Anda di halaman 1dari 24

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Perkembangan perindustrian semakin lama semakin berkembang seiring
dengan perkembangan jaman. Dimana didalam perindustrian tersebut menuntut
adanya suatu kegiatan produksi yang efisien dan efektif. Semua ini diakibatkan
oleh bertambah pesatnya kebutuhan manusia akan barang produksi.
Bahan-bahan yang digunakan di dalam industri sering kali merupakan
bahan yang berat maupun berbahaya bagi manusia. Untuk itu diperlukan device
untuk membantu lalu lintas distribusi suatu barang produksi, maka digunakanlah
konveyor. Konveyor berfungsi untuk menghantarkan barang atau material dari
proses satu ke proses selanjutnya..
Conveyor berasal dari kata convoy yang artinya berjalan bersama dalam
suatu grup besar. Conveyor dapat mengangkut suatu barang dalam jumlah besar
dan dapat mengatasi jarak yang diberikan. Conveyor telah banyak dipakai industri
di seluruh dunia untuk menghemat waktu dalam mencapai jarak pengangkutan
serta menghemat tenaga manusia.
Pemilihan konveyor dilihat dari kapasitas beban, jarak yang ditempuh,
ketinggian, sifat material, harga peralatan tersebut, dan proses yang diinginkan
selain pengangkutan. Secara umum jenis/type conveyor yang sering digunakan
dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
1. Belt Conveyor
2. Chain Conveyor :
Scraper Conveyor
Apron Conveyor
Bucket Conveyor
Bucket Elevator
3. Screw Conveyor
4. Pneumatic Conveyor
5. Gravity Conveyor
1.2 TUJUAN
1

Makalah ini dibuat untuk melengkapi tugas operasi teknik kimia 1. Selain
itu juga untuk memberikan pengetahuan yang lebih bagi pembaca mengenai
salah satu alat operasi diindustri yaitu conveyer. Pengetahuan conveyer yang
dijelaskan dalam makalah ini mulai dari pengertian, pembagian dan cara
kerjanya.
1.3 RUMUSAN MASALAH
Dalam makalah ini akan dijelaskan mengenai:
1. Jenis-jenis konveyor
2. Bagian-bagian alat
3. Prinsip kerja
4. Kekurangan dan kelebihan masing-masing jenis konveyor

BAB II
ISI
2.1 PENGERTIAN CONVEYOR
Conveyor adalah salah satu jenis alat pengangkut yang berfungsi untuk
mengangkut bahan-bahan industri yang berbentuk padat. Pemilihan alat
transportasi (conveying equipment) material padatan antara lain tergantung pada:
1. Kapasitas material yang ditangani
2. Jarak Pemindahan material
3. Arah pengangkutan : horizontal, vertikal dan inklinasi
4. Ukuran (size), bentuk (shape), dan sifat dari material (properties)
Secara umum Conveyor diklasifikaikan sebagai berikut :
1. Belt Conveyor
2. Chain Conveyor
Scraper Conveyor
Appron Conveyor
Bucket Elevator
3. Screw Conveyor
4. Pneumatic Conveyor
5. Gravity Conveyor
2.1.1

BELT CONVEYOR
Belt Conveyor berbentuk seperti sabuk panjang yang berputar, bisa terbuat

dari karet, plastik, kulit atau logam tergantung bahan yg diangkut. Sabuk yang
digunakan pada belt conveyor ini dapat dibuat dari berbagai jenis bahan misalnya
dari karet, plastik, kulit ataupun logam yang tergantung dari jenis dan sifat bahan
yang akan diangkut. Bisa digunakan untu mengangkut karung, pasir dan
sebagainya. Belt conveyor dapat digunakan untuk mengangkut material baik yang
berupa unit load atau bulk material secara mendatar ataupun miring ( < 15
20 ). Yang dimaksud dengan unit load adalah benda yang biasanya dapat
dihitung jumlahnya satu per satu, misalnya kotak, kantong, balok. Sedangkan
Bulk Material adalah material yang berupa butir-butir, bubuk atau serbuk,
misalnya pasir, semen dan lain-lain.

