Anda di halaman 1dari 42

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN LS

DENGAN GANGGUAN ISI PIKIR : WAHAM KEBESARAN


DI RUANG DRUPADI RUMAH SAKIT JIWA PROVINSI BALI
TANGGAL 18-23 MEI 2015
I.

PENGKAJIAN
A. Identitas
Pasien

Penanggung

Nama
Umur
Jenis kelamin

: LS
: 51 tahun
: Perempuan

Agama
Status Perkawinan
Pendidikan
Pekerjaan
Alamat

:
:
:
:
:

PM
55 tahun
Laki-laki

Hindu
Hindu
Kawin
Kawin
Strata 1
SD
Swasta
Br. Mekar Sari, Ds. Carang Sari, Petang,

Badung
No. CM
: 02.73.83
Tanggal dirawat
: 12 Mei 2015
Tanggal Pengkajian: 18 Mei 2015
Ruang Rawat
: Drupadi RSJ Bangli
Hubungan dgn Pasien
:-

Suami Pasien

B. Alasan Masuk
1. Saat MRS
a. Autoanamesis
Pasien datang ke RSJ Prov Bangli diantar oleh keluarganya.
Pasien menggunakan baju berwarna coklat dan terlihat kotor,
dan menggunakan kain ( kamen) berwarna coklat dengan motif
batik dan terlihat kotor. Rambut terikat rapi, kuku panjang kotor
dan gigi terlihat kotor. Ketika pasien ditanya tentang namanya,
pasien dapat menjawab dengan benar. Ketika pasien ditajya
sedang berada dimana pasien menjawab sedang berada di
Bangli dan ditanyakan sedang berada di Bangli mana, pasien
menjawab tidak tahu. Ketika pasien ditanya dengan siapa kesini
pasien menjawab dengan suaminya. Pasien mengatakan bahwa
dirinya tidak mau makan karena dia mempunyai matahari, dia

sering mengatakan bahwa dicari oleh matahari karena dia


sangat suka dengan matahari. Pasien juga mengatakan bahwa ia
adalah orang kaya, pasien mengatakan bahwa ia mempunyai
anak 12 dan banyak anaknya mati di amah leak. Pasien
mengatakan bahwa ia mempunya uang20 juta, kalung dan
anting, dan ia mengatakan semua itu ia buang karena sudah
terlalu banyak ia miliki. Pasien juga mengatakan bahwa ia
mempunyai anak yang berada di america dan papua.
b. Heteroanmesis
Pasien dibawa ke RSJ Bangli oleh suami dan anaknya.
Pasien di bawa ke RSJ dengan keluhan pasien ngomel ngomel
sejak 13 hari yang lalu. Suami pasien mengatakan bahwa
istrinya bisa ngomel tanpa henti. Pasien pernah di bawa berobat
juga pada bulan Pebruari 2015 dan pasien di rawat selama 26
hari dengan keluhan yang sama seperti yang dialami sekarang.
Suami pasien mengakatan pasien seperti ini secara tiba
tiba, tidak tahu apa penyebabnya karena ia merupakan orang
yang tertutup. Pada tahu 2004 setelah pasien melahirkan anak
ketiga suami pasien mengatakan bahwa banyak keluar cairan
putih dari kemaluannya dan sudah di priksakan ke prodia dan
hanya di katakan infeksi biasa.

Suami pasien mengatakan

bahwa pasien merasa kepikiran dan stress karena cairan putih


yang keluar secara terus menerus dari kamaluannya itu berbau
tidak sedap. Pada tahun 2004 anak ketiga pasien tersebut
meninggal dan pasien hanya berduka sebentar. Suami pasien
mengatakan

tidak

ada

keluarga

pasien

yang

menderita

gangguan jiwa dan penyakit genetik lainnya.


2. Saat Pengkajian
Saat pengkajian tanggal 18 Mei 2014 pasien mengatakan
bahwa dirinya akan pergi ke Amerika mencari anaknya. Pasien
mengatakan akan di bawakan anting dan kalung. Pasien juga
mengatakan bahwa dirinya mempunyai uang 20 juta dan akan di

robek karena sudah terlalu banyak mempunyai uang. Pasien


mengatakan bahwa ia mempunyai anak 12 dan mengatakan bahwa
suaminya mencari istri lain padahal sudah mempunyai anak 12.

C. Faktor Predisposisi
1. Pernah mengalami gangguan jiwa di masa lalu?
Ya

Tidak

2. Pengobatan sebelumnya
Berhasil

Kurang berhasil

Tidak berhasil

2. Penolakan dari lingkungan:


Ya
Jelaskan:

Tidak
Pasien

mengatakan

keluarganya

menerima

kehadirannya di rumah dengan baik, baik sebelum MRS


maupun sepulang dari dirawat yang lalu.
4. Adakah anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa?
Ya

Tidak

5. Pengalaman masa lalu yang tidak menyenangkan


Pada saat pengkajian pasien mengatakan banyak yang iri
terhadapnya karena ia adalah orang kaya.
Masalah Keperawatan : Tidak ada
D.

