Anda di halaman 1dari 9

PAPER PRAKTIKUM MAKROPALEONTOLOGI

ACARA : ECHINODERMATA

Disusun Oleh :
Arizatur Reza Wicaksono
21100112110073

LABORATORIUM PALEONTOLOGI, GEOOPTIK.


DAN GEOLOGI FOTO
PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
OKTOBER 2013

ECHINODERMATA
1.1. Pendahuluan
Filum Echinodermata (dari bahasa Yunani untuk kulit berduri) adalah sebuah
filum hewan laut yang mencakup bintang laut, Teripang, dan beberapa
kerabatnya. Kelompok hewan ini ditemukan di hampir semua kedalaman laut.
Filum ini muncul di periode Kambrium awal dan terdiri dari 7.000 spesies yang
masih hidup dan 13.000 spesies yang sudah punah. Lima atau enam kelas (enam
bila Concentricycloidea dihitung) yang masih hidup sekarang.
1.2. Ciri-ciri Umum Echinodermata
Berikut ini karakteristik filum echinodermata secara umum:
a)

Semua echinodermata hidup di air laut;

b) Simetri radial atau pentaradial , selalu terbagi 5 bagian;


c)

Tidak ada kepala;

d) Tidak bersegmen;
e)

Tubuh memiliki banyak kaki tabung yang befungsi untuk bergerak dann
menangkap makanan;

f)

Tubuh ditutupi oleh epidermis yang di sokong oleh skeleton yang tetap dan spina;

g) Sistem pencernaan sederhana (beberapa di antaranya dilengkapi dengan anus),


rongga tubuh bersilia, biasanya luas, di isi dengan/mengandung sel bebas
(amoebosit);
h) Respirasi dengan papulae, kaki tabung atau dengan pohon respirasi;
i)

Jenis kelamin terpisah, gonat besar, fertilisasi eksternal, telur banyak, larva
mikroskopik, bersilia, biasanya berenang bebas, mengalami metamorfosis.
(Stoner, 1961: 270);

j)

Semua echinodermata hidup di laut;

k) Sebagian besar spesies mampu bergerak dengan merangkak dan sangat lambat;
l)

Tampilan khusus anggota filum ini seluruhnya memiliki duri. Tepat dibawah
kulitnya, duri dan lempeng kapurnya membentuk kerangka;

m) Tubuhnya berkembang dalam bidang lima antimere yang memancar dari sebuah
cakram pusat dimana mulutnya berada di tengah;
n) Mereka memiliki sistem peredaran air yang terdiri dari sederet tabung
1.3. Anatomi dan Struktur Tubuh
a) Anatomi
Badan berbentuk sebagai bintang dan terdiri atas :
- Satu discus sentralis dan
- Lima radii.
Dataran yang biasanya disebelah bawah, dimana ditengah-tengah discus,
terdapat mulut atau actinostoma, ialah dataran oral. Dataran yang disebelah atas
disebut aboral.
Skeleton terdiri atas laminae yang tersusun rapat. Laminae ini disebut juga
ossicula. Mereka terletak diantara dua lapisan jaringan pengikat daidalam dinding
badan. Diantara isscula terdapat serabut-serabut otot. Diantara mereka juga
terdapat pori kecil yaitu pori dermal. Pada dataran aboral, pada ossicula
berpangkal spinae. Diantara spinae tersebut ada yang dapat digerakkan.
Pada dataran oral satu radius ada sulcus ambulacralis. Sulcus ambulacralis ini
dibentuk oleh dua baris ossicula amburaclis. Satu ossiculum dari satu baris
bersendi dengan satu ossulum dari baris yang lain sehingga besarnya sudut yang
dibentuk oleh kedua ossicula itu dapat berubah.
b) Struktur Tubuh
Permukaan Echinodermata umumnya berduri, baik itu pendek tumpul atau
runcing panjang.Duri berpangkal pada suatu lempeng kalsium karbonat yang
disebut testa. Sistem saluran air dalam rongga tubuhnya disebut ambulakral.
Ambulakral berfungsi untuk mengatur pergerakan bagian yang menjulur keluar
tubuh, yaitu kaki ambulakral atau kaki tabung ambulakral. Kaki ambulakral
memiliki alat isap.sistem pencernaan terdiri dari mulut, esofagus, lambung, usus,
dan anus.Sistem ekskresi tidak ada. Pertukaran gas terjadi melalui insang kecil
yang merupakan pemanjangan kulit.Sistem sirkulasi belum berkembang baik.