Gambar 1. Belt Conveyor

2.1.1.1 Karakteristik dan Performance


Karakteristik dan performance dari belt conveyer adalah:
a) Dapat beroperasi secara mendatar maupun miring dengan sudut maksimum
b)
c)
d)
e)
f)
g)
h)
i)

sampai dengan 18.


Sabuk disanggah oleh plat roller untuk membawa bahan.
Kapasitas tinggi.
Serba guna.
Dapat beroperasi secara continiue.
Kapasitas dapat diatur.
Kecepatannya sampai dengan 600 ft/m.
Dapat naik turun.
Perawatan mudah.

2.1.1.2 Prinsip Kerja belt Conveyor


Fungsi belt conveyor adalah untuk mengangkut berupa muatan satuan
(unit load) atau muatan curah (bulk load) dengan kapasitas yang cukup besar, dan
sesuai dengan namanya maka media yang digunakan berupa ban (Anonim,
2010).
Prinsip kerja belt conveyor dipakai untuk memindah material baik satuan
atau bulk curah, dengan putaran dari motor sebagai pengerak utama yang
terhubung dengan drum atau yang disebut Pulley.
Belt conveyor dipakai untuk memindah material baik satuan atau bulk
curah, dengan putaran dari motor sebagai pengerak utama yang terhubung dengan
drum atau dulu disebut Pulley, pulley inilah yang yang diselubungi oleh belt yang
lebarnya sama dengan pully tersebut dan panjangnya belt menyesuai dengan
kebutuhan atau kapasitas angkut serta jarak angkut material tersebut.
Jika motor dijalankan maka pulley akan ikut berputar seiring motor hingga
belt yang menyelubungi ikut bergerak tertarik kearah putaran drum atau pully
tersebut. Motor head atau tail: motor head adalah pengerak utama, sedangkan tail
biasanya paling ujung atau ekor dari unit Belt conveyor dimana material di
pindahkan tanpa penngerak.
Roller adalah bagain dari belt conveyor yang berfungsi untuk mensupport
belt yang berjalan, tidak memakai pengerak, bergerak hanya karena gesekan belt
yang berjalan diatasnya. Roller ini disupport oleh rangka dari struktur belt
conveyor secara umum. Roller ini menopang beban belt yang membawa material
diatasnya.
2.1.1.3 Bagian-bagian Belt Conveyor
Bagian bagian terpenting pada belt conveyor adalah :
a. Belt : Fungsinya adalah untuk membawa material yang diangkut.
b. Idler : Gunanya untuk menahan atau menyangga belt.
Menurut letak dan fungsinya maka idler dibagi menjadi :
Idler atas yang digunakan untuk menahan belt yang bermuatan.
Idler penahan yaitu idler yang ditempatkan ditempat pemuatan.
Idler penengah yaitu yang dipakai untuk menjajaki agar belt tidak bergeser
dari jalur yang seharusnya.

Idler bawah Idler balik yaitu yang berguna untuk menahan belt kosong.
c. Centering Device : Untuk mencegah agar belt tidak meleset dari rollernya.
d. Unit Penggerak (drive units) : Pada Belt conveyor tenaga gerak
dipindahkan ke belt oleh adanya gesekan antara belt dengan plulley
penggerak (drive pully), karena belt melekat disekeliling pully yang diputar
oleh motor.
e. Pemberat (take-ups or counter weight) : Yaitu komponen untuk mengatur
tegangan belt dan untuk mencegah terjadinya selip antara belt dengan pully
penggerak, karena bertambah panjangnya belt.
f. Bending the belt
Alat yang dipergunakan untuk melengkungkan belt adalah
Pully terakhir atau pertengahan
Susunan Roller-roller
Beban dan adanya sifat kelenturan belt.
g. Pengumpan (feeder) : Adalah alat untuk pemuatan material keatas belt
dengan kecepatan teratur.
h. Trippers : Adalah alat untuk menumpahkan muatan disuatu tempat tertentu.
i. Pembersih Belt (belt-cleaner) : Yaitu alat yang dipasang di bagian ujung
bawah belt agar material tidak melekat pada belt balik.
j. Skirts : Adalah semacam sekat yang dipasang dikiri kanan belt pada tempat
pemuatan (loading point) yang gterbuat dari logam atau kayun dan dapat
dipasang tegak atau miring yang gunanya untuk mencegah terjadinya ceceran.
k. Holdback : Adalah suatu alat untuk mencegah agar Belt conveyor yang
membawa muatan keatas tidak berputar kembali kebawah jika tenaga gerak
tiba-tiba rusak atau dihentikan.
l. Kerangka (frame) : Adalah konstruksi baja yang menyangga seluruh
susunan belt conveyor dan harus ditempatkan sedemikian rupa sehingga
jalannya belt yang berada diatasnya tidak terganggu.
m. Motor Penggerak : Biasanya dipergunakan

