Anda di halaman 1dari 7

Akuntansi Pajak Atas Piutang

BAB 1
PENDAHULUAN

Piutang sangat penting dalam kegiatan penghimpunan bukti untuk keperluan


fiskal. Hal ini dilakukan karena sebaiknya sistem akuntansi dapat menyajikan
saldo piutang kepada pihak yang ada dalam hubungan istimewa dengan
maksud untuk mempermudahkan fiskus dalam mengetahui apakah wajib pajak
melakukan penghindaran pembayaran pajak melalui penetapan harga transfer
(transfer pricing). Adapun keterangan-keterangan yang dibutuhkan dalam
pembukuan piutang yaitu ;
1. Nama dan alamat lengkap debitur
2. Jumlah Piutang kepada masing-masing debitur
3. Saat timbul maupun berkurangnya piutang
4. Jenis Piutang
5. Hak Penerimaan bunga
6. Tanggal Jatuh Tempo piutang
7. Jumlah Piutang yang dapat dihapuskan
8. Keterangan lainnya yang berkaitang dengan piutang

Dalam makalah ini juga akan membahas mengenai sub pokok bahasan yang
meliputi:
1.
2.
3.
4.
5.

Definisi Piutang
Piutang Usaha
Piutang Di Luar Usaha
Piutang Dalam Hubungan Istimewa
Nilai Piutang Dalam Neraca

Demikianlah sedikit gambaran mengenai isi makalah ini yang kelompok kami
buat berdasarkan literatur kaji pustaka terhadap buku-buku yang berhubungan
dengan tema makalah yang kami buat.

BAB 2
TEORI DAN KONSEP
Definisi Piutang
Menurut Kieso dan Weygandt mendefinisikan pengertian piutang sebagai berikut
Receivables are claims held against customers and others for money, goods, or
services. (Kumpulan Ilmu, 2012)

Dalam pendapat yang lain, piutang juga didefinisikan dengan pengertian


Piutang meliputi semua klaim dalam bentuk uang terhadap pihak lainnya,
termasuk individu, perusahaan atau organisasi lainnya (Warren Reeve dan
Fess, 2005 : 404).

Seomarso berpendapat, bahwa Piutang merupakan kebiasaan bagi perusahaan


untuk memberikan kelonggaran-kelonggaran kepada para pelanggan pada
waktu melakukan penjualan. Kelonggaran-kelonggaran yang diberikan biasanya
dalam bentuk mempernolehkan para pelanggan tersebut membayar kemudian
atas penjualan barang atau jasa yang dilakukan (Soemarso, 2004 : 338).

Sedangkan menurut buku Akuntansi Perpajakan Sukrisno Agoes dan Estralita


Trisnawati, Piutang adalah hak perusahaan kepada pihak lain yang akan
diterima dalam bentuk kas. (Sukrisno Agoes dan Estralita Trisnawati, 2011 : 24)

BAB 3
PEMBAHASAN

Piutang Usaha
Piutang Usaha terjadi karena adanya pemberian kredit pada transaksi penjualan
dari penjual pada konsumen. Piutang dapat dicatat jika barang telah diserahkan.

Terhadap piutang yang diragukan tingkat kolektabilitasnya, perusahaan dapat


menghapuskan dan membebankannya pada cadangan dimaksud. Meskipun
demikian, ketentuan pajak tidak memperkenankan pada cadangan
penghapusan tersebut. Ketentuan pajak lebih melihat realitas dan
memberlakukan metode penghapusan langsung (direct written of).

