 2,4 m dari

lantai, bisa dari bahan


2

papan, tripleks/gypsum
Ventilasi
a. Memiliki

pintu

dan

mempunyai

sebagai tempat masuk

jendela

ruangan baik

kelas

pintu

sebagai

dan
jalan

masuk keluarnya udara.


b. Sirkulasi udara di ruang
kelas baik

Cahaya
a. Pencahayaan
baik,
alami

ruang

jendela serta ventilasi


keluarnya udara
b. Sirkulasi udara dalam

a. Setiap

ruangan

adanya
berupa

cahaya
sinar

a. Pencahayaan
kelas

di

baik.

ruang
Cahaya

matahari dapat Mauk dan

matahari yang cukup

lampu

dan

berfungsi dengan baik

cahaya

buatan

listrik

dapat

berupa lampu listrik.


Luas bangunan
a. Luas

bangunan

optimum 2.5 m3

yang

a. Luas bangunan kelas


7x9 meter dengan tinggi
plafon ke lantai , luas
tanah sekolah 1,3 hektar

Fasilitas-fasilitas di dalam
sekolah
a. Penyediaan air bersih
yang cukup
b. Pembuangan tinja
c. Pembuangan air limbah
d. Pembuangan sampah

a. Penyediaan

air

bersih

baik. Terdapat sumber air


dari 2 penyuplai, dari
PDAM dan sumur bor
yang

mempunyai

kedalaman 75 m dan
bersih
b. Pembuangan tinja sudah
tertampung dengan baik.
c. Pembuangan air limbah

sudah tertampung dalam


satu sumur.
d. Pembuangan

sampah

masih

kurang

efektif,

masih

banyak

siswa-

siswa yang membuang


sampah

sembarangan

walaupun

sudah

ada

tempat sampah di kelas


dan di luar kelas.
6

Penyediaan air bersih


a. Air berwarna bening, air
terbebas

segala

dan sumur BOR. Air

bakteri terutama bakteri

bersih, jernih, dan tidak

pathogen,

berbau.

tercemar

dari

tidak
kotoran

manusia dan binatang

a. Air berasal dari PDAM

Pembuangan

kotoran

manusia

a. Untuk

a. Toilet tidak mengotori


permukaan
sekeliling,
lantainya
8

keadaan

pembuangan BAB sudah

tanah

sesuai tempatnya, bersih,

tertutup,

tidak berbau, dan tidak

kuat,

tidak

kotor.

menimbulkan bau
Sampah dan pengelolaannya
a. Tersedia tempat sampah
disetiap sudut kelas
b. Sampah diangkut
tempat

ke

sementara dan di bawa


ke tempat penampungan

pengolahan

di dalam dan di luar

penampungan

akhir (TPA)
c. Pemusnahan

a. Terdapat tempat sampah

dan
sampah

dilakukan dengan cara


ditanam, dibakar, atau
dijadikan pupuk

kelas. Walaupun sudah


tersedia tempat sampah
di dalam dan di luar
kelas, tapi kebanyakan
siswa

masih

membuang

saja
sampah

sembarangan.
b. Sampah yang

sudah

terkumpul di angkut dan


di buang ke TPA
c. Sampah hanya diangkut
dan di buang ke TPA

Air

limbah

dan

pengelolaannya
a. Limbah

cair

yang

a. Limbah cair berasal dari

berasla dari lingkungan

kamar

sekolah

tidak

sebagainya di tampung di

mencemari sumber air,

dalam sumur yang sudah

tidak menimbulkan bau

tidak dipakai.

dan tidak mencemari


permukaan tanah
b. Limbah padat dikelola

mandi

dan

b. Limbah padat dibuang


dalam penampungan dan

agar tidak menimbulkan

tidak menimbulkan bau.