Fisik
1. Tanda vital

: TD : 120/70 mmHg N : 80x/menit S : 36,5C

RR : 20x/menit
2. Ukuran
3. Keluhan fisik

: TB : 156 cm BB : 49 Kg Turun
Ya

Tidak

Masalah Keperawatan: Tidak ada

Naik

E. Psikososial
1. Genogram

Keterangan:
: Laki-laki

: Perempuan

X : Meninggal

: Pasien

: Tinggal serumah
2. Konsep Diri
a. Citra tubuh
Pasien kurang dapat menerima dirinya, pasien mengatakan
bermasalah

dengan

keputihannya

dan

mengatakan

keputihannya itu adalah darah.


b. Identitas diri
Pasien senang menjadi perempuan dan menjadi seorang
ibu. Pasien dapat menerima status dan posisi dalam
lingkungan sekitarnya.
c. Peran
Selama dirawat di ruang Drupadi Pasien berperan sebagai
pasien. Saat sebelum MRS pasien mengatakan memiliki
peran sebagai istri bagi suaminya dan orang ibu bagi
anaknya yang dilakukan dengan menjadi ibu yang baik.
d. Ideal Diri

Pasien mengatakan ingin cepat pulang dan ingin menjenguk


anaknya ke papua dan amerika. Pasien juga mengatakan
ingin di belikan kalung dan sumpel emas.

e. Harga Diri
Pasien masih merasa dirinya berharga dan berarti bagi
orang lain di sekelilingnya dan merasa dirinya baik. Namun
pasien mengatakan dirinya tidak biasa bergaul dengan
keluarga dan tetangga atau teman-teman di lingkungannya
karena pasien ngekoh, dan pasien mengatakan bahwa
banyak yang iri dengan dirinya karena ia mempunyai
banyak uang. Saat pengkaijan mata pasien tampak melotot
dan menjawab dengan suara keras dan sedikit berteriak
Masalah

Keperawatan:

Gangguan

Isi

Pikir:

Waham

Kebesaran
3. Hubungan Sosial
a. Orang yang berarti
Pasien mengatakan orang yang berarti dalam hidupnya
adalah suami dan anaknya.
b. Peran serta dalam kegiatan kelompok/masyarakat
Pasien mau bercerita kepada perawat, namun pasien sering
triak triak di kamar dengan mata melotot ketika berbicara
sehingga orang orang di sekitarnya takut untuk berinteraksi
dengannya dan pasien juga kadang terlihat masih galak.
c. Hambatan dalam berhubungan dengan orang lain
Pasien mengatakan jarang berinteraksi dengan teman di
ruangan karena tidak di ijikan keluar dari ruangan sebab
pasien di nilai belum stabil dalam mengendalikan emosi
Masalah Keperawatan : Kerusakan Interaksi Sosial
4. Spiritual
a. Nilai dan keyakinan

Pasien mengatakan dirinya beragama Hindu, dan yakin


setelah keluar dari sini dirinya akan sembuh.
b. Kegiatan ibadah
Pasien

mengatakan

bahwa

ia

adalah

mangku

biasa

bersembahyang di rumah dan di Pura yang ada di Desanya


saat sebelum MRS. Saat pengkajian pasien mengatakan
bahwa dirinya tidak pernah sembahyang karena malas.
Masalah Keperawatan: Tidak ada
F. STATUS MENTAL
1. Penampilan
Tidak Rapi

Penggunaan pakaian tidak

sesuai
Cara pakaian tidak seperti biasanya
Jelaskan :
Pada saat pengkajian pasien menggunakan celana berwarna
hitam bunga bungan dan baju berwarna ciklat dilapisi kebaya
pink. Bajunya tampak bersih tetapi celanya basah karena
pasien suka ngompol di celana.

Pasien mengatakan biasa

mandi 2x sehari, tidak pernah sikat gigi karena ngekoh dan


jarang kramas.
Masalah keperawatan : Defisit Perawatan Diri
2. Pembicaraan
Cepat

Apatis

Keras

Lambat

Gagap

Membisu

Inkoherensi

Tidak

mampu

memulai

pembicaraan
Jelaskan:
Pada saat ditanya pasien menjawab pertanyaan perawat
dengan bertriak dan nada yang tinggi, dan saat ditanya nama,
alamat, dan keluarga pasien mampu menjawab dengan baik.
Saat diajak bercerita, pasien mengatakan akan menyusul

anaknya ke amerika dan pasien mengatakan bahwa ia


mempunya uang 20 juta serta kalung dan anting emas tp
uangnya sudah di robek dan di kalung serta antingnya sudah
di buang. Pasien juga mengatakan akan di belikan kalung dan
anting emas oleh anaknya.
Masalah

keperawatan

Gangguan

isi

pikir

waham

kebesaran
3. Aktivitas motorik
Lesu

Gelisah Tik

Tegang

Agitasi

Tremor

Grimasem

Kompulsif
Jelaskan:.
Saat pengkajian pasien tampak duduk sambil duduk bernyanyi
dan berbicara dengan suara keras.
Masalah keperawatan : Tidak ada
4. Alam perasaan
Sedih

Putus Asa

Ketakutan

Kuatir

Gembira berlebihan

Jelaskan:
Saat pengkajian pasien mengatakan ingin pulang.
Masalah keperawatan : Tidak Ada
5. Afek/emosi
Datar

Tumpul

Labil

Tidak sesuai

Masalah keperawatan : Tidak ada.