Adapun syarat-syarat penghapusan piutang yang nyata-nyata tidak dapat


ditagih menurut UU PPh Nomor 36 Tahun 2008 Pasal 6 ayat (1) huruf (h) adalah
sebagai berikut
(h.) piutang yang nyata-nyata tidak dapat ditagih dengan syarat:
1. Telah dibebankan sebagai biaya dalam laporan laba rugi komersial;
2. Wajib Pajak harus menyerahkan daftar piutang yang tidak dapat ditagih
kepada Direktorat Jenderal Pajak; dan
3. Telah diserahkan perkara penagihannya kepada Pengadilan Negeri atau
instansi pemerintah yang menangani piutang negara; atau adanya
perjanjian tertulis mengenai penghapusan piutang/pembebasan utang
antara kreditur dan debitur yang bersangkutan; atau telah dipublikasikan
dalam penerbitan umum atau khusus; atau adanya pengakuan dari
debitur bahwa utangnya telah dihapuskan untuk jumlah utang tertentu;
4. syarat sebagaimana dimaksud pada angka 3 tidak berlaku untuk
penghapusan piutang tak tertagih debitur kecil sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 4 ayat (1) huruf k;
yang pelaksanaannya diatur lebih lanjut dengan atau berdasarkan Peraturan
Menteri Keuangan;

Akan tetapi pembentukan cadangan/pemupukan dana cadangan untuk jenis


usaha tertentu, diperkenankan membentu penyisihan (cadangan) sesuai dengan
PMK-81/PMK.03/2009 dan ketentuan perpajakan UU PPh Nomor 36 Tahun 2008
Pasal 9 ayat (1) huruf (c) yang berbunyi sebagai berikut;
(c.) Pembentukan atau pemupukan dana cadangan, kecuali:

1. cadangan piutang tak tertagih untuk usaha bank dan badan usaha lain
yang menyalurkan kredit, sewa guna usaha dengan hak opsi, perusahaan
pembiayaan konsumen, dan perusahaan anjak piutang;
2. cadangan untuk usaha asuransi termasuk cadangan bantuan sosial yang
dibentuk oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial;
3. cadangan penjaminan untuk Lembaga Penjamin Simpanan;
4. cadangan biaya reklamasi untuk usaha pertambangan;
5. cadangan biaya penanaman kembali untuk usaha kehutanan; dan
6. cadangan biaya penutupan dan pemeliharaan tempat pembuangan
limbah industri untuk usaha pengolahan limbah industri,
Metode penghapusan piutang uang yang digunakan :
1. Metode Penghapusan Langsung (Direct Write-of Method)
Pada periode dimana terdapat piutang yang tidak dapat ditagih, maka ada saat
itu dilakukan pencatatan.
Jurnal :
Biaya piutang yang tidak tertagih
xxx
Piutang Dagang
xxx
1. Metode Penyisihan/Pencadangan (Allowance Method)
Piutang yang diperkirakan tidak dapat ditagih dicatat melalui ayat jurnal.
Jurnal :
Biaya piutang yang tidak tertagih
xxx
Penyisihan piutang tidak tertagih

xxx

Piutang di Luar Usaha


Piutang juga dapat timbul karena pemberian pinjaman kepada pihak ketiga dan
pegawai, klaim asuransi, restitusi pajak, royalty, dan lain-lain.

Piutang dalam Hubungan Istimewa


Piutang dalam hubungan istimewa merupakan saldo tagihan dari transaksi yang
dilakukan dengan pihak dimana perusahaan mempunyai hubungan istimewa.