bau, tidak menyebabkan


pencemaran

terhadap

permukaan tanah.
TOTAL

d. Keadaan Khusus
SMPN 15 Malang memiliki 24 ruang kelas, dimana di dalamnya terdapat meja,
kursi, papan, LCD, sound system, microfon dan semua masih dalam kondisi yang baik.
Alat-alat kebersihan masih dijumpai di masing-masing kelas, tapi belum bisa
dimanfaatkan dengan baik.
Pada laboratorium, ruang guru, ruang konseling, dan TU kondisi secara umum
dan fasilitas kebersihannya baik. Situs penting di sekolah adalah UKS, dimana di UKS
telah tersedia fasilitas-fasilitas lemari P3K, 2 tempat tidur, alat pertolongan pertama,
poster kesehatan tidak ditemukan di UKS, pembukuan UKS belum disusun dengan baik.
Di dalam UKS tidak terdapat kamar mandi, hanya

terdapat wastafel yang dapat

digunakan untuk mencuci tangan. Ruang UKS sementara hanya berluas 3x2,5 m, dan
saat ini ruang UKS yang sebenarnya msaih di dalam tahap pembangunan.
Selain itu, pengamatan yang lebih mendetail juga sangat penting dilakukan di luar
ruangan, diantaranya : fasilitas olahraga, tempat olahraga baik. Kondisi musim hujan
mengakibatkan lantai kotor. Selain itu di beberapa titik terdapat renovasi yang
mengakibatkan area disekitarnya tidak rapi, karena banyak alat-alat pertukangan yang
berserakan.
Tempat-tempat lainnya di lingkungan sekolah yang perlu diperhatikan juga adalah
kamar mandi siswa. Kondisi kamar mandi kurang bagus, airnya keruh, banyak jentikjentik di dalam air, pencahayaan kurang, dan bau pesing. Jumlah kamar mandi
keseluruhan ada 10 pintu.
Selain itu, tempat penting lainnya yaitu kantin sekolah, dimana terdapat 8 kantin.
Akan tetapi kebersihan dari setiap kantin masih sangat kurang, dimana tempat mencuci
piring tiap-tiap kantin menggunakan 1-2 ember cuci saja. Kondisi tempat makan siswa
juga seringkali terlihat kotor, sampah-sampah plastic berserakan, meja makan tidak
pernah di lap, dan tidak terdapat wastafel di sekitar kantin untuk mencuci tangan.

Tempat ibadah yang ada di sekolah hanya mushollah, kondisi umumnya baik,
tempat wudhu bersih tapi terdapat jejak kaki di lantai setelah wudhu dan itu membuat
lantainya menjadi kotor. Penataan alat-alat sholat juga kurang rapi, dijejalkan di dalam
lemari.
Tempat yang penting juga yaitu tempat parkir kondisinya terlihat baik. Gerbang
sekolah baik dan terdapat post satpam di dekat gerbang.
e. Program kebersihan lingkungan fisik
Sekolah mengadakan program kebersihan lingkungan dalam 1 minggu sekali
yaitu bertepatan di hari sabtu. Tim adiwiyata dan juga guru Pembina adiwiyata
memeriksa setiap kelas. Kegiatan ini rutin berlangsung sesuai jadwal. Semua masyarakat
sekolah berperan dalam kebersihan, piket kelas dilakukan oleh masing-masing siswa tiap
kelas.
3. Layanan kesehatan social dan fisik
1) Layanan kesehatan
a. Pelayanan kesehatan
Dari hasil rekapitulasi kuisioner dengan 100 sampling, didapatkan data
63% siswa kelas 7 yang mengerti manfaat dan fungsi UKS, 37% siswa kelas
7 yang belum mengerti. 89% siswa kelas 8 yang mengerti manfaat dan fungsi
UKS, 11% siswa kelas 8 yang tidak mengerti. 84% siswa kelas 9 yang
mengerti tentang manfaat dan fungsi UKS, sisanya 16% tidak mengetahui

fungsi dan manfaat UKS.


b. Fasilitas kesehatan
1. UKS
Struktur dan program kerja UKS
Adapun struktur unit kesehatan di SMPN 15 Malang antara lain :
1. Dinas kesehatan
2. Puskesmas mulyorejo
3. Kepala sekolah
4. Pembina UKS
5. Kader UKS
UKS SMPN 15 Malang belum memiliki tim kerja yang khusus.
Dari hasil interview, didapatkan data bahwa anggota atau kader UKS
masih satu dengan anggota PMR. Segala bentuk perawatan sampai saat
ini dipegang oleh Pembina UKS, sementara peran siswa terhadap

kegiatan UKS masih belum terlihat.