motor

listrik

untuk

menggerakkan drive pulley. Tenaga (HP) dari motor harus disesuaikan


dengan keperluan, yaitu :
Menggerakkan belt kosong dan mengatasi gesekan-gesekan anatara idler

dengan komponen lain.


Menggerakkan muatan secara mendatar.
Mengankut muatan secara tegak (vertical).
Menggerakkan tripper dan perlengkapan lain.

Memberikan percepatan pada belt yang bermuatan bila sewaktu-waktu


diperlukan.

Gambar 2. Bagian Belt Conveyor


Conveyor juga memiliki beberapa bagian penting lainnya, yakni:
a. Cover Rubber
Cover rubber adalah lapisan karet sintetis yang mempunyai elastisitan
tinggi dan tahan gesek. Cover rubber berfungsi untuk melindungi lapisan penguat
dari curahan, gesekan dan benturan material pada saat loading (pemuatan) agar
ply sobek atau rusak.Alasan penggunaan karet adalah untuk melindungi ply
karena karet memiliki elastisitas tinggi dan tahan gesek, namun karet tidak
memiliki tegangan tarik yang baik. Sedangkan lapisan ply tidak tahan terhadap
gesekan dan benturan namun memiliki tegangan tarik yang baik. Penentuan
pemakaian jenis Grade Cover Rubber adalah berdasarkan kondisi operasi dan
jenis material yang dibawa.
b. Tie Rubber
Tie Rubber adalah lapisan karet diantara ply. Tie rubber juga sering
disebut Tie gum atu Skim rubber. Tie rubber berfungsi untuk melekatkan
ply satu dengan yang lainnya pada fabric belt, dan melekatkan sling baja
dengan cover rubber pada steel cord belt. Tebal tie rubber adalah 0.5 mm
s/d 1 mm untuk fabric belt dan 2 mm untuk steel cord belt. Tie rubber
tidak tahan benturan dan gesekan.
Spesifikasi tie rubber yang umum digunakan untuk belt conveyor
adalah sebagai berikut:

Tensile strange : 250 Kg/m2

Elongation : 500%

Abrasion : 110 M3
c. Reinforcement Lapisan penguat (Ply)
Reinforcement adalah lapisan penguat untuk belt conveyor itu sendiri.
Kekuatan atau tegangan pada belt tergantung lapisan penguat yang dipakai. Pada
umumnya lapisan penguat terbuat dari serat (carccas) dan sling baja (steel cord).
Sedangkan untuk steel cord belt lapisan penguatnya hanya terdiri dari satu jenis
saja, yaitu kawat sling baja.
Disamping jenis lapisan penguat yang telah disebut di atas, terdapat juga
konstruksi khusus yang dirancang untuk melindungi lapisan penguat dari sobek
yang memanjang. Lapisan ini disebut dengan Rip Guard.
Ada beberapa konstruksi dari Rip Guard, yaitu (Landy, 2005):

Belt fabric dengan carccas di dalam top cover yang disusun melintang.

Nylon cord yang disusun melintang pada top cover.


Keuntungan :

Fleksibel dalam penggunaan, bisa datar / miring

Desain sederhana

Tingkat kebisingan rendah

Proses kontinyu

Mampu membawa beban berkapasitas besar

Daya yg dibutuhkan kecil

Bisa diatur kecepatan sabuk shg didapatkan material yg dipindahkan per


jamnya

Kelemahan :

Kemiringan terbatas ( < 15 20 )

Hanya bisa dipasang lurus

Perawatan mahal

Sabuk rentan rusak

2.1.2

CHAIN ROLLING
Metode ini memiliki operasi yang lebih halus, pulsasi yang lebih

sedikit bila

dibandingkan dengan penyorongan rantai. Semakin lebih

rendah gesekan pada pusat yang lebih rendah, maka semakin sedikit
pergerakan dan semakin rendah biaya operasi. Hal ini tidak cocok untuk
peralatan

kotor

sebagaimana

bahan

luar

dapat

mengganggu

penggulungan.

