Anda di halaman 1dari 8

Nama : Mohammad Dahlaz Dzuhro

NIM

: 111910101030

MK

: Metalurgi Sebruk

Kelas : A

Contoh Produk Hasil Pegecoran, Permesinan, dan Powder Metalurgi

1. Pengecoran
Pengecoran adalah suatu proses manufaktur yang menggunakan logam cair dan
cetakan untuk menghasilkan komponen dengan bentuk yang mendekati bentuk geometri
akhir produk jadi. Logam cair akan dituangkan atau ditekan ke dalam cetakan yang
memiliki rongga sesuai dengan bentuk yang diinginkan. Setelah logam cair memenuhi rongga
dan kembali ke bentuk padat, selanjutnya cetakan disingkirkan dan hasil cor dapat digunakan
untuk proses sekunder.
Secara umum proses pengecoran sendiri dibedakan menjadi dua macam, yaitu
traditional casting dan non-traditional atau comtenporary casting. Perbedaan secara
mendasar di antara keduanya adalah bahwa contemporary casting tidak bergantung pada
pasir dalam pembuatan cetakannya dan biasanya digunakan untuk menghasilkan produk
dengan geometri yang kecil dibandingkan bila menggunakan traditional casting. Hasil coran
non-traditional casting juga tidak memerlukan proses tambahan untuk penyelesaian
permukaan. Jenis logam yang kebanyakan digunakan di dalam proses pengecoran adalah
logam besi bersama-sama dengan aluminium, kuningan, perak, dan beberapa material non
logam lainnya.
Berikut Contoh Produk Hasil Pengecoran:

Gambar 1. Casing Mesin Sepeda Motor

Gambar 2. Propeller Kapal

Pengecoran presisi atau pengecoran investment menghasilkan produk berukuran


teliti dengan permukaan yang sangat halus, cara ini diterapkan untuk ferous dan non ferous,
proses ini sangat berguna untuk mengecor bahan yang sulit dimesin dan logam radioaktif.
Keuntungan pengecoran presisi /Investment:
a. Dapat dicor bentuk-bentuk yang rumit
b. Dapat diperoleh permukaan yang rata dan halus
c. Ketelitian dimensi baik
d. Benda cor tidak memerlukan pemesinan lanjut, dan
e. Dapat menggantikan proses cetak-tekan bila jumlahnya sedikit
Kerugian pengecoran presisi / Investment:
a. Proses ini mahal
b. Terbatas untuk benda cor yang kecil-kecil
c. Sulit, bila diperlukan inti
d. Lubang harus lebih besar dari 1,6 mm dengan kedalaman maksimal 1 kali diameter.
2. Pemesinan
Proses pemotongan logam yang disertai dengan terbentuknya material sisa dalam
bentuk geram (chip). Pada proses pemesinan terjadi gerakan relatif antara pahat potong
dan bendakerja. Secara prinsip pahat potong jauh lebih keras dari bendakerja sehingga
dengan adanya gerakan relatif dan disertai dengan terjadinya gaya geser antara pahat dan
bendakerja maka material bendakerja akan terpotong. Tujuan proses pemesinan secara umum
adalah untuk menghasilkan benda kerja sesuai dengan ukuran, bentuk dan kekasaran
permukaan yang diminta. Tiga hal yang terakhir ini sering disebut dalam istilah manufaktur
adalah keterpenuhan atas spesifikasi geometrik yang diminta pada produk. Proses pemesinan
secara umum merupakan proses akhir (finishing) dari proses pembuatan komponen. Proses
pemesinan dewasa ini sering dikategorikan atas proses pemotongan dengan pahat, proses
abrasif dan proses pemesinan non-konvensional.