6. Interaksi selama wawancara
Bermusuhan

Mudah tersinggung

Defensif

Tidak kooperatif

Kontak mata kurang

Curiga

Jelaskan :
Pasien

mudah

tersinggung,

pada

saat

pengkajian

pasien

menjawab pertanyaan perawat dengan keras dan nada tinggi


serta mata pasien sedikit melotot.

Masalah keperawatan : Kerusakan interaksi sosial


7. Persepsi
Pendengaran

Pengelihatan

Pengecapan

Penghidu

Perabaan

Jelaskan :
Pasien mengatakan selama ini tidak pernah mendengar suarasuara namun pasien melihat keputihan yang keluar dari
kemaluannya adalah darah.
Masalah keperawatan : Tidak ada.

8. Proses pikir
Sirkumstansial

Tangensial Kehilangan asosiasi

Flight of ideas

Blocking

Pengulangan

pembicaraan/preservarasi
Jelaskan :
Pada saat pengkajian pasien menjawab pertanyaan perawat
dengan

keras

dan

nada

tinggi.

Pasien

mengulang

ulang

menyebutkan ingin ke amerika .


Masalah keperawatan : tidak ada.
9. Isi pikir
Obsesi

Hipokondria

Ide yang terkait

Phobia

Depersonalisasi

Pikiran magis

Waham
Agama

Somatik

Kebesaran

Curiga

Nihilistik

Sisip piker

Siar pikir Kontrol pikir

Jelaskan :
Pasien mengatakan bahwa dirinya adalah orang kaya dan pasien
mengatakan mempunyai uang 20 juta serta kalung dan anting

emas. Pasien juga mengatakan ingin mencari anaknya ke papua


dan amarika.
Masalah keperawatan : Gangguan isi pikir : waham kebesaran.
10.

Tingkat kesadaran

Bingung

Sedasi

Stupor

Tempat

Orang

Disorientasi:
Waktu
Jelaskan :
Saat pengkajian pasien sadar baik, compos mentis. Pasien dapat
menyebutkan nama, umur, jenis kelamin dan berapa hari dia
sudah berada di RSJ Bangli. Pasien tahu orang yang diajak bicara
adalah perawat, pasien juga mengetahui dimana dia berada saat
ini dan pasien tidak mengalami disorientasi waktu.
Masalah keperawatan : Tidak Ada.
11.

Memori

Gangguan daya ingat jangka panjang

daya

Gangguan

ingat

jangka

pendek
Gangguan daya ingat saat ini

Konfabulasi

Jelaskan :
Pasien mampu mengingat peristiwa yang terjadi sebelumnya
dan pada saat ini Pasien tidak mengalami gangguan daya ingat
baik jangka pendek maupun jangka panjang.
Masalah keperawatan : Tidak Ada.
12.

Tingkat konsentrasi dan berhitung

Mudah beralih

Tidak

mampu

berkonsentrasi
Tidak mampu berhitung sederhana
Jelaskan :
Saat

pengkajian

kontak

mata

pasien

baik.

Pasien

dapat

berhitung dengan benar saat perawat memberikan pertanyaan

jika ibu mempunyai anak 12 meninggal 7, bepara jadinya ibu


mempunyai anak? pasien menjawab lime dadine meme ngelah
panak, geg
Masalah keperawatan : Tidak Ada
13.

Kemampuan penilaian

Gangguan ringan

Gangguan bermakna

Jelaskan :
Kemampuan Penilaian pasien gangguan bermakna. Saat pasien
disuruh memilih untuk mencuci tangan dulu atau makan dulu,
pasien tidak menjawab dan pasien mengatakan malas untuk
cuci tangan.
Masalah keperawatan : Tidak Ada
14.

Daya tilik diri

Mengingkari penyakit yang diderita

Menyalahkan hal-hal

di luar dirinya
Jelaskan :
Pasien mengatakan bahwa dirinya tidak sedang sakit. Pasien
mengatakan datang ke RSJ karena diantar suaminya padahal ia
merasa tidak sakit. Pasien mangatakan kesal di bawa ke sini.
Masalah keperawatan : Resiko prilaku kekerasan

G. Kebutuhan Persiapan Pulang


1. Kemampuan Pasien memenuhi/menyediakan kebutuhan :
a. Makan : Bantuan minimal Bantuan total
b. Keamanan : Bantuan minimal Bantuan total
c. Tempat tinggal : Bantuan minimal Bantuan total
d. Perawatan kesehatan : Bantuan minimal Bantuan
total
e. Berpakian / berhias: Bantuan minimal Bantuan total
f. Transportasi : Bantuan minimal Bantuan total

g. Uang : Bantuan minimal Bantuan total


2. Kegiatan hidup sehari-hari
a. Perawatan diri : Bantuan minimal Bantuan total
b. Nutrisi :
- Apakah anda puas dengan pola makan : ya tidak
- Apakah anda memisahkan diri : ya tidak
- Frekwensi makan perhari : 3x
- Frekwensi kudapan perhari : 1x
- Nafsu makan : Baik
- BB : 49 kg
- Diet khusus : Tidak Ada
c. Tidur
- apakah ada masalah ?