Echinodermata melakukan respirasi dan makan pada selom. Sistem saraf


Echinodermata terdiri dari cincin pusat saraf dan cabang saraf. Echinodermata
tidak memiliki otak. Untuk reproduksi Echinodermata ada yang bersifat
hermafrodit dan dioseus.

Gambar 1. Struktur anatomi dari Echinodermata Sumber: http://1.bp.blogspot.com/FiEN1iyCevA/UImYf9NqsyI/AAAAAAAAADM/Qy4u66TOy-c/s1600/bintang+laut.jpg

1.4. Cara hidup dan habitat


Echinodermata merupakan hewan yang hidup bebas.Makanannya adalah
kerang, plankton, dan organisme yang mati.Habitatnya di dasar air laut, di daerah
pantai hingga laut dalam.
1.5. Reproduksi
Echinodermata bersifat dioseus bersaluran reproduksi sederhana.Fertilisasi
berlangsung secara eksternal.Zigot berkembang menjadi larva yang simetris
bilateral bersilia.Hewan ini juga dapat beregenerasi.
1.6. Klasifikasi
Echinodermata dikelompokkan menjadi lima kelas, yaitu Asteroidea,
Ophiuroidea, Echinoidea, Holothuroidea, dan Crinoidea.

a)

Asteroidea
Asteroidea merupakan spesies Echinodermata yang paling banyak jumlahnya,
yaitu sekitar 1.600 spesies.Asteroidea juga sering disebut bintang laut.Contoh
spesies ini adalah Acanthaster sp., Linckia sp., dan Pentaceros sp.Tubuh
Asteroidea memiliki duri tumpul dan pendek.Duri tersebut ada yang termodifikasi
menjadi bentuk seperti catut yang disebut Pediselaria.Fungsi pediselaria adalah
untuk menangkap makanan serta melindungi permukaan tubuh dari kotoran.Pada
bagian tubuh dengan mulut disebut bagian oral, sedangkan bagian tubuh dengan
lubang anus disebut aboral.Pada hewan ini, kaki ambulakral selain untuk bergerak
juga merupakan alat pengisap sehingga dapat melekat kuat pada suatu dasar.

Sistem ambulakral Asteroidea terdiri dari :


Medreporit adalah lempengan berpori pada permukaan cakram pusat dibagian
dorsal tubuh.

Saluran cincin terdapat di rongga tubuh cakram pusat

Saluran radial merupakan cabang saluran cincin ke setiap lengan

Kaki ambulakral merupakan juluran saluran radial yang keluar.


Anggota

Asteroidea

memiliki

kemampuan

regenerasi

yang

sangat

besar.Setiap bagian lengannya dapat beregenerasi dan bagian cakram pusat yang
rusak dapat diganti.Asteroidea merupakan hewan dioseus, organ kelamin
berpasangan pada setiap lengan, dan fertilisasi terjadi di luar tubuh.

Gambar 2 Kelas Asteroidea Sumber :


http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/0/0a/Starfish
%2C_Mauritius.jpg/800px-Starfish%2C_Mauritius.jpg

b) Ophiuroidea

Ophiuroidea terdiri dari 2.000 spesies, contohnya adalah bintang ular


(Ophiothrix).Ophiuroidea (dalam bahasa yunani, ophio = ular) berbentuk seperti
asteroidea, namun lengannya lebih langsing dan fleksibel.Cakram pusatnya kecil
dan pipih dengan permukaan aboral (dorsal) yang halus atau berduri
tumpul.Ophiuroidea tidak memiliki pediselaria.Cakram pusat berbatasan dengan
lengan-lengannya. Hewan ini pun juga dapat beregenerasi.