Beberapa proses pemesinan yang dikenal luas adalah proses bubut (turning), proses
freis (milling), proses gurdi (drilling), memperbesar lubang (boring), gergaji (sawing),
pembuatan roda gigi, gerinda (grinding), EDM (electric-discharge machining) dan lain-lain.
Berikut contoh hasil roduk pemesinan:

Gambar Engsel Pagar

Gambar Mur dan Baut Singkal Traktor

Gambar Spicer Roda Mobil

Mesin Perkakas Konvensional


1. Kelebihan
a. Pengoperasian masih menggunakan cara-cara manual
b. Masih dapat dikerjakan oleh para pekerja yang tak mahir komputer.
c. Sangat mudah dioperasikan, karena tidak perlu memasukkan data.
d. Modal yang ditanamkan mengalami penurunan.
e. Mesin tidak tergantung oleh perubahan suhu dan cuaca.
f. Rendah dalam efisiensi produktif
2. Kekurangan
a. Ketelitian yang dihasilkan agak kurang akurat.
b. Tidak dapat menampilkan kalkulasi biaya produksi.
c. Waktu laju awal pada pabrik mengalami kenaikkan.
Berikut beberapa kelebihan dan kelemahan dari proses pemesinan
non konvensional dibandingkan dengan proses pemesinan konvensional
yang ada saat ini.
Kelebihan :
a. Tingkat akurasi dan kekerasan permukaan hasil pengerjaan lebih
bagus.
b. Tidak ada kontak langsung antara pahat dengan material, sehingga
keausan pahat sangat kecil atau bahkan tidak ada.
c. Umur pahat lebih panjang.
d. Proses pemesinan lebih smooth atau berisik.

e. Tidak dipengaruhi oleh kekerasan material benda kerja.


Disamping ada kelebihan, proses pemesinan non konvensional juga
memiliki beberapa kelemahan yaitu :
a. Biaya pengoprasian mesin lebih mahal.
b. Set-up lebih rumit.
c. Waktu pemesinan lebih lama.
Perbedaan mesin perkakas CNC dan mesin perkakas konvensional
adalah
Mesin Perkakas Konvensional
a. Pengoperasian masih menggunakan cara-cara manual
b. Masih dapat dikerjakan oleh para pekerja yang tak mahir komputer.
c. Sangat mudah dioperasikan, karena tidak perlu memasukkan data.
d. Mesin tidak tergantung oleh perubahan suhu dan cuaca.
e. Ketelitian yang dihasilkan agak kurang akurat.
f. Mesin Perkakas NC
g. Keakuratan pada lebih teliti
h. Telah menggunakan sistem komputer
i. Perubahan rancang bangun dapat diperiksa dengan lebih teliti.
j. Pengerjaan komponen dengan mesin yang mudah menjadi sulit
karena menggunakan format yang rumit.
k. Pemanfaatan NC peralatan yang lebih tinggi
l. Dibutuhkan

tenaga

ahli

yang

berfungsi

untuk

memprogram

peralatan NC.
3. Metalugi Serbuk
Bahan dasar teknologi ini adalah serbuk metal (metallic powder). Secara umum
proses dalam metalurgi serbuk yaitu, sejumlah serbuk dari bahan murni atau bahan
paduan dipadatkan (ditekan) didalam cetakan, kemudian disinter atau dipanaskan di
dalam tungku (furnace) pada temperatur tertentu.
Keuntungan

dari

teknologi

metalurgi

serbuk

adalah

menghilangkan

atau

meminimalisasi proses permesinan, tidak ada material yang terbuang, ketelitian dan

kehalusan permukaan tinggi, kekuatan dan ketahanan aus meningkat, serta bentuk produk
yang kompleks.
Berikut contoh hasil roduk powder metalurgy:

Gamabr Sproket

Keuntungan dari proses ini ialah:


1. Komponen dapat dibuat sampai tingkat ukuran yang teliti tanpa finishing.
2. Proses ini mampu memproduksi komponen-komponen dengan titik cair tinggi seperti
misalnya perkakas tungsten karbid.
3. Komposisi yang dikehendaki lebih teliti dari pada pengecoran.
4. Mampu memproduksi paduan logam yang tidak dapat ber campur dalam keadaan cair,
misal tembaga-timah hitam, tembagatungsten.
5. Non logam seperti grafit dapat dicampurkan secara merata dalam konsentrasi tembaga.
6. Komponen dapat dibuat dengan sifat-sifat tanpa bentuk yang khusus termasuk kontrol
kerapatan dan tahan pakai.
Kerugiannya:
1. Tidak ekonomis untuk produksi dalam jumlah kecil

2. Proses terbatas untuk komponen-komponen yang ukurannya relatif kecil.


3. Proses biasanya tidak sesuai untuk komponen-komponen yang bekerja dilingkungan yang
porosif.