Adapun program kerja UKS SMPN 15 malang

Menurut hasil wawancara dengan Pembina UKS, dari pihak UKS masih
belum mempunyai program kerja untuk UKS.
Table 8 : pendidikan kesehatan yang akan diberikan
Belum ada pendidikan kesehatan yang diberikan kepada siswa baik dari
pihak puskesmas, maupun dari pihak Pembina.
c. Jadwal pelayanan UKS
Jadwal pelayanan UKS di mulai dari jam 07.00 sampe dengan jam pulang
sekolah.
d. Sumber dana untuk menangani masalah kesehatan siswa
Berdasarkan hasil interview dengan Pembina UKS, didapatkan data bahwa
system pencatatan UKS melalui pencatatan manual setiap siswa yang masuk
UKS di catat di buku besar mulai dari tanggal, nama siswa, kelas, jenis
keluhan, dan obat yang diberikan.untuk biaya UKS di ambil dari kas
bendahara.
e. Karakteristik siswa pengguna layanan UKS
Karakteristik siswa pengguna layanan UKS seringkali siswa yang kurang
memperhatikan pola makan seperti tidak sarapan dan penyakit ringan lainnya.
f. Statistic jumlah berkunjung ke UKS dalam 3 bulan

Table 9 : statistic siswa dan guru yang berkunjung ke UKS


Tahun

Total

No

Rata-Rata
(tahun)

2011
130

2012
45

2013
50

225

75

g. Fasilitas kesehatan yang dapat diakses di luar sekolah


Fasilitas kesehatan yang dapat diakses di luar sekolah masih kurang
memadai karena jarak antara puskesmas dengan sekolah cukup jauh.
4. Social
a. Data keyakinan siswa
No

Agama

Persentase (%)

1
Islam
2
Kristen
3
Hindu
4
Budha
TOTAL
b. Ketersediaan tempat ibadah
Terdapat mushollah di dalam lingkungan sekolah yang digunakan sebagai tempat
ibadah. Terdapat mukenah, dan Al-Quran.
c. Kegiatan organisasi siswa
SMPN 15 Malang mempunyai 3 organisasi yaitu OSIS, PMR dan Adiwiyata.
Namun organisasi yang ada di sekolah ini masih belum berjalan dengan semestinya.
Kegiatan oranisasi dilaksanakan oleh organisasi intra sekolah (OSIS) dan berbagai
ekstrakulikuler. Berdasarkan interview dengan ketua OSIS dan ketua PMR SMPN 15
Malang menyatakan sejauh ini kegiatan organisasi dalam bidang kesehatan belum
berkembang secara pesat baik dari OSIS maupun PMR. Kegiatan OSIS saat ini
masih berupa planning kegiatan non kesehatan, sementara PMR hanya menjalankan
kegiatan rutin seperti latihan dan pemberian materi pertolongan pertama setiap jumat
kepada anggotanya.
2. Ekonomi
Table 10 : pendapatan perkapita wali murid
Nominal
Kelas 7
Kelas 8
< 1 juta
23,3%
45%
>1 juta
46,7%
54%
Tidak diisi
30%
0%
Tabel 11 : jenis pekerjaan orang tua/ wali murid
No
1
2

Jenis pekerjaan
PNS
Swasta

Kelas 7
87%
13%

Kelas 8
24%
76%

3. Transportasi dan Keselamatan Kerja


1) Transportasi
a. Alat Transportasi yang digunakan siswa
Tabel 12 : Alat transportasi siswa ke sekolah