: ya tidak

- apakah anda merasa segera setelah bangun tidur ? :


ya tidak
- apakah ada kebiasaan tidur siang ? : ya tidak
- apa yang menolong anda untuk tidur ? ya tidak
- Waktu tidur malam : ya tidak
3. Kemampuan Pasien dalam
-

Mengantisipasi kebutuhan sendiri? : ya tidak

Membuat keputusan berdasarkan keinginan sendiri : ya


tidak

Mengatur penggunaan obat ? : ya tidak

Melakukan pemeriksaan kesehatan (Follow up) : ya


tidak

4. Pasien memiliki sistem pendukung


Keluarga : ya tidak
ya tidak

Teman Sejawat :

Profesional/terapis : ya tidak

Kelompok social :

ya tidak
5. Apakah

Pasien

menikmati

saat

bekerja,

kegiatan

yang

menghasilkan atau hobi :


ya tidak
Masalah keperawatan: Tidak Ada.
H. Mekanisme Koping
Adaptif

Maladaptif

Bicara dengan orang lain

Minum alcohol

Mampu menyelesaikan masalah Reaksi lambat berlebih


Teknik relokasi

Berkerja berlebihan

Aktivitas konstruktif

Menghindar

Olahraga

Mencederai diri

Lainnya

Lainnya

Pasien sering bercerita kepada perawat tetapi dengan teriak


teriak dari kamar.
Masalah keperawatan : Tidak ada
I. Masalah Psikososial dan Lingkungan
Masalah dengan dukungan Kelompok
Pasien mengatakan tidak mempunyai kelompok baik di rumah
ataupun di RSJ. Pasien jarang berkomunikasi dengan temannya
karena pasien masih berada di ruang isolasi karena dinilai belum
mempunyai emosi yang stabil.
Masalah dengan Lingkungan
Pasien

jarang

mengikuti

kegiatan

sosial

dan

jarang

berkomunikasi dengan teman.


Masalah dengan pendidikan
Pasien mengatakan bersekolah sampai SD dan tidak ada
masalah dengan hal tersebut.
Masalah dengan Pekerjaan

Pasien mengatakan tidak bekerja sejak 5 tahun lalu dan pasien


mengatakan tidak mengalami masalah dengan hal tersebut.
Masalah dengan perumahan
Pasien mengatakan tidak ada masalah dengan perumahannya.
Masalah dengan ekonomi
Pasien mengatakan tidak ada masalah dengan perekonomian
karena suaminya yang bekerja dan juga ia mengatakan bahwa
dirinya adalah orang kaya
Masalah dengan pelayanan kesehatan
Pasien tidak mengalami masalah dengan pelayanan kesehatan,
namun pasien mengatakan tidak mau minum obat saat di rumah
karena merasa dirinya tidak apa-apa. Pasien mengaku sudah
pernah

ke

RSJ

sebelumnya

sekali,

dan

pengobatan.
Masalah lainnya
Pasien ingin di jenguk oleh suami dan anaknya.
J.

Pengetahuan Kurang Tentang :


Penyakit jiwa
Faktor presipitasi
Koping
Sistem pendukung
Penyakit fisik
Obat-obatan
Lainnya
Masalah keperawatan : Tidak ada

K. Aspek Medik
-

Diagnosa medik : Skizofrenia Hebefrenik

Terapi medis :
Olandoz 2 x 10 mg
Ikalep 1 x 250 mg
- Diagnosis multiaxial :

mendapatkan

: Skizofrenia Hebefrenik

II

: Ciri Kepribadian skozoid

III

: Tidak ada diagnosis

IV

: Masalah berkaitan dengan lingkungan sosial

: GAF 40-31

II.

DAFTAR MASALAH KEPERAWATAN


A. Analisa Data
No

Identifikasi Data

Masalah

1.

DS : Pasien mengatakan mempunyai

Gangguan

anak 12 den bekerja di papua

isi

pikir

waham kebesaran

dan amerika. Pasien juga


mengatakn bahwa dirinya
mempunyai uang 20 juta
beserta kalung dan anting
emas. Pasien juga mengatakan
bahwa dirinya adalah orang
kaya.
DO : mata melotot saat ditanya,
suara keras dan nada tinggi.

2.

DS : pasien mengatakan bahwa ia


tidak diizinkan keluar kamar

Kerusakan

interaksi

sosial.

oleh perawat.
DO : pasien terlihat berada di kamar
isolasi. Pasien tampak
bernyanyi dan menari nari di
dalam kamar.
3.

DS : pasien mengatakan bahwa ia


tidak suka bergaul dengan
orang orang karena banyak iri
kepadanya. Pasien juga
mengatakan anaknya banyak

Risiko menciderai diri


dan orang lain.

yang meninggal karena di amah


leak.
DO : pasien nampak nampak galak,
pasien nampak mondar mandir
di kamarnya sambil bernyanyi,
serta pasien sering marah
marah jika apa yang ia minta
tidak di penuhi.
4.

DS : pasien mengatakan bahwa

Defisit perawatan diri

dirinya mandi 2 kali sehari


tetapi pasien mengatakan
bahwa ia malas untuk gosok
gigi dan kramas. Pasien
mengatakan bahwa keluar
darah dari kemaluannya.
DO : Pasien tampak ngompol di
celana, celana pasien tampak
basah, kencing pasien tampak
berceceran di lantai. Tercium
bau tidak sedap (pesing) dari
kamar pasien.