Gambar 3 Kelas Ophiuroidea, Sumber :


http://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/thumb/6/64/Greenbrittlestar.jpg/800pxGreenbrittlestar.jpg

c)

Echinoidea
Echinoidea berbentuk bola atau pipih, tanpa lengan.Echinoidea yang
berbentuk bola misalnya bulu babi (diadema saxatile) dan landak laut (Arabcia
punctulata).Permukaan tubuh hewan ini berduri panjang.Echinoidea memilki alat
pencernaan khas, yaitu tembolok kompleks yang disebut lentera aristoteles.Fungsi
dari tembolok tersebut adalah untuk menggiling makanannya yang berupa
ganggang atau sisa-sisa organisme.Echinoidea yang bertubuh pipih misalnya dolar
pasir (Echinarachnius parma).Permukaan sisi oral tubuhnya pipih, sedangkan sisi
aboralnya agak cembung.Tubuhnya tertutupi oleh duri yang halus dan
rapat.Durinya berfungsi untuk bergerak, menggali, dan melindungi permukaan
tubuhnya dari kotoran.Kaki ambulakral hanya terdapat di sisi oral yang berfungsi
utuk mengangkut makanan.

Gambar 4. Kelas Echinoidea Sumber :


http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/4/4b/Riccio_Melone_a_Capo_Ca
ccia_adventurediving.it.jpg/663pxRiccio_Melone_a_Capo_Caccia_adventurediving.it.jpg

d) Holothuroidea
Holothuroidea dikenal dengan nama timun laut atau teripang.Contoh hewan
ini adalah Cucumaria sp., Holothuria sp., dan Bohadschia argus.Hewan ini tidak
berlengan dan anus terdapat pada kutub yang berlawanan dari tubuhnya.Daerah
ambulakral dan inter-ambulakral tersusun berselang-seling di sepanjang
tubuhnya.Alur

ambulakral

tertutup,

madreporit

terdapat

di

rongga

tubuhnya.Sebagian kaki ambulakral termodifikasi menjadi tentakel oral.Sistem


respirasinya disebut pohon respirasi, karena sistem tersebut terdiri dari dua
saluran utama yang bercabang pada rongga tubuhnya.Keluar dan masuknya air
melalui anus.

Gambar 4. Kelas Holothuroidea. Sumber :


http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/5/56/Sea_Cucumber.jpg/798pxSea_Cucumber.jpg

e) Crinoidea
Hewan ini berbentuk seperti tumbuhan. Crinoidea terdiri dari kelompok
yang tubuhnya bertangkai dan tidak bertangkai. Kelompok yang bertangkai
dikenal sebagai lili laut, sedangkan yang tidak bertangkai dikenal sebagai bintang
laut berbulu.Contoh lili laut adalah Metacrinus rotundus dan untuk bintang laut
berbulu adalah Oxycomanthus benneffit dan Ptilometra australis.Lili laut menetap
di kedalaman 100 m atau lebih.Sedangkan yang berbulu hidup di daerah pasang
surut sampai laut dalam.Kedua kelompok tersebut memiliki oral yang menghadap
ke atas.Lengannya yang berjumlah banyak mkengelilingi bagian kaliks (dasar
tubuh).Pada kaliks terdapat mulut dan anus.Jumlah lengan kelipatan lima dan
mengandung cabang-cabang kecil yang disebut pinula.Sistem ambulakral tidak
memiliki madreporit dan ampula. Crinoidea adalah pemakan cairan, misalnya
zooplankton atau partikel makanan.

Gambar 5. Kelas Crinoidea. Sumber :


http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/d/d2/Crinoid_on_the_reef_of_Ba
tu_Moncho_Island.JPG/450px-Crinoid_on_the_reef_of_Batu_Moncho_Island.JPG

1.5. Aplikasi Fosil Echinodermata dalam Geologi


Untuk Menentukan Umur Relatif Lingkungan
Konsep Dasar Penyusunan Biostratigrafi

DAFTAR PUSTAKA
http://id.wikipedia.org/wiki/Echinodermata (diakses pada tanggal 9 Oktober 2013,
pukul 21.00 WIB)
http://gurungeblog.com/2008/11/12/mengenal-seluk-beluk-phylumechinodermata/ (diakses pada tanggal 9 Oktober 2013, pukul 21.00 WIB)
http://wahidpriyono.blogspot.com/2011/05/makalah-echinodermata.html (diakses
pada tanggal 9 Oktober 2013, pukul 21.00 WIB)

Anda mungkin juga menyukai