Piutang dalam hubungan istimewa dapat timbul karena terjadinya transaksi


seperti ;
1. Pengeluaran atau pembebanan yang dilakukan oleh WP kepada pihak lain
dalam hubungan istimewa untuk biaya suatu usaha, seperti sewa kantor,
asuransi, listrik, dan lain-lain; penjualan harta tetap seperti mesin di mana
pengeluaran atau pembebanan tersebut akan ditagih lagi kepada pihak
tersebut
2. Peminjaman dana
3. Transaksi penyerahan barang atau penyerahan jas
Menurut UU PPh Nomor 36 tahun 2008 pasal 18 ayat 4,
(4) Hubungan istimewa sebagaimana dimaksud pada ayat (3) sampai dengan
ayat (3d), Pasal 9 ayat (1) huruf f, dan Pasal 10 ayat (1) dianggap ada apabila:
1. Wajib Pajak mempunyai penyertaan modal langsung atau tidak langsung
paling rendah 25% (dua puluh lima persen) pada Wajib Pajak lain;
hubungan antara Wajib Pajak dengan penyertaan paling rendah 25% (dua
puluh lima persen) pada dua Wajib Pajak atau lebih; atau hubungan di
antara dua Wajib Pajak atau lebih yang disebut terakhir;
2. Wajib Pajak menguasai Wajib Pajak lainnya atau dua atau lebih Wajib
Pajak berada di bawah penguasaan yang sama baik langsung maupun
tidak langsung; atau
3. terdapat hubungan keluarga baik sedarah maupun semenda dalam garis
keturunan lurus dan/atau ke samping satu derajat.

Nilai Piutang dalam Neraca


Biasanya nilai saldo piutang yang tercantum dalam neraca adalah nilai piutang
neto. Saldo piutang neto pada neraca fiscal selain usaha:
1. bank dan badan usaha lain yang menyalurkan kredit, sewa guna usaha
dengan hak opsi, perusahaan pembiayaan konsumen, dan perusahaan
anjak piutang
2. usaha asuransi
3. lembaga penjamin simpanan
4. usaha pertambangan
5. usaha kehutanan
6. usaha pengelolahan limbah industry

adalah saldo piutang yang dikurangi dengan piutang yang benar-benar tidak
dapat ditagih, sedangkan saldo piutang neto pada neraca komerisal adalah
saldo piutang dikurangi piutang ragu-ragu.

BAB 4
KESIMPULAN

Piutang merupakan bagian dari aset lancar. Jika ditinjau dari sumber terjadinya,
piutang digolongkan menjadi dua kategori :
1. Piutang Usaha (account receivables)
2. Piutang Lain-lain (other receivables)
Penyajian piutang usaha dan piutang lain-lain dalam laporan keuangan harus
secara terpisah dengan menggunakan identifikasi yang jelas. Piutang dalam
keuangan dinyatakan sebesar jumlah kotor tagihan diikuti dengan umlah
takdiran piutang yang tidak dapat ditagih dan piutang yang diragukan.
Kemungkinan tidak semua jumlah piutang dapat ditagih. Berikut metode
panghapusan piutang yang digunakan :
1. Metode Penghapusan Langsung (Direct Write-of Method)
2. Metode Penyisihan/Pencadangan (Allowance Method)
Pada prinsipnya, terdapat dua cara dalam menetapkan jumlah penyisihan
piutang tidak tertagih, yaitu :
1. Atas dasar Saldo Piutang
2. Atas dasar Saldo Penjualan
Besarnya dana cadangan piutang tidak tertagih yang diperkenankan untuk
dibebankan sebagai biaya Usaha Bank tersebut sebagai berikut :
1.
2.
3.
4.

5% dari kredit yang digolongkan perhatian khusus


15% dari kredit yang digolongkan kurang lancar
50% dari kredit yang digolongkan diragukan
100% dari kredit yan digolongkan macet

Kerugian sebenarnya yang disebabkan oleh piutang yang nyata-nyata tidak


dapat ditagih dibebankan ke akun Cadangan/Penyisihan Piutang Tidak Tertagih
dengan ayat jurnal :
Penyisihan piutang tidak tertagih
Piutang usaha

xxx
xxx

DAFTAR PUSTAKA

Kumpulan Ilmu. (2012, 04). Kumpulan Ilmu. Retrieved September 14, 2012,
fromhttp://mbegedut.blogspot.com/2012/04/pengertian-definisi-piutangmenurut.html

Sukrisno Agus dan Estralita Trisnawati. 2011. Akuntansi Pajak. Edisi 2. Penerbit
Salemba Empat.

.UU No 36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan


Waluyo. 2012. Akuntansi Pajak. Edisi 4. Penerbit Salemba Empat.