Gambar 3. Chain Rolling


Dengan sederhana didefinisikan Rantai adalah untai material yang
fleksibel, biasanya metal dibuat dari jenis elemen yang keras, biasanya
disebut lingkaran, saling dikuncu atau dihubungkan satu sama lain tetapi
bebas untuk bergerak pada satu atau banyak bidang.
Klasifikasi
Chain conveyor dapat dibagi atas beberapa jenis conveyor, yaitu :
1. Scraper Conveyor
2. Apron Conveyor
3. Bucket Elevator

Keempat jenis elevator tersebut pada dasarnya menggunakan rantai


sebagai alat bantu untuk menggerakkan material. Chain konveyor memanfaatkan
pengaturan rantai powered terus menerus, membawa serangkaian liontin tunggal.
Susunan rantai digerakkan oleh motor, dan bahan tersuspensi pada liontin yang
disampaikan.
Chain conveyor terutama digunakan untuk mengangkut beban unit berat,
misalnya palet, kotak grid, dan wadah industri. Konveyor ini bisa rantai tunggal atau
ganda untai dalam konfigurasi. Muatan diposisikan pada rantai, gesekan menarik beban
ke depan .
Banyak sektor industri menggunakan teknologi rantai konveyor di lini produksi
mereka. Industri otomotif biasanya menggunakan sistem rantai conveyor untuk
menyampaikan bagian mobil.

2.1.2.1 SCAPER CONVEYOR


Scraper conveyor merupakan konveyor yang sederhana dan paling murah
diantara jenis-jenis conveyor lainnya. Conveyor jenis ini dapat digunakan dengan
kemiringan yang besar. Conveyor jenis ini digunakan untuk mengangkut materialmaterial ringan yang tidak mudah rusak, seperti : abu, kayu dan kepingan.
Karakteristik dan performance dari scaper conveyor:
a)
b)
c)
d)

Dapat beroperasi dengan kemiringan sampat 45.


Mempunyai kecepatan maksimum 150 ft/m.
Kapasitas pengangkutan hingga 360 ton/jam.
Harganya murah.

Gambar 4. Scrapper Conveyor

10

Kelemahan :

Tenaga tdk konstan

Jarak transport pendek

Biaya perawatan besar

2.1.2.2 APRON CONVEYOR


Apron conveyor terdiri dari frame, penggerak, take-up sprocket,
apron/slat, travelling roller, feed hopers, dan discharge spout. Apron conveyor
digunakan untuk memindahkan berbagai macam muatan curah dan satuan secara
horizontal maupun membentuk sudut inklinasi. Conveyor ini secara luas
digunakan di industri kimia, metalurgi, pertambangan batu bara, industri
permesinan, dan banyak industri lainnya. Berbeda dengan belt conveyor, apron
conveyor lebih di tujukan untuk memindahkan material berat, bongkah besar,
abrasive, dan material panas ( bahan cor, tempa, foundry sand ). Apron conveyor
memiliki kapasitas pemindahan besar, yaitu 2000 ton/jam atau lebih karena
dilengkapi dengan papan peluncur dan rantai penarikyang kuat. Kekurangan apron
conveyor adalah : kontruksi apron dan rantai yg berat, pembutannya rmit, dan
berbiaya tinggi, dan perlu perhatian lebih untuk hinged-joint agar bisa berfungsi
baik.
Geometri apron conveyor tidak jauh berbeda dengan belt conveyor,
kecuali bahwa susut inklinasinya dapat mencapai 45 derajat atau lebih, jika apron
dilengkapi dengan tranverse cleats atau stop dan transisi dari horizontal
keinklinasi dengan radius kecil ( 5 m - 8 m ).