B. Pohon masalah
Akibat

Resiko Menciderai Diri Sendiri dan Orang


Lain
Perubahan Proses Pikir: Waham
Kebesaran
Kerusakan Interaksi Sosial: Menarik
Diri

DPD

Core
Problem
Penyebab

Keterangan:
: Core problem
: Hubungan sebab akibat

C. Diagnosa Keperawatan
1. Gangguan isi pikir : waham kebesaran

2. Risiko mencederai diri sendiri dan orang lain


3. Kerusakan interaksi sosial
4. Defisit Perawatan Diri

Core Problem/Fokus Masalah : Gangguan isi pikir : waham


kebesaran

III.

INTERVENSI
RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN
PASIEN DENGAN GANGGUAN ISI PIKIR: WAHAM
DI RUANG KUNTI RUMAH SAKIT JIWA PROVINSI BALI
TANGGAL 4-12 DESEMBER 2013

Nama Pasien :
No RM
Tgl

:
No

LS

02.73.83

Ruangan

Diagnosa

Diagnos Keperawata
a

n
Gangguan

Diagnosa Medis

Tujuan

isi TUM :

pikir : waham

Pasien dapat
mengontrol
wahmnya

Pasien dapat
membina
hubungan

: Drupadi

Perencanaan
Kriteria hasil
Intervensi
1.Setelah

2x 1.1

interaksi Pasien:
a. Mau
menerima
kehadiran

TUK 1 :

: Skizofrenia Hebefrenik

perawat

di

sampingnya
b. Mengatakan
mau menerima

Rasional

Bina hubungan saling Kepercayaa

percaya
menggunakan

dengan n

dari

prinsip Pasien

komunikasi terapeutik:
merupakan
a. Beri salam
hal
yang
b. Perkenalkan
diri,
mutlak sert
tanyakan nama serta
a
akan
nama panggilan yang
memudahk
disukai
dalam
c. Jelaskan
tujuan an

saling percaya
dengan
perawat

bantuan
perawat
c. Tidak
menunjukkan
tanda-tanda
curiga
d. Mengijinkan
duduk
disamping

interaksi
melakukan
d. Yakinkan Pasien dalam
pendekata
keadaan aman dan
n
dan
perawat
siap
tindakan
menolong
dan
keperawata
mendampinginya
n
kepada
e. Yakinkan
bahwa
Pasien.
kerahasiaan
Pasien
Dengan
akan tetap terjaga
f. tunjukkan
sikap adanya
saling
terbuka dan jujuran
g. Perhatikan kebutuhan
percaya
dasar
dan
beri
diharapkan
bantuan
untuk
Pasien
memenuhinya
dapat
1.2 Beri kesempatan
terbuka
untuk mengungkapkan
dengan
perasaannya
perawat
1.3 Sediakan waktu untuk
dan
mau
mendengarkan Pasien
menceritak
an

masalahny
a.
TUK 2:

2.

Pasien dapat

interaksi Pasien:

mengidentifika

Setelah

2x 2. Bantu

a. Pasien

si perasaan

menceritakan

yang muncul

ide-ide

secara

perasaan yang

berulang

muncul secara

dalam pikiran

berulang

Pasien

dalam
pikirannya

dan

Pasien

untuk Untuk me-

mengungkapkan

ngidentifik

perasaan dan pikirannya asi


a. Diskusikan
dengan
permasalah
Pasien
pengalaman
-an
dan
yang dialami selama
pera-saan
ini
termasuk
yang
hubungan
dengan
terjadi dan
orang yang berarti,
dirasakan
lingkungannya kerja,
Pasien saat
sekolah,dsb.
ini.
b. Dengarkan
pernyataan

Pasien

dengan empati tanpa


dukungan

atau

menentang
pernyataan
wahamnya.
c. Katakana

perawat

dapat

memahami

apa yang diceritakan


Pasien.
2x 3. Bantu
Pasien

TUK 3:

3.

Pasien dapat

interaksi Pasien:

mengidentifika

Setelah

untuk Mengidenti

mengidentifikasi

a. Dapat

kebutuhan

fi-kasi

yang

tidak faktor

si stressor atau

menyebutkan

terpenuhi serta kejadian faktor yang

pencetus

kejadian-

yang

wahamnya

kejadian

pencetus wahamnya

(triggers

sesuai

factor)

dengan

Pasien tentang kejadian- dialami dan

urutan waktu

kejadian traumatic yang menggali

serta

menimbulkan rasa takut, perasaan

harapan/

ansietas,

kebutuh-an

perasaan tidak dihargai

dasar

3.1

menjadi

diskusikan

harapan

terpenuhi

terpenuhi

harga
rasa

: 3.3
diri,

maupun Pasien.

aman,

yang

Diskusikan

Pasien
mengatasi

an waham

dengan yang

yang 3.2 Diskusikan kebutuhan /

tidak
seperti

factor mencetusk

belum
dengan

cara-cara
kebutuhan

dsb.

yang tidak terpenuhi dan

b. Dapat

kejadian yang traumatic.

menyebutkan 3.4
hubungan

Pasien

antara

halusinasi

kejadian

meningkatkan

traumatis/

perasaan

kebutuhan

wahamnya.

tidak

TUK 4:

4.