Kelas 9
45,5%
54,5%
0%

Kelas 9
9,1%
90,9%

No
1
2
3
4
5

Sarana
Jalan kaki
Antar jemput
Angkutan umum
Sepeda pancal
Sepeda motor

Kelas 7
7%
69%
7%
3%
14%

Kelas 8
14,3%
51,4%
5,7%
0%
28,6%

Kelas 9
13%
45%
6,5%
6,5%
29%

b. Alat transportasi yang digunakan tenaga kerja


Alat transportasi yang digunakan oleh tenaga kerja di SMPN 15 Malang yaitu
masih dominan menggunakan sepeda motor.
c. Transportasi kesehatan
Tidak ada transportasi khusus untuk kesehatan. Jika benar-benar mendesak
maka gurulah yang akan mengantar menggunakan kendaraan pribadi.
2) Keselamatan
Terdapat UKS di lingkungan sekolah dimana UKS ini berfungsi sebagai tempat
pemberian pertolongan pertama bagi warga sekolah yang sakit.
4.

Politik dan pemerintahan


Berdasarkan hasil pengumpulan data kuisioner dengan 100
sampling, di dapatkan data 56% siswa kelas 7 pernah mengikuti
organisasi dan mengetahui pentingnya berorganisasi serta memilih
menikuti organisasi berdasarkan keinginannya sendiri dan 44% siswa
yang tidak pernah mengikuti organisasi dan tidak mengetahui pentingnya
organisasi.
Sedangkan untuk data dari kelas 8, 60% siswa pernah mengikuti
organisasi dan mengetahui pentingnya berorganisasi serta memilih
menikuti organisasi berdasarkan keinginannya sendiri dan 40% siswa
yang tidak pernah mengikuti organisasi dan tidak mengetahui pentingnya
organisasi.
Adapun siswa kelas 9, terdapat 68,7% siswa pernah mengikuti
organisasi dan mengetahui pentingnya berorganisasi serta memilih
menikuti organisasi berdasarkan keinginannya sendiri dan 31,3% siswa
yang tidak pernah mengikuti organisasi dan tidak mengetahui pentingnya
organisasi.
5. Komunikasi

Berdasarkan hasil pengumpulan data kuisioner dengan 100


sampling, di dapatkan data 100% siswa kelas 7 pernah membaca madding
sekolah 1-2 kali dalam seminggu, 12,5% siswa yang sering membuat
madding, 35% siswa yang hanya kadang-kadang ikut membuat madding,
dan 52,5% siswa kelas 7 yang tidak pernah terlibat dalam pembuatan
madding. Hamper semua siswa kelas 7 menyapa dan bersalaman saat
bertemu dengan guru.
Sedangkan untuk siswa kelas 8, terdapat 67% siswa yang membaca
madding 1-2 kali dalam seminggu, 33% siswa yang membaca madding >
2 kali dalam seminggu, 55% siswa yang sering terlibat dalam pembuatan
madding, 38% siswa yang hanya kadang-kadang terlibat, dan 7% siswa
kelas 8 yang tidak pernah membuat madding. Hampir semua siswa kelas
8 menyapa dan bersalaman saat bertemu dengan guru.
Adapun untuk siswa kelas 9, terdapat 30,8% siswa yang membaca
madding 1-2 kali dalam seminggu, 69,2% membaca madding > 2 kali
dalam seminggu, 57,5% siswa yang sering terlibat dalam pembuatan
madding, 28,8% siswa yang hanya kadang-kadang terlibat, dan 13,7%
siswa kelas 9 yang tidak pernah terlibat dalam pembuatan madding.
Hamper semua siswa jika bertemu guru mereka langsung menyapa dan
bersalaman.
6. Pendidikan
a. Formal
Berdasarkan interview yang telah dilakukan, didapatkan data
bahwa SMPN 15 Malang menggunakan system pendidikan dan
kurikulum pendidikan sekolah menggunakan kurikulum KTSP untuk
kelas 8 dan 9. Sedangkan untuk kurikulum kelas 7, menggunakan
kurikulum baru yaitu kurikulum 2013 dengan seperti menggunakan
sistem SKS.
Selain itu, berdasarkan data hasil survey kuisioner, didapatkan data
bahwa 5,5% siswa kelas 7 yang sering pergi ke perpustakaan, 27,5%
jarang, 45% siswa yang pernah mengikuti kegiatan penyuluhan dan
bimbingan belajar di luar jam sekolah dan 22% siswa yang tidak