11

Gambar 5. Apron Coveyor


Konstruksi Apron Conveyor :
Sistem penyambungan bucket pada appron conveyor biasanya digunakan rantai
gall, rantai skalm.

Penyambungan ini tanpa flen (On flent), pengangkutan nyabukan untuk


material yang curah.

Skirt board ikut bergerak bersama-sama appron conveyor.

Jenis ini, skirt board tidak ikut bergerak mengikuti appron. Jenis appron king
carrier pada pabrik gula, urea, dan lainnya.

Bucket jenis ini biasanya ikut berjalan dengan bucket yang ada didepannya.

Jenis bucket untuk pengangkutan bahan atau material cairan atau liquid.

Apron conveyor dibagi menjadi dua macam, yaitu :


1.

Casting machine, jenis ini untuk pengangkutan pengecoran.

2.

Escalator
Dikarenakan pengangkutan menggunakan rantai, maka peralatan juga

harus dapat saling bekerja satu sama lain dengan rantai itu sendiri, misalnya :

Rantai skalm , maka sprocket mempunyai sarang-sarang rantai.

Rantai bentuk gall, maka sprocket mempunyai gerigi tempat rantai.

Keuntungan :

Dapat digunakan untuk material kasar dan berat

12

Perawatan murah

Kapasitas pcngangkutan hingga 100 ton/jam.

Dapat digunakan untuk kemiringan 25

Kelemahan :

Kapasitas pengangkutan kecil

Bekerja searah saja

Kecepatan rendah

Pembuatan rumit

Biaya tinggi

2.1.2.3 BUCKET ELEVATOR


Belt Conveyor, scraper maupun apron conveyor mengangkut material
dengan kemiringan yang terbatas. Belt conveyor jarang beroperasi pada sudut
yang lebih besar dari 15-20 dan scraper jarang melebihi 30 derajat. Sedangkan
kadangkala diperlukan pengangkutan material dengan kemiringan yang curam.
Untuk itu dapat digunakan Bucket Elevalor. Secara umum bucket elevator terdiri
dari timba -timba (bucket) yang dibawa oleh rantai atau sabuk yang bergerak.
Timba -timba (bucket) yang digunakan memiliki beberapa bentuk sesuai dengan
fungsinya masing -masing. Bentuk - bentuk dari timba -timba (bucket) dapat
dibagi atas :
1. Minneapolis Type
Bentuk ini hampir dipakai di seluruh dunia. Dipergunakan untuk mengangkut
butiran dan material kering yang sudah lumat.
2. Buckets for Wet or Sticky Materials
Bucket yang lebih datar. Dipergunakan untuk mengangkut material yang
cenderung lengket.

13

3. Stamped Steel Bucket for Crushed Rock


Dipergunakan untuk mengangkut bongkahan -bongkahan besar dan material
yang berat

Gambar 6. Bucket Elevator


Keuntungan :

Bisa digunakana utk kemiringan curam / tegak lurus sampai 50 m

Harga murah karena pemakaian energi kecil

Tempat lebih sempit

Dapat digunakan utk macam2 material (kering, lengket atau basah)

Kelemahan :

Bahan yg diangkut bisa saja jatuh ke bawah

Tidak bisa digunakan utk jalur berbelok

Kebersihan bahan yg diangkut tdk terjaga

14

Kecepatan rendah

2.1.3

SCREW CONVEYOR
Screw conveyor berbentuk seperti sekrup bisa tunggal / ganda yg berputar

pada poros, sehingga material akan terangkut melewati celah sekrup dan dibawa
ke ujung. Jenis konveyor ini paling tepat untuk mengangkut bahan padat
berbentuk halus atau bubur.
Alat ini pada dasarnya terbuat dari pisau yang berpilin mengelilingi suatu
sumbu sehingga bentuknya mirip sekrup. Pisau berpilin ini disebut flight.
Macam-macam flight adalah:
a) Sectional flight
Dibuat dari pisau-pisau pendek yang disatukan tiap pisau berpilin satu putaran
penuh dengan cara disimpul tepat pada tiap ujung sebuah pisau dengan paku
keling sehingga akhirnya akan membentuk sebuah pilinan yang panjang.
Untuk mendapatkan konveyor panjang yang lebih sederhana dan murah,
biasanya konveyor tersebut itu disusun dari konveyor-konveyor pendek.
Sepasang konveyor pendek disatukan dengan sebuah penahan yang disebut
hanger dan disesuaikan pasangan pilinannya.
b) Helicoid flight
Bentuknya seperti pita panjang yang berpilin mengelilingi suatu poros Untuk
membentuk suatu konveyor, flight-flight itu disatukan dengan cara dilas tepat
pada poros yang bersesuaian dengan pilinan berikutnya.
c) Special flight, terbagi:
Cast iron flight
Digunakan pada suhu dan tingkat kerusakan tinggi Flight-flight ini