Diskusikan

3.5

dengan

apakah

ada
yang
pikiran/

yang

terkait

Diskusikan

dengan

terpenuhi

Pasien antara kejadian-

dengan

kejadian

tersebut

wahamnya.
dengan wahamnya.
Setelah
2x 4.
Bantu
Pasien Agar Pasien

Pasien dapat

interaksi

Pasien:

mengidentifika

menyebutkan

keyakinanya yang salah ngendalika

si wahamnya

perbedaan

tentang

pengalaman

nyata (bila Pasien sudah apabila

nyata

siap)

dengan

pengalaman
wahamnya.

mengidentifikasi
situasi

me-

yang n

diri

wahamnya

a. Diskusikan
Pasien

dapat

dengan muncul.

pengalaman

wahamnya

tanpa

berargumentasi
b. Katakan kepada Pasien
akan

keraguan

perawat

terhadap

pernyataan Pasien
c. Diskusikan
dengan
Pasien

respon

perasaan

terhadap

wahamnya
d. Diskusikan

frekuensi,

intensitas, dan durasi


terjadinya waham
e. Bantu
Pasien
membedakan

situasi

nyata dengan situasi


yang
TUK 5:

5.

dipersepsikan

salah oleh Pasien


2x 5.1 Diskusikan
dengan Meminimal-

Setelah

Pasien dapat

interaksi:

Pasien

Pasien

pengalaman- kan akibat

mengidentifika

menjelaskan

pengalaman yang tidak yang

si konsekuensi

gangguan fungsi

menguntungkan

dari

hidup sehari-hari

sebagai

akibat

mungkin
dari timbul

wahamnya

yang diakibatkan
ide-ide/fikirannya
yang tidak sesuai
dengan
kenyataan

wahamnya seperti :
akibat
a. Hambatan
dalam
waham
berinteraksi dengan
tersebut.
keluarga
b. Hambatan
berinteraksi

seperti:

c. Hambatan

dalam

melakukan

aktivitas

keluarga

sehari- hari

b. Hubungan
dengan orang

d. Perubahan
5.2

Ajak

Pasien

melihat

bahwa waham tersebut

sehari-hari

adalah

d. Pekerjaan

masalah

yang

membutuhkan bantuan

e. Sekolah
f. Prestasi,dsb

dalam

prestasi kerja/ sekolah

lain
c. Aktivitas

dengan

orang lain

a. Hubungan
dengan

dalam

dari orang lain


5.3

Diskusikan

dengan

Pasien orang/ tempat ia


minta bantuan apabila
wahamnya timbul/ sulit

TUK 6 :

6.

Setelah

2x

6.1

Pasien:

dikendaliakan
Diskusikan

hobi/ Waham

aktivitas

yang yang

Pasien dapat

interaksi

melakukan

Pasien

tekhnik

melakukan

distraksi

aktivitas

sebagai cara

konstruktif sesuai

aktivitas

menghentikan

dengan minatnya

membutuhkan

pikiran yang

yang

perhatian

terpusat pada

mengalihkan

wahamnya

focus Pasien dari


wahamnya

disukainya
6.2
yang

timbul

Anjurkan

Pasien pada

memilih dan melakukan dirinya

dapat

yang dapat
diminimaldan kan

keterampilan fisik
6.3

Ikutsertakan
dalam

Pasien

aktivitas

yang

fisik

membutuhkan

perhatian

sebagai

pengisi waktu luang


6.4 Libatkan Pasien dalam
TAK orientasi realita
6.5 Bicara dengan Pasien
topic-topik yang nyata
6.6 Anjurkan Pasien untuk
bertanggung

jawab

secara personal dalam


mempertahankan/
meningkatkan
kesehatan

dan

pemulihannya
6.7 Beri penghargaan bagi
setiap
TUK 7 :

7.1

Setelah

upaya

Pasien

yang positif
Diskusikan pentingnya Memaksim

2x 7.1

Pasien

interaksi

peran

mendapat

keluarga dapat

sebagai

dukungan

menjelaskan

untuk mengatasi waham

keluarga

tentang :

7.2

a. Pengertian

pendukung dukungan

Diskusikan

7.3

gejala
waham
c. Penyebab
akibat

Pasien

mengatsi waham

dan

Jelaskan

pada

keluarga tentang :
a. Pengertian waham
b. Tanda
waham

dan

dari

pihak

potensi keluarga.
untuk

membantu

b. Tanda

waham

keluarga alkan

keluarga

waham

dan

serta

gejala

d. Cara

c. Penyebab dan akibat

merawat

waham

Pasien

d. Cara merawat Pasien

waham
7.2

Setelah

waham
1

x 7.4

Latih

keluarga

interaksi

merawat

keluarga dapat

waham

mempraktekan
cara

7.5

merawat

Pasien

Tanyakan

perasaan

keluarga

Pasien waham

cara

setelah

mencoba

cara

yang

telah dilatihkan
7.6

Beri

pujian

kepada

keluarga

atas

keterlibatannya
merawat
TUK 8 :

8.1

Setelah

2x

8.1

Pasien

Rumah Sakit
Diskusikan

di

dengan Sebagai

Pasien dapat

interaksi Pasien

Pasien tentang manfaat upaya yang

memanfaatkan

menyebutkan,

dan

obat dengan

a. Manfaat

minum

baik

minum obat

kerugian
obat,

tidak dilakukan
nama, dalam

warna, dosis, cara, efek upaya

b. Kerugian

terapi

tidak minum

samping

obat

obat

c. Nama, warna,

8.2

dosis,

efek

terapi

dan

efek penyembu

penggunaan h-an

Pantau

Pasien

saat

penggunaan obat
a.