pernah mengikuti kegiatan penyuluhan dan bimbingan belajar di luar


jam sekolah.
Untuk data dari sampling kelas 8, didapatkan data 16% siswa yang
sering ke perpustakaan, 72% siswa yang memilih jarang, dan 12%
siswa yang memilih tidak pernah ke perpustakaan. 44% siswa kelas 8
tidak pernah mengikuti penyuluhan dan bimbingan belajar di luar jam
sekolah dan 56% siswa yang pernah mengikuti penyuluhan dan
bimbingan belajar di luar jam sekolah.
Adapun data yang didapatkan dari sampling kelas 9, terdapat
21,9% siswa kelas 9 yang sering ke perpustakaan, 78,1% siswa yang
jarang ke perpustakaan. Kemudian ada 60,2% siswa yang menjawab
pernah mengikuti penyuluhan dan bimbingan belajar di luar jam
sekolah dan 39,8% siswa kelas 9 yang tidak pernah mengikuti
bimbingan belajar di luar jam sekolah.
b. Non formal
Terdapat beberapa eskul yang berjalan di SMPN 15 Malang.
Adapun kegiatan kesehatan di luar pelajaran dilaksanakan oleh
beberapa eskul seperti PMR, OSIS dan sebagainya. Sekolah juga
mempunyai program adiwiyata yang membentuk kader-kader yang
diharapkan mempunyai rasa peduli terhadap lingkungan sehingga
mereka diharapkan nantinya dapat menjadi contoh teman-temannya
yang lain.
c. Fasilitas pendidikan
Perpustakaan
7. Rekreasi
Berdasarkan hasil survey didapatkan data terdapat 3,33% siswa
kelas 7 senang menghabiskan waktu istirahat di gazebo, 40% di kantin,
46,67% di kelas dan 10% di lapangan. Untuk fasilitas yang sering
digunakan oleh siswa yang dogolongkan ke dalam bentuk benda dan
tempat. Untuk fasilitas yang tergolong benda, 28% siswa yang memilih
dan 72% siswa yang memanfaatkan tempat-tempat disekolah. Adapun
untuk minat dan bakat, 77,41% siswa memiliki minat dan bakat yang
sesuai dan 22,58% siswa yang menulis minat dan bakat yang tidak sesuai.

Untuk siswa kelas 8, didapatkan data 27% siswa menghabiskan


waktu istirahat di kantin, 3% di gazebo, 61% dikelas, dan 9% di lapangan.
Untuk fasilitas sekolah yang sering digunakan, terdapat 22% siswa yang
memanfaatkan

fasilitas

berupa

barang

dan

78%

siswa

yang

memanfaatkan fasilitas berupa tempat. Adapun untuk minat dan bakat


yang dimiliki siswa, terdapat 76% siswa yang mempunyai minat dan
bakat yang sesuai dan 24% siswa yang mempunyai minat dan bakat yang
tidak sesuai.
Adapun untuk kelas 9, didapatkan data 42,4% siswa yang
menghabiskan waktu istirahat di kantin, 0% di Gazebo, 54,6% di kelas,
3% di lapangan. Untuk siswa yang memanfaatkan fasilitas sekolah berupa
benda, terdapat 15,6% dan 84,4% yang memanfaatkan tempat. Sedangkan
siswa yang mempunyai minat dan bakat yang sesuai, ada 84,8% siswa
yang mempunyai minat dan bakat sesuai dan 15,2% siswa yang menulis
minat dan bakat yang tidak sesuai.