disusun sehingga membentuk sebuah konveyor.


Ribbon flight
Untuk bahan yang lengket, digunakan ribbon flight.
Cut flight
Cut flight digunakan untuk mengaduk. Flight pengaduk ini dibuat dari
flight biasa, yaitu dengan cara memotong-motong flight biasa lalu
membelokkan potongannya ke berbagai arah.

15

Gambar 7. Screw Elevator a. sectional, b.helicoid, c. cast iron, d. ribbon, e. cut


2.1.3.1 Prinsip Kerja
Alat ini terdiri dari baja yang memiliki spiral atau helical fin yang
tertancap pada shaft dan berputar dalam suatu saluran berebentuk U (through)
tanpa menyentuhnya sehingga helical fin mendorong material ke trough. Shaft
digerakkan oleh motor gear. Conveyor dibuat dengan ukuran panjang 8-12 ft yang
dapat bersatu untuk memperoleh panjang tertentu. Diameternya bervariasi dari 3
sampai 24 in.
Saluran (through) berbentuk setengah lingkaran dan disangga oleh kayu
atau baja. Pada akhir ulir biasanya dibuat lubang untuk penempatan as dan drive
end yang kemudian dihubungkan dengan alat penggerak.
Elemen screw conveyor disebut flight. Bentuknya helical atau dengan
modifikasi tertentu. Untuk helicoids flight bentuknya berupa pita memanjang dan
dengan alat penyangga pada masing-masing belitan dan berakhir pada as sentral.
Screw conveyor memerlukan sedikit ruangan dan tidak membutuhkan
mekanik serta membutuhkan biaya yang sedikit. Material bercampur saat
melewati conveyor. Pada umumnya srew conveyor dipakai untuk mengangkut
bahan secara horizontal. Namun bila diinginkan dengan elevasi tertentu bisa juga
dipakai dengan mengalami penurunan kapasitas 25-45% dari kapasitas
horisontalnya. Elevasi 100 terjadi penurunan kapasitas 15%, Elevasi 150 terjadi
penurunan kapasitas 20% dan Elevasi 200 terjadi penurunan kapasitas 40%.

16

Keuntungan :

Biaya sedikit

Efisien tempat

Fleksibel utk horizontal atau kemiringan (namun tdk tajam)

Bisa digunakan utk material panas, berdebu dan lengket

Memungkinkan pengeluaran bahan pada semua titik pada sekrup di casing

Perawatan mudah

Desain sederhana

Kelemahan :

Timbul gesekan antara bahan dg sekrup shg konsumsi daya tinggi

Kapasitas rendah

Terbatas utk material curah

17

Gambar 8. Screw Conveyor


2.1.4

PNEUMATIC CONVEYOR
Prinsip kerja mengalirkan material dalam pipa dengan bantuan udara

bertekanan. Konveyor jenis ini digunakan untuk mcngangkut bahan yang ringan atau
berbentuk bongkahan kecil. Pada pneumatic conveyor, bahan dalam bentuk suspensi
diangkut oleh aliran udara.

Pada konveyor ini alat dipakai, antara lain:

Sebuah pompa atau kipas angin/blower untuk menghasilkan aliran udara.

Sebuah cyclone untuk memisahkan partikel-partikel besar.

Sebuah kotak penyaring (bag filter) untuk menyaring debu.