Beri

pujian

jika

efek samping

Pasien

obat

obat dengan benar

Setelah
iteraksi

2x

Pasien

8.3

menggunakan

Diskusikan
berhenti

akibat

minum

mende-

tanpa

monstrasikan

dengan dokter

obat

dengan

Pasien

untuk

konsultasi

kepada

benar
Setelah

2x

perawat

dokter/
jika

interaksi Pasien

hal-hal

menyebutkan

diinginkan

akibat
minum

berhenti
obat

obat

konsultasi

a. Anjurkan

penggunaan

8.3

8.2

dan

yang

terjadi
tidak

tanpa konsultasi
dokter

PELAKSANAAN KEPERAWATAN KLIEN LS DENGAN GANGGUAN ISI PIKIR : WAHAM


KEBESARAN DI RUANG DRUPADI RSJ PROVINSI BALI TANGGAL 18-23 MEI 2015

Hari/Tanggal/Ja

Dx

Implementasi

Respon klien

m
Senin, 18 Mei
2015

TUK 1

S:

1. Membina hubungan saling

pasien menjawab salam perawat

Pukul 09.00

percaya dengan menggunakan

WITA

prinsip komunikasi terapeutik.


2. Memberi salam
3. Memperkenalkan diri,
menanyakan nama serta nama
panggilan yang di sukai klien
4. Meyakinkan bahwa kerahasian
klien akan tetap terjaga

dengan
mengucapkan selamat pagi.
Pasien mengatakan namanya adalah
LS dan pasien mengatakan bahwa ia
suka di panggil mek mangku.
Pasien mengatakan bahwa dirinya
tidak suka berada disini, dan pasien
juga mengatakan bahwa dirinya
ingin pulang dan pergi menemui

Paraf

5. Memberi kesempatan untuk


mengungkapkan perasaannya.
6. Menyediakan waktu untuk
mendengarkan klien.

anaknya di amerika.
Pasien mengatakan bahwa dirinya
mempunyai banyak uang dan
banyak yang iri padanya karena hal
tersebut.
O:
Pasien tampak menjawab
pertanyaan klien dengan nada tinggi
dan mata melotot.
Pasien tampak menjawab
pertanyaan klien sambil mondar
mandir dan bernyanyi

Selasa, 19 Mei
2015

TUK 2

S:

1. Membantu Pasien untuk

Pasien mengatakan bahwa dirinya

Pukul 16.00

mengungkapkan perasaan dan

WITA

pikirannya.
2. Mendiskusikan dengan Pasien
pengalaman yang dialami selama
ini termasuk hubungan dengan
orang yang berarti,
lingkungannya kerja, sekolah,dsb.
3. Mendengarkan pernyataan Pasien
dengan empati tanpa dukungan
atau menentang pernyataan
wahamnya.
4. Mengatakan perawat dapat
memahami apa yang diceritakan
Pasien.
TUK 3
1. Membantu Pasien untuk
mengidentifikasi kebutuhan yang

kesal di bawa ke kesini.


Pasien mengatakan bahwa pasti
suaminya selingkuh jika pasien
berada disini.
Pasien mengatakan bahwa
tetangganya banyak yang iri
terhadapnya.
Pasien mengatakan bahwa anak
lakilakinya meninggal karena di
amah leak.
Pasien mengatakan bahwa
suaminya mencari selingkuhan demi
mendapatkan anak lakilaki.
Pasien mengatakan bahwa ia tidak
mendengar bisikan tetapi pasien
mengatakan keluar darah dari
kemaluannya

tidak terpenuhi serta kejadian


yang menjadi factor pencetus
wahamnya.
2. Mendiskusikan dengan Pasien
tentang kejadian-kejadian
traumatic yang menimbulkan rasa

O:
Pasien tampak gelisah.
Pasien memperlihatkan celana
dalamnya yang katanya berisi darah
padahal itu keputihan.

takut, ansietas, maupun perasaan

Pasien masih tampak menjawab

tidak dihargai.

pertanyaan klien dengan nada

3. Mendiskusikan kebutuhan /
harapan yang belum terpenuhi.
4. Mendiskusikan dengan Pasien
cara-cara mengatasi kebutuhan
yang tidak terpenuhi dan kejadian
yang traumatic.
5. Mendiskusikan dengan Pasien
apakah ada halusinasi yang
meningkatkan pikiran/ perasaan

tinggi.
Pasien tampak sulit untuk diam.

yang terkait wahamnya.


6. Mendiskusikan dengan Pasien
antara kejadian-kejadian tersebut
dengan wahamnya.

1
Rabu, 20 Mei
2015
Pukul 10.00
WITA

TUK 4

S:

1. Membantu Pasien

Pasien mengatakan bahwa dirinya

mengidentifikasi keyakinanya
yang salah tentang situasi yang
nyata (bila Pasien sudah siap).
2. Mendiskusikan dengan Pasien
pengalaman wahamnya tanpa
berargumentasi.
3. Mengatakan kepada Pasien akan
keraguan perawat terhadap
pernyataan Pasien.

memang benar benar orang kaya.


Pasien mengatakan bahwa anaknya
akan membawakan banyak uang
dari amerika.
Pasien mengatakan bahwa dirinya
me punyai mobil 3.
Pasien mengatakan tidak peduli jika
tidak ada yang mau berteman

4. Mendiskusikan dengan Pasien


respon perasaan terhadap
wahamnya.
5. Mendiskusikan frekuensi,
intensitas, dan durasi terjadinya
waham.
6. Membantu Pasien membedakan
situasi nyata dengan situasi yang
dipersepsikan salah oleh Pasien
TUK 5
1. Mendiskusikan dengan Pasien
pengalaman-pengalaman yang
tidak menguntungkan sebagai
akibat dari wahamnya
2. Mengajak Pasien melihat bahwa
waham tersebut adalah masalah
yang membutuhkan bantuan dari

dengannya.
Pasien mengatakan banyak yang
membicarakannya dan iri
terhadapnya.
Pasien mengatakan bahwa ia akan
rajin memanggil perawat.
O:
Pasien tampak sombong
menceritakan tentang dirinya dan
keluarganya.
Pasien menjawan pertanyaan klien
dengan suara keras.
Pasien tampak melotot saat ditanya
tentang anak dan hal yang dimiliki
klien.

orang lain.
3. mendiskusikan dengan Pasien
orang/ tempat ia minta bantuan
apabila wahamnya timbul/ sulit
dikendaliakan
Kamis, 21 Mei
2015
Pukul 16.00
WITA

TUK 6

S:

1. Mendiskusikan hobi/ aktivitas

Pasien mengatakan bahwa hobinya

yang disukainya.
2. menganjurkan Pasien memilih

adalah menyanyi, menari dan


menjahit.

dan melakukan aktivitas yang

Pasien mengatakan bahwa dirinya

membutuhkan perhatian dan

ingin menjahit baju yang ia sobek

keterampilan fisik.

sobek kemarin.

3. mengikutsertakan Pasien dalam


aktivitas fisik yang membutuhkan
perhatian sebagai pengisi waktu
luang.
4. Melibatkan Pasien dalam TAK

Pasien masih mengatakan bahwa


dirinya mempunyai anak 12.
Pasien mengatakan bahwa dirinya
berjanji akan rajin minum obat.
Pasien mengatakan bahwa obatnya

orientasi realita.

berwarna merah dan kuning.

5. membicarakan dengan Pasien


topic-topik yang nyata.

rajin berkonsultasi dengan dokter


apabila dokternya laki laki.

6. Menganjurkan Pasien untuk


bertanggung jawab secara

O:

personal dalam
mempertahankan/ meningkatkan
kesehatan dan pemulihannya.
7. Memberi penghargaan bagi setiap
upaya Pasien yang positif

menari saat di tanya.


Pasien tampak mau meminum
obatnya dengan segera.

untuk mengunjungi pasien.

1. Mendiskusikan pentingnya peran


keluarga

pendukung

untuk

sebagai
mengatasi

waham .
2. Mendiskusikan potensi keluarga
untuk

Pasien tampak bernyanyi dan

Kelurga pasien tidak nampak hadir

TUK 7

serta

Pasien mengatakan bahwa ia akan

membantu

Pasien

mengatsi waham .
3. Menjelaskan

pada

keluarga

tentang :
e. Pengertian waham
f. Tanda dan gejala waham
g. Penyebab dan akibat waham
h. Cara merawat Pasien waham .
4. Melatih keluarga cara merawat
Pasien waham.
5. Menanyakan perasaan keluarga
setelah

mencoba

cara

yang

telah dilatihkan
6. Memberi pujian kepada keluarga
atas

keterlibatannya

merawat

Pasien di Rumah Sakit


TUK 8
1. Mendiskusikan dengan Pasien
tentang manfaat dan kerugian
tidak minum obat, nama,
warna, dosis, cara, efek terapi

dan efek samping penggunaan


obat.
2. memantau Pasien saat
penggunaan obat.
3. Memberi pujian jika Pasien
menggunakan obat dengan
benar.
4. Mendiskusikan akibat berhenti
minum obat tanpa konsultasi
dengan dokter.
5. Menganjurkan Pasien untuk
konsultasi kepada dokter/
perawat jika terjadi hal-hal
yang tidak diinginkan

EVALUASI KEPERAWATAN PADA LS DENGAN GANGGUAN ISI PIKIR : WAHAM


KEBESARAN DIRUANG DRUPADI RSJ PROVINSI BANGLI TANGGAL 22 MEI 2015
Hari/Tanggal/Jam

Diagnosa Keperawatan

Evaluasi

Jumat, 22 MEI

Gangguan isi pikir : waham

S:

2015

kebesaran

Paraf

Pukul 10.00 WITA

pasien mengatakan bahwa dirinya


mempunyai banyak tanah dan mobil.
Pasien mengatakan bahwa ia
mempunyai anak 12
Pasien mengatakan bahwa ia sudah
minum obat hari ini.
O:
Pasien masih tampak bernyanyi dan
mondar mandir.
Pasien tampak sudah lebih tenang dari
sebelumnya.
Pasien tampak rajin menyapa perawat
yang lewat.
Pasien sudah tampak tidak melotot
lagi jika di tanya.

A:
TUK 1, 2,3,8 tercapai
Pertahankan Kondisi
P:
Lanjutkan TUK 4,5,6,7