Pada tipe yang sederhana, sebuah pompa cycloida akan menghasilkan

kehampaan

yang

sedang

dan

sedotannya

dihubungkan

dengan

sistem

pengangkulan. Bahan -bahan akan terhisap naik melalui selang yang dapat
dipindahpindahkan ujungnya.
Kemudian, aliran udara yang mengangkut bahan padat dalam bentuk
suspensi akan menuju siklon dan selanjutnya menuju ke pompa.
Jika bahan-bahan ini mengandung debu, debu ini tentunya akan merusak
pompa dan debu ini juga akan membahayakan jika dibuang ke udara, dengan kala
lain debu adalah produk yang tidak diinginkan. Karenanya, sebuah kotak
penyaring ditempatkan diantara siklon dan pompa.
Jenis konveyor ini terutama digunakan untuk mengangkut bahan yang
kebersihannya harus tetap terjaga baik (seperti biji-bijian, bahan-bahan lumat
seperti soda abu, dan lain-lain) supaya keadaannya tetap baik dan tidak
mengandung zat-zat beracun seperti timbal dan arsen.

18

Konveyor ini juga dapat dipakai untuk mengangkut bahan-bahan yang


berbentuk bongkahan kecil seperti chip kayu, bit pulp kering, dan bahan lainnya
yang sejenis. Kadang-kadang juga digunakan bila jalan yang dilalui bahan
berkelok- kelok atau jika bahan harus diangkat dan lain-lain hal yang pada tipe
konveyor lainnya menyebabkan biaya pengoperasian lebih tinggi.
Kecepatan aliran udara pada kecepatan rendah adalah 3000-7500 fpm dan
pada kecepatan tinggi adalah 10000-20000 fpm. Sedangkan jumlah udara yang
digunakan untuk mengangkut tiap ton bahan per jam adalah 50-200 cfm,
tergantung pada keadaan dan berat bahan,jarak dan kemiringan pengangkutan, dan
lain-lain.
Kerugian menggunakan jenis konveyor ini adalah pemakaian energinya
lebih besar dibanding jenis konveyor lainnya untuk jumlah pengangkutan yang
sama. Perhitungan- perhitungan pada konveyor pneumatik sama sekali empiris
dan memuat faktor-faktor yang tidak terdapat di luar data-data peralatan pabrik.

Gambar 9. Penumatic Conveyor


Keuntungan :

Perawatan kecil

Digunakan utk material curah dan bongkaan kecil

19

Fleksibilitas pengangkutan

Pengoperasian murah

Kelemahan :

Energi yg dibutuhkan besar utk pengangkutan sama

2.1.5

GRAVITY CONVEYOR
Gravity konveyor adalah jenis peralatan material handling yang tidak

bermotor dan menggunakan gaya gravitasi atau momentum untuk membantu


dalam pergerakan produk, paket, makanan atau peralatan dari satu tempat ke
tempat lain, atau melalui berbagai tahapan manufaktur otomatis atau finishing.
Gravity conveyor lebih murah dibanding dengan conveyor bermotor (powered
conveyor), gravity conveyor menggunakan tekanan minimum saat bekerja
sehingga dapat mudah dipindahkan (portable) dan ringan. Gravity konveyor
biasanya digunakan untuk aplikasi yang memerlukan kemudahan rotasi dan
transportasi seperti distribusi, pergudangan, material handling, pengolahan
makanan, pengiriman, dan produksi. Industri yang cocok untuk menggunakan
Gravity conveyor antara lain pengemasan, industri manufaktur, farmasi, otomotif,
dirgantara dan banyak bagian fabrikasi.
Gravity conveyor dapat bekerja sendiri ataupun digabungkan dengan
sistem conveyor lainnya. Gravity conveyor menggunakan gaya gravitasi untuk
mendapatkan momentum dengan menempatkan salah satu ujung konveyor pada
tempat yang lebih tinggi, sehingga produk yang diletakkan diatas conveyor dapat
bergerak tanpa menggunakan motor listrik. Gravity konveyor memiliki dua jenis
utama yaitu Gravity roller Conveyor dan Gravity Wheel Conveyor.

20

a. Gravity Roller Conveyor


Gravity conveyor Rol (Gravity Roller Conveyor) memindahkan produk
horizontal di sepanjang lintasan yang berisi serangkaian rol yang ditempatkan
tegak lurus terhadap arah perjalanan dan dibantu bantalan dan poros. Karena
konveyor rol didorong oleh gravitasi, produk dapat bebas bergerak secara
manual (horizontal) atau produk dapat dibiarkan jatuh jarak tertentu dengan
penurunan sedikit. Konveyor Rol dapat dipakai untuk memindahkan
bahan yang permukaan bagian bawahnya rata seperti kardus dan pallet
ataupun yang permukaan bawahnya tidak rata seperti drum, kaleng,
bongkahan, dll.

Gambar 10. Gravity Roller Conveyor


Kelebihan:

Relatif murah dibandingkan konveyor lain yang menggunakan motor.


Konstruksinya sederhana.
Ringan, Fleksibel dan mudah dipindahkan
Dapat beroperasi dengan kemiringan hingga 45
Dapat digunakan untuk bahan yang berukuran besar dan berat.
Dapat digunakan untuk mengangkut bahan yang bagian bawahnya tidak

rata.
Kapasitas pengangkutan yang besar.

Kekurangan:

Biaya perawatan tinggi


Hanya dapat digunakan untuk 1 arah gerakan
b. Gravity Wheel Conveyor
Gravity wheel conveyor, atau konveyor roda, sangat mirip dengan

Gravity Roller Conveyor, perbedaannya terletak pada lintasannya yang

21

bukan rol melainkan roda. Konveyor roda memungkinkan untuk dijalankan


dengan sudut kemiringan lebih kecil dari roller konveyor, sehingga, mereka
umumnya digunakan untuk aplikasi beban yang lebih ringan.
Konveyor roda hanya dapat digunakan untuk memindahkan
bahan yang permukaan bawahnya rata, seperti kardus, pallet, kayu lapis,
kotak jinjing, nampan, dan lain-lain. Konstruksi alatnya juga sederhana dan
lebih ringan dari pada konveyor rol sehingga mudah dipindahkan, fleksibel
serta perawatan mesin lebih mudah.

Gambar 11. Gravity Wheel Conveyor


Kelebihan :

Relatif murah dibandingkan konveyor lain yang menggunakan motor.


Konstruksinya sederhana.
Lebih ringan, fleksibel dan mudah dipindahkan
Dapat beroperasi dengan kemiringan hingga 45
Kapasitas pengangkutan yang besar.

Kekurangan :

Biaya perawatan tinggi.


Hanya dapat digunakan untuk 1 arah gerakan.
Tidak dapat digunakan untuk barang yang permukaan bawahnya tidak
rata.

BAB III
KESIMPULAN

22

Konveyor adalah salah satu jenis alat pengangkut yang berfungsi untuk
mengangkut bahan-bahan industri yang berbentuk padat. Pemilihan konveyor
dilihat dari jarak angkut, kemiringan atau perbedaan ketinggian posisi bahan yang
akan diangkut. Jumlah bahan yang akan diangkut dan kecepatan pengangkutan
yang diperlukan.
Untuk bahan yang bervolume besar, maka digunakan belt conveyor.
Sedangkan untuk mengangkut bahan dalam wadah yang tertutup dan jarak
angkutnya

dekat

digunakan

screw

conveyor. Dan

pengangkutan

yang

membutuhkan kecepatan aliran digunakan pneumatic conveyor yang mengalir


dengan menggunakan bantuan udara bertekanan.

23

DAFTAR PUSTAKA
Ahmad. 2011. Conveyor. http://www.scribd.com/doc/49785333/Conveyor.
Diakses pada tanggal 25 Maret 2013.
Anonim. 2010. Introduction to Pneumatic Conveying.
http://plastor0619.wordpress.com/2010/10/08/introductionto-pneumatic-conveying/. Diakses pada tanggal 27 Maret
2013.
Distantina. 2009. Transportasi Padatan.
http://distantina.staff.uns.ac.id/files/2009/10/1-materi-transportasipadatan.pdf
Natuna, Suryadi. 2010. Screw Conveyor.
http://suryadi040988.wordpress.com/2010/08/04/screwconveyor/. Diakses pada tanggal 23 Maret 2013.
Sanjaya. 2010. APRON conveyor.
http://esansanjaya.blogspot.com/2010/06/apron-conveyor.html. Diakses
pada tanggal 25 Maret 